Forbidden Love – Part 3

PhotoGrid_1458277802299

Author

Choineke

Title

Forbidden Love

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Jeon Jungkook-BTS, Choi Minho-Shinee (Yongri’s Brother), Choi Jinhyuk (Yongri’s Father)

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Author’s note: aku mau mengklarifikasi satu hal ya, sebelum readers baca lanjutan Forbidden Love. Banyak yang bilang kalo di FF ini Siwon itu Pedofil. Aku tegasin ya readers, disini Siwon itu bukan Pedofil. Walaupun perbedaan umur Yongri dan Siwon itu jauh, tapi Yongri udah dewasa. Umurnya 20 tahun. Pedofil itu kan orang tua yang menikahi anak dibawah umur. Jadi aku tegasin sekali lagi kalo Siwon bukan Pedofil disini. Walaupun FF ini aku buat sendiri, rasanya sedih waktu Siwon dibilangin Pedofil. Gak rela aja gitu.

Okee, itu aja sih yang mau aku sampein. Thanks buat yang masih setia. Happy reading^^

Kau adalah dosa terindah di dalam hidupku. –Choi Siwon

——

Author POV

Yongri menatap wajah Jungkook dengan pandangan menelisik. Mencoba mencari gurauan dari apa yang sudah laki-laki itu katakan. Namun sayangnya, Yongri malah menemukan keseriusan dari mata sahabat kecilnya itu. Wajah kekanakan Jungkook tidak terlihat sama sekali. Yang ada hanyalah wajah tampan yang dibalut keseriusan.

Yongri benar-benar berharap Jungkook akan berteriak ‘Aku bercanda, dear!’ Tapi sepertinya itu hanya harapan saja untuk Yongri. Jungkook sekarang tengah menatapnya dan seperti menanti jawaban atas pernyataan yang baru saja dikeluarkan oleh laki-laki itu.

“Jeon Jungkook, ini tidak lucu.” Kata Yongri pelan.

“Memang tidak ada yang lucu disini, dear. Aku benar-benar serius dengan apa yang kukatakan.” Balas Jungkook. Tidak ada senyuman sama sekali. Seperti bukan Jungkook yang selama ini menjadi sahabat Yongri.

“Bagaimana mungkin? Kau tau kita bersahabat, Jungkook-ah.” Yongri terlihat tidak percaya sama sekali.

“Tidak ada yang benar-benar menjadi sahabat antara laki-laki dan perempuan, dear. Salah satunya pasti menyimpan rasa yang lebih. Antara kita, itu terjadi padaku. Sejak dulu.” Jelas Jungkook.

“Aku tidak bisa berpikir.” Keluh Yongri sembari memegang kepalanya.

“Kau mau menerimaku menjadi kekasihmu, kan, dear?” Tanya Jungkook penuh harap. Yongri menghela nafas dan menatap Jungkook dengan perasaan bersalah.

“Aku–tidak bisa, Jungkook-ah.” Jawab Yongri pelan.

“Tapi, kenapa?” Jungkook tidak dapat menutupi rasa kecewanya. Yongri dapat melihat itu dari matanya, dan gadis itu benar-benar menyesal.

“Bagiku, kau benar-benar seorang sahabat. Aku nyaman berada di dekatmu sebagai seorang sahabat, tidak lebih. Maafkan aku, Jungkook-ah. Maaf tidak bisa membalas perasaanmu.” Sesal Yongri. Jungkook menghela nafas pelan dan menatap Yongri. Mencoba mengutarakan rasa kecewa dan sedihnya. Lama ia menatap Yongri, sebelum akhirnya tersenyum kecil. Senyum yang sangat dipaksakan.

“Aku mengerti. Tidak apa-apa.” Ucap Jungkook.

“Jungkook-ah..”

“Aku tidak apa-apa, dear? Ya, mungkin aku memang patah hati. Tetapi tenang saja. Jeon Jungkook tidak akan bunuh diri.” Gurau Jungkook mencoba mencairkan suasana. Tertawa, walaupun terlihat sangat dipaksakan. Sehingga tawanya terdengar sangat sumbang. Yongri menatap Jungkook dan semakin merasa bersalah. Ia yakin Jungkook benar-benar kecewa sekarang. Dan sialnya, kekecewaan itu ia yang membuat.

“Ck! Jangan memasang wajah seperti itu, dear. Kau semakin jelek, tau? Ayo, kita pulang!” Ujar Jungkook yang sudah berbalik dan berjalan lebih dulu dari Yongri. Senyumnya langsung pudar dan wajahnya benar-benar menunjukkan kesedihan. Wajah yang tidak bisa ia tunjukkan kepada Yongri. Karena ia yakin Yongri akan semakin merasa bersalah jika melihat wajahnya sekarang.

Bolehkah aku menangis?!‘ Jerit Jungkook di dalam hatinya.

Yongri yang melihat Jungkook berjalan dengan lesu di depannya tidak tau harus berbuat apa. Ini hal terbaik yang dapat dilakukannya. Tidak mungkin ia menerima laki-laki itu hanya untuk menyenangkan hatinya. Bukankah perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan? Mungkin dulu, sebelum bertemu Siwon, Yongri dapat mempertimbangkannya. Tetapi sekarang, hati gadis itu benar-benar sudah tercuri oleh Siwon dan iapun bahkan tidak tau bagaimana cara mengambilnya kembali. Yongri hanya berharap semoga Jungkook menemukan gadis yang lebih baik darinya dan dapat menghilangkan perasaannya kepada Yongri.

——

Niat Yongri yang ingin pulang ke rumah terbatalkan akibat pernyataan tiba-tiba dari Jungkook di kampus tadi. Akhirnya ia meminta Jungkook untuk mengantarkannya ke King Hotel. Ia ingin bertemu Minho dan ingin menceritakan semuanya kepada kakak laki-lakinya itu. Selama diperjalanan Jungkook jarang berbicara. Bahkan ketika telah sampai di King Hotel, Jungkook tidak menawarkan untuk menjemput Yongri. Padahal biasanya laki-laki itu selalu menawarkan. Yongri mengerti itu dan ia pun memakluminya. Jungkook butuh waktu atas penolakan yang dilakukan Yongri.

Ketika ruangan Minho telah berada di depan matanya, Yongri dengan segera membukanya tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Gadis itu sedikit terkejut saat melihat ada seorang gadis cantik yang berada di ruangan kakaknya itu. Namun itu hanya sesaat, selanjutnya Yongri tersenyum senang.

“Keiko eonni..” Sapanya ketika masuk ke dalam ruangan Minho.

“Yongri-ya..” Balas Keiko yang berdiri dari duduknya. Keduanya sama-sama saling menghampiri dan berpelukan.

“Kapan eonni datang?” Tanya Yongri ketika telah saling melepaskan pelukan.

“Tadi pagi. Minho menjemputku dan tidak memperbolehkanku pulang. Ia langsung membawaku ke sini untuk menemaninya bekerja. Lihat saja, koperku masih disini.” Jawab Keiko seperti anak kecil yang sedang mengadu. Yongri menatap Minho dan menggelengkan kepalanya. Kelakukan kakaknya memang selalu di luar batas normal.

“Oppa benar-benar keterlaluan. Keiko eonni pasti lelah dan butuh istirahat. Kekasih macam apa kau ini? Putuskan saja dia, eonni.” Kata Yongri.

“Jika bisa, aku mau saja memutuskannya, Yongri-ya. Tetapi hatiku menolaknya.” Ujar Keiko yang langsung mendapat pelukan dari Minho.

“Ah, kalian benar-benar menyebalkan.” Keluh Yongri.

