Forbidden Love – Part 1

PhotoGrid_1458277802299

Author

Choineke

Title

Forbidden Love

Cast

Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Jeon Jungkook-BTS, Choi Minho-Shinee (Yongri’s Brother), Choi Jinhyuk (Yongri’s Father)

Genre

Sad Romance

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Kau adalah dosa terindah di dalam hidupku. –Choi Siwon

——

Author POV

Seorang laki-laki berwajah tampan dan berbadan tinggi memasukki sebuah kamar yang berada tepat di depan kamarnya. Warna biru menyambut matanya, seperti berada di tengah-tengah laut. Tentu saja, karena pemilik kamar tersebut begitu mencintai sesuatu yang berwarna biru.

Laki-laki itu tersenyum saat melihat sosok yang begitu disayanginya masih bergelut dengan selimut. Padahal matahari sudah terlihat sangat tinggi di atas langit. Tetapi sepertinya sosok di dalam selimut itu tidak terganggu sama sekali. Choi Minho, laki-laki yang memasuki kamar itu tadi berjalan perlahan dan mendekati tempat tidur yang terdapat di dalam kamar tersebut. Sebelum akhirnya duduk di tepi tempat tidur.

“Yongri..” Panggilnya perlahan pada sosok yang masih memejamkan matanya itu.

“Eung?” Tanggapan dari Yongri. Dengan bersusah payah ia membuka matanya dan menemukan laki-laki tampan sedang menatapnya sembari tersenyum.

“Selamat pagi, oppa.” Sapanya dengan tersenyum kecil.

“Selamat pagi, adikku sayang.” Balas Minho masih dengan tersenyum. Yongri mengubah posisinya menjadi duduk dan terlihat merenggangkan otot-otot lehernya yang tegang akibat tidur terlalu nyenyak.

“Ah, kepalaku sakit sekali.” Keluh Yongri.

“Bisa kau bayangkan berapa banyak kau minum alkohol semalam? Kau benar-benar, Choi Yongri.” Kata Minho sembari menggelengkan kepalanya. Yongri meliriknya sinis. Setelahnya, ia menatap Minho dan memperhatikan penampilan laki-laki itu.

“Sudah rapi sekali.” Ucapnya.

“Tentu saja, aku harus bekerja. Memangnya aneh? Yang aneh itu kau. Matahari sudah sangat tinggi dan kau masih sibuk di alam mimpi. Bukankah ini hari pertamamu kuliah?” Balas Minho mengingatkan.

“Aku ingat, oppa. Bagaimana mungkin aku melupakan hal sepenting itu?”

“Lalu kenapa sekarang kau tidak segera bergegas? Kalau sudah terlalu siang, aku tidak mau mengantarmu.”

“Tega sekali.” Kata Yongri.

“Aku tidak mau terlambat ke kantor, Yongri-ya. Walaupun aku wakil direktur dan anak pemilik perusahaan, aku masih mendapat teguran jika terlambat.” Keluh Minho. Yongri terkekeh pelan mendengar keluhan Minho. Ia tau persis siapa yang akan menegur Minho jika terlambat.

“Kau menyindir appa? Mau ku adukan padanya?” Goda Yongri.

“Lakukan saja. Tetapi jika suatu saat kau dimarahi abeoji, aku tidak akan mau membelamu lagi.” Ancam Minho, membuat Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Jangan seperti itu, oppa. Jika bukan kau, siapa lagi yang akan membelaku dari kemarahan appa.”

“Salahmu sendiri yang selalu memancing emosi abeoji. Sudahlah, cepatlah mandi dan turun. Aku dan abeoji menunggumu di ruang makan.” Ujar Minho yang sudah berdiri dan segera berlalu dari kamar Yongri. Yongri menghela nafas sebentar sebelum akhirnya beranjak dari tempat tidur dan segera menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.

——

“Selamat pagi, appa.” Sapa Yongri setelah sebelumnya memberikan kecupan hangat kepada sang ayah–Choi Jinhyuk.

“Pagi, sayang.” Balas Jinhyuk dengan tersenyum hangat. Ia melipat koran yang sedang di bacanya dan meletakkan di pinggir meja makan. Memulai sarapan setelah anak bungsunya bergabung bersama dirinya dan Minho. Yongri mengambil tempat duduk di hadapan Minho dan segera meminum susu yang tersedia di sana.

“Appa, aku sudah kuliah.” Ucap Yongri tiba-tiba dan mengalihkan pandangannya pada Jinhyuk.

“Appa tau.” Balas Jinhyuk acuh.

“Tidakkah appa berpikir untuk membelianku sebuah mobil?” Tanya Yongri dengan tersenyum lebar. Mencoba untuk merayu Jinhyuk. Jinhyuk hanya berdehem pelan dan meneruskan sarapannya. Seolah tidak mendengar apapun dari anak perempuannya itu.

“Appa!” Rengek Yongri. Minho hanya tersenyum kecil melihat kelakuan adiknya itu. Ia tau alasan pasti kenapa Jinhyuk tidak mau membelikan Yongri mobil. Yongri adalah biang masalah, dan Jinhyuk tidak tau apa yang akan terjadi jika Yongri membawa mobil sendiri. Dan sejujurnya, Jinhyuk tidak mau membayangkan hal-hal buruk apapun itu.

“Aku tidak mau selalu merepotkan oppa, appa. Dulu, oppa selalu mengantarkanku sekolah. Apa sekarang oppa juga harus mengantarkanku kuliah?” Ujar Yongri.

“Aku tidak masalah dengan itu.” Sahut Minho. Yongri menatap Minho dengan tajam. Bukannya membantu untuk membujuk Jinhyuk, Minho malah tidak mendukung alibi gadis itu. Membuat Yongri kesal padanya.

“Kau dengar itu? Kakakmu saja tidak keberatan harus mengantarkanmu setiap pagi.” Ucap Jinhyuk.

