You and Him – Part 1

Author : Choineke

Title :Β You and Him

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC), Lee Hyukjae

Sub cast : find them by yourself

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

Yongri menatap sebuah makam sedang di hadapannya dengan pandangan kosong. Tangannya mengepal keras dan mata gadis itu memerah. Airmata tak kunjung keluar hari itu, mengingat kemarin ia sudah menangis dengan begitu kencangnya.

Makam dengan ukiran nama ‘Choi Yongra’ itu membuat Yongri sangat merasa kehilangan akan sosok yang berada di dalamnya. Sosok yang begitu lembut dan penyayang menurut Yongri. Walaupun ibunya masih ada sampai sekarang, tetapi Yongri merasa Yongra-lah ibunya. Yongra yang selalu membantu ibunya untuk mengurusi keperluannya.

Namun sekarang, sosok itu sudah tidak ada lagi. Sosok itu sudah terbaring dengan damai di dalam makam sedang itu. Yang lagi-lagi membuat Yongri merasa sangat sedih dan kehilangan.

‘Apa kau bahagia di dalam sana, eonni? Kau serta calon anakmu, apa kalian bahagia?‘ Batinnya berbicara. Perlahan-lahan mata Yongri tampak berkaca-kaca. Sebentar saja dua bulir airmata mengalir di pipi putihnya. Ia tidak mau repot-repot untuk menyekanya. Bahkan ia rela kehilangan seluruh airmatanya asalkan seseorang didalam makam itu dapat kembali hidup dan memeluknya. Belum ada tiga hari Yongra meninggalkannya, tetapi Yongri sudah merasakan perasaan rindu yang teramat sangat.

“Ayo kita pulang.” Ajak seorang laki-laki yang memang sedari tadi berada di sampingnya. Yongri tampak tidak bergerak sama sekali.

“Yongri-ya..” Panggil laki-laki itu sembari merangkul bahunya.

“Temukan laki-laki itu untukku.” Ujar Yongri tanpa menggubris ajakkan seseorang di sampingnya.

“Yongri-ya..”

“Kumohon temukan laki-laki itu untukku, oppa. Aku membutuhkannya. Aku membutuhkannya, Siwon oppa..” Airmata yang mengalir dari mata Yongri semakin banyak. Bahkan sudah terdengar isakan dari bibir mungilnya. Siwon yang memang sedari tadi berada di sampingnya langsung memeluk gadis itu dengan erat. Ia tau apa yang dirasakan Yongri. Bahkan sangat mengetahuinya.

“Yongra eonni tidak pantas mendapatkan ini semua. Ini tidak adil untuknya.” Isak Yongri di dalam pelukan Siwon.

“Aku tau, Yongri-ya. Aku tau. Aku akan menemukan laki-laki itu. Kau tidak perlu khawatir.” Janji Siwon. Yongri mengangguk pelan di dalam pelukan Siwon. Ia membalas pelukan laki-laki itu dengan sama eratnya.

“Sekarang kita pulang, appa dan eommamu pasti sudah menunggu dirumah.” Ajak Siwon. Lagi-lagi Yongri mengangguk. Ia melepaskan pelukan Siwon dan kembali menatap makam di hadapannya.

“Aku pulang dulu, eonni. Aku akan sering-sering kemari. Walaupun kau sudah tidak berada di tengah-tengah kami, aku akan selalu menyayangimu.” Ujar Yongri dengan menyeka airmatanya.

“Kami pulang dulu, Yongra-ya.” Pamit Siwon. Siwon dan Yongri berjalan bersama meninggalkan taman pemakaman menuju motor Siwon yang terparkir tidak jauh dari makam Yongra. Sekali lagi Yongri menatap makam Yongra sebelum akhirnya motor Siwon melaju dan benar-benar meninggalkan tempat itu.

