Love You More, More, and More

Author : Choineke

Title :Β Love You More, More, and More

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Choi Yongsoo (OC), Choi Yongwon (OC)

Genre : Romance, marriage life, family

Length : Oneshoot

Rating : PG-15

 

Author POV

“Yongwon-ah..” Panggil Yongsoo perlahan.

“Ada apa, hyung?” Sahut Yongwon singkat, terlalu sibuk dengan mainan robot ditangannya.

“Semakin lama, appa semakin menyebalkan.” Ujar Yongsoo dengan berbisik. Takut apa yang dikatakannya itu terdengar oleh orang lain. Nyatanya, kedua bocah laki-laki berumur 4 tahun itu sedang berdua saja di depan televisi ditemani berbagai mainan di samping mereka.

Yongwon menghentikan kesibukannya dan menatap kembaran yang berbeda 4 menit dengannya itu. Kening bocah itu berkerut pertanda ia sedang berpikir keras. Selanjutnya, ia menyingkirkan berbagai mainan didekatnya dan mendekati kakaknya tersebut.

“Kenapa kau berkata seperti itu, hyung? Kau tau, aku sangat menyayangi appa! Kau tidak boleh mengatakan yang tidak-tidak tentangnya.” Protes Yongwon tidak terima. Yongsoo berdecak pelan dan menghela nafas panjang. Sedikit merangkai kata yang sebentar lagi akan dilontarkannya.

“Apa kau tidak merasa jika akhir-akhir ini eomma selalu disibukkan oleh appa? Appa selalu memanggil eomma jika eomma sedang bersama kita. Seperti yang barusan ini terjadi.” Jelas Yongsoo masih dengan berbisik. Yongwon kembali memikirkan kata-kata yang baru saja Yongsoo ucapkan. Bocah itu meletakkan jari telunjuk kanannya di dagu dengan bola mata yang bergerak ke kanan dan ke kiri.

“Dan kau lihat, setelah appa memanggil eomma tadi, eomma seperti melupakan kita.” Lanjut Yongsoo dengan bibir mengerucut. Bocah itu menendang pelan mainan yang dapat di jangkau olehnya. Perasaan kesal benar-benar dirasakan olehnya saat ini.

“Ah, kau benar, hyung. Aku sampai tidak bisa minum susu karena eomma selalu bersama appa.” Setelah sekian lama berpikir, Yongwon menyetujui ucapan sang kakak. Tiba-tiba perasaan kesal juga dirasakan olehnya. Yongsoo dan Yongwon menggembungkan pipi mereka yang sudah tembam sembari menatap pintu kamar orangtuanya yang tak kunjung terbuka.

Beberapa saat kemudian, pintu yang sedari tadi tertutup itu terbuka dengan lebar. Membuat Yongsoo dan Yongwon serempak menoleh dan tersenyum senang. Dengan sedikit kesulitan, kedua bocah itu berdiri dari duduknya dan menghampiri seorang wanita cantik yang baru saja keluar dari dalam kamar itu.

“Eomma!!” Teriak mereka bersamaan sembari memeluk kaki wanita cantik itu.

“Aigoo,, kalian sangat merindukan eomma, eo?” Wanita itu tersenyum geli melihat kedua putranya yang begitu manja padanya.

“Apa-apaan ini? Tidak ada yang mau memeluk appa?” Pria yang berdiri di samping wanita itu tampak berkacak pinggang. Ia menunduk sembari melihat putra kembarnya yang sedang menatap kesal padanya.

“Appa merebut eomma dari kami!” Ucap Yongsoo dengan melotot.

“Eomma milik kami!” Tambah Yongwon yang juga ikut-kutan melotot.

Pasangan suami istri itu kontan terkejut saat mendengar apa yang diucapkan putra-putra mereka. Wanita cantik itu segera berjongkok untuk mensejajarkan wajahnya dengan kedua bocah itu.

“Apa maksud ucapan kalian, huh?” Tanya wanita itu.

“Eomma milik kami! Pokoknya eomma hanya milik kami!” Teriak Yongsoo.

“Ya! Kalian pikir siapa yang menemukan eomma pertama kali jika bukan appa?” Tanya pria itu tidak terima.

“Siwon oppa!”

“Yongri sayang, kau itu terlalu memanjakan mereka. Lihatlah, mereka berniat menjauhkanmu dariku.” Sungut Siwon kesal.

“Appa yang menjauhkan eomma dari kami.” Balas Yongsoo.

“Yongsoo hyung benar. Aku saja tidak bisa minum susu karena appa! Eomma tidak bisa membuatkanku susu karena appa selalu mengurung eomma di dalam kamar!” Timpal Yongwon sembari menatap Siwon dengan garang. Siwon menarik Yongri berdiri dibelakangnya. Memastikan bahwa Yongsoo dan Yongwon tidak dapat melihat Yongri. Membuat kedua mata putra-putranya itu tampak berkaca-kaca.

“Eomma!!” Teriak mereka sembari menangis dengan kencang. Yongsoo dan Yongwon menghentakkan kaki-kaki mereka dengan wajah yang berlinang air mata.

“Menangislah jika kalian ingin menangis. Eomma kalian hanya milik appa, arraseo?” Siwon tampak tidak peduli melihat Yongsoo dan Yongwon yang menangis. Tangisan kedua bocah itu semakin kencang saat mendengar ucapan Siwon, membuat Yongri berdecak kesal.

“Oppa! Kenapa kau suka sekali membuat mereka menangis?” Ujar Yongri dan segera menghampiri kedua putranya. Dengan segera Yongsoo dan Yongwon memeluk leher Yongri. Menumpahkan tangis mereka pada bahu kecil Yongri. Membuat wanita cantik itu tampak kewalahan.

“Bantu aku menenangkan mereka, oppa!” Ucap Yongri kesal. Siwon tersenyum kecil dan berjongkok di samping Yongri.

“Soo-ya, kau bersama appa dulu, ya? Biar adikmu bersama eomma.” Kata Yongri kepada Yongsoo. Tangis Yongsoo semakin keras pertanda ia menolak permintaan Yongri. Yongsoo mengeratkan rangkulan tangan kecilnya pada leher Yongri.

“Kalau begitu Yongwon saja yang bersama appa. Sini biar appa gendong.” Kali ini Siwon yang membujuk. Sama halnya seperti Yongsoo, tangis Yongwon pun semakin kencang. Jangankan untuk mendekat ke Siwon, melihat wajahnya pun kedua bocah itu seolah enggan. Yongri melayangkan tatapan kesal kepada Siwon. Ini semua karena laki-laki itu yang selalu mengganggu anak-anaknya. Padahal Siwon tau, jika Yongsoo dan Yongwon sudah menangis, akan susah membujuk mereka untuk diam. Siwon yang ditatap seperti itu oleh Yongri hanya bisa tersenyum layaknya orang bodoh.

