Forbidden Love – Part 4

PhotoGrid_1458277802299

Author

Choineke

Title

Forbidden Love

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Jeon Jungkook-BTS, Choi Minho-Shinee (Yongri’s Brother), Choi Jinhyuk (Yongri’s Father)

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Kau adalah dosa terindah di dalam hidupku. –Choi Siwon

——

Author POV

Yongri mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, saat merasa ponsel itu bergetar. Nama Minho tertera di sana, dan itu cukup membuatnya sedikit terkejut. Karena Minho terbilang jarang menghubunginya pada jam seperti ini. Atau mungkin ada sesuatu yang penting?

“Ya, oppa?”

Kau dimana?

“Ada apa?”

Katakan saja kau ada dimana?

“Aku..aku–tentu saja di kampus.”

Kampus?

“Ya.”

Kelasmu belum berakhir?

“Baru saja berakhir.”

Ah, begitu rupanya. Baiklah, sampai bertemu di rumah.

“Iya, oppa.” Yongri menghela nafas panjang setelah mengakhiri pembicaraan dengan Minho. Berbohong–lagi. Entah sudah keberapa kalinya gadis itu berbohong. Yongri benar-benar merasa frustasi karena terus-terusan berbohong.

“Minho?” Suara Siwon membuat Yongri menoleh dan mengangguk.

“Kenapa kau berbohong?”

“Karena aku sedang tidak ingin jujur.”

“Ya! Jawaban macam apa itu?” Dengus Siwon. Membuat Yongri tertawa pelan.

“Kau tidak berharap aku mengatakan yang sebenarnya ‘kan pada oppa?”

“Memangnya kenapa? Aku tidak keberatan jika kau mengatakannya.” Ujar Siwon sembari memasukan makanan ke dalam mulutnya.

“Kau bisa bayangkan betapa terkejutnya Minho oppa, jika dia tau aku sedang makan siang bersamamu, ahjussi.” Kata Yongri.

“Ya. Mungkin sedikit terkejut.” Sahut Siwon. Yongri kembali menghela nafas panjang.

“Ada banyak hal yang perlu kita bicarakan. Tetapi ada banyak hal juga yang tidak perlu kita bicarakan, ahjussi. Hal ini salah satunya. Menurutku tidak perlu aku membicarakannya pada oppa.” Ucap Yongri.

“Apa karena hal-hal yang berkaitan denganku itu tidak penting?” Tanya Siwon.

“Tidak, ahjussi! Aku mohon jangan berpikiran seperti itu.” Jawab Yongri langsung. Takut Siwon salah paham dengan ucapannya. Siwon tersenyum geli melihat ekspresi wajah Yongri saat ini.

“Aku hanya bercanda.” Ucap Siwon santai. Membuat Yongri memberengut kesal. Padahal dia sudah takut Siwon salah paham dengan ucapannya.

“Kau mau kemana setelah ini?” Tanya Siwon. Mengakhiri kegiatan makan siangnya dengn meneguk segelas air putih. Yongri mengikuti apa yang Siwon lakukan sebelum akhirnya membersihkan mulutnya dengan selembar tissu.

“Mungkin pulang.” Jawab Yongri seadanya.

“Mau ikut denganku?” Siwon mencoba menawarkan. Yongri menatap Siwon dengan alis terangkat sebelah.

“Kembali ke kantormu? Menemanimu bekerja dan membiarkanku mati kebosanan?” Tebak Yongri dengan nada sedikit mengejek. Membuat Siwon terkekeh geli.

“Tidak. Aku tidak akan kembali ke kantor, karena pekerjaanku sudah selesai.” Ucap Siwon.

“Menjadi bos ternyata memang enak, ya.” Balas Yongri masih dengan nada mengejek.

“Jadi, kau mau ikut denganku atau tidak?” Siwon menawarkan untuk kedua kalinya.

“Kemana?” Tanya Yongri penasaran.

“Ikut saja, dan kau akan tau nanti.” Jawab Siwon yang mulai beranjak untuk membayar makan siang mereka. Yongri mengerucutkan bibirnya dan ikut beranjak dari sana.

——

Di dalam mobil, Yongri terus memperhatikan jalanan. Ia mencoba menebak kemana Siwon akan membawanya. Namun Yongri tidak dapat menebak itu dengan mudah, karena sejujurnya Yongri tidak pernah melewati jalan yang sekarang sedang mereka lewati.

Yongri tidak dapat menahan mulutnya untuk tidak terbuka saat mobil Siwon melewati berbagai macam perumahan yang jauh dari kata sederhana. Dari luar saja terlihat begitu mewah, dan Yongri tidak dapat membayangkan bagaimana bentuk rumah-rumah itu dari dalam. Yongri menolehkan kepalanya dan menatap Siwon dengan penuh tanda tanya.

“Sebenarnya kau ingin membawaku kemana, ahjussi?” Tanya Yongri untuk kesekian kalinya. Siwon hanya tersenyum kecil, dan memutar stir mobil memasuki sebuah halaman rumah. Sama seperti sebelumnya, rumah ini pun terlihat sangat mewah. Sangat-sangat mewah malahan. Siwon mematikan mesin mobil dan mulai membuka seatbelt. Yongri mengikutinya sebelum akhirnya keduanya turun dari mobil. Yongri menoleh ke kanan, kiri, depan dan belakang untuk menikmati keindahan yang disuguhkan oleh pemandangan di sekitar rumah. Begitu banyak tanaman yang ditanam sehingga membuat halaman rumah ini seperti taman bunga.

“Ayo.” Suara Siwon menyadarkan Yongri. Gadis itu kembali menoleh dan menemukan Siwon sudah di depan pintu rumah. Yongri berlari kecil untuk menyusul Siwon. Siwon lagi-lagi tersenyum kecil sebelum akhirnya memasukkan kombinasi angka di samping pintu, dan seketika pintu rumah terbuka.

Kembali Yongri dibuat ternganga saat melihat keadaan di dalam rumah. Astaga! Yongri benar-benar tidak tau kata apa yang cocok untuk menggambarkan keadaan rumah ini. Persis seperti istana di dalam dongeng yang sering Yongri dengar. Yongri benar-benar akan betah berada di rumah jika rumahnya seperti ini.

“Rumah siapa ini, ahjussi?” Tanya Yongri pelan. Namun masih dapat di dengar jelas oleh Siwon.

“Rumahku.” Jawab Siwon. Membuat Yongri dengan cepat menatapnya.

“Rumahmu? Benarkah?” Ada nada tidak percaya dalam pertanyaan Yongri. Namun setelah memikirkannya lebih lanjut, Yongri mencoba untuk percaya. Melihat betapa besarnya kantor Siwon membuat Yongri yakin bahwa Siwon memang kaya dan tentu saja mampu memiliki rumah ini.

