You and Him – Part 7 END

Author : Choineke

Title : You and Him

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC), Lee Hyukjae

Sub cast : find them by yourself

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Han ahjumma memutar kunci yang tergantung di pintu kamar, dimana Yongri berada. Setelahnya, ia memutar kenop pintu dan membukanya perlahan. Posisi Yongri masih sama persis seperti saat Hyukjae meninggalkan kamar. Dan makanan yang dibawakan oleh Hyukjae pun tampak tak disentuh sama sekali oleh Yongri. Han ahjumma mendekati tempat tidur untuk menghampiri Yongri.

“Agasshi..” Panggil Han ahjumma. Yongri mendongak dan menatap Han ahjumma dengan sendu.

“Aku mau pulang.” Gumam Yongri. Wajah gadis itu benar-benar terlihat lusuh.

“Kau harus makan, agasshi. Kalau tidak kau bisa sakit.” Kata Han ahjumma sembari mendekatkan nampan berisi makanan ke hadapan Yongri. Dengan kekuatan yang ada, Yongri menepis nampan tersebut, hingga jatuh berantakan. Piring dan mangkuk terpecah belah, serta isinya berceceran di lantai.

“Aku tidak mau makan, ahjumma. Bisakah kau membantuku keluar dari kamar ini?” Pinta Yongri dengan memelas.

“Maaf, agasshi. Aku tidak bisa membantumu. Tuan muda Hyukjae akan marah jika aku melakukannya.” Tolak Han ahjumma. Yongri semakin menangis mendengar penolakan dari Han Ahjumma. Gadis itu membenamkan wajahnya di lutut dan terus terisak.

“Kenapa kau melakukan ini padaku, oppa?” Isaknya terdengar memilukan. Han ahjumma menduduki tempat tidur sehingga duduk berhadapan dengan Yongri. Wanita paruh baya itu benar-benar terlihat tidak tega dengan keadaan Yongri sekarang.

“Maafkan apa yang dilakukan Tuan muda padamu, agasshi.” Kata Han ahjumma. Yongri mendongak dan menatap tidak suka pada Han ahjumma.

“Maafkan? Dia mengurungku disini, apa menurutmu itu bisa dimaafkan? Orangtuaku pasti mencemaskanku. Mereka sudah tidak muda lagi, bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka, karena mereka mengkhawatirkanku? Apa itu bisa dimaafkan?!” Pekik Yongri mengeluarkan emosinya. Han ahjumma terlihat menghela nafas panjang.

“Apa yang dilakukan Tuan muda memang salah. Mungkin saja, ini semua karena ia terlalu mencintaimu, agasshi. Aku sudah mengenalnya semenjak ia masih berada di dalam kandungan Nyonya Lee. Aku sangat mengetahui bagaimana kehidupan Tuan muda. Ia pernah kehilangan seorang gadis yang sangat dicintainya. Dan menurutku, ia tidak mau kehilangan lagi. Mohon mengertilah, agasshi.”

“Lalu menurutmu aku hanya harus memikirkan perasaannya saja? Begitu? Aku juga memiliki kehidupan, ahjumma. Aku memiliki seorang kekasih yang sedang menungguku. Kau pikir bagaimana perasaan kekasihku sekarang?” Ucap Yongri dengan airmata yang masih terus mengalir. Mata gadis itu benar-benar terlihat membengkak dengan hidung memerah.

Han ahjumma terlihat terkejut saat Yongri mengatakan dirinya memiliki kekasih. Ia tidak menyangka jika Hyukjae memiliki perasaan kepada seorang gadis yang sudah memiliki kekasih. Pantas saja Hyukjae sampai mengurungnya seperti ini. Pastilah gadis ini menolak Hyukjae dan lebih memilih bersama kekasihnya.

“Kau memiliki kekasih?” Gumam Han ahjumma.

“Aku bahkan sudah menelantarkan kekasihku karena Lee Hyukjae. Aku tidak mau membuatnya kecewa lagi. Tetapi karena Hyukjae mengurungku disini, kekasihku pasti sangat kecewa.” Kata Yongri sedih. Kembali, Han ahjumma menghela nafas panjang. Tidak tau apa yang harus dilakukannya. Di satu sisi, ia sangat ingin membantu Yongri keluar dari rumah itu. Tetapi di sisi lain, ia tidak mau membuat Hyukjae sedih dengan kehilangan gadis ini. Han ahjumma benar-benar terlihat bingung.

“Aku hanya bisa berharap yang terbaik untukmu, agasshi. Aku akan kembali dengan membawa makanan untukmu.” Han ahjumma berdiri dari duduknya dan keluar dari kamar. Tidak lupa dengan menguncinya.

