You and Him – Part 2

Author : Choineke

Title : You and Him

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC), Lee Hyukjae

Sub cast : find them by yourself

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Pintu ruang musik terbuka, dan dapat terlihat Yongri menongolkan kepalanya dengan ragu. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang musik untuk mencari keberadaan Hyukjae. Dilihatnya Hyukjae sedang duduk manis di belakang piano. Laki-laki itu menyadari kedatangannya dan tersenyum.

“Kemarilah.” Ujar Hyukjae masih dengan tersenyum. Gadis itu menurut dan memasukki ruang musik. Setelah menutup pintu, ia menghampiri Hyukjae. Hyukjae menggeser sedikit duduknya dan memberi isyarat agar Yongri duduk di sampingnya. Lagi-lagi gadis itu menurut.

Jari-jari Hyukjae mulai menari di atas tuts piano. Sebuah nada yang Yongri tidak mengetahui judulnya, namun terdengar sangat nyaman di telinganya. Sesekali Hyukjae menatapnya dan tersenyum. Untuk sesaat, Yongri seakan tidak percaya bahwa Hyukjae yang sudah menghancurkan hidup Yongra. Namun itu hanya sesaat, karena Yongri dengan segera menyadarkan dirinya bahwa laki-laki yang duduk di sampingnya adalah laki-laki brengsek.

“Yongri-ssi..”

“….”

“Yongri-ssi..”

“Ya?”

“Kau melamun?” Tanya Hyukjae sembari melipat kedua tangannya di depan dada. Ternyata ia sudah menyelesaikan permainan pianonya, dan Yongri tidak menyadari itu.

“Ti–tidak. Permainan piano sunbae sangat bagus.” Ucap gadis itu. Kembali Hyukjae tersenyum padanya.

“Sebenarnya aku tidak terlalu bisa memainkan piano. Dan aku juga tidak sering memainkan piano di hadapan seseorang.”

“Kalau begitu, aku orang keberapa yang melihat dan mendengarkanmu bermain piano?” Tanya Yongri penasaran.

“Orang kedua.” Jawab Hyukjae.

“Benarkah? Kalau begitu siapa orang pertamanya?” Tanya Yongri lagi. Hyukjae terlihat menghela nafas panjang dan tersenyum sedikit dipaksakan.

“Hanya seseorang yang kukenal.” Yongri tampak memiringkan kepalanya dan menatap Hyukjae intens. Seolah menanti penjelasan dari laki-laki itu.

“Tidak penting untuk dibahas. Apa kau sudah siap untuk belajar bermain gitar?” Hyukjae mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Tentu.” Jawab Yongri semangat. Hyukjae tertawa kecil melihat wajah semangat gadis itu.

 

~

 

Siwon tampak melamun sembari mencuci piring di cafe tempatnya bekerja. Pikirannya melayang kepada Yongri, kekasihnya. Ia tahu kalau saat ini Yongri pasti sedang bersama Hyukjae. Dan yang membuatnya sedikit kesal adalah mereka hanya berdua saja. Ia tidak bisa membayangkan apa saja yang mereka lakukan. Ia percaya pada Yongri. Ia yakin Yongri bisa menjaga dirinya. Siwon hanya tidak percaya pada Hyukjae. Hyukjae adalah laki-laki brengsek yang sudah menghancurkan hidup Yongra. Bukan tidak mungkin jika Hyukjae bisa melakukan sesuatu yang buruk pada Yongri. Dan jika itu benar-benar terjadi, Siwon bersumpah akan membunuh Hyukjae saat itu juga.

“Ya!! Kau melamun?” Park Sihoo menyenggol lengan Siwon. Membuat laki-laki itu tersadar dari lamunannya.

“Aku sedang mencuci piring. Apa kau tidak lihat?” Kilah Siwon.

“Cih! Kau mau menghabiskan berapa lama untuk mencuci piring yang ada di tanganmu itu? Sudah berapa banyak sabun yang kau usapkan pada piring itu?” Sindir Sihoo. Siwon lagi-lagi seolah tersadar dengan apa yang dilakukannya dari tadi. Ia segera membilas piring yang dipegangnya dengan air bersih.

“Kau sedang ada masalah?” Tanya Sihoo perhatian.

“Tidak.”

“Tapi wajahmu seolah mengatakan ‘iya’.” Ujar Sihoo. Siwon mengeringkan tangannya yang basah dan membalikkan badannya. Laki-laki itu menghela nafas dan menyandarkan dirinya.

“Sedang bertengkar dengan Yongri?” Tebak Sihoo. Siwon menggeleng pelan.

“Lalu kau kenapa? Ayolah, Siwon-ah.. Ini seperti bukan dirimu.”

“Aku hanya sedang memikirkan Yongri yang saat ini sedang bersama laki-laki lain.” Ucap Siwon pelan.

“Apa?! Kau bercanda? Bagaimana mungkin kekasihmu sedang bersama laki-laki lain?” Sihoo terlihat benar-benar terkejut. Siwon tersenyum kecil. Tersenyum pahit tepatnya.

“Bukan apa-apa. Jangan dipikirkan. Ayo kembali bekerja.” Siwon menepuk pelan bahu Sihoo dan meninggalkan laki-laki itu dengan segudang pertanyaan.

