He is Vampire – Part 3

Author : Choineke

Title : He is Vampire

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Super Junior’s members

Genre : Romance, Fantasy, Thriller, and Action

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Siwon berbaring di atas tempat tidurnya, dengan kedua tangan sebagai penyangga kepalanya. Pikirannya melayang kemana-mana. Ah, tidak. Sepertinya pikirannya hanya berpusat pada satu. Yaitu seorang gadis yang tengah menjauhinya saat ini. Siwon tidak tau pasti apa alasan ia memikirkan itu semua. Seharusnya ia bersyukur akan hal itu. Tapi, entahlah– Siwon tidak dapat berpikir dengan benar saat ini. Ia merasa pikirannya buntu.

Ini semua karena malam bulan purnama. Itulah mengapa Siwon sangat membenci malam bulan purnama. Di malam tersebut, semua vampire diharuskan untuk meminum darah segar dari manusia yang masih hidup. Tidak harus sampai membunuhnya, tetapi paling tidak meminumnya sesuai kebutuhan. Tetapi, siapa yang bisa menghentikan vampire ketika bertemu dengan darah? Semua manusia akan berakhir dengan satu kata. Mati!

Kalau tidak terpaksa, Siwon juga tidak akan mau memangsa seorang gadis pada malam itu. Membuatnya harus terlihat mengerikan dihadapan Yongri. Sejujurnya bukan hanya dihadapan Yongri. Siwon tidak ingin terlihat mengerikan dihadapan siapapun. Maka dari itu ia lebih memilih meminum darah dingin yang ia sediakan di kulkas.

“Kau melamun?” Suara Donghae membuyarkan Siwon dari lamunannya. Laki-laki itu segera beranjak dari baringnya menjadi duduk. Donghae ikut duduk di samping Siwon.

“Apa terjadi sesuatu?” Tanya Donghae. Siwon menatap Donghae dan tersenyum tipis.

“Tidak.” Jawabnya singkat.

“Inilah salah satu alasan mengapa aku sangat ingin mempunyai kekuatan untuk membaca pikiran orang.” Kata Donghae membuat Siwon menatapnya dengan bingung.

“Aku tau pasti terjadi sesuatu padamu. Sayangnya aku tidak tau itu apa. Jika saja aku bisa membaca pikiranmu, aku pasti akan langsung mengetahuinya.” Keluh Donghae. Siwon kembali tersenyum.

“Kau sangat penasaran.” Ujar Siwon.

“Ck! Kau membaca pikiranku sekarang.” Decak Donghae.

“Karena kau tau aku begitu penasaran, sebaiknya kau segera memberitahukannya padaku. Biar pun aku tidak bisa membantumu, setidaknya aku bisa meringankan sedikit beban pikiranmu.” Saran Donghae. Siwon kembali menatap Donghae dan seolah berpikir. Sedikit menimbang apa ia harus menceritakan masalahnya pada Donghae atau tidak. Siwon berpikir ucapan Donghae ada benarnya, setidaknya jika bercerita, beban pikirannya akan sedikit berkurang.

“Kau ingat dengan gadis yang waktu itu mendatangi meja kita saat dikantin?” Pertanyaan Siwon mengawali ceritanya.

“Gadis?” Donghae terlihat berpikir.

“Iya, gadis. Kau memujinya cantik.” Kata Siwon mengingatkan.

“Ah! Aku ingat. Ada apa dengan gadis itu?” Tanya Donghae.

“Namanya Choi Yongri.” Ujar Siwon. Donghae berdecak pelan.

“Aku tidak bertanya namanya, Choi Siwon. Jika aku mau, aku bisa mencari indentitasnya sendiri.”

“Gadis itu mengetahui jika aku seorang vampire.” Kata Siwon langsung.

“Apa?!” Pekik Donghae terkejut. Mata laki-laki itu membulat dengan sempurna. Ia mencoba mencerna dan mempercayai ucapan Siwon barusan.

“Ga–gadis itu..mengetahuinya? Ka–kau yakin? Bagaimana–bagaimana bisa? Kau yang memberitahunya?” Tanya Donghae. Siwon menggeleng pelan.

“Aku tidak sebodoh itu dengan memberitahunya.” Jawab Siwon.

“Lalu bagaimana–”

“Malam purnama beberapa hari yang lalu. Gadis itu melihatku.” Jelas Siwon yang terdengar sedikit ambigu. Kembali Donghae mencoba mencerna ucapan Siwon. Sebelum akhirnya mata laki-laki itu kembali membulat.

“Melihatmu sedang..sedang memangsa manusia?” Tanya Donghae ragu. Siwon mengangguk.

“Astaga!” Ucap Donghae tak percaya.

“Kau seharusnya lebih berhati-hati, Siwon-ah. Kau berpesan padaku untuk berhati-hati, tetapi kau sendiri tidak melakukannya.” Omel Donghae.

“Saat itu, tempat itu benar-benar sepi, Donghae. Aku yakin itu. Kuakui, saat itu teriakan mangsaku cukup kencang. Menurutku, itu yang membuat Yongri dapat menemukanku.” Kata Siwon.

“Lalu..apa yang kau pikirkan sekarang? Apa kau takut ia memberitahukan siapa dirimu sebenarnya? Kalau begitu, kenapa tidak kau bunuh saja dia?” Ujar Donghae memberi pendapat. Siwon dengan cepat menggeleng.

“Bukan itu. Kalau pun memang ia akan memberitahukan siapa diriku sebenarnya, ia akan melakukan itu dari kemarin-kemarin. Tetapi sampai sekarang, tidak ada yang mengetahui hal itu selain dirinya.” Ujar Siwon.

“Lalu? Sebenarnya apa yang membebani pikiranmu akhir-akhir ini, Siwon-ah?” Tanya Donghae yang mulai merasa gerah.

“Ck! Aku tidak tau bagaimana cara menjelaskannya.” Keluh Siwon dengan mengacak rambutnya frustasi.

“Kenapa? Kenapa kau tidak tau? Katakan saja apa yang ada dipikiranmu sekarang!”

“Perasaanku aneh.”

“Maksudmu?”