“Appa tidak lupa jika aku selalu pulang naik bis, kan? Appa tidak kasihan padaku? Well, mungkin dulu jarak sekolah dan rumah tidak terlalu jauh. Tetapi jarak Inha University dan rumah ini cukup jauh, appa.” Bujuk Yongri lagi. Jinhyuk menatap Yongri dan kemudian ia tersenyum sinis. Laki-laki paruh baya yang masih terlihat tampan dan sehat itu mencubit pipi Yongri.

“Jangan suka berbohong padaku, anakku.” Kata Jinhyuk.

“Apa maksudmu, appa?” Tanya Yongri dengan menyingkirkan tangan Jinhyuk dari pipinya.

“Kau pikir aku tidak tau jika Jungkook yang selalu mengantarkanmu pulang selama ini?” Sindir Jinhyuk yang sepertinya tepat sasaran. Karena nyatanya sekarang Yongri tampak salah tingkah dengan sindiran dari Jinhyuk. Gadis itu mengerucutkan bibirnya dan memakan rotinya dengan brutal. Ia benar-benar kesal sekarang. Sepertinya ia memang tidak memiliki alasan untuk memiliki mobil.

“Aku akan membelikanmu mobil.” Kata Jinhyuk tiba-tiba. Membuat Yongri segera menatapnya dengan mata berbinar.

“Benarkah? Kau serius, appa?” Tanya Yongri memastikan.

“Tentu saja aku serius. Tetapi dengan satu syarat.” Ujar Jinhyuk.

“Apa? Apa syaratnya?” Yongri tampak bersemangat.

“Jika dalam tiga bulan kau mampu untuk tidak membuat masalah, kupastikan mobil apapun yang kau inginkan akan segera terparkir di garasi rumah ini.” Kata Jinhyuk mantap dan disambut wajah bodoh dari Yongri. Melihat itu, tentu saja membuat tawa Minho meledak. Belum lagi melihat wajah sang adik yang benar-benar lucu menurutnya. Minho yakin itu merupakan syarat yang sangat sulit untuk dilakukan oleh Yongri.

“Tidak ada yang lucu, oppa!” Ucap Yongri kesal.

“Kau sanggup?” Tantang Jinhyuk.

“Tentu saja!” Sambar Yongri masih dengan perasaan kesal. Sial. Ia benar-benar merasa seperti gadis pembuat onar. Sepertinya, selama ini masalah yang ia timbulkan hanya masalah-masalah kecil. Seperti bertengkar dengan teman laki-lakinya saat masih duduk di bangku SMA. Lalu, tidak sengaja menyenggol papan pengumuman saat ospek. Menyebabkan papan pengumuman itu jatuh dan menimpa seniornya hingga pingsan. Dan yang baru kemarin terjadi adalah gadis itu pulang dengan mabuk dan memuntahkan isi perutnya di dalam pelukan Minho. Itu semua terjadi karena Yongri mendapat tantangan dari temannya dan Yongri sangat tidak suka ditantang. Makanya gadis itu menyanggupinya walaupun harus pulang dalam keadaan mabuk. Baiklah. Baiklah. Yongri tau itu bukan masalah kecil. Tetapi tetap saja ia tidak suka jika dianggap gadis pembuat onar.

Dan sekarang, Jinhyuk menantang Yongri dengan menggunakan keinginan gadis itu. Tentu saja Yongri tidak mau kalah dari Jinhyuk. Apalagi ia bisa mendapatkan mobil jika ia menang dari Jinhyuk. Yongri tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia akan membuat Jinhyuk menyesali keputusannya karena telah menantang Yongri.

“Baiklah kalau begitu. Dalam tiga bulan dari sekarang, kita akan sama-sama melihat. Apakah mobil atau masalah yang akan bertambah disini.” Sindir Jinhyuk yang kemudian berdiri dan segera meninggalkan meja makan. Yongri menghela nafas panjang dan menatap Minho yang masih terlihat tertawa kecil.

“Berhentilah tertawa, Choi Minho. Kau benar-benar menyebalkan. Lebih baik sekarang kita berangkat. Sebelum kau terlambat ke kantor dan dimarahi oleh CEO-mu yang menyebalkan itu.” Ujar Yongri yang telah memakai tas selempangnya dan bersiap meninggalkan meja makan.

“Ya! Kau mengejek abeoji? Jika ku adukan padanya, kau tidak akan pernah mendapatkan mobil yang kau inginkan itu.” Ancam Minho.

“Minho oppa sayang, kau tidak pernah melihat adikmu yang cantik ini mengamuk, kan? Aku sarankan jangan memancingku. Aku tunggu kau di depan!” Ucap Yongri sinis dan segera meninggalkan Minho sendiri di ruang makan. Minho hanya tersenyum geli dan segera bersiap-siap untuk berangkat.

——

Yongri berjalan di koridor Fakultas Bisnis Inha University untuk menuju ke kelasnya pagi itu. Dengan sebuah earphone yang terpasang dikedua telinganya, gadis itu sesekali bersenandung kecil tanpa memperdulikan koridor yang mulai ramai oleh mahasiswa dan mahasiswi. Yongri menghentikan langkahnya saat merasa ada seseorang yang menahan bahunya. Dengan cepat ia menoleh dan menemukan seorang laki-laki berkulit putih dan berwajah manis sedang menatapnya sembari tersenyum.

Good morning, dear.” Sapa laki-laki itu dan diakhiri dengan sebuah kecupan ringan di pipi Yongri. Yongri melepaskan earphone yang dipakainya dengan kasar. Memberikan pukulan berkali-kali pada punggung laki-laki itu dan menyebabkan beberapa pasang mata menatap mereka dengan rasa ingin tau.

“Berapa kali harus kukatakan untuk tidak mencium pipiku dengan sembarangan, Jeon Jungkook?!” Pekik Yongri kesal. Jungkook hanya dapat meringis ketika mendapatkan pukulan yang bertubi-tubi dari sahabatnya itu. Yongri menghentikan pukulannya setelah melihat wajah Jungkook yang berubah menjadi berwarna merah. Ia tau bahwa laki-laki itu kesakitan. Namun, siapa peduli?!