 

~~~

 

“Apa yang membuatmu terus tersenyum?” Tanya Hyukjae pada sosok gadis yang sedari tadi menggenggam lengannya dengan erat.

“Entahlah. Mungkin karena ada kau di sampingku.” Jawab gadis itu.

“Cih! Sekarang kau pandai merayu. Apa ini pertama kalinya aku berada di sampingmu, Yongra-ya?” Hyukjae membelai lembut kepala Yongra dengan tangannya yang bebas. Yongra kembali tersenyum dan menarik serta menghembuskan nafas panjang. Sesaat kemudian Yongra menghentikan langkahnya, membuat langkah Hyukjae juga terhenti.

“Kenapa?” Tanya Hyukjae.

“Berjanjilah satu hal padaku.” Ujar Yongra.

“Apa?”

“Apapun yang terjadi, jangan pernah meninggalkanku.” Pinta Yongra. Hyukjae tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Yongra.

“Bagaimana mungkin aku meninggalkan gadis yang aku cintai?”

“Berjanjilah..” Desak Yongra lagi.

“Baiklah. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi. Dan kau juga harus melakukan hal yang sama.” Ucap Hyukjae. Yongra hanya tersenyum menanggapi ucapan Hyukjae. Hyukjae mendekatkan wajahnya dan memberikan kecupan hangat di bibir Yongra.

“Aku mencintaimu.”

Hyukjae terbangun dari tidurnya dan nafasnya tampak sedikit tersengal. Ia bangkit menjadi duduk dan mengusap wajahnya. Laki-laki itu tidak tahu bagaimana keadaan Yongra dan dimana gadis itu sekarang. Tiba-tiba saja ia menghilang dan Hyukjae tidak bisa menemukannya dimanapun. Hyukjae pernah mendatangi rumah Yongra, namun ia menemukan rumah itu kosong. Berdasarkan info yang didapatnya, Yongra beserta keluarga sudah pindah rumah. Hyukjae memang tidak pernah berkunjung ke rumah Yongra selama mereka menjalin hubungan. Itu sebabnya laki-laki itu tidak mengetahui apa-apa tentang keluarga Yongra.

Dan entah mengapa, akhir-akhir ini ia sering sekali memimpikan gadis itu. Ia rindu pada Yongra. Dan Hyukjae sangat mencintai gadis itu. Juga mencintai calon bayi yang ada di kandungan Yongra. Jika ia tidak salah menghitung, seharusnya usia kandungan Yongra sudah 8 bulan. Karena sudah 8 bulan inilah Yongra meninggalkannya.

Hyukjae mengambil dompet yang terletak di meja nakas samping tempat tidur. Ia membuka dompetnya dan menemukan foto Yongra di sana. Foto Yongra yang sedang tersenyum dengan sangat manis. Membuat Hyukjae tanpa sadar ikut tersenyum.

“Bagaimana keadaanmu sekarang, Yongra-ya? Dan kau ada di mana?” Gumam Hyukjae. Tiba-tiba saja Hyukjae melihat bayangan Yongri pada foto Yongra. Membuat laki-laki itu mengerjapkan matanya berkali-kali. Bagaimana mungkin ia dapat membayangkan wajah Yongri saat sedang memikirkan Yongra? Ia memang tertarik pada Yongri. Dan alasan terbesarnya adalah wajah Yongri yang mirip dengan Yongra. Tapi apa mungkin ia benar-benar sudah jatuh hati pada gadis itu? Hyukjae menggelengkan kepalanya dan segera beranjak dari tempat tidur. Lebih baik ia segera mandi dan menghilangkan pikiran-pikiran konyolnya.

 

~

 

Ibu Yongri membuka pintu rumah saat mendengar bel berbunyi. Wanita paruh baya itu tersenyum hangat saat melihat sosok Siwon berdiri di depan pintu dengan pakaian casualnya yang biasa di pakai saat kuliah.

“Selamat pagi, ahjumma.” Sapa Siwon.

“Pagi, Siwon-ah.. Ayo, masuk.” Ibu Yongri membuka pintu lebih lebar agar Siwon bisa masuk.

“Kami sedang sarapan. Kebetulan sekali kau datang. Ikut sarapan bersama, ya?”

“Ah ne, ahjumma. Terima kasih.” Siwon dan Ibu Yongri berjalan bersama menuju ruang makan. Terlihat Yongri dan Ayah Yongri sedang menyantap sarapan pagi mereka.

“Annyeong, ahjussi.” Siwon membungkuk hormat pada Ayah Yongri.

“Siwon-ah..”

“Oppa!” Yongri segera beranjak dari kursi makan dan sedikit berlari kecil menghampiri Siwon. Ia langsung memeluk Siwon dengan erat seolah menyalurkan rasa rindunya.

Miss me, huh?!” Goda Siwon dengan berbisik. Yongri memukul pelan bahu Siwon menanggapi godaan laki-laki itu. Ia melepaskan pelukannya dan bermaksud mencium Siwon. Namun Siwon dengan cepat menghentikan gerakan gadis itu.

“Ada orangtuamu, sayang.” Bisik Siwon. Yongri mengerucutkan bibirnya membuat Siwon tersenyum geli. Siwon memajukan wajahnya dan memberikan kecupan di kening Yongri.

I miss you so much.” Ujar Siwon masih dengan berbisik. Bermaksud agar orangtua Yongri tidak mendengar.

Me too.” Balas Yongri manja.

“Yongri-ya,, sudah dulu bermanja-manjanya dengan Siwon. Ajak Siwon duduk dan ikut sarapan.” Ucap Ibu Yongri sembari menyiapkan piring untuk Siwon.

“Ayo, oppa!” Yongri menarik tangan Siwon untuk duduk di sampingnya.

Pagi itu suasana ruang makan terasa semakin hangat dengan kedatangan Siwon. Siwon mampu membangkitkan suasana sehingga membuat ayah dan ibu Yongri merasa nyaman dengannya.

“Kapan lagi kita bermain catur, Siwon-ah? Aku sudah tidak sabar untuk mengalahkanmu.” Ujar ayah Yongri antusias.

“Siwon oppa sangat sibuk, appa. Ia tidak punya waktu hanya untuk menemanimu bermain catur.”

“Ah,, kau selalu saja tidak suka jika melihat appamu ini senang.” Gerutu ayah Yongri membuat Siwon tersenyum.

“Aku tidak bisa menjanjikan harinya, ahjussi. Hanya saja, aku akan berusaha meluangkan waktuku untuk menemanimu.” Ucap Siwon.