 

~~~

 

“Siwon-ah, diluar ada Yongri.” Ujar salah satu teman kerja Siwon yang bernama Park Sihoo.

“Tolong selesaikan pekerjaanku, Sihoo-ya. Aku akan menemui Yongri dulu.” Sahut Siwon sembari melepaskan apron yang sedari tadi dipakainya.

“Siap!” Sihoo segera menuju tempat cuci piring dan melanjutkan kegiatan Siwon yang belum terselesaikan. Siwon segera keluar dari dapur cafe tempatnya bekerja dan mencari keberadaan Yongri. Ia dapat melihat Yongri tengah duduk sendiri sembari meminum vanilla latte kesukaannya.

“Kau sudah lama?” Sapa Siwon dan mengambil tempat duduk di hadapan Yongri.

“Tidak juga.” Jawab Yongri. Sesaat kemudian gadis itu tampak menatap lama wajah Siwon.

“Ada apa?” Tanya Siwon bingung.

“Wajahmu terlihat pucat. Oppa sakit?” Yongri mengulurkan tangannya untuk memegang pipi Siwon. Siwon menangkap tangan itu dan menggenggamnya.

“Aku baik-baik saja, sayang.” Ujar Siwon sembari tersenyum. Bermaksud untuk tidak membuat gadis itu khawatir.

“Oh ya, aku sudah menemukan laki-laki itu.” Kata Siwon mengalihkan pembicaraan. Mata Yongri terlihat berbinar.

“Benarkah? Siapa dia?” Siwon terlihat mengeluarkan sebuah foto dari dalam sakunya dan meletakkannya di atas meja.

“Namanya Lee Hyukjae. Umurnya sama denganku. Itu tandanya sama dengan Yongra. Dan ia berkuliah di tempatku, Inha University. Asal kau tau, laki-laki itu anak pemilik kampus.” Jelas Siwon. Yongri mengambil foto itu dan tampak menatapnya tajam. Seorang laki-laki berkulit putih dengan rambut berwarna coklat berponi. Memiliki pipi yang tirus dan hidung mancung.

“Kau yakin ia orangnya, oppa?” Yongri terlihat tidak yakin.

“Tentu. Memangnya kenapa?”

“Wajahnya terlihat benar-benar polos.”

“Lalu kau mengharapkan wajah yang seperti apa, Yongri-ya?”

“Setidaknya wajah seorang playboy.” Sahut gadis itu sembari mengalihkan pandangannya pada Siwon. Siwon tersenyum kecil.

“Berapa kali kubilang, siapa tau ini hanya salah paham.” Kata Siwon menyuarakan pendapatnya.

“Oppa.. Kau taukan bahwa eonni hamil dan ia-”

“Aku tau. Tidak perlu mengingatkannya.” Potong Siwon langsung.

“Lalu apa yang akan kau lakukan pada laki-laki ini?” Tanya Siwon penasaran.

“Balas dendam.” Jawab Yongri yakin.

“Apa?! Kau serius?”

“Tentu saja. Pertama-tama aku akan pindah kuliah di tempatmu. Setelah itu aku akan mendekatinya hingga ia jatuh cinta padaku. Akan kubuat ia tergila-gila padaku dan setelah itu akan kucampakan.” Ucap Yongri.

“Kau mau berpacaran dengannya?!” Siwon terlihat tidak terima.

“Hanya pura-pura, oppa. Hanya untuk balas dendam.”

“Tidak! Aku tidak setuju!” Tolak Siwon.

“Oppa…”

“Apa kau pikir aku gila membiarkan kekasihku berpacaran dengan laki-laki lain?” Suara Siwon sedikit meninggi.

“Tidak sungguhan, oppa.” Yongri masih terus berusaha meyakinkan.

“Aku tidak peduli. Pokoknya aku tidak akan mengizinkanmu melakukannya.”

“Siwon oppa..”

“Aku harus kembali bekerja. Hati-hati jika kau ingin pulang.” Siwon dengan segera berdiri dari duduknya dan meninggalkan Yongri yang duduk termenung sembari menatapnya.

 

~

 

“Kau sudah pulang.” Sapa ibu Yongri yang terlihat sedang duduk di ruang tamu sembari membaca sebuah majalah.

“Ne.” Sahut Yongri dan mengambil tempat duduk di samping ibunya.

“Ada apa? Wajahmu terlihat tidak baik. Masih memikirkan Yongra?”

“Bagaimana mungkin aku dapat melupakan eonni, eomma?”

“Eomma tau. Tapi apakah kau harus menunjukkan wajah seperti itu? Eomma juga tidak bisa melupakan anak eomma walaupun ia sudah tidak ada disini. Tetapi eomma tidak harus menunjukkan wajah sepertimu.” Ujar ibu Yongri sembari meletakkan majalah yang tadi dibacanya di atas meja.

“Sebenarnya ini bukan karena eonni.” Kata Yongri seraya menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

“Lalu?” Ibu Yongri terlihat penasaran.

“Siwon oppa..”

“Kenapa? Kau bertengkar dengannya? Sampai kapan kau akan bersikap kekanak-kanakkan dan menyusahkan Siwon, Yongri-ya?”

“Eomma!!” Yongri terlihat tidak terima saat sang ibu mengatakan bahwa ia selalu menyusahkan Siwon.

“Ini tidak seperti yang eomma pikirkan. Sudahlah, eomma juga tidak perlu tau apa yang terjadi antara aku dan Siwon oppa. Aku ke kamar dulu.” Yongri segera berdiri dari duduknya dan menuju ke kamar.

“Ya! Katakan pada eomma apa yang terjadi. Yongri-ya.. Choi Yongri! Aishh!” Teriakan sang ibu pun tidak diperdulikan sama sekali oleh Yongri.

Yongri hendak membuka pintu kamarnya saat tiba-tiba ia berbalik dan malah memandangi pintu putih yang berada tepat di seberang kamarnya. Ia melangkah pelan mendekati pintu itu sebelum akhirnya membukanya dengan perlahan. Nuansa putih menyambut Yongri saat gadis itu memasukki kamar tersebut. Bukan hanya itu, aroma yang sangat disukai Yongri pun tercium dengan jelas di hidungnya. Membuat Yongri merasakan perasaan rindu pada sosok yang memiliki aroma itu.

Yongri berjalan menuju meja belajar yang terdapat disana. Ia menarik kursi dan duduk di belakang meja. Gadis itu mengambil sebuah figura foto dimana terdapat dua orang gadis disana. Salah satunya adalah dirinya. Dan tentu saja satu lagi adalah Yongra. Yongri mengusap foto itu dan sebentar saja matanya terlihat berkaca-kaca. Masih teringat dengan jelas bagaimana kakunya tubuh Yongra saat berada di rumah sakit. Saat dimana Yongri beserta keluarganya mengetahui bahwa Yongra sudah tidak bernyawa.

Yongri mengusap airmata yang mengalir dari sudut matanya. Ia sudah tidak bisa lagi melihat senyum Yongra seperti di foto itu. Senyum tulus yang menampilkan sebuah lesung pipi di pipi kirinya.

“Aku sangat merindukanmu, eonni.” Gumamnya. Airmata yang mengalir di pipinya semakin banyak.

“Siapa yang akan mendengarkan keluh kesahku saat aku sedang bertengkar dengan Siwon oppa? Siapa yang akan memberiku nasihat agar aku dapat berbaikan dengannya? Siapa lagi kalau bukan dirimu, eonni?” Isaknya. Yongri terlihat benar-benar merindukan Yongra. Seumur hidupnya, baru kali ini ia berpisah dengan Yongra selama lebih dari 1 hari. Sekarang bahkan ia sudah tidak bisa bertemu lagi dengan kakak perempuannya itu.

Yongri meletakkan kembali figura foto ke tempat asalnya. Ia berdiri dari duduknya dan menuju tempat tidur Yongra. Tempat tidur dengan seprai serta selimut berwarna putih. Warna kesukaan Yongra. Yongri berbaring di sana dan memeluk bantal yang biasa di peluk oleh Yongra. Sebentar saja, gadis itu terlelap dalam tidurnya masih dengan airmata yang mengalir dari sudut matanya.

 

~~~

 

Yongri berdiri di depan sebuah rumah sederhana. Rumah yang sering didatangi oleh gadis itu sejak beberapa tahun yang lalu. Hari itu hari Minggu, ia sangat tahu bahwa Siwon tidak bekerja sehingga laki-laki itu pasti berada di rumah. Sebelum mengetuk pintu rumah, Yongri menghembuskan nafas panjang. Belum terlalu lama menunggu, pintu rumah terbuka, menampilkan seorang perempuan paruh baya dengan penampilan sederhana yang merupakan ibu Siwon.

“Annyeong, ahjumma.” Sapa Yongri sopan.

“Eo? Yongri-ya,, kau datang.” Ujar ibu Siwon terlihat sedikit terkejut.