 

~~~

 

Yongri menggeliat di dalam pelukan Siwon, saat merasakan hangatnya matahari menerpa wajah cantiknya. Menyembunyikan wajahnya di dada bidang Siwon sepertinya pilihan terbaik untuk menghalau silaunya sinar matahari pagi itu. Niat awalnya yang ingin kembali tidur, digagalkan oleh wanita itu saat tersadar hari sudah pagi. Ia harus menjalankan aktivitasnya sebagai seorang istri dan ibu. Yongri menjauhkan wajahnya dari dada Siwon dan melihat sang suami yang masih sangat terlelap. Senyum kecil tercetak jelas di wajah Yongri.

“Bangun, oppa.” Yongri mengguncang pelan tubuh Siwon. Sedikit terganggu dengan perlakuan Yongri, Siwon menggeliat pelan hingga akhirnya membuka matanya dengan sempurna.

“Jam berapa sekarang?” Pertanyaan Siwon membuat Yongri memberengut kesal. Bukan kata-kata itu yang diharapkan Yongri untuk keluar dari mulut Siwon.

“Kau tidak menyapaku dan malah menanyakan jam?” Rajuk wanita itu kesal. Siwon seolah tersadar dan dengan segera menatap wajah cantik istrinya. Dengan raut wajah serius, laki-laki itu bertanya.

“Katakan padaku, kau ingin disapa dengan kata-kata atau dengan perbuatan?”

“Perbuatan?” Yongri membeo ketika merasakan kebingungan atas pertanyaan Siwon.

“Seperti ini-” Mata Yongri sedikit membulat saat merasakan bibir Siwon bermain cepat dibibirnya. Ia mencengkram kaos putih polos yang dipakai Siwon saat merasakan bibir Siwon semakin dalam mencium bibirnya.

Setelah merasa sedikit puas, Siwon segera menjauhkan wajahnya dari wajah Yongri. Tersenyum kecil karena melihat wajah istrinya yang memerah. Siwon mengusap pelan bibir bawah Yongri yang basah akibat air liur keduanya yang menyatu.

“Benar-benar sapaan yang manis.” Gumam Yongri, kembali membuat Siwon tersenyum.

“Kenapa istriku semakin hari semakin cantik?” Tanya Siwon dengan wajah kekanakkan.

“Wajah suamiku juga semakin hari semakin tampan.” Timpal Yongri membuat keduanya tertawa.

“Bukankah kita sangat serasi, Yongri-ya? Cantik dan tampan. Pasti banyak yang iri melihat kita.” Ucap Siwon percaya diri. Yongri hanya mencibir pelan dan bangkit menjadi duduk.

“Ayo, mandi. Kau harus bekerja.” Kata Yongri. Siwon ikut bangkit menjadi duduk dan merengkuh pinggang Yongri.

“Kau mengajakku mandi bersama?” Tanya Siwon senang.

“Berhentilah berotak mesum, oppa.” Jawab Yongri sinis.

“Tidakkah kau berpikir untuk memberi adik pada si kembar?” Siwon mendekatkan wajahnya pada leher Yongri. Memberi sedikit kecupan di sana.

“Dasar laki-laki, seenaknya saja jika bicara. Kalian tidak tau bagaimana rasanya mengandung dan melahirkan! Tidak semudah yang kalian bayangkan.” Tiba-tiba Yongri menjadi kesal.

“Baiklah kalau begitu aku akan mengeluarkannya diluar, dan kau tidak mungkin hamil, kan?” Bujuk Siwon.

“Sebentar lagi Yongsoo dan Yongwon bangun.”

“Kalau begitu kita mulai sebelum mereka bangun.” Belum sempat Yongri membalas perkataan Siwon, laki-laki itu sudah membungkam bibir Yongri. Membuat wanita itu memukul dadanya karena terkejut. Siwon yang seolah tidak peduli, mencengkram pelan kedua pergelangan tangan Yongri dan sedikit melembutkan tempo ciumannya. Setelah merasa yongri cukup tenang, Siwon menarik Yongri turun dari tempat tidur tanpa repot-repot melepaskan ciuman mereka. Berjalan pelan menuju kamar mandi, dengan kedua tangan mereka yang sibuk membuka piyama pasangan masing-masing. Keduanya dengan segera memasukki kamar mandi, saat tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun.

 

 

Yongsoo dan Yongwon berjalan dengan malas keluar dari kamar mereka. Kedua bocah itu mengusap mata mereka yang masih terasa mengantuk sembari menuju kamar Siwon dan Yongri. Mereka berencana meminta Yongri membuatkan susu seperti yang biasa Yongri lakukan. Namun keduanya cukup terkejut saat melihat kamar orangtuanya yang bisa dikatakan berantakan, dengan pakaian diman-mana.

“Hyung, ada apa ini?” Tanya Yongwon bingung.

“Tidak biasanya kamar eomma dan appa berantakan seperti ini.” Lanjutnya.

“Aku juga tidak tau. Tapi, dimana eomma?” Ujar Yongsoo.

“Kau tidak dengar itu, hyung? Eomma pasti sedang mandi. Kita tunggu di atas tempat tidur saja.” Kata Yongwon dan dengan susah payah menaiki tempat tidur Siwon dan Yongri, disusul oleh Yongsoo. Karena mata keduanya yang masih mengantuk, sebentar saja untuk mereka tertidur dengan posisi saling berhadapan.

 

Pagi itu keluarga kecil Siwon menikmati sarapan bersama di ruang makan. Siwon dan Yongri tampak terus tersenyum melihat tingkah lucu putra kembar mereka. Yongsoo dan Yongwon bersikeras ingin memakan sarapan mereka sendiri, padahal Yongri sudah berulang kali ingin menyuapi mereka. Alhasil, di sekitar mulut mereka kotor oleh makanan. Itulah yang membuat Siwon dan Yongri terus tersenyum.

“Ayo cuci mulut kalian. Appa mau berangkat bekerja. Tidakkah kalian ingin mencium appa?” Ujar Siwon setelah menyelesaikan sarapannya. Yongsoo dan Yongwon dengan semangat menuruni kursi makan dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci mulut mereka. Kembali mengundang tawa dari Siwon dan Yongri.

“Mereka sangat lucu, ya, oppa?”

“Tentu saja. Mereka anakku.”

“Anak kita.” Ralat Yongri. Membuat Siwon tersenyum dan menggenggam tangan Yongri yang berada di atas meja makan.

“Nanti siang, kita makan siang bersama, ya? Bersama Yongsoo dan Yongwon juga.” Ajak Yongri. Siwon menghela nafas panjang.

“Maaf, sayang. Nanti siang aku harus bertemu dengan klien. Ada proyek besar yang harus aku selesaikan.” Jelas Siwon membuat senyum yang sedari tadi terpancar di bibir Yongri menjadi hilang.

“Maafkan aku.” Sesal Siwon.

“Tidak apa-apa. Masih banyak waktu untuk kita makan siang bersama.” Yongri mencoba memasang senyum semanis mungkin, agar Siwon tidak melihat gurat kekecewaan diwajahnya. Walaupun sebenarnya Siwon tau bahwa Yongri kecewa.

“Aku janji jika proyekku ini selesai dan berhasil, kita akan pergi jalan-jalan bersama Yongsoo dan Yongwon.”

“Benarkah? Kau janji?” Tanya Yongri senang.

“Aku janji. Aku akan mengambil cuti dari kantor dan kita akan pergi ke luar negeri bersama. Hanya tunggulah sebentar lagi.”

“Aku mengerti, oppa. Aku berharap proyekmu cepat selesai.”

“Akupun begitu. Baiklah, aku harus pergi ke kantor. Kemana kedua bocah itu? Kenapa lama sekali?” Tanya Siwon bingung.

“Tunggu, aku akan melihat mereka. Ah! Itu mereka.”

Yongri, Yongsoo, dan Yongwon mengantar Siwon hingga ke depan pintu. Mereka menatap Siwon yang memasukki mobil dan melajukan mobilnya setelah memberikan senyum terbaiknya kepada keluarga kecilnya itu.

“Nah anak-anak, sekarang waktunya kalian mandi. Kalian tidak lupa, kan, kalau kalian belum mandi?” Ujar Yongri kepada kedua putranya. Yongsoo dan Yongwon saling menatap dan tersenyum jahil. Setelahnya mereka berlari meninggalkan Yongri.

“Kami tidak mau mandi!!” Teriak mereka bersamaan.

“Ya!! Jangan lari!” Balas Yongri sembari mengejar mereka.

 

~

 

Tidak bisanya Siwon menemani Yongri makan siang bersama kedua putra mereka, bukan berarti membatalkan niat Yongri untuk tetap makan siang di luar. Buktinya sekarang Yongri bersama Yongsoo dan Yongwon baru saja sampai di sebuah restoran yang menyajikan makanan-makanan khas Korea Selatan. Siang itu, restoran tersebut terlihat sangat ramai. Membuat Yongri harus menjelikan matanya untuk mencari tempat yang masih kosong. Dengan kedua tangan yang sedang menggandeng Yongsoo dan Yongwon, mata Yongri terus bergerak ke kanan dan kiri.

Yongri tertegun saat matanya menangkap sosok laki-laki yang begitu dikenalnya. Sedang duduk sembari menikmati makan siang, bersama seorang wanita. Yongri menerka-nerka apa yang sebenarnya dilakukan Siwon di sini bersama wanita itu. Inikah yang dimaksud Siwon dengan bertemu klien? Tetapi Yongri sedikit sanksi akan hal itu, melihat ekspresi keduanya yang terlihat santai, dan beberapa kali Yongri melihat Siwon tertawa bersama wanita itu. Tiba-tiba Yongri merasakan wajahnya memanas hingga ke ubun-ubun. Dengan gusar, wanita cantik itu membalikkan badannya dan membawa kedua putranya keluar dari sana.

“Eomma, kita mau kemana? Aku lapar sekali.” Protes Yongwon saat Yongri memasukkan mereka ke dalam mobil.

“Kita makan di tempat lain saja.” Jawab Yongri datar.