“Lihat! Siwon saja tidak masalah.” Ayah Yongri tertawa puas saat mendengar ucapan Siwon.

“Aish,, kenapa oppa selalu saja menuruti keinginan appa?” Omel Yongri.

“Tidak apa-apa. Gadis cerewet, berhentilah mengoceh.” Kata Siwon sembari mengacak rambut Yongri.

“Sudahlah, oppa ayo kita berangkat.” Yongri berdiri dari duduknya. Siwon mengangguk dan meminum air putih sebelum akhirnya ikut beranjak.

“Appa, eomma, aku pergi dulu.” Pamit Yongri.

“Hmm, hati-hati di jalan.” Sahut ayah Yongri.

“Kami pergi, ahjussi, ahjumma.” Siwon dan Yongri segera meninggalkan ruang makan dan keluar rumah. Keduanya menaikki motor Siwon untuk menuju Inha University.

Kurang lebih 1 jam kemudian, keduanya sampai di Inha University. Mereka berjalan bersama dari tempat parkir untuk menuju kelas musik. Siwon berencana mengantarkan gadisnya dulu sebelum ia menuju kelasnya, kelas bisnis. Namun di tengah perjalanan, keduanya berpapasan dengan Hyukjae. Yongri yang sedari tadi menggenggam tangan Siwon segera melepaskan genggaman itu ketika melihat Hyukjae.

“Sunbae..” Sapa Yongri.

“Kalian datang bersama?” Tanya Hyukjae ingin tahu. Ia berjalan pelan mendekati Siwon dan Yongri.

“Itu bukan urusanmu, Hyukjae-ssi.” Jawab Siwon ketus. Hyukjae tersenyum sinis menanggapi ucapan Siwon.

“Ayo Yongri, kita ke kelasmu.” Ucap Siwon dengan menatap tajam Hyukjae.

“Tunggu.” Cegah Hyukjae saat melihat Siwon dan Yongri hendak berjalan.

“Biarkan Yongri pergi bersamaku. Kau bisa menuju kelasmu.” Ujar Hyukjae. Siwon seolah tidak peduli dan menarik tangan Yongri untuk meninggalkan Hyukjae. Namun Yongri menahannya.

“Hyukjae sunbae benar. Kami bisa pergi bersama karena kami sama-sama jurusan musik. Lebih baik oppa segera menuju kelas bisnis, sebelum terlambat.” Katanya. Sebenarnya Siwon ingin menolak. Tapi ia tahu ini merupakan sebagian dari rencana Yongri. Ia tidak mau membuat kekasihnya itu kecewa jika rencananya gagal. Karena sedari awal ia sudah berjanji untuk membantu.

“Baiklah kalau seperti itu.” Siwon segera berbalik dan meninggalkan Yongri serta Hyukjae.

“Kau terlihat dekat dengan Siwon.” Ucap Hyukjae saat mereka sudah berjalan bersama.

“Ya, begitulah.” Sahut Yongri.

“Tetapi aku tidak suka melihatnya.”

“Kenapa, sunbae?”

“Yah,, hanya tidak suka saja.”

“Apa aku tidak boleh berdekatan dengan sepupuku sendiri?”

“Boleh saja. Asalkan itu bukan Siwon.” Ujar Hyukjae membuat Yongri langsung menatapnya.

“Sepertinya sunbae dendam sekali dengan Siwon oppa. Apa Siwon oppa pernah melakukan sesuatu yang jahat padamu?”

“Tidak pernah.”

“Lalu? Kenapa sunbae tidak suka dengannya?”

“Karena dia tampan dan disukai banyak gadis di kampus ini.” Ucap Hyukjae jujur.

“Apa?” Yongri terlihat terkejut. Sesaat kemudian gadis itu tertawa geli.

“Heii,, apa itu lucu?” Hyukjae terlihat tidak terima karena Yongri menertawakannya.

“Alasanmu benar-benar tidak masuk akal. Kau tidak percaya diri?”

“Bukan beg-”

“Sunbae tidak kalah tampan dari Siwon oppa.” Yongri memotong kata-kata Hyukjae. Hyukjae menatap Yongri dan terlihat sedikit terkejut. Namun saat melihat Yongri tersenyum, ia menjadi ikut tersenyum.

“Terima kasih atas pujiannya. Oh ya, mulai sekarang berhentilah memanggilku sunbae. Terlalu formal untukmu.”

“Lalu aku harus memanggilmu apa?”

“Oppa, bagaimana?” Usul Hyukjae. Yongri terlihat berpikir sebentar.

“Baiklah, Hyukjae oppa.” Ucap Yongri dengan nada menggemaskan. Membuat Hyukjae tanpa sadar mengacak pelan rambutnya dan mereka tertawa bersama.

 

~

 

Untuk sesaat, para pengunjung kantin tampak terlihat berbisik-bisik saat melihat Yongri dan Hyukjae memasukki kantin bersama. Yongri yang menyadari itu tampak kebingungan dan sedikit risih karena tatapan mereka terlihat aneh. Sedangkan Hyukjae terlihat biasa saja dan malah menarik tangan Yongri untuk menuju sebuah meja.

“Ada apa dengan mereka?” Tanya Yongri pada Hyukjae. Hyukjae tampak melihat ke kanan dan ke kiri, kemudian ia tersenyum pada Yongri.

“Bukankah saat masuk ke kantin kita datang bersama? Jika kau tidak tau ada apa dengan mereka, bagaimana mungkin aku bisa tau?” Jawab Hyukjae yang membuat Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Sepertinya mereka tidak suka padaku.” Ucap Yongri tiba-tiba.

“Apa alasan mereka tidak menyukaimu?” Hyukjae mengerutkan keningnya.

“Karena aku berada di dekat anak pemilik kampus.” Jawab Yongri membuat Hyukjae sedikit terkejut.

“Kau mengetahuinya? Maksudku, kau tau aku anak pemilik kampus ini?”

“Tentu saja. Itu sudah bukan rahasia lagi, oppa.”

“Dan kau masih mau berteman denganku?” Tanya Hyukjae dengan tidak bisa menutupi keterkejutannya.

“Apa maksudmu? Aku berteman dengan siapapun.” Kedua alis Yongri terlihat berkerut. Ia bingung dengan pertanyaan Hyukjae.

“Mereka yang ada disini, semuanya mengetahui aku yang merupakan anak pemilik kampus. Dan mereka terlihat enggan bergaul denganku. Kalaupun ada yang mendekatiku, semuanya karena memiliki maksud tertentu.” Jelas Hyukjae dengan wajah sedih.