“Apa aku datang terlalu pagi? Apa aku menganggu, ahjumma?” Yongri merasa tidak enak.

“Ahh,, tentu saja tidak. Aku hanya sudah terlalu lama tidak melihatmu. Tepatnya semenjak….” Ibu Siwon menghentikan kalimatnya saat melihat perubahan raut wajah Yongri.

“Maafkan aku.. Apa aku membuatmu sedih?”

“Tidak, ahjumma. Tidak apa-apa. Maaf aku baru bisa datang sekarang. Oppa ada di dalam, kan?” Yongri berusaha mengutarakan tujuannya datang kesana.

“Ada. Tetapi sepertinya Siwon masih tidur. Semalam ia bekerja terlalu keras. Masuk saja.” Ibu Siwon membukakan pintu lebih lebar agar Yongri bisa masuk.

“Ne, terima kasih ahjumma.” Ujar Yongri sembari memasukki rumah Siwon.

“Aku akan pergi dulu. Tolong katakan pada Siwon.” Kata Ibu Siwon.

“Ahjumma mau kemana?”

“Tadi pagi-pagi sekali aku sempat membuat beberapa kue dan sepertinya bisa dijual. Jika laku, uangnya bisa dipakai untuk biaya kuliah Siwon.” Jawab ibu Siwon dengan tersenyum.

“Siwon bisa marah jika mengetahuinya, ahjumma.” Ucap Yongri mencoba mengingatkan ibu Siwon. Yongri sangat tahu jika Siwon tidak pernah mengizinkan ibunya untuk bekerja. Ibu Siwon sering sakit dan Siwon tidak mau ibunya kelelahan karena bekerja. Itulah alasan kenapa Siwon melarang keras sang ibu bekerja. Tetapi ibu Siwon sering kali melanggar peringatan Siwon dengan diam-diam bekerja. Mulai dari mencuci pakaian tetangga hingga menjual makanan. Uang hasilnya bekerja akan dimasukkannya ke dalam dompet Siwon tanpa sepengetahuan laki-laki itu.

“Maka itu katakan saja padanya bahwa aku keluar sebentar. Jangan katakan aku berjualan kue.” Pesan ibu Siwon.

“Jika ahjumma kelelahan bagaimana?” Yongri mencoba mengurungkan niat ibu Siwon.

“Tidak akan terjadi apapun padaku. Kau tenang saja. Aku pergi dulu, ya. Jangan lupa pesanku tadi.” Ibu Siwon segera keluar dari dalam rumah dengan membawa sebuah keranjang yang berisi kue. Yongri memandang punggung ibu Siwon dengan perasaan kasihan. Siwon memang berasal dari keluarga sederhana. Sejak kecil ia sudah ditinggal oleh sang ayah yang entah berada dimana sekarang. Siwon sudah mulai bekerja ketika ia duduk di sekolah dasar untuk membantu ibunya. Namun ketika ia mulai masuk ke perguruan tinggi, Siwon bekerja sendiri dan menyuruh ibunya untuk beristirahat dirumah. Banyak pekerjaan yang sudah digeluti Siwon, hingga akhirnya sekarang ia sudah menjadi pelayan disebuah cafe semenjak 1 tahun yang lalu.

Untung saja Yongri beserta keluarganya tidak pernah mempermasalahkan itu. Yongri tidak peduli jika Siwon bukan berasal dari keluarga kaya seperti dirinya. Yang terpenting untuknya adalah ia mencintai Siwon dan begitupun sebaliknya. Hubungan mereka sudah terjalin sejak 3 tahun yang lalu dan orangtua mereka pun sudah mengetahuinya. Ayah dan ibu Yongri sangat menerima kehadiran Siwon di hidup Yongri. Bahkan ayah Yongri serta Siwon sudah sangat dekat satu sama lain. Yongri cukup bersyukur akan hal itu.

Yongri menghampiri dimana kamar Siwon berada. Seringnya ia mengunjungi rumah itu membuatnya tau seluk beluk rumah tersebut. Tanpa mengetuknya terlebih dahulu, Yongri segera membuka pintunya. Ia menemukan Siwon yang masih tidur dengan terlungkup. Cahaya dikamar laki-laki itu sudah sangat terang, namun sepertinya Siwon tidak terganggu sama sekali. Yongri tersenyum sebentar sebelum akhirnya mendekati Siwon. Ia duduk di pinggir kasur dan mengusap punggung laki-laki itu. Siwon terlihat menggeliat dan sepertinya terganggu dengan gerakan Yongri.

“Ayo bangun, oppa.. Ini sudah siang..” Ujar Yongri. Siwon membalikkan badannya dan membuka sedikit matanya sebelum akhirnya menutupnya kembali karena silaunya cahaya.

“Kau disini..” Ucapnya dengan suara serak.

“Ne, aku disini. Oppa bangunlah. Ini sudah siang dan kau masih bermalas-malasan seperti ini.”

“Aku lelah sekali.” Keluh Siwon.

“Oppa bekerja terlalu keras. Berapa kali kubilang bahwa pelayan bukan pekerjaan yang cocok untuk oppa? Kenapa oppa tidak menjadi model saja? Atau bekerja di tempat appa.” Omel Yongri.

“Aku tidak mau.” Sahut Siwon sembari meletakkan kepalanya di atas paha Yongri.

“Kenapa?” Tanya Yongri. Gadis itu membelai sayang kepala Siwon. Membuat laki-laki itu merasa nyaman.

“Kau tau, jika aku menjadi model, akan banyak gadis yang mengejarku.” Canda Siwon. Yongri mendengus kasar mendengar ucapan Siwon membuat Siwon tersenyum geli.

“Kenapa datang pagi-pagi sekali?” Tanya Siwon seraya mendongak menatap Yongri.

“Aku rindu pada kekasihku. Kekasihku sangat sibuk bekerja.” Gerutu Yongri.

“Tapi, apa kau bilang? Pagi? Ini sudah siang, oppa! Lihat, sudah jam 10.” Lanjutnya.

“Benarkah?” Siwon terlihat tidak percaya dan melihat jam dinding dikamarnya.

“Kenapa eomma tidak membangunkanku.” Gumam Siwon.

“Ahjumma sedang pergi.” Sahut Yongri.

“Pergi? Kemana?” Tanya Siwon.

“Aku tidak tau. Ia hanya berpesan agar aku menyampaikan itu padamu.” Jawab Yongri.

