You and Him – Part 5

Author : Choineke

Title : You and Him

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC), Lee Hyukjae

Sub cast : find them by yourself

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

“Sebenarnya apa hubunganmu dengan Yongri? Kenapa akhir-akhir ini aku sering melihatmu bersama anakku?” Tanya ibu Yongri dengan suara yang sangat tidak bersahabat. Senyum yang sedari tadi diberikan Hyukjae seketika luntur saat mendengar pertanyaan dari ibu kekasihnya itu. Sedikit bingung kenapa sedari awal ibu Yongri tampak tidak suka padanya. Padahal ibu Yongri belum mengenal dirinya dengan baik. Ayolah, apa tampang Hyukjae seperti preman hingga ibu Yongri tidak suka jika Yongri berdekatan dengannya?

Hyukjae mencoba menatap Yongri untuk memahami situasi yang sedang terjadi. Sedikit lega saat melihat Yongri yang sedang menatap ibunya dengan pandangan protes. Bukankah itu artinya Yongri berpihak padanya? Hyukjae segera tersenyum saat Yongri beralih menjadi menatapnya. Yongri memberikan senyum kecil pada Hyukjae.

“Eomma masuklah, dia tamuku. Biarkan aku bicara dengannya.” Ucap Yongri yang sudah kembali menatap wajah ibunya.

“Tapi kita akan-”

“Eomma!!” Jerit Yongri membuat ucapan sang ibu terhenti karena terkejut.

“Arraseo!” Ibu Yongri segera berbalik meninggalkan Hyukjae dan Yongri berdua. Yongri menghela nafas panjang dan menatap Hyukjae.

“Maaf atas sikap ibuku, oppa.” Sesal Yongri.

“Tidak apa-apa. Tetapi, sepertinya ibumu tidak menyukaiku.” Hyukjae menampilkan senyum yang sedikit dipaksakan, membuat Yongri merasa tidak enak.

“Bukan seperti itu. Hanya saja, beberapa hari ini eomma memang sedang banyak masalah. Sehingga emosinya terkadang sulit dikontrol.” Bohong Yongri. Hyukjae mengangguk kecil seolah mengerti maksud dari ucapan Yongri.

“Aku mengerti. Mungkin lain kali aku harus mengajak ibumu mengobrol.” Ujar Hyukjae. Yongri hanya tersenyum menanggapi ucapan Hyukjae.

“Aku ingin mengajakmu makan malam.” Kata Hyukjae mengutarakan niatnya. Yongri sedikit terkejut dengan ajakan Hyukjae. Pasalnya Hyukjae tidak mengatakan apapun padanya.

“Maaf, oppa. Tetapi sepertinya aku tidak bisa pergi. Oppa bisa lihat bagaimana eomma tadi, aku hanya takut eomma semakin marah.” Tolak Yongri halus. Terlihat raut kecewa di wajah Hyukjae.

“Setidaknya aku harus membuat eomma tenang dahulu, oppa. Mianhae.” Sesal Yongri. Hyukjae menghela nafas panjang dan menundukkan kepalanya. Laki-laki itu tau apa penyebab sebenarnya Yongri menolak ajakan makan malamnya. Ia sempat mendengar ibu Yongri yang menyebut nama Siwon, dan sepertinya mereka sedang menunggu kedatangan saingannya itu. Hyukjae benar-benar merasa geram dan ingin marah. Namun ia tidak bisa melakukannya. Ia tidak mau menanggung resiko dengan Yongri meninggalkannya.

Hyukjae mendongakkan kepalanya dan menatap Yongri. Sebuah senyuman tipis diberikan Hyukjae pada Yongri. Untuk menerangkan bahwa ia baik-baik saja.

“Tidak apa-apa. Masih banyak hari jika aku ingin mengajakmu makan malam.” Sahut Hyukjae akhirnya. Yongri menghembuskan nafas lega. Ia pikir Hyukjae akan marah.

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu. Sampai bertemu besok di kampus.” Pamit Hyukjae dengan mengusap kepala Yongri. Yongri menangguk kecil dan Hyukjae segera berbalik memasukki mobilnya. Tanpa menunggu mobil Hyukjae meninggalkan rumahnya, Yongri segera menutup pintu rumah dan menghela nafas berkali-kali. Gadis itu berbalik dan hendak menemui sang ibu, namun bunyi bel rumahnya yang terdengar nyaring, membuat gadis itu menghentikan langkahnya. Ia kembali berbalik dan memandang pintu dengan alis bertaut.

‘Untuk apa Hyukjae oppa kembali lagi?’ Batinnya bertanya.

Yongri menoleh sebentar ke belakang, guna melihat apakah ibunya datang atau tidak. Setelahnya ia menghampiri pintu dan segera membukanya.

“Ada apa lagi Hyuk- eo? Siwon oppa?” Yongri terlihat sangat terkejut ketika melihat Siwon dan ibunya berdiri di depan pintu rumah Yongri. Ibu Siwon memberikan Yongri senyuman hangat membuat gadis itu sedikit salah tingkah.

“Apa kabar, ahjumma?” Sapa Yongri pelan.

“Aku baik, Yongri-ya. Eum, tetapi sepertinya tadi kau tidak mengira kami yang datang.” Ujar ibu Siwon sedikit bingung. Yongri menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan beralih menatap Siwon. Siwon menatap gadis itu dengan dingin, membuat Yongri menghela nafas pelan.

“Sebaiknya kalian segera masuk. Eomma sudah menunggu di dalam.” Kata Yongri mempersilahkan. Siwon serta ibunya segera memasukki rumah Yongri. Yongri memandangi sebentar punggung tegap Siwon sebelum akhirnya menutup pintu rumah.

“Eo? Minsoo-ya, kau datang.” Ibu Yongri terlihat sangat senang. Ibu Siwon tersenyum dan menghampiri ibu Yongri. Keduanya berpelukan layaknya teman yang telah lama tidak bertemu.

“Bagaimana mungkin aku tidak datang setelah mendapatkan undangan dari kalian, Yoon-ah?” Balas Ibu Siwon setelah melepaskan pelukannya. Ibu Yongri tertawa senang, sedangkan Siwon dan Yongri hanya menunjukkan wajah datar mereka.

