Forbidden Love – Part 5

PhotoGrid_1458277802299

Author

Choineke

Title

Forbidden Love

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Lee Jonghyun-CN Blue, Jeon Jungkook-BTS, Choi Minho-Shinee (Yongri’s Brother), Choi Jinhyuk (Yongri’s Father)

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Kau adalah dosa terindah di dalam hidupku. –Choi Siwon

——

Author POV

Yongri keluar dari kelasnya siang itu dengan tampang yang luar biasa kusut. Wajah pucat, mata membengkak karena menangis semalaman, rambut yang seperti tidak disisir, dan masih banyak lagi. Jungkook yang berdiri disampingnya berulang kali menanyakan apa yang terjadi pada gadis itu, tetapi Yongri tidak mengucapkan sepatah kata pun, membuat Jungkook akhirnya memilih diam. Ia yakin jika sudah saatnya, gadis itu pasti akan memberitahunya tentang apa yang terjadi.

“Langsung pulang?” Tanya Jungkook saat mereka berjalan menuju tempat parkir. Yongri hanya mengangguk pelan tanpa niatan mengeluarkan suara untuk Jungkook. Jungkook menghela nafas panjang dan ikut menganggukkan kepalanya.

“Nona Yongri..” Sebuah suara membuat Yongri dan Jungkook serempak menoleh. Yongri memicingkan matanya saat menemukan seorang laki-laki tampan yang memanggilnya tadi. Namun sayangnya, ia tidak tau siapa laki-laki itu.

“Apa aku mengenalmu?” Tanya Yongri dengan suara seraknya.

“Nama saya Lee Jonghyun. Saya adalah sekretaris pribadi Choi Siwon sajangnim.” Jonghyun memperkenalkan dirinya dengan membungkukkan sedikit badannya. Tubuh Yongri menegang saat mendengar nama Siwon dari mulut Jonghyun. Dia sedang tidak ingin mendengar nama itu sekarang. Tapi, sebenarnya ia rindu juga pada sosok itu.

Yongri mengingat sesuatu setelah Jonghyun memperkenalkan dirinya. Ia memang pernah beberapa kali melihat Jonghyun berada di sekitar Siwon. Hanya saja mereka tidak pernah berkenalan secara langsung. Dan Yongri juga ingat, saat kemarin dirinya, Minho dan Siwon bertemu di lobby CH Factory, ia melihat sosok Jonghyun di belakang Siwon. Ya, sepertinya memang benar bahwa ia sekretaris pribadi Siwon.

“Aku tidak ada urusan denganmu.” Kata Yongri ketus dan hendak melanjutkan langkahnya.

“Sajangnim ingin bertemu dengan Anda.” Ujar Jonghyun cepat dan sopan. Yongri kembali menghentikan langkahnya dan menghela nafas kasar. Menatap Jonghyun dengan kesal.

“Jika dia ingin bertemu denganku, dia yang seharusnya datang sendiri. Bukan menyuruhmu untuk membujukku menemuinya. Dasar brengsek!!” Maki Yongri meluapkan emosinya.

“Maaf, dia sedang tidak enak badan. Dan tidak bisa menemui siapa-siapa.” Jungkook ikut bersuara. Dia hanya tidak mau menimbulkan keributan dan mengundang tontonan untuk orang-orang.

“Maaf, nona. Tetapi sajangnim bilang bahwa aku harus membawamu bagaimanapun caranya.” Kata Jonghyun sembari melirik ke kanan dan ke kiri. Membuat Yongri mengikuti lirikan itu. Gadis itu baru sadar jika ada 4 laki-laki bertuxedo hitam dan berkacamata hitam yang berada di sekitar Jonghyun. Dan Yongri benar-benar mengumpat pada Siwon. Haruskah ia menggunakan cara ini untuk bertemu dengannya?

“Tunggu. Apa maksudnya ini? Kalian akan memaksa Yongri pergi jika dia tidak mau? Begitu maksudmu?” Tanya Jungkook mulai terbawa emosi. Laki-laki itu menggenggam tangan Yongri. Seolah melindunginya jika sesuatu akan terjadi pada gadis itu. Namun Yongri malah melepaskan genggaman itu dan menatap Jungkook sembari tersenyum.

“Aku akan ikut dengan mereka.” Kata Yongri.

“Tapi, dear–”

“Tidak perlu menimbulkan keributan.” Potong Yongri.

“Bagaimana jika mereka menyakitimu?” Ujar Jungkook.

“Mereka tidak akan berani melakukannya.” Balas Yongri.

“Kau yakin?” Jungkook mencoba mengurungkan niat Yongri. Yongri mengangguk pelan.

“Aku pergi dulu. Tidak perlu menghubungi Minho oppa atau ayahku. Kau mengerti?” Ucap Yongri.

“Aku tau. Hati-hati, dear. Hubungi aku jika ada apa-apa.” Pesan Jungkook dan dibalas anggukan dari Yongri.

Jonghyun membukakan pintu mobil untuk Yongri. Menutupnya setelah gadis itu berada di dalamnya. Keempat laki-laki berkacamata hitam tadi menaiki mobil lain. Sedangkan Jonghyun langsung menempati kursi pengemudi dan segera meninggalkan Inha University.

“Maaf atas ketidaksopanan yang saya lakukan, nona.” Kata Jonghyun ketika mereka diperjalanan menuju CH Factory. Ia melirik Yongri sekilas dari kaca spion tengah.

“Tidak apa-apa. Aku tau kau hanya menjalankan tugas dari atasanmu yang berkuasa itu, Sekretaris Lee.” Balas Yongri kesal.

“Cukup Jonghyun saja, nona.” Ujar Jonghyun masih dengan sopan.

“Kalau begitu kau hanya perlu memanggilku Yongri saja.” Saran Yongri

“Maaf, nona. Saya tidak berani melakukannya.” Tolak Jonghyun.

“Terserah kau saja. Aku akan memanggilmu Jonghyun oppa. Kau terlihat masih muda sekali. Kenapa mau bekerja dengan laki-laki tua itu?” Tanya Yongri tanpa mau menyebutkan nama Siwon. Ia masih sangat marah pada laki-laki itu.

“Karena saya berhutang sangat banyak padanya, nona.” Jawab Jonghyun.

“Hutang? Astaga! Apa dia juga seorang lintah darat?” Yongri terlihat terkejut. Membuat Jonghyun tersenyum kecil. Namun ketika tersadar, ia segera menghilangkan senyumnya.

“Bukan seperti itu, nona. Dulu saya hanyalah seorang anak panti asuhan. Sajangnim menemukan saya ketika saya masih SMA dan memutuskan untuk mengadopsi saya sebagai adiknya. Ia membiayai sekolah saya, kuliah saya, dan semua keperluan saya. Terlalu banyak kebaikan yang telah sajangnim lakukan pada saya, nona. Dan hanya dengan ini saya mungkin bisa membalas kebaikannya.” Jelas Jonghyun. Yongri terperangah mendengar cerita Jonghyun. Siwon benar-benar melakukannya? Benarkah? Yongri benar-benar tidak bisa mempercayainya. Yongri pikir, Siwon adalah laki-laki keras yang tidak pernah memperdulikan apapun selain diri sendiri. Tapi ternyata Siwon bahkan mau menghidupi seseorang yang tidak memiliki ikatan apapun pada laki-laki itu. Kemarahan Yongri pada Siwon seolah meluap entah kemana. Yongri benar-benar kehilangan kata-kata sekarang. Laki-laki seperti apa sebenarnya Siwon ini?

