Our Child (Our Life-Sequel)

Our Child (Our Life-Sequel)

Author : Choineke

Title :Β Our Child

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Puluhan kecupan sudah dilayangkan Siwon pada seluruh permukaan wajah Yongri yang masih tertidur. Dimulai dari dahi, pelipis, mata, hidung, pipi, bibir, hingga dagu. Tangannya juga terus bergerak mengelus perut Yongri yang masih datar. Wajar saja, kandungannya baru memasukki usia 2 bulan. Mengetahui dirinya akan menjadi ayah kurang lebih 7 bulan lagi, membuat Siwon sangat senang. Ia merasa kebahagiaannya lengkap sudah. Yongri benar-benar membuat hidupnya lengkap.

Yongri menggeliat pelan dan mulai merasa terganggu dengan kegiatan Siwon. Dengan perlahan ia membuka matanya dan sedikit terkejut saat melihat wajah Siwon yang hampir tak ada celah dengan wajahnya.

“Apa yang kau lakukan, Wonnie?” Tanyanya pelan. Rasa ngantuk masih sangat dirasakan oleh wanita itu.

“Memberikan kecupan pada istriku.” Jawab Siwon dengan senyuman.

“Tapi kau menganggu tidurku.” Keluh Yongri. Siwon tertawa pelan dan kembali berbaring di samping Yongri.

“Aku bahagia, sayang.” Ucap Siwon.

“Kau sudah mengatakannya setiap hari.” Sahut Yongri.

“Benarkah? Sepertinya baru hari ini aku mengatakannya.” Gumam Siwon. Yongri mengubah posisi tidurnya menjadi menghadap Siwon. Ia menatap Siwon dengan mata berbinar.

“Apa kau sangat bahagia karena akan memiliki anak dariku?” Tanya Yongri ingin tahu. Membuat Siwon mencibir pelan.

“Itu pertanyaan bodoh.” Yongri mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Siwon.

“Kau tidak bersiap-siap ke kantor?”

“Tiba-tiba aku merasa malas dan ingin menemanimu saja di apartemen.”

“Kau gila! Sudah berapa kali kau membolos kerja semenjak aku hamil, Wonnie?!” Jerit Yongri kesal melihat tingkah Siwon.

“Tidak akan ada yang memecatku walaupun aku ribuan kali membolos.” Ucap Siwon dengan senyum kekanakkan. Yongri menghela nafas dan bangkit menjadi duduk.

“Baiklah, kalau begitu aku yang akan memecatmu dari posisi sebagai calon ayah dari anakku.”

“Apa maksudmu?” Siwon terlihat terkejut dengan kata-kata Yongri.

“Jika kau masih terus bermalas-malasan seperti ini, jangan harap aku akan mengizinkanmu mengelus perutku dan berbicara dengan anakku!” Ujar Yongri ketus sembari beranjak dari tempat tidur untuk keluar dari kamar.

“Ya!! Dia juga anakku!” Teriak Siwon tidak terima. Yongri berbalik dan tersenyum meremehkan kepada Siwon.

“Dia akan menjadi anakmu jika berada di dalam perutmu.” Balas Yongri dengan senyum penuh kemenangan, manakala melihat wajah Siwon yang terlihat kesal. Wanita itu segera keluar dari kamar tidak lupa dengan menutup pintu dengan keras. Siwon mengacak rambutnya dengan kesal.

“Bagaimana sifat anakku nanti jika mempunyai ibu seperti dia?” Gumam Siwon. Laki-laki itu segera beranjak dari tempat tidur untuk ke kamar mandi. Ia tau, Yongri tidak pernah main-main dengan ucapannya. Daripada ia tidak bisa berdekatan dengan calon anaknya, lebih baik ia pergi bekerja.

 

~

 

“Aku tidak bisa merasakan apapun, noona. Kenapa hyung suka sekali mengusap perutmu seakan ada sesuatu?” Suara Myungsoo menyambut kepulangan Siwon ke apartemen. Dengan cepat laki-laki itu menuju ruang tengah, yang ia yakini istri serta adiknya berada.

“Jauhkan tanganmu dari perut istriku, Choi Myungsoo.” Desis Siwon tajam. Myungsoo dan Yongri sama-sama mendongak saat mendengar suara Siwon.

“Kau sudah pulang?” Yongri terlihat senang saat melihat kepulangan Siwon. Siwon langsung mengambil tempat duduk di antara keduanya. Memisahkan jarak antara Yongri dan Myungsoo.

“Ne, aku baru pulang dan menemukan istriku sedang berselingkuh dengan adikku sendiri.” Sindir Siwon.

“Wonnie!” Protes Yongri tidak setuju dengan sindiran laki-laki itu. Siwon menatap Yongri dan tersenyum. Selanjutnya ia memberikan kecupan tepat di bibir Yongri. Membuat Myungsoo dengan segera mengalihkan pandangannya karena salah tingkah.

“Jika kau tidak ingin mati iri karena melihat kemesraanku dengan Yongri, sebaiknya kau segera pulang adikku sayang.” Siwon mengusir Myungsoo secara halus. Myungsoo mengerucutkan bibirnya karena kesal. Siwon selalu saja tidak suka melihatnya berlama-lama di apartemen mereka.

“Aigoo,, wajahmu benar-benar menggemaskan jika seperti itu, Myungsoo-ya..” Ujar Yongri yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Siwon.

“Wae? Aku hanya mengutarakan pendapatku. Kau bisa lihat, wajah Myungsoo benar-benar lucu. Ah,, jika anakku laki-laki, aku ingin wajahnya mirip seperti Myungsoo.” Ujar Yongri penuh harap. Myungsoo terlihat senang saat Yongri mengatakan itu. Berbanding terbalik dengan Siwon yang menunjukkan wajah kesalnya.

“Sebaiknya kau jangan banyak berharap, karena jika anak itu laki-laki, ia akan mengikuti wajah tampan ayahnya.” Ucap Siwon penuh percaya diri.

“Tidak apa-apa jika dia mewarisi wajah tampanmu. Asal jangan sifat kekanak-kanakkanmu.” Sahut Yongri membuat tawa Myungsoo pecah. Laki-laki itu terlihat sangat senang saat melihat wajah Siwon yang kesal setengah mati.

“Kau benar-benar! Kenapa selalu mengejek suamimu dan selalu memuji laki-laki lain?!” Teriak Siwon.

“Hyung, apa yang dikatakan noona itu benar. Kau memang selalu kekanak-kanakkan. Contohnya seperti sekarang ini.” Myungsoo memegangi perutnya yang terasa sakit karena terlalu banyak tertawa. Siwon menatap Myungsoo dengan pandangan membunuh. Ia melayangkan jitakan keras ke kepala Myungsoo. Membuat laki-laki imut itu menghentikan tawanya menjadi ringisan.

“Sakit, hyung!!” Teriak Myungsoo tidak terima. Siwon terlihat tidak peduli dan malah memeluk Yongri dari samping sembari menjatuhkan kepalanya di pundak sang istri.

“Pulanglah, Myungsoo-ya. Bagaimana kau bisa mendapatkan gadis jika kau terus menghabiskan waktu dengan istriku?” Ujar Siwon tanpa menatap Myungsoo. Myungsoo mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Siwon. Sedangkan Yongri hanya tersenyum geli sembari mengusap kepala Siwon.