 

~~~

 

Siwon mendatangi fakultas musik dengan langkah tergesa. Laki-laki itu menengok ke kanan dan ke kiri, seperti sedang mencari sesuatu atau seseorang. Beberapa kali ia memasuki kelas yang berisi beberapa mahasiswa dan mahasiswi, namun setelahnya ia keluar dengan wajah kecewa. Langkahnya terhenti, saat ia melihat seorang laki-laki berkulit putih susu, yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.

Lee Hyukjae tidak sadar dengan kehadiran Siwon, karena ia sibuk memainkan ponselnya. Ia segera mengalihkan pandangannya dari ponsel saat merasakan lengannya ditarik oleh seseorang. Sedikit mendongak, Hyukjae menemukan Siwon yang sedang menatapnya tajam.

“Apa yang kau lakukan?!” Tanya Hyukjae sembari menghentakkan tangan Siwon dengan kasar.

“Dimana Yongri?” Tanya Siwon balik. Masih mempertahankan tatapan tajamnya. Hyukjae menyeringai dan melipat tangannya di depan dada.

“Bukankah kau yang seharusnya lebih tau dimana Yongri berada? Yongri kekasihmu, kan?” Sindir Hyukjae dengan senyum sinis. Suatu pemikiran terlintas di pikiran Siwon. Hyukjae sudah mengetahui statusnya dengan Yongri. Berarti gadis itu sudah memberitahukan semuanya pada Hyukjae. Tetapi, kenapa ia tidak menemui Siwon? Dan bahkan keberadaannya tidak diketahui.

“Aku memang kekasih Yongri. Dan aku juga seharusnya mengetahui dimana dia berada. Tetapi sayangnya, sehabis menemuimu, gadisku menghilang. Bukankah menurutmu itu aneh?” Siwon menanggapi sindiran Hyukjae setelah cukup lama bermain dengan pikirannya. Hyukjae mengepalkan tangannya saat mendengar Siwon menyebut Yongri sebagai ‘gadisku’. Namun laki-laki itu mencoba menahan amarahnya karena takut Siwon akan semakin mencurigai dirinya.

“Itu artinya kau tidak becus menjaga kekasihmu sendiri.” Ejek Hyukjae. Hyukjae hendak berlalu dari hadapan Siwon, namun Siwon dengan cepat menahannya.

“Aku akan menemukan Yongri, dimanapun gadis itu berada. Jika sampai kau terlibat dengan hilangnya Yongri, aku akan benar-benar menghabisimu, Hyukjae-ssi. Terlebih jika terjadi apa-apa padanya.” Ancam Siwon. Hyukjae hanya menunjukkan senyum sinisnya dan kembali menghentakkan tangan Siwon yang menahannya. Kemudian ia benar-benar berlalu dari hadapan Siwon, lengkap dengan kemarahan yang tidak bisa dilampiaskannya.

Sepeninggalan Hyukjae, Siwon dengan segera berlalu dari fakultas musik untuk menuju ke ruang administrasi. Ia tidak tau apakah cara ini akan berhasil. Tetapi Siwon benar-benar sudah kehabisan cara. Dan ini adalah cara terakhir.

“Selamat siang, Park Seosaengnim.” Ucap Siwon sopan.

“Eo? Siwon-ssi? Ada apa kau kemari?” Tanya Park seongsaem.

“Saya..saya mau minta tolong pada Anda, saem.” Kata Siwon ragu sekaligus takut.

“Ada apa?”

“Bisakah saya meminta alamat Lee Hyukjae mahasiswa fakultas bisnis?” Pinta Siwon mengutarakan maksud kedatangannya. Park seongsaem mengerutkan keningnya.

“Maksudmu, Lee Hyukjae pemilik kampus ini?” Park seongsaem memastikan.

“Benar, saem.”

“Tetapi, untuk apa?” Tanya Park seongsaem.

“Ada sedikit keperluan yang mendesak, saem.” Jawab Siwon.

“Aku minta maaf, Siwon-ssi. Tetapi kau tau sendiri bahwa aku tidak bisa memberikan informasi seorang mahasiswa kepada mahasiswa lain. Itu bersifat rahasia.” Siwon terlihat lesu dengan ucapan Park seongsaem.

“Terlebih mahasiswa ini adalah pemilik kampus. Aku benar-benar tidak mau mengambil resiko.” Lanjut Park seongsaem.

“Saya tau itu tentang itu, saem. Tetapi saya baner-benar minta tolong. Saya sangat membutuhkan alamat Lee Hyukjae.” Pinta Siwon memelas.

“Kenapa kau tidak langsung tanyakan saja padanya?” Park seongsaem mencoba memberikan saran. Siwon menghela nafas dan menggeleng kecil.

“Tidak bisa, saem. Saya mohon, saem. Untuk kali ini saja. Saya berjanji tidak akan memberitahukannya pada siapa-siapa. Dan saya akan bertanggung jawab atas resiko yang terjadi nanti.” Suara Siwon terdengar putus asa. Park seongsaem terlihat mengalihkan pandangannya dari Siwon dan berpikir. Ia dapat melihat Siwon yang benar-benar membutuhkan alamat Hyukjae. Tetapi apa yang diminta Siwon ini tidak bisa begitu saja dilakukannya. Karena itu sudah termasuk melanggar hak mahasiswa.

“Wajah memelasmu benar-benar membebaniku, Siwon.” Kata Park seongsaem kesal.

“Hanya kali ini saja, saem.” Bujuk Siwon untuk kesekian kalinya.

“Baiklah. Untuk kali ini saja, dan aku tidak akan pernah mengabulkan permintaanmu yang seperti ini lagi. Kau benar-benar harus bertanggung jawab jika kita sampai ketahuan.” Pesan Park seongsaem. Siwon tidak dapat menyembunyikan senyumnya setelah Park seongsaem mengabulkan permintaannya. Ternyata Tuhan masih memberikannya jalan untuk menemukan Yongri.

“Ini. Ingat, jangan sampai ketahuan jika aku yang memberitahukannya padamu.” Park seongsaem menatap Siwon sedikit tajam.

“Anda tenang saja, saem. Saya berjanji tidak akan ada yang tau. Terima kasih, saem. Terima kasih banyak.” Siwon membungkukkan badannya beberapa kali.

“Cukup, cukup. Sekarang pergilah.” Ujar Park seongsaem dengan tersenyum. Siwon membalas senyumnya dan segera keluar dari ruang administrasi.

 

~

 

Siwon turun dari atas motor dan melepaskan helm dari kepalanya saat sudah sampai di depan rumah Hyukjae. Laki-laki itu menatap alamat yang tertulis di kertas yang sedang dipegangnya, guna memastikan kebenarannya. Dan ternyata memang benar, rumah mewah yang ada dihadapannya saat ini adalah rumah Hyukjae. Siwon tidak dapat membayangkan seberapa kayanya Lee Hyukjae. Merupakan anak pemilik Inha University dan memiliki rumah semewah ini.

Siwon menggelengkan kepalanya guna menghilangkan pikiran-pikiran anehnya. Tujuannya ke tempat ini adalah untuk menemui Yongri. Bukan untuk memikirkan betapa kayanya Lee Hyukjae. Siwon segera mendekati pintu mewah yang tertutup dengan rapat. Pintu bercat warna putih yang terlihat sangat gagah. Setelah menekan bel, laki-laki itu menunggu sebentar. Pintu rumah itu terbuka dan menampilkan seorang wanita paruh baya. Dilihat dari penampilannya, Siwon menebak bahwa wanita ini adalah seorang pembantu rumah tangga.