“Nona?” Panggil Jonghyun.

“Ya?” Sahut Yongri.

“Maaf jika saya terdengar ikut campur. Tapi, sajangnin sepertinya benar-benar menyukai Anda, nona.” Ucap Jonghyun membuat Yongri mendengus.

“Suka apanya? Dia bahkan mengatakan kami tidak memiliki hubungan apapun. Aku rasa kau mendengarnya dengan jelas kemarin, oppa.” Kata Yongri.

“Mungkin sajangnim ingin bertemu dengan Anda untuk menjelaskan hal itu, nona. Kita sudah sampai.” Ucap Jonghyun. Ia hendak membukakan pintu mobil untuk Yongri, namun gadis itu telah lebih dulu membukanya. Yongri memang bukan tipe gadis yang suka diperlakukan seperti tuan putri.

Keduanya berjalan beriringan memasuki CH Factory. Menuju lift yang kebetulan sedang terbuka lebar dan masuk kedalamnya. Yongri kembali memasang wajah kesalnya. Setidaknya ia harus menunjukkan wajah itu di hadapan Siwon. Agar laki-laki itu merasa bersalah atas ucapannya kemarin. Tetapi jika Siwon memang tidak merasa bersalah, berarti ia telah salah menilai laki-laki itu selama ini. Dirinya saja yang terlalu percaya diri dengan menganggap Siwon menyukainya. Tetapi, Jonghyun pun berkata seperti itu. Dia tidak salah, kan?

Jonghyun mengetuk pintu ruangan Siwon sebanyak dua kali, sebelum akhirnya membukanya. Mempersilahkan Yongri untuk masuk terlebih dahulu, dan dia mengikuti dari belakang. Mereka menemukan Siwon sedang menatap jendela besar di ruangannya. Membelakangi mereka dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana.

“Nona Yongri sudah datang, sajangnim.” Kata Jonghyun.

“Kau bisa meninggalkan kami berdua.” Balas Siwon.

“Tidak perlu, oppa. Aku yang akan pergi nanti. Karena aku tidak akan lama disini.” Yongri mencegah Jonghyun yang hendak keluar dari ruangan Siwon. Mendengar ucapan Yongri, membuat Siwon membalikkan badannya dengan kasar. Menatap gadis itu dengan pandangan tajam.

“Dia adalah sekretarisku, jika kau lupa. Dia akan melakukan apapun yang aku suruh.” Kata Siwon mengingatkan.

“Dan apa yang baru saja aku dengar? Oppa?! Kapan tepatnya kalian terlihat sangat dekat, Sekretaris Lee?” Lanjut Siwon datar.

“Maafkan saya, sajangnim.” Jonghyun membungkukkan badannya karena merasa bersalah. Melihat itu, membuat Yongri bertambah kesal kepada Siwon. Karena menurutnya Jonghyun tidak salah. Tetapi Siwon mampu membuat seolah-olah Jonghyun salah di mata laki-laki itu. Yongri benar-benar tidak suka melihatnya.

“Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti, Sekretaris Lee. Kau sekarang boleh keluar tapi jangan kemana-mana. Kau harus stand by karena gadis ini bisa kabur kapanpun dia mau, disaat aku belum selesai bicara dengannya.” Kata Siwon sembari menatap Yongri. Membuat Yongri mencibir mendengar kata-katanya.

“Jangan, oppa!” Yongri mencekal tangan Jonghyun yang sudah berbalik untuk meninggalkan ruangan Siwon. Menatap laki-laki itu dengan pandangan memelas.

“Jangan tinggalkan aku berdua saja dengannya. Bagaimana jika aku tidak bisa kembali ke rumah dengan utuh? Kau mau bertanggung jawab, oppa?” Ucap Yongri berlebihan. Membuat Jonghyun mati-matian menahan tawanya agar tidak dimarahi oleh Siwon.

“Jangan berlebihan, Choi Yongri!” Sahut Siwon kesal.

“Maaf, nona.” Jonghyun menunjukkan wajah menyesalnya dan melepaskan tangan Yongri dari tangannya. Membungkuk sebentar sebelum akhirnya benar-benar keluar dari ruangan Siwon. Meninggalkan atasannya itu berdua dengan Yongri.

Yongri melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap ke arah manapun asalkan tidak ke wajah Siwon. Ia membuat wajahnya terlihat kesal dan memastikan Siwon dapat melihatnya. Terdengar bunyi sepatu Siwon, menandakan laki-laki itu sedang melangkah. Melangkah mendekatinya tentu saja.

“Aku tidak punya cukup waktu.” Kata Yongri ketus.

“Kita tidak memerlukan waktu yang banyak asalkan kau mau mendengarkanku baik-baik.” Balas Siwon yang sudah berdiri tepat dihadapannya. Mau tidak mau membuat Yongri membalas tatapan mata laki-laki itu.

“Ucapanku kemarin, aku tidak dengan sungguh-sungguh mengatakannya. Kakakmu sepertinya tidak suka melihat kita dekat. Karena itu, aku terpaksa mengatakannya. Aku tidak ingin kau terkena masalah karena diriku. Mungkin kau sakit hati mendengarnya, tetapi ketahuilah bahwa aku tidak dengan sengaja mengatakannya.” Jelas Siwon.

“Siapa yang sakit hati?!” Sahut Yongri langsung. Siwon menambahkan langkahnya hingga sekarang jaraknya dengan Yongri benar-benar dekat. Laki-laki itu menunduk untuk menatap Yongri. Sedangkan Yongri harus mendongak untuk menatap Siwon. Mereka dapat merasakan deru nafas dari masing-masing lawan bicara.

“Kau tentu saja. Kau marah karena ucapanku kemarin. Bukan begitu, Choi Yongri-ssi?” Ucap Siwon pelan sembari merangkul pinggang Yongri. Membuat tubuh keduanya menempel. Hal tersebut tentu saja membuat wajah Yongri memerah. Dan gadis itu juga menjadi panik. Takut Siwon mendengar detak jantungnya yang menggila.

“A–ahjussi..”

“Kenapa?” Tanya Siwon polos. Semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Yongri.

“A–apa hanya itu yang ingin kau katakan? Tidak a–ada yang lain?” Yongri balik bertanya. Tentu saja yang Yongri maksud adalah kata maaf. Siwon seharusnya minta maaf karena telah membuatnya salah paham, kan?

“Tidak ada.” Jawab Siwon. Pandangannya jatuh pada bibir Yongri yang setengah terbuka. Lagi-lagi mengundang Siwon untuk menciumnya.

“A–ada.” Sahut Yongri langsung. Membuat Siwon segera menaikan pandangannya. Menatap Yongri dengan alis terangkat sebelah.

“Jika maksudmu adalah kata maaf, maka sia-sia saja kau mengharapkannya. Aku tidak akan pernah mengatakannya.” Ujar Siwon.

