Painful Life – Part 2

IMG_20160624_103143

Author

Choineke

Title

Painful Life

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun and others

Genre

Sad Romance, Marriage-life

Length

Chapter

Rating

PG-17

——

Semua aku lakukan demi keluargaku. Walaupun aku harus terluka, aku akan tetap melakukannya. –Choi Yongri-

—–

Author POV

Yongri menyeka airmatanya yang membasahi wajahnya. Memastikan tidak ada sedikitpun airmata yang tersisa di pipi putih meronanya. Setelah merasa cukup, gadis itu segera berdiri dan memasuki rumahnya. Rumah dalam keadaan sepi saat gadis itu menginjakkan kakinya di sana. Tidak ada Kyuhyun yang tergeletak tak berdaya seperti tadi pagi.

Yongri menuju ke kamar ibunya yang berada di sebelah kamarnya. Membuka pintunya dengan pelan karena Yongri tidak tau apa yang sedang dilakukan wanita itu di sana. Dan gadis itu mencoba tersenyum saat melihat ibunya tidak sedang tidur. Wanita paruh baya itu sedang menatap Yongri yang saat ini sedang menghampirinya.

“Sayang, apa yang terjadi? Tadi pagi eomma mendengar suara ribut-ribut di luar. Eomma memanggil-manggilmu dan Kyuhyun, tetapi kalian tidak datang. Eomma ingin keluar tapi kaki ini terasa lemah sekali. Sebenarnya ada apa?” Tanya Ibu Yongri khawatir. Yongri menyembunyikan wajah sedihnya dan tersenyum kecil. Menggenggam tangan sang ibu yang terasa hangat untuknya.

“Tidak ada apa-apa, eomma. Kau tidak perlu memikirkannya. Pikirkan saja kesehatanmu.” Jawab Yongri menenangkan.

“Kau tidak berbohong padaku? Perasaanku benar-benar tidak tenang, Yongri-ya.”

“Eomma tidak percaya padaku? Apa aku pernah berbohong pada eomma?”

“Aku tau kau tidak pernah berbohong. Tetapi hati ini.. Eomma tidak bisa menjelaskan rasanya kepadamu.”

“Semuanya baik-baik saja. Percaya padaku, eomma.” Yongri semakin menggenggam erat tangan ibunya. Menyeka airmata yang mengalir dipipinya.

“Jika memang seperti itu, eomma akan berusaha untuk tenang.” Ucap Ibu Yongri membalas genggaman tangan Yongri. Yongri hanya tersenyum menanggapinya.

“Kenapa kau sudah pulang jam segini, Yongri-ya? Apa tidak ada kelas tambahan hari ini?” Tanya Ibu Yongri.

“Hari ini aku membolos, eomma.” Kata Yongri jujur.

“Apa?! Tapi kenapa? Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya.”

“Eomma..”

“Kenapa?”

“Aku mendapatkan beasiswa di sebuah universitas ternama.”

“Benarkah?! Bukankah itu tandanya kau tidak memerlukan uang untuk biaya kuliahmu nanti?!” Ibu Yongri terlihat senang. Yongri menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.

“Terima kasih, Tuhan. Kau benar-benar mengulurkan tanganmu untuk orang-orang seperti kami.” Yongri merasa sangat bersedih mendengar ucapan syukur ibunya. Seandainya itu benar-benar terjadi, tentu saja ia akan senang mendengarnya.

“Tapi, eomma.”

“Ya? Kenapa?”

“Aku harus tinggal di asrama.”

“Apa? Tetapi kenapa?”

“Memang sudah seperti itu peraturannya, eomma. Karena aku mendapatkan beasiswa, aku harus mematuhi itu. Dan mulai besok, aku sudah harus tinggal di sana.”

“Apa?! Sayang, kau bercanda?” Ibu Yongri terlihat tidak percaya.

“Tidak, eomma.”

“Kenapa harus secepat ini? Kau bahkan belum ujian dan lulus sekolah. Ini semua tidak masuk akal.” Ucap Ibu Yongri kecewa. Ia melepaskan genggaman tangan Yongri dan mengalihkan pandangannya.

“Lalu, apa eomma ingin aku melepaskan beasiswa itu? Baiklah jika seperti itu. Mungkin setelah lulus nanti, aku akan bekerja saja. Membantu Kyuhyun oppa mencari uang.” Ujar Yongri berpura-pura kesal. Membuat Ibu Yongri terlihat merasa bersalah.

“Bukan seperti itu maksud eomma, sayang. Tetapi ini terlalu cepat dan sangat mendadak. Apa kau sudah memberitahu Kyuhyun?”

“Sudah. Kyuhyun oppa sudah tau.”

“Jadi, besok kau benar-benar akan pergi?” Ibu Yongri terlihat sedih. Yongri mendekati ibunya dan memeluk wanita paruh baya itu. Sudah tidak sanggup lagi menahan airmata yang berdesak-desakan ingin keluar. Saat ia mendapatkan kehangatan dari pelukan ibunya, bersamaan dengan itu pula airmatanya mengalir dengan deras.

“Aku akan berusaha sesering mungkin mengunjungi eomma dan Kyuhyun oppa.” Kata Yongri dengan menangis.

“Eomma mengerti. Sudah, kau tidak perlu menangis. Eomma juga ingin menangis jika kau menangis.” Ucap Ibu Yongri. Menghapus airmata yang menggantung di sudut matanya. Ia mengusap punggung Yongri dengan sayang.

Setelah beberapa saat saling berpelukan, Yongri melepaskan pelukannya dan menyeka airmatanya. Tersenyum saat ibunya menangkup wajahnya dengan tangan hangatnya itu. Yongri memegang tangan ibunya yang berada diwajahnya dan mencoba merekam wajah ibunya yang sudah tidak muda lagi. Ia tidak tau apakah nanti masih bisa bertemu dengan ibunya atau tidak. Mengingat bagaimana kejamnya Siwon, Yongri yakin ia tidak akan memiliki kesempatan untuk itu.

“Aku harus menyiapkan barang-barangku sekarang.” Ujar Yongri.

“Apa perlu eomma bantu?” Kata Ibu Yongri menawarkan.

“Tidak perlu, eomma. Lebih baik eomma istirahat saja. Aku bisa melakukannya sendiri.” Tolak Yongri halus.

“Baiklah jika seperti itu. Pastikan barang-barangmu tidak ada yang tertinggal.” Pesan Ibu Yongri. Yongri hanya menggangguk dan segera keluar dari kamar ibunya. Bersandar pada pintu kamar yang tertutup dengan tangis yang tidak berhenti. Gadis itu memegangi dadanya yang terasa sesak.

“Maafkan aku, eomma.” Bisiknya. Pertama kalinya Yongri berbohong pada wanita yang sangat disayanginya itu. Ia terpaksa melakukannya. Ia tidak mungkin mengatakan akan menikah. Bisa dipastikan kesehatan ibunya akan semakin menurun. Dan Yongri benar-benar tidak mau itu semua terjadi. Yongri melakukan ini semua demi Kyuhyun dan ibunya. Kalau memang ini akan menjadi jalan satu-satunya agar mereka dapat hidup dengan tenang, Yongri akan melakukannya. Walaupun hatinya tidak menginginkan itu, Yongri tidak memiliki pilihan lain.

“Yong..” Yongri dengan cepat menoleh saat mendengar suara lemah itu. Matanya membulat saat melihat Kyuhyun yang berjalan tertatih dari dalam kamarnya. Luka di wajah laki-laki itu belum diobati bahkan belum dibersihkan. Kyuhyun memegangi dadanya yang mungkin terasa sakit karena diinjak oleh anak buah Siwon yang benar-benar tidak berperasaan.

“Oppa!” Yongri segera berlari menghampiri Kyuhyun dan menopang tubuh laki-laki itu.

“Kau–baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun pelan.

“Kita harus ke rumah sakit, oppa. Lukamu parah.” Ujar Yongri tidak memperdulikan pertanyaan Kyuhyun.

“Aku baik-baik..saja, Yong.” Terdengar suara batuk Kyuhyun saat laki-laki itu menyelesaikan kalimatnya.

“Tidak. Kali ini kau tidak baik-baik saja. Kita benar-benar harus ke rumah sakit.” Tegas Yongri. Ia menjauh sebentar dari Kyuhyun untuk mengambil amplop yang berisi uang di atas meja. Memasukkannya ke dalam saku seragamnya dan kemudian kembali menopang Kyuhyun.

“Ayo, oppa. Pelan-pelan saja.” Yongri menuntun Kyuhyun dan laki-laki itu hanya bisa menurut. Karena sebenarnya tubuhnya terasa benar-benar remuk akibat ulah anak buah Siwon.

——

“Tulang rusukmu ada yang patah. Saya rasa Anda harus dirawat disini untuk penyembuhan total.” Ujar dokter yang sedang memeriksa Kyuhyun.

“Baik, dok. Tolong lakukan yang terbaik.” Yongri menyahuti ucapan dokter tersebut.

“Tidak perlu, dok. Tanpa dirawat disini saya akan baik-baik saja.” Sela Kyuhyun yang sedang berusaha untuk bangun. Yongri dengan cepat membantu Kyuhyun yang terlihat kesulitan karena menahan rasa sakit ditubuhnya.

“Kau harus di rawat, oppa.” Kata Yongri.

“Aku baik-baik saja, Yong. Luka-luka ini juga dalam 2 sampai 3 hari akan sembuh.” Balas Kyuhyun.

“Tulang rusukmu patah, oppa.”

“Aku masih memiliki banyak rusuk.”

“Tapi–“

“Saya tidak perlu dirawat, dok. Berikan saja obat yang bisa membuat luka-luka ini cepat sembuh.” Kyuhyun tidak memperdulikan protes Yongri dan menatap wajah dokter laki-laki yang sedari tadi hanya mendengarkan perdebatan mereka.

“Anda yakin?” Dokter itu bertanya.

“Ya, saya sangat yakin.” Sahut Kyuhyun.

“Baiklah, tunggu sebentar. Paling tidak tubuhmu harus diperban.” Ucap dokter tersebut yang sudah kesana kemari mencari peralatan untuk mengobati Kyuhyun.

Yongri melayangkan tatapan protesnya pada Kyuhyun. Tetapi Kyuhyun hanya berpura-pura tidak tau dan mengalihkan pandangannya. Bukan ini yang sedang dicemaskan Kyuhyun sekarang. Kyuhyun sedang ingin mendengarkan penjelasan dari Yongri. Bagaimana gadis itu bisa pulang setelah Siwon membawanya pergi tadi? Apakah Siwon membatalkan niatnya untuk memperistri Yongri? Itulah yang ingin Kyuhyun ketahui sekarang. Persetan dengan lukanya. Ia tidak akan mati dengan cepat.

“Uugghh!” Kyuhyun melenguh saat dokter mulai melilitkan perban di sekujur tubuhnya. Setidaknya perban itu sedikit menahan pergerakan Kyuhyun nanti. Karena jika tidak, luka di dalam tubuh Kyuhyun mungkin bisa bertambah parah lagi.

“Pelan-pelan, dok.” Yongri menyela saat melihat wajah kesakitan Kyuhyun.

“Tahan sebentar, Kyuhyun-ssi.” Ucap dokter tersebut.