“Ada apa denganmu, eomma? Wajahmu…terlihat mengerikan.” Gumam Yongsoo yang tidak diperdulikan sama sekali oleh Yongri. Wanita itu segera menekan pedal gas dan meninggalkan restoran tersebut dengan rahang yang mengeras.

 

 

Siwon memasukki rumahnya dengan wajah yang sedikit lelah. Namun itu hanya sebentar, karena setelahnya laki-laki itu tersenyum kecil saat melihat buah hatinya dengan Yongri sedang bermain di depan televisi. Kedua bocah itu tampak serius bermain hingga tidak menyadari kepulangan Siwon. Siwon menaruh tas kerjanya di atas sofa dan menghampiri mereka.

“Jagoan-jagoan appa sedang bermain apa?” Tanya Siwon dengan menjongkokkan dirinya di hadapan mereka.

“Appa!!” Teriak Yongsoo dan Yongwon yang terlihat terkejut dengan kedatangan Siwon. Mereka dengan segera berdiri dan memeluk Siwon. Membuat Siwon sedikit bingung namun tetap tersenyum.

“Aigoo,, ada apa ini? Tidak biasanya kalian bersikap manja pada appa.” Ujar Siwon. Keduanya melepaskan pelukan mereka dan menatap Siwon.

“Temani kami bermain, appa.” Pinta Yongsoo.

“Memangnya eomma dimana? Kenapa tidak meminta eomma menemani kalian bermain?” Tanya Siwon.

“Ada di dalam kamar. Eomma terlihat aneh, appa. Wajahnya mengerikan.” Jawab Yongsoo.

“Iya, appa. Hyung benar. Aku takut melihat eomma.” Timpal Yongwon dengan wajah murung.

“Benarkah?” Gumam Siwon yang terlihat sangat bingung. Setahunya saat tadi pagi ia meninggalkan rumah, semua baik-baik saja. Dan jika Yongsoo dan Yongwon bisa berbicara seperti ini, kemungkinan memang terjadi sesuatu pada istrinya itu.

“Baiklah, appa akan ke kamar dulu. Appa ingin mandi, dan setelah itu menemani kalian bermain. Oh ya, kalian sudah makan?” Kedua bocah itu mengangguk.

“Anak pintar. Sekarang bermainlah dahulu.” Ucap Siwon. Yongsoo dan Yongwon kembali duduk dan sibuk dengan mainan mereka. Siwon menghela nafas panjang. Sebelum menuju kamarnya, ia mengusap kepala mereka dengan penuh kasih sayang.

Siwon memasukki kamar dan melihat Yongri sedang berdiri membelakanginya. Wanita itu tampak serius menatap taman belakang rumah dari jendela kamar mereka. Dengan perlahan Siwon menghampiri Yongri dan memeluknya dari belakang. Yongri terlihat terkejut. Saat tau siapa yang memeluknya, ia langsung melepaskan pelukan Siwon dan berlalu untuk duduk di atas tempat tidur. Mendapat penolakan dari Yongri, tentu saja membuat Siwon sedikit terluka. Pasalnya selama ini Yongri tidak pernah menolak pelukannya sekalipun. Dari awal mereka pacaran hingga setelah menikah. Ini pertama kalinya, dan Siwon yakin terjadi sesuatu, namun sayangnya ia tidak tau apa.

Siwon kembali menghampiri Yongri dan duduk disampingnya. Namun wanita itu tidak menatapnya sama sekali.

“Ada apa?” Tanya Siwon pelan. Yongri tidak menjawab.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon dan tetap tidak mendapatkan jawaban dari Yongri.

“Jika terjadi sesuatu, katakan saja. Jangan diam dan memasang wajah seperti itu. Kau tau, anak-anak takut melihatmu.” Ujar Siwon yang semakin membuat Yongri kesal. Memangnya ada apa dengan wajahnya sekarang?! Yongri ingin sekali berteriak seperti itu. Namun ia lebih memilih diam. Siwon menghela nafas kasar dan berdiri dari duduknya. Laki-laki itu membuka kemeja serta celana kain yang dipakainya, menyisakan kaos polos putih serta boxer saja. Setelahnya, ia melenggang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Yongri menghela nafas pelan saat mendengar pintu kamar mandi tertutup. Ia sangat ingin menanyakan Siwon perihal apa yang dilihatnya di restoran tadi. Restoran favorit mereka. Tetapi wanita itu sedikit takut. Takut jika Siwon berbohong dan mengarang alasan. Yongri mengambil kemeja serta celana kain Siwon, yang diletakkan laki-laki itu begitu saja di lantai. Dan kembali Yongri di buat tertegun saat melihat noda yang terdapat di kemeja putih Siwon. Noda yang Yongri tau pasti jenisnya. Lipstik perempuan. Emosi wanita itu semakin meninggi. Ia merasa wajahnya kembali memanas karena menahan emosi. Dengan marah dicengkramnya kemeja Siwon hingga kusut. Yongri menatap pintu kamar mandi dengan dada yang bergemuruh.

 

Siwon keluar kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk. Dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana santai, Siwon melihat Yongri yang sedang menatapnya tajam. Siwon terdiam saat melihat Yongri menghampirinya. Dan setelahnya dibuat terkejut saat Yongri melempar kemeja yang tadi dipakainya, tepat mengenai wajah tampannya.

“Apa kau pikir ini tidak keterlaluan?!” Ucap Yongri marah. Siwon memegang kemejanya dan terlihat bingung. Terlepas dari itu, ia sedikit kesal dengan kelakuan Yongri. Sejak kapan wanita itu berlaku tidak sopan kepadanya, yang notabene adalah suaminya?

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon bingung.

“Tidak cukupkah dengan makan siang bersama perempuan lain? Dan sekarang, apa yang ada di kemejamu itu?!” Pekik Yongri dengan mata yang berkaca-kaca. Siwon merasakan matanya membulat mendengar kata-kata Yongri. Bagaimana istrinya itu bisa tau apa yang dilakukannya tadi siang? Seolah tersadar dengan ucapan Yongri, Siwon segera memeriksa kemejanya. Dan kembali Siwon dibuat terkejut saat melihat noda lipstik pada kemejanya.

“Sa–sayang, aku bisa jelaskan. Ini tidak seperti yang kau pikirkan.” Ujar Siwon mencoba menenangkan Yongri.

“Kau lebih memilih makan siang bersama perempuan itu, daripada anak dan istrimu! Apalagi yang ingin kau jelaskan?! Bahkan lipstik wanita itu tertinggal di kemejamu! Sebenarnya sudah sampai tahap apa hubungan kalian?!” Airmata yang sedari tadi di tahan Yongri akhirnya mengalir dengan deras. Ia menatap Siwon dengan pandangan terluka. Ia tidak menyangka di umur pernikahannya yang baru mencapai 5 tahun, Siwon sudah mampu berpaling darinya.

“Kumohon dengarkan aku. Apa yang ada Β di dalam pikiranmu itu tidak benar.” Siwon mencoba mendekati Yongri, namun wanita itu memundurkan langkahnya. Siwon kecewa melihat Yongri menjauhinya. Yongri tidak pernah seperti ini. Ini pertama kalinya ia menjauhi Siwon.

“Apa tidur bersama?” Gumam Yongri pelan namun dapat terdengar jelas di telinga Siwon.

“Itu tidak benar, Yongri-ya. Aku bisa jelaskan semuanya.” Suara Siwon terdengar putus asa.

“Aku tidak butuh penjelasanmu, oppa!! Aku melihat semuanya dengan jelas! Noda lipstik itu, milik perempuan yang makan siang bersamamu tadi, kan?” Tanya Yongri memastikan. Airmata yang mengalir dimatanya semakin banyak mengalir. Wajahnya semakin memerah karena menangis dan menahan emosi.

“Aku bisa jelaskan-”

“Aku tanya apa noda lipstik itu milik perempuan yang makan siang bersamamu?!” Potong Yongri.

“Iya, tapi-”

“Cukup! Aku benar-benar kecewa padamu, oppa. Janji-janji yang dulu kau ucapkan padaku semuanya bohong! Aku membencimu, oppa.” Isak Yongri dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Isak tangisnya terdengar sangat memilukan.

“Yongri-ya..”

“Aku akan tidur di kamar anak-anak.” Ujar Yongri dan segera berlalu dari hadapan Siwon. Siwon ingin menahannya dan menjelaskan semuanya. Tapi ia yakin Yongri tidak akan mau mendengarkannya. Istrinya itu sedang dilanda emosi dan Siwon yakin Yongri hanya akan mempercayai apa yang dilihatnya. Itulah yang dilakukan Yongri jika sedang emosi, dan Siwon sangat mengetahui itu.

Siwon akhirnya memilih untuk duduk di tepi tempat tidur sembari memikirkan bagaimana menjelaskan semuanya pada Yongri. Sekalipun tidak ada niatan untuk Siwon mengkhianati Yongri. Tetapi anehnya, kenapa semua terlihat seperti ia sedang mengkhianati Yongri? Siwon benar-benar kesal.

Setelah hampir 2 jam menenangkan diri, Siwon beranjak dari posisinya dan keluar dari kamar. Keadaan rumah sudah sepi, dan sepertinya Yongri beserta kedua anaknya telah tidur. Siwon menuju kamar Yongsoo dan Yongwon. Membuka pintunya pelan. Ia dapat melihat Yongri yang tidur di salah satu sisi tempat tidur dengan Yongwon di sebelahnya, dan Yongsoo di samping Yongwon. Tanpa menimbulkan suara, Siwon mendekati tempat dimana Yongri berada. Ia menatap wajah itu lama. Matanya yang sembab serta hidungnya yang memerah, membuat Siwon berpikir bahwa Yongri terus menangis sebelum akhirnya tidur. Siwon membelai puncak kepala Yongri, kemudian mendaratkan kecupan yang lama di kening istri yang dicintainya itu.

“Maafkan aku.” Gumam Siwon sebelum akhirnya keluar dari kamar tersebut.

 