“Ahhhh!!” Teriak Jungkook untuk melampiaskan rasa sakitnya.

“Kalau saja kau laki-laki, aku pasti sudah membalasmu, Choi Yongri!” Ujar Jungkook sembari mencoba memegangi punggungnya. Yongri ingin memukul kepala Jungkook, tetapi laki-laki itu lebih dulu menghindar.

“Jika kau berani mencium pipiku lagi, aku akan mematahkan lehermu.” Ancam Yongri.

“Hei, kau seharusnya senang merasakan bibirku dipipimu, dear.” Balas Jungkook dengan senyum kekanakkan.

“Sayangnya aku bukan gadis-gadis yang mengejar-ngejarmu itu, Jungkook-ah. Aku tidak merasakan senang sama sekali.” Cibir Yongri.

“Dan berhenti memanggilku dear! Telingaku sakit mendengarnya!” Ucap Yongri dengan wajah marah. Gadis itu kembali melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Jungkook yang sedang tersenyum-senyum sendiri.

“Tunggu aku, dear! Ayo, kita ke kelas bersama!” Teriak Jungkook yang berlari kecil mengejar Yongri.

——

Kuliah hari pertama cukup menyenangkan untuk Yongri. Ia mendapatkan tambahan teman yang cantik dan juga tampan. Sebenarnya, Yongri tidak terlalu mempermasalahkan ia akan mendapat teman atau tidak. Karena Jungkook berada di kelas yang sama dengannya dan Yongri merasa itu cukup. Walaupun Jungkook memiliki sifat kekanakkan, tetapi Yongri merasa nyaman berada di dekatnya. Jungkook selalu membantu Yongri, setiap gadis itu mendapat masalah. Itulah yang membuat Yongri sangat menghargai kehadiran Jungkook disisinya.

Setelah kelas mereka berakhir, Yongri dan Jungkook memutuskan untuk mengisi perut mereka di kantin kampus. Kantin cukup ramai dan tentu saja berisik siang itu. Mereka berdua memesan makanan, dan setelahnya membawa makanan mereka ke sebuah meja yang masih kosong. Duduk berhadapan dan mulai menyantap makan siang mereka.

“Aku membutuhkan bantuanmu.” Kata Yongri di sela-sela ia menyantap makanannya.

“Satu ciuman untuk satu bantuan, dear.” Sahut Jungkook tanpa menatap Yongri. Jungkook segera menghindar saat tau Yongri akan memukul kepalanya dengan sendok. Laki-laki itu tersenyum dan membuat Yongri mendengus kasar.

“Aku serius, Jungkook-ah. Ini berhubungan dengan hidup dan matiku.” Ujar Yongri dengan wajar serius. Membuat Jungkook tersedak makanannya sendiri. Laki-laki tampan itu segera menyambar minumnya dan meredakan tenggorokannya yang terasa sakit.

“Apa maksudmu? Apa yang sudah kau lakukan, dear? Kau membunuh orang?!” Jungkook memandang Yongri dengan ngeri.

“Astaga. Bagaimana mungkin aku punya sahabat sebodoh ini?” Gumam Yongri sembari menatap Jungkook dengan geram.

“Berhenti mengatakan aku bodoh, dear! Aku tidak bodoh! Kau benar-benar menyebalkan.” Ucap Jungkook kesal. Yongri tertawa geli melihat wajah kesal Jungkook. Dirinya juga bisa membuat laki-laki itu kesal. Bukan hanya Jungkook saja.

“Baiklah, maafkan aku. Tetapi aku benar-benar membutuhkan bantuanmu, Jungkook-ah.” Ujar Yongri memelas.

“Ada apa sebenarnya?” Tanya Jungkook akhirnya.

“Appa berjanji padaku jika ia akan membelikanku mobil.” Jawab Yongri memulai ceritanya.

“Lalu masalahnya dimana, dear? Astaga..”

“Jangan memotong ucapanku!”

“Lanjutkan.”

“Appa tidak memberikannya dengan cuma-cuma. Aku harus berjanji untuk tidak membuat masalah selama 3 bulan. Jika dalam 3 bulan aku membuat 1 saja masalah, maka perjanjian itu batal.” Jelas Yongri.

“Itu sulit untukmu, dear.” Sahut Jungkook. Yongri menghela nafas panjang mendengar ucapan Jungkook. Ia sangat menyetujui ucapan itu.

“Aku tau itu. Tetapi, Jungkook-ah, kau yang selama ini berada disisiku. Kau sendiri tau bahwa masalah-masalah itu tidak dengan sengaja aku lakukan. Selalu saja ada yang berhasil memancingku untuk melakukannya.” Kata Yongri membela diri. Jungkook mengangguk dan membenarkan ucapan Yongri.

“Untuk itu, bantu aku untuk mencegah masalah apapun yang mungkin akan tanpa sengaja aku lakukan.” Pinta Yongri.

“Sebenarnya kenapa kau sangat menginginkan mobil? Bukankah sudah ada Minho hyung yang selalu mengantarkanmu kuliah? Dan bukankah sudah ada aku yang selalu mengantarkanmu pulang. Tanpa mobil pun kau baik-baik saja, dear.” Ujar Jungkook.

“Aku tau itu, Jungkook-ah. Tetapi coba kau pikirkan, apa kegiatanku sehar-hari hanya berkuliah saja? Aku juga ingin jalan-jalan. Pergi belanja dan yang lainnya, Jeon Jungkook.” Balas Yongri.

“Kita bisa pergi bersama jika kau ingin jalan-jalan, dear. Pergi belanja? Pergi makan? Aku siap menemanimu.” Goda Jungkook membuat Yongri jengah.

“Baiklah! Lupakan permintaanku tadi, Jungkook-ssi. Aku bisa melakukannya sendiri. Kau benar-benar menyebalkan!” Ucap Yongri kesal. Gadis itu berdiri dari duduknya dan bersiap meninggalkan kantin. Namun Jungkook dengan cepat menahannya dan membuatnya kembali duduk.

