He is Vampire – Part 6

Author : Choineke

Title : He is Vampire

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Super Junior’s members

Genre : Romance, Fantasy, Thriller, and Action

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Siwon menahan tangan Jungsoo yang berada di dalam dada Kyuhyun. Tepatnya yang sedang mencengkram jantung Kyuhyun. Kyuhyun semakin meringis merasakan sakit di dadanya. Dengan matanya yang telah berubah warna menjadi merah, Siwon menatap Jungsoo dengan penuh emosi. Berbeda dengan Jungsoo yang menatap Siwon dengan santai.

“Lepaskan.” Suara rendah Siwon menyapa telinga Jungsoo. Bukan hanya Jungsoo, tetapi semua yang ada di sana.

“Aku hanya membantumu membasmi mahluk yang sok jago ini, Siwon.” Kata Jungsoo.

“Jika kau membunuhnya, aku bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Aku bersumpah, Park Jungsoo.” Ancam Siwon. Senyum Jungsoo luntur mendengar ancaman Siwon. Bukan karena takut, tapi lebih kepada terkejut. Siwon tidak pernah seperti ini sebelumnya. Ia memang sering mengancam akan membunuh Jungsoo, tetapi Jungsoo tau itu hanya gertakan biasa. Namun sekarang, Jungsoo dapat melihat kesungguhan itu. Kesungguhan dari ucapan Siwon, dan itu membuat perasaan Jungsoo sedikit terluka.

Dengan perlahan Jungsoo melepaskan cengkramannya pada jantung Kyuhyun. Menarik tangannya keluar dari dada Kyuhyun. Membuat Kyuhyun akan bernafas lega seandainya saja ia manusia. Siwon membantu Kyuhyun berdiri dan merasa bersalah pada temannya itu. Ini semua karena dirinya hingga menyebabkan Kyuhyun hampir mati.

“Donghae, bawa Kyuhyun ke kamarnya. Ia butuh istirahat.” Ujar Siwon sembari menatap Donghae. Donghae mengangguk dan menghampiri mereka. Mengambil alih tubuh Kyuhyun, sebelum akhirnya menghilang ke dalam kamar Kyuhyun. Diikuti oleh Eunhyuk dan Ryeowook.

Siwon mengalihkan pandangannya pada Jungsoo yang sedang membersihkan tangannya yang berlumuran darah Kyuhyun. Jungsoo dapat merasakan tatapan tajam dari Siwon, namun laki-laki itu seolah tidak peduli. Setelah memastikan tangannya bersih, ia mendongak dan membalas tatapan Siwon.

“Jangan pernah ikut campur urusanku lagi.” Ucap Siwon dingin.

“Kapan tepatnya sikapmu berubah menjadi sedingin ini, Siwon-ah?” Tanya Jungsoo dengan raut wajah kembali santai.

“Kau benar-benar ingin tau?” Siwon tersenyum sinis. Laki-laki itu terdiam sebentar sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Jungsoo.

“Sejak kau mengubahku menjadi mahluk mengerikan ini.”

“Aku melakukan itu untuk menyelamatkanmu. Kau seharusnya berterima kasih.”

“Aku tidak pernah memintanya!”

“Terserah. Terserah kau mau bicara apa, Siwon-ah. Nyatanya kau sekarang adalah seorang vampire. Mahluk abadi.” Kata Jungsoo yang mulai sedikit kesal dengan sikap anaknya itu. Siwon mengerang kesal mendengar ucapan Jungsoo. Ia benar-benar ingin membunuh Jungsoo. Sayangnya ia tidak pernah benar-benar bisa melakukannya.

“Aku akan pergi.” Ujar Jungsoo yang hendak berjalan meninggalkan rumah Siwon. Namun ia seolah teringat sesuatu dan menghentikan langkahnya. Kembali menatap Siwon.

“Aku lupa menyampaikan tujuanku datang ke sini.” Siwon seolah tidak peduli dengan tujuan Jungsoo.

“Aku ingin kau kembali ke rumahku.” Kata Jungsoo. Siwon mengerutkan keningnya mendengar ucapan Jungsoo.

“Kau tau aku tidak akan mungkin melakukannya.” Sahut Siwon angkuh. Jungsoo tersenyum sinis. Tentu saja ia sudah bisa menebaknya. Tetapi ia sudah memiliki kartu untuk melawan Siwon.

“Kalau begitu izinkan aku bermain-main sedikit dengan gadis bernama Choi Yongri itu.” Sindir Jungsoo dengan tersenyum licik. Siwon mengepalkan tangannya saat mendengar nama Yongri meluncur dari mulut Jungsoo. Inilah yang ditakutkannya.

“Kenapa? Kau akan mengancamku lagi? Berkata ingin membunuhku?” Ucap Jungsoo.

“Lakukan saja, Siwon-ah. Tetapi sebelum kau melakukan itu, aku pastikan kau tidak akan bisa bertemu lagi dengan gadis itu.” Ancam Jungsoo.

“Dan kau tau aku tidak pernah main-main dengan ucapanku.” Lanjutnya. Siwon masih terus diam. Tanpa niatan sama sekali hendak membalas ucapan Jungsoo. Ia benar-benar sedang menahan emosinya sekarang.

“Aku akan memberikan kau waktu 2 minggu dari sekarang. Semoga kau bisa membuat keputusan yang bijak, anakku.” Ujar Jungsoo dengan menepuk pelan pundak Siwon. Selanjutnya ia segera melesat dari hadapan Siwon. Meninggalkan Siwon dengan pikirannya yang berkecamuk sekarang.

——

Siwon membuka pelan pintu kamar Kyuhyun. Menemukan Kyuhyun yang sedang setengah berbaring diranjangnya. Dengan ketiga temannya di sisi laki-laki itu. Keadaan Kyuhyun sudah jauh lebih baik. Malah mungkin sudah benar-benar baik. Mungkin ia hanya perlu memulihkan sedikit tenaganya saja. Siwon mendekati keberadaan mereka, dengan raut wajah yang sulit dibaca.

“Jungsoo sudah pergi?” Tanya Donghae. Siwon mengangguk pelan sebagai jawaban.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanyanya pada Kyuhyun. Kyuhyun menatap Siwon dengan intens, sebelum menjawab pertanyaan laki-laki itu.

“Baik.”

“Baguslah. Maaf atas apa yang dilakukan Jungsoo.” Ujar Siwon. Kyuhyun tersenyum sinis mendengarnya.