Kyuhyun kembali memakai kaosnya saat dokter telah selesai melilitkan perban di tubuhnya. Luka diwajahnya juga sudah dibersihkan dan diobati. Dokter tersebut terlihat sedang meresepkan obat yang harus di tebus oleh Kyuhyun. Kyuhyun dan Yongri menunggunya dalam diam. Terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Ini resepnya, Kyuhyun-ssi. Pastikan kau meminum obatnya dengan teratur. Jangan lupa olehkan salep pada luka diwajahmu.” Pesan dokter. Kyuhyun mengambil resep dan membungkukkan badannya.

“Terima kasih, dok.”

Kyuhyun dan Yongri keluar dari ruang dokter saat urusan mereka di dalam sana telah selesai. Yongri berjalan terlebih dahulu sembari membawa resep yang diberikan dokter pada Kyuhyun tadi. Ia berencana membeli obatnya serta membayar biaya perawatan Kyuhyun. Namun langkah gadis itu terhenti saat Kyuhyun menggenggam pergelangan tangannya. Yongri menoleh dan menatap Kyuhyun dengan pandangan bertanya.

Kyuhyun menarik Yongri ke salah satu kursi yang ada di koridor rumah sakit tersebut. Memaksa gadis itu untuk duduk di sana, dengan dirinya yang duduk disebelahnya.

“Kita harus membayar biaya perawatan dan membeli obat, oppa.” Kata Yongri.

“Kita bisa melakukannya nanti, Yong. Lagipula kita tidak berniat untuk kabur, kan?” Ucap Kyuhyun.

“Sekarang katakan padaku, kau baik-baik saja? Apa yang dilakukan keparat itu padamu?” Kyuhyun tampak memeriksa kondisi Yongri. Memastikan tidak ada satu–pun luka di tubuh gadis itu.

“Aku baik-baik saja, oppa.”

“Lalu bagaimana dengan pernikahan itu? Tidak akan pernah terjadi, kan? Dia membatalkannya, kan?” Tanya Kyuhyun beruntun. Ia benar-benar ingin tau.

Yongri menundukkan kepalanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Ia kembali diingatkan tentang itu. Padahal ia sedang tidak ingin mengingatnya, paling tidak untuk sebentar saja. Tetapi ia seolah kembali tertampar dan mendapatkan kesadaran. Bahwa mulai besok ia tidak akan bisa bertemu dengan ibunya dan Kyuhyun seperti biasanya.

“Yong, jawab aku.” Desak Kyuhyun dengan mengguncang bahu Yongri.

“Dia tidak membatalkannya, oppa.”

“Apa?!”

“Besok. Aku akan resmi menjadi istrinya besok.” Airmata yang menggenang di pelupuk mata Yongri mulai mengalir. Kyuhyun merasa bahunya terkulai lemas saat mendengar ucapan gadis itu. Ia pikir mereka masih memiliki paling tidak sedikit harapan.

“Yong..” Lirihnya.

“Awalnya aku memang tidak mau menjadi istrinya. Sekarang–pun, aku tetap tidak mau. Tetapi jika ini memang menjadi jalan satu-satunya untuk ketenangan hidupmu dan eomma, aku rasa aku harus melakukannya, oppa.” Yongri menatap Kyuhyun dengan memaksakan senyumnya. Memaksakan senyum disela-sela isakan kecilnya.

“Tidak, Yong. Bukan kau yang harus bertanggung jawab akan hutang itu. Itu hutang ayahku.” Sela Kyuhyun dengan matanya yang memerah. Laki-laki itu menahan dirinya agar tidak menangis di hadapan Yongri. Tidak ingin membuat adiknya itu menjadi semakin bersedih.

“Dia ayahku juga, oppa.” Kata Yongri. Kyuhyun mengusap wajahnya dengan frustasi. Ia benar-benar kesal dan marah pada Siwon. Tetapi sebenarnya, ia marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk keluarganya.

“Tidak. Aku akan menemui bedebah itu. Aku akan melakukan apapun agar ini semua tidak terjadi.” Kyuhyun berdiri dari duduknya. Yongri dengan segera menahan Kyuhyun dan memaksa laki-laki itu kembali duduk.

“Jangan, oppa. Aku mohon jangan.” Isak Yongri. Gadis itu takut dengan apa yang akan Siwon lakukan, jika Kyuhyun melawannya. Dia tidak mau keluarganya kembali terluka. Ini adalah jalan satu-satunya dan Yongri sudah membulatkan tekat untuk melakukannya.

“Laki-laki itu sudah membayarkan hutang kita dengan uangnya sendiri, oppa. Jelas Yongri.

“Apa?!” Kyuhyun terlihat terkejut.

“Yang harus kau lakukan sekarang adalah kumpulkan uang sebanyak-banyaknya, agar aku bisa cepat pulang, oppa.” Pinta Yongri.

“Aku tau, Yong. Aku pasti akan mencari uang yang banyak. Tapi–aku tidak mau mengorbankan dirimu seperti ini. Bagaimana kita harus menjelaskannya pada eommoni?”

“Eomma tidak boleh tau, oppa. Kau tidak perlu khawatir, aku sudah mengarang cerita untuk eomma.”

“Yong..” Kyuhyun terlihat frustasi.

“Aku akan baik-baik saja. Dan aku akan menunggumu untuk membawaku pulang.” Ucap Yongri. Kyuhyun menarik Yongri ke pelukannya. Memeluk gadis itu dengan erat, untuk melampiaskan rasa bersalahnya. Ini semua karena dirinya. Ini semua karena ayahnya.

“Maafkan aku.”

——

Kyuhyun mengepalkan tangannya saat melihat kehadiran Siwon di depan rumah mereka. Berusaha mati-matian untuk tidak memukulinya karena takut laki-laki itu berbuat sesuatu kepada Yongri. Seandainya saja. Seandainya saja Kyuhyun harus menanggung ini sendiri, Kyuhyun tidak akan segan-segan membunuh Siwon dengan tangannya sendiri. Ia tidak peduli jika harus mendekam di penjara akibat perbuatannya itu. Ia sangat membenci orang-orang berkuasa seperti Siwon.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya saat melihat Yongri melewatinya sembari membawa sebuah tas besar berisi barang-barang gadis itu. Yongri menundukkan kepalanya dan berjalan dengan perlahan. Mencoba menghalau waktu yang berjalan dengan begitu cepatnya. Ia tau tidak ada jalan keluar lagi untuk ini semua, tetapi sejujurnya, di dalam hati terkecilnya ia berharap ada secercah harapan untuknya.

Yongri menertawai dirinya sendiri di dalam hatinya. Secercah harapan untuk gadis sepertinya? Sepertinya itu sangat tidak mungkin. Takdir baik seperti apa yang mau mendatanginya? Ia hanya terlalu banyak berharap pada sesuatu yang tidak mungkin.

“Yong..” Panggil Kyuhyun. Yongri menghentikan langkahnya dan menoleh menatap Kyuhyun. Gadis itu ingin tersenyum, tetapi bibirnya terasa sangat kaku. Sehingga yang bisa dilakukannya sekarang adalah memperlihatkan wajah menyedihkannya pada Kyuhyun.

“Tolong jaga eomma untukku, oppa. Dan jaga dirimu baik-baik.” Pesan Yongri.

Melihat Yongri yang terlihat membuang banyak waktu, membuat Siwon geram. Dengan kasar laki-laki itu menarik Yongri agar segera masuk ke dalam mobilnya. Siwon menjulurkan tangannya di depan Kyuhyun, saat melihat laki-laki itu hendak menginterupsi apa yang dilakukannya.

“Jangan coba-coba memancing emosiku. Karena aku tidak tau apa yang bisa aku lakukan pada gadis ini jika kau melakukannya.” Desis Siwon membuat Kyuhyun terdiam.

“Bukankah sudah kukatakan padamu agar kau mengemis untuk mendapatkan uang yang banyak? Jika kau melakukannya, mungkin kau bisa menolong adikmu ini. Sayangnya kau terlalu sombong untuk ukuran seorang sampah.” Siwon tersenyum sinis dan melanjutkan langkahnya. Membawa Yongri masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan rumah mereka yang benar-benar terlihat seperti gudang untuk Siwon.

Kyuhyun dapat melihat Yongri mengatakan sesuatu yang tidak dapat didengarnya. Namun Kyuhyun dapat membaca gerakan mulut gadis itu dan mengangguk dengan cepat. Yongri berkata ‘aku akan menunggu oppa menjemputku‘. Kyuhyun menunjukkan senyumnya pada Yongri sebelum mobil itu akhirnya berjalan dan meninggalkan rumahnya.

“Tunggu aku, Yong. Aku pasti akan menjemputmu.” Janji Kyuhyun.

——

“Apa ini?” Tanya Siwon acuh. Lelaki itu menepikan mobilnya di pinggir jalan. Menerima kertas yang disodorkan Yongri dengan takut-takut.

“Surat perjanjian?” Siwon tersenyum sinis. Yongri hanya menundukkan kepalanya sembari meremas kesepuluh jarinya. Siwon menatap gadis itu dengan senyum mengejek sebelum akhirnya membuka lipatan kertas tersebut. Mulai membaca tulisan tangan Yongri yang sangat rapi.

“Kau ingin aku memenuhi apa yang kau tulis disini?” Ucap Siwon memastikan.

“A–aku harap kau mau menyetujuinya, Tuan.” Kata Yongri.

“Baiklah, aku akan lihat apa saja keinginanmu ini.” Dengus Siwon.

“Pertama, mengizinkanmu menemui ibu dan kakakmu setiap akhir pekan. Kedua, tidur di kamar yang berbeda. Ketiga, tidak melakukan kontak fisik apalagi hubungan suami istri.” Siwon membaca isi keseluruhan dari surat perjanjian yang dibuat oleh Yongri. Sesaat kemudian, Siwon tertawa sangat kencang. Hingga membuat Yongri semakin takut mendengar tawa itu. Yongri yakin, Siwon tertawa bukan karena surat perjanjian itu benar-benar lucu. Tetapi karena Siwon sedang mengejeknya.

Siwon menghentikan tawanya dan mencengkram kertas surat perjanjian tersebut. Mencengkramnya dengan sangat erat, hingga kertas tersebut tidak berbentuk lagi. Siwon menatap tajam Yongri seiring dengan tangannya yang membuang surat tersebut lewat jendela mobil.

“Kau pikir aku akan menurutinya?” Tanya Siwon. Telunjuk laki-laki itu mendorong kepala Yongri beberapa kali hingga membentur jendela.

“Aku–aku masih SMA, Tuan.” Yongri merasakan matanya berkaca-kaca. Gadis itu benci saat dirinya benar-benar terlihat lemah seperti ini. Ia seharusnya bisa terlihat tegar dihadapan Siwon, agar laki-laki itu tidak terus mengintimidasinya. Tapi nyatanya, Yongri tidak bisa berpura-pura tegar, saat masa depannya tepat di tangan Siwon.

“Dan kau pikir aku akan peduli?” Sahut Siwon. Airmata Yongri sukses mengalir dipipinya. Ia menahan isakannya agar Siwon tidak membentaknya.