~~~

 

Siwon keluar dari kamarnya setelah selesai mandi dan berpakaian rapi. Laki-laki itu sedikit terlambat bangun, karena Yongri tidak membangunkannya. Siwon sudah terbiasa dengan Yongri yang selalu membangunkannya setiap pagi. Tetapi karena pertengkaran mereka semalam, Yongri tidak membangunkannya pagi itu.

Saat menuju meja makan, Siwon dapat melihat kedua putranya yang sudah duduk dengan manis. Sedangkan Yongri sendiri terlihat sibuk di dapur.

“Pagi.” Sapa Siwon.

“Selamat pagi, appa!” Balas Yongsoo dan Yongwon bersamaan. Siwon tersenyum dan mengecup pipi keduanya. Siwon menghampiri Yongri dan hendak melakukan hal yang sama. Namun diluar dugaan, Yongri menjauhkan wajahnya seolah enggan Siwon menciumnya. Wanita itu menunjukkan wajah datarnya dan segera meninggalkan dapur untuk bergabung di meja makan. Siwon menghela nafas pelan dan mengikuti langkah Yongri.

“Hari ini appa pulang jam berapa?” Tanya Yongsoo sembari menatap wajah Siwon.

“Memangnya kenapa?” Tanya Siwon balik.

“Kemarin Jiwon imo membawakan film baru. Filmnya pasti bagus karena robotnya terlihat sangat keren. Kami ingin menontonnya, appa.” Jelas Yongsoo dan disambut anggukan oleh Yongwon.

“Bukankah ada eomma yang bisa menemani?” Ujar Siwon pada mereka. Yongsoo dan Yongwon melirik Yongri dan menundukkan kepalanya. Yongri masih memasang wajah datar dan tidak menyadari bahwa kedua putranya sangat takut melihat wajah datarnya itu. Siwon yang menyadari ketakutan Yongsoo dan Yongwon menatap Yongri sekilas. Siwon merasa bersalah pada kedua anaknya. Ini salahnya dan tidak seharusnya Yongsoo dan Yongwon terkena imbas.

“Baiklah, appa akan usahakan pulang cepat agar kita bisa menonton bersama. Tetapi kalian harus menghabiskan sarapan, makan siang, serta makan malam kalian. Bagaimana?” Tanya Siwon. Siwon tau bahwa Yongsoo dan Yongwon sering menyisakan makanan mereka. Tetapi anehnya, tubuh kedua putranya itu tetap saja berisi dengan pipi yang tembam.

“Setuju!” Teriak Yongsoo dan Yongwon senang. Siwon tersenyum dan kembali melirik Yongri. Tidak ada perubahan dari raut wajah istrinya itu. Membuatnya semakin frustasi.

 

Yongsoo dan Yongwon berdiri di depan pintu rumah untuk mengantar keberangkatan Siwon ke kantor. Jangan mengharapkan kehadiran Yongri disana, karena itu sudah pasti tidak mungkin terjadi. Siwon berjongkok di depan kedua putranya dan mengusap pelan pipi keduanya. Membuat Yongsoo dan Yongwon mengedipkan mata mereka dengan bingung.

“Maafkan appa.” Ujar Siwon.

“Kenapa appa meminta maaf? Memangnya appa salah apa?” Tanya Yongwon bingung. Siwon menghela nafas pelan.

“Appa yang sudah membuat eomma kalian seperti ini. Kalian pasti ketakutan, kan?”

“Sebenarnya apa yang terjadi, appa? Apa yang appa lakukan pada eomma?” Tanya Yongsoo.

“Kalian tidak akan mengerti.” Ucap Siwon dengan tersenyum.

“Kami pasti mengerti. Kami laki-laki dan sudah besar. Appa cukup mengatakannya saja pada kami.” Balas Yongsoo bangga. Siwon tidak dapat menahan tawanya saat itu. Yongsoo dan Yongwon benar-benar menghiburnya.

“Itu tidak penting. Yang terpenting adalah kalian jangan mengganggu eomma, dan membuat eomma semakin marah. Kalian mengerti maksud appa, kan?”

“Kami mengerti, appa. Tetapi, bagaimana jika kami ingin susu?” Gumam Yongwon pelan. Wajahnya terlihat murung. Siwon kembali menghela nafas. Sedikit kesal dengan tingkah Yongri. Seharusnya Yongri tidak melampiaskan kemarahannya pada putra kembar mereka.

“Bukankah kalian bilang sudah dewasa? Laki-laki dewasa tidak ada yang minum susu.” Ujar Siwon dengan wajah serius.

“Benarkah?” Ucap mereka tak percaya.

“Tentu saja.” Jawab Siwon meyakinkan. Kedua bocah itu terlihat berpikir.

“Apa yang kita bicarakan ini adalah rahasia kita. Rahasia laki-laki. Jadi, kalian tidak boleh memberitahukannya pada eomma. Kalian mengerti?”

“Ne, appa.”

“Anak pintar. Baiklah, appa pergi dulu. Ingat janji kalian.” Kata Siwon sebelum kembali berdiri dan menuju mobilnya. Ia melambaikan tangannya sebelum menjalankan mobilnya.

Yongsoo dan Yongwon berbalik setelah mobil Siwon tidak terlihat lagi. Kedua bocah itu terkejut saat melihat Yongri yang berdiri beberapa langkah di depan mereka.

“Eomma..” Gumam mereka pelan.

“Tidak ada yang ingin dibuatkan susu?” Tanya Yongri. Yongsoo dan Yongwon menundukkan kepalanya. Sesaat kemudian keduanya menggelengkan kepala mereka dengan pelan.

“Kalian yakin?” Yongri memastikan.

“Ne, eomma. Kami ingin bermain saja. Ayo, hyung.” Yongwon menarik tangan Yongsoo dan berlalu dari hadapan Yongri. Yongri menatap kedua putranya dengan perasaan bersalah. Ia tau bahwa ia tidak boleh seperti ini. Kedua anaknya tidak bersalah. Tetapi Yongri tidak bisa mengendalikan dirinya. Terlebih melihat wajah keduanya yang sangat mirip dengan Siwon. Mengingatkannya apa yang sudah laki-laki itu lakukan padanya. Yongri menghela nafas dan melangkah menuju kamarnya.

