He is Vampire – Part 5

Author : Choineke

Title : He is Vampire

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Super Junior’s members

Genre : Romance, Fantasy, Thriller, and Action

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Note : Aku terpaksa gak protect lagi FF ini. Karena apa? Aku gak tega banget sama readers yang sampe mohon-mohon untuk baca part ini 😥 . Susah emang kalo punya hati gak tegaan gini. Silahkan di baca deh ya 🙂 . Thanks untuk readers yang masih setia baca + COMMENT 😀

 

Author POV

Mendengar suara Yongri menyebutkan sebuah nama yang asing untuk Henry, membuat laki-laki itu segera mengikuti pandangan mata Yongri. Henry mengerutkan keningnya saat melihat seorang laki-laki yang tidak dikenalnya. Berdiri di dalam rumah Yongri. Bagaimana laki-laki itu bisa masuk? Itulah yang ada di benak Henry sekarang. Belum lagi melihat wajahnya yang sangat tidak bersahabat. Henry benar-benar tidak suka melihatnya. Wajah itu seolah mengintimidasi siapa saja yang sedang ditatapnya. Dan sialnya, yang sekarang sedang ditatapnya sekarang adalah kekasihnya, Yongri. Ah, tidak. Mantan kekasih lebih tepatnya.

Dulu, sebelum menjadi sepasang kekasih, Yongri dan Henry bersahabat dengan baik. Keduanya berteman saat mereka duduk di bangku SMP sebelum akhirnya memutuskan untuk berpacaran saat memasuki dunia SMA. Walaupun mereka berpacaran, apapun yang mereka lakukan masih sama seperti saat mereka bersahabat. Yongri sangat menyayangi Henry, begitupun sebaliknya. Saat Henry meninggalkannya, tentu saja Yongri sangat merasa kehilangan. Yongri sudah terbiasa dengan kehadiran Henry. Apalagi saat kedua orangtuanya meninggal, Yongri sangat membutuhkan Henry. Namun sayangnya, saat itu Yongri tidak tau dimana Henry berada. Awalnya Yongri memang sangat membenci Henry, karena pergi begitu saja meninggalkannya. Namun gadis itu tidak bisa terus membenci Henry, karena ia lebih menyayangi Henry.

Walaupun begitu, dengan kepergian Henry, Yongri menganggap hubungan percintaannya dengan Henry sudah berakhir. Lagipula ia merasa hanya cocok bersahabat dengan Henry, tidak lebih. Lebih dari itu, tentu saja karena Yongri telah memiliki hati pada Siwon. Laki-laki yang sekarang masih betah berdiri dengan menatap Yongri tajam.

“Siwon-ssi, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yongri. Ia berdiri dari duduknya dan mencoba menghampiri Siwon.

“Siapa dia?” Tanya Siwon balik. Masih tetap menatap Yongri dengan tajam.

“Aku kekasihnya. Kenapa?” Jawab Henry.

“Henry!”

“Ya, baiklah-baiklah. Aku mantan kekasihnya. Lebih tepatnya sahabat Yongri. Kau siapa? Dan wajahmu itu, bisakah kau mengubah ekspresimu itu? Aku tidak suka melihatnya.” Ujar Henry yang juga sudah ikut berdiri.

“Henry, cukup. Masuklah ke kamarmu dan beristirahatlah. Dia temanku, dan biarkan kami bicara berdua.” Sahut Yongri. Ia bisa merasakan ada aura yang tidak enak antara dua laki-laki ini.

“Apa maksud ucapanmu? Dia akan tinggal disini?” Tanya Siwon terkejut.

“Henry, cepat masuk ke kamarmu!” Paksa Yongri. Henry hanya menaikkan kedua bahunya dan menarik kopernya untuk memasukki salah satu kamar di rumah Yongri. Meninggalkan Yongri berdua saja dengan Siwon.

“Kau–bagaimana mungkin kau membiarkan seorang laki-laki tinggal bersamamu?” Tanya Siwon tak percaya.

“Dia sahabatku, Siwon-ssi. Aku mengenalnya dengan baik. Tidak akan terjadi apa-apa walaupun dia tinggal disini. Lagipula, dia baru pulang dari Kanada. Dan ini sudah malam. Kasihan jika aku tidak memperbolehkannya tinggal disini.” Kata Yongri.

“Walaupun dia sahabatmu, dan walaupun kau mengenalnya dengan baik, dia tetap saja seorang laki-laki, Choi Yongri! Bagaimana mungkin?!” Siwon mengusap wajahnya dengan frustasi. Seolah tidak mempercayai apa yang sedang terjadi sekarang.

“Bukankah kau khawatir karena aku tinggal sendiri disini? Hal baik, bukan, jika Henry tinggal disini? Dia bisa menjagaku.” Yongri mencoba memberikan penjelasan kepada Siwon. Walaupun ia tidak mengerti kenapa ia harus melakukannya. Ini rumahnya, ia berhak melakukan apapun.

“Aku memang khawatir mengingat kau tinggal sendiri di sini. Dan tujuanku datang kesini adalah untuk mengajakmu tinggal bersamaku.” Sahut Siwon.

“Apa? Tinggal bersamamu? Dan teman-temanmu?” Tanya Yongri memastikan. Siwon mengangguk menjawabi pertanyaan Yongri.

“Ah,, aku tau niatmu baik, Siwon-ssi. Dan teman-temanmu juga baik. Tetapi, tetap saja aku tidak akan nyaman tinggal bersama kalian. Aku akan lebih merasa nyaman tinggal di rumahku sendiri. Bersama Henry.” Tolak Yongri halus.

“Begitukah?” Ucap Siwon tidak dapat menutupi rasa kecewanya.

“Ya, tentu saja begitu. Aku dan teman-temanku seorang vampire. Sedangkan temanmu itu seorang manusia. Tentu saja kau lebih merasa nyaman bersamanya.” Kata Siwon dengan tersenyum sinis.

“Siwon-ssi, bukan begitu.” Ucap Yongri cepat. Ia tidak mau Siwon salah paham atas ucapannya. Tetapi sepertinya Siwon sudah terlanjur salah paham padanya.

“Sepertinya sia-sia saja aku datang kemari karena mengkhawatirkanmu. Maaf telah mengganggu waktumu.” Setelah mengatakan itu, Siwon dengan cepat berlalu dari rumah Yongri. Secepat saat ia datang ke rumah itu tadi. Yongri yang berniat mengerjar Siwon membatalkan niatnya. Sudah pasti ia tidak dapat melakukannya. Dan sekarang, perasaan gadis itu berantakkan. Ia tidak mengerti kenapa semua menjadi rumit seperti ini.

“Siapa laki-laki itu?” Suara Henry membuat Yongri dengan cepat membalikkan badannya.

“Kau mendengar pembicaraan kami?” Tanya Yongri curiga.

“Tidak. Itu bukan kebiasaanku.” Jawab Henry.

“Aku hanya ingin tau siapa dia.” Lanjutnya.

“Hanya seorang..teman.” Ucap Yongri ragu.