“Kenapa?” Tanya Yongri dengan wajah kesal.

“Mungkin aku memang salah karena telah membuatmu salah paham. Tetapi seharusnya kau dapat membaca situasi.” Jelas Siwon.

“Menyebalkan.” Dengus Yongri.

“Sekarang dengarkan aku baik-baik, Yongri-ya. Karena aku tidak akan pernah mengulangi apa yang akan aku katakan ini.” Ujar Siwon serius. Jantung Yongri semakin menggila mendengar kata-kata Siwon barusan. Pikirannya sudah melayang entah kemana dan ia takut sekali tidak bisa fokus mendengarkan ucapan Siwon.

“Aku ingin menjadikanmu kekasihku. Aku ingin kau menjadi milikku. Hanya milikku.” Kata Siwon tegas. Membuat Yongri menganga. Apa itu barusan? Yongri sudah membayangkan Siwon akan mengatakan kata-kata romantis seperti mengungkapkan perasaannya. Tapi apa yang ia dengar? Siwon terdengar seperti memerintahnya.

Yongri mendorong tubuh Siwon menjauh. Membuat Siwon menatapnya dengan bingung. Dan terlebih, gadis ini berani sekali melakukan itu padanya. Siwon masih ingin menatap gadis itu dari dekat. Seolah sedang mengisi pasokan oksigennya dengan menatap Yongri.

“Aku sekarang benar-benar percaya bahwa kau laki-laki tua yang tidak berpengalaman soal asmara.” Ejek Yongri.

“Apa maksud ucapanmu barusan?” Tanya Siwon tidak terima.

“Kau tidak berpengalaman dalam menyatakan cinta pada seorang wanita.” Jawab Yongri.

“Jangan sok tau!” Sergah Siwon.

“Dan lagi, siapa yang kau maksud wanita? Kau itu masih seorang gadis labil yang melihat masalah hanya dengan emosi.” Lanjut Siwon semakin membuat Yongri kesal.

“Lalu kenapa kau ingin menjadikan seorang gadis ini kekasihmu?! Kau benar-benar menyebalkan, ahjussi!!” Teriak gadis itu sembari berbalik untuk meninggalkan Siwon. Namun Siwon dengan cepat menahannya dan memeluknya dari belakang. Menghembuskan nafasnya yang mengenai leher gadis itu. Membuat Yongri menutup matanya untuk menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang sekarang sedang bermain di kepalanya.

“Kau tidak mau menjadi kekasihku?” Bisik Siwon.

“A–aku–” Yongri kehilangan kata-katanya. Mulutnya benar-benar keluh. Ia merasa Siwon sedang mempermainkan dirinya sekarang. Yongri membenci itu tetapi ia sendiri tidak dapat menolaknya. Inilah yang dinamakan hati dan otak tidak dapat bekerja sama.

“Sudah aku katakan jika aku tidak akan mengulangi apa yang aku ucapkan tadi. Jika kau menolaknya maka–”

“Tunggu!!” Jerit Yongri langsung. Membalikkan badannya dan menatap Siwon dengan bola matanya yang bergerak tidak beraturan.

“Kau sudah tau bahwa aku tidak bisa menolaknya! Dasar pria licik!” Ujar Yongri membuat Siwon tersenyum kecil.

“Aku tidak memaksa. Aku hanya ingin katakan jika kau menolaknya maka–”

“Aku mau. Aku mau menjadi kekasihmu, ahjussi!!” Lagi-lagi Yongri memotong ucapan Siwon. Ia tidak mampu mendengar kelanjutan ucapan laki-laki itu yang sepertinya mengerikan.

“Bagus.” Ucap Siwon dan langsung menyambar bibir Yongri. Membuat gadis itu harus mencengkram lengan Siwon untuk mencari pegangan. Ia benar-benar tidak siap dengan serangan mendadak Siwon ini. Setelah mengumpulkan kekuatannya, ia mendorong perlahan tubuh Siwon. Membuat Siwon menatapnya dengan geram. Ia bahkan belum puas menikmati bibir itu.

“Bagaimana dengan Minho oppa dan appa?” Tanya Yongri sembari memainkan dasi Siwon. Siwon berdehem sebentar sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Yongri.

“Tidak perlu memikirkan apapun. Yang terpenting untukku sekarang adalah kau.” Siwon mengusap pipi Yongri yang merona.

“Tapi–”

“Apa kau ingin aku bicara dengan Jinhyuk?” Saran Siwon.

“Jangan! Tidak sekarang, ahjussi. Aku–aku hanya takut.” Tolak Yongri.

“Maka dari itu kita hanya perlu menjalani saja apa yang terjadi sekarang. Kau mengerti?” Yongri mengangguk menanggapi ucapan Siwon. Siwon kembali mencium bibir Yongri. Namun kali ini ia mendapatkan balasan dari gadis itu. Saling mengecap bibir masing-masing dengan penuh kelembutan. Memutar kepala kekiri dan kekanan untuk menemukan posisi yang pas. Siwon menekan tengkuk Yongri untuk memperdalam ciumannya. Mulai menggunakan lidahnya untuk menggoda lidah Yongri. Siwon memasukkan lidahnya ke mulut Yongri. Mencari lidah gadis itu. Setelah menemukannya, Siwon menarik kembali lidahnya sehingga membuat lidah Yongri ikut keluar dan mencari-cari lidah Siwon. Siwon tersenyum disela-sela ciumannya.

Siwon menghentikan ciumannya, membuat mereka dapat menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Siwon menurunkan kepalanya dan memberikan kecupan di leher Yongri. Bukan hanya kecupan tetapi juga menjilatnya dan menggigit kecil namun tidak sampai meninggalkan bekas. Sebentar saja leher Yongri menjadi basah akibat ulah Siwon. Yang dapat Yongri lakukan sekarang hanyalah menjambak rambut Siwon sembari memejamkan matanya. Dan juga menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara-suara menjijikkan.

Siwon menjauhkan wajahnya dari leher gadis itu. Menatap Yongri yang memejamkan mata membuatnya tersenyum lebar. Beberapa saat kemudian, Yongri membuka matanya dan langsung menemukan wajah tampan Siwon. Siwon menarik tangan Yongri mendekati meja kerjanya. Siwon mengambil beberapa tissu di atas meja kerjanya dan mengelap leher Yongri yang basah akibat ulahnya.

“Sebaiknya kau pulang sekarang.” Kata Siwon pelan.

“Apa?” Yongri tidak mempercayai ucapan laki-laki itu barusan. Pulang? Setelah apa yang Siwon lakukan tadi ia dengan seenaknya menyuruh Yongri pulang. Yongri bahkan sudah merasakan celana dalamnya basah akibat ulah Siwon.

“Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan disini.” Ucap Siwon sembari merapikan rambut gadis itu.

“Tidak sekarang, Yongri-ya. Karena yang harus aku lakukan sekarang adalah menjagamu. Membuat Minho dan Jinhyuk percaya bahwa kau akan baik-baik saja jika bersamaku.” Kata Siwon membuat Yongri benar-benar tersentuh. Pikiran kesal yang sempat mengampirinya barusan, hilang entah kemana mendengar ucapan Siwon. Siwon benar-benar tidak bisa ditebak. Dalam kurun waktu yang sebentar, Siwon dapat membuatnya tersenyum, bernafsu, kesal, dan sekarang Siwon membuatnya benar-benar merasa menjadi gadis paling beruntung.