“Kau tau? Gadis itu sebelumnya tertarik padaku. Tetapi sekarang, ia menghindariku. Dan aku..aku merasa tidak bisa menerima itu.” Ucap Siwon.

“Siwon-ah..”

“Sudah aku katakan perasaanku terasa aneh!” Siwon terlihat benar-benar bingung.

“Jangan katakan jika kau menyukainya.” Tebak Donghae. Siwon menatap Donghae dengan matanya yang membesar.

“Suka?” Ulang Siwon.

“Tidak, Siwon-ah. Itu tidak benar. Jika gadis itu menghindarimu, itu yang terbaik. Ingat baik-baik, dia seorang manusia. Dan kau vampire. Sampai kapanpun, manusia dan vampire tidak akan bisa bersatu. Ingat itu.” Pesan Donghae. Laki-laki itu segera berdiri dari duduknya.

“Pikirkan perkataanku baik-baik, Siwon-ah. Jika kau memang menyukainya, sebaiknya kau buang jauh-jauh perasaan itu.” Ucap Donghae lagi sebelum akhirnya keluar dari kamar Siwon. Meninggalkan Siwon yang sedang mencerna semua perkataan Donghae. Setelah beberapa saat, laki-laki itu tersenyum pahit.

“Vampire dan manusia tidak akan pernah bisa bersatu.” Gumamnya.

——

Yongri masuk ke dalam kelasnya dengan tidak semangat. Selalu seperti itu setelah hampir seminggu ini. Gadis itu mengambil tempat duduk di dekat jendela. Tidak memperdulikan beberapa mahasiswa yang mulai berdatangan dan juga kelas yang telah dimulai.

“Seperti kesepakatan kita kemarin, hari ini kalian akan mempresentasikan materi yang telah kalian dapatkan. Untuk itu, saya akan minta kelompok Choi Siwon dan Choi Yongri terlebih dahulu.” Ujar dosen yang memberikan tugas kelompok satu minggu yang lalu. Yongri terkesiap saat mendengar namanya dipanggil. Masalahnya adalah, gadis itu melupakan tugas kelompok tersebut. Pikirannya melayang entah kemana beberapa hari ini. Dan ia benar-benar tidak tau apa yang harus disampaikan.

Biarpun begitu, Yongri tetap maju ke depan, diiringi dengan tatapan dari berpuluh mahasiswa di dalam kelas tersebut. Ia berdiri di depan dengan wajah bodohnya.

“Di mana Choi Siwon?” Tanya dosen tersebut.

“Eh? Itu–” Yongri tergagap karena tidak tau harus menjawab apa. Pasalnya ia memang tidak tau dimana keberadaan Siwon. Dan Yongri pun sepertinya tidak ingin tau.

“Sepertinya Siwon tidak masuk, saem.” Ujar salah satu mahasiswa di sana. Dosen itu berdecak pelan dan menatap Yongri.

“Baiklah jika seperti itu, kau bisa memulai presentasimu, Choi Yongri.”

“Apa? Saya sendirian, saem?” Tanya Yongri memastikan.

“Tentu saja. Karena Siwon tidak masuk, kau presentasikan materimu sendiri.” Jawab dosen tersebut. Yongri menggigit bibir bawahnya untuk menghilangkan kegelisahannya. Gadis itu tidak tau apa yang harus disampaikan. Ia dan Siwon hanya sempat satu kali membahasnya, dan semua materi itu Siwon yang menguasainya. Dan sekarang, apa yang harus dilakukannya?

“Yongri-ssi? Bisa memulainya? Tolong jangan menghabiskan waktu dengan berdiri seperti orang bodoh di depan sini!” Suara dosen tersebut menambah kegelisahan Yongri. Gadis itu mencengrkam kaos bagian depannya dengan terus menggigit bibirnya.

“Yongri-ssi!!” Teriak dosen tersebut.

“Jika kau tidak memulainya juga, maka saya akan memberikanmu nilai E!” Ancam dosen tersebut.

“Saem..” Suara Yongri terdengar protes. Gadis itu menghela nafas panjang dan benar-benar kehabisan akal. Ia menatap ke arah teman-temannya dan matanya tertuju pada Hyerim yang sedang menatapnya cemas. Yongri dapat melihat jika Hyerim berkata ‘cepatlah’ tanpa suara. Dan Yongri membalasnya dan gelengan kepala pelan.

“Kau benar-benar menghabiskan waktu, Yongri-ssi! Silahkan duduk dan bersiaplah untuk nilai–”

 

BRAKK!!

 

Semua perhatian teralihan kepada pintu kelas yang baru saja terbuka lebar. Siwon berdiri di sana dengan wajah datarnya. Laki-laki itu masuk ke dalam kelas dan membungkukkan sedikit badannya dihadapan dosen wanita tersebut.

“Maaf saya terlambat, saem.” Ujar Siwon.

“Bagaimana kau bisa terlambat disaat kau harus melakukan presentasi, Choi Siwon-ssi?” Suara dosen tersebut terdengar mengerikan.

“Maaf, saem. Saya benar-benar minta maaf.” Sesal Siwon.

“Percuma kau meminta maaf, Siwon-ssi. Lagipula presentasi kalian sudah gagal. Dan saya akan memberikan kalian nilai E.” Kata dosen tersebut tanpa belas kasihan.

“Saem!” Protes Siwon.

“Kenapa? Kau ingin protes? Jika begitu, kau bisa memulai presentasi dan saya akan mempertimbangkannya.” Ujar dosen tersebut. Siwon terlihat lega dan laki-laki itu menatap Yongri. Sayangnya saat ini Yongri lebih memilih untuk menundukkan kepalanya.

——

Suara tepuk tangan terdengar meriah dari dalam kelas. Seluruh mahasiswa termasuk dosen tersebut terlihat puas dengan hasil peresentasi yang dibawakan oleh Siwon. Presentasi yang dibawakan secara teratur dan juga lengkap. Membuat seluruh mahasiswa tidak perlu repot-repot untuk bertanya. Dosen tersebut tersenyum sembari menatap Siwon. Ia berdiri dari duduknya dan menepuk bahu Siwon sebagai tanda bangganya kepada laki-laki itu.

