You and Him – Part 3

Author : Choineke

Title : You and Him

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC), Lee Hyukjae

Sub cast : find them by yourself

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Dengan langkah tergesa, Siwon memasukki rumah Yongri dan menemukan ibu Yongri yang terlihat lega dengan kedatangannya. Siwon menghampiri ibu Yongri yang juga sedang menghampirinya.

“Apa yang terjadi, ahjumma?” Tanya Siwon.

“Aku juga tidak tau. Anak itu pulang dengan menangis. Dan sekarang ia tidak keluar dari kamarnya. Aku sudah menemuinya dan memintanya bicara. Tetapi yang dilakukannya hanya menangis. Aku khawatir. Apa kalian bertengkar?” Ibu Yongri tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya.

“Tidak, kami tidak bertengkar, ahjumma. Hubungan kami baik-baik saja.” Jelas Siwon.

“Lalu ada apa dengan anak itu?” Gumam ibu Yongri pelan.

“Aku akan menemuinya.” Putus Siwon. Ibu Yongri terlihat mengangguk. Siwon segera melesat ke lantai 2 untuk menemui Yongri.

Siwon membuka pintu kamar Yongri. Terdengar isakan kecil dari Yongri yang sedang menyembunyikan wajahnya dengan memeluk kedua kakinya. Siwon masuk ke dalam kamar Yongri dan mendekati gadis itu.

“Hey..” Panggil Siwon pelan saat sudah duduk di hadapannya. Yongri mendongak saat mendengar suara Siwon. Tangisnya semakin pecah dan ia segera memeluk Siwon.

“Oppa..” Isaknya.

“Ssttt..” Siwon mengusap punggung Yongri untuk membuat gadis itu tenang. Siwon dapat merasakan kaos yang dipakainya basah oleh airmata gadis itu. Namun Siwon tidak memperdulikannya. Yang ada dipikirannya saat ini adalah bagaimana membuat gadisnya tenang.

“Tenangkan dirimu, sayang.” Bisik Siwon sembari sesekali mencium puncak kepala Yongri.

“Apa yang terjadi?” Tanya Siwon saat merasa Yongri lebih tenang. Walaupun isakan kecil masih terdengar dari mulut gadis itu. Yongri melepaskan pelukannya pada Siwon dan menatap laki-laki itu.

“Lee Hyukjae..” Ucap Yongri dengan sesegukan.

“Kenapa? Apa yang dilakukan laki-laki itu padamu?!” Tanya Siwon tidak sabaran. Yongri menggeleng pelan.

“Bukan padaku. Tapi pada Yongra eonni.” Jawab Yongri. Siwon sedikit bernafas lega mendengarnya. Pikirannya sudah takut jika Hyukjae menyakiti gadisnya.

“Jelaskan padaku.” Pinta Siwon sembari menggenggam kedua tangan Yongri.

“Dia mengatakan bahwa eonni yang meninggalkannya, oppa. Bagaimana mungkin dia bisa memfitnah eonni seperti itu? Dia yang meninggalkan eonni. Dia yang membuat eonni meninggalkan kita semua.” Tangis Yongri kembali pecah.

“Dia berbohong. Aku tidak percaya padanya. Aku tidak mempercayainya, oppa..” Isak Yongri. Siwon menangkupkan kedua tangannya di wajah Yongri. Dengan sabar laki-laki itu menyeka airmatanya.

“Lalu kenapa kau menangis jika tidak mempercayainya?” Tanya Siwon pelan. Yongri terdiam mendengar pertanyaan Siwon.

“Bukankah seharusnya kau meminta penjelasan lebih dari laki-laki itu? Kenapa kau malah menangisi hal yang tidak kau percayai?” Ujar Siwon lagi. Yongri menyetujui ucapan Siwon. Seharusnya ia mendengarkan cerita Hyukjae. Seharusnya ia mengetahui apa yang terjadi antara laki-laki itu dan kakak perempuannya. Lantas kenapa ia harus menangis seperti orang bodoh? Yongri menundukkan kepalanya karena merasa malu dan bodoh.

“Kenapa aku bisa memiliki gadis bodoh sepertimu?” Ejek Siwon bermaksud membuat gadis tersenyum.

“Oppa!!” Yongri memukul Siwon dengan bantal.

“Saat itu aku hanya tidak bisa berpikir. Aku marah saat Lee Hyukjae menjelek-jelekkan eonni. Aku tidak suka!” Ucap Yongri membela diri.

“Kalau kau tidak bisa menahan emosimu seperti ini, aku yakin rencanamu akan gagal.” Sahut Siwon. Yongri menundukkan kepalanya dan menghela nafas panjang.

“Seharusnya kau sudah bisa memperhitungkan resiko yang akan kau dapat dengan mendekati Hyukjae. Cepat atau lambat dia akan menceritakan masa lalunya jika dia sudah merasa nyaman denganmu. Kau harus siap dengan itu, sayang. Bukankah kita juga harus mendengar cerita dari versi Hyukjae?” Ujar Siwon. Yongri tampak mencerna kata-kata Siwon.

“Selama ini yang kita tau hanya Yongra hamil dan bunuh diri karena laki-laki itu tidak mau bertanggung jawab. Kita tidak mengetahui yang lainnya.” Lanjut Siwon.

“Itu sudah cukup untukku, oppa. Aku tidak membutuhkan cerita yang lain. Bagiku itu sudah membuktikan bahwa eonni diperlakukan tidak adil oleh Hyukjae.” Yongri masih setia membela Yongra.

“Aku tau. Hanya saja ini sedikit tidak adil untuk Hyukjae. Aku bukan bermaksud membelanya. Tetapi bukan seperti ini caranya menyelesaikan masalah. Kau harus mendengar semua cerita dari Hyukjae. Dan kau harus siap dengan kemungkinan jika Yongra memang benar meninggalkan Hyukjae.” Jelas Siwon pelan. Ia mencoba membuat gadisnya itu mengerti. Siwon tau, Yongri terkadang tidak dewasa jika menyelesaikan masalah. Dan selama ini, Siwon-lah yang selalu dengan sabar membantunya.

“Oppa..” Yongri terlihat takut dengan apa yang Siwon katakan.

“Aku tau semakin hari kau semakin dewasa. Kau pasti bisa mengatasinya.” Ujar Siwon dengan mengusap pelan kepala Yongri.

“Kau sudah tenang, kan? Aku bisa pulang sekarang.” Kata Siwon dan mencoba beranjak. Namun Yongri dengan cepat menahannya.

“Temani aku hingga tertidur.” Pinta gadis itu manja. Siwon berdecak dan kembali duduk.

“Eish, gadis ini benar-benar menggoda imanku.” Gumam Siwon. Yongri hanya tersenyum kekanakkan dan memposisikan dirinya berbaring.

“Apa ini?” Tanya Yongri saat melihat sesuatu menyembul dari kantong celana Siwon.

