Trust Me (FF Request) – Part 11 END

Trust Me (FF Request) – Part 11 END

Author : Choineke

TitleTrust Me

Cast : Cho Kyuhyun, Park Min Hyo (OC)

Sub cast : Choi Jihee (OC), Park Sanghyun (Thunder)-Mblaq, Park Chanyeol-EXO K, Cho Ahra

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

 

Author POV

“Kau kenapa, noona?” Tanya Chanyeol. Ia melihat wajah Minhyo yang tampak ditekuk dan tidak ada semangat sama sekali.

“Tidak ada apa-apa.” Jawab Minhyo cuek. Saat ini Minhyo, Sanghyun dan Chanyeol berkumpul di rumah mereka yang berada di London. Tuan Park sudah beristirahat dikamarnya. Chanyeol tidak memiliki jadwal untuk dua hari ke depan. Sehingga ia meminta izin pada manajernya untuk menginap dirumah. Tetapi yang membuat Chanyeol dan yang lainnya aneh adalah setelah pulang dari menonton konser SMTown tadi, wajah Minhyo berubah jadi murung dan matanya yang terlihat sedikit bengkak.

“Tidak mungkin tidak ada apa-apa. Wajahmu terlihat berbeda. Apa terjadi sesuatu saat di tempat konser tadi?” Chanyeol menatap Minhyo dengan curiga. Sedangkan Minhyo menatap Chanyeol dengan tatapan kesal.

“Kau bertemu Kyuhyun hyung?” Tebak Chanyeol.

“Aku bilang tidak ada apa-apa! Kenapa kau terus bertanya?!” Suara Minhyo terdengar meninggi. Ia berdiri dari duduknya dan segera pergi dari ruang keluarga untuk ke kamarnya. Meninggalkan Sanghyun dan Chanyeol dan saling menatap.

“Ada apa dengannya, hyung?” Tanya Chanyeol pelan.

“Tadi kami memang bertemu dengan laki-laki bernama Cho Kyuhyun itu.” Ujar Sanghyun. Chanyeol terlihat terkejut.

“Apa yang terjadi?”

“Tidak terjadi apapun. Minhyo dan Kyuhyun hanya saling menatap. Setelah itu kami meninggalkannya.”

“Lalu ada apa dengan noona?” Gumam Chanyeol.

“Tetapi saat pulang tadi, kami menyuruhnya ke mobil terlebih dahulu karena aku dan appa ingin bertemu Direktur Lee. Apa saat itu terjadi sesuatu?” Tanya Sanghyun entah pada siapa.

“Mungkinkah noona bertemu Kyuhyun hyung lagi dan ada yang mereka bicarakan saat itu?” Tebak Chanyeol. Sanghyun tampak menghela nafas.

“Aku rasa itu tidak buruk. Mereka memang perlu bicara. Kau tau kan jika mereka hanya salah paham. Keduanya akan sama-sama tersiksa jika seperti ini.” Sanghyun menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

“Tetapi noona terlihat tidak baik-baik saja karena itu, hyung.” Chanyeol tampak tidak setuju dengan Sanghyun.

“Itu resikonya, Chanyeol-ah. Dalam setiap hubungan tidak selalu berakhir manis.” Kata Sanghyun dan langsung mendapat cibiran dari Chanyeol.

“Seperti kau pernah mengalaminya saja, hyung.”

“Aku memang tidak pernah mengalami. Tetapi aku mengerti.”

“Tentu saja. Kau kan playboy.”

“Yakk!!”

