He is Vampire – Part 2

Author : Choineke

Title : He is Vampire

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Super Junior’s members

Genre : Romance, Fantasy, Thriller, and Action

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Siwon dan Hyukjae sudah berada di taman belakang kampus. Mereka dapat melihat Donghae dan tengah berdiri sembari memeluk seseorang. Keduanya segera menghampiri Donghae dan sangat terkejut saat melihat wajah laki-laki itu. Mulutnya penuh dengan darah. Siwon menunduk sedikit dan melihat seorang gadis yang tengah di peluk Donghae. Matanya tertutup dengan lehernya yang terus mengeluarkan darah segar. Siwon dan Hyukjae sama-sama menggeram saat mencium bau darah. Namun mereka mencoba menahan diri.

“Donghae-ya..” Panggil Siwon. Donghae menatap Siwon dan wajahnya menyiratkan penyesalan dan sedikit ketakutan. Siwon tau bahwa Donghae memang sering mencari mangsa untuk menghilangkan rasa laparnya. Tetapi laki-laki itu juga tau bahwa Donghae bukan laki-laki gegabah. Ia tidak mungkin mencari mangsa di siang bolong seperti ini. Apalagi di tempat umum seperti ini.

“Si–Siwon-ah..” Ucapnya pelan. Siwon mengedarkan pandangannya pada sekitar taman. Tidak ada orang yang sedang berlalu lalang, dan ia bersyukur akan hal itu. Ia hanya melihat ada beberapa orang yang tengah melewati koridor yang memang terlihat dari taman belakang ini. Setelahnya, ia kembali menatap Donghae.

“Hyukjae-ya, bantu aku untuk membuang mayat gadis ini. Dan kau, Donghae, segera bersihkan wajahmu sebelum ada yang melihat.” Kata Siwon. Siwon dan Hyukjae segera mengambil alih gadis yang berada di dalam pelukan Hyukjae. Merangkulnya seolah gadis itu hanya pingsan biasa. Setelahnya mereka langsung melesat untuk membawa gadis itu menjauh. Sama halnya seperti Siwon dan Hyukjae, Donghae juga segera melesat untuk membersihkan dirinya.

——

Siwon dan Hyukjae meletakkan tubuh gadis tersebut di sebuah lorong yang sepi. Mereka tidak mungkin membuangnya, mengingat gadis itu pasti memiliki keluarga. Setidaknya jika di lorong ini, akan ada yang menemukannya dan bisa menghubungi keluarganya.

“Ayo, pergi. Sebelum ada yang melihat kita disini.” Ajak Siwon. Segera berbalik untuk meninggalkan gadis itu.

“Menurutmu, apa yang membuat Donghae menerkamnya?” Tanya Siwon. Tidak ada jawaban apapun dari Hyukjae. Membuat Siwon menoleh dan tak mendapati diri Hyukjae disebelahnya. Siwon segera berbalik dan melihat Hyukjae tengah menggeluti mayat gadis tadi.

“Ya, Hyukjae-ya!” Pekik Siwon. Hyukjae menoleh dan sebentar saja wajahnya telah berlumuran darah gadis itu. Siwon hanya bisa menganga dan kehilangan kata-katanya.

——

Siwon memarkirkan mobilnya tepat di depan cafe tempatnya bertemu dengan Yongri. Ia menunduk dan mendesis saat melihat darah tertinggal di kemejanya yang sedari tadi dipakainya. Dengan terpaksa dilepaskannya kemeja itu dan melemparkannya ke jok belakang. Menyisakan kaos polos berwarna putih yang melekat di tubuh kekarnya sekarang. Siwon segera turun dari dalam mobil untuk menemui Yongri. Ia harus cepat menyelesaikan urusannya dengan Yongri. Karena masih ada urusan yang lebih penting sedang menunggunya.

Siwon mengedarkan pandangannya setelah memasukki cafe. Ia menemukan Yongri yang sedang menatap keluar jendela sembari mengaduk minuman yang dipesannya. Ia yakin Yongri merasa bosan karena menunggunya. Siwon segera menghampirinya dan duduk dihadapannya. Membuat Yongri sedikit tersentak.

“Akhirnya kau datang juga.” Gumam Yongri.

“Kau berganti pakaian?” Tanya Yongri bingung.

“Kau ingin tau tentang kejadian semalam, kan?” Kata Siwon langsung tanpa memperdulikan pertanyaan Yongri. Yongri berdecak dan menatapnya kesal.

“Haruskah langsung membahasnya? Apa kau tidak ingin memesan minum atau sekedar berbasa-basi?” Ujar gadis itu.

“Aku tidak punya banyak waktu hanya untuk sekedar minum atau berbasa-basi. Jadi, kau ingin mendengarnya atau tidak? Jika tidak aku akan pulang.” Ujar Siwon. Yongri mendengus dan menyesap minumannya.

“Tentu saja aku mau dengar.” Balasnya.

“Semalam, aku menemukanmu mabuk di sebuah club. Sebenarnya aku tidak ingin memperdulikanmu, tetapi kau pingsan. Kau tau? Kau benar-benar menyusahkanku karena harus menggendongmu.” Jelas Siwon.

“Aku tidak pernah memintanya!” Sergah Yongri kesal. Siwon mendengus.

“Karena aku tidak tau dimana rumahmu, makanya aku membawamu ke rumahku dan kau tidur di kamarku. Itu saja. Kau puas sekarang?”

“Hanya itu saja? Benar tidak terjadi apapun diantara kita?” Tanya Yongri memastikan sekaligus sedikit kecewa.

“Bukankah sudah kubilang bahwa aku tidak bernafsu padamu?!” Ejek Siwon.

“Kau benar-benar menyebalkan! Kau normal tidak, sih? Kau ingat laki-laki tadi? Ia saja bernafsu padaku dan mau menciumku. Bagaimana mungkin kau tidak bernafsu atau bahkan sedikit saja tidak tertarik padaku?” Tanya Yongri bingung. Siwon berdiri dari duduknya dan menatap Yongri dengan tajam.

“Jadi, kau bangga karena laki-laki itu bernafsu padamu? Ah! Seharusnya aku tidak menolongmu tadi. Aku benar-benar menyesal!” Umpat Siwon. Ia segera beranjak dari tempatnya dan berlalu meninggalkan Yongri begitu saja.

“Ya!!” Pekik Yongri berusaha menghentikan Siwon. Namun sayangnya Siwon seolah tidak peduli dan benar-benar menghilang keluar dari cafe.

