He is Vampire – Part 1

Author : Choineke

Title : He is Vampire

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Super Junior’s members

Genre : Romance, Fantasy, Thriller, and Action

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Suara musik yang menghentak-hentak dengan sangat keras tampak sangat dinikmati oleh semua pengunjung di club malam itu. Mereka tampak sangat tidak terganggu dan malah ikut menggerakkan tubuh mereka mengikuti alunan musik. Ada cukup banyak gadis yang tengah berpakaian sangat minim berada di lantai dansa. Mereka melakukan dance dengan gerakan yang tidak beraturan, namun mampu menarik perhatian pria-pria hidung belang yang ada di sana. Membuat mereka dengan segera bergabung dengan gadis-gadis itu dan mulai menggerayangi tubuh mereka.

Dari sekian banyak gadis yang ada di sana, hanya ada satu gadis yang tampak tidak tertarik untuk bergabung di lantai dansa. Gadis itu hanya fokus pada gelas yang berisi tequilla dihadapannya dan terus meminumnya hingga kesadarannya agak berkurang sekarang. Gadis itu berpakaian tidak terlalu minim, namun cukup menunjukkan lekuk-lekuk tubuhnya. Membuat beberapa pria menatapnya lapar dan buas. Namun lagi-lagi tidak dipedulikan oleh gadis itu. Ia hanya menunjukkan senyum sinisnya, saat melihat pria-pria itu mencoba mendekatinya.

“Yongri-ya, kau yakin tidak ingin bergabung ke lantai dansa? Coba kau dengarkan musiknya baik-baik. Musik ini sangat enak untuk bergoyang.” Salah seorang gadis berpakaian seksi mendekati gadis yang dipanggil Yongri tersebut dan berkata dengan cukup keras. Yongri menatap temannya tersebut dengan matanya yang sayu dan tersenyum tipis.

“Aku sedang malas hari ini. Kalian nikmati saja musiknya. Biarkan aku sendiri disini.” Kata Yongri tak kalah keras.

“Ck! Kau tidak asik sekali.” Balas gadis itu dan segera berlalu dari hadapan Yongri. Yongri hanya kembali tersenyum dan mengedarkan pandangannya ke sekitar club. Terlihat sangat ramai malam itu. Berbeda dengan malam-malam sebelumnya.

Mata Yongri sedikit memicing saat melihat seorang laki-laki yang duduk sendiri di sebuah sofa. Sama seperti dirinya, laki-laki itu hanya tampak fokus pada minuman yang berada dihadapannya.  Yongri tampak menelisik penampilan laki-laki tersebut. Sebuah kaos v-neck berwarna hitam dipadukan dengan jeans. Kulitnya tidak terlalu putih. Daerah di sekitar matanya berwarna hitam pekat. Oh! Jangan berpikir jika itu kantung mata. Sepertinya itu memang salah satu ciri khas penampilannya–tebak Yongri. Saat laki-laki tersebut meneguk minumannya, adam apple–nya bergerak naik turun, membuatnya terlihat sangat seksi. Dan Yongri bersumpah, laki-laki ini adalah laki-laki tertampan di malam ini–sejauh mata Yongri memandang.

Jantung Yongri seperti berhenti berdetak saat pandangan mata mereka bertemu. Laki-laki itu terlihat tengah memandangnya juga, dengan matanya yang tajam. Yongri segera memalingkan wajahnya dan tampak mencengkram gelas yang berada di meja. Gadis itu benar-benar merasa gugup sekarang. Terlebih saat melihat mata itu menatapnya. Setelah berhasil menghilangkan sedikit kegugupannya, Yongri kembali menoleh untuk melihat laki-laki itu. Namun sayangnya, sofa tersebut telah kosong. Tidak diduduki oleh laki-laki tadi maupun siapapun. Membuat Yongri mengerjapkan matanya berkali-kali seolah tidak percaya. Ia yakin melihat laki-laki tampan di sofa itu. Tidak mungkin, kan, jika laki-laki itu berlalu dengan begitu cepatnya? Setidaknya Yongri pasti bisa melihatnya berjalan keluar dari club ini.

Yongri menggelengkan kepalanya beberapa kali guna mengembalikan kesadarannya. Ia mendesis saat merasa dirinya sudah sangat mabuk. Hingga membayangkan ada laki-laki tampan di club ini. Gadis itu turun dari kursinya dan berjalan dengan sempoyongan untuk keluar dari club ini. Dia harus pulang jika tidak ingin bertambah gila malam ini.

——

Matahari pagi terlihat telah melaksanakan tugasnya untuk menerangi bumi. Bukan hanya menerangi, bahkan ia juga memberikan kehangatan pagi kepada siapa saja. Membuat mereka berbondong-bondong beranjak dari tempat tidur dan segera melakukan aktivitas pagi mereka.

Namun tidak untuk Yongri, yang kelihatannya masih betah bergelung dengan selimut di kamar mewahnya. Walaupun cahaya matahari sudah menembus dari jendela besar di dalam kamarnya, tetapi ia tampak tidak terganggu sama sekali. Justru sekarang yang menganggu kegiatan tidurnya adalah bunyi ponsel yang memekakkan telinga. Yongri bangkit dari tidurnya menjadi duduk dan memegangi kepalanya yang terasa mau pecah. Sangat sakit hingga membuatnya meringis beberapa kali.

“Sial! Sepertinya aku banyak minum.” Umpatnya. Ponselnya kembali berdering dan membuat puncak kekesalan Yongri berada di tingkat paling atas. Gadis itu mengacak-acak kasurnya demi mencari ponsel yang berisik itu.

“Ada apa?!” Ketusnya saat telah menjawab telepon.

Ya! Dasar brengsek, kau! Kau dimana? Kelas akan dimulai 5 menit lagi, bodoh! Tidak ada waktu untuk kau mengumpatku! Kau tidak berpikir untuk membolos kelas mematikan ini, kan?

“Sial!!” Yongri kembali mengumpat sembari melempar ponselnya. Ia menatap jam dinding dan mendesis kesal. Ia kesiangan! Segera saja Yongri beranjak dari atas kasur dan membuka lemari pakaian. Memilah-milah pakaian yang ada di sana. Setelah menemukannya, gadis itu segera berlari ke dalam kamar mandi untuk bersiap-siap.