“Eh?” Siwon mengikuti arah pandang Yongri. Ia mengeluarkan sesuatu yang dikantonginya dan menunjukkannya pada Yongri. Sebuah gelang dari tali. Bentuknya sangat sederhana namun terlihat unik.

“Cantik.” Puji Yongri saat melihat gelang itu.

“Temanmu yang memberikannya padaku.” Ujar Siwon. Yongri menatap Siwon dengan bingung.

“Temanku?” Siwon mengangguk.

“Yoo Seun Mi.” Ujar Siwon lagi.

“Seun Mi? Bagaimana bisa?” Yongri terlihat terkejut sekaligus bingung. Lebih dari itu, sebenarnya gadis itu merasakan dadanya bergemuruh karena cemburu.

“Aku juga tidak tau kenapa dia bisa memberikanku gelang ini. Tiba-tiba dia datang ke fakultasku dan memberikannya.” Jelas Siwon. Yongri tampak diam sembari mencerna kata-kata Siwon. Sepertinya ada yang tidak beres pada temannya tersebut. Apa mungkin Seunmi menyukai Siwon? Jika seperti itu, Yongri sepertinya harus lebih berhati-hati.

“Buatku saja, ya?” Pinta Yongri. Siwon menggeleng pelan.

“Kau pikir bagaimana perasaan temanmu jika tau gelang ini kuberikan padamu?” Siwon mengambil gelang tersebut dari tangan Yongri. Dan kemudian kembali memasukkannya ke dalam kantong.

“Sudah, lebih baik kau tidur sekarang. Aku harus segera pulang. Kau tau, aku lelah sekali hari ini.” Keluh Siwon.

“Jadi kau tidak mau menemaniku? Pulang saja jika seperti itu. Aku juga tidak butuh kau temani.” Rajuk Yongri sembari membalikkan badannya membelakangi Siwon. Ia kesal karena Siwon memilih untuk menyimpan gelang yang diberikan Seunmi.

“Ya,, ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba marah seperti ini?” Siwon mencoba membalikkan badan Yongri. Namun Yongri menahannya dan memilih memejamkan matanya. Siwon yang memang sudah terlanjur lelah akhirnya memilih mengalah dan keluar dari kamar Yongri untuk pulang.