“Presentasi yang baik, Siwon-ssi. Saya benar-benar merasa puas.” Puji dosen tersebut.

“Terima kasih, saem.” Balas Siwon dengan ikut tersenyum.

“Kau seharusnya berterima kasih pada Siwon, Yongri-ssi. Jika dia tidak datang, nilaimu akan saya beri E. Tetapi karena presentasi yang baik ini, saya dapat pastikan kalian mendapat nilai A.”

“Terima kasih, saem.” Ucap Siwon dan Yongri bersamaan. Wajah Yongri bertambah murung walaupun ia mendapat nilai yang bagus. Gadis itu merasa malu karena benar-benar terlihat bodoh dihadapan teman-temannya tadi. Belum lagi yang melakukan presentasi hanya Siwon saja. Gadis itu hanya berdiri di samping Siwon tanpa mengetahui apapun.

“Terima kasih, Siwon-ssi.” Ucap Yongri pelan. Membuat Siwon sedikit terkejut mendengarnya. Setelahnya Yongri langsung kembali ke tempat duduknya. Tidak terlalu mengharapkan balasan dari Siwon atas ucapannya. Siwon juga ikut kembali ke tempat duduknya. Laki-laki itu menoleh dan menatap Yongri yang duduk cukup jauh dari tempatnya. Namun ia masih dapat melihatnya dengan jelas. Gadis itu beberapa kali menghela nafas. Siwon dapat melihat itu.

‘Memalukan.‘ Siwon mengerutkan keningnya saat membaca pikiran gadis itu. Apa maksudnya dengan memalukan? Siapa yang memalukan? Itulah yang ada dibenak Siwon saat ini.

Kelas berakhir dan seluruh mahasiswa berbondong-bondong untuk keluar dari kelas.  Tidak ketinggalan dengan Yongri yang juga ikut keluar kelas. Namun gadis itu menghentikan langkahnya saat melihat Siwon dihadapannya. Yongri terlihat sangat terkejut. Ia mencoba untuk tidak memperdulikannya dan melanjutkan langkahnya. Namun Siwon dengan cepat menahannya. Dan gerakan Siwon itu membuat Yongri sedikit takut. Gadis itu langsung memundurkan langkahnya untuk menjauhi Siwon. Siwon yang melihat itu, kembali merasakan perasaan aneh. Perasaan yang dirasakannya akhir-akhir ini.

“Ada yang ingin kubicarakan.” Kata Siwon.

“A–aku harus pulang.” Balas Yongri. Gadis itu langsung berlari meninggalkan Siwon. Berharap Siwon tidak kembali menahannya. Dan untungnya Siwon memang tidak berniat untuk menahan gadis itu lagi. Ia sudah cukup kecewa dengan penolakan dari Yongri.

——

Seorang laki-laki berwajah sedikit tirus, dengan kulit putih tampak menuruni tangga. Gerakannya yang perlahan membuat ia terlihat begitu berwibawa. Belum lagi pakaian yang dikenakannya adalah kemeja berwarna biru muda yang dipadukan dengan celana kain berwarna hitam. Membuatnya terlihat sedikit kebapakan. Walaupun wajahnya terlihat masih sangat muda sekali.

“Jongwoon-ah..” Panggilnya saat melihat rumah yang dihuninya terlihat sepi. Tidak ada tanggapan dari panggilannya itu.

“Sungmin-ah..” Panggilnya lagi dengan nama yang berbeda. Seorang laki-laki berbadan tinggi dengan rambut tebal yang acak-acakan terlihat keluar dari sebuah ruangan. Ia menghampiri laki-laki yang menuruni tangga tadi.

“Ck! Saat aku memanggilmu, kau tidak muncul. Dan ketika aku memanggil Sungmin, kau justru muncul. Kim Jongwoon.. Kim Jongwoon…” Laki-laki itu berdecak.

“Ada apa kau memanggilku, Jongsoo-ya?” Tanya laki-laki bernama Jongwoon itu.

“Setelah berpikir selama beberapa hari, akhirnya aku tau apa yang harus aku lakukan.” Kata Jongsoo membuat Jongwoon menatapnya bingung.

“Maksudmu?”

“Aku akan pergi menemui anak itu.” Kata Jongsoo lagi.

“Anak itu? Siwon maksudmu?” Jongwoon memastikan.

“Tentu saja. Kau pikir siapa lagi? Ternyata aku bisa merasakan rindu juga padanya.” Ucap Jongsoo dengan tertawa kecil.

“Rindu? Kau yakin? Bukannya kau ingin mengganggunya?” Kata Jongwoon terlihat tidak yakin dengan ucapan Jongsoo.

“Jangan begitu. Biar bagaimanapun, dulu darahku mengalir ditubuhnya. Dia saja yang terkadang tidak mau mendengarkan kata-kataku.” Ujar Jongsoo.

“Aku pun juga akan melakukan hal yang sama seperti Siwon. Jika saja kau tau bahwa kau itu tidak berperasaan sama sekali.”

“Apa maksudmu? Lalu kau pikir kau memiliki perasaan? Anak itu memiliki perasaan? Tidak ada vampire yang berperasaan!” Ucap Jongsoo dengan nada tajam. Membuat Jongwoon menjadi salah tingkah. Ia sadar bawah telah salah bicara dan membuat Jongsoo marah.

Dalam sekejap saja, Jongsoo telah berada dihadapan Jongwoon. Membuat Jongwoon terkejut sekaligus takut. Laki-laki itu menatap Jongsoo dengan matanya yang membulat.

“Jika aku tidak memiliki perasaan, apa kau akan meninggalkanku seperti yang dilakukan Ryeowook? Begitu?” Tanya Jongsoo dengan menyeringai.

“Ti–tidak. Tentu saja tidak.” Jawab Jongwoon terbata. Jongsoo tersenyum sinis dan berbalik untuk meninggalkan Jongwoon.