“Ada apa kau kemari? Tidak biasanya.” Tanya Minho. Ketiganya sudah duduk di sofa yang berada di ruangan Minho. Minho dan Keiko duduk berdampingan dengan Yongri di sebrang mereka.

“Kepalaku mau pecah, oppa.” Kata gadis itu pelan.

“Kenapa? Apa sulit sekali kuliah di jurusan bisnis?” Tanya Keiko penuh perhatian.

“Bukan itu. Jungkook yang membuatku seperti ini.” Jawab Yongri.

“Jungkook? Kenapa? Dia membuatmu kesal? Bukankah sudah biasa?” Minho terlihat bingung.

“Jika seperti itu, aku tidak akan merasa pusing, oppa. Aku bisa menghadapinya saat ia membuatku kesal.” Jelas Yongri.

“Lalu apa? Katakan dengan jelas dan jangan membuatku bingung.” Kata Minho kesal.

“Iya, Yongri-ya. Ceritakan saja apa yang terjadi. Mungkin aku bisa membantu.” Timpal Keiko.

“Jungkook menyatakan cinta padaku, oppa, eonni.” Ujar gadis itu.

“APA?!” Pekik Minho dan Keiko secara bersamaan. Yongri mendesah saat melihat keterkejutan dari sepasang kekasih itu. Ternyata bukan hanya dirinya yang terkejut. Mereka pun terkejut karena tidak ada yang menyangka Jungkook akan memendam perasaan padanya.

“Sepertinya reaksiku berlebihan.” Gumam Minho setelah tersadar.

“Lalu masalahnya dimana, Yongri-ya? Bukankah itu bagus? Kau dan Jungkook memang sudah sangat dekat. Lebih baik jika kalian berpacaran.” Kata Keiko dan disambut anggukan dari Minho.

“Tidak akan jadi masalah jika saja aku memiliki perasaan juga padanya, eonni. Sayangnya aku hanya menganggap Jungkook sebagai sahabat. Tidak lebih.” Balas Yongri.

“Kau tidak menyukai Jungkook?” Tanya Minho memastikan. Yongri mengangguk menjawab pertanyaan Minho.

“Semuanya terjadi secara tiba-tiba, oppa. Aku benar-benar terkejut. Dan aku merasa bersalah saat menolaknya. Apalagi saat melihat wajah kecewanya. Aku tidak pernah melihat wajah Jungkook seperti itu.” Ucap Yongri.

“Itu wajar saja terjadi, Yongri-ya. Tidak ada yang bahagia saat cintanya ditolak.” Sahut Minho.

“Apa yang harus aku lakukan? Sikap Jungkook tiba-tiba saja berubah.” Yongri terlihat putus asa.

“Cukup berikan dia waktu. Jungkook membutuhkan waktu untuk menata hatinya kembali.” Kata Keiko.

“Tapi, benarkah kau tidak memiliki perasaan apapun pada Jungkook? Kalian sudah bersama sejak kecil, Yongri-ya.” Tanya Minho.

“Karena itulah, oppa. Aku sudah terlanjur menganggapnya sebagai sahabat karena kami selalu bersama. Aku tidak bisa mengubah perasaan itu dalam sekejap.” Jawab Yongri.

“Kalau begitu, seiring berjalannya waktu mungkin kau bisa membalas perasaannya.” Sergah Minho.

“Aku tidak yakin.” Lirih Yongri.

“Kenapa?” Tanya Minho dan Keiko lagi-lagi secara bersamaan.

Karena aku menyukai orang lain.‘ Batin Yongri.

“Hanya tidak yakin saja.” Jawab gadis itu. Keiko dan Minho saling pandang, dan kemudian sama-sama menaikkan bahu mereka.

“Oh, ya. Berapa lama kau akan di Korea, eonni?” Tanya Yongri mengalihkan pembicaraan. Cukup sudah membicarakan Jungkook.

“Aku juga belum tau. Perusahaan ayahku di Jepang sudah ada yang mengurusnya. Dan ayahku juga memberikan kebebasan padaku, kapanpun aku mau kembali.” Jawab Keiko.

“Benarkah? Itu artinya kau bisa lebih lama di Korea?” Yongri memastikan.

“Tentu.”

“Lalu eonni akan tinggal dimana?” Tanya Yongri lagi.

“Di rumah kita tentu saja.” Minho yang menjawab pertanyaan Yongri.

“Benarkah? Wah, ini akan mengasikkan.” Ujar Yongri senang.

“Kau tidak akan memiliki waktu dengannya. Karena ia akan tidur di kamarku dan kami akan menghabiskan waktu berdua.” Tambah Minho.

“Ya! Mesum!!” Teriak Yongri. Keiko dengan segera menutup mulut Minho menggunakan tangannya. Menatap Yongri dengan senyum malu.

“Jangan dengarkan dia, Yongri-ya.” Kata Keiko.

“Aku tau, eonni. Bagaimana jika kita pulang sekarang? Kita bisa bercerita di rumah sembari kau beristirahat.” Ajak Yongri. Keiko mengangguk setuju.

“Antarkan kami pulang, oppa.” Pinta Yongri.

“Kau pulang saja sendiri. Biarkan Keiko disini bersamaku. Aku masih merindukannya.” Tolak Minho.

“Aku mau pulang saja. Aku lelah, Minho-ya. Kita bisa bertemu di rumah.” Kata Keiko. Minho menatap Keiko dan menunjukkan wajah kecewanya. Ia masih ingin menghabiskan waktu bersama kekasihnya itu. Tetapi kekasihnya lebih memilih menghabiskan waktu bersama adiknya. Benar-benar menyebalkan.

“Baiklah, kalian menang, ladies. Aku akan mengantar kalian pulang.” Putus Minho akhirnya. Yongri tersenyum senang dan segera menggandeng tangan Keiko untuk keluar dari ruangan Minho. Minho hanya menggelengkan kepalanya sembari membawa koper Keiko dan menyusul kedua gadis yang sangat disayanginya itu.

——

Akibat ucapan asal Jungkook ketika menolak Kim Soon kemarin, berita mengenai dirinya dan Yongri yang berpacaran tersebar di seluruh Fakultas Bisnis. Membuat suasana menjadi gempar karena dua mahluk yang cukup populer itu. Banyak laki-laki dan perempuan yang patah hati akibat berita itu. Wajar saja, Yongri dan Jungkook merupakan idola di fakultas bisnis, walaupun mereka mahasiswa baru.

Yongri yang mendengar berita itu hanya dapat menghela nafas. Lagi-lagi ia tidak mampu untuk membantah berita tersebut. Jungkook yang membuatnya dan Yongri rasa hanya Jungkook yang bisa menyelesaikannya. Gadis itu menoleh saat merasakan ada yang mencolek bahunya. Ia menemukan Jungkook yang sedang tersenyum padanya. Senyum yang biasa dilakukan laki-laki itu.

“Hai, dear.” Sapa Jungkook. Yongri hanya terdiam dan tidak tau harus bersikap bagaimana.

“Kau sudah mendengar gosip yang sedang panas sekarang?” Tanya Jungkook.

“Ya.” Jawab Yongri pelan.

“Kau merasa tidak nyaman?” Tanya Jungkook lagi.

“Entahlah. Aku belum merasakan apapun.” Ungkap Yongri jujur.

“Bagaimana jika kita memanfaatkan situasi ini, dear?”

“Maksudmu?”

“Biarkan orang-orang menganggap kita berpacaran. Dengan begitu, tidak akan ada gadis yang mendekatiku, begitupun denganmu. Bukankah kau juga malas jika ada laki-laki yang mendekatimu?” Jelas Jungkook.