“Kau meragukannya?” Siwon berpura-pura tidak terima dengan ketidakpercayaan Yongri.

“Tidak. Bukan seperti itu.” Jawab Yongri cepat.

“Hanya saja.. Mengingat waktu itu kita pernah bertemu saat sedang olahraga pagi, kau mengantarkanku kuliah, kemudian mengantarkanku pulang ke rumah, aku pikir rumahmu berada dekat dengan rumah ayahku, ahjussi. Jadi aku hanya sedikit terkejut saat tau bahwa rumahmu ternyata sangat jauh dari rumahku.” Jelas Yongri sembari mengusap tengkuknya. Mencoba menghilangkan sikap salah tingkahnya. Siwon tertawa kecil melihat sikap gadis itu. Benar-benar menggemaskan dan Siwon menahan diri untuk memberikan cubitan kecil pada pipi Yongri yang berisi itu.

“Kau tidak sepenuhnya salah.” Kata Siwon.

“Maksudmu?”

“Aku memiliki sebuah apartemen di dekat rumah Jinhyuk. Dan aku memang sering menggunakan apartemen itu ketika hari kerja seperti ini. Aku akan kembali ke sini saat weekend.” Ujar Siwon. Yongri mengangguk-anggukkan kepalanya seolah mengerti dengan penjelasan Siwon.

“Rumahmu benar-benar mewah, ahjussi. Bolehkah aku berkeliling?” Tanya Yongri meminta izin.

“Tentu saja. Itulah tujuanku mengajakmu kesini. Aku ingin menunjukkan rumah ini padamu.” Jawab Siwon dengan tersenyum. Yongri melompat kegirangan dan mulai ke sana kemari untuk menjelajahi rumah mewah Siwon. Rumah yang terdiri dari dua lantai dan memiliki semua ruangan yang kau inginkan. Mulai dari kolam renang, perpustakaan, ruang kerja, home theater, hingga ruang olahraga.

Rumah yang dibangun oleh Siwon semenjak laki-laki itu bekerja untuk CH Factory. Semenjak ia meneruskan usaha ayahnya yang meninggal saat ia baru saja berumur 20 tahun. Membuatnya harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Membuatnya tidak dapat menikmati masa-masa kuliahnya dengan baik karena ia memiliki tanggung jawab yang besar dikantornya. Namun karena itu jugalah yang membuatnya dapat membangun rumah ini. Rumah yang sesuai dengan keinginannya. Rumah yang ingin ditempatinya bersama seseorang yang sempat hadir dimasa lalunya. Seseorang yang selalu menemaninya saat ia menghadapi stress ketika harus menghadapi ujian kuliah dan masalah di kantor. Seseorang yang juga membuatnya merasakan sakit hati, terpuruk, dan tidak ingin lagi mengenal kata cinta. Tidak, sebelum dia bertemu dengan Yongri.

“Ahjussi!!” Suara Yongri menyadarkan Siwon dari lamunannya. Siwon segera menoleh dan menemukan Yongri yang sudah duduk di sebelahnya. Duduk di sofa yang terdapat di ruang tamu rumahnya.

“Eo?” Siwon terlihat seperti orang bodoh sekarang.

“Kau melamun? Apa yang kau lamunkan?” Tanya Yongri.

“Apa? Ah, tidak. Bukan sesuatu yang penting.” Jawab Siwon. Yongri mengangguk dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa yang sangat empuk. Gadis itu memijit pelan betisnya yang terasa pegal akibat berkeliling rumah Siwon. Oh, apakah rumah Siwon memang sangat besar? Sepertinya memang seperti itu.

“Lelah?” Tebak Siwon.

“Sangat. Rumahmu sangat-sangat besar. Aku seperti mengelilingi mall.” Ujar Yongri sedikit berlebihan. Membuat Siwon mencibir pelan sebelum akhirnya tertawa.

“Boleh aku bertanya sesuatu, ahjussi?” Yongri menatap Siwon dengan serius. Membuat Siwon menghentikan tawanya dan membalas tatapan gadis itu. Siwon mengangguk pelan.

“Kenapa kau mau menunjukkan rumah ini padaku? Apakah banyak orang-orang disekitarmu yang mengetahui tentang rumah ini?” Tanya Yongri. Siwon menghela nafas dan tersenyum kecil mendengar pertanyaan Yongri.

“Tidak banyak orang-orang yang mengetahui tentang rumah ini. Terhitung ada 4 orang sekarang setelah kau tau.”

“Siapa saja?”

“Sekretaris pribadiku, Jinhyuk, kau, dan seorang teman.” Jawab Siwon.

“Teman?” Yongri memastikan dan Siwon mengangguk.

“Ayahku adalah temanmu dan kau menyebutkan namanya. Kenapa kau tidak menyebutkan nama temanmu itu juga?” Ucap Yongri.

“Karena dia hanya seorang teman di masa lalu.” Balas Siwon.

“Seorang wanita?” Tebak Yongri.

“Aku tidak ingin membahasnya, Choi Yongri.” Suara Siwon terdengar datar. Laki-laki itu segera mengalihkan pandangannya dari Yongri, sebelum gadis itu bertanya lebih jauh.

Melihat sikap Siwon seperti itu, tentu saja membuat Yongri curiga. Yongri yakin bahwa seorang ‘teman‘ yang Siwon maksud adalah wanita. Hanya saja yang menjadi pertanyaan Yongri adalah apakah wanita itu benar-benar hanya seorang teman? Atau seseorang yang lebih dari itu. Dan apa yang terjadi pada seorang teman itu sehingga membuat Siwon seolah enggan membahasnya di hadapan Yongri? Sayangnya Yongri tidak tau harus mencari tau dimana mengenai jawaban atas semua pertanyaannya.

“Sekarang aku yakin bahwa hubunganmu dan ayahku benar-benar dekat.” Kata Yongri tiba-tiba. Mencoba mengalihkan pembicaraan yang membuat dirinya dan Siwon canggung.

“Huh? Apa maksudmu?” Siwon terlihat tidak mengerti.

“Iya. Melihat ayahku yang juga mengetahui tentang rumah ini, kalian pasti bersahabat sangat dekat.” Jelas Yongri.

“Tentu saja. Aku mengenal Jinhyuk bahkan sebelum rumah ini ada, Yongri-ya. Jinhyuk menemaniku memantau rumah ini ketika di bangun. Ia juga memberikanku saran untuk rumah ini, sehingga rumah ini menjadi seperti sekarang.” Kata Siwon.

“Kau pasti sangat mengenal pribadi ayahku dan begitupun sebaliknya. Bukan begitu, ahjussi?”