“Terima kasih, ahjussi.” Ujar Yongri membuat Siwon tersenyum. Siwon memeluk Yongri dengan erat. Mengusap kepalanya dengan penuh rasa sayang.

“Ayo, aku akan meminta Sekretaris Lee mengantarmu.” Kata Siwon dan melepaskan pelukannya. Yongri mengangguk.

Siwon dan Yongri keluar dari ruangan Siwon, dengan laki-laki itu yang merangkul Yongri. Jonghyun dan sekretaris Siwon membungkukkan badan mereka saat melihat atasan mereka itu. Siwon dan Yongri berjalan menuju lift dengan Jonghyun yang mengikutinya dari belakang.

“Antarkan dia pulang, Sekretaris Lee.” Kata Siwon.

“Baik, sajangnim.” Balas Jonghyun.

“Dan jangan lupa jika aku tidak mengizinkan kalian terlihat sangat dekat.” Ucap Siwon membuat Yongri mendengus.

“Aku suka berdekatan dengan Jonghyun oppa.” Balas Yongri.

“Dia sekretarisku, Choi Yongri. Kau tau aku bisa berbuat apa saja padanya jika kau macam-macam.” Ancam Siwon.

“Aku tau kau tidak bisa melakukannya. Karena kau sudah menganggapnya adik sendiri. Bukan begitu, Tuan Choi Siwon?” Yongri menunjukkan senyum sinisnya.

“Sial! Kau sudah memberitahukan apa saja padanya, Jonghyun-ah?!” Umpat Siwon kesal.

“Maaf, hyung.” Sesal Jonghyun.

“Berhenti mengintimidasinya! Ayo, oppa.” Yongri menarik tangan Jonghyun saat pintu lift terbuka membuat Siwon membulatkan matanya. Yongri benar-benar berani menantanganya.

Takut Siwon melakukan sesuatu yang mengerikan membuat Yongri dengan segera menekan tombol agar lift tertutup. Sebelum lift benar-benar tertutup, Siwon dapat melihat gadis itu melambaikan tangannya sembari menjulurkan lidahnya. Dan Siwon menemukan pantulan dirinya yang sedang tersenyum pada pintu lift yang tertutup. Yongri benar-benar mampu melakukan apapun yang disukainya.

Siwon menghela nafas sebentar sebelum akhirnya berbalik untuk kembali ke ruangannya. Pekerjaannya masih menumpuk karena terlalu banyak memikirkan Yongri kemarin. Setelah semua kesalahpahaman ini diluruskan, Siwon yakin ia dapat bekerja dengan baik sekarang.

——

“Oppa, antarkan aku ke apartemen ahjussi saja.” Pinta Yongri tiba-tiba. Membuat Jonghyun hampir saja menginjak rem dengan mendadak.

“Apa maksud Anda, nona? Sajangnim menyuruh saya mengantarkan Anda pulang.” Kata Jonghyun dengan melirik kaca spion.

“Aku tau. Tetapi aku belum ingin pulang. Aku ingin ke apartemen ahjussi saja.”

“Tapi–”

“Aku yang akan menanggungnya jika dia marah.”

“Baiklah, nona.” Putus Jonghyun akhirnya. Yongri benar-benar keras kepala. Sama seperti Siwon. Jonghyun tidak tau akan seperti apa hubungan antara dua orang keras kepala ini.

“Apa bahan makanan di apartemen lengkap?” Tanya Yongri.

“Tidak, nona. Karena saya dan sajangnim lebih banyak makan di luar daripada di apartement. Mengingat kami juga sama-sama laki-laki yang tidak pandai memasak.” Ucap Jonghyun sedikit malu. Laki-laki itu mengusap tengkuknya membuat Yongri terkekeh geli.

“Tidak perlu malu, oppa. Itu hal wajar untuk laki-laki. Kalau begitu, kita mampir ke supermarket terlebih dahulu.” Ujar Yongri.

“Baik, nona.” Sahut Jonghyun dan segera memutar balik untuk menuju supermarket.

Sampai di supermarket, Yongri segera mengambil trolley dan mendorongnya. Melihat itu, Jonghyun pun langsung berinisiatif dengan mengambil alihnya. Keduanya mulai mengelilingi tempat sayuran. Yongri menunjuk ini dan itu membuat Jonghyun kewalahan sendiri saat mengambilkannya. Tapi sejujurnya, Jonghyun menikmati waktunya bersama Yongri sekarang. Ia tidak pernah menemani seorang gadis berbelanja sebelumnya. Dan ternyata rasanya menyenangkan.

“Apa kau tau makanan kesukaan ahjussi, oppa?” Tanya Yongri sembari menatap ke kanan dan ke kiri.

“Tentu saja saya tau. Sajangnim sangat menyukai pajoen, nona.”

Pajoen? Apa itu dapat membuatnya kenyang?”

“Sajangnim dapat memakan pajoen dengan sangat banyak, nona.”

“Benarkah? Baiklah, ayo, kita membeli bahan-bahan untuk membuat pajoen.” Kata Yongri.

“Nona bisa membuatnya?” Tanya Jonghyun tak percaya.

“Tidak bisa.” Jawab Yongri cepat.

“Apa?!”

“Tidak perlu berteriak seperti itu, oppa. Walaupun aku tidak dapat membuatnya. Setidaknya aku bisa belajar, kan?”

“Maaf, nona.” Sesal Jonghyun karena telah bersikap berlebihan. Yongri menghentikan langkahnya membuat Jonghyun juga ikut menghentikan langkahnya. Yongri menatap Jonghyun dengan memicingkan matanya.

“Berhenti meminta maaf padaku. Dan buang jauh-jauh sikap formalmu itu. Aku jauh lebih muda darimu, oppa. Tidak seharusnya kau bersikap seperti itu. Dan sejujurnya aku benci orang yang kaku.” Kata Yongri.

“Saya hanya tidak berani melakukannya, nona. Jika sajangnim tau–”

“Lakukan jika tidak ada ahjussi saja. Bagaimana?” Usul Yongri.

“Apa saya benar-benar boleh melakukannya?” Jonghyun terdengar tidak yakin.

“Tentu, oppa. Ayo, sekarang coba sebutkan namaku.”

“Nona Yongri.”

“Hilangkan nonanya.”

“Yongri-ssi.”

“Bukan Yongri-ssi, tetapi Yongri-ya.”

“Yong–Yongri-ya.”

“Tepat seperti itu. Sekarang ucapkan 1 kalimat dengan namaku.” Ucap Yongri membuat Jonghyun berpikir. Laki-laki itu berdehem sebentar sebelum akhirnya bersuara.

“Apalagi yang ingin kau beli, Yongri-ya?” Tanya Jonghyun. Yongri melompat kegirangan mendengar pertanyaan Jonghyun barusan. Membuatnya terlihat seperti anak kecil.