“Teman? Bagaimana dia bisa masuk? Kita bahkan tidak menyadarinya tadi. Bukankah kau mengunci pintunya? Apa dia memiliki kunci cadangan?” Tanya Henry bertubi-tubi. Membuat Yongri menghela nafas panjang.

“Aku hanya lupa mengunci pintunya, Henry. Dan bisakah kau tutup mulutmu yang berisik itu? Aku benar-benar pusing sekarang. Lebih baik kau tidur, karena aku juga akan tidur. Selamat malam.” Pamit Yongri dan segera memasukki kamarnya. Meninggalkan Henry yang kebingungan melihat perubahan tiba-tiba dari sikap gadis itu.

——-

Siwon membuka dengan kasar jaket yang dipakainya, dan menghempaskannya begitu saja di sofa yang berada di kamarnya. Kekesalan benar-benar menguasai vampire tampan tersebut. Ia tidak habis pikir dengan keputusan Yongri tadi. Sebenarnya, jauh di dalam pikiran Siwon bahwa semua keputusan Yongri itu masuk akal. Tentu saja Yongri lebih mempercayai dirinya bersama Henry daripada Siwon. Selain karena mereka sama-sama manusia, Yongri jauh lebih dulu mengenal Henry. Hanya saja, Siwon tidak bisa menerima kenyataan itu begitu saja. Membayangkan Yongri satu rumah dengan laki-laki lain membuat Siwon menggeram. Rasanya ia ingin merobek leher henry dengan gigi taringnya itu.

“Hei, kau kenapa?” Tanya Donghae yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.

“Siwon, apa kau lapar? Kenapa matamu merah dan gigi taringmu muncul?” Donghae mencoba mendekati Siwon. Ia merasa ada yang tidak beres pada temannya itu. Mendengar pertanyaan Donghae, membuat Siwon seolah sadar. Sebenarnya tadi ia hanya sedikit membayangkan untuk merobek leher Henry. Tidak menyangka jika tubuhnya benar-benar beraksi seperti itu. Dengan cepat Siwon menormalkan kembali wajahnya.

“Aku tidak apa-apa. Lebih baik kau keluar, aku ingin istirahat.” Ujar Siwon sembari mendekati tempat tidurnya.

“Tidak. Ada yang tidak beres denganmu.” Kata Donghae bersikeras. Siwon membalikkan badannya dengan kasar dan menatap Donghae kesal.

“Akhir-akhir ini kau sangat cerewet, Lee Donghae.”

Sial!

“Tunggu! Kau baru saja mengumpatku?” Tanya Siwon.

“Ck! Jangan membaca pikiranku.” Keluh Donghae. Siwon mendekati Donghae dan menatap tajam mata laki-laki itu.

“A–ada apa?” Tanya Donghae bingung.

“Pikirkan sesuatu. Apapun itu. Cepat!” Suruh Siwon. Donghae yang kebingungan, segera mengikuti kemauan laki-laki itu.

Yongri sangat cantik dan sexy.

“Yongri sangat cantik dan sexy?” Ulang Siwon. Donghae mengangguk pelan.

“Ya!! Kenapa kau memikirkannya?” Bentak Siwon seolah tersadar.

“Kau bilang aku boleh memikirkan apapun.” Balas Donghae membela diri.

“Sebenarnya ada apa denganmu? Kau benar-benar aneh, Siwon!” Tegas Donghae.

“Aku bisa membaca pikiranmu.” Gumam Siwon.

“Lihat! Kau bertingkah aneh lagi. Sejak dulu kau bisa membaca pikiran semua orang, Choi Siwon. Astaga.” Ucap Donghae sembari menggelengkan kepalanya.

“Tidak. Tidak semua orang, Donghae-ya.” Bantah Siwon.

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak bisa membaca pikiran Yongri.”

“Apa? Bagaimana mungkin?”

“Entahlah. Semuanya terjadi semenjak aku menyadari bahwa aku memiliki perasaan padanya.” Jelas Siwon.

“Aneh.” Gumam Donghae sembari mengerutkan keningnya. Tampak berpikir.

“Ngomong-ngomong, apa kau sudah memikirkan usulku mengenai Yongri?” Tanya Donghae mengalihkan pembicaraan. Siwon kembali menggeram karena Donghae mengingatkannya akan hal itu.

“Gadis itu tidak tinggal sendiri sekarang. Ada orang lain yang menemaninya. Seorang laki-laki.” Ketus Siwon.

“Siapa? Bukankah dia tinggal sendiri? Bagaimana bisa ada laki-laki? Bukankah Yongri tidak memiliki keluarga?” Tanya Donghae bingung.

“Aku benar-benar sedang tidak ingin membahasnya sekarang, Donghae-ya. Lebih baik kau keluar dari kamarku.”

“Baiklah-baiklah. Kau istirahat saja.” Donghae segera berbalik untuk meninggalkan kamar Siwon.

“Lee Donghae.” Panggil Siwon. Menghentikan langkah Donghae yang hendak keluar. Laki-laki itu kembali berbalik dan menatap Siwon.

“Jangan pernah sekali-kali berpikiran mesum mengenai Yongri, jika tidak ingin jantungmu berakhir di tanganku.” Pesan Siwon dingin.

“Jangan coba-coba mengumpatku!” Cegah Siwon sebelum Donghae berpikir untuk mengumpatnya di dalam hati.

“Aku benar-benar ingin mematahkan lehermu, brengsek!” Maki Donghae dan segera keluar dari kamar Siwon tidak lupa dengan membanting pintu.

Siwon menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur. Memandangi langit-langit kamarnya yang tampak biasa saja. Pikirannya melayang kepada Yongri dan Henry yang berdua saja di rumah gadis itu malam ini. Apa yang mereka lakukan? Makan bersama? Tidak-tidak. Ini sudah terlalu malam untuk makan malam. Menonton bersama? Duduk di sofa berdua? Siwon mengerang kesal dan membalikkan tubuhnya. Menyembunyikan wajahnya pada kasur empuk yang sedang ditempatinya sekatang.

“Choi Yongri. Wanita seperti apa kau ini sebenarnya?” Gumamnya.

——

Jungsoo menerima gelas yang diberikan salah satu anak buahnya, Lee Sungmin. Gelas berisi sarapan paginya. Jungsoo menyesapnya terlebih dahulu sebelum akhirnya meneguk habis cairan merah kental di dalam gelas itu. Memberikan kembali gelas kosong itu kepada Sungmin.

“Wajahmu terlihat cerah sekali. Ada apa?” Tanya Sungmin ingin tau. Jungsoo tersenyum sinis sembari berjalan perlahan menuju jendala besar rumahnya. Tampak menikmati pemandangan di taman belakang rumahnya. Dengan Sungmin yang mengikuti dibelakangnya.

“Apa terlihat seperti itu?” Tanya Jungsoo balik. Membuat Sungmin mengerutkan keningnya karena bingung. Jungsoo menolehkan kepalanya untuk menatap Sungmin.