“Jinhyuk satu-satunya orang yang tau bagaimana aku. Dia orang yang mengerti aku setelah ayahku tidak ada. Kami mungkin memang jarang bertemu semenjak sibuk dengan perusahaan masing-masing. Membuat aku banyak menghabiskan waktu dengan sekretaris pribadiku. Sekretarisku juga tau bagaimana pribadiku, hanya saja ia tidak mengetahui sebanyak yang Jinhyuk tau.”

“Seperti itu ternyata. Aku pikir kalian hanya berteman biasa saja.” Kata Yongri.

“Lebih dari itu.” Sahut Siwon.

“Rumah ini terbuka lebar untukmu, Yongri-ya. Kau bisa datang kapanpun kau mau. Kau hanya perlu memasukkan beberapa digit angka ini, 930114.” Ucap Siwon.

“Benarkah? Kapanpun aku mau, aku boleh datang? Apa aku juga boleh menginap disini?” Yongri terlihat antusias sekali.

“Lakukan apapun yang kau mau di rumah ini.” Balas Siwon santai.

“Tapi, ahjussi. Kau belum menjawab pertanyaanku yang pertama.” Ujar Yongri membuat Siwon bingung.

“Yang mana?”

“Kenapa kau ingin aku tau mengenai rumah ini?”

“Tidak bolehkah?” Siwon bertanya balik.

“Aku hanya ingin tau alasannya.” Ucapan Yongri terdengar mendesak Siwon.

“Karena aku hanya ingin kau tau. Sesederhana itu alasannya, Yongri-ya. Aku ingin kau mengetahui apapun yang aku miliki. Aku ingin kau mengetahui apapun tentangku. Semuanya.”

“Ahjussi..” Yongri kehilangan kata-katanya saat mendengar jawaban Siwon. Ia tidak dapat berpikir jernih sekarang. Apa tepatnya maksud ucapan Siwon barusan? Siwon ingin Yongri mengetahui semua tentangnya? Tapi, kenapa? Yongri hanyalah anak dari sahabatnya. Bukan begitu?

Dan keterkejutan Yongri tidak sampai di sana saja, ia tiba-tiba merasakan sebuah material lembut membentur bibirnya. Membuat mata gadis itu sukses melebar sempurna. Yongri hanya dapat melihat wajah Siwon yang begitu dekat dengannya. Laki-laki itu menutup matanya dan tampak menikmati apa yang sedang dilakukannya. Namun tidak dengan Yongri. Gadis itu tidak dapat berpikir apapun sekarang. Ia hanya bisa diam tanpa membalas ciuman Siwon sama sekali.

Siwon mengangkat sebelah tangannya untuk membelai pipi Yongri, sebelum akhirnya ia membebaskan bibir Yongri dari bibirnya. Siwon membuka matanya dan menemukan wajah bodoh Yongri yang terkejut akibat perlakuannya. Siwon juga tidak tau apa yang membuatnya memutuskan untuk mencium Yongri. Ia hanya mengikuti keinginan hatinya. Membuat ia akhirnya memberanikan diri mencium gadis itu.

“Yongri..” Panggil Siwon. Panggilan Siwon membuat Yongri langsung menutup mulutnya yang sempat terbuka akibat ciuman Siwon. Gadis itu segera menutup wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya. Ia yakin wajahnya sudah sangat memerah sekarang. Seharusnya Siwon memberikan tanda-tanda jika ingin menciumnya. Sehingga ia bisa mempersiapkan diri dan membalas ciuman laki-laki itu. Tapi apa yang dilakukannya tadi? Ia hanya bisa diam dengan wajah bodoh. Yongri benar-benar kesal sekarang.

“Ada apa denganmu?” Tanya Siwon polos. Laki-laki itu mati-matian menahan tawanya agar tidak menyembur dan membuat Yongri bertambah malu. Tingkah Yongri sekarang benar-benar menggemaskan menurut Siwon.

“Tidak. Aku ingin pulang.” Jawab Yongri yang sudah berdiri dari duduknya. Gadis itu berjalan ke sana ke mari seperti tidak tau arah. Terlihat sekali bahwa ia sedang salah tingkah sekarang. Siwon tertawa kecil dan ikut berdiri dari duduknya. Menarik tangan gadis itu hingga membuat Yongri menghentikan langkahnya.

“Pintunya di sana dan aku akan mengantarkanmu pulang.” Kata Siwon diakhiri dengan senyum geli.

——

Siwon menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Jinhyuk. Yongri bersiap membuka pintu mobil, sebelum Siwon menahan gerakan gadis itu. Yongri menatap Siwon dengan pandangan bertanya.

“Kau marah?” Tanya Siwon.

“Eo?”

“Kau marah karena aku menciummu?” Siwon memperjelas pertanyaannya.

“Tidak!” Jawab Yongri cepat. Terlampau cepat hingga membuat gadis itu merutuki dirinya sendiri. Bukankah sekarang terlihat sekali bahwa ia senang saat Siwon menciumnya?

“Itu, maksudku adalah–aku–” Yongri menghentikan ucapannya dan menghela nafas panjang, ia menatap Siwon dengan tatapan memelas.

“Bisakah kita tidak membahasnya, ahjussi? Aku benar-benar malu sekarang.” Ujar Yongri sedikit merengek. Siwon tidak dapat menahan senyumnya melihat kejujuran gadis itu. Ia mengusap kepala Yongri dan mengangguk pelan.

“Aku mengerti. Masuklah.” Kata Siwon. Yongri segera turun dari mobil Siwon. Berlari kecil memasukki rumahnya. Ia ingin menenangkan detak jantungnya sekarang. Siwon benar-benar membuatnya tidak dapat bernafas dengan normal.

“Kau baru pulang?” Sebuah suara mengejutkan Yongri membuat gadis itu refleks menghentikan langkahnya yang hendak ke lantai dua. Ia membalikkan badannya dan menemukan Minho beberapa langkah di hadapannya.

“Oppa sudah pulang? Tumben sekali, ini masih sore.” Kata Yongri bingung.

“Pasti karena Keiko eonni ada di rumah ini, makanya kau ingin cepat-cepat pulang. Dasar!” Cibir Yongri.

“Saat aku menghubungimu siang tadi, kau bilang kelasmu baru berakhir. Kenapa kau baru pulang sekarang?” Minho kembali bertanya. Mengabaikan ucapan gadis itu dan tidak ada senyum sama sekali di wajah laki-laki itu. Membuat Yongri semakin kebingungan.

“Ada apa, oppa? Sikapmu aneh. Bukankah biasa jika aku tidak langsung pulang ke rumah ketika kelasku berakhir?” Tanya Yongri balik dengan senyum kecil. Gadis itu kembali membalikkan badannya untuk melanjutkan langkahnya yang tertunda.