“Kau benar-benar akan menyesal telah memperlakukanku seperti ini, Choi Siwon! Aku tidak akan membiarkanmu!” Ucap Yongri kesal.

——

Siwon, Hyukjae, Donghae, Ryeowook, dan Kyuhyun saat ini tengah duduk di ruang tengah dalam keadaan hening. Beberapa mata tertuju pada Donghae, sedangkan yang ditatap hanya bisa menundukkan kepalanya.

“Tidakkah kau ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tadi, Donghae-ya? Bagaimana bisa kau bertindak ceroboh seperti itu?” Tanya Siwon.

“Itu bukan salahku sepenuhnya.” Kata Donghae mencoba membela diri.

“Kalau bukan salahmu, lalu salah siapa? Gadis itu? Apa dia yang mendatangimu dan memintamu untuk membunuhnya?” Tanya Hyukjae polos. Ryeowook dan Kyuhyun tertawa kecil mendengar pertanyaan polos Hyukjae.

“Ck! Bukan seperti itu!” Bantah Donghae.

“Lalu?!” Tanya Ryeowook dan Kyuhyun bersamaan.

“Gadis itu menggodaku!” Pekik Donghae.

“Apa?!” Ucap semua yang ada di sana serempak.

“Dia mencengkram milikku! Dan sebentar saja gairahku langsung meningkat. Kalian tau sendiri kan jika vampire sedang bernafsu makan mereka akan merasa lapar!” Jelas Donghae. Siwon, Hyukjae, Ryeowook, dan Kyuhyun menunjukkan wajah datarnya saat mendengar penjelasan Donghae. Ruang tengah menjadi kembali hening beberapa saat. Membuat Donghae menjadi bingung.

“Kenapa..kalian diam?” Tanyanya ragu.

“Ha..ha..ha..ha..” Tiba-tiba saja tawa Kyuhyun, Hyukjae, dan Ryeowook menggema di ruang tengah. Mereka terus tertawa hingga wajahnya memerah.

“Jadi maksudmu, kau membunuhnya karena sedang terangsang? Ha..ha..ha.. Astaga, Lee Donghae! Aku tidak percaya ini! Ha..ha..ha..” Kyuhyun masih terus tertawa sembari memegangi perutnya. Laki-laki itu merasa sangat lucu dengan alasan Donghae membunuh seorang gadis siang tadi. Siwon pun tidak dapat menahan senyumnya saat menyadari cerita yang diberikan oleh Donghae. Sedangkan Donghae hanya menunjukkan wajah kesalnya karena telah ditertawai oleh teman-temannya.

“Biarpun seperti ini, kau seharusnya menahan diri, Donghae-ya. Beruntung tidak ada yang melihatmu tadi. Jika ada, bisa dipastikan keberadaan kita akan terancam. Kau mengerti?” Pesan Siwon.

“Arraseo.” Jawab Donghae lesu. Keempat orang itu masih terus tertawa geli sembari meninggalkan ruang tengah. Menyisakan Donghae yang semakin menekuk wajahnya.

——

Yongri memasukki rumahnya yang dalam keadaan sepi dan gelap. Sepi? Tentu saja akan selalu sepi, mengingat gadis itu hanya tinggal sendiri hampir 2 tahun ini. Orangtuanya meninggal dunia karena kecelakaan. Dan dia merupakan anak tunggal. Untunglah, kedua orangtua Yongri meninggalkan banyak warisan untuk gadis itu. Hingga ia tidak perlu memikirkan hidupnya yang tinggal sebatang kara ini. Orangtuanya juga meninggalkan sebuah perusahaan ternama. Tetapi Yongri enggan untuk mengurusi perusahaan itu, dan membiarkan orang kepercayaan keluarganya yang mengurus. Dan ia hanya menerima hasilnya saja.

Yongri menghidupkan lampu dan seketika rumah menjadi terang. Ia menuju ke dapur dan mengambil minum di dalam kulkas. Tidak tanggung-tanggung, setengah botol air putih dihabiskannya. Sepertinya gadis itu benar-benar merasa haus. Setelahnya ia mengembalikan botol itu dan beranjak menuju ruang tengah. Mendudukan dirinya di sana dan menghidupkan televisi. Hanya menghidupkan saja dan Yongri tidak berniat menontonnya. Walaupun terbiasa sendiri, entah mengapa malam itu Yongri merasa sangat sepi.

Tiba-tiba lamunan Yongri tertuju pada kejadian saat di cafe tadi. Saat ia bertemu dengan Siwon. Mengingat bagaimana acuh dan dinginnya sikap Siwon padanya. Bohong jika Yongri tidak merasakan sakit hati atas sikap Siwon. Yongri terbiasa di puja oleh laki-laki. Dan saat bertemu Siwon, semuanya berbalik 180 derajat. Sialnya, ia tertarik pada laki-laki itu.

“Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Kita lihat saja nanti.” Ucap Yongri percaya diri. Gadis itu tersenyum kecil saat membayangkan Siwon benar-benar jatuh cinta padanya.

“Apa malam ini aku harus ke club?” Gumam Yongri. Ia sedikit menimbang apa harus menghabiskan malam di club seperti kemarin-kemarin. Namun setelahnya ia menggeleng.

“Tidak-tidak. Jika aku sampai mabuk dan bertemu dengan Siwon lagi– ah, tidak. Aku tidak akan ke club malam ini. Lebih baik tidur.” Ujarnya. Ia mematikan televisi dan beranjak dari ruang tengah menuju kamar tidurnya.

——

Yongri sedikit bernafas lega saat tau hari itu ia tidak datang terlambat. Ia bergegas ke kelasnya pagi itu dan mencari tempat duduk yang kosong. Dan ia sedikit memberengut kesal saat tempat kosong satu-satunya adalah di antara Siwon dan Hyerim. Persis sama seperti hari dimana Yongri terlambat saat itu. Sepertinya walaupun pagi itu ia tidak terlambat, ia tetap datang kesiangan.

“Yongri-ya! Disini!” Pekik Hyerim sembari menunjuk tempat kosong disebelahnya. Yongri mendekatinya dan berdiri di samping Hyerim.

“Bisakah kau saja yang duduk disana? Biar aku duduk di tempatmu.” Pinta Yongri sembari melirik malas ke arah Siwon. Sedang yang di lirik hanya sibuk memainkan ponselnya.