“Jadi, selama ini kau tidak mempunyai teman dekat?” Tanya Yongri. Hyukjae menggeleng pelan.

“Tidak ada jika di lingkungan kampus.”

“Bagaimana dengan kekasih?” Tanya Yongri lagi. Hyukjae mendongakkan kepalanya dan menatap Yongri sesaat. Sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya.

“Tidak ada.”

“Benarkah?”

“Tentu saja benar. Kenapa? Kau terlihat tidak percaya.” Hyukjae tersenyum kecil. Yongri terlihat salah tingkah dan ikut tersenyum.

“Ah,, tidak. Aku percaya.”

“Sebaiknya kita segera pesan makanan. Aku sudah sangat lapar.” Usul Hyukjae. Yongri mengangguk dan keduanya tersenyum. Mereka tidak menyadari jika sedari tadi Siwon terus memperhatikan mereka dari kejauhan. Perasaan laki-laki itu terasa campur aduk. Ia tidak rela ketika melihat sang kekasih yang tersenyum manis seperti itu kepada laki-laki lain. Senyum yang biasanya hanya diberikan Yongri untuknya. Siwon menghela nafas panjang dan kemudian berbalik meninggalkan tempat yang sejak tadi dipijakinya.

 

~

 

Ibu Yongri menajamkan pendengarannya saat mendengar suara mesin mobil di halaman rumahnya. Hari masih siang dan ayah Yongri tidak mungkin pulang secepat ini. Niat yang sebelumnya ingin ke dapur diurungkannya hingga akhirnya wanita paruh baya itu memilih membuka pintu rumah untuk melihat siapa yang datang. Ia memicingkan matanya saat melihat Yongri turun dari sebuah mobil mewah. Tak berapa lama seorang laki-laki yang tak lain adalah Hyukjae turun dari tempat kemudi.

“Eomma..” Yongri terlihat terkejut saat melihat sang ibu yang sedang menatapnya.

“Annyeong haseyo..” Sapa Hyukjae sopan. Ibu Yongri hanya memberikan senyum seadanya. Sedikit tidak suka saat melihat Yongri yang diantar pulang oleh laki-laki yang belum dikenalnya itu.

“Aku pulang dulu.” Pamit Hyukjae pada Yongri. Yongri mengangguk.

“Terima kasih sudah mengantarku pulang, oppa.” Yongri menjauhi mobil Hyukjae dan berdiri di samping ibunya. Hyukjae tersenyum dan kembali masuk ke dalam mobil. Tak berapa lama, mobil mewahnya itu sudah meninggalkan perkarangan rumah Yongri.

“Siapa dia?” Tanya ibu Yongri langsung.

“Teman.” Jawab Yongri seadanya.

“Teman? Haruskah mengantarkanmu pulang? Memangnya Siwon kemana?” Tanya ibu Yongri lagi. Kali ini terdengar lebih menuntut.

“Dia sunbaeku di kampus, eomma. Apa salahnya pulang bersama jika searah? Siwon oppa…sibuk.” Ucap Yongri setengah berbohong. Ibu Yongri terlihat tidak percaya. Beberapa saat kemudian, perhatian mereka teralihkan saat mendengar deru motor Siwon yang memasukki perkarangan rumah Yongri. Siwon melepaskan helmnya dan segera turun dari motor menghampiri kedua wanita itu.

“Kau sudah pulang? Aku mencarimu di kampus.” Ucap Siwon dengan nafas sedikit tersengal.

“Kau bilang Siwon sibuk?” Ibu Yongri terlihat semakin curiga. Bagaimana mungkin Siwon sibuk jika laki-laki itu bahkan rela menyusul Yongri hingga ke rumah?

“Sudahlah, eomma. Siwon oppa memang sibuk tadi. Iyakan, oppa?” Yongri mencoba memberikan kode kepada Siwon agar laki-laki itu menyetujui ucapannya. Awalnya Siwon tidak mengerti, namun saat ia menangkap sesuatu yang tidak beres dari gadisnya, iapun mengangguk.

“Iya, ahjumma. Aku masih ada kelas saat Yongri ingin pulang.” Ujar Siwon.

“Baiklah jika seperti itu.” Sahut ibu Yongri dan segera masuk ke dalam rumah, meninggalkan Siwon dan Yongri berdua. Yongri terlihat bernafas lega.

“Ada apa sebenarnya?” Tanya Siwon.

“Lee Hyukjae mengantarkanku pulang. Sepertinya eomma tidak menyukai laki-laki itu.” Jawab Yongri.

“Lalu apa hubungannya denganku?”

“Eomma menanyakan keberadaanmu.”

“Kau berbohong dengan mengatakan aku sibuk? Hanya karena Hyukjae kau berbohong pada ibumu?” Siwon terlihat tidak suka. Pasalnya Yongri memang tidak pernah berbohong pada kedua orangtuanya. Terlebih lagi Siwon selalu menasehati gadis itu agar selalu jujur.

“Oppa..” Yongri menunjukkan wajah menyesalnya.

“Aku tidak bisa membayangkan apalagi yang akan kau lakukan jika kau semakin dekat dengan laki-laki itu.” Ucap Siwon dengan nada dingin. Laki-laki itu hendak berbalik pulang, namun Yongri segera menahannya.

“Kau marah?” Tanyanya takut.

“Tidak.” Sahut Siwon cuek.

“Kau marah..” Ucap Yongri lagi. Siwon menghela nafas kasar.

“Aku hanya tidak suka jika kau melakukan sesuatu yang tidak pernah kau lakukan sebelumnya. Apalagi kau melakukan itu hanya karena seorang laki-laki seperti Hyukjae.” Jelas Siwon.

“Maafkan aku.” Sesal Yongri. Gadis itu menundukkan kepalanya dengan tangannya yang masih mencengkram lengan Siwon. Bermaksud tidak membiarkan laki-laki itu pergi. Siwon yang melihat itu menjadi tidak tega untuk memarahi gadisnya lagi. Siwon mengusap kepala Yongri membuat gadis itu mendongak menatapnya.

“Berjanjilah untuk tidak melakukannya lagi. Aku tidak suka jika kau membohongi kedua orangtuamu.” Ucap Siwon pelan. Usapannya turun ke wajah Yongri. Yongri mengangguk patuh.

“Aku tidak akan melakukannya lagi.” Janji Yongri. Siwon tersenyum.

“Aku harus bekerja.” Kembali Yongri mengangguk. Siwon mendekatkan wajahnya dan mengecup lama kening Yongri.

“Aku pergi dulu.”

“Hati-hati, oppa.”

 