 

~~~

 

Tidak terasa kandungan Yongri sudah memasukki usia 6 bulan. Perutnya terlihat semakin membesar. Wanita itupun semakin berhati-hati dalam melakukan hal apapun. Ia tidak mau terjadi apa-apa pada calon anak pertamanya ini. Apalagi mengingat Siwon sangat senang akan kehadiran bayi ini. Dan Yongri tidak akan dengan bodohnya membuat kesenangan Siwon luntur dengan kehilangan bayi itu.

Yongri berjalan menghampiri Siwon yang tampak sibuk dengan dasinya. Ia mengambil alih untuk memasang dasi Siwon. Siwon terus memperhatikan Yongri yang semakin hari semakin cantik. Entah pengaruh ibu hamil atau tidak, tetapi aura Yongri benar-benar terlihat mempesona di mata Siwon. Wanita itu semakin dewasa. Walaupun bobot tubuh Yongri semakin hari semakin bertambah. Membuat pipinya terlihat semakin chubby.

“Selesai!” Ujar Yongri senang. Siwon tampak memperhatikan dasinya dan tersenyum.

“Istriku semakin pintar.” Puji Siwon sembari mencubit kecil hidung Yongri.

“Wonnie, pulang nanti belikan aku pasta, ya?” Pinta Yongri sembari bergelayut manja di lengan Siwon.

“Cih! Pantas saja kau membantuku memasangkan dasi. Ternyata ada maunya.” Cibir Siwon bercanda. Yongri mengerucutkan bibirnya karena kesal.

“Arraseo. Pasti akan aku belikan. Aku pergi dulu. Hati-hati di apartemen. Jika ada apa-apa segera hubungi aku, mengerti?” Pesan Siwon sembari mengusap kepala Yongri. Yongri mengangguk cepat. Siwon menunduk untuk mensejajarkan wajahnya dengan perut buncit Yongri.

“Appa pergi kerja dulu, ya. Kau baik-baiklah di dalam. Jangan menyusahkan eommamu, eo?” Siwon mengusap pelan perut Yongri dan kemudian mengecupnya agak lama. Setelahnya ia kembali berdiri tegak dan memberikan kecupan di kening serta bibir Yongri.

“Aku pergi.”

“Hati-hati, Wonnie.”

 

~

 

Siwon menghempaskan dirinya pada kursi kerja di ruangannya. Ia melonggarkan dasi yang dipakainya dari tadi. Kemudian laki-laki itu mengacak rambutnya kesal. Siwon baru saja pulang dari rapat penting dengan beberapa perusahaan yang diharapkannya dapat bekerja sama dengan perusahaannya. Namun sepertinya dewi fortuna sedang tidak disampingnya, karena laki-laki itu tidak dapat memenangkan tender. Dan harus dimenangkan oleh saingan perusahaannya. Perasaannya sekarang sangat kesal setengah mati. Dan rasanya ia ingin berteriak dengan kencang untuk melampiaskan kekesalannya.

Siwon memanggil Sekretaris Yoon melalui telepon untuk datang ke ruangannya. Ia memejamkan matanya selagi menunggu kedatangan Sekretaris Yoon. Tak berapa lama ia mendengar pintu ruangannya di ketuk dan terbuka. Sekretaris Yoon masuk dengan langkah pasti.

“Ada apa, sajangnim?” Tanya Sekretaris Yoon.

“Batalkan semua janji rapat hari ini. Dan jika ada berkas yang harus aku tandatangani, letakkan saja di meja.” Ujar Siwon. Laki-laki itu tampak beranjak dari duduknya dan memakai jas yang sedari tadi tergantung.

“Anda mau kemana, sajangnim?” Tanya Sekretaris Yoon lagi. Siwon menatapnya tajam. Kekesalan laki-laki itu masih belum hilang. Dan sepertinya Sekretaris Yoon benar-benar menguji kesabarannya.

“Berhentilah bertanya dan lakukan saja yang aku katakan!! Apa kau sudah tidak betah bekerja di sini dan ingin ku pecat?!” Bentak Siwon. Sekretaris Yoon tampak sangat terkejut mendengar suara Siwon yang keras. Ia menundukkan kepalanya karena takut.

“Maafkan saya, sajangnim.” Sesal Sekretaris Yoon. Siwon seolah tidak peduli dan segera keluar dari ruangannya tidak lupa dengan membanting pintu. Membuat Sekretaris Yoon terlonjak dan mengusap dadanya karena terkejut.

 

Siwon turun dari mobil dan segera memasukki lobby untuk menuju apartemennya. Tampang laki-laki tampan itu terlihat sangat kusut. Saat berada di dalam lift, ia menyandarkan kepalanya dan menutup matanya. Berbagai kata ‘seandainya’ tampak menari di pikirannya. Seandainya ia bisa memenangkan tender itu. Seandainya ia tidak terburu-buru dalam memberikan tawarannya. Seandainya tender itu tidak dimenangi oleh saingannya. Terlalu banyak kata seandainya sehingga membuat Siwon jengah sendiri.

Siwon masuk ke dalam apartemen dan mengganti sepatunya dengan sandal rumah. Diletakkannya jas yang tadi di pakainya di kursi makan. Ia menuju kulkas dan mengambil sebotol air minum dingin. Diteguknya setengah isi dari botol itu. Setidaknya itu sedikit membantu menyegarkan pikirannya.

“Kau sudah pulang?” Suara Yongri menyapa Siwon. Siwon menoleh sebentar sebelum akhirnya kembali menatap botol yang dipeganganya.

“Ne.” Sahut Siwon singkat sembari memasukkan kembali botol tadi ke dalam kulkas. Siwon berbalik dan berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Yongri mengekorinya dari belakang.

“Dimana pasta pesananku?” Tanya Yongri antusias. Siwon menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Yongri. Ia baru ingat jika Yongri memintanya membelikan pasta. Dan sekarang dengan bodohnya Siwon melupakan itu. Perasaan menyesal menyeruak saat melihat mata Yongri yang begitu berbinar.

“Maaf, sayang. Aku lupa membelikannya.” Sesal Siwon. Senyum Yongri luntur ketika mendengar jawaban Siwon. Mata yang tadi berbinar, sekarang menunjukkan kekecewaan.

“Aku benar-benar ingin makan pasta, Wonnie.” Ucap Yongri.

“Besok aku janji akan membelikannya.” Janji Siwon sembari mengusap kepala Yongri. Siwon kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya ke dalam kamar.

“Tapi aku menginginkannya sekarang.” Ujar Yongri bersikeras. Wanita itu duduk di tepi kasur sembari menatap Siwon yang membuka dasi serta kancing kemeja yang dipakainya.

“Hari ini aku benar-benar lelah, Yongri-ya. Besok saja, ya?” Siwon menunjukkan wajah memelasnya pada Yongri. Sedangkan Yongri semakin menekuk wajahnya. Karena ia sekarang benar-benar menginginkan pasta.

“Kalau begitu aku beli sendiri saja.” Kata Yongri sembari beranjak dari duduknya. Siwon dengan cepat mencegahnya.

“Ini sudah malam. Apa kau tidak memikirkan kesehatanmu dan calon bayi kita?” Ucap Siwon.

“Kau tidak tau rasanya mengidam, Wonnie. Dan aku benar-benar menginginkannya!” Yongri masih terus keras kepala.

“Besok. Aku janji besok akan membelikannya. Apa kau tidak bisa menahan rasa inginnya?” Tanya Siwon putus asa. Yongri berbalik ke arah tempat tidur dan kembali duduk di tepi kasur. Gadis itu menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan wajah cemberut. Siwon menghampirinya dan duduk di sampingnya.

“Jangan marah..” Ucap laki-laki itu pelan. Yongri menghela nafas dan tiba-tiba mendongakkan kepalanya. Ia tersenyum cerah seakan mendapatkan ide.

“Myungsoo! Myungsoo pasti mau membelikannya dan mengantarkan kesini.” Ujar Yongri dengan mengeluarkan ponsel dari sakunya. Siwon terlihat memutar kedua bola matanya dan merampas ponsel Yongri.

“Aku bilang besok, Choi Yongri! Apa kau tidak mengerti, huh?!” Suara Siwon terdengar meninggi.

“Aku tidak memaksamu, Wonnie. Dan sekarang kenapa kau tidak memperbolehkanku meminta Myungsoo yang membelikannya?” Yongri terlihat kesal.

“Myongsoo! Myungsoo!! Selalu Myungsoo!!” Bentak Siwon sembari berdiri dari duduknya. Membuat Yongri terkejut mendengar suara Siwon yang menggelegar.

“Apa aku sudah tidak berarti lagi dimatamu, huh?!” Tanya Siwon marah.

“Apa maksudmu, Wonnie? Kenapa kau bicara seperti itu?” Yongri ikut berdiri dari duduknya.

“Aku sudah cukup bersabar selama ini dengan tingkahmu yang selalu menginginkan Myungsoo. Apa kau pikir masuk akal jika orang hamil menginginkan laki-laki lain dan bukan suaminya sendiri?!”

“Wonnie..”

“Sekalipun pernahkah kau menginginkanku di saat kau hamil seperti ini? Pernah?!” Siwon terlihat benar-benar marah. Selain karena laki-laki itu yang memang sedang kesal sedari tadi, Siwon juga memang sudah menahan sabar sejak kehamilan Yongri yang selalu menginginkan Myungsoo. Dan sekarang, sepertinya kesabaran Siwon sudah melampaui batas.

“Dan sekarang, disaat kau menginginkan sesuatu pun kau ingin menyuruh Myungsoo yang membelikannya. Apa kau tidak memikirkan perasaanku?!”

“Itu karena kau yang tidak mau membelikannya, Wonnie! Itu bukan salahku!” Ujar Yongri membela diri. Siwon tersenyum sinis.

“Kau selalu memikirkan dirimu sendiri. Kau bahkan tidak tau apa yang terjadi dengan pekerjaanku hari ini. Kau bahkan tidak pernah lagi menanyakan bagaimana pekerjaanku di kantor. Semakin hari kau semakin egois!” Ucap Siwon membuat Yongri terdiam dengan matanya yang mulai berkaca-kaca. Namun entah mengapa Siwon tidak terlihat melunak melihatnya.

“Kau tau, hari ini aku tidak dapat memenangkan tender yang sudah sangat aku inginkan. Aku lelah karena sudah berusaha keras selama beberapa hari ini untuk menyiapkan presentasi yang baik agar bisa menang. Kau bahkan tidak pernah memberikanku semangat untuk itu. Jangankan untuk semangat, menanyakannya pun tidak.” Ucap Siwon sedih. Semua yang Siwon katakan benar. Yongri memang berubah semenjak kehamilannya. Ia tidak pernah lagi memperhatikan Siwon dan sibuk dengan keinginannya sendiri. Namun selama ini, Siwon tidak pernah mempermasalahakknya sama sekali. Hingga akhirnya emosi Siwon meledak hari ini.

“Aku berusaha sabar dalam waktu enam bulan. Sedangkan saat aku hanya memintamu untuk bersabar satu hari, kau tidak bisa menahannya. Jika kau memang menginginkan pasta, aku akan pergi membelinya. Kau tidak perlu menyuruh orang lain untuk melakukan itu!” Ujar Siwon yang segera berbalik dan keluar dari kamar dengan membanting pintu kamar sangat keras. Tak berapa lama terdengar bantingan tak kalah keras dari pintu apartemen.

Tubuh Yongri terduduk begitu saja di atas kasur. Airmata sudah mengalir di pipi mulusnya. Ia tampak memegangi perutnya dan tampak masih tidak percaya dengan apa yang Siwon katakan barusan. Benarkah ia tidak pernah memperhatikan Siwon lagi? Benarkah ia tidak memikirkan perasaan Siwon selama ini? Benarkah ia egois?

“Aegi-ya,, apa yang sudah eomma lakukan pada appamu?” Gumam Yongri sembari mengusap perutnya. Yongri benar-benar menyesal sudah bersikap egois selama ini. Seharusnya ia sadar bahwa raut wajah Siwon hari ini benar-benar terlihat tidak biasa. Kenapa ia menjadi tidak peka seperti ini?!

“Maafkan aku, Wonnie..”

 