——

Yongri menetralkan nafasnya yang tersengal saat telah berada di depan kelasnya pagi itu. Merapikan rambut serta pakaiannya yang terlihat berantakan akibat dirinya berlarian dari tempat parkir hingga di depan kelas sekarang. Setelah merasa cukup, Yongri mengetuk pintu kelas dan segera membukanya. Pandangan seluruh seisi kelas tertuju padanya. Membuatnya memberikan cengiran bodoh yang terlihat aneh.

“Maaf saya terlambat, saem.” Ujarnya kepada dosen yang mengisi kelasnya pagi itu. Jangan lupakan wajah menyesal yang dibuat-buat oleh Yongri. Guna menarik perhatian pria paruh baya berperut buncit tersebut, agar dirinya tidak diusir keluar.

“Saya tau kamu terlambat! Tidak perlu diberitahu! Yang ingin saya tau adalah kenapa kamu terlambat dan membuang-buang waktu saya untuk mengajar?” Tanya dosen tersebut dengan garang. Membuat Yongri benar-benar takut dan gugup.

“Saya..kesiangan.” Jawab Yongri dan disambut tawa oleh satu kelas. Yongri mengerucutkan bibirnya saat ditertawai satu kelas. Memangnya alasan kesiangan itu lucu?

“DIAM!!” Bentak dosen tersebut membuat kelas menjadi hening.

“Karena kamu cantik, saya akan membiarkan kamu hari ini. Tetapi jika kamu mengulanginya lagi, jangan harap dapat mengikuti kelas saya. Mengerti?!”

“Mengerti, saem.” Ucap Yongri pelan. Sedikit bersumpah serapah kepada dosen tersebut. Walaupun tampangnya menyeramkan, tetapi tetap saja semua laki-laki itu sama. Sama-sama tidak dapat melihat wanita cantik.

“Duduk!” Yongri membungkuk sebentar sebelum akhirnya mencari tempat duduk yang kosong. Tepat di samping kanan seorang gadis yang tadi mengganggu tidurnya, sekaligus yang membantunya untuk tidak lebih terlambat.

“Ck! Sebenarnya apa yang kau lakukan hingga bangun kesiangan, Choi Yongri?” Bisik gadis itu. Yongri ikut-ikutan berdecak.

“Seharusnya kau membangunkanku setengah jam sebelum kelas di mulai. Bukannya 5 menit sebelum kelas di mulai. Sial, kau!” Balas Yongri juga dengan berbisik. Yongri membuang pandangannya ke samping kiri dan tertegun saat melihat seorang laki-laki yang duduk disampingnya. Yongri memang tidak mengenal semua orang yang berada dikelasnya. Tetapi paling tidak ia tau wajah-wajah mereka. Laki-laki yang berada disampingnya ini, ia merasa belum pernah melihatnya. Tunggu dulu! Yongri memutar otaknya saat merasa bahwa laki-laki ini pernah dilihatnya. Ia yakin pernah melihat laki-laki itu tetapi bukan di daerah kampusnya. Mata hitam yang dimiliki laki-laki itu, membuat Yongri merasa sangat yakin.

Laki-laki itu terlihat tidak terganggu sama sekali oleh tingkah Yongri yang terus menatapnya intens. Ia hanya terus menatap ke depan guna memperhatikan apa yang dijelaskan oleh dosen tersebut. Merasa tidak mendapatkan jawaban atas pemikirannya sendiri, Yongri kembali menatap temannya yang duduk di samping kanannya.

“Hyerim-ah..” Panggil Yongri.

“Ada apa?” Balas Hyerim.

“Dia mahasiswa baru?” Tanya Yongri sembari menunjuk laki-laki di samping kirinya. Hyerim mencoba melihat siapa yang dimaksud Yongri dan sedikit memicingkan matanya.

“Astaga! Berapa lama kau berkuliah disini, Yongri-ya? Laki-laki itu mahasiswa baru katamu? Namanya Choi Siwon. Kau tak mengetahuinya?” Hyerim menggelengkan kepalanya beberapa kali. Tidak dapat mempercayai kebodohan temannya itu.

“Choi Siwon? Jadi maksudmu, dia mahasiswa lama?” Yongri tampak memastikan.

“Tentu saja. Laki-laki tertampan di kampus ini. Siapa saja mengetahuinya. Kecuali kau, sepertinya.” Hyerim kembali menatap ke depan dan mencoba fokus pada pelajaran yang sedang diikutinya. Yongri menundukkan kepalanya dan mencoba memikirkan kata-kata Hyerim.

“Choi Siwon?” Gumamnya.

“Aku bahkan belum pernah mendengar namanya.” Gumamnya lagi. Yongri kembali menoleh ke kiri dan terkejut saat laki-laki bernama Choi Siwon itu tengah menatapnya tajam. Jantungnya berdegup kencang seperti akan keluar dari tempatnya.

“Suaramu menganggu konsentrasiku, Nona Choi Yongri.” Ujar Siwon membuat Yongri kembali dibuat terkejut. Siwon bahkan mengetahui namanya dengan jelas.

“Be–benarkah? Ah, maafkan aku.” Ucap Yongri sedikit tidak enak. Gadis itu menundukkan kepalanya dan merutukki dirinya sendiri. Ia tidak tau bahwa Siwon tengah tersenyum sinis padanya. Apalagi saat Siwon dapat mendengar dengan jelas degup jantung gadis itu yang berdetak di luar batas normal.

“Dasar manusia.” Gumamnya.

——

Yongri berlari kecil keluar dari kelasnya untuk menyusul laki-laki bernama Choi Siwon yang telah lebih dulu keluar kelas. Ia masih sangat penasaran dengan Siwon. Bagaimana mungkin ia tidak mengetahui apa-apa mengenai Siwon, disaat semua orang mengetahuinya? Itu membuat Yongri benar-benar heran.

“Siwon-ssi!! Siwon-ssi!!” Panggil Yongri sedikit keras, membuat beberapa mahasiswa yang berada didekatnya menatapnya. Siwon menghentikan langkahnya dan mencoba meredam kekesalannya. Yongri tidak berhenti memanggil namanya, dan itu membuatnya sangat kesal.

