He is Vampire – Part 4

Author : Choineke

Title :ย He is Vampire

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Super Junior’s members

Genre : Romance, Fantasy, Thriller, and Action

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Yongri menahan tangan Siwon, saat melihat laki-laki itu berbalik dan hendak meninggalkannya. Membuat langkah Siwon terhenti dan kembali berbalik sembari menatap gadis itu. Kemudian ia menurunkan pandangannya pada tangannya dan tangan Yongri yang saling berkait. Perasaan itu datang lagi. Perasaan yang menurut Siwon sangat aneh.

“Kenapa?” Tanya Siwon. Ia kembali mendekati Yongri dan berdiri di hadapan gadis itu. Masih dengan tangan saling menggenggam.

“Kau mau kemana?” Tanya Yongri balik.

“Pulang. Aku harus pulang.” Jawab Siwon.

‘Aku takut..’ Siwon membaca pikiran gadis itu. Laki-laki itu mengusap kepala Yongri. Membuat gadis itu mendongak menatapnya. Siwon menampilkan senyum terbaiknya.

“Aku akan menemanimu hingga tertidur. Setelah itu aku baru pergi.” Kata Siwon mencoba menenangkan Yongri.

“Apa kau akan datang lagi?” Tanya Yongri penuh harap. Siwon merasa ada sesuatu yang meletup-letup di dadanya. Siwon benar-benar merasa akan gila sekarang. Gadis ini membuatnya gila.

“Kau mau aku datang lagi?” Siwon memastikan. Tanpa sadar, Yongri menganggukkan kepalanya. Membuat senyum Siwon semakin lebar.

“Tentu. Aku akan datang lagi untukmu.”

——

Siwon memasuki perkarangan rumahnya dengan wajah serius. Matanya menatap pintu rumah dengan tajam dan rahangnya yang mengeras. Tanpa perlu menghabiskan tenaganya untuk membuka pintu, pintu rumah itu terbuka dengan sendirinya. Seolah tau bahwa tuan rumahnya hendak masuk ke dalam. Siwon menghentikan langkahnya ketika telah sampai di dalam rumah. Tangannya mengepal saat melihat keadaan rumahnya yang hancur berantakan. Buku-buku yang berserakan di lantai, sofa yang terbalik, barang-barang pecah belah yang tergeletak menggenaskan di lantai.

“Lee Donghae!! Lee Hyukjae!! Cho Kyuhyun!! Kim Ryeowook!!” Panggil Siwon. Yang terdengar seperti teriakan. Tidak ada tanggapan apapun dari teriakan Siwon tersebut. Rumah itu masih tetap sunyi.

Namun beberapa saat kemudian, Hyukjae keluar dengan terbatuk-batuk. Membuat Siwon sedikit terkejut dengan kehadirannya. Bukan karena mendengar suara batuknya, tetapi ketika melihat bercak darah di kaos laki-laki itu. Tepat di bagian jantungnya. Hyukjae berjalan tertatih menghampiri Siwon.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon khawatir. Ia memegangi lengan Hyukjae. Memastikan laki-laki itu baik-baik saja.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Hyukjae.

“Dimana yang lain?” Tanya Siwon lagi. Hyukjae menunjuk arah, tempat munculnya ia tadi.

“Pingsan.” Tambah Hyukjae. Mata Siwon melebar mendengar satu kata yang keluar dari mulut Hyukjae.

“Akhirnya kau pulang juga!” Sebuah suara yang sangat dikenal oleh Siwon, membuatnya segera menoleh. Siwon mengepalkan tangannya saat melihat laki-laki itu berjalan menghampirinya.

“Apa yang kau lakukan di rumahku, brengsek!?” Maki Siwon pada laki-laki itu. Membuat laki-laki itu mendesis.

“Semakin lama kau semakin kurang ajar, Choi Siwon. Tidakkah kau rindu padaku?” Tanya laki-laki itu percaya diri.

“Bermimpi saja kau! Aku bahkan ingin sekali membunuhmu, Park Jungsoo!!” Bentak Siwon.

“Kau tega membunuh ayahmu?!” Jungsoo menunjukkan wajah berpura-pura terkejut.

“Kau bukan ayahku!!” Bantah Siwon.

“Sayangnya kenyataannya seperti itu.” Sahut Jungsoo.

“Apa yang kau lakukan pada teman-temanku?!” Tanya Siwon marah.

“Kau yang lebih dulu menganggu kesenanganku, Siwon. Siapa yang menyuruhmu menghentikanku, saat aku sedang menyantap gadis itu?” Tanya Jungsoo dengan menatap Siwon tajam.

“Jangan pernah ganggu gadis itu lagi.” Ucap Siwon penuh penekanan. Laki-laki itu mati-matian menahan keinginan untuk merobek dada Jungsoo sekarang.

Bukannya merasa takut, Jungsoo justru menyeringai saat mendengar ancaman Siwon itu. Ia menangkap sesuatu yang berarti dari ucapan Siwon tersebut. Dan ini akan semakin menyenangkan untuknya.

“Gadis itu kekasihmu?” Tanya Jungsoo dengan tersenyum licik.

“Bukan urusanmu!” Jawab Siwon ketus.

“Jika begitu, bukan urusanmu juga jika aku sedikit bermain-main dengannya.” Balas Jungsoo dengan menyeringai.

“BRENGSEK!!”

 

BUKKK!!

 

Jungsoo jatuh tersungkur di lantai, setelah Siwon melayangkan tinjunya di rahang tegas laki-laki itu. Siwon mendekatinya dan menduduki perutnya sembari mencekik lehernya. Mata Siwon berkilat tajam, dan jika itu bisa membunuh, Jungsoo pasti sudah mati sekarang.

“Aku bisa membunuhmu sekarang juga, brengsek!” Siwon benar-benar sudah tidak dapat menahan emosinya.

“Aku yakin kau tidak akan sanggup membunuhku. Karena aku adalah ayahmu.” Sahut Jungsoo. Laki-laki itu terlihat tidak tertekan sama sekali dengan perbuatan Siwon. Ia masih terus menunjukkan seringaiannya.

Siwon menggeram. Ia melemparkan tubuh Jungsoo pada dinding rumahnya. Membuat dinding itu menjadi retak. Jika mendapatkan hantaman sekali lagi, dinding itu pasti akan hancur. Jungsoo meringis saat merasakan sakit di punggungnya. Ia mencoba berdiri dengan terbatuk-batuk. Setelah dapat berdiri dengan sempurna, ia menatap Siwon dengan tersenyum sinis. Sebenci apapun Siwon padanya, ia yakin Siwon tidak akan mampu membunuhnya.