“Kau mengharapkan apa sekarang? Ucapan terima kasih dariku? Maaf saja jika seperti itu. Aku tidak akan pernah melakukannya.” Balas Kyuhyun. Siwon terdiam mendengar ucapan Kyuhyun. Sepertinya temannya itu sangat marah padanya. Dan Siwon harus mengakui ini semua memang salahnya. Tidak seharusnya ia melukai Yongri dan menyebabkan semua kekacauan ini. Seandainya bisa, Siwon ingin sekali memutar waktu dan tidak akan pernah menyetujui ide gila gadis itu. Gadis yang berhasil memporak-porandakan hatinya.

“Ayolah, teman. Apa masalah ini tidak bisa diselesaikan baik-baik? Aku rasa ini hanya kesalahpahaman.” Ujar Eunhyuk jengah. Ia tidak tahan melihat aura permusuhan antara Kyuhyun dan Siwon. Sebenarnya itu lebih terlihat pada Kyuhyun.

“Siwon-ah, tidakkah kau ingin menjelaskan tentang luka di leher Yongri? Agar kita tidak terlarut dalam masalah ini.” Usul Donghae.

“Jika itu yang kalian butuhkan, aku akan menjelaskan semuanya.” Putus Siwon akhirnya. Donghae, Eunhyuk, dan Ryeowook terlihat mengangguk mendengar keputusan Siwon.

“Luka di leher Yongri, itu memang bekas gigitanku semalam.” Ucap Siwon memulai penjelasannya. Kyuhyun terlihat ingin bangun dan menghampiri Siwon saat mendengar satu kalimat itu. Namun dengan cepat ditahan oleh ketiga laki-laki yang berada disisinya. Membuat Kyuhyun hanya dapat menatap Siwon dengan emosi.

“Jika kau tidak bisa diam, aku akan kembali mematahkan semua tulangmu, Cho Kyuhyun!” Ancam Ryeowook kesal.

“Kenapa kau melakukannya, Siwon-ah?” Tanya Eunhyuk.

“Kita sudah sepakat untuk menjaganya. Tidak seharusnya kau melakukan itu.” Lanjut Eunhyuk.

“Maafkan aku. Aku benar-benar tidak bermaksud melakukannya. Aku akui semua ini adalah kesalahanku.” Sesal Siwon.

“Kalian tau semalam adalah malam bulan purnama. Dan aku sangat membenci malam tersebut. Karena apa? Karena di malam itu aku harus menyakiti manusia, bahkan mungkin membunuhnya. Aku berniat untuk tidak mencari mangsa semalam. Menurutku, aku pasti bisa bertahan. Ternyata aku salah. Tubuhku mulai melemah seiring dengan bulan yang semakin tinggi. Di saat aku sedang mempertahankan diri, Yongri menghubungiku dan mengatakan ia sedang menungguku.” Siwon diam sebentar sebelum melanjutkan ceritanya.

“Aku terpaksa pulang karena gadis itu bersikeras akan menunggu hingga aku datang. Di saat itulah, Yongri melihat sisi terlemahku. Wajahku yang pucat dan aku meringis kesakitan di seluruh tubuhku.”

“Ia menyuruhku untuk segera mencari mangsa, tetapi aku tidak mau. Hingga akhirnya ia mengeluarkan ide gilanya.”

“Ia menyuruhmu meminum darahnya?” Tebak Ryeowook memotong cerita Siwon. Siwon menatap Ryeowook dan kemudian mengangguk.

“Kau seharusnya tidak menurutinya!” Komentar Kyuhyun.

“Aku tau. Aku tau, Kyuhyun-ah. Disanalah letak kesalahanku. Seharusnya aku tidak menurutinya. Tetapi aku benar-benar tidak bisa menolak, saat melihatnya menangis. Saat ia berkata bahwa ia tidak ingin melihatku mati membuatku akhirnya menuruti permintaannya itu.” Siwon mengakhiri ceritanya. Ada perasaan lega saat ia berhasil menceritakan itu kepada teman-temannya.

“Yongri benar-benar menyukaimu.” Ujar Donghae. Siwon menatap Donghae namun ia tidak menanggapi ucapan Donghae itu. Sepertinya yang lain juga sependapat dengan pemikiran Donghae.

“Aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan melakukannya lagi.” Ujar Siwon.

“Baguslah jika kau tau.” Ketus Kyuhyun. Siwon tersenyum kecil mendengar nada bicara Kyuhyun. Walaupun terdengar ketus, tetapi Siwon tau bahwa kemarahan Kyuhyun sudah sedikit mereda.

“Dan, teman-teman, bolehkah aku menceritakan satu masalahku lagi pada kalian?” Tanya Siwon sembari menatap temannya satu persatu.

“Ini berkaitan dengan Jungsoo.” Lanjut Siwon. Membuat keempat temannya itu segera menggeram kesal mendengarnya.

——

Yongri duduk di depan meja rias di dalam kamarnya. Melihat perban di lehernya melalui kaca. Membukanya perlahan, sehingga memperlihatkan luka gigitan yang Siwon lakukan. Gadis itu merabanya pelan. Membuat dirinya sendiri meringis pelan. Ia sudah menyiapkan perban baru untuk lukanya. Setelah perban itu dilumuri obat, ia segera menutupi kembali lukanya. Bersamaan dengan itu, Henry muncul di dalam kamarnya. Membuat Yongri yang terkejut, segera menatap tajam laki-laki itu melalui kaca.

“Tidak bisakah kau mengetuk terlebih dahulu? Bagaimana jika aku sedang telanjang?!” Ucap Yongri kesal.

“Tentu dengan senang hati aku akan melihatnya.” Tanggap Henry. Membuat Yongri semakin kesal. Untung saja ia sudah menutupi lukanya. Jika Henry sampai melihat, ia yakin Henry akan tau apa yang terjadi padanya.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Lehermu kenapa?” Tanya Henry sembari mendekati Yongri.

“Tidak apa-apa. Sedikit terluka akibat kecerobohanku.” Jawab Yongri berbohong. Henry mengangguk kecil mendengar jawaban Yongri.

“Lalu, apa yang menyebabkanmu tidak pulang beberapa hari yang lalu?” Tanya Henry lagi. Yongri menghela nafas sebentar, sebelum akhirnya berbalik untuk menatap laki-laki itu.

“Pulang dari Kanada, kau semakin cerewet. Astaga.” Ejek Yongri.

“Aku mengkhawatirkan dirimu, Yongri-ya.” Jelas Henry.