“Eh? Tapi kenapa? Bukankah kau–”

“Ayolah, kumohon.” Ujar Yongri sedikit memelas. Hyerim memandanginya dengan bingung. Namun akhirnya ia mengangguk dan segera bergeser ke samping. Yongri tersenyum kecil dan segera menduduki tempat Hyerim.

Bukannya Yongri sudah tidak tertarik lagi pada Siwon. Gadis itu tentu saja masih sangat tertarik pada Siwon. Hanya saja, ia ingin menghindari Siwon untuk beberapa saat. Masih sangat kesal dengan perkataan Siwon waktu itu. Perkataan yang benar-benar membuat perasaannya tersinggung.

Kelas pagi itu dimulai dalam keadaan hening. Semua mahasiswa tampak mengikuti kelas dengan baik dan mendengarkan setiap perkataan yang dijelaskan oleh dosen tersebut. Walaupun memang terkadang ada yang terlihat menguap, kemudian mengusap wajah beberapa kali, serta memejamkan mata untuk beberapa saat.

Berbeda dengan Yongri, gadis itu tampak tidak terlalu memperhatikan apa yang disampaikan oleh dosen tersebut. Ia sesekali melirik ke arah Siwon yang sedang menatap ke depan. Yongri memikirkan cara agar Siwon dapat menatapnya sebagai seorang wanita. Dengan kata lain, ia ingin Siwon tertarik padanya. Atau bahkan jatuh cinta sekalian.

“Materi yang akan kita bahas itu masih sangat banyak, sedangkan pertemuan kita hanya tinggal beberapa kali lagi. Oleh karena itu, aku ingin kalian membentuk sebuah kelompok. Yang berisikan 2 orang setiap kelompoknya. Tugas kalian adalah mempresentasikan materi yang kalian dapatkan. Kalian mengerti?” Perkataan dari dosen tersebut menyadarkan Yongri dari lirikannya pada Siwon.

“Mengerti, saem.” Jawab beberapa mahasiswa dengan enggan. Tentu saja, siapa yang senang saat diberikan sebuah tugas?

“Hyerim-ah, kita bersama, ok?” Ajak Yongri yang disambut anggukan oleh Hyerim.

“Karena saya sudah menyiapkan tugas ini dari jauh-jauh hari, maka kelompok-kelompok kalian pun telah saya siapkan.” Ujar dosen tersebut membuat Hyerim dan Yongri menunjukkan wajah kecewa. Kecil kemungkinan mereka bisa dalam satu kelompok.

Dan Yongri semakin menekuk wajahnya saat mendengar nama Hyerim dipasangkan oleh mahasiswa lain, dan itu bukan dirinya. Yongri hanya berharap-harap cemas agar ia satu kelompok dengan mahasiswa yang rajin. Agar dirinya dapat sedikit lebih santai.

“Choi Siwon bersama dengan Choi Yongri.” Mata Yongri membulat saat mendengar ucapan dosen wanita tersebut. Yongri menatap Hyerim seolah ingin meyakinkan diri atas apa yang didengarnya. Dan ia dapat melihat Hyerim yang menunjuk Siwon sembari menatapnya dengan tersenyum.

“Baiklah, yang tadi saya bacakan adalah anggota kelompok kalian. Apa ada yang tidak kebagian kelompok?” Tanya dosen tersebut. Tidak ada tanggapan dari semua mahasiswa, sampai tiba-tiba Yongri mengacungkan tangannya.

“Ya, Choi Yongri? Kau tidak kebagian kelompok?”

“Bukan, saem. Itu–bisakah teman satu kelompok saya diganti?” Tanya Yongri takut-takut. Dosen tersebut mengerutkan keningnya dan melihat catatannya. Ingin mengetahui Yongri satu kelompok dengan siapa.

“Memangnya ada apa dengan Choi Siwon?” Tanya dosen tersebut.

“Ah, itu–”

“Siwon-ssi, apa kau keberatan satu kelompok dengan Yongri?” Siwon terlihat sedikit terkejut saat dosen tersebut bertanya padanya. Ia menegakkan duduknya dan berdehem pelan.

“Ti–tidak, saem. Saya tidak masalah satu kelompok dengan siapa saja.” Jawab Siwon.

“Kau dengar, Yongri-ssi? Saya rasa tidak masalah. Jadi silahkan kau dan Siwon bersama-sama mengerjakan tugas kalian. Mengerti?”

“Mengerti, saem.” Jawab Yongri lesu. Gadis itu menundukkan kepalanya dan menghela nafas berkali-kali.

“Baiklah, kelas kita akhiri. Minggu depan, kalian akan mempresentasikan materi yang telah kalian dapatkan.” Ujar dosen tersebut dan segera meninggalkan kelas. Diikuti oleh beberapa mahasiswa yang sibuk membahas tugas tersebut. Dengan terpaksa, Yongri berdiri dari duduknya dan menghampiri Siwon. Siwon mendongak dan menatap gadis itu dengan datar.

“Apa?” Kata Siwon tanpa minat. Yongri mendengus dan menatapnya tajam.

“Bisakah kau hilangkan sikap menyebalkanmu itu? Kau pikir aku senang mendatangimu seperti ini? Kalau tidak terpaksa–”

“Oh, ya? Bukankah kau tertarik padaku?” Ucap Siwon memotong perkataan Yongri. Yongri membulatkan matanya dan bersiap untuk membalas ucapan Siwon. Sebelum Siwon berkata lebih dahulu.

“Katakan dimana alamat rumahmu? Aku akan kesana untuk mengerjakan tugas ini. Semakin cepat semakin baik.” Kata Siwon.

“Kenapa harus dirumahku? Tidak. Dirumahmu saja. Aku akan ke rumahmu.” Tolak Yongri. Siwon berdiri dari duduknya.

“Rumahmu saja.”

“Dirumahku tidak ada siapapun. Bagaimana jika kau bertindak macam-macam padaku? Aku harus meminta tolong pada siapa?!” Ujar Yongri dengan garang. Siwon membulatkan matanya dan tampak tidak percaya dengan ucapan Yongri. Apa dirinya semesum itu?

“Apa maksudmu? Kau pikir aku akan melakukan apa padamu? Lagipula, kau tau sendiri di rumahku semuanya laki-laki. Bukankah itu lebih berbahaya untukmu?” Sindir Siwon. Membuat Yongri sedikit gelagapan mendengarnya.