 

 

Siwon menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi yang sedang didudukinya. Laki-laki itu memejamkan matanya dan terlihat berpikir keras. Ia harus bisa meluruskan kesalahpahamannya dengan Yongri. Tetapi masalahnya Yongri tidak mau mendengarkan penjelasannya sama sekali. Karena itu, Siwon harus mencari jalan keluar lain. Siwon mengeluarkan ponselnya dan tampak menghubungi sebuah nomor. Pada nada tunggu keempat, seseorang di sebrang sana menjawab teleponnya.

“Yoboseo, Soohee-ssi.”

“…”

“Ah, maaf jika aku mengganggu. Tetapi, apa kau punya waktu?”

“…”

“Aku ingin meminta bantuanmu. Bisa kita bertemu?”

“…”

“Tidak, kau tidak perlu ke kantorku. Itu akan merepotkanmu.”

“…”

“Ah, baiklah jika seperti itu. Maaf merepotkanmu. Dan terima kasih banyak, Soohee-ssi.”

“…”

“Sampai jumpa nanti.” KLIK. Siwon menutup sambungan teleponnya dan menghela nafas pelan. Ia terpaksa meminta bantuan seseorang yang dipanggilnya Sohee ini. Orang yang telah membuat Yongri salah paham. Siwon berpikir jika wanita ini yang menjelaskannya pada Yongri, Yongri akan mendengarkannya.

Entah berapa lama Siwon menunggu, karena ia melakukannya sembari menyelesaikan pekerjaannya, beberapa saat kemudian sekretarisnya memasukki ruangannya.

“Sajangnim, nona Oh Soohee datang untuk bertemu dengan Anda.” Ujar sekretarisnya dengan sopan.

“Suruh dia masuk, Sekretaris Min.”

“Baik, sajangnim.” Sekretaris Min keluar dari ruangan Siwon. Dan tak sampai satu menit, seorang wanita dengan pakaian rapi dan terlihat mahal memasukki ruangan Siwon. Rok selutut yang dipakainya, membuat kaki jenjangnya terlihat sempurna. Siwon berdiri dari duduknya dan tersenyum tipis.

“Kau sudah datang, Soohee-ssi.” Ujar Siwon.

“Iya. Setelah pekerjaanku di kantor selesai, aku segera menuju ke sini.” Jawab wanita bernama Oh Soohee itu.

“Silahkan duduk.” Siwon mempersilahkannya duduk di sofa yang terdapat diruangannya. Soohee mengangguk dan segera duduk. Siwon ikut duduk dihadapannya.

“Maaf merepotkanmu.” Ucap Siwon merasa tidak enak.

“Eish, biasa saja.” Balas Soohee.

“Jadi, apa yang bisa aku bantu?” Tanya Soohee kemudian.

“Ah, begini.. Sebenarnya..astaga, aku bingung bagaimana harus menyampaikannya.” Ucap Siwon dengan tersenyum gugup, membuat Soohee terlihat bingung.

“Sebenarnya ada apa, Siwon-ssi? Kenapa kau terlihat gugup?”

“Aku tidak tau bagaimana mengatakannya padamu.”

“Katakan saja.” Ujar Soohee dan kemudian menyandarkan punggungnya.

“Begini, aku mempunyai sedikit masalah di rumah. Aku..aku sedang bertengkar dengan istriku. Aku-”

“Tunggu!” Sela Soohee membuat Siwon menghentikan ucapannya.

“Istri, katamu? Kau sudah mempunyai istri?!” Tanya Soohee tak percaya.

“Apa? Ah, ya. Aku sudah mempunyai istri. Dan 2 orang putra.” Jawab Siwon. Wajah Soohee benar-benar terlihat terkejut.

“Astaga! Benar-benar sulit dipercaya. Aku pikir kau masih lajang.” Ucap Soohee terlihat kecewa.

“Aku sudah menikah 5 tahun yang lalu.” Jelas Siwon. Soohee memaksakan sedikit senyumnya.

“Bisa aku lanjutkan ceritaku?” Tanya Siwon.

“Ya, silahkan.” Ujar Soohee tak semangat.

“Aku bertengkar dengan istriku, karena kemarin ia melihatku makan siang bersamamu.”

“Apa?!” Kembali Soohee dibuat terkejut.

“Lalu?” Lanjutnya.

“Kau ingat saat kemarin kau hampir jatuh dan aku menolongmu?” Tanya Siwon. Soohee mengangguk pelan.

“Sepertinya saat itu bibirmu mengenai kemejaku dan meninggalkan noda lipstik disana.” Jelas Siwon.

“Benarkah?” Soohee memastikan. Siwon mengangguk cepat.

“Karena hal itu, istriku semakin marah dan berpikir yang tidak-tidak. Ia mengira aku memiliki hubungan denganmu.” Jelas Siwon lagi. Dalam hati Soohee tersenyum senang.

“Lalu kau ingin aku melakukan apa?” Tanya Soohee.

“Istriku tidak mau mendengarkan penjelasanku. Aku ingin meminta bantuanmu untuk menjelaskan yang sebenarnya padanya. Katakan padanya bahwa kita tidak memiliki hubungan seperti yang dia kira. Katakan bahwa kita bukan sengaja ingin makan siang bersama, tetapi itu karena kita membahas pekerjaan. Mungkin ia akan mendengarkan penjelasanmu.” Pinta Siwon.

“Apa kau yakin ia akan mendengarkanku?” Ujar Soohee dengan melipat kedua tangannya di depan dada.

“Aku juga tidak tau. Tetapi aku harap ia mau mendengarkanmu. Aku kasian melihat kedua putraku yang ketakutan melihat istriku marah. Mereka masih terlalu kecil.” Ucap Siwon.

“Baiklah, aku akan membantumu.” Ujar Soohee akhirnya. Siwon menatap Soohee dan tersenyum lega.

“Benarkah? Kau benar-benar ingin membantuku?” Tanya Siwon memastikan.

“Tentu saja.” Jawab Soohee.

“Terima kasih. Terima kasih banyak, Soohee-ssi. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu.” Kata Siwon tulus.

“Tidak perlu seperti itu. Selain partner bisnis, bukankah kita teman?” Siwon mengangguk setuju. Laki-laki itu mengalihkan pandangannya dan terlihat sangat senang. Ia tidak melihat bahwa Soohee tengah tersenyum. Senyum yang memiliki arti didalamnya.

 

~

 

Siwon memasukki rumahnya diikuti Soohee dibelakangnya. Soohee terlihat mengamati rumah mewah Siwon. Wanita itu sempat berpikir jika rumah ini lebih baik ditinggali oleh ia dan Siwon. I tersenyum sinis membayangkannya. Siwon mengajaknya ke ruang tengah, tempat dimana ia yakini istrinya berada. Dan benar saja, Yongri terlihat sedang menonton televisi dan sepertinya tidak menyadari kepulangannya. Dan kalaupun menyadarinya, sepertinya Yongri tidak akan peduli.

“Appa pulang.” Ucap Siwon kepada kedua anaknya yang sedang bermain di depan TV.

“Appa!!” Teriak Yongsoo dan Yongwon senang. Seperti tebakan Siwon, Yongri terlihat tidak peduli dengan kepulangannya.

“Eo? Siapa ahjumma itu?” Tanya Yongsoo terlihat tidak suka. Mendengar pertanyaan putra sulungnya itu, Yongri segera menoleh. Terlihat terkejut saat mendapati seorang wanita di samping Siwon. Dan sialnya, Yongri tau siapa wanita itu. Wanita yang ia yakini sebagai selingkuhan Siwon.

“Ahjumma? Ya,, aku tidak setua itu. Panggil aku noona. Mengerti?” Ucap Soohee yang kesal di panggil ‘ahjumma‘ oleh Yongsoo.

“Tidak! Wajahmu tua, ahjumma.” Sela Yongsoo. Soohee melotot dan menatap Yongsoo tajam.

“Yongsoo-ya, jangan seperti itu. Sekarang, appa minta kalian bermain di dalam kamar. Appa, eomma dan teman appa ingin berbicara. Setelah itu, kita akan menonton film bersama. Okay?”

Okay, appa.” Yongsoo dan Yongwon segera beranjak dan memasukki kamar mereka. Yongri terlihat ingin meninggalkan ruang tengah, tetapi Siwon dengan cepat menahan pergelangan tangannya.