“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini, anakku. Aku pasti akan datang lagi nanti. Aku sarankan kau jaga baik-baik gadismu itu. Jika tidak, kau tau sendiri apa yang akan terjadi.” Kata Jungsoo berpesan. Ia dapat melihat Siwon yang masih terus menatapnya tajam. Namun lagi-lagi, Jungsoo tidak takut apalagi tertekan dengan semua sikap Siwon padanya. Secepat kilat, ia berlari dan menghilang dari pandangan Siwon.

——

“Kalian baik-baik saja?” Tanya Siwon memastikan. Ia bersama teman-temannya yang lain sedang berkumpul di ruang tengah sekarang. Keadaan rumah sudah rapi, dan itu bukan hal sulit untuk mereka lakukan.

“Untuk pertama kalinya aku bersyukur karena telah menjadi vampire.” Kata Kyuhyun. Semua yang ada di sana menatapnya dengan pandangan bertanya. Mereka menunggu penjelasan Kyuhyun.

“Jika kita manusia biasa. Kita pasti sudah mati.” Lanjut Kyuhyun. Dibalas anggukan setuju dari yang lain–kecuali Siwon–.

“Maaf.” Sesal Siwon.

“Untuk apa? Itu bukan salahmu, Siwon-ah.” Ucap Ryeowook.

“Jungsoo seperti itu, karena aku mengganggu kesenangannya.” Jelas Siwon.

“Maksudmu?” Tanya Donghae ingin tau.

“Aku menghentikannya saat ia sedang menyantap seorang gadis.” Jawab Siwon.

“Kenapa kau lakukan itu, Siwon-ah? Kau tau bahwa Jungsoo sangat marah karena itu.” Kata Hyukjae sedikit kesal.

“Maaf. Sekali lagi maafkan aku. Aku tidak akan menghentikannya, jika gadis itu bukan seseorang yang aku kenal.” Ucap Siwon mencoba membela diri.

“Memangnya siapa gadis itu?” Tanya Ryeowook. Yang lain menatap Siwon dengan pandangan ingin tau. Membuat Siwon sedikit salah tingkah.

“Yongri. Gadis itu Choi Yongri.” Jawab Siwon.

“Apa?! Bagaimana mungkin? Apa Jungsoo tau kau memiliki perasaan pada gadis itu?” Donghae terlihat benar-benar terkejut. Siwon menggeleng pelan.

“Seperti yang kalian tau. Bau darah Yongri sangat menyegarkan. Dan sepertinya Jungsoo juga menyadari itu. Sehingga ingin menyantapnya.”

“Aku setuju!” Timpal Kyuhyun cepat.

“Tetapi sekarang aku yakin Jungsoo akan terus mendekati gadis itu. Bukan tertarik pada darahnya. Tapi karena ia tau kau dekat dengan gadis itu, Siwon-ah.” Kata Hyukjae mengutarakan pendapatnya. Siwon menatap Hyukjae dan menyetujui ucapan temannya itu. Yongri akan dalam bahaya mulai sekarang. Dan itu karena dirinya. Ia benar-benar menyesal telah berada di dekat gadis itu. Tetapi sekarang ia sudah tidak bisa mundur lagi. Siwon bahkan harus terus berada di dekat Yongri, agar Jungsoo tidak memiliki kesempatan untuk mendekatinya.

“Untuk itu, bisakah kalian membantuku?” Tanya Siwon. Ia menatap wajah temannya satu persatu.

“Bantu aku untuk menjaga Yongri.” Pinta Siwon. Siwon menatap Donghae, ia melihat Donghae hendak protes.

“Aku tidak bisa mundur lagi, Donghae-ya. Jika aku menjauhi gadis itu, ia mungkin bisa mati.” Kata Siwon. Donghae menelan kata-kata yang hendak dikeluarkannya. Ia menatap Siwon yang sekarang sedang menatapnya dengan pandangan memelas sekaligus khawatir.

“Gadis itu, sangat berharga untukmu, Siwon-ah?” Tanya Ryeowook. Siwon mengalihkan pandangannya kepada Ryeowook. Sesaat kemudian ia mengangguk.

“Aku menyukainya. Aku mencintainya. Dan aku ingin menjaganya.” Jelas Siwon.

“Kau yakin dengan perasaanmu itu?” Kyuhyun bersuara. Lagi-lagi Siwon mengangguk.

“Beberapa bulan yang lalu, aku mungkin tidak mengerti dengan perasaan aneh ini. Tetapi sekarang aku sudah mengerti. Aku tidak bisa jauh dari Yongri.” Ucap Siwon dengan tersenyum kecil.

“Aku tidak menginginkan kehidupan manusia yang sudah tidak bisa lagi aku dapatkan. Berpacaran, bertunangan, menikah. Aku mungkin memang ingin memilikinya. Tetapi itu tidak penting menurutku, yang aku inginkan hanya dia baik-baik saja. Hidup dengan normal seperti biasanya.” Lanjut Siwon.

“Bisakah..kalian menolongku?” Tanya Siwon sekali lagi.

“Tentu.” Jawab Hyukjae langsung.

“Kita bisa bersama-sama menjaga gadis itu.” Ryeowook menambahkan. Kyuhyun mengangguk setuju. Siwon tersenyum dan menatap Donghae. Donghae tersenyum dan kemudian mengangguk setuju.

——

Yongri hampir saja terjatuh dari sofa yang didudukinya, akibat dirinya yang terlonjak melihat kehadiran Siwon disampingnya. Pasalnya sedari tadi ia hanya sendiri, dan tiba-tiba sosok Siwon mengejutkannya. Yongri menatap Siwon dengan tajam dan kesal. Apalagi melihat wajah Siwon yang seolah tidak merasa bersalah sama sekali.

“Bisa tidak kau datang layaknya manusia biasa, Choi Siwon-ssi?!” Desis Yongri. Siwon melirik Yongri dan tersenyum sinis.

“Kau tau aku bukan manusia.” Balasnya.

“Ya, aku tau itu. Tetapi setidaknya kau hidup di lingkungan manusia. Aku belum terbiasa melihat kekuatan supermu itu.” Timpal Yongri.

“Kalau begitu, kau harus mulai membiasakannya. Simpel, kan?”

“Cih! Bicara memang mudah.” Dengus Yongri kesal.

Sesaat kemudian, Yongri memegangi luka di lehernya dan menatap Siwon dengan serius. Siwon yang menyadari itu segera membalas tatapan mata Yongri. Laki-laki itu mencoba membaca pikirannya. Namun sialnya, yang dapat dilihat Siwon hanyalah sebuah warna abu-abu yang tidak jelas apa maksudnya.