“Ada apa?! Kau mengganggu waktuku, Yongri-ssi!” Ucap Siwon kesal.

“Ah, itu–”

“Jika kau hanya ingin memberikanku surat cinta, coklat, atau bekal makan siang, sebaiknya tidak perlu. Atau semua itu akan berakhir di kotak sampah. Jika kau memang menyukaiku, sepertinya kau harus membuang rasa itu, karena aku tidak menyukaimu. Mengerti?!” Siwon segera berlalu dari hadapan Yongri, sesaat setelah mengeluarkan serentetan kalimat percaya dirinya. Membuat Yongri menganga tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Bagaimana mungkin Siwon dapat mengatakan semua kalimat itu dengan begitu percaya dirinya? Ia tau Siwon memang tampan, tetapi apakah harus memiliki kepercayaan diri setinggi itu?

“Aku menyukaimu?!” Desis Yongri kesal.

“Apa kau pikir laki-laki tampan hanya dirimu saja, huh?! Dasar bodoh!!” Umpat Yongri. Gadis itu benar-benar kesal dengan Siwon sekarang. Tetapi tetap tidak menghilangkan rasa penasarannya kepada Siwon. Ia jadi ingin lebih tau tentang laki-laki itu.

——

“Kemarin malam ada seorang gadis yang mati mengenaskan di lorong dekat rumahku. Lehernya terdapat luka gigitan dan mengeluarkan banyak darah. Semua orang di sekitar rumahku menebak bahwa gadis itu mati karena dibunuh vampire– Ya!! Kau tidak mendengarku, Choi Yongri?!” Hyerim menatap Yongri kesal. Di saat ia bercerita dengan begitu semangatnya, Yongri malah tidak menatapnya sama sekali. Dan bahkan gadis itu tidak mendengarkan ceritanya.

“Menurutmu, laki-laki bernama Choi Siwon itu, laki-laki seperti apa?” Tanya Yongri kepada Hyerim. Mata Yongri tidak pernah lepas dari sosok Siwon yang duduk bersama dua orang laki-laki di salah satu meja di kantin. Hyerim mengikuti arah pandang Yongri dan berdecak kesal.

“Apa kau tertarik padanya? Sebaiknya kau buang jauh-jauh rasa tertarik itu.” Saran Hyerim sembari menyeruput orange juice dihadapannya.

“Kenapa?” Tanya Yongri protes.

“Kau benar-benar tidak mengetahui apapun tentangnya?” Tanya Hyerim memastikan.

“Aku bahkan baru hari ini melihat wajahnya.” Jawab Yongri jujur.

“Oh! Sebenarnya kau hidup di planet mana, Yongri-ya?”

“Lebih baik kau jelaskan padaku, kenapa aku harus membuang rasa tertarikku padanya?”

“Sudah banyak gadis yang patah hati karena ditolak olehnya. Dan penolakkan yang dilakukannya, selalu membuat semua gadis sakit hati.” Jelas Hyerim.

“Benarkah?” Yongri tampak tidak percaya. Hyerim hanya mengangguk kecil.

“Tetapi aku benar-benar penasaran padanya. Aku juga tidak tau kenapa. Rasa penasaran ini benar-benar mengangguku. Kau tunggu sebentar, ya?” Yongri beranjak dari duduknya dan hendak meninggalkan Hyerim.

“Kau mau kemana?” Tanya Hyerim.

“Aku ingin kesana. Hanya sebentar. Kau tunggu saja.” Jawab Yongri sembari menunjuk tempat dimana Siwon berada.

“Ya! Kau benar-benar suka padanya?” Mata Hyerim terlihat membesar. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan temannya satu ini. Yongri hanya tersenyum kecil dan segera menuju ke tempat Siwon.

“Hai.” Sapanya setelah berdiri tepat di samping meja Siwon.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon tidak suka.

“Tidak bisakah kau bersikap sedikit lembut dengan seorang gadis, Siwon-ssi?” Sindir Yongri.

“Aigoo,, siapa gadis ini, Siwon-ah? Apa dia kekasihmu?” Goda laki-laki yang berada satu meja dengan Siwon.

“Tutup mulutmu, Hyukjae-ya. Aku tidak mungkin mempunyai kekasih yang berisik seperti dirinya.” Kata Siwon sembari menatap Yongri tajam.

“Apa?! Berisik katamu? Ya! Kau–”

“Jika kau ingin membuat keributan, sebaiknya jangan disini. Aku sedang tidak ingin meladenimu.” Potong Siwon sembari menghabiskan makanan dihadapannya. Membuat Yongri benar-benar kehilangan kata-kata. Baru kali ini ada laki-laki yang tidak suka padanya, dan berkata kasar padanya. Selama ini hampir seluruh laki-laki berusaha menarik perhatiannya. Tetapi tidak dengan Siwon. Dengan perasaan marah, Yongri meninggalkan tempat Siwon dan kembali ke mejanya.

“Siapa gadis itu, Siwon-ah?” Tanya Hyukjae penasaran.

“Dia cantik.” Timpal laki-laki satunya lagi.

That’s true, Donghae-ya.” Setuju Hyukjae dengan ucapan Donghae.

“Hanya gadis berisik.” Jawab Siwon tanpa minat.

“Sepertinya gadis itu tertarik padamu. Kenapa tidak kau coba saja dengannya?” Usul Donghae. Siwon menatapnya tajam.

“Kau gila? Dia manusia, bodoh!” Ucap Siwon sedikit mengecilkan volume suaranya.

“Aku tau dia manusia. Maksudku, kenapa kau tidak coba cicipi sedikit darahnya? Aku mencium aroma menyejukkan dari gadis itu.” Kata Donghae.

“Ck! Aku bukan kalian. Jika aku memang menginginkan darah, aku hanya perlu mengambilnya di kulkas rumah. Tidak dengan membunuh mereka.” Balas Siwon.

“Sudahlah, menghabiskan waktu saja dengan berdebat. Lebih baik kita pulang. Aku muak dengan makanan-makanan ini.” Lanjut Siwon dan segera beranjak dari duduknya, diikuti oleh Hyukjae dan juga Donghae.

——

Yongri membanting tas serta blazer yang dipakainya di atas tempat tidur. Gadis itu meniup poninya dengan kencang guna melampiaskan kekesalannya. Ia masih tidak habis pikir dengan kelakuan serta ucapan Siwon padanya.