“Ayo kita segera ke ruang makan. Ayah Yongri sudah menunggu di sana.” Ibu Yongri menggiring Ibu Siwon untuk ke ruang makan. Siwon dan Yongri hanya terdiam melihat kelakuan ibu mereka yang terlihat sangat dekat. Berbeda sekali dengan keadaan mereka sekarang. Yongri baru saja hendak mempersilahkan Siwon ke ruang makan, saat Siwon dengan tiba-tiba langsung meninggalkan Yongri untuk ke ruang makan. Yongri terlihat kesal dan menggembungkan pipinya.

 

Suasana makan malam di rumah Yongri malam itu terasa hangat. Walaupun Siwon dan Yongri tidak saling bertegur sapa, tetapi melihat keakraban ibu mereka, membuat ayah Yongri terus menyunggingkan senyumnya. Dan sepertinya juga ketiga orang paruh baya itu tidak terlalu memusingkan tingkah anak mereka yang terlihat tidak biasa. Mereka tau bahwa terjadi sesuatu di antara Siwon dan Yongri, tetapi mereka mencoba untuk tidak peduli dan membiarkan sepasang kekasih itu menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Setelah menyelesaikan kegiatan makan malam, kedua keluarga berkumpul di ruang keluarga di rumah Yongri. Siwon dan Yongri duduk bersebelahan, tetapi tetap masih saling bungkam. Tidak ada yang mencoba untuk membuka suara terlebih dahulu. Siwon terus berharap jika ayah Yongri mengajaknya bermain catur, sehingga ia tidak harus mengalami suasana canggung seperti ini. Tetapi harapan tinggal harapan, karena ayah Yongri terlihat sangat betah berbincang dengan Ibu Yongri dan Ibu Siwon.

“Apa saya boleh ke taman, ahjumma? Saya ingin mencari udara segar.” Ucap Siwon tiba-tiba. Membuat semua yang ada di sana menatapnya bingung sekaligus terkejut.

“A–ah, tentu saja boleh. Silahkan, Siwon-ah.” Sahut Ibu Yongri. Siwon tersenyum dan segera berlalu dari hadapan mereka. Yongri yang melihat itu hanya diam saja dan terus menghela nafas berkali-kali.

“Apa yang kau lakukan disini, Yongri-ya?”

“Ne?!” Yongri terlihat terkejut dengan pertanyaan sang ibu.

“Cepat temani Siwon!”

“Tapi-” ucapan Yongri terhenti saat melihat ibunya memberikan tatapan tajam.

“Arraseo.” Ujar Yongri dengan nada pasrah. Gadis itu segera beranjak dari duduknya dan menuju taman belakang.

Ibu Yongri dan Ibu Siwon saling berpandangan dengan tatapan khawatir. Mereka seolah menebak-nebak sebenarnya apa yang terjadi pada anak-anak mereka.

“Tidakkah kau lihat tingkah aneh mereka, Yoon-ah?” Tanya Ibu Siwon.

“Tentu saja aku melihatnya, Minsoo-ya. Siwon sudah sangat jarang kemari. Pasti terjadi sesuatu dengan hubungan mereka.” Jawab Ibu Yongri.

“Kau benar. Siwon juga sangat sering melamun di rumah. Aku sangat khawatir pada mereka. Bagaimana jika mereka mengakhiri hubungan mereka?”

“Jangan berkata seperti itu, Minsoo-ya. Aku sudah sangat berharap Siwon menjadi menantuku. Aku tidak ingin yang lain. Bukan begitu, yeobo?” Ibu Siwon meminta persetujuan sang suami. Ayah Yongri terlihat mengangguk pasti.

“Siwon pribadi yang baik dan dewasa. Ia bisa mengimbangi kelakuan Yongri yang seperti anak kecil. Aku yakin Yongri akan bahagia jika bersama Siwon. Sebaiknya kita biarkan mereka menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri. Apabila itu sudah berujung pada perpisahan, baru kita berbicara pada mereka.” Usul ayah Yongri bijak. Ibu Siwon dan Ibu Yongri terlihat menganggukkan kepala mereka pertanda setuju.

 

 

Yongri menghela nafas panjang sebelum memutuskan untuk menyusul Siwon yang sedang duduk di kursi yang ada di taman belakang rumahnya itu. Ia dapat melihat Siwon yang sedang menengadahkan kepalanya dan memejamkan matanya. Wajahnya terlihat sangat damai dan Yongri benar-benar senang melihatnya.

Yongri menahan dirinya untuk memeluk Siwon. Ia sangat merindukan laki-laki itu. Merindukan dekapan hangatnya yang selalu membuat Yongri merasa nyaman dan tenang. Rindu saat Siwon mencium puncak kepalanya, mengusap kepalanya dengan perasaan sayang. Yongri merindukan semua perlakuan Siwon padanya. Memikirkan itu semua, membuat mata Yongri berkaca-kaca. Yongri dengan segera mengalihkan pandangannya ke depan. Menatap tanaman-tanaman yang dirawat dengan baik oleh Ibunya.

“Tidakkah kau ingin meminta maaf padaku?” Suara Siwon membuat Yongri dengan cepat menatap laki-laki itu. Posisi Siwon masih sama dari yang terakhir kali Yongri lihat.

“Bukankah seharusnya kau menyesal karena telah berselingkuh dariku?”

“Oppa..” Suara Yongri tercekat. Siwon membuka matanya dan menatap Yongri dengan tajam.

“Berpacaran serta berciuman dengan Hyukjae, tidakkah itu keterlaluan?”

“Oppa..”

“Bisakah kau berhenti memanggilku oppa?! Kau tau, aku muak mendengarnya! Karena apa? Karena kau memanggil laki-laki brengsek itu juga dengan sebutan oppa!!” Siwon menahan suaranya agar tidak sampai terdengar ke dalam. Walaupun sejujurnya Siwon ingin sekali berteriak dan melampiaskan kekesalannya. Yongri menundukkan kepalanya dan meremas kesepuluh jarinya. Isakan kecil mulai terdengar dari mulut gadis itu. Ia benar-benar takut sekarang. Melihat Siwon yang marah padanya membuatnya takut.

“O–oppa..”

“Aku bilang berhenti memanggilku oppa!!” Teriak Siwon tertahan.

“Shireo!!” Balas Yongri dengan terisak.