“Ada apa?” Tanya Siwon akhirnya. Menyerah dengan usahanya membaca pikiran yongri.

“Kau yakin aku tidak akan menjadi vampire?” Jawab Yongri dengan sebuah pertanyaan. Siwon menautkan kedua alisnya mendengar pertanyaan Yongri. Kenapa gadis ini sepertinya ingin sekali menjadi vampire, pikir Siwon.

“Tidak. Harus berapa kali aku mengatakannya?”

“Tetapi menurut film dan buku–”

“Semua itu hanya fiksi.” Potong Siwon langsung.

“Ne?!”

“Film yang kau tonton, dan buku yang kau baca, itu hanya fiksi. Karangan manusia. Tidak semudah itu untuk menjadi vampire.” Jelas Siwon.

“Kalau begitu, jelaskan padaku bagaimana caranya untuk menjadi vampire. Huh? Huh?!” Paksa Yongri sembari mengguncang-guncang lengan Siwon. Siwon menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan melirik Yongri dengan malas.

“Itu bukan sesuatu yang harus kujelaskan padamu.” Kata Siwon. Yongri mengerucutkan bibirnya mendengar kata-kata Siwon.

“Kalau begitu, beritahu aku, kapan kau mulai menjadi vampire?” Tanya Yongri antusias.

“Mungkin sekitar 300 tahun yang lalu.” Jawab Siwon.

“APA?!” Pekik Yongri terkejut.

“Selama itu? Kau serius?” Yongri terlihat tidak percaya.

“Tidak ada untungnya untukku jika berbohong.” Sahut Siwon.

“Astaga! Bagaimana mungkin kau bisa hidup selama itu? Benar-benar sulit dipercaya.” Yongri menggelengkan kepalanya beberapa kali. Masih sulit mempercayai ucapan Siwon.

“Lalu, selain diriku, siapa lagi yang mengetahui kau vampire? Dua temanmu di kampus serta beberapa laki-laki di rumahmu–”

“Tentu saja mereka tau aku seorang vampire. Karena kami sama-sama seorang vampire.” Lagi-lagi Siwon memotong ucapan Yongri.

“APA?!” Pekik Yongri lagi.

“Teman-temanmu? Yang tampan itu?” Tanya Yongri dengan melotot. Ia menatap Siwon dengan mata bulatnya yang seperti hendak keluar. Siwon melirik Yongri dengan kesal, saat indra pendengarnya itu menangkap nada memuja dari mulut Yongri.

“Aku tidak pernah punya teman seorang manusia. Jadi, siapapun yang kau lihat dekat denganku, dia pasti seorang vampire.” Jelas Siwon.

“Aku? Bukankah aku sekarang temanmu?” Tanya Yongri sembari menaik-naikkan alisnya. Bermaksud menggoda Siwon.

“Teman? Sejak kapan kita berteman?” Tanya Siwon balik, menanggapi godaan Yongri. Yongri mengerucutkan bibirnya pertanda kesal dengan pertanyaan Siwon.

“Kau menolongku, bukankah artinya kita berteman?”

“Astaga, Choi Yongri-ssi. Jika seperti itu pengertianmu mengenai berteman, akan begitu banyak temanku jika aku menolong siapapun yang baru ketemui.” Kata Siwon dengan tersenyum geli.

“Jadi kau tidak mau berteman denganku? Aku pikir kau sudah berubah. Ternyata kau masih tetap kaku, dingin, dan menyebalkan!” Maki Yongri kesal. Siwon hanya tersenyum tipis mendengar kekesalan Yongri.

“Yongri-ssi..” Panggil Siwon terdengar ragu.

“Apa?” Tanya Yongri masih dengan menatap Siwon dengan kesal.

“….”

“Kenapa?!” Tanya Yongri lagi.

Berhati-hatilah.‘ Batin Siwon. Siwon ingin sekali mengatakan itu pada Yongri. Namun ada keraguan di dalam hatinya. Siwon tidak mau Yongri menjalani kehidupannya dengan rasa takut. Ini semua gara-gara Jungsoo. Hidup Yongri terancam gara-gara laki-laki itu.

“Tidak. Tidak apa-apa.” Jawab Siwon akhirnya. Yongri mendengus mendengar jawaban Siwon.

“Yongri-ssi..” Panggil Siwon lagi.

“Sekarang apa?” Yongri terlihat benar-benar kesal.

“Sepertinya aku–” ucap Siwon menggantung.

Menyukaimu.‘ Lanjut Siwon dalam hati.

“Sepertinya kenapa?” Tanya Yongri penasaran.

“Sepertinya aku..harus pulang.” Kata Siwon dan dengan langsung melesat keluar dari rumah Yongri. Meninggalkan Yongri yang ternganga karena shock melihat Siwon pergi begitu saja. Bahkan Yongri masih dapat merasakan hembusan angin akibat Siwon yang melesat begitu saja dari hadapannya. Yongri berbalik dan menatap pintu rumahnya dengan kesal. Gadis itu mengigit bibir bawahnya untuk melampiaskan kekesalannya.

“Dasar laki-laki menyebalkan!”

——

Yongri tersenyum senang saat melihat sosok Siwon yang sudah duduk manis di dalam kelas mereka pagi itu. Gadis itu berjalan ringan dan mengambil tempat tepat di samping Siwon. Membuat Siwon menoleh karena merasakan kehadiran seseorang. Terlebih dari itu, sebenarnya Siwon dapat merasakan bau darah Yongri yang benar-benar memabukkan. Siwon sendiri merasa bingung, kenapa darah Yongri bisa begitu menggiurkan? Berbeda dengan darah-darah yang selama ini dicicipinya. Pantas saja banyak vampire yang tergiur dengan darah gadis ini, pikir Siwon.

“Pagi-pagi sudah melamun. Apa yang kau pikirkan?” Tanya Yongri dengan tersenyum. Membuat Siwon terpana melihat senyum itu.

“Haruskah aku memberitahumu?” Balas Siwon setelah bisa mengendalikan dirinya.

“Bilang saja jika kau sedang memikirkanku.” Kata Yongri percaya diri.

“Cih! Kau benar-benar percaya diri.” Ejek Siwon.

“Dan kau benar-benar menyebalkan.” Balas Yongri tak mau kalah. Siwon mendelik tajam pada Yongri. Melayangkan tatapan protes atas ucapan gadis itu.