“Tapi–”

“Ini hanya pura-pura, dear. Tidak perlu khawatir. Ini bukan maksudku untuk memanfaatkan keadaan.” Kata Jungkook. Ia tersenyum dan hendak melanjutkan langkahnya ke kelas. Namun Yongri segera menahannya.

“Tidakkah ini akan menyakitimu, Jungkook-ah?” Tanya Yongri. Jungkook kembali tersenyum dan menggeleng.

“Aku baik-baik saja. Jangan pikirkan ucapanku kemarin. Tidak akan ada yang berubah diantara kita, dear. Aku tetap sahabatmu begitupun sebaliknya. Kita hanya mencoba untuk memanfaatkan gosip.” Jawab Jungkook. Laki-laki itu merangkul Yongri dan berjalan bersama menuju kelas. Tentu saja diiringi tatapan dari mahasiswa dan mahasiswi yang berada di sana. Membuat mereka semakin yakin bahwa Jungkook dan Yongri memang benar berpacaran.

——

Berita mengenai Jungkook dan Yongri yang berpacaran bukan hanya tersebar di Inha University. Hal itu juga terdengar sampai ke telinga Siwon, membuat laki-laki itu uring-uringan. Ia saat ini tengah menatap Sekretaris Lee dengan tajam. Karena berita itu tentu saja didengarnya dari Sekretaris Lee sendiri.

“Kau bilang padaku bahwa Yongri tidak tertarik pada laki-laki manapun!” Bentak Siwon.

“Maafkan saya, sajangnim.”

“Bukan itu yang ingin aku dengar, Sekretaris Lee!”

“Saya belum mencari tau mengenai hal ini, sajangnim. Jika Anda memberikan saya sedikit waktu, saya akan mencari tau kebenaran dari berita tersebut.” Kata Sekretaris Lee.

“Tidak. Tidak. Aku tidak bisa menunggu.” Tolak Siwon.

“Segera siapkan mobil.” Kata Siwon.

“Anda mau kemana, sajangnim?”

“Kemana lagi selain Inha University? Aku harus membuktikan sendiri mengenai berita ini.”

“Tetapi Anda ada rapat 15 menit lagi, sajangnim”

“Apa kau pikir aku masih dapat rapat setelah mendengar berita sialan ini?” Maki Siwon kesal. Sekretaris Lee hanya dapat menundukkan kepalanya dan tidak berani menjawab.

“Kau pasti menertawakanku karena terjebak dengan gadis seperti Yongri, kan?” Tuduh Siwon.

“Tidak, sajangnim. Saya tidak berani melakukannya.” Bantah Sekretaris Lee langsung.

“Terserahlah. Pokoknya sekarang siapkan mobil karena aku mau ke Inha University.” Tegas Siwon.

“Saya mengerti, sajangnim.” Sekretaris Lee segera membungkukkan badannya dan keluar dari ruangan Siwon.

Siwon menghela nafas panjang. Kepalanya seperti mau pecah hanya karena memikirkan kemungkinan Yongri dan Jungkook berpacaran. Jika itu memang benar-benar terjadi, Siwon akan menggunakan cara apapun untuk memisahkan mereka. Tetapi jika itu hanya sebuah omong kosong, Siwon akan mencekik siapa saja yang menyebarkan isu sembarangan hingga membuatnya hampir terserang penyakit jantung.

“Sajangnim, mobil sudah siap.” Perkataan Sekretaris Lee membuat Siwon segera berdiri dan keluar dari ruangannya. Ia akan memastikan sendiri tentang kebenaran berita tersebut.

——

Yongri dan Jungkook terlihat sedang tertawa bersama saat berjalan menuju mobil Jungkook. Kelas mereka sudah berakhir dan keduanya memutuskan untuk mengisi perut mereka di restoran favorit mereka. Entah apa yang mereka bicarakan, tetapi Yongri terlihat senang sekali begitu mendengar kata per kata yang keluar dari mulut Jungkook. Salah satu hal yang membuat Yongri merasa nyaman di sisi Jungkook adalah Jungkook yang selalu bisa membawa suasana hangat untuk mereka berdua. Sekalipun Yongri tidak pernah merasa bosan saat berada di dekat Jungkook. Begitu pun sebaliknya.

“Choi Yongri.” Yongri menghentikan langkahnya, saat mendengar seseorang memanggilnya. Jungkook yang mendengar juga ikut berhenti. Keduanya menoleh dan menemukan Siwon yang sedang bersandar di mobil mewahnya.

“Ahjussi?” Yongri terlihat terkejut. Siwon tersenyum tipis dan berjalan menghampiri Yongri dan Jungkook. Menghampiri Yongri lebih tepatnya, karena Siwon terlihat tidak peduli dengan Jungkook.

“Apa yang kau lakukan disini, ahjussi?” Tanya Yongri.

“Aku mempunyai waktu luang. Lalu aku mengingat janjimu untuk mentraktirku makan. Makanya aku datang ke sini.” Jawab Siwon berbohong.

“Benarkah? Wah, kebetulan sekali. Aku dan Jungkook juga akan makan siang. Ayo, kita makan siang bersama.” Kata Yongri sembari menggandeng tangan Jungkook.

“Kau mau, kan?” Tanya Yongri pada Jungkook.

“Tidak masalah.” Jawab Jungkook.

“Kau juga tidak masalah bukan, ahjussi?” Yongri memastikan. Gadis itu terlihat tidak menyadari perubahan wajah Siwon saat ia mengajak Jungkook untuk ikut serta. Padahal Siwon sudah jelas-jelas menunjukkan raut wajah tidak suka.

“Ahjussi?” Panggil Yongri.

“Apa?” Sahut Siwon.

“Tidak mendengarku? Aku bertanya apa tidak apa-apa jika kita bertiga makan bersama?” Ujar Yongri mengulangi.

“Eo? Ah, tentu. Ti–tidak apa-apa.” Jawab Siwon akhirnya.

“Baiklah. Sesuai perjanjian, karena aku yang mentraktirmu, aku akan menentukan tempatnya. Ada sebuah restoran Korea favoritku dan Jungkook di depan Paran High School. Kita bertemu di sana saja, ahjussi.” Ucap Yongri.

“Bertemu disana?” Tanya Siwon memastikan.

“Iya. Aku dan Jungkook akan pergi bersama. Sampai jumpa di sana, ahjussi. Ayo, Jungkook!” Yongri menarik tangan Jungkook untuk menuju mobil laki-laki itu. Lagi-lagi tidak menyadari kekesalan Siwon saat ini. Tanpa sadar, Siwon mengepalkan tangannya ketika melihat Yongri dan Jungkook yang terlihat benar-benar dekat. Apa mungkin keduanya memang berpacaran?

Siwon berdecak dan memasuki mobilnya. Duduk di balik kemudi masih dengan keadaan kesal. Seharusnya ia membiarkan supir saja yang mengendarai mobil, jika tau Yongri tidak akan ikut bersamanya. Ia sengaja membawa mobil sendiri agar bisa berdua dengan Yongri. Namun, semuanya gagal.

——

Siwon memasuki restoran yang dimaksud oleh Yongri setelah menemukan restoran tersebut. Mengedarkan pandangannya, dan menemukan Yongri dan Jungkook yang telah lebih dulu sampai. Yongri melambaikan tangannya pada Siwon, dan memberi isyarat agar laki-laki mendekat ke tempat mereka duduk sekarang. Siwon menghela nafas saat melihat Yongri dan Jungkook duduk bersebelahan. Itu artinya ia harus duduk di hadapan Yongri? Siwon benar-benar ingin berteriak sekarang. Kekesalannya sudah sampai ke ubun-ubun. Ia tidak bisa janji untuk tidak berbuat yang aneh-aneh sekarang.