“Aku melihatmu di kantor Tuan Choi tadi siang.” Kalimat Minho kali ini sukses kembali menghentikan langkah Yongri. Gadis itu sangat terkejut mendengar ucapan Minho barusan. Selain itu, Yongri tiba-tiba menjadi takut. Ia takut jika Minho tau bahwa gadis itu akhir-akhir ini memang sangat dekat dengan Siwon.

“Kau berbohong padaku.” Ujar Minho lagi.

“Ada apa ini?” Yongri mendongak saat mendengar suara lembut seorang wanita. Keiko menuruni tangga sembari menatap Minho dan Yongri bergantian. Ia melihat ada sesuatu yang tidak beres antara kakak beradik itu. Keiko dapat melihatnya dari wajah Minho yang tidak seperti biasanya. Keiko sangat tau itu.

“Minho, ada apa?” Tanya Keiko lembut sembari memegang lengan laki-laki itu. Minho hanya menghela nafas kasar, tanpa niatan menjawab pertanyaan kekasihnya itu. Seolah mendapat kesempatan untuk menghindar, Yongri segera berlari menaiki tangga dan memasukki kamarnya.

“Ada apa sebenarnya? Kau bertengkar dengan Yongri?” Tanya Keiko untuk kesekian kalinya. Minho masih betah dengan diamnya, sembari menatap tangga. Keiko memegang kedua sisi wajah Minho dan mengarahkan kehadapannya.

“Wajahmu mengerikan. Apa kau tau itu?” Suara lembut Keiko membuat Minho mengendurkan otot wajahnya yang sempat mengeras.

“Aku ingin istirahat. Panggil aku saat makan malam.” Kata Minho sembari mengusap pipi Keiko. Selanjutnya ia segera meninggalkan Keiko sendiri untuk kekamarnya.

——

Keiko mengetuk pintu kamar Yongri, sebelum akhirnya membuka pintu itu. Ia menemukan Yongri sedang duduk di tepi tempat tidur dengan menundukkan kepalanya. Tetapi saat melihat Keiko datang, Yongri mengangkat kepalanya dan tersenyum kecil.

“Masuklah, eonni.” Katanya. Keiko duduk di hadapan Yongri dengan ikut tersenyum.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Keiko penuh perhatian.

“Aku baik-baik saja, eonni.” Jawab Yongri menenangkan. Keiko mengangguk mendengar jawaban Yongri. Ia ingin bertanya tentang apa yang terjadi padanya dan Minho. Tetapi ia takut dianggap terlalu ikut campur dalam masalah keluarga ini. Keiko cukup tau diri bahwa ia hanya sebatas kekasih Minho. Ia belum menjadi bagian keluarga ini. Namun Keiko sangat menyayangi keluarga ini seperti ia menyayangi keluarganya sendiri.

“Eonni..” Panggil Yongri pelan.

“Ya?” Sahut Keiko terkejut.

“Cinta bisa dirasakan oleh siapa saja dan kepada siapa saja ‘kan, eonni?” Tanya Yongri dengan wajah sendu.

“Tentu saja, Yongri-ya. Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa sekarang kau sedang jatuh cinta? Apa itu yang menyebabkan kau dan Minho bertengkar? Ia tidak setuju dengan laki-laki pilihanmu?” Tebak Keiko. Yongri tersenyum miris dan menundukkan kepalanya.

“Jika kau tau dan appa tau siapa laki-laki yang membuatku jatuh cinta, kalian pun tidak akan menyetujuinya.” Ujar Yongri. Keiko mendekatkan duduknya pada Yongri dan mengusap bahu gadis yang sudah dianggapnya sebagai adik itu.

“Siapa laki-laki itu?” Tanya Keiko. Yongri menatap Keiko dengan matanya yang tiba-tiba berkaca-kaca. Yongri takut mengakui itu semua. Namun semakin lama ia semakin yakin dengan perasaannya dan ia ingin mencobanya. Tidak salah, kan?

“Dia teman appa, eonni.” Jawab Yongri setelah lama diam. Cukup membuat Keiko terkejut. Namun gadis keturunan Jepang itu belum terlalu menangkap maksud ucapan Yongri.

“Laki-laki yang memiliki usia hampir sama dengan appa.” Jelas Yongri. Membuat Keiko benar-benar terkejut. Ia bahkan sampai menutup mulutnya dengan tangan. Menatap Yongri dengan pandangan tidak percaya.

“Bagaimana mungkin?” Keiko menyuarakan isi hatinya.

“Aku tidak tau, eonni. Semuanya terjadi dengan sendirinya. Kami sering bertemu dan menjadi dekat. Perasaan itu tumbuh sendiri, eonni. Apa yang harus aku lakukan?” Yongri menggenggam tangan Keiko. Airmatanya sudah sukses mengalir.

“Abeonim tau?” Yongri menggeleng.

“Minho tau?”

“Sepertinya tidak. Hanya saja, hari ini oppa melihatku di kantor ahjussi itu. Dan aku berbohong padanya. Itu yang membuat oppa marah padaku.” Kata Yongri.

“Apa pria itu juga memiliki perasaan yang sama denganmu?” Tanya Keiko. Yongri menyeka airmatanya sebelum menjawab pertanyaan Keiko.

“Sepertinya begitu, eonni. Karena hari ini dia mengajakku ke rumahnya. Rumah yang tidak semua orang-orang terdekatnya tau. Hanya beberapa orang saja. Bukankah itu tandanya aku lebih dari sekedar dekat untuknya, eonni?” Keiko tersenyum mendengar cerita Yongri. Melihat mata Yongri berbinar, membuat Keiko yakin bahwa gadis itu benar-benar telah jatuh cinta. Persis seperti apa yang dirasakannya saat pertama kali jatuh cinta pada Minho.

“Aku rasa dia memiliki perasaan yang sama denganmu.” Tebak Keiko.

“Itu berarti perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan ‘kan, eonni?” Ujar Yongri. Keiko kembali tersenyum dan mengangguk pelan.

“Tapi, eonni.” Kata Yongri dengan wajah yang kembali murung.

“Ada apa?”

“Jangan katakan apapun pada oppa. Tidak sekarang, eonni. Aku benar-benar takut.” Pinta Yongri.

“Tenang saja. Aku tidak akan mengatakan apapun pada Minho. Akan lebih baik jika kau yang memberitahunya sendiri. Bukan aku.” Ucap Keiko.

“Terima kasih, eonni. Terima kasih karena sudah mau mendengarkan ceritaku.”

“Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri.”

“Jika kau menikah dengan oppa, aku akan benar-benar menjadi adikmu.” Goda Yongri membuat Keiko menundukkan kepalanya karena malu. Dan mereka tertawa bersama.

