You and Him – Part 4

Author : Choineke

Title : You and Him

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC), Lee Hyukjae

Sub cast : find them by yourself

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Ibu Siwon keluar dari kamarnya dan segera menuju ke dapur saat mendengar suara berisik. Ia menghentikan langkahnya di depan pintu dapur saat melihat Siwon sedang berjongkok sembari membersihkan pecahan piring di lantai. Dahinya sedikit berkerut karena mencoba menebak apa yang dilakukan anak tunggalnya itu  sampai dapat memecahkan piring. Menurutnya, Siwon bukan tipikal orang yang ceroboh. Dan jika laki-laki itu sampai melakukan kecerobohan, itu tandanya ada sesuatu yang terjadi padanya.

“Siwon-ah..” Panggil ibunya pelan. Siwon mendongak saat mendengar suara yang begitu familiar menyapa telinganya. Laki-laki itu tersenyum kecil sebelum akhirnya kembali melanjutkan kegiatannya.

“Maaf membuat keributan malam-malam seperti ini, eomma.” Ucap Siwon. Ibu Siwon kembali melanjutkan langkahnya untuk mendekati Siwon. Ia ikut menjongkokkan dirinya dan hendak membantu Siwon. Namun Siwon dengan cepat mencegahnya.

“Biar aku saja, eomma. Tanganmu bisa terluka.”

“Sebenarnya apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini di dapur?” Tanya Ibu Siwon heran.

“Aku hanya merasa lapar dan ingin makan. Tetapi tidak tau kenapa piring ini tiba-tiba terlepas dari tanganku.” Jawab Siwon yang sudah berdiri dan kemudian membuang pecahan piring ke dalam kotak sampah. Siwon berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangannya.

“Apa sesuatu terjadi?” Tanya ibu Siwon. Siwon terdiam sebentar sebelum akhirnya mematikan keran air dan mengeringkan tangannya.

“Apa maksud, eomma? Tidak terjadi apapun.” Kilah Siwon.

“Jangan berbohong pada eomma.” Ucap ibu Siwon penuh penekanan. Siwon menghela nafas panjang dan menatap sang ibu.

“Semuanya baik-baik saja, eomma.” Kata Siwon tegas dan hendak meninggalkan dapur sebelum ibunya menahan bahu laki-laki itu.

“Kau bilang lapar? Mau eomma buatkan sesuatu?” Tanya ibu Siwon perhatian, membuat Siwon tersenyum.

“Rasa laparnya sudah hilang, eomma. Sekarang aku mengantuk dan mau tidur. Sebaiknya eomma melanjutkan tidurmu. Selamat malam.” Siwon segera berlalu dari dapur, meninggalkan sang ibu yang menatapnya dengan pandangan bertanya.

Siwon merebahkan dirinya diatas kasur diiringi dengan helaan nafas kasar. Laki-laki itu tampak memejamkan matanya sembari memijit pelan pelipisnya yang terasa berdenyut. Siwon tidak tau apa yang terjadi diluar sana, tetapi perasaannya benar-benar tidak enak sekarang. Seperti ada yang mengganjal tetapi Siwon tidak tidak tau persis apa itu. Siwon membuka matanya dan mengambil ponsel yang tergeletak di meja nakas samping tempat tidur. Ia menekan speed dial 1 dan langsung terhubung pada nomor Yongri. Lama laki-laki itu menunggu namun tidak membuahkan hasil apapun.

Waktu sudah menujukkan pukul setengah 12 malam, seharusnya, Yongri sudah pulang dari pesta dansa itu. Apa mungkin gadis itu sudah tidur? Siwon kembali menghela nafas. Pikirannya terus tertuju pada gadis itu. Dulu, Siwon sangat yakin bahwa Yongri dapat menjaga hatinya hanya untuk Siwon. Namun sekarang, entah mengapa Siwon tidak yakin akan hal itu. Apalagi Yongri semakin banyak menghabiskan waktu dengan Hyukjae daripada dengan dirinya. Siwon benar-benar menyesal sudah menyetujui rencana balas dendam ini. Seharusnya dari awal ia bisa mencegah Yongri, sehingga perasaanya tidak akan menjadi kacau. Sekarang, yang dapat Siwon lakukan adalah terus menyakinkan Yongri bahwa hati gadis itu tidak boleh goyah. Kalau tidak, seumur hidup Siwon akan menyesal jika harus kehilangan Yongri.

 

~

 

Hyukjae membukakan pintu mobil untuk Yongri dan mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu turun dari dalam mobil. Yongri melepaskan tuxedo Hyukjae yang dipakainya selama di dalam mobil, dan mengembalikannya kepada laki-laki itu. Keduanya saling menatap dan sama-sama tersenyum.

“Terima kasih untuk malam ini.” Ujar Hyukjae pelan. Yongri mengangguk kecil.

“Terima kasih juga sudah mengantarkanku pulang, oppa.” Balas Yongri.

“Itu sudah menjadi tugasku. Aku tentu harus memastikan bahwa gadisku sampai di rumah dengan selamat.” Ucap Hyukjae sembari mengusap pipi Yongri. Yongri tersenyum menanggapi ucapan Hyukjae.

“Sebaiknya kau segera pulang. Ini sudah sangat malam dan kau butuh istirahat.”

“Kau masuklah terlebih dahulu. Disini sangat dingin.”

“Arraseo, oppa. Selamat malam.”

“Malam, sayang.”

Yongri berlalu meninggalkan Hyukjae dan memasukki rumahnya. Gadis itu segera menuju ke kamarnya di lantai dua dan mendudukkan dirinya di tepi kasur. Beberapa kali ia menghela nafas entah karena apa. Pikirannya melayang kepada Siwon. Ia mengeluarkan ponsel dari dalam tas tangan yang dibawanya ke pesta. Dilihatnya ada one missed call dari Siwon, dan dengan segera membuat gadis itu menghubungi Siwon balik. Cukup lama ia menunggu, hingga akhirnya Siwon menjawab sambungan teleponnya.

“Yoboseo..”

“….”

“Oppa..”

Kenapa?” Suara Siwon terdengar tidak semangat. Yongri kembali menghela nafas pelan.

“Oppa tadi menghubungiku?” Tanya Yongri pelan.

Kenapa? Apa kau terganggu dengan telepon dariku? Apa aku mengganggu waktumu dengan Lee Hyukjae?” Suara Siwon terdengar kesal. Dalam sebentar, mata Yongri langsung berkaca-kaca. Ia sedih karena mengetahui Siwon yang mungkin sekarang marah padanya. Yongri tau bahwa ia salah, tetapi ia berharap Siwon dapat memahami dirinya.