~~~

 

Semenjak pertengkaran hebat kedua mereka hari itu, hubungan Siwon dan Yongri menjadi sangat renggang dan dingin. Terutama Siwon, laki-laki itu akan mengajak Yongri bicara jika itu sangat penting. Jika tidak, ia akan berpura-pura tidak tau dengan kehadiran wanita itu. Sedangkan Yongri, ia hanya bisa diam karena merasa sangat bersalah. Ia tidak berani untuk meminta maaf karena takut dengan sikap Siwon yang menjadi sangat dingin padanya. Yongri pun tidak pernah lagi meminta yang macam-macam karena takut Siwon semakin marah. Kalaupun ia menginginkan sesuatu, ia akan berusaha sendiri tanpa sepengetahuan Siwon. Dan ia juga tidak pernah menghubungi Myungsoo untuk membantunya.

Pagi itu, keduanya sarapan bersama dalam keadaan hening. Hanya terdengar bunyi sumpit dan sendok yang beradu pada piring dan mangkuk. Sesekali Yongri menatap Siwon diam-diam. Namun Siwon sama sekali tidak memperdulikannya. Laki-laki itu terus saja memasukkan dan mengunyah makanannya.

“Eommonim bilang hari ini ia akan datang untuk makan malam bersama.” Ujar Yongri. Siwon hanya mengangguk pelan.

“Pulanglah lebih cepat.” Ujar Yongri lagi.

“Aku tidak janji.” Sahut Siwon cuek.

“Apa pekerjaanmu sangat banyak?” Tanya Yongri mencoba perhatian. Kembali Siwon hanya mengangguk pelan. Siwon meminum air putih di hadapannya, kemudian segera berdiri untuk bersiap berangkat kerja. Yongri mencoba merapikan jas Siwon yang terlihat kusut, namun Siwon menghindarinya.

“Aku bisa sendiri.” Ujar Siwon. Yongri terlihat benar-benar sedih dan kecewa. Ia benar-benar tidak mau Siwon bersikap seperti ini. Yongri terus memperhatikan Siwon yang sedang memasang sepatu kerjanya. Ketika ingin melangkah keluar, Siwon menghentikan langkahnya namun tidak berbalik.

“Aku akan menyuruh Myungsoo menemani kalian makan malam hari ini. Sampaikan permintaan maafku pada eomma karena tidak bisa makan malam bersama.” Ucap Siwon dan segera meninggalkan apartemen. Tanpa sadar airmata Yongri kembali mengalir setelah mendengar ucapan Siwon yang terdengar sangat tidak peduli.