“Bi–biarpun seperti itu. Setidaknya..setidaknya kita tidak hanya berdua saja. Pokoknya aku akan ke rumahmu nanti malam.” Kata Yongri dan segera berlalu meninggalkan kelas. Membuat Siwon mendengus karena kesal.

“Manusia keras kepala.” Gumamnya.

——

Siwon dan Hyukjae duduk berhadapan lengkap dengan segelas wine dihadapan mereka. Keduanya tampak mengobrol ringan. Sembari sesekali diiringi tawa kecil dari keduanya. Sebelum akhirnya Kyuhyun ikut bergabung dengan duduk disamping Siwon.

“Besok bulan purnama.” Kata Kyuhyun sembari menyesap wine dari gelas Siwon.

“Ah, benar sekali. Aku hampir lupa.” Timpal Hyukjae.

“Ck! Kenapa kau harus mengingatkannya?” Kata Siwon kesal. Laki-laki itu mendelik tajam ke arah Kyuhyun.

“Seharusnya kau berterima kasih padaku. Kalau kau sampai lupa, kau bisa mati, bodoh.” Umpat Kyuhyun.

“Kalau begitu aku harus mulai menimbang-nimbang siapa yang akan ku mangsa.” Kata Hyukjae sembari memikirkan wajah gadis-gadis yang pernah menghabiskan malam dengannya. Sekaligus pernah Hyukjae cicipi darahnya.

Suara bel rumah menginterupsi pembicaraan mereka. Mereka serempak menatap ke arah pintu yang sedikit terlihat dari arah ruang makan tersebut. Jika ada yang menekan bel rumah, sudah dipastikan mereka adalah orang asing. Karena jika penghuni rumah tersebut yang datang, mereka akan langsung masuk tanpa sungkan. Siwon berdiri dari duduknya dan hendak membuka pintu, sebelum pertanyaan Hyukjae menghentikan langkahnya.

“Tidak biasanya kau dengan sukarela membukakan pintu. Kau tau siapa yang datang?”

“Dia tamuku.” Kata Siwon seolah tau siapa yang berada di luar sana.

“Manusia?” Tanya Kyuhyun dengan mata berbinar.

“Jangan sekali-kali berpikir untuk mendekatinya.” Ucap Siwon penuh penekanan. Kyuhyun hanya berdecak untuk melampiaskan kekesalannya.

Siwon melanjutkan langkahnya untuk membukakan pintu. Dan sesuai tebakannya, Yongri berdiri di depan rumah sembari menatapnya datar. Lengkap dengan beberapa buku tebal yang didekapnya di depan dada.

“Kau benar-benar datang.” Gumam Siwon.

“Tentu saja. Bukankah katamu lebih cepat lebih baik?” Sindir Yongri.

“Masuk.” Ujar Siwon sembari membukakan pintu lebih lebar. Yongri memasukki rumah Siwon dan sedikit terkejut saat mendapati dua orang laki-laki tampan yang sedang menatapnya dengan tersenyum aneh.

“Se–selamat malam. Maaf mengganggu waktu kalian.” Ujar Yongri sembari membungkukkan sedikit badannya.

“Ah, jangan sungkan seperti itu. Kita sudah pernah bertemu, kan? Hanya saja kita belum sempat berkenalan. Kenalkan, namaku Lee Hyukjae.” Ujar Hyukjae memperkenalkan diri. Laki-laki itu mengulurkan tangannya dan disambut segera oleh Yongri.

“Choi Yongri.” Balas Yongri. Yongri sedikit bergidik saat merasakan dinginnya tangan Hyukjae. Dan Hyukjae sendiri sedikit menggeram saat merasakan aliran darah Yongri yang mengalir dengan teratur.

“Dia teman kami juga. Namanya Cho Kyuhyun.” Kata Hyukjae memperkenalkan Kyuhyun disampingnya. Kyuhyun tidak mau repot-repot untuk bersalaman dengan Yongri, walaupun gadis itu sudah mengulurkan tangannya. Ia hanya takut tidak bisa mengontrol diri dan malah melahap Yongri. Dan bisa dipastikan ia akan bertengkar dengan Siwon. Yongri menarik kembali tangannya saat merasa tidak akan mendapatkan balasan.

“Ah, dia memang seperti ini orangnya.” Ucap Hyukjae sedikit tidak enak dengan sikap Kyuhyun.

“Apa yang kalian lakukan?! Berhenti mengganggunya.” Suara Siwon membuat mereka menoleh. Hyukjae dan Kyuhyun mencibir pelan.

“Kami permisi dulu, Yongri-ssi. Sepertinya Siwon tidak ingin kami mengganggu waktu kalian berdua.” Ujar Hyukjae.

“Ya!!” Pekik Siwon kesal. Hyukjae dan Kyuhyun berbalik untuk meninggalkan Siwon dan Yongri. Namun tiba-tiba Kyuhyun kembali berbalik dengan matanya yang sudah berwarna merah. Sebelum Yongri sempat menyadari itu, Hyukjae sudah lebih dulu membalikkan badan laki-laki itu dan menahannya.

“Aku tidak bisa menahannya.” Desis Kyuhyun.

“Tenanglah, Kyuhyun-ah. Aku tau aroma darah gadis itu benar-benar memabukkan. Karena akupun merasakannya. Tetapi kita tidak bisa melakukannya. Jika tidak ingin jantungmu berakhir di tangan Siwon.” Pesan Hyukjae dengan berbisik. Kyuhyun menggeram pelan dan menutup matanya. Beberapa saat kemudian ia membuka matanya yang telah berubah menjadi warna hitam.

“Ayo, pergi.” Ajak Hyukjae dengan merangkulnya.

——

Beberapa buku tebal yang dibawa Yongri telah terbuka lebar di atas meja. Siwon dan Yongri duduk bersebelahan di karpet yang memang tersedia di ruang tengah. Keduanya sedang sibuk membaca, sembari sesekali menggariskan sesuatu yang menurut mereka penting.

“Kau jelaskan yang ini, nanti.” Kata Siwon sembari menunjukkan maksudnya pada Yongri.

“Aku tidak mengerti yang itu. Kau saja.” Tolak Yongri.

“Ck! Sudah berapa banyak yang tidak kau mengerti pada materi ini, Choi Yongri? Kau melimpahkan semuanya padaku. Kalau begitu aku sendiri saja yang presentasi, tidak perlu berkelompok.” Kata Siwon kesal.