“Aish!” Siwon berdecak marah sembari mendorong Yongri hingga gadis itu bersandar pada kursi. Sedikit menjambak rambut Yongri, hingga gadis itu mendongak. Siwon dengan cepat mendaratkan bibirnya pada bibir Yongri. Melumatnya dengan kasar guna melampiaskan kemarahannya. Yongri melakukan penolakan dengan memukul keras bahu Siwon. Siwon melepaskan ciumannya dan menatap Yongri tajam.

“Kenapa? Sekarang kau menolak ciumanku? Kau hanya ingin dicium Hyukjae?” Tanya Siwon marah. Belum sempat Yongri menjawab pertanyaan Siwon, Siwon kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Yongri. Yongri merasakan sakit pada punggungnya yang tertekan kuat oleh Siwon. Airmata gadis itu semakin banyak mengalir. Tidak pernah sekalipun Siwon bersikap kasar seperti ini padanya.

“YA!!” Siwon menjauhkan bibirnya dari bibir Yongri, seiring dengan teriakan serta pukulan kuat pada punggungnya. Dengan meringis, Siwon menoleh dan mendapati sang ibu menatapnya dengan tajam.

“Kau pikir apa yang kau lakukan, eo? Bagaimana mungkin kau menyakiti Yongri seperti itu?!” Ibu Siwon terlihat marah. Siwon menghela nafas kasar dan beranjak dari duduknya. Wajahnya tidak menyiratkan rasa penyesalan sama sekali. Sedangkan Yongri hanya terus terisak sembari menundukkan kepalanya.

“Kau benar-benar memalukan!! Jika ada masalah selesaikan baik-baik, bukan seperti ini.” Desis Ibu Siwon.

“Maafkan kelakuan anakku, Yoon-ah. Aku benar-benar tidak menyangka akan seperti ini.” Sesal Ibu Siwon. Ibu Yongri hanya menunjukkan senyum kecilnya. Sedikit bingung harus bersikap seperti apa.

“Sebaiknya kami pulang dulu. Terima kasih atas makan malamnya. Dan sekali lagi maafkan anakku.” Pamit Ibu Siwon.

“Tidak apa-apa. Hati-hati di jalan, Minsoo-ya.” Balas Ibu Yongri.

“Ayo, pulang!” Ajak Ibu Siwon ketus. Siwon membungkukkan sebentar badannya di hadapan Ibu Yongri sebelum akhirnya menyusul sang ibu yang telah berjalan lebih dulu.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian? Apa yang sudah kau lakukan hingga membuat Siwon seperti itu, Yongri-ya?” Ibu Yongri terlihat benar-benar kesal. Sedikitpun ia tidak merasa kasihan melihat Yongri yang terisak. Yongri tak kunjung buka suara, membuat ibunya berdecak kesal dan segera berbalik meninggalkannya sendirian. Tangis Yongri semakin pecah saat tau dirinya hanya sendiri di taman. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan guna meredam suara tangisnya. Namun percuma, isak tangisnya tetap saja terdengar sangat memilukan.