“Apa kau pikir dengan sekolah kau bisa menjadi orang sukses dan mengumpulkan uang yang banyak? Jangan bermimpi, Choi Yongri-ssi.” Siwon kembali menunjukkan senyum sinisnya. Lelaki itu kembali melayangkan tangannya ke kepala Yongri. Sebelum akhirnya menjalankan mobilnya kembali. Membiarkan Yongri yang larut dalam tangisannya.

——

Park Jungsoo dan ibu Siwon telah menunggu saat Siwon dan Yongri sampai di apartement. Siwon berjalan di depan Yongri. Tampak tidak memperdulikan Yongri yang berjalan pelan dibelakangnya sembari membawa tasnya. Yongri tidak tau harus menaruh di mana tas yang berisi pakaiannya. Hingga akhirnya gadis itu hanya menaruhnya di lantai di dekat rak sepatu.

Gadis itu masih setia mengikuti Siwon yang melangkah mendekati keberadaan Jungsoo dan ibunya. Siwon duduk di hadapan Jungsoo namun tidak di sofa yang sama dengan ibunya. Laki-laki itu menepuk tempat disampingnya, seolah memberi isyarat untuk Yongri agar duduk disebelahnya. Yongri yang tidak punya hak untuk menolak, hanya bisa menurutinya.

“Kau sudah menyiapkan semuanya, hyung?” Tanya Siwon pada Jungsoo.

“Andrew, aku rasa kau harus memikirkan ini sekali lagi.” Sela ibu Siwon. Mencegah anaknya itu untuk menikah dengan Yongri. Siwon menghela nafas kasar dan menatap ibunya dengan tajam. Ibu Siwon biasanya akan takut jika Siwon sudah menatapnya seperti itu. Tetapi kali ini, ibu Siwon mencoba untuk lebih berani. Ia tidak menyetujui Siwon yang menikahi Yongri. Ia mempunyai alasan tersendiri untuk itu.

“Kau bisa pulang saja jika terus mencampuri urusanku seperti ini, eomma. Dan harus berapa kali kukatakan untuk tidak memanggilku seperti itu!!” Siwon menekankan setiap ucapannya. Ibu Siwon terlihat gusar dengan niat Siwon yang sudah bulat. Wanita paruh baya itu menatap Yongri dengan tatapan tajam.

“Hei, kau! Apa yang kau lakukan pada anakku hingga dia mau menikahimu?!” Tuduhnya. Yongri hanya dapat menundukkan kepalanya. Tidak berani menatap wajah ibu Siwon. Apalagi menatap matanya. Karena mata yang dimiliki ibu Siwon, sama tajamnya dengan mata Siwon. Dan Yongri sangat takut untuk melihatnya.

“Aku berbicara padamu! Jawab aku, jalang!” Ibu Siwon mendorong bahu Yongri dengan kuat. Membuat gadis itu tersentak ke belakang dan menabrak bahu Siwon. Gadis itu meringis pelan merasakan punggungnya yang terasa perih.

“Hentikan sekarang juga, Kang Bong Ok!” Bentak Siwon membuat ibunya menganga tak percaya.

“Siwon, kau–” Ibu Siwon kehilangan kata-katanya. Masih tidak percaya saat Siwon begitu mudahnya mengubah panggilan ‘eomma‘ itu menjadi nama aslinya.

“Lebih baik sekarang kau pergi dari apartementku!” Usir Siwon tanpa menatap ibunya.

“Siwon!!” Teriak ibunya.

“Dan mulai sekarang, jangan datang seenaknya ke apartementku, tanpa memberitahuku.” Ucap Siwon tegas. Ibu Siwon hanya diam saja sembari menatap Siwon dengan marah. Beberapa saat kemudian ia terkesiap ketika Siwon mendongak dan kembali menatapnya dengan tajam.

“Apalagi yang kau tunggu?” Tanya Siwon.

“Kau pasti akan menyesal telah menentangku seperti ini!” Kata Ibu Siwon dan segera berlalu dari hadapan mereka. Tak lama kemudian terdengar pintu apartement Siwon yang ditutup dengan cara dibanting. Siwon memejamkan matanya untuk menghilangkan emosinya akibat perbuatan ibunya itu.

“Aku rasa, kau sangat keterlaluan, Siwon-ah.” Jungsoo yang sedari tadi bungkam akhirnya bersuara.

“Kau tidak perlu ikut campur, hyung. Lebih baik sekarang kau keluarkan saja surat pernikahan yang harus aku tandatangani itu.” Kata Siwon acuh. Yongri yang berada di sebelah Siwon semakin merasa takut dengan laki-laki itu. Tidak menyangka jika lelaki itu dapat memperlakukan ibunya sendiri dengan begitu kurang ajar. Bukankah itu ibu kandungnya? Yongri yakin wanita paruh baya itu adalah ibu kandungnya. Mengingat bagaimana miripnya mata Siwon dan mata wanita itu.

Jungsoo menggelengkan kepalanya sembari membuka tas yang dibawanya. Mengeluarkan beberapa kertas yang diminta oleh Siwon. Selanjutnya, laki-laki itu mendekatkan kertas tersebut kepada Siwon, dan meletakkan pena di samping kertas surat pernikahan itu.

“Kau dan calon istrimu hanya perlu menandatangi–nya saja, setelahnya aku akan segera mendaftarkan pernikahan kalian. Dan kalian akan resmi menjadi sepasang suami istri.” Jelas Jungsoo. Siwon tersenyum sinis dan langsung menandatangani kertas tersebut tanpa membuang banyak waktu. Setelahnya ia memberikan pena tersebut kepada Yongri. Dengan tangan gemetar, Yongri mengambil pena tersebut. Menggenggamnya dengan erat karena Yongri takut menjatuhkan pena itu.

Yongri menundukkan tubuhnya dan menatap surat pernikahan itu dengan mata yang berkaca-kaca. Tanda tangan Siwon sudah berada di sana. Dan jika ia melakukan seperti apa yang Siwon lakukan, maka mereka akan resmi menjadi suami istri. Semudah itu? Yongri benar-benar tidak mengerti dengan kehidupan yang diberikan Tuhan padanya.

Ia seorang gadis normal, tentu saja memang ingin menikah. Tetapi bukan pernikahan seperti ini yang diinginkannya. Ia juga ingin mengadakan sebuah pesta untuk pernikahannya. Walaupun pesta yang sangat sederhana sekalipun, setidaknya pesta itu menghadirkan ibunya serta Kyuhyun.

“Yongri-ssi?” Jungsoo terlihat terkejut saat melihat Yongri meneteskan airmatanya. Tangan gadis itu juga bergetar dan ia tidak kunjung menandatangi surat itu.

“Siwon, ada apa ini? Kenapa dia menangis?” Tanya Jungsoo pada Siwon. Siwon menatap gadis itu dengan tajam.

“Yongri-ssi, apa kau tidak menginginkan pernikahan ini?” Jungsoo kembali menatap Yongri. Yongri mendongak dan menatap Jungsoo dengan wajahnya yang basah. Seandainya ia bisa berkata sejujurnya pada laki-laki itu.

“Sepertinya ia merindukan ibu dan kakaknya, hyung. Apa kau ingin melihat mereka, Yongri-ssi? Bagaimana jika kita mengunjungi mereka dengan anak buahku?” Tanya Siwon masih dengan menatap Yongri tajam. Yongri dengan segera menolehkan kepalanya pada Siwon. Sangat mengerti apa maksud dari ucapan laki-laki itu. Mengunjungi keluarga Yongri dengan anak buahnya? Tentu saja itu hanya akan membuat masalah baru untuk mereka.

“A–aku akan menandatanganinya.” Lirih Yongri. Kembali memusatkan perhatiannya pada kertas-kertas di atas meja. Gadis itu menggerakan tangannya sebelum akhirnya menandatangi surat pernikahan tersebut. Mulai hari ini, ia bukan lagi seorang gadis lajang. Hari ini, ia resmi menjadi istri dari seseorang yang kejam seperti Siwon.

Yongri terkejut saat Siwon menarik kertas-kertas itu dari hadapannya, dan memberikannya pada Jungsoo. Walaupun masih dengan kebingungan, Jungsoo menerima surat pernikahan tersebut dan memasukkannya ke dalam tas.

“Kita harus ke kantor sekarang. Ada rapat dengan dewan direksi sebentar lagi.” Ucap Jungsoo mengingatkan.

“Kau tunggulah di mobil terlebih dahulu, hyung. Aku akan menyusulmu nanti.”

“Baiklah. Yongri-ssi, saya permisi dulu.” Pamit Jungsoo pada Yongri. Yongri hanya menganggukkan kepalanya.

Sepeninggalan Jungsoo, suasana apartement Siwon menjadi sangat sunyi. Tidak ada pembicaraan apapun antara Siwon dan Yongri. Suara tangis Yongri–pun tidak terdengar lagi. Sepertinya gadis itu berusaha keras untuk menghentikan tangisnya dihadapan Siwon. Masih terus terngiang bagaimana ancaman Siwon kemarin saat ia terus menangis.

“Berdiri.” Ucap Siwon tiba-tiba. Yongri terkesiap dan tidak sadar jika Siwon sudah berdiri dari duduknya. Dengan gerakan canggung, Yongri mengikuti perintah Siwon.

“Dengar. Aku tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi. Ketika aku menyuruhmu melakukan sesuatu, aku ingin kau dengan segera melakukannya. Tidak perlu menangis ataupun ragu. Aku tidak ingin orang-orang curiga dengan tingkahmu itu! Mengerti?!” Hardik Siwon.

“Y–ya.”

“Bibi Kim!” Panggil Siwon. Tidak berapa lama, seorang wanita paruh baya yang merupakan pembantu rumah tangga di apartement Siwon, datang dari dapur.

“Ya, Tuan Muda?”

“Pergilah ke rumah ibuku dan bekerjalah di sana. Dan mulai besok, kau tidak perlu datang kesini lagi.” Ujar Siwon membuat bibi Kim terkejut.

“Apa? Tetapi kenapa, Tuan Muda?” Protes bibi Kim.

“Apa kau lebih memilih aku memecatmu saja daripada bekerja di rumah ibuku?!” Ancam Siwon.

“Ti–tidak, Tuan Muda. Saya akan bekerja di rumah Nyonya.” Bibi Kim segera pergi dari hadapan Siwon dengan setengah berlari. Siwon kembali memfokuskan pandangannya pada Yongri.

“Kau dengar, kan? Di apartement ini sudah tidak ada pembantu lagi. Sebagai gantinya, kau harus melakukan semua pekerjaannya.” Suruh Siwon. Yongri mengangguk pelan. Membuat emosi Siwon tersulut. Laki-laki itu mencengkram wajah Yongri dan memaksanya untuk membalas tatapan laki-laki itu.

“Aku paling tidak suka jika lawan bicaraku tidak menatapku.” Desis Siwon.

“Maafkan aku.” Ucap Yongri takut.

“Di apartement ini, kita hanya akan tinggal berdua saja. Jangan pernah sekali-kali kau berani untuk pergi dari sini tanpa sepengetahuanku. Jika kau masih menyanyangi wanita penyakitan dan kakakmu yang sombong itu, turuti semua perintahku!” Siwon menghempaskan kepala Yongri begitu saja. Meninggalkan bekas kemerahan di pipi Yongri.