“Apa eomma pergi bekerja?”

“Tidak mungkin. Bukankah kau melarangnya bekerja? Ahjumma pasti hanya pergi sebentar.” Kata Yongri berbohong.

“Sebaiknya sekarang kau mandi. Aku ingin jalan-jalan.” Yongri mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Kalau begitu mandikan aku.” Ucap Siwon bercanda.

“Kau mau mati?! Cepat mandi, aku tunggu diluar.”

“Siap, agasshi!”

 

~

 

Sebuah cafe yang terletak di dekat rumah Siwon menjadi pilihan Siwon dan Yongri untuk mengistirahatkan kaki mereka. Hampir setengah jam mereka mengelilingi taman yang juga terletak di dekat rumah Siwon. Taman dimana tempat Siwon menyatakan perasaannya pada Yongri. Sehingga taman tersebut menjadi kenangan tersendiri untuk keduanya. Tidak pernah ada kata ‘bosan‘ untuk mengunjungi tempat itu, walaupun mereka sudah puluhan kali kesana.

“Terima kasih.” Ucap Yongri saat pelayan mengantarkan pesanan mereka. Yongri dan Siwon sama-sama langsung menyesap minuman yang terdapat di hadapan mereka. Rasa haus tak tertahankan lagi saat melihat tampilan minuman yang menggugah selera itu.

“Oppa..” Panggil Yongri.

“Ada apa?” Tanya Siwon sembari menatap Yongri dengan penuh rasa ingin tau.

“Tentang apa yang kukatakan padamu beberapa hari yang lalu..”

“Aku tidak mau membahasnya.” Tolak Siwon langsung.

“Oppa, kumohon. Aku janji ini tidak akan lama.”

“Kau bisa melakukannya dengan cara lain. Tidak harus dengan kau yang berpacaran dengannya. Kau bisa menyewa gadis lain untuk mendekati laki-laki itu.” Usul Siwon. Yongri menggeleng tegas.

“Tidak, oppa. Aku harus melakukannya sendiri. Aku harus membalaskan dendam eonni dengan usahaku sendiri.”

“Yongra tidak akan senang jika kau melakukan ini.”

“Aku tau, oppa. Tapi aku tidak bisa tenang sebelum melihat laki-laki itu menderita.” Yongri masih terus bersikeras akan keputusannya.

“Bagaimana jika kau jatuh cinta pada laki-laki itu?” Tanya Siwon yang berhasil membuat Yongri terdiam. Yongri menghela nafas sebentar sebelum menjawab pertanyaan Siwon.

“Oppa tidak percaya padaku?”

“Aku percaya padamu. Sangat percaya. Hanya saja kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Perasaan setiap orang bisa berubah kapanpun, Yongri-ya.”

“Dan kalaupun kau tidak jatuh cinta padanya, bagaimana jika setelah laki-laki itu jatuh cinta padamu, ia tidak mau melepaskanmu?” Lanjut Siwon. Kali ini Yongri tersenyum mendengar ucapan Siwon.

“Bukankah ada kau yang akan membantuku lepas dari laki-laki itu?” Ujar Yongri sembari menggenggam tangan Siwon. Siwon terlihat menghembuskan nafas panjang.

“Kau benar-benar keras kepala.”

“Oppa tau itu melebihi siapapun.” Sahut Yongri dengan senyum kecil.

“Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusanmu, aku tidak bisa melarangnya. Dan aku akan membantumu sebisaku.” Putus Siwon akhirnya.

“Benarkah oppa mengizinkanku melakukannya? Benar oppa akan membantuku?” Yongri terlihat sangat senang.

“Tentu saja. Jangan terlihat senang seperti itu. Membuatku ingin mengurungkan niatku saja.” Gerutu Siwon membuat Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Kalau begitu aku akan mengurus kepindahanku ke Inha University besok.”

“Besok? Haruskah secepat itu?”

“Bukankah lebih cepat lebih baik?” Siwon mencibir.

“Mulutmu benar-benar pandai membalikkan kata-kataku, sayang.” Sindir Siwon. Yongri hanya dapat tersenyum geli melihat wajah kesal Siwon.