——

Sekretaris Lee menaruh beberapa berkas di atas meja Siwon. Berkas yang membutuhkan tanda tangan laki-laki itu didalamnya. Siwon yang sedang memeriksa beberapa berkas sebelumnya terlihat menghela nafas panjang. Sepertinya pekerjaannya tidak akan berkurang dan malah bertambah. Ini semua karena kemarin ia berbohong pada Yongri, bahwa pekerjaannya telah selesai. Padahal pekerjaan Siwon sedang menumpuk bahkan sekarang kembali bertambah.

“Jonghyun-ah..” Panggil Siwon pada Sekretaris Lee.

“Ya, hyung?” Jawab Sekretaris Lee. Siwon melepaskan pulpen yang sedang dipakainya dan menyandarkan punggungnya pada kursi kerja.

“Kemarin, aku membawanya ke rumahku.” Kata Siwon. Tidak menjelaskan siapa yang dia maksud, namun Sekretaris Lee sangat tau arti ucapan itu.

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku, hyung? Aku bisa mengantarkan kalian.” Kata Sekretaris Lee. Mungkin kalian berpikir bahwa Sekretaris Lee adalah seorang laki-laki berumur dengan perut sedikit buncit dan rambut sedikit yang beruban. Tetapi kalian salah besar. Sekretaris Lee adalah seorang laki-laki tampan dengan usia 28 tahun. Memiliki lesu pipi seperti Siwon, berkulit putih dan rambut tebal berwarna pirang. Lee Jonghyun, nama lengkapnya.

Jonghyun bekerja dengan Siwon saat berusia 18 tahun. Anak panti asuhan yang tidak mengetahui dimana kedua orangtuanya berada. Masih hidupkah atau sudah matikah, Jonghyun tidak memperdulikan itu. Saat tau Jonghyun tidak memiliki orangtua, Siwon dengan segera mengulurkan tangan untuk laki-laki itu. Mengadopsinya menjadi seorang adik yang juga merangkap sebagai sekretaris pribadi. Membiayai seluruh keperluannya, mulai dari keperluan sekolah, kuliah, hingga kebutuhan sehari-hari. Mereka tinggal berasa di apartemen Siwon.

Jonghyun selalu mematuhi apapun yang Siwon katakan. Karena itu bentuk rasa terimakasihnya pada Siwon. Jonghyun yakin, jika bukan karena Siwon, ia tidak mungkin menjadi seperti sekarang. Mungkin ia hanya akan bekerja di restoran kecil atau di cafe-cafe saja. Jonghyun selalu memanggil Siwon dengan panggilan hyung, jika Siwon sudah memanggilnya dengan nama. Dan Jonghyun akan memanggil Siwon dengan panggilan sajangnim, jika Siwon sudah memanggilnya Sekretaris Lee. Mereka sudah saling tau kebiasaan masing-masing. Sudah layaknya seperti kakak dan adik.

“Jika kau mengantarkan kami, kau sama saja mengganggu kencanku.” Balas Siwon. Membuat Jonghyun tertawa kecil.

“Kau benar-benar yakin dengan perasaanmu, hyung?” Tanya Jonghyun penuh perhatian.

“Sepertinya begitu, Jonghyun-ah. Aku benar-benar menginginkannya di dalam hidupku.” Jawab Siwon. Baru saja Jonghyun hendak membalas ucapan Siwon, namun bunyi telepon di atas meja Siwon membuat Jonghyun kembali menutup mulutnya.

“Ada apa?” Tanya Siwon setelah menekan satu tombol.

Tuan Choi Minho dari King Group ingin bertemu dengan Anda, sajangnim.” Jawab Sekretaris Siwon. Sekretaris yang memang dikhususkan untuk mengurus keperluan Siwon di kantor. Berbeda dengan Sekretaris Lee yang selain mengurus keperluan Siwon di kantor, ia juga mengurus keperluan Siwon di luar kantor.

“Kau bisa menyuruhnya masuk.”

Baik, sajangnim.

Siwon menatap Jonghyun dengan alisnya yang terangkat sebelah. Sedikit bingung dengan tujuan Minho datang ke kantornya dan menemuinya. Apa ini ada hubungannya dengan pekerjaan atau hal lain? Entahlah.

“Minho-ssi..” Siwon menyapa saat Minho sudah memasuki ruangannya.

“Apa Anda sedang sibuk, Tuan Choi? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Minho dengan senyum tipis.

“Aku bisa meluangkan sedikit waktuku jika itu memang penting. Silahkan duduk.” Ujar Siwon mempersilahkan. Minho mengangguk dan segera duduk di sofa yang berada di ruangan Siwon.

“Kau bisa tinggalkan kami, Sekretaris Lee.” Kata Siwon.

“Saya permisi, sajangnim.” Pamit Sekretaris Lee dengan membungkukkan badannya pada Siwon dan Minho, sebelum akhirnya menghilang dari ruangan Siwon.

“Kau ingin minum apa? Teh atau kopi?” Siwon menawarkan.

“Tidak perlu, Tuan Choi. Aku rasa, aku tidak akan lama.” Tolak Minho sopan.

“Baiklah. Sepertinya apa yang ingin kau sampaikan cukup serius.” Tebak Siwon.

“Tentu saja. Ini tentang adikku.” Sahut Minho langsung. Membuat Siwon terdiam sesaat. Wajah Minho sekarang terlihat benar-benar serius. Membuat Siwon menerka-nerka dengan apa yang sebenarnya terjadi.

“Yongri?” Siwon seolah meyakinkan dirinya.

“Benar. Dan sapaanmu terhadapnya terdengar akrab sekali, Tuan Choi.” Sindir Minho.

“Tunggu sebentar, Minho-ssi. Sebenarnya apa yang ingin kau katakan padaku?” Siwon mulai tidak suka dengan suasana yang tercipta antara dirinya dan Minho sekarang.

“Kau memiliki hubungan dengan adikku?” Tanya Minho langsung. Membuat Siwon lagi-lagi terkejut. Siwon memang belum menjalin hubungan apapun dengan Yongri. Mereka hanya sebatas dekat. Tetapi, darimana Minho mengetahuinya?

“Hubungan? Tentu saja ada. Yongri adalah anak dari Jinhyuk. Begitupun denganmu.” Jawab Siwon setelah memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Minho.

“Bukan. Bukan hubungan seperti itu yang aku maksud. Lebih dari itu.” Tegas Minho. Siwon tertawa kecil mendengar ucapan Minho. Siwon dapat menarik kesimpulan bahwa Minho tidak suka jika dia berdekatan dengan Yongri. Namun menurut Siwon, itu bukan sesuatu yang akan membuatnya mundur untuk mendapatkannya Yongri.

“Aku rasa itu bukan urusanmu.” Balas Siwon dengan wajah kembali serius. Tidak ada senyum sama sekali.

“Kau tidak lupa bahwa Yongri adalah adikku? Tentu itu merupakan urusanku. Kau bisa bayangkan jika ayahku tau bahwa kau dan adikku menjalin sebuah hubungan, apa yang akan dia lakukan?” Ujar Minho.