“Selamat siang.” Sapa Siwon sopan.

“Selamat siang. Anda mencari siapa?” Tanya Han ahjumma.

“Benar ini rumah Lee Hyukjae?”

“Ya, benar. Tetapi Tuan muda sedang tidak ada di rumah.”

“Ah, begitu rupanya.” Gumam Siwon. Siwon menatap wanita paruh baya itu dan terlihat sedikit ragu. Ia ingin menanyakan keadaan Yongri. Kalau-kalau saja pembantu rumah tangga ini mengetahuinya.

“Maaf, apa ada seorang gadis di rumah ini?” Tanya Siwon ragu. Mata Han ahjumma sedikit melebar mendengar pertanyaan Siwon.

“Ga–gadis?”

“Iya, seorang gadis. Berambut hitam panjang. Matanya bulat dan tubuhnya mungil.” Ucap Siwon dengan mendeskripsikan fisik Yongri. Han ahjumma merasakan jantungnya berdetak dengan kencang. Deskripsi yang disebutkan Siwon mengarahkannya pada sosok gadis yang dikurung oleh Hyukjae. Han ahjumma sedikit menelisik, apa mungkin laki-laki ini kekasihnya Yongri?

“Atas dasar apa Anda menanyakan itu?” Tanya Han ahjumma. Siwon sedikit tidak enak saat mendengar pertanyaan Han ahjumma. Wanita paruh baya itu terlihat sedikit tersinggung.

“Maafkan saya jika membuat Anda tersinggung, ahjumma. Lupakan pertanyaan saya tadi. Jika Hyukjae tidak ada di rumah, saya permisi.” Kata Siwon sopan. Laki-laki itu kembali membungkukkan badannya dan berbalik untuk menuju motornya.

“Sebentar.” Suara Han ahjumma menghentikan langkah Siwon. Dengan cepat Siwon berbalik dan menatap Han ahjumma.

“Gadis yang kau maksud, sepertinya memang ada disini.” Kata Han ahjumma membuat mata Siwon seperti akan keluar. Ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Han ahjumma.

“Ma–maksudmu?” Siwon mendengar suaranya seperti tercekat.

“Ada seorang gadis yang sedang dikurung oleh Tuan muda. Sejujurnya, saya kasihan melihatnya. Ia terlihat sangat sedih.” Jelas Han ahjumma.

“Benarkah?” Tanya Siwon memastikan.

“Saya tidak tau itu benar gadis yang kau maksud atau bukan. Silahkan naik ke lantai dua dan temukan kamar dengan pintu berwarna coklat. Jika benar itu gadis yang kau maksud, segera bawa dia pergi dari sini. Sebelum Tuan muda pulang.” Ujar Han ahjumma dengan membuka pintu lebih lebar. Bermaksud untuk menyuruh Siwon masuk ke dalam rumah.

“Baiklah, terima kasih, ahjumma.” Kata Siwon. Laki-laki itu dengan segera menuju tangga dan naik ke lantai dua. Ia mencari kamar yang dijelaskan oleh Han ahjumma tadi. Setelah menemukannya, Siwon segera berdiri didepannya. Terlihat kunci yang tergantung di depan, menandakan bahwa kamar itu dikunci dari luar. Dengan tangan gemetar, Siwon memutar kunci itu dan membuka pintu kamar dengan pelan. Setelah pintu terbuka lebar, Siwon menemukan seorang gadis yang sedang duduk sembari memeluk lututnya. Siwon tidak dapat melihat wajahnya, karena gadis itu menunduk.

Jantung Siwon berdetak sangat cepat saat melihat gadis itu yang sangat mirip dengan Yongri. Dengan tangan yang terkepal kuat, Siwon berjalan perlahan untuk mendekati gadis itu. Keringat dingin mengalir di sekitar pelipis Siwon. Tidak sekalipun Siwon mengalihkan pandangannya dari gadis itu, hingga akhirnya ia sudah berdiri di samping tempat tidur.

“Choi Yongri..” Panggil Siwon pelan. Tidak ada respon dari gadis itu.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon sekali lagi. Dengan perlahan, gadis itu mengangkat kepalanya hingga akhirnya mendongak. Siwon benar-benar terkejut sekaligus senang saat tau gadis itu benar-benar Yongri. Kekasihnya yang menghilang beberapa hari.

Sama halnya seperti Siwon, Yongri pun tidak dapat menutupi keterkejutannya melihat kehadiran Siwon. Tetapi di samping itu, Yongri terlihat sangat senang dan lega karena Siwon dapat menemukannya. Sangat senang hingga ia tidak dapat menahan laju airmata yang mengalir dipipinya.

“O–oppa..” Gumamnya dengan suara yang sangat lemah. Selain karena terlalu sering menangis, Yongri juga tidak menyentuh makanan sama sekali. Gadis itu hanya meminum air putih saja.

“Yongri-ya..” Siwon duduk di hadapan Yongri dan memeluk gadis itu dengan erat. Yongri membalas pelukan Siwon sama eratnya. Melampiaskan rasa rindu dan juga lega.

“Aku senang kau datang, oppa.” Kata Yongri.

“Aku ingin pulang. Aku tidak suka disini.” Pinta Yongri. Siwon melepaskan pelukannya dan menyeka airmata Siwon.

“Kita akan pulang. Maaf aku baru bisa datang sekarang.” Sesal Siwon. Wajah laki-laki itu terlihat sangat sedih.

“Yang penting kau datang.” Ujar Yongri menenangkan.

“Apa Hyukjae menyakitimu?” Tanya Siwon sembari memeriksa kondisi Yongri. Sedikit bernafas lega karena tidak menemukan luka di tubuh kekasihnya itu. Hanya wajah Yongri saja yang terlihat sangat berantakkan.

“Dia tidak menyakitiku, oppa. Dia hanya tidak membiarkanku keluar dari sini.” Jawab Yongri.

“Laki-laki itu, aku benar-benar ingin menghabisinya!” Geram Siwon.

“Ayo, kita keluar dari sini, oppa. Aku takut Hyukjae datang.” Kata Yongri. Siwon mengangguk dan membantu Yongri turun dari tempat tidur. Ia merangkul Yongri dengan erat, takut gadis itu jatuh. Tubuh Yongri terlihat sangat lemah. Siwon benar-benar takut gadisnya jatuh sakit.

Keduanya berjalan untuk keluar kamar, namun langkah mereka terhenti saat melihat Hyukjae yang berdiri di dekat pintu kamar. Laki-laki itu bersedekap dan menatap Siwon dengan tajam. Siwon membalas tatapan itu dengan tak kalah tajam. Jika tidak mengingat Yongri yang bisa saja jatuh jika ia melepas rangkulannya, Siwon pasti sudah berlari untuk menghajar Hyukjae habis-habisan.

“Kau pikir bisa keluar dari kamar ini begitu saja, Choi Yongri?” Tanya Hyukjae pada Yongri. Namun mata laki-laki itu terus menatap Siwon.

“Tentu. Aku yang akan membawanya keluar dari sini.” Jawab Siwon yakin. Hyukjae tersenyum sinis.

“Selain miskin, kau ternyata tidak memiliki sopan santun. Apa ibumu tidak pernah mengajarimu sopan santun? Masuk ke rumah orang dengan seenaknya. Aku bisa saja menghubungi polisi, dengan mengatakan ada seorang pencuri. Karena nyatanya kau memang seperti seorang pencuri, Choi Siwon-ssi.” Hina Hyukjae membuat emosi Siwon semakin tinggi. Wajah Siwon mengeras dan terlihat memerah. Mati-matian ia menahan amarahnya.