“Tidak susah menemukan tempatnya, kan, ahjussi?” Tanya Yongri saat Siwon sudah duduk dihadapannya. Siwon mengangguk kecil menjawab pertanyaan Yongri.

Seorang pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka. Ketiganya sibuk dengan buku menu yang ada di hadapan mereka saat ini. Memilih makanan apa yang terlihat menggugah untuk di makan sekarang.

“Kau pesan nasi goreng kimchi dan aku pesan bibimbap, bagaimana?” Tanya Yongri pada Jungkook. Jungkook mencibir dan menutup buku menu.

“Kau pasti menginginkan keduanya, kan?” Selidik Jungkook. Yongri memberikan cengiran polosnya pada Jungkook.

“Aku sedang ingin makan bibimbap, tetapi juga nasi goreng kimchi. Kalau aku makan keduanya, pasti tidak habis. Lebih baik kau saja yang pesan dan aku bisa mencicipinya. Lebih baik seperti itu, kan?” Ujar Yongri sedikit memelas pada Jungkook. Jungkook mengacak rambutnya dan tersenyum kecil.

“Terserah kau saja.” Kata Jungkook mengalah.

“Bibimbap satu porsi dan nasi goreng kimchi satu porsi, ahjumma.” Ucap Yongri.

“Kau mau makan apa, ahjussi? Pesan saja apapun. Aku akan membayarnya.” Kata Yongri dengan tersenyum.

Siwon menghela nafas dan menutup buku menu. Laki-laki itu berdiri dari duduknya dan menatap Jungkook sekilas, sebelum akhirnya memusatkan perhatiannya pada Yongri.

“Tiba-tiba aku tidak lapar. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku akan menunggumu di mobil. Kau bisa menikmati makan siangmu dengan tenang, karena aku akan menunggumu hingga kau selesai.” Kata Siwon dingin. Kesabarannya sudah benar-benar habis melihat kelakukan Jungkook dan Yongri. Dan Siwon akan merasa gila jika ia berada di sana lebih lama lagi.

“Tapi, kau belum makan.” Ujar Yongri yang kebingungan melihat sikap Siwon yang tiba-tiba berubah.

“Aku bilang, aku tidak lapar.” Sahut Siwon. Nada kesal mulai terdengar dari ucapannya. Membuat Yongri semakin dibuat bingung oleh perubahan sikap Siwon.

“Kau ini kenapa, ahjussi? Kenapa tiba-tiba terlihat kesal?” Jungkook mulai bersuara. Ia juga ikut merasakan perubahan sikap Siwon. Dan Jungkook tidak suka saat melihat Siwon melampiaskan perubahan sikapnya itu pada Yongri.

“Aku tidak ada urusan denganmu. Yongri akan pulang denganku. Setelah makan, kau bisa langsung pulang.” Kata Siwon pada Jungkook. Siwon menatap Jungkook dengan tajam, sebelum akhirnya berjalan meninggalkan restoran.

“Ada apa dengannya? Kenapa kasar sekali?” Gumam Jungkook. Yongri tidak memperdulikan ucapan Jungkook. Ia sibuk menatap kepergian Siwon dengan wajah bingung. Bukankah semuanya baik-baik saja? Ia tidak melakukan apapun yang salah, kan? Lalu, kenapa Siwon tiba-tiba berubah menjadi dingin padanya? Mendapati kenyataan itu membuat Yongri merasa tidak nyaman. Ia tidak suka melihat sikap aneh Siwon tadi.

——

Yongri dan Jungkook keluar bersama dari restoran setelah menyelesaikan makan siang mereka. Yongri menemukan mobil Siwon yang masih berada di depan restoran. Lengkap dengan laki-laki itu yang tengah menatapnya dari dalam mobil. Yongri dapat melihat itu semua. Tatapan Siwon yang terlihat tidak biasa untuknya.

“Kau akan menemuinya?” Tanya Jungkook. Yongri mengalihkan pandangannya kepada Jungkook. Tersenyum kecil dan mengangguk.

“Aku akan menunggumu jika kau mau.” Kata Jungkook menawarkan.

“Aku tidak apa-apa. Kau pulanglah.” Tolak Yongri.

“Kau yakin? Ahjussi itu tidak akan berbuat yang macam-macam, kan?” Tanya Jungkook khawatir. Yongri tertawa kecil mendengar kekhawatiran Jungkook.

“Dia sahabat ayahku, Jungkook-ah. Tidak akan setega itu melakukan hal macam-macam pada anak sahabatnya.” Ujar Yongri. Jungkook mengangguk paham.

“Baiklah. Aku pulang dulu.” Pamit Jungkook.

“Hati-hati dijalan.” Pesan Yongri. Jungkook melambaikan tangannya dan segera masuk ke dalam mobilnya. Menjalankan mobilnya beberapa saat kemudian. Setelah mobil Jungkook menghilang dari pandangannya, barulah Yongri menuju mobil Siwon, dan masuk ke dalam. Lagi-lagu aura mencekam menyambut Yongri. Berbeda sekali ketika kemarin-kemarin ia memasuki mobil ini. Dengan ragu, Yongri menatap Siwon.

“A–ahjussi..” Panggilnya pelan. Siwon menoleh dan membalas tatapannya.

“Kau berpacaran dengan Jungkook?” Tanya Siwon langsung.

“Apa?” Yongri terlihat terkejut.

“Aku tanya apa kau berpacaran dengan Jungkook?”

“Sebenarnya ada apa, ahjussi? Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?” Yongri kembali dibuat bingung oleh pertanyaan Siwon. Siwon memegang kedua bahu Yongri. Sedikit mencengkram sebenarnya. Membuat gadis itu merasakan jantungnya hendak keluar.

“Jawab pertanyaanku.” Desak Siwon. Suara dinginnya membuat Yongri berdesir. Sangat mengerikan, namun entah mengapa membuat gadis itu begitu menyukainya. Membuatnya merasa sangat gugup. Belum lagi jaraknya dengan Siwon yang tidak bisa dikatakan jauh.

“Ti–tidak, ahjussi. Aku dan Jungkook–”

“Benarkah? Kalian tidak berpacaran? Kau tidak berbohong?” Potong Siwon langsung.

“Aku tidak berbohong. Aku dan Jungkook tidak berpacaran.” Tegas Yongri. Siwon melepaskan cengkramannya pada bahu Yongri dan bernafas lega. Senyum mengembang di bibirnya, dan ia mengepalkan tangannya ke atas karena terlalu senang.

“Seharusnya aku tau itu hanya gosip.” Gumam Siwon dengan tersenyum lebar. Sangat lebar, membuatnya terlihat semakin tampan.

“Sebenarnya ada apa, ahjussi? Kau terlihat sangat aneh. Tadi kau seperti marah, dan sekarang kau terlihat senang sekali.” Ucap Yongri menyuarakan kebingungannya. Siwon menatap Yongri masih dengan tersenyum.

“Ada sesuatu yang membuatku senang.” Kata laki-laki itu.

“Apa itu? Dan kenapa kau bisa tiba-tiba bertanya mengenai hubunganku dan Jungkook?” Tanya Yongri.

“Siapa yang menyebarkan gosip bahwa kau dan Jungkook berpacaran?” Tanya Siwon balik.