“Teman-teman!! Pagi ini kita libur. Dosennya berhalangan hadir dan kelas digantikan minggu depan!” Teriak salah satu mahasiswa di depan. Membuat pandangan Siwon dan Yongri sama-sama terpaku pada mahasiswa tersebut. Sorak sorai gembira terdengar dari semua mahasiswa yang berada di kelas termasuk Yongri. Siwon hanya menatap mereka dengan datar.

Beberapa saat kemudian, beberapa mahasiswa terlihat beranjak untuk keluar dari kelas. Begitupun dengan Siwon. Melihat itu, Yongri pun segera bergegas untuk mengejar laki-laki itu. Ia tidak mau kedatangannya ke kampus sia-sia. Setidaknya menghabiskan waktu bersama Siwon merupakan pilihan terbaik.

“Kau mau kemana?” Tanya Yongri sembari mensejajari langkah Siwon.

“Kantin.” Jawab Siwon singkat, tanpa menoleh.

“Untuk apa ke kantin? Kau tidak makan, kan?” Tanya gadis itu lagi.

“Teman-temanku ada di sana.” Jawab Siwon dengan sabar.

“Aku ikut!” Ujar Yongri semangat. Siwon hanya melirik sekilas padanya. Tidak mengiyakan juga tidak menolak keinginan gadis itu.

Saat sampai di kantin, Siwon dapat melihat Eunhyuk dan Donghae yang tengah mengobrol di temani dua buah gelas minuman di hadapan mereka. Kalau Siwon tidak salah menebak, isi di dalam gelas itu adalah jus. Sekali lihat saja, Siwon tau bahwa minuman itu tidak tersentuh sama sekali. Tentu saja! Vampire mana yang meminum jus yang menurut mereka rasanya sangat aneh?

“Kelasmu sudah berakhir?” Tanya Donghae.

“Wah ada Yongri-ssi!” Ujar Eunhyuk antusias. Siwon tidak menanggapi pertanyaan Donghae maupun ucapan Eunhyuk. Laki-laki itu mengambil tempat duduk di hadapan mereka. Diikuti Yongri yang duduk di sebelahnya.

“Hai.” Sapa Yongri sembari tersenyum.

“Bagaimana kalian bisa datang bersama?” Tanya Eunhyuk.

“Aku mengikutinya.” Jawab Yongri dengan cengiran yang membuatnya terlihat lucu. Eunhyuk dan Donghae hanya mengangguk menanggapi jawaban Yongri.

“Kalian tidak minum ini, kan? Bagaimana jika aku saja yang meminumnya? Aku haus sekali.” Kata Yongri sembari mengambil jus yang berada di hadapan Donghae. Donghae dan Eunhyuk dibuat terkejut dengan tingkah gadis itu. Mereka menatap Siwon secara bersamaan.

“Dia sudah tau semuanya.” Kata Siwon seolah menjelaskan.

“Ahh,, begitu rupanya.” Sahut Eunhyuk.

“Aku harap kau tidak takut pada kami, setelah tau siapa kami.” Ujar Donghae dengan wajah serius. Yongri membalas tatapan Donghae dan tersenyum.

“Bagaimana mungkin aku harus takut pada laki-laki tampan?” Candanya.

“Kau benar-benar pintar memuji, Yongri-ssi.” Balas Eunhyuk dengan senyum bodohnya.

“Lagipula, aku tidak akan takut pada kalian, jika kalian tidak berniat memakanku.” Jelas Yongri.

“Tentu saja. Bagaimana mungkin kami memakanmu? Sedangkan tujuan kami sekarang adalah untuk menjagamu.” Ucap Eunhyuk.

“Menjagaku? Untuk apa?” Tanya Yongri bingung.

“Tentu saja untuk– akkhh!!” Ucapan Eunhyuk terpotong saat merasakan sakit dikakinya. Siwon baru saja dengan sengaja menginjak kakinya. Eunhyuk menatap Siwon dengan kesal. Namun saat melihat tatapan Siwon yang tajam, Eunhyuk dengan segera mengalihkan pandangannya.

“Ada apa? Kau kenapa Eunhyuk-ssi?” Tanya Yongri bingung.

“Tidak–aku tidak apa-apa.” Jawab Eunhyuk.

“Lalu apa maksud ucapanmu tadi? Aku tidak mengerti.” Kata Yongri.

“Dia hanya asal bicara. Untuk apa kau hiraukan?” Sela Siwon langsung. Yongri menoleh dan kembali menatap Siwon dengan kesal. Sepertinya sekali saja Siwon tidak bisa untuk tidak membuatnya kesal.

“Biar ku tebak.” Kata Donghae tiba-tiba membuat perhatian Yongri teralihkan padanya. Donghae membalas tatapan Yongri dan tersenyum dengan sangat tampan.

“Siwon pasti sering membuatmu kesal.” Ujar Donghae dengan yakin.

“Bagaimana kau bisa tau?” Tanya Yongri penasaran. Gadis itu menatap Donghae dengan tersenyum. Membuat Siwon yang tidak sengaja melihatnya merasakan perasaan kesal. Bagaimana mungkin gadis itu dapat tersenyum seperti itu kepada laki-laki lain? Ia pikir Yongri hanya akan seperti itu padanya.

“Karena Siwon juga sering membuat kami kesal.” Jawab Donghae.

“Ya!!” Teriak Siwon tidak terima.

“Jangan dengarkan mereka. Lebih baik kau pulang sekarang juga.” Sela Siwon cepat sebelum kedua temannya itu mengatakan yang tidak-tidak tentangnya. Ia tidak bisa membayangkan jika kekaguman Yongri padanya akan luntur seketika karena mendengar cerita negatif yang disampaikan Donghae dan Eunhyuk.

“Kau mengusirku?” Yongri menatap Siwon dengan tajam.

“Terserah apa katamu. Lebih baik sekarang kau pulang.” Kata Siwon. Yongri menghela nafas panjang untuk melampiaskan kekesalannya. Ia berdiri dengan kasar sehingga menimbulkan bunyi berisik dari kursi yang didudukinya.

“Aku bisa mengantarmu pulang jika kau tidak keberatan.” Kata Eunhyuk yang sudah ikut berdiri.

“Benarkah?” Tanya Yongri dengan mata berbinar.

“Tentu–”

“Aku tunggu kau di parkiran mobil sekarang!” Ucap Siwon tiba-tiba yang sudah berdiri dan segera berbalik meninggalkan kantin. Donghae, Eunhyuk dan Yongri menatap kepergian Siwon dengan bingung. Mereka menganggap tingkah Siwon benar-benar aneh.

“Kalau begitu aku pulang dulu. Sampai jumpa lagi.” Pamit Yongri dan segera menyusul Siwon. Sebelum laki-laki itu kembali membuatnya kesal.