“A–aku mengerti, Tuan.”

“Aku memang tuanmu, tetapi aku tidak mau kau memanggilku seperti itu. Panggil aku oppa agar orang-orang disekitarku tidak ada yang curiga. Lagipula, kau tidak lupa jika kita sudah menjadi suami istri, kan?” Siwon tersenyum sinis sembari berjalan pelan mendekati Yongri. Yongri yang melihat itu, tentu saja menjaga jaraknya dengan Siwon dengan berjalan mundur. Namun sayangnya tidak banyak tempat untuk Yongri bergerak. Membuat kakinya bertabrakan dengan kaki sofa dan gadis itu terjatuh begitu saja di atas sofa tersebut. Siwon menundukkan tubuhnya dan meletakkan tangannya di samping kepala Yongri. Yongri menundukkan kepalanya sembari menggigit bibir bawahnya.

“Tatap aku, Choi Yongri.” Bisik Siwon. Yongri mendongakkan kepalanya dan menatap mata Siwon. Mata tajam itu membuat Yongri terpaku. Dalam jarak sedekat ini, Yongri dapat melihat wajah Siwon yang benar-benar tampan. Tampan seperti dewa seperti saat pertama kali ia bertemu dengan laki-laki ini. Sebagai wanita normal, Yongri seharusnya bangga mendapatkan suami seperti Siwon. Tetapi jika mengingat bagaimana perlakukan laki-laki itu padanya dan keluarganya. Ketampanan Siwon menurut Yongri sangatlah tidak berguna.

“Tidak ada seorang istri yang menjauhi suaminya.” Siwon masih terus berbisik sembari mendekatkan wajahnya dengan Yongri. Pandangan laki-laki itu tertuju pada bibir tipis Yongri yang berwarna merah alami. Tidak ada campuran lipstick sama sekali. Yongri yang merasakan wajahnya dengan wajah Siwon semakin dekat, hanya dapat terus menekan kepala belakangnya pada sandaran sofa. Jantungnya berdegup dengan kencang. Selain karena takut, gadis itu juga merasakan gugup. Ia tidak pernah berciuman sebelumnya. Apakah mungkin ini akan menjadi ciuman pertamanya?

Gerakan Siwon yang terhenti bersamaan dengan decakan pelan yang keluar dari bibir laki-laki itu, membuat Yongri bernafas dengan lega. Tanpa mengubah posisinya, Siwon mengeluarkan ponselnya yang bergetar dari saku celananya. Melihat nama Jungsoo di sana membuat decakan Siwon semakin keras.

“Aku akan segera turun, hyung!” Siwon segera mematikan sambungan telepon begitu saja. Memasukkannya kembali ke dalam saku celananya. Laki-laki itu menatap Yongri dengan tajam. Melayangkan senyum sinisnya pada gadis itu, sebelum akhirnya berdiri tegak dan meninggalkan Yongri begitu saja.

——

Siwon masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya dengan sedikit keras. Tak berapa lama kemudian, supir yang membawa mobilnya mulai menjalankan mobil meninggalkan apartement laki-laki itu. Siwon menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan menatap tablet yang dipegangnya. Mencoba memahami serta membaca grafik berwarna-warni yang disajikan dalam tablet tersebut.

“Kau benar-benar tidak ingin menjelaskan tentang pernikahanmu dengan gadis itu, Siwon-ah?” Jungsoo yang duduk di sebelah kemudi mulai bersuara. Sama halnya seperti Siwon, Jungsoo juga tampak memegang tablet dan mata laki-laki itu berfokus pada layarnya.

“Tidak ada yang perlu kujelaskan.” Sahut Siwon. Jarinya mulai menggeser layar tablet beberapa kali.

“Gadis itu tampak tertekan bahkan ketakutan, Siwon-ah. Apa kau tidak melihatnya?” Ujar Jungsoo. Menolehkan kepalanya sekilas kebelakang, sebelum akhirnya kembali seperti semula.

“Aku tau.” Siwon lagi-lagi menyahut dengan singkat dan cepat.

“Kau tau tetapi kau pura-pura tidak tau. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba kau ingin menikahinya?” Tanya Jungsoo. Siwon menghela nafas dan mengalihkan pandangannya ke jendela mobil. Menatap jalan Seoul yang cukup padat pagi itu.

“Karena aku ingin mencobanya.” Gumam Siwon teramat pelan. Hingga hanya dirinya sendiri yang dapat mendengarnya.

“Apa yang kau katakan?”

“Tidak ada.”

Jungsoo berdecak dan melirik Siwon dengan kesal dari kaca spion depan. Tidak ada yang pernah mengerti isi hati laki-laki itu. Bahkan dirinya sekalipun yang sudah bersama Siwon hampir 5 tahun lamanya.

“Nanti siang pergilah ke tempat Donghae, hyung.” Kata Siwon tiba-tiba.

“Untuk apa?” Tanya Jungsoo.

“Minta ia resepkan obat untukku.” Jawab Siwon. Jungsoo dengan cepat menolehkan kepalanya, bahkan sebagian badannya ikut berputar.

“Apa kau gila?! Kita bahkan baru dua minggu yang lalu ke sana, Siwon-ah. Donghae sudah meresepkan obatmu itu untuk satu bulan kedepan!” Suara Jungsoo terdengar gusar.

“Aku tau, hyung. Tetapi semua obatnya sudah habis. Dan aku membutuhkannya lagi. Paling tidak untuk malam ini saja.” Kata Siwon dengan wajah datarnya. Jungsoo menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi jok dan menghela nafas panjang. Laki-laki itu bahkan membenturkan kepalanya pada sandaran kursi berkali-kali.

“Kau tidak akan pernah bisa sembuh jika seperti ini terus.” Kata Jungsoo pelan. Siwon mengeratkan pegangannya pada tablet dan memejamkan matanya.

“Aku memang tidak akan bisa sembuh, hyung.”

——

Yongri menatap dirinya yang terlihat lusuh dan pucat dari cermin meja rias salah satu kamar di apartement Siwon. Hari sudah mulai gelap dan bulan mulai terlihat untuk menggantikan tugas matahari. Yongri sudah mandi setelah menyiapkan makan malam untuk Siwon. Nyatanya, walaupun gadis itu sehabis mandi, penampilannya tidak terlihat segar sama sekali.

Yongri duduk di depan meja rias dan menghela nafas pelan. Belum genap satu hari ia meninggalkan rumah, tetapi gadis itu sudah merasakan rindu pada ibunya dan Kyuhyun. Ia tidak tau apa yang sedang mereka lakukan. Apakah mereka sudah makan? Apakah penyakit ibunya kambuh hari ini? Apakah semuanya baik-baik saja? Yongri tidak mengetahui jawaban dari semua pertanyaannya itu.

Yongri tidak mempunyai ponsel untuk sekedar menghubungi Kyuhyun. Oh, tentu saja. Ia tentu tidak dengan bodohnya menghabiskan uang untuk membeli sebuah ponsel yang sangat tidak dibutuhkannya. Kehidupan mereka sehari-hari saja sangat berkekurangan, tidak mungkin ia merengek pada Kyuhyun untuk membelikannya ponsel.

Tetapi hari ini. Yongri benar-benar merasa menyesal karena tidak memiliki ponsel. Seharusnya ia memiliki benda mati itu walaupun dengan type terburuk sekalipun. Seharusnya ia dapat menghubungi Kyuhyun dan menanyakan keadaan mereka hari ini.

Yongri menyeka airmatanya yang entah sejak kapan sudah mengalir. Airmata gadis itu seolah tidak pernah jera untuk mengalir dan membuatnya makin terlihat lemah. Mungkin karena itulah yang membuat Siwon semakin mengintimidasinya. Dan Yongri benar-benar membenci itu. Ia ingin terlihat tegar bahkan untuk sekali saja. Tetapi lagi-lagi gadis itu tidak tau bagaimana cara melakukannya.

Suara berisik yang terdengar dari luar kamar membuat Yongri segera menatap pintu kamar yang terlihat dari cermin. Ia yakin Siwon sudah pulang kerja. Lalu, apa yang harus dilakukannya sekarang? Menghampirinya? Membawakan tas kerjanya? Yongri tidak tau apa saja tugas seorang istri. Ia juga tidak pernah menanyakannya pada sang ibu. Membuat gadis itu merasa sedikit menyesal.

Pintu kamar yang terbuka dengan keras membuat Yongri segera menolehkan kepalanya. Jantung Yongri berdegup dengan sangat kencang saat melihat kehadiran Siwon. Penampilan laki-laki itu terlihat berantakan. Dasinya sudah tidak terpasang dengan sempurna. Kancing kemeja putihnya terbuka setengah, menampilkan sedikit dada laki-laki itu. Jasnya yang dipakai tadi pagi sudah tidak terlihat terpasang di tubuh laki-laki itu.

“O–oppa..” Yongri bergumam.

Gadis itu segera berdiri dari duduknya saat melihat Siwon berjalan menghampirinya. Langkah laki-laki itu sedikit terhuyung-huyung membuat Yongri menatapnya dengan takut. Satu hal yang dipikirkan oleh gadis itu saat ini adalah, Siwon sedang mabuk.

“Kau–” Siwon tidak menyelesaikan ucapannya. Berdiri tepat di hadapan Yongri sembari menatap gadis itu dengan dingin. Yongri yakin Siwon sedang mabuk. Karena bau alkohol dari mulut laki-laki itu membuat Yongri mual. Tetapi tatapan tajam Siwon yang seakan menusuknya hingga ke jantung, membuat Yongri ragu apakah laki-laki itu benar-benar mabuk atau tidak.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon. Tidak mengalihkan pandangannya sedikit–pun.

“Aku–“

“Kamarmu, bukan disini.” Desis Siwon. Laki-laki itu mencengkram tangan Yongri. Membuat gadis itu meringis sakit. Tetapi ia lebih merasakan takut saat ini. Tetapan Siwon benar-benar ingin membunuhnya.

“O–oppa, biarkan aku tidur sini.” Pinta Yongri.

“Kamar utama–kamarku, lebih besar daripada kamar ini.” Sela Siwon.

“Aku ta–tau. Tetapi, bi–biarkan aku disini.”

“Sayangnya, aku tidak pernah berpikir untuk berpisah kamar dengan istriku.”

“O–oppa..” Airmata Yongri kembali mengalir saat Siwon mulai menariknya untuk keluar dari kamar yang hendak ditempatinya.

“Kumohon, oppa.. Aku tidak bisa melakukannya.” Yongri menahan langkahnya saat kakinya sudah berada di luar kamarnya. Siwon menolehkan kepalanya dan kembali menatapnya dengan tajam.

“Apa kau lebih memilih aku memukulmu?” Tanya Siwon sinis.

“O–oppa..”

Siwon kembali menarik gadis itu untuk menuju kamarnya. Kamar dengan dua pintu tersebut dibuka dengan lebar oleh Siwon, sebelum akhirnya kembali di tutup dengan rapat. Siwon mendorong tubuh Yongri, hingga gadis itu terhempas begitu saja di atas tempat tidur. Yongri mencoba untuk berdiri dan keluar dari kamar Siwon, namun Siwon lebih cepat bergerak hingga gadis itu sekarang berada di bawah kuasa Siwon. Wajah Yongri sudah basah oleh airmatanya yang tak kunjung berhenti. Kedua tangannya dicengkram Siwon diatas kepalanya. Ia terus berusaha untuk melepaskan diri, namun usahanya sia-sia.