 

~~~

 

“Choi Yongri!” Panggil Seunmi dari kejauhan. Yongri menghentikan langkahnya dan berbalik. Ia dapat melihat Seunmi yang berlari kecil menghampirinya.

“Ayo, pergi bersama.” Ajak Seunmi. Yongri hanya mengangguk dan keduanya berjalan bersama. Pikirannya Yongri kembali melayang kepada gelang yang diberikan Seunmi untuk Siwon. Yongri menatap Seunmi dan memperhatikan wajah gadis itu. Seunmi memang cantik. Pipi gadis itu selalu bersemu merah, sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Seunmi juga memiliki tubuh yang semampai, berbeda dengannya yang bertubuh mungil. Namun tetap saja Yongri tidak rela jika ada gadis lain yang menyukai kekasihnya. Ia cemburu.

“Seunmi-ya..” Panggil Yongri.

“Ne?” Sahut Seunmi.

“Kau..menyukai Siwon oppa?” Tanya Yongri ragu. Seunmi menghentikan langkahnya dan terlihat terkejut. Mata gadis itu membesar dan menatap Yongri dengan malu.

“Ba–bagaimana -ah,, apa Siwon sunbae mengatakan padamu jika aku memberikan sesuatu padanya?” Tanya Seunmi memastikan. Yongri mengangguk pelan.

“Ahh,, memalukan.” Gumam Seunmi sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Jadi benar kau menyukainya?” Tanya Yongri lagi. Seunmi melirik Yongri sesaat sebelum akhirnya mengangguk malu. Yongri merasa wajahnya seperti disirami air dingin saat melihat anggukan Seunmi. Ingin sekali rasanya Yongri marah dan berteriak bahwa Siwon adalah kekasihnya. Tetapi ia tidak bisa melakukannya. Membuatnya semakin merasa kesal.

“Yongri-ya, kumohon bantu aku untuk mendekatinya.” Pinta Seunmi dengan menggenggam kedua tangan Yongri.

“Ne?!”

“Bantu aku untuk mendapatkan Siwon sunbae. Kau adalah sepupunya, kau pasti bisa membantuku.” Ujar Seunmi. Gila! Yongri merasa ia benar-benar akan menjadi gila! Bagaimana mungkin ia harus membantu gadis lain untuk mendapatkan kekasihnya sendiri? Apa stock laki-laki di dunia ini habis hingga ia harus berbagi kekasih dengan gadis lain? Sial! Yongri benar-benar marah dan kesal sekarang.

“Aku..tidak bisa.” Tolak Yongri halus. Mencoba untuk tidak menyinggung perasaan Seunmi. Biar bagaimanapun Seunmi adalah gadis yang baik. Dan Yongri tidak akan dengan tega menyakiti perasaannya.

“Kenapa?” Tanya Seunmi kecewa.

“Siwon oppa tidak suka jika urusan pribadinya dicampuri orang lain. Aku hanya takut dia marah.” Jawab Yongri apa adanya. Gadis itu tidak berbohong. Siwon memang tidak suka jika ada yang mencampuri urusannya. Lagipula, Yongri yakin Siwon akan mengatainya bodoh jika membantu gadis lain untuk mendekati laki-laki itu.

“Benarkah? Ah,, jadi aku harus berjuang sendiri?” Gumam Seunmi.

“Maaf.” Sesal Yongri.

“Tidak apa-apa.” Sahut Seunmi dengan senyum cerianya. Keduanya kembali melanjutkan langkah mereka yang tertunda. Sebelum akhirnya Yongri menghentikan langkahnya karena melihat sosok Hyukjae berdiri tidak jauh di depannya.

“Aku akan ke kelas lebih dulu.” Ujar Seunmi saat mengetahui bahwa Yongri dan Hyukjae memerlukan waktu berdua. Hyukjae menghampiri Yongri saat Seunmi sudah benar-benar meninggalkan mereka. Laki-laki itu berdiri tepat dihadapannya.

“Hai.” Sapanya.

“H–hai.” Balas Yongri canggung.

“Kau baik-baik saja, kan?” Tanya Hyukjae.

“Ne, oppa. Aku baik-baik saja.” Jawab Yongri dengan tersenyum kecil.

“Kalau boleh tau, kenapa kemarin kau menangis?”

“Tidak apa-apa. Aku tidak mau membahasnya.” Ujar Yongri mencoba untuk tidak mengingat kembali kejadian kemarin. Hyukjae tersenyum dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

“Baiklah, aku tidak akan membahasnya lagi. Lagipula, aku juga sudah membuang foto gadis yang ada di dompetku kemarin.” Ucap Hyukjae membuat Yongri menatapnya tak percaya.

“Buang?” Tanyanya memastikan.

“Iya. Aku buang.”

“Bukankah kau bilang kalau kau mencintainya?”

“Itu dulu, Yongri-ya. Sebelum dia meninggalkanku. Dan sebelum aku bertemu denganmu.” Jelas Hyukjae. Yongri terperangah. Hyukjae benar-benar melupakan Yongra dan menyukai dirinya? Laki-laki jenis apa yang sebenarnya ada dihadapannya saat ini?

“Bukankah sudah kubilang bahwa aku tertarik padamu dan aku ingin mengenalmu lebih jauh? Apa kau mengizinkannya?” Tanya Hyukjae sembari mensejajarkan wajahnya dengan Yongri. Membuat Yongri dengan refleks memundurkan wajahnya karena terkejut. Gadis itu merasakan sedikit gugup ketika melihat wajah Hyukjae dalam jarak sedekat ini.

“Ki–kita lihat saja nanti, oppa.” Ucap Yongri terbata dan segera berlari meninggalkan Hyukjae. Hyukjae kembali menegakkan tubuhnya dan tersenyum sembari menatap sosok Yongri yang semakin menjauh.

“Aku tau kau tertarik padaku. Terlihat sekali dari wajahmu.” Gumam Hyukjae dan kemudian berjalan untuk menuju kelasnya.

 

~

 

“Yoboseo..”

Kau dimana?

“Aku baru keluar kelas, oppa. Ada apa?”

Aku menunggumu di parkiran. Kita pulang bersama hari ini, ya?

“Ah, maafkan aku, oppa. Tapi aku ada janji dengan Lee Hyukjae.” Sesal Yongri. Sesaat Yongri tidak mendengarkan sahutan apapun dari sambungan teleponnya. Ia menatap layar ponselnya dan terlihat sambungan belum terputus.

“Siwon oppa?”

Aku merindukanmu, Yongri-ya.

“Aku juga, oppa. Tetapi aku benar-benar sudah ada janji. Aku akan menemuimu ditempat kerja jika sempat, bagaimana?”

Terserah kau saja.” Baru saja Yongri hendak menanggapi ucapan Siwon, ternyata Siwon sudah memutuskan sambungan telepon begitu saja. Membuat Yongri menghela nafas panjang. Siwon pasti marah. Tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia sudah terlanjur membuat janji dengan Lee Hyukjae.

“Choi Yongri..” Yongri mendongak saat mendengar ada yang memanggilnya. Gadis itu tersenyum saat melihat sosok Hyukjae, lengkap dengan tas ransel yang dipakai laki-laki itu.

“Apa kita bisa pergi sekarang?” Tanya Hyukjae.

“Tentu, oppa.” Sahut Yongri. Hyukjae dan Yongri berjalan bersama menuju tempat dimana mobil Hyukjae terparkir. Hyukjae dengan sopannya membukakan pintu untuk Yongri, membuat gadis itu sedikit tersanjung dengan perlakuan Hyukjae. Setelahnya, Hyukjae segera menuju ke arah berlawanan untuk menuju kursi kemudi.

“Kita mau kemana?” Tanya Yongri saat Hyukjae mulai menjalankan mobilnya.

“Haruskah aku memberitahumu?” Tanya Hyukjae balik sembari tersenyum kecil.

“Tentu saja kau harus memberitahuku. Aku harus tau kemana kau akan membawaku. Siapa tau kau mau menculikku.” Ucap Yongri asal. Tawa Hyukjae pecah saat mendengar ucapan Yongri. Membuat Yongri menatapnya heran.

“Apa wajahku seperti wajah penculik?” Tanya Hyukjae setelah berhasil menghentikan tawanya.

“Jangan salah, oppa! Sekarang banyak penculik berwajah tampan.” Jawab Yongri. Hyukjae kembali tertawa.

“Kau benar-benar membuat perutku sakit.” Keluh Hyukjae dengan sebelah tangannya yang memegang perutnya. Sedangkan sebelah tangan lagi masih memegang stir mobil.

“Oppa pikir aku sedang melucu?” Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Bukan seperti itu, hanya saja, bagaimana mungkin kau bisa berpikir aku akan menculikmu. Aku hanya akan mengajakmu jalan-jalan, Yongri-ya. Menghabiskan waktu bersama.” Jelas Hyukjae. Yongri hanya tersenyum menanggapi ucapan Hyukjae.

Beberapa saat kemudian, mobil Hyukjae berhenti di sebuah taman, yang Yongri sendiri baru pertama kali ke sana. Saat keduanya turun dan memasuki area taman lebih dalam, Yongri dapat melihat ada sebuah danau dengan air jernih disana. Membuat gadis itu berlari kecil untuk mendekati danau.

“Indah sekali..” Gumamnya. Hyukjae tersenyum dan mendekati Yongri.

“Jangan terlalu dekat, nanti kau jatuh.” Ucap Hyukjae mengingatkan. Yongri berbalik dan menatap Hyukjae.

“Darimana kau menemukan tempat seindah ini, oppa?” Tanya Yongri penasaran.

“Hanya ketidaksengajaan.” Jawab Hyukjae dan kemudian mendudukan dirinya pada sebuah kursi besi di sana. Yongri menghampiri Hyukjae dan duduk disampingnya.

“Pasti kau pernah membawa gadis lain ke tempat ini.” Tebak Yongri dengan menatap Hyukjae intens. Hyukjae tertawa kecil dan mengalihkan pandangannya dari Yongri.

“Kau percaya jika aku katakan tidak?” Tanya Hyukjae yang sudah kembali menatap Yongri.

“Aku yang pertama?” Wajah Yongri terlihat senang. Hyukjae mengangguk pelan.

“Kau yang pertama. Dan aku senang karena melihat kau menyukai tempat ini.” Kata Hyukjae.

“Tentu saja aku akan menyukai tempat ini. Benar-benar indah, oppa!” Ucap Yongri sembari mengalihkan pandangannya kesekeliling. Ia menghirup nafas segar yang disuguhkan taman itu dan menghembuskannya perlahan.

Yongri berdiri dari duduknya dan tampak menghampiri hamparan bunga berwarna-warni yang tersaji di taman itu. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Membuat Hyukjae yang memang sedari tadi menatapnya semakin terpesona. Dan semakin lama, Hyukjae semakin yakin, bahwa ia benar-benar sudah jatuh pada pesona Yongri. Bukan karena wajahnya yang mirip Yongra, tapi karena dia adalah Yongri. Choi Yongri.

Hyukjae berdiri dari duduknya dan mendekati keberadaan Yongri. Laki-laki itu terlihat memetik setangkai bunga mawar berwarna merah. Setelah berdiri tepat di belakang Yongri, Hyukjae menyodorkan bunga itu tepat di hadapan Yongri. Membuat Yongri sedikit terkejut, namun kemudian tersenyum. Yongri menerima bunga mawar itu dan berbalik menatap Hyukjae.

“Gomawo, oppa.” Ucapnya. Hyukjae membalas ucapan gadis itu dengan tersenyum. Hyukjae mengulurkan tangannya dan merapikan rambut Yongri yang sedikit berantakan akibat angin yang terus berhembus. Sedangkan Yongri, gadis itu hanya mampu menatap wajah tampan Hyukjae yang berada tepat di hadapannya.

“Kau memiliki kekasih?” Suara Hyukjae memecah keheningan sesaat yang tercipta diantara mereka.

“Ne?” Yongri terlihat terkejut dengan pertanyaan Hyukjae.

“Apa kau memiliki kekasih?” Tanya Hyukjae lagi.

“Ke–kenapa? Kenapa kau tiba-tiba menanyakannya?” Tanya Yongri balik.

“Cukup jawab saja pertanyaanku, Choi Yongri.” Ujar Hyukjae dengan nada suara yang sedikit mendesak.

“Ti–dak. Aku tidak memiliki kekasih.” Jawab Yongri akhirnya. Perasaan bersalah pada Siwon tiba-tiba menyeruak ke dalam hati kecilnya. Entah mengapa ia merasakan itu, padahal ini sudah menjadi kesepakatannya bersama Siwon. Hyukjae tersenyum mendengar jawaban Yongri. Ia merasakan perasaan lega.

“Aku sangat senang mendengarnya. Kalau begitu, kau mau membuka hatimu untukku?” Tanya Hyukjae dengan memegang kedua bahu Yongri.

“Oppa..”

“Bukan, saat ini aku bukan memintamu untuk menjadi kekasihku. Aku akan menyatakannya disaat yang tepat. Dan itu bukan sekarang. Aku hanya bertanya apa kau mau membuka hatimu untukku?” Hyukjae mencoba menjelaskan. Yongri terdiam untuk beberapa saat. Ia seperti menimbang jawaban seperti apa yang harus diberikannya pada Hyukjae. Tapi sejujurnya Yongri tidak bisa berpikir dengan fokus, karena tatapan mata Hyukjae yang menembus matanya seolah membuat otaknya lumpuh.

“Jika aku mau, apa yang akan kau lakukan?” Tanya Yongri. Hyukjae tertawa kecil dan tampak berpikir sebentar.

“Kalau kau mau, aku akan membuat hatimu sepenuhnya menjadi milikku. Dan tidak akan kubiarkan kau berpaling pada laki-laki lain.” Jawab Hyukjae.

“Jika aku tidak mau?” Tanya Yongri lagi.

“Aku akan melakukan apapun agar hatimu terbuka untukku. Mungkin terdenga egois, tapi itulah diriku.” Jawab Hyukjae membuat Yongri berdecak pelan.

“Lalu apa bedanya? Bukankah itu tandanya aku tidak mempunyai pilihan?” Ucap Yongri pura-pura kesal. Hyukjae tak dapat menahan tawanya melihat wajah kesal Yongri yang membuatnya gemas. Tanpa sadar laki-laki itu mencubit kedua pipi Yongri membuat gadis itu semakin menatapnya kesal.

“Intinya hanya satu, Yongri-ya. Aku tidak suka penolakan.” Ucap Hyukjae setelah berhasil menghentikkan tawanya. Yongri menyeringai mendengar ucapan Hyukjae. Membuat Hyukjae menatapnya dengan bingung.

“Apa itu prinsip hidupmu?” Tanya Yongri. Hyukjae mengangguk pelan.

“Kenapa?”

“Kalau begitu aku juga memiliki prinsip dalam hidupku.” Kata Yongri.

“Apa?” Hyukjae terlihat penasaran.

“Aku tidak suka pada laki-laki yang tidak memiliki usaha untuk memperjuangkan cintanya. Ingat Tuan Lee, paksaan bukanlah suatu usaha.  Dan jika kau berani melakukan itu padaku, aku benar-benar tidak akan pernah memaafkanmu.” Kata-kata Yongri terdengar penuh peringatan. Membuat Hyukjae sempat terperangah sebentar, sebelum kembali tersenyum.

“Apa wajahku terlihat begitu buruk? Bukankah kau mengatakan aku tampan? Tanpa paksaan sekalipun, kau akan jatuh pada pesona ketampananku, Yongri-ya.” Ujar Hyukjae penuh percaya diri. Yongri tergelak mendengar ucapan percaya diri dari Hyukjae. Membuat Hyukjae mendengus tidak terima karena ditertawakan.

“Kau menertawakanku?” Ucap Hyukjae dengan suara yang dibuat mengerikan. Seketika Yongri menghentikan tawanya saat melihat wajah Hyukjae berubah serius. Belum lagi laki-laki itu dengan perlahan semakin mendekatinya. Membuat Yongri tanpa sadar memundurkan langkahnya. Tiba-tiba Hyukjae menghentikan langkahnya dan tertawa dengan keras. Laki-laki itu bahkan memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tertawa.

“Wajahmu benar-benar seperti orang bodoh. Apa aku tadi terlihat sangat menakutkan?” Tanya Hyukjae geli. Yongri menggembungkan pipinya dan matanya yang bulat terlihat melotot.

“Ya!!” Jerit gadis itu murka. Dengan cepat Hyukjae memundurkan langkahnya dan berlari sekuat mungkin, karena ia tahu Yongri akan memukulinya tanpa ampun.

“Jangan lari, Lee Hyukjae!!”

 