“Bagus jika seperti itu. Bersiaplah untuk menemui Siwon dalam waktu dekat ini.” Kata Jongsoo sebelum akhirnya menghilang. Jongwoon terlihat lega saat Jongsoo sudah tidak terlihat lagi. Laki-laki itu berpikir ia mungkin akan mati ditangan Jongsoo. Untungnya sepertinya mood Jongsoo sedang baik. Sehingga ia membiarkan Jongwoon begitu saja.

——

“Sebenarnya ada apa denganmu akhir-akhir ini, Yongri-ya? Kenapa kau terlihat selalu murung?” Tanya Hyerim jengah. Cukup sudah ia melihat kelakuan aneh Yongri beberapa minggu ini. Saat ini mereka sedang berada di kantin untuk mengisi perut sebelum kelas kedua dimulai. Namun sama seperti sebelumnya, Yongri hanya sibuk mengaduk-aduk makanannya, tanpa niatan untuk memakannya. Hingga akhirnya Hyerim kesal sendiri.

“Aku tidak apa-apa.” Jawab Yongri pelan.

“Jika kau tidak bersikap aneh, aku mungkin percaya bahwa kau tidak apa-apa. Tetapi dengan kelakuanmu seperti ini. Jangan harap aku percaya.” Ucap Hyerim ketus. Yongri mendongak dan menatap Hyerim. Terlintas dipikirannya untuk bercerita kepada Hyerim.

“Hyerim-ah..”

“Ya?”

“Apa kau pernah melihat vampire?” Tanya Yongri.

“Tentu saja pernah. Kau tidak ingat Edward Cullen? Dia seorang vampire dan aku sering melihatnya di televisi.” Jawab Hyerim semangat. Yongri berdecak pelan.

“Bukan itu maksudku. Maksudku adalah apa kau pernah melihat vampire secara langsung?”

“Apa? Kau percaya hal seperti itu? Bagaimana mungkin kita bisa bertemu dengan mereka, sedangkan mereka hanya fiktif.” Hyerim menggeleng pelan.

“Jadi, kau tidak percaya jika mahluk itu ada di dunia nyata?” Yongri mencoba memastikan.

“Tentu saja aku tidak percaya.” Ucap Hyerim langsung.

“Ah, begitu rupanya.” Gumam Yongri.

“Ada apa? Kenapa tiba-tiba membahas vampire? Apa kau seorang vampire?”

“Tentu saja bukan!” Sungut Yongri kesal. Hyerim terkekeh kecil.

“Jika bukan, apa mungkin kau pernah bertemu vampire?” Tebak Hyerim.

“Uh?” Yongri terlihat terkejut dengan tebakan sahabatnya itu.

“Benar?” Hyerim membulatkan matanya.

“Ti–tidak! Tentu saja tidak. Bu–bukannya vampire hanya ada di televisi?” Bantah Yongri. Ia merasa tidak perlu mengatakan pada Hyerim bahwa Siwon adalah seorang vampire. Yongri tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi yang akan diberikan oleh Hyerim. Lagipula, sejujurnya Yongri tidak ingin siapapun mengetahui hal itu. Ia takut mereka justru mencari cara untuk memusnahkan Siwon. Yongri benar-benar tidak bisa membayangkannya. Walaupun sekarang ia takut untuk melihat bahkan bertemu Siwon, tetapi Yongri tidak bisa berbohong bahwa rasa sukanya pada Siwon tidak berkurang sedikitpun.

“Choi Siwon.” Ujar Hyerim. Menyadarkan Yongri dan membuat gadis itu mendongak. Siwon dan kedua temannya sedang menuju ke kantin. Melihat itu, Yongri segera beranjak dari duduknya dan memakai tasnya.

“Kau mau kemana?” Tanya Hyerim bingung.

“Pu–pulang.” Jawab Yongri.

“Ya! Bahkan kau belum makan.” Kata Hyerim bingung.

“Aku makan di rumah saja. Aku pulang dulu, Hyerim-ah.” Pamit Yongri dan segera melangkah untuk meninggalkan kantin. Siwon dapat melihat Yongri yang dengan tergesa-gesa meninggalkan kantin. Melihat itu, Siwon menjadi ikut berbalik dan hendak menyusul Yongri. Namun langkahnya tertahan oleh pegangan Donghae dibahunya. Siwon menoleh dan melihat Donghae menggelengkan kepalanya. Siwon mengerti arti gelengan itu. Tiba-tiba saja perkataan Donghae waktu itu terngiang kembali.

 

Jika gadis itu menghindarimu, itu yang terbaik. Ingat baik-baik, dia seorang manusia. Dan kau vampire. Sampai kapanpun, manusia dan vampire tidak akan bisa bersatu. Ingat itu.

 

“Ada apa ini?” Tanya Hyukjae bingung melihat sikap Siwon dan Donghae.

“Tidak. Tidak ada apa-apa. Ayo, kita ke kantin.” Jawab Donghae dengan tersenyum tipis. Sembari sedikit menarik Siwon.

——

“Ck! Kurasa otakku benar-benar bermasalah.” Gumam Siwon. Laki-laki itu terus mondar-mandir di dalam kamarnya dengan kening yang berkerut, hampir satu jam ini. Siwon benar-benar merasa tidak dapat mengontrol perasaannya akhir-akhir ini. Dan sejujurnya, ia sangat membenci itu. Selama beratus-ratus tahun ia menjadi vampire, tidak pernah sekalipun merasakan perasaan yang begini aneh.

“Aku bisa gila!” Geram Siwon.

Laki-laki itu segera berlari dan melesat ke arah jendela. Meninggalkan kamarnya yang menjadi saksi bisu keanehannya. Bertepatan dengan itu, Donghae memasuki kamar Siwon. Laki-laki itu berdecak saat merasakan kehadiran Siwon sebelumnya dikamar itu.

“Jangan katakan ia pergi melihat gadis itu.” Gumam Donghae. Donghae kembali berdecak dan kemudian keluar dari kamar Siwon.

——

Siwon tersenyum kecil saat melihat wajah Yongri yang sedang tertidur. Aneh. Perasaan Siwon sekarang merasa lebih baik setelah melihat gadis itu. Siwon benar-benar tidak tau apa yang terjadi. Tetapi laki-laki itu terlihat menikmatinya saja. Yongri terlihat sangat nyaman dalam tidurnya. Wajah cantiknya semakin terlihat. Dan jangan lupakan wajah polosnya yang membuat Siwon tidak dapat menahan tangannya untuk tidak menyentuh wajah gadis itu.