“Kau tertarik pada gadis itu?” Tanya Donghae sembari menatap Eunhyuk dengan curiga.

“Kenapa? Tidak boleh?” Tanya Eunhyuk balik dengan senyum kekanakkan.

“Mau mati di tangan Siwon?” Seketika Eunhyuk tertawa mendengar ucapan Donghae. Membuat sahabatnya itu menatapnya aneh.

“Kau pikir aku gila, huh? Aku hanya memancing Siwon untuk berbuat yang seharusnya kepada Yongri.” Jelas Eunhyuk.

“Aku tau Siwon merasa cemburu saat aku menaruh perhatian kepada Yongri.” Uca Eunhyuk lagi saat tidak ada tanggapan apapun dari Donghae. Sesaat kemudian Donghae tersenyum kecil.

“Kau memang pintar.”

——

“Masuk.” Kata Siwon dingin, saat Yongri sudah sampai di parkiran mobil. Tepatnya di depan mobilnya.

“Kau mau mengantarku pulang?” Tanya Yongri menyembunyikan rasa senangnya.

“Jangan banyak bertanya dan masuk saja.” Jawab Siwon.

“Tidak. Nanti kau menculikku.” Tolak Yongri. Tentu saja hanya pura-pura. Gadis itu ingin melihat reaksi Siwon. Yongri berbalik dan dengan perlahan berjalan meninggalkan mobil Siwon.

Dan Yongri lagi-lagi harus menahan nafas saat melihat Siwon sudah berdiri dihadapannya. Yongri segera menatap sekeliling. Takut ada yang melihat apa yang baru saja Siwon lakukan. Sepertinya tidak ada yang memperhatikan laki-laki itu.

“Kau gila? Bagaimana mungkin kau melakukan itu di tempat umum seperti ini?” Pekik Yongri tertahan.

“Kau yang memaksaku melakukannya. Lebih baik sekarang kau masuk ke dalam mobil sebelum aku melakukan lebih dari ini.” Ancam Siwon. Yongri menghentakkan kakinya dengan kesal dan segera berbalik untuk memasuk ke dalam mobil. Siwon tidak dapat menahan senyumnya saat melihat kekesalan Yongri.

Perjalanan menuju rumah Yongri telah berlalu selama hampir 15 menit. Namun tidak ada pembicaraan antara Siwon dan Yongri. Membuat suasana di dalam mobil Siwon terasa sangat sunyi. Biarpun begitu, diam-diam keduanya benar-benar menikmati kebersamaan mereka sekarang. Yongri bahkan tidak benar-benar mengetahui kapan jelasnya ia bisa begitu dekat dengan Siwon. Bukankah sebelumnya Siwon seperti sangat anti padanya? Apakah itu karena Yongri yang belum mengetahui identitas Siwon yang sebenarnya? Ya, sepertinya karena itu. Walaupun sikap Siwon yang kaku, dingin, dan menyebalkan itu sepertinya tidak akan pernah bisa hilang darinya, Yongri tetap mensyukuri kemajuan pada hubungannya dengan Siwon. Membuat gadis itu tanpa sadar tersenyum dalam lamunannya.

“Sepertinya aku membawa orang gila di dalam mobilku.” Cetus Siwon membuat Yongri segera menoleh. Menatap Siwon dengan tajam dan tentu saja perasaan kesal. Apa maksud ucapannya itu? Memangnya dia gila?

“Kenapa kau senyum-senyum sendiri?” Tanya Siwon terdengar tidak peduli.

“Bukan urusanmu, Siwon-ssi.” Jawab Yongri acuh.

“Asal kau tau, tanpa kau memberitahuku, aku dapat mengetahui itu. Kuberitahu satu hal padamu. Aku dapat membaca pikiran seseorang.” Kata Siwon. Membuat Yongri menatapnya terkejut sekaligus antusias. Gadis itu mengubah posisi duduknya menjadi menghadap Siwon. Membuat Siwon menjadi sedikit salah tingkah dengan kelakuannya.

“Benarkah? Kalau begitu, tebak apa yang aku pikirkan sekarang.” Tantang Yongri. Siwon meliriknya sebentar sebelum memutuskan untuk menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Laki-laki itu juga sedikit mengubah posisi duduknya menjadi menghadap Yongri. Menatap mata gadis itu dan mencoba membaca pikirannya. Tetapi lagi-lagi yang dapat Siwon lihat hanya warna abu-abu dan Siwon tidak mengerti itu. Siwon kembali memfokuskan dirinya dan terus menatap Yongri. Berharap dapat membaca pikiran gadis itu. Namun hasilnya, sia-sia. Membuat Siwon mengerang frustasi dan segera mengubah posisinya menjadi seperti semula.

“Kenapa? Kau tidak bisa membaca pikiranku?” Tanya Yongri kecewa.

“Pikiranmu kotor.” Jawab Siwon asal.

“Apa?! Apa maksudmu, huh?” Yongri tampak tidak terima dengan jawaban Siwon.

“Kau pasti berpikiran kotor sehingga aku tidak bisa membaca pikiranmu.”

“Ya!! Hati-hati kalau kau berbicara, Siwon-ssi! Aku tidak pernah seperti itu!!” Jerit Yongri dan hanya di balas dengusan dari Siwon. Laki-laki itu tampak tidak peduli dan kembali menjalankan mobilnya.

“Bilang saja jika kau berbohong.” Ketus Yongri dan segera membuang pandangannya ke luar. Lagi-lagi Siwon tidak memperdulikannya. Ia sibuk memikirkan kenapa dirinya tidak bisa membaca pikiran Yongri. Padahal sebelumnya Siwon dapat melakukan itu. Apa mungkin kemampuannya itu hilang? Siwon menggeleng pelan. Tidak mungkin.

Beberapa saat kemudian, mobil Siwon terparkir sempurna di halaman rumah Yongri yang luas. Siwon mematikan mesin mobilnya dan menatap gadis itu. Yongri membalas tatapan Siwon dan tersenyum. Sepertinya ia telah melupakan kekesalannya pada Siwon saat di perjalanan tadi.

“Terima kasih telah mengantarkanku pulang. Aku masuk dulu.” Kata Yongri sembari bersiap membuka pintu mobil. Namun Siwon segera menghentikannya.

“Ada apa?” Tanya Yongri bingung.

“Jangan keluar rumah saat malam hari.” Pesan Siwon. Yongri mengerutkan keningnya karena bingung dengan ucapan Siwon. Sesaat kemudian gadis itu tersenyum kecil.