“Berhenti melawan, Choi Yongri.” Geram Siwon menatap tajam dirinya.

“Oppa, to–tolong..” Suara Yongri hanya terdengar seperti bisikan oleh Siwon. Siwon mulai memajukan wajahnya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri. Tidak memperdulikan rasa asin dalam ciuman mereka akibat airmata Yongri. Yongri terus berusaha untuk menolak dengan menggerakan wajahnya, namun itu bukan suatu masalah yang besar untuk Siwon.

Siwon menahan kedua kaki Yongri yang terus bergerak dengan menekan paha samping gadis itu dengan kedua lututnya. Membuat Yongri benar-benar tidak bisa bergerak apalagi kabur dari Siwon. Ciuman Siwon yang semakin lama semakin cepat dan memburu, membuat Yongri akhirnya menyerah. Bukan. Bukan karena gadis itu menikmatinya. Tetapi karena ia tau seberapa–pun ia melawan Siwon, malam ini, ia akan benar-benar kehilangan semuanya. Kehilangan sesuatu yang sangat ingin dilindunginya, disaat semua yang ada pada dirinya sudah hilang tak tersisa.

——

Sinar matahari pagi menembus melalui jendela besar di salah satu kamar yang berada di apartement mewah. Tirai putih yang terpasang di jendela tersebut seolah tidak membantu sama sekali untuk menghalau cahaya yang masuk. Membuat seorang gadis cantik yang sedang tertidur tanpa sehelai benang–pun itu mengerutkan keningnya karena merasa terganggu.

Ia tau ini sudah pagi dan sudah seharusnya ia bangun. Lagipula, ia tidak pernah merasa semalas ini saat bangun tidur. Tetapi rasa lelah ditubuhnya, seolah memaksaanya terus untuk berbaring dan melanjutkan tidurnya yang mungkin hanya beberapa jam saja.

Jangan pernah berpikir untuk tidur di kamar yang berbeda denganku, kau mengerti?

Yongri membuka matanya saat mengingat sebuah kalimat peringatan yang didengarnya semalam. Karena terlalu cepat membuka mata, membuat sinar matahari seolah masuk tepat ke mata gadis itu. Membuatnya memejamkan mata sebentar, sebelum akhirnya kembali terbuka. Yongri melirik tubuh polosnya yang berlapis selimut tipis berwarna putih. Membuat pikirannya kembali melayang apa yang sudah terjadi semalam.

Dengan gerakan lambat, Yongri berusaha bangkit dari posisi tidurnya. Duduk di tepi ranjang dengan memegang selimut yang melingkar ditubuhnya. Gadis itu menolehkan kepalanya. Melihat seseorang yang masih tampak tidur dengan pulas, walaupun Yongri tidak dapat melihat wajahnya langsung. Karena posisi tidurnya yang membelakangi Yongri.

Laki-laki itu masih memakai kemejanya yang kemarin dipakainya. Seolah berlaku curang dengan menelanjangi Yongri dan membiarkan pakaian atas laki-laki itu tetap menempel di tubuh kekarnya. Yongri tidak tau apakah laki-laki itu memakai kembali celananya setelah apa yang dilakukannya pada gadis itu semalam. Karena tubuh bagian bawah Siwon tertutupi oleh selimut lainnya.

Yongri kembali mengalihkan pandangannya saat merasa matanya mengabur. Berdiri dengan perlahan dan mengeratkan pegangannya pada selimut. Seluruh tubuh gadis itu terasa remuk, dan daerah di sekitar selangkangannya terasa perih. Mencoba untuk tidak menimbulkan suara, Yongri menuju kamar mandi yang berada di kamar Siwon. Menutup pintunya dengan pelan karena tidak mau membangunkan Siwon.

Yongri menatap pantulan dirinya pada cermin besar yang berada di kamar mandi. Bagaimana rambutnya yang terlihat berantakan serta wajah yang terlihat sangat lusuh. Matanya bengkak dan bibirnya terlihat pucat. Yongri tidak pernah merasa semenyedihkan ini saat bangun tidur. Ia memang tau bahwa tidak ada yang dapat dibanggakan dari hidupnya. Tetapi gadis itu selalu berharap akan ada keajaiban saat ia membuka mata di pagi hari. Namun tidak untuk hari ini. Yongri benar-benar merasa langit sudah runtuh dan menimpa dirinya.

Selimut tipis yang sedari tadi melingkar ditubuhnya, dibiarkan jatuh begitu saja ke lantai oleh Yongri. Membuatnya dapat melihat pantulan tubuh polosnya di cermin. Tubuhnya yang memiliki kulit seputih susu sudah ternoda oleh banyaknya bercak merah keungunan yang tentu saja dibuat oleh Siwon. Leher, dada, perut, bahkan pahanya sekalipun terdapat bercak yang sangat menjijikan menurut Yongri.

Airmata gadis itu sukses mengalir dipipi pucatnya. Tidak ada rona kemerahan di pipi Yongri seperti biasanya. Wajah itu seolah wajah seorang mayat yang hidup kembali. Mata gadis itu seolah tidak lelah setelah menangis semalaman. Dan pagi ini kembali mengeluarkan cairan bening tersebut.

Yongri berdiri di bawah shower dan menghidupkannya. Membiarkan air dingin dari shower tersebut membasahi tubuhnya. Yongri ingin membersihan kotoran yang tersisa di tubuhnya. Walaupun dia tau, sebanyak apapun air yang membasahi tubuhnya, kotoran itu tidak akan pernah bisa hilang. Yongri menangis dengan kencang dan membiarkan suara isakannya bercampur dengan suara air.

“Eomma…” Isaknya.

Ia sudah tidak tau apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia merasa sudah benar-benar hancur. Siwon seolah merampas semua yang dimilikinya dan tidak menyisahkan apapun lagi. Yongri tidak tau apa yang dilakukannya pada Siwon, hingga laki-laki itu melakukan ini semua padanya. Ia tau ini adalah tugas seorang istri, tetapi mereka sama-sama tau bahwa pernikahan ini dilakukan karena keterpaksaan. Seharusnya Siwon dapat menahan dirinya untuk tidak meniduri Yongri. Tetapi apa yang laki-laki itu lakukan? Ia bahkan tidak mendengarkan permohonan Yongri dan merampas–sesuatu yang memang haknya–begitu saja.

Yongri menutup mulutnya untuk menahan isakan yang semakin lama semakin keras. Gadis itu mengusap wajahnya yang basah dan terkesiap saat melihat kehadiran Siwon. Laki-laki itu berdiri di dekat pintu kamar mandi. Jangan lupakan tatapan tajamnya yang selalu membuat Yongri takut. Yongri mencoba menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya dan berjalan mundur.

“O–oppa..” Lirihnya ketika melihat Siwon melangkah mendekatinya.

“Kau menangis?” Tanya Siwon acuh. Padahal ia sudah tau jawabannya. Isakan Yongri–lah yang membuat tidurnya terganggu.

“A–aku–” Yongri menghentikan ucapannya saat melihat Siwon membuka boxer–nya. Keadaan laki-laki itu sekarang persis seperti semalam saat ia meniduri Yongri. Membiarkan kemejanya tetap terpasang tapi tidak untuk bawahannya. Yongri menatap Siwon dengan ngeri. Belum hilang rasa sakit ditubuhnya, apa mungkin Siwon akan kembali melakukannya?

“Kau menangis karena aku menidurimu?” Siwon bertanya saat ia sudah berdiri tepat dihadapan Yongri. Yongri hanya diam dan membiarkan airmatanya terus mengalir.

“Kenapa? Apa kau berpikir aku memperkosamu?” Siwon tersenyum sinis.

“Apa ada seorang suami yang memperkosa istrinya sendiri?” Siwon mendorong tubuh Yongri ke dinding. Mengangkat sebelah kaki gadis itu melingkar dipinggangnya.

“Aku mohon, oppa..” Yongri meletakkan tangannya di dada Siwon. Seolah memberikan jarak untuk mereka.

“Apa kau tidak tau apa tugasmu sebagai seorang istri, huh? Dan apa kau tidak tau apa hak–ku sebagai seorang suami?” Wajah Siwon terlihat sangat menakutkan dimata Yongri. Yongri meringis dan airmatanya semakin banyak mengalir, saat merasakan Siwon kembali memasuki dirinya seperti semalam.

“Ini jawabannya.”

——

Siwon memakan sarapan yang dibuat Yongri dalam diam. Ia membiarkan gadis itu berdiri didekatnya tanpa mengajaknya sarapan bersama. Tentu saja, selama ini Siwon memang selalu sarapan seorang diri. Dan laki-laki itu tidak berniat mengubah kebiasaannya itu. Lagipula, ia menikahi Yongri bukan untuk mengajak gadis itu sarapan bersama, kan?

Siwon berdiri dari duduknya dan menghabiskan kopi hitamnya dalam sekali tegukan. Tidak memperdulikan rasa panas yang membuat lidahnya seolah terbakar. Siwon melirik sekilas pada Yongri yang berdiri sembari menundukkan kepalanya. Jika saja bahu gadis itu tidak naik turun, mungkin Siwon sudah menganggapnya mati. Karena tidak ada pergerakan apapun yang dilakukannya.

“O–oppa..” Siwon menghentikan langkahnya yang sudah berbalik untuk bersiap-siap bekerja. Ia kembali membalikkan badannya dan menatap Yongri yang baru saja memanggilnya. Cukup terkejut mendengarnya. Mengingat apa yang sudah dilakukannya pada gadis itu, Siwon pikir Yongri akan benar-benar merasa takut bahkan untuk sekedar menatapnya.

“Jangan membuang waktuku.” Ucap Siwon ketus. Yongri tetap menundukkan kepalanya sembari meremas kesepuluh jarinya.

“I–zinkan aku sekolah.” Kata Yongri pelan.

“Apa?!” Siwon tidak cukup percaya dengan apa yang baru saja gadis itu ucapkan.

“Biarkan aku sekolah karena sebentar lagi aku harus ujian.” Yongri menatap Siwon sebentar sebelum akhirnya menundukkan kembali kepalanya.

“Dan kau pikir aku peduli?” Tanya Siwon sarkartis. Yongri kembali menatap Siwon. Dan kali ini ia mencoba menyalurkan rasa bencinya pada Siwon lewat tatapan matanya.

“Aku sudah melakukan semua yang kau inginkan, bahkan membiarkan kau merampas milikku yang paling berharga. Apa kau benar-benar tidak memiliki hati bahkan untuk sedikit saja?” Ucap Yongri. Siwon menatap Yongri dengan marah. Berani sekali gadis itu mengguruinya seperti ini. Tidak ada yang pernah mengatakan hal seperti itu padanya. Bahkan ibunya sekalipun.

PRANG!