 

~~~

 

Yongri turun dari atas motor Siwon saat motor itu terparkir dengan sempurna di Inha University. Setelahnya Siwonpun melakukan hal yang sama. Mereka berjalan bersama menuju ruang administrasi dimana tempat Yongri harus mengurus masalah kepindahannya kesana.

“Siapa gadis ini, Siwon-ssi? Kekasihmu?” Tanya Park Seonsaengnim sembari melihat-lihat berkas yang dibawa oleh Yongri.

“Hmm-”

“Dia saudara sepupuku.” Jawab Yongri memotong ucapan Siwon. Siwon dengan cepat menatap Yongri saat mendengar jawaban Yongri. Sedikit tidak terima saat jawaban itu terlontar dari mulut kekasihnya sendiri. Namun Yongri mencoba untuk tidak menatap balik Siwon, karena ia tau Siwon akan melakukan protes.

“Ah, begitu rupanya. Jadi kau akan berkuliah di jurusan musik? Kau bisa bermain musik?” Tanya Park Seonsaengnim lagi.

“Itu-”

“Sekedar informasi untukmu, jurusan musik di Inha University merupakan yang terbaik. Jika kau tidak bisa bermain salah satu alat musik saja, kusarankan kau untuk mundur.” Jelas Park Seonsaengnim.

“Bisa, sam.” Jawab Yongri pelan. Ia sendiri saja tidak yakin dengan kemampuannya. Ia memilih jurusan musik karena Lee Hyukjae juga berada di jurusan yang sama. Akan lebih mudah mendekatinya jika mereka berada di jurusan yang sama. Itulah alasan mengapa Yongri memilih jurusan musik.

“Baiklah jika seperti itu. Kau bisa mulai kuliah besok.”

“Tidak bisa hari ini, sam?” Tanya Yongri penuh harap, membuat Park Seonsaengnim memandangnya dengan bingung.

“Tentu saja tidak bisa. Kami harus mengurus berkas-berkasmu terlebih dahulu. Apa kau mau jika namamu tidak ada di dalam absensi?”

“Ah, baiklah. Terima kasih.”

“Kami permisi dulu, sam.” Pamit Siwon. Yongri dan Siwon keluar bersama dari ruang administrasi saat tiba-tiba tubuh keduanya terpaku karena berpapasan dengan laki-laki yang menjadi tujuan Yongri pindah ke sana. Sebentar saja untuk Yongri merasa emosi melihat laki-laki bernama Lee Hyukjae itu. Kalau saja tidak ingat tujuannya untuk balas dendam, ia pasti sudah menampar wajah Hyukjae.

Hyukjae pun tampak terpaku sembari menatap Yongri. Wajah itu terasa familiar untuknya, namun ia mencoba menepis pikiran itu. Dan yang lebih sialnya lagi, mata Hyukjae seolah tidak mau beranjak sedikitpun dari mata Yongri. Seperti ada magnet yang menempelkan mereka.

“Ayo.” Suara Siwon menyadarkan keduanya dan membuat mereka sama-sama mengalihkan pandangan. Siwon menarik tangan Yongri untuk berlalu dari sana. Membuat Hyukjae tanpa sadar membalikkan badannya entah karena apa. Ia merasa begitu penasaran dengan gadis yang bahkan belum dikenalnya.

“Aneh.” Gumam Hyukjae. Ia menaikkan kedua bahunya seolah tidak peduli, dan kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda.

 

~

 

“Laki-laki itu, bukankah dia Lee Hyukjae?” Tanya Yongri pada Siwon.

“Kenapa kau mengatakan pada Park Seonsaengnim bahwa aku saudara sepupumu?” Tanya Siwon dan seolah tidak peduli dengan pertanyaan Yongri.

“Memangnya apa yang harus aku katakan?”

“Tentu saja kau harus menjawab bahwa aku kekasihmu.”

“Oppa.. Apa kau lupa tujuanku pindah kesini? Tidak boleh ada yang tau bahwa aku adalah kekasihmu. Atau semua rencanaku akan berantakan.” Jelas Yongri. Siwon menghela nafas dan terlihat sedikit kesal.

“Laki-laki tadi, dia Lee Hyukjae, kan?” Tanya Yongri lagi.

“Ne, dia Lee Hyukjae.” Jawab Siwon singkat.

“Aah, seharusnya aku bisa langsung menjalankan rencanaku.”

“Apa kau sudah benar-benar tidak sabar untuk berdekatan dengan laki-laki itu?” Kali ini Siwon menunjukkan kekesalannya. Yongri terdiam mendengar nada suara Siwon yang sedikit lebih tinggi. Gadis itu menundukkan kepalanya dan tampak meremas kesepuluh jarinya. Siwon yang melihat itu menjadi sedikit merasa bersalah karena sudah membentak gadisnya.

“Maafkan aku. Ayo naik, aku akan mengantarkanmu pulang.” Ujar Siwon.

“Oppa tidak ada kelas?”

“Ada. Setelah mengantarmu aku akan kembali ke sini.”

“Kalau begitu aku pulang sendiri saja. Oppa tidak perlu mengantarku. Akhir-akhir ini oppa selalu kelelahan karena bekerja. Dan aku tidak mau membuat oppa lelah juga karena harus mengantarku. Jadi lebih baik aku pulang sendiri dan aku akan mengabarimu jika sudah sampai dirumah.” Ucap Yongri panjang lebar sembari berbalik untuk meninggalkan Inha University. Belum ada satu langkah berjalan, langkah Yongri terhenti karena Siwon menggenggam pergelangan tangannya. Laki-laki itu menarik Yongri mendekat padanya dan mengecup bibir mungil Yongri.

“Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Kau tau itu, kan?” Bisik Siwon dengan wajah mereka yang hampir tidak memiliki celah.

“Aku tau, oppa. Karena aku juga mencintaimu.” Balas Yongri dan diakhiri kecupan di bibir Siwon, membuat Siwon tersenyum.

“Hati-hati dijalan.” Pesan Siwon. Yongri mengangguk dan berjalan meninggalkan Siwon untuk pulang ke rumah. Siwon terus memperhatikan Yongri hingga gadis itu menghilang dari jarak pandangnya. Ia menghela nafas sebentar sebelum meninggalkan tempat parkir untuk menuju kelas.

 

~~~

 

Yongri memasukki kelas barunya dan memilih tempat duduk di tengah. Ia menatap ke sekeliling dan dapat melihat beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengobrol. Yongri tersenyum saat melihat ada seorang gadis yang duduk di sampingnya.

“Hai.” Sapanya ramah.

“Hai.” Balas gadis itu tak kalah ramah.

“Kau pasti mahasiswi baru. Kenalkan, namaku Yoo Seun Mi.” Seunmi mengulurkan tangannya ke hadapan Yongri. Yongri kembali tersenyum dan menyambut uluran tangan itu.

“Choi Yong Ri. Iya, aku memang mahasiswi baru disini. Mohon bantuannya.” Ujar Yongri sembari menundukan sedikit kepalanya.

“Jangan seperti itu. Aku pasti akan membantumu dengan senang hati.” Balas Seunmi.

“Kalau boleh tau, kenapa kau pindah ke sini dan memilih jurusan musik?” Tanya Seunmi.

“Hanya ingin saja.” Jawab Yongri asal.

“Alat musik apa yang bisa kau mainkan?” Tanya Seunmi lagi.

“Tidak ada.” Ujar Yongri malu.

“Apa? Kau bercanda? Kau tau kan persyaratan untuk masuk ke jurusan musik?” Seunmi terlihat sangat terkejut, membuat Yongri tersenyum kecil.

“Tentu saja aku tau. Bukankah tadi kau bilang ingin membantuku?”

“Ahh, ya benar.”

Beberapa saat kemudian, seorang dosen laki-laki berumur sekitar 50an memasukki kelas diikuti seorang laki-laki muda di belakangnya. Terdengar suara kekaguman dari mahasiswi di sana saat melihat laki-laki itu berdiri tepat di samping dosen tersebut. Tak terkecuali Yongri yang juga sedikit terkejut.

“Hari ini saya ada sedikit urusan, sehingga tidak bisa mengisi kelas pada pagi ini.” Terdengar sorakan gembira setelah laki-laki tua itu mengakhiri kalimatnya. Membuat suasana menjadi sedikit gaduh.

“Dia Lee Seosangnim. Salah satu dosen terbaik di jurusan musik.” Ujar Seunmi memberitahu Yongri. Yongri hanya mengangguk sekilas.