“Kenapa? Kau takut akan ada vampire yang akan membunuhku seperti waktu itu?” Tebak Yongri. Siwon hanya diam saja dan tidak berniat menjawab pertanyaan gadis itu.

“Baiklah. Aku tidak akan keluar rumah saat malam hari.” Ucap Yongri patuh.

“Ada lagi?” Tanya Yongri kemudian.

“Pastikan pintu dan jendela di rumahmu semuanya terkunci. Pastikan sebelum kau tidur.” Kata Siwon. Yongri mengangguk paham.

“Berikan ponselmu.” Ucap Siwon sembari menengadahkan tangannya di hadapan Yongri. Walaupun terlihat bingung, Yongri tetap memberikan ponselnya pada Siwon. Siwon menerima ponsel itu dan tampak mengetikkan sesuatu di sana. Kemudian ia kembali memberikan ponsel itu pada Yongri.

“Simpan nomorku. Dan jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera telepon aku. Kau mengerti?”

“Sebenarnya apa maksudmu, Siwon-ssi? Ucapanmu terdengar aneh. Kau tau, bukan hanya hari ini aku tinggal sendiri di rumah ini. Sudah dari beberapa tahun yang lalu, dan selama ini aku baik-baik saja.” Jelas Yongri.

“Jangan membantah dan cukup dengarkan aku.” Kata Siwon. Suaranya terdengar sangat dingin. Belum lagi tatapan matanya yang berubah sangat tajam. Membuat Yongri seketika merasa takut. Gadis itu pun akhirnya mengangguk kaku. Ia benar-benar tidak suka situasi seperti ini. Menyadari ketakutan Yongri, Siwon mengubah ekspresi wajahnya.

“Masuklah.” Ujarnya pelan. Kembali Yongri mengangguk sebelum akhirnya keluar dari mobil Siwon dan masuk ke dalam rumahnya. Setelah memastikan Yongri telah berada di rumah, Siwon kembali menghidupkan mobilnya dan meninggalkan rumah Yongri. Tanpa tau bahwa ada sebuah mata berwarna merah menyala yang mengamatinya dari kejauhan.

——

Yongri baru saja menyelesaikan kegiatan mandinya, ketika tiba-tiba terdengar bunyi bel rumahnya. Gadis itu mengerutkan keningnya. Siapa yang datang malam-malam seperti ini? Selama ini tidak ada yang berkunjung ke rumahnya selain Hyerim. Dan juga..Siwon. Hyerim tidak mungkin datang malam-malam seperti ini, kecuali ada hal mendesak. Apa mungkin Siwon? Tiba-tiba senyum mengembang dari bibir tipis gadis itu. Ia keluar dari kamarnya dan menuju pintu rumah untuk membukakan pintu.

“Ternyata dia sudah mulai berkelakuan seperti manusia.” Gumam Yongri masih dengan tersenyum kecil. Tanpa mengecek terlebih dahulu siapa yang datang, Yongri langsung saja membuka pintu. Seketika gadis itu membulatkan matanya dan tanpa sadar memundurkan langkahnya.

“K–kau–”

——

Siwon memasukki rumahnya dengan tampang datar seperti biasa. Ia merasa tenggorokannya kering dan dengan segera menuju dapur untuk kembali menyegarkan tenggorokannya. Namun langkahnya terhenti saat melihat teman-temannya sedang berkumpul di ruang makan. Tentu saja dengan menikmati ‘makanan’ mereka.

“Siwon sudah pulang!” Kata Ryeowook dengan nada ceria. Membuatnya mendapat cibiran pelan dari Siwon. Siwon kembali melanjutkan langkahnya ke dapur dan membuka kulkas. Mengambil sekantong darah sebelum akhirnya ikut bergabung dengan teman-temannya.

“Kau sudah memastikan Yongri sampai di rumah dengan selamat?” Tanya Hyukjae. Siwon meliriknya sekilas sebelum akhirnya mengangguk. Namun tiba-tiba laki-laki itu menatap Hyukjae dengan tajam. Mendapat tatapan tajam seperti itu, tentu saja membuat Hyukjae sedikit gemetar.

“Ke–kenapa menatapku seperti itu?” Tanya Hyukjae.

“Aku memang meminta kalian untuk menjaga Yongri. Tapi bukan berarti kau boleh mendekati gadis itu. Apa maksudmu ingin mengantarnya pulang tadi?” Siwon tidak dapat menyembunyikan kekesalannya. Mendengar nada bicara Siwon yang menandakan bahwa ia cemburu, tak urung membuat tawa Hyukjae pecah. Merasa dirinya ditertawakan, tentu saja membuat kekesalan Siwon semakin menjadi. Belum lagi teman-temannya yang lain tersenyum kecil seolah-olah ikut mengejeknya.

“Berhenti tertawa, Lee Hyukjae. Tidak ada yang lucu.” Kata Siwon sembari menyesap makanannya.

“Kau seperti anak SMA yang sedang di mabuk cinta, Siwon-ah.” Ujar Kyuhyun masih dengan tersenyum. Siwon melirik Kyuhyun dengan tajam, namun Kyuhyun seolah tidak peduli.

“Kapan terakhir kali kau jatuh cinta? Sebelum kau menjadi vampire? Pantas saja jika kau sekarang seperti ini.” Lanjut Kyuhyun. Siwon berdiri dari duduknya dan bersiap meninggalkan ruang makan, sebelum teman-temannya itu semakin mengolok-oloknya. Tetapi Donghae segera mencegahnya dan membuat Siwon kembali menduduki kursinya.

“Ada yang harus kita bicarakan, Siwon-ah. Ini mengenai Yongri.” Kata Donghae. Membuat Siwon menatapnya dengan serius.

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon.

“Gadis itu tinggal sendiri di rumahnya, kan? Apa kau tidak khawatir? Bagaimana jika Jungsoo menemukan rumahnya dan melakukan sesuatu yang buruk padanya? Kau tentu tau, menemukan rumah gadis itu bukan sesuatu yang sulit untuk Jungsoo.” Papar Donghae.

“Benar apa yang dikatakan Donghae.” Sahut Ryeowook.

“Ayahmu itu bisa melakukan apapun sesuka hatinya untuk membuatmu marah.” Lanjutnya.

“Jangan sebut dia ayahku. Aku tidak mempunyai ayah.” Desis Siwon kesal.

“Sayangnya kenyataannya seperti itu, Siwon-ah. Dia memang ayahmu. Walaupun tidak ada lagi darah yang mengalir di tubuhmu sekarang, dulu darah Jungsoo mengalir di tubuhmu.” Ucap Ryeowook.