“Wajahku benar-benar terlihat cerah?” Tanya Jungsoo lagi. Sungmin mengangguk menanggapi ucapan Jungsoo. Jungsoo tertawa kecil dan kembali menatap ke depan.

“Sepertinya aku terlalu senang karena Siwon akan segera kembali.” Ujar Jungsoo.

“Apa maksudmu? Siwon kembali? Bagaimana mungkin?” Tanya Sungmin terkejut.

“Tentu saja mungkin. Bukankah sudah seharusnya jika ayah dan anak tinggal bersama?” Ucap Jungsoo.

“Kapan Siwon akan kembali?” Tanya Sungmin lagi.

“Segera. Aku akan memberitahu kalian jika sudah saatnya.” Jawab Jungsoo.

“Aku rasa Siwon tidak akan dengan mudah mengikuti kemauanmu, Jungsoo.” Kata Sungmin yang sangat tau bagaimana sifat Siwon. Lagi-lagi Jungsoo tersenyum sinis. Ia membenarkan ucapan Sungmin yang satu itu.

“Si pembangkang itu akan menurutiku.” Sahut Jungsoo yakin.

“Bagaimana bisa kau seyakin itu?”

“Karena jika dia tidak menurut padaku, aku akan menggunakan ‘mainan‘ yang sedang disukainya sekarang.” Ujar Jungsoo diakhiri dengan senyum liciknya, yang membuat Sungmin semakin bingung.

——

Yongri memandangi kursi kosong yang berada tepat di sebelahnya. Hari ini Siwon tidak masuk kuliah, entah karena apa. Yongri memegang ponselnya sembari menatap nomor Siwon. Ia ingin menghubungi laki-laki itu, namun merasa ragu. Ia berpikir bahwa Siwon tidak masuk kuliah karena pertengkaran mereka malam itu. Gadis itu merasa harus menjelaskan semuanya kepada Siwon, sebelum Siwon semakin salah paham. Akhirnya Yongri memutuskan untuk menghubungi Siwon. Namun sayangnya, usahanya itu tidak membuahkan hasil apapun.

“Kau kenapa, Yongri-ya?” Tanya Hyerim. Yongri segera menatap Hyerim saat mendengar pertanyaan Hyerim. Memberikan senyuman kecil pada temannya itu.

“Aku tidak apa-apa, Hyerim-ah.” Jawabnya.

Pada akhirnya Yongri tidak bisa berkonsentrasi pada kelasnya pagi itu. Terus di bayang-bayangi keberadaan Siwon. Membuat Yongri segera keluar kelas saat kelasnya berakhir. Ia menuju kantin untuk menemui kedua teman Siwon yang biasanya berada di sana. Namun lagi-lagi keberuntungan tidak berpihak padanya. Kedua laki-laki tampan itu pun tidak ada di sana. Membuat Yongri semakin bingung dan juga khawatir.

Yongri segera menuju parkiran tempat dimana mobilnya berada. Memasuki mobilnya dengan tergesa dan memutuskan untuk pergi ke rumah Siwon. Itulah tempat dan harapan terakhir Yongri untuk mengetahui keberadaan Siwon. Selama diperjalanan, kembali Yongri mencoba untuk menghubungi Siwon. Namun selalu tidak ada jawaban. Membuat Yongri mengerang kesal.

Setelah sampai di rumah Siwon, Yongri segera turun dari mobilnya dan membunyikan bel rumah tersebut. Berkali-kali ia melakukannya sebelum akhirnya pintu tersebut terbuka.

“Eo? Yongri-ssi? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Ryeowook yang kebetulan membuka pintu.

“Apa Siwon ada?” Tanya Yongri tanpa memperdulikan pertanyaan Ryeowook.

“Siwon? Ah, pagi-pagi sekali ia sudah menghilang. Aku juga tidak tau kemana. Kau masuk saja dulu.” Ujar Ryeowook. Yongri mengangguk dan segera masuk ke dalam rumah. Menemukan semua teman Siwon. Kecuali Siwon sendiri yang memang sedang tidak berada di rumah.

“Yongri-ssi..” Sapa Donghae. Yongri tersenyum kecil.

“Kenapa kalian tidak ke kampus hari ini?” Tanya Yongri.

“Kami memang tidak pernah ke kampus setiap malam bulan purnama.” Jawab Donghae.

“Malam bulan purnama?” Ulang Yongri.

“Malam dimana kami para vampire harus mencari darah segar untuk bertahan hidup.” Jelas Eunhyuk.

“Apa?!” Pekik Yongri terkejut.

“Tenang, Yongri-ssi. Kami tidak akan memakanmu.” Kata Kyuhyun membuat Yongri merasa tidak enak.

“Ah, bukan begitu. Aku hanya terkejut.” Ucap Yongri.

“Tidak apa-apa.” Sahut Donghae.

“Lalu, apa hubungannya dengan tidak ke kampus? Bukankah kalian melakukannya malam hari?” Tanya Yongri.

“Kami harus mulai mencari mangsa kami dari sekarang, Yongri-ssi. Lebih baik jika kami bisa meminum darah segar lebih cepat. Hanya saja, kami tidak mungkin melakukannya di siang hari seperti ini. Akan menimbulkan kekacauan tentu saja. Sehingga lebih baik kami tidak pergi ke kampus daripada harus menimbulkan kekacauan.” Ucap Donghae. Yongri mengangguk mengerti mendengar penjelasan Donghae. Gadis itu tampak berpikir sebentar. Sebelum akhirnya kembali menatap teman-teman Siwon.

“Apa mungkin–Siwon sedang mencari–mangsa?” Tanya Yongri ragu.

“Entahlah. Aku sedikit ragu. Mengingat Siwon paling tidak suka malam bulan purnama.” Jawab Kyuhyun.

“Oh ya, Yongri-ssi. Ku dengar kau mengetahui identitas Siwon saat malam bulan purnama. Benarkah?” Tanya Donghae.

“Sepertinya begitu.” Jawab Yongri ragu. Ia tidak tau apakah saat itu malam bulan purnama atau bukan. Yang ia tau, saat itu Siwon sedang memangsa seorang gadis.

“Sepertinya kami harus pergi sekarang, Yongri-ssi. Maaf tidak bisa menemanimu disini. Jika kau ingin menunggu Siwon, silahkan ke kamarnya. Berada di lantai 2. Di depan pintu kamarnya ada sebuah papan dengan nama Siwon.” Kata Eunhyuk.

“Jika kami bertemu dengannya, kami akan menyuruhnya cepat pulang. Kau tenang saja.” Tambah Ryeowook.

“Terima kasih.” Gumam Yongri dengan membungkukkan sedikit badannya.

“Pergilah dan hati-hati.” Ujar Yongri. Teman-teman Siwon mengangguk dan segera melesat meninggalkan rumah. Dalam sebentar Yongri menjadi sendiri di dalam rumah besar itu. Ia berjalan perlahan menuju tangga. Memutuskan untuk menunggu Siwon di kamar laki-laki itu.