“Sepertinya aku perlu mengingatkanmu sesuatu, Minho-ssi. Aku adalah sahabat ayahmu. Tidakkah seharusnya kau menunjukkan sedikit rasa sopanmu padaku?” Siwon terlihat mulai kesal.

“Itu adalah hal yang seharusnya aku ingatkan padamu, Tuan Choi. Kau sahabat ayahku. Memiliki usia yang hampir sama dengannya. Bukankah kau seharusnya lebih tepat menjadi seperti ayah bagiku dan Yongri? Kau tau bahwa kau dan Yongri tidak bisa bersama.” Ucap Minho. Membuat Siwon mengepalkan tangannya menahan amarah. Tidak ada yang bisa mengatur hidupnya. Ia bebas menentukan dengan siapa saja ia ingin hidup bersama.

Siwon berdiri dari duduknya dengan menatap Minho tajam. Begitupun sebaliknya dengan Minho. Tidak ada rasa takut sama sekali melihat tatapan tajam Siwon. Minho hanya merasa harus meluruskan masalah ini sebelum menjadi semakin lanjut.

“Aku sibuk. Kau bisa pergi sekarang.” Kata Siwon mengusir Minho. Ia hanya tidak ingin sesuatu terjadi antara dirinya dan Minho. Siwon menghormati Jinhyuk. Dan ia tidak mungkin mencari masalah dengan anaknya.

Minho berdiri dari duduknya dan tersenyum sinis pada Siwon.

“Aku harap kau mengerti dengan ucapanku. Ayahku tidak akan senang jika dia tau akan hal ini. Jika kau masih ingin menjalin hubungan persahabatan dengannya, ku harap kau menjaga jarak dengan Yongri.” Kata Minho dan segera berlalu dari hadapan Siwon. Sebelum benar-benar keluar dari ruangan Siwon, Minho kembali menatap Siwon yang membelakanginya.

“Maaf atas ketidaksopananku, Tuan Choi. Aku hanya ingin yang terbaik untuk adikku.” Kata Minho menyesal. Laki-laki itu membungkukkan badannya sebentar sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan ruangan Siwon. Siwon kembali mengepalkan tangannya dengan rahang mengeras. Ia tidak akan memperdulikan apapun ucapan Minho. Ia tidak peduli dengan apapun. Siwon akan mundur, jika Yongri sendiri yang memintanya. Selagi Yongri tidak meminta itu, ia tidak akan menjauh dari gadis itu.

Sebuah pesan dari ponsel Siwon, mengalihkan laki-laki itu dari emosinya. Ia segera mengambil ponselnya di atas meja dan melihat siapa yang mengirimkannya pesan. Nama Yongri tertera di sana membuat Siwon tanpa sadar tersenyum lebar.

Aku sedang di lobby kantormu sekarang. Sedang menuju ke ruanganmu. Ku harap kau tidak sedang sibuk, ahjussi. ^.^

Senyum Siwon semakin mengembang saat membaca pesan itu. Itu tandanya ia akan bertemu Yongri sebentar lagi. Tentu saja hal itu membuatnya senang. Namun tiba-tiba senyum Siwon lenyap saat ia mengingat sesuatu. Minho baru saja meninggalkan ruangannya. Dan bukan tidak mungkin bahwa ia akan bertemu dengan Yongri saat di lobby nanti.

Shit!!” Umpat Siwon yang segera keluar dari ruangannya dan segera menuju lift yang sialannya sedang menuju ke bawah. Siwon yakin lift itu sedang membawa Minho di dalamnya.

“Brengsek!” Siwon kembali mengumpat sebelum akhirnya berlari menuju tangga melingkar dan berharap ia bisa lebih dulu mencapai Yongri sebelum Minho.

——

Yongri tersenyum senang setelah mengirimkan sebuah pesan pada Siwon. Gadis itu sekarang tidak akan memperdulikan apapun dan hanya akan berfokus pada Siwon. Apapun pendapat Minho nanti, Yongri tidak akan peduli. Yang menjalani hubungan ini adalah dia dan Siwon. Siapapun tidak berhak mencampurinya termasuk Minho.

Yongri terkekeh geli saat memikirkan belum ada hubungan apapun antara dirinya dan Siwon. Bagaimana mungkin ia sudah memikirkan hal yang tidak-tidak? Tapi entah mengapa Yongri yakin bahwa akan terjalin sebuah hubungan antara ia dan Siwon. Dan Yongri sangat mengharapkan itu benar-benar terjadi.

Yongri menatap tangga melingkar di tengah-tengah lobby Ch Factory. Memikirkan apakah ia akan menggunakan tangga tersebut untuk sampai ke ruangan Siwon. Namun ia segera menggelengkan kepalanya ketika merasa itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Yongri melanjutkan langkahnya dan memutuskan untuk menggunakan lift. Ia sudah berdiri tepat di depan lift dan hanya perlu menunggu lift sampai di bawah.

Bunyi lift yang berdenting membuat Yongri memundurkan sedikit langkahnya. Mengingat mungkin saja ada orang-orang yang akan keluar dari lift tersebut. Dan benar saja, saat melihat pintu lift terbuka, Yongri melihat beberapa orang berada di dalamnya. Sebelum akhirnya pandangannya bertemu dengan Minho. Begitupun sebaliknya. Yongri terpaku sembari memegangi tali selempang tasnya. Jantungnya tiba-tiba berdetak dengan lebih keras. Seperti seseorang yang baru saja tertangkap mencuri sesuatu.

“Min–Minho Oppa..” Ucap gadis itu terbata. Minho menatap Yongri tajam dan berjalan mendekati gadis itu.

“Oppa..” Gumam Yongri.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Minho datar. Tidak mengalihkan sedikitpun pandangannya dari Yongri.

“Aku–”

“Apa pikiranmu benar-benar sudah tidak waras, Choi Yongri?!” Minho mulai marah.

“Oppa, aku–”

“Pulang!” Minho mencengkram pergelangan tangan Yongri. Menarik gadis itu untuk meninggalkan kantor Siwon. Yongri menahan langkahnya membuat Minho menatapnya semakin marah.

“Choi Yongri!!”

——

Siwon sampai di lobby kantornya dengan nafas yang terengah-engah. Memegangi ujung pegangan tangga sembari menatap ke sekelilingnya. Sekretaris Lee yang memang kebetulan sedang berada d lobby dan melihat Siwon, segera menghampiri laki-laki itu.

“Sajangnim, ada apa?” Tanya Sekretaris Lee bingung.

“Yongri.. Hhh.. Kau melihat gadis itu? Hhh..” Siwon bertanya balik.

“Nona Yongri? Tidak. Saya tidak melihatnya.” Jawab Sekretaris Lee.