“Aku tidak pernah merasa kau menggangguku, oppa. Kenapa kau menjadi seperti ini? Taukah kau kalau aku sedih saat kau bersikap dingin seperti ini padaku?” Yongri tidak dapat menahan airmatanya yang akhirnya mengalir dengan bebas. Gadis itu terisak pelan sembari memegangi dadanya. Tidak ada tanggapan dari Siwon. Keduanya terdiam dan hanya terdengar isakan dari Yongri.

Maaf.” Suara Siwon kembali terdengar.

“Besok aku akan menemuimu. Sekarang tidurlah, ini sudah malam.” Belum sempat Yongri menanggapi ucapan Siwon, laki-laki itu sudah memutuskan sambungan telepon. Yongri menjauhkan ponselnya dari telinga, dan airmata gadis itu semakin banyak mengalir. Yongri tau ia pantas mendapatkan ini. Ia yang lebih dulu menyakiti Siwon. Tetapi tidak tau kenapa, Yongri tidak bisa menerimanya. Rasanya terlalu sakit saat diacuhkan oleh Siwon, yang notabene adalah kekasihnya sendiri. Yongri menghela nafas dan menyeka airmatanya. Gadis itu beranjak dari duduknya dan memasukki kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang terlihat berantakan.

 

~~~

 

Yongri berjalan di sepanjang koridor fakultas musik sembari menundukkan kepalanya. Gadis itu mencengkram erat tali tas selempang yang dipakainya saat ini. Pikirannya masih melayang kepada kejadian semalam. Dimana saat Hyukjae menjadikannya sebagai kekasih, serta sikap acuh Siwon padanya. Dua Perlakuan yang jauh berbeda dan itu benar-benar membuat kepala Yongri ingin meledak.

Yongri menghentikan langkahnya saat melihat ada sepasang kaki dihadapannya. Gadis itu menghela nafas panjang sebelum akhirnya mendongak untuk melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini. Yongri tersenyum kecil saat melihat Hyukjae yang juga sedang tersenyum menatapnya. Namun itu hanya sesaat, karena senyum Hyukjae langsung luntur saat melihat wajah Yongri yang terlihat lusuh. Lingkaran hitam terlihat jelas di bawah matanya.

“Ada apa dengan wajahmu, sayang?” Tanya Hyukjae terlihat khawatir. Laki-laki itu menangkupkan kedua tangannya di wajah Yongri.

“Aku tidak apa-apa, oppa.” Jawab Yongri dengan memaksakan senyumnya. Gadis itu menggenggam tangan Hyukjae yang berada di wajahnya.

“Jangan berbohong padaku. Wajahmu terlihat tidak baik-baik saja.” Ujar Hyukjae lembut.

“Aku hanya tidak bisa tidur semalam.” Bohong Yongri. Hyukjae menyeringai mendengar ucapan Yongri.

“Kenapa tidak bisa tidur? Apa karena terlalu senang dengan kejadian semalam.” Goda Hyukjae.

“Yongri!” Belum sempat Yongri menanggapi ucapan Hyukjae, sebuah suara yang sangat Yongri kenal mengintrupsi pembicaraan mereka. Dengan cepat Yongri menoleh dan melepaskan tangan Hyukjae diwajahnya saat melihat Siwon berdiri tidak jauh dari tempatnya.

“Oppa..” Gumam Yongri pelan. Siwon menatap tajam Hyukjae sebentar sebelum melangkah mendekati kedua orang itu dan berdiri tepat dihadapan Yongri.

“Ayo ikut aku.” Ujar Siwon sembari menggenggam tangan Yongri. Mereka hendak melangkah namun dengan cepat Hyukjae menahannya.

“Kau pikir apa yang kau lakukan? Dengan seenaknya membawa gadisku pergi.” Ucap Hyukjae kesal. Siwon terlihat terkejut dengan kata-kata Hyukjae.

“Gadismu?” Tanya Siwon memastikan.

“Ne, Yongri adalah gadisku. Jadi bisakah kau tidak bertindak seenaknya pada gadisku? Apalagi dihadapanku!” Kata Hyukjae tegas. Siwon mengalihkan pandangannya pada Yongri, seolah meminta kepastian dari ucapan Hyukjae. Namun gadis itu malah menundukkan kepalanya.

“Ada yang ingin kubicarakan dengannya.” Ujar Siwon pada Hyukjae.

“Apa? Apa itu penting?” Tanya Hyukjae.

“Kurasa kau tidak perlu mengetahuinya, Lee Hyukjae-ssi!” Desis Siwon menahan emosi.

“Oh ya? Bukankah sudah kubilang bahwa Yongri-”

“Oppa..” Suara Yongri menghentikan ucapan Hyukjae. Yongri menatap Hyukjae dan tersenyum kecil.

“Biarkan aku bicara sebentar dengan Siwon oppa.” Pinta Yongri. Hyukjae terlihat enggan, apalagi melihat wajah Siwon yang tersenyum meremehkan padanya. Namun wajah Yongri yang menatapnya penuh harap, mau tidak mau membuat Hyukjae mengangguk.

“Aku akan menunggumu disini.” Ujar Hyukjae dan di balas anggukan oleh Yongri. Siwon menarik tangan Yongri untuk menjauh dari tempat Hyukjae. Setelah merasa mendapatkan tempat yang sepi, Siwon menghentikan langkahnya dan melepaskan tangannya dari tangan Yongri.

“Kau sudah menjadi kekasih Hyukjae?” Tanya Siwon enggan. Yongri hanya mengangguk.

“Gila! Bagaimana mungkin aku membiarkan kekasihku menjadi kekasih laki-laki lain? Cih! Benar-benar tidak masuk akal.” Dengus Siwon dengan menggelengkan kepalanya. Seolah tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.

“Hanya sebentar, oppa. Percayalah.” Kata Yongri.

“Kau yakin dengan ucapanmu itu?” Tanya Siwon. Yongri terdiam mendengar pertanyaan Siwon. Ia tidak tau harus menjawab apa. Yakin? Sepertinya tidak. Lagi-lagi Siwon mendengus melihat Yongri yang diam.

“Lihat, kau sendiri saja tidak yakin dengan ucapanmu. Bagaimana dengan aku?” Ucap Siwon kesal. Yongri masih betah dengan kebisuannya.

“Kau tau? Aku benar-benar menyesal sudah menyetujui rencana konyolmu ini! Argghh!! Aku benar-benar ingin membunuh Hyukjae!” Ucap Siwon dengan diakhiri pukulan pelan pada dinding didekatnya. Yongri mencoba menggapai tangan Siwon dan menggenggamnya dengan erat. Gadis itu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

“Kau hanya perlu tau bahwa aku selalu mencintaimu, oppa. Jangan memikirkan hal yang lain. Aku memang tidak tau kapan ini akan berakhir. Tapi percayalah, aku benar-benar mencintaimu.” Ujar Yongri dengan mata berkaca-kaca. Siwon menatap dalam mata Yongri. Ia melihat kesungguhan dari mata itu. Namun entah mengapa, Siwon tetap saja merasa ragu. Bahkan Siwon tidak membalas genggaman tangan Yongri. Membuat Yongri merasakan sesak didadanya.