Yongri menjerit dan menjongkokkan badannya. Menutup kedua telinganya dengan ketakutan. Gelas yang dipakainya untuk membuatkan Siwon kopi tadi sudah hancur berkeping-keping karena di lempar oleh laki-laki itu. Dan lebih parahnya lagi, gelas itu dilempar tepat ke arah Yongri. Jika saja gerak refleksnya sedikit lebih lambat, Yongri yakin kepalanya sudah pasti akan terluka karena gelas itu.

“Hati?” Desis Siwon menatap tajam Yongri.

“Apa kau pikir orang-orang akan bahagia jika memiliki hati?” Tanya Siwon lebih kepada dirinya sendiri. Laki-laki itu segera berbalik dan mencoba untuk tidak memperdulikan Yongri. Sebelum ia melakukan hal-hal yang lebih gila lagi pada gadis itu. Namun baru sampai tiga langkah, Siwon menghentikan langkahnya sembari menghela nafas kasar.

“Jika kau menggunakan kesempatan ini untuk kabur sekali saja, aku pastikan kau benar-benar akan menyesal.” Ujar Siwon memperingatkan. Setelahnya laki-laki itu menghilang dari hadapan Yongri.

Yongri perlahan mendongak dan menatap kepergian Siwon. Gadis itu menyeka airmatanya yang mengalir dan bernafas dengan lega. Setidaknya ia bisa menyelesaikan sekolahnya yang hanya tinggal sebentar lagi.

——

Siwon mendudukan dirinya pada kursi kebesarannya di kantor. Menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan memejamkan matanya. Laki-laki itu menarik dasi dan membuka kancing teratas kemejanya. Ia baru saja sampai di kantor, tetapi sudah merasa sangat sesak. Siwon mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana. Menekan beberapa angka sebelum akhirnya menempelkan benda bersegi tersebut pada telinganya.

“Pastikan seseorang bernama Cho Kyuhyun, anak dari Cho Younghwan, dipecat dari pekerjaannya. Dan jangan biarkan ia mendapat pekerjaan dimanapun.”

——

Kyuhyun memasuki restaurant tempatnya bekerja hampir 6 bulan terakhir. Walaupun hanya menjadi seorang cleaning service, setidaknya gaji yang didapatkannya di tempat ini cukup besar. Ia harus semakin rajin bekerja agar mendapatkan uang yang lebih banyak lagi. Ia harus cepat-cepat membayar hutang pada laki-laki bedebah–menurut Kyuhyun–itu. Ia tidak mau membiarkan Yongri berlama-lama terperangkap dengan laki-laki itu. Kyuhyun tau Siwon dapat melakukan apapun bahkan pada Yongri yang masih SMA. Dan Kyuhyun tidak akan membiarkan itu terjadi, disaat ia mati-matian membahagiakan Yongri sesaat setelah ia resmi menjadi kakak tiri gadis itu.

Kyuhyun membungkuk sopan saat melihat seseorang–yang diketahuinya seorang manajer di restorant tersebut–berdiri di dekat tempat kasir. Orang tersebut memberi isyarat dengan tangannya kepada Kyuhyun. Menyuruh Kyuhyun untuk mendekati keberadaannya sekarang.

“Selamat pagi, Manajer Im.” Sapa Kyuhyun sopan.

“Selamat pagi, Cho Kyuhyun.” Balas Manajer Im.

“Aku akan segera berganti baju dan bekerja.” Ujar Kyuhyun sembari tersenyum.

“Begini, Cho Kyuhyun–” Manajer Im terlihat salah tingkah dan tidak tau harus bagaimana menyampaikan berita buruk ini kepada Kyuhyun.

“Apa ada, Manajer Im?” Tanya Kyuhyun.

“Hari ini kau tidak perlu bekerja.” Ujar Manajer Im membuat Kyuhyun terkejut.

“Besok dan seterusnya, kau juga tidak perlu datang lagi untuk bekerja.” Lanjut Manajer Im. Membuat Kyuhyun semakin terkejut dan tidak percaya. Laki-laki itu menatap beberapa pelayan yang sedang menatapnya dengan pandangan iba. Setelahnya Kyuhyun kembali memusatkan pandangannya pada Manajer Im.

“Tetapi kenapa? Apa aku sudah melakukan sebuah kesalahan?” Tanya Kyuhyun memaksakan senyumnya. Namun nyatanya usaha laki-laki itu gagal. Senyumnya terlihat sangat menyedihkan dan Manajer Im merasa sangat bersalah.

“Tidak, Kyuhyun-ssi. Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Dan pekerjaanmu–pun bagus.” Jawab Manajer Im.

“Lalu, kenapa?” Ucap Kyuhyun pelan. Manajer Im menghela nafas pelan dan memberikan sebuah amplop berwarna putih kepada Kyuhyun. Amplop yang berisi gaji laki-laki itu.

“Maaf, aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Ini gajimu. Walaupun kau belum bekerja sebulan untuk penuh bulan ini, tetapi ambilah.” Ujar Manajer Im. Dengan ragu Kyuhyun–pun mengambil amplop tersebut dari tangan Manajer Im. Semangat kerjanya seolah hilang entah kemana sekarang. Ia tidak melakukan kesalahan apapun, tetapi ia dipecat. Terkadang hidup selucu itu, hingga membuat Kyuhyun merasa sangat dipermainkan.

“Semangatlah, Cho Kyuhyun. Kau pasti bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi.” Ucap Manajer Im menyemangati. Laki-laki yang lebih tua beberapa tahun dari Kyuhyun itu menepuk pelan pundak Kyuhyun.

“Terima kasih.” Gumam Kyuhyun dan segera meninggalkan restaurant tersebut.

——

Matahari terlihat semakin terik, namun tidak membuat Kyuhyun menyerah untuk mencari pekerjaan. Setiap tempat yang membutuhkan seorang pekerja baru pasti dimasukki oleh lelaki itu. Namun sayangnya, semua menolaknya sebelum ia sempat menjelaskan pengalaman kerja yang pernah dilakukannya. Kyuhyun tidak mengerti dimana letak kesalahannya. Semua seolah sudah diatur dengan rapi hingga membuat laki-laki itu ingin menyerah saja.

Kyuhyun memasuki sebuah cafe yang cukup ramai hari itu. Mengingat ini sudah hampir jam makan siang, tentu saja para pengunjung berbondong-bondong untuk mengisi perut mereka. Kyuhyun berjalan dengan canggung, menghampiri seorang laki-laki yang berdiri di belakang meja kasir. Tersenyum kaku saat seseorang tersebut menatapnya dengan ramah.

“Permisi, apa benar cafe ini sedang membutuhkan pelayan baru? Aku membacanya di depan.” Ujar Kyuhyun.

“Ya, benar. Aku akan mengantarkanmu pada manajer kami.” Sahut laki-laki itu. Kyuhyun mengangguk kecil dan mengikuti laki-laki yang memiliki tinggi dibawahnya itu. Mereka sampai di sebuah ruangan kecil dengan pintu berwarna coklat. Laki-laki itu mengetuk pintunya sebentar sebelum akhirnya membukanya.

“Ada yang ingin melamar pekerjaan, hyung.” Kata laki-laki itu sembari menunjuk Kyuhyun. Kyuhyun membungkuk sopan.

“Kau bisa keluar, Jaebeum-ah.” Ujar sang manajer.

“Duduklah.” Katanya kemudian setelah seorang pegawai bernama Jaebeum itu keluar.

“Jadi, kau ingin bekerja sebagai pelayan?” Tanya Manajer.

“Ya.” Jawab Kyuhyun.

“Siapa namamu?”

“Cho Kyuhyun.”

“Bagaimana dengan pengalaman– siapa namamu tadi? Cho Kyuhyun?” Manajer tersebut menghentikan pertanyaan yang hendak diajukannya pada Kyuhyun, dan terlihat terkejut dengan nama laki-laki itu.

“Ya. Nama saya Cho Kyuhyun.” Ujar Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Ah, maaf. Saya tidak bisa menerima Anda.” Sang Manajer terlihat menyesal. Kyuhyun tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya.

“Tetapi kenapa? Saya memiliki banyak pengalaman kerja. Saya juga pernah bekerja sebagai pelayan.” Kata Kyuhyun meyakinkan.

“Maafkan saya, Kyuhyun-ssi. Saya tidak bisa. Anda bisa keluar sekarang. Saya masih banyak pekerjaan.” Ucap sang manajer sopan. Sedikit merasa bersalah saat melihat wajah kecewa Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas dan berdiri dari duduknya.

“Terima kasih.” Gumam Kyuhyun dan segera keluar dari ruangan manajer tersebut.

“Sepertinya dia pekerja keras. Sayang sekali ada seseorang yang mem–blacklist namanya seperti ini.” Ujar manajer dengan menggelengkan kepalanya.

——

Kyuhyun duduk di halte bis dengan wajah putus asa. Baju yang dikenakannya terlihat sedikit basah oleh keringat. Selain karena panasnya matahari, ia juga sudah cukup lelah berkeliling untuk mencari pekerjaan hari ini. Sayang sekali tidak ada satu tempat–pun yang bersedia menampungnya sebagai pekerja. Kyuhyun benar-benar bingung. Ia tidak tau harus berkata apa pada ibu Yongri nanti. Bagaimana caranya ia membiayai hidupnya dan ibu Yongri? Ibu Yongri harus selalu meminum obatnya, agar penyakitnya tidak kambuh dan semakin parah. Darimana ia mendapat uang untuk membeli obatnya? Belum lagi ia sudah berjanji pada Yongri untuk menjemput gadis itu dari Siwon. Kyuhyun berdecak dan ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya. Tidak tau sampai kapan Tuhan akan memberikan cobaan ini pada keluarganya.

Sebuah brosur yang ditempel di kaca yang berada di halte bis tersebut, mendapatkan perhatian Kyuhyun. Laki-laki itu berdiri dari duduknya dan mengambil brosur tersebut. Menatapnya dengan pandangan nanar dan putus asa. Hati kecilnya seolah memaksanya untuk mencoba sesuatu yang ditawarkan pada brosur tersebut. Namun ada keraguan di dalam diri Kyuhyun. Ia melipat brosur tersebut menjadi kecil dan memasukkannya kedalam saku jaketnya. Ia menaiki sebuah bis yang baru saja tiba dan akan membawanya menuju sekolah Yongri. Kyuhyun tidak tau apakah Yongri bersekolah atau tidak hari ini. Hanya saja, ia ingin mencoba peruntungannya hari ini, di tengah-tengah semua kesialan yang terjadi.

Hampir setengah jam kemudian, Kyuhyun sampai di halte bis yang berada di dekat sekolah Yongri. Laki-laki itu turun dari dalam bis dan menghela nafas panjang. Selama di dalam perjalanan, ia sangat berharap bisa bertemu dengan Yongri. Setidaknya dengan melihat wajah gadis itu sebentar saja, Kyuhyun yakin bebannya akan sedikit berkurang. Adik tirinya itu selalu mampu meringankan bebannya hanya dengan melihat senyum manisnya.