~~~

 

Siwon berjalan dengan langkah santai di koridor fakultas bisnis sembari memainkan ponsel putihnya. Sesekali laki-laki itu membenarkan letak tas ranselnya yang hendak merosot. Siwon sengaja memilih jurusan bisnis saat kuliah, karena ia sudah memiliki tekad untuk bekerja di perusahaan ternama jika sudah lulus nanti. Ia tidak bisa terus-terusan bekerja sebagai pelayan di cafe. Karena laki-laki itu yakin, setelah lulus nanti, akan lebih banyak kebutuhan yang harus dipenuhinya. Termasuk pernikahannya dengan Yongri. Ia harus mengumpulkan uang yang banyak untuk melamar gadis itu. Ia tidak mungkin menemui keluarga Yongri dengan tangan kosong. Ia tidak mau membuat Yongri beserta keluarganya kecewa. Siwon hanya bisa berharap jika apa yang sudah di rencakannya dapat berjalan dengan lancar.

Langkah Siwon terhenti saat melihat sepasang kaki perempuan di depannya. Laki-laki itu sedikit mendongak dan menemukan seorang perempuan cantik dengan pipi yang bersemu merah. Siwon sedikit mengerutkan keningnya karena merasa pernah melihat gadis itu sebelumnya.

“Selamat pagi, sunbae.” Sapa gadis itu.

“Ah, ya, pagi.” Balas Siwon kaku.

“Sunbae masih mengingatku? Aku Yoo Seun Mi. Teman sekelas Yongri.” Siwon terlihat sedikit berpikir sebelum akhirnya berdecak pelan.

“Aku ingat! Ada perlu apa kau ke fakultas bisnis? Ada yang ingin kau temui, Seunmi-ssi?” Tanya Siwon. Seunmi terlihat mengangguk.

“Siapa? Siapa tau aku mengenalnya dan bisa membantumu mencarinya.” Ucap Siwon menawarkan. Seunmi terlihat menunduk malu. Membuat Siwon sedikit bingung.

“Aku..aku ingin menemuimu, sunbae.” Kata Seunmi pelan dan masih menunduk.

“Aku?” Siwon menunjuk dirinya sendiri. Seunmi mendongak dan mengangguk pelan.

“Ada perlu apa?” Tanya Siwon penasaran.

“Ini..” Seunmi memberikan sebuah kotak yang sedari tadi disembunyikannya di belakang punggung. Siwon menatap kotak yang dipegang Seunmi dan Seunmi secara bergantian.

“Untukku?” Seunmi mengangguk. Dengan ragu Siwon mengambil kotak itu.

“Maaf jika aku lancang memberikanmu hadiah. Semoga kau menyukainya. Permisi.” Dengan cepat Seunmi melesat meninggalkan Siwon dengan berbagai pertanyaan di kepala laki-laki itu.

 

Sesampainya di fakultas musik, Seunmi menghentikan kegiatan berlarinya. Gadis itu menetralkan nafasnya yang tersengal karena berlarian dari sepanjang fakultas bisnis hingga fakultas musik. Seunmi tersenyum kecil saat membayangkan Siwon membuka kotak yang diberikan gadis itu padanya. Seunmi memang sejak dulu menyukai Siwon. Hanya saja ia tidak berani untuk mendekatinya. Tetapi saat tau Siwon merupakan sepupu dari Yongri yang notabene adalah temannya, membuat gadis itu akhirnya memberanikan dirinya untuk mendekati Siwon.