 

~~~

 

“HYO,, ADA TAMU UNTUKMU!!!” Teriakan Sanghyun membuat Minhyo dengan segera keluar dari kamarnya dan turun ke bawah. Ia segera menuju pintu rumah untuk melihat siapa yang datang.

“Gikwang?” Ucap gadis itu. Gikwang membalikkan badannya dan tersenyum pada Minhyo.

“Selamat pagi..” Sapa Gikwang.

“Pagi.. Ada apa kau ke rumahku pagi-pagi seperti ini?” Tanya Minhyo.

“Memangnya tidak boleh jika aku mau berkunjung?” Sungut Gikwang. Minhyo tertawa kecil.

“Bukan seperti itu. Hanya aneh saja.” Ujar gadis itu.

“Aku ingin meminta kau menemaniku pergi.” Kata Gikwang dengan senyum kekanakkan. Minhyo mencibir.

“Aku bilang juga apa! Aneh jika kau rela ke rumahku pagi-pagi seperti ini jika tidak ada apa-apa.”

“Ish, aku kan hanya minta kau temani pergi.”

“Memangnya Key kemana? Kenapa kau tidak minta dia saja?”

“Bagaimana mungkin aku mengajaknya saat aku hendak membelikannya hadiah ulang tahun?”

“Key ulang tahun?” Tanya Minhyo sedikit terkejut.

“Bukan hari ini, tetapi lusa. Ayolah,, temani aku mencarikannya hadiah.” Pinta Gikwang.

“Bagaimana, ya? Hari ini aku malas sekali keluar rumah.” Minhyo merasa tidak enak.

“Ayolah, Hyo.. Sekali ini saja. Kita juga sudah lama tidak pergi bersama.” Bujuk Gikwang. Minhyo tampak berpikir sebentar.

“Baiklah. Demi teman baikku Lee Gikwang.” Ujar Minhyo membuat keduanya tertawa.

“Kyaaa.. Kau memang teman baikku.” Gikwang memeluk Minhyo dengan erat.

 

BUKKK!!!

 

Minhyo tidak tau apa yang terjadi sebelumnya. Tetapi yang ia lihat sekarang adalah tubuh Gikwang sudah tersungkur di hadapannya dengan tulang pipi yang lebam. Saat ia mendongak, ia menemukan seorang laki-laki tinggi yang menggunakan masker serta topi dan sedang menatap Gikwang dengan tajam. Kedua tangan laki-laki itu tampak mengepal. Minhyo memicingkan mata mencoba mengenali wajah dibalik masker hitam yang dipakainya. Tiba-tiba matanya membulat sempurna.

“K–kau..”

“Jangan pernah berani menyentuh gadisku!!” Laki-laki itu mengingatkan. Gikwang terlihat sangat terkejut sampai-sampai tidak sanggup berkata apapun. Ia hanya terus menatap laki-laki itu sembari memegangi tulang pipinya yang terasa sakit.

Laki-laki itu mengalihkan pandangannya pada Minhyo. Ia dan Minhyo saling bertatapan sebentar sebelum akhirnya ia menarik tangan Minhyo untuk mengikutinya. Minhyo mencoba memberontak, tetapi laki-laki itu tidak membiarkannya lepas barang sebentarpun.

“Masuk.” Ucap laki-laki itu setelah membuka pintu mobil untuk Minhyo. Belum sempat Minhyo menolak, tubuhnya sudah terdorong ke dalam mobil, membuatnya tidak bisa melakukan perlawanan apapun. Setelah itu, laki-laki itu ikut masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumah Minhyo.

“Kau gila, huh? Kau pikir apa yang kau lakukan?!” Jerit Minhyo marah. Ia menatap laki-laki itu dengan tajam. Sedangkan laki-laki itu seolah tidak peduli dan malah melepaskan masker yang membuatnya gerah. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.

“CHO KYUHYUN!!” Teriak Minhyo.

“Hentikan mobilnya.” Desis Minhyo mencoba menahan emosinya.

“Jangan pernah banyak berharap.” Sahut Kyuhyun dingin. Minhyo menyandarkan punggungnya dan membenturkan kepalanya beberapa kali ke jok mobil. Ia merasa kesal dengan tingkah Kyuhyun yang tak pernah bisa dilawannya.

“Apa yang kau lakukan? Jangan menyakiti dirimu seperti itu!” Ujar Kyuhyun sembari melirik kelakuan Minhyo.

“Aku bilang hentikan mobilnya. Aku mau pulang.” Ujar gadis itu.

“Kita memang akan pulang. Pulang ke Seoul.” Ucap Kyuhyun. Minhyo dengan cepat menatap Kyuhyun.

“Seoul? Kau gila? Aku tidak mau!! Hentikan mobilnya!!” Minhyo menyambar stir mobil yang sedang dikuasai Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan?! Kau bisa membuat kita mati konyol, bodoh!!” Kyuhyun terpaksa mendorong kasar tubuh Minhyo agar menjauh. Mobil yang dikendarainya sempat berjalan tidak beraturan akibat ulah Minhyo tadi.

“Kenapa kau selalu berbuat sesukamu, Cho Kyuhyun?!” Geram Minhyo. Kyuhyun menghela nafas kasar dan tidak berniat menjawab pertanyaan gadis itu. Ia hanya mencoba fokus menyetir dan menyiapkan diri jika tiba-tiba Minhyo kembali menyambar stir mobilnya. Merasa tidak mendapatkan jawaban, Minhyo kembali menyandarkan dirinya pada sandaran jok mobil dengan kuat. Ia berdecak beberapa kali dan membuang wajahnya ke arah jendela. Gadis itu tidak peduli lagi apapun yang dilakukan Kyuhyun. Terlalu lelah untuk melawan laki-laki itu dan tidak akan menghasilkan apapun.

Beberapa saat kemudian, mereka sampai di bandara internasional di London. Kyuhyun kembali memakai maskernya dan kemudian turun dari mobil. Laki-laki itu membukakan pintu untuk Minhyo dan menariknya turun. Ia menggenggam erat tangan Minhyo agar tidak bisa lari. Minhyo sempat terkejut saat melihat Kyuhyun mempunyai passportnya. Entah darimana Kyuhyun mendapatkannya, dan Minhyo sendiri malas untuk menanyakannya. Selama berjalan menuju pesawat, Kyuhyun tidak melepaskan tangan Minhyo barang sebentar saja. Setelah berada di pesawat, keduanya duduk bersebelahan di kelas VIP. Minhyo duduk di dekat jendela dan tampak tidak mau melihat wajah Kyuhyun yang duduk di sebelahnya.

“Apa kau tidak lelah terus menoleh ke sana?” Tanya Kyuhyun cuek dan tidak mendapatkan tanggapan apapun dari gadis itu.

“Yahh..” Laki-laki itu menarik halus tangan Minhyo dan menggenggamnya erat. Minhyo menatap Kyuhyun kesal dan mencoba melepaskan tangannya yang berada di genggaman laki-laki itu. Namun Kyuhyun tidak dengan sia-sia melepaskannya.

“Sampai kapan kau akan begini? Kau benar-benar tidak mau memaafkanku?” Tanya Kyuhyun pelan. Ia menatap Minhyo penuh harap.

“Kau butuh maafku? Baiklah, aku akan memaafkanmu. Setelah itu biarkan aku pulang. Bagaimana?” Ujar Minhyo dan membalas tatapan Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan matanya sebentar sebelum kembali menatap gadis itu.

“Aku ingin kau kembali menjadi kekasihku.” Kata Kyuhyun. Minhyo terdiam. Di dalam hati kecilnya, ia sangat ingin kembali pada Kyuhyun. Tetapi gadis itu tau jika masih ada Jihee, sampai kapanpun mereka tidak akan pernah bisa bersama.

“Itu tidak akan pernah terjadi.” Ucap Minhyo akhirnya. Kali ini giliran Kyuhyun yang terdiam mendengar ucapan Minhyo. Laki-laki itu melepaskan genggamannya serta mengalihkan pandangannya. Ia melipat kedua tangannya di depan dada dan memejamkan matanya. Kyuhyun tau bahwa tidak ada gunanya memaksa gadis itu. Ia tau bagaimana keras kepalanya Minhyo karena mereka memiliki sifat yang sama. Tetapi bukan berarti ia akan melepaskan gadis ini begitu saja. Saat berada di Seoul nanti, ia akan kembali membuat Minhyo menjadi kekasihnya lagi. Ia yakin itu akan terjadi.

Minhyo yang melihat Kyuhyun memejamkan mata akhirnya ikut mengalihkan pandangannya. Ia tau Kyuhyun tidak akan menyerah dan tidak mungkin melepaskannya begitu saja. Lebih baik ia mengikuti laki-laki itu untuk pulang ke Seoul. Setelah pikiran mereka sama-sama tenang, ia akan menyakinkan Kyuhyun bahwa mereka memang tidak bisa kembali bersama.

 

~~~

 

-Seoul, Korea Selatan-

Kyuhyun dan Minhyo sedang berada di dalam taksi menuju apartemen Minhyo. Keduanya duduk dalam diam dan saling membuang pandangan ke jendela. Beberapa kali supir taksi melirik kaca spion depan dan menatap kedua orang itu dengan aneh. Mereka berada dalam mobil yang sama tetapi terlihat seperti musuh. Itulah yang ada di dalam pikiran supir taksi tersebut.

Taksi berhenti karena mereka sudah sampai di depan apartemen Minhyo. Keduanya turun dan melangkah bersama memasukki lobby apartemen. Masih tidak ada pembicaraan apapun ketika mereka berada di dalam lift. Hanya terdengar helaan nafas mereka yang saling bersaut-sautan.