Siwon dan Yongri sama-sama menoleh saat mendengar langkah kaki yang mendekati mereka. Yongri langsung melepaskan genggaman tangannya pada Siwon saat melihat Hyukjae yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Yongri memejamkan matanya sebentar untuk menghilangkan airmata yang hendak mengalir keluar. Setelahnya ia membalas tatapan Hyukjae.

“Kau bilang akan menunggu disana?” Tanya Yongri.

“Aku ada kelas dadakan. Dan aku rasa, aku tidak bisa menunggumu. Makanya aku menyusul kesini. Apa aku mengganggu?” Tanya Hyukjae. Yongri menggeleng pelan menjawab pertanyaan Hyukjae. Sedangkan Siwon hanya bisa mengepalkan tangannya untuk menahan emosi.

“Aku harus ke kelas sekarang. Kalau kau ingin melanjutkan pembicaraan dengan sepupumu ini, silahkan.” Ucap Hyukjae sembari menekankan kata ‘sepupumu’. Membuat Yongri menatapnya bingung. Hyukjae tersenyum dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Yongri. Laki-laki itu bermaksud untuk mencium Yongri. Namun Yongri dengan cepat menghindar hingga ciuman Hyukjae mendarat dipipinya. Yongri dapat melihat Siwon yang terkejut dengan apa yang dilakukan Hyukjae.

“Kenapa kau menghindar? Bukankah kita sudah melakukannya sekali tadi malam?” Tanya Hyukjae sembari memasang wajah polos.

“Oppa..” Yongri terlihat benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan Hyukjae. Haruskah ia mengatakannya dihadapan Siwon? Yongri mencoba melirik Siwon, dan ia dapat melihat rahang laki-laki itu mengeras dengan wajah memerah. Siwon menatap Hyukjae dengan pandangan membunuh.

“Ahh,, kau pasti malu karena ada sepupumu disini. Baiklah, aku akan menciummu jika kita sedang berdua saja. Aku pergi dulu.” Hyukjae mengusap kepala Yongri dan berbalik meninggalkan Siwon dan Yongri.

Yongri dengan segera menatap Siwon saat Hyukjae sudah meninggalkan mereka. Gadis itu terlihat gugup dan juga takut. Ia tidak tau apa yang akan dilakukan Siwon setelah mengetahui apa yang sudah ia dan Hyukjae lakukan.

“Oppa..” Panggil Yongri pelan.

“Kau..kau berciuman dengannya?” Tanya Siwon dengan matanya yang memerah. Entah karena menahan tangis atau karena sudah terlalu emosi.

“Aku bisa menjelaskan semuanya, oppa..”

“Aku tanya apa kau berciuman dengannya?!” Suara Siwon terdengar meninggi. Laki-laki itu menatap Yongri dengan tajam. Membuat Yongri tidak kuasa untuk menahan tangisnya. Sedikit-sedikit airmata yang sedari tadi ditahannya mengalir dengan perlahan. Gadis itu mengangguk pelan dan menundukkan kepalanya.

“Maafkan aku, oppa.” Sesalnya. Siwon merasa oksigen disekitarnya menipis dan darahnya berhenti mengalir saat melihat Yongri mengangguk. Bukankah ini sudah sangat keterlaluan? Tidakkah ini terlihat bahwa kekasihnya sedang berselingkuh?

Yongri mencoba mendongak saat melihat tidak ada tanggapan apapun dari Siwon. Dan gadis itu merasa nafasnya tercekat saat melihat dua bulir airmata mengalir dari sudut mata Siwon. Pertama kalinya gadis itu melihat Siwon menangis. Dan sialnya, itu gara-gara dirinya.

“Oppa..” Yongri hendak menggenggam tangan Siwon. Namun diluar dugaan, Siwon memundurkan langkahnya sehingga Yongri tidak bisa menyentuhnya.

“Jangan sentuh aku.” Ucap Siwon pelan.

“Siwon oppa..” Yongri tidak dapat menutupi rasa terkejutnya saat mendapati penolakan Siwon. Tanpa mengatakan apapun, Siwon dengan cepat berbalik dan meninggalkan Yongri yang masih setia menangis. Saat melihat langkah Siwon yang gontai, tangis Yongri semakin pecah dan gadis itu benar-benar merasa bersalah.

 

~

 

“Akkkkhhh!!!” Jerit Hyukjae untuk kesekian kalinya sembari melempar barang-barang apa saja yang ada dikamarnya. Sudah hampir setengah jam laki-laki itu berteriak seperti orang kesetanan di dalam kamar. Beberapa pelayan rumah tampak berdiri di depan kamarnya karena khawatir. Namun tidak ada satupun yang berani masuk ke dalam kamar Hyukjae.

Hyukjae duduk di tepi kasur sembari menundukkan kepalanya. Laki-laki itu memegang kepalanya dan mengacak rambutnya dengan kesal. Ia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya tadi. Hyukjae benar-benar berharap bahwa ini hanya mimpi dan ia akan segera bangun. Namun sayangnya semua itu terasa sangat nyata. Bahkan sakit hati yang dirasakannya.

“Bagaimana mungkin kau tega mempermainkanku seperti ini, Yongri-ya?” Tanyanya entah pada siapa.

“Siwon kekasihmu? Lalu bagaimana denganku?” Ucapnya lagi. Ya, Hyukjae mendengar semua pembicaraan Siwon dan Yongri saat dikampus tadi. Sebenarnya laki-laki itu tidak ada niat untuk menguping, hanya saja rasa penasarannya yang terlalu besar hingga akhirnya memutuskan untuk mengikuti dua orang itu. Betapa terkejutnya Hyukjae saat mendengar Siwon mengatakan bahwa Yongri adalah kekasihnya. Kalau begitu Yongri menganggapnya apa?

“Apa maksudmu dengan ini tidak akan lama, Yongri-ya? Kau benar-benar ingin mempermainkanku? Sebenarnya apa tujuanmu? Kenapa kau melakukan semua ini padaku?” Suara Hyukjae terdengar bergetar. Laki-laki itu melempar bantal untuk melampiaskan kekesalannya. Hyukjae menggelengkan kepalanya beberapa kali seolah tidak percaya Yongri dapat melakukan ini semua. Sakit. Itulah yang Hyukjae rasakan sekarang. Sama sakitnya saat tau Yongra meninggalkannya. Hyukjae tau kalau hubungannya dengan Yongri masih sangat baru, namun Hyukjae tidak berbohong jika ia sangat menyukai Yongri. Mencintainya mungkin. Dan Hyukjae tidak mau kehilangan Yongri. Ia tidak mau mengalami sakit ini untuk kedua kalinya.

“Tidak. Aku tidak akan pernah mengizinkanmu pergi dariku.” Gumam Hyukjae. Laki-laki itu berdiri dari duduknya dan menatap pantulan dirinya di cermin. Hyukjae menghela nafas kasar dan tersenyum sinis.

“Aku akan mengikatmu di dalam hidupku, Yongri-ya. Dan kau Choi Siwon brengsek, bersiaplah untuk kehilangan Yongri selama-lamanya.”

 