“Apa? A–ah itu, begini ceritanya–” Yongri mulai menceritakan semuanya kepada Siwon. Mengenai kejadian kemarin saat ada seorang gadis yang menyatakan bahwa ia menyukai Jungkook, hingga akhirnya Jungkook berbohong untuk menolak gadis itu. Lalu, Jungkook yang menyatakan cintanya pada Yongri, membuat gadis itu terkejut setengah mati. Kemudian, pagi ini gosip itu tiba-tiba saja bermunculan membuat dirinya dan Jungkook seperti artis dadakan.

“Kenapa kau tidak membantahnya?” Tanya Siwon.

“Aku dan Jungkook sepakat untuk berpura-pura pacaran demi kebaikan kami bersama.” Jawab Yongri.

“Kebaikan apanya? Itu hanya akal-akalan bocah itu untuk selalu berada di dekatmu.” Bantah Siwon. Yongri tersenyum kecil.

“Dia sahabatku, ahjussi. Kami memang dekat.” Kata Yongri. Siwon berdecak dan terlihat tidak suka dengan kalimat itu.

“Tapi darimana kau mengetahui gosip itu, ahjussi? Apa gosipnya sehebat itu hingga sampai ke telingamu?” Tanya Yongri penasaran. Siwon terlihat salah tingkah dengan pertanyaan gadis itu. Ia tidak mungkin memberitahukan bahwa Sekretaris Lee selalu mengikuti kegiatan gadis itu. Yongri pasti akan marah padanya. Dan Siwon tidak bisa membayangkan hal itu terjadi.

“Tadi saat aku menunggumu di kampus, aku mendengar ada mahasiswi yang membicarakannya.” Jawab Siwon berbohong. Untung saja ia bisa dengan cepat memikirkan jawaban atas pertanyaan tiba-tiba itu dari Yongri.

“Ah, begitu rupanya. Gosip benar-benar cepat menyebar.” Kata Yongri.

“Lupakan masalah itu. Bagaimana kalau kita jalan-jalan?”

“Jalan-jalan? Tetapi kenapa tiba-tiba sekali, ahjussi?”

“Aku sedang memiliki waktu luang. Bagaimana? Kau mau?” Tanya Siwon penuh harap. Yongri menatap Siwon sesaat, sebelum akhirnya tersenyum dan mengangguk.

——

Sebuah mall mewah di bawah naungan CH Factory, menjadi tempat pertama Siwon membawa Yongri untuk berjalan-jalan. Mereka mengelilingi hampir seluruh pertokoan yang ada di mall tersebut. Bahkan di tangan Siwon sekarang terdapat paper bag yang berisi berbagai macam barang. Dan semuanya adalah milik Yongri. Siwon sengaja membelikannya, saat melihat mata gadis itu berbinar melihat barang-barang tersebut. Walaupun Yongri mati-matian menolak, Siwon seolah menutup mata dan telinganya. Ia sudah bosan dan terbiasa dengan setiap penolakan yang diberikan gadis itu.

Puas mengelilingi mall, Siwon mengajak Yongri berjalan-jalan di pusat jajanan yang berada di sepanjang jalan Myeongdong. Hari sudah berubah gelap sehingga seluruh penjual makanan mulai membuka usaha mereka. Karena tepat saat ini adalah jam pulang kantor. Mereka tau bahwa banyak orang-orang yang merasakan lapar ketika di jalan pulang. Sehingga paling tidak menyempatkan diri untuk mampir, mencicipi makanan mereka.

Siwon mengajak Yongri ke kedai yang menjual ddeokbukki. Mata Yongri lagi-lagi berbinar melihat makanan berwarna kemerahan itu. Yongri mulai mengambil garpu dan memasukkan satu ddeokbukki ke dalam mulutnya. Menyecap rasanya yang benar-benar membuat perutnya lapar sekarang.

“Benar-benar enak, ahjumma.” Puji Yongri pada penjual yang berada di hadapan mereka saat ini.

“Habiskan kalau begitu, nak.” Sahut penjual tersebut dengan tersenyum.

“Ahjussi, kau mau? Ini.. Buka mulutmu..” Kata Yongri sembari menyodorkan satu ddeokbukki pada Siwon. Tanpa penolakan, Siwon membuka mulutnya dan langsung memasukkan ddeokbukki itu ke dalam mulutnya.

“Benar-benar enak.” Gumam Siwon.

“Laki-laki ini pamanmu? Aku pikir ia ayahmu. Kalian terlihat sedikit mirip.” Kata sang penjual. Perkataannya cukup mengejutkan untuk Siwon dan Yongri. Membuat gerakan mengunyah mereka terhenti sebentar.

“Seandainya kalian sepasang kekasih, kalian pasti akan berjodoh.” Ucap penjual itu lagi. Yang membuat Yongri tersedak karenanya. Gadis itu terbatuk-batuk ketika merasakan tenggorokannya terasa pedas akibat makanan itu.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon khawatir. Siwon menepuk pelan punggung Yongri. Namun batuk gadis itu tidak juga mereda.

“Berikan minuman ini padanya.” Kata penjual dengan memberikan segelas air putih pada Siwon. Siwon menggumamkan terima kasih dan langsung memberikan gelas tersebut pada Yongri.

“Merasa lebih baik?” Tanya Siwon. Yongri mengangguk pelan.

“Kita pulang saja, ahjussi.” Kata Yongri pelan. Siwon mengangguk dan membayar ddeokbukki yang sudah mereka makan. Selagi menunggu kembalian, Siwon menatap Yongri yang telah berjalan lebih dulu. Ekspresi wajah gadis itu berubah seketika. Apa ucapan penjual itu begitu mengganggu pikirannya?

“Terima kasih.” Ucap Siwon. Sedikit berlari untuk menyusul Yongri yang telah berjalan cukup jauh. Mobil Siwon memang terparkir cukup jauh dari tempat mereka sekarang. Sehingga mereka harus kembali melewati jalan-jalan yang sebelumnya mereka lalui ketika sampai di tempat ddeokbukki.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon sembari menarik lengan gadis itu. Menghentikan langkahnya yang terbilang cepat.

“Kau kenapa?” Tanya Siwon saat melihat gadis itu hanya menundukkan kepalanya. Yongri menggeleng pelan.

“Kau bohong. Apa ucapan ahjumma itu begitu mengganggu pikiranmu?” Tebak Siwon. Yongri akhirnya mendongak dan menatap Siwon. Menatap laki-laki itu dengan berbagai perasaan. Bahagia, sedih, dan juga kecewa.

“Aku menyadari satu hal, ahjussi.” Ujar Yongri pelan. Siwon hanya diam saja, seolah menunggu gadis itu melanjutkan ucapannya. Yongri menghela nafas panjang dan kembali menundukkan kepalanya.

“Tidak seharusnya kita menghabiskan waktu bersama seperti ini.”

“Ini salah.”

“Apanya yang salah?” Sambar Siwon langsung. Ucapan Yongri membuatnya kesal. Dimana letak kesalahannya? Siwon tidak memiliki pacar, begitupun Yongri. Apa salah jika mereka menghabiskan waktu bersama?

Yongri kembali mendongak saat mendengar nada kesal dari pertanyaan Siwon. Wajah Siwon kembali berubah dingin saat di restoran tadi. Yongri tau, Siwon mungkin kecewa dengan ucapannya barusan. Tetapi, ia tidak salah bicara, kan? Mereka memang tidak seharusnya menghabiskan waktu bersama.

“Apa karena perbedaan usia kita yang terlalu jauh?” Tanya Siwon. Membuat Yongri terkejut mendengarnya. Tidak menyangka jika Siwon akan mengatakannya secara langsung seperti ini.