Mata Kyuhyun tidak lepas dari angka-angka password apartemen Minhyo. Laki-laki itu melihatnya dengan jelas saat Minhyo memasukkan password apartemennya. Keduanya masuk ke dalam apartemen yang dalam keadaan gelap dan berdebu. Minhyo menghidupkan lampu dan ia dapat melihat apartemen yang ditinggalkannya dalam waktu yang cukup lama. Gadis itu tidak tau apa yang harus dilakukannya. Ia hanya berdiri diam dengan pandangan yang entah mengarah ke mana. Kyuhyun melangkah ke hadapan gadis itu. Ia menghela nafas sebentar.

“Istirahatlah. Besok aku akan datang lagi.” Ucapnya sembari mengusap kepala Minhyo. Tidak ada reaksi apapun dari Minhyo.

“Jangan mengganti password apartemenmu lagi.” Bisik Kyuhyun lembut. Ia mengecup kening Minhyo sebentar sebelum akhirnya keluar dari apartemen mewah itu. Minhyo meraba kening tepat di mana Kyuhyun menciumnya. Ia tidak dapat berbohong bahwa rasa itu masih ada. Malah bertambah kuat. Jantungnya berdebar kencang saat Kyuhyun berada dalam jarak dekat dengannya.

“Kenapa kau seperti ini..” Gumamnya. Gadis itu menghela nafas panjang dan melangkah menuju kamarnya.

 

 

 

“Mwo?! Kau berhasil membawanya pulang ke Seoul?” Sungmin tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. Kyuhyun hanya mengangguk singkat tanpa minat.

“Minhyo sudah memaafkanmu?” Tanya Sungmin.

“Tidak semudah itu, hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Lalu bagaimana kau bisa membawanya pulang?”

“Aku memaksanya.”

“Mwo? Memaksa?” Kyuhyun mengangguk.

“Kau benar-benar gila, Cho Kyuhyun! Bukannya memaafkanmu, Minhyo pasti akan tambah membencimu.” Ujar Sungmi yakin.

“Aku tau, hyung. Tetapi aku tidak punya jalan lain. Dia tidak akan mungkin mau jika ku ajak baik-baik. Ini satu-satunya cara membuat Minhyo terus berada di dekatku. Aku benar-benar tidak sanggup jika dia berada jauh dariku, hyung.” Kata Kyuhyun putus asa. Sungmin tampak menghela nafas panjang.

“Bagaimana jika dia kembali lagi ke London?”

“Tidak mungkin. Passportnya ada padaku.” Kyuhyun tersenyum kecil. Sungmin terlihat menggelengkan kepalanya.

“Kau benar-benar selalu berbuat sesukamu, Kyuhyun-ah..”

“Kau tau itu melebihi siapapun, hyung.” Sahut Kyuhyun dan membuat Sungmin tertawa.