 

~~~

 

Seunmi memasukki kelas musik pagi itu dengan pasti. Gadis itu mengedarkan pandangannya dan tersenyum saat melihat sosok Yongri sudah ada di kursinya biasa duduk. Namun anehnya gadis itu menyembunyikan wajahnya pada lipatan tangan di atas meja. Seunmi menghampiri Yongri dan duduk di samping gadis itu.

“Ya!” Sapa Seunmi sembari memukul pelan punggung Yongri. Yongri mengangkat kepalanya dan meringis. Merasakan sakit dipunggungnya.

“Apa pukulanku menyakitimu?” Tanya Seunmi terkejut.

“Ah, tidak. Tidak apa-apa.” Jawab Yongri menenangkan.

“Benarkah?” Seunmi menekan pelan punggung Yongri, dan sukses membuat gadis itu kembali meringis. Seunmi terlihat kebingungan. Sepertinya ada yang tidak beres dengan temannya itu.

“Ayo ikut aku.” Seunmi menarik tangan Yongri dan mengajaknya keluar kelas.

“Seunmi, pelan-pelan. Punggungku sakit.” Tarikan tangan Seunmi yang cukup kuat membuat Yongri merasakan nyeri di bagian punggungnya. Dahi Yongri berkerut saat melihat Seunmi mengajaknya ke toilet. Setelah memasuki toilet, Seunmi segera mengunci pintu dari dalam.

“Untuk apa kita ke sini?” Tanya Yongri bingung. Seunmi tidak menjawab dan membalikkan badan Yongri. Gadis itu mengangkat kaos yang dipakai Yongri, membuat Yongri sangat terkejut.

“Apa yang kau lakukan, Yoo Seunmi?!” Jerit Yongri tertahan. Seunmi seolah tidak peduli dan terus menaikkan kaos Yongri hingga gadis itu tercengang saat melihat punggung Yongri yang membiru.

“Yong–Yongri-ya..” Ucap Seunmi terbata. Yongri menarik kaosnya turun dan menatap Seunmi kesal.

“Apa?!” Balas Yongri.

“Apa sesuatu terjadi? Kenapa punggungmu terlihat memar? Dan astaga-” Ucapan Seunmi terputus saat ia melihat bibir Yongri yang terluka.

“Bibirmu terluka?” Tanya Seunmi khawatir. Yongri mengalihkan pandangannya dan terlihat salah tingkah.

“Apa yang terjadi, Yongri-ya?”

“Tidak terjadi apa-apa. Aku hanya terjatuh.” Bohong Yongri.

“Benarkah?” Seunmi tampak memicingkan matanya menatap Yongri. Yongri mengangguk kecil.

“Hyukjae sunbae tidak menyakitimu, kan?” Tanya Seunmi penuh selidik. Yongri menatap Seunmi dan tersenyum kecil.

“Tentu saja tidak. Hyukjae oppa sangat baik padaku.” Jawab Yongri. Seunmi tampak menghela nafas lega.

“Benar hanya terjatuh?” Tanya gadis itu sekali lagi. Yongri mengangguk pasti, membuat Seunmi benar-benar bernafas lega.

“Ayo kembali ke kelas.” Ajak Yongri.

 

~

 

From : Nae Namja~Choi Siwon

Temui aku di cafe setelah kuliahmu berakhir.

 

Yongri menghela nafas saat melihat Siwon mengirimkannya pesan. Perasaannya sedikit lega dan senang karena Siwon masih mau berbicara dengannya. Ia yakin Siwon ingin membicarakan kejadian di rumahnya kemarin. Dan sejujurnya, Yongri tidak mempermasalahkan itu. Walaupun punggungnya terasa sakit dan bibirnya terluka, asalkan Siwon mau memaafkannya, Yongri akan menganggap itu semua angin lalu.

Yongri segera berlari keluar kelas saat kelasnya berakhir. Ia ingin cepat-cepat bertemu dan berbicara dengan Siwon. Gadis itu terus berlari hingga tidak sadar jika didepannya ada seseorang. Dengan sigap orang tersebut menangkap tubuh Yongri yang menabraknya.

“Ah!” Yongri meringis kecil.

“Kau baik-baik saja?” Tanya sebuah suara yang sangat dikenal Yongri. Yongri mendongak dan melihat wajah Hyukjae yang terlihat khawatir.

“Oppa..”

“Kau mau kemana? Kenapa harus sampai berlarian?” Tanya Hyukjae setelah melepaskan pegangannya pada Yongri.

“Itu-”

“Mau menemuiku? Serindu itukah padaku?” Goda Hyukjae dengan senyum jahilnya. Yongri terlihat salah tingkah dan menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

“Tapi maaf, hari ini aku tidak bisa menghabiskan waktu denganmu. Aku harus segera pulang, eomma memintaku menemaninya menjemput imo di bandara.” Ujar Hyukjae penuh penyesalan.

“A–ah ya, tidak apa-apa, oppa.” Balas Yongri kaku.

“Baiklah aku pulang dulu. Jangan berlarian lagi dan jangan sampai kau menabrak laki-laki lain. Aku tidak mengizinkan jika sampai ada laki-laki lain yang memelukmu.” Pesan Hyukjae dengan penuh penekanan. Namun diakhiri dengan cengiran khasnya. Yongri mengerucutkan bibirnya kesal dengan pesan Hyukjae. Hyukjae tersenyum geli dan mendaratkan kecupan singkat di kening Yongri.

“Sampai bertemu besok.”

“Hati-hati di jalan, oppa.”

“Arraseo.”

Yongri dengan segera membalikkan badannya untuk meninggalkan Inha University. Ia harus cepat sampai di cafe tempat Siwon bekerja. Yongri tidak mau Siwon berpikiran jika ia tidak akan datang. Setelah menemukan taksi, Yongri segera masuk dan menyuruh sang supir untuk membawanya ke cafe. Entah mengapa Yongri merasakan perasaan gugup. Gadis itu menghela nafas berkali-kali untuk menghilangkan gugupnya.

“Apa anda baik-baik saja, nona?” Tanya supir taksi. Ia merasa sedikit aneh dengan penumpangnya sore itu.

“Aku baik-baik saja, ahjussi.” Jawab Yongri dengan senyum sedikit dipaksakan.

Hampir setengah jam kemudian, taksi yang ditumpangi Yongri berhenti tepat di depan cafe tempat Siwon bekerja. Gadis itu segera turun dan masuk ke dalam cafe. Sore itu cafe terlihat cukup ramai, dan untungnya Yongri masih mendapatkan tempat duduk. Yongri mengedarkan pandangannya ke sekeliling cafe, namun tidak menemukan sosok Siwon. Yongri menundukkan kepalanya dan menghela nafas pelan. Bingung harus berbuat apa sekarang.

“Yongri-ya..” Panggil seseorang membuat Yongri mendongak.

“Sihoo oppa.” Yongri sedikit terkejut. Cukup lama ia tidak bertemu dengan teman kerja Siwon yang satu ini. Sihoo mengambil tempat duduk tepat di samping Yongri.

“Bagus sekali kau datang ke cafe di saat seperti ini.” Kata Sihoo membuat Yongri bingung.

“Memangnya kenapa, oppa?”

“Aku hampir kehabisan kata melihat kekasihmu itu. Dia bekerja seperti tidak mengenal kata lelah. Padahal jelas-jelas wajahnya pucat karena kelelahan. Sebenarnya apa yang terjadi? Siwon seperti sedang memendam masalah.” Jelas Sihoo membuat Yongri terperangah. Yongri tampak menundukkan kepalanya. Merasa bersalah atas apa yang baru saja dikatakan oleh Sihoo.

“Kalian..sedang bertengkar?” Tanya Sihoo ragu. Yongri mengangguk kecil.

“Kami memang sedang ada masalah, oppa. Dan, bisakah oppa memanggilkan Siwon oppa?” Pinta Yongri.

“Tentu saja, dengan senang hati. Dan usahakan mengajaknya lama berbicara. Agar ia bisa sedikit istirahat.” Ucap Sihoo. Yongri mengangguk dan tersenyum kecil.

“Ah, sebelumnya apa kau mau pesan sesuatu?”

“Ne, vanilla latte saja, oppa.”

“Baiklah, tunggu sebentar.”

Yongri duduk gelisah sembari menggenggam gelas berisi vanilla latte kesukaannya. Siwon belum juga muncul dihadapannya. Apa mungkin Sihoo lupa memanggilnya? Itulah yang ada dibenak Yongri. Tetapi jika mengingat bagaimana khawatirnya Sihoo kepada Siwon, sepertinya ia tidak mungkin lupa.

Sesaat kemudian, Yongri menahan nafas sebentar saat melihat Siwon dari kejauhan baru saja keluar dari area dapur. Dengan langkah pasti Siwon menghampiri Yongri yang sudah terlihat semenjak gadis itu memasukki cafe. Siwon sengaja membuat Yongri menunggu, ingin melihat bagaimana reaksi gadis itu. Siwon duduk tepat di hadapan Yongri, di kursi yang sama persis dengan yang diduduki oleh Sihoo sebelumnya. Keduanya sama-sama diam dan belum ada yang mau membuka suara terlebih dahulu.

“Kau sudah lama menunggu?” Tanya Siwon enggan. Merasa bosan dengan kecanggungan yang terjadi. Yongri mengangguk kecil.

“Maaf, pekerjaanku sangat banyak tadi.” Ucap Siwon. Yongri mendongak dan menatap Siwon.

“Benarkah? Bukannya oppa sengaja menyibukkan diri?” Ujar Yongri akhirnya. Siwon terlihat terkejut dengan ucapan Yongri. Bagaimana mungkin gadis itu tau kalau ia menyibukkan diri agar tidak terus memikirkannya?

“Sudahlah, tidak perlu membahasnya. Aku memintamu kemari karena aku ingin minta maaf atas kejadian kemarin.” Kata Siwon.

“Aku tidak apa-apa.” Balas Yongri pelan.

“Jangan berbohong. Aku tau bibirmu terluka dan punggungmu pasti sakit.” Tandas Siwon. Yongri hanya menghela nafas pelan menanggapi ucapan Siwon.

“Selain itu, ada hal lain yang ingin kubicarakan.” Ucap Siwon sedikit ragu. Yongri menatap Siwon dan hendak menanti apa yang akan kekasihnya itu ucapkan.

“Untuk hubungan kita, aku ingin-”

“Hentikan!” Potong Yongri langsung. Gadis itu merasa matanya memanas. Ia menatap Siwon dengan tajam. Sedangkan Siwon menatapnya dengan pandangan datar.

“Aku tidak mau. Aku tidak mau!!” Yongri menggelengkan kepalanya dan menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangannya.

“Tidakkah kau merasa dirimu egois, Yongri-ya?” Tanya Siwon pelan. Airmata Yongri mengalir dengan perlahan.

“Aku bahkan baru menyadari satu hal. Sesuatu yang berada dilehermu, ternyata sudah berubah.” Ucap Siwon dengan tersenyum miris. Yongri dengan segera meraba lehernya, dan menemuan kalung Hyukjae disana. Gadis itu merutuk dirinya sendiri yang bisa lupa dengan kalung pemberian Hyukjae yang masih dipakainya.

“Kau hanya memikirkan perasaan Yongra yang sudah meninggal, dibandingkan dengan perasaanku yang masih hidup dan sekarang sedang duduk dihadapanmu.” Ucap Siwon dengan menghela nafas panjang.

“Apa kau pikir itu masuk akal?” Lanjutnya.

“Bukankah aku memintamu untuk menunggu, oppa?” Tanya Yongri.

“Sampai kapan? Sampai kau menikah dengan Hyukjae?” Balas Siwon.

“Aku tidak akan menikah dengannya!! Aku hanya akan menikah denganmu!” Ucap Yongri cepat. Siwon merasakan perasaan hangat ketika Yongri mengatakan itu. Ia tidak menyangka jika Yongri akan berbicara seperti itu. Karena sebelum-sebelumnya, Yongri terlihat ragu dengan perasaannya sendiri. Siwon hanya terdiam, dan tidak tau harus mengatakan apa.

“Aku hanya memintamu menunggu. Aku mohon tunggu sampai aku meninggalkan Hyukjae, dan kembali padamu. Aku mencintaimu, oppa. Sangat-sangat mencintaimu.” Isak Yongri. Gadis itu menundukkan kepalanya. Airmatanya semakin banyak mengalir. Menarik perhatian beberapa orang di dalam cafe itu. Siwon menghela nafas melihat gadisnya menangis hingga seperti ini. Sejujurnya ia ingin sekali merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya. Mengusap punggungnya untuk menenangkannya.

“Baiklah. Sebelum hari itu tiba, sebaiknya kita tidak perlu bertemu dahulu.” Ucap Siwon akhirnya. Yongri mendongak dan tampak tidak percaya dengan kata-kata Siwon.

“Oppa..”

“Aku masih banyak pekerjaan. Sebaiknya kau segera pulang jika tidak ingin menjadi pusat perhatian.” Kata Siwon terdengar tidak peduli dan segera beranjak meninggalkan Yongri sendiri.

 