“Dasar laki-laki sok tampan! Dia pikir bisa memperlakukan semua gadis dengan seenaknya. Oh! Mulutnya benar-benar menyebalkan.” Umpat Yongri.

“Sebenarnya ada apa dengan otakmu, Choi Yongri?! Bagaimana mungkin kau tertarik pada laki-laki kaku itu?!” Ucapnya tak percaya.

“Di luar sana begitu banyak laki-laki yang mengagumimu! Kau tinggal memilihnya.” Ucapnya lagi pada diri sendiri.

“Ah, aku benar-benar sudah gila! Lebih baik aku mandi.” Yongri segera beranjak dari kamarnya dan menuju kamar mandi. Berendam air panas sepertinya bukan pilihan yang buruk. Setidaknya ia bisa membenarkan otaknya yang sedang menggila karena seorang Choi Siwon.

——

Siwon menuruni tangga rumahnya untuk menuju ke dapur. Suasana rumah dalam keadaan sepi dan juga sedikit penerangan. Karena sejujurnya Siwon memang tidak menyukai rumah dalam keadaan tenang. Setelah berada di dapur, ia segera membuka kulkas. Mengambil sebuah kantung yang berisi cairan berwarna merah pekat dan kental. Saat Siwon akan menutup pintu kulkas, ia merasakan ada sesuatu yang melintas di belakangnya. Saat ia berbalik, ia tak menemukan apapun. Dan lagi, sesuatu melintas dibelakangnya. Terlihat seperti sebuah bayangan berwarna hitam.

Merasa bayangan itu akan kembali melintas, dengan cepat Siwon berbalik dan melesat untuk menangkapnya. Sebentar saja Siwon sudah berhasil mencekik leher mahluk tersebut dan mendorongnya hingga ke dinding. Siwon menggeram, matanya berubah menjadi berwarna merah. Mulutnya terbuka dengan menampilkan gigi taringnya yang tajam.

“Ya! Ini aku!” Pekik mahluk yang masih berada dalam cekikan Siwon. Siwon kembali seperti semula dan melepaskan cekikannya.

“Ryeowook?!” Ucap Siwon tak percaya. Mahluk yang dipanggil Ryeowook itu tampak terbatuk-batuk. Cekikan dan dorongan Siwon memang tidak berdampak apapun untuknya, tetapi tetap saja membuat tenggorokannya tercekat.

“Kenapa reaksimu berlebihan sekali, huh? Padahal aku hanya ingin memberikan kejutan padamu. Ck! Ternyata sambutan selamat datangmu padaku benar-benar mengesankan!” Sindir Ryeowook sembari mengambil kantung darah yang masih berada di tangan Siwon. Merobeknya menggunakan giginya dan segera menyesapnya.

“Kemana penghuni rumah yang lain? Kenapa sepi sekali?” Tanya Ryeowook sembari menelusuri rumah Siwon. Siwon berbalik dan kembali ke dapur untuk mengambil kantung darah yang lain. Sudah hampir 2 hari dia tidak ‘makan’ dan itu membuat perutnya sedikit lapar.

“Entahlah. Mungkin sedang bersenang-senang.” Jawab Siwon acuh.

“Dan kau tidak ikut? Kau lebih memilih menikmati darah dingin ini? Uh!” Keluh Ryeowook. Siwon hanya mengedikkan bahunya dan menuju ruang tengah. Mendudukkan dirinya disana sembari menikmati makan malamnya.

“Jangan banyak protes jika kau tetap menikmatinya. Lebih baik kau katakan padaku, apa yang membuatmu datang kemari?” Tanya Siwon ingin tau. Sebentar saja untuk Ryeowook sudah duduk di samping Siwon. Ia menatap laki-laki itu.

“Aku tidak betah tinggal bersama Jungsoo. Benar-benar membuatku pusing.” Jawab Ryeowook.

“Kau tau, beberapa kali ia hampir menghancurkanku. Hanya karena aku tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Untung saja para dewa masih memihak padaku.” Ucap Ryeowook. Siwon hanya tersenyum tipis mendengar cerita Ryeowook. Merasa tidak aneh mendengarnya. Karena ia sudah tau pasti bagaimana sifat mahluk bernama Jungsoo itu.

“Itu jugalah yang membuatku akhirnya memilih tinggal disini. Menjauh dari kehidupan Jungsoo. Pemikiranku dengannya tidak pernah sama.” Timpal Siwon. Setelahnya, laki-laki itu beranjak dari duduknya. Makan malamnya terlihat sudah habis tanpa sisa. Membuat bibirnya menjadi berwarna merah pekat.

“Kau mau kemana?” Tanya Ryeowook.

“Aku ingin ke club. Kau mau ikut?” Tawar Siwon. Ryeowook tampak menimbang hingga akhirnya ia ikut beranjak dari duduknya.

“Sepertinya menarik daripada aku berdiam diri di sini.” Kata Ryeowook.

“Tapi ingat! Jangan mencari masalah disana. Kau harus bisa menahan dirimu, karena disana isinya semua manusia. Kau mengerti maksudku? Aku tidak ingin orang-orang menyadari kehidupan kita.” Pesan Siwon. Ryeowook berdecak dan memutar bola matanya.

“Jika kau tidak setuju, lebih baik tidak perlu ikut dan cari kesenanganmu sendiri.” Ujar Siwon.

“Aku mengerti. Aku akan menahan diri.” Ucap Ryeowook enggan. Keduanya segera keluar dari dalam rumah dan menaiki mobil Siwon untuk menuju ke club tempat Siwon menghabiskan malamnya. Walaupun sebenarnya mereka bisa langsung kesana, tetapi setidaknya mereka harus bertindak seperti manusia, kan?

——

Siwon dan Ryeowook memasukki club yang mulai terlihat ramai. Mengingat malam semakin larut, tentu saja pengunjung semakin bertambah, bukan berkurang. Ryeowook terlihat sangat menikmati suasana. Berbeda dengan Siwon yang tampak biasa saja. Keduanya segera mencari tempat duduk dan memesan minuman yang tidak akan pernah membuat mereka mabuk.