 

~~~

 

Minhyo dan Ahra saat ini tengah duduk berdua di dalam sebuah cafe yang tidak terlalu ramai siang itu. Begitu tau Minhyo berada di Seoul, Ahra langsung mengajaknya bertemu untuk bicara. Banyak sekali yang ingin Ahra tanyakan pada Minhyo. Namun karena rasa tidak enaknya atas apa yang terjadi pada Minhyo dan Kyuhyun, membuat semua pertanyaan Ahra terasa tertelan bersama air ludahnya sendiri.

“Hyo-ya..”

“Maaf, eonni. Aku menghilang tanpa memberitahumu.” Ucap Minhyo langsung.

“Bukan salahmu, Hyo.” Sahut Ahra. Minhyo tersenyum kecil.

“Bagaimana kabarmu? Selama di London kau baik-baik saja, kan?” Tanya Ahra.

“Ne, eonni. Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

“Aku juga baik-baik saja. Waktu itu… Aku benar-benar khawatir karena kau tidak masuk kerja selama berminggu-minggu. Aku pikir terjadi sesuatu padamu hingga akhirnya aku menanyakan keadaanmu pada Kyuhyun. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa aku mempunyai adik yang benar-benar bodoh.”

“Aku sedang tidak ingin membahasnya, eonni.” Balas Minhyo cepat. Ahra terlihat salah tingkah.

“Hmm,, untuk masalah pekerjaan, maafkan aku. Aku tidak bisa mempertahankanmu di hotel.” Sesal Ahra.

“Tidak apa-apa, eonni. Bodoh saja jika aku berharap mereka masih mempertahankan karyawan yang bekerja dengan seenaknya sepertiku.” Minhyo dan Ahra sama-sama tersenyum.

“Tapi…apa benar-benar tidak ada harapan untukmu dan Kyuhyun?” Tanya Ahra pelan.

“Apa Kyuhyun yang menyuruhmu untuk membujukku, eonni?” Tebak Minhyo. Bola mata gadis itu bergerak gelisah.

“Bukan. Kyuhyun tidak pernah menyuruhku.” Bantah Ahra.

“Maaf, eonni. Aku tidak bisa.” Minhyo berdiri dari duduknya dan hendak berbalik, namun Ahra dengan cepat menahannya.

“Apakah kita masih bisa berteman seperti saat kau pertama kali sampai di sini?” Tanya Ahra penuh harap. Minhyo menatap Ahra dan tersenyum.

“Pertemanan kita tidak ada hubungannya dengan Kyuhyun, eonni. Kita masih dapat berteman sampai kapanpun.” Jawab gadis itu. Ahra terlihat tersenyum lega dan senang.

“Gomawo, Hyo-ya.”

 

 

 

Minhyo menghempaskan dirinya pada sofa di apartemennya. Gadis itu memejamkan mata sembari menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Setelah beberapa hari kembali ke Seoul, Kyuhyun selalu menyempatkan datang ke apartemennya walaupun Minhyo tidak pernah mengajaknya bicara. Ini sudah malam, tetapi Kyuhyun juga belum datang. Minhyo merasa ada yang kurang dan ia menepis pikiran itu jauh-jauh. Inilah yang ia inginkah. Kyuhyun menyerah dan ia bisa kembali lagi ke London. Tetapi hati kecil gadis itu menolak keras. Ia merindukan Kyuhyun. Sangat rindu pada laki-laki itu.

Selain memikirkan Kyuhyun, Minhyo juga memikirkan keluarganya di London. Merasa cukup aneh karena sejak ia berada di Seoul, Sanghyun dan Tuan Park tidak pernah menghubunginya. Minhyo pergi tanpa pamit dan seharusnya mereka khawatir. Tetapi sampai sekarang, tidak ada satupun telepon masuk dari London. Apa keluarganya tidak khawatir? Tidak mungkin. Minhyo tau bagaimana sayangnya Sanghyun dan Tuan Park padanya. Minhyo membuka matanya dan mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Ia ingin menghubungi Sanghyun.

Belum sempat gadis itu menghubungi Sanghyun, bel apartemennya berbunyi. Membuatnya terkejut karena sedari tadi suasana sangat sunyi. Minhyo beranjak dari duduknya dan melangkah untuk membuka pintu. Seorang laki-laki yang memakai kaos tanpa lengan dan celana jins berwarna hitam. Laki-laki itu juga memakai topi serta masker seperti yang sering Kyuhyun pakai. Tetapi Minhyo tau bahwa laki-laki itu bukan Kyuhyun. Mata laki-laki itu tidak tajam seperti Kyuhyun. Gadis itu sangat hafal bagaimana Kyuhyun menatapnya. Lagipula kalaupun itu Kyuhyun, ia tidak mungkin menekan bel dan akan langsung masuk.  Lalu, siapa laki-laki ini?

“Nugu?” Tanyanya.

“Ini aku.” Jawab laki-laki itu sembari menurunkan maskernya sedikit. Minhyo terlihat terkejut.

“Eunhyuk oppa?” Ucapnya tak percaya.

“Boleh aku masuk? Aku takut ada yang melihatku disini.” Kata Eunhyuk. Minhyo mengangguk dan membukakan pintu lebih lebar. Eunhyuk langsung melepas topi dan masker yang dipakainya setelah berada di apartemen Minhyo. Ia merapikan sedikit rambutnya dan duduk di sofa. Minhyo datang dengan membawa minum untuk Eunhyuk. Dan setelahnya ia duduk di hadapan Eunhyuk.

“Apa yang membuat oppa kemari?” Tanya Minhyo.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Eunhyuk tanpa memperdulikan pertanyaan Minhyo.

“Aku baik. Oppa dapat melihatnya.” Jawab Minhyo.

“Syukurlah.” Eunhyuk tersenyum.

“Jadi, apa yang membuatmu kemari, oppa?” Tanya Minhyo lagi.

“Kyuhyun sakit.”

“Mwo?”

“Tidak parah, hanya kelelahan. Kyuhyun memaksa untuk ke sini tadi. Tetapi Leeteuk hyung melarangnya keras karena keadaannya yang sedang tidak baik. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja. Agar Kyuhyun juga dapat tenang dan beristirahat dengan baik di dorm.” Ujar Eunhyuk. Minhyo hanya diam sembari terus menatap Eunhyuk.

“Aku tau hubunganmu dan Kyuhyun belum membaik, atau mungkin tidak akan membaik. Mungkin juga kau tidak akan peduli jika Kyuhyun saat ini sakit. Tapi entah kenapa aku hanya merasa aku harus menyampaikan itu padamu. Tidak ada alasan khusus. Hanya ingin saja.” Eunhyuk tersenyum kecil.

“Sejujurnya, aku senang saat kau mengacuhkan Kyuhyun seperti ini. Kyuhyun harus mendapatkan balasan atas kebodohan yang sudah dilakukannya. Tetapi, bukan berarti aku juga senang hubunganmu dan Kyuhyun menjadi seperti ini. Saat ia tau kebenarannya, aku seperti melihat sosok lain dalam diri Kyuhyun.”

“Ia menangis dan sangat menyesal. Seperti bukan dirinya. Hari-hari berikutnya, Kyuhyun memang beraktivitas seperti biasa. Tetapi tetap saja perubahan dalam dirinya sangat kami rasakan. Matanya tidak memancarkan kehidupan sama sekali. Membuat kami putus asa sendiri.” Eunhyuk terlihat memaksakan senyumnya.

“Aku tidak pernah punya keinginan untuk membantu Kyuhyun dan kau agar kembali bersama. Jika Kyuhyun menginginkannya, aku yakin ia bisa berusaha sendiri. Aku menceritakan ini padamu, bukan untuk membuka hatimu kembali pada Kyuhyun. Aku hanya merasa kau perlu tau. Kyuhyun mendapatkan balasan atas apa yang dilakukannya.” Ucap Eunhyuk dan berdiri dari duduknya.

“Terima kasih untuk tidak mengusirku. Aku rasa, aku sudah menyampaikan maksud tujuanku ke apartemenmu. Dan aku sudah tidak memiliki kepentingan lagi. Jaga dirimu baik-baik. Aku pergi.” Eunhyuk tersenyum dan melangkah untuk pulang. Saat melewati Minhyo, langkahnya terhenti karena pergelangan tangannya ditahan. Ia menatap pergelangan tangannya dan mendapati tangan Minhyo yang memegangnya. Gadis itu berdiri dan menoleh untuk menatap Eunhyuk.

“Kyuhyun….benar sakitnya tidak parah?” Tanya Minhyo pelan. Eunhyuk terlihat sedikit terkejut. Ia pikir Minhyo benar-benar sudah tidak peduli pada Kyuhyun. Sesaat kemudian, Eunhyuk tersenyum menenangkan.

“Eum, hanya kelelahan.” Jawabnya.

“Oppa,, bisa tunggu sebentar disini?”

“Ne?”

“Aku akan membuatkan Kyuhyun bubur. Bisa menunggu sebentar?”

“Tentu. Aku akan menunggu.” Ujar Eunhyuk senang. Minhyo segera melepaskan genggaman tangannya di pergelangan tangan Eunhyuk. Ia berlalu dan menuju dapur. Meninggalkan Eunhyuk yang sedang tersenyum-senyum sendiri.

Beberapa saat kemudian, Minhyo kembali dengan membawa sebuah rantang berwarna biru. Ia mendekati Eunhyuk yang sudah berdiri dari duduknya dan memberikan rantang itu.

“Ini, oppa. Tapi jangan katakan bahwa itu dariku.” Pesan Minhyo.

“Kenapa??” Eunhyuk tampak protes.

“Jika oppa tidak mau menuruti kata-kataku, lebih baik tidak usah diberikan.” Minhyo kembali mengambil rantang yang sudah diberikannya pada Eunhyuk.

“Arraseo. Aku tidak akan mengatakan itu darimu.” Ucap Eunhyuk akhirnya dan kembali mengambil rantang di tangan Minhyo.

“Aku pulang dulu. Jaga dirimu baik-baik.” Kata Eunhyuk.

“Eum..” Minhyo mengangguk kecil dan memperhatikan Eunhyuk yang keluar dari apartemennya. Gadis itu kembali duduk di sofa dengan pikirannya yang melayang kemana-mana. Rasa khawatir yang sedang dirasakannya tidak bisa dihiraukannya begitu saja. Gadis itu ingin sekali rasanya berlari menuju dorm Super Junior dan melihat keadaan Kyuhyun. Tetapi ia tidak melakukannya. Hubungannya dan Kyuhyun sudah lama berakhir. Mungkin juga, Jihee sudah ada disana untuk merawat Kyuhyun. Kyuhyun tidak membutuhkannya. Gadis itu menghela nafas panjang dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Sesaat kemudian, ia mulai memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.

 