“Dia ada disini. Cepat temukan dia. Jangan sampai dia bertemu dengan Minho. Cepat!” Bentak Siwon yang mulai merasa panik.

Sekretaris Lee mengangguk dan segera menatap ke kanan dan kirinya. Terlalu banyak orang yang berlalu lalang di lobby ini, membuatnya pusing sendiri. Dan mata Sekretaris Lee terpaku saat melihat gadis yang sedang dicari Siwon. Sayangnya gadis itu tidak sendiri. Apa yang ditakutkan Siwon sepertinya terjadi.

“Sajangnim, Nona Yongri–” tunjuk Sekretaris Lee pada sosok Yongri. Membuat Siwon mengikuti arah tunjuk itu. Dan sesaat kemudian mata Siwon melebar sempurna. Ia kembali mengepalkan tangannya saat melihat kondisi gadis yang mencuri hatinya itu. Sedang di tarik paksa oleh Minho dan Siwon dapat melihat gadis itu meringis sakit sembari mencoba menahan langkahnya.

Siwon dengan segera menghampiri mereka dengan langkahnya yang lebar. Sekretaris Lee mengikutinya dari belakang dengan ekspresi takut. Ia hanya takut terjadi sesuatu pada atasannya itu. Minho menghentikan langkahnya saat melihat sosok Siwon dihadapannya. Sedikit terkejut sebenarnya. Karena yang ia tau Siwon masih berada di ruangannya, saat Minho meninggalkannya.

“Bisa kau lepaskan cengkraman tanganmu padanya, Minho-ssi?” Pinta Siwon.

“Bukan urusanmu.” Tolak Minho.

“Kau menyakitinya.” Balas Siwon. Mencoba menahan emosinya yang benar-benar sudah mencapai batasnya sekarang. Minho melirik Yongri melewati bahunya dan menemukan adiknya itu sedang meringis dengan mata yang berkaca-kaca. Ia mengendurkan cengkramannya namun tidak melepaskan pergelangan tangan itu.

“Minho-ssi, kau hanya salah paham.” Kata Siwon.

“Apa maksudmu?” Tanya Minho.

“Aku dan Yongri tidak memiliki hubungan apapun seperti yang kau tuduhkan. Kami hanya berteman dan aku hanya ingin membantu kuliahnya karena dia adalah anak Jinhyuk, sabahatku.” Jawab Siwon dan membuat Minho mengerutkan keningnya. Berbeda halnya dengan Yongri yang terlihat terkejut dengan jawaban Siwon. Apa maksudnya itu? Hanya ingin membantu? Yongri bahkan tidak pernah meminta bantuan Siwon sedikitpun. Okay, Yongri mulai tidak suka dengan jawaban Siwon barusan.

“Kau tidak perlu sampai seperti itu untuk menentang hubunganku dan Yongri. Karena memang tidak ada apapun di antara kami.” Jelas Siwon lagi.

“Ahjussi..” Yongri tidak dapat menahan dirinya untuk tidak bersuara. Tidak ada apapun? Lalu apa maksud ciuman Siwon kemarin padanya? Maksud Siwon menunjukkan rumah pribadi itu apa? Yongri melepaskan tangannya dari tangan Minho dengan paksa. Membuat Minho terkejut dan menatapnya langsung. Sedangkan Yongri lebih memilih menatap Siwon dengan tajam.

“Dia benar, oppa. Kami memang tidak memiliki hubungan apapun. Niatku untuk datang ke sini adalah ingin meminta bantuannya untuk tugasku. Tidak lebih.” Kata Yongri dengan menekankan kata bantuan. Ia bahkan tidak sadar dengan airmata yang telah mengalir dipipinya. Membuat Siwon terperangah melihat gadis itu menangis. Siwon tidak bermaksud menyakitinya ia hanya terpaksa melakukannya.

“Tetapi sepertinya ia sedang sibuk. Dan aku akan mengerjakan tugasku sendiri. Aku akan pulang sekarang. Kau tidak perlu mengantarku, oppa. Aku bisa pulang sendiri. Permisi.” Yongri menyeka airmatanya dan segera berlalu dari hadapan Siwon dan Minho. Membuat Minho kebingungan melihat sikap gadis itu. Sebenarnya ada apa? Itulah yang ada dipikiran Minho sekarang. Tanpa mampu mengatakan apa-apa, Minho segera berlari untuk mengejar Yongri. Meninggalkan Siwon yang terlihat frustasi dengan apa yang baru saja ia lakukan. Laki-laki itu mengusap wajahnya dengan kasar.

“Anda baik-baik saja, sajangnim?” Tanya Sekretaris Lee pelan. Siwon tidak memperdulikan pertanyaan Sekretaris Lee dan hendak kembali ke ruangannya. Namun langkahnya terhenti saat melihat beberapa pegawainya sedang menatapnya dengan penuh rasa ingin tau. Membuat emosi laki-laki itu kembali terpancing.

“APA YANG KALIAN LIHAT?! CEPAT KEMBALI BEKERJA!!” Bentak Siwon. Membuat mereka dengan segera berlari kesana kemari untuk melanjutkan pekerjaannya.

——

Yongri membuka pintu rumah dengan kasar sembari menangis. Gadis itu menyeka airmatanya berkali-kali, namun berkali-kali juga airmatanya turun. Dibelakangnya, Minho mengikuti gadis itu seperti hendak meminta penjelasan padanya.

Keiko yang baru muncul dari dapur di buat terkejut saat melihat adik kekasihnya itu sedang berurai airmata. Membuat Keiko dengan segera menghampirinya dengan pandangan bingung.

“Ada apa, Yongri? Kenapa kau menangis?” Tanya Keiko.

“Aku ingin istirahat, eonni.” Jawab Yongri dengan sesegukan. Meninggalkan Keiko dan segera menuju kamarnya. Keiko menghampiri Minho dengan langkah seribu.

“Apa yang terjadi pada Yongri? Apa yang kau lakukan padanya, Minho-ya?” Tuduh Keiko.

“Aku tidak tau apa yang terjadi, Kei. Aku benar-benar tidak mengerti.” Kata Minho membela diri.

“Tapi kau datang bersamanya. Kau pasti tau apa yang terjadi.” Bantah Keiko.

“Aku memang datang bersamanya karena aku bertemu dengannya di kantor teman abeoji. Aku ingin marah padanya karena aku pikir dia menjalin hubungan dengan teman abeoji itu. Tapi ternyata, mereka berdua mengatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan apapun. Dan tiba-tiba saja Yongri menangis. Katakan dimana letak kesalahanku, Kei?” Minho terlihat putus asa.