~~~

 

Sudah tiga hari Yongri tidak bertemu bahkan berkomunikasi dengan Siwon maupun Hyukjae. Yongri tidak bisa menghubungi kedua laki-laki itu. Kalau untuk Siwon, Yongri tentu sudah tau alasan pasti laki-laki itu menghindarinya. Namun Hyukjae, Yongri tidak tau mengapa laki-laki itu tidak ada kabar sama sekali. Bohong jika Yongri mengatakan tidak khawatir kepada dua orang laki-laki itu. Karena nyatanya sekarang gadis itu terus menatap ponselnya sembari penuh harap. Berharap jika ponselnya berbunyi dan salah satu atau bahkan kedua laki-laki itu menghubunginya. Walaupun sebenarnya Yongri sangat berharap Hyukjae yang menghubunginya sekarang. Karena ia tau pasti Siwon tidak akan menghubunginya. Laki-laki itu masih marah, atau mungkin membencinya.

Tubuh Yongri terlonjak saat tiba-tiba sepasang tangan menutup kedua matanya. Gadis itu dengan cepat meraba tangan tersebut dan bermaksud menjauhkan dari wajahnya. Namun sang pemilik tangan seolah enggan menjauhkan tangannya yang menutupi mata Yongri.

“Oppa?” Ucap Yongri. Sang pemilik tangan segera menjauhkan tangannya dari wajah Yongri saat mendengar gadis itu bersuara. Yongri dengan segera menoleh dan menemukan Hyukjae yang berdiri dibelakangnya.

“Kau tau itu aku?” Tanya Hyukjae. Yongri tampak terdiam. Sejujurnya ia tidak tau siapa yang menutupi matanya tadi. Gadis itu sengaja menyebut kata ‘oppa’ agar tidak terjadi kesalahan. Setidaknya ia memang memanggil Siwon dan Hyukjae dengan oppa, kan?

“Te–tentu saja. Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui tekstur tanganmu.” Kilah Yongri. Hyukjae tersenyum kecil dan mengambil tempat duduk di samping Yongri. Yongri menggeser duduknya hingga menghadap Hyukjae.

“Kau kemana saja beberapa hari ini? Aku benar-benar mencemaskanmu.” Tanya Yongri penasaran. Hyukjae tidak langsung menjawab. Ia tampak meneliti mata Yongri guna mencari kebenaran dari ucapan gadis itu. Bukankah Yongri hanya mempermainkannya? Bagaimana mungkin gadis itu bisa mengkhawatirkannya?

“Benarkah? Kenapa kau mengkhawatirkanku?”

“Apakah kau harus mempertanyakannya? Gadis mana yang tidak khawatir jika lelakinya tidak memberi kabar selama beberapa hari?” Ucap Yongri dengan mengerutkan keningnya.

“Aku hanya memastikan. Bukankah perasaanmu, hanya dirimu saja yang tau? Jika aku tidak bertanya, aku tidak akan tau.” Ujar Hyukjae membela diri. Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Jadi bisakah kau katakan padaku kemana kau selama beberapa hari ini?” Tanya Yongri lagi. Hyukjae menghela nafas pelan.

“Aku hanya menenangkan diri.” Jawab laki-laki itu akhirnya. Yongri memperhatikan wajah Hyukjae yang berubah menjadi sedikit murung.

“Apa sesuatu terjadi, oppa?” Tanya Yongri perhatian.

“Sesuatu terjadi pada hatiku.” Jawab Hyukjae membuat Yongri bingung.

“Aku hanya mencoba mencari tau bagaimana perasaanku yang sesungguhnya padamu.” Ujar Hyukjae karena Yongri hanya diam.

“Apa yang kau temukan?” Suara Yongri terdengar pelan. Hyukjae menatap Yongri dengan dalam dan menggenggam erat tangan gadis itu.

“Aku seperti mau mati saat tidak bertemu denganmu, tidak mendengar suaramu, tidak mengetahui apa yang sedang kau lakukan, dan apa kau baik-baik saja. Aku sangat merindukanmu, Yongri-ya. Bukan hanya kau, akupun mengkhawatirkan dirimu. Dan dengan semua yang aku rasakan selama beberapa hari ini, aku semakin yakin bahwa aku benar-benar mencintaimu.” Ujar Hyukjae tegas dan tanpa ragu sedikitpun. Membuat Yongri terperangah hingga tidak mampu mengatakan apapun. Yongri semakin tidak tau harus berbuat apa saat melihat perasaan Hyukjae yang terlihat sangat tulus ini.

Hyukjae menghela nafas dan menatap tangannya dan tangan Yongri yang sedang menyatu. Laki-laki itu memberikan usapan lembut di punggung tangan Yongri. Mencoba membuat gadis itu merasa nyaman.