“Woah,, aroma manusia benar-benar tercium disini.” Ujar Ryeowook dengan sedikit berteriak.

“Ingat janjimu.” Balas Siwon mengingatkan. Ryeowook hanya mengedikkan bahunya dan tampak mengedarkan pandangannya.

“Setiap hari kau ke tempat ini?” Tanya Ryeowook. Siwon mengangguk kecil.

“Penghuni rumah selalu pergi dan pulang pagi. Sibuk mencari makan dan aku hanya sendiri. Ku rasa menghabiskan waktu disini lebih baik daripada di rumah.” Jawab Siwon. Ryeowook mengangguk mengerti dan kembali menatap sekitar. Namun sesaat kemudian ia kembali menatap Siwon.

“Aku lupa menyampaikan sesuatu padamu, Siwon-ah. Waktu itu aku sempat mendengar pembicaraan Jungsoo dan Jongwoon. Sepertinya Jungsoo ingin bertemu denganmu.” Kata Ryeowook. Siwon menaikkan sebelah alisnya sembari membalas tatapan Ryeowook.

“Ada perlu apa Jungsoo denganku? Kurasa tidak ada urusan apapun antara aku dan dia. Lagipula aku malas berurusan dengannya. Akan berujung pada pertengkaran.” Ujar Siwon.

“Entahlah. Aku juga tidak tau. Tetapi kau bersiap saja jika dia tiba-tiba datang menemuimu.” Sela Ryeowook. Siwon hanya mengangguk menanggapi ucapan Ryeowook.

“Eo? Lihat gadis disebelah sana, Siwon-ah. Sepertinya ia hanya sendiri dan sedang mabuk.” Ucap Ryeowook sembari menunjuk gadis yang duduk tak jauh dari mereka. Siwon mengikuti arah pandang Ryeowook. Ia hanya dapat menatap gadis itu dari samping. Membuatnya tidak terlalu mengetahui wajah sang gadis.

“Aku akan menemaninya.” Ujar Ryeowook dan segera meninggalkan Siwon. Siwon seolah tidak peduli dan terus meneguk minuman yang tersuguh dihadapannya.

Ryeowook mengambil tempat duduk tepat di samping gadis yang tadi ditunjukannya pada Siwon. Gadis yang tak lain adalah Yongri. Yongri seperti tidak menyadari kehadiran Ryeowook karena sudah terlalu mabuk. Aliran darah Yongri yang mengalir dengan lancar, membuat mata Ryeowook perlahan-lahan berubah menjadi warna merah. Ia menggeram dan menatap leher putih Yongri yang sangat menarik perhatiannya.  Didekatinya leher Yongri dengan gigi taringnya yang perlahan mulai muncul.

Kegiatan Ryeowook terusik saat dengan tiba-tiba Siwon sudah berdiri didekatnya, dan menjauhkan wajahnya dari leher Yongri. Ryeowook dengan cepat mengendalikan dirinya hingga matanya kembali berubah menjadi warna hitam. Ia berdehem pelan untuk menghilangkan rasa kering pada tenggorokannya.

“Bukankah ku bilang untuk tidak membuat masalah disini, Ryeowook-ah?” Desis Siwon menahan kesal.

“Aku hanya ingin mencicipi sedikit darahnya. Dan kurasa itu tidak akan menimbulkan masalah.” Ucap Ryeowook membela diri.

“Tidak ditempat seramai ini, Kim Ryeowook!” Teriak Siwon. Yongri yang merasa terganggu dengan teriakan Siwon, segera menoleh dan sedikit terkejut ketika mendapati dua laki-laki didekatnya. Namun setelahnya ia tersenyum saat mengetahui ada sosok Siwon di sana.

“Choi Siwon..” Gumamnya mabuk. Ia menatap Siwon dengan pandangan sayu.

“Kau?!” Siwon terlihat terkejut.

“Choi Siwon..hik..yang tampan..hik.. Choi Siwon..hik..menyebal..hik..kan..” Ucap Yongri terputus-putus. Gadis itu menunjuk-nunjuk Siwon. Ia terus tersenyum seperti orang bodoh. Membuat Ryeowook menatapnya dengan bingung.

“Kau mengenalnya?” Tanya Ryeowook pada Siwon.

“Ayo, kita pulang!” Ajak Siwon tanpa memperdulikan pertanyaan Ryeowook dan keadaan Yongri. Siwon berbalik untuk keluar dari club.

“Ya, Choi Siwon!!” Pekik Yongri. Membuat langkah Siwon terhenti dan kembali berbalik menatapnya. Dengan sempoyongan, Yongri berdiri dari duduknya dan menghampiri Siwon.

“Lagi-lagi kau bersikap menyebalkan. Dasar laki-laki sok tampan. Kenapa kau terus bersikap acuh padaku, huh?! Kau tau? Banyak laki-laki di luar sana yang suka padaku!!” Ujar Yongri kesal. Siwon hanya menatapnya dengan pandangan datar. Tampak sangat tidak tertarik dengan apa yang dikatakan gadis itu.

“Laki-laki brengsek!” Umpat Yongri sembari memukul dada Siwon. Setelahnya tubuh gadis itu lunglai dan ia tidak sadarkan diri. Jatuh tepat ke dalam pelukan Siwon yang sekarang terlihat sangat terkejut.

“Dia pingsan!” Pekik Ryeowook.

“Oh! Benar-benar menyusahkan.” Geram Siwon.

——

Siwon menghempaskan tubuh Yongri di atas tempat tidurnya. Ia menatap Yongri dengan kesal dan geram. Gadis itu selalu merecoki hidupnya. Siwon tidak menapik bahwa Yongri memiliki wajah yang luar biasa cantik. Itu semua sudah disadarinya semenjak ia melihat Yongri di club yang sama beberapa waktu yang lalu. Tetapi mengingat Yongri adalah manusia, membuat Siwon malas untuk berhubungan dengannya. Manusia adalah mahluk lemah yang menyusahkan, menurut Siwon.

Siwon dengan segera menoleh ke belakang saat merasakan seseorang berdiri di belakangnya. Benar saja, Ryeowook terlihat sedang tersenyum sembari menatapnya. Siwon tau pasti apa arti senyum itu.

“Jangan coba-coba menyentuhnya!” Cegah Siwon. Ryeowook menatap Siwon dengan protes.