“Berhenti membahas itu. Jadi, Donghae-ya, apa yang kau ingin aku lakukan? Haruskah aku membawa Yongri untuk tinggal di rumah ini? Sepertinya itu tidak mungkin.”

“Kenapa tidak mungkin? Dia sudah mengetahui siapa kita sebenarnya.”

“Kau pikir alasan apa yang harus aku berikan padanya saat menyuruhnya untuk tinggal di sini? Aku tidak akan pernah mengatakan padanya bahwa Jungsoo sedang mengincarnya saat ini. Aku tidak mau dia menjalani kehidupannya dengan rasa takut.” Kata Siwon.

“Kau memang harus mengatakannya, Siwon-ah. Dan ini satu-satunya cara terbaik untuk menjaga Yongri.” Ujar Hyukjae. Siwon mengusap wajahnya dengan kasar. Kemudian ia segera berdiri dari duduknya dan benar-benar meninggalkan ruang makan. Ia butuh berpikir sekarang.

——

“Kau tidak akan membiarkanku masuk?” Tanya seorang laki-laki yang berdiri di dean rumah Yongri. Yongri tidak memberikan jawaban dan sibuk mengerjapkan matanya yang bulat.

“Ayolah, Yongri-ya. Kau tidak perlu terkejut seperti itu melihatku. Aku tau kau merindu–”

“HENRY!!!” Yongri tiba-tiba saja menerjang laki-laki itu dengan sebuah pelukan erat. Membuat ucapan laki-laki itu terhenti begitu saja. Digantikan dengan senyum kecil dan segera membalas pelukan Yongri.

“Aku benar-benar merindukanmu.” Lirih Yongri.

“Aku juga, Yongri-ya. Tapi bisakah kau lepaskan pelukan ini dan biarkan aku masuk? Aku lelah sekali.” Keluh laki-laki yang di panggil Henry itu. Yongri dengan segera melepaskan pelukannya dan menarik tangan laki-laki itu untuk memasukki rumahnya. Henry menarik koper yang sedari tadi dibawanya ke dalam rumah Yongri. Meletakkannya di samping sofa sebelum akhirnya ia menjatuhkan dirinya di sofa empuk Yongri.

“Ah, lelahnya.” Gumamnya. Yongri datang dengan membawa secangkir minuman dingin dan menyerahkannya pada Henry, sebelum akhirnya ikut mendudukan dirinya tepat di samping Henry.

“Kapan kau pulang?” Tanya Yongri. Henry meletakkan cangkir yang telah kosong itu di atas meja.

“Baru saja. Dan aku langsung ke sini. Kau tidak lihat aku masih membawa koperku? Dan ngomong-ngomong, bolehkah aku tinggal disini? Sepertinya kau memiliki banyak kamar.” Kata Henry sembari menatap ke sekeliling rumah Yongri.

“Tentu saja boleh. Kebetulan aku hanya tinggal sendiri disini.” Sahut Yongri antusias. Mendengar sahutan Yongri, membuat Henry segera menatap gadis itu.

“Maaf, aku tidak datang saat pemakaman ayah dan ibumu.” Sesal Henry. Yongri memaksakan senyumnya.

“Tidak apa-apa. Tetapi aku akui, saat itu aku benar-benar membutuhkanmu, Henry. Aku tidak memiliki siapa-siapa lagi, kau tentu tau itu.” Ujar Yongri. Henry semakin merasa bersalah dan segera menarik Yongri ke dalam pelukannya. Menyandarkan kepala gadis itu didadanya.

“Maaf aku meninggalkanmu 5 tahun yang lalu. Tanpa pesan apapun dan tanpa berpamitan padamu. Aku benar-benar menyesal melakukannya.” Ujar Henry dengan mengusap kepala Yongri. Yongri tersenyum dan merasa nyaman berada di pelukan Henry. Ia membalas pelukan laki-laki itu dengan melingkarkan tangannya di pinggang Henry.

“Tidak apa-apa, Henry-ya. Mungkin saat itu aku memang sangat marah padamu. Gadis mana yang tidak marah saat kekasihnya pergi begitu saja meninggalkannya? Tetapi setelah melihatmu tadi, aku baru menyadari bahwa rasa rinduku lebih besar daripada rasa marahku.” Ucap Yongri panjang lebar. Membuat Henry tertawa pelan.

“Pesonaku memang tidak bisa dibiarkan begitu saja.” Ucap Henry percaya diri.

“Jadi bisakah kau ceritakan padaku, apa yang membuatmu meninggalkanku begitu saja?” Tanya Yongri akhirnya. Henry menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Yongri. Tentu saja pertanyaan ini harus dijawabnya.

“Ayahku sakit.” Jawab Henry.

“Apa?!” Yongri berniat melepaskan pelukan Henry, namun laki-laki itu mencegahnya.

“Biarkan seperti ini.” Gumam Henry.

“Sekarang ayahku sudah tidak apa-apa. 5 tahun yang lalu penyakit ayahku kambuh. Ibuku memberitahuku dan langsung menyuruhku pulang ke Kanada. Ia bilang mungkin ayahku tidak akan bisa diselamatkan lagi. Makanya saat itu aku tidak bisa berpikir apa-apa lagi selain segera pulang ke Kanada. Disana, aku menggantikan posisi ayahku. Saat itu perusahaan ayahku sedang terguncang, itulah yang menyebabkan penyakit ayahku kambuh. Aku bekerja keras untuk membuat perusahaan itu menjadi sedia kala. Butuh waktu bertahun-tahun untuk aku melakukannya.” Henry kembali menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ceritanya.

“Sekarang semuanya sudah baik-baik saja. Ayahku dan perusahaannya, semua kembali normal.”

“Syukurlah. Aku lega sekali mendengarnya.” Ucap Yongri.

“Sebenarnya, ayahku memintaku untuk menggantikannya di perusahaan. Karena beliau ingin beristirahat di umurnya yang sudah tidak lagi muda.”

“Lalu?”

“Saat itulah aku mengingatmu, Yongri-ya. Aku mengingat kelakuan bodohku dengan meninggalkanmu begitu saja. Hingga akhirnya aku menolak permintaan ayaku dan memutuskan untuk kembali ke Korea.” Jelas Henry.

“Walaupun terlambat setidaknya kau masih mengingatku. Aku bersyukur akan hal itu.” Ujar Yongri dengan nada sedikit kesal. Henry kembali tertawa mendengarnya.

“Aku tau aku salah. Makanya maafkan aku. Aku benar-benar merindukanmu, Yongri-ya.” Ucap Henry dengan mengeratkan pelukannya.