“Aku sangat berharap kau memiliki perasaan yang sama denganku, Yongri-ya. Aku tau saat ini kau sudah menjadi kekasihku, dan sudah pasti perasaanmu sama dengan apa yang aku rasakan. Hanya saja, aku ingin memastikannya sekali lagi. Apa kau mencintaiku?” Tanya Hyukjae dengan wajah penuh harap. Ia menatap mata Yongri yang bergerak-gerak dengan gelisah. Hyukjae tentu tau apa alasannya. Hanya saja laki-laki itu seolah menutup mata dan tidak peduli. Ia hanya ingin tau apa yang akan Yongri katakan.

“A–aku..” Yongri merasa suaranya tercekat. Yongri bisa saja mengatakan bahwa ia mencintai Hyukjae, tetapi sebagian hatinya melarang karena ia tidak boleh melakukan itu. Yongri menutup matanya sebentar sembari menghela nafas panjang. Ia kembali membuka mata dan membalas tatapan mata Hyukjae.

“Aku mencintaimu, oppa.” Ujar Yongri. Hyukjae tersenyum kecil dan menarik Yongri ke dalam pelukannya. Laki-laki itu merasa matanya berkaca-kaca. Sesak. Itulah yang ia rasakan saat ini.

‘Bohong. Kau pembohong, Yongri-ya. Bagaimana mungkin kau mencintaiku disaat kau sedang mempermainkanku seperti ini?‘ Batin Hyukjae berteriak. Ingin sekali Hyukjae mengeluarkan kalimat itu dihadapan Yongri. Namun laki-laki itu tidak mampu melakukannya. Hingga akhirnya yang bisa ia lakukan hanya mendekap Yongri dengan erat dan memastikan bahwa gadis itu akan selalu ada didekatnya.

 

~~~

 

Siwon terlihat terus mondar-mandir di dalam cafe untuk melayani para pengunjung. Sedikitpun laki-laki itu tidak membiarkan tubuhnya beristirahat barang sebentar saja. Padahal sangat terlihat jelas bahwa ada beberapa pelayan cafe yang tampak menganggur. Tetapi Siwon seolah tidak peduli dan mengerjakan semuanya sendiri.

Park Sihoo, pelayan cafe yang juga merupakan teman akrab Siwon selama di cafe tampak menatap Siwon dengan seksama. Ia tau bahwa keadaan temannya itu sedang tidak baik-baik saja. Sihoo sangat tau bagaimana kehidupan Siwon. Bahkan juga kisah cintanya bersama Yongri. Sudah dari lama Sihoo melihat bahwa ada yang tidak beres dengan hubungan Siwon dan Yongri. Apalagi Yongri sudah terlihat tidak pernah berkunjung ke cafe. Tetapi sayangnya, Siwon seolah enggan untuk berbagi cerita dengannya. Tentu saja Sihoo sudah berulang kali memaksa agar Siwon menceritakan masalah laki-laki itu padanya. Namun Siwon akan selalu mengatakan ‘tidak ada apa-apa’ atau ‘aku baik-baik saja’. Membuat Sihoo jengah sendiri dengan sikap laki-laki itu.

Sihoo dengan cepat menahan pergelangan tangan Siwon, saat laki-laki itu hendak melayani pengunjung yang baru datang ke cafe. Siwon menoleh dan menatap Sihoo dengan pandangan bingung. Sedangkan Sihoo menatapnya dengan pandangan datar.

“Kau bisa mati jika terus bekerja seperti ini. Istirahat sebentar.” Ucap Sihoo.

“Aku baik-baik saja.” Bantah Siwon dan berusahan melepaskan cengkraman tangan Sihoo dipergelangannya. Namun Sihoo tidak membiarkannya begitu saja.

“Ya, Kim Ryeowook! Layani pengunjung di meja nomor 13.” Kata Sihoo sembari menatap teman kerjanya yang terlihat menganggur.

“Ne, hyung.” Sahut Kim Ryeowook dan segera menuju meja nomor 13.

Sihoo dengan segera menarik Siwon untuk memasukki tempat istirahat para pelayan. Laki-laki itu sedikit menghempaskan tubuh Siwon agar menjadi duduk, dengan ia yang berdiri tegap dihadapan Siwon. Siwon mendongak dan menatap Sihoo dengan kesal.

“Apa yang kau lakukan, Park Sihoo?! Aku harus bekerja!” Ucap Siwon dan berdiri dari duduknya. Namun Sihoo kembali menekan bahunya hingga Siwon kembali duduk.

“Sebenarnya ada apa dengan kau, Siwon-ah? Bukan seperti ini jika kau ada masalah! Selesaikan baik-baik dan jangan siksa dirimu!” Ucap Sihoo berteriak.

“Aku tidak ada masalah dan aku baik-baik saja!” Balas Siwon dan hendak kembali beranjak sebelum Sihoo lagi-lagi menahannya.

“Berhenti berkata bahwa kau baik-baik saja! Aku tau kau tidak baik-baik saja!”

Siwon mencengkram kerah baju Sihoo dan menatap laki-laki itu dengan tajam. Sama halnya dengan Siwon, Sihoo pun menatap Siwon tajam dan seolah menanti apa yang akan laki-laki itu lakukan padanya.

“Berhenti mencampuri urusanku dan berhenti bertindak seolah kau mengetahui semua tentang hidupku, Sihoo-ya. Jangan membuatku membencimu karena hal ini. Kalaupun aku memang memiliki masalah, aku bisa menyelesaikannya sendiri dan aku tidak butuh bantuanmu.” Desis Siwon tajam dan segera berlalu meninggalkan Sihoo yang terdiam. Bodoh saja jika Siwon berpikir Sihoo akan menuruti kata-katanya. Sihoo tau pasti Siwon memiliki masalah dan ia tidak akan diam saja untuk melihat. Tiba-tiba Sihoo terpikir untuk menemui seseorang yang ia yakini ada hubungannya dengan perubahan Siwon.

 

~

 

Siwon pulang ke rumah dengan wajah yang lusuh. Laki-laki itu mendudukan dirinya di kursi makan dan tampak menghela nafas berkali-kali. Tubuhnya benar-benar terasa remuk dan ia memerlukan seseorang untuk memijat dirinya. Siwon melihat ada segelas air putih di atas meja. Sepertinya itu milik ibunya, dan Siwon dengan segera meminumnya hingga tak bersisa.

Siwon menolehkan kepalanya saat mendengar langkah kaki yang mendekat. Ia dapat melihat senyum hangat sang ibu yang menyambutnya. Ibu Siwon menghampiri Siwon dan membelai sayang kepala sang anak.

“Wajahmu terlihat lelah sekali.” Ucap Ibu Siwon. Siwon memaksakan senyumnya dan membalas tatapan ibunya.

“Hari ini aku memang merasa sedikit lelah.” Sahut Siwon.

“Berapa kali eomma katakan bahwa jangan bekerja terlalu keras? Tidak baik untuk kesehatanmu, Siwon-ah..” Omel Ibu Siwon. Siwon hanya berdecak pelan mendengar omelan ibunya.

“Bagaimana jika eomma membantumu bekerja? Eomma bisa menjual kue atau-”

“Aku tidak akan memaafkan eomma jika sampai eomma melakukannya.” Potong Siwon langsung. Ibu Siwon terdiam mendengar ucapan Siwon dan menatap anaknya dengan tatapan kecewa. Ibu Siwon benar-benar ingin membantu anaknya bekerja. Tetapi Siwon selalu melarangnya.

“Maafkan aku, eomma. Aku tau, aku tidak boleh melakukan itu. Hanya saja aku benar-benar tidak mau eomma bekerja. Bukankah seseorang mengalami kelelahan itu biasa? Itu juga yang terjadi padaku. Dengan tidur semuanya akan hilang.” Siwon menggenggam tangan ibunya dan tersenyum hangat. Ibu Siwon menghela nafas dan membalas genggaman tangan Siwon.

“Eomma mengerti. Oh ya, kenapa akhir-akhir ini Yongri tidak pernah kemari?” Tanya ibu Siwon. Membuat Siwon dengan segera melepaskan genggaman tangannya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Ya,, terjadi sesuatu dengan kalian?” Tanya ibu Siwon aneh melihat kelakuan anaknya.

“Aku lelah sekali, eomma. Aku tidur dulu. Eomma juga sebaiknya segera pergi tidur. Selamat malam.” Siwon segera berdiri dari duduknya dan berlalu dari hadapan sang ibu. Ibu Siwon hanya dapat menatap Siwon dengan rasa penasaran yang tinggi.

 

Siwon memasukki kamarnya dan duduk di tepi ranjang. Laki-laki itu tampak menghela nafas lelah dan sedikit merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa tegang. Pandangannya terpaku saat melihat bingkai foto di atas meja nakas di samping tempat tidurnya. Foto dirinya dan juga Yongri. Disana keduanya terlihat sangat bahagia. Berbeda sekali dengan keadaan mereka sekarang.

Siwon sangat merindukan kekasihnya itu. Entah sudah berapa lama ia tidak bertemu Yongri dan juga berkomunikasi dengan gadis itu. Siwon masih sangat marah dan juga kecewa pada Yongri. Tetapi laki-laki itu juga tidak dapat menutupi rasa rindunya. Siwon mengeluarkan ponselnya dan tampak ingin menghubungi Yongri. Namun saat ingin menekan tombol berwarna hijau itu, Siwon mengurungkan niatnya dan malah melempar asal ponselnya. Laki-laki tampan itu malah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan matanya. Mencoba untuk tidur dan berharap dapat bertemu Yongri di dalam mimpinya.

 