~~~

 

Yongri menghela nafas berkali-kali dan duduk dengan gusar di tangga depan rumah Siwon. Sesekali ia melirik Siwon yang juga duduk disampingnya. Laki-laki itu terlihat betah dengan keheningan yang tanpa sengaja tercipta diantara keduanya. Beberapa kali Yongri mencoba menarik perhatian Siwon dengan berbagai cara. Seperti mengetukkan kakinya pada tangga hingga terdengar bunyi berisik atau berdehem pelan. Namun hasilnya nihil, Siwon seolah tidak peduli dan sepertinya asik dengan dunianya sendiri. Membuat Yongri akhirnya kesal dan menatap laki-laki itu dengan wajah menekuk.

“Oppa!” Panggilnya keras.

“Kenapa?” Balas Siwon tanpa menatapnya. Yongri kembali menghela nafas dan menjatuhkan kepalanya di bahu Siwon. Membuat laki-laki itu akhirnya menoleh untuk menatapnya.

“Aku merindukanmu.” Ucap Yongri pelan.

“Bohong.” Sahut Siwon langsung. Yongri menarik kepalanya dari bahu Siwon dan menatap laki-laki itu dengan kesal. Sedangkan Siwon hanya menunjukkan wajah datarnya.

“Bukankah kau senang karena hampir beberapa minggu ini menghabiskan waktu dengan Lee Hyukjae?” Tanya Siwon yang lebih terdengar seperti sindiran.

“Terserah kau saja!” Ucap Yongri ketus. Gadis itu mengepalkan tangannya menahan emosi. Ia berdiri dari duduknya dan hendak melangkah meninggalkan Siwon, namun Siwon dengan cepat menahan pergelangan tangannya. Dengan sedikit tarikan, laki-laki itu berhasil membuat Yongri kembali duduk disampingnya.