“Aku mau pulang.” Ujar Yongri sembari hendak melanjutkan langkahnya, namun Siwon lagi-lagi menahannya.

“Apa cinta memandang usia?” Ucap Siwon yang berhasil membuat Yongri menatapnya dengan bola mata yang hampir keluar. Apa yang baru saja Siwon katakan? Cinta? Astaga! Apa laki-laki itu mencintainya?

“A–ahjussi..”

“Status, martabat, kelas, usia. Cinta tidak mengenal itu semua. Kaya atau miskin. Hitam atau putih. Tua atau muda. Semua berhak mencintai dan dicintai. Semua itu tidak bisa mengubah perasaan seseorang, Choi Yongri!”

“Ahjussi..”

“Berhenti memanggilku seperti itu! Itulah yang menyebabkan kita terlihat memiliki perbedaan!”

“Kau teman ayahku, ahjussi.” Ujar Yongri.

“Lalu kenapa? Jika aku teman ayahmu, kenapa?! Apa aku bukan manusia?!” Sambar Siwon marah. Siwon marah karena Yongri terlalu mempermasalahkan perbedaan usia di antara mereka. Siwon tau itu memang merupakan suatu masalah dalam sebuah hubungan, namun tetap saja seharusnya Yongri tidak mempermasalahkan itu dan malah membuat Siwon kecewa sekarang.

Melihat Yongri yang lagi-lagi menundukkan kepala, membuat Siwon tidak tau harus berbuat apa. Sepertinya ia sudah terlalu keras pada gadis itu. Tetapi Siwon tidak dapat menahan emosinya jika sudah mulai terpancing. Ia akan melampiaskannya tidak peduli pada siapapun itu.

“Maaf.” Gumam Siwon. Tidak ada tanggapan apapun dari Yongri. Siwon menghela nafas panjang.

“Kita pulang.” Kata Siwon sembari menarik tangan gadis itu. Tidak ada penolakan dari Yongri, ia hanya mengikuti kemana Siwon membawanya.

——

“Kau darimana?” Pertanyaan dari Jinhyuk menyambut kepulangan Yongri. Gadis itu sedikit terkejut, namun mencoba menormalkan ekspresi wajahnya.

“Jalan-jalan dan berbelanja.” Jawab Yongri sembari menunjukkan paper bag di tangannya.

“Bersama Jungkook?” Tebak Jinhyuk.

“I–iya.” Ucap Yongri lagi-lagi berbohong.

“Kau tidak sedang membuat masalah, kan?”

“Tidak, appa!”

“Wajahmu itu. Wajahmu seperti itu ketika kau sedang melakukan sesuatu yang salah.” Kata Jinhyuk yang sudah sangat mengenal putrinya.

“Aku tidak melakukan apapun, appa. Percayalah.” Ujar Yongri meyakinkan Jinhyuk.

“Baguslah jika seperti itu. Kau sudah makan malam? Jika belum mintalah pelayan untuk menyiapkannya.”

“Sudah. Aku akan langsung ke kamar saja, appa. Habis jalan-jalan tubuhku lelah.”

“Jangan lupa mandi, gadis jorok.” Ejek Jinhyuk membuat Yongri menatapnya dengan kesal.

Yongri segera menuju kamarnya untuk mandi dan beristirahat. Tubuhnya memang benar-benar lelah karena jalan-jalan seharian. Walaupun begitu, Yongri sangat senang karena bisa menghabiskan waktunya lagi bersama Siwon. Laki-laki yang memenuhi pikiran dan hatinya sekarang. Yongri menghela nafas dan mendudukan dirinya di atas tempat tidur. Meletakkan belanjaannya di lantai.

Yongri kembali mengingat ucapan Siwon tadi. Ucapan-ucapan yang membuat Yongri terkejut. Tapi dari semua ucapan Siwon yang mengejutkan, hanya satu kata yang berhasil membuat Yongri benar-benar tidak bisa mempercayainya. Cinta. Bagaimana mungkin Siwon bisa mengatakan itu? Siwon juga tidak menjelaskan apa-apa mengenai ucapannya itu. Karena selama di perjalanan pulang, mereka tidak saling mengucapkan sepata katapun. Jika Siwon mencintainya, apa itu artinya perasaannya terbalaskan? Tetapi, bagaimana dengan perbedaan usia mereka yang cukup jauh? Belum lagi, Siwon adalah sahabat Jinhyuk. Jinhyuk sudah pasti tidak akan merestui mereka.

Apa cinta mengenal usia?

Ucapan Siwon kembali terngiang di kepala Yongri. Benar. Cinta tidak peduli dengan perbedaan usia. Hanya karena mereka memiliki perbedaan usia yang cukup jauh, apa mereka tidak boleh mencintai dan dicintai? Cinta memang datang sesuka hati, tanpa memperdulikan siapa orangnya. Dan hal itu yang sekarang terjadi pada Yongri.

Lamunan Yongri terhenti sesaat, ketika ia merasakan getaran pada ponselnya yang berada di dalam tas. Ia segera mengeluarkan ponselnya dan menemukan sebuah nomor asing yang menghubunginya.

“Halo..”

Choi Yongri..” Yongri terdiam saat mendengar suara yang dikenalnya. Suara yang memenuhi telinganya seharian ini.

“Ahjussi..”

Kau sudah berada di kamarmu?

“Iya. Ahjussi, sudah sampai di rumah?”

Baru saja.” Yongri hanya diam karena tidak tau harus mengatakan apa lagi. Begitupun dengan Siwon. Laki-laki itu juga memilih diam, seolah kehabisan bahan pembicaraan. Beberapa saat hanya terdengar helaan nafas dari keduanya.

Soal tadi..aku minta maaf.” Siwon kembali bersuara. Yongri masih diam mendengar ucapan Siwon. Tidak mengerti kenapa Siwon meminta maaf.

Yongri-ya..

“Ya, ahjussi?”

Kau mendengarku?

“Ya.”

Lupakan semua ucapanku tadi. Aku terkadang tidak bisa mengontrol emosiku sendiri.

“Aku tidak apa-apa.”

Jangan pernah membahas masalah ini lagi, karena aku sangat tidak suka. Kau mengerti?

“Aku mengerti, ahjussi.”

Kalau begitu, istirahatlah.

“Ahjussi juga.”

Selamat malam, Yongri-ya.

“Selamat malam, ahjussi.”

Yongri meletakkan ponselnya di tempat tidur dan menghela nafas panjang. Melupakan ucapan Siwon tadi? Tapi kenapa Yongri harus melakukannya? Apa Siwon hanya asal bicara sehingga Yongri harus melupakannya? Yongri tidak dapat menutupi rasa kecewanya jika itu memang benar. Gadis itu kembali menghela nafas panjang sebelum akhirnya beranjak menuju kamar mandi.

——

Yongri menuruni tangga rumahnya dengan langkah perlahan. Pikirannya masih dipenuhi oleh kejadian kemarin, saat dirinya bersama Siwon. Tentang perkataan Siwon saat di jalan dan perkataan Siwon saat di telepon. Yongri benar-benar ingin tau bagaimana perasaan Siwon padanya. Perasaan Yongri terbalaskan atau hanya bertepuk sebelah tangan. Jika terbalaskan, Yongri akan terus maju. Namun jika hanya bertepuk sebelah tangan, Yongri ingin menghentikannya dari sekarang. Sebelum perasaan itu semakin mendalam.

“Kau kenapa?” Yongri terkesiap saat mendengar suara Minho. Ia tidak sadar jika sudah sampai di ruang makan karena keasikan melamun. Gadis itu menduduki kursinya seperti biasa dan menatap sarapannya tanpa minat. Perutnya memang terasa tidak lapar.