~~~

 

Yongri menuruni tangga rumahnya untuk menuju meja makan. Saat sampai di sana, terlihat ayah dan ibunya yang sudah duduk manis di atas kursi makan. Yongri dengan segera mengambil tempat duduk tempat di samping ibunya. Sepotong roti berselai coklat sudah tersaji dihadapannya.

“Kulihat, Siwon sudah tidak pernah mengantarkanmu pulang lagi. Apa kalian sedang bertengkar?” Suara ibu Yongri mengintrupsi kegiatan makan Yongri. Gadis itu mengambil segelas susu di sampingnya dan meneguknya pelan.

“Siwon oppa sedang sibuk.” Jawab Yongri berbohong.

“Jangan berbohong padaku. Biasanya sesibuk apapun Siwon, dia akan selalu menyempatkan kemari.” Sanggah ibu Yongri. Yongri hanya diam dan mencoba untuk tidak memperpanjang pembicaraan pagi itu. Yongri tau bahwa ia tidak akan pernah bisa menang jika berbicara dengan sang ibu.

“Ajak Siwon makan malam bersama.” Yongri dengan segera mendongak saat mendengar suara ayahnya. Ayah Yongri tidak sedang menatap anaknya tetapi sibuk membaca koran. Namun Yongri yakin, suara tadi adalah suara ayahnya.

“Nanti. Saat Siwon oppa sedang tidak sibuk.” Yongri mencoba mencari alasan.

“Malam ini.” Sahut ayah Yongri dan melipat koran yang telah dibacanya.

“Appa!”

“Kenapa? Bukankah hubungan kalian baik-baik saja? Katakan saja bahwa appa yang menyuruhnya kemari. Siwon tidak mungkin menolak, kan?”

“Tapi-”

“Ajak ibu Siwon sekalian.”

“Ne?!”

“Malam ini kita akan makan malam bersama Siwon dan ibunya.” Ayah Yongri segera beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruang makan. Yongri tampak mencengkram roti yang berada di tangannya.

“Eomma-”

“Kenapa? Aku setuju dengan ayahmu. Aku pun sudah lama tidak mengobrol dengan ibu Siwon. Jadi, katakan pada Siwon bahwa kita akan makan malam bersama. Aku akan masakan makanan-makanan yang enak.” Ucap ibu Yongri panjang lebar. Wanita paruh baya itu tersenyum hangat dan segera beranjak dari tempatnya. Meninggalkan Yongri yang menghela nafas kasar dan segera pergi ke kampus.

 

 

Yongri berjalan sedikit mengendap-endap di sepanjang koridor fakultas bisnis. Gadis itu sesekali menoleh ke kanan dan kiri seolah tidak ingin sampai ada yang melihatnya. Padahal jelas-jelas terdapat beberapa mahasiswa di sana. Membuat Yongri terlihat seperti orang bodoh.

Gadis itu menghentikan langkahnya saat sampai di depan kelas Siwon. Di samping kelas Siwon tepatnya, karena gadis itu tidak ingin terlalu terlihat jika sedang menunggu seseorang. Hampir sepuluh menit menunggu, tiba-tiba kelas itu terbuka dan beberapa mahasiswa terlihat meninggalkan kelas tersebut dengan wajah sumringah. Yongri sedikit mengintip ke dalam kelas guna melihat apakah Siwon sudah akan keluar atau belum. Saat melihat laki-laki itu hendak keluar kelas, Yongri segera menampakkan dirinya di hadapan Siwon. Membuat laki-laki berparas tampan itu sedikit terlonjak kaget. Namun itu hanya sebentar, karena setelahnya Siwon segera memasang wajah dingin dan berlalu begitu saja dari hadapan Yongri.