 

~

 

Seperti katanya tadi pagi, Siwon benar-benar tidak pulang saat jam makan malam. Dan ia benar-benar menyuruh Myungsoo untuk makan malam bersama ibu Siwon dan Yongri. Yongri terlihat tidak semangat sama sekali dan terus menghela nafas pelan. Bahkan ia hanya mengaduk-aduk makannya sedari tadi.

“Noona, apa yang terjadi dengan Siwon hyung? Kenapa tiba-tiba ia meneleponku dan dengan suka rela menyuruhku kemari?” Tanya Myungsoo terlihat senang. Ia benar-benar terkejut saat Siwon menghubunginya dan menyuruhnya untuk menemani Yongri dan ibunya makan malam. Selama ini Siwon selalu mengomel jika ia menemui Yongri. Dan sekarang dengan entengnya Siwon memperbolehkannya ke apartemen mereka. Bukankah itu aneh?

“Tidak terjadi apa-apa dengannya.” Jawab Yongri singkat. Yongri memaksakan senyumnya.

“Apa Siwon selalu pulang malam, Yongri-ya?” Tanya ibu Siwon.

“Tidak eommonim. Hanya kadang-kadang saja.” Jawab Yongri berbohong. Karena nyatanya sekarang Siwon selalu pulang saat dirinya sudah tertidur. Siwon seolah menghindarinya.

“Ahh,, aku akan menyuruhnya untuk lebih memperhatikanmu. Apalagi kandunganmu yang semakin membesar. Kau harus banyak ditemani oleh suamimu.” Ucap ibu Siwon.

“Tidak apa-apa, eommonim. Aku bisa sendiri dan akan lebih berhati-hati. Kasihan Siwon sudah sangat lelah dengan pekerjaannya.” Tolak Yongri sopan.

“Biar aku saja yang menemanimu, noona.” Kata Myungsoo tiba-tiba.

“Jangan!” Sambar Yongri cepat. Membuat Myungsoo menatapnya bingung.

“Kenapa, noona? Kau juga sekarang melarangku sering-sering menemuimu? Hyung yang melarangnya?” Wajah Myungsoo terlihat benar-benar kecewa.

“Bu–bukan,, bukan seperti itu.”

“Aku hanya tidak mau merepotimu. Lagipula kau harus fokus sekolah, Myungsoo-ya.” Yongri mencoba memberi alasan. Ia hanya tidak mau hubungannya dengan Siwon bertambah buruk.

“Tapi-”

“Yongri benar, Myungsoo-ya. Akhir-akhir ini kau memang sering menelantarkan sekolahmu.” Potong sang ibu cepat. Myungsoo benar-benar menekukan wajahnya dan kembali melanjutkan makannya tanpa semangat. Yongri merasa bersalah melihatnya. Tetapi ia harus melakukannya untuk memperbaiki hubungannya dengan Siwon. Ia sangat merindukan Siwon. Sangat merindukan sikap romantis dan kekanakkan laki-laki itu.

 

 

Hari sudah semakin larut saat Siwon sampai di apartemen. Apartemen sudah terlihat gelap, pertanda tidak ada lagi kegiatan didalamnya. Dengan berusaha untuk tidak menimbulkan suara, Siwon membuka pintu kamarnya dan Yongri. Walaupun keadaan kamar yang gelap, Siwon masih dapat melihat Yongri yang tertidur sembari memeluk bantalnya. Siwon menghampiri tempat tidur dan duduk di tepi kasur. Ia menghela nafas panjang sembari menatap wajah Yongri yang sedang tidur. Siwon tidak munafik, ia sangat merindukan Yongri. Sangat rindu untuk memeluk dan menciumnya. Sekalipun Siwon tidak pernah menginginkan hubungannya dengan Yongri menjadi seperti ini. Ia juga tidak pernah menyalahkan kehadiran calon bayi yang ada di rahim Yongri. Siwon senang dengan kehadiran calon bayi itu. Siwon hanya tidak bisa menerima sikap dan sifat Yongri yang berubah semenjak kehamilannya. Siwon hanya ingin Yongri memikirkan perasaannya sekali saja. Siwon tau bahwa ia kekanakkan dengan bersikap cemburu kepada adiknya sendiri. Tetapi laki-laki itu juga tidak bisa mengontrol perasaannya sendiri. Ia tidak suka saat ada laki-laki lain yang lebih berguna dimata Yongri melebihi dirinya.

Dengan perlahan, Siwon melepaskan bantalnya yang sedang dipeluk Yongri dan menaruhnya di samping bantal sang istri. Siwon mengusap pelan kepala Yongri agar tidak membangunkannya. Pandangan Siwon beralih pada perut buncit Yongri. Ia juga memberikan usapan pada perut Yongri.

“Maafkan appa yang sudah bersikap seperti ini pada eommamu.” Gumam Siwon. Siwon memberikan kecupan lama di kening Yongri sebelum akhirnya beranjak dan menuju kamar mandi. Siwon tidak mengetahui bahwa Yongri belum tidur sama sekali. Wanita itu membuka matanya saat mendengar pintu kamar mandi tertutup. Matanya berkaca-kaca saat mengetahui bahwa Siwon masih memperhatikannya diam-diam. Ia senang saat merasakan kehangat dari kecupan yang diberikan Siwon dikeningnya.

“Appamu pasti akan kembali seperti semula kan, sayang? Appamu masih sangat mencintai eomma, kan?” Gumam Yongri dengan mengusap perutnya.