“Kenapa lagi? Tadi kau tidak mengizinkanku mencicipinya karena berada di tempat ramai. Sekarang tidak ada siapapun di tempat ini. Hanya kau dan aku. Tentu saja tidak akan menimbulkan masalah.” Bantah Ryeowook.

“Jika aku bilang jangan menyentuhnya, maka kau tidak boleh menyentuhnya. Kau mengerti?” Kata Siwon penuh penekanan. Siwon berlalu dari hadapan Ryeowook untuk meninggalkan kamar. Ryeowook seolah acuh dengan ancaman Siwon. Laki-laki itu malah mendekati Yongri dan menyeringai. Gigi taringnya perlahan mulai muncul dan tenggorokannya terasa sangat kering.

Belum sempat gigi taring Ryeowook menyentuh urat nadi di leher Yongri, tubuh Ryeowook langsung terhempas membentur dinding, membuat dinding tersebut retak. Ryeowook meringis walaupun sakit yang dialaminya tidak seberapa.

“Aku bilang untuk tidak menyentuhnya, Kim Ryeowook!!!” Siwon menggeram marah. Bola matanya telah berubah warna. Siwon meletakkan tangannya tepat di depan dada Ryeowook dan menembusnya. Mencengkram jantung Ryeowook yang tidak berdetak. Ryeowook merasakan sakit akibat dari perbuatan Siwon.

“A–apa yang..kau–lakukan?!” Teriak Ryeowook terbata.

“Berjanji untuk tidak menyentuhnya.” Desis Siwon tanpa merasakan kasihan sekali pada Ryeowook.

“Aku tau! Aku tau! Aku tidak..a–akan menyentuhnya!” Janji Ryeowook. Siwon menarik tangannya yang telah berlumuran darah. Bola matanya kembali ke warna semula.

“Aish! Sebenarnya siapa gadis itu? Kau bahkan hampir membunuhku karenanya?” Tanya Ryeowook kesal. Bajunya berlumuran darah dari dadanya yang tadi sempat robek oleh jari-jari Siwon.

“Dia hanya gadis kenalanku. Satu kelas denganku di kampus. Kau puas? Ingat janjimu tadi!” Jawab Siwon sembari benar-benar berlalu dari hadapan Ryeowook. Ryeowook mendengus dan ikut keluar dari kamar di mana Yongri berada. Yongri tampak tidak terganggu sama sekali oleh keributan yang dilakukan oleh Siwon dan Ryeowook. Sepertinya ia benar-benar kehilangan kesadaran akibat mabuk.

——

Yongri mengerang kesal saat merasakan panasnya matahari menerpa wajahnya. Kepalanya berdenyut akibat efek dari mabuk semalam. Yongri mengerang sembari beranjak menjadi duduk. Ia memegangi kepalanya yang terasa sakit. Gadis itu mendongak dan membuka matanya. Ia hampir terlonjak saat melihat sosok Siwon berdiri di depan tempat tidur.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yongri. Siwon menaikkan sebelah alisnya.

“Apa salah jika aku berada di rumahku sendiri? Ah, tepatnya di kamarku sendiri.” Jawab Siwon membuat Yongri bingung. Gadis itu segera mengedarkan pandangannya. Dan ia kembali terkejut saat tau bahwa itu bukan kamarnya.

“Ba–bagaimana bisa–”

“Aku rasa tidak alasan untuk kau berlama-lama disini. Sebaiknya kau segera pergi.” Usir Siwon.

“Ya! Kau pikir aku mau berlama-lama disini, huh? Jangan terlalu percaya diri! Tapi aku ingin tau penyebab aku bisa sampai tidur di rumahmu.”

“Kau tidak ingat apa yang terjadi semalam?” Tanya Siwon.

“Semalam?!” Yongri mencoba memikirkan apa yang terjadi padanya semalam. Namun tiba-tiba ia langsung menyilangkan tangannya di depan dada. Gadis itu menatap Siwon dengan matanya yang membulat.

“Apa yang sudah kau lakukan padaku? Kau pasti berbuat yang macam-macam padaku, kan?!” Pekik Yongri histeris. Siwon berdecak dan menatap Yongri dengan datar.

“Sedikitpun aku bahkan tidak bernafsu padamu. Lebih baik kau segera pergi dari sini! Sebelum aku menendangmu keluar.” Ancam Siwon. Laki-laki itu segera berbalik dan keluar dari kamarnya sendiri. Meninggalkan Yongri yang menatapnya dengan perasaan kesal.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa aku berada disini? Aku bahkan tidak tau dimana laki-laki itu tinggal. Tidak mungkin, kan, aku berjalan sendiri ke tempat ini?!” Tanya Yongri pada dirinya sendiri.

Yongri segera turun dari atas ranjang dan merapikan penampilannya. Ia meraih tas yang dibawanya semalam, yang berada di meja nakas di samping tempat tidur. Ia segera keluar dari dalam kamar dan menuruni tangga. Langkahnya sedikit melambat saat melihat kumpulan laki-laki yang tengah mengelilingi meja makan sembari menikmati sarapan mereka. Yongri mendengus saat melihat Siwon yang makan dengan tenang.

‘Apa tidak bisa menawariku sarapan terlebih dahulu sebelum mengusirku pulang?‘ Batin Yongri kesal. Siwon yang mendengar isi hati Yongri tanpa sadar menarik sudut bibirnya. Namun ia mencoba untuk tidak memperlihatkannya.

“Eo?! Kau bukankah gadis yang kemarin di kantin?” Tanya Donghae terlihat terkejut saat melihat sosok Yongri. Yongri tersenyum canggung saat telah berada di lantai bawah.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Hyukjae kemudian.

“Ah, itu–”

“Pintu keluar ada disebelah sana, Choi Yongri-ssi.” Kata Siwon sembari menunjuk pintu di sebelah kirinya. Yongri mendelik tajam pada Siwon. Laki-laki itu tidak memiliki perasaan, pikir Yongri.

“Permisi.” Pamit Yongri langsung dan segera keluar dari rumah Siwon.

Siwon langsung menahan bahu laki-laki yang duduk disampingnya. Ia tau apa yang terjadi pada laki-laki yang duduk disampingnya saat ini. Bola mata laki-laki itu menjadi warna merah dan Siwon dapat mendengar geramannya.