“Jangan pernah menyebut ibuku dari mulutmu itu, brengsek!” Maki Siwon.

“Jika kau tidak ingin mendengar kata-kata yang lebih kasar dari mulutku, sebaiknya kau segera tinggalkan Yongri disini dan keluar dari rumahku.”

“Cih! Apa kau pikir aku akan menuruti keinginanmu itu? Apa kau tidak sadar jika sudah mengurung kekasihku disini? Tindakanmu itu kriminal, Lee Hyukjae!!”

“Lalu kau akan melaporkanku pada polisi? Silahkan saja. Uangku bisa melakukan segalanya.” Hyukjae terlihat tidak takut sama sekali.

“Aku mohon hentikan, oppa. Aku benar-benar tidak bisa bersamamu. Aku mencintai Siwon oppa. Lepaskan aku.” Pinta Yongri dengan memelas. Ia terlalu lelah untuk menangis. Atau mungkin airmatanya telah habis.

“Jangan memaksaku untuk menyakitimu, Yongri-ya. Berhenti berkata jika kau mencintainya. Kau harus terus berada disisiku!” Ujar Hyukjae dengan menatap Yongri. Sejujurnya Hyukjae tidak tega melihat wajah Yongri yang terlihat lusuh. Tetapi hanya ini yang dapat dilakukannya untuk mempertahankan Yongri.

“Brengsek!!” Siwon benar-benar tidak dapat menahan emosinya lagi. Tanpa sadar ia melepaskan dirinya dari Yongri dan berjalan menghampiri Hyukjae. Sebelah tangannya sudah mencengkram kaos Hyukjae. Sedangkan sebelah tangannya lagi terkepal dan terangkat untuk memukul Hyukjae. Yongri yang melihat itu, mengumpulkan seluruh tenaganya untuk berlari menghampiri Siwon. Gadis itu memeluk Siwon untuk menghentikan apa yang akan Siwon lakukan.

“Jangan, oppa. Jangan lakukan itu.” Pinta Yongri di dalam pelukan Siwon. Siwon dan Hyukjae sama-sama terkejut dengan apa yang Yongri katakan. Terlebih Hyukjae, ia tidak menyangka jika Yongri masih akan melindunginya. Mengingat apa yang sudah laki-laki itu lakukan padanya.

Siwon melepaskan tangannya yang mencengkram kaos Hyukjae dan melingkarkan tangannya pada bahu kecil Yongri. Siwon menghela nafas panjang untuk meredam emosinya.

“Jika kau berani mendekati Yongri lagi, aku benar-benar akan membunuhmu.” Ancam Siwon. Siwon mendorong tubuh Hyukjae dan segera membawa Yongri untuk keluar dari kamar itu. Meninggalkan Hyukjae dengan pikiran yang berkecamuk.

 

~

 

“Yongri-ya!!” Ibu Yongri terlihat sangat lega ketika melihat anak bungsunya berada di hadapannya sekarang. Ia segera menghampiri Yongri dan memeluknya erat.

“Aigoo, anakku. Ibu sangat mengkhawatirkanmu. Kau kemana saja?” Tanya ibu Yongri sembari melepaskan pelukannya. Wanita paruh baya itu mengusap pipi Yongri yang terasa mengering.

“Wajahmu juga terlihat sangat kusam. Sebenarnya apa yang terjadi? Katakan pada eomma, nak.” Ucap ibu Yongri. Yongri tersenyum kecil bermaksud untuk menenangkan sang ibu.

“Aku sangat lelah, eomma. Aku ingin istirahat. Dan juga, aku sangat lapar. Bisa eomma siapkan makanan dan antarkan ke kamarku?” Pinta Yongri.

“Tentu saja, sayang. Istirahatlah. Eomma akan bawakan makanan. Siwon-ah, tolong temani Yongri dahulu.” Siwon mengangguk kecil dan menuntun Yongri untuk menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar, Yongri segera mendudukkan dirinya di atas tempat tidur, dengan Siwon yang juga ikut duduk disampingnya. Tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Hanya terdengar helaan nafas panjang dari Yongri. Gadis itu terlihat sangat lelah, namun bukan hanya fisik. Batinnya pun terasa sangat lelah.

“Oppa–”

“Kau, benar kau baik-baik saja?” Pertanyaan Siwon memotong ucapan Yongri. Yongri dengan cepat menoleh dan menatap Siwon yang juga sedang menatapnya.

“Hyukjae tidak menyakitimu? Sedikitpun?” Tanya Siwon memastikan. Yongri menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan Siwon.

“Kau–sedang tidak melindunginya, kan? Aku tau kau memang memiliki perasaan padanya, tetapi aku tidak akan segan-segan membunuhnya jika dia memang menyakitimu selama kau bersamanya.” Kata-kata Siwon membuat perasaan Yongri sedih. Sepertinya Siwon mengira dirinya masih memiliki hubungan dengan Hyukjae. Padahal ia sudah jelas-jelas mengakhiri hubungannya dengan Hyukjae, hanya saja Hyukjae tidak bisa menerimanya begitu saja.

“Oppa, hubunganku dengan Hyukjae–”

“Aku sedang tidak ingin membahas hubunganmu dengan Hyukjae. Maupun hubunganmu denganku. Aku hanya ingin memastikan saja jika Hyukjae tidak menyakitimu.”

“Tapi–”

Ucapan Yongri kembali terpotong oleh sang ibu yang masuk ke dalam kamarnya sembari membawa makanan. Siwon dengan segera berdiri untuk mempersilahkan ibu Yongri duduk di sebelah anaknya. Yongri hanya dapat menghela nafas karena belum dapat menyampaikan apa yang ada dihatinya sekarang.

“Eomma memasak makanan kesukaanmu.” Kata ibu Yongri, membuat Yongri menerbitkan sedikit senyumnya.

“Aku harus pulang, ahjumma. Sebentar lagi jam kerjaku.” Pamit Siwon. Ibu Yongri mendongak dan menatap Siwon.

“Baiklah jika seperti itu. Terima kasih sudah membawa Yongri pulang, Siwon-ah.” Ucap ibu Yongri.

“Itu sudah tugasku, ahjumma.” Balas Siwon. Siwon menundukkan badannya dan mengecup kening Yongri cukup lama. Mengingat entah sudah berapa lama ia tak melakukannya. Setelahnya, Siwon mengusap pipi Yongri menggunakan ibu jarinya.

“Aku pulang dulu. Setelah makan, kau harus istirahat. Mengerti?” Bisik Siwon. Siwon menegakkan badannya kembali dan berbalik untuk pergi. Namun langkahnya terhenti saat merasakan pergelangan tangannya digenggam oleh Yongri. Siwon menoleh dan menatap Yongri. Wajah Yongri menyiratkan bahwa ia tidak mau Siwon meninggalkannya. Namun Siwon hanya memberikan senyum tipis dan melepaskan tangan Yongri yang menggenggam pergelangan tangannya. Sesudahnya, ia benar-benar berbalik dan keluar dari kamar Yongri. Meninggalkan Yongri dengan perasaan kecewa.

“Makanlah..” Suara sang ibu membuyarkan Yongri dari kediamannya. Ia segera mengambil alih makanan yang sedari tadi berada di tangan ibunya.