 

~~~

 

Yongri meringis kecil saat merasakan sakit diperutnya. Ia sedang sendirian di apartemen karena Siwon berada di kantor. Yongri yang tadinya sedang menonton televisi mencoba beranjak untuk berbaring di tempat tidur. Namun semakin lama sakitnya semakin menjadi hingga membuatnya terduduk di depan di pintu kamar. Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya saat sakit itu semakin jadi. Dan betapa terkejutnya Yongri saat ia melihat darah segar mengalir dari sela pahanya. Perasaan khawatir menghantuinya karena takut terjadi apa-apa pada kandungannya.

“Akkhh-” Yongri memegangi perutnya dan darah segar itu semakin banyak mengalir hingga ke lantai. Yongri mengeluarkan ponselnya dan berniat menghubungi Siwon. Namun ia mengurungkan niatnya karena takut menganggu suaminya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Myungsoo.

Yoboseo, noona..

“Myungsoo-ya..”

Ada apa, noona?

“Tolong aku..sa–sakit..” Suara Yongri terdengar lemah karena menahan sakit.

Apa yang terjadi, noona? Kau dimana?” Tanya Myungsoo khawatir.

“A–apartemen. Aku diapartemen.”

Tunggu aku. Aku akan segera ke sana.” Myungsoo segera memutuskan sambungan telepon. Yongri meletakkan ponselnya begitu saja di lantai. Tangannya mengepal kuat dan matanya terpejam erat karena menahan sakit.

“Apa yang terjadi padamu, sayang?” Yongri mencoba mengusap perutnya untuk menghilangkan sakit.

Hampir setengah jam Yongri menunggu kedatangan Myungsoo. Hingga akhirnya pintu apartemen terbuka keras menampilkan Myungsoo lengkap dengan tas dan pakaian sekolahnya.

“Noona!” Myungsoo menjatuhkan tasnya begitu saja dan berlari menghampiri Yongri. Mata laki-laki itu terlihat membulat saat melihat darah segar yang mengalir di sepanjang kaki Yongri serta wajah pucat kakak iparnya tersebut.

“A–apa yang terjadi?” Tanya Myungsoo terbata.

“Sakit..perut–ku sakit..” Jawab Yongri. Myungsoo terlihat kebingungan, hingga akhirnya ia memutuskan menggendong Yongri.

“Kita ke rumah sakit sekarang.” Ujarnya dan dengan segera berlari keluar dari apartemen.

 

~

 

Hari ini Siwon memutuskan untuk tidak pulang larut malam. Lagipula ia juga merasakan lelah dan ingin cepat beristirahat. Siwon memasukki apartemen dan menemukan apartemen dalam keadaan gelap. Ia yakin Yongri belum tidur karena ini belum terlalu malam. Siwon menghidupkan lampu sehingga keadaan menjadi terang seketika. Siwon berjalan menuju kamarnya, sebelum akhirnya langkahnya terhenti saat melihat darah kering di depan kamarnya. Dengan langkah perlahan, Siwon berjongkok memperhatikan darah tersebut. Perasaan khawatir tiba-tiba menyerangnya. Belum lagi ia menemukan ponsel Yongri di dekat darah tersebut.

“Yongri..” Panggil Siwon. Siwon kembali berdiri dan masuk ke dalam kamar. Namun ia juga menemukan kamar dalam keadaan gelap. Saat menghidupkan lampu, Siwon tidak menemukan Yongri di dalamnya.

“Yongri..” Panggil Siwon lebih keras. Siwon mengecek kamar mandi dan juga tidak menemukan Yongri di sana. Perasaan laki-laki itu semakin takut. Ia takut terjadi sesuatu pada Yongri. Siwon mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi siapapun yang menurutnya mengetahui keberadaan Yongri. Namun ia tersadar bahwa ponselnya sedari tadi ia matikan, mengingat tadi Siwon menghadiri rapat penting. Saat ponselnya menyala, ia dapat melihat beberapa panggilan tak terjawab. Baru saja ia hendak mengeceknya, sebuah telepon masuk dari Myungsoo menghentikan niatnya. Ia segera menjawab telepon tersebut.

“Yoboseo..”

Hyung!! Kenapa ponselmu tidak aktif dari tadi?!” Suara Myungsoo terdengar kesal.

“Maaf, tadi aku ada rapat penting sehingga mematikannya.”

Noona, hyung! Yongri noona!

“Apa yang terjadi dengan Yongri?! Aku menemukan darah di depan kamar. Apa yang terjadi pada istriku?! Dimana dia?!” Tanya Siwon panik.

Noona dirumah sakit, hyung.

“Apa?!”

Cepat kemari!TREK! Siwon langsung memutuskan sambungan telepon dan berlari keluar dari apartemen. Jantungnya berdetak kencang dan aliran darahnya seolah berhenti mengalir. Ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada istrinya. Darah? Apa ini ada hubungan dengan kandungannya? Siwon mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan menembus jalanan malam kota Seoul. Dalam hati ia terus berdoa agar tidak terjadi apa-apa pada istri dan calon bayinya.

“Maafkan aku.. Maafkan aku..” Siwon terus bergumam seperti itu di sepanjang perjalanan. Ia benar-benar menyesal sudah bersikap acuh pada Yongri. Ia yakin saat terjadi sesuatu tadi, Yongri tidak berani menghubunginya. Dan ia benar-benar akan mengutuk dirinya sendiri jika terjadi sesuatu yang buruk kepada mereka.

Hanya dalam waktu 15 menit saja, Siwon sudah sampai di rumah sakit tempat Yongri dirawat. Setelah mengetahui dimana Yongri dirawat, ia segera menuju kesana. Siwon membuka pintu kamar rawat Yongri dan menemukan keluarganya serta keluarga Yongri di sana. Serta ia dapat melihat Yongri yang sedang berbaring di ranjang dengan selang infus di tangannya. Matanya terpejam, entah pingsan atau tidur, Siwon tidak mengetahuinya. Siwon berjalan tergesa hendak menghampiri Yongri. Namun..

 

BUKKK!!

 

Belum sampai ke tempat Yongri, tubuh Siwon limbung hingga terjatuh akibat pukulan Seunghyun. Tampak darah segar mengalir dari sudut bibir Siwon. Siwon mendongak dan dapat melihat mata Seunghyun yang berkilat marah padanya. Seunghyun hendak kembali melayangkan pukulan pada Siwon, namun Myungsoo menahannya.

“Cukup, hyung.” Ucap Myungsoo sembari menjauhkan Seunghyun dari Siwon. Sembari menyeka darah di sudut bibirnya, Siwon beranjak berdiri.

“Bukankah sudah kubilang untuk tidak membuat adikku sedih?! Apa yang kau lakukan padanya?!” Jerit Seunghyun marah.

“Pelankan suaramu Choi Seunghyun!” Desis ayah Yongri sembari menatap tajam anak sulungnya.

“Yongri hampir keguguran, appa!! Dan itu karena tingkat stressnya yang sangat tinggi. Appa pikir siapa yang membuatnya seperti ini jika bukan karena Siwon?!” Ucap Seunghyun kesal.

“Aku bilang pelankan suaramu!!” Bentak ayah Yongri membuat Seunghyun diam dan akhirnya memilih menghempaskan dirinya di sofa yang terdapat di kamar rawat Yongri.

“Apa yang terjadi?” Tanya ayah Siwon sembari mendekati Siwon.

“Maafkan aku.” Sesal Siwon.

 

PLAKK!!

 

“Aku tanya apa yang terjadi?!” Suara ayah Siwon sedikit meninggi setelah melayangkan sebuah tamparan di pipi Siwon.

“Maafkan aku.” Ucap Siwon lagi. Siwon tidak berniat sama sekali untuk mengatakan apa yang terjadi padanya dan juga Yongri. Karena menurutnya ini adalah masalah rumah tangganya. Tidak ada yang perlu tau selain dirinya dan Yongri.

“Cukup, Kihoo-ya. Kita tidak perlu ikut campur masalah rumah tangga mereka.” Ujar ayah Yongri menengahi. Ayah Siwon terlihat masih kesal dan menatap tajam Siwon yang tidak menatapnya sama sekali.

“Yongri butuh istirahat. Sebaiknya kita keluar.” Kata ibu Siwon yang dari tadi tidak bersuara. Orangtua Siwon keluar terlebih dahulu sebelum disusul Seunghyun yang dengan sengaja menabrak bahu Siwon untuk melampiaskan kekesalannya. Selanjutnya Myungsoo yang berjalan keluar sebelum menatap Siwon dengan pandangan kecewa. Ayah Yongri berjalan menghampiri Siwon dan menepuk pelan bahu menantunya itu.

“Jaga anakku baik-baik.” Pesannya.

“Maafkan aku, abeonim.” Ujar Siwon. Ayah Yongri mengangguk dan segera keluar dari kamar rawat Yongri. Siwon dengan segera menghampiri Yongri dan duduk di kursi yang sudah di sediakan di samping ranjang. Siwon meraih sebelah tangan Yongri yang bebas dari infus dan menggenggamnya.

“Maafkan aku, sayang. Maafkan aku.” Entah sudah berapa kali Siwon menyebutkan kata maaf. Laki-laki itu terlihat benar-benar menyesal dengan apa yang telah dilakukannya beberapa hari ini. Wajah Yongri benar-benar terlihat pucat. Dan Siwon tidak dapat memaafkan dirinya sendiri ketika melihat keadaan Yongri yang terlihat lemah.

Pintu kamar rawat Yongri terbuka dan Myungsoo terlihat memasukkinya. Myungsoo menghampiri ranjang dimana Yongri berbaring dan berdiri di sisi lainnya. Siwon seolah tidak peduli dengan kehadiran Myungsoo.

“Noona pingsan saat aku membawanya kemari, hyung.” Ucap Myungsoo membuat Siwon mendongak dan menatapnya.

“Bagaimana kau bisa ada di sana?” Tanya Siwon.

“Tidak. Aku tidak ada di sana saat itu. Noona yang menghubungiku.” Jawab Myungsoo membuat Siwon terkejut.

“Kurasa saat ini bukan saatnya kau untuk cemburu, hyung. Aku rasa kau lebih tau alasannya kenapa noona lebih memilih menghubungiku daripada kau.” Siwon hanya diam saja tanpa niatan menanggapi ucapan Myungsoo.

“Kata dokter, Yongri noona mengalami stress. Ia hampir kehilangan calon bayinya jika saja tubuhnya tidak kuat.” Lagi, Siwon terlihat terkejut mendengar penjelasan Myungsoo.

“Aku tidak tau apa yang menyebabkan noona seperti ini. Kalian bertengkar? Kenapa, hyung? Apa karena aku?” Tanya Myungsoo sangat ingin tau. Siwon tidak menjawab pertanyaan Myungsoo dan malah semakin mengeratkan genggaman tangannya di tangan Yongri.

“Jika itu memang karena diriku, aku minta maaf, hyung. Sekalipun aku tidak memiliki niat untuk mengacaukan rumah tangga kalian. Aku menyayangi noona hanya sebatas kakak, hyung. Aku tidak menyukainya seperti yang kau pikirkan. Aku mempunyai otak dan aku tau siapa yang pantas aku sukai dan siapa yang tidak pantas aku sukai.”

“Tidakkah kau berpikir bahwa rasa cemburumu itu sudah keterlaluan, hyung? Apa kau tidak mempercayai noona? Noona hanya mencintaimu, hyung. Seharusnya kau tau itu. Sedekat apapun ia denganku atau laki-laki lain, ia tidak akan mungkin menyukainya.” Myungsoo menghentikan ucapannya saat melihat tidak ada tanggapan apapun dari Siwon. Ia yakin Siwon sangat marah padanya saat ini. Dan Myungsoo tidak tau harus berbuat apa selain membiarkannya. Myungsoo berbalik untuk keluar dari sana sebelum suara Siwon menghentikan langkahnya.

“Terima kasih. Terima kasih karena selalu menjaga Yongri untukku.” Ucap Siwon.

“Yongri benar, aku memang terlalu kekanak-kanakkan.” Lanjutnya. Myungsoo berbalik dan tersenyum mendengar kata-kata Siwon.

“Itulah yang noona sukai darimu, hyung.” Sahutnya. Siwon menatap Myungsoo dan tersenyum kecil.

“Maafkan aku.” Ucap Siwon tulus.

“Akan kumaafkan jika kau berjanji tidak membuat noona sedih lagi.” Balas Myungsoo menawarkan.

“Aku bukan keledai. Aku tidak mungkin menjatuhkan diriku dilubang yang sama untuk kedua kalinya.” Ucap Siwon membuat keduanya akhirnya tersenyum bersama.

 