“Mereka berkata seperti itu pasti karena ingin menghindari masalah denganmu, Minho. Di sanalah letak kesalahanmu. Tidak seharusnya kau mencampuri urusan mereka. Biarkan saja mereka melakukan apapun yang mereka mau. Mereka sudah dewasa dan tau apa yang terbaik untuk mereka.” Keiko menceramahi kekasihnya. Membuat Minho menatapnya dengan kesal.

“Kau salah, Kei. Aku tidak akan mencampuri urusan Yongri, jika dia bergaul dengan laki-laki seusianya. Tapi kau tidak tau laki-laki seperti apa yang sedang dekat dengannya sekarang. Dia–”

“Teman abeonim?” Potong Keiko langsung.

“Memiliki usia yang hampir sama dengan abeonim? Lalu dimana letak kesalahannya, Minho-ya?” Lanjut Keiko.

“Kei..” Minho terlihat bingung dengan sikap kekasihnya itu. Apa dia berniat untuk membela Yongri?

“Cinta tidak mengenal usia, asal kau tau. Yongri dan teman abeonim pun mungkin tidak menginginkan hal ini, tetapi keduanya sama-sama terjebak. Terjebak oleh perasaan yang tidak bisa mereka hindari. Jika teman abeonim bisa membuat Yongri bahagia, tidak ada yang salah dengan itu.” Jelas Keiko.

“Abeoji tidak akan mengizinkannya.” Kata Minho yakin. Membuat Keiko terdiam sebentar. Jika disuruh menebak pun, ia akan setuju dengan ucapan Minho barusan.

“Jika kau sudah tau seperti itu, bukankah cukup abeonim saja yang tidak mengizinkannya? Bukankah kita lebih baik mendukungnya?” Ujar Keiko memberikan saran.

“Apa kau yakin dengan ucapanmu barusan, Kei?” Tanya Minho ragu.

“Aku saja mempercayai semua yang Yongri lakukan. Kau yang sebagai kakak kandungnya tidak mungkin tidak bisa melakukannya. Hanya cukup memberikan dukungan dari belakang, sayang.” Kata Keiko dengan mengusap pipi Minho. Minho diam sembari memikirkan semua ucapan Keiko. Ia tidak yakin dengan apa yang diucapkan oleh kekasihnya itu. Tetapi disisi lain apa yang dikatakan oleh Keiko ada benarnya. Jika ayahnya tidak mengizinkan itu, haruskah ia melakukan hal yang sama? Sepertinya itu bukan keputusan yang benar.

“Baiklah. Aku akan mencoba untuk memberikan dukungan pada Yongri.” Putus Minho akhirnya. Membuat Keiko tersenyum dan memberikan ciuman mesra di bibir laki-laki itu.

“Itu baru kekasihku.” Bisik Keiko. Minho membalas ciuman Keiko, sebelum akhirnya menarik tangan gadis itu menuju ke lantai dua.

“Eh? Mau kemana?” Tanya Keiko bingung.

“Menghabisimu di ranjang, tentu saja.” Jawab Minho membuat pipi Keiko merona.

“Kau tidak bekerja?” Keiko melirik jam dinding yang baru menunjukkan pukul 2 siang.

“Aku mungkin hanya terkena sedikit omelan dari abeoji. Tetapi aku akan mendapatkan kenikmatan darimu. Tentu saja aku akan lebih memilih yang terakhir.” Kata Minho dan langsung menarik Keiko ke dalam kamarnya. Tidak lupa dengan mengunci pintunya.

——

Yongri menangis sesegukan di kamarnya. Melempar semua bantal dan boneka yang berada di atas ranjang. Ia benar-benar merasa sedih sekarang. Siwon benar-benar keterlaluan menurutnya. Laki-laki itu telah membuatnya melambung tinggi dan sekarang di jatuhkan begitu saja. Tidak memikirkan bagaimana rasa sakit yang dialami olehnya.

“Keterlaluan..” Isak gadis itu dengan mengambil tissu dan mengelap airmatanya. Namun sayangnya airmatanya tidak berhenti mengalir dan malah semakin semangat turun.

Bagaimana gadis itu tidak menangis? Yongri berpikir bahwa Siwon benar-benar memiliki perasaan padanya. Laki-laki itu memperlakukannya dengan sangat special. Membuat dirinya benar-benar telah berharap lebih. Tapi apa yang didapatkannya hari ini? Siwon malah mengatakan omong kosong yang bahkan Yongri sendiri pun tidak pernah memikirkannya.

“Bantuan kuliah? Cih!” Yongri mencibir. Sedikitpun Yongri tidak pernah meminta Siwon membantunya. Justru ia menolak saat Siwon menawarkan bantuan padanya. Dengan alasan bahwa ia masih mempunyai Jinhyuk dan Minho. Yongri benar-benar tidak habis pikir dengan pikiran Siwon. Kisah cintanya bahkan belum dimulai dan ia sekarang harus merasakan patah hati.

Ponsel gadis itu berbunyi membuat Yongri terkejut. Ia mengabaikan ponsel yang ia letakkan di atas meja nakas itu. Karena ia benar-benar tidak ingin berbicara pada siapapun sekarang. Tapi bunyi ponsel yang terus memekakkan telinga, membuat Yongri menjadi kesal. Ia mengambil ponselnya dengan kasar dan melihat siapa yang telah mengganggunya.

Siwon Ahjussi’s calling…..

Yongri menjadi semakin kesal saat melihat siapa yang meneleponnya. Untuk apa lagi Siwon menghubunginya? Itulah yang ada dipikiran Yongri. Apa belum cukup Siwon membuatnya sedih dengan semua omong kosongnya di hadapan Minho tadi? Yongri mendiamkan panggilan itu hingga mati sendiri. Namun beberapa saat kemudian kembali berbunyi dengan panggilan yang sama. Membuat Yongri dengan marah menjawab teleponnya.

Yongri–

“Jangan pernah meneleponku lagi! Aku benar-benar membencimu, ahjussi!!” KLIK! Yongri memaki Siwon tanpa niatan mendengarkan apapun dari Siwon. Ia benar-benar marah sekarang.

Yongri membanting dirinya di atas tempat tidur dengan tangis yang semakin menjadi. Pupus sudah harapannya untuk menjadi kekasih Siwon. Yongri tidak menyangka jika jatuh cinta bisa membuatnya patah hati seperti ini. Pertama kalinya ia jatuh cinta dan sudah harus mengalami pahitnya cinta. Jika tau seperti itu, Yongri benar-benar tidak mau mengenal yang namanya cinta.

——

–To Be Continued–

Advertisements

56 thoughts on “Forbidden Love – Part 4

  1. waktu siwon kiss yongri, q ikut deg2an. waktu minho ketemu yongri di kantor siwon, q jg deg2an. waktu yongri nangis gara2 ucapan siwon, q ikutan sedih, seperti diriku sendiri yg patah hati.
    intinya, author sukse nyampein perasaan si tokoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s