“Hei, kau kenapa?” Tanya Minho lagi. Yongri hanya menggeleng pelan.

“Jangan bohong. Aku tau pasti ada sesuatu yang terjadi.” Tebak Minho.

“Diamlah, oppa! Aku sedang malas berdebat denganmu.” Bentak Yongri membuat Minho bungkam.

“Jangan tidak sopan seperti itu pada kakakmu, Choi Yongri. Aku tidak pernah mengajarimu bersikap kurang ajar.” Kata Jinhyuk mengingatkan. Membuat Yongri hanya dapat menghela nafas panjang.

Sebuah pesan masuk dalam ponsel Yongri. Membuat gadis itu meletakkan sendok yang sedari tadi di pegangnya. Namun sarapannya belum tersentuh sama sekali.

Aku ada di depan rumahmu. Aku akan mengantarmu kuliah.

Ahjussi. Yongri membelalakan matanya. Siwon ada di depan rumahnya sekarang? Yongri tidak percaya itu. Siwon meluangkan waktunya hanya untuk mengantar Yongri kuliah. Yang benar saja! Siwon selalu berbuat sesuka hatinya tanpa berdiskusi dahulu dengan gadis itu. Bagaimana jika ia sudah pergi kuliah? Kedatangan Siwon akan sia-sia saja bukan? Benar-benar bodoh.

“Aku pergi kuliah dulu. Kau tidak perlu mengantarku, oppa.” Kata Yongri yang sudah berdiri dari duduknya.

“Lalu kau pergi dengan siapa?” Tanya Minho.

“Eo? I–itu, Jungkook menjemputku. Aku pergi dulu, appa, oppa.” Pamit Yongri. Berlari kecil meninggalkan ruang makan membuat Jinhyuk dan Minho menatapnya dengan bingung. Sikap Yongri benar-benar aneh.

“Tumben sekali Jungkook menjemputnya.” Gumam Minho.

“Yongri seperti sedang menyembunyikan sesuatu.” Kata Jinhyuk.

“Kau juga merasakannya, abeoji?” Sahut Minho. Jinhyuk mengangguk pelan.

“Aku harap dia tidak membuat masalah baru.” Ujar Jinhyuk.

——

Yongri keluar dari rumahnya, berjalan sebentar sebelum akhirnya membuka pagar rumah. Mobil mewah Siwon sudah terparkir di depan rumah Yongri. Yongri mendekati mobil itu, tapi tidak berniat masuk ke sana. Ia menuju ke arah pengemudi, karena Siwon berada di sana. Siwon membuka kaca mobil dan tersenyum padanya.

“Masuklah.” Ujar Siwon.

“Apa yang kau lakukan, ahjussi? Kau tidak bekerja?” Tanya Yongri.

“Kalau kau terus bertanya, aku akan terlambat bekerja.” Kata Siwon. Yongri mengerucutkan bibirnya dan memasuki mobil. Siwon segera menjalankan mobilnya saat Yongri telah memakai seatbelt.

“Kau bisa menjawab pertanyaanku sekarang.” Ujar Yongri dengan menatap Siwon.

“Baiklah aku akan menjawabnya. Apa yang aku lakukan? Tentu saja mengantarmu kuliah. Lalu, apa aku tidak bekerja? Tentu saja aku bekerja.” Ucap Siwon menjawab pertanyaan Yongri.

“Kau tidak perlu melakukannya, ahjussi. Minho oppa biasa mengantarku kuliah. Kau bisa terlambat bekerja jika seperti ini.” Yongri merasa tidak enak.

“Tetapi aku mau melakukannya.” Sahut Siwon.

“Kenapa?” Tanya Yongri. Siwon menginjak rem mobil saat lampu lalu lintas berubah warna menjadi merah. Menatap Yongri dan tersenyum dengan sangat tampan. Membuat Yongri lagi-lagi terhipnotis pada laki-laki itu.

“Kenapa? Apa kau tidak bisa memikirkannya kenapa ada seorang seorang laki-laki yang berbuat seperti ini padamu?” Tanya Siwon balik. Membuat Yongri terdiam. Pertanyaan Siwon membuat Yongri menjadi bingung sekaligus berpikir yang macam-macam. Semalam Siwon mengatakan kata cinta. Lalu meminta Yongri melupakannya. Dan sekarang, Siwon menyuruh Yongri memikirkan kenapa laki-laki itu berbuat seperti ini padanya. Tentu saja jawabannya hanya satu, kan? Siwon tertarik pada Yongri. Tetapi, Yongri tidak bisa meyakinkan itu pada dirinya sendiri. Sebelum Siwon yang mengatakannya dengan langsung.

“Kau sudah tau, kan?” Tanya Siwon.

“Tidak. Aku tidak tau.” Jawab Yongri cepat.

“Lampunya hijau, ahjussi.” Kata Yongri membuat Siwon menutup kembali mulutnya yang hendak berbicara. Yongri memilih menatap jendela mobil dan tidak melanjutkan pembicaraan mereka. Pembicaraan yang membuat Yongri semakin bingung dan hanya bisa terus berharap pada Siwon.

“Tidakkah kita terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar?” Tanya Siwon tiba-tiba.

“Ahjussi!!” Teriak Yongri refleks. Gadis itu tiba-tiba merasa gugup saat Siwon mengatakan mereka seperti sepasang kekasih. Melihat itu, Siwon tidak dapat menahan senyumnya. Yongri terlihat gugup dan Siwon menyukai itu.

“Astaga. Suaramu keras sekali ternyata.” Ejek Siwon.

“Makanya berhenti mengatakan hal-hal aneh.” Sungut Yongri mencoba menghilangkan gugupnya. Siwon tertawa kecil melihat kekesalan gadis itu. Menggoda Yongri ternyata menyenangkan untuk Siwon.

Mobil Siwon memasuki area Inha University. Membuat beberapa mata menatap mobil itu dengan pandangan ingin tau. Wajar saja, mobil Siwon bukanlah mobil pasaran yang banyak dipakai oleh orang lain. Hanya orang-orang kaya berlebihan yang mampu memiliki mobil tersebut.

“Seharusnya kau menghentikan mobilmu di depan saja tadi.” Kata Yongri.

“Tidak apa-apa. Begini lebih baik.” Sahut Siwon.

“Terima kasih sudah mengantarku, ahjussi. Aku pergi kuliah dulu.” Pamit Yongri yang hendak keluar dari mobil Siwon. Namun Siwon depan cepat menahannya.

“Ada apa, ahjussi?” Tanya Yongri bingung.

“Pulang kuliah, datanglah ke kantorku.” Kata Siwon.

“Untuk apa? Lagipula aku tidak tau dimana kantormu.” Ucap Yongri.

“Aku akan mengirimkan mobil ke sini. Kau cukup beritahu aku jika kelasmu telah berakhir. Mengerti?”

“Baiklah.” Putus Yongri akhirnya. Gadis itu keluar dari mobil Siwon. Melambaikan tangannya pada Siwon, sebelum akhirnya mobil itu meninggalkan Inha University.

Yongri yang hendak masuk ke dalam kampusnya mendadak dikejutkan dengan kehadiran Jungkook di belakangnya. Menatap Yongri dengan pandangan ingin tau.

“Itu mobil teman ayahmu, kan?” Tebak Jungkook. Yongri mengangguk pelan. Mulai memasuki kampus diikuti Jungkook disampingnya.

“Dia mengantarmu kuliah?” Lagi-lagi Yongri mengangguk.