~~~

 

Yongri mengerjapkan matanya sebelum akhirnya matanya terbuka dengan sempurna. Ia tampak menatap sekeliling hingga akhirnya sadar bahwa sedang berada di rumah sakit.

“Sshhh..” Yongri meringis kecil saat merasakan perutnya masih sedikit sakit.

“Sakit?” Suara Siwon menyadarkan Yongri bahwa dia tidak sendiri.

“Wonnie?” Yongri terlihat terkejut sekaligus senang melihat Siwon didekatnya. Namun sesaat kemudian, Yongri segera meraba perutnya dan bernafas lega ketika merasakan perutnya yang masih membuncit serta ada tanda-tanda kehidupan disana.

“Dia baik-baik saja.” Ucap Siwon meyakinkan Yongri.

“Aku takut terjadi apa-apa pada calon bayi kita, Wonnie.” Aku Yongri jujur.

“Maafkan aku. Maaf karena tidak bisa menjagamu dengan baik.” Sesal Siwon untuk kesekian kalinya. Yongri menggeleng pelan.

“Aku yang seharusnya minta maaf. Aku sudah egois dan tidak memikirkan perasaanmu. Wajar jika kau marah.” Mata Yongri terlihat berkaca-kaca.

“Sstt.. Jangan menangis. Aku mohon jangan menangis. Jangan membuatku tambah merasa bersalah.” Siwon menyeka airmata pertama yang mengalir dari sudut mata Yongri.

“Aku merindukanmu, Wonnie.”

“Aku juga, sayang. Sangat-sangat merindukanmu.” Siwon mengecup singkat bibir Yongri.

“Sudut bibirmu terluka.” Ujar Yongri saat menyadari luka di sudut bibir Siwon. Siwon berusaha menutupinya dan tersenyum kecil.

“Tidak apa-apa.”

“Apa yang terjadi?” Tanya Yongri dengan menjauhkan tangan Siwon yang menutupi lukanya. Yongri meraba pelan luka Siwon membuat laki-laki itu meringis kecil.

“Hadiah kecil dari Seunghyun.” Canda Siwon.

“Oppa yang melakukannya?” Tanya Yongri memastikan. Siwon mengangguk kecil.

“Tidak apa-apa. Aku pantas mendapatkannya.” Ucap Siwon menenangkan.

“Ah,, Seunghyun oppa selalu menggunakan kekerasan. Aku akan memarahinya nanti. Seenaknya saja melukai wajah tampan suamiku.” Omel Yongri membuat Siwon tersenyum geli.

“Tidurlah. Kau butuh istirahat.” Siwon membelai sayang pipi Yongri.

“Kau akan menemaniku disini, kan?”

“Tentu, sayang.” Siwon kembali melayangkan kecupan di bibir Yongri, untuk membuat gadis itu percaya. Hingga akhirnya Yongri memejamkan matanya dengan tersenyum dan menggenggam erat tangan Siwon.

 

~~~

 

“Terus, Nyonya Choi. Dorong terus!!”

“Akkkhhhh.. A–aku..ti–tidak kuat..lagi..”

“Bisa, sayang. Kau pasti bisa. Ayo, sedikit lagi.”

“Sakit, Wonnie. Sakit sekali..”

“Sedikit lagi. Dorong yang kuat satu kali lagi.”

“Aaakkkkkhhhhh!!!”

Teriakan terakhir Yongri mengakhiri perjuangannya sejak dua jam yang lalu. Suara tangis bayi yang terdengar menandakan ia sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik. Yongri tersenyum senang di sela-sela rasa lelahnya.

“Anak kalian laki-laki.” Ucap dokter yang membantu persalinan Yongri. Siwon menatap haru tubuh mungil jagoan kecilnya yang masih berlumuran darah. Ia juga melihat Yongri yang tidak dapat menahan tangis bahagia saat melihat anak pertama mereka lahir.

“Terima kasih, Yongri-ya.” Siwon memberikan kecupan lama di kening Yongri. Yongri hanya mampu tersenyum menanggapi ucapan Siwon.

 