Kyuhyun berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Terlihat banyak siswa-siswi yang berkeliaran di dekat Kyuhyun. Kyuhyun tidak tau apakah ini sudah jam pulang sekolah atau belum. Tetapi melihat mereka yang memakai tas sekolah dan berjalan menjauhi gerbang sekolah, sepertinya ini sudah jam pulang sekolah. Kyuhyun memainkan ujung sepatunya di tanah sembari memanjangkan lehernya. Menatap ke dalam sekolah untuk mencari keberadaan Yongri. Namun sayangnya, sudah hampir setengah jam menunggu, ia tidak melihat sosok Yongri. Membuat laki-laki itu yakin bahwa Yongri tidak diperbolehkan sekolah oleh Siwon.

Helaan nafas kasar Kyuhyun terdengar keras menandakan betapa kecewanya laki-laki itu. Tidak ada peruntungan untuknya hari ini. Membuatnya tersenyum miris untuk menertawakan dirinya sendiri. Kyuhyun membalikkan badannya dan bersiap untuk meninggalkan sekolah Yongri, sebelum akhirnya ia melihat seorang gadis yang sedang berjalan sembari menunduk. Gadis yang sangat terlihat mirip dengan Yongri.

“Yong!” Teriak Kyuhyun. Merasa terpanggil, gadis tersebut mendongak dan mencari asal suara. Sebuah senyuman terbentuk di bibirnya saat melihat sosok Kyuhyun berdiri beberapa meter dihadapannya.

“Kyuhyun oppa!!” Yongri balas berteriak sembari melambaikan tangannya. Berlari kecil untuk mengampiri Kyuhyun. Yongri langsung memeluk Kyuhyun saat sudah berada di dekat laki-laki itu. Tanpa membuang waktu, Kyuhyun membalas pelukan gadis itu.

“Aku merindukanmu.” Ujar Kyuhyun.

“Aku juga, oppa.” Balas Yongri.

“Apa yang kau lakukan disini, oppa? Kau tidak bekerja?” Tanya Yongri setelah melepaskan pelukannya. Kyuhyun tersenyum dan mengusap kepala Yongri.

“Apa kau memiliki waktu untuk mengobrol sebentar denganku?” Kyuhyun balik bertanya.

“Tentu saja.” Jawab Yongri cepat.

“Kau yakin laki-laki bedebah itu tidak akan marah?”

“Tidak.” Yongri mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

“Baiklah, apa kau sudah makan siang? Bagaimana jika kita makan siang bersama?” Kyuhyun menawarkan. Yongri mengangguk untuk menyetujui usul Kyuhyun.

“Disana saja.” Yongri menunjuk sebuah kedai yang biasa dikunjungi oleh siswa-siswi disekolahnya. Kyuhyun hanya mengangguk dan mereka segera menuju ke sana.

“Apa yang ingin kau pesan?” Tanya Kyuhyun.

“Ramyeon saja.” Jawab Yongri.

“Kami pesan dua porsi ramyeon, ahjumma.” Ujar Kyuhyun pada wanita paruh baya pemilik kedai. Setelahnya mereka mencari tempat duduk yang kosong dan duduk berhadapan.

“Wajahmu terlihat pucat, Yong. Kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun khawatir.

“Aku baik-baik saja, oppa.” Ujar Yongri menenangkan.

“Laki-laki itu tidak menyakitimu, kan?” Tanyaa Kyuhyun lagi. Yongri ingin sekali mengatakan bahwa Siwon sangat menyakitinya. Tetapi Yongri tau bahwa ia tidak bisa melakukannya. Ia hanya terlalu takut dengan reaksi Kyuhyun nanti. Jika Kyuhyun marah dan mendatangi Siwon, Yongri takut Kyuhyun akan terluka.

“Tidak, oppa.” Maka jawaban itulah yang dapat diberikan Yongri pada Kyuhyun.

“Kau tidak berbohong padaku, kan?” Kyuhyun terlihat tidak yakin.

“Apa aku pernah berbohong padamu?”

“Tidak pernah.”

“Percaya saja padaku.” Kata Yongri dengan tersenyum.

“Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang kau lakukan di sekolahku? Dan kau tidak bekerja?” Tanya Yongri. Kyuhyun menghela nafas panjang dan menatap Yongri dengan sedih.

“Aku dipecat.” Jawab Kyuhyun.

“Apa?! Memangnya apa yang sudah kau lakukan, oppa?” Yongri terlihat terkejut. Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan.

“Aku tidak melakukan kesalahan apapun, Yong. Tetapi mereka memecatku.” Jelas Kyuhyun.

“Omong kosong macam apa itu?! Bagaimana mungkin mereka memperlakukan pekerja mereka dengan seenaknya seperti itu?!” Kata Yongri kesal.

“Itulah maksudku. Mereka seolah mempermainkanku.” Ucap Kyuhyun. Yongri menghela nafas dan menggenggam tangan Kyuhyun di atas meja.

“Kau pasti bisa menemukan pekerjaan yang lebih baik, oppa.” Kata Yongri.

“Aku berharap seperti itu. Tetapi hampir seluruh tempat menolakku hari ini.” Sahut Kyuhyun tidak semangat.

“Kau tau? Seperti ada seseorang yang sudah merencanakan semua ini. Membuat mereka semua serempak untuk menolakku saat aku menyebutkan namaku.” Lanjut Kyuhyun.

“Mungkin hanya sebuah kebetulan, oppa.” Ucap Yongri. Mereka terdiam sebentar saat pesanan makanan mereka diantarkan.

“Makanlah.” Ujar Kyuhyun. Yongri mengangguk dan mulai menyantap ramyeon–nya.

“Bagaimana keadaan eomma? Dia baik-baik saja ‘kan, oppa?” Tanya Yongri sembari mengunyah.

“Eommoni baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir.” Jawab Kyuhyun menenangkan. Kyuhyun seolah teringat sesuatu, dan merogoh saku jaketnya.

“Lihat ini, Yong.” Kyuhyun menyerahkan sebuah kertas yang sudah terlipat kepada Yongri. Yongri menerima kertas tersebut dan membukanya.

“Audisi menyanyi?” Ucap Yongri dengan kening berkerut.

“Bagaimana menurutmu? Aku ingin mencobanya.”

“Aku rasa tidak ada salahnya jika kau memang ingin mencobanya.”

“Benar, kan? Apalagi hadiahnya lumayan jika aku menang.” Kyuhyun tersenyum. Yongri meletakkan sumpitnya di atas meja dan menatap Kyuhyun dengan serius.

“Kau tidak perlu terlalu keras untuk mencari uang, oppa. Jangan memikirkanku, karena aku akan baik-baik saja. Aku akan selalu menunggumu menjemputku selama apapun itu. Aku sudah membebanimu untuk menjaga eomma. Aku tidak mungkin memaksamu untuk menghasilkan uang yang banyak dengan cepat. Cukup pelan-pelan saja.” Ujar Yongri dengan matanya yang berkaca-kaca. Kyuhyun tersenyum kecil dan mengusap pipi Yongri.

“Aku tidak pernah merasa terbebani, asal kau tau. Kau dan eommoni adalah tanggung jawabku. Aku akan segera membawamu pulang, Yong. Percaya padaku.”

——

Jungsoo masuk ke dalam apartement Siwon dan mengganti sepatunya dengan sandal rumah. Sudah menjadi kebiasaannya untuk datang ke apartement Siwon saat sore hari. Ia memiliki sebuah tugas yang harus dilakukannya di kamar Siwon, di saat laki-laki itu masih berada di kantor. Jungsoo menaruh tas kerjanya di sofa ruang tengah, dan melangkahkan kakinya menuju kamar Siwon. Laki-laki itu tanpa ragu membuka pintu kamar Siwon dan masuk ke dalam.

“Kau–” Jungsoo menghentikan langkahnya karena terkejut. Okay, dia baru saja melupakan fakta kalau Siwon sudah mempunyai istri sekarang. Sehingga melihat kehadiran Yongri di dalam kamar Siwon cukup mengejutkan untuk Jungsoo.

“Apa kabar?” Yongri menyapa Jungsoo dengan sopan. Gadis itu juga terkejut dengan kehadiran Jungsoo yang tiba-tiba. Tiba-tiba datang dan tiba-tiba masuk ke dalam kamar Siwon tanpa permisi. Untung saja gadis itu tidak sedang berganti baju atau semacamnya. Yongri ingin marah namun ia merasa tidak punya hak.

“Ah, maaf. Aku benar-benar lupa jika Siwon sudah memiliki istri sekarang.” Kata Jungsoo menyesal. Yongri berdiri dengan canggung di dekat tempat tidur.

“Tidak apa-apa, Jungsoo-ssi.” Balas Yongri.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya Jungsoo kemudian. Sukses membuat Yongri terdiam. Laki-laki ini bodoh atau bagaimana? Dia sudah jelas tau bahwa Yongri adalah istri Siwon, kan? Lalu, apa maksud dari pertanyaannya itu?

“Ya, aku tau kau adalah istri Siwon. Sudah sewajarnya jika seorang istri berada di dalam kamar suaminya.” Kata Jungsoo seolah memahami kebingungan Yongri.

“Maksudku adalah apa Siwon mengizinkanmu berada dikamarnya?” Tanya Jungsoo. Yongri mengangguk ragu.

“Dia benar-benar membiarkanmu berada disini? Tidur disini?” Tanya Jungsoo lagi.

“Dia bahkan tidak mengizinkanku tidur di kamar lain.” Jawab Yongri pelan, masih sedikit bingung dengan pertanyaan-pertanyaan dari Jungsoo.

“Aneh.” Gumam Jungsoo.

“Kau terlihat bingung. Apa ada sesuatu yang salah?” Tanya Yongri ragu.

“Begini, sebenarnya Siwon tidak pernah mengizinkan siapapun untuk masuk ke dalam kamarnya. Bahkan ibunya sekalipun. Siwon akan sangat marah jika tau ada yang masuk ke dalam kamarnya. Kecuali aku dan dokter pribadinya. Karena aku memang bertugas untuk membersihkan kamarnya setiap hari.” Jelas Jungsoo. Bohong jika Yongri tidak terkejut dengan penjelasan Jungsoo. Bukankah aneh di saat Siwon tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalam kamarnya, tetapi ia bahkan tidak mengizinkan Yongri tidur di kamar lain?

“Maaf, tapi bisakah kau keluar dahulu? Aku harus membersihkan kamar Siwon dengan cepat, karena aku harus kembali lagi ke kantor.” Kata Jungsoo.

“Aku yang akan melakukannya mulai sekarang.” Ujar Yongri.

“Apa? Benarkah? Apa kau yakin?” Jungsoo terlihat ragu.

“Ya, aku akan bertanggung jawab untuk kebersihan apartement ini, Jungsoo-ssi.” Kata Yongri meyakinkan.

“Ah, terima kasih, Yongri-ssi. Pekerjaanku jadi berkurang sekarang.” Jungsoo terlihat senang. Yongri hanya mengangguk dan tersenyum kaku.

“Kalau begitu aku akan kembali ke kantor sekarang. Beberapa jam lagi Siwon akan pulang.” Kata Jungsoo memberitahu Yongri.

“Ya.” Sahut Yongri.

“Jungsoo-ssi..” Yongri memanggil Jungsoo yang sudah keluar dari kamar Siwon. Jungsoo kembali membalikkan badannya dan masuk ke dalam kamar.

“Ada apa? Apa kau membutuhkan sesuatu? Atau kau ingin menyampaikan pesan untuk Siwon?” Jungsoo bertanya. Laki-laki itu terlihat sangat ramah. Membuat Yongri tersenyum menatapnya.