~~~

 

Minhyo membuka matanya yang terasa berat dan tiba-tiba merasa menghirup aroma yang sangat disukainya. Dahi gadis itu berkerut dalam karena aroma itu terasa sangat dekat. Ia menatap ke depan dan menemukan dirinya masih berada di apartemennya sendiri. Lalu aroma itu? Gadis itu menoleh perlahan. Jantungnya terasa berdetak berkali-kali lebih cepat, saat menemukan Kyuhyun berada dekat dengannya. Bahkan, ia bersandar di dada laki-laki itu. Minhyo mengerjapkan matanya berkali-kali sebelum akhirnya menjauh dari Kyuhyun. Kyuhyun terlihat membuka matanya dan tampak menatap sekitar. Saat matanya bertemu pandang dengan Minhyo, ia tersenyum.

“Pagi..” Sapanya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Minhyo ketus.

“Ahh,, badanku terasa pegal.” Ucap Kyuhyun sembari berdiri dan merenggangkan otot-otot tubuhnya. Ia pura-pura tidak mendengarkan pertanyaan Minhyo. Minhyo ikut berdiri dan menarik lengan Kyuhyun dengan kasar untuk menghadapnya.

“Apa yang kau lakukan disini?! Dan sejak kapan kau berada di apartemenku?!” Tanya Minhyo mulai marah.

“Sejak semalam. Dan apa yang kulakukan? Jawabannya adalah seperti yang kau lakukan. Tidur.” Jawab Kyuhyun santai. Minhyo menatap tajam Kyuhyun. Gadis itu tidak tau harus berbuat apa. Mendapati kenyataan bahwa semalam ia tidur di dalam pelukan Kyuhyun, membuatnya marah dan senang di saat yang bersamaan. Ia kesal dengan hatinya yang tidak pernah mau menuruti perintah otaknya. Hatinya terlanjur berdiri sendiri dan membuat Minhyo tidak bisa mengontrolnya dengan baik.

“Keluar dari apartemenku.” Desisnya pelan.

“Aku baru bangun tidur, dan kau mengusirku begitu saja? Paling tidak buatkan aku sarapan terlebih dahulu.” Sahut laki-laki itu bercanda. Minhyo tidak tertawa sama sekali. Ia semakin menatap laki-laki itu dengan tajam.

“Apa kau pikir ini lucu? Kau merasa aku sedang bercanda sekarang?” Suara Minhyo terdengar benar-benar marah. Kyuhyun mulai menatap gadis itu dengan serius. Ia dapat membaca aura gadis itu yang sedang marah.

“Wae? Apakah ini pertama kalinya aku berada disini? Kenapa kau bersikap seolah-olah aku adalah seorang pencuri?” Kyuhyun memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

“Jangan berpura-pura bodoh, Cho Kyuhyun!! Kita sudah tidak memiliki hubungan apapun! Kau tidak berhak datang dan pergi dengan seenaknya di apartemenku!!” Jerit Minhyo.

“Bukankah sudah puluhan kali aku memintamu untuk kembali padaku? Kau yang membuat kita tidak memiliki hubungan apapun sekarang!” Balas Kyuhyun.

“Cih! Itu bukan salahku, Kyuhyun-ssi. Aku hanya mengikuti kehendakmu saat itu. Kau yang mengakhiri hubungan kita dan menyuruhku untuk pergi.”

“Aku minta maaf untuk itu.”

“Maaf?” Minhyo tersenyum sinis, walaupun nyatanya mata gadis itu mulai berkaca-kaca.

“Setelah kata-kata kasar yang kau lontarkan padaku, kau pikir dengan maaf, rasa sakit itu akan hilang? Dimana otakmu, Kyuhyun-ah?” Ucap gadis itu pelan dengan setetes airmata yang membasahi pipinya. Ia sudah mulai lelah untuk berpura-pura tegar dengan masalah yang mereka hadapi. Minhyo ingin mengakhiri semuanya dan tidak mau terus larut dalam kisah percintaannya dengan Kyuhyun yang membuatnya selalu sakit.

“Pernahkah kau rasakan- ah ani, pernahkan kau berpikir bagaimana rasanya dihina oleh kekasihmu sendiri?” Tanya Minhyo yang sebenarnya sudah mengetahui jawabannya. Seorang Cho Kyuhyun tidak mungkin mengalami itu semua. Bahkan memikirkan untuk terjadi pada dirinya saja tidak akan pernah.

“Tidak, kan? Tentu saja tidak. Orang sepertimu tidak akan pernah merasakannya.” Minhyo tersenyum miris. Ia menyeka airmatanya dengan pelan.

“Pergilah dari sini dan jangan pernah datang lagi. Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal dan tidak pernah mempunyai hubungan apapun.” Ujar Minhyo dan berbalik untuk masuk ke dalam kamarnya. Namun Kyuhyun dengan cepat menahan pergelangan tangannya. Minhyo tidak menoleh sama sekali ataupun mencoba untuk menjauhkan tangan Kyuhyun dari tangannya. Airmatanya semakin banyak mengalir.

“Maaf. Aku tidak tau harus dengan apa aku menebus semua kesalahanku padamu. Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar mencintaimu. Aku..aku tidak tau hidupku akan seperti apa jika kau jauh dariku. Kumohon beri aku satu kesempatan. Izinkan aku memperbaiki semuanya.” Pinta Kyuhyun. Laki-laki itu mengatakan semua itu dengan menundukkan kepalanya. Ia pun sudah merasa putus asa melihat sikap Minhyo seperti ini padanya. Ia tidak tau harus dengan apa lagi meyakinkan Minhyo bahwa ia menyesal.

Minhyo berbalik dengan pelan tanpa membuat genggaman tangan Kyuhyun di pergelangan tangannya terlepas. Ia berjalan sedikit untuk semakin mendekat pada Kyuhyun. Gadis itu memukul bahu Kyuhyun dengan keras. Membuat Kyuhyun dengan segera mendongak dan menatapnya. Airmata gadis itu semakin banyak mengalir seiring dengan gerakan tangannya yang memukuli Kyuhyun.