~~~

 

Hyukjae berdiri di depan kelas Yongri sembari tersenyum-senyum sendiri. Laki-laki itu membayangkan melakukan banyak hal dengan yongri untuk menghabiskan waktu mereka hari itu. Pasalnya, sudah beberapa hari ini ia tidak pergi berdua dengan Yongri. Maka dari itu, laki-laki berkulit seputih susu itu benar-benar merindukan kebersamaannya dengan Yongri.

Yongri sedikit terkejut saat melihat sosok Hyukjae dihadapannya. Hampir saja ia menabrak dada Hyukjae, jika tidak segera menghentikan langkahnya. Karena gadis yang sekarang berkuncir kuda itu terlihat melamun saat keluar dari kelasnya.

“Kau ada waktu?” Tanya Hyukjae dengan tersenyum.

“Waktu? Untuk apa?” Tanya Yongri balik.

“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Menghabiskan waktu berdua denganku. Bagaimana?”

“Sekarang?” Hyukjae mengangguk mantap.

“Tapi-”

“Aku tidak terima penolakan. Kau tau? Aku sudah sangat merindukanmu. Jadi lebih baik sekarang kita pergi. Ayo!” Hyukjae menarik pelan tangan Yongri untuk dibawanya ke parkiran mobil.

 

Seunmi tersenyum saat melihat Hyukjae menggandeng tangan Yongri meninggalkan fakultas musik. Baru saja gadis itu hendak beranjak dari kelas, saat matanya tak sengaja melihat benda yang sedikit tak asing dimatanya. Sebuah ponsel bewarna putih yang diyakininya milik Yongri.

“Ah,, bagaimana ini? Ponsel Yongri tertinggal.” Gumamnya pelan. Seunmi yakin jika ia menyusul Yongri sekarang pun akan percuma. Gadis itu pasti sudah pergi dengan Hyukjae, mengingat parkiran mobil tak jauh dari fakultas mereka.

Seunmi hendak memasukkan ponsel Yongri ke dalam tasnya, ketika tiba-tiba ponsel itu bergetar pelan. Ada sebuah pesan yang tidak diketahui Seunmi dari siapa. Hanya saja, satu hal yang membuat gadis itu terpaku saat melihat layar ponsel Yongri. Tanpa disadarinya, genggaman tangannya pada ponsel itu semakin mengeras.

“Apa ini? Si–Siwon oppa?” Ucapnya pelan. Seunmi menajamkan penglihatannya pada layar ponsel Yongri, yang sekarang menampilkan wallpaper dari dua orang yang sangat gadis itu kenal. Foto dimana Siwon yang sedang mencium pipi Yongri. Seunmi merasa matanya memanas. Dada gadis itu juga terasa sesak. Sulit untuk mempercayai apa yang dilihatnya sekarang. Bagaimana mungkin Siwon dan Yongri terlihat intim padahal mereka hanya sebatas sepupu? Itulah yang ada dipikiran Seunmi sekarang. Seunmi menyeka airmata pertamanya yang mengalir. Gadis itu melangkahkan kakinya keluar kelas dengan langkah pasti. Jika ia tidak bisa menemui Yongri sekarang, sepertinya ia tau siapa yang harus ditemuinya saat ini.