“Aku tau. Dan aku berterima kasih untuk itu. Tetapi aku juga ingin memiliki privasi, Henry. Maafkan aku. Sejak kau pergi dan orangtuaku meninggal, aku terbiasa sendiri. Tidak ada yang mengkhawatirkanku. Aku sudah terbiasa dengan itu semua.” Ujar Yongri sembari berdiri dari duduknya. Ia dapat melihat tatapan Henry sedikit terluka setelah mendengar ucapannya. Dan Henry sendiri tidak bersusah payah untuk menutupi rasa terluka dan kecewa atas ucapan Yongri. Ia tau, ia memang salah karena telah meninggalkan Yongri begitu lama. Tetapi, apa salah jika ia mengkhawatirkan Yongri? Mantan kekasih yang sangat ia sayangi.

“Maafkan aku.” Sesal Yongri. Henry mencoba tersenyum.

“Tidak apa-apa. Aku mengerti. Asal kau baik-baik saja, itu sudah cukup untukku.” Kata Henry.

“Terima kasih. Aku baik-baik saja. Dan akan selalu begitu.” Balas Yongri yakin.

“Baguslah. Oh ya, besok atau lusa, aku akan pindah dari sini.” Ucap Henry, membuat Yongri terkejut. Apa karena ucapannya barusan?

“Henry..”

“Jangan salah paham. Aku memang sudah merencanakannya semenjak pulang ke sini. Aku berniat membeli apartemen, tetapi sebelum mendapatkannya, aku harus memiliki tempat tinggal sementara, bukan? Daripada harus tinggal di hotel, disini lebih baik. Aku tidak harus mengeluarkan uang.” Gurau Henry. Mau tak mau membuat Yongri tertawa kecil.

“Aku sudah memutuskan akan menetap disini. Aku akan bekerja. Mencari pacar dan menikah disini. Keren, bukan? Aku terlalu mencintai Seoul.”

Juga mencintaimu.‘ Lanjutnya dalam hati.

“Aku akan mendukung apapun yang kau lakukan. Aku doakan yang terbaik untukmu, Henry-ya.” Ujar Yongri dengan tersenyum. Membuat Henry ikut tersenyum dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

“Terima kasih.” Gumamnya.

——

Yongri yang baru keluar dari mobilnya, tersenyum lebar saat melihat Siwon melakukan hal yang sama dengannya. Dengan cepat ia menutup pintu mobil, dan tidak lupa menguncinya. Menghampiri Siwon yang terlihat terkejut dengan kehadirannya. Namun bukan Siwon namanya jika ia tidak bisa menyembunyikan ekspresi itu.

“Hai!” Sapa Yongri.

Siwon menatap Yongri, lalu tatapannya tertuju pada leher Yongri yang masih di perban. Menyentuhnya dengan perlahan karena takut menyakiti Yongri. Perasaan bersalah itu datang lagi. Membuat Siwon merutuki dirinya sendiri.

“Masih belum sembuh?” Tanya Siwon hampir seperti berbisik. Namun Yongri dapat mendengarnya dengan jelas.

“Sudah tidak apa-apa. Hanya saja masih sedikit berbekas sehingga aku harus menutupinya. Jika tidak, orang-orang akan curiga.” Jawab Yongri mencoba menenangkan Siwon.

“Kelas akan segera dimulai, ayo kita masuk ke dalam.” Ajak Yongri. Mengalihkan Siwon dari pembicaraan mengenai lukanya itu. Siwon mengangguk dan mereka berjalan bersama menuju kelas.

Sudah satu minggu sejak Jungsoo mendatangi Siwon saat itu. Yang artinya Siwon hanya memiliki waktu satu minggu lagi untuk memberikan keputusan atas permintaan Jungsoo. Kembali kepada Jungsoo atau Yongri akan celaka. Siwon masih belum tau apa yang akan dilakukannya. Jika saja Jungsoo tidak membawa-bawa Yongri dalam hal ini, Siwon pasti sudah menolak permintaan laki-laki itu. Tetapi karena Yongri terancam bahaya, Siwon terpaksa memikirkan ulang mengenai hal itu.

Siwon menatap Yongri yang berjalan disampingnya. Wajah itu yang selalu hadir di dalam pikiran Siwon beberapa waktu ini. Membuatnya merasakan perasaan aneh seperti yang sering manusia rasakan. Siwon tidak tau apa jadinya jika nanti ia tidak bisa bertemu dengan gadis ini lagi. Karena jika Siwon kembali ke rumah Jungsoo, ia sudah pasti harus mengikuti semua keinginan ayahnya tersebut. Keinginan yang sangat Siwon benci. Menciptakan vampire baru untuk kelangsungan hidup mereka. Selain itu, Jungsoo juga tidak akan mengizinkannya bertemu dengan Yongri. Siwon yakin itu, karena ia tau persis bagaimana sifat Jungsoo.

“Kenapa?” Pertanyaan Yongri menyadarkan Siwon. Laki-laki itu segera mengalihkan pandangannya dan menghentikan langkahnya. Yongri ikut menghentikan langkahnya dan menatap Siwon dengan bingung.

“Kau kenapa?” Tanya Yongri lagi. Siwon menggeser posisinya dan membalas tatapan Yongri.

“Jika suatu saat aku tidak bisa menemuimu lagi, bagaimana?” Tanya Siwon. Jantung Yongri tiba-tiba saja berdetak sangat cepat saat mendapat pertanyaan seperti itu oleh Siwon. Pertanyaan yang cukup mengejutkan dan juga menakutkan untuknya. Tanpa sadar gadis itu mengepalkan tangannya. Mencoba menghalau tubuhnya agar tidak gemetar.

“A–apa yang kau bicarakan?” Suara gadis itu terdengar parau.

“Aku seorang vampire yang sudah hidup ratusan tahun. Aku selalu berpindah-pindah tempat sesuka hatiku. Jika aku memutuskan untuk tidak tinggal disini lagi, bagaimana menurutmu?” Siwon mengulang pertanyaannya dengan lebih jelas.

“Meninggalkanku?” Ucap Yongri memastikan. Mata gadis itu memerah. Dan ia semakin sulit bernafas karena dadanya terasa sesak. Siwon terdiam saat melihat perubahan wajah gadis itu. Ia tau Yongri sedang menahan tangis saat ini. Dan Siwon yakin ia akan kalah saat melihat gadis itu menangis.

“Setelah kau tau bagaimana perasaanku padamu, kau akan meninggalkanku?” Airmata Yongri sukses mengalir dari kedua matanya.