“Hai!” Tubuh Seunmi terlonjak saat ada yang memukul pelan pundaknya. Ia berbalik dan menemukan Yongri yang tersenyum padanya.

“Hai, Yongri!” Sapa Seunmi ceria.

“Kau kelihatan senang.” Ujar Yongri. Mereka berjalan bersama-sama untuk menuju kelas mereka.

“Benarkah?” Tanya Seunmi sembari memegangi pipinya. Yongri mengangguk cepat.

“Ada apa? Ceritakan padaku!” Ujar Yongri antusias. Seunmi tersenyum dan menggeleng pelan.

“Tidak ada.” Ujarnya berbohong.

“Bohong!” Potong Yongri cepat.

“Aku akan menceritakannya. Tetapi tidak sekarang. Nanti, saat semuanya sudah jelas.” Kata Seunmi dengan tersenyum dan kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan Yongri. Yongri tampak memikirkan kata-kata Seunmi hingga membuat langkahnya terhenti. Namun saat tidak dapat mencerna kata-kata Seunmi, Yongri seolah tersadar dan segera menyusul gadis itu.

“Ya, tunggu aku!!”

 

~

 

“Seperti ini.” Hyukjae berdiri di belakang tubuh Yongri yang sedang duduk sembari memegang gitar. Sedikit menunduk dan membenarkan letak jari Yongri di senar gitar.

“Seperti ini?” Yongri mendongak dan menanti jawab Hyukjae.

“Iya, seperti itu. Sekarang coba kau mainkan.” Suruh Hyukjae. Terdengar paduan senar gitar yang menyatu saat jemari Yongri memainkannya.

“Ah, gadis pintar!” Puji Hyukjae saat nada yang dimainkan Yongri tidak ada yang meleset.

“Cukup dulu, oppa. Jariku sakit.” Keluh Yongri. Gadis itu meletakkan gitar di sampingnya dan tampak meniupi jari-jarinya yang memerah.

“Sini aku lihat.” Hyukjae duduk di hadapan Yongri dan menarik pelan tangan gadis itu. Dengan pelan Hyukjae meniupinya.

“Tidak akan sakit lagi jika kau sudah terbiasa.” Ujar Hyukjae. Yongri sedikit mendongak. Ia dapat melihat wajah Hyukjae yang berada dekat dengan wajahnya. Gadis itu memperhatikan wajah serius Hyukjae yang sedang meniupi jari-jarinya. Tampan. Itulah kata pertama yang ada di benak Yongri sekarang. Kulit putih, hidung mancung dan rahang yang tegas. Tanpa sadar membuat Yongri sedikit mengagumi sosok yang berada di hadapannya saat ini. Hyukjae ikut mendongak dan membalas tatapan Yongri. Cukup lama keduanya bertatapan tanpa ada yang berbicara. Hyukjae menatap tepat di manik mata Yongri, begitupun sebaliknya.

“Apa aku sangat tampan?” Suara Hyukjae membuat Yongri kembali ke alam sadar. Gadis itu dengan segera menarik tangannya dari tangan Hyukjae dan mengalihkan pandangannya.

“Sudah mulai tertarik padaku?” Tanya Hyukjae dengan senyum memikatnya. Yongri menatap Hyukjae dengan bingung.

“Maksudmu?” Yongri mengutarakan kebingungannya.

“Aku tertarik padamu dan ingin mengenalmu lebih jauh. Bagaimana menurutmu?” Hyukjae menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan menatap Yongri dengan intens.

“Oppa..” Gumam Yongri pelan. Sedikit terkejut dengan ucapan Hyukjae. Hyukjae tersenyum kecil.

“Aku tau kita baru kenal, Yongri-ya. Tapi -entahlah, rasa tertarik itu semakin hari semakin besar.” Jelas Hyukjae. Yongri sedikit salah tingkah dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Bermaksud mencari kata-kata yang pas untuk menanggapi ucapan Hyukjae. Namun perhatiannya teralihkan pada dompet Hyukjae yang tergeletak di meja yang berada tak jauh darinya. Diambilnya dompet itu dan membukanya. Wajah Yongri terperangah saat melihat foto Yongra berada di dompet Hyukjae. Hyukjae yang sadar dengan apa yang dilihat Yongri, dengan cepat ingin mengambil dompet itu. Namun Yongri dengan cepat berdiri dan menjauh dari Hyukjae.

“Siapa gadis ini?” Tanya Yongri berpura-pura tidak tau.

“Kembalikan dompetku.” Ujar Hyukjae berusaha mendekati Yongri. Yongri terus berjalan mundur menjauhi Hyukjae.

“Katakan dulu siapa gadis ini. Kau bilang tertarik padaku disaat kau menyimpan foto gadis lain di dompetmu. Apa kau seorang playboy?” Ucap Yongri terang-terangan. Hyukjae menghentikan langkahnya dan terlihat menghela nafas panjang.

“Dia hanya masa laluku. Gadis itu meninggalkanku.” Jelas Hyukjae. Yongri terlihat benar-benar terkejut dengan penjelasan Hyukjae. Yongra meninggalkannya? Bukankah sebaliknya?

“A–apa maksudmu?” Tanya Yongri meminta penjelasan lebih.

“Aku tidak tau dimana gadis itu sekarang. Ia meninggalkanku begitu saja. Ia meninggalkanku di saat aku sangat mencintainya.”

 

-Flashback-

Hyukjae sedikit berlari mendekati seorang gadis yang sedang berdiri membelakanginya. Ia memutar pelan tubuh gadis itu saat sudah berada di dekatnya. Wajah Hyukjae terlihat cemas saat melihat wajah gadis itu yang sedikit memucat.