“Ayolah, Siwon-ssi. Aku benar-benar tidak mengerti. Ya? Ya? Ya?” Bujuk Yongri sembari menangkupkan kedua tangannya. Gadis itu memasang wajah polosnya yang membuat Siwon tanpa sadar menjadi gemas sendiri.

“Jangan tunjukkan wajah seperti itu!” Ujar Siwon sembari mengalihkan pandangannya dari Yongri. Ia segera pura-pura fokus pada buku yang ada dihadapannya.

“Ada apa dengan wajahku? Apa aku terlihat cantik jika seperti itu? Kau tertarik padaku?” Tanya Yongri percaya diri.

“Cih!” Cibir Siwon.

“Aku benar-benar aneh padamu. Disaat semua laki-laki tertarik padaku, kau justru bersikap acuh padaku. Sebenarnya kau normal atau tidak? Atau kau mungkin penyuka sesama jenis? Tidak-tidak. Itu tidak mungkin, kan? Laki-laki setampan dirimu sayang sekali jika menyukai laki-laki.” Celoteh Yongri panjang lebar. Gadis itu menggelengkan kepalanya beberapa kali seolah tidak mempercayai apa yang ada dipikirannya sekarang. Ia melirik sekilas pada Siwon. Dan matanya membulat terkejut saat mendapati Siwon sedang tersenyum.

“Ya! Kau tersenyum?! Aku berhasil membuatmu tersenyum?!” Pekik Yongri tidak percaya. Gadis itu menunjukkan senyum lebarnya. Siwon yang tertangkap basah sedang tersenyum karena perkataan gadis itu, dengan segera melunturkan senyumnya. Ia menatap Yongri dan memasang wajah datar.

“Si–siapa yang ter–tersenyum?” Kilah Siwon.

“Kau. Tentu saja kau yang tersenyum. Yahh,, ternyata membuatmu tersenyum tidak sesulit yang kubayangkan. Ha..ha..ha.. Senang sekali bisa membuatmu tersenyum.” Ucap Yongri tanpa menghilangkan senyumnya. Gadis itu terlihat benar-benar senang sekarang. Ia pikir Siwon akan selalu acuh padanya. Tetapi semua perkiraan itu hilang saat melihat senyum Siwon, yang membuat laki-laki itu semakin tampan.

“Aish, berhentilah tersenyum.” Kata Siwon membuat Yongri menatapnya dengan kepala yang sedikit miring.

“Memangnya kenapa jika aku tersenyum? Kau takut jatuh cinta padaku karena melihatku tersenyum? Tanya Yongri tanpa menghilangkan senyumnya. Siwon membalas tatapan Yongri tepat dimatanya.

“Ya, bagaimana jika aku jatuh cinta padamu hanya karena senyummu itu?” Tanya Siwon balik. Senyum diwajah Yongri langsung menghilang saat mendengar pertanyaan Siwon. Perlahan-lahan ia merasa wajahnya memanas. Dan ia yakin wajahnya sekarang telah berubah menjadi merah.

“K–kau–” tiba-tiba saja Siwon tertawa kencang saat melihat wajah Yongri. Laki-laki itu tidak bisa menahan tawanya dan memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tertawa. Yongri yang melihat Siwon tertawa tentu saja menjadi bingung.

“Apa yang kau tertawakan?” Tanya Yongri.

“Wajahmu. Wajahmu benar-benar lucu.” Jawab Siwon.

“Aku hanya asal bertanya, Yongri-ssi. Bagaimana mungkin wajahmu bisa memerah seperti itu? Ha..ha..ha..” Ejek Siwon masih terus tertawa. Yongri yang merasa ditertawakan oleh Siwon tentu saja merasa malu. Wajahnya semakin memerah dan Yongri tidak bisa menahan itu. Ia segera membereskan buku-buku yang berada diatas meja dan memutuskan untuk pulang.

“Kau mau kemana?” Tanya Siwon setelah berhasil menghentikan tawanya.

“Aku mau pulang. Uh! Kau benar-benar membuatku malu.” Keluh Yongri. Siwon tersenyum tipis.

“Aku akan mengantarmu pulang.” Kata Siwon.

“Eh?” Yongri terlihat terkejut.

“Ini sudah malam. Tidak baik jika kau pulang sendiri.” Jelas Siwon. Yongri memicingkan matanya.

“Kau khawatir padaku?” Tebaknya.

“Jika kau berpikir yang tidak-tidak, aku tidak jadi saja mengantarmu.” Ancam Siwon. Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Jika kau tidak mengantarku, mungkin aku akan mati dimakan vampire.” Ucap gadis itu tiba-tiba. Membuat tubuh Siwon tiba-tiba menegang. Ia segera menatap Yongri yang masih sibuk membereskan barangnya.

“Vam–vampire?” Ucap Siwon terbata.

“Iya, vampire. Kemarin, orang-orang disekitar rumahku membicarakan vampire. Katanya ada seorang gadis yang mati gara-gara dibunuh vampire.” Cerita Yongri sembari menatap Siwon.

“K–kau melihatnya?” Tanya Siwon memastikan. Yongri menggeleng pelan.

“Tidak. Aku hanya mendengarnya saja. Lagipula aku tidak percaya. Vampire hanya ada di film-film.” Kata Yongri acuh. Gadis itu segera berdiri setelah semua barangnya rapi.

“Ayo! Kau bilang ingin mengantarkanku pulang?” Ajak Yongri. Menyadarkan Siwon dari lamunan pendeknya.

“Ah, ya.” Gumam laki-laki itu.

——

Hyukjae menatap pintu kamar yang terbuka dengan senyum yang menawan. Dan senyumnya semakin lebar saat mendapati seorang gadis berpakaian seksi memasuki kamar hotel yang telah dipesannya.

“Oppaaa..” Ujar gadis itu manja. Ia segera menghampiri Hyukjae dan memeluknya. Hyukjae membalas pelukan gadis itu sembari menyesap aroma darahnya. Sebentar saja mata Hyukjae telah berubah warna menjadi merah.

“Aku merindukanmu, oppa. Kenapa baru menghubungiku sekarang?” Tanya gadis itu sembari melepaskan pelukannya. Dengan cepat Hyukjae mengubah warna matanya dan tersenyum pada gadis itu.

“Aku sibuk..kuliah.” Jawab Hyukjae.

“Dasar jahat.” Ucap gadis itu dengan memukul pelan dada Hyukjae.

“Jadi, bisa kita mulai sekarang? Aku benar-benar merindukanmu, sayang.” Kata Hyukjae.