 

Siwon menghentikan langkahnya saat melihat Seunmi yang berdiri beberapa langkah saja didepannya. Laki-laki itu sedikit memicingkan matanya saat melihat ada yang berbeda dari wajah gadis itu. Sama-sama dengan langkah pelan, keduanya saling mendekat. Hingga akhirnya ketika tersisa satu langkah lagi, mereka menghentikan langkah kaki mereka.

“Ada apa?” Tanya Siwon. Seunmi mengulurkan tangannya yang menggenggam ponsel Yongri. Siwon sedikit bingung, namun akhirnya tersadar dengan apa yang dipegang Seunmi.

“Ponsel Yongri?” Gumam Siwon. Seunmi tersenyum miris. Sepertinya apa yang ada dipikirannya tadi benar. Siwon begitu mengetahui barang-barang milik Yongri.

“Tertinggal di kelas.” Ujar Seunmi pelan. Dengan ragu, Siwon mengambil ponsel Yongri di tangan Seunmi. Seunmi hendak berbalik meninggalkan Siwon, namun diurungkannya. Gadis itu menatap Siwon sebentar sebelum bertanya.

“Kau tau kenapa aku memberikan ponsel ini padamu?” Siwon hanya mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Seunmi.

“Ka–karena aku..sepupunya.” Jawab Siwon ragu. Seunmi menggeleng pelan.

“Karena aku menemukan fotomu pada wallpaper ponsel Yongri.” Ucap Seunmi. Siwon terlihat benar-benar terkejut, dan segera mengecek wallaper pada ponsel Yongri. Mata laki-laki itu segera membulat saat tau foto apa yang dimaksud Seunmi.

“Selamat. Kalian telah berhasil membuatku seperti orang bodoh.” Kata Seunmi miris.

“Ah,, bukan hanya aku. Tetapi juga Hyukjae sunbae. Aku tidak mengerti apa maksud kalian dengan ini semua. Maksud Yongri berpacaran dengan Hyukjae sunbae, padahal ia sudah memiliki kekasih. Kalian benar-benar-” ucapan Seunmi terputus dengan airmatanya yang kembali mengalir. Gadis itu dengan segera berbalik dan berlari meninggalkan Siwon. Siwon terpaku ditempatnya. Tidak menyangka jika Seunmi akan mengetahui semuanya. Siwon tidak memikirkan dirinya saat ini. Yang dia pikirkan adalah bagaimana dengan Yongri. Seunmi pasti akan memberitahukan semuanya pada Hyukjae. Dan bisa dipastikan bahwa rencana yang telah disusun oleh Yongri selama ini akan hancur berantakkan.

 

~

 

“Taman bermain?” Gumam Yongri. Hyukjae menatap Yongri dan mengangguk singkat.

“Menghabiskan waktu berdua di tempat ini, bukankah mengasikkan?” Hyukjae tampak tersenyum senang.

“Tapi, apa ini cocok untuk kita, oppa?” Tanya Yongri ragu.

“Tentu saja cocok. Sudahlah, lebih baik kita segera masuk.” Ucap Hyukjae sembari menggenggam tangan Yongri untuk memasukki taman bermain yang cukup padat sore itu.

Yongri yang awalnya ragu, akhirnya dapat berteriak dan tertawa lepas, ketika Hyukjae mengajaknya bermain roller coster. Gadis itu merasa bebannya sedikit terangkat karena ia terus berteriak. Bahkan ia hampir mengeluarkan airmata karena terlalu bersemangat berteriak. Hyukjae yang duduk disebelahnya hanya dapat tertawa geli melihat Yongri. Genggaman tangannya pada tangan Yongri tak pernah lepas sedikitpun.

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Hyukjae setelah mereka turun dari wahana tersebut.

“Benar-benar menakjubkan, oppa. Kau pandai memilih permainan.” Jawab Yongri antusias.

“Jangan pernah meragukan Lee Hyukjae.” Balas Hyukjae sombong. Yongri mencibir pelan.

“Ja! Sekarang kita akan bermain apa lagi?” Tanya Yongri sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh wahana yang ada di sana.

“Kita beristirahat saja sebentar. Aku haus sekali. Apa kau tidak haus?” Ujar Hyukjae dan mengajak Yongri untuk duduk.

“Kita baru saja bermain beberapa wahana dan kau sudah lelah? Aigoo,, sepertinya faktor umur.” Ejek Yongri. Hyukjae menatapnya gemas dan merangkul gadis itu dengan erat.

“Dasar cerewet. Aku pergi beli minum sebentar. Kau tunggu disini, arraseo?” Hyukjae berdiri dari duduknya dan menatap Yongri.

“Arraseo, Tuan Lee.” Kata Yongri membuat Hyukjae tersenyum dan segera berlalu untuk membeli minum.

Yongri menghela nafas dan membuka tas selempang yang sedari tadi terus dipakainya. Gadis itu hendak mengambil ponsel yang di memang disimpannya di dalam tas. Merasa belum menemukan benda tersebut, Yongri sedikit mengobrak-abrik isi tasnya. Dan hasilnya tetap tidak ada.

“Ponselku.” Gumamnya pelan. Merasa kegiatannya tidak membuahkan hasil, Yongri kembali menutup tasnya dan tampak berpikir. Seingatnya, ia tidak mengeluarkan ponselnya selama di kampus. Seharusnya ponsel itu berada di dalam tas.

“Choi Yongri!” Yongri tersentak saat mendengar suara yang cukup keras. Ia memberengut kesal saat melihat Hyukjae yang meneriakkan namanya tadi.

“Aku tidak tuli!” Sungutnya.

“Benarkah? Tetapi aku sedikit ragu. Aku sedaritadi memanggilmu dan kau hanya diam saja. Apa namanya jika bukan tuli?” Ejek Hyukjae dan mengambil tempat duduk di samping Yongri.

“Ini.” Hyukjae menyerahkan minuman yang ada ditangannya.