Yongri menggembungkan pipinya terlihat kesal dan berbalik untuk menyusul Siwon. Gadis itu sedikit berlari untuk menyeimbangkan langkah Siwon yang lebar.

“Oppa, tunggu sebentar!” Teriak gadis itu, membuat beberapa orang menatapnya. Yongri segera menyambar tangan Siwon, membuat langkah laki-laki itu terhenti. Menariknya ke tempat yang lebih sepi agar lebih leluasa untuk berbicara. Siwon sedikit menghentakkan tangannya membuat Yongri terkejut.

“Ada apa? Aku harus bekerja.” Suara Siwon terdengar sangat dingin. Laki-laki itu menatap tajam Yongri membuat yang ditatap menjadi salah tingkah. Siwon benar-benar menahan diri untuk memeluk Yongri saat ini juga. Pria berbadan tinggi itu sangat merindukan Yongri karena entah sudah berapa lama mereka tidak bertemu bahkan berkomunikasi. Namun jika mengingat apa yang dilakukan Yongri membuat perasaan Siwon kesal luar biasa. Maka dari itu laki-laki itu mencoba menahan keinginannya untuk memeluk bahkan mencium Yongri.

“Kau benar-benar marah padaku?” Tanya Yongri dengan wajah bodohnya. Siwon tersenyum sinis mendengar pertanyaan Yongri. Apa itu masih perlu ditanyakan? Apa Yongri benar-benar tidak tau? Atau berpura-pura tidak tau? Siwon berdesis kesal.

“Permisi.” Siwon memanggil seorang gadis yang kebetulan berjalan di dekat mereka. Gadis itu terlihat terkejut dan senang saat tau Siwon memanggilnya.

“Sunbae memanggilku?” Tanyanya sembari mendekati Siwon. Siwon tersenyum dan mengangguk kecil.

“Ada apa, sunbae?” Tanya gadis itu lagi, setelah berada di hadapan Siwon. Yongri menatap Siwon dengan bingung. Siwon menarik pelan pinggang gadis itu agar mendekat padanya. Yongri serta gadis itu sendiri terlihat sangat terkejut.

Siwon memandangi bibir gadis itu dan perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu. Yongri benar-benar merasa matanya akan keluar melihat apa yang Siwon lakukan.

“OPPA!!” Jeritnya sembari menutupi mulut Siwon dengan tangannya. Membuat punggung tangannya bersentuhan dengan bibir gadis yang masih berada dalam pelukan Siwon.

“Kau pikir apa yang kau lakukan, huh?!” Ujar Yongri marah. Siwon tersenyum sinis dan melepaskan tangannya yang berada di pinggang gadis itu. Gadis itu pun terlihat terkejut dengan wajahnya yang memerah. Ia tidak percaya jika Siwon baru saja hendak menciumnya.

“Maaf menganggu waktumu, agasshi.” Ujar Siwon dengan tersenyum pada gadis itu.

“Bisa tinggalkan kami berdua?” Tanya Yongri sembari menatap gadis itu tajam. Gadis itu terlihat enggan, namun akhirnya meninggalkan Siwon dan Yongri berdua.

“Kau gila!!” Jerit Yongri lagi. Merasa benar-benar marah pada Siwon.

“Kau bisa menjawabnya sendiri mengenai pertanyaan yang tadi kau ajukan padaku.” Ucap Siwon santai. Yongri menatap Siwon dengan tajam. Gadis itu mengepalkan tangannya menahan emosi.

“Kau merasakannya? Apa yang aku rasakan? Aku bahkan belum menyentuh bibir gadis itu. Tetapi kau sudah marah dengan berlebihan seperti ini. Kau pikir apa yang harus aku lakukan padamu, setelah aku mengetahui kau berciuman dengan Hyukjae?” Suara Siwon mulai terdengar serius. Ia membalas tatapan tajam yang diberikan Yongri. Bola mata Yongri bergerak gelisah saat Siwon mengatakan dirinya berciuman dengan Hyukjae. Yongri dengan segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain, karena merasa tatapan Siwon benar-benar mengintimidasinya.

Setelah mampu mengendalikan diri, Yongri kembali menatap Siwon yang masih setia menatapnya. Gadis itu mendengus kasar entah karena apa.

“Percuma mengajakmu bicara.” Gumam gadis itu. Yongri berbalik untuk meninggalkan Siwon. Namun baru beberapa langkah, ia membalikkan kembali badannya untuk menatap Siwon.

“Appa mengundangmu dan ibumu untuk makan malam dirumah hari ini. Terserah kau mau datang atau tidak. Jika tidak suka, lebih baik tidak usah datang. Aku bisa mencarikan alasan untuk itu.” Ucap Yongri dan melanjutkan langkahnya meninggalkan Siwon yang masih terus menatapnya hingga punggung gadis itu menghilang.

Siwon menghela nafas panjang melihat kelakuan Yongri. Ia berpikir, Yongri menemuinya untuk meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Tapi apa? Yongri seperti benar-benar tidak merasa bersalah. Membuat Siwon merasa sangat kesal dan kecewa.  Siwon juga tidak bisa menyalakan Yongri sepenuhnya, karena ia yakin semuanya Hyukjae yang memulai. Laki-laki itu sepertinya memang berotak kotor, dan Siwon sangat menyesal telah membiarkan Yongri berdekatan dengan Hyukjae. Siwon mengerutkan dahinya mendengar ucapan Yongri yang terakhir. Untuk apa ayah Yongri mengundang dirinya dan ibunya makan malam di rumah? Memang ini bukan yang pertama, hanya saja, biasanya mereka makan malam bersama jika ada hari-hari istimewa. Apa sekarang orangtua Yongri sadar jika akhir-akhir ini dirinya jarang bersama Yongri? Siwon kembali menghela nafas panjang dan berlalu untuk meninggalkan kampus.

 

~

 

Yongri menghampiri sang ibu yang tampak sibuk menatap makanan di ruang makan. Gadis itu tersenyum kecut karena merasa apa yang dilakukan ibunya tidak berguna. Siwon tidak mungkin datang, mengingat laki-laki itu sangat marah padanya.

“Siwon oppa tidak mungkin datang.” Ucap Yongri membuat ibunya sedikit terkejut. Ibu Yongri menoleh dan terpaku melihat pakaian yang dikenakan Yongri.