“Tentu.” Balas gadis itu dengan tersenyum menggoda. Hyukjae kembali memeluk gadis itu dan menempatkan kepalanya pada leher gadis itu. Sebenarnya, ia ingin saja kembali mencicipi tubuh gadis ini sebelum membunuhnya. Hanya saja, ia tidak memiliki banyak waktu. Bulan purnama sudah semakin tinggi, dan Hyukjae mulai merasakan dadanya sakit karena ia belum meminum darah segar sedikitpun. Mata Hyukjae kembali berubah menjadi warna merah. Ia menggeram keras dan perlahan gigi taringnya mulai muncul. Mendengar geraman Hyukjae yang sedikit mengerikan, tentu saja membuat gadis itu bingung. Ia mencoba melepaskan pelukan Hyukjae.

“Kau kenapa, oppa?” Tanya gadis itu. Hyukjae menahannya saat sang gadis ingin melepaskan pelukannya.

“Oppa!!” Teriak gadis itu mulai memberontak. Hyukjae tidak memperdulikannya dan mulai menancapkan giginya tepat pada urat nadi yang berada dileher gadis itu.

“Akkhh–” teriak gadis itu kesakitan. Tanpa memikirkan teriakan kesakitan dari gadis itu, Hyukjae dengan segera menyesap darah sang gadis sebanyak yang dia bisa. Tanpa pernah berpikir untuk menyisahkannya sedikitpun. Teriakan sang gadis tidak lagi terdengar karena perlahan tubuhnya mulai lemas dan matanya tertutup dengan rapat. Mengetahui itu, Hyukjae semakin gencar meminum darahnya. Membuat wajahnya dipenuhi darah dan juga membuat seprai diatas ranjang menjadi terkena noda darah yang mengalir dari leher gadis itu.

Setelah merasa puas, Hyukjae segera melepaskan pelukannya pada gadis itu. Membuat tubuh sang gadis terkulai begitu saja diatas ranjang. Mata Hyukjae semakin berwarna merah dengan berkilat-kilat cerah. Mulutnya masih terus terbuka dan gigi taring yang terlihat dengan jelas. Darah menetes-netes dari mulutnya.  Setelahnya, ia segera melesat keluar dari jendela dan menghilang begitu saja.

——

Yongri keluar dari supermarket dengan dua kantong di tangan kanan dan kirinya. Gadis itu habis belanja karena kebutuhan rumahnya sedikit menipis. Yongri sedikit memikirkan jika dia harus mempekerjakan seorang pembantu agar dapat membantunya mengurusi rumah. Karena sejujurnya, Yongri malas jika harus berbelanja seperti ini. Mengurangi waktunya untuk beristirahat di rumah.

Yongri berjalan dengan santai untuk menuju rumahnya. Karena sejujurnya, jarak dari supermarket dan rumahnya tidak terlalu jauh. Sebenarnya ia bisa saja menaiki mobil, tetapi akan memakan waktu lebih lama. Sehingga ia memutuskan untuk berjalan kaki. Yongri sedikit bingung saat melihat jalanan yang tidak terlalu ramai. Padahal ini belum terlalu malam, menurutnya.

“Akkkhhh!!” Tubuh Yongri terkesiap saat mendengar teriakan seorang gadis. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari tau dari mana suara itu berasal. Gadis itu berjalan dengan mengendap-endap, sembari terus menatap kanan kirinya. Teriakan itu tak terdengar lagi, tetapi Yongri tetap merasa harus menemukannya.

Saat melihat sebuah lorong yang sepi dan gelap, Yongri merasa ada sesuatu yang terjadi di sana. Dengan kaki yang sedikit bergetar dan keringat dingin yang mulai bermunculan, Yongri mencoba memasukki lorong itu. Tidak adanya penerangan disana, masih tetap membuat Yongri dapat melihat jelas. Ada dua orang disana, satu laki-laki dan satu perempuan. Awalnya, Yongri menyangka jika sang laki-laki mencoba untuk memperkosa sang perempuan. Tetapi Yongri mengerutkan keningnya saat melihat sang perempuan tidak melakukan pergerakan sama sekali. Belum lagi, terdengar bunyi geraman yang cukup keras.

Yongri semakin mendekati kedua orang tersebut, mengabaikan rasa takut yang mulai muncul. Jantungnya berdegup berkali-kali lebih cepat, dan aliran darahnya seolah terhenti. Sang laki-laki melepaskan tubuh sang perempuan, dan sebentar saja tubuh itu terkulai lemas di aspal yang dingin. Mata Yongri membulat dan wajahnya semakin basah oleh keringat. Belum lagi entah mengapa mata gadis itu terasa memanas dan berkaca-kaca. Dan Yongri benar-benar merasa nyawanya dicabut paksa, saat melihat laki-laki itu menoleh. Mata berwarna merah menyala, dengan mulut yang berlumuran darah. Yongri dapat melihat dengan pasti gigi taring laki-laki itu yang muncul.

Kaki Yongri semakin merasa lemas karena laki-laki yang menurutnya menyeramkan itu, terus menatapnya. Kantong belanjaannya yang sebelumnya berada di tangan gadis itu, sekarang tergeletak tak berdaya di jalanan. Dengan mengumpulkan kekuatannya, Yongri berjalan mundur perlahan, sebelum akhirnya berbalik dan berlari meninggalkan lorong tersebut. Airmata gadis itu sukses mengalir dengan deras.

——

Yongri menutup pintu rumahnya dengan keras dan tidak lupa menguncinya. Kaki Yongri benar-benar terasa lemas, hingga beberapa kali ia hendak terjatuh ketika akan menuju ruang tengah rumahnya. Dan tubuhnya sukses terjatuh saat berada di ruang tengah. Beruntung ada karpet yang terpasang, sehingga lututnya tidak harus merasakan sakit ketika terbentur dengan lantai.

Yongri memukuli dadanya yang terasa sesak. Airmatanya terus mengalir. Jika tadi wajahnya basah oleh keringat, sekarang wajahnya basah oleh airmata. Yongri masih tidak dapat mempercayai apa yang dia lihat. Satu kata yang berputar diotaknya sekarang. Vampire. Ia benar-benar tidak dapat mempercayai itu. Ia berpikir, mahluk itu hanya ada di televisi. Tetapi apa yang baru saja dilihatnya? Namun sayangnya, bukan itu yang Yongri permasalahkan. Seseorang yang dilihatnya sebagai vampire itulah yang tidak bisa dipercayainya.