“Sensitif sekali. Aku hanya bercanda. Tenang saja, aku akan membantumu. Aku akan selalu membantumu, dear.” Janji Jungkook. Senyum Yongri mengembang saat mendengar janji Jungkook. Ia bisa sedikit bernafas lega. Setidaknya ada Jungkook yang akan membantunya menghindari masalah. Hati gadis itu seperti sedang menari. Sebentar lagi ia akan memiliki mobil sendiri. Hal yang sangat diinginkannya sejak dulu.

——

“Sajangnim, ada sedikit masalah pada produk kecantikan yang sedang diproduksi saat ini.”

“Ada apa?”

“Terjadi keterlambatan penyelesaian karena bahan baku terlambat datang.”

“Bagaimana bisa seperti itu? Bukankah kita sudah melakukan perjanjian dengan pemilik bahan baku agar mereka mengirimkan bahan baku sesuai jadwal?”

“Itu benar, sajangnim. Hanya saja ini juga diluar perkiraan mereka. Karena bahan baku di tempat mereka juga sedang habis. Dan mereka menunggu kiriman dari Jepang.”

“Aku tidak peduli. Perjanjian tetaplah perjanjian. Apabila produk kecantikan ini tidak selesai pada waktunya, mereka harus bertanggung jawab untuk itu. Kerugian yang terjadi, mereka harus membayarnya.”

Suara tegas nan wibawa itu tampak seperti tidak mau dibantah. Ia menatap sekretaris pribadinya dengan tatapan dingin dan menusuk, membuat sekretaris pribadinya itu merasakan seluruh bulu kuduknya berdiri. Ya, persis seperti melihat hantu. Namun sayangnya, laki-laki yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu tampak tidak memperdulikan sama sekali ketakutan dari sekretaris pribadinya tersebut. Ia sangat tidak mentolerir kecacatan sedikit saja di dalam pekerjaannya. Ia membenci itu.

“Saya mengerti, sajangnim. Secepatnya akan saya sampaikan kepada mereka.”

“Bagaimana kontrak dengan JH Fashion, Sekretaris Lee?” Tanya laki-laki itu, mengalihkan pandangannya pada gadget yang memang sedari tadi berada ditangannya. Menampilkan angka-angka serta grafik yang sulit dimengerti. Tetapi tidak untuk dirinya.

“Isi kontrak sudah disepakati. JH Fashion sedang membuat kontraknya, begitu pun dengan kita, sajangnim. Jika sesuai dengan waktu yang telah disepakati, lusa kita bertemu dengan pihak JH Fashion.” Jelas Sekretaris Lee dengan lantang.

“Bagus sekali. Bagaimana dengan jadwalku hari ini?”

“Semua sudah selesai, sajangnim”

“Besok?”

“Untuk besok, jam 8 pagi ada rapat dengan para pemegang saham. Jam 2 siang rapat dengan Taesan Group. Kemudian, jam 6 sore ada undangan pesta ulang tahun dari King Departement Store.”

“King Departement Store?”

“Ya, sajangnim. Anda akan datang atau kita hanya perlu mengirimkan seseorang perwakilan dari CH Factory?”

“Jangan, aku harus datang. Hubungan CH Factory dan King Departement sangat baik. Mereka akan kecewa jika aku tidak datang. Persiapkan semuanya untuk besok.”

“Saya mengerti, sajangnim.”

“Segera siapkan mobil. Aku mau pulang.”

“Baik, sajangnim.”

——

Yongri menuruni tangga rumahnya saat ia selesai mandi dan bersiap untuk kuliah. Seperti biasa, Jinhyuk dan Minho telah menunggunya di meja makan. Jinhyuk dengan koran di tangannya dan Minho dengan gadget yang menampilkan pekerjaannya. Yongri memasuki ruang makan dan segera bergabung dengan mereka, setelah memberikan kecupan hangat di pipi Jinhyuk.

“Hari ini tidak ada pulang malam.” Kata Jinhyuk kepada Yongri. Namun tidak menatap gadis itu.

“Kenapa?” Tanya Yongri sedikit protes.

“Kau benar-benar keterlaluan, Yongri-ya.” Celetuk Minho dengan wajah berpura-pura sedih.

“Keterlaluan bagaimana? Aku tidak melakukan apapun, oppa! Kau jangan mencari masalah denganku.” Protes Yongri.

“Jangan dengarkan kakakmu. Hari ini perusahaan kita berulang tahun dan akan diadakan pesta di King Hotel. Kau tentu harus datang karena appa akan mengenalkanmu kepada teman-teman bisnis appa.” Jelas Jinhyuk.

“Pesta? Aku benar-benar harus datang?” Tanya Yongri memastikan.

“Tentu saja. Selama ini orang-orang hanya tau aku sebagai anak abeoji, karena aku membantu abeoji di perusahaan. Apa kau tidak ingin orang-orang mengenalmu sebagai anak dari pemilik King Departement Store?” Minho menjawab pertanyaan Yongri.

“Untuk apa, oppa? Untuk memamerkan kepada orang-orang bahwa aku memiliki ayah yang kaya raya? Oppa tau itu bukan gayaku.” Ujar Yongri. Minho terkekeh kecil mendengar ucapan Yongri.

“Aku tau. Aku hanya bercanda tadi. Kita harus datang sebagai pendamping abeoji, Yongri-ya. Eomma sudah tidak ada, dan sudah seharusnya kita menggantikan tugas itu. Kau tidak mau mendampingi abeoji?” Tanya Minho. Yongri tampak menyesal setelah mendengar penjelasan Minho. Tanpa dijelaskan, seharusnya ia sudah tau akan hal itu. Ia benar-benar merasa bodoh.

“Maaf, appa. Aku akan datang nanti malam.” Kata Yongri.