——

Yongri terbangun dari tidurnya dan melihat langit sudah gelap. Ia menggelengkan kepalanya dan tidak habis pikir bisa tertidur di kamar Siwon saat sedang menunggu laki-laki itu. Yongri berdiri dari duduknya dan menghampiri tasnya yang terletak di sofa kamar Siwon. Mengambil ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Siwon kembali.

Halo?

“Siwon-ssi!”

Ada apa?

“Kau dimana? Aku ada di rumahmu sekarang.”

Apa yang kau lakukan dirumahku?

“Cepat pulang. Ada yang harus kusampaikan.”

Aku tidak bisa pulang sekarang. Besok saja kita bertemu.

“Aku tidak akan pulang sebelum berbicara denganmu.” KLIK! Yongri memutuskan begitu saja sambungan telepon. Ia memandang ponselnya dengan kesal. Sikap Siwon benar-benar menyebalkan. Dan Yongri sangat-sangat tidak menyukai itu.

Yongri terlonjak ke belakang saat melihat sosok Siwon yang menempel di jendela kamar. Ia melihat Siwon sedang menatapnya dengan tajam. Tetapi wajah laki-laki itu terlihat pucat. Yongri segera menghampiri jendela dan membukanya. Siwon masuk ke dalam kamar dengan langkah yang tidak seimbang. Membuat Yongri segera menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Yongri khawatir.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Cepat katakan setelah itu pergilah.” Kata Siwon tidak memperdulikan kekhawatiran Yongri.

“Apa yang terjadi padamu, Siwon-ssi? Wajahmu sangat pucat. Ya, aku tau wajahmu sehari-hari memang sudah pucat. Tetapi ini berbeda dari biasanya.”

“Aku tidak apa-apa.” Sahut Siwon.

“Apa kau..belum meminum darah segar?” Tanya Yongri. Siwon membulatkan matanya saat mendengar pertanyaan Yongri. Darimana gadis itu tau?

“Benar. Kau belum meminumnya, kan? Makanya tubuhmu lemah seperti ini.” Tebak Yongri.

“Bukan urusanmu.”

“Kau bisa mati, Siwon-ssi!” Ucap Yongri kesal.

“Tidak. Aku yakin aku bisa bertahan. Teori itu hanya omong kosong. Aku tidak mau membunuh manusia hanya untuk bertahan hidup.” Ujar Siwon sembari meringis memegangi dadanya. Dadanya semakin terasa sakit. Bukan hanya dadanya, tetapi seluruh tubuhnya. Tentu saja, mengingat bulan semakin tinggi.

“Tidak. Kau tidak boleh mati. Aku mohon jangan bertingkah bodoh.” Pinta Yongri. Dalam sebentar, Yongri merasakan matanya berkaca-kaca. Ia tidak bisa membayangkan jika Siwon akan mati dihadapannya. Tidak, karena perasaannya pada Siwon sudah semakin dalam. Siwon menatap Yongri. Merasa bersalah melihat gadis itu menangis. Siwon mendekati Yongri dan menyeka airmatanya. Membelai pipi Yongri.

“Aku tidak apa-apa. Aku akan bertahan.” Bisik Siwon. Yongri menggeleng cepat.

“Kau tidak bisa bertahan. Wajahmu pucat dan tubuhmu lemah. Kau tidak akan bisa bertahan, Siwon. Jangan bodoh!” Isak Yongri. Siwon tersenyum kecil di sela-sela rasa sakitnya.

“Aku lebih kuat dari yang kau bayangkan.” Sahut Siwon masih dengan tersenyum. Yongri menatap lama wajah Siwon. Sebuah pemikiran gila terlintas dalam kepalanya. Siwon yang melihat Yongri tiba-tiba terdiam menjadi bingung. Merasa kesal karena tidak bisa membaca pikiran gadis itu sekarang.

“Ambil darahku.” Kata Yongri tiba-tiba. Membuat Siwon sangat terkejut dengan ucapan gadis itu.

“Kau akan baik-baik saja jika meminum darahku.” Lanjutnya.

“Kau gila!” Bentak Siwon.

“Siwon.”

“Lebih baik kau pulang. Ini sudah malam.” Kata Siwon. Laki-laki itu membalikkan badannya untuk menjauhi Yongri. Tetapi Yongri dengan segera menarik lengan Siwon dan membuat laki-laki itu kembali menatapnya. Airmata Yongri semakin banyak mengalir.

“Aku mohon.” Ucap Yongri dengan memelas.

“Aku tidak bisa melihatmu mati. Aku tidak mau kau mati.”

“Karena aku..ka–karena aku menyukaimu.” Ujar Yongri terbata. Membuat Siwon lagi-lagi dibuat terkejut dengan ucapan gadis itu.

“Aku mohon, biarkan aku menjadi sedikit berguna untukmu.” Mohon Yongri.

“Aku bisa membunuhmu, Yongri-ya.” Ucap Siwon akhirnya.

“Kau tidak akan melakukannya.” Sahut Yongri.

“Aku takut tidak bisa menahan diri.” Ucap Siwon lagi. Mencoba membatalkan niat Yongri.

“Kau bisa.” Balas Yongri cepat. Yongri segera memiringkan kepalanya dan menyodorkan leher putihnya kepada Siwon. Gadis itu memejamkan matanya dengan kedua tangannya yang terkepal. Siwon dapat melihat jika gadis itu merasa takut. Namun dengan bodohnya tetap memaksakan diri. Tetapi Siwon pun tidak bisa mundur lagi. Ia yakin dirinya akan hancur jika tidak meminum darah segar sekarang. Siwon bertekad hanya akan meminum sedikit darah Yongri. Paling tidak untuk bertahan sebentar, sebelum akhirnya ia mencari mangsa di luar.

Salah satu tangan Siwon menarik pinggang Yongri mendekat. Satu tangannya lagi memegang kepala Yongri. Siwon memajukan wajahnya mendekati leher Yongri. Menghirup bau darah Yongri yang membuatnya mabuk seketika.

“Kau harus menghentikanku jika aku tidak bisa menahan diri.” Pesan Siwon. Yongri mengangguk pelan. Siwon menggeram. Membuat matanya berubah menjadi berwarna merah dan kedua gigi taringnya mulai muncul. Siwon mulai menancapkan gigi taringnya pada leher Yongri. Membuat Yongri tanpa sadar mencengkram tangan Siwon yang berada di pinggangnya. Menancapkan kuku-kuku panjangnya pada tangan kekar itu.

Darah segar mulai mengalir dari leher Yongri yang telah di gigit oleh Siwon. Siwon dengan segera meminum darah Yongri dan merasakan tubuhnya mulai membaik. Darah Yongri benar-benar berbeda dengan darah-darah yang selama ini Siwon cicipi. Wajar saja jika baunya begitu memabukkan, karena rasanya benar-benar membuat Siwon ketagihan. Laki-laki itu melupakan niatan awalnya yang hanya ingin meminum sedikit darah Yongri. Siwon meminum darah Yongri dan tidak berniat menyisakannya sedikit saja. Dengan rakus ia terus menguasai leher Yongri.