“Itu benar-benar jauh lebih baik, oppa! Ayo, kita kesana.” Yongri tersenyum lebar sembari melanjutkan kegiatan belanjanya yang tertunda. Melihat itu Jonghyun tidak bisa untuk tidak tersenyum. Yongri benar-benar terlihat seperti anak kecil. Jonghyun tidak mengerti kenapa Siwon bisa jatuh cinta pada gadis itu.

——

Pintu apartemen terbuka tak lama setelah Jonghyun menekan beberapa angka. Jonghyun mempersilahkan Yongri masuk terlebih dahulu sebelum ia mengikuti gadis itu dari belakang. Keduanya membuka sepatu mereka dan menggantinya dengan sendal rumah yang sudah tersedia di sana.

“Ini apartemen ahjussi?” Tanya Yongri tanpa bisa menyembunyikan kekagumannya.

“Tentu saja.” Jawab Jonghyun. Laki-laki itu menuju dapur dan menaruh belanjaan yang tadi dibelinya bersama Yongri. Yongri mengikuti Jonghyun dari belakang.

“Kenapa?” Tanya Jonghyun mengambil sebuah gelas dan mengisinya dengan air putih. Kemudian memberikannya pada Yongri. Yongri meneguknya sampai habis. Kemudian menaruhnya di meja pantri.

“Sama seperti rumah pribadinya. Jauh dari kata sederhana. Tapi–”

“Berantakan.” Jonghyun memotong ucapan Yongri dan menyambungnya dengan 1 kata yang ia yakin ada di pikiran Yongri sekarang.

“Tepat.” Sahut Yongri.

“Aku hanya perlu mengingatkanmu bahwa yang tinggal disini adalah 2 laki-laki. Tidak pernah di sentuh oleh yang namanya perempuan.” Jelas Jonghyun.

“Benarkah? Tidak pernah ada perempuan yang datang ke sini? Pembantu sekalipun?” Yongri terlihat tidak percaya. Jonghyun mengangguk pasti untuk meyakinkan Yongri.

“Lalu, siapa yang membersihkan rumah ini?” Tanya Yongri.

“Aku, tentu saja. Siwon hyung tidak suka jika barang-barangnya di sentuh oleh orang asing. Makanya aku yang memutuskan untuk membersihkan rumah ini.” Jawab Jonghyun.

“Lalu, apa yang akan kau lakukan disini?” Jonghyun menatap Yongri.

“Aku akan memasak untuk kalian. Dan mungkin akan merapikan apartement ini jika sempat.” Yongri menatap ke sekeliling apartement.

“Aku tidak bisa menemanimu, karena aku harus kembali ke kantor. Siwon hyung membutuhkanku.” Ucap Jonghyun.

“Aku tau. Tapi, oppa, jangan katakan apapun pada ahjussi. Ya?” Pinta Yongri. Jonghyun tersenyum kecil.

“Aku tau. Aku pergi dulu.” Pamit Jonghyun.

“Hati-hati di jalan, oppa.” Pesan Yongri.

Setelah memastikan Jonghyun tidak ada lagi di apartement, Yongri mulai membongkar seluruh isi belanjaannya tadi. Menaruh bahan-bahan yang akan dipakainya memasak di atas meja. Sedangkan bahan-bahan yang tidak diperlukan di taruh di tempat yang seharusnya. Gadis itu membuka beberapa lemari di dapur tersebut untuk menemukan sebuah apron.

Gadis itu hampir putus asa saat tidak menemukan satu pun apron di apartement itu. Ia kembali mengingat bahwa apartement ini diisi oleh dua laki-laki yang pastinya tidak pernah menyentuh dapur. Namun keputusasaan itu akhirnya sirna, saat matanya menemukan sebuah apron di dalam lemari paling ujung. Dengan tersenyum senang ia mengambilnya dan mulai memakainya.

Yongri mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan mulai mencari cara memasak pajoen. Ia ingin memberikan kejutan untuk Siwon. Yaitu dengan memasak makanan kesukan laki-laki itu. Setelah menemukannya, Yongri memulai eksperimennya. Dengan berharap bahwa semuanya berhasil sebelum Siwon pulang ke apartement.

——

“Selesai!” Pekik Yongri senang. Gadis itu menatap meja makan dengan penuh minat. Beberapa makanan telah tersaji di atas meja makan. Selama ini Yongri memang tidak pernah memasak di rumah karena sudah ada beberapa juru masak di rumahnya. Namun biarpun begitu, bukan berarti Yongri tidak bisa memasak. Sang ibu–lah yang dulu sering mengajarinya memasak sebelum beliau meninggal.

Yongri mengambil piring yang berisi tumpukan pajoen. Mendekatkan pada hidungnya dan menciumnya. Gadis itu memejamkan matanya sembari meresapi wangi makanan yang satu itu. Sepertinya ia berhasil memasak makanan kesukaan Siwon. Yongri belum mencicipinya, karena ia ingin Siwon yang pertama kali mencicipinya. Dan Yongri hanya berharap rasanya pun sesuai dengan wanginya.

Yongri melepas apron yang sedari tadi dipakainya. Meninggalkan dapur dan mulai mempersihkan apartement yang luas dan mewah ini. Yongri yakin Jonghyun pasti akan kecapekan jika membersihkan apartement ini sendiri.

“Ahjussi benar-benar keterlaluan. Bagaimana mungkin membiarkan Jonghyun oppa membersihkan apartement ini sendirian?” Omel gadis itu.

Ada beberapa pintu di sana, dan Yongri membukanya satu per satu. Mulai menebak-nebak yang mana kamar Siwon dan yang mana kamar Jonghyun. Sejauh ini, ia hanya menemukan gudang dan ruang kerja Siwon. Satu pintu kembali dibuka Yongri. Dan ia menemukan sebuah kamar dengan nuansa putih. Dengan ragu, gadis itu memasuki kamar tersebut. Kemudian ia langsung menebak ini adalah kamar Jonghyun. Karena Yongri tidak mencium aroma Siwon disini. Yongri sedikit mencibir saat melihat kamar Jonghyun sedikit berantakan.

Pintu terakhir yang Yongri buka, membuat gadis itu yakin bahwa itu adalah kamar Siwon. Aroma laki-laki itu langsung tercium saat pintu terbuka. Kamar dengan nuansa biru putih itu membuat Yongri merasa nyaman. Tanpa ragu ia memasuki kamar Siwon dan memperhatikan ke sekelilingnya. Kamar Siwon rapi. Sangat rapi malah. Berbeda dengan kamar Jonghyun.

Sebuah meja dengan laptop di atasnya menarik perhatian Yongri. Di sana ada beberapa bingkai foto yang membuat Yongri tertarik untuk melihatnya. Gadis itu tersenyum saat menemukan foto Siwon bersama Jonghyun saat Jonghyun lulus SMA. Kemudian ada juga foto Siwon bersama Jonghyun saat Jonghyun wisuda. Yongri tidak dapat membayangkan sedekat apa Siwon dan Jonghyun. Karena mereka benar-benar terlihat seperti adik dan kakak.