“Sekarang ceritakan padaku, apa saja yang kau lakukan selama aku pergi? Apa kau menangisiku selama 5 tahun ini?” Tanya Henry bermaksud menggoda Yongri. Yongri memberikan cubitan kecil di perut Henry. Membuat laki-laki itu sedikit mengeluh.

“Jangan terlalu percaya diri. Aku memang menangisimu. Tetapi hanya dalam waktu 1 bulan saja. Tidak lebih.”

“Apa? Yang benar saja. Aku kecewa mendengarnya, Choi Yongri.” Rajuk Henry berpura-pura kesal. Yongri tidak dapat menahan tawanya dan segera melepaskan pelukan Henry. Ia ingin melihat wajah Henry yang sedang kesal padanya sekarang. Namun tawa Yongri tiba-tiba berhenti begitu saja, dan gadis itu tidak dapat menahan bola matanya yang hendak keluar sekarang. Sedikit bersusah payah untuk meneguk ludahnya sendiri. Di sana, beberapa langkah di belakang sofa di tempat ia dan Henry duduk sekarang. Choi Siwon sedang berdiri sembari menatapnya dengan matanya yang tajam dan rahang yang mengeras. Yongri tidak tau apa penyebabnya, tetapi sepertinya laki-laki itu sedang marah sekarang.

“Siwon-ssi..”

——

–To Be Continued–

Advertisements

35 thoughts on “He is Vampire – Part 4

  1. Yippie ada kelanjutannya, ternyata Henry adl kekasih Yongri 5 thn yg lalu dan sbnrnya blm putus, Siwon oppa ygmelihat itu sepertinya cemburu dan tdk suka keberadaan Henry disisi Yongri.. Yg penting skrg Siwon oppa cs bs melindungi Yongri dr kejaran Park Jung Soo vampir yv hampir menghisap darah Yongri dan merupakan ayah vampir nya Siwon oppa, ditunggu kelanjutannya chingu

  2. bahayaa~ cswnya cemburu :O
    kok curiga ya kalo henry itu jelmaannya jungsoo? lol ngarang bebas :))
    akhirnya setelah sekian lama baru update lagi. kangen deh sama tulisannya ๐Ÿ˜‰
    semangat nulisnya. ditunggu updatean ceritanya lagi ๐Ÿ™‚

  3. Llalalala.. yeyeyr… akhirnya muncul jga ni lanjutan ff… ๐Ÿ™‚
    Cieciecie yg udah dket… prikitieww.. hahahaha..
    Baguslah Yongri bnyk yg jaga…
    Tpi, bneran tuh si Henry ‘mantan’ Yongri.. ko bru muncul stelah Yongri dkt ma Wonppa sih?? Curigation nih.. hmm??
    Ayo loh Yongri.. ada yg cembokur tuh.. #lirikBangChoi.. ๐Ÿ˜‰
    Next.. next… Gomawo ^^

  4. akhirnya part 4 publish juga setelah menunggu sekian lama..
    makin greget ceritanya, berharap siwon mau ngungkapin perasaannya ke yongri ๐Ÿ™‚ ditunggu kelanjutan ffnya Thor ^^

  5. Mian thor *deep bow*, sbg pembaca min n mon jarang banget kasi komen, pdhl reader trmsk fan fanfict yg author buat lho… Sering banget buka bookmark u/ tau kelanjutan ff yg satu ini dan g ada kabar.. Reader pikir author lg sibukk
    Klo gt mulai sekarang reader bakal kasih komen” setiap karya author biarr tambah semangat!!!*fighting!!*

  6. Setelah sekian lama akhirnya bisa baca kelnjutn ff ini ๐Ÿ˜ฅ
    Hmm.. di part 4 ini blm menyelesaikan rasa penasan reader *kipas”*
    Blm begitu greget thor..*plak! #dijitak เธ…’ฯ‰’เธ… tp leganya hadehhh akhirnya author muncul lg dan dgn 2 part sekaligus lg ^o^ tp hikss.. d protectโ•ฅ๏นโ•ฅ
    Bisa ngerti perasaan author sih..:-)

    “So readers yukk semangatin ‘our author’ spy ga sepi lg wall nya, melainkan penuh dgn kejutan” baru dr stiap ff yg dibuat author!!”
    GANBATE!!ยฐ.*\( ห†oห† )/*.ยฐ
    HWAITING(เน‘ูˆโ€ขฬ€ฯ‰โ€ขฬ)ูˆ

  7. Aww, kapten siwon terbakar cemburu.. Hahaha
    Kira2 siwon bakal ngapain ya? Tetep mboyong yongri kerumahnya ato ngebiarin yongri sama henry? Haha, aku penasaran.. Semoga part 5 cepet dibuka passwordnya..

  8. baru bisa comment maaf ๐Ÿ˜ฆ cs lgi sbuk sibuk nya ๐Ÿ˜ฆ

    hahaha siwon punya saingan ya sekarang kasian ๐Ÿ˜ฆ
    apalagi henry status nya kekasih yongri coba gimana itu siwon coba hmmmm.

  9. Pacar macam apa itu ninggalin selama 5 tahun
    setidaknya kan bisa telpon kasih kabar pas di Kanada
    hayoloh tahu2 nongol si abang simba..
    plis yongri sama siwon aja..

  10. Ha ๐Ÿ˜ฎ jadi yg mau menghisap darah yongri itu jungsoo ๐Ÿ˜ฎ aku kira si kyuhyun yg ngelakuin itu ;3 wiw, siwon bener-bener jatuh cinta sama yongri ternyata :v duh, sampe segitunya :v eh, ternyata henry toh yg dateng ๐Ÿ˜ฎ aku kira jungsoo ๐Ÿ˜ฎ dan apa yongri bilang ๐Ÿ˜ฎ kekasih ๐Ÿ˜ฎ jadi henry itu pacarnya yongri dulu ๐Ÿ˜ฎ duh, siwon pasti cemburu berat tuh :v

  11. Oh astagaaa!! Ku kira henry itu jungsoo-_-!!! Ku kira henry mungkin temen / sahabat / sodara, ehh ternyata mantan pacar bisa dibilang bgt(?) Klo henry mau tinggal di rmh yongri, berarti yongri gabisa tinggal di rmh siwon dkk donggg.
    Hemmmmmmm…

    Goodjob thor^^

  12. Kirain yg didepan pintu tadi jungsoo ternyata mochiii ๐Ÿ˜€ Tapi sebenernya hubungannya sama yongri apa? Mereka sepasang kekasih, kah? Kalo iya, bakalan sedikit rumit nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s