“Sakit, Kyuhyun-ah.. Sakit..” Ucapnya masih dengan memukuli Kyuhyun. Kyuhyun tidak mencoba untuk menghentikan gadis itu. Ia tau bahwa ia berhak mendapatkan itu semua. Bahkan lebih dari itu.

“Bagaimana caranya agar aku dapat membencimu? Kau laki-laki jahat, Cho Kyuhyun.. Kau laki-laki brengsek..” Maki Minhyo masih dengan menangis. Kyuhyun menangkap tangan gadis itu yang masih setia memukulinya. Minhyo mendongak dan menatap Kyuhyun. Kyuhyun menatapnya dengan pandangan sedih. Sesaat kemudian, Kyuhyun menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Minhyo tidak menolak dan malah membalas pelukan Kyuhyun. Tangisnya semakin menjadi di dalam pelukan laki-laki itu.

“Maafkan aku.” Bisik Kyuhyun.

“Kau jahat.. Kau benar-benar brengsek, Kyuhyun-ah..” Isaknya dengan mencengkram kaos belakang Kyuhyun.

“Aku memang brengsek.. Aku memang jahat.. Makilah aku, tapi jangan pernah menolak kehadiranku lagi.” Ujar Kyuhyun dengan mempererat pelukannya.

Lama Minhyo menangis di dalam pelukan Kyuhyun, hingga akhirnya hanya terdengar isakan kecil dari bibir gadis itu. Kyuhyun menggiring dirinya dan Minhyo untuk duduk di sofa, masih dalam keadaan berpelukan. Dengan perlahan Kyuhyun melepaskan pelukannya. Minhyo menundukkan kepalanya karena merasa malu di hadapan Kyuhyun.

“Kau sudah merasa lebih baik?” Tanya Kyuhyun hati-hati. Minhyo menganggukan pelan kepalanya.

“Lihat aku..” Pinta Kyuhyun. Dengan ragu Minhyo mendongak.

“Kau sudah bisa memaafkanku, kan? Aku benar-benar mencintaimu. Maaf atas kebodohanku.” Sesal Kyuhyun untuk kesekian kalinya.

“Apa kau yakin tidak akan menyakitiku lagi?” Tanya Minhyo pelan. Kyuhyun meraih kedua tangan Minhyo, dan menggenggamnya erat.

“Aku tidak mau menjanjikan suatu hal yang aku sendiri tidak tau bisa atau tidak menepatinya. Tetapi aku akan usahakan yang terbaik. Untukmu, dan untuk hubungan kita.” Kata Kyuhyun penuh keyakinan. Minhyo menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Ia dapat melihat pancaran kesungguhan dari tatapan tajam Kyuhyun.

“Aku percaya padamu.” Ujar Minhyo akhirnya. Kyuhyun tidak dapat menyembunyikan senyum bahagianya. Itulah kalimat yang ditunggunya selama ini dari mulut Minhyo. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain Minhyo percaya padanya. Kyuhyun kembali menarik Minhyo ke dalam pelukannya. Laki-laki itu mencium puncak kepala Minhyo berkali-kali.

“Terima kasih, sayang. Terima kasih.” Kata Kyuhyun. Minhyo hanya mampu tersenyum di dalam pelukan Kyuhyun.

 

 

 

Kyuhyun dan Minhyo tengah tertawa bersama di apartemen Minhyo, tepatnya di sofa tempat mereka sedari tadi duduk. Keduanya saling bercerita bagaimana saat-saat mereka sedang tidak bersama. Saat-saat Kyuhyun dan Minhyo mengalami keterpurukan. Dan entah mengapa, ketika mendengar cerita dari lawan bicara mereka, keduanya merasa itu lucu. Benar-benar pasangan aneh.

“Jadi, bisa kau katakan padaku dimana kau mendapatkan passportku?” Tanya Minhyo penasaran. Kyuhyun menunjukkan evil smirknya, membuat Minhyo mendengus.

“Cepat katakan…”

“Kau tidak akan percaya jika aku mengatakannya.” Kata Kyuhyun sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

“Kau tinggal mengatakannya saja, bodoh! Aku sudah sangat penasaran.” Geram Minhyo. Kyuhyun mencibir pelan.

“Appamu yang memberikannya.” Jawab Kyuhyun.

“Mwo?!” Mata Minhyo membulat sempurna saat Kyuhyun menjawab rasa penasarannya.

“A–appa? Kau bercanda?!” Minhyo terlihat sangat tidak percaya.

“Apa kubilang, kau tidak akan percaya.” Ujar Kyuhyun bangga dengan tebakannya.

“Bagaimana mungkin appa bisa memberikannya? Pantas saja appa tidak menghubungiku sama sekali. Bukankah seharusnya ia panik karena aku tidak ada di rumah? Apa itu karena dia sudah tau aku berada di Seoul?!” Pertanyaan beruntun dikeluarkan oleh Minhyo untuk menghilangkan rasa penasarannya.

“Ternyata kau tidak sebodoh yang kubayangkan, Nona Park. Tebakanmu benar. Tuan Park tentu tau kau berada di Seoul, bersamaku tepatnya. Dan bagaimana bisa dia memberikan passportmu padaku? Cukup aku dan appamu saja yang tau.” Ujar Kyuhyun membuat Minhyo menatapnya tajam.

“Cepat beritahu aku!!” Jerit gadis itu.

“Apa yang kudapat jika aku memberitahumu? Ciuman? Pelukan? Atau apa?” Tantang Kyuhyun.

“Dasar mesum! Bagaimana mungkin appa mempercayakan aku padamu?!” Dengus Minhyo kesal.

Masih dengan perasaan kesal, Minhyo mengeluarkan ponsel di sakunya saat merasakan getaran. Sebuah nomor tidak dikenal tengah menghubunginya sekarang. Ia menatap Kyuhyun sebentar sebelum akhirnya menjawab telepon itu.

“Yoboseo?”

….

“Yoboseo?”

Minhyo-ssi..

“Ne. Ini siapa?”

Jihee. Choi Jihee.” Tubuh Minhyo terasa kaku saat mendengar nama itu. Ia tidak menyangka jika akan kembali berurusan dengan perempuan yang sudah membuat hubungannya dan Kyuhyun sempat berantakan. Kyuhyun yang melihat raut wajah Minhyo yang berubah menjadi bingung.

“Siapa?” Tanya Kyuhyun. Minhyo masih terus terdiam tanpa tau harus mengatakan apa.

Apa kyuhyun oppa ada di sampingmu sekarang?” Tanya Jihee.

“N–ne..” Jawab Minhyo ragu.

Tolong jangan katakan padanya bahwa aku menghubungimu.