“Jangan seperti ini. Aku mohon dengarkan penjelasanku terlebih dahulu.” Ujar Siwon.

“Aku tidak mau mendengarkannya.” Ketus Yongri.

“Jika kau tidak ingin mendengarkan penjelasanku, setidaknya dengarkan penjelasan Soohee-ssi. Bukankah kau melihat kami bersama kemarin?” Bujuk Siwon. Yongri terlihat enggan, namun seujujurnya ia penasaran. Makanya saat Siwon menggiringnya untuk kembali duduk, Yongri tidak menolak.

“Silahkan duduk, Soohee-ssi.” Ucap Siwon yang disambut anggukan oleh Soohee. Siwon memilih duduk di samping Yongri.

“Apa yang kau lihat kemarin, tidak seperti yang kau bayangkan, Yongri-ya. Aku dan Soohee-ssi memang makan siang bersama, tetapi kami tidak dengan sengaja melakukannya. Kami sedang membahas pekerjaan. Perusahaanku dan perusahaannya akan melakukan kerjasama. Proyek yang aku katakan padamu, kau ingat itu, kan? Itulah yang sedang kami kerjakan bersama.” Jelas Siwon.

“Dan noda lipstik yang ada di kemejaku, itu memang noda lipstik Soohee-ssi. Tetapi lagi-lagi itu bukan dengan sengaja dilakukan. Kemarin Soohee-ssi akan terjatuh, dan aku menolongnya. Sepertinya karena wajah Soohee mengenai kemejaku, sehingga noda lipstik tertinggal di sana.” Lanjutnya.

“Bukan begitu, Soohee-ssi?” Siwon menatap Soohee untuk meminta persetujuan atas penjelasannya. Soohee tersenyum sinis dan menggeleng. Membuat Siwon dan Yongri terkejut atas gelengan Soohee.

“Kenapa kau menggeleng, Soohee-ssi?” Tanya Siwon.

“Bagaimana mungkin kau mengarang cerita seperti itu, Siwon-ssi? Kenapa tidak kau katakan yang sejujurnya pada istrimu?” Ucap Soohee dengan wajah polos.

“Mwo?!”

“Membahas pekerjaan? Pekerjaan apa yang kita bahas? Kenapa tidak kau katakan saja jika kita memang memiliki janji makan siang bersama? Dan, apa kau bilang? Aku terjatuh? Astaga! Berapa lama kau memikirkan cerita bohong itu? Kau tidak lupa, kan, jika kita berpelukan dan berciuman kemarin?” Soohee masih menunjukkan wajah polosnya.

“Soohee-ssi!!” Teriak Siwon marah. Bagaimana tidak marah? Soohee sudah mengarang cerita. Mereka tidak pernah melakukan itu sama sekali. Siwon benar-benar merasa emosi hingga ke ubun-ubun.

“Kenapa? Kau kecewa karena aku tidak membantumu berbohong? Siwon-ssi, aku ini perempuan. Aku tau bagaimana perasaan istrimu. Aku tidak tega jika harus terus membohonginya dengan menutupi hubungan kita.” Ucap Soohee.

“Hubungan kita?” Gumam Yongri dengan airmata yang mengalir dipipinya.

“Sayang, jangan percaya ucapannya. Dia berbohong.” Siwon memegang kedua bahu Yongri dan memaksa wanita itu untuk melihatnya. Yongri menepis pelan tangan Siwon dan menatap Soohee tajam.

“Apa maksudmu dengan ‘hubungan kita’?” Tanya Yongri ingin tau.

“Aku dan Siwon-ssi berpacaran dibelakangmu.” Jawab Soohee menantang.

“YA!!” Teriak Siwon lagi. Laki-laki itu berdiri dari duduknya dengan emosi yang tidak bisa tertahankan lagi. Wajahnya memerah menahan emosi dan tangannya terkepal kuat. Siwon yakin jika Soohee laki-laki, ia akan menghajarnya habis-habisan. Soohee ikut berdiri dan membalas tatapan Siwon.

“Ada apa, Siwon-ssi? Sampai kapan kau akan menutupi hubungan kita? Aku lelah menjadi wanita kedua. Lebih baik kau tinggalkan istrimu dan jadikan aku sebagai wanitamu. Karena aku menyukaimu.”

 

PLAKKK!!!!

 

Mata Yongri membulat sempurna saat melihat apa yang dilakukan Siwon barusan. Selama ia mengenal Siwon, tidak pernah sekalipun Yongri melihat Siwon berlaku kasar pada wanita. Ini pertama kalinya. Dan Yongri sangat terkejut. Jika sampai Siwon bisa menampar Soohee, itu berarti Siwon sangat tidak setuju dengan apa yang Soohee katakan. Melihat ini, Yongri seolah tersadar bahwa Siwon tidak mungkin berbohong. Siwon tidak sampai seperti ini jika apa yang dikatakan Soohee benar adanya.

“Oppa..” Gumam Yongri sembari berdiri. Dengan masih menangis, wanita itu menggapai lengan Siwon dan mencengkramnya.

“Kau menamparku?” Ucap Soohee tak percaya. Ia memegang pipinya yang terasa perih akibat tamparan Siwon.

“Seumur hidupku, aku tidak pernah berbuat kasar kepada wanita. Tapi melihat kelakuanmu yang murahan ini, aku bahkan tidak akan segan-segan untuk membunuhmu!!” Balas Siwon masih dengan emosi.

“Dasar laki-laki tidak tau diri! Kau tidak lupa, kan, dengan investasi yang kuberikan untuk proyekmu?! Apa kau tidak takut jika aku menariknya kembali?! Proyekmu akan gagal!!” Ancam Soohee dengan menatap Siwon tajam.

“Aku tidak takut kehilangan proyek atau apapun di dunia ini. Satu yang aku takutkan, yaitu kehilangan istriku. Jadi, jika kau ingin mengambil kembali investasi yang telah kau berikan, silahkan saja. Aku tidak butuh kerjasama dengan perempuan iblis sepertimu.” Ujar Siwon yang membuat Yongri kembali terperangah. Yongri benar-benar tidak percaya dengan apa yang Siwon katakan. Wanita itu menyesal telah berpikiran buruk pada Siwon.

“Kau benar-benar akan menyesal, Choi Siwon!” Desis Soohee.

“Tidak. Aku tidak akan menyesal. Aku hanya akan menyesal jika meninggalkan istriku! Lebih baik sekarang kau pergi dari rumahku.” Usir Siwon. Membuat Soohee merasa harga dirinya terinjak-injak. Dengan kasar, ia mengambil tas yang dibawanya dan melenggang keluar dari rumah mewah Siwon. Siwon menghela nafas kasar dan menundukkan kepalanya. Sejujurnya ia tidak ingin sampai kehilangan proyek yang bisa membuat perusahaannya rugi milyaran won. Tetapi Siwon lebih tidak ingin kehilangan Yongri. Ia mencintai gadis itu dan seluruh ruang hatinya hanya diisi oleh Yongri.

“Oppa..” Panggil Yongri pelan. Siwon menolehkan kepalanya dan menatap Yongri dengan lembut.

“Yongri-ya, jangan percaya ucapan wanita itu. Aku benar-benar tidak ada hubungan apapun dengannya. Kau dengar sendiri, kan, tadi? Kami hanya terlibat pekerjaan. Perusahaannya menginvestasikan dana untuk proyek diperusahaanku. Jadi-”

“Cukup, oppa.” Potong Yongri.

“Tapi, Yongri-”

“Aku percaya.” Potong Yongri lagi. Siwon terdiam dan menatap wanita itu lama.

“Aku percaya padamu, oppa.” Ucap Yongri meyakinkan.

“Yongri-ya..” Siwon seperti kehilangan kata-kata. Yongri tersenyum kecil. Tiba-tiba tubuhnya terasa lemas dan ia berpegangan pada Siwon. Belum sempat Siwon bertanya apa yang terjadi padanya, wanita itu lebih dulu kehilangan kesadarannya.

“Yongri!” Jerit Siwon terkejut sekaligus khawatir. Siwon menahan tubuh Yongri agar tidak terjatuh ke lantai.