“Untuk apa minta maaf? Kau tidak berbuat salah, sayang. Bukankah appa sudah bilang jangan dengarkan kakakmu? Appa tidak semanja itu hingga meminta kalian mendampingi appa. Appa hanya ingin teman-teman appa tau, bahwa appa memiliki anak-anak hebat.” Jelas Jinhyuk dengan tersenyum hangat. Yongri dan Minho membalas senyum Jinhyuk dengan sama hangatnya. Mereka berdiri dan segera memeluk Jinhyuk.

“Kami juga memiliki appa yang hebat. Benarkan, oppa?” Ucap Yongri

“Tentu saja. Choi Jinhyuk adalah ayah terhebat.” Timpal Minho menyetujui. Membuat ketiganya tertawa bersama.

——

Seluruh pelayan King Hotel tampak sibuk ke sana kemari. Aula hotel yang sebelumnya hanya berisi ratusan kursi, sekarang telah disulap menjadi tempat pesta yang mewah dan elegan. Pelayan perempuan maupun laki-laki memakai pakaian yang sama, yaitu kemeja putih lengan panjang dan celana kain berwarna hitam. Jangan lupakan dasi kupu-kupu yang melekat dileher mereka.

Pesta baru saja dimulai. Tamu-tamu mulai berdatangan dan memenuhi aula King Hotel. Sayangnya, pemilik perusahaan yang berulang tahun hari itu belum terlihat sama sekali. Jika diibaratkan dalam sebuah perang, wajar bukan jika pemimpin pasukan akan datang paling terakhir?

Di saat seluruh tamu mulai menyesuaikan diri dengan pesta, saat itulah kedua pintu besar aula King Hotel terbuka dengan lebar. Mengundang seluruh mata yang berada di dalam aula itu menatap ke sana dengan pandangan ingin tau. Terdengar tepukan tangan yang meriah, saat Choi Jinhyuk–CEO King Departement Store memasuki aula hotel dengan langkah pasti. Tuxedo bewarna abu-abu yang melekat ditubuh tegapnya tampak terlihat sangat mahal. Di sisi kirinya, Yongri berjalan dengan anggun sembari menggandeng tangan Jinhyuk. Yongri memakai long dress berwarna jingga dengan tali spagetti memamerkan kulit putih mulusnya yang terlihat semakin bersinar karena memakai gaun tersebut.

Di sisi kanan Jinhyuk, tampak Minho yang juga berjalan dengan pasti sembari memberikan senyuman lebar kepada seluruh tamu. Laki-laki itu memakai tuxedo berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu dilehernya, membuatnya terlihat semakin tampan.

Para tamu undangan terlihat memberikan selamat kepada Choi Jinhyuk. Mereka juga mendoakan agar King Departement semakin berjaya ditengah persaingan yang semakin lama semakin ketat. Jinhyuk menggiring langkahnya ke salah satu tamu undangan yang sangat di kenalnya dengan baik. CEO CH Factory. Jinhyuk sangat senang saat melihatnya datang, mengingat pria tersebut sangat sibuk.

“Siwon-ah..” Sapa Jinhyuk. Laki-laki yang di panggil Siwon itu menoleh dan tersenyum saat melihat Jinhyuk ada di depannya.

“Raja pesta ini sudah datang rupanya.” Balas Siwon masih dengan tersenyum. Jinhyuk memeluk Siwon dan membuat tangan Yongri yang menggandengnya terlepas.

“Aku kira kau tidak akan datang.” Ujar Jinhyuk sembari melepaskan pelukannya.

“Tadinya memang seperti itu. Tetapi ketika aku berpikir kau akan menghapusku dari daftar temanmu, aku merubah pikiranku, Jinhyuk-ah.” Gurau Siwon.

“Terserah apa katamu.” Dengus Jinhyuk menanggapi gurauan Siwon.

“Kau datang sendiri?” Tanya Jinhyuk.

“Tentu saja.” Jawab Siwon.

“Ck! Sekalipun aku tidak pernah melihatmu datang bersama gadis ketika pesta seperti ini. Kau tidak lupa dengan umurmu, kan, Siwon-ah? Astaga..” Decak Jinhyuk sembari menggelengkan kepalanya.

“Jangan membahas umur disini, Jinhyuk-ah. Kau benar-benar merusak suasana. Siapa gadis ini?” Tanya Siwon saat melihat sosok Yongri di dekat Jinhyuk. Yongri akhirnya bernafas lega saat mereka menyadari kehadiran gadis itu. Yongri sudah hampir mati bosan melihat ayahnya dan temannya itu tampak bernostalgia.

“Ah, ini anak bungsuku. Namanya Choi Yongri. Adiknya Minho. Kau tau Minho, kan? Choi Minho.” Ujar Jinhyuk sembari menunjuk Yongri dan Minho.

“Apa kabar, Tuan Choi?” Sapa Minho sembari sedikit membungkukkan badannya.

“Aku baik, Minho-ssi.” Balas Siwon dengan tersenyum. Selanjutnya ia beralih menatap Yongri.

“Apa kabar? Nama saya Choi Yongri.” Ujar Yongri memperkenalkan dirinya.

“Tidak perlu seformal itu. Aku Choi Siwon.” Siwon mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Yongri. Yongri menerima uluran tangan Siwon. Dan sesaat keduanya seperti merasakan suatu getaran aneh. Membuat mereka langsung saling bertatapan dengan alis yang sama-sama berkerut. Mereka tidak mengerti maksud dari getaran itu. Dan anehnya, mereka sama-sama tidak ingin melepaskan kedua tangan mereka yang masih saling bersentuhan.

Siwon tidak tau perasaan apa ini. Hanya saja, diumurnya yang sudah menginjak 40 tahun, ini kali pertama ia merasakan sesuatu yang aneh saat bersentuhan dengan perempuan. Dan Siwon tidak menyangka jika ia akan merasakan perasaan aneh ini pada anak dari sahabatnya sendiri.