“Kau akan makan malam seperti ini?!” Tanya ibunya. Yongri mengerutkan dahinya dan menatap pakaian yang dipakainya. Kaos oblong dan celana pendek.

“Memangnya kenapa?” Tanya Yongri balik.

“Kau tidak malu jika Siwon dan ibunya melihatmu berpenampilan seperti ini?” Ibu Yongri menggelengkan kepalanya seperti tidak habis pikir dengan jalan pikiran anak bungsunya itu. Yongri tersenyum kecil.

“Mereka tidak akan datang, eomma.” Katanya.

“Ck! Sebenarnya apa yang terjadi padamu dan Siwon, huh?! Kalian pasti bertengkar, kan? Atau kau tidak menyampaikan pesan ayahmu tadi padanya?!” Tanya Ibu Yongri sedikit kesal.

“Aku sudah menyampaikannya! Eomma jangan asal menuduh.” Balas Yongri.

“Lalu apa yang menyebabkannya tidak datang?” Yongri hanya menaikkan kedua bahunya menanggapi pertanyaan sang ibu.

Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi bel rumah Yongri yang mengejutkan kedua wanita itu. Mereka saling berpandangan sambil menerka-nerka siapa yang datang. Tiba-tiba ibu Yongri menyunggingkan senyum hangatnya.

“Aku tau Siwon pasti datang. Ia tidak pernah mengecewakan appamu.” Ucap ibu Yongri.

“Cepat bukakan pintunya!” Suruh ibu Yongri. Yongri segera berbalik dan menuju pintu rumahnya. Ia menghela nafas sebentar dan mengatur ekspresi wajahnya agar tidak terlihat aneh di depan ibu Siwon. Yongri menarik pintu bermaksud untuk membukanya. Matanya membulat sempurna saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu rumahnya.

“Oppa?!” Pekiknya tertahan.

“Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat tegang seperti itu?” Tanya Hyukjae bingung.

“A–apa yang kau lakukan disini?!”

“Memangnya salah jika aku berada di rumah kekasihku sendiri?”

“Bukan,, bukan seperti itu. Hanya saja-”

“Benarkan,, Siwon pasti da…tang.” Suara ibu Yongri terdengar mengecil saat di akhir kata. Ia terlihat terkejut saat melihat bukan Siwon yang berada di depan rumahnya sekarang. Senyum yang tadinya berkembang di wajah wanita paruh baya itu, kini berubah menjadi datar.

“Annyeong haseyo, ahjumma.” Sapa Hyukjae sopan.

“Kau siapa?!”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

20 thoughts on “You and Him – Part 4

  1. wah apdetnya lama bgt, dr mana aja nenk? hehe
    heishh mkn lama aq mkn gregetan ma yongri n kasian ma siwon n hyukjae
    Aq pengen ga da yg terluka di ending ini, blm sama sahabatnya yongri yg naksir siwon itu
    mending yongri g sama sapa2 deh #kejam
    hahaha

  2. Eiittss dah… ni Author kemane aje….. ni WP ditongkrongin kaga muncul2…. baru dh nongol sekarang…. ga tw ape dah kangen berat ma ni couple… hehehe 😛
    Wonppa bner2 cinta ma Yongri ya, smpe2 apa yg dilakuin Yongri dia bsa rasain ya…
    Yongri bkanny minta maaf mlah cuek bebek…. tuh Hyukjae jga jdinya mlah ingin bner2 dptin Yongri… gmne ma nasib Hubby aye klo gtu….
    Yongri bner2 harus mutusin dr sekarang nih… klo ga…. Hyukjae bkalan berulah…
    Wonppa… Fighting jgn nyerah sma Hyukjae….
    Msa Simba ngalah ma Monkey XD…
    Next… Lanjut…. ASAP dong… jgn bersemedi mulu Author… hihihi 🙂
    Gomawo ^^

  3. kenapa jadi benci banget ya di sini sma yongri.
    makin sini makin nyesek aja thor :(((
    itu hyukjae pasti ngedenger pembicaraan siwon sama yongri lagi deh!!! soalnya dia tiba tiba dateng ke rumah yongri???
    iyakan iyadong :))

    next chapter thor, di tunggu :))

  4. Yongrinya kok gitu sih?? Kenapa tega sm siwon??
    Seharusnya dari awal gak usah merencanakan utk ngebalas hyukjae kalo ujung2nya bakalan begini-_- yongrinya gak ada minta maaf pula sm siwon teganya..-__-
    Makin rumit aja nih thor kisah mrk..next ya thor jgn terlalu lama hehe..:p

  5. Lanjut thor n finish it hehehe ٩(๑❛▽❛๑)۶
    Semangat banget nungguin kelanjutan n ending ceritanya
    Udah lama nunggu lho ╥﹏╥

  6. Excited banget tahu part 4 udah keluar ≧∇≦
    Lanjut thor n finish it hehehe ٩(๑❛▽❛๑)۶
    Semangat banget nungguin kelanjutan n ending ceritanya
    Udah lama nunggu lho ╥﹏╥

  7. Emosiiiiiiiiiiii bacanya emosi banget susah ngejelasinnya tp bnr emosi aku bacanya eonni. Oh ya lanjutannya kpn di publish eonni penasaran bgt nih eonni

  8. siwonnn 😥 pengen nangis rasany hu hu hu. Iya sih harusnya yongri minta maaf jg 😥 tau siwon tersakiti harusnya yongri ga bls dendam ke hyukjae tapi ini kan emg ide dan jalan cerita nya xD

  9. Aihhh sumpah di part ini aku jengkel sejengkel jengkelnya!!

    Udahlah bagusnya siwon gak usah sama yongri lagi. Yang dirasain yongri gak sebanding dengan apa yang dirasain siwon. Siwon terlalu menderita menurutku.

    Dan HyukJae semakin menjadi. Pengen dateng ke sana trus siram mukanya!! Hahahahaaa

  10. daebak.
    kshan siwon tersakiti oleh yong ri.
    knp yong ri mulai menyukai hyuk jae??
    tdkkah ia ingat tujuan utamanya??
    hyuk.jae bertemu dgn ibu yong ri.
    pasti bklan ada mslh besar

  11. yongri bener bener egois sekarang,,, udah salah dan dijauhin siwon bukannya berusaha minta maaf dan perbaikin hubungan sama siwon malah makin ngajak perang..
    jangan sampe yongri merasakan penyesalan yg besar di belakang nya nanti,, geregetan banget sama yongri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s