“Ada apa, Yongra-ya? Kau baik-baik saja? Kenapa wajahmu pucat sekali?” Pertanyaan beruntun di keluarkan oleh Hyukjae demi menghilangkan kekhawatirannya.

“Hyukjae-ya..”

“Ada apa? Katakan padaku ada apa?” Desak Hyukjae. Yongra mendongak dan menatap Hyukjae dengan mata yang berkaca-kaca.

“Aku..aku..aku hamil..” Ucap Yongra pelan. Tubuh Hyukjae seolah kaku saat mendengar ucapan Yongra. Pegangannya di lengan gadis itu terlepas begitu saja tanpa disadarinya. Hyukjae merasakan jantungnya berdetak dengan sangat kencang. Terkejut, bingung, takut, cemas, entah apa lagi yang ada di pikirannya saat ini.

“Kau..yakin?” Hanya dua kata itu yang dapat keluar dari mulut Hyukjae. Yongra terlihat kecewa saat mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut Hyukjae. Entah mengapa gadis itu semakin takut saat melihat wajah Hyukjae sekarang.

“Kau meragukanku?” Dua bulir airmata mengalir dari kedua sudut mata Yongri.

“Ba–bagaimana mungkin? Kita..kita hanya melakukannya satu kali.” Ujar Hyukjae terbata. Laki-laki itu terlihat mengusap wajahnya frustasi.

“Satu kali, dua kali ataupun tiga kali, kita tetap saja sudah melakukannya, Hyukjae-ya. Dan sekarang aku mengandung anakmu.” Ucap Yongri. Airmata gadis itu semakin banyak mengalir. Hyukjae mengalihkan pandangannya dan menghela nafas kasar berkali-kali.

“Apa yang harus kita lakukan?” Gumamnya.

“Apa kita masih memiliki pilihan? Kita harus menikah dan membesarkan anak ini bersama-sama.” Ucap Yongri. Hyukjae menatap Yongri. Mata laki-laki itu terlihat memerah.

“Kita masih kuliah, Yongra-ya. Aku tidak mungkin menikah.” Bantah Hyukjae.

“Hyukjae-ya…” Yongra terlihat terkejut. Apa itu artinya Hyukjae tidak mau bertanggung jawab?

“A–apa maksudmu? Kau tidak mau bertanggung jawab?” Tanya Yongra. Hyukjae memegang kedua lengan Yongri dan menghela nafas pelan.

“Bukan seperti itu. Kau tau jika aku sangat mencintaimu. Aku..aku hanya belum siap dengan kehadiran anak itu. Aku masih harus kuliah. Kau pun juga. Orangtuaku tidak akan mungkin mengizinkanku menikah secepat ini.” Hyukjae mencoba menjelaskan.

“Kau akan membiarkanku membesarkan anak ini sendiri?” Tebak Yongri. Pipi gadis itu sudah terlihat semakin basah. Mengingat airmata yang mengalir semakin banyak. Hyukjae menggeleng cepat.

“Lalu?”

“Gugurkan anak itu.” Kata Hyukjae mantap.

“Apa?!” Yongra tidak dapat menutupi rasa terkejutnya.

“Gugurkan anak itu dan kita mulai semuanya dari awal. Anggap saja ini tidak pernah terjadi.”

 

PLAKK!!

 

Hyukjae memejamkan matanya saat merasakan pipinya memanas. Setelah cukup lama, ia membuka matanya dan mendapati Yongri menatapnya dengan tajam. Laki-laki itu memegang pipinya yang terasa perih akibat tamparan Yongra.

“Aku benar-benar telah salah menilaimu selama ini. Aku pikir kau laki-laki baik dan bertanggung jawab. Tapi ternyata kau tidak lebih dari laki-laki brengsek!!” Maki Yongra. Gadis itu segera berlari meninggalkan Hyukjae masih dengan menangis.

“Yongra-ya! Choi Yongra!!” Jerit Hyukjae mencoba menghentikan kepergian Yongra.

“AAAKKHHH!!” Teriak Hyukjae putus asa. Ia benar-benar tidak mau kehilangan Yongra. Tetapi ia juga belum bisa menerima calon bayi yang berada di rahim Yongra. Ia benar-benar belum siap. Sebenarnya, saat mereka melakukan hubungan terlarang itu, keduanya tidak ada niatan sama sekali untuk melakukannya. Saat itu mereka terjebak hujan saat sedang pergi kencan. Hingga akhirnya membuat mereka harus berteduh di sebuah motel terdekat. Semuanya terjadi begitu saja, tanpa bisa diingat dengan jelas oleh Hyukjae dan Yongra. Hingga akhirnya sekarang gadis itu hamil.

Keesokan harinya, Hyukjae mendatangi rumah Yongra. Namun apa yang didapatinya benar-benar diluar dugaan. Rumah itu kosong dan yang ia tau, Yongra sudah pindah bersama seluruh keluarganya. Yongra juga tidak pernah lagi menapakkan kakinya di Inha University. Membuat Hyukjae putus asa dengan kehilangan gadis itu dari hidupnya.

-Flashback End-

 

Kejadian 8 bulan yang lalu seolah terulang kembali di benak Hyukjae. Semua seperti baru terjadi kemarin dan Hyukjae dapat mengingatnya dengan jelas. Kalau boleh Hyukjae memilih, ia ingin memutar kembali kejadian 8 bulan yang lalu. Ia akan mengatakan pada Yongra bahwa ia akan bertanggung jawab. Ia akan menikahi Yongra dan mereka akan membesarkan calon bayi mereka bersama. Namun semua sudah terlambat. Bahkan Hyukjae tidak tau dimana keberadaan Yongra sekarang.