“Senang berkenalan denganmu, Choi Yongri-ssi.” Ucap Siwon dengan memberikan senyum terbaiknya. Membuat Yongri tiba-tiba saja jatuh ke dalam pesona laki-laki dewasa itu. Yongri bahkan sekarang sibuk memandangi wajah tampan Siwon. Wajah yang tidak terlihat tua sama sekali, bahkan seperti laki-laki berumur di akhir 20an.

Mendapat senggolan dari Minho, membuat Yongri segera tersadar. Ia cepat-cepat mengalihkan pandangannya dari Siwon dan melepaskan genggaman tangan mereka. Membuat getaran aneh itu hilang seketika.

“Terima kasih.” Gumam Yongri salah tingkah.

“Yongri-ya, kau tunggu disini sebentar, ya? Appa dan kakakmu harus ke atas panggung untuk memberikan kata sambutan.” Ujar Jinhyuk. Membuat Yongri mengangguk dan tersenyum kecil.

“Aku tinggal sebentar, Siwon-ah.” Pamit Jinhyuk dan dibalas anggukan dari Siwon.

Yongri semakin salah tingkah ketika ditinggal berdua saja dengan Siwon. Gadis itu mencoba mengalihkan pandangannya kemanapun, asalkan tidak kepada laki-laki yang berdiri tepat di sampingnya itu. Yongri merasa akan gila. Bagaimana mungkin ia merasa gugup saat berdiri di dekat laki-laki yang memiliki umur hampir sama dengan ayahnya? Tidak masuk akal.

“Kau merasakannya?” Suara Siwon membuat Yongri otomatis mendongak untuk menatap laki-laki itu. Yongri bahkan baru sadar jika Siwon memiliki tubuh yang sangat tinggi.

“Apa?” Yongri terlihat bingung.

“Getaran–”

Dear!” Yongri sedikit terlonjak saat ada seseorang yang merangkulnya. Ia segera menoleh dan menemukan Jungkook sedang tersenyum padanya.

“Jungkook?” Ucap Yongri tak percaya. Jungkook terlihat benar-benar berbeda. Laki-laki itu memakai pakaian resmi dan terlihat semakin tampan.

“Siapa dia?” Tanya Siwon. Terdengar nada tidak suka dalam pertanyaannya.

“Dia–”

“Aku kekasihnya. Kau sendiri siapa, ahjussi?”

“Kekasih?!” Siwon terlihat terkejut.

“Iya aku kekasihnya. Ahjussi tuli, ya?”

“Jungkook!” Yongri menatap Jungkook dengan kesal.

“Dia hanya bercanda, Tuan Choi. Namanya adalah Jeon Jungkook, dia temanku.” Kata Yongri. Tanpa di sadari oleh dirinya sendiri, Siwon bernafas lega. Ia benar-benar kecewa jika tau Yongri telah memiliki kekasih.

“Begitu rupanya.” Gumam Siwon.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yongri pada Jungkook.

“Aku menemani abeoji datang ke sini. Saat tau perusahaan abeonim berulang tahun, aku memaksa abeoji untuk ikut ke sini. Tentu saja untuk bertemu denganmu, dear.” Jawab Jungkook.

“Dimana abeonim?” Tanya Jungkook sembari menatap ke kanan dan ke kiri.

“Di atas panggung.” Jawab Yongri sembari menunjuk tempat di mana Jinhyuk berada. Jungkook mengangguk mengerti dan kemudian mengalihkan pandangannya pada Siwon yang sedang menatap Yongri.

“Ahjussi siapa?” Tanya Jungkook. Membuat Siwon menatapnya.

“Jaga bicaramu, Jungkook-ah. Dia teman ayahku.” Yongri menjawab pertanyaan Jungkook.

“Aku Choi Siwon.” Siwon mengulurkan tangannya. Dengan sedikit sungkan, Jungkook menerima uluran tangan itu.

“Jeon Jungkook.” Balas Jungkook.

“Jeon Jungkook?” Jungkook menoleh saat merasa namanya dipanggil.

“Minho Hyung!”

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Minho yang telah kembali ke tempat bersama Jinhyuk.

“Aku menemani abeoji, hyung.” Jawab Jungkook.

“Apa kabar, abeonim?” Sapa Jungkook pada Jinhyuk.

“Aku baik. Aku senang kau datang, Jungkook-ah. Kau bisa menemani Yongri. Gadis itu pasti bosan berada di pesta ini.” Ucap Jinhyuk sembari menepuk bahu Jungkook.

“Aku tau sekali tentang itu, abeonim. Makanya aku datang.” Sahut Jungkook dengan bangga.

“Dimana ayahmu? Aku akan menemuinya.” Kata Jinhyuk sembari mencari keberadaan ayah Jungkook.

“Di sana, abeonim. Ayo, aku antarkan.”

“Nikmati pestanya, Siwon-ah. Maaf harus meninggalkanmu lagi. Aku harus menyapa tamu-tamu yang lain.” Ucap Jinhyuk pada Siwon dengan nada menyesal.

“Aku baik-baik saja, Jinhyuk-ah. Pergilah.” Ujar Siwon.

Setelah berpamitan pada Siwon, Yongri mengikuti langkah Jinhyuk, Minho, dan Jungkook. Tentu saja tidak ada alasan untuk Yongri tinggal lebih lama di dekat Siwon. Itu hanya akan membuat dirinya terus seperti orang bodoh.

Siwon terus mengikuti kemana Yongri melangkah. Ia dapat melihat Jungkook yang terus menempel pada gadis itu dan sepertinya terus menggodanya. Walaupun wajah Yongri terlihat kesal, tetapi Siwon dapat menyadari bahwa kedua orang itu terlihat dekat. Terlihat sekali dari kelakuan Jungkook yang terus merangkul Yongri tanpa rasa sungkan. Belum lagi melihat Yongri yang terkadang mendekatkan wajahnya pada wajah Jungkook untuk membisikkan sesuatu dan kemudian mereka tertawa bersama. Tanpa Siwon sadari, ia mencengkram kuat gelas wine yang sedang dipegangnya sedari tadi. Tidak tau apa yang membuatnya seperti itu. Tiba-tiba saja dirinya merasa kesal. Siwon segera mengalihkan pandangannya dari kedua orang itu, sebelum ia melakukan sesuatu yang akan berakibat fatal.