“Kami..sudah mengetahui semuanya.” Ucap ibu Yongri dengan suara pelan. Namun terdengar sangat jelas di telinga Yongri. Gadis itu menatap sang ibu dengan bingung. Otaknya seolah berputar untuk mencerna kata-kata ibunya. Sesaat kemudian, mata Yongri sedikit melebar saat mendapatkan jawaban atas kebingungan yang dialaminya.

“Ma–maksud eomma–”

“Kau yang berpacaran dengan Lee Hyukjae.” Potong ibu Yongri langsung.

“Eo–eomma..”

“Yang tidak kami ketahui adalah, kenapa kau berpacaran dengan laki-laki lain, disaat kau telah memiliki kekasih?” Yongri hanya diam mendengar pertanyaan ibunya.

“Apa Siwon tidak cukup baik untukmu? Eomma rasa, Siwon adalah laki-laki terbaik dan tercocok untukmu, Yongri-ya.” Kata Ibu Yongri memberi pendapat. Yongri masih tetap diam dan tidak memberikan komentar.

“Atau–kau sudah tidak mencintainya lagi?” Tebak Ibu Yongri.

“Tidak, eomma!” Bantah Yongri langsung.

“Aku masih sangat mencintai Siwon oppa.”

“Lantas, apa yang membuatmu berpacaran dengan Lee Hyukjae itu? Asal kau tau, appa sangat marah saat mengetahuinya. Ia bahkan memukul Siwon. Appamu merasa Siwon tidak bisa menjagamu.” Jelas Ibu Yongri. Mata Yongri benar-benar melebar saat mendengar penjelasan ibunya. Tidak dapat percaya bahwa ayahnya bisa memukul Siwon.

“Kenapa appa melakukannya, eomma? Itu bukan salah Siwon oppa. Itu salahku!” Kata Yongri sedih. Ia semakin merasa bersalah pada Siwon. Siwon harus menanggung kesalahan yang dibuat olehnya.

“Eomma bisa apa, Yongri-ya? Kau tau sendiri jika appamu sudah emosi. Jadi, lebih baik sekarang kau jelaskan pada eomma. Sebenarnya apa yang membuatmu berpacaran dengan Lee Hyukjae?” Ibu Yongri menatap Yongri dengan intens. Benar-benar menanti penjelasan dari anak satu-satunya itu. Yongri menghela nafas panjang dan menundukkan kepalanya. Sedikit bingung harus memulainya dari mana. Ia tidak bisa asal bicara, jika tidak mau ibunya terkena serangan jantung mendadak. Setelah merasa cukup berpikir, Yongri kembali menatap ibunya.

“Sebenarnya, Lee Hyukjae adalah kekasih Yongra eonni.” Ucap Yongri akhirnya.

“APA?! Ba–bagaimana mungkin? Bagaimana–” Ibu Yongri tidak dapat menutupi keterkejutannya.

“Aku tidak akan melanjutkan cerita jika eomma tidak bisa tenang.” Sungut Yongri. Ibu Yongri menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Mencoba untuk tenang dan kembali mendengarkan cerita Yongri.

“Dia adalah calon ayah dari anak yang dikandung eonni.” Lanjut Yongri. Ibu Yongri memegangi dadanya. Tiba-tiba ia merasa jantungnya berdetak berkali-kali lebih cepat.

“Astaga!!” Gumam Ibu Yongri.

“Aku tidak dapat menerima kepergian eonni begitu saja, eomma. Aku membenci orang yang telah bertanggung jawab atas kepergian eonni. Dan orang itu adalah Lee Hyukjae.”

“Aku meminta Siwon oppa untuk mencari keberadaannya. Hingga akhirnya aku tau bahwa ia berkuliah di Inha University.”

“Itukah alasanmu yang ingin berpindah kuliah?” Tanya Ibu Yongri. Yongri mengangguk perlahan.

“Aku ingin balas dendam, eomma. Aku ingin ia merasakan apa yang eonni rasakan. Aku ingin membuatnya sakit hati. Aku memutuskan untuk mendekatinya, kemudian membuatnya jatuh cinta padaku. Setelahnya, aku akan mencampakkannya.” Jelas Yongri.

“Tetapi semuanya tidak berjalan dengan lancar, eomma.” Gumam Yongri dengan mata yang berkaca-kaca.

“Apa yang terjadi?” Tanya Ibu Yongri pelan. Merasakan kesedihan sang anak.

“Lee Hyukjae, laki-laki itu tidak se–brengsek yang aku kira. Dia selalu memperlakukanku dengan baik. Dan juga, ia sangat mencintaiku, eomma. Membuat aku terbuai dan memiliki perasaan padanya. Aku mengabaikan Siwon oppa karena hal itu. Aku membuat oppa terluka dan itulah alasan kenapa Siwon oppa tidak pernah datang ke sini lagi. Itulah kenapa Siwon oppa menciumku dengan kasar ketika kita mengundangnya makan malam saat itu. Siwon oppa bahkan ingin mengakhiri hubungan kami, eomma.” Jelas Yongri dengan menangis. Airmata terus mengalir dari matanya yang masih bengkak. Gadis itu tidak dapat menahan sedih ketika mengingat apa yang sudah dilakukannya pada Siwon. Ibu Yongri menjadi ikut sedih melihat anaknya menangis. Ia dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Yongri.

“Saat itulah aku tersadar, bahwa balas dendam yang kulakukan telah membuat Siwon oppa terluka. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri segalanya dengan Lee Hyukjae. Dan aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Siwon oppa.”

“Di hari sebelum aku tiba-tiba menghilang, aku bertemu dengan Lee Hyukjae di pemakaman Yongra eonni. Aku memberitahukan semuanya mengenai eonni. Hingga akhirnya aku tau bahwa terjadi kesalahpahaman diantara keduanya. Lee Hyukjae memang sempat tidak ingin bertanggung jawab atas anak yang eonni kandung. Namun setelahnya laki-laki itu menyesal, eomma. Tetapi semuanya terlambat. Eonni sudah terlanjur kecewa dan memutuskan untuk pergi dari kehidupan Lee Hyukjae. Hingga akhirnya kita menemukan eonni bunuh diri.”

“Lee Hyukjae tidak dapat terima ketika aku ingin mengakhiri segalanya. Ia tidak mau kehilangan seseorang yang dicintai untuk kedua kalinya. Setelah yang pertama ia kehilangan eonni, ia tidak mau kehilanganku. Karena itu ia membawaku ke rumahnya dan menahanku di sana.”

“Apa ia menyakitimu?” Sela Ibu Yongri. Yongri menggeleng tegas. Hyukjae tidak pernah menyakitinya sedikitpun.

“Ia hanya ingin aku terus berada disisinya.” Kata Yongri. Gadis itu menghela nafas panjang seolah mengakhiri penjelasannya.

“Lalu, bagaimana hubunganmu dan Siwon sekarang?” Tanya Ibu Yongri ingin tau. Yongri kembali menghela nafas panjang mendengar pertanyaan sang ibu. Yongri pun bahkan ingin tau bagaimana hubungannya dengan Siwon sekarang.

“Entahlah, eomma. Oppa tidak mau membahasnya. Aku rasa, Siwon oppa terlalu terluka karena perbuatanku.” Jawab Yongri.

“Siwon hanya butuh waktu, nak. Berikan ia waktu untuk memikirkan semuanya. Setelah itu, temui dia dan bicarakan semuanya baik-baik. Siwon sangat mencintaimu. Eomma tau itu.” Ucap Ibu Yongri menenangkan. Yongri menatap ibunya dan memaksakan sedikit senyumnya.

“Arraseo, eomma. Terima kasih.” Gumam Yongri.

 