“Si–Siwon..” Gumamnya. Ya. Yongri dapat melihat dengan pasti laki-laki yang wajahnya penuh dengan darah tadi. Choi Siwon. Laki-laki yang disukai oleh gadis itu. Itulah mengapa perasaannya sesak sekarang. Ia tidak menyangka jika laki-laki yang disukainya adalah seorang..vampire?

“Ba–bagaimana..bagaimana–” suara Yongri tercekat oleh tangisnya. Ia menundukkan wajahnya dan airmatanya terus menetes hingga ke karpet. Yongri menggelengkan kepalanya beberapa kali. Masih sulit mempercayai kenyataan yang ada. Ia sangat berharap ini mimpi.

——

Yongri keluar dari kamar mandi, setelah hampir 2 jam ia mengurung diri disana. Memilih untuk berendam, berharap pikirannya lebih tenang. Wajahnya masih terlihat lusuh dengan mata yang membengkak akibat terus menangis. Dengan tubuh yang hanya berlapis handuk, gadis itu berjalan menuju meja rias dan duduk disana. Menatap pantulan dirinya dari kaca. Ia menghela nafas panjang saat merasa wajahnya terlihat berantakan.

Mata Yongri membulat, saat ia melihat sosok Siwon yang terlihat dari kaca. Ia segera berbalik dan semakin terkejut ketika sosok Siwon benar-benar berada dikamarnya. Gadis itu segera beranjak dari duduknya dan berjalan mundur untuk menjauhi Siwon. Kakinya terasa bergetar saat ia melihat Siwon berjalan perlahan untuk mendekatinya.

“A–apa..apa–yang kau la–lakukan? Per–pergi dari..rumahku!!” Ujar Yongri terbata. Keringat dingin kembali membasahi wajahnya. Untung saja saat ini wajah Siwon sudah terlihat bersih dan seperti biasanya. Tidak seperti tadi saat Yongri melihatnya di lorong.

Dan Yongri benar-benar tidak bisa kemana-mana lagi, saat tubuhnya menyentuh dinginnya dinding. Selain karena takut dengan Siwon, gadis itu juga malu karena saat ini tubuhnya hanya terbalut handuk.

“Kau..takut padaku?” Tanya Siwon pelan. Laki-laki itu sekarang berdiri tepat dihadapan Siwon. Membuat ia dapat mendengarkan detak jantung Yongri yang berdetak sangat cepat. Dan tanpa Yongri jawab–pun, Siwon yakin jika gadis itu sekarang takut. Yongri enggan menjawab dan hanya terus membalas tatapan mata Siwon. Kembali Yongri merasakan matanya memanas dan ia seperti akan menangis. Dadanya juga kembali terasa sesak. Dan Yongri benci merasakan itu semua.

“Sekarang kau tau siapa aku sebenarnya.” Kata Siwon dengan tersenyum kecil.

“Pergi!! Pergi dari rumahku! Aku tidak mau melihatmu!!” Pekik Yongri memberanikan diri. Entah mengapa, Siwon sangat tidak suka mendengar Yongri berkata begitu kasar padanya. Tiba-tiba saja mata laki-laki itu berubah menjadi berwarna merah. Rahangnya terkatup rapat dan mengeras. Yongri yang melihat mata Siwon tiba-tiba berubah tentu saja semakin takut. Gadis itu menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Tangisnya pecah hingga airmatanya keluar melalui sela-sela jarinya. Yongri bahkan tidak menyadari jika saat ini handuk yang membalutnya telah tergeletak di lantai. Membuat Siwon dapat melihat tubuh polosnya begitu saja.

Melihat Yongri yang menangis ketakutan seperti itu, membuat Siwon merasakan perasaan yang aneh. Sebentar saja matanya telah berubah seperti semula. Ia membungkukkan tubuhnya untuk mengambil handuk Yongri dan membalutkannya kembali di tubuh gadis itu. Membuat Yongri tersadar dan segera menjauhkan kedua tangannya dari wajah. Ia menatap Siwon yang saat ini sedang menunduk. Siwon menuntun tangan Yongri untuk memegangi ujung handuk, agar tidak kembali terbuka. Setelahnya, laki-laki itu menatap Yongri dengan lembut. Mencoba untuk menghilangkan rasa takut gadis itu.

“Mungkin, kau menganggapku sebagai mahluk yang mengerikan.” Ucap Siwon pelan.

“Dan aku tidak akan pernah menyangkal itu. Karena aku memang seperti itu.” Lanjut Siwon. Yongri membalas tatapan Siwon dan perlahan-lahan rasa takutnya sedikit menghilang.

“Tapi ada satu hal yang perlu kau tau, Yongri-ssi.” Kata Siwon. Yongri terus menatap Siwon dengan airmatanya yang sesekali mengalir.

“Aku tidak akan pernah menyakitimu. Tidak akan pernah.” Bisik Siwon.

——

–To Be Continued–

Advertisements

46 thoughts on “He is Vampire – Part 2

  1. Akhirnya yongri tau siapa siwon sebenarnya, agak dugun2 juga baca part ini. Untung siwon bilang gak bakal nyakitin yongri huft. Ditunggu kelanjutannya eon 🙂

  2. Kereeeeeeen bgt. Aku suka ceritanya, suka siwonnya, suka yongrinya, suka semuanyaaaaaaaa. Ayo lanjutttttt, kamu bikin ff yg sbnrnya kereeeeen bgt, makanya aku bingung comment blog ini sedikit. Hrsnya bakal nambahnambahnambah teruuuuss, keep fightinggg, hope my comment could help you to find another inspiration for next chap. Thankyouuuu if you read this. I love your blog^^~

    • wahh makasih banget sama comment nya ya..
      hehe.. comment sedikit mungkin karena aku jarang update :p
      aku suka banget baca comment nya.. jgn bosen” ya main ke blog ku^^

      • Sebenernya sering siiiih, aku udah mantengin sejak yg our life sequel itu post heheh. Tapi aku ga comment soale waktu itu aku ga punya wordpress sendiri, jd bingung gmn commentnya:D iyaaa ga akan bosen, ditunggu yaaa part 3nya. Aduhhhh udah penasaran nih hahahaha