“Tapi kenapa?” Tanya Jungkook. Membuat Yongri menghentikan langkahnya dan menatap laki-laki itu dengan bingung.

“Apa maksudmu kenapa?” Tanya Yongri balik.

“Kenapa dia mengantarmu kuliah?” Jungkook menjelaskan maksud pertanyaannya. Yongri mengangkat kedua bahunya.

“Aku juga tidak tau. Mungkin dia hanya memiliki waktu lebih sebelum bekerja.” Jawab gadis itu. Ia melanjutkan langkahnya. Tidak memperdulikan raut wajah Jungkook yang berubah. Jungkook merasa ada sesuatu yang terjadi antara Yongri dan Siwon. Namun Jungkook mencoba menepis pikiran aneh itu. Yongri tidak mungkin menjalin hubungan dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi ayahnya.

“Tidak mungkin.” Gumam Jungkook dan langsung menyusul Yongri yang sudah berjalan lebih jauh.

Sayangnya, pikiran-pikiran aneh yang berusaha dihilangkan Jungkook malah bertambah kuat saat Yongri menolak untuk di antarkan pulang ketika kelas mereka berakhir. Yongri berkata bahwa ia ingin pergi ke suatu tempat terlebih dahulu. Dan ketika Jungkook mencoba mengikuti gadis itu, ia melihat Yongri yang kembali memasuki mobil mewah seperti tadi pagi saat gadis itu pergi kuliah.

——

Yongri memasuki ruangan Siwon saat sekretaris Siwon mengantarkannya ke sana. Menemukan Siwon yang sedang sibuk dengan berbagai kertas di atas meja kerjanya. Dan Yongri benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Siwon, karena laki-laki itu sekarang terlihat luar biasa tampan.

Siwon hanya memakai kemeja putih yang begitu ketat ditubuhnya, karena jasnya ia gantungkan pada sandaran kursi kerja. Bagian tangannya di gulung hingga siku dan dasi yang sedikit melonggar, dengan kancing kemeja teratas sudah terlepas. Oh! Yongri benar-benar baru kali ini menemui laki-laki tampan yang sudah memiliki usia berkepala 4.

“Kau sudah datang.” Suara Siwon menyadarkan Yongri. Gadis itu tersenyum kecil dan mengangguk. Siwon berdiri dari duduknya dan menggiring Yongri untuk duduk di sofa yang berada di sana.

“Kantormu benar-benar luar biasa, ahjussi.” Puji Yongri.

“Kantor ayahmu juga luar biasa.” Balas Siwon. Yongri mengangkat kedua bahunya.

“Entahlah. Mungkin karena aku sudah beberapa kali ke sana, menurutku biasa saja. Karena aku pertama kali ke sini, makanya terlihat luar biasa.” Ujarnya.

“Mungkin seperti itu.” Sahut Siwon.

“Jadi, untuk apa kau menyuruhku datang ke sini? Sepertinya kau sedang sibuk.” Kata Yongri sembari melirik meja kerja Siwon. Siwon mengikuti lirikan Yongri dan tersenyum.

“Itu hanya hal biasa yang harus dikerjakan seorang CEO. Setidaknya aku harus berpura-pura sibuk agar tidak di sebut sebagai CEO pengangguran.” Canda Siwon.

“Kau selalu pura-pura tidak sibuk, padahal kau sangat sibuk.” Dengus Yongri.

“Kau sudah makan siang?” Tanya Siwon.

“Bagaimana mungkin aku bisa makan siang saat mobilmu sudah datang ketika kelasku berakhir?” Sindir Yongri membuat Siwon tertawa.

“Maka aku akan menyimpulkannya belum. Kita makan siang bersama. Tetapi kau mau menungguku sebentar, kan? Kertas-kertas di sana itu butuh persetujuanku dan aku harus mencoret-coretnya sebentar.” Kata Siwon sembari menunjukkan kertas-kertas di atas meja kerjanya. Yongri hanya mengangguk dan dibalas senyuman oleh Siwon. Siwon kembali beranjak dan ke tempatnya semula. Mulai larut dengan kertas-kertas itu. Membuat Yongri kembali terpesona oleh wajah tampannya yang benar-benar terlihat serius. Yongri benar-benar berharap ia bisa melihat Siwon seperti ini terus. Dan berharap tidak ada gadis lain yang bisa melihat Siwon di saat seperti ini. Egoiskah dia? Yongri tidak peduli dengan itu. Ia benar-benar ingin memiliki Siwon melebihi apapun sekarang.

——

Minho memasuki lobby CH Factory bersama dengan sekretaris disampingnya. Ia berencana menemui Manager CH Factory, karena mereka memang sudah membuat janji bertemu. Minho berjalan sembari mendengarkan sekretarisnya berbicara. Memberitahukannya apa saja yang harus dibicarakan dengan manager itu. Sesekali Minho mengangguk dan bertanya ketika penjelasan sekretarisnya sedikit membingungkan.

Selagi menunggu lift yang akan membawanya ke ruangan manager itu, Minho menatap ke sekeliling CH Factory. Interior yang mewah dan sangat elegan. Membuat Minho berdecak kagum. Ini memang pertama kalinya ia mendatangi CH Factory. Karena selama ini ia hanya menyuruh sekretarisnya yang datang ke sana. Tapi hari itu, Minho sengaja meluangkan waktunya karena hal yang akan dibicarakan cukup serius. Wajar saja bukan jika sekarang ia cukup tercengang dengan kemewahan CH Factory?

“CH Factory benar-benar mewah.” Gumam Minho.

“Benar sekali, sajangnim. Saya dengar, Tuan Choi sendiri yang merancangnya ketika CH Factory di renovasi.” Sahut sekretaris Minho.

“Benarkah? Wah, Tuan Choi benar-benar berbakat.” Kagum Minho.

Mata Minho sedikit menyipit saat melihat sosok yang begitu dikenalnya. Baru saja turun dari tangga melingkar yang ada di tengah-tengah lobby. Minho mencoba menyakinkan penglihatannya dan ia yakin dengan apa yang dilihatnya sekarang. Pakaian yang dipakai sosok itu sama persis seperti yang tadi pagi Minho lihat. Itulah yang membuatnya semakin yakin.

“Yongri?” Gumam Minho.

“Sedang apa dia disini?” Tanya Minho pada dirinya sendiri. Dan yang membuat Minho semakin bingung adalah laki-laki yang berada di samping gadis itu. Laki-laki pemilik perusahaan ini. Laki-laki yang juga dikenal Minho sebagai sahabat ayahnya. Yongri dan Siwon yang terlihat akrab, membuat kepala Minho dipenuhi berbagai pertanyaan. Namun pertanyaan yang paling ingin ditanyakannya adalah ada hubungan apa antara Siwon dan Yongri?

——

–To Be Continued–

Advertisements

54 thoughts on “Forbidden Love – Part 3

  1. Thor, aq baru nemu ff ini 3 hari yg lalu. Tiba2 keinget siwon trus pengen baca ff nya. Jujur aja ini ff terbeda yg pernah aq baca. Tjakep, tp masukan aja min, kok pemeran cowo nya kalo ngamuk luar binasa ya, aplg yg ceritanya kyuhyun wkwkwk duh jd serem amat 😁 and krn aq br nemu skrg, ff yg ini berasa dejavu sm goblin, and otomatis pemerannya ganti sm gong yoo and KGE tiap aq baca. Mianhe, bkn g menghargai, seandainya aq bc sblm goblin lain cerita, yg blg siwon pedofil keterlaluan, skrg jamannya ahjussi. Aq nunggu ff yg ceritanya aneh bin beda thor. Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s