~~~

 

-4 years later-

“Eomma!! Appa tidak mau bangun.” Teriak seorang bocah laki-laki dari kamar ayah dan ibunya. Seorang gadis cantik yang tidak lain adalah Yongri tampak berjalan dengan tergesa menuju kamarnya. Ia membuka pintu kamar dan menemukan anak laki-lakinya sedang menduduki perut Siwon yang masih memejamkan matanya.

“Turun dari tubuh appamu, Yongsoo-ya.” Ujar Yongri.

“Tapi appa tidak mau bangun, eomma!” Adunya.

“Biar eomma yang membangunkannya.” Ucap Yongri. Choi Yongsoo, bocah 4 tahun itu tampak menuruni tubuh Siwon dengan mengerucutkan bibirnya. Ia duduk di atas kasur dan melihat Yongri yang menghampiri kasur dan duduk di samping Siwon.

“Wonnie.. Ayo, bangun.. Ini sudah siang, kau harus bekerja.” Yongri mulai mengguncang pelan tubuh Siwon.

“Appa.. Ayo, bangun. Appa halus bekelja.” Yongsoo ikut menggerakan tubuh Siwon dengan tangan mungilnya. Tanpa sadar Yongri tersenyum mendengar suara cadel anaknya. Terdengar sangat menggemaskan.

“Wonnie..”

“Aakkhh-” betapa terkejutnya Yongri saat tiba-tiba Siwon menarik lengannya hingga gadis itu terjatuh menimpa tubuh Siwon. Siwon meraup bibir Yongri dan melumatnya pelan. Rambut panjang Yongri yang menjuntai ke samping menutupi apa yang terjadi sehingga Yongsoo tidak dapat melihat apapun.

“Eomma..” Suara Yongsoo menyadarkan Yongri membuat ibu satu anak itu melepas paksa ciuman Siwon. Yongri hendak beranjak namun Siwon menahan pinggangnya.

“Apa yang kau lakukan?! Disini ada Yongsoo, bodoh!” Bisik Yongri kesal. Siwon hanya memberikan senyum sinisnya pada Yongri. Siwon menyingkirkan rambut Yongri hingga ia bisa melihat wajah Yongsoo yang sedang melongo.

“Yongsoo, ayo cepat berikan kecupan untuk appa.” Ujar Siwon. Yongsoo mendekati Siwon dan memberikan kecupan di bibir Siwon. Hal yang selalu dilakukannya jika Siwon bangun tidur.

“Nah,, Yongsoo ingin mempunyai teman bermain tidak?” Tanya Siwon.

“Wonnie!”

“Mau, appa.” Jawab Yongsoo dengan mata berbinar.

“Mau laki-laki atau perempuan?” Tanya Siwon lagi.

“Hentikan, Wonnie!” Yongri mencoba berontak dari dekapan Siwon, namun Siwon mengencangkan pelukannya membuat Yongri sedikit sesak nafas.

“Laki-laki.” Ucap Yongsoo setelah berpikir.

“Arraseo. Appa dan eomma akan memberikannya. Tetapi Yongsoo harus kembali ke kamar dan bermain di sana. Bagaimana?”

“Baiklah. Telima kasih appa, telima kasih eomma karena sudah mau membelikan teman belmain untukku.” Ucap Yongsoo dan segera turun dari atas kasur dengan perlahan. Bocah laki-laki itu berlari kecil keluar dari kamar Siwon dan Yongri saat kakinya sudah menyentuh lantai.

Siwon dengan cepat membalikkan posisinya hingga sekarang ia yang berada di atas tubuh Yongri. Yongri menatapnya dengan wajah kesal. Sedangkan Siwon menunjukkan senyum kekanakkannya.

“Kenapa kau selalu menjanjikan hal yang tidak-tidak pada Yongsoo?!”

“Hal yang tidak-tidak, bagaimana? Kita memang harus memberikannya teman bermain. Siapa lagi kalau bukan adik untuknya.” Ujar Siwon antusias.

“Mwo?! Dasar gila! Aku tidak mau melakukannya!!” Jerit Yongri dan mencoba beranjak. Namun itu tidak semudah yang dibayangkannya, karena Siwon mengurungnya.

“Kau mau mengecewakan Yongsoo?” Siwon mencoba menjadikan Yongsoo sebagai alasan. Yongri memberikan jitakan kecil di kepala Siwon. Membuat laki-laki itu menatapnya dengan tatapan protes.

“Jangan jadikan Yongsoo sebagai alasan! Minggir!” Yongri mendorong kuat tubuh Siwon, namun tidak ada pengaruhnya sedikitpun karena Siwon tetap berada di atasnya.

“Hanya satu kali, bagaimana?” Tawar Siwon. Yongri mengangkat kepalanya dan mengigit bahu Siwon.

“Akkkhh!!” Ringis Siwon kesakitan. Dengan cepat Yongri mendorong Siwon hingga laki-laki itu terjungkal. Sedangkan ia sendiri segera beranjak dan menertawakan Siwon.

“Kasihan sekali Yongsoo harus mempunyai appa yang otaknya mesum sepertimu.” Ejek Yongri dan berjalan meninggalkan Siwon.

“Ya!!!” Yongri menjerit keras saat dengan tiba-tiba Siwon mengangkat tubuhnya dan menghempaskannya ke atas kasur. Dengan cepat pula Siwon membuka baju tidurnya hingga ia sekarang bertelanjang dada.

“Sayangnya kau mencintai pria mesum ini. Bukan begitu sayang?” Belum sempat Yongri menanggapi ucapan Siwon, Siwon dengan cepat membungkam mulut Yongri dengan ciuman yang dalam.