——

Siwon mendudukan dirinya pada kursi kebesarannya di ruang kerjanya. Ia baru saja menghadiri rapat penandatanganan kontrak dengan JH Fashion. Sekretaris Lee berdiri tegap di hadapan Siwon. Menunggu perintah apapun dari atasannya itu. Siwon terlihat merenggangkan dasi yang sedari tadi melingkar di lehernya. Ia menghembuskan nafas kasar sembari menyandarkan dirinya pada sandaran kursi.

Sejujurnya, Sekretaris Lee sedikit bingung dengan tingkah Siwon sekarang. Atasannya itu seperti orang yang sedang frustasi. Padahal ia baru saja mendapatkan kontrak baru dari perusahaan ternama. Bukankah seharusnya atasannya itu tersenyum bahagia? Sekretaris Lee benar-benar tidak mengerti.

“Sekretaris Lee.” Panggil Siwon. Laki-laki itu memejamkan matanya, dengan kedua tangannya bersedekap di depan dada.

“Ya, sajangnim.” Sahut Sekretaris Lee sedikit terkejut.

“Bantu aku untuk mencari tau tentang seseorang.” Ujar Siwon pelan.

“Apa?!” Sekretaris Lee terlihat sangat terkejut. Pasalnya, ini pertama kalinya Siwon memintanya mencari tau tentang seseorang. Selama hampir 10 tahun bekerja dengan Siwon, Sekretaris Lee tidak pernah mendapat perintah seperti ini.

“Anda ingin saya mencari tau tentang siapa, sajangnim?” Tanya Sekretaris Lee hati-hati. Siwon membuka matanya dan membalas tatapan Sekretaris Lee.

“Anak bungsu Choi Jinhyuk.” Jawab Siwon dengan pasti.

“Tuan Choi Jinhyuk? CEO King Departemen Store?” Sekretaris Lee memastikan. Siwon mengangguk menjawab pertanyaan Sekretaris Lee.

“Tetapi–kenapa, sajangnim?”

“Jangan banyak bertanya dan lakukan saja perintahku.” Kata Siwon.

“Baik, sajangnim.”

“Kau tidak boleh melewatkan apapun tentangnya. Semuanya. Aku ingin mengetahui semua tentang gadis itu. Sekecil apapun itu, aku ingin mengetahuinya.” Perintah Siwon.

“Dan besok, aku ingin kau telah mendapatkan informasi tentang gadis itu. Jika tidak, mungkin aku akan mempertimbangkan tentang kehadiranmu di perusahaan ini. Kau mengerti?!”

“Saya mengerti, sajangnim.” Sekretaris Lee membungkukkan sebentar badannya, sebelum akhirnya meninggalkan ruangan Siwon. Siwon berdiri dari duduknya dan memandangi jendela besar yang berada di ruangannya. Ia dapat melihat kendaraan yang berlalu lalang dari sana.

Siwon menghela nafas panjang. Ia tidak tau apa yang sedang dilakukannya sekarang. Mengapa ia meminta Sekretaris Lee mencari tau tentang Yongri? Siwon benar-benar tidak tau. Ia hanya mengikuti keinginan hatinya walaupun sebenarnya otaknya menentang itu. Yongri benar-benar mengganggu pikiran Siwon sekarang. Bayangan gadis itu terus muncul di kepala Siwon. Dan itu membuat Siwon merasa sangat frustasi. Dengan mengetahui tentang Yongri, Siwon harap itu dapat meringankan rasa frustasinya. Ya, Siwon benar-benar berharap seperti itu.

“Choi Yongri.” Gumamnya.

——

Yongri memasuki kamar Minho, dan menemukan sang kakak sedang bekerja. Sebenarnya Yongri juga tidak tau apakah Minho sedang bekerja atau tidak. Hanya saja laki-laki itu sedang duduk di atas tempat tidur sembari di temani laptop di depannya. Yongri menghampiri Minho dan duduk di hadapan laki-laki itu. Sebelum akhirnya menidurkan dirinya di atas tempat tidur Minho.

“Ada apa?” Tanya Minho tanpa menatap Yongri.

“Apa yang sedang oppa kerjakan?” Tanya Yongri balik.

“Aku sedang berbalasan email dengan Keiko.” Jawab Minho.

“Kapan Keiko eonni akan kembali ke Korea?” Tanya Yongri lagi. Keiko adalah kekasih Minho. Mereka telah menjalin hubungan selama 4 tahun. Minho bertemu dengan Keiko saat gadis itu berkuliah di Korea. Satu kampus dengan Minho. Gadis keturunan Jepang itu memutuskan untuk kuliah di Korea setelah mendapatkan izin dari ayahnya.

Minho dan Keiko berteman baik sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran. Sayangnya, saat Keiko lulus kuliah, ia diminta sang ayah untuk kembali ke Jepang. Keiko harus bekerja di perusahaan ayahnya. Untuk membantu ayahnya yang mulai sakit-sakitan. Sudah hampir 2 tahun Keiko tidak menginjakkan kakinya di Korea. Biarpun begitu, Minho selalu menyempatkan dirinya untuk pergi ke Jepang menemui Keiko. Dalam sebulan, paling tidak 1 sampai 2 kali Minho ke Jepang. Dan laki-laki tampan itu tidak keberatan sama sekali akan hal itu. Yang terpenting untuknya adalah ia dapat bertemu dengan kekasihnya.

“Aku tidak tau. Mungkin setelah aku menikahinya.” Ucap Minho asal.

“Oppa akan menikah?” Yongri terlihat terkejut. Minho menutup laptopnya dan memberikan perhatian seluruhnya kepada adiknya itu.

“Tentu saja aku akan menikah. Tetapi setelah memastikan kau tidak akan pernah membuat masalah lagi.” Kata Minho dengan tersenyum kecil.