Bingkai terakhir yang Yongri pegang, membuat gadis itu menatapnya dengan haru. Siwon saat masih duduk di sekolah menengah pertama. Bersama orangtuanya, jika Yongri boleh menebak. Karena wajah laki-laki paruh baya di samping Siwon, terlihat sangat mirip dengannya. Dengan hati-hati, Yongri meletakkan kembali bingkai foto tersebut.

Gadis itu menunduk dan membuka sebuah laci yang menyatu dengan meja tersebut. Dan kening Yongri berkerut saat menemukan foto Siwon bersama seorang wanita. Tidak, tentu saja itu bukan dirinya. Yongri yakin foto itu adalah foto lama. Karena terlihat sedikit usang. Tetapi Yongri masih dapat melihat dengan jelas wajah wanita di dalam foto tersebut. Cantik. Itulah kata yang pantas untuk mendeskripsikan wanita di dalam foto itu. Yongri meletakkan foto itu kembali ke tempatnya. Menutup laci dengan dada yang sedikit bergemuruh. Batinnya bertanya-tanya tentang siapa yang ada di foto tersebut bersama Siwon.

——

“Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kau terus tersenyum dari tadi, Jonghyun-ah?” Tanya Siwon saat dirinya dan Jonghyun di dalam lift menuju apartement mereka.

“Tidak apa-apa.” Jawab Jonghyun berbohong. Tentu saja berbohong. Karena nyatanya laki-laki itu sedang membayangkan bagaimana reaksi Siwon saat tau ada Yongri di dalam apartement. Apakah Siwon akan terkejut kemudian senang? Atau mungkin terkejut dan marah? Entahlah. Dan Jonghyun benar-benar menantikan moment itu.

“Kau itu mencurigakan sekali.” Gumam Siwon sembari melirik laki-laki itu.

“Kau suka kejutan tidak, hyung?” Tanya Jonghyun tiba-tiba masih dengan tersenyum.

“Apa yang kau bicarakan?” Siwon bertanya balik.

“Ah, tidak. Lupakan saja.” Kata Jonghyun. Siwon hanya menggelengkan kepalanya dan menatap pintu lift yang tak kunjung terbuka. Hingga beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di lantai dimana apartement mereka berada.

“Kau saja yang duluan, hyung.” Ujar Jonghyun memundurkan tubuhnya. Menyuruh Siwon masuk lebih dulu.

“Demi Tuhan ada apa sebenarnya denganmu, Jonghyun?!” Siwon terlihat mulai tidak sabar.

“Aku tidak apa-apa, hyung. Karena kau pemilik apartement, kau harus masuk duluan.” Kilah Jonghyun.

“Cih! Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya. Selama ini kau selalu membiarkanku di belakang.” Cibir Siwon.

“Itu kesalahanku, hyung. Maafkan aku.” Jonghyun berpura-pura menyesal. Siwon hanya mendelik tajam padanya dan masuk ke dalam apartement. Dan tentu saja hal pertama yang ditemukannya adalah sebuah sepatu kets berukuran kecil. Tentu saja Siwon tau sepatu kets itu adalah sepatu kets wanita. Dan sepatu kets itu adalah milik–

“Yongri ada disini?!” Tanya Siwon terkejut. Jonghyun hanya menaikkan kedua bahunya. Berpura-pura tidak tau.

“Kau benar-benar ingin bermain-main denganku, Jonghyun?!” Geram Siwon. Jonghyun lagi-lagi hanya menunjukkan wajah polosnya. Siwon semakin menggeram dan segera melepas sepatunya untuk diganti dengan sendal rumah. Memasuki apartement dan mulai mencari keberadaan Yongri.

“Choi Yongri!” Teriak Siwon.

“Ya, ahjussi?” Sahut Yongri keluar dari arah dapur. Membuat Siwon sedikit terlonjak dengan kemunculan gadis itu.

“Apa yang kau lakukan disini? Bukankah aku menyuruhmu pulang?!” Tanya Siwon menghampiri Yongri.

“Aku pulang ke apartement kekasihku. Memangnya salah?” Yongri memberengut kesal. Membuat Siwon harus menghela nafas panjang untuk menghadapi gadis yang kekanak-kanakkan ini.

“Kau yang mengantarkannya ke sini, kan?” Siwon bertanya pada Jonghyun.

“Aku yang memintanya, ahjussi! Jangan salahkan dia.” Yongri langsung menyambar sebelum Jonghyun sempat menjawab.

“Kalian benar-benar–” Siwon seperti kehilangan kata-katanya melihat kelakuan Yongri dan Jonghyun. Siwon tidak tau apa saja yang terjadi antara Yongri dan Jonghyun. Hanya saja mereka terlihat benar-benar dekat dan itu membuat Siwon cemburu tentu saja.

“Daripada kau marah-marah terus, lebih baik sekarang kita makan. Aku sudah membuatkan makan malam yang enak untuk kalian.” Kata Yongri sembari menarik tangan Siwon ke meja makan.

“Ayo, oppa!” Ajak Yongri pada Jonghyun. Jonghyun mengangguk dan mengikuti langkah mereka. Siwon dan Jonghyun cukup tercengang saat melihat berbagai macam makanan tersaji di atas meja makan. Dan mata Siwon makin berbinar saat melihat pajoen di atas meja.

“Dimana kau membelinya?” Tanya Siwon polos. Membuat Yongri kembali mengerucutkan bibirnya.

“Aku yang membuatnya, ahjussi! Keterlaluan sekali.” Rajuk gadis itu. Jonghyun hanya bisa tersenyum geli melihatnya.

“Benar-benar bisa dimakan?” Tanya Siwon lagi.

“Kau saja yang memakannya, oppa.” Ujar Yongri kesal sembari memberikan piring berisi pajoen itu pada Jonghyun. Jonghyun hanya dapat menerimanya saja karena Yongri memberikannya secara mendadak.

“Ya! Itu punyaku!” Siwon langsung mengambilnya kembali dan perbuatannya itu membuat Yongri tersenyum penuh kemenangan.

“Sekarang, tuan-tuan. Silahkan nikmati makan malam kalian.” Ujar Yongri riang. Dan ketiganya segera mengambil tempat duduk mereka. Bersiap menyantap makan malam yang membuat perut mereka sudah tidak sabar untuk menampungnya.

“Bagaimana?” Tanya Yongri saat melihat Siwon dan Jonghyun sudah memasukkan suapan pertama.

“Enak sekali, nona.” Puji Jonghyun membuat Yongri tersenyum lebar.

“Bagaimana dengan pajoen–nya, ahjussi?” Tanya Yongri.

“Setidaknya ini masih bisa dimakan.” Suara datar Siwon menghilangkan senyum Yongri.

“Terima kasih kalau begitu.” Balas gadis itu dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya dengan kasar. Ia tidak melihat bahwa Siwon sedang tersenyum geli melihat kelakuan gadis itu.

——

Jonghyun meletakkan piring terakhir yang baru saja diberikan oleh Yongri. Keduanya habis bekerja sama untuk mencuci piring setelah kegiatan makan malam mereka selesai. Jangan tanyakan keberadaan Siwon disana, karena laki-laki itu langsung menghilang setelah makan malam.