Siwon tersadar saat merasakan cengkraman Yongri pada tangannya tidak seerat saat pertama Siwon menancapkan giginya pada leher Yongri. Laki-laki itu segera menjauhkan wajahnya dari leher Yongri. Mengembalikan wajahnya seperti semula. Siwon menatap wajah pucat Yongri yang masih terpejam. Seketika membuat laki-laki itu menjadi sangat khawatir dan menyesal.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon dengan mengeratkan pegangannya pada pinggang Yongri. Cengkraman tangan Yongri pada tangan Siwon terlepas begitu saja. Membuat tangan itu terkulai begitu saja di samping tubuh Yongri.

“Choi Yongri..” Panggil Siwon sekali lagi. Dengan susah payah Yongri membuka matanya yang terasa berat. Membalas tatapan mata Siwon yang terlihat khawatir.

“Aku–tidak–apa–apa..” Kata Yongri terbata.

“Bodoh! Apanya yang tidak apa-apa?!” Bentak Siwon. Yongri memaksakan senyumnya.

“Kau–merasa lebih–baik?” Tanya gadis itu. Siwon tidak menjawab dan terus menatap tajam wajah gadis itu. Sesaat kemudian, Siwon mendekatkan wajahnya dengan wajah Yongri. Siwon menatap bibir Yongri sebentar, sebelum akhirnya menjangkau bibir itu dengan bibirnya. Siwon memejamkan matanya dan mulai melumat bibir Yongri. Bersyukur karena ternyata Yongri membalas ciuman Siwon. Yongri merasakan sesuatu yang aneh pada ciumannya dengan Siwon. Tentu saja karena darahnya yang masih bersisa di mulut Siwon.

Siwon menyudahi ciumannya dengan Yongri saat merasakan gadis itu tidak lagi membalas ciumannya. Siwon menjauhkan wajahnya dari Yongri. Tiba-tiba saja kepala Yongri terjatuh begitu saja di pundak Siwon. Membuat Siwon semakin mengeratkan pegangannya di pinggang Yongri, agar gadis itu tidak jatuh. Siwon mengerang dengan kesal. Seharusnya ia tidak menyetujui ide gila gadis ini. Membuatnya sangat menyesal sekarang.

“Kau benar-benar bodoh, Choi Siwon.” Rutuk Siwon pada dirinya sendiri.

——

Yongri membuka matanya dan rasa silau langsung menyambutnya. Membuatnya dengan segera kembali menutup mata, sebelum akhirnya mata itu terbuka sempurna. Ia menoleh sedikit dan menemukan Siwon yang duduk di samping tempat tidur sembari menatapnya. Yongri mencoba untuk bangun tetapi niatnya itu terhentikan saat merasakan sakit di daerah leher. Ia meraba lehernya dan menyadari bahwa perban menutupi lukanya.

“Aku tidak apa-apa, kan?” Tanya Yongri pada Siwon.

“Untungnya kau tidak apa-apa.” Jawab Siwon cepat.

“Bagaimana denganmu? Kau sudah merasa lebih baik? Wajahmu sudah tidak pucat lagi. Syukurlah, aku lega sekali.” Ucap Yongri dengan tersenyum lebar.

“Apa kau sebahagia itu?” Komentar Siwon.

“Tentu saja. Aku benar-benar takut sekali tadi malam.” Sahut Yongri.

“Tetapi kau tidak memikirkan dirimu sendiri, bodoh. Bagaimana jika semalam aku tidak bisa menghentikan diriku?” Ketus Siwon.

“Maka aku sudah tidak akan ada disini.” Balas Yongri langsung. Siwon terdiam sembari menundukkan kepalanya. Masih merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya pada gadis itu semalam.

“Aku baik-baik saja, Siwon-ssi. Lagipula kau tidak boleh lupa jika aku yang memintamu. Jika terjadi apa-apa padaku, itu semua resiko yang harus aku terima.” Kata Yongri mencoba menenangkan Siwon.

“Aku tidak akan pernah melakukannya lagi.” Ujar Siwon tegas. Yongri mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedikit terluka mendengar ucapan Siwon yang seperti tidak ingin dibantah.

“Sejujurnya, aku senang saat kau melakukannya padaku. Membuatmu tidak harus membunuh orang di luar sana.” Ujar Yongri dengan tersenyum kecil. Siwon menatap gadis itu dengan lama. Mengangkat tangannya dan membelai wajah Yongri. Membuat Yongri merasa gugup, senang dan nyaman. Yongri membalas tatapan Siwon.

“Terima kasih untuk semalam.” Bisik Siwon pelan. Yongri tersenyum lebar mendengar ucapan terima kasih Siwon.

“Bukan apa-apa. Aku senang melakukannya. Sungguh.” Balas Yongri.

“Dan aku juga bersungguh-sungguh saat mengatakan tidak akan melakukannya lagi. Aku benar-benar takut tidak bisa menahan diri, Yongri-ya. Aku mengutuk diriku sendiri saat melihat kau pingsan di depan mataku. Aku benar-benar tidak sanggup.” Ucap Siwon lembut.

“Mungkin ucapanku terdengar percaya diri. Tetapi aku yakin kau tidak akan membunuhku. Aku percaya kau bisa menahan diri karena kau memiliki perasaan padaku. Bukan begitu?”

“Apa?!” Siwon terlihat sangat terkejut dengan ucapan Yongri yang sangat percaya diri.

“Itu yang menyebabkan kau menciumku semalam. Benar, kan?”

“K–kau–” Siwon terlihat salah tingkah saat Yongri membahas masalah ciuman semalam. Sejujurnya, Siwon tidak ada niatan sama sekali untuk mencium Yongri. Namun tiba-tiba saat melihat wajah pucat gadis itu, dengan ia yang masih memaksakan diri untuk tersenyum, membuat dorongan dalam dirinya untuk mencium Yongri tiba-tiba muncul. Hingga akhirnya ciuman itupun terjadi.

“Lebih baik kau bangun sekarang. Aku akan mengantarmu pulang. Kau butuh istirahat.” Ujar Siwon mengalihkan pembicaraan. Ia berdiri dari duduknya untuk menghilangkan rasa gugupnya. Yongri mengerucutkan bibirnya saat melihat Siwon tidak mau membahas masalah ciuman semalam. Padahal ia ingin mendapat penjelasan mengapa laki-laki itu menciumnya. Bukankah karena laki-laki itu menyukainya? Tetapi ia tidak bisa memastikan hal itu, karena Siwon mencoba menghindar.

Yongri menyibak selimut yang dari semalam dipakainya. Menurunkan kedua kakinya di lantai kamar yang dingin, sebelum akhirnya bangkit berdiri. Pandangannya sedikit menggelap dan membuat tubuh gadis itu limbung. Siwon dengan cepat menahannya sebelum Yongri jatuh.

“Ah, kepalaku sakit sekali.” Gumam Yongri.

“Ini semua akibat kau kehilangan banyak darah, Yongri. Makanya saat kukatakan kau harus menghentikan aku, kau benar-benar harus melakukannya! Dasar bodoh.” Gerutu Siwon kesal.