“Apa aku benar-benar gadis pembawa onar, oppa?” Tanya Yongri yang telah kembali duduk di hadapan Minho.

“Sebenarnya tidak, Yongri-ya. Kau itu hanya tidak bisa menahan rasa ingin taumu akan sesuatu. Menyebabkan kau melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang kau inginkan itu dan tidak menyadari hal itu akan menjadi masalah untukmu sendiri.” Jelas Minho.

“Seperti itukah?” Gumam Yongri. Minho mengangguk membenarkan.

“Sekarang katakan padaku, ada apa kau kemari?” Tanya Minho.

“Aku hanya penasaran tentang sesuatu, oppa.” Ucap Yongri dengan senyum kekanakkan. Membuat Minho mencibir pelan.

“Apa kubilang? Kau benar-benar tidak bisa menahan rasa ingin taumu itu.”

“Jadi, lebih baik oppa menjawab semua pertanyaanku, sebelum aku mencari taunya sendiri dan menyebabkan masalah untukku.” Kata Yongri seperti mengulangi kata-kata Minho.

“Tentang apa?”

“Teman appa yang bernama Choi Siwon itu.”

“Tuan Choi? Ada apa dengannya?” Minho terlihat bingung.

“Apa kau tau sedikit tentangnya?”

“Memangnya kenapa? Apa yang membuatmu ingin mengetahui tentangnya?”

“Jawab saja pertanyaanku, oppa.” Desak Yongri.

“Aku tidak tau banyak tentangnya. Yang aku tau, abeoji dan Tuan Choi berteman saat mereka sama-sama kuliah. Satu kampus, tetapi berbeda angkatan. Tuan Choi lebih muda dari abeoji, tetapi mereka berteman akrab. Aku rasa, umur Tuan Choi telah memasukki kepala 4 sekarang.”

“Lalu?”

“Tuan Choi merupakan CEO dari CH Factory. Kehidupannya sehari-hari hanya bekerja, bekerja, dan bekerja. Ia belum memiliki anak, apalagi istri hingga sekarang.”

“Apa?! Kau serius? Diumurnya yang sudah setua itu, ia belum memiliki istri? Kau yakin?” Yongri tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Benar-benar sulit dipercaya. Choi Siwon yang tampan dan mempesona belum memiliki istri? Yongri tidak dapat mempercayainya.

“Aku yakin hal itu. Aku pernah mendengarnya sendiri dari abeoji. Tanyakan saja padanya jika kau tidak percaya.” Kata Minho sedikit kesal melihat Yongri tidak mempercayainya. Yongri terlihat memikirkan kata-kata Minho. Bagaimana mungkin? Apa wanita-wanita tua di luar sana tidak memiliki mata? Seandainya saja ia lahir di jaman yang sama dengan ayahnya, ia tidak mungkin menyia-nyiakan Siwon. Tunggu! Apa yang baru saja kau pikirkan, Choi Yongri?! Apa kau sekarang benar-benar menunjukkan ketertarikanmu pada Siwon? Yongri menggeram saat mendapati otaknya benar-benar tidak waras sekarang.

“Tetapi sebenarnya kenapa kau ingin tau tentang Tuan Choi?” Pertanyaan Minho menyadarkan Yongri dari lamunan gilanya.

“Tidak apa-apa, oppa.” Kata Yongri.

“Jangan katakan kau menyukainya? Aku akui Tuan Choi memang memiliki wajah tampan. Tetapi itu tetap tidak mungkin untukmu, Yongri-ya.” Pesan Minho.

“Ten–tentu saja tidak, oppa! Apa oppa gila? Oppa pikir adikmu ini tidak laku hingga harus menyukai laki-laki tua sepertinya?!” Yongri meninggikan suaranya untuk membela diri.

“Baguslah jika seperti itu. Aku yakin abeoji akan terkena serangan jantung jika kau benar-benar menyukai Tuan Choi.” Kata Minho serius.

“Aku tau, oppa. Sudah, ya. Aku kembali ke kamarku dulu. Selamat malam, oppa.” Pamit Yongri dan segera keluar dari kamar Minho.

——

Setelah sampai di kamarnya, Yongri segera mendudukan dirinya di atas tempat tidur. Ia kembali memikirkan semua penjelasan Minho mengenai Siwon. Sejujurnya, di dalam hati kecil gadis itu, ia senang saat tau Siwon belum memiliki pendamping. Tetapi apa pengaruhnya untuk Yongri jika Siwon belum memiliki pendamping?

Pesan Minho seolah menampar Yongri dan menyadarkan gadis itu. Yongri menggelengkan kepalanya dan menepuk kedua pipinya berkali-kali untuk menghilangkan semua pikiran-pikiran gilanya. Ia menghela nafas panjang sembari menatap ke luar jendela dikamarnya.

“Apa yang sebenarnya aku harapkan?”

——

–To Be Continued–

Advertisements

66 thoughts on “Forbidden Love – Part 1

  1. Tapi sempet ngira.. terlarang karna mereka saudara kandung..
    Syukur deh kalau gara gara umur πŸ˜„πŸ˜„

  2. Jadii..ini maksud dari forbiden love?
    Ya emang pantes sihxD ahjusi bgt sih siwon disinixD wkwk
    40tahun lhoXD ahaha, tapi ya tetep aja mempesona^^

  3. “dan sesaat keduanya merasakan getaran aneh”, kalo kata orang sih kalo kita udah ketemu jodoh kita, bakalan bergetar hati kita. mungkin kyk yongri siwon ini ya.
    yg q suka dari yongri ini tuh dia ga terlalu baperan sama perasaannya.
    oke, q lanjut mampir ke chap 2 dulu ya thor (pdhl udah baca sampe tamat #kkkk)

  4. Haah… sudah baca berkali-kali masih saja gak bosen..πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† sudah yg k berapa ya?7?8? Dah lupa πŸ˜… Pokoknya forbidden love terbaikπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s