“Jangan terlalu senang dulu. Kalian tau laki-laki ini, kan? Ya, benar. Dia Lee Hyukjae. Sunbae kalian di jurusan musik. Dia yang akan menggantikanku hari ini untuk mengisi kelas. Aku harap kalian menuruti semua kata-katanya dan tidak ada yang membuat ulah. Mengerti?”

“Mengerti, sam.” Sahut seluruh mahasiswa bersamaan dengan nada kecewa, karena mereka mengira akan bebas hari itu.

“Laki-laki itu adalah anak pemilik universitas ini.” Ujar Seunmi lagi.

“Aku tau.” Sahut Yongri sembari menatap tajam Hyukjae.

“Bagaimana kau bisa tau?” Seunmi terlihat terkejut. Yongri seperti tersadar dengan apa yang baru saja diucapkannya dan terlihat sedikit salah tingkah.

“Itu- kemarin aku mendengarnya ketika sedang mengurus kepindahanku kemari.” Ujar gadis itu beralasan. Seunmi hanya mengangguk-angguk mengerti.

“Selamat pagi semuanya. Perkenalkan nama saya Lee Hyukjae. Saya yang akan menggantikan Leee Seosangnim hari ini. Mohon kerjasamanya.” Ucap Hyukjae memperkenalkan diri sembari sedikit membungkukan badannya. Lee Seosangnim terlihat sudah meninggalkan kelas dengan sedikit terburu-buru.

Lee Hyukjae tersenyum dan memperhatikan hoobae-nya satu per satu. Tiba-tiba pandangannya terhenti saat bertatapan dengan Yongri yang juga sedang menatapnya. Lagi-lagi Hyukjae tidak bisa mengalihkan pandangannya dari mata itu. Perasaan yang dirasakannya kemarin, kembali datang. Hyukjae berjalan perlahan menghampiri tempat duduk Yongri dan berdiri di hadapan gadis itu.

“Kau..mahasiswa baru?” Tanya Hyukjae. Yongri berdiri dan sedikit membungkukkan badannya di hadapan Hyukjae.

“Ne, sunbae. Namaku Choi Yong Ri. Mohon bantuannya.” Ujar Yongri mencoba sopan.

“Choi Yong Ri?” Hyukjae mengulang nama Yongri.

“Ne. Apa ada yang salah?” Tanya Yongri bingung.

“Ah tidak ada. Baiklah, kita akan mulai kelas hari ini.” Ujar Hyukjae sembari berbalik untuk kembali ke depan. Yongri menunjukkan senyum sinisnya sebelum kembali duduk.

“Di belakang sana, sudah terdapat beberapa alat musik yang bisa kalian pilih dan mainkan. Hari ini, aku ingin mendengarkan kemampuan kalian dalam bermain alat musik. Silahkan ke belakang dan mengambil alat musik sesuai kemampuan kalian.” Ujar Hyukjae. Seluruh mahasiswa dan mahasiswi kecuali Yongri terlihat berdiri dan segera mengambil alat musik yang dimaksud Hyukjae tadi. Yongri terlihat bingung saat melihat seluruh mahasiswa dan mahasiswi memegang alat musik. Ia tidak tau harus mengambil alat musik apa, karena ia tidak bisa memainkan semuanya.

“Yongri-ssi, apa kau tidak mendengar apa yang kukatakan tadi?” Tanya Hyukjae saat melihat Yongri yang tidak bergerak dari tempat duduknya.

“Saya dengar, sunbae.” Jawab Yongri.

“Lalu kenapa kau tidak melakukan apa yang ku katakan tadi?” Hyukjae terlihat bingung.

“Saya tidak bisa bermain alat musik.” Ucap Yongri pelan membuat beberapa mahasiswa menertawakannya.

“Ya!! Bagaimana mungkin kau dapat masuk ke kelas ini jika kau tidak bisa bermain alat musik?” Ejek salah satu mahasiswa. Yongri terlihat tidak peduli dan terus menatap Hyukjae yang memang sedari tadi sedang menatapnya.

“Kalau begitu, alat musik apa yang ingin kau pelajari?” Tanya Hyukjae.

“Aku tidak tau.” Jawab Yongri cuek. Hyukjae terlihat menghela nafas panjang.

“Bagaimana dengan gitar?” Hyukjae mencoba menawarkan. Yongri diam dan terlihat berpikir.

“Kalau kau mau, aku bisa mengajarimu bermain gitar hingga pandai.” Ucap Hyukjae lagi.

“Tida bisa seperti itu, sunbae!” Sambar seorang mahasiswi yang terlihat tidak setuju.

“Kenapa?”

“Bukankah peraturannya sudah sangat jelas. Jika tidak bisa bermain alat musik, maka tidak bisa memilih jurusan musik.” Ujar mahasiswi tersebut. Beberapa mahasiswa dan mahasiswi disana terlihat mengangguk setuju.

“Apa kau yang membuat peraturan? Lalu, apakah saat memilih jurusan musik, kau sudah pintar bermain sexophone yang sedang kau pegang itu?” Tanya Hyukjae membuat mahasiswi itu terdiam dan sedikit salah tingkah.

“Aku yakin saat itu kau hanya sebatas bisa memainkannya dan tidak pintar seperti sekarang. Begitu pula dengan Yongri-ssi. Ia bisa memainkan alat musik apapun, tetapi dia tidak pintar memainkannya. Bukan begitu, Yongri-ssi?” Hyukjae mengalihkan pandangannya pada Yongri.

“Ne?” Yongri terlihat terkejut.

“Apa ada yang tidak setuju dengan kata-kataku tadi?” Tanya Hyukjae kepada seluruh mahasiswa. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Hyukjae.

“Karena kalian diam, maka aku menganggap kalian setuju. Bagaimana denganmu, Yongri-ssi? Kau setuju jika aku mengajarimu bermain gitar?” Tanya Hyukjae lagi.

“Eum, terserah sunbae saja.” Jawab Yongri.

“Baiklah, kalau seperti itu. Untuk yang lain, silahkan persiapkan diri kalian. Karena saya akan memanggil nama kalian satu per satu.” Ujar Hyukjae di akhiri senyum lebarnya kepada Yongri.

 

~

 

“Sepertinya Hyukjae sunbae tertarik padamu.” Ujar Seunmi pada Yongri. Saat ini mereka tengah berjalan bersama keluar dari kelas karena kelas pagi itu sudah selesai.