Dengan perlahan, Siwon menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi kening Yongri. Tidak lupa dengan menambahkan usapan kepala untuk gadis itu. Tangan Siwon perlahan turun untuk mengusap pipi putih kemerahan Yongri yang sedikit tembam. Dahi Yongri sedikit berkerut, pertanda terganggu dengan perlakuan Siwon. Lama kelamaan gadis itu membuka matanya yang masih terasa berat. Yongri bangkit dari baringnya menjadi duduk dan menatap ke sekitar kamarnya. Tidak ada siapapun disana. Namun anehnya, Yongri seperti merasakan kehadiran seseorang disana.

Yongri bergidik saat merasakan hawa dingin menerpa lengan tangannya yang telanjang. Gadis itu menoleh dan mendapati jendela kamarnya yang terbuka lebar. Membuat gorden yang terpasang menjadi melambai-lambai karena terkena terpaan angin. Ia berdiri dari duduknya dan menuju ke sana. Menutup jendela kamarnya tersebut. Membuat hawa dingin itu hilang seketika. Yongri berbalik untuk kembali ke tempat tidurnya dan hendak melanjutkan tidurnya. Namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya. Yongri kembali membalikkan badannya dan menatap sekeliling kamarnya.

“Aneh. Seperti ada seseorang yang sedang mengawasiku.” Gumam Yongri pada dirinya sendiri. Gadis itu mengedikkan bahunya dan melanjutkan langkahnya ke tempat tidur. Membaringkan dirinya dengan nyaman, menarik selimut hingga sebatas dada, dan memejamkan matanya. Sebentar saja untuknya kembali ke alam tidur.

Siwon yang sedang berdiri di sudut kamar, tampak tersenyum kecil melihat tingkah gadis itu. Ia tidak menyangka jika Yongri dapat merasakan kehadirannya. Apa mungkin ia memiliki ikatan dengan gadis itu? Siwon kembali tersenyum membayangkannya. Setelah memastikan bahwa gadis itu benar-benar sudah kembali tidur, perlahan-lahan tubuh Siwon memudar dan akhirnya menghilang.

——

Siwon duduk terpaku di ruang tengah rumahnya, dengan pandangan menerawang. Entah apa yang sedang dipikirkannya, karena ia terlihat memasang wajah yang serius. Terkadang ia berdecak sendiri, dan tak berapa lama kemudian, kembali menampilkan wajah seriusnya.

Siwon terkesiap saat perutnya terkena lemparan sesuatu. Laki-laki itu menunduk dan melihat sekantong darah tergeletak di atas pahanya. Kemudian ia mendongak dan mendapati Donghae serta Kyuhyun yang sedang menatapnya. Kyuhyun terlihat sedang menikmati sekantong darah persis seperti yang sedang berada di paha Siwon sekarang. Donghae dan Kyuhyun mengikuti jejak Siwon untuk ikut duduk tidak jauh dari Siwon.

Siwon terlihat tidak peduli dan merobek kantong darah tersebut, kemudian menyesapnya. Kerongkongan yang sebelumnya terasa kering, sekarang terasa menyegarkan untuknya. Ia kembali mendongak saat merasakan tatapan dari kedua mahluk yang berada di ruang yang sama dengannya itu.

“Ada apa?” Tanya Siwon. Ia sedang malas menggunakan kekuatannya untuk membaca pikiran mereka. Sehingga laki-laki itu dengan sukarela bertanya.

“Choi Yongri?” Gumam Donghae. Membuat Siwon menatapnya dengan pandangan terkejut sekaligus bertanya. Apa maksudnya menyebut nama Yongri? Siwon menatap kanan dan kiri, kemudian menengok ke belakang. Tetapi tidak ada siapapun di sana. Sebelumnya, ia berpikir bahwa Yongri ada di sana, sehingga Donghae bisa menyebutkan namanya.

“Kau sedang memikirkannya.” Kata Donghae penuh kepastian. Siwon berdecak dan menatap Donghae tidak suka.

“Kau mau mencoba membaca pikiranku sekarang?” Kesal Siwon.

“Yongri? Siapa? Ah–gadis yang waktu itu datang? Yang darahnya tercium sangat segar?” Tanya Kyuhyun memastikan. Siwon melirik Kyuhyun dengan tajam.

“Aku suka dengan gadis itu! Benar-benar menyegarkan.” Ucap Kyuhyun membuat Siwon benar-benar menatapnya tajam. Apalagi saat Siwon melihat mata Kyuhyun yang berbinar-binar.

“Bukankah sudah kukatakan bahwa ini yang terbaik untuk kalian? Enyahkan gadis itu dari pikiranmu, Siwon-ah.” Ujar Donghae, mencoba menarik perhatian Siwon dari Kyuhyun.

“Bukan urusanmu.” Ketus Siwon.

“Akan menjadi urusanku, jika kau bertindak sesuka hatimu, Choi Siwon!” Balas Donghae.

“Apa maksudmu aku bertindak sesuka hati?” Tanya Siwon tidak terima.

“Semalam, kau pergi ke tempat gadis itu, kan?” Tebak Donghae. Kembali Siwon dibuat terkejut dengan ucapan Donghae.

“Kau mengikutiku?” Kata Siwon.

“Tidak. Apa kau pikir aku kurang kerjaan? Aku hanya menebak. Dan untungnya tebakanku benar.” Jawab Donghae membela diri. Siwon terlihat ingin membalas ucapan Donghae, namun Donghae lebih dulu bersuara.

“Ini bukan hanya demi kebaikanmu, Siwon. Tapi juga gadis itu. Apa kau pernah berpikir bagaimana jika Jungsoo tau tentang gadis itu?” Tanya Donghae. Bola mata Siwon terlihat bergerak gelisah saat mendengar pertanyaan Donghae. Ia tidak pernah berpikir hingga ke sana.