~~~

 

“Siwon-ah!! Siwon-ah!!” Panggil Ibu Siwon dengan sedikit keras. Wanita paruh baya itu menunggu kedatangan Siwon di ruang tamu. Ditangannya terlihat sebuah amplop yang entah apa isinya. Siwon yang baru saja selesai mandi dan bersiap untuk kuliah, berjalan sedikit tergesa menghampiri ibunya.

“Ada apa, eomma? Apa terjadi sesuatu?” Tanya Siwon bingung.

“Ini.. Ada surat untukmu.” Jawab Ibu Siwon dengan memberikan sebuah amplop yang sedari tadi dipegangnya. Siwon menerima amplop tersebut dengan bingung. Kemudian ia mengambil tempat duduk tepat di samping ibunya, sembari membuka amplop yang membuatnya sedikit penasaran.

“Apa isinya?” Tanya Ibu Siwon ingin tau. Siwon belum menjawab pertanyaan ibunya. Laki-laki itu sibuk membaca isi surat yang sedang dipegangnya saat ini. Bola matanya bergerak lincah menjelajahi setiap kata yang tercantum di kertas itu.

“Eo–eomma..” Panggil Siwon terbata.

“Ada apa? Apa isinya?” Tanya Ibu Siwon lagi. Ibu Siwon memang tidak terlalu lancar membaca, hingga ia lebih memilih menanyakan isinya kepada Siwon langsung.

“Ini–”

“Cepat katakan pada eomma! Jangan buat eomma penasaran.” Sergah Ibu Siwon.

“Aku–aku mendapatkan beasiswa, eomma.” Gumam Siwon pelan. Laki-laki itu masih sulit mempercayai isi dari surat yang sudah dibacanya itu.

“Apa?! Beasiswa? Beasiswa apa? Dimana?” Tanya Ibu Siwon beruntun.

“Di London.” Jawab Siwon sembari menatap ibunya.

“APA?! LONDON?! LONDON KATAMU?!” Jerit Ibu Siwon. Tidak percaya dengan apa yang dikatakan anak tunggalnya itu.

“Bagaimana mungkin?!” Desis Ibu Siwon.

“Aku lulus test, eomma.” Jelas Siwon. Ibu Siwon menatap anaknya dengan bingung. Pasalnya ia tidak tau kapan Siwon mengikuti test.

“Saat itu, aku mendapatkan pemberitahuan dari kampus. Universitas London sedang membuka perdaftaran beasiswa. Aku hanya mencobanya, eomma. Dan ternyata..aku lulus.” Jelas Siwon.

“Astaga!! Aku benar-benar tidak percaya. Aku bahkan tidak menyadari jika anakku memiliki otak yang sangat cerdas! Terima kasih, Tuhan.” Ujar Ibu Siwon senang. Siwon juga tidak dapat menutupi rasa bahagianya. Hanya saja, di dalam sudut hatinya, ia merasakan perasaan sedih.

“Kau akan menerimanya, kan?” Tanya Ibu Siwon.

“Ne?!” Siwon terlihat bingung akan menjawab apa.

“Kau harus menerima beasiswa itu, Siwon-ah. Kau harus pergi ke London. Jangan pikirkan eomma. Eomma bisa menjaga diri eomma sendiri. Pokoknya, kau harus menerima beasiswa itu dan pergi ke London!” Kata Ibu Siwon dengan semangat, ia bahkan tidak menyadari jika mengucapkan kata-kata yang sama berulang kali.

Siwon memaksakan senyumnya mendengar celotehan ibunya. Bukan itu yang dipikirkannya saat ini. Ia memang khawatir dengan keadaan ibunya jika ia menerima beasiswa ini. Tapi ada sesuatu yang jauh lebih dikhawatirkannya daripada itu. Tentu saja mengenai gadisnya. Yongri. Hubungannya dengan Yongri bahkan belum membaik. Bagaimana mungkin ia mampu meninggalkan gadis itu? Siwon benar-benar tidak mau mengambil resiko untuk kehilangan gadis itu. Tapi, apa yang bisa dilakukannya? Ibunya bahkan sangat berharap ia menerima beasiswa itu. Lagipula, Siwon yakin jika ia menerima beasiswa ini, kehidupan mereka akan jauh lebih baik dari sekarang.

“Aku..akan menerimanya, eomma. Aku akan pergi ke London.” Putus Siwon akhirnya.