“Jangan bicara yang tidak-tidak, Seunmi-ya.” Yongri berpura-pura tidak peduli dengan ucapan Seunmi. Karena sejujurnya ia juga merasa seperti itu. Ia yakin Hyukjae tertarik padanya.

“Kau bisa lihat tatapan matanya dan senyumnya. Setiap dia melihatmu dan juga ketika dia tersenyum kepadamu, semuanya terlihat berbeda dari biasanya. Aku yakin aku tidak salah.” Jelas Seunmi. Yongri hanya tersenyum kecil tanpa niatan untuk menanggapi.

“Yongri..”

“Oppa..” Yongri terlihat senang saat melihat Siwon dihadapannya. Siwon tersenyum dan menghampiri gadis itu.

“Siwon sunbae..” Gumam Seunmi.

“Kau masih ada kelas?” Tanya Siwon pada Yongri.

“Tidak ada. Oppa sendiri?”

“Masih ada. Sekitar satu jam lagi. Bagaimana kalau kita makan siang dulu di kantin?” Ujar Siwon menawarkan. Yongri mengangguk setuju.

“Ahh,, oppa kenalkan, ini teman pertamaku disini. Namanya Yoo Seun Mi. Dan Seunmi, kenalkan ini Choi Siwon. Dia..dia-”

“Aku sepupu Yongri.” Sambar Siwon saat melihat sang kekasih yang kebingungan. Siwon dapat melihat Yongri yang meliriknya dan tersenyum kaku.

“Saya sering melihat sunbae.” Ujar Seunmi dengan senyum manisnya. Ada semburat merah dipipinya ketika ia mengatakan itu. Siwon hanya tersenyum menanggapi ucapan Seunmi.

“Kau mau ikut makan siang bersama kami?” Tanya Yongri.

“Ti–tidak. A–aku harus pulang. Sampai jumpa.” Seunmi terlihat salah tingkah dan segera berbalik meninggalkan Siwon dan Yongri.

“Ada apa dengannya?” Gumam Yongri bingung. Siwon hanya menaikkan kedua bahunya seolah tidak peduli.

“Ayo kita ke kantin. Aku sudah lapar.” Ajak Siwon sembari merangkul pundak Yongri untuk menuju kantin.

 

~

 

“Bagaimana hari pertamamu kuliah disini?” Tanya Siwon dengan memasukkan sepotong kimbap ke dalam mulutnya.

“Oppa tau, Lee Hyukjae yang mengisi kelasku tadi pagi.”Ujar Yongri antusias.

“Benarkah? Lalu apa yang terjadi?”

“Ia ingin mengajarkanku bermain alat musik. Karena kau sendiri tau kan jika aku tidak bisa memainkan alat musik apapun. Aku rasa rencanaku akan berjalan dengan lancar.” Mata Yongri terlihat berbinar. Membuat Siwon menatapnya lama.

“Kenapa oppa menatapku seperti itu?” Tanya Yongri salah tingkah.

“Apa kau sangat senang?” Tanya Siwon balik.

“Tentu saja. Aku hanya tidak menyangka jika rencana yang kujalankan tidak sesulit yang kubayangkan.” Jawab Yongri.

“Kau yakin hanya karena itu? Bukan karena kau terpesona dengan Lee Hyukjae?”

“Oppa!” Siwon tersenyum kecil saat melihat Yongri menaikkan suaranya sembari memukul pelan lengannya.

“Aku hanya bercanda.” Sahut Siwon membuat Yongri memicingkan matanya karena kesal.

“Yongri-ssi..” Yongri dan Siwon sama-sama mendongak saat mendengar ada yang memanggil Yongri. Mata keduanya tampak sedikit melebar saat melihat siapa yang berdiri di hadapan mereka.

“Sunbae..” Ucap Yongri pelan.

“Apa aku menganggu?” Tanya Hyukjae dengan tersenyum.

“Tidak.” Jawab Yongri dan berdiri dari duduknya. Diikuti Siwon yang sedari tadi duduk disampingnya.

“Sunbae kenalkan, ini-”

“Choi Siwon. Mahasiswa jurusan bisnis tingkat 3. Sama sepertiku.” Hyukjae memotong ucapan Yongri dengan menyebutkan informasi laki-laki itu yang diketahuinya.

“Eo?” Yongri terlihat terkejut saat mendengar penuturan dari Hyukjae. Sedangkan Siwon menatap Hyukjae dengan tidak suka.

“Sunbae mengenal Siwon oppa?” Tanya Yongri. Hyukjae mengalihkan pandangannya pada Yongri dan tersenyum.

“Menurutmu, siapa yang tidak mengenal laki-laki tertampan di kampus ini? Laki-laki yang digemari oleh banyak gadis walaupun tidak berasal dari keluarga kaya.” Ujar Hyukjae.

“Sunbae…” Yongri terlihat tidak suka saat mendengar Hyukjae mengejek Siwon.

“Yang tidak kuketahui disini adalah, apa hubungan kalian berdua?” Tanya Hyukjae sembari menatap Siwon dan Yongri bergantian.

“Apa itu urusanmu?” Siwon terlihat benar-benar kesal.

“Tentu. Yongri adalah hoobaeku. Dan aku.. Aku tertarik padanya.” Kata Hyukjae yang berhasil membuat Siwon mengepalkan kedua tangannya.

“Kau-”

“Oppa!!” Yongri menahan lengan Siwon yang hendak melayang ke wajah Hyukjae. Ia tidak menyangka jika situasinya akan menjadi seperti ini.

“Dia sepupuku, sunbae.” Ujar Yongri pelan. Hyukjae tersenyum lega.

“Baguslah kalau seperti itu. Mulai besok, kau harus menemuiku di ruang musik setiap jam 3 sore. Mengerti?”

“Aku mengerti, sunbae.” Sahut Yongri. Hyukjae mengangguk dan segera berbalik meninggalkan kantin, setelah menatap tajam Siwon. Siwon terlihat memukul pelan meja yang ada di hadapannya. Yongri tidak tau harus mengatakan apa, karena saat ini ia sangat takut. Ia takut Siwon membentaknya.

“Laki-laki itu, benar-benar..” Decak Siwon dengan menghela nafas kasar.

“O–oppa..” Ucap Yongri takut. Siwon memutar kepalanya untuk menatap Yongri. Lama laki-laki itu menatap sang kekasih, membuat Yongri semakin takut.