“Aku semakin yakin jika seorang vampire tidak memiliki hati dan perasaan. Karena sekarang aku melihat itu pada dirimu. Kau benar-benar tidak berperasaan, Siwon-ssi.” Ucap Yongri dengan menangis. Gadis itu berbalik untuk kembali menuju mobilnya. Hilang sudah mood-nya untuk berkuliah hari itu. Siwon menghancurkan harinya hanya dalam sekejap mata.

“Vampire dan manusia tidak bisa bersatu.” Suara Siwon menghentikan langkah Yongri. Gadis itu menyeka kasar airmatanya dan berbalik. Menatap Siwon dengan tajam.

“Itu bukan suatu alasan. Berapa kali aku memintamu untuk mengubahku menjadi seorang vampire? Kau sendiri yang tidak mau melakukannya!” Balas Yongri.

“Itu tidak semudah yang kau bayangkan, Choi Yongri!!” Pekik Siwon membuat beberapa orang menatap mereka dengan penuh minat. Seperti melihat pertengkaran sepasang kekasih. Siwon menghampiri Yongri dan menggenggam tangan gadis itu. Menariknya meninggalkan tempat mereka bertengkar tadi. Keduanya memasuki mobil Siwon dan segera melaju saat Siwon menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi.

——

“Apa maksudmu dengan kau memiliki seorang ayah?” Tanya Yongri dengan sedikit terkejut saat mendengar cerita Siwon. Keduanya saat ini sedang berada di sebuah taman. Mereka duduk berdampingan di sebuah kursi kayu yang terletak tepat di bawah pohon maple.

Siwon memutuskan untuk menceritakan semuanya pada gadis itu. Bukankah sudah dikatakan jika Siwon melihat Yongri menangis, ia akan kalah? Bentuk kekalahan Siwon saat ini adalah dengan menceritakan hal yang sedang terjadi padanya dan Jungsoo. Siwon juga berharap jika Yongri telah mengetahui semuanya, ia akan merelakan Siwon untuk pergi dari hidupnya. Karena itu semua Siwon lakukan untuk melindunginya.

“Kau ingat vampire yang waktu itu hendak membunuhmu?” Tanya Siwon. Yongri mengerutkan keningnya. Terlihat berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk.

“Vampire itu adalah ayahku. Namanya Park Jungsoo.” Kata Siwon.

“Bukankah hal wajar jika ayahmu meminta kau kembali ke rumahnya? Ayah dan anak memang harus tinggal dalam satu atap.” Ungkap Yongri.

“Kau tidak mengerti, Yongri-ya. Jungsoo bukanlah seorang ayah yang memiliki sifat seperti ayah-ayah seorang manusia. Jungsoo adalah seorang monster.”

“Ia akan melakukan apapun untuk memenuhi keinginannya. Ia tidak segan-segan membunuh siapapun yang menghalangi jalannya. Asal kau tau, Kyuhyun hampir saja dibunuhnya beberapa hari yang lalu.”

“Apa?! Tapi kenapa?” Yongri terlihat terkejut.

“Ceritanya panjang dan aku sedang malas menjelaskannya. Yang menjadi masalah disini adalah Jungsoo memaksaku untuk kembali ke rumahnya. Jika tidak, ia akan menyakitimu.” Jelas Siwon dengan menatap gadis itu.

“Menyakitiku?” Tanya Yongri memastikan. Siwon mengangguk pelan.

“Apa alasan ayahmu ingin menyakitiku?”

“Karena–ia berpikir kau dan aku memiliki suatu hubungan.” Kata Siwon ragu.

“Aku tidak mengerti.” Keluh Yongri.

“Menjauhlah dariku jika kau tidak ingin dirimu celaka, Choi Yongri. Jungsoo menjadikanmu sebagai senjata untukku, karena ia tau kau dan aku cukup dekat.” Kata Siwon.

“Kenapa aku harus menjauh darimu saat aku yakin bahwa aku akan baik-baik saja ketika aku berada disisimu?” Ujar Yongri keras kepala.

“Kau tidak tau seperti apa Jungsoo. Ia bisa membunuhmu. Dan aku tidak mau jika sampai ia membunuhmu! Apa kau tidak mengerti juga?!” Siwon terlihat mulai kesal.

“Kenapa? Katakan padaku kenapa kau tidak mau ia membunuhku? Bukankah kau tidak memiliki perasaan apa-apa padaku?” Tanya Yongri. Siwon terdiam mendengar pertanyaan gadis itu. Ia tidak tau harus menjawab apa sekarang. Tidak mungkin ia mengakui perasaannya kepada gadis itu. Tidak, atau semuanya akan semakin berantakan.

“Kau tidak bisa menjawabnya, kan? Lalu kau pikir aku akan menurutimu begitu saja? Kau salah, Siwon-ssi. Aku justru ingin sekali bertemu dengannya. Memintanya mengubahku menjadi seorang vampire.” Ucap Yongri dengan sinis. Gadis itu berbalik dan hendak meninggalkan Siwon. Namun Siwon dengan cepat menarik lengannya, dan kembali membuat gadis itu menatapnya.

“Ini bukan suatu permainan, Choi Yongri! Apa kau pikir dengan kau menjadi vampire akan mengubah semuanya? Apa kau pikir aku akan mempunyai perasaan padamu? Begitu? Kau salah! Dengan kau menjadi vampire ataupun tidak, perasaanku tetap sama.” Ujar Siwon dengan penuh penekanan.

“Benarkah? Baiklah, kita lihat saja nanti. Aku ingin tau apa yang akan terjadi jika aku telah berubah menjadi seorang vampire.” Tantang Yongri. Gadis itu kembali berbalik dan benar-benar meninggalkan Siwon sendiri. Siwon menatap kepergian Yongri dengan kemarahan yang memuncak. Ia melempar kursi kayu yang sempat didudukinya hingga kursi itu hancur berkeping-keping. Siwon benar-benar marah hingga rasanya ingin sekali membunuh Jungsoo. Ia semua karena laki-laki itu. Jungsoo membuat semuanya menjadi hancur berantakan!

——

Eunhyuk memasuki kamar Siwon dan menemukan laki-laki itu sedang bersandar di langit-langit kamarnya. Tangannya terlipat didepan dada dan pandangannya mengarah ke lantai dengan sangat tajam. Eunhyuk berdecak dan terpaksa mendongak untuk menatap laki-laki itu. Siwon selalu melakukan hal aneh menurut Eunhyuk.