“Sebenarnya ada apa ini? Apa Jungsoo ingin membunuh gadis itu? Jika begitu, lebih baik aku saja yang melakukannya. Aku benar-benar menginginkan darah gadis itu.” Kata Kyuhyun dengan wajah polosnya. Setelahnya laki-laki itu mengaduh saat mendapatkan pukulan dari Donghae. Ia mengusap perutnya yang terasa sedikit sakit.

“Terima kasih jika kau telah mengkhawatirkan Yongri, Lee Donghae. Tapi kau tidak perlu melakukannya. Karena aku tau apa yang harus aku lakukan.” Ucap Siwon dingin. Laki-laki itu berdiri dari duduknya dan segera meninggalkan ruang tengah.

“Sebenarnya ada apa, Donghae-ya? Aku tidak mengerti.” Ujar Kyuhyun dengan wajah bingungnya.

“Kau tidak perlu tau. Tapi satu hal yang harus kau tau. Jangan coba-coba mendekati Yongri, jika kau tidak ingin mati di tangan Siwon.” Pesan Donghae dan kemudian ikut meninggalkan ruang tengah. Meninggalkan Kyuhyun sendirian. Kyuhyun mengedikkan bahunya dan kembali menikmati sekantong darah ditangannya.

——

Yongri menuruni bis yang baru saja membawanya ke halte di dekat rumahnya. Hari ini ia tidak membawa mobil karena beberapa kesialan yang menimpanya tadi pagi. Pertama, ia bangun kesiangan. Yang membuatnya mandi asal-asalan dan tidak sempat menyantap sarapan. Kedua, ia lupa menaruh dimana kunci mobilnya. Itu memang kebiasaannya yang selalu menaruh barang-barangnya dengan asal. Dan Yongri tidak dengan bodohnya menghabiskan waktu hanya untuk mencari kunci mobil itu. Dan kesialannya yang terakhir, tiba-tiba saja dosennya mengadakan kuliah tambahan, sehingga ia baru bisa pulang ketika langit telah gelap. Untungnya ia tidak harus menunggu lama bis yang akan membawanya pulang. Sehingga ia sekarang menelusuri jalan setapak untuk menuju rumahnya.

Dengan pikiran yang melayang entah kemana, Yongri terus berjalan dengan kepala menunduk. Ia memegangi tali tas selempangnya sembari sesekali menghela nafas panjang. Yongri tidak tau dengan alasan apa, tiba-tiba saja semalam ia memimpikan Siwon. Itulah salah satu alasan yang menurutnya membuatnya terlambat. Ia seperti enggan terbangun dan malah terus terlelap. Apa mungkin karena ia terlalu merindukan Siwon? Yongri lagi-lagi menghela nafas panjang. Mencoba menghindari Siwon hampir beberapa bulan ini tentu saja bukan suatu hal yang mudah. Seandainya Siwon bukan vampire…..

Langkah kaki Yongri secara otomatis terhenti, saat ia melihat sepasang sepatu laki-laki dihadapannya. Sepatu yang terlihat mengkilap dan Yongri yakini sepatu tersebut baru saja disemir. Gadis itu semakin mendongak untuk melihat siapa pemilik sepatu tersebut. Seorang laki-laki yang diperkirakan Yongri berumur 30 tahun, berwajah mulus dengan rahang yang tegas. Tidak terlalu tinggi dan laki-laki itu sekarang sedang tersenyum. Tersenyum miring tepatnya, menampilkan lesung pipi kecil di samping bibirnya.

“A–ada yang bisa saya bantu?” Tanya Yongri terbata. Jujur saja, gadis itu sekarang merasakan bulu kuduknya berdiri semua. Entah karena apa. Tiba-tiba saja angin yang berhembus membuat ia merinding. Bukan karena kedinginan, tetapi karena melihat senyum laki-laki dihadapannya saat ini.

“Bau darahmu.. Benar-benar menyegarkan..” Kata laki-laki itu, sembari menghirup aroma Yongri.

“Apa?” Yongri terlihat terkejut mendengar perkataan laki-laki itu. Darah? Segar? Dahi Yongri berkerut memikirkan maksud dari perkataan laki-laki tersebut. Namun sebentar saja untuknya menyadari siapa laki-laki yang berada dihadapannya saat ini. Membuat Yongri tanpa sadar mencengkram kuat tali tasnya. Kakinya tiba-tiba saja bergerak mundur. Mencoba menjauhi laki-laki itu. Melihat laki-laki itu yang tidak bereaksi apa-apa, membuat Yongri segera berbalik dan berlari. Entah berlari kemana, yang pasti menjauh dari laki-laki itu.

“Vampire..” Gumamnya sembari berlari.

“Ahh!!” Jerit Yongri sembari menghentikan larinya, ketika melihat laki-laki itu telah berada dihadapannya saat ini. Keringat dingin mengalir dari kedua pelipis Yongri. Selain karena kelelahan berlari, gadis itu juga ketakutan setengah mati. Ia bahkan sudah hampir menangis sekarang.

“Mau lari kemana, cantik?” Tanya laki-laki itu dengan seringaiannya.

“Ja–jangan..jangan bu–bunuh aku..” Pinta Yongri memelas. Matanya memerah karena menahan tangis.

“Bunuh? Hahahaha!! Siapa yang hendak membunuhmu, cantik?”

“Kau..vampire..” Ucap Yongri. Membuat laki-laki itu terkejut. Tidak menyangka Yongri mengetahui itu. Namun ia berusaha untuk tidak menampilkan wajah terkejut.

“Selain cantik, ternyata kau juga pintar.” Kata laki-laki itu. Masih dengan tersenyum.

“Bi–biarkan aku..aku..pergi..”

“Pergi? Ah–tidak semudah itu. Paling tidak, biarkan aku mencicipi darah segarmu itu. Sedikit saja, aku tidak akan sampai membunuhmu.” Kata laki-laki itu lagi.