  3. Oh my God… Yongri akhirnya tw Wonppa itu siapa!!! Aduuhh Hubby knpa g jd Simba aja sih knpa hrs jd vampire yg menakutkan itu… eo tp Simba jga nakutin ye.. #aahhh.. bingung.. hehehe
    It’s ok dh jd vampire… vampire terganteng oke!! :p
    Apa ada mksud tertentukah or alasan knpa Wonppa g bkalan nyakitin Yongri??? Hmm… kyanya next part makin seru ni… gmn kelakuan Yongri stelah tw Wonppa itu sapa..
    Capacus dh part 3… Gomawo ^^

  4. Aigoo keren banget kelanjutannya, baru di part 2 Yongri sdh mengetahui siapa sebenarnya Siwon oppa dan otomatis ia th bhw teman2 di rmh siwon oppa juga sama2 vampire.. Yongri begitu shock krn melihat dgn jelas bahwa org yg ia cintai ternyata vampire, makhluk yg ia kira hny kiasan dan hny di film saja.. Smg Siwon oppa dan teman2nya tdk akan ada yg pernah menyakiti Yongri dan yg lainnya

  5. “aku tidak akan menyakitimu,tidak akan pernah ” owh siwon sweet banget ihh mkin tambah penarasan aja sma ni ff 😀
    keep writing ^^

  6. Huuaa keren.. Yongri udah tau kalo Siwon vampire?? Kira2 dia jadi ngejauhin Siwon gak yah? 😮 next part aku tunggu yah^^

  7. Deg deg’an bacanya
    Untung Yongri udh tau siapa itu Siwon sebenernya jadi gak tau takut lagi deh dia
    Next part lebih panjang yah thor~nim

  8. Hahah donghae kocak abis!
    Mau dng sekelompok brg wonnie,lucky bgt yongri wkwk
    bayangin senyum siwon dr deket udh bikin blusing wajah.
    Aaaaaa tdk menyanka secepat ini yongri tau siwon yg sebenarnya

  9. Wah wah wah…
    dari judulnya aja udah menarik aku seneng banget kalo ketemu ff yang ada vampire2 nyaa..
    Eh itu pas tbc bener2 bikin penasaran maksudnya apaan? Apa siwon diem2 ada rasa ama yongri? Atau apa???
    Ah hanya author dan tuhanlah yg tau sebelum part berikutnya di publikasikan -.-“

  10. Kereeeeeeeeeeeennnnn. Eonnniii daaeebaak. Ceritanyaa aq yang baca ikut dag dig dug deeeeeeerrrr
    Lanjutin dumz eonni chapternya g sabar bt baca lagi n lagi
    Oh ya Anneyong haseyo
    Park neenaa imnida bangapseumnida

    Choi siwon bener2 keereeeeeen tp knapa dia pergi ke kmr yongri klo pas kethuan? Khan siwon g suka ma yongri

  11. Kli ne cerita nya tmbah seru,tpi yg bkin seru tntang siwon yg tba2 dtg kkmarnya yongri bkn ny ia ga suka sma yongri apa krna yongri liat dy memangsa? Emm enth la, jd ga sbr bca part slnjut ny. Next

  12. sukaaaa sukaaaa!! sukaa bangt sama sifat siwon disini!! so cool, sok acuh” gmn gitu tapi keliatan sayang banget sama yongri >< maaf ya di chap 1 nya blm sempet di komen jadi aku komen disini aja dulu mewakili yg sebelumnya juga *apasih
    aku suka jalan cerita nya watak pemainnya tapi ada satu yg kurang, bahasa nya kurang baku. kalo mau pake bahasa baku ya baku semua kalo mau pake bahasa sehari" ya pake bahasa sehari" semua. idah sih itu aja, maaf ya kalo komennya agak menggurui. tapi aku suka jalan ceritanya. apalagi siwon yg peranin cocok banget! keep writing ya^^

  13. Aaaa.. Akhirnya yongri tau siapa siwon sebenernya,, ngga nyangka banget kalo yongri bakalan tau secepet ini..
    Denger kata2 terakhir siwon, aku sih yakin dia ngga bakal nyakitin yongri.. Hehe

  14. Ohh my god..
    Akhirnya si wowon jelekk itu udh mulai merasa suka amha yongri..
    Sumvehh ngakak gua waktu yongri ketakutan dan handuknya ampe lepas gegara siwon.. Hahaha siwon bruntung bnget bsa ngeliat yongri hahahaha

  15. Ya tuhan donghae oppa 😮 kau benar-benar melakukannya karna alasan itu 😮 menggelikan 😀 benar-benar takdir yang tidak terduga ya 😮 padahal yongri bermaksud menjauh dari siwon, tapi ternyata mereka malah satu kelompok :’v siwon 😮 dia kelepasan atau gimana sih, ko’ ceroboh gitu 😮 yongri jadi tau semuanya kan 😮 dan, kenapa siwon ngomong kek gitu 😮 apa itu artinya siwon mulai mencintai yongri 😮

  16. Sepertiny kyuhyun tipe vampire yg sulit menhan nafsunya..

    Huaa ga kepikiran kalo yg di liat yongri itu siwon… Aku fikir vampire lain…

    Pas bagian yongri mengetahui semuanya, feel nya dpt bgt.. Kerenn

  17. Astaga! Akhir’a yongri tau klu siwon vampire. Dan pling suka dgr kata2 siwon “aku tidak akan pernah menyakitimu. Tidak akan pernah” aaah itu so sweet bnget, dan aku rasa siwon jtuh cinta am yongri ❤

  18. Sempet ngakak sama pertanyaan yongri yg polos, kenapa siwon ga napsu sama yongri padahal namja2 pada napsu sama dia XD

    Keknya dari semuanya yg paling bisa nahan supaya ga bunuh org itu siwon!!! SIWON JJANG!!!
    Siwon dtg ke rmh yongri buat apa ya? Buat jelasin ttg apa yg yongri liat tadi?
    siwon so sweet bgt kata2nya yg di akhir2!!!

    Daebbaaakkkkkk!!!

  19. Jinjjayo? Udah ketahuan?
    Penasaran reaksi Yongri besok harinya ‘—‘
    Oke langsung part 3! (Y)

    Ps: eonni, idenya kreatif bgt yg tragedi ‘handuk’ itu, wkwkwk ngebayangin aja kalo itu bener” terjadi heoooll iman
    Siwon kuat kan eon *wink*

  20. Aku kira donghae mati, taunya gak bisa ngendaliin diri 😀 😀 😀 😀

    Cepet banget siwon ketauannya, jangan-jangan part selanjutnya punya masalah yg lebih berat soalnya di part 1 pd bahas jungsoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s