“Eomma!!!” Teriak Yongsoo dan Yongwon sembari keluar dari kamar mereka. Kedua bocah itu sedari tadi melihat apa yang terjadi. Karena mendengar suara-suara yang berisik, membuat mereka akhirnya memilih untuk mengintip. Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat sang ibu yang tiba-tiba jatuh pingsan.

“Appa, ada apa dengan eomma?” Tanya Yongsoo yang sudah menangis. Begitupun dengan Yongwon. Mereka takut terjadi sesuatu pada Yongri.

“Appa tidak tau, Yongsoo-ya. Lebih baik sekarang kalian bantu appa bukakan pintu mobil. Kita harus membawa eomma ke rumah sakit.” Ucap Siwon yang dibalas anggukan oleh keduanya. Dengan cepat mereka berlari keluar rumah dan melakukan apa yang Siwon pinta. Siwon langsung memasukkan Yongri di jok belakang mobil. Yongsoo dan Yongwon duduk di depan bersama Siwon di balik kemudi. Dengan kecepatan penuh, Siwon menjalankan mobilnya untuk menuju rumah sakit.

 

~

 

Dengan Yongsoo dan Yongwon yang tertidur di pangkuannya, Siwon menatap khawatir pada sosok Yongri yang masih belum sadar dari pingsannya. Siwon menepuk pelan punggung kedua putranya agar tidur keduanya semakin lelap. Sejujurnya, Siwon tidak tega melihat Yongsoo dan Yongwon yang tidur dengan sangat tidak nyaman. Siwon telah menyuruh mereka tidur di atas sofa yang terdapat di kamar rawat Yongri, tetapi kedua bocah itu menolak. Mereka masih terlalu takut dengan apa yang terjadi saat di rumah tadi, dan memutuskan tidak mau berjauhan dari Siwon.

Siwon terlihat bernafas lega saat melihat mata Yongri yang bergerak-gerak gelisah seperti akan terbuka. Dan benar saja, beberapa saat kemudian Yongri tersadar dari pingsannya. Wanita itu tampak mengamati dimana dirinya berada, dan ia sadar bahwa itu dirumah sakit. Belum lagi melihat selang infus yang terpasang ditangannya. Yongri menoleh dan terkejut melihat Siwon yang sedang menatapnya, bersama kedua putranya yang masih terlelap dalam tidur.

“Oppa..” Panggilnya.

“Sssttt..” Siwon memberi isyarat agar Yongri memelankan suaranya. Seolah mengerti, Yongri mengangguk kecil.

“Kenapa mereka disini? Rumah sakit tidak baik untuk anak kecil, oppa.” Ujar Yongri.

“Aku tau. Tetapi jika aku meninggalkan mereka dirumah, tidak akan ada yang menjaga mereka. Sedangkan aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri disini. Apa kau sudah merasa lebih baik?” Tanya Siwon khawatir.

“Aku baik-baik saja, oppa. Sebaiknya kita pulang. Kasihan mereka.” Yongri terlihat ingin bangun. Siwon dengan reflek menahan gerakan Yongri tersebut. Lupa akan Yongsoo dan Yongwon yang berada dipangkuannya. Akibatnya, kedua bocah itu terbangun dari tidur mereka.

“Astaga! Maafkan appa.” Sesal Siwon saat melihat wajah mengantuk putranya.

“Soo-ya.. Won-ah..” Panggil Yongri membuat bocah kembar itu segera menoleh pada Yongri. Mereka terlihat senang saat melihat Yongri yang sudah bangun.

“Eomma sudah bangun?” Ucap Yongwon.

“Aku takut sekali, eomma. Aku kira eomma tidak akan bangun lagi.” Ujar Yongsoo dengan wajah sendu.

“Akupun berpikir seperti itu juga, hyung.” Timpal Yongwon. Siwon tersenyum dan mengusap kepala mereka.

“Eomma baik-baik saja, kan?” Tanya Yongsoo. Yongri tersenyum dan mengangguk.

“Eomma baik-baik saja, sayang.” Jawab Yongri lembut.

“Lalu, calon adik di dalam perut eomma juga baik-baik saja, kan?” Giliran Yongwon yang bertanya.

“Baik– apa?! Calon adik?!” Ucap Yongri sedikit memekik.

“Ne, eomma. Dokter bilang di dalam perut eomma ada calon adik untuk kami. Bukan begitu, appa?” Tanya Yongwon sembari menatap Siwon. Siwon tidak dapat menahan senyum gelinya dan mengangguk.

“Apa maksudnya, oppa? Calon adik?” Yongri benar-benar bingung.

“Dasar bodoh. Kau sedang mengandung 2 minggu.” Cibir Siwon.

“Benarkah?” Gumam Yongri dengan memegang perutnya.

“Dokter bilang, kau sedikit tertekan akhir-akhir ini. Untung saja efeknya hanya pingsan dan kandunganmu baik-baik saja.” Jelas Siwon. Yongri hanya mengangguk singkat.

“Maafkan aku. Aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Jika saja kita tidak bertengkar kemarin, kau akan baik-baik saja. Aku benar-benar tidak akan bisa memaafkan diriku jika terjadi apa-apa padamu dan calon anak kita.” Sesal Siwon membuat Yongri menatapnya dengan sedih.

“Aku yang seharusnya minta maaf, oppa. Tidak seharusnya aku meragukan dan berpikir yang tidak-tidak tentangmu. Aku benar-benar bukan istri yang baik.” Ujar Yongri dengan mata yang berkaca-kaca.

“Jangan menangis. Ingat, kau tidak boleh memiliki beban pikiran. Pikirkan bayi di dalam kandunganmu.” Ucap Siwon mengingatkan. Yongri mengangguk dan kembali tersenyum.

I love you.” Ucap Yongri.

I love you more.” Balas Siwon dan membuat Yongri kembali tersenyum. Namun hanya sesaat, setelahnya Yongri memasang wajah serius.

“Bagaimana dengan proyekmu, oppa?” Tanyanya khawatir. Siwon memaksakan senyumnya.

“Jangan terlalu khawatir. Aku pasti bisa mendapatkan investasi dari perusahaan lain. Perusahaan appa atau mungkin abeonim. Jadi kau tidak perlu memikirkannya. Arraseo?” Yongri merasa sedikit lega dan mengangguk. Ia mengalihkan pandangannya pada Yongsoo dan Yongwon yang terlihat bingung.

“Apa kalian senang akan mempunyai adik?” Tanya Yongri. Keduanya mengangguk cepat sembari tersenyum. Menunjukkan lesung pipi yang mereka miliki namun dengan jumlah yang berbeda. Yongsoo memiliki satu lesung pipi di bagian kiri, sedangkan Yongwon dikedua pipinya, persis seperti Siwon.

“Mau laki-laki atau perempuan?” Tanya Siwon.

“Perempuan!!” Jawab keduanya kompak. Yongri dan Siwon hanya bisa tertawa melihatnya.