 

~~~

 

Yongri membereskan buku-buku yang berada di atas meja, saat kelasnya siang itu berakhir. Sepertinya hari itu adalah hari terakhirnya berkuliah di Inha University. Ia akan kembali ke kampusnya terdahulu. Kyunghee University. Karena menurutnya, urusannya di sana sudah selesai.

Hubungannya dan Seunmi pun tak berjalan seperti dulu. Keduanya tidak saling bertegur sapa saat bertemu. Dan Yongri juga tidak mengharapkan apapun mengenai hal itu. Walaupun sejujurnya ia ingin menjalin hubungan yang baik dengan Seunmi.

Yongri keluar dari kelasnya dan sedikit terkejut saat melihat Siwon berdiri dihadapannya. Biarpun begitu, ia tidak dapat menutupi rasa senangnya. Ia pikir Siwon tidak akan menemuinya lebih dulu. Tetapi ternyata perkiraannya salah.

“Oppa..” Gumamnya. Siwon tersenyum kecil.

“Kau masih ada kelas lagi setelah ini?” Tanya Siwon.

“Tidak ada, oppa. Ini yang terakhir untuk hari ini.” Jawab Yongri.

“Mau pergi denganku?” Ajak Siwon. Kembali, Yongri tidak dapat menutupi rasa senangnya. Ia tidak menyangka Siwon akan mengajaknya pergi. Ini benar-benar diluar perkiraannya.

Siwon menundukkan sedikit kepalanya saat melihat Yongri hanya diam. Tetapi anehnya, gadis itu terus tersenyum tanpa henti.

“Kenapa? Tidak mau?” Tanya Siwon ragu. Yongri dengan cepat menggeleng.

“Aku mau.” Ujarnya.

“Ayo.” Kata Siwon yang telah berjalan lebih dulu. Yongri tersenyum lebar dan segera menyusul Siwon. Keduanya berjalan bersisian tanpa ditemani oleh obrolan. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Tetapi menurut Yongri, hal ini sudah sangat membuatnya bahagia. Berada sangat dekat dengan Siwon, membuat senyumnya tidak bisa hilang.

Namun langkah keduanya terhenti, saat melihat Hyukjae yang berdiri beberapa langkah di hadapan mereka. Hyukjae menatap keduanya bergantian. Raut wajahnya terlihat sangat datar dan dingin. Yongri yang melihat itu, dengan segera mendekatkan dirinya pada Siwon. Ia takut Hyukjae kembali membawanya dan mengurungnya seperti beberapa hari yang lalu.

Siwon menyadari ketakutan gadisnya. Tanpa ragu, ia meraih tangan Yongri dan menggenggamnya dengan erat. Menyalurkan kehangatan kepada Yongri. Yongri yang merasakan genggaman tangan Siwon, tidak dapat menahan diri untuk tidak menatap Siwon. Namun sayangnya, Siwon terus menatap Hyukjae dengan wajah dinginnya. Keduanya kembali melanjutkan langkah mereka yang tertunda. Semakin dekat dengan Hyukjae, genggaman tangan Siwon semakin mengerat. Yongri pun membalas genggaman tangan itu dengan sama eratnya. Bahkan ia tidak terpikir untuk melepasnya barang sedetik pun.

Hyukjae tersenyum miris saat melihat tangan Yongri yang digenggam oleh Siwon. Ingin sekali rasanya ia memisahkan kedua tangan yang saling bertaut itu. Tetapi ia sadar, bahwa ia tidak memiliki hak apapun. Jika ia melakukannya, bisa dipastikan Yongri akan semakin membencinya. Dan tepat saat Siwon dan Yongri berjalan melewatinya, Hyukjae tidak dapat menahan setetes airmata yang mengalir dari sudut matanya. Ia kembali merasakan kehilangan. Kehilangan untuk kedua kalinya.

“Aku benar-benar mencintaimu, Choi Yongri.” Gumamnya. Hyukjae melanjutkan langkahnya sembari menyeka airmata sebelum semakin banyak yang  keluar.

 

~

 

Yongri hanya mampu mengerutkan keningnya, saat Siwon mengajaknya menaiki cable car yang berada di Namsan Tower. Sebenarnya ia sangat ingin bertanya, namun Yongri tidak tau harus mengeluarkan pertanyaan seperti apa. Ia merasa canggung pada Siwon. Makanya gadis itu hanya dengan sukarela mengikuti kemanapun langkah Siwon mengajaknya.

Siwon melepaskan genggaman tangannya saat keduanya telah duduk di dalam cable car. Perlahan namun pasti, cable car tersebut berjalan dan membuat mereka dapat melihat pemandangan Seoul dari ketinggian puluhan ribu kaki. Tetapi Siwon lebih memilih memandangi wajah Yongri yang entah sudah berapa lama tidak dipandanginya. Sayangnya Yongri lebih memilih mengalihkan pandangannya dari Siwon. Gadis itu seperti menghindari tatapan mata Siwon.

“Apa kau tidak ingin tau kenapa aku mengajakmu kemari?” Tanya Siwon sedikit kesal. Mendengar suara Siwon, membuat Yongri dengan cepat menoleh. Ia membalas tatapan Siwon namun setelahnya langsung menunduk. Siwon tersenyum kecil melihatnya. Laki-laki itu membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kertas yang memang hendak ditunjukkannya pada Yongri.

“Ini.” Kata Siwon sembari mengulurkan kertas tersebut pada Yongri.

“Apa ini?” Tanya Yongri.

“Kau bisa membacanya sendiri.” Jawab Siwon. Dengan ragu Yongri mengambil kertas tersebut dan segera membacanya. Siwon hanya diam saja selagi gadis itu membaca. Memberikan sedikit waktu pada Yongri untuk memahami isi kertas tersebut.

Beberapa saat kemudian, Yongri mendongak dan menatap Siwon. Tangan gadis itu sedikit bergetar dan ia melampiaskannya dengan mencengkram kertas tersebut.

“Aku mendapatkan beasiswa. Dan aku rasa kau perlu mengetahuinya.” Ujar Siwon.

“Di London?” Tanya Yongri memastikan. Suaranya sedikit tercekat saat bertanya. Bahkan gadis itu sekarang merasakan perasaan sesak.

“Ya, di London. Tiga hari lagi keberangkatanku.” Kata Siwon memberitahu.

“Kau..kau–akan pergi?” Tanya Yongri ragu. Matanya mengabur oleh airmata. Sekali kedip saja, bisa dipastikan airmata itu mengalir dengan deras.

“Tidak ada alasan untukku tidak pergi, apalagi menolak beasiswa ini. Dan eomma sangat menginginkanku menerimanya.” Ujar Siwon sembari tersenyum tipis. Airmata Yongri akhirnya mengalir perlahan demi perlahan. Ia sangat berharap menjadi salah satu alasan Siwon untuk tidak pergi. Tetapi sepertinya Siwon sudah tidak menganggapnya orang terpenting. Siwon bahkan tidak memikirkan bagaimana perasaannya sekarang.

“Kenapa kau menangis?” Tanya Siwon.

“Bukankah seharusnya kau senang?” Lanjut Siwon.

“Lalu bagaimana denganku, oppa? Tidak bisakah aku menjadi alasan untuk kau menolak beasiswa ini?” Tanya Yongri pelan. Siwon terkejut mendengar pertanyaan Yongri. Ia tidak menyangka jika reaksi yang diberikan Yongri akan seperti ini. Ia pikir Yongri akan senang mendengarnya.

“Aku pikir hubungan kita bisa diperbaiki. Tetapi sepertinya aku salah. Kau bahkan akan meninggalkanku. Dan hubungan kita akan berakhir.” Gumam Yongri. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangan dan menangis sejadi-jadinya. Suara tangisnya terdengar sangat memilukan. Ia tidak peduli jika Siwon menganggapnya cengeng atau apapun. Ia hanya ingin melampiaskan kesedihannya sekarang. Siwon akan meninggalkannya dan semuanya sudah berakhir.

“Semuanya tergantung padamu, Yongri-ya.” Kata Siwon tiba-tiba. Membuat Yongri menjauhkan tangannya dari wajah, dan segera menatap Siwon penuh tanya. Wajah gadis itu basah dan memerah. Sejujurnya Siwon sangat ingin tertawa melihat wajah gadisnya saat ini.

“Maksudmu?” Tanya Yongri.

“Jika kau bersedia menungguku, maka aku tidak akan meninggalkanmu. Dan hubungan kita tidak akan berakhir. Tetapi jika kau tidak bersedia menungguku, maka aku pun tidak bisa berbuat apa-apa.” Jawab Siwon.

“O–oppa..”

“Tidak ada niatku sedikitpun untuk meninggalkanmu, Choi Yongri. Aku ingin kau menungguku disini. Tunggu hingga aku kembali dan aku akan membuat semuanya jelas. Aku akan segera melamarmu dan menikahimu. Cukup tunggu aku selama 2 tahun. Apa kau bisa?” Tanya Siwon dengan wajah serius. Airmata Yongri semakin banyak mengalir mendengar penuturan Siwon. Beberapa saat yang lalu ia benar-benar takut Siwon akan meninggalkannya. Tetapi ternyata pemikirannya salah. Ia hanya perlu menunggu dan semuanya akan kembali seperti semula. Yongri tersenyum di sela-sela tangisnya. Gadis itu segera memeluk Siwon dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Siwon.

“Aku akan menunggumu, oppa. Aku pasti menunggumu.” Ucap Yongri yakin. Siwon tersenyum dan membalas pelukan Yongri. Laki-laki itu mengecup puncak kepala Yongri dengan sayang.

“Berhentilah menangis. Kau sangat jelek saat menangis. Aku benar-benar ingin tertawa melihat wajahmu sekarang.” Ejek Siwon sembari tertawa. Yongri memukul bahu Siwon dengan kesal. Ia melepaskan pelukannya dan mengusap wajahnya yang basah.

“Aku sangat takut oppa meninggalkaku.” Rajuknya.

“Tidak akan pernah. Kau tau kenapa? Karena aku sangat mencintaimu, Choi Yongri. Sangat-sangat mencintaimu.” Kata Siwon sembari menggenggam tangan Yongri.

“Aku juga, oppa.” Balas Yongri.

“Aku juga apa?” Tanya Siwon menggoda Yongri.

“Aku juga mencintaimu, Choi Siwon. Dan..selamat atas beasiswamu.” Ujar Yongri. Siwon tersenyum dan memajukan wajahnya untuk mencium bibir Yongri. Keduanya memejamkan mata saat bibir mereka sudah menyatu. Menyalurkan perasaan cinta yang sudah cukup lama tidak bisa mereka sampaikan. Tetapi hari ini, semuanya kembali seperti semula. Kembali seperti yang seharusnya. Choi Yongri adalah milik Choi Siwon. Dan Choi Siwon adalah milik Choi Yongri.