“Tidak perlu marah. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Seharusnya aku-lah yang marah disini. Kekasihku melupakanku karena laki-laki lain. Walaupun aku mengetahuinya, tetapi dengan bodohnya aku tidak bisa berbuat apa-apa.” Ucap Siwon dengan menundukkan kepalanya. Membuat kemarahan Yongri mereda, digantikan dengan rasa bersalah.

“Seharusnya aku berhak menjauhkanmu dari sisinya. Aku berhak memukulnya atau bahkan membunuhnya sekalipun karena ia dengan lancangnya mendekati gadisku. Tapi lagi-lagi, aku tidak bisa berbuat apa-apa.” Suara Siwon terdengar semakin pelan. Dengan ragu, Yongri meletakkan tangannya dibahu Siwon. Memberikan sedikit remasan bermaksud untuk menenanangkan kekasihnya tersebut.

“Maafkan aku, oppa.” Sesal Yongri. Siwon hanya diam.

“Aku janji ini tidak akan lama, oppa. Aku yakin Hyukjae sebentar lagi akan menjadikanku sebagai kekasihnya. Setelah itu, aku akan benar-benar meninggalkannya. Aku akan kembali padamu. Aku janji.” Ujar Yongri. Namun entah mengapa Yongri merasakan keraguan dari ucapannya sendiri. Bukan hanya Yongri, Siwon pun merasakan keraguan dari ucapan gadisnya itu. Membuat Siwon semakin takut Yongri akan meninggalkannya demi Hyukjae.

“Pesta dansa di kampus Sabtu besok, kau akan pergi bersamaku, kan?” Tanya Siwon penuh harap. Namun sepertinya harapannya itu sia-sia saat melihat Yongri menundukkan kepalanya.

“Maaf, oppa. Aku akan pergi bersama Hyukjae.” Sesal Yongri untuk kesekian kalinya. Siwon tersenyum kecil mendengar ucapan Yongri. Tersenyum miris lebih tepatnya. Laki-laki itu berdiri dari duduknya dan berbalik untuk masuk ke dalam rumahnya. Yongri dengan cepat ikut berdiri dan menahan lengan Siwon.

“Kau akan tetap pergi ke pesta dansa itu, kan?” Tanya Yongri.

“Tidak. Karena pasanganku akan pergi bersama laki-laki lain.” Jawab Siwon.

“Aku akan meminta Seunmi untuk menemanimu.” Kata Yongri. Ia sangat berharap Siwon datang ke pesta dansa besok. Setidaknya, itu membuatnya senang karena bisa melihat laki-laki itu. Siwon mengalihkan pandangannya dan menatap Yongri dengan tajam.

“Aku tidak akan pergi ke pesta dansa itu tanpa kau. Dan jika kau tidak bisa pergi bersamaku, lebih baik aku tidak pergi. Karena aku tau bagaimana sakitnya saat melihat kekasihku pergi bersama laki-laki lain. Dan aku tidak mau kau merasakan sakit itu saat melihatku pergi bersama gadis lain.” Ucap Siwon tajam dan segera meninggalkan Yongri masuk ke dalam rumah. Tidak lupa laki-laki itu menutup pintu dengan keras. Membuat Yongri terlonjak karena terkejut. Mata gadis itu terlihat berkaca-kaca. Ia tau bahwa ia sudah melakukan kesalahan. Ia menyakiti perasaan Siwon entah untuk keberapa kalinya. Tetapi Yongri tidak memiliki pilihan. Ini semua demi Yongra. Yongra? Yongri mendesis pelan di tengah-tengah tangisnya. Ia bahkan tidak yakin Yongra menjadi alasan satu-satunya. Gadis itu benar-benar mengutuk dirinya sendiri yang dengan brengseknya hendak membagi hatinya untuk pria lain.