“Anggap saja aku sedang terkena anemia, Siwon-ssi.” Kata Yongri dengan cengengesan. Mencoba untuk tidak membuat Siwon khawatir.

“Tidak lucu, Choi Yongri.” Sahut Siwon dengan wajah datar. Membuat Yongri dengan segera mengatupkan bibirnya. Saat dirinya sakitpun, Siwon tetap bersikap menyebalkan padanya. Yongri ingin sekali memukul kepalanya.

“Kau bisa jalan sendiri atau perlu aku gendong?” Tanya Siwon.

“Aku bisa jalan sendiri.” Jawab Yongri ketus.

——

“Eo? Yongri-ssi masih disini?” Eunhyuk terlihat terkejut saat melihat Yongri dan Siwon menuruni tangga bersama.

“Apa kau menginap disini semalam?” Tanya Ryeowook.

“Maaf jika membuat kalian tidak nyaman.” Ucap Yongri dengan membungkukkan sedikit badannya. Ia merasa tidak enak kepada teman-teman Siwon.

“Tidak apa-apa, Yongri-ssi. Jangan sungkan.” Sahut Ryeowook.

“Tetapi lehermu, apa yang terjadi?” Kyuhyun memperhatikan perban di leher Yongri. Sesaat kemudian ia menatap Siwon dengan tatapan bertanya. Siwon yang ditatap seperti itu dengan segera mengalihkan pandangannya.

“Tidak apa-apa.” Jawab Yongri dengan memegangi perban di lehernya.

“Aku pulang dulu. Maaf merepotkan kalian.” Pamit Yongri. Ia dan Siwon segera meninggalkan teman-teman Siwon tersebut sebelum mereka bertanya lebih banyak.

“Tidakkah kalian merasa sesuatu terjadi?” Tanya Kyuhyun kepada tiga laki-laki yang ada di sana.

“Benar. Luka dileher Yongri, itu pasti bekas gigitan vampire.” Jawab Eunhyuk.

“Pertanyaannya adalah siapa yang melakukannya?” Sahut Donghae. Keempat laki-laki itu terdiam. Mereka mencoba memikirkan apa yang sedang terjadi pada Yongri. Sesaat kemudian, mereka saling melempar pandang.

“Yongri tidak keluar dari rumah ini semenjak dia mencari Siwon, bukankah begitu?” Ujar Donghae.

“Sudah pasti bukan Jungsoo ataupun vampire lain yang melakukannya.” Tambah Ryeowook. Mereka kembali terdiam.

“Siwon.” Desis Kyuhyun. Ketiga pasang mata yang lain langsung menatap Kyuhyun.

“Kemungkinan terbesar memang dia yang melakukannya.” Kata Eunhyuk yakin.

“Brengsek! Aku akan benar-benar marah jika Siwon melakukannya.” Maki Kyuhyun.

“Kenapa? Jangan katakan kau menyukai Yongri.” Tebak Ryeowook.

“Tentu saja bukan karena itu. Aku tidak mungkin menyukai manusia!” Bantah Kyuhyun.

“Lalu?”

“Apa kalian lupa bahwa Siwon sangat menentangku, saat aku hendak mencicipi darah Yongri? Dan sekarang laki-laki itu melakukannya sendiri. Di saat kita sepakat untuk menjaganya. Bukankah itu keterlaluan?” Jelas Kyuhyun.

“Kau benar, Kyuhyun-ah. Siwon bahkan hampir membunuhku saat aku hendak mencicipi darah gadis itu.” Setuju Ryeowook. Ia masih ingat saat tangan Siwon menembus dadanya dan mencengkram jantungnya. Membuat laki-laki itu bergidik ngeri.

“Tenanglah. Saat Siwon pulang, kita bisa meminta penjelasannya. Lagipula siapa tau bukan Siwon yang melakukannya. Kita tidak tau apa yang dilakukan Yongri setelah kita meninggalkannya.” Kata Donghae. Ketiga temannya yang lain mengangguk untuk membenarkan ucapan Donghae.

——

Siwon dan Yongri memasuki rumah Yongri saat mereka sudah sampai. Sebenarnya Yongri menolak saat Siwon hendak mengantarnya sampai ke dalam. Namun Siwon yang keras kepala tetap mengantarnya. Siwon ingin memastikan gadis itu benar-benar beristirahat dikamarnya.

“Yongri! Astaga, aku benar-benar khawatir. Kenapa kau tidak pulang?” Henry segera menghampiri Yongri saat melihat sahabatnya itu pulang.

“Maaf, Henry. Aku tidak sempat meneleponmu semalam.” Sesal Yongri.

“Kau baik-baik saja? Wajahmu pucat sekali. Dan, apa ini?” Henry mencoba menyentuh perban di leher Yongri, namun Yongri segera menghindar.

“Aku tidak apa-apa, Henry-ya. Aku ingin istirahat sekarang. Aku lelah sekali.” Kata Yongri.

“Baiklah, lebih baik kau istirahat.” Ujar Henry. Yongri mengangguk dan menuju kamarnya, diikuti Siwon dibelakangnya.

“Kau mau kemana?” Tanya Henry saat melihat Siwon mengikuti Yongri.

“Bukan urusanmu.” Jawab Siwon dingin.

“Kau tidak dengar Yongri ingin istirahat? Untuk apa kau mengikutinya? Kau hanya akan mengganggunya.” Henry mencegah Siwon saat laki-laki itu hendak mengikuti Yongri.

“Keadaan Yongri saat ini, pasti kau penyebabnya. Beruntung aku sedang tidak ingin memperpanjangnya. Jadi, lebih baik kau pulang sekarang.” Usir Henry. Siwon mendekati Henry dan menggeram. Melihat itu, Yongri segera mendekati Siwon dan mencoba menenangkan laki-laki itu. Jangan sampai Siwon menunjukkan sesuatu yang tidak seharusnya Henry lihat. Yongri tau sekali apa yang akan terjadi jika Siwon sudah emosi.

“Siwon, tenanglah.” Yongri menggenggam lengan Siwon. Membuat Siwon menunduk dan membalas tatapan gadis itu. Yongri menggeleng pelan. Berharap Siwon mengerti apa keinginan gadis itu. Seolah mengerti, Siwon segera memejamkan matanya sebentar untuk meredam emosinya.

“Aku tidak apa-apa, Henry-ya. Dia hanya ingin mengantarkanku ke kamar.” Yongri mencoba memberikan pengertian pada Henry.

“Aku bisa melakukannya.” Sahut Henry.

“Aku lapar. Bisakah kau membuatkanku makanan?” Tanya Yongri manja. Mencoba mengalihkan perhatian Henry dari Siwon.

“Lapar? Aku akan memasakan makanan untukmu. Tunggu saja di kamar.”

“Terima kasih, Henry-ya.” Yongri tersenyum dan segera menarik Siwon untuk ke kamarnya.

Saat berada di kamar, Yongri segera duduk di atas tempat tidurnya. Ia menatap Siwon dengan kesal, sedangkan laki-laki itu menunjukkan raut wajah polosnya. Yang menurut Yongri tidak ada cocok-cocoknya sama sekali untuk Siwon.