~~~

-Fin-

Haiii!!! Setelah sekian lama FF ini selesai juga alias Finished!!

Maaf ya kalo endingnya kurang memuaskan kalian.. soalnya aku buatnya buru-buru.. pengen cepet-cepet selesai gitu^^

Aku masih butuh banget comment-comment dari kalian mengenai Ffku.. jadi aku mohon banget comment-comment dari kalian.. sorry juga kalo misalkan aku gak bisa balasin satu-satu comment kalian.. yang pasti semua comment aku baca..

Waktu itu aku ada baca comment readers yang minta aku buat FF Siwon-Yongri dengan tema Vampire.. sejujurnya aku gak terlalu ngerti mengenai vampire.. tetapi demi menyenangkan hati para readers setiaku, aku bakalan coba buat FF dengan tema vampire..

So, thanks sekali lagi buat kalian yang udah setia sama blog ini serta FF-Ffnya.. ditunggu FFku yang lainnya.. Annyeong^^

Advertisements

23 thoughts on “You and Him – Part 7 END

  1. Sedih tapi walau endingnya blm sampe menikah ttp bagus eon yg penting mereka bersatu ,di tunggu ff selanjutnya eon 🙂

  2. Halo, Aku readers baru dsini..
    Aku blum bca ff ini part1 s/d 6 tpi lngsung baca part 7x.. Heheee
    Aku suka yongri sma siwon akhirx bisa bersama lagi.. Tpi, mnurutku endingx mmang kurang memuaskan… Tpi nggak papa lah.. 🙂
    Coba klo ada sequelx si yongri & siwon menikah.. Hahaa psti bagus tuh min…

  3. demi apa itu lee hyuk jae dianggurin? wkwk
    Td pas baca bagian siwon dpt beasiswa itu aq smpt mikir jgn2 bakalan ada twist dlm crita ini, misalkan mereka putus, trus selama siwon di london yg menemani yongri ya si akang hyuk jae hahaha #aq ngarep bgt yah???
    2 thn kmdn saat yongri n hyukjae mw nikah siwon dtg lg n niat merebut kmbali yongrinya. Konflik pun dimulai kmbali, bedanya skrg siwon lah org ketiganya wkwkwk #imajinasi aq liar bgt, tp klo jd gt mlh g tamat2 ye? wkwkwk

  4. Buat sequel nya donk.. Ending nya ga sesuai harapan.. Dikirain ampe nikah… Tp bagus ff nya.. D tunggu ff yg baru nya..

  5. Minta Squel *teriakpaketoa 😀
    demi apa itu hyukjae gmna ending nya ? Kajja kajja minta squel 😀 buatin after story nya dong ^^

  6. Wuiihh… akhirnya ni ff muncul .. hehehe
    Hyukjae akhirnya bsa nerima jga ya, semoga drimu bsa nemu yeoha yg lbh baik lg monkey.. 🙂
    Eooo… Wonppa pergi, 2 thn bagiku itu sangaaattt lma… tpi aku akn menunggu Oppa.. hahaha #piss Yongri (^-^)v
    Berarti… ni ff ada epilognya dong, kan nunngu Simba balik.. hihihi.. 😉
    Daebak… Fighting.. ditunggu ff yg lainnya ya… gomawo 🙂

  7. Yippie Yongri dan Siwon oppa kembali bersama, untung Siwon oppa berhasil menyelamatkan Yongri yg disekap Hyukjae oppa di rumahnya dan mrk ingin memperbaiki hub mereka yg renggang sblmnya

  8. seruuu!!! pengen tau unyu2nya after married mereka wkwk kasian juga tuh hyuk nganggur, bikin dia baikan sama youngti siwon juga thor. seunmi juga biar mereka baikan semuanya. pokonya butuh bgtt sequel thor hihiii keep writting ya 🙂

  9. seruuu!!! pengen tau unyu2nya after married mereka wkwk kasian juga tuh hyuk nganggur, bikin dia baikan sama youngri siwon juga thor. seunmi juga biar mereka baikan semuanya. pokonya butuh bgtt sequel thor hihiii keep writting ya 🙂

  10. Hai thor,maaf nih seblmnya aku dah baca ff author tp ‎​ƍäªK ninggalin jejak.bukannya aku ‎​ƍäªK ♍àΰ tp ‎​ƍäªK bisa thor.
    ‎​ƍäªK tau knp tiap aku ♍àΰ comnet ‎​ƍäªK bisa melulu.slalu muncul “eroor”atau “X”

    • Haii.. aku mau kasih tau nih kalo comment kamu selalu masuk kok..
      tenang aja.. aku selalu baca commentnya..
      jadi jgn takut commentnya gak masuk karena error ya.. gomawo^^

  11. Happy ending 🙂 Akhirnya mereka sama-sama lagi. Tapi rasanya kok masih rada ganjel, ya kak? Kaya ada yang kurang 😀

  12. keren lho crita nya..bwt prasaan jd gmn gt..bgs lho thorr..tp bole ga minta sequel nya ampe siwo kembali lg n mrk menikah..please

  13. Kurang greget endingnya kak hehe, berharap bnget bkalan dibuatin sequelnya~ gimana kehidupan mereka nantinya, berharap ada seriesnya tentang pernikahan mereka ^^ keep writing author..

  14. kasian hyukjae oppa malah sendirian di akhir dan untuk hubungan seunmi dan yongri akhirnya bener2 ga bisa diperbaiki lg,, balas dendam yongri mengorbankan persahabatan dan cinta yg tulus dari seunmi, hyukjae dan tertama siwon
    tapi syukurlah semuanya akhirnya mengalah dari keegoisan masing2 dan hyuk walaupun berat hati bisa melepas yongri untuk bersama siwon lagi…
    hapy ending untuk siwon dan yongri,,,
    aku suka jalan ceritanya,, baguus ff ini
    semoga terus dapet ide buat nulis ff yang baru lagi,,, makin sukses buat nulis nyaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s