 

~~~

 

Seunmi kembali mendatangi fakultas bisnis untuk kedua kalinya. Dengan senyum yang tidak hilang dari bibir tipisnya, Seunmi melangkah dengan pasti untuk menemui pujaan hatinya. Siapa lagi kalau bukan Choi Siwon? Seunmi tentu memiliki tujuan menemui Siwon hari itu. Dan semuanya terkait dengan pesta dansa malam nanti.

Seunmi menghentikan langkahnya saat melihat Siwon dari kejauhan. Dan sepertinya Siwon juga sudah melihat kehadirannya, karena laki-laki itu langsung melepaskan earphone yang sedari tadi dipakainya. Siwon tersenyum sangat tipis kepada Seunmi. Sangat tipis hingga jika matamu tidak terus melihatnya, kau tidak akan mampu melihat senyum itu.

“Hai, sunbae.” Sapa Seunmi.

“Hai.” Balas Siwon kaku.

“Apa sunbae sedang sibuk?” Tanya Seunmi.

“Tidak terlalu.” Jawab Siwon seadanya.

“Ada apa?” Tanya Siwon kemudian.

“Begini, apa sunbae sudah memiliki pasangan untuk pesta dansa nanti malam?” Seunmi mulai mengutarakan tujuannya menemui Siwon. Gadis itu terlihat malu-malu dan salah tingkah. Siwon mengerutkan keningnya dan terlihat mengerti kemana arah pembicaraan gadis ini.

“Aku tidak memiliki pasangan.” Ujar Siwon.

“Dan aku tidak akan pergi ke pesta dansa itu nanti malam.” Lanjut Siwon cepat saat melihat Seunmi hendak menanggapi ucapaannya tadi. Raut wajah Seunmi terlihat kecewa saat Siwon mengatakan tidak akan pergi ke pesta dansa.

“Tapi kenapa, oppa?” Tanya Seunmi pelan.

“Tidak ada alasan yang pasti. Hanya tidak ingin saja.” Jawab Siwon. Seunmi menundukkan kepalanya dan meremas kesepuluh jarinya. Jika sudah begini, ia tidak tau harus berbuat apa. Tidak mungkin jika dia memaksa Siwon, kan?

“Dengar, Seunmi-ssi.” Suara Siwon membuat Seunmi mendongak menatapnya. Mata gadis itu mengerjap perlahan seolah menanti ucapan Siwon.

“Mungkin apa yang akan kukatakan ini terdengar sangat percaya diri. Hanya saja, jika kau memiliki perasaan suka atau cinta atau apapun jenis perasaan  padaku, aku harap kau menghilangkan jauh-jauh perasaan itu.” Ucap Siwon tegas. Seunmi terkejut dan benar-benar salah tingkah mendengar ucapan Siwon. Siwon mengetahui perasaannya? Seunmi benar-benar ingin menenggelamkan wajahnya di sungai han sangking malunya. Tapi apa yang baru saja Siwon katakan? Menghilangkan jauh-jauh perasaannya? Bagaimana mungkin?

“Sunbae..”

“Aku..aku sudah memiliki kekasih.” Ucapan Siwon kali ini benar-benar membuat Seunmi seperti tertampar. Ia bahkan belum menyatakan perasaannya pada Siwon, tetapi kenapa ia seperti orang yang sudah ditolak? Bahkan lebih dari itu. Ia sudah tidak memiliki kesempatan untuk memiliki Siwon.

“Maaf jika aku menyakiti perasaanmu. Tetapi aku sangat mencintai kekasihku. Yakinlah bahwa kau akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik dariku.” Ucap Siwon mencoba menghibur Seunmi. Siwon menepuk pelan bahu Seunmi sebelum memutuskan untuk pergi meninggalkan gadis itu. Tanpa bisa ditahan, airmata Seunmi akhirnya mengalir dengan perlahan membasahi pipinya.

 

~

 

Yongri tidak tau harus berbuat apa saat mendapati teman satu kelasnya menangis hingga tersedu-sedu. Apalagi ia mengetahui dengan pasti apa alasan gadis itu menangis. Di satu sisi Yongri senang saat Siwon mengatakan pada Seunmi bahwa Siwon memiliki kekasih. Itu berarti Seunmi akan berhenti mendekati Siwon. Tetapi disisi lain, Yongri merasa bersalah dan juga kasihan pada Seunmi. Sepertinya gadis itu benar-benar menyukai Siwon.

“Sampai kapan kau akan menangis seperti ini, Seunmi-ya?” Ujar Yongri dengan mengusap pelan punggung Seunmi.

“Aku patah hati, Choi Yongri. Huhuhuhu..” Ucap Seunmi dengan sesegukan. Berulang kali Seunmi menyeka airmatanya, namun tetap saja airmata itu enggan berhenti mengalir.

“Masih banyak laki-laki diluar sana.” Hibur Yongri.

“Memang banyak. Tetapi bagaimana jika yang aku sukai Siwon sunbae?”

“Tetapi Siwon sunbae tidak menyukaimu.” Sahut Yongri cepat. Setelahnya, gadis itu menyesali ucapannya saat mendengar tangis Seunmi semakin menjadi.

“Maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu semakin sedih.” Ucap Yongri menyesal.

“Siwon sunbae tidak menyukaiku. Bagaimana ini? Huhuhu..” Yongri hanya mampu menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Ia benar-benar kehabisan akal untuk menghibur gadis ini.

“Bagaimana denganmu? Kau akan pergi ke pesta dansa dengan Hyukjae sunbae?” Tanya Seunmi tiba-tiba masih dengan wajahnya yang basah. Yongri mengangguk pelan.

Good luck untukmu, Yongri-ya. Aku mau pulang dulu.” Seunmi berdiri dari duduknya dan merapikan barang-barangnya di atas meja kemudian memasukkannya ke dalam tas.

“Malam ini kau akan datang, kan?” Tanya Yongri.

“Bagaimana mungkin aku bisa datang disaat sedang patah hati seperti ini?” Seunmi menghela nafas panjang dan segera berlalu dari hadapan Yongri. Yongri terus menatap punggung Seunmi hingga menghilang di balik dinding.

“Maafkan aku, Seunmi-ya.” Gumamnya.

 

~

 

Hyukjae berjalan mondar mandir di depan rumah Yongri. Belum ada 5 menit ia menunggu, namun laki-laki itu terlihat tidak sabar dan sedikit gugup. Malam itu, Hyukjae terlihat tampan dengan kemeja putih yang dilapisi tuxedo hitam. Tidak lupa dasi kupu-kupu yang menghiasi lehernya. Rambutnya yang biasa dibiarkan berponi, malam itu terlihat berdiri tegak dengan bantuan gel. Tidak ada alasan khusus Hyukjae merubah tampilannya. Hanya ingin terlihat berbeda dihadapan Yongri.

Pintu rumah Yongri yang terbuka membuat Hyukjae dengan cepat membalikkan badannya. Tanpa sadar mulut Hyukjae menganga saat melihat penampilan Yongri. Gadis itu terlihat memukau dengan long dress berwarna hijau tosca yang memamerkan punggung putih mulusnya. Belum lagi rambut gadis itu yang digelung ke atas dan menyisakan anak-anak rambut yang menjuntai ke bawah, memamerkan leher jenjangnya yang putih. Hyukjae benar-benar seperti terhipnotis sehingga tidak mau mengalihkan pandangannya sedikitpun. Apa ada gadis yang lebih cantik dari yang ada dihadapannya saat ini? Sepertinya tidak ada. Dan Hyukjae benar-benar bersumpah akan menjadikan gadis ini menjadi miliknya malam ini juga.

“Oppa..”

“…”

“Hyukjae oppa..” Suara Yongri yang sedikit meninggi membuat Hyukjae tersadar dari pesona Yongri. Hyukjae berdehem pelan dan tampak salah tingkah.

“Ahh,, maaf.” Ucap Hyukjae gugup.

“Kenapa melihatku seperti itu? Apa penampilanku berlebihan? Haruskah aku menggantinya?” Yongri terlihat ingin membalikkan badannya, namun dengan cepat Hyukjae menahannya.