“Aku hanya ingin bertanya dan aku harap kau tidak keberatan untuk menjawabnya.” Kata Yongri.

“Tentu saja.” Sahut Jungsoo dengan tersenyum.

“Tadi kau bilang bahwa yang boleh masuk ke kamar ini hanya dirimu dan dokter pribadi Siwon oppa.” Kata Yongri. Jungsoo mengangguk ragu.

“Kenapa Siwon oppa memiliki dokter pribadi? Apa dia sakit?” Tanya Yongri. Jungsoo terdiam mendengar pertanyaan gadis itu. Tadi ia memang berniat menjawab pertanyaan gadis itu dengan senang hati. Tetapi jika pertanyaannya seperti ini, Jungsoo rasa ia harus menarik niat awalnya itu.

“Jungsoo-ssi?

“Ya?”

“Apa Siwon oppa sakit?”

“Ya, ah, tidak–maksudku, dokter pribadinya itu adalah dokter keluarga.” Jungsoo mengusap kepala belakangnya dengan canggung.

“Maaf, Yongri-ssi. Aku harus segera kembali ke kantor.”

“Ya, baiklah. Terima kasih, Jungsoo-ssi.” Ujar Yongri. Gadis itu menatap kepergian Jungsoo dengan bingung. Namun sesaat kemudian, Yongri mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar Siwon. Gadis itu seolah mencari sesuatu yang tersembunyi di kamar Siwon yang luas. Namun sayangnya, gadis itu tidak menemukan apapun.

“Aneh. Tidak ada apapun di dalam kamar ini. Kenapa dia tidak memperbolehkan siapapun masuk?” Tanya Yongri kepada dirinya sendiri.

——

Yongri keluar dari kamar saat mendengar suara berisik dari luar. Gadis itu melewati ruang tengah untuk melihat siapa yang membuat keributan di apartement Siwon ini. Ternyata, sang punya apartement–lah yang membuat keributan. Tetapi, laki-laki itu tidak sendiri. Yongri tercengang saat melihat Siwon sedang dibopong oleh seorang gadis sexy. Sangat sexy hingga gadis itu terlihat seperti hampir telanjang.

Terdengar suara tawa dari Siwon dan gadis itu. Tubuh Siwon yang sesekali limbung, menandakan laki-laki itu dalam keadaan mabuk. Mereka sepertinya belum menyadari kehadiran Yongri, atau mungkin, pura-pura tidak menyadari?

Yongri mengepalkan tangannya saat melihat Siwon mendorong gadis itu ke dinding dan kemudian mencium bibirnya dengan ganas. Bunyi kecapan yang cukup keras membuat Yongri tiba-tiba merasa mual. Belum lagi, tangan Siwon seolah tidak bisa diam dan mulai meraba tubuh sexy gadis tersebut.

“Astaga! Siapa dia?” Gadis yang berada di pelukan Siwon itu menyadari kehadiran Yongri. Ia menunjuk Yongri dan menatap Siwon dengan pandangan bertanya. Siwon menolehkan kepalanya dan menatap kehadiran Yongri. Laki-laki itu menatap Yongri dengan tajam, sebelum akhirnya tersenyum sinis.

“Jangan pedulikan dia.” Kata Siwon dan kembali memusatkan perhatian pada gadis itu depannya. Mulai kembali mencium bibir gadis itu dan mencumbunya tanpa mengindahkan kehadiran Yongri.

Yongri membalikkan badannya dan kembali menuju kamar Siwon. Menutup pintu kamar dengan sedikit lebih keras. Yongri merasa ada yang aneh dengan dirinya. Bukankah seharusnya Yongri senang saat tau Siwon memiliki gadis lain untuk melampiaskan nafsu binatangnya itu? Tetapi… Kenapa sekarang airmatanya malah mengalir?

——

–To Be Continued–

 

Hai! Aku mau cuap-cuap sedikit boleh? Aku ada baca di comment, ada yang nanya umur Siwon dan Kyuhyun disini. Mereka gak pake umur asli, ya. Aku buat sedikit lebih muda. Biar kesannya Siwon gak jadi ahjussi lagi. Nanti bakal aku sebutin umur mereka di part-part selanjutnya.

Terus ada yang nanya juga alasan Siwon nikahin Yongri, disini aku belum kasih tau ya alasannya. Mungkin nanti, biar kalian makin penasaran. Maaf kalo misalkan ada scene-scene yang menjurus ke kekerasan, aku pengen aja sekali-kali buat FF gini. Tapi aku usahain gak bikin kalian jadi ngilu atau ngeri, hahaha..

Terus, ada yang bilang tampilan wordpress aku lebih enak yang kayak sebelumnya daripada yang ini. Apa bener? Gimana untuk yang lain? Kalo emang gitu, aku mungkin akan ubah ke bentuk semula. Biar kalian nyaman.

Dan terakhir, FF ini bakal aku lanjut setelah aku nyelesai FF Forbidden Love—Part 10, ya. Jadi yang udah gak sabar, harus lebih dipanjangin lagi sabarnya.

Cukup itu aja yang mau aku sampein. Happy reading and BYE~

Advertisements

92 thoughts on “Painful Life – Part 2

  1. poor kyuhyun.. malang sekali nasibmu beib..

    mungkinkah siwon ada rasa sama yoorin? secara ibunya aja kagak boleh masuk kekamarnya. ini malah yoorin suruh tidur disitu.plus siwon membloklist si kyu, biar gk punya pekerjaan gk punya uang buat jemput si yoorin.

    sepertinya yoorin sudah ada rasa sama si siwon.

    lanjut eon..
    jangan terlalu lelah nde^^ fighting!!

  2. Kayanya siwon nikahin yongri bukan karena ada rasa deh Hahaaa T.T

    Aissshhh miris banget hidup yongri, kyuhyun juga T.T

    Om siwon ntar nyesel lohhh

  3. Sumpah siwon oppa kejem bener dah.
    😭😭😭
    Yongri kasian.. kayaknya dia udah mulai suka sama siwon 😢😢

    Dasar tuan dolar 😣😠

  4. Siwon jahat banget…udah sombong, sering ngancam pula, bikin orang tertekan…gimana nasib yongri dan kyuhyun selanjutnya ya?

  5. Gils gils deg deg an baca chapter yg ini siwon kasar banget ama yongri aaaaaa tapi tak apalah tetep mempesona

  6. Siwon kejam 😭😭😭
    Err, tdi kayaknya q liat typo deh. Pas kyu dipanggil manajernya. Harusnya “ada apa” tpi tertulis “apa ada”.
    Itu aja sih selebihnya mah keren.

  7. Tuhkan tuhkan tuhkan!!!!!!!!! T.T iya bener, bener bener bener bener penasaraaan >,< knp siwon mau nikah sama yongri? Siwon sakit apa? Knp semua org dilarang masuk kamar? Hwaaaaaaaaa pelispelis….. Ini perannya siwon apa bgt ih asliii😭 mana biassssss CHO KYUHYUN diblacklist diperkerjaan, sedihhhhhhh T.T

    Dan thor, password eps 3 apa?ini udh kepo akut dan ternyata dipw hiksss😭😭😭😭😭😭😭

  8. Kyana kyu akan ikut audisi nih….

    Knp siwon kejam dgn istrinya…sepertinya ad masa lalu yg sdh dlaluinya…n sakit apa siwon???

  9. huuff..g kbyang deh klo jadi yongri..pengorbananny besar bnget..

    siwon-ah knpa kau kjam bnget eoh..kasian tau yongri ny..
    siwon sakit ap???

    ah cho..yg biasa ny jdi seorang ceo kaya raya..dn skrng jdi orang miskin..

  10. Haduh,bacanya tegang terus…bner2 keren jln ceritanya..aku suka choi siwon.bener2 bad boy.ga sabar buat next part.oh iya qw baru pertama baca di blog ini,,tp qw mengikuti ff forbidden love nya dr awal smp akhir di group sebelah.izin ubek2 blognya..

  11. Ijin baca ya Choineke authornim, aku udh pernah baca yang part 1 di flyingnc, karena aku suka sm ceritanya jadi aku iseng cari dan nemu fanpage ini, salam kenal^^

  12. Aku baca part 1 ff ini di flying nc, aku beneran tertarik banget ma ff ini jadi aku lanjutin bacanya langsung di blognya author. Minta izin buat ngubek2 yach,,,
    siwon punya penyakit apa yach??? Moga kyu berhasil lolos jdi pemenang audisi menyanyi itu,,,

  13. hahhh fix siwon jahat gak ada baik baiknya sedikit pun hehe
    emang siwon punya sakit apa?
    knpa juga siwon bikin kyuhyun gak dapetin pekerjaan apa karena takut yongri diambil kyuhyun tp knapa?
    kalo siwon gak suka knpa kuga nahan yongri?
    itu knpa siwon bawa cewek? kan udah ada yongri. ehh hehehe

  14. Kyu kasian banget sumvaaah… Siwon jahat, kejam, asem, kasar benerrr…
    Kasian banget sama kehidupan Yongri.. btw apa gue yg ngelewatin part kapan Siwon ngasih ijin Yongri sekolah lg ?? Perasaan ga ada.. hehe
    Terus..teruss… Siwon sakit apaan ya ?? Depresi ?? Karena itu dia jadi kejam ?? Ah mollah 😅
    .
    Kayanya penderitaan Yongri bakal panjang..
    .
    Fighting thor 😊

  15. hay…hay…..

    akhirnya ku menemukanmu he…he…he…… 😀

    aku baca ff ini part satunya di flying nc karna ceritanya seru dan guanya kelewat penasaran jadi deh gua nemu blog aslinya sang author 🙂

    tapi bener kan ini ff emang badi banget dah ada dua pertanyaan gua buat author sayang ini yang
    1. siwon ganteng ini sakit apa?
    2. kenapa tiap kali bercinta dia gak ngelepas baju bagian atasnya?

    XOXO……….

  16. sebenernya masih jadi pertanyaan kenapa siwon lebih milih buat nikahin yongri daripada dijadiin pembantunya. secara kalo dia cuma pengen tubuhnya aja, gak perlu juga dia sampe nikahin. apalagi yongri statusnya ini masih SMA. pasti ada udang dibalik bakwan… #eh

  17. Sebenarnya siwon sakit apa..sakit jiwa kah…hehehe
    Maaf…asal tebak aja..
    Kurasa siwon mulai tertarik dengan yong ri dan jg kenapa siwon harus blacklist kyuhyun…kasian yong ri dia pasti merasa di khianati oleh siwon walaupun dia tidak mencintai siwon…

  18. annyeong ak readers baru, rani imnida
    pertama baca ff ini d blog sebelah dan mncr blog autorny dan ktm deh

    ak sk crtanydimna siwon ga jd orang baikk mulu,jd orang yg lemah,tp siwon menunjukkan sisi lain driny,klo dia bsa jg berperan antagonis,tp ttp kasian sma kehidupan keluarga kyuhyun

  19. Keknya youngri udah mulai punya rasa sma siwon,,,kasian kyuhyun apa siwon gx mikir gmna kyuhyun bisa hidup tanpa uang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s