“Tidak bisakah kau mencoba menahan emosimu itu, Siwon-ssi? Kau tidak lupa bukan jika tidak semua orang mengetahui siapa dirimu sebenarnya? Emosimu itu benar-benar membuatku takut!” Komentar Yongri.

“Temanmu yang memancingku. Tidak bisakah kau menyuruhnya untuk pindah dari rumahmu? Biarkan dia tinggal di hotel, apartemen, atau rumah kontrakan, dan yang pasti tidak disini!”

“Bukankah sudah kukatakan jika Henry bisa menjagaku disini. Kau sendiri yang khawatir jika aku tinggal sendiri.”

“Kau bisa tinggal bersamaku.”

“Aku bisa mempertimbangkannya, jika kau mau menjawab satu pertanyaan dariku.” Usul Yongri.

“Apa?”

“Kenapa kau menciumku semalam?” Tanya Yongri. Siwon melebarkan matanya saat Yongri kembali menyinggung hal itu. Sekarang, jawaban apa yang harus diberikannya pada Yongri? Karena aku menyukaimu, Yongri. Seperti itu? Siwon tidak akan pernah mengatakannya. Ia tidak ingin memperparah keadaan. Vampire dan manusia tidak akan pernah bisa bersatu. Dan ia tidak ingin memberi Yongri harapan belaka. Membuat perasaan gadis itu terluka nantinya.

“Lupakan saja tawaranku. Aku pulang.” Ujar Siwon akhirnya. Ia membalikkan badannya dan segera keluar dari kamar Yongri. Meninggalkan Yongri yang menatapnya kesal.

“Apa sesulit itu memberikan penjelasan mengapa kau menciumku?” Gerutu Yongri. Namun sesaat kemudian gadis itu meraba bibirnya sembari tersenyum. Pikirannya melayang saat merasakan bibir Siwon berada di bibirnya. Membuat rona merah tiba-tiba muncul di pipi mulus Yongri.

——

Siwon tiba di rumahnya dengan tersenyum kecil. Entah mengapa pikirannya melayang saat ia mencium Yongri semalam. Siwon tau seharusnya ia tidak melakukan itu. Salah satu dampaknya sudah terlihat, yaitu Yongri yang terus meminta penjelasan padanya. Dan sayangnya Siwon sama sekali tidak tau harus menjawab apa. Seandainya saja Siwon seorang manusia, ia pasti akan langsung mengatakan pada Yongri bahwa ia menyukainya. Ia akan meminta Yongri menjadi kekasihnya, dan tentu saja menjauhkannya dari Henry. Memikirkan tentang Henry, tiba-tiba Siwon menjadi kesal sendiri.

“Choi Siwon!” Panggilan dari seseorang membuat Siwon tersadar dari pikiran-pikiran anehnya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu menemukan Kyuhyun beserta ketiga temannya yang lain sedang menghampiri dirinya. Kalau Siwon boleh menebak, yang memanggilnya tadi adalah Kyuhyun.

“Ada apa?” Tanya Siwon terdengar acuh.

“Apa yang terjadi pada Yongri?” Tanya Kyuhyun balik.

“Maksudmu?” Siwon terlihat tidak mengerti.

Lehernya.‘ Mata Siwon membesar saat membaca pikiran Kyuhyun.

“Kau sudah membaca pikiranku, kan?” Sindir Kyuhyun.

“Bukan urusan kalian.” Ucap Siwon ketus dan berniat meninggalkan teman-temannya. Namun Kyuhyun dengan cepat berada dihadapan Siwon.

“Ketika kami sepakat untuk menjaga Yongri, kami harus mengetahui apapun yang terjadi padanya. Jika yang terjadi pada Yongri merupakan sebuah ancaman, bukankah kau seharusnya memberitahukannya pada kami?” Tanya Kyuhyun dengan senyum sinis.

“Kecuali..” Kyuhyun menggantungkan ucapannya.

“Kecuali apa?” Sahut Siwon.

“Kecuali kau yang memberikan ancaman itu pada Yongri.” Lanjut Kyuhyun. Siwon mencengkram kaos Kyuhyun, dan menatap laki-laki itu dengan tajam.

“Sebenarnya apa maksud ucapanmu, huh?! Katakan saja dan jangan berbelit-belit!!” Bentak Siwon.

“Siwon, tenanglah. Kita bicarakan baik-baik.” Kata Eunhyuk dan disambut anggukan dari Donghae dan Ryeowook. Mereka takut Siwon dan Kyuhyun berbuat sesuatu yang akan merugikan mereka sendiri. Siwon dan Kyuhyun seolah tidak peduli dengan ketakutan teman-temannya, dan terus saling bertatapan tajam.

“Perban yang menempel di leher Yongri, untuk menutupi luka bekas gigitanmu, bukan?” Tebak Kyuhyun.

“Aku bilang itu bukan urusanmu, Cho Kyuhyun!!” Teriak Siwon.

“DASAR BRENGSEK!!!” Maki Kyuhyun, dan langsung melemparkan tubuh Siwon ke dinding.

“KYUHYUN-AH!!” Teriak Eunhyuk, Donghae, dan Ryeowook bersamaan. Mereka benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Siwon membentur dinding dan kemudian terjatuh ke lantai. Laki-laki itu memegangi lengannya yang terasa sakit. Ia kembali menatap Kyuhyun dengan tajam.

“Kau mengancam akan membunuhku jika aku berani mencicipi darah Yongri. Dan sekarang apa yang kau lakukan, huh?!” Ujar Kyuhyun marah.

“Kau bilang kau menyukainya dan akan menjaganya, tidak seharusnya kau menyakitinya untuk kenikmatanmu sendiri, brengsek!!” Mata Kyuhyun berubah menjadi berwarna merah. Ia benar-benar emosi sekarang. Eunhyuk, Donghae, dan Ryeowook sudah bersiap-siap jika Kyuhyun ataupun Siwon saling menyerang.

Tiba-tiba sebuah bayangan melesat di hadapan mereka. Membuat semuanya segera mengikuti bayangan tersebut. Keempat pasang mata di sana membulat sempurna, saat melihat tubuh Kyuhyun terlempar dengan sangat kuat ke pintu rumah. Membuat pintu itu langsung hancur seketika. Kyuhyun meringis kesakitan di seluruh tubuhnya.

KREK!

Sebuah bunyi mengerikan terdengar dari tulang di tubuh Kyuhyun. Membuat dirinya mengurungkan niat untuk bangun. Sudah dapat dipastikan bahwa ada tulang Kyuhyun yang patah. Membuat Kyuhyun merasa seperti akan mati sekarang. Tetapi tidak! Ia tidak akan mati hanya karena itu. Ia seorang vampire. Bukan manusia biasa. Untuk kedua kalinya Kyuhyun bersyukur ia adalah seorang vampire.

“Berani sekali kau melakukan itu kepada anakku, Cho Kyuhyun.” Desis sebuah suara.

“Kau pikir siapa dirimu?!” Lanjutnya.

“Jungsoo..” Gumam Ryeowook.