“…mmppphhh..”

~~~

–Fin

FINALLY!!!!!!! FF Siwon-Yongri yang ini bener-bener selesai tanpa sequel-sequel lagi!!

Bisa nyelesain + ngepost FF ini sama aja kayak ngelunasin hutang yang buat aku lega setengah mati.. hahahah..

Maaf sebelumnya karena readers harus nunggu terlalu lama. Aku bener-bener lagi sibuk banget sama kuliah dan tugas-tugas yang buat aku pengen muntah.

Terima kasih karena selalu nungguin kelanjutan FF ini serta FF-FF lainnya. Jeongmal gomawo^^

Makasih juga buat readers yang udah request FF sama aku, percaya sama aku buat ngembangin cerita kalian. Semua FF itu bakal aku selesain, tapi mungkin waktunya aja yang bisa dikatakan lama. Aku harap kalian sabar menunggu^^

So, walaupun FF Siwon-Yongri yang ini udah bener-bener end, aku harap readers masih bersedia baca FF aku yang lain, ya. Aku tau ini merupakan FF paling favorit di blog ini, tapi aku bakal makasih banget kalo kalian masih mau baca FF yang lain.

Oke deh, gak mau banyak omong lagi. Silahkan tungguin kelanjutan FF You and Him, serta selamat ketemu di FF-FF selanjutnya.^^Β 

Advertisements

48 thoughts on “Our Child (Our Life-Sequel)

  1. omo!!!!! siwon cemburunya mengerikan juga..
    tapi bukan salahnya yongri juga sih,, salahakan si myungsoo yang wajahnya seperti itu… Hahahahaha πŸ™‚

    btw, yongsoo itu yongri myungsoo ya????
    aigo aigo, tambah pecah kepala siwon oppa pas kasih nama itu pasti..
    hahahahaha πŸ™‚

    and always, nice story πŸ™‚

  2. ya ampun oppa cemburuny dah stadium akhir..hadeeh…untg byiny g kguguran…sequelny kisahny myungsoo aj thor kan seru he2..#ngarep.com

  3. Akhirnya end juga eon hehe. Aku itu suka semua ff yg ada di blog ini dan gak akan pernah yg namanya bosen :). Semoga you and him nya di postnya jangan lama2. Keep writing eon. DAEBAK

  4. akhirnya bner2 end deh
    gk tau mau koment gmn, yg jlas aku udah ngikutin ff nih dr awl bgt2 dan setuju thor ini ff fav ku d blog kece (?) ini hahaha
    keep writing eoh, aku tunggu ff siwon-yongri selnjutnya thor
    hwaiting !!!!!!!!!!!!!!!!

  5. Aaaahhh…. Happy end… Makin cintrong dh ma ni couple… hehehe..
    Wonppa jealousny lebay dah… sma ade sndiri pke cemburua.. ckckckck..
    saking cintany ma Yongri tuh… πŸ™‚
    Yayyayay… Namja termesum di FF ini cma dirimu Oppa…. πŸ˜›
    Walopun pervert tpi aku suka… hahahah…
    Yongsoo… nmany sebagian diambil dr nma Myungsoo ya??? ya gpp secra Myungsoo jga kan yg bsa bkin Yongri n Wonppa makin deket… #Gomawo Myungsoo…
    Ditunggu FF Yongri&Siwon yang lain ya Chingu… Gomawo :*

  6. Daebakk eonni. Siwon nih udh brpa kali buat yongri stress coba tega yaaaa ah tapi untung ending nya melegakan. Ditunggu ff siwon-yongri lainnya eonni, you and him juga harus segera dilanjut. Fighting eonni

  7. FINALLY!!!!!!! G’ ada sequel lagi ?? Ya padahal paling suka ma nich ff apa lgi ma double Choi nya πŸ™‚

    aigoo My baby Choi siwon napa jdi cemburuan gtu, . .
    Ditnggu thour ff berikutnya yg pasti keren” πŸ™‚

  8. wwaahhhm,,,,,,bener final ini ya thor,,,,,
    masih gak rela nie,,,FF favorit bgddd,,,,,,,
    kadang2 msih suka bca2 ulang part sebelum nya……

    huhufffff,,,,,cembukur nya siwon dah akut tingkat asia dech,,,
    hahahaha,,,,,,,

  9. Author nya beneran engga mau sequel sequel in ff ini lagih?? Hehehe

    yaudah lah yah! Kalo myungsoo ga boleh deket2 sm yongri dan suka sm yongri, buad gua ajh myungsoo. Kan ga ada yg ngelarang, dan sakit hati kan?? Hahaha *ketawa evil* #plaak
    kidding .v.

  10. I think that is one of the so much significant info for me.

    And i am satisfied studying your article. However want to commentary on few basic issues, The site style is wonderful, the articles is
    in point of fact great : D. Just right task, cheers

  11. Yah udah abis ya 😐 Padahal masih kepingin liat keseruan rumah tangga mereka . tp gpp :D.

    Author Daebak !12 jempol dr aku.siwon oppa sama yongri eonni . hehe Keep Writing^^

  12. hufttt deg2an … untung deh gak keguguran… sama2 egois sih 22nya kkkk… pdhal brhrap ada sequel sampe yongsoo pnya anak ., wkwkwk

  13. Pingback: [Part 3] Berbagi Fanfictions Yang Bagus untuk Dibaca | 18-KimAB710

  14. Kyaaaa Anaknya Laki-Laki ya, namanya Yongsoo??? Aq yakin itu perpaduan antara nama Yongri sama Myungso kan kkk
    Seru sih, tapi kuraang panjang lol
    Overall aq suka dari awal mereka -SiwonYongri- yang kaya Tom and Jerry sampai akhirnya pacaran married and akhirnya sekarang udh punya anak. Good Job Thor d(^o^)

  15. Yongsoo? Yongri-myungsoo?
    Wah,pasti lagi lucu2 nya tuh 4 thn…
    Gk kebayang seganteng apa si Yongsoo,,seganteng daddy nya kah?wkwk
    thank’s ff nya ya thor ^.^

  16. akhirnya beresss…
    seneng banget aku sama ff ini.. pas nemu langsung dibaca dan cuma butuh 5 hari nyelesein baca ff ini thor.. mian comment nya baru pas di akhir akhir cerita πŸ˜€

    thor.. gimana kalo ff nya dimasukin ke wattpad jadi bisa aku save thor.. hehe XD

    keep writting ya thor.. πŸ˜‰
    gomawo ff nya yg udah sangat menghiburr..

  17. Hah akhirnya tamat jga kisahx…
    Ayo thor buat lgi ff yg lain…
    Yg kya q blang waktu itu..ff siwon yg tua sdikit lah trus yongri yg msih muda..
    Alah bnyak mau x bnget sih..
    Keep write thor..
    Peace…

  18. hello, I’m a new reader ^^. Kasian juga nih siwon, dari jaman dulu kena bogem mentah trs hahahaha. Akhirnya perjuangan cinta mereka happy ending juga. Thor, ini bakal ada sequelnya lg ga?

  19. Baru nyadar belum baca sequel akhirnya nih XD
    ckckc.. siwon kalau cemburu parah banget
    masa adik sendiri juga dicemburuin sih
    ckck, di sini siwon tambah mesum juga XP
    Bagus deh berakhir dengan happy ending…

  20. Kaget aku tiba2 yongri pendarahannn._. Ku kira mimisan-_- ternyata eh ternyataaa. Segitu stress nya kah yongri? 😦 ada aja yg diberantemin 😦
    tapi… Yongsoo udah ada yeayyy, penasaran siapa yg kasih nama(?) *ya bapaknya kale* tapiii bukannya yongsoo itu kayaknya ambil dari nama Yongri sama Myungsoo? Siwon ga cemburu noh? Wkwkwkwk

    PERFECT job thor^^

  21. terlalu cemburu ama adek sendiri
    siwon belum mengetahui sepenuhnya hormon kehamilan yongri yang mudah berubah ubah

  22. hooohh astaga untung aja belum sampe keguguran
    bayangkan aja kalo sampe keguguran apa yg akan terjadi 😦
    hahh siwon knapa hrus sampe semarah itu?
    untun gak sampe terjadi pukul memukul
    aigooo masih polos anaknya, untung aja rambut yongri menjuntai, kalo gak itu anak akan liat yg enggk” hahaha

  23. Trma ksh utk ff ini. Wlupn blm bc dr awal n hny bc sequelnya udh bikin q pnsaran n puas akn tiap crtny.
    Tdk ad khdpn yg mulus sll ad lubang atau jln retak tp akn bisa lewati bsm dgn sll hati2 n mnjga cinta.
    Ap yg siwon n yongri lalui adl bgmn mmbangun n jg khdpn klrg mrk dgn cinta n kash syg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s