“Tidak..jangan..” Gumam Yongri. Airmatanya sukses jatuh membasahi pipi putih kemerahannya. Beberapa saat kemudian, ia merasakan tubuhnya seperti terbang dan dalam sekejap, ia telah berada di sebuah lorong yang gelap dan tentu saja sepi. Lengkap dengan laki-laki itu yang berada tepat dihadapannya. Memerangkapnya agar tak melarikan diri. Mata laki-laki itu berubah menjadi merah. Gigi taringnya mulai muncul. Sukses membuat seluruh tubuh Yongri menjadi lemas. Gadis itu menutup matanya dengan rapat dan airmatanya semakin banyak mengalir.

‘Siwon-ssi, tolong aku! Aku–aku takut.‘ Batin Yongri menjerit.

“Benar-benar manis dan segar. Aku tidak sabar lagi.” Gumam laki-laki itu. Yongri merasakan kepalanya ditolehkan ke samping. Ia mulai merasakan lehernya terasa dingin.

“Akkhhh!!” Jerit Yongri. Lehernya sekarang terasa sakit dan panas. Tubuhnya semakin terasa lemas, dan Yongri yakin ia akan mati sebentar lagi.

 

BUKKK!!!

 

Tiba-tiba saja tubuh laki-laki itu terhempas ke dinding sehingga menimbulkan bunyi yang begitu keras. Dapat dipastikan dinding tersebut retak, atau mungkin telah hancur karenanya. Siwon menggeram menatap laki-laki yang baru saja menyakiti gadis yang menganggu pikiran Siwon akhir-akhir ini. Dan ia semakin menggeram saat tau siapa laki-laki itu. Laki-laki itu secepat kilat meninggalkan gang sempit dan gelap itu. Siwon hendak menyusulnya, namun niat itu diurungkannya, saat melihat tubuh Yongri yang merosot ke tanah. Matanya gadis itu terpejam, dan sepertinya ia tidak sadarkan diri. Siwon menghampirinya dan memeriksa keadaannya. Syukurlah Yongri masih bernafas. Nampaknya laki-laki tadi belum terlalu banyak meminum darah Yongri.

“Yongri-ssi..” Panggil Siwon. Tidak ada tanggapan apapun dari Yongri. Siwon berdecak saat melihat darah semakin banyak mengalir dari leher Yongri. Bisa-bisa gadis itu kehabisan darah, pikirnya. Akhirnya, Siwon memilih menggendong Yongri dan segera melesat dari tempat tersebut.

——

Mata Siwon tak pernah lepas dari wajah Yongri yang masih belum membuka matanya. Luka di leher Yongri sudah tertutup perban yang dilakukan sendiri oleh Siwon. Laki-laki itu menggenggam tangan Yongri. Tidak ingin melewatkan sedikitpun pergerakan dari gadis itu. Siwon merutuki kebodohannya dan memaki dirinya sendiri. Sebenarnya, Siwon mengikuti Yongri saat gadis itu meninggalkan kampus, hingga turun di halte bis di dekat rumahnya. Bodohnya, ia sempat melamun, sehingga kehilangan jejak gadis itu.

Tadinya Siwon tidak terlalu peduli saat kehilangan jejak gadis itu. Karena ia berpikir Yongri sudah sampai di rumah dengan selamat. Tetapi alangkah terkejutnya dirinya, saat mendengar teriakan gadis itu. Walaupun bisa dikatakan terlambat, untungnya Siwon masih dapat menghentikan vampire yang sedang menerkam Yongri tersebut. Jika tidak, ia tidak akan bisa memaafkan dirinya seumur hidup.

Siwon merasakan pergerakan dari jari-jari tangan Yongri yang digenggamnya. Tak lama kemudian, mata gadis itu terbuka dengan pelan. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Hampir 6 jam lamanya Yongri tidak sadarkan diri. Dan sejujurnya itu cukup membuat Siwon khawatir. Untung saja gadis itu sekarang sudah sadar dan membuka matanya.

“Yongri-ssi?” Panggil Siwon pelan. Yongri meringis saat hendak menoleh,  merasakan sakit di daerah lehernya.

“Pelan-pelan saja.” Ujar Siwon mengingatkan. Mata Yongri membulat seketika, saat menyadari kehadiran Siwon di dekatnya. Mengabaikan rasa sakit dilehernya, gadis itu segera bangun dan menjauh dari Siwon. Berdiri di sudut kamar dengan tubuh yang gemetar. Matanya yang memerah terus menatap Siwon. Ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa takutnya.

“Yongri-ssi..” Panggil Siwon pelan. Beranjak dari duduknya dan mencoba mendekati Yongri.

“Ja–jangan mendekat..” Ucap Yongri.

“Jangan takut. Aku tidak akan menyakitimu. Aku–aku yang menyelamatkanmu tadi.” Kata Siwon masih dengan langkah perlahan untuk mendekati Yongri.

“Aku–” ucapan Yongri terputus dengan gerakan tangannya yang memegang lehernya yang tertutup perban. Dan kembali meringis saat merasakan sakit itu datang lagi.

“Kau baik-baik saja.” Kata Siwon mencoba menenangkan Yongri. Yongri menatap Siwon dan mencoba mencari kebenaran dari ucapannya itu.

“Well, mungkin hanya kehilangan sedikit darah.” Tambah Siwon sedikit ragu dengan ucapannya sendiri.

“Aku bilang jangan mendekat!” Pekik Yongri tiba-tiba. Membuat langkah kaki Siwon terhenti seketika. Yongri menatapnya dengan tajam. Walaupun sebenarnya Siwon dapat melihat gurat ketakutan dari mata itu.

Siwon menggeram dan secara cepat telah berada tepat dihadapan gadis itu. Yongri merasakan nafasnya tercekat saat melihat Siwon berdiri tepat di depannya. Ia dapat melihat rahang tegas Siwon dan bibir tipisnya yang tertutup rapat sekarang. Ia merasa jantungnya berdetak berkali-kali lebih cepat. Bukan. Bukan karena rasa takut. Tetapi lebih kepada rasa..gugup?

“Aku tidak akan menyakitimu.” Bisik Siwon. Mencoba membuat gadis itu percaya padanya. Yongri mendongak dan menatap tepat di manik mata Siwon. Mata tajam namun teduh itu menyiratkan kesungguhan.