“Terima kasih telah memberikan makan malam yang enak. Dan terima kasih karena telah meringankan bebanku dengan membersihkan apartement ini.” Ujar Jonghyun dengan tersenyum.

“Aku senang melakukannya, oppa.” Balas Yongri.

“Aku mau mandi dulu. Setelah aku mandi, aku akan mengantarmu pulang.” Kata Jonghyun.

“Dimana ahjussi?” Tanya Yongri.

“Mungkin dia sedang berkutat dengan pekerjaannya.” Jawab Jonghyun.

“Aku mandi dulu.” Kata Jonghyun.

“Iya, oppa.” Sahut Yongri.

Yongri berjalan menuju ruang kerja Siwon. Membuka pintunya perlahan dan memasukkan kepalanya lewat celah yang ada. Namun gadis itu tidak menemukan Siwon disana. Membuatnya kembali menutup pintu.

“Mungkin dikamar.” Gumamnya. Ia menuju kamar Siwon dan mengetuknya sebentar. Tanpa menunggu balasan, ia segera membuka pintu. Namun lagi-lagi tidak menemukan Siwon di dalam. Gadis itu masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Bersamaan dengan itu, Siwon keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Melihat itu kontan membuat Yongri sangat terkejut. Begitupun dengan Siwon.

“Ma–maaf, ahjussi. Aku akan keluar.” Ujar Yongri sembari membalikkan badannya dan bersiap keluar kamar, sebelum suara Siwon menghentikannya.

“Berhenti di sana.” Suara itu terdengar sangat datar. Dan Yongri benar-benar berdiam diri di tempatnya sekarang, membelakangi Siwon.

“Kemari kau.” Suruh Siwon.

“Apa?!” Yongri terdengar terkejut.

“Aku bilang kemari.” Ulang Siwon.

“Ta–tapi, kau tidak memakai pakaian, ahjussi.” Ujar Yongri.

“Memangnya kenapa? Bukan suatu masalah jika aku tidak memakai pakaian. Jika kau yang tidak memakai pakaian, itu baru sebuah masalah.” Balas Siwon santai. Yongri menghela nafas panjang dan membalikkan badannya. Dengan menundukkan kepalanya ia berjalan menghampiri Siwon.

“Untuk apa kau masuk ke kamarku?” Tanya Siwon.

“Aku hanya tidak tau kau berada dimana. Makanya aku masuk ke kamar ini.” Jawab Yongri.

“Bukankah masuk ke kamar laki-laki tanpa izin itu tidak sopan?” Kata Siwon. Yongri kembali menghela nafas panjang dan mendongakkan kepalanya. Menatap Siwon dengan kesal.

“Aku kekasihmu, kan? Kenapa kau bersikap seperti ini padaku? Kau seperti memberikan jarak di antara kita. Berbeda sekali dengan kau yang dulu. Aku seperti tidak mengenal kau–” Ocehan Yongri terputus oleh ciuman lembut Siwon dibibirnya. Yongri hampir terjungkal ke belakang jika Siwon tidak memegang punggungnya. Siwon selalu menciumnya dengan tiba-tiba dan Yongri benci itu. Karena dia tidak bisa mempersiapkan diri dan tidak bisa membalas ciuman Siwon dengan baik.

“Sudah selesai mengomelnya?” Bisik Siwon setelah melepaskan bibirnya dari bibir Yongri. Dengan polosnya Yongri mengangguk pelan.

“Kau tidak suka dengan sikapku yang seperti ini?” Tanya Siwon.

“Bukan begitu. Hanya saja, kau membuatku takut.” Jawab Yongri jujur.

“Sikapmu yang seperti ini benar-benar menunjukkan bahwa kau sangat berkuasa. Aku hanya tidak terbiasa dengan itu.” Lanjutnya. Siwon menjauhkan dirinya dari Yongri dan menuju lemari pakaian. Membuka handuknya begitu saja tanpa memperdulikan Yongri yang terkejut setengah mati. Yongri kembali membelakangi Siwon. Walaupun sebentar, Yongri masih dapat melihat Siwon yang hanya menggunakan pakaian dalam saja. Sial! Siwon benar-benar luar biasa menggoda untuk Yongri. Diusianya yang sudah tidak muda lagi, laki-laki itu memiliki badan yang seharusnya dimiliki oleh laki-laki seperti Jonghyun. Benar-benar mengagumkan.

“Aku seperti ini hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.” Kata Siwon sembari memilih baju dan celana.

“Maksudmu?” Tanya Yongri bingung.

“Asal kau tau, aku benar-benar menahan diri untuk menidurimu di atas ranjangku sekarang.” Ungkap Siwon. Mendengar ucapan Siwon itu, membuat Yongri segera berbalik. Untungnya Siwon sudah berpakaian lengkap dan sedang menghampiri gadis itu sekarang.

“Ahjussi..”

“Kau tidak lupa ‘kan jika aku seorang pria dewasa, Yongri-ya? Hasratku kepada seorang wanita benar-benar besar. Apalagi terhadap gadis polos seperti dirimu. Jika aku memaksakan kehendakku, sebentar saja kau sudah tidak akan perawan lagi.”

“Ahjussi!!” Pekik Yongri malu. Kata-kata Siwon benar-benar vulgar. Membuat gadis itu merinding mendengarnya. Ternyata seperti inilah sifat asli Siwon. Walaupun Yongri belum terbiasa. Tetapi sejujurnya ia menyukai itu. Siwon terlihat tambah menawan untuknya. Siwon terkekeh geli dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

“Makanya jangan memprotes apapun jika kau masih ingin pulang ke rumah. Karena jika aku sudah hilang kendali, aku tidak akan membiarkanmu pulang.” Ujar Siwon. Yongri membalas pelukan Siwon dan tersenyum. Laki-laki seperti inilah yang dia mau. Menahan nafsunya sekuat mungkin hanya karena tidak ingin menyakitinya. Yongri benar-benar tidak salah memilih kekasih.

“Aku akan mengantarmu pulang.” Kata Siwon setelah melepas pelukannya.

“Eh? Aku kira kau akan menyuruh Jonghyun oppa untuk mengantarkanku.” Ucap Yongri.

“Aku sekarang bahkan sedang merencanakan untuk mengurangi intensitas pertemuan antara kau dengan Jonghyun, asal kau mau tau.” Ujar Siwon dengan senyum sinisnya.

“Kenapa?!” Yongri tidak terima.

“Karena aku ingin.” Balas Siwon langsung.

“Dasar laki-laki sok berkuasa.” Maki Yongri.

“Oh, itu memang diriku, Choi Yongri. Ayo, pulang.” Siwon merangkul Yongri dan membawanya keluar dari kamar itu.

“Ahjussi..” Panggil Yongri, menghentikan langkah Siwon.

“Ada apa?” Tanya Siwon yang menatapnya. Yongri ingin bertanya tentang foto Siwon bersama seorang wanita di laci meja laki-laki itu. Tetapi Yongri ragu dan takut. Bagaimana jika Siwon tiba-tiba marah karena dia dengan lancangnya menyentuh barang laki-laki itu. Apalagi Jonghyun bilang, Siwon tidak suka jika brangnya disentuh oleh orang asing. Tetapi Yongri bukan orang asing ‘kan untuk Siwon?