“Apa yang kau lakukan disana?” Tanya Eunhyuk. Tidak ada tanggapan apapun dari Siwon.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Sudah beberapa hari ini kau tidak pergi kuliah dan hanya mengurung dirimu dikamar. Kau tidak memiliki waktu hanya untuk seperti ini, Siwon-ah. Kau hanya memiliki waktu tiga hari lagi.” Kata Eunhyuk mengingatkan.

“Apa kau sudah menentukan pilihanmu?” Tanya Eunhyuk untuk kesekian kalinya. Namun tetap tidak ada tanggapan apapun dari Siwon. Hingga akhirnya semua teman Siwon memasuki kamar laki-laki itu dan ikut mendongak untuk menatap Siwon. Kyuhyun tiba-tiba melesat ke atas dan menarik Siwon turun. Laki-laki itu sekarang telah berdiri dihadapan teman-temannya yang menatapnya dengan pandangan ingin tau. Tentu saja tentang pilihan atas permintaan Jungsoo.

“Kalian mengganggu waktuku untuk berpikir.” Ucap Siwon kesal.

“Tidak ada waktu untuk berpikir lagi, Siwon-ah. Kau harus menentukan pilihanmu sekarang, sebelum Jungsoo berbuat sesuatu.” Sahut Ryeowook.

“Ini bukan sesuatu yang dapat aku putuskan dengan mudah! Aku benar-benar membutuhkan waktu untuk berpikir.” Sergah Siwon.

“Bawa Yongri ke sini dan tolak permintaan Jungsoo. Bukankah itu pilihan yang mudah?” Ujar Kyuhyun santai.

“Bicara memang mudah, Cho Kyuhyun.” Tanggap Siwon semakin kesal.

“Kalaupun aku membawa Yongri ke sini dan menolak permintaan Jungsoo, Jungsoo tidak akan tinggal diam saja. Ia akan melakukan apapun untuk menyakiti Yongri. Dan aku tidak akan bisa menjaga gadis itu selama 24 jam. Dan yang harus kalian tau, Yongri sangat ingin bertemu dengan Jungsoo sekarang.” Jelas Siwon.

“Apa? Kenapa Yongri ingin bertemu Jungsoo?” Tanya Kyuhyun terkejut.

“Gadis itu ingin berubah menjadi vampire. Ia benar-benar keras kepala dan aku tidak tau lagi harus berbuat apa.”

“Astaga. Ini pertama kalinya aku menemui manusia yang ingin menjadi vampire. Apa kau tau alasan Yongri menginginkan hal tersebut?” Tanya Ryeowook penasaran.

“Agar kami bisa hidup bersama.” Jawab Siwon.

“Kau memaksanya?” Tuduh Kyuhyun. Siwon menatap Kyuhyun dengan tajam.

“Jangan asal bicara. Jika aku yang memaksanya, aku yang akan mengubahnya menjadi vampire. Aku tidak membutuhkan Jungsoo untuk itu. Tetapi karena aku menolak permintaan gadis itu untuk membuatnya menjadi vampire, ia berharap Jungsoo segera menemuinya agar ia bisa meminta hal itu dari Jungsoo.”

“Tunggu. Darimana Yongri tau tentang Jungsoo?” Donghae mulai bersuara.

“Tentu saja aku yang menceritakan semuanya. Aku berharap gadis itu menjauhiku jika aku menceritakan semuanya. Tetapi yang terjadi benar-benar di luar pikiranku. Yongri, gadis yang sangat-sangat keras kepala.”

“Masalah ini menjadi semakin rumit.” Gumam Eunhyuk.

“Makanya aku membutuhkan waktu untuk berpikir sekarang. Jangan menggangguku dan keluarlah dari kamarku.” Usir Siwon. Laki-laki itu kembali melesat ke atas dan kembali bersandar di langi-langit kamarnya. Keempat temannya hanya dapat menatap laki-laki itu dengan wajah tanpa ekspresi. Mereka juga belum memiliki ide untuk menyelesaikan masalah ini. Donghae memberi isyarat kepada yang lain untuk keluar dari kamar dan tidak mengganggu Siwon terlebih dahulu. Siwon benar-benar membutuhkan waktu untuk berpikir, mengingat waktu yang tersisa sudah tidak banyak lagi.

——

Yongri dan Hyerim sedang berada di kantin sembari mengisi perut mereka yang lapar. Yongri terlihat menyantap makanannya dengan lahap. Gadis itu mencoba menghindari Siwon semenjak pertengkaran mereka waktu itu. Dan seperti mendukung perbuatannya itu, Siwon juga tidak terlihat di sekitarnya akhir-akhir ini. Walaupun Yongri ingin tau apa yang dikerjakan laki-laki itu, namun ia mencoba tidak peduli.

“Aku pikir kau melupakanku.” Suara Hyerim membuat Yongri mengurungkan niatnya untuk memasukan makanan ke dalam mulut.

“Kau tau tidak kalau kau itu sangat menyebalkan semenjak dekat dengan Choi Siwon? Kau seperti melupakanku dan sibuk dengan laki-laki itu. Untung saja aku adalah sahabat yang pengertian. Aku tau kalau kau sedang jatuh cinta, sehingga aku membiarkanmu.” Kesal Hyerim. Gadis itu menatap Yongri dengan sinis. Yongri meletakkan sumpit dan sendok yang berada di tangannya. Meminum air putih di samping makanannya, sebelum akhirnya memusatkan perhatiannya pada Hyerim.

“Kau marah?” Pertanyaan tolol Yongri membuat Hyerim ingin sekali memukul kepalanya.

“Pikir saja sendiri, Choi Yongri-ssi.” Sahut Hyerim tak peduli.

“Maafkan aku. Eo? Eo?” Bujuk Yongri dengan memaksa Hyerim untuk menatapnya. Hyerim berdecak dan mengubah ekspresi wajahnya menjadi lebih lembut.

“Kau tau aku tak pernah bisa benar-benar marah denganmu.” Ujarnya.

“Terima kasih, Hyerim-ah.” Kata Yongri dengan tersenyum.

“Jadi bagaimana hubunganmu dengan Siwon?” Tanya Hyerim penasaran. Yongri menghela nafas panjang.

“Jangan menyebut namanya. Aku sedang malas mendengarnya.” Jawab Yongri. Mendengar itu, membuat Hyerim mendengus.

“Kau sedang bertengkar dengannya? Pantas saja kau menemuiku.” Ucap Hyerim kembali di landa kesal.

“Tidak. Tidak seperti itu, Hyerim-ah. Jangan marah, eo?”

“Jadi benar kalian sedang bertengkar?”