“….”

Jebal..

“Aku tau. Ada apa kau menghubungiku?” Tanya Minhyo.

Bisa kita bertemu sebentar?

“Untuk apa?”

Ada yang ingin kubicarakan denganmu.

“Bagaimana jika aku tidak mau?”

Hanya sebentar. Setelah itu aku tidak akan pernah muncul di hadapanmu dan Kyuhyun oppa lagi.” Kembali, Minhyo menatap Kyuhyun saat Jihee mengatakan kalimat terakhir itu.

“Kau ingin kita bertemu dimana?”

Cafe dekat apartemenmu.

“Arraseo.” TREK! Minhyo dengan cepat memutuskan sambungan telepon. Ia hendak beranjak dari sofa namun Kyuhyun dengan cepat menahannya.

“Kau mau kemana?”

“Ada urusan yang harus kuselesaikan.” Jawab Minhyo dan kembali ingin berdiri, namun Kyuhyun lagi-lagi menahannya.

“Urusan apa? Dan siapa yang baru saja menghubungimu?” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Nanti akan kuberitahu setelah aku pulang. Sekarang aku harus pergi.” Ujar Minhyo.

“Biar aku mengantarmu.”

“Astaga! Tidak perlu, Cho Kyuhyun. Kau diam saja disini sampai aku kembali.”

“Tapi-”

 

CHU~

 

Ucapan Kyuhyun terhenti saat Minhyo dengan tiba-tiba memberikannya sebuah kecupan dibibir. Sebenarnya Minhyo malu melakukan itu, hanya saja ia tidak punua cara lain untuk membuat laki-laki itu berhenti bicara.

“Aku tidak akan lama. Tunggu hingga aku kembali.” Ujar Minhyo dan dengan segera beranjak dari sofa untuk keluar apartemen. Kyuhyun menatap pintu apartemen yang baru saja tertutup dengan pandangan kosong. Cukup terkejut dengan kecupan tiba-tiba dari Minhyo tadi. Ia meraba bibirnya dan dengan seketika merasakan wajahnya memanas.

“Park Minhyo… Kau benar-benar membuatku gila.”

 

 

 

Minhyo memasukki cafe yang berada di dekat apartemennya. Siang itu cafe lumayan ramai, mengingat diluar sana suasana cukup panas. Mungkin beberapa pengunjung sengaja singgah untuk menikmati minuman dingin, sebelum melanjutkan perjalanan mereka. Minhyo duduk di salah satu tempat yang berada di dekat jendela dan memesan minuman.

Jihee datang tak berapa lama setelah minuman Minhyo diantarkan oleh pelayan. Ia duduk di hadapan Minhyo dengan sedikit salah tingkah. Keduanya dihantui suasana canggung untuk beberapa saat. Hingga akhirnya Minhyo berbicara terlebih dahulu.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanyanya.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Jihee seolah masih ingin berbasa basi.

“Baik. Aku rasa bukan itu yang ingin kau bicarakan denganku.” Sahut Minhyo ketus. Jihee tersenyum kecil melihat nada bicara Minhyo yang tidak bersahabat padanya. Ia tidak cukup munafik dengan berharap Minhyo bersikap baik padanya.

“A–aku..ingin minta maaf.”

“Hanya itu? Aku rasa saat di telepon tadi, kau bisa mengatakannya.” Sela Minhyo langsung.

“Bisa biarkan aku bicara terlebih dahulu tanpa kau menyelanya?” Pinta Jihee. Minhyo terlihat salah tingkah hingga akhirnya ia memilih untuk meminum minuman yang dipesannya dan mengalihkan pandangannya dari Jihee.

“Aku tidak pernah membiarkan Kyuhyun oppa jatuh di pelukan siapapun selain diriku.” Kata Jihee membuat Minhyo menatapnya tajam.

“Tidak sebelum kau hadir di dalam hidup oppa.” Lanjutnya membuat Minhyo sedikit bernafas lega.

“Sekalipun oppa tidak pernah membentakku bahkan hampir menamparku. Semua itu aku dapatkan ketika ia kehilanganmu. Dan itu karena diriku. Saat itu, aku baru menyadari bahwa oppa benar-benar mencintaimu. Ia pernah kehilangan banyak gadis sebelumnya. Tapi oppa tidak pernah sampai terpuruk seperti saat ia kehilanganmu.” Jihee menarik nafas sebentar sebelum hendak melanjutkan kata-katanya.

“Aku tidak tau sebesar apa kau mencintai Kyuhyun oppa. Tetapi aku ingin kau tau, bahwa aku sangat-sangat mencintainya. Oppa yang selalu ada untukku, saat aku senang maupun sedih. Hanya oppa laki-laki yang aku biarkan masuk ke dalam hatiku.”

“Aku sudah sangat sering merasakan sakit saat oppa memiliki kekasih. Tetapi aku selalu yakin, bahwa akhirnya oppa pasti akan kembali padaku. Gadis-gadis itu hanya tempat persinggahan sesaat untuk oppa. Dan nyatanya aku benar, saat hubungan oppa dengan gadis-gadis itu berakhir, ia akan kembali padaku. Tapi lagi-lagi itu sebelum kau hadir dalam hidup oppa.” Mata Jihee terlihat berkaca-kaca saat ia mengatakan itu. Jihee menundukkan kepalanya dan mencoba untuk tersenyum agar terlihat baik-baik saja di hadapan Minhyo. Tapi Minhyo tau bahwa Jihee benar-benar merasakan sakit.

“Setiap hari aku berpikir, apa hebatnya dirimu daripada aku? Apa yang kau punya dan aku tidak punya? Bagaimana mungkin oppa begitu mencintaimu dan ia tidak bisa mencintaiku? Sayangnya aku tidak pernah bisa menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku itu.” Airmata yang tertahan di pelupuk mata Jihee akhirnya mengalir dengan sempurna di pipi putihnya. Membuat Minhyo merasakan nafasnya tercekat.

“Oppa hampir saja menamparku karena ia merasa aku penyebab kau dan ia berpisah. Saat itu perasaanku benar-benar hancur. Aku merasa ia bukan Kyuhyun oppaku. Saat itulah aku tersadar bahwa kau benar-benar berarti untuk oppa. Seharusnya aku membencimu saat itu, tetapi entah kenapa aku tidak bisa melakukannya.” Lanjut Jihee masih dengan menangis.

“Setelah ini, aku tidak akan pernah muncul di hadapan kalian lagi. Aku tidak akan pergi kemanapun karena memang disinilah tempatku. Kau tidak perlu takut aku akan kembali menghancurkan hubunganmu dengan oppa.” Jihee menyeka airmatanya yang masih terus mengalir.