“Kau tidak apa-apa, anakku?” Tanya Jungsoo pada Siwon. Siwon tidak merasa tersanjung sekali saat Jungsoo datang untuk membelanya. Laki-laki itu justru merasa sangat marah atas apa yang dilakukan Jungsoo kepada Kyuhyun.

“Apa yang sudah kau lakukan, Park Jungsoo?!” Tanya Siwon sembari meredam emosinya.

“Membela anakku, tentu saja.” Jawab Jungsoo.

“Aku tidak butuh itu! Lebih baik kau segera pergi sekarang!” Usir Siwon. Jungsoo tersenyum sinis sembari menaikkan kedua bahunya.

“Sayang sekali aku tidak bisa menuruti keinginanmu, anakku.” Tolak Jungsoo.

“Apa maksudmu?!”

“Aku akan pergi setelah menghabisi seseorang yang telah dengan berani menyentuh anakku.” Kata Jungsoo dingin dan segera menghampiri tubuh Kyuhyun yang masih tergeletak tak berdaya. Tanpa belas kasihan sama sekali, Jungsoo merobek dada Kyuhyun dan mencengkram jantungnya.

“Ucapkan selamat tinggal, Cho Kyuhyun-ssi.”

“TIDAKKK!!!”

—–

–To Be Continued–

Advertisements

32 thoughts on “He is Vampire – Part 5

  1. Jungsoo oppa jahat bgt sich, Kyu oppa kan cm kesal krn Siwon oppa sepertinya melanggar peraturan yg mrk buat sendiri, sedangkan Siwon oppa amat menyayangi keempat temannya tsb, ia hny tdk ingin diganggu ttg apa yg terjadi dgn Yongri, Siwon oppa hrs benar2 waspada dgn Jungsoo oppa yg sdh mulai menjalankan rencananya agar Siwon oppa kembali pd klan nya, aigoo baby Sungminnie jd pengikutnya Jungsoo oppa, ditunggu kelanjutannya chingu

  2. Iya jgn di protect dong, aku g pnya akun tweeter ma pin bb nih… 😥
    Iisshh… si Wonppa apa susahnya bilang cinta.. trs memang mslah ya vampir sm manusia brsma, di twilight aja ga tuh.. 🙂
    Yongri hebat bgt, saking cintany rela drahnya diambil, tpi gpp sih, kan yg ambil si Mr Perfect.. hehehe..
    Omo… Kyuuuuu… andwae… hiks… 😦
    Semoga Wonppa nyelamatin Kyu, apa jdny pervampiran tanpa si Evil XD
    Next Chingu… Gomawo ^^

  3. ngungkapin rasa suka aja susah banget, siwon siwon 😀
    kasihan yongri udah nunjukin rasa sukanya tapi siwon malah diem aja -.-
    jungsoo segitunya sama kyu, semoga kyu gak meninggal..
    ditunggu kelanjutannya Thor.. semangat, keep writing Thor ^_^

  4. Aku udah lama ga kesini karena nunggu part 4 ga publish publish. Tapi giliran kesini 2 part langsung ada… aku iri banget sama kamu bisa buat ff vampire macem gini 😦 bahasanya juga ringan tapi jalan ceritanya ga seringan bahasanya… seru next chap di tunggu ya semangat 🙂

  5. Jungsoo sadis amat sih, kenapa dia yg bales kyuhyun? padahal belom tentu siwon bakal bales kyuhyun gegara di lempar, mau cari muka ama anaknya nih.. *sotoy
    Kira2 kyuhyun mati ngga ya? Siwon bakal perang ngga sama jungsoo? Next part ditunggu thor.. ^^

  6. selingkuhan ku kyuhyun. jgn d musnahkan… please…l
    makin k sini makin tegang yah. sbnrny masalah kluarga vampire ini apa seh? koq bs pecah2 rumah gt. aku penasaran. d tunggu kelanjutannya yah

  7. Gomawo thorr…. 😀 ahhh seneng bangettt(♡˙︶˙♡)… Kami reader akan selalu semangatin author.. Jeongmal kamsahamida *bow

  8. Aw..aw.. mau donk dicemburuin sama siwon oppa٩(๑´3`๑)۶…
    Kyu bener tuhh, siwon oppa harus denger apa katanya *pletak!
    Omoo!! (OoO) 😱 kyuuu oppa, andwee jungsoo!!!! Jangan bunuh kyu😭

    “Jjang thorr!!!! Nihh jempoll nya u/ author👍👍👍👍👍 feel nya dapet banget, api cemburu siwon dan kyuu yang….andweeee!!!”

    Okay next d tunggu part selanjutnya👉
    Semangat buat author٩(๑❛▽❛๑)۶҉ sukses selalu, semoga inspirasi” baru u/ jalan ceritanya terus mengalir biar jjang!!

    ٩(*´︶`*)۶҉\( ˆoˆ)/\(ˆoˆ )/ HWAITING!!!

  9. Akhirnyaa update juga uyeeehhh
    Choi siwon-sshi kenapa kau begitu menyebalkan eoh? Kalo suka bilang aja suka
    Cho kyuhyun bakalan mati? Andweeee

  10. Hai,Aku reader baru disini,
    Salam kenal,,,,
    Aku tau blog ini dr flying pas baca karya mu disana,,,
    Sebelum mu minta maaf nih br coment dipart ini.
    Abisnya keenakan baca jadi lupa mu coment langsung2 aja
    Maaf ‎​ǏƔǻ author,,,
    Aku suka cerita2 tentang vamfire atau dewa2 gitu.‎​ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮
    Semangat terus buat nulis author

  11. Aku kira siwon menjauhi yongri karna cemburu sama henry 😮 ternyata emang kalo malam bulan purnama vampire nggak pergi ke kampus ;p kau salah paham kyuhyun, jika bukan karna tubuhnya semakin melemah dan satu-satunya harapan hanya yongri siwon pasti tidak akan menghisap lehernya ;3 omona 😮 kenapa jungsoo harus ikut campur sih 😮

  12. Oh NOOOOO!!!! Siwon cegah bapak mu itu! Jangan bunuh kyuhyun!!!!!!

    Hemm, sebenernya aku ngerti yg kyu maksud, masuk akal juga, tapi gimana pun yongri juga yg nawarin diri karna hawatir sama siwon 😥

    Kenapa sih jungsoo tiba2 dtg-_-

    Good job thor^^

  13. Bunuh Jungsoo yok, kalau apapun yg dilakukan dia itu untuk ‘anaknya’-siwon-, kenapa sejahat itu? Aduh gak kebayang gimana perasaan Siwon ‘si ayah’ kelakuannya begitu..
    Semuanya ada alasan, nde eon? Aduh gimana part 6 ya, Kyuhyunnya sekarat’—‘

  14. Duuhh om jungsoo!! Kyuhyun kasihan T.T Sebenernya kyuhyun gak salah kalo marah sama siwon. Secara siwon sendiri yg buat kesepakatan dg teman”nya untuk jagain yongri. Next part semoga semuanya bisa diselesaikan dg baik 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s