“Tidak ada yang serius. Hanya sedang berbeda pendapat tentang suatu hal.” Ujar Yongri. Hyerim mengangguk sekilas dan melanjutkan kegiatan makannya. Begitupun dengan Yongri. Namun tiba-tiba Yongri menghentikan kegiatan makannya dan menatap Hyerim dengan ragu. Gadis itu terlihat memikirkan sesuatu. Ia membuka mulutnya beberapa kali, namun beberapa kali juga menutupnya kembali. Terlihat ragu dengan apa yang hendak dikatakannya.

“Kau kenapa?” Hyerim menangkap tingkah aneh dari Yongri.

“Hyerim-ah..” Panggil Yongri.

“Ada apa?”

“Seandainya.. Ini hanya seandainya saja, eo?”

“Ada apa sebenarnya?” Hyerim terlihat sangat penasaran.

“Seandainya saja aku adalah seorang–vampire, apa kau masih mau berteman denganku?” Tanya Yongri pelan. Ia menatap Hyerim dengan perasaan was-was. Apalagi saat melihat Hyerim yang hanya diam sembari menatapnya dengan matanya yang membesar.

“Ini hanya seandainya, Hyerim-ah. Aku bukan vampire.” Tegas Yongri.

Setidaknya untuk sekarang.‘ Tambah Yongri dalam hati.

“Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa setiap kita bersama, kau selalu membicarakan vampire? Kau begitu tertarik pada mahluk bergigi tajam itu? Kau terlalu banyak menonton film, Yongri-ya.” Kata Hyerim setelah lama diam. Ia benar-benar merasa aneh dengan tingkah Yongri.

“Aku hanya bertanya dan itu hanya seandainya, Hyerim-ah. Bagaimana? Kau masih akan berteman denganku, kan?” Tanya Yongri lebih mendesak.

“Tidak.” Jawab Hyerim tegas.

“Apa?!” Yongri terlihat terkejut dengan jawaban Hyerim.

“Hanya manusia bodoh yang mau berdekatan dengan vampire. Kau tau apa yang diincar vampire di dunia ini? Tentu saja darah manusia. Mendekatkan diri dengan vampire sama saja dengan bunuh diri.” Jelas Hyerim.

“Tapi tidak semua vampire seperti itu, Hyerim-ah.” Kata Yongri membela vampire.

“Oh, ya? Bagaimana kau bisa seyakin itu?” Tanya Hyerim. Yongri gelagapan saat mendapatkan pertanyaan tidak terduga dari Hyerim. Gadis itu memundurkan duduknya hingga bersandar dan menelan salivanya yang tiba-tiba terasa seperti batu.

“Eo? A–ah, itu hanya menebak. Edward Cullen contohnya.” Jawab Yongri terbata. Hyerim berdecak dan menggelengkan kepalanya.

“Kau benar-benar terlalu banyak menonton film. Itu hanya sebuah film. Fiksi, Yongri-ya. Tidak ada yang seperti itu di dunia nyata. Vampire adalah mahluk jahat yang kerjanya hanya membunuh manusia.” Ujar Hyerim.

Tidak, Hyerim-ah. Siwon tidak seperti itu.‘ Batin Yongri. Ingin sekali ia berteriak seperti itu. Namun Yongri tau ia tidak bisa melakukannya.

“Kau sudah selesai makan? Ayo, kita pulang. Ada tugas yang harus dikumpulkan besok. Kita harus segera menyelesaikannya.” Kata Hyerim yang sudah berdiri dari duduknya. Yongri hanya mengangguk lesu dan mengikuti langkah sahabatnya itu. Ia menghela nafas panjang dan kembali memikirkan keinginannya untuk menjadi vampire. Ia tidak akan bisa berteman lagi dengan Hyerim jika telah berubah menjadi vampire. Benar. Tentu saja akan seperti itu. Kehidupan vampire dan manusia sangat jauh berbeda. Dengan menjadi vampire, ia tidak bisa mengharapkan hidup normal seperti layaknya menjadi manusia. Tetapi Yongri tidak mengkhawatirkan itu selagi ada Siwon disisinya. Ia tidak membutuhkan yang lain. Hanya Siwon, dan itu sudah lebih dari cukup.

——

Bulan mulai datang untuk menggantikan tugas matahari. Memberikan penerangan pada langit malam yang terlihat sedikit mendung. Yongri keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya dari berbagai kegiatan pada pagi hingga sore hari. Membiarkan kaos kebesaran dan hotpants membalut tubuhnya. Dengan selembar handuk yang menggulung rambutnya di atas kepala. Gadis itu keluar dari kamar dan menuju ke dapur. Ia merasakan perutnya lapar setelah terakhir kali mengisi perut pada siang hari.

Setelah sampai di dapur, Yongri dengan segera membuka kulkas. Matanya berkilat kecewa saat tak menemukan apapun di dalam kulkas kecuali minuman-minuman ringan. Sepertinya ia lagi-lagi lupa membeli bahan-bahan makanan. Dan sejujurnya, ia sedang malas sekali untuk keluar rumah malam ini.

Yongri menutup kulkas kembali dan beralih ke lemari tempat menyimpan makanan siap saji. Matanya berbinar saat melihat satu bungkus ramyeon di dalam sana. Tanpa menunggu waktu lama, ia segera mengambilnya dan memasaknya. Perutnya sudah benar-benar tidak bisa diajak kompromi lagi.

Asap mengepul dari dalam panci saat Yongri meletakkan panci tersebut di atas meja. Perutnya berbunyi sebagai respon dari rasa laparnya yang semakin menjadi. Sumpit di tangan kanannya sudah mulai memasuki panci dan bersiap memindahkan seluruh isi panci itu ke dalam perutnya.

Bunyi bel rumah menginterupsi kegiatan makan Yongri. Gadis itu berdecak meletakkan sumpitnya dengan kasar. Meminum air putih yang berada di dekatnya, sebelum akhirnya berdiri dan meninggalkan ruang makan. Ia membuka pintu rumah dan mendengus malas saat melihat sosok Siwon di hadapannya. Lengkap dengan ekspresi datarnya yang membuatnya terlihat semakin menyebalkan dimata Yongri.

“Kau mengganggu waktu makanku, tau?!” Kesal gadis itu.

“Ayo, ikut aku. Aku akan menyediakan makanan apapun yang kau inginkan.” Ajak Siwon.

“Harus berapa kali kukatakan kalau aku tidak mau ikut denganmu!” Kekesalan Yongri berubah menjadi kemarahan.