“K–kau tau aku dan Kyuhyun kembali bersama?” Tanya Minhyo pelan. Jihee tersenyum kecil.

“Tentu saja aku tau. Oppa berkata bahwa ia akan melakukan apapun untuk membuatmu kembali padanya.” Jawab Jihee. Minhyo memaksakan senyumnya mendengar jawaban Jihee. Jihee mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Ia melepaskan gantungan ponsel yang sempat dibelinya bersama Kyuhyun saat mereka tengah jalan-jalan bersama. Gantungan ponsel couple.

“Ini untukmu. Aku rasa kau lebih pantas memakainya.” Jihee menyodorkan gantungan ponsel itu pada Minhyo. Minhyo terlihat ragu untuk mengambilnya.

“Kau pasti pernah melihat oppa memakai gantungan yang hampir sama di ponselnya. Ini gantungan ponsel couple. Aku membelinya karena kupikir aku dan oppa benar-benar bisa menjadi pasangan. Tetapi itu hanya akan selalu menjadi angan-anganku.” Jihee tersenyum miris.

“Ambillah. Ini cocok untukmu.” Kata Jihee. Akhirnya Minhyo mengambil gantungan itu dan terlihat sangat tertarik.

“Aku rasa apa yang ingin kubicarakan padamu sudah kukatakan semua. Maafkan aku sekali lagi. Sampaikan juga pada oppa bahwa aku benar-benar minta maaf. Semoga hubungan kalian tidak akan pernah terpisahkan lagi.” Ucap Jihee tulus. Ia tersenyum pada Minhyo sebelum akhirnya berdiri untuk pergi.

“Jihee-ssi..” Panggil Minhyo membuat Jihee berhenti melangkah dan berbalik.

“Ne?” Jihee terlihat kembali menyeka airmatanya.

“Gomawo.. Jeongmal gomawo. Akan kusampaikan permintaan maafmu pada Kyuhyun.” Kata Minhyo dengan tersenyum. Jihee ikut tersenyum dan mengangguk.

“Aku pergi.” Pamit Jihee dan benar-benar keluar dari cafe. Minhyo terus memperhatikan Jihee hingga akhirnya gadis itu masuk ke dalam taksi. Minhyo menggenggam erat gantungan yang diberikan Jihee sembari tersenyum. Ia berdiri dari duduknya dan ikut keluar dari cafe untuk pulang.

 

 

Kyuhyun mendengus sembari mematikan televisi dengan perasaan kesal. Beberapa kali ia melihat jam yang melekat di dinding tetapi Minhyo belum juga kembali. Sebenarnya baru lewat 2 jam semenjak Minhyo pergi. Tetapi Kyuhyun merasa itu sudah lama sekali. Belum lagi Kyuhyun tidak tau kemana gadis itu pergi.

Baru saja ia hendak menghubungi Minhyo tetapi pintu apartemen yang dibuka membuat laki-laki itu mengurungkan niatnya. Dengan cepat ia berdiri dan melihat ke arah pintu. Senyum berkembang di bibirnya saat melihat Minhyo pulang dengan membawa beberapa kantung yang berisi makanan.

“Kau pergi belanja?” Tanya Kyuhyun.

“Hmm.” Jawab Minhyo.

“Kenapa tidak mengajakku? Hanya pergi berbelanja kau bilang ada urusan.” Gerutu laki-laki itu. Minhyo mencibir pelan dan menaruh belanjaannya di atas meja makan.

“Aku bertemu dengan Jihee.” Kata Minhyo. Tubuh Kyuhyun sedikit menegang mendengar nama itu. Pasalnya ia sudah lama sekali tidak bertemu dengan Jihee semenjak ia memarahi gadis itu.

“Jihee?” Tanyanya memastikan. Minhyo mengangguk dan menatap Kyuhyun.

“Ne, Jihee. Kenapa wajahmu seperti itu?” Minhyo terlihat bingung.

“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Kyuhyun sembari mendekati Minhyo.

“Wae? Kenapa kau ingin tau sekali?” Canda Minhyo.

“Aku sedang tidak ingin bercanda, Nona Park. Apa yang ia katakan padamu?” Wajah Kyuhyun terlihat benar-benar serius. Membuat Minhyo mengurungkan niatnya yang hendak membuat Kyuhyun penasaran.

“Ia hanya minta maaf atas perbuatannya yang membuat kau dan aku berpisah.” Kata Minhyo sembari duduk di kursi makan. Kyuhyun ikut duduk di samping gadis itu.

“Lalu?”

“Ia menyesal sudah melakukannya. Dan ia juga mengatakan bahwa ia benar-benar mencintaimu.” Kyuhyun terlihat tidak tertarik saat Minhyo mengatakan kalimat terakhir.

“Temui dia, Kyuhyun-ah..” Ucap Minhyo membuat Kyuhyun menatapnya tajam.

“Untuk apa? Aku tidak mau!” Tolaknya.

“Dia benar-benar menyesal, Kyuhyun-ah. Dengan kau yang marah dan hampir menamparnya, aku rasa itu hukuman yang cukup untuk Jihee. Tidak dengan memusuhinya. Kasian dia.” Bujuk Minhyo.

“Biarkan saja. Biar dia tau bahwa apa yang ia lakukan itu salah.” Kyuhyun masih bersikeras tidak mau bertemu dengan Jihee. Minhyo terlihat menghela nafas panjang.

“Jihee tidak mau muncul di hadapan kita lagi, Cho Kyuhyun.” Ujar Minhyo membuat Kyuhyun dengan cepat menatapnya.

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Gadis itu benar-benar menyesal hingga ia berjanji tidak akan muncul di hadapan kita lagi. Apa kau tega membiarkan ia melakukan itu?” Tanya Minhyo.

“Jihee berkata seperti itu?” Kyuhyun terlihat tidak percaya.

“Ne. Ia berjanji seperti itu padaku. Aku memang mencintaimu dan kau adalah kekasihku. Tetapi aku tidak akan setega itu dengan membuat hubungan yang sudah kalian jalin selama bertahun-tahun putus begitu saja.” Jelas Minhyo. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan tampak berpikir.

“Aku percaya padamu, Kyuhyun-ah. Aku tau kau hanya mencintaiku dan menganggap Jihee sebagai sahabat. Tidak apa-apa jika kau pergi menemuinya.” Ujar Minhyo mencoba meyakinkan Kyuhyun. Kyuhyun kembali menatap Minhyo dengan intens. Membuat Minhyo sedikit salah tingkah.

“Kenapa