“Kau..telihat luar biasa, Choi Yongri. Sangat-sangat cantik.” Puji Hyukjae jujur dan tulus. Yongri benar-benar tidak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya. Sedikit beruntung dengan langit yang gelap, sehingga sepertinya Hyukjae tidak bisa melihatnya dengan jelas.

“Terima kasih atas pujiannya, oppa. Kau juga terlihat tampan.” Balas Yongri. Hyukjae tersenyum.

“Bisa kita pergi sekarang?” Tanya Yongri.

“Ah, sebentar.” Hyukjae terlihat merogoh saku celana jins hitamnya. Sebuah kalung berliontin bintang terlihat menjuntai dihadapan Yongri. Yongri tidak dapat menahan matanya yang membesar saat melihat betapa indahnya kalung yang di pegang Hyukjae sekarang.

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Hyukjae.

“Cantik.” Jawab Yongri.

“Akan terlihat cantik jika kau yang memakainya.” Ujar Hyukjae.

“Ini untukku?” Ucap Yongri terkejut. Hyukjae mengangguk.

“Hmm,, tetapi dilehermu sudah ada kalung. Boleh aku melepasnya dan memasangkan kalung ini?” Tanya Hyukjae.

“Ne? Ta–tapi-” belum sempat Yongri menjawab, Hyukjae sudah berjalan ke belakang gadis itu dan melepaskan kalung yang selama ini dipakai Yongri. Kalung pemberian dari Siwon. Hasil dari kerja keras laki-laki itu selama ini. Jika dilihat dari tampilannya, kalung pemberian Siwon dan kalung pemberian Hyukjae tentu sangat terbilang jauh dari segi harga dan tampilannya. Kalung pemberian Siwon terlihat sederhana dengan liontin kecil. Tetapi Yongri menyukainya, karena itu adalah hasil dari kerja keras Siwon.

Hyukjae memasangkan kalung pemberiannya di leher Yongri. Laki-laki itu mengusap sebentar leher Yongri sebelum akhirnya kembali berdiri di hadapan gadis itu. Hyukjae tersenyum saat melihat kalung itu terlihat pas di leher putih Yongri.

“Benar-benar cantik.” Gumam Hyukjae. Hyukjae memberikan kalung yang tadi dilepasnya kepada Yongri. Yongri terlihat menggenggam kalung itu dan perasaan bersalah kembali menghantuinya.

“Bisa kita pergi sekarang?” Tanya Hyukjae membuat Yongri mendongak. Sesaat kemudian gadis itu mengangguk dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

 

~

 

Dengan langkah pasti, Hyukjae dan Yongri memasukki aula Inha University. Tangan Yongri yang mengapit lengan Hyukjae membuat mereka terlihat seperti sepasang kekasih. Sudah banyak mahasiswa dan mahasiswi yang berada di aula, lengkap dengan pakaian dansa mereka. Pesta dansa sepertinya belum dimulai, karena saat ini musik yang terdengar di aula masih terdengar kencang. Hyukjae mengajak Yongri menuju ke tempat minuman. Berbagai minuman tersaji disana namun semua bebas dari alkohol. Tentu saja itu mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kau terlihat gugup.” Ujar Hyukjae saat melihat Yongri memegang dengan kuat gelas yang baru saja Hyukjae berikan padanya.

“Benarkah?” Tanya Yongri memastikan. Hyukjae mengangguk singkat.

“Tenang saja. Kau tidak sendiri disini. Aku akan selalu menemanimu.” Janji Hyukjae. Yongri tersenyum kecil.

“Aku hanya tidak nyaman dengan gaun ini. Karena sejujurnya, aku tidak terlalu sering memakai gaun.” Ucap Yongri.

“Kau cantik, Yongri-ya. Tanamkan kata-kataku di dalam benakmu. Kau pasti akan merasa percaya diri dengan gaun itu.” Ujar Hyukjae menenangkan.

“Berhenti memujiku, oppa. Aku akan benar-benar terbang jika kau melakukannya sekali lagi.” Kata Yongri membuat Hyukjae tertawa kecil.

“Ah, dengar! Sepertinya pesta dansa sudah dimulai. Musiknya sudah berubah menjadi lebih lembut.” Ujar Hyukjae sembari kembali meletakkan gelasnya dan gelas Yongri di atas meja.

Layaknya seperti seorang pangeran, Hyukjae berlutut sembari mengulurkan tangannya ke hadapan Yongri. Laki-laki itu tersenyum dengan sangat tampan dan hampir membuat Yongri kehabisan nafas melihatnya.

“Maukah kau berdansa denganku, Choi Yongri-ssi?” Tanya Hyukjae sopan. Yongri tersenyum dan kemudian mengangguk. Gadis itu menyambut uluran tangan Hyukjae, sehingga dengan segera membuat Hyukjae kembali berdiri. Hyukjae menarik Yongri ke tengah-tengah aula, dimana sudah ada berpuluh-puluh pasangan yang lebih dulu larut dalam kegiatan dansa mereka. Hyukjae meletakkan kedua tangannya di pinggang Yongri. Sedangkan Yongri mengalungkan kedua tangannya di leher Hyukjae. Mereka bergerak seirama antara kiri dan kanan membuat gerakan mereka terlihat teratur. Hyukjae tak pernah melepaskan tatapannya dari Yongri sedetikpun. Mata Hyukjae dan juga mata Yongri seolah seperti sepasang magnet yang terus saling tarik menarik.

Merasa malu, Yongri meletakkan kepalanya di bahu kokoh Hyukjae. Membuat tubuh keduanya semakin menempel hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka. Hyukjae pun semakin mempererat pelukannya di pinggang Yongri. Mereka bahkan merasa seperti hanya berdua saja di dalam aula tersebut. Karena suasana benar-benar sunyi dan yang terdengar hanya alunan musik.

Hyukjae mengecup singkat puncak kepala Yongri, membuat gadis itu sedikit terkejut. Namun perlakuan Hyukjae itu tidak membuat Yongri menjauhkan kepalanya dari bahu Hyukjae yang entah mengapa terasa sangat nyaman. Aroma tubuh Hyukjae yang tercium dihidungnya juga seolah membuat gadis itu betah berlama-lama disisi Hyukjae. Yongri merasa pikirannya benar-benar kacau sekarang. Yang ada dipikirannya hanya Hyukjae, Hyukjae, dan Lee Hyukjae.

Saranghae.” Bisik Hyukjae pelan. Dengan segera Yongri mendongak saat mendengar bisikan Hyukjae yang menggelitik indera pendengarannya. Yongri menatap Hyukjae dan seolah meminta laki-laki itu mengulangi kata-katanya.

“Aku mencintaimu, Yongri-ya. Perasaan ini benar-benar mengacaukan seluruh kerja sistem sarafku. Aku tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar jika kau jauh dari jarak pandangku.” Ujar Hyukjae pelan. Yongri hanya diam sembari mencoba meredakan detak jantungnya yang berdegup dengan sangat kencang.

“Aku ingin kau menjadi kekasihku. Menjadi gadisku. Menjadi milikku satu-satunya. Kau mau, kan?” Tanya Hyukjae penuh harap. Mereka masih terus berdansa walaupun saat ini terlibat dalam omongan yang serius. Kembali mata mereka saling menatap. Yongri dapat melihat pantulan dirinya dari mata Hyukjae, begitupun sebaliknya.

“Jawab aku, Yongri-ya. Kau mau menjadi kekasihku, kan?” Tanya Hyukjae untuk kedua kalinya. Entah mengapa Yongri ingin menangis sekarang. Menangis karena bahagia. Juga menangis karena merasa bersalah. Gadis itu menundukkan kepalanya sembari menghela nafas panjang. Sesaat kemudian ia kembali mendongak menatap Hyukjae.