“Ini sudah waktunya, Yongri-ya. Aku mohon, sebelum Jungsoo datang.” Siwon melembutkan suaranya. Karena ia yakin, semakin ia berkeras, Yongri pun akan melakukan hal yang sama.

“Aku sangat menantikan itu.” Sahut Yongri.

“Jungsoo sudah pernah menyakitimu, apa kau tidak takut ia akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya? Bahkan mungkin akan lebih parah.” Ucap Siwon.

“Aku malas berdebat denganmu, lebih baik kau pulang.” Kata Yongri sembari menutup pintu rumahnya. Namun gerakan Siwon lebih cepat dengan menahan pintu itu. Bahkan membuat Yongri sempat terdorong ke belakang. Yongri semakin menatap Siwon dengan emosi.

“Aku mohon.” Pinta Siwon sekali lagi. Hal yang tidak pernah dilakukannya selama ini. Dan demi keselamatan Yongri ia rela melakukannya. Sial, ia benar-benar sudah terjerat oleh gadis keras kepala ini.

“Buat aku menjadi vampire, dan aku akan ikut denganmu. Bagaimana?” Tanya Yongri menawarkan. Siwon mengepalkan tangannya mencoba untuk menahan emosi. Laki-laki itu sudah kehabisan akal untuk membuat gadis ini ikut bersamanya. Tidak ada cara lain lagi selain memaksanya.

“Aku sudah menduga kau berada disini, anakku.” Sebuah suara mengurungkan niat Siwon yang hendak menghampiri Yongri. Dengan cepat Siwon menoleh dan menemukan Jungsoo di sana. Lengkap dengan seringaiannya. Yongri yang melihat seringaian Jungsoo pun tidak dapat menahan rasa takut dalam dirinya. Keinginannya untuk meminta Jungsoo mengubahnya menjadi vampire seolah meluap entah kemana. Aura Jungsoo benar-benar terasa mencekam. Berbeda saat Yongri berada di dekat Siwon.

“Jungsoo..” Desis Siwon. Ia memundurkan langkahnya dan menggenggam tangan Yongri. Siwon langsung menoleh saat merasakan tangan itu bergetar. Keringat dingin mengalir di seluruh wajah Yongri. Membuat Siwon ingin sekali meneriakinya sekarang. Ini semua karena sifat keras kepalanya. Sehingga membuat mereka terjebak di hadapan Jungsoo sekarang. Yongri membalas tatapan Siwon dan mencoba menyuarakan rasa takutnya.

“Kau sadar ini sudah dua minggu semenjak perjanjian kita, Choi Siwon.” Kata Jungsoo sembari berjalan mendekat.

“Aku tidak akan kembali.” Tegas Siwon. Jungsoo tersenyum sinis dan terlihat tidak terkejut dengan keputusan Siwon. Ia sudah tau jelas akan hal itu.

“Aku tau.” Sahut Jungsoo.

“Tetapi sebagai gantinya, kau bisa memberikan gadis itu padaku. Dan aku tidak akan mengganggumu lagi.” Lanjutnya. Genggaman Siwon semakin erat pada tangan Yongri. Ia bersumpah tidak akan pernah melepaskannya hingga memastikan keselamatan gadis itu.

“Kau berharap aku mengikuti kemauanmu? Bermimpi saja kau, Park Jungsoo.” Ucap Siwon.

“Dia manusia, Siwon-ah. Kau tidak berpikir untuk hidup bersamanya, kan? Lebih baik kita menikmati darahnya.” Saran Jungsoo masih lengkap dengan senyum sinisnya. Siwon langsung melayangkan tendangannya pada tubuh Jungsoo saat kalimat demi kalimat itu menyulut emosinya. Ia menatap Jungsoo dengan pandangan tajam. Yongri yang melihat itu tidak dapat menutupi rasa terkejutnya. Lebih dari itu, rasa takutnya semakin menjadi. Membuatnya meneteskan airmata.

“Kau sepertinya ingin bermain-main denganku.” Kata Jungsoo santai. Membersihkan kotoran di pakaiannya akibat tendangan Siwon. Jungsoo segera melesat ke hadapan Siwon dan mencekik leher laki-laki itu. Membuat yongri memekik ketakutan.

Mata Jungsoo berkilat merah begitupun dengan Siwon. Cekikan Jungsoo semakin kuat seiring dengan kemarahannya yang semakin menjadi. Namun itu tidak bertahan lama saat Siwon dengan tiba-tiba memukul dadanya dengan kuat. Membuat tubuh Jungsoo terjungkal ke belakang. Namun itu bukan masalah berarti untuk Jungsoo. Ia segera berdiri dan menghilangkan senyum yang sedari tadi menghiasi wajahnya. Matanya masih berkilat merah sembari menatap Siwon.

“Aku benar-benar tidak bisa ikut denganmu ataupun memberikan gadis ini padamu.” Kata Siwon.

“Tidakkah itu serakah? Semuanya menguntungkanmu. Lalu, apa yang akan aku dapatkan?” Tanya Jungsoo.

“Kau sudah memiliki banyak pengikut. Mereka semua bisa menuruti keinginanmu. Dan itu bukan aku! Aku tidak mau menjadi budakmu lagi!”

“Bukan urusanku kau mau atau tidak. Yang terpenting adalah keinginanku harus terpenuhi!”

“Kau sangat egois! Itu yang membuatku tidak mau tinggal bersamamu.” Ujar Siwon.

“Aku tidak mau berdebat denganmu. Lebih baik sekarang kau berikan gadis itu padaku, sebelum aku menyakitimu.” Perintah Jungsoo.

“Aku tidak akan mengulangi ucapanku.” Kata Siwon tanpa rasa takut sama sekali. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, tubuh Siwon langsung terpental di halaman rumah Yongri. Membuat Yongri lagi-lagi memekik karena ketakutan. Ia takut Siwon akan terluka.

Belum sempat Siwon berdiri, Jungsoo kembali mengangkat tubuhnya dan melemparkannya begitu saja ke pagar rumah, membuat pagar tersebut hancur tak berbentuk lagi. Jungsoo seolah tidak peduli lagi bahwa Siwon adalah anaknya. Yang ada dipikirannya sekarang adalah tidak boleh ada siapapun yang menghalangi keinginannya.