“Manusia..” Desis laki-laki itu.

“Tahan dirimu, Cho Kyuhyun.” Ujar Siwon sembari terus menahan Kyuhyun agar laki-laki itu tidak berlari mengejar Yongri.

“Jadi inikah alasan kenapa kau meminta kami berpura-pura menikmati sarapan dipagi hari yang cerah ini, Siwon-ah?” Tanya Hyukjae dengan tersenyum tipis.

“Aku hanya tidak ingin gadis itu mengetahui tentang kita.” Jawab Siwon dan melepaskan tangannya dari bahu Kyuhyun, saat merasa Kyuhyun telah mampu menahan diri.

“Tetapi, apa yang dilakukan gadis itu disini? Apa karena sangat tertarik padamu hingga ia nekat kemari?” Tebak Hyukjae.

“Kami bertemu dengannya di club semalam. Ia tidak sadarkan diri karena mabuk.” Kata Ryeowook.

“Kau mengetahuinya, Ryeowook-ah?”

“Tentu saja. Bahkan Siwon hampir membunuhku karena gadis itu.” Dengus Ryeowook mengingat kejadian semalam.

“Wow! Sepertinya ada yang kita lewatkan disini, Hyukjae-ya, Kyuhyun-ah.” Ujar Donghae bersemangat. Siwon berdecak kesal dan berdiri dari duduknya.

“Berhenti membahasnya! Kalian mau pergi ke kampus atau tidak?”

——

Yongri berjalan di sepanjang koridor kampus sembari terus memikirkan penyebab ia bisa berada di rumah Siwon. Namun sayangnya, otaknya terasa kosong dan ia tidak dapat mengingat apapun. Ia hanya ingat bahwa dirinya menghabiskan waktu di club dan kemudian tidak sadarkan diri. Ia bahkan merasa bahwa dirinya tidak bertemu dengan Siwon semalam.

“Akhh!! Sebenarnya apa yang terjadi?!” Ucap Yongri frustasi. Gadis itu mengacak-acak rambutnya dengan kesal. Membuatnya terlihat seperti orang gila. Namun setelahnya ia segera merapikan rambutnya kembali dan melanjutkan langkahnya.

“Aashh!!” Yongri meringis saat merasakan seseorang menabraknya. Gadis itu mengusap bahunya yang terasa sakit dan hendak kembali melanjutkan langkahnya.

“Choi Yongri-ssi..” Panggil seseorang yang membuat langkah Yongri terhenti. Yongri berbalik dan melihat seorang laki-laki yang memanggilnya. Sepertinya laki-laki itu yang tadi menabraknya.

“Ya? Ada apa?” Tanya Yongri. Laki-laki itu tampak memandangai Yongri dari atas hingga bawah. Begitu seterusnya hingga beberapa saat. Ia menyeringai saat melihat bentuk tubuh Yongri yang menganggumkan. Yongri yang melihat itu tentu saja merasa kesal dan risih.

“Maaf, ada perlu apa kau denganku? Apa aku mengenalmu?” Tanya Yongri.

“Malam ini, apa kau punya acara?” Laki-laki itu berjalan perlahan menghampiri Yongri. Yongri mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan laki-laki itu. Laki-laki itu mengusap pipi Yongri dengan sebelah tangannya. Membuat Yongri dengan langsung menepis tangan itu.

“Mau berkencan denganku? Kita bisa menghabiskan malam yang panjang.” Kata laki-laki itu dengan sedikit berdesah. Yongri menatapnya dengan tajam. Ia merasa laki-laki ini gila.

“Kau salah jika berpikir aku mau menerima ajakanmu!” Ucap Yongri dan segera berbalik untuk meninggalkan laki-laki itu. Namun langkahnya tertahan saat laki-laki itu mencengkram tangannya.

“Kau jangan munafik, Yongri-ssi. Aku yakin kau sering menghabiskan malam bersama banyak laki-laki.”

“Ya!!” Jerit Yongri tidak terima dengan ucapan laki-laki itu.

“Baiklah! Jika kau memang tidak memiliki waktu nanti malam, bagaimana jika memberikanku sebuah ciuman?” Tanya laki-laki itu dengan tersenyum mesum. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Yongri dan mencoba menggapai bibir mungil gadis itu. Yongri mencoba memberontak dan menjauhkan wajahnya dari laki-laki tersebut.

“Apa yang kalian lakukan?!” Sebuah suara membuat Yongri dan laki-laki itu segera menoleh. Yongri bernafas lega saat melihat Siwon berdiri beberapa langkah dihadapannya.

“Siwon-ssi, tolong aku! Laki-laki ini mencoba melecehkanku!!” Jerit Yongri.

“Jika kau ingin lewat silahkan lewat. Jangan mengganggu kami.” Kata laki-laki itu tidak suka karena Siwon mengganggunya.

“Aku rasa kampus bukan tempat yang cocok untuk bercumbu, Tuan. Bisa kau melakukannya di tempat lain?” Laki-laki itu menatap Siwon tajam, saat mendengar Siwon menyindirnya. Ia menarik tangan Yongri untuk membawanya pergi dari sana.

“Hoi!!” Pekik Siwon membuat langkahnya terhenti.

“Apa lagi?!” Tanya laki-laki itu kesal.

“Tidak dengan membawanya. Apa kau tidak tau bahwa gadis itu sudah ada yang punya?”

“Siapa? Kau?”

“Tidak penting siapa yang punya. Lebih baik kau tinggalkan dia sebelum yang punya marah.” Saran Siwon dengan santai. Laki-laki itu berdecak dan melepaskan cengkramannya pada Yongri. Ia menatap Yongri dan Siwon tajam sebelum akhirnya pergi dari hadapan keduanya.

“Terima kasih.” Kata Yongri. Siwon seolah tidak peduli dan hendak melanjutkan langkahnya.

“Siwon-ssi!” Panggil Yongri.

“Oh!! Suaramu benar-benar membuatku pusing. Apa kau tau itu?” Ucap Siwon kesal.

“Aku ingin mengetahui kejadian semalam.” Kata Yongri seolah tidak peduli dengan ejekan Siwon.