“Tidak apa-apa. Ayo, pulang.” Kata Yongri dengan tersenyum. Mengurungkan niatnya untuk bertanya. Dia akan tetap bertanya pada Siwon. Tetapi tidak untuk sekarang.

——

–To Be Continued–

 

Haii readers tercinta!! Aku datang dengan Forbidden Love – Part 5 sekaligus ingin menyampaikan beberapa hal. Apa saja itu? Let’s check it out!

  1. Aku memunculkan cast baru dari part kemarin. Pasti kalian sudah tau siapa ‘kan? Ya, dia adalah Lee Jonghyun, alias Sekretaris Lee. Sebenarnya dia udah muncul dari part pertama, hanya saja aku tidak menjelaskan siapa Sekretaris Lee sebenarnya. Baru dari part kemarin aku menjelaskan siapa Sekretaris Lee itu dan di part ini dia semakin sering muncul. Aku meletakannya langsung sebagai other cast pertama, karena menurutku dia akan lebih sering muncul daripada Jungkook.
  2. Readers yang setia sama FF Forbidden Love pasti sudah tau bahwa ada beberapa scene di dalam cerita yang mengarah pada NC. Tau dong NC itu apa? Yap! No Children. Jadi, aku udah punya rencana bahwa part-part selanjutnya akan ada NC. Fokusnya NC Siwon-Yongri pastinya, ya. Bukan Minho-Keiko.
  3. Forbidden Love  part NC akan aku post dengan menggunakan password. Kenapa? Karena gak enak aja kalo sampe dilihat oleh orang dan dibaca oleh sembarangan orang yang cuma kebetulan mampir ke blog aku. Tapi bukan berarti aku melarang readers yang ingin baca FF—nya, ya. Siapapun boleh baca asalkan kalian tau apa passwordnya.
  4. Aku gak tau akan ada berapa part yang nanti ada NC—nya. Dan yang pasti, semua FF Forbidden Love yang ada NC—nya akan aku protect. Tentu dengan password yang sama. Agar readers gak susah-susah. Aku gak bakal minta kalian untuk hubungi aku cuma untuk minta password. Karena aku disini bukan ingin eksis dengan kalian yang mencari-cari aku hanya untuk sekedar password. Aku mungkin seorang author, tapi aku juga seorang reader. Aku tau bagaimana susahnya menghubungi author cuma untuk meminta password. Makanya kalian hanya perlu membaca clue yang akan aku berikan nanti dan menebak apa passwordnya. Semua gak jauh-jauh dari FF-FF yang pernah aku post.
  5. Untuk clue dari password FF Forbidden Love, nanti aku bakal buat page baru dengan judul “Password”. Tau dong letak page itu dimana, kan? Iya, itu yang di atas. Sederetan dengan home, about Choi Siwon, dll. Page itu bakal aku gunain untuk semua FF yang bakal aku protect. Jadi, aku juga gak tau apa cuma FF Forbidden Love yang di protect atau ada FF lain. Pokoknya semua FF yang ada NC—nya bakal di protect. Yang pasti, jika ada FF lain yang aku protect, kalian gak perlu tanya aku passwordnya, karena kalian hanya perlu membuka page Password. Setiap FF bakal aku beda-bedain passwordnya. Tetapi setiap part untuk FF yang sama, passwordnya pun akan sama. Mengerti? Harus dong!

Okay deh, itu aja yang ingin aku sampaikan sama readers setia aku. Kalo ada yang mau ditanyain bisa lewat bbm atau ask.fm: inekedf ^^ Terima kasih untuk semua readers yang masih setia menunggu, membaca, dan comment. Silahkan ditunggu untuk part selanjutnya. Annyeong^^

Advertisements

74 thoughts on “Forbidden Love – Part 5

  1. akhirnya kesalahpahaman mereka berakir juga,, siwon dg kekuasan dan sifat maksa nya bisa bikin yongri nurut dan luluh sama dia bahkan sekarang mereka pacaran? luaarr biasaaa
    tp aku jg seneng liat yongri deket sma jonghyun,, bayangin muka asemnya siwon klo liat asisten sma pacarnya lg deketan…lucu bgt
    terharu sma cara siwon ngejagain yongri,,

  2. mereka jadian juga
    yongri suka mancing” siwon berbuat lebih nich lama” kena juga
    minho udaa gk perlu dikhaeatirkan tapi appa yongri yang harus dipikirkan

  3. Haha akhirnya sang ahjussi dan teteh labil jadian juga XD
    Suka deh sama maSiwon yg mau ngejaga Yongri :3
    Aduh reaksi ayahnya Yongri gmana yaa? X(

  4. Hahha akhirnya mereka jadian juga..

    Yongri bener2 polos bgt jadi cewe heheheh…

    Wahh siwon harus kuat iman kayanya wkwkwk..

    Ok semoga perjalanan cinta mereka lancar…

  5. omaigat>.< siwon! bisa kali acara buka handuknya gasembarangan, aku kan jadi bayangin yg 'engga-engga' 😀

    Seneng deh akhirnya mereka jadian 🙂 🙂
    Tapi penasaran sama reaksi appa nya yongri sama minho nih. Bakalan gimana ya?

  6. Baru kali ini nemuin page yang baik banget, bukan maksud gak mau nanya sama author nya kadang mah author nya sibuk
    Jadi ini sangat membantu maaf baru bisa komen. :v

  7. Hai authornim salam kenal ya, aku baca forbiden love part awal di blog flying nc. Karena penasaran banget sama ff ini aku ngubek2 blog ini. Sekalian mo minta izin baca ya,,,!!!! Seneng banget akhirnya mereka jadian walaupun masih ada ganjalan takut sama minho and choi jinhyuk. Moga mereka bisa lalui segala cobaan. Lebih semangat ya thor!!!!

  8. huaa ternyata ffnya bagus banget chingu jadi nyesel gak ikut komen dari part 1 tapi aku janji sama chingu bakal komen dari part 1 sebagai tanda terimakasih aku sama chingu yang udah susah payah menciptakan karya yang bagus untuk menghibur dan mengisi waktu luang ku hahaha…

    XOXO 😘

  9. Aduh siwon,baru tadi siang pacaran ehh malemnya dia udh berani buka handuk x_x gue yg baca ini ketar ketir lho won x,x
    Ikut”an deg”an au-__- emang dah elu tuh berdarah panasssss…

  10. pcaran juga ahir ny..gmna tu ntar reaksi appa n oppa ny klo tau pcran ma siwon???
    salut ma siwon yg bisa mngendalikan diri untuk tdk mnduri yongri

  11. Eonni aku baca ff ini ngebut banget tapi d chapter6 di kunci aku bingung cari passwordnya mohon bantuan nya aku udah baca clue nya tetep bingung maafkan aku 😢
    ffnya daebak.banget 👍 mohon bantuan nya

    • Coba di baca pelan” cluenya.. kalo kamu gak ngerti sama cluenya, aku ga bisa bantu apa”.. krna aku udah tegasin klo semua password FF itu kalian sendiri yg menebak.. tugas aku hanya ngasih clue aja.. aku ga bakal ngasih tau jawabannya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s