Jungsoo kembali melempar tubuh Siwon, kali ini memasuki rumah Yongri. Membuat dinding rumah Yongri menjadi retak. Siwon memegangi tubuhnya yang terasa sakit sembari terbatuk-batuk keras. Airmata Yongri semakin banyak mengalir. Ia tidak tega melihat Siwon yang sepertinya sangat kesakitan. Yongri yakin jika Siwon manusia, maka laki-laki itu tidak akan tertolong lagi. Jungsoo kembali hendak mengangkat tubuh Siwon, sebelum suara Yongri menghentikan gerakannya.

“Aku akan ikut denganmu!” Teriak gadis itu. Jungsoo menegakkan tubuhnya dan tersenyum kecil. Tidak menyangka dengan ucapan gadis itu barusan.

“Tidak, Choi Yongri!!” Bentak Siwon sembari menatap gadis itu dengan marah. Siwon mencoba berdiri di tengah-tengah rasa sakitnya. Namun belum sempat ia menghampiri gadis itu, Jungsoo telah lebih dulu berdiri tepat di depan Yongri. Menyeringai di hadapannya membuat Yongri semakin bergetar ketakutan.

“Kau tidak menyesal dengan ucapanmu barusan, kan? Kau mungkin akan mati setelah ikut denganku.” Kata Jungsoo sembari membelai pipi Yongri. Yongri memalingkan wajahnya dan tangisnya semakin menjadi.

“Tidak, Jungsoo. Aku mohon. Ini urusanmu denganku. Tidak ada hubungan dengan Yongri. Jangan bawa dia!” Pekik Siwon ketakutan. Ia baru merasa takut sekarang. Takut Yongri benar-benar mati di tangan Jungsoo.

“Sssttt! Aku tidak butuh pendapatmu. Gadis ini bersedia ikut denganku. Sekarang kau bisa melanjutkan hidupmu yang membosankan itu. Dan aku akan menghabiskan waktu bersama gadis ini.” Kata Jungsoo. Belum sempat Siwon membalas kata-kata Jungsoo, laki-laki itu telah lebih dulu melesat dengan membawa Yongri bersamanya.

“CHOI YONGRI!!!” Teriak Siwon sia-sia. Karena nyatanya sekarang dirinya hanya tinggal sendiri di dalam rumah Yongri yang sudah berantakan akibat pertengkarannya dengan Jungsoo. Tanpa membuang waktu lagi, ia segera berlari untuk menyusul Jungsoo. Walaupun usahanya itu tidak akan pernah membuahkan hasil, karena Jungsoo dan Yongri sudah tidak terlihat lagi dalam jarak pandangnya. Yang ada di dalam pikiran Siwon saat ini adalah menuju rumah Jungsoo. Rumah yang ia yakini dimana Jungsoo membawa Yongri sekarang.

——

–To Be Continued–

Advertisements

24 thoughts on “He is Vampire – Part 6

  1. Aigoo Jung Soo Appa jahat bgt, kenapa ia sangat menginginkan Yongri, kenapa ia tega menyakiti Siwon oppa krn sifat menyebalkan Jung Soo Appa sehingga Siwon oppa menjadi pergi dr rumah dan memilih tinggal bersama vampire lainnya.. Smg ada yg bs Siwon oppa lakukan u menyelamatkan Yongri, ditunggu banget kelanjutannya chingu ff ini dan Forbidden Love nya, daebak ff

  2. Ya ampun, gimana tuh yongri
    semoga siwon bisa cepat2 bawa balik yongri..
    uh, author pintar banget deh bikinnya
    aku ga sabar nunggu lanjutannya…
    ditunggu banget next partnya yah…

  3. Jungsoo jahat banget sih :(. Plis jungsoo jgn nyakitin yongri & siwon. Semoga temen2nya siwon mau bantu buat ngelawan jungsoo.

  4. Yongri berani nantang maut demi siwon, semoga siwon ngerti dan berhasil nolongin yongri tepat waktu, trus mau ngungkapin perasaannya kayak yongri deh..
    Next part ditunggu thor..

  5. aaaaa jungsoo jahat banget >< pengen gue bunuh rasanya, tp ga tega mengingat dia bias gue :v, ya Alloh knp d ff ini bias gue nista banget TT huaaaa
    Inii mirip2 twilight ya ceritanya :v tp tetep keren kok thor, semangat author!! keep write! fighting :* *kecupbasah* muah

  6. Aaaaaaaa digantungin😩😩 semangattt min lanjutinnya! I’ll da one who open your page ALMOST everyday just for read the continuation of your story!!!
    Aku sukaa sm ceritamu, especially this one!🙋🙋🙋
    Aku cuma mau blg…. U did a great job, thor. Thank u sooooooo much. Lafffyuuuuuu😆😆😆😆

  7. akhirnya sekian lama menunggu di post juga hehe makin seru aja nih jadi ga sabar baca kelanjutan ceritanya haha jungsoo bawa yongri kemana? nd beneran bakal di bunuh? yaampun jangan dong kasian kan siwonnya >_< makin penasaran deh ini aku. di tunggu banget ya next chapternya 🙂

  8. wahh ga nyangka jungsoo bakal secepat itu dateng O_O…
    anyeong thor.. jumpa lagi :D..abis ngerjain tugas n buka email trus liat notifikasi yg artinya ada yg baru langsung deh cabz ke sini hehehe..

  9. omona 😮 jadi siwon harus mau kembali kerumah jungsoo 😮 kalo nggak yongri yg akan jadi gantinya 😮 tuh kan, sifat keras kepala mereka sendiri kan yg bikin mereka terjebak di situasi sulit ini ;o duh, semoga yongri nggak apa-apa deh ;o

  10. Ommmooo!!! Yongri pasti takutttt 😦 lagian jungsoo kenapa egois bgt sih-_-!! Semoga jungsoo gaakan ngapa2in yongri!! Aisssshhhh bacanya sampe tegang2 dan gregetannn!!

    Good job thoaaa

  11. Ommmooo!!! Yongri pasti takutttt 😦 lagian jungsoo kenapa egois bgt sih-_-!! Semoga jungsoo gaakan ngapa2in yongri!! Aisssshhhh bacanya sampe tegang2 dan gregetannn!!

    Good job thorrr

  12. Ommmooo!!! Yongri pasti takutttt 😦 lagian jungsoo kenapa egois bgt sih-_-!! Semoga jungsoo gaakan ngapa2in yongri!! Aisssshhhh bacanya sampe tegang2 dan gregetannn!!

    Good job thorrr

  13. Motif jungsoo bawa yongri itu apa? Sekedar dijadiin mangsa atau pengikutnya? Apa jgn” jungsoo jg suka sama yongri??? Okeee aku penasaran >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s