“Terima kasih.” Gumam Yongri.

“Ada yang kau pikirkan?” Tanya Hyukjae.

“Tidak ada. Hanya saja, ponselku tidak ada di dalam tas.” Jawab Yongri.

“Mungkin kau lupa membawanya.” Ujar Hyukjae.

“Sepertinya tidak mungkin, oppa.” Yakin Yongri sembari terus berpikir.

“Apa mungkin tertinggal di kelasmu?”

“Sepertinya juga tidak mungkin. Karena aku tidak mengeluarkan ponselku selama di dalam kelas.”

“Lebih baik kau periksa saja dahulu saat pulang nanti. Jika memang hilang, aku akan membelikannya yang baru.” Ujar Hyukjae membuat Yongri sedikit melotot.

“Tidak perlu, oppa. Aku bisa minta appa yang membelikannya.” Tolak Yongri.

“Terserah kau saja kalau begitu. Walaupun sejujurnya aku tidak masalah jika harus mengeluarkan uang yang banyak untuk gadis yang aku cintai.” Kata Hyukjae dengan tersenyum kecil.

“Jika seperti itu, kau bisa dimanfaatkan oleh gadis-gadis itu.” Sela Yongri.

“Kalau begitu, kau ingin memanfaatkanku?” Ucap Hyukjae cepat.

“Apa?! Enak saja! Tidak pernah sekalipun terpikir olehku untuk memanfaatkanmu, apalagi uangmu.”

“Kau sendiri yang bilang jika aku akan dimanfaatkan oleh gadis yang aku cintai. Gadis yang aku cintai sekarang adalah kau. Bukankah kau berarti akan memanfaatkanku?”

“Berhenti bicara omong kosong.” Decak Yongri. Hyukjae kembali tersenyum kecil.

“Tidak masalah jika kau memanfaatkanku. Asalkan kau tetap berada disisiku.” Gumam Hyukjae pelan.

“Apa yang kau katakan, oppa?” Tanya Yongri.

“Tidak. Tidak ada. Ayo, kita kembali bermain.” Hyukjae menarik tangan Yongri untuk berdiri dan kembali melanjutkan kegiatan kencan mereka.

 

 

Mobil Hyukjae berhenti tepat di depan rumah Yongri. Langit sudah gelap ketika mereka memutuskan untuk pulang dari taman bermain. Dan tentu saja Hyukjae akan mengantarkan Yongri pulang ke rumah terlebih dahulu.

“Kau senang hari ini?” Tanya Hyukjae dengan menatap Yongri intens. Yongri mengangguk sembari melepas seatbelt yang dipakainya.

“Tentu saja.” Jawabnya pasti.

“Baguslah jika seperti itu. Aku harap kau selalu senang saat berada di dekatku.” Ucap Hyukjae.

“Apa maksudmu, oppa? Tentu saja aku akan selalu senang.” Balas Yongri.

“Kau tidak berbohong padaku, kan? Perkataanmu itu, bukan hanya untuk membuatku senang saja, kan?” Wajah Hyukjae berubah murung. Yongri menatap Hyukjae dengan serius. Gadis itu dapat melihat wajah Hyukjae yang terlihat sedih.

“Sebenarnya ada apa denganmu, oppa? Kau terlihat aneh.” Tanya Yongri. Hyukjae menundukkan kepalanya dan menghela nafas.

“Entahlah. Aku hanya merasa kau akan meninggalkanku.” Jawab Hyukjae. Yongri sangat terkejut mendengar jawaban Hyukjae. Ia berpikir jika Hyukjae dapat membaca pikirannya. Sejujurnya, Yongri memang sedang memikirkan cara untuk mengakhiri hubungannya dengan Hyukjae. Yongri merasa ini salah dan ia harus dengan segera mengakhirinya sebelum perasaannya pada Hyukjae semakin dalam. Yongri tidak ingin terus-terusan menyakiti Siwon dan tentu saja tidak ingin menyakiti Hyukjae juga. Tetapi, di dalam hidup bukankah harus memilih? Dan Yongri sudah memutuskan untuk tetap disisi Siwon, karena Siwon–lah yang selama ini dicintainya.

“Oppa..” Gumam Yongri setelah tersadar dari keterkejutannya. Hyukjae mendongakkan kepalanya dan tersenyum sedikit dipaksakan.

“Sepertinya aku melantur, ya? Sudahlah, lebih baik kau segera masuk. Angin malam tidak baik untukmu.” Ujar Hyukjae. Laki-laki itu memberikan kecupan dalam pada kening Yongri. Yongri hanya mampu tersenyum kecil dan segera turun dari mobil Hyukjae.

Setelah mobil Hyukjae meninggalkan halaman rumahnya, Yongri segera berbalik untuk masuk ke dalam rumah. Namun, suara deru motor yang begitu dikenalnya, membuat Yongri kembali berbalik. Ia tersenyum senang saat melihat motor Siwon terparkir sempuna di tempat mobil Hyukjae sebelumnya berada. Siwon melepaskan helm yang dipakainya dan segera turun dari motor. Ia dapat melihat Yongri yang sedang tersenyum sembari menatapnya. Tetapi Siwon hanya menunjukkan wajah datarnya membuat senyum Yongri menghilang.

“Kau datang, oppa..” Ucap Yongri pelan.

“Tidak memiliki rencana untuk datang, tetapi ada yang harus aku berikan padamu.” Kata Siwon masih dengan wajah datarnya. Siwon merogoh saku celananya membuat Yongri sedikit penasaran. Dan ketika melihat Siwon menyodorkan ponsel miliknya, wajah gadis itu berubah bingung.

“Bagaimana bisa ada padamu? Aku memang mencarinya sejak tadi.” Tanya Yongri sembari mengambil ponsel tersebut dari tangan Siwon.

“Seunmi yang memberikannya padaku. Sepertinya tertinggal dikelasmu.” Jawab Siwon.

“Benarkah?” Gumam Yongri tidak yakin.

“Kau tau kenapa Seunmi memberikannya padaku? Bukankah seharusnya ia memberikannya pada Hyukjae? Karena yang ia tau, Hyukjae adalah kekasihmu.” Siwon menatap Yongri. Yongri membalas tatapan Siwon dengan sedikit takut. Pasalnya tatapan Siwon terlihat sangat mengintimidasi.