“Aku..takut..” Gumam Yongri. Siwon mengangkat tangannya dan mengusap pipi Yongri. Berusaha membuat gadis itu merasa nyaman.

“Tidak perlu takut. Harus berapa kali aku katakan, jika aku tidak akan menyakitimu. Aku–aku akan melindungimu.” Kata Siwon pelan. Laki-laki itu menarik pelan kepala Yongri hingga bersandar di dadanya. Ia melingkarkan kedua tangannya di punggung kecil Yongri. Memeluk gadis itu. Gila! Siwon benar-benar merasa gila. Perasaan apa ini? Kenapa ia merasa sangat damai saat memeluk Yongri?

Yongri menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada Siwon. Ia tidak mendengar detak jantung Siwon. Oh! Tentu saja. Siwon bukan manusia, pikirnya. Tubuh Siwon terasa dingin. Namun anehnya, pelukan yang diberikan Siwon, membuatnya hangat. Dan Yongri merasa jantungnya berdetak berkali-kali lebih cepat lagi.

“Apa aku..akan menjadi vampire?” Tanya Yongri pelan. Siwon tidak dapat menahan senyumnya saat mendengar pertanyaan itu.

“Tidak. Tentu saja tidak. Apa kau pikir dengan digigit oleh seorang vampire, maka kau akan berubah menjadi vampire?” Tanya Siwon geli. Yongri mendengus pelan.

“Itu yang kuketahui mengenai vampire.” Sahut Yongri ketus. Siwon hampir saja membalas ucapan Yongri, namun diurungkannya saat merasakan ponsel di dalam sakunya bergetar. Dengan tidak rela, ia melepaskan pelukannya pada Yongri. Merogoh sakunya dan bersiap mengumpat pada siapa saja yang menganggu kesenangannya sekarang. Dan Siwon benar-benar mengumpat pada Hyukjae sekarang. Karena nyatanya laki-laki itu yang menganggu kesenangannya.

“Halo?”

“Siwon-ah..”

“Ada apa?”

“Jungsoo.. Jungsoo, Siwon-ah..” Siwon kembali menggeram saat mendengar nama itu. Nama yang benar-benar dikutuknya sekarang.

“Ada apa dengannya?”

“Jungsoo…”

——

–To Be Continued–

Advertisements

38 thoughts on “He is Vampire – Part 3

  1. Jung soo oppa dtg disaat yg tdk tepat, kasihan Yongri ketakutan bgt apalagi td ia bertemu vampir jahat yg ingin menghisap darahnya, untungnya Siwon oppa lsg dtg.. ditunggu kelanjutannya chingu seru bgt

  2. Author tau gak aku uda lumutan dan ada sarang burung diatas kepala ku,saking lamanya nungguin ne ep ep dan akhirnya setelah penantian sekian lama,keluar juga….ahh senangnya 🙂

    well,,,kek ciri2nya Jungsoo oppa yng ngisap darah Yongri tadi…ttp ditunggu ep ep nya,semoga lebih cpt lagi post nya,sukses ya buat author

  3. itu pasti jungsoo ya ? Keliatan qo senyum nya ada lesung pipi 😀
    kapan dong siwon nyatain perasaan nya k yongri udah g sabar ni 😀

  4. Ooouuhhh… Wonppa suka ma Yongri tuh.. 🙂
    Haeppa kta sapa manusia g bsa ma vampire buktinya si cullen dptin manusia.. hrhehe :p
    Eo… itu Jung soo Oppa knpa jd menyebalkan begtu dsni… ckckckck..
    Untung Wonppa cpt dtng klo g Yongri g selamat tuh…
    Next… penasaran bgt.. tuh jungsoo ganggu choi couple nih.. 😦

  5. akhirnya part 3 publish juga.. seneng seneng, udah nunggu ff ini lumayan lama.. ayo ayo siwon cepet jadian sama yongri 😀 yahay~~ makin seru aja.. ditunggu part selanjutnya Thor {}

  6. Nah loh siwon mulai tumbuh benih benih cintanyanyaXDDD o.O aishh park jungsoo

    Ahh keren , 4 jempol
    Next thor!! Next!!
    Ga sabar nunggu part 4nyaa , jan buat kita lumutan yah thor tenang bakal RCL lageehh

  7. annyeong aku readers baru 🙂 , kpan ceritanya mau di lanjut
    seneng banget nemu ff vampire yang cast utamanya siwon biasanya kyuhyun/donghae

  8. daebakkkkkk…… ^v^ annyeong.. aku reader baru.. bangapseumnida^^ fnya keren kapan di lanjut thor udah kelamaan ni… #akumenunggu

  9. Aww.. Siwon udah nyerah sama kebingungannya (?) And milih ngikutin perasaannya.. 🙂
    Telpon datang disaat yg tidak tepat nih, jungsoo juga. Disaat cinta merekah *eaa masalah datang..
    Next part ditunggu thor..

  10. Aishh..
    Gini nih penyakitnya para author di dunia epep disaat ygg genting malah ada TBC nya -,- bikin penasaran setengah mati!!!
    Yaakk!!
    Author-nim lnjutannya jgn lama” ntar aye jamuran..
    Tpp ngomong” aku reader baru tpp udh marah” gegara epepnya TBC hahaha *Peace

  11. Ahh ff ini bikin penasarn dan gregetan..

    Feelnya selalu dpt..

    Aku rasa jungsoo juga mengetahui jika siwon menyukai yongri..

    Apa siwon berbeda dgn vampire lain? Ya karena ada sebuah perasaan…

  12. Oommmoo!! Ampir aja yongri mati ditangan jungsoo!! Untung siwon dtg. Sebenernya tujuan jungsoo mau kunjungin siwon karna apa ya? Hemm… terus ada apa dgn jungsoo ? Ko donghae kayak panik gituu..

    Nice job thor^^

  13. Siwon sih pake acara ngelamun, hampir aja yongri mati gara-gara jungsoo..
    Tapi masih penasaran dgn motif jungsoo yg kayanya cari-cari siwon terus, apa mereka punya hubungan darah kaya ayah sama anak? *apasiih?* 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s