“Tidak mungkin.” Gumaman Yongri menyadarkan Hyukjae hingga membuat laki-laki itu mendongak dan menatap Yongri yang matanya sudah berkaca-kaca. Dahi Hyukjae berkerut karena bingung.

“Yongri-ya..”

“Dia tidak mungkin meninggalkanmu..” Desis Yongri. Airmata yang sedari tadi tertahan dipelupuk matanya, akhirnya mengalir begitu saja di pipi mulusnya.

“Yongri..” Hyukjae mencoba mendekati Yongri.

“Tidak.. Tidak mungkin..” Yongri menggeleng dengan keras. Airmata masih terus mengalir dari mata beningnya.

“Apa maksudmu, Yongri-ya? Kenapa kau menangis?” Hyukjae benar-benar terlihat bingung.

“Kau bohong.. Kau pembohong! Dia tidak mungkin meninggalkanmu.. Tidak mungkin!!” Jerit Yongri. Gadis itu berlari meninggalkan Hyukjae dan keluar dari ruang musik.

“Yongri!!”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

20 thoughts on “You and Him – Part 2

  1. Sikap terakhirnya Hyukjae oppa sama Youngra justru yg membuat Youngra ragu kalau Hyukjae oppa memang tulus mencintainya, Hyukjae oppa hrs bertanggung jawab juga bukan hanya Youngra yg menanggung.. Smg Youngri bs membuat pelajaran yg berharga untuk Hyukjae oppa wlpn hyukjae oppa nya blg bahwa Youngra meninggalkannya bukan dia yg meninggalkan Youngra.. Smg Siwon oppa bs sll ada untuk Youngri dan menenangkan perasaannya stlh mengetahui apa yg diperbuat Hyukjae oppa u oenninya.. ditunggu kelanjutannya chingu

  2. Eon aku nangis tau gara2 baca ff ini, hyukjae parah banget dah. Aku takut ntar yongri malah jatuh cinta sama hyukjae kan kasihan siwon oppa nya T_T. Gak sabar nunggu part selanjutnya, jangan lama2 ya eon. Uri eonni DAEBAK. HWAITING!!!

  3. Ya ampun.. jdi gtu toh ceritany… Hyukjae g ada niatan ninggalin Yongra tp cma shock aja dnger Yongra hamil..
    Cba aja Yongra g pindah dlu..pasti g gni dh jdnya..
    Huuuhh.. jdi rumit.. gmna ntar sikap Yongri ni klo tw kenyataanny… ??
    Di part ini aku kasihan bgt ma Wonppa…
    Yongri skrng sbukny ma Hyukjae mulu.. 😦
    Next aja dh Chingu.. Gomawo ^^

  4. ah ternyata begitu yah..
    tp, tetep aja si hyuk yg salah
    kalau dia mau tanggung jawab, kan ga bakal jadi begini..
    ditunggu next partnya yah..

  5. penyesalan dtg belakangan:’) aaa thor next part ditunggu gasabar pgn tau apa konflik2 yg terjadi trs apa yg nyebabin yongranya meninggal hehe ditunggu ya thor^^

  6. Bnrkn psti hyuk jae gak sprti yg yongri bayangin,hyuk jae baik ini cuma kesalahpahaman
    ya sbnr’a si hyuk jae juga slh krna tdk lngsng mau brtanggung jwb,tpi dia mempunyai alasan

    bnyk typo tdi pas byngn hyuk jae hrs’a kan YONGRA bkn YONGRI 😀

  7. konfliknya makin seru eon
    anh ma skap hyukjae, dia cnta bgt ma yongra tpi ga mau brtnggung jwb. . tsk oppa pnyeslan it dtngnya blakngan lho
    d tnggu lanjutanya eon

  8. Aaaaaaa ceritanya kereeennn aduh kebalik baca part nih masa langsung ke 2 wkwk
    tp seruuuu abiiiss,
    dmn youngra?
    Aish yongri udh terpesona sm hyukjae gawattt siwon gmn dong??

  9. Jadi ceritanya gitu? Hyukjae sebenernya gak sepenuhnya salah, mereka memang masih kuliah. Tapi tetep aja itu gak bisa dibenarkan, dia kan udah berbuat T.T

    Dan lagi, apa segampang itu buat Hyukjae jatuh cinta lagi? Meskipun dia belum tau kalo yongra udah meninggal. Tapi sikap dia malah nunjukin kalo dia itu sebenernya laki-laki gak baik, palayboy.

    Harusnya kan Hyukjae tetep cari Yongra apalagi dia tau kalo yongra hamil. Bukannya malah dengan gampangnya jatuh cinta ke orang lain.

    Dan buat siwon, satu kata “kasian” T.T

  10. Waah, yongri udh mulai suka sma hyukjae oppa kah? Bisa gawat nih klo yongri udh suka sma hyuk oppa gimana nanti nasib siwon oppa?? Ehh,, tp ternyata seun mi beneran suka sma siwon, gmn klo nanti yongri tau tmn pertamanya dikampus suka sama pacar nya??
    Yongri jgn smp kebablasan balas dendam nya,, nanti malah bisa jatuh cinta sma hyukjae dan bikin semua orang kecewa terutama siwon dan orang tuanya
    Makin seru ihh ff nyaa

  11. Disini yongra egois tidak memikirkan perasaan siwon 😦 kenapa yongra memilih jalan serumit ini 😥 setelah tau semua cerita dari hyukjae apa yongri akan benar2 menghentikan balas dendamnya atau malah semakin terpesona akan hyukjae? bagaimana dengan siwon huwaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s