 

~~~

 

Siwon melingkarkan tangannya di pinggang yongri yang sedang menaruh kepalanya di bahu Siwon. Sesekali Siwon mencium puncak kepala Yongri dengan penuh cinta. Mereka sedang menonton bersama, dengan Yongsoo dan Yongwon yang sedang bermain di depan televisi. Terkadang dengan jahilnya Siwon menundukkan wajahnya dan hendak mencium bibir Yongri. Tapi Yongri selalu menghindar dan berdecak kesal. Merasa kegiatannya terganggu. Tidak menyerah dengan itu, Siwon menggelitik pinggang Yongri membuat wanita itu menggeliat tidak nyaman.

“Berhenti, oppa.” Pinta Yongri tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi. Siwon tertawa senang melihat Yongri yang terganggu olehnya.

Beberapa saat kemudian, Yongsoo dan Yongwon berdiri lalu menghampiri kedua orangtuanya. Menghampiri Yongri lebih tepatnya. Yongri yang melihat itu segera mengalihkan pandangannya.

“Ada apa?” Tanya Yongri yang sudah menjauhkan kepalanya dari bahu Siwon. Ia menunduk untuk menatap putra-putranya.

“Susu.” Jawab mereka bersamaan. Yongri tersenyum dan mengangguk.

“Tunggu sebentar, ya.” Kata Yongri dan segera menuju dapur. Dengan susah payah, Yongsoo dan Yongwon menaiki sofa tempat di mana Yongri sebelumnya duduk.

“Kalian selalu saja mengganggu jika eomma sedang bersama appa.” Cibir Siwon.

“Appa sedari tadi memeluk eomma. Apa belum cukup?” Sungut Yongsoo kesal. Tiba-tiba Siwon memiliki ide untuk menjahili anaknya.

“Kalian tau, jika nanti eomma sudah melahirkan adik kalian, eomma tidak akan bisa membuatkan kalian susu lagi.” Ucap Siwon.

“Bohong.” Balas Yongwon tidak peduli.

“Siapa bilang appa bohong? Lihat saja nanti kalau tidak percaya. Eomma tidak akan memandikan kalian lagi. Dan tidak akan memperdulikan kalian.” Lanjut Siwon. Yongsoo dan Yongwon menatap Siwon dengan mata yang berkaca-kaca. Siwon semakin semangat menjahili mereka.

“Eomma hanya akan memperdulikan adik kalian, karena adik kalian masih kecil. Selain adik kalian, eomma akan memperdulikan appa tentu saja. Karena eomma dan appa tidur di kamar yang sama, eomma akan mempunyai waktu dengan appa. Tetapi untuk kalian, eomma tidak akan memiliki waktu lagi.” Ucap Siwon sembari tersenyum. Berhasil, kedua bocah itu sudah menangis dengan kencang sekarang. Wajah mereka basah oleh airmata. Siwon yang melihatnya tersenyum geli. Menjahili anaknya menjadi kesenangan tersendiri untuk Siwon.

Yongri yang datang dengan membawa dua botol susu terlihat terkejut saat melihat Yongsoo dan Yongwon menangis kencang. Dengan segera ia menghampiri kedua putranya itu dan berjongkok di hadapan mereka.

“Ada apa? Kenapa kalian menangis?” Tanya Yongri khawatir.

“Oppa?” Yongri meminta jawaban dari Siwon. Siwon hanya mengedikkan bahunya dan mengalihkan pandangannya.

“Ya, ada apa, sayang? Katakan pada eomma.” Bujuk Yongri.

“Kami tidak mau punya adik.” Ucap Yongsoo dengan terisak.

“Apa?!” Yongri terkejut tentu saja.

“Tetapi..kenapa?”

“Eomma tidak akan memiliki waktu untuk kami. Kami tidak mau!” Jawab Yongwon.

“Astaga, siapa yang mengatakan seperti itu? Itu tidak benar, sayang.” Yongri mengusap wajah keduanya untuk menyeka airmatanya.

“Appa. Appa yang mengatakannya. Kami tidak mau punya adik, eomma. Tidak mau!” Isak Yongwon semakin keras. Yongri mengalihkan pandangannya pada Siwon yang juga sedang menatapnya dengan tersenyum polos. Tatapan tajam dilayangkan Yongri untuk Siwon. Jika tatapan itu dapat membunuh, mungkin Siwon sudah mati di tempat saat ini juga. Yongri akan benar-benar kesal jika Siwon sudah menjahili putranya seperti ini. Yongri menghela nafas dan memeluk kedua putranya. Mengusap punggung mereka untuk menghentikan tangisannya.

“Cup..cup..cup.. Itu tidak benar, Soo-ya, Won-ah. Appa hanya bercanda.” Kata Yongri lembut. Mereka seolah tidak peduli dan terus menangis. Yongri kembali menatap Siwon dan meminta bantuan untuk menenangkan mereka. Siwon seolah tidak peduli melihatnya. Kali ini, Yongri melayangkan tatapan memelas. Siwon tersenyum licik dan menunjuk bibirnya. Meminta Yongri menciumnya terlebih dahulu, baru ia akan membantu menenangkan kedua bocah kembar itu.

“YA!!” Teriak Yongri kesal melihat tingkah Siwon. Tangisan Yongsoo dan Yongwon semakin kencang saat mendengar Yongri berteriak. Mereka mengira Yongri berteriak pada mereka.

“Cup..cup..cup.. Astaga. Eomma tidak berteriak pada kalian. Berhenti menangis, ya.” Bujuk Yongri lagi. Yongri menatap Siwon tajam dan berkata tanpa suara.

‘Kau akan mati!‘ Siwon yang melihat itu tertawa dengan senang. Dan Yongri bersumpah akan benar-benar memberi pelajaran pada Siwon setelah berhasil menenangkan kedua anaknya itu.

~~~

-Fin-

Hai, guys!! Long time no see,, hehehe.. apa kabar kalian semua?

Aku kembali dengan FF oneshoot Choi couple.. Kangenkah pada mereka? Untuk FF You and Him mohon ditunggu ya kelanjutannya.. lagi buntu banget nih otak..

Terus untuk temen-temen yang request FF ke aku,, maaf juga karena sampe sekarang belom sempet aku buat.. tapi aku usahain selesain semuanya, dan sekali lagi ditunggu aja, ya!

So, thanks for reading my FF! And see you on other FF, guys! Annyeong..

Advertisements

28 thoughts on “Love You More, More, and More

  1. Ya ampun eon udah lama banget gak nongol2, kirain aku eonni udah bosen nulis ff atu gak hiatus. Aku kangen banget sama tulisan eonni, agak bete juga karna nunggu kelamaan. Tapi sekarang aku seneng eonni udah muncul lagi. Lanjutannya harus semangat dong eon, semoga aja imajinasi eonni untuk bikin ff bagus mengalir dengan derasnya wkwk. Choineke jjang!!!

  2. Omo…kenapa setiap couple Choi maen,selalu ada orang ketiga.kesel banget ma Sohee…btw long time no see*sokInggris,uda lama gak update dan skrang mulai aktif lagi kah?oiya bisakah FF Choi Couple genre Fantasy Vampire gitu,soalnya suka banget ma FF Vampire?????

  3. Aigoo very so sweet family, akhirnya kesalahpahaman bs diluruskan juga dan Siwon oppa dan Yongri berbaikan lagi apalagi ada bonusnya calon adik bagi Yongso dan Yongwon, Siwon oppa benar2 jahil sdh dua kali dia membuat anak kembarnya menangis

  4. aduhhh lama banget gag muncul2 aku kir udah gag aktif lagi nih page,,
    Keluarga bahagia tapi appanya malah jadi suka jahilin anaknya sendiri ckckckck kasian bgt kalian si kembar sini sama noona aja,,,
    iye thor sekali2 bikin ep ep vampire,,, eh tapi terserah deh mw bikin ep ep kayak apa yang penting banyakin yongri-siwon moment nya ya,,,,

  5. Hufftttt soohee nyebelin bgt ., seneng deh siwon nampar itu setan kekke .. pasangan ini sweet bgt deh bersama si kembar yg lucu haha .. kangen sama pasanga ini .. ditunggu ff lain ttg pasangan ini ya tor. Fighting

  6. Aigoo….. ckckck… ada ya Appa yg jahilin anknya smpe nangis gtu…. Appa jaman modern dh kyanya ni si Mr Choi… >_<
    Lanjut sequelnya dong… ingin tw jailnya Hubby k ank yeoja nya… hahahaha…
    Iya tuh Our life ga da sequelnya lg nih… dtunggu bgt lanjutan ff itu…
    Gomawo ^^ & Fighting Chingu… πŸ™‚

  7. hahaha sepertinya siwon harus diberi pelajaran nie
    gangguin anaknya terus sampai kayak gitu
    yongri hamil lagi yeay , thor nanti buat moment mereka berlima y
    dan rasanya kepingin jambak sohee

  8. Annyeong thor^^ aku reader baru hehe. Aku seneng banget bisa baca ff yg main cast nya siwon hehe. Siwon and yongri so sweet sekaliii aku suka couple ini.

    Good job thor^^

  9. Aw manis sekali keluarga kecil ini :-* siwon appa udah ketularan jailnya sama kyuhyun oppa πŸ˜€ untung aja siwon appa gk beneran selingkuh ya hmmm dasar wanita perusak rumah tangga orang >_<

  10. Suasana rmh yg komplit. Siwon yg sll jahil am ank kebanyakan n bikin yongri hrs tnggung. Skp romantis siwon n yongri yg mkin manis….❀
    Tp mmg kekuatan cinta dahsyat abis.. . Ad mslh sll bisa atasi. Sk am skp tegas siwon n mmg hrs itu krn semua adl tnggung jwb siwon jg klrga nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s