“Ka–karena Seunmi melihatku dan Hyukjae pergi bersama tadi. Tentu saja ia tidak bisa memberikannya kepada Hyukjae.” Jawab Yongri. Siwon kembali merasakan sesak saat mengetahui Yongri dan Hyukjae pergi bersama. Namun laki-laki itu mencoba untuk tidak memperlihatkannya.

“Mungkin itu alasan keduanya. Kau tau alasan pertamanya?” Tanya Siwon lagi.

“Karena ia berpikir kau sepupuku.” Jawab Yongri lagi. Siwon tersenyum sinis dan mengalihkan pandangannya sebentar. Sebelum akhirnya kembali tertuju pada Yongri.

“Tadinya kupikir seperti itu. Tapi ternyata salah.” Kata Siwon.

“Maksudmu?” Yongri benar-benar terlihat bingung.

“Wallpaper apa yang kau pasang diponselmu?” Tanya Siwon.

“Foto..kita..” Jawab Yongri pelan.

“Tidakkah kau berpikir Seunmi melihatnya?”

“Apa?! Maksudmu–”

“Ya. Seunmi sudah mengetahui semuanya. Ia tau bahwa aku adalah kekasihmu.” Sela Siwon membuat tubuh Yongri menegang. Gadis itu belum siap jika rencananya harus terbongkar sekarang. Terlebih ia belum memikirkan bagaimana caranya menyampaikan pada Seunmi mengenai rencananya selama ini.

“Gadis itu menangis.” Ucap Siwon pelan.

“Aku baru menyadari jika rencanamu ini, bukan hanya melukaiku. Tetapi juga melukai temanmu itu.” Lanjutnya. Siwon menghela nafas dan bersiap untuk pergi.

“Itu saja yang ingin aku sampaikan padamu. Mungkin besok kau harus persiapkan dirimu, jika Seunmi melampiaskan kemarahannya padamu. Terlebih jika Seunmi menceritakannya pada Hyukjae. Mungkin sudah saatnya kau mengakhiri ini semua.” Pesan Siwon dan segera berbalik untuk menaikki motornya. Tetapi langkahnya terhenti saat merasakan Yongri mencengkram lengannya. Siwon menatap sebentar tangan Yongri yang berada dilengannya, sebelum akhirnya kembali berbalik untuk menatap gadis itu.

“Jika nanti Seunmi dan Hyukjae membenciku karena ini, bisakah kau kembali ke sisiku seperti dulu, oppa?” Tanya Yongri pelan. Siwon terlihat terkejut dengan pertanyaan Yongri.

“Jika rencanaku terbongkar, semua orang akan membenciku karena telah mempermainkan Lee Hyukjae. Saat itu tiba, bisakah oppa tetap berada disisiku? Aku tidak akan apa-apa jika mereka membenciku asalkan itu bukan kau, oppa.” Airmata Yongri mengalir pelan. Tiba-tiba ia merasakan takut sendirian. Takut jika tidak ada lagi yang akan berada disisinya. Siwon masih enggan menjawab. Ia malah melepaskan tangan Yongri yang berada dilengannya. Dan segera berlalu dari sana untuk meninggalkan rumah Yongri. Tangis Yongri semakin menjadi saat melihat Siwon meninggalkannya. Dan untuk pertama kalinya, Yongri benar-benar menyesal telah melakukan yang namanya balas dendam.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

23 thoughts on “You and Him – Part 5

  1. tinggal jejak dulu , ceritanya makin seru bener moga jiyeon cpt kembali kesiwon . Mog cepet juga ddi post next partnya 🙂

  2. Sepertinya Yongri jd egois kesannya krn ia terlalu memaksakan diri u membalaskan dendam, tp kenyataannya semua org bs tersakiti dgn jalan yg ia ambil terutama Siwon oppa.. Smg Yongri sgr memberitahu Hyukjae oppa dan mengakhiri semua ini dan memikirkan cara bgmn Siwon oppa agar memaafkannya

  3. gapapa kebongkar aja, lebih baik malah.
    biar om anti razor(??) -*pokesiwon* xD- *skip* gak gaslau lagi

    satu lagi, sumpah nyesek banget waktu bayangin siwon sama yongri pas di taman, kasian juga sih ama yongri, tapi ay lagi mihak ke siwon yang tersakiti
    hahaha xD

    lanjut thor jangan lama yah!!
    di tunggu…. 😀
    fighting 🙂

  4. Yeyeye… lalalala… akhirnya drimu cimeback jga dr persembunyian Chingu… hehehehe…
    Ini yg ditunggu2…
    Hmm.. drsni kita dpt pelajaran klo balas dendam itu g slamanya bkin kita tenang tpi mlah sebaliknya… and nyakitin orng lain jga…
    Yups…. Yongri.. kau hrs mengakhiri ini semua… Kasihan Wonppa.. kau jga tersakiti, Hyukppa and Seunmi…
    Next… next…

  5. Aigooo!! Ini rumit bgt, eunhyuk bahkan rela dimanfaatin (?) Asa ttp ama yongri hu hu hu makin rumit, seunmi uda tau, siwon mulai menjauh(?)
    balas dendam emg gaada yg bisa didapetin, bahkan rasa puas nanti juga gaakan seberapa. Malah jadi di tinggalin dan di benci orang. Hu hu hu

  6. Sepertinya siwon sudah benar-benar lelah sama yongri. Berharap next part bisa ngejawab segalanya. Yang terbaiklah buat siwon 🙂

  7. semoga aja yongri bisa memilih dengan benar kali ini, karena dia udah bikin banyak orang terluka akibat rencana balas dendam konyol itu.. bahkan smp sekarang yongri ga bisa ninggalin hyukjae

  8. Hahaha senang sekali melihat yongri terpuruk kkk rasain kamu wkwkwk itu akibat ulahmu sendiri >_< siwon pacaran saja wanita lain 🙂 enak saja minta siwon tetap berada disisinya kkk lucu sekali kamu yongri-_-

  9. Dan gue suka sama sikap Siwon.. dan sebel sama sikap Yongri egois dia pantas mendapatkan kebencian dari siwon… seharusnya bersyukur karena Siwon masih mencintainya walau ia sakit…
    Tipe Cewe menyebalkan si yongri sumpah… maaf ya Min tadi salah comen ane hehehhe malah di he is vampire

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s