“Hati-hati jika kau pulang.” Ujar Siwon dingin dan kemudian berlalu meninggalkan Yongri. Yongri hanya mampu menghela nafas panjang sembari menatap Siwon yang tidak berbalik menatapnya sedikitpun.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

30 thoughts on “You and Him – Part 1

  1. annyeong eonni.. udah lama gak coment2an (?)
    aigooo eonni hbis bertapa digunung mana eoh ?
    sering2 lg share ffnya dong eon, ditunggu bgt2 our life part end
    ini cerita bru ya hmm tmben suamiku *siwon oppa disini gak tajir kkk πŸ˜€
    tapi over all ceritanya menarik juga
    jgn ngilang2 lagi ya eon di tunggu next part dan ff2 lainnya
    figthing !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. Eonni kok siwon nya miskin ? Hk pantes bgt eon sama wajah mempesona nya itu eonni. Dan jgn blg akhirnya yongri suka juga sma hyuk. Adwaeyoo eonni . Lanjut eon. PallI juseyo and fighting eonni ^^

  3. keren banget ceritanya. tapi kayaknya ada yg janggal deh. kan appanya siwon ninggalin keluarganya sejak kecil, tapi ayah siwon-yongri temenan. gimana deh? jadi appanya siwon ini ninggalin karena ngga sayang apa gimana? Maap banyak komen^^v

  4. Aaaahhh…. akhirnya nie Author muncul jga…. ditunggu2 smpe bejamur FF nya ga da yg muncul satupun… dah neomu bogoshippo ni ma Choi Couple ini… πŸ™‚ #jgn lma2 semediny Chingu… hehehe
    Dsni Yongri ma Wonppa dah pacaran ya, tpi knpa uri Hubby cma seorang namja yg sederhana..???? #ga pantes ma muka n style.. -_-
    Tpi bagus dh, penyegaran baru.. jrang2 bca FF yg Wonppa ny hidup sederhana… πŸ™‚
    Ya ampun Yongri… balas dendam mu itu berisiko loh… bner kta Wonppa gmna klo ntar Yongri jatuh cinta Ma Hyukjae… Kasihan Simba aku… 😦
    Next ya… ASAP loh.. Gomawo ^^ #ditunggu sequel Our Life nya ya..

  5. ada yg bda, tmben siwon.nya ga jdi org kaya, tpi aku suka critanya, part pertma udah menarik konfliknya
    penasaran hbgan hyuk ma yongra meninggal apa+ g mana yongra meninggal
    lanjt eon

  6. Eeeeeh muncul hehehehe
    Lama bgt kaaak ga muncul hohoho
    EEEY siwonnya jd keluarga biasa2
    Seru seruuuuuuu :)))

    Waduh yongri ati-ati yajgn kena om ikan asin hihihi

  7. Annyeong saya readers baru. Pas baca part ini kenapa siwon jadi miskin? Kekeke. Part 1 nya bagus dan bikin penasaran apa yg yongri lakuin selanjutnya untuk balas dendam, kasihan oppa siwon dong. Aku suka sama tata cara bahasanya, jangan lama2 ya thor lanjutannya soalnya udah gak sabar xixixi πŸ™‚ πŸ˜‰

  8. Wah seru ada ff baru, mudah2an Siwon oppa bs melindungi Yongri dr semua marabahaya nya Hyukjae oppa dan mudah2an Yongri jg bs waspada dgn semua gerak gerik hyukjae oppa yg membuat oennienya yaitu Yongra meninggal.. smg misinya berhasil Yongri dan Siwon oppa agar Hyukjae oppa menderita.. ditunggu kelanjutannya chingu

  9. thor, ke mana aja baru nongol lagi XD
    tumben yah, abang kuda kagak tajir, kok jd kurang nendang
    malah lawannya si anchovy yg tajir
    plis thor jangan bikin yongri jatuh cinta sama hyuk
    ga rela, pokoknya yongri harus tetep sama abang siwon yah..

  10. Akhir’a ff baru muncul πŸ˜€

    kya’a siwon gk pantes deh chingu jdi orang tdk mampu πŸ˜€
    lagian sya tdk stuju sma young ri utk bls dendam tkut nanti dia berpaling dari siwon 😦

    ahh tpi ini msh part 1,msh bnyk misteri yg blum trungkap,
    mudh” an young ri sma siwon ttp bersama πŸ™‚

  11. bagus nih teman critanya……
    sbnernya agak susah bayangin siwon bkn jd org kaya πŸ˜€
    Tp smoga aja trnyata siwon itu anak org kaya…who knows kan πŸ˜€

  12. waaahh.. udah lama gak main kesini.. ada ff baru ternyata.. πŸ™‚

    ff nya buat galau.. aku kasihan sama siwon nya.. walaupun yongri cuma pura-pura.. tapi tetep aja nyesek.. siwon oppa yg sabar ya.. hiks~~ ;_;

  13. Annyeong thor:)) lama ga muncul hehe.
    aku bingung yongra itu hamil anak hyukjae kah? trs yg buat yongra meninggal hyukjae juga kah?
    semoga siwon yg tabah menghadapi yongri dan hyukjae.

    Good job thor^^

  14. Dimana bisa dapetin cowok seperti siwon? Tampan, baik, pekerja keras dan yang pasti cinta sama kekasihnya. Walopun disini siwon miskin sih, tapi setidaknya dia bukan orang yang suka memanfaatkan orang lain.

    Yongri beruntung bisa dapetin siwon disini. Cuma dia udah terbutakan dengan ambisi balas dendamnya. Aku takutnya siwon disini bakalan jadi pihak yang tersakiti. Karena sebenernya wanita itu yang lebih gampang suka dari pada laki-laki. Dapet perhatian dikiiiit aja udah deh langsung suka, gitu sih katanya πŸ˜€

  15. Wooow,, siwon oppa jd orang biasa? Bukan anak chaebol?? Hmm,, dr awal aja udah menarik niih
    Knp yongri bisa punya rencana buat balas dendam model begitu sih? Ga mikirin gimana perasaan siwon oppa?
    Gmn klo nanti perasaan yongri berpaling,, atau hyukjae oppa yg ga mau lepasin yongri dan siwon ga bisa bantu apa2??

  16. wajar kalo siwon marah dan kesel-_- benar kata siwon masih banyak cara untuk balas dendam 😦 takutnya perasaan yongri akan berubah πŸ˜₯

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s