“Ne, oppa. Aku mau.” Jawab gadis itu akhirnya. Hyukjae tentu tidak dapat menutupi rasa bahagianya. Akhirnya keinginannya untuk menjadikan gadis itu sebagai kekasihnya bisa terwujud dengan sempurna. Lebih dari itu, Hyukjae merasa lega. Lega karena Yongri hanya miliknya, dan ia hanya milik Yongri.

“Gomawo.” Bisik Hyukjae diiringi dengan kecupan di kening gadis itu. Hyukjae semakin menundukkan wajahnya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Yongri. Laki-laki itu mencoba menggapai bibir tipis kekasih barunya. Yongri mencoba menghindar karena ia merasa ini terlalu jauh dan ini salah. Namun tatapan mata Hyukjae yang seolah mengatakan ‘tidak apa-apa’, membuat Yongri pasrah saat bibir Hyukjae mendarat sempurna dibibirnya. Bersamaan dengan itu, setetes airmata mengalir dari sudut mata Yongri yang terpejam.

Maafkan aku, Siwon oppa.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

31 thoughts on “You and Him – Part 3

  1. Kasihan Siwon oppa, youngri disini agak egois krn mengorbankan perasaan Siwon oppa pdhl kekasih hatinya itu sll lapang dada menerima apa yg Youngri lakukan.. smg misi balas dendamnya sgr berakhir dan Siwon oppa bs bersama Youngri lg

  2. aq ga suka ma yongri di judul ini
    hahaha
    itu tandanya inneke sdh pintar mengolah kata shg readersnya ikut terbawa emosi
    suka bgt ma crita2 mcm gini krn tdk slamanya peran utama itu baik hati, nrimo n lemah
    dibanding kasian sama siwon aq mlh lbh kasian ma abang kunyuk
    dua kali dy ‘dikerjain’ cewek
    moral value dr ff ini adlh bls dendam itu salah dan qt tdk blh mnyimpulkn sesuatu hanya brbekal dr satu sisi aja
    noh yongri cnthnya, dy cm brpegang n melihat suatu mslh dr sudut pandangnya aja
    bedewei, dsini adek kiyuh ga kebagian peran ya?gpp deh yg ptg abang kunyuk dpt porsi byk hahaha #ciri2 fans labil yg lbh menyukai pria laen dibndng biasnya wkwk

  3. Huaaa kasian siwonnya thorrr dibohongin dan dibagi perasaannya..niat awalnya yongri cuma mau nyari informasi eh ujung2nya malah pacarann..padahal kan siwonnya udah percaya sm yongri dan udh cinta bgt sm yongri tp yongrinya malah ngebagi hati buat org lain..Aku bacanya jd kebawa emosi jg huhu..ditunggu kelanjutannya ya thorr..

  4. kyaa nangis bcany,ksian bget bang kuda,krakter bang kuda dwasa bget pngen pny suami kyak gt…lama kelamaan yongri pasti da rasa ma hyukjae…cant wait next part…

  5. demi apa thor, dr sekian bnyk ff mu bru kli ini aku sngt2 mmbenci yongri !! yongri tega bgt ma siwon. kasian siwon pngn nangis T.T
    siwonnie sma aku aja ya *plaaaaakk

  6. Kesellllll aku eon sama yongri, eonni pokoknya di ff ini harus bikin yongri sakit hati sesakit-sakitnya karna udah sakitin siwon oppa. Aku bener2 gak terima sama kelakuannya, biarpun dia ngerasain penyesalan tapi gatau kenapa aku gedeg (kesel) banget sama dia. Ff ini bener2 bisa mainin esmosi orang. Daebak eon. Keep writing, HWAITING!!!

  7. jiaahhhhh beneran ini aku ikutan nyesek gt bacanya….kasian siwonniekuuuuu 😥
    Daebak km chingu ffmu keren bgt berasa feelnya……
    Dtnggu ya lanjutanna :’)

  8. Eonni aku agak kesel sama yongri nya ah, tega bgt sma siwon. Eonni rasanya gk adil kalo cuma siwon sma seunmi yg ngerasa sakit. Yongri juga harus ngerasa sakit dan nyesel krna udh nyakitin siwon kek gini. iya harus pokoknya eon, kalo gk gitu gk seru eonni. Masalah sakit hati harus seimbang eonni. Oke eon 😉 fighting ^^ lanjut

  9. Aaahhh…. aku sbel sma Yongri dsni… klo emang cma niat blas dendam, sebisa mungkin jgn nyakitin Wonppa dong..
    Gmn klo Wonppa tw kalung pmberianny dilepas.. sehrsny Yongri bsa tegas sma Hyukjae minta jgn dilepas.. Wonppa psti sdih bgt tw itu..
    Yongri.. drimu udh terjerat sma pesona Hyukjae… Hati yeoja tuh cpt luluhny sma prlakuan manis dr namja, dibandingin namja..
    Sengaja atw ga sengaja Yongri bner2 udh nyakitin Wonppa…
    And maaf y Author… sblm Yongri udahin blas dendamny, kyany aku bkalan benci n kesel ma Yongri..Jeongmal Mianhae.. 🙂
    Next ASAP ya.. Gomawo ^^

  10. tega banget author nya.. kenapa harus kisseu di bibir.. sakit hati saya.. nyesekkk.. yongri kok gak menghindar.. aaaaarrrghhh… kesellll..!!!!

  11. Huaaaaaa aku ngga rela siwon oppa diduain hiks hiks yongri-ya jangan gitu dong…
    Siwon aja bertahan dphl bnyk gadis suka sama diaa aaaaa choi yongri jgn kecewain siwon.
    Aihh,seruuu ditunggu lanjutan nya

  12. hi eon… eon ini you and him ending nya gmn? klo ending nya yongri sma hyukjae aku ga mau nerusin baca… #iniapabanget soalnya aku ga rela kalo siwon oppa kalah sama hyukjae…

  13. oh oh oh
    apa ini!!!!! aku ketinggalan banyak thor. aaaaaaaa :O

    wow wow ceritanya bener bener berbeda 180°
    akang tamfannya kismin(??)
    gak terima, wajah akang ciwon itu gak cocok buat sengsara thor TwT /halah xD
    nah loh ko yongri di sini yang jadi pemain cinta(?) biasanya kan akang ciwon 😦

    bener bener beda thor
    lanjut dan mian aku comentnya di part 3
    😦 hiks hiks, aku ketinggalan jaman 😦
    fighting :))

  14. annyeong aku reader baru you and him … bgus bgt critanya greget siih ama c yongri kasian siwon oppa 😦 buat authornya fighting yaw buat next partnya d tnggu 😉

  15. eonni..!! ak kesel sama authornyaaaaaaaaa~aaa
    wkwkwkwkwkwkwk
    thorr.. thorr.. thorr..

    u know wu i am lahhh.. :p
    mbwuahhahaha

  16. Aigoooo!!! Siwonnnn baik nya dirimuuu!! Hu hu hu 😥 semoga baik2 aja nanti. Takut siwon lama2 mulai ngerasa jenuh trs ninggalin yongri :”( iya sih yongri salah, tapi…. kasian juga siwon :”(

  17. Gak suka banget sama sikap yongri dan cara yongri buat balesin dendam >.< Heyyy sadarlah! Ada hati yang benar-benar kau sia-siakan dan sedang kau kecewakan!

    Berharap yang terbaik buat siwon!! Kalopun harus putus itu jauh lebih baik!

  18. lama lama sepertinya yongri menikmati acara balas dendam nya ke hyukjae krn dia udh mulai mengesampingkan siwon,, bahkan nolak pergi ke acara dansa sama siwon dan lebih milih buat pergi sama hyukjae
    bahkan mereka bener2 jadi pacaran sekarang dan yongri ga nolak sama sekali waktu hyukjae mau cium dia.. semoga aja yongri cepet sadar dan ga bener2 meninggalkan siwon krn siwon udah terlalu banyak ngerasain sakit dan jg jgn smp nanti yongri nyesel karena salah pilih..

    ahh,,, makin seruuuu
    penasaran gimana sikap siwon dan yongri ke depannya untuk hubungan mereka..

  19. b******k kau choi yongri aah sial 😥 bagaimana dengan siwon huwaaa udah tinggalin saja wanita seperti itu-_- buat apa mempertahankan kalo hanya ada luka 😥 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s