“Siwon-ah!!” Siwon segera berbalik saat mendengar namanya di panggil. Hyukjae terlihat berlari kecil sembari menghampirinya. Wajah laki-laki itu terlihat pucat dan keringat dingin memenuhi wajahnya.

“Ada apa?” Tanya Siwon bingung.

“Dong–Donghae..” Kata Hyukjae terbata. Hyukjae menatap mata Siwon seolah menyiratkan bahwa terjadi sesuatu yang tidak beres. Siwon seolah menyadari itu dan mengangguk kecil.

“Kalian mau kemana? Aku ikut! Donghae temanmu, kan? Apa yang terjadi padanya?” Tanya Yongri. Siwon menatap Hyukjae seolah meminta pendapat apakah Yongri boleh ikut atau tidak. Tetapi Hyukjae menggeleng pelan dan Siwon semakin mengerti dengan situasi ini.

“Kau ingin tau kejadian semalam, kan?” Tanya Siwon dan disambut anggukan antusias oleh Yongri.

“Tunggu aku di cafe di depan kampus. Aku akan segera ke sana.” Pesan Siwon.

“Tapi–”

“Kalau kau membantah aku tidak akan memberitahumu.” Ancam Siwon. Yongri memberengut sembari menatap Siwon.

“Baiklah, aku mengerti.” Ujarnya dan segera pergi dari hadapan Siwon.

“Di mana?” Tanya Siwon pada Hyukjae.

“Taman belakang kampus.” Jawab Hyukjae. Keduanya segera melesat untuk menuju ke taman belakang kampus.

——

–To Be Continued–

Advertisements

40 thoughts on “He is Vampire – Part 1

  1. Waaahhh…. cpt bgt dpt ff baru, pdhal bru minta tdi.. hehehe
    Hmm…. bkn hnya Yongri yg penasaran tpi driku jga… Wonppa, kau pasti vampir baik hatikan, tpi sedikit nyebelin >_<
    Capcus dh part 2… Gomawo ^^

  2. Sbenarx sih aku nggak trlalu suka cerita vampire, tpi klo main cast utamax siwon.. Aku pasti suka lah 😀
    Disini aku jga pnasaran apa yg trjadi dgn donghae… Part 2x dtunggu 🙂

  3. Aigoo donghae oppa knp, jd ingat twilight apalagi saat Kyu oppa tiba2 berdiri dari tempat duduknya krn mengetahui ada manusia di dekat mereka dan ia msh blm bs menahan diri jika ada bau darah manusia, seperti nya Yongri menyukai Siwon oppa tp ia tak ingin Yongri ataupun perempuan2 lainnya th mrk Siwon Donghae Hyukjae Ryeowook Kyuhyun adl vampire, sepertinya Jung Soo oppa itu pemimpin klan vampire mereka ya, ditunggu kisah selanjutnya chingu

  4. Ff baru yah ? Ahh seru banget genre nya bda dri ff mu yg lain chingu
    itu apa yg terjadi pada donghe ? Ahh kajja kajja di lanjut 😀
    4jempol deh buat ff ini eh bukan 4 jempol tpi bberapa jempol 😀

  5. Yohooooo cerita baruuu
    haha yongri yongri masa g tau sekelas sm cogan ky wonnie ya ampuuun.
    Suka bgt siwon kl jutek gini wkwk

  6. Wow ada ff baru… *stlh baca* Yahhh daebak thor!! Bisa aja ini author end part 1 nya.. Penasarannn!! Okee next part 2 nya👍👍

  7. ff dengan tema vampir mang banyak, tergantung jalan cerita’a dan penulisan’a apakah ntu ff bagus apa gak.
    saya suka ma nih ff biasa’a cast utama’a kyuhyun tpi nih siwon dah gitu jutek pula.
    chingu, cepet diselesain ya ff’a!,
    biar gak lupa trus feel’a dapat pas baca ff’a.

  8. Ceritanya udh kren,bgus dan mnarik bgtz buat dbca, hanya saja tanda titik nya jgn trllu bnyak, krg enak dlhatnya dan bukankah tnda titik tu dbri pda akhir klmat bka kata. Tu ja mianhe klo sy comment trllu pnjang, dan slam knal dri ku 🙂

  9. Ah lumayan nih nemu fanfic genre fantasy, apalagi vampire, udah favorit banget..
    Keren, sama penasarannya kayak yongri, kira2 ada apa sama donghae.. Haha

  10. Ampun 😮 siwon bener-bener dingin di fanfic ini 😮 karakter vampir yg nggak mau berurusan sama manusia bener-bener melekat dan menjadi karakternya 😮 kalo kayak gini, apa yongri bisa bikin siwon jatuh cinta sama dia?? 😮 waduhh, ada apa dengan donghae oppa 😮 pasti masalah sesama vampir deh sampe’ yongri nggak boleh tau

  11. Huaa kerenn.. Banyak member sj yg jadi vampire.m. Vampire tampan.. Hhhahaha

    Serem juga ngebayangin siwon mencengkran jantung ryeowook… Huaaa..

    Oh ada apa dengan donghae? Semoga gpp…

  12. Sepertinya ryeowook belum terbiasa dekat2 dengan manusia kkk~
    sepertinya siwon itu sedikit memkliki perasaan ke yongri(?) Mungkin semacam kasian(?) Atau cinta(?) Karna dia belain yongri, apalagi sampe ampir bunuh wookie..

    Good job thor^^

  13. Vampire tampan? 너무 주하아아 ㅋㅋㅋ
    Kalo udah bersikukuh Yongri sampe penasaran tingkat akut sm Siwon, berarti itu tandanya beneran suka /eh
    Liat chapter duanya deh wkwkkw

  14. Assaaa kumpulan vampire ganteng 🙂 🙂 Yongri sepertinya bener-bener tertarik sama siwon 😀 Tapi bagian terakhir itu donghaeku kenapa? Huhuhuuuu perasaan dimana-mana donghaeku dapet bagian ‘memprihatinkan’ terus T.T

  15. Siwon yg cool banget kayak es bikin Yongri penasaran…Wah, Siwon udah agak peduli nih sama Yongri..
    Kyuhyun sama Ryeowook gak bisa nahan diri klo udah ketemu manusia, bisa gawat, nanti ketahuan klo mereka vampir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s