He is Vampire – Part 7 END

Author : Choineke

Title : He is Vampire

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Super Junior’s members

Genre : Romance, Fantasy, Thriller, and Action

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Siwon mendobrak pintu rumah Jungsoo, hingga pintu tersebut terlepas dari tempatnya. Memasuki rumah itu dengan kemarahan yang memuncak. Jika Siwon manusia, wajahnya pasti sudah memerah akibat aliran darahnya yang mengalir dengan deras. Sayangnya ia hanya seorang vampire, sehingga wajahnya masih terlihat biasa saja. Padahal Siwon sudah bersiap membunuh Jungsoo saat ini juga. Ia benar-benar akan melupakan fakta bahwa Jungsoo adalah ayahnya.

Tidak ada siapapun saat Siwon memasuki rumah Jungsoo. Terlihat sepi seperti tidak pernah ditinggali sebelumnya. Siwon melesat ke sana kemari untuk mengecek setiap ruangan yang ada di rumah Jungsoo. Dan laki-laki itu menggeram saat tidak menemukan keberadaan Yongri di sana.

“PARK JUNGSOO BRENGSEK!!” Teriak Siwon sembari melempari seluruh barang yang ada di sana. Membuat rumah Jungsoo seperti kapal pecah.

——

Donghae, Eunhyuk, Kyuhyun, dan Ryeowook terlonjak dari duduk mereka, saat mendengar suara pintu rumah yang terbuka dengan keras. Keempatnya dengan cepat melesat dan melihat apa yang terjadi. Mereka menemukan Siwon yang tengah mengepalkan tangannya. Terlihat sangat emosi di mata mereka.

“Hei, apa yang terjadi?” Tanya Donghae pelan.

“Aku benar-benar ingin membunuh Jungsoo. AKU AKAN MEMBUNUH JUNGSOO!!” Siwon kembali melampiaskan kemarahannya. Kembali melempari beberapa barang yang berada di dekatnya. Kyuhyun dan Eunhyuk mendekati Siwon, menahan laki-laki itu menghentikan aksi kemarahannya.

“Siwon, ada apa?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Jangan seperti ini. Ceritakan kepada kami.” Kata Eunhyuk yang masih memegangi Siwon. Laki-laki itu terlihat terus memberontak. Bola matanya telah berubah menjadi berwarna merah. Terdengar geraman dari mulut laki-laki itu.

“Aku akan membuatmu pingsan jika kau tidak menenangkan dirimu, Siwon.” Ancam Kyuhyun. Siwon kembali menggeram dan lama kelamaan menjadi tenang. Bola matanya telah kembali berubah warna. Membuat Kyuhyun dan Eunhyuk dengan perlahan melepaskan pegangan mereka. Keempatnya menatap Siwon dengan pandangan ingin tau. Berharap Siwon segera menceritakan kepada mereka apa yang terjadi.

“Jungsoo membawa Yongri.” Kata Siwon pelan.

“APA?!” Teriak keempatnya secara bersamaan.

“Dan sekarang aku tidak tau dimana keberadaan Jungsoo. Aku sudah mengecek rumahnya dan tidak ada siapapun di sana. Anak buahnya pun tidak ada!” Kesal Siwon.

“Bagaimana ini? Bagaimana jika Jungsoo membunuh Yongri?” Kata Siwon khawatir.

“Mungkin Jungsoo akan menuruti keinginan Yongri untuk mengubahnya menjadi vampire.” Kata Ryeowook berpendapat. Siwon menggeleng tegas.

“Itu tidak mungkin. Jika Yongri menjadi vampire, aku dan Yongri bisa hidup bersama. Dan itu tidak akan menguntungkan untuk Jungsoo.” Jelas Siwon.

“Kesempatannya untuk membawaku kembali menjadi lebih kecil.” Lanjutnya. Donghae, Eunhyuk, Kyuhyun, dan Ryeowook terlihat mencerna ucapan Siwon. Sebelum akhirnya mereka mengangguk setuju. Yongri merupakan alasan terbesar Siwon tidak mau kembali pada Jungsoo. Jika Yongri mati, kesempatan Siwon untuk kembali padanya akan semakin besar.

“Kau benar.” Desis Donghae.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” Tanya Eunhyuk.

“Apa ada kemungkinan Jungsoo akan menghubungimu, Siwon-ah? Melakukan penawaran mungkin.” Ujar Donghae. Siwon menatap Donghae dan memikirkan kemungkinan yang dibicarakan laki-laki itu. Mungkinkah?

“Aku tidak tau, Donghae-ya. Aku benar-benar tidak bisa berpikir sekarang. Otakku benar-benar dipenuhi oleh Yongri. Aku takut Jungsoo membunuhnya.” Ucap Siwon.

“Tidak. Tidak. Jangan berpikir seperti itu. Yongri tidak akan mati di tangan Jungsoo.” Kata Kyuhyun menenangkan.

“Jika menemukannya, aku akan membunuh Jungsoo.”

——

Di sebuah tempat, terdapat gedung yang berdebu, lembab, dan bau serta penerangan yang hanya seadanya. Tempat yang terlihat terpencil dan jauh dari kehidupan masyarakat. Tikus dan kecoa terlihat terus berkeliaran di ruangan tersebut. Seolah sedang menunggu makanan yang mungkin akan diberikan oleh mahluk-mahluk yang menggunakan ruangan tersebut.

Seorang gadis terlihat diikat pada sebuah tiang yang berdiri tegak di dalam ruangan tersebut. Wajah cantiknya terlihat kotor akibat debu dan entah apa lagi yang melekat di sana. Lehernya terdapat luka yang terus mengeluarkan darah walaupun dalam jumlah yang tidak banyak. Bukan hanya leher, hampir seluruh tubuhnya terdapat luka. Kepala gadis itu terkulai lemas. Ia tidak pingsan, hanya saja ia sudah tidak memiliki banyak tenaga lagi.

“Kau belum boleh mati.” Ujar sebuah suara. Disusul dengan siraman air pada tubuh gadis itu. Membuatnya terkesiap merasakan dinginnya air serta perih pada luka-luka di tubuhnya.

“Hei, cantik. Buka matamu.”

“Aku bilang buka matamu, Choi Yongri!” Sebuah tamparan mendarat di pipi Yongri. Membuat gadis itu mengerang kesakitan.

“Bunuh..aku..” Ujar Yongri lemas.

“Tidak. Jika aku membunuhmu, Siwon tidak akan dengan mudah mau kembali padaku. Tetapi jika melihatmu tersiksa seperti ini, mungkin ia akan memikirkannya.”

Yongri memaksakan kepalanya mendongak untuk menatap mahluk mengerikan yang berdiri di hadapannya sekarang. Mahluk yang tengah menyeringai sembari membalas tatapan matanya.

“Park Jungsoo..” Ujar Yongri.

“Ubah..aku..menjadi..vampire..” Pinta Yongri. Membuat mata Jungsoo sedikit melebar mendengarnya.

“Apa? Apa yang baru saja kau katakan, cantik?” Tanya Jungsoo memastikan.

“Aku..mau..menjadi..vampire..” Ulang Yongri.

“Wow! Kau benar-benar gadis cantik yang menakjubkan.” Kata Jungsoo kagum.

“Jadi, katakan padaku alasan kau ingin menjadi vampire, cantik.” Kata Jungsoo. Shindong membawa sebuah kursi kayu dan menaruhnya di belakang Jungsoo. Jungsoo duduk di hadapan Yongri dan menatap gadis itu penuh minat.

“Jika aku menceritakannya, apa kau akan mengubahku?” Tanya Yongri. Jungsoo terlihat berpikir dan kembali menyeringai.

“Kita lihat saja nanti.” Jawab laki-laki itu.

“Aku ingin hidup bersama Siwon. Siwon mengabaikanku karena aku seorang manusia.” Ujar Yongri. Jungsoo mengangguk-anggukkan kepalanya seolah mengerti dengan cerita gadis itu. Jungsoo tersenyum sinis dan menatap Yongri dengan pandangan mengejek.

“Kau benar-benar gadis bodoh. Kau itu cantik. Pasti banyak manusia berjenis kelamin laki-laki yang mau padamu. Bagaimana mungkin kau menggantungkan hidupmu pada Siwon yang kaku seperti itu?!” Ucap Jungsoo tak percaya.

“Siwon itu anakmu. Tidak sepantasnya kau berbicara seperti itu!” Geram Yongri di sisa-sisa tenaganya. Jungsoo hanya tersenyum mengejek saat melihat Yongri marah.

“Cepat ubah aku menjadi vampire.” Desak Yongri. Jungsoo berdiri dari duduknya. Menghampiri Yongri dengan langkah pelan. Jungsoo membelai pipi Yongri yang kotor akibat ulahnya.

“Tidak semudah itu, sayang.” Bisik Jungsoo. Tangan Jungsoo merambat ke bawah. Memegang tengkuk gadis itu. Membuat Yongri meringis karena tangan Jungsoo mengenai luka dilehernya.

“Aku masih ingin bermain-main sebentar denganmu.” Kata Jungsoo sembari mendekati wajahnya pada leher Yongri. Mata laki-laki itu berkilat merah. Ia menjulurkan lidahnya dan menjilati darah Yongri yang keluar. Membuat Yongri kembali meringis karena lehernya benar-benar terasa panas dan perih. Airmata gadis itu terus menetes sebagai pelampiasan rasa sakitnya.

“Benar-benar manis.” Bisik Jungsoo. Jungsoo kembali membuat luka baru di leher Yongri. Darah segar mulai mengalir dari luka yang dibuat oleh Jungsoo. Tanpa menunggu apapun, Jungsoo langsung menyesap darah itu seolah sudah tidak meminum darah selama berminggu-minggu. Padahal ia baru saja meminum darah Yongri.

“Hen–henti–kan..” Ucap Yongri lemah. Jungsoo menghentikan kegiatannya dan menjauhkan wajahnya dari wajah Yongri. Matanya telah kembali seperti semula. Bibir laki-laki itu berwarna merah akibat darah Yongri.

“Aku selalu lupa jika tidak boleh membunuhmu sekarang. Ini semua gara-gara darah sialanmu itu yang terlalu enak.” Umpat Jungsoo. Ia segera berbalik dan berjalan menjauhi Yongri.

“Jaga dia.” Pesan Jungsoo pada semua anak buahnya yang berada di sana.

“Dan ingat! Tidak ada yang boleh mencicipi darahnya. Jika kalian melanggar perintahku, bersiaplah menjadi debu.” Ancam Jungsoo. Jungsoo segera melesat dari ruangan itu dan entah pergi kemana.

——

Kyuhyun melempari sekantong darah kepada Siwon yang langsung ditangkap oleh laki-laki itu. Siwon menatap kantong darah itu tanpa minat dan setelahnya melemparnya ke dinding. Membuat dinding yang semua berwarna putih menjadi berwarna merah. Kyuhyun terkejut melihat apa yang baru saja Siwon lakukan.

“Apa yang kau lakukan?!” Pekik Kyuhyun.

“Aku tidak membutuhkan itu.” Desis Siwon.

“Tetapi kau sudah tidak makan beberapa hari, Siwon-ah. Paling tidak kau harus mengisi sedikit perutmu.” Kata Kyuhyun.

“Apa kau pikir aku masih dapat menikmati darah itu, saat aku tidak tau dimana keberadaan Yongri sekarang?” Tanya Siwon kesal.

“Melihat darah itu, membuatku membayangkan bahwa darah Yongri sedang berceceran sekarang!”

“Tapi kau tidak akan bisa menghadapi Jungsoo jika tubuhmu lemah. Kau tidak bisa keras kepala di saat-saat seperti ini.” Kyuhyun masih tidak mau mengalah.

“Cih! Lebih baik kau keluar sekarang. Tidak perlu mengecekku setiap menit. Karena aku tidak akan mati sebelum Jungsoo yang mati.” Ujar Siwon. Bukannya keluar, Kyuhyun justru duduk di hadapan Siwon. Seolah tidak takut sama sekali dengan ucapan laki-laki itu.

“Kau mencintai Yongri, kan? Apa kau tidak bisa menggunakan telepati atau hal semacam itu?” Tanya Kyuhyun serius.

“Aku ini vampire, Cho Kyuhyun. Bukan paranormal.” Decak Siwon kesal.

“Benar juga.” Gumam Kyuhyun.

“Jungsoo pasti menyembunyikan Yongri di tempat terpencil. Laki-laki itu benar-benar licik. Melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya.” Ujar Kyuhyun.

Siwon tidak memperdulikan ucapan Kyuhyun dan sibuk memikirkan bagaimana keadaan Yongri saat ini. Siwon benar-benar berharap Yongri dapat bertahan hingga ia datang untuk menyelamatkannya. Dan Siwon berjanji akan mengatakan tentang perasaannya pada gadis itu. Ya, Siwon berjanji pada dirinya sendiri. Jika Yongri bisa bertahan, Siwon tidak akan membohongi perasaannya lagi.

Siwon mengeluarkan ponselnya dari saku celana, saat merasakan ponsel itu bergetar. Mata Siwon hampir keluar karena terkejut, ketika melihat siapa yang menghubunginya sekarang.

“Brengsek!!”

Sapaan yang manis sekali, anakku.

“Kau dimana? Dimana Yongri?!”

Yongri? Dia bersamaku tentu saja.

“Ini urusanku denganmu! Jangan menyakitinya.”

Kau salah, anakku. Ini menjadi urusannya juga karena dia begitu berpengaruh untukmu. Bukan begitu?

“Katakan kau dimana sekarang? Aku akan menemuimu, brengsek!”

Tidak sekarang, Choi Siwon. Setelah aku bosan dengan gadis ini, aku akan memberitahukanmu keberadaanku.

“Aku akan benar-benar membunuhmu jika kau menyakiti Yongri.”

Bagaimana ini? Seluruh tubuh gadismu penuh luka. Kau pasti akan ngeri melihatnya. Tetapi aku masih baik karena belum membunuhnya.

“….”

Oh, ya. Aku dengar dia ingin menjadi vampire. Bagaimana jika aku mengubahnya menjadi vampire? Bukankah akan menarik?

“JANGAN!! Aku mohon jangan, Park Jungsoo.”

Wow?! Kau memohon padaku? Apa aku tidak salah dengar? Gadis ini benar-benar berpengaruh untukmu ternyata.

“Aku mohon jangan menyakitinya. Aku akan melakukan apapun yang kau mau. Tapi jangan libatkan Yongri. Aku mohon.”

Seharusnya kau seperti ini saat itu! Tidak perlu menunggu aku menyiksa gadismu seperti ini. Dasar bodoh!

“Kau dimana? Aku akan menemuimu.”

Tidak. Sudah aku katakan tidak sekarang. Aku akan menghubungimu jika sudah saatnya.

“Jungsoo!! Park Jungsoo! PARK JUNGSOO!!”

“AAAKKHHHH!!” Teriak Siwon sembari melempar ponselnya hingga hancur berantakan. Membuat Kyuhyun menatapnya dengan terkejut namun tidak bisa berbuat apa-apa. Entah apa yang sudah dilakukan Jungsoo pada Yongri. Yang pasti itu sudah membuat Siwon benar-benar murka sekarang.

——

Kyuhyun menghampiri Eunhyuk, Donghae, dan Ryeowook di ruang tengah. Ketiga orang itu menatap Kyuhyun dengan wajah ingin tau. Berharap Kyuhyun mendapatkan sesuatu saat berbicara dengan Siwon tadi. Karena sejujurnya mereka sedikit ragu untuk mendekati Siwon sekarang. Laki-laki itu terlihat benar-benar mengerikan jika sedang marah.

“Bagaimana?” Tanya Eunhyuk ketika Kyuhyun sudah bergabung dengan mereka.

“Mengerikan.” Jawab Kyuhyun terdengar ambigu.

“Apa maksudmu? Jangan membuat kami bingung!” Kata Ryeowook kesal.

“Siwon bahkan tidak tertarik dengan darah yang ku bawa. Ia melemparnya begitu saja hingga darah itu berceceran di lantai kamarnya.” Jelas Kyuhyun.

“Dan yang lebih membuat Siwon marah adalah Jungsoo baru saja menghubunginya.”

“Apa?! Lalu bagaimana? Siwon sudah tau dimana Yongri?!” Tanya Donghae.

“Kalau Siwon tau, ia tidak akan marah, Donghae-ya.” Jawab Kyuhyun.

“Lalu?”

“Jungsoo sepertinya tidak mau memberitahukan dimana keberadaan Yongri sekarang. Dan sepertinya Jungsoo menyiksa gadis itu.” Ucap Kyuhyun.

“Bagaimana keadaan gadis itu sekarang?” Gumam Eunhyuk.

“Kasihan sekali Yongri. Ia harus ikut terlibat di antara pertengkaran ayah dan anak.” Ujar Ryeowook.

“Siwon bahkan sudah memohon pada Jungsoo. Tetapi sepertinya Jungsoo sudah tidak peduli sama sekali. Ck! Masalah ini semakin rumit.” Decak Kyuhyun.

“Sebenarnya apa yang diinginkan Jungsoo sekarang? Aku ingin sekali merobek dadanya itu.” Geram Eunhyuk.

“Sebelum kau merobeknya, Jungsoo akan merobek dadamu lebih dulu.” Sambar Donghae.

“Aku khawatir pada Yongri. Tetapi aku juga khawatir pada Siwon. Jika ia tidak meminum darah, tubuhnya akan semakin lemah. Jika ia memaksakan diri melawan Jungsoo saat tubuhnya lemah seperti itu, aku takut Siwon terluka.” Ungkap Kyuhyun.

“Apa tidak ada sesuatu yang bisa kita lakukan sekarang?” Lirih Ryeowook kecewa.

“Sepertinya tidak ada.” Sahut Eunhyuk.

Tiba-tiba perhatian mereka teralihkan oleh langkah kaki yang terdengar tergesa-gesa. Membuat mereka mencari asal suara kaki itu yang ternyata adalah Siwon. Siwon terlihat menghampiri mereka. Tidak! Siwon bukan menghampiri keempatnya, tetapi menghampiri Ryeowook. Membuat Ryeowook serta yang lainnya menatap Siwon dengan bingung.

“Ada apa?” Tanya Ryeowook.

“Kau pernah bekerja dengan Jungsoo sebelum ke sini. Kau pasti tau di mana keberadaan Jungsoo.” Jawab Siwon. Membuat mata Ryeowook membesar karena terkejut. Bagaimana mungkin Siwon dapat berpikir seperti itu? Itulah yang ada dipikiran Ryeowook saat ini.

“Aku tidak tau.” Kata Ryeowook. Siwon mencengkram kaos Ryeowook hingga membuat laki-laki itu terpaksa berdiri dari duduknya. Membalas tatapan Siwon yang terlihat sangat marah.

“Bohong! Kau pasti tau. Kau anak buahnya dulu!” Bentak Siwon.

“Aku memang anak buahnya, tetapi ini pertama kalinya Jungsoo menculik seorang manusia! Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Jadi, aku tidak tau!” Tegas Ryeowook. Siwon masih terlihat tidak percaya dan semakin mengeratkan cengkramannya.

“Siwon, jangan seperti ini. Kalau Ryeowook tau, dia pasti sudah memberitahukannya pada kita.” Tegur Donghae. Siwon melepaskan cengkramannya dan sedikit mendorong Ryeowook, membuat laki-laki itu terduduk kembali di sofa. Ryeowook melirik Siwon dengan kesal. Haruskah Siwon melampiaskan kemarahan padanya?

“Hilangkan kemarahanmu dan cobalah berpikir dengan kepala dingin. Kemarahanmu tidak akan membuat kau menemui keberadaan Yongri.” Kata Donghae. Membuat Siwon menatapnya dengan pandangan tajam.

“Aku tidak butuh ceramahmu!” Ucap Siwon pelan namun tajam.

“Aku bukan ceramah! Aku mengatakan yang sebenarnya. Kau pikir saja sendiri, dengan kau marah-marah ke sana kemari, apa kau tau keberadaan Yongri sekarang?” Sindir Donghae membuat Siwon diam. Sial! Perkataan Donghae ada benarnya. Namun bukan Siwon jika ia mengakui hal itu begitu saja.

“Kalian tau Jongwoon anak buah Jungsoo?” Tanya Eunhyuk tiba-tiba. Membuat mereka menatapnya.

“Ada apa dengannya?” Tanya Siwon balik.

“Aku tau kebiasaan laki-laki itu menghabiskan waktu.” Jawab Eunhyuk.

“Lalu?”

“Jika aku mengikutinya, mungkin kita bisa tau dimana Yongri berada.” Kata Eunhyuk. Membuat Siwon menggeleng.

“Mereka tidak akan memiliki waktu untuk seperti itu sekarang. Jungsoo pasti menyuruh mereka menjaga Yongri yang entah di mana.” Ucap Siwon yakin.

“Siwon benar.” Sahut Kyuhyun.

“Tetapi tidak ada salahnya kau coba, Eunhyuk-ah.” Ujar Ryeowook.

“Aku pergi dulu. Aku akan mengabari kalian jika menemukan sesuatu.” Kata Eunhyuk yang kemudian langsung melesat dari sana. Menyisakan angin-angin akibat kepergiannya yang terlalu cepat.

——

Jungsoo memasuki gedung terpencil itu. Di sambut oleh harumnya darah Yongri, yang membuat laki-laki itu sedikit lapar. Anak buahnya terlihat sedang berdiri di pojokkan sembari menatap kedatangan Jungsoo. Jungsoo tersenyum sekilas kepada mereka, sebelum akhirnya menghampiri Yongri yang sedang tertunduk.

“Hei..” Panggil Jungsoo. Tidak ada tanggapan apapun dari Yongri.

“Choi Yongri..” Panggil Jungsoo lagi.

“Eungg..” Erang Yongri menanggapi panggilan Jungsoo. Jungsoo menarik rambut Yongri ke belakang sehingga ia bisa menatap wajah gadis itu. Wajah Yongri luar biasa pucat. Sama persis seperti seorang mayat. Jika saja ia tidak bersuara, mungkin Jungsoo akan berpikir ia sudah mati.

“Tidak bisakah kau bertahan sebentar lagi?! Kau belum boleh mati! Aku harus menunjukkan keadaanmu ini kepada Siwon.” Kata Jungsoo. Yang lagi-lagi tidak ditanggapi apapun oleh Yongri. Gadis itu hanya sibuk membuka dan menutup kedua matanya. Serta sesekali meringsi merasakan sakit dari ujung kepala hingga kakinya.

“Jika kau mati, ini tidak akan seru lagi.” Lanjut Jungsoo. Laki-laki itu berdecak dan melepaskan jambakannya pada rambut Yongri. Membuat kepala itu kembali tertunduk tak berdaya.

“Ck! Benar-benar menyusahkan.” Gumam Jungsoo.

“Jika bukan karena Siwon, aku juga tidak mau melakukan kelakuan manusia seperti ini. Menyiksa orang untuk mendapatkan sesuatu. Semua karena laki-laki keras kepala itu.” Kata Jungsoo.

“Ponselku!” Ucap Jungsoo pada anak buahnya. Membuat Youngwoon langsung melesat ke hadapannya dan memberikan ponsel laki-laki itu. Jungsoo mengambil ponselnya dari tangan Youngwoon, dan langsung menghubungi Siwon. Ia harus cepat-cepat melakukannya sebelum Yongri mati.

“Padahal aku masih ingin bermain-main dengannya.” Gumam Jungsoo kesal.

Dimana Yongri, brengsek?!” Umpatan Siwon menyambut telinga Jungsoo. Membuat laki-laki itu melirik ponselnya dengan kesal.

“Teruslah mengumpatku hingga kau puas. Aku hanya tinggal menjentikkan jariku, maka gadismu ini akan mati.” Ancam Jungsoo. Tidak ada sahutan apapun dari Siwon. Sepertinya laki-laki itu takut mendengar ancaman Jungsoo.

“Kau tau? Gadismu ini sudah hampir mati. Benar-benar menyebalkan. Padahal aku masih ingin bermain-main dengannya.”

Katakan saja intinya!

“Aku akan izinkan kau datang untuk melihatnya. Siapa tau ini saat terakhir kau bertemu dengannya.”

Dimana? Katakan dimana?!

“Di daerah Busan, pernah terjadi kebakaran besar di sebuah gudang penyimpanan bahan-bahan kimia. Aku tidak akan memberitahumu alamat lengkapnya. Kau bisa mencarinya sendiri. Datang secepat yang kau bisa, karena aku tidak tau seberapa lama lagi gadis ini akan bertahan.”

Aku akan membunuhmu jika Yongri mati.

“Ancamanmu tidak akan bisa membuat gadis ini bertahan. Kau harus datang sendiri. Tidak perlu membawa teman-temanmu yang lemah itu.” KLIK! Jungsoo langsung memutuskan sambungan telepon sembari menyeringai. Ini benar-benar menarik. Ia tidak bisa membayangkan akan semarah apa Siwon saat melihat keadaan Yongri.

“Baiklah, teman-teman. Mungkin sebentar lagi kita akan kedatangan tamu besar. Tamu yang mungkin akan menghancurkan kalian. Tetapi tidak denganku.” Kata Jungsoo sinis.

——

“Kau akan pergi sendiri? Tidak! Jungsoo bisa membunuhmu!” Cegah Kyuhyun saat melihat Siwon yang akan keluar rumah. Siwon menyentakkan tangan Kyuhyun di lengannya.

“Sebelum dia membunuhku, aku yang akan membunuhnya.” Kata Siwon yakin.

“Kau tidak bisa pergi sendiri, Siwon-ah. Kita tidak tau apa yang mungkin Jungsoo lakukan.” Kata Donghae.

“Jungsoo tidak mengizinkan kalian ikut. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan Jungsoo lakukan pada Yongri jika aku mengajak kalian.” Ucap Siwon.

“Maafkan aku, aku hanya tidak ingin terjadi apapun pada Yongri.” Sesal Siwon sembari menatap wajah temannya satu per satu.

“Aku takut terjadi sesuatu padamu.” Kata Donghae menyuarakan isi hatinya. Siwon menatap Donghae dan tersenyum kecil.

“Tidak akan terjadi apa-apa padaku, sebelum aku memastikan Yongri akan terus hidup.” Ujar Siwon menenangkan mereka.

“Aku pergi dulu.” Kata Siwon dan langsung keluar dari rumah. Tidak memperdulikan wajah teman-temannya yang terlihat sangat khawatir sekarang.

“Bagaimana ini? Siwon akan baik-baik saja, kan?” Tanya Ryeowook khawatir.

“Kita hanya bisa berharap, Ryeowook-ah.” Jawab Eunhyuk.

“Kau tidak berhasil menemukan tempat persembunyian Jungsoo?” Tanya Kyuhyun pada Eunhyuk.

“Tidak. Seperti yang Siwon katakan, anak buah Jungsoo sepertinya sibuk menjaga Yongri.” Ujar Eunhyuk lesu.

“Kita benar-benar tidak tau dimana Yongri berada. Jika kita tau, setidaknya kita bisa menyusul Siwon.” Kata Donghae.

“Kita harus percaya bahwa Siwon akan baik-baik saja. Begitupun dengan Yongri.” Ujar Kyuhyun dan disambut anggukan dari yang lain.

——

Siwon berdiri tegap di depan hamparan rumput berwarna hijau yang sayangnya terlihat tidak terawat. Jauh di depannya ada sebuah gedung yang diyakini Siwon tempat Yongri berada. Dari luar, gedung itu tampak mengerikan untuk Siwon. Dan Siwon tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan di dalamnya. Dan jika memang benar Yongri berada di dalam sana, gadis itu pasti sangat ketakutan.

Tidak ada siapapun di sekitar Siwon saat ini. Tempat ini benar-benar sudah tidak berpenghuni lagi. Sehingga orang-orang sepertinya malas hanya untuk melewatinya. Siwon berjalan perlahan. Sengaja melewati hamparan rumput dan tidak menggunakan kemampuannya untuk sampai di gedung yang sudah tidak terpakai itu. Ia mengantisipasi hal apapun yang mungkin dapat dilakukan oleh Jungsoo.

Siwon sangat mengenal Jungsoo. Ia yakin Jungsoo tidak akan membiarkannya menemukan Yongri dengan mudah. Mungkin saja anak buah Jungsoo sudah berjaga-jaga di setiap sudut. Sehingga mereka bisa kapan saja menangkap Siwon. Laki-laki itu tidak takut sama sekali. Ia hanya memikirkan keselamatan Yongri. Jika dirinya tertangkap Jungsoo, maka ia tidak bisa menyelamatkan Yongri. Itulah yang Siwon takutkan saat ini. Tidak ada yang lain.

Laki-laki itu sudah berdiri tepat di depan pintu gedung tersebut. Siwon merasakan sesuatu. Entah apa itu, namun perasaan itu kian menguat. Perasaan yang semakin lama seperti menekan jantungnya dengan keras. Membuat ia merasakan kesakitan. Siwon mengerang sembari menekan dadanya. Untuk menghilangkan rasa sakitnya. Siwon tidak mengetahui darimana rasa sakit itu datang. Laki-laki itu mencoba untuk tidak memperdulikannya. Ia mendorong pintu gedung sebelum akhirnya memasuki gedung tersebut. Siwon dapat melihat bahwa gedung tersebut hanya memiliki penerangan seadanya. Di tengah-tengah gedung tersebut terdapat perapian yang sepertinya sengaja di buat untuk menambah cahaya atau kehangatan untuk mereka yang berada di dalam sana.

Dan beberapa langkah dari perapian tersebut, Siwon dapat melihat seorang gadis yang terikat pada tiang tinggi. Kepalanya yang terkulai dan membuat rambutnya terjuntai. Siwon tidak dapat melihat wajah gadis itu. Dan sialnya, rasa sakit di dadanya semakin menjadi. Membuat Siwon kembali mengerang. Siwon yakin rasa sakit ini ada hubungannya dengan Yongri. Dan apa gadis itu Yongri?

Siwon langsung melesat ke hadapan gadis itu. Berdiri tepat di hadapannya. Sebelah tangan Siwon memegang dadanya. Dan sebelah lagi terangkat dengan pelan. Siwon menyentuh wajah gadis itu dan membuatnya mendongak, agar Siwon dapat melihat wajahnya. Ajaibnya, rasa sakit di dada Siwon hilang seketika saat Siwon tau siapa gadis itu sekarang. Yongri.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon. Siwon menangkup wajah Yongri dengan kedua tangannya. Wajah gadis itu pucat dan matanya tertutup rapat. Siwon menjadi sangat panik saat melihat keadaan gadis itu.

“Yongri-ya.. Bangun..” Siwon mengguncang pelan kepalanya. Siwon menggeram saat menemukan luka dan darah kering di leher Yongri. Bukan hanya leher, tapi sekujur tubuh gadis itu.

“Choi Yongri!” Panggil Siwon lebih keras. Dahi Yongri mengerut seperti sedang menahan sakit. Dan Siwon tidak dapat menyembunyikan perasaan leganya saat tau Yongri masih sadar. Setidaknya gadis itu menunjukkan respon pada panggilan Siwon. Siwon memeluk Yongri mengusap kepala gadis itu dengan perasaan menyesal. Seharusnya ia bisa melindungi gadis itu.

Siwon melepaskan tali yang meliliti tubuh Yongri. Membuat tubuh Yongri hampir jatuh jika Siwon tidak cepat menangkapnya. Dengan susah payah, Yongri membuka matanya. Dan gadis itu tidak dapat menyembunyikan senyumnya saat melihat Siwon berada di dekatnya saat ini. Ia rela jika harus mati sekarang. Setidaknya ia bisa melihat wajah Siwon untuk terakhir kalinya.

“Kita akan keluar dari sini. Bertahanlah sebentar saja.” Pinta Siwon.

“Tidak akan semudah itu keluar dari tempat ini, anakku.” Suara Jungsoo membuat Siwon menoleh. Menatap Jungsoo dengan marah. Jungsoo tidak sendiri tentu saja. Anak buahnya berdiri dengan setia di belakang laki-laki itu.

Yongri mencengkram tangan Siwon. Melampiaskan rasa takutnya saat mendengar Jungsoo tidak mengizinkan mereka pergi begitu saja. Siwon kembali menunduk dan menatap Yongri. Gadis itu sedang menatapnya juga dengan mata memerah dan berkaca-kaca. Siwon mengusap pipi gadis itu yang terlihat kotor. Mencoba menenangkannya. Berharap Yongri mengerti, bahwa semuanya akan baik-baik saja.

“Kau bisa bertahan sebentar, kan?” Bisik Siwon. Yongri mengangguk. Siwon mendudukan Yongri dan menyandarkannya pada tiang tempat gadis itu terikat sebelumnya. Siwon hendak beranjak untuk menghadapi Jungsoo. Namun Yongri menahannya. Yongri menggelengkan kepalanya. Airmata gadis itu sudah mengalir. Ia takut terjadi apa-apa pada Siwon.

“Kau percaya padaku?” Tanya Siwon. Yongri kembali mengangguk menjawab pertanyaan Siwon.

“Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah. Yang aku butuhkan sekarang adalah kau harus bertahan. Mengerti?” Pinta Siwon. Yongri mengangguk dan melepaskan pegangannya pada lengan Siwon. Siwon segera berdiri dan kembali menatap Jungsoo.

“Apa maumu?” Tanya Siwon langsung. Jungsoo menyeringai mendengar pertanyaan Siwon.

“Kau sudah tau apa mauku.” Jawab laki-laki itu.

“Aku berjanji akan menuruti kemauanmu asal kau tidak menyakiti Yongri. Tapi sayangnya, kau bahkan menyiksa gadis itu. Aku tidak akan pernah mau kembali padamu!” Ucap Siwon tegas. Membuat Jungsoo melipat kedua tangannya di depan dada dan menggelengkan kepalanya.

“Kau benar-benar ingin melihat gadis itu mati?” Tanya Jungsoo. Senyumnya hilang digantikan dengan wajah serius.

“Aku tidak akan pernah mengizinkanmu melakukannya. Karena aku yang akan membunuhmu lebih dulu.” Kata Siwon yakin.

“Kalau begitu, mari kita lihat.” Sahut Jungsoo. Laki-laki itu menoleh ke belakang. Dan sesaat kemudian, seluruh anak buahnya melangkah maju mendekati Siwon. Siwon terlihat tidak takut sama sekali dan ikut maju mendekati mereka.

Pertarungan mulai terjadi antara Siwon dan anak buah Jungsoo. Tetapi itu bukan sesuatu yang sulit untuk Siwon. Mengingat ia telah menjadi vampire cukup lama. Berbeda dengan anak buah Jungsoo yang bisa di katakan vampire-vampire baru. Beberapa saat kemudian, seluruh anak buah Jungsoo terkapar di lantai. Lengkap dengan dada terkoyak. Karena jantung mereka saat ini berada di tangan Siwon yang sudah berlumuran darah.

Tubuh mereka kemudian berubah menjadi debu dan menghilang. Tidak akan pernah kembali lagi menjadi manusia ataupun vampire. Mereka benar-benar musnah untuk selamanya. Siwon langsung menatap Jungsoo untuk melihat reaksi laki-laki itu. Sayangnya, Jungsoo hanya menunjukkan wajah datar. Seolah tidak terpengaruh sama sekali dengan apa yang baru saja Siwon lakukan. Siwon melempari jantung yang berada di tangannya ke arah Jungsoo. Jungsoo hanya menggerakan sedikit badannya untuk menghindari jantung-jantung anak buahnya yang tidak berguna itu.

“Biarkan aku dan Yongri keluar dari sini. Dan aku tidak akan mengganggumu.” Kata Siwon menawarkan.

“Apa kau pikir aku takut padamu sekarang?” Tanya Jungsoo meremehkan.

“Aku tau kau tidak takut. Tapi mungkin kau bisa memikirkan kelangsungan hidupmu jika aku dan Yongri keluar dari sini. Karena jika kau tidak mengizinkannya, mungkin ini hari terakhirmu melihat matahari.” Ujar Siwon tajam. Jungsoo terdiam dan menatap Siwon dengan sama tajamnya.

“Kita hanya perlu membuktikan, siapa yang akan bertahan disini. Bukan begitu?” Kata Jungsoo. Sesaat kemudian, Jungsoo dan Siwon sama-sama berlari untuk saling menghampiri. Jungsoo lebih dulu menangkap tubuh Siwon dan melemparkannya ke dinding. Membuat Yongri memekik ketakutan.

Jungsoo mendekati tubuh Siwon dan mencekik lehernya. Mata laki-laki itu berubah warna menjadi merah. Sama seperti mata Siwon saat ini. Keduanya benar-benar dikuasai emosi. Siwon menepis tangan Jungsoo dan menendang tubuhnya. Membuat tubuh Jungsoo terpental. Siwon langsung bangun dan menghampiri laki-laki itu. Berniat melempar tubuhnya, namun Jungsoo sudah lebih dulu bangun dan bergerak ke belakang Siwon. Memukul punggung laki-laki itu. Siwon kembali tersungkur akibat pukulan Jungsoo.

Sebelum Jungsoo kembali melayangkan pukulannya, Siwon telah lebih dulu bangun. Ia membalas pukulan Jungsoo dengan melempari kursi yang ada di sana. Tepat mengenai dada laki-laki itu. Jungsoo mengerang karena merasakan dadanya sedikit sakit.

“Kau benar-benar akan melawan ayahmu ini?” Tanya Jungsoo tak percaya.

“Berhenti menyebut dirimu ayahku! Kau bukan ayahku!!” Teriak Siwon.

“Aku memang ayahmu. Dan kau anakku!!” Jungsoo balas berteriak.

“Kau membunuh eomma! Kau mengubahku menjadi vampire. Kau membuatku seperti monster!! Apa itu yang kau sebut ayah?!” Siwon melampiaskan kemarahannya.

“Kau tau aku terpaksa melakukannya. Aku tidak bisa menyelamatkan kalian berdua. Hanya kau yang bisa aku selamatkan dari kecelakaan itu. Walaupun sebenarnya kau juga tidak sempat tertolong jika aku tidak dengan segera mengubahmu menjadi vampire!!” Ujar Jungsoo membela diri.

“Lebih baik aku mati daripada kau harus mengubahku menjadi vampire! Dan perlu kau ingat. Kau yang menyebabkan kecelakaan itu! Itu semua karena kami mengetahui kau seorang vampire!” Siwon kembali berteriak. Ia tidak memberikan kesempatan untuk Jungsoo membalas ucapannya. Laki-laki itu langsung menerjang Jungsoo. Menduduki tubuh Jungsoo dan mengoyak dada laki-laki itu. Mencengkram jantungnya yang tidak berdetak sama sekali. Membuat Jungsoo mengerang.

“Kau membuatku kehilangan eomma. Dan sekarang kau berniat membunuh wanita yang kucintai? Aku benar-benar akan membunuhmu!” Ucap Siwon.

“Si–Siwon-ah.. Kita..bi–bisa–bicarakan.. baik-baik..” Kata Jungsoo susah payah.

“Tidak. Bukankah kau ingin tau siapa yang akan bertahan di sini?!” Siwon terlihat tidak peduli sama sekali saat Jungsoo mengerang kesakitan.

“A–aku..janji..tidak–tidak akan–mengganggumu..lagi..”

“Pembohong! Lebih baik kau ucapkan selamat tinggal!”

“Aku..mohon..” Pinta Jungsoo memelas. Membuat Siwon menjadi goyah. Ia memang tidak benar-benar bisa membunuh Jungsoo yang notabene adalah ayahnya sendiri. Ini adalah pertama kalinya ia terlihat mampu membunuh Jungsoo. Namun sayangnya laki-laki itu kembali membuatnya goyah hanya dengan mendengar nada memohonnya.

“Kau harus benar-benar menghilang setelah ini. Aku tidak mau melihatmu lagi.” Kata Siwon. Jungsoo mengangguk menanggapi ucapan Siwon. Dengan perlahan, Siwon menarik kembali tangannya dari dada Jungsoo. Jungsoo terbatuk-batuk setelah Siwon menjauh darinya. Hampir saja, pikirnya.

Siwon meninggalkan Jungsoo dan menghampiri Yongri. Yongri tersenyum saat melihat Siwon baik-baik saja. Ia merasa dirinya juga baik-baik saja. Tubuhnya memang masih terasa sakit akibat luka-luka yang dibuat oleh Jungsoo. Tetapi semuanya terasa lebih baik dengan kehadiran Siwon disini. Lebih dari itu, Yongri tidak dapat menutupi kebahagiaannya saat Siwon mengatakan bahwa ia adalah wanita yang dicintainya. Akhirnya Siwon mengatakan itu walaupun bukan kepadanya langsung. Yongri tau isi hati Siwon, dan ia sangat senang. Seperti mendapatkan kekuatannya kembali.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Yongri sembari mengusap pipi Siwon.

“Kau harus mengkhawatirkan dirimu sendiri.” Jawab Siwon.

“Aku baik-baik saja sekarang.” Kata Yongri masih dengan tersenyum.

“Kita keluar dari sini. Kau harus mendapat perawatan.” Ujar Siwon sembari hendak menggendong tubuh Yongri.

Mata Yongri membulat saat melihat Jungsoo yang sedang menghampiri mereka sembari membawa sebuah kayu panjang. Wajahnya terlihat sangat marah dan ia menatap punggung Siwon dengan pandangan buas. Sepertinya Yongri tau apa yang akan dilakukan oleh Jungsoo. Yongri dengan segera mendorong tubuh Siwon menjauh saat Jungsoo sudah semakin dekat dan mengangkat tangannya yang memegang kayu tersebut.

 

BUKK!!

 

Siwon terkejut bukan main saat melihat Yongri mendorongnya hingga tubuhnya berguling di lantai. Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah saat ia melihat kepala gadis itu bermandikan darah. Lengkap dengan Jungsoo di hadapan gadis itu. Mata Siwon membulat sempurna saat tau itu adalah perbuatan Jungsoo.

“CHOI YONGRI!!” Teriak Siwon. Siwon menatap Jungsoo dengan matanya yang berkilat merah.

“BRENGSEK!!” Marah Siwon. Melihat itu, Jungsoo dengan segera berlari untuk menghindari laki-laki itu. Namun Siwon tidak membiarkannya begitu saja. Ia dengan segera menyusul Jungsoo dan merobek dada laki-laki itu dari belakang. Mencabut jantungnya tanpa berpikir panjang lagi. Membuat tubuh Jungsoo jatuh begitu saja. Hingga beberapa saat kemudian berubah menjadi debu.

Siwon menjatuhkan jantung Jungsoo dan segera menghampiri Yongri. Menumpu kepala gadis itu dengan lengannya. Membuat lengannya ikut bermandikan darah dari kepala Yongri. Siwon benar-benar panik sekarang.

“Kau baik-baik saja?!” Tanya Siwon seperti orang bodoh.

“Aku mohon buka matamu, Choi Yongri!” Bentak Siwon. Yongri memaksakan diri membuka matanya disela-sela rasa sakitnya. Rasa sakit ini benar-benar luar biasa. Gadis itu tidak bisa menahan diri lebih lama lagi. Kepalanya serasa mau pecah. Atau mungkin memang sudah pecah akibat pukulan Jungsoo tadi?

“Aku…senang…” Ucap Yongri pelan. Teramat pelan.

“Kau…mencintaiku.. Aku..lega…sekali..” Lanjutnya.

“Aku akan mengakui perasaanku. Tapi aku mohon bertahanlah sebentar saja. Aku mohon, Yongri-ya.” Siwon benar-benar panik luar biasa.

“Aku…tidak..kuat..lagi.. Sakit…sekali..” Yongri kembali memejamkan matanya dengan dahi yang mengerut. Wajahnya sudah dipenuhi dengan darah. Walaupun begitu, Siwon tidak tertarik sama sekali. Bahkan memikirkannya pun tidak.

“Tidak! Kau tidak boleh mati!!” Pekik Siwon. Laki-laki itu menggigit pergelangan tangannya sendiri. Hingga darah keluar dari sana. Siwon menempelkan pergelangan tangannya pada mulut Yongri. Memaksa gadis itu untuk meminumnya.

“Minum ini. Aku mohon buka matamu dan minum ini!!” Bentak Siwon lagi. Ia semakin menekankan pergelangan tangannya pada mulut Yongri. Yongri merasa mual saat merasakan darah Siwon melewati kerongkongannya. Ia benar-benar ingin muntah namun tidak mampu melakukannya.

Setelah meminum darah Siwon, mata Yongri benar-benar terpejam dan kepalanya terkulai begitu saja. Siwon memeluk kepala itu hingga bajunya berlumuran darah. Pelukan Siwon semakin erat seiring dengan airmata laki-laki itu menetes dari matanya. Pertama kalinya Siwon menangis setelah ia menjadi vampire. Dan itu semua karena gadis yang sangat dicintainya terluka.

“Aku mencintaimu, Yongri-ya..”

——

Matahari berganti bulan, bulan berganti matahari. Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Tidak membiarkan mahluk di bumi untuk menikmati setiap detiknya terlebih dahulu. Berlalu begitu saja tanpa memperdulikan apapun dan siapapun. Seandainya ada yang bertanya apa keinginan terbesar orang-orang saat ini? Mereka akan menjawab dengan serempak ‘menghentikan waktu’. Sehingga mereka bisa menghargai setiap kejadian yang terjadi tiap detiknya.

Sebuah kamar dengan pintu berwarna putih terlihat terbuka. Seorang laki-laki dengan pakaian santainya masuk ke dalam kamar tersebut. Memusatkan perhatiannya pada tempat tidur. Sosok yang berada di atas tempat tidur tepatnya. Ia mendekati tempat tidur. Duduk di sisinya sembari menatap sosok yang sedang memejamkan mata itu dengan penuh minat dan tanpa bosan. Entah sudah berapa lama mata itu terpejam. Ia bahkan tidak bisa menghitunganya, karena waktu berlalu begitu cepat. Tanpa memberikannya waktu untuk menghitung.

Tangannya terulur menyentuh pipi yang terasa sangat dingin namun teksturnya terasa sangat lembut. Mengusapnya dengan perlahan, seolah takut menyakiti pemilik pipi itu. Padahal jelas-jelas sang pemilik tidak dapat merasakan apapun sekarang.

Pintu kembali terbuka. Menampilkan seorang laki-laki lagi yang memasuki kamar. Mendekati laki-laki pertama yang masih betah duduk di sisi tempat tidur. Tanpa memperdulikan dirinya yang baru saja masuk ke dalam kamar.

“Hari ke 37.” Kata laki-laki yang baru memasuki kamar itu.

“Kau menghitunganya?” Sahut laki-laki pertama tanpa menoleh.

“Tentu saja. Karena aku tau kau tidak akan menghabiskan waktu hanya untuk menghitungnya, Choi Siwon.” Jawab laki-laki itu membuat Siwon tersenyum kecil.

“Karena aku tidak peduli ia harus menghabiskan waktu berapa lama untuk terpejam. Yang terpenting untukku adalah suatu saat ia akan membuka matanya, Donghae-ya.” Kata Siwon pelan.

“Kau hanya perlu bersabar, Siwon. Ia akan membuka matanya untukmu.” Ujar Donghae menenangkan. Siwon mengangguk pelan menanggapi ucapan Donghae.

“Ada yang ingin aku tanyakan padamu, Siwon-ah. Sebenarnya aku dan teman-teman ingin menanyakan ini saat kau kembali waktu itu. Namun kami tidak berani bersuara saat melihat wajah frustasimu.” Ucap Donghae membuat Siwon kembali tersenyum. Sefrustasi itukah ia saat itu? Siwon bahkan tidak sadar sama sekali.

“Kau bisa menanyakan sekarang.”

“Apa yang terjadi pada Jungsoo?” Tanya Donghae pelan. Gerakan tangan Siwon yang sedang mengusap pipi Yongri menjadi terhenti. Siwon menjauhkan tangannya dari wajah Yongri, dan mengalihkan pandangannya dari sana. Menatap Donghae yang sedang menatapnya dengan tatapan ingin tau.

“Dia sudah pergi.” Jawab Siwon akhirnya.

“Pergi? Kau membiarkannya pergi? Apa kau yakin ia takkan kembali?” Donghae kembali bertanya. Siwon kembali tersenyum. Tersenyum dipaksakan tepatnya.

“Dia tidak akan pernah kembali. Selamanya.” Ujar Siwon.

“Ah, baguslah jika–”

“Karena aku sudah membunuhnya.” Lanjut Siwon.

“APA?!” Teriak Donghae terkejut.

“Aku membunuhnya, Lee Donghae. Aku mengoyak dadanya dan mencabut jantungnya begitu saja. Membuatnya musnah untuk selama-lamanya!” Kata Siwon.

“Siwon-ah..”

“Kenapa? Apa kau akan mengatakan bahwa aku anak durhaka? Anak tidak tau diri?” Tebak Siwon.

“Kau benar-benar melakukannya?” Tanya Donghae memastikan.

“Kau tidak percaya? Aku juga sempat tidak menyadarinya. Karena saat itu perhatianku hanya tertuju pada Yongri. Tetapi tiba-tiba aku tersadar sudah membunuhnya.” Ucap Siwon sembari menundukkan kepalanya. Donghae berjongkok di hadapan laki-laki itu. Mencoba melihat wajahnya yang terlihat terluka.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Donghae.

“Aku menyesal, Donghae-ya. Aku menyesal sudah membunuhnya.” Kata Siwon pelan.

“Dia adalah keluargaku satu-satunya. Walaupun sikapnya selalu membuatku marah, aku tidak bisa menepis bahwa ia memang ayahku. Laki-laki yang sudah membuatku berada di dunia ini.”

“Tetapi ketika aku mengingat apa yang sudah dilakukannya pada Yongri, rasa benci itu tiba-tiba kembali muncul.” Siwon menatap Yongri yang masih setiap memejamkan mata.

“Aku sangat-sangat membencinya dan tidak akan pernah memaafkannya. Bahkan di kehidupan selanjutnya sekalipun.”

Donghae menepuk pelan pundak Siwon. Ia tau ini berat untuk temannya itu. Ayahnya menyakiti gadis yang dicintainya. Tentu saja ia harus memilih salah satu di antara mereka bukan? Siwon memilih Yongri untuk tetap bersamanya dan membunuh Jungsoo. Pilihan yang sulit namun ia sudah memutuskannya semenjak ia membunuh laki-laki itu.

“Semuanya akan baik-baik saja.” Kata Donghae menenangkan. Siwon menatap Donghae sembari tersenyum dan mengangguk.

——

BRAKKK!!!

 

Siwon, Kyuhyun, beserta yang lainnya terlihat saling memandang ketika mendengar suara yang begitu keras di telinga mereka. Mereka menerka-nerka suara apa itu dan darimana asalnya. Secara bersamaan, mereka menatap ke lantai dua. Tempat yang mereka yakini asal suara tersebut. Tanpa menunggu lama lagi, mereka segera melesat ke lantai dua menuju ke sebuah kamar.

Siwon membuka pintu dengan keras. Matanya membulat saat melihat keadaan kamar yang berantakan. Serta sosok yang selama ini berbaring di sana terlihat tidak ada di tempatnya. Kontan saja hal itu membuat Siwon panik luar biasa. Ia segera masuk ke dalam kamar dan tampak memeriksa tempat tidur. Tidak ada siapapun di sana.

“Choi Yongri..” Desis Siwon.

“Yongri hilang?” Tanya Eunhyuk yang ikut terkejut.

“Tidak mungkin.” Ujar Siwon.

“Tubuhnya masih lemah dan ia tidak akan mungkin bisa kemana-mana.” Kata Siwon yakin. Kyuhyun memeriksa jendela kamar yang terdapat di kamar tersebut.

“Jendelanya terkunci. Darimana Yongri pergi?” Kata Kyuhyun.

“Panas….” Sebuah suara yang terdengar seperti bisikan membuat mereka terdiam. Menajamkan telinga demi kembali mendengar suara tersebut.

“Panas…eung..” Kembali terdengar. Donghae yang berada di dekat sebuah lemari pakaian menatap lemari tersebut. Ia yakin suara tersebut berasal dari dalam lemari. Donghae mengulurkan tangannya dan membuka lemari pakaian dengan perlahan. Dan mata mereka sukses membulat sempurna saat melihat sosok yang sedari tadi mereka cari berada di sana.

“YONGRI!!” Teriak mereka bersamaan. Siwon langsung mendorong tubuh Donghae menjauh. Ia berjongkok di depan lemari. Menatap Yongri dengan khawatir.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon.

“Panas..” Gumam Yongri lagi.

“Kyuhyun, tutup tirainya!!” Perintah Siwon langsung. Kyuhyun dengan segera menutup tirai di dalam kamar tersebut. Membuat kamar itu menjadi redup.

Siwon mengeluarkan Yongri dari dalam lemari. Mendudukan gadis itu di atas tempat tidur. Siwon dapat melihat kulit Yongri memerah. Pasti karena terkena cahaya matahari. Siwon menangkup wajah gadis itu dengan kedua tangannya. Membuat Yongri menatapnya dengan bingung.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon memastikan.

“Aku tidak apa-apa. Hanya saja, tiba-tiba kulitku terasa terbakar. Perih sekali.” Jawab Yongri dengan menggosok-gosok lengannya.

“Kau adalah vampire baru. Wajar saja jika merasa begitu.” Sahut Ryeowook. Membuat Yongri menatapnya terkejut.

“Apa? Vampire?! Siapa? Aku?!” Yongri tidak dapat menyembunyikan wajah terkejutnya.

“Benarkah? Aku seorang vampire?” Tanya Yongri pada Siwon. Siwon membawa Yongri ke depan cermin panjang yang berada di kamar itu. Memegang kedua bahu gadis itu dari belakang.

“Lihat itu.” Kata Siwon sembari menunjuk cermin. Yongri mengikuti perintah Siwon dengan melihat pantulan dirinya dari cermin. Awalnya, ia tidak melihat sesuatu yang aneh dari dalam dirinya. Namun tiba-tiba Yongri melihat matanya yang berkilat-kilat berwarna merah. Persis seperti yang sering terjadi pada Siwon jika laki-laki itu sedang marah.

“Mataku..” Gumam Yongri.

“Selamat datang di dunia vampire.” Bisik Siwon tepat di telinga Yongri. Yongri membalikkan badannya dan menatap Siwon.

“Aku benar-benar seorang vampire?” Yongri masih tidak percaya.

“Kau benar-benar seorang vampire, Yongri-ya. Dunia kita sekarang sama.” Kyuhyun menjawab pertanyaan Yongri.

“Benarkah? Kalian tidak bohong?!”

“Tidak!” Jawab mereka serempak.

“Yeayyyy!!!” Pekik Yongri senang. Gadis itu meloncat-loncat seperti seekor kangguru. Membuat kelima laki-laki di sana menatapnya dengan tersenyum geli.

“Tapi, bagaimana bisa?” Tanya Yongri seolah tersadar.

“Kalian bisa keluar sebentar? Aku perlu berbicara berdua dengan Yongri.” Pinta Siwon.

“Tentu saja. Ayo!” Ujar Eunhyuk dan dibalas anggukan dari yang lain. Setelah teman-teman Siwon keluar dan menutup pintu, Siwon menarik Yongri untuk kembali duduk di tempat tidur.

“Maaf.” Kata Siwon tiba-tiba.

“Maaf? Untuk apa?” Tanya Yongri bingung.

“Aku sudah membuatmu menjadi vampire.” Jawab Siwon.

“Apa yang kau bicarakan? Kau tau ini keinginanku.” Kata Yongri.

“Menjadi vampire tidak semudah yang kau bayangkan, Yongri-ya.” Ujar Siwon.

“Akan menjadi mudah jika ada kau disisiku.” Sahut Yongri.

“Ceritakan padaku bagaimana bisa aku menjadi vampire? Aku tidak mengingat apapun.” Pinta Yongri.

“Kau tidak mengingatnya?” Siwon memastikan.

“Yang aku ingat adalah Jungsoo menculikku. Beberapa hari kemudian kau datang. Setelah itu aku tidak ingat apapun lagi.” Ujar Yongri. Siwon menganggukkan kepalanya.

“Kau hampir mati.” Kata Siwon.

“Ah, tidak. Kau bahkan sudah mati, jika aku tidak membuatmu meminum darahku.”

“Benarkah? Jungsoo membunuhku?”

“Sebenarnya, Jungsoo hendak memukulku dengan sebuah kayu. Tetapi kau malah mendorongku dan membuat dirimu yang terkena pukulan Jungsoo. Kepalamu mengeluarkan banyak darah.” Yongri langsung memegang kepalanya saat Siwon menjelaskan kejadian saat dirinya hampir mati.

“Sekarang sudah tidak apa-apa. Lukanya sudah kering.” Sahut Siwon.

“Bagaimana bisa lukaku sembuh secepat itu?” Tanya Yongri bingung.

“Cepat apanya? Apa kau tidak sadar jika kau sudah tidak sadarkan diri selama dua bulan?”

“Apa?! Dua bulan? Benar-benar sulit dipercaya.” Ucap Yongri.

“Masa transisimu terjadi selama dua bulan. Dan selama itu lukamu berangsur-angsur membaik.” Jelas Siwon.

“Jadi, aku benar-benar seorang vampire sekarang? Sama sepertimu?” Tanya Yongri untuk kesekian kalinya. Siwon mengangguk sembari tersenyum.

“Sekarang kau adalah seorang vampire. Tapi, kau adalah vampire baru. Vampire yang belum bisa menahan panasnya matahari dan bau darah.” Jawab Siwon. Yongri menganggukan kepalanya seolah mengerti dengan jawaban Siwon.

“Lalu, bagaimana dengan Jungsoo?” Tanya Yongri pelan. Siwon menundukkan kepalanya saat mendengar gadis itu bertanya.

“Aku membunuhnya.” Jawab Siwon. Yongri menutup mulutnya sebagai reaksi terkejut. Ia tidak mampu berkomentar saat melihat Siwon begitu terpukul dengan apa yang dilakukan pada ayahnya sendiri.

“Kau menyayanginya, kan?” Tebak Yongri. Siwon menatap Yongri dan tersenyum kecil.

“Aku tidak pernah menyayanginya lagi semenjak ia membunuh ibuku dan mengubahku menjadi vampire.” Ucap Siwon.

“Jungsoo.. Membunuh ibumu?”

“Saat itu, ketika aku dan ibuku mengetahui bahwa Jungsoo adalah vampire, kami memutuskan untuk pergi menjauh darinya. Ibuku terus berjalan tidak tau arah sembari menangis dan menggenggam tanganku. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Jungsoo adalah seorang vampire.”

“Ibuku yang terus menangis, tidak berkonsentrasi saat sedang berjalan hingga kami terjatuh ke dalam jurang.  awalnya aku berpikir bahwa tidak akan ada yang menyadari keberadaan kami, sampai akhirnya Jungsoo datang. Di sela-sela kesadaranku yang semakin menipis, aku meminta Jungsoo untuk menyelamatkan ibuku. Aku tidak tau apa yang terjadi karena setelahnya aku tidak sadarkan diri.”

“Ketika aku bangun, aku telah menjadi seorang vampire. Dan ibuku dinyatakan meninggal.” Siwon mengakhiri ceritanya. Yongri mengusap bahu Siwon melihat laki-laki itu merasakan kesedihan ketika mengingat kembali luka lamanya yang pasti telah ia tutup secara rapat.

“Kau menyesal sudah membunuh Jungsoo?” Tanya Yongri.

“Tidak, jika aku harus mengingat apa yang sudah dilakukannya pada dirimu. Aku benar-benar membencinya dan tidak akan pernah memaafkannya.” Jawab Siwon. Yongri tidak dapat menutupi rasa senangnya saat mendengar jawaban Siwon. Siwon melakukan ini semua karena dirinya? Siwon rela membunuh ayahnya karena Yongri? Yongri tau, ia tidak seharusnya merasa senang. Tetapi Yongri tidak dapat menutupi itu semua.

“Kau masih tidak mau mengakui perasaanmu?” Tanya Yongri tiba-tiba. Membuat Siwon menjadi salah tingkah.

“Pe–perasaan apa maksudmu?” Tanya Siwon balik. Yongri mendekatkan dirinya pada Siwon. Mengalungkan kedua tangannya pada leher Siwon. Memajukan wajahnya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Siwon. Yongri memejamkan matanya dan melumat bibir Siwon. Membuat Siwon tidak mampu menolak ciuman itu dan malah membalasnya. Siwon menarik pinggang Yongri mendekat dan ikut memejamkan matanya. Membalas setiap lumatan yang diberikan oleh Yongri.

Siwon baru sadar sekarang. Tidak ada apapun lagi yang mampu menghalangi hubungannya dengan Yongri. Ia dan Yongri sama-sama seorang vampire. Mereka bisa hidup bersama selamanya. Mengetahui fakta itu, membuat Siwon melumat bibir Yongri dengan lebih ganas. Tidak berpikir untuk menarik nafas terlebih dahulu, karena mereka tidak membutuhkannya sama sekali. Mereka mampu berciuman selama apapun yang mereka mau.

Yongri tiba-tiba menjauhkan dirinya dari Siwon. Membuat Siwon menatapnya dengan tatapan protes. Yongri mengusap bibirnya yang terasa basah. Dan tersenyum menatap wajah kesal Siwon.

“Masih tidak mau mengakui perasaanmu?” Tanya Yongri lagi.

“Aku mencintaimu. Kau puas?” Kata Siwon membuat Yongri memberengut kesal.

“Kau terpaksa mengatakannya?” Rajuk gadis itu. Siwon tersenyum dan menggenggam kedua tangannya. Menatap Yongri tepat di manik matanya.

“Aku mencintaimu, Choi Yongri. Mulai sekarang, kita bisa hidup bersama. Karena tidak akan ada apapun lagi yang mampu menghalangi kita. Kita hidup di dunia yang sama.” Ucap Siwon.

“Terima kasih.” Balas Yongri dengan tersenyum senang. Tentu saja senang. Impiannya menjadi kenyataan. Yongri tidak akan membutuhkan apapun lagi sekarang. Cukup Siwon, dan semua akan baik-baik saja.

“Tapi, Siwon-ah..” Kata Yongri tiba-tiba sembari memegangi lehernya.

“Ada apa?” Tanya Siwon.

“Tenggorokanku rasanya kering sekali.” Ujar Yongri dengan matanya yang mulai berkilat-kilat merah. Siwon tersenyum mendengarnya.

“Kau lapar.” Tebak laki-laki itu.

“Tidak. Tenggorokanku kering. Tandanya aku haus.” Bantah Yongri.

“Kau lupa? Kau seorang vampire sekarang. Kau tidak akan lagi mengenal kata haus. Yang adalah hanyalah lapar.” Jelas Siwon.

“Lapar? Lalu apa yang harus aku makan?” Tanya Yongri.

“Darah, tentu saja. Kau pikir apa lagi?”

“Tapi.. Itu menjijikan.” Kata Yongri ragu.

“Aku akan mengajarimu secara perlahan. Hingga akhirnya darah akan menjadi makanan favoritmu.” Janji Siwon.

“Kau janji?” Ucap Yongri. Siwon mengangguk. Laki-laki itu kembali mendekatkan wajahnya dengan Yongri. Melumat bibir gadis itu dengan sedikit kasar. Setelah merasa puas, ia menjauhkan wajahnya dan tersenyum.

“Ayo!”

—–

–Fin–

Advertisements

31 thoughts on “He is Vampire – Part 7 END

  1. Huaa…. Nggak nyangka nih ff happy ending XD kirain mereka gak bkl bisa brsama… Good job buat author, baru kali ini baca ff tema vampir tp feel-nya dapet wkwk , aku tunggu karya mu yg lain thor 😀 Semangat!

  2. Wah sdh ending, Yongri akhirnya diubah jd vampire dan skrg Siwon oppa Yongri sama2 vampire, pengorbanan Yongri u Siwon oppa terbayarkan dgn terbalasnya perasaan cinta Yongri kepada Siwon oppa, ditunggu ff2 lainnya chingu, daebak ff

  3. Huaaa.. Udah end. Untung happy ending^^
    Sekarang udah ngga ada halangan buat bareng, semoga Won-Ri bahagia.. Hehe. Tapi, boleh minta sequel ngga thor? Belom ikhlas pisah sama ni cerita..

  4. akhirnya happy ending, yongri ky bella swan yg rela jd vampire demi edward cullen, kkkk
    nggak nyangka juga jungsoo dibunuh siwon :O
    great job, still waiting forbidden love ^^

  5. Annyeong……maaf bacanya lompat…soalnya penasaran sama isinya…baca part nya mundur…hehe…Tadinya karena pengen langsung tahu ceritanya…akhirnya malah pengen baca yang lain…
    Siwon susah sekali mengungkapkan isi hatinya…padahal kelimpungan setengah mati waktu ceweknya dibawa sama jung so..hehe…
    Ijin baca yang lain ya thor…

  6. Ahh aku rasa itu keputusan yg baik siwon membunuh jungsoo hahahha…

    akhirnya yongri menjadi vampire..

    Hmm aku berharap ada after story nya, gmna cara siwon mengajari yongri mendapatkan darah dan mengajari berbagai cara untuk membiasakn yongri saat jadi vampire… Dan gimna dgn hyerim dan henry?

  7. maaf thor baru bisa komen dipart terakhir. sekalian. ceritanya bener bener bikin deg degan dalam setiap keadaan. tapi akhir yang bahagia buat mereka berdua bisa bersama sama. semangat thor buat ff yang lainnya.

  8. Oommmooo!!!! Ganyangka detik2 terakhir si jungsoo uda diampuni masih ngotot aja-_- pada akhirnya mati juga kan lo!! Tapi gimana pun juga dia ttp org tua siwon 😦

    Cuma yg aku bingungin ya thor, 300 tahun lalu mobil nya kayak apa ya? Wkwkwk *gaje*

    Ganyangka tanggapannya yongri malah seneng pake banget xD semoga mereka langgeng terusssss!!!!

    DAEBBBAAKKKKK!!!! WELL DONE THOR!!!

  9. Ending telah tiba-ending telah tiba! Yes! Happy ending~~~
    Ff ini bakal masuk daftar ff siwon favorit saya eon! Semuanya ff disini favorit pasti, krn castnya Siwon kkk~

    /lgsg ke cerita/
    Apapun keadaan Yongri, eh iya cieeeeeee yg udah jadi vampir 😀 Cepet betah minum darah yak wkwkw

  10. Happy ending! Yeayyyyy!!! Siwon akhirnya ngerubah yongri jadi vampire 🙂 🙂 Tapi sepertinya yongri harus berterimakasih buat apa yg udah dilakuin jungsoo ke dia 😀

  11. akhirnya ending juga 🙂
    suka banget sama jalan cerita nyaa 🙂 ditunggu kelanjutan nya yaah thour 🙂
    suksess buat karya selanjutnyaa 🙂

  12. Akhirnya happy ending….. Ya setiap hal yang besar yang kita inginkan memang harus melewati dan merekan hal yang besar pula…… Semangat terus onnie dalam nulis ya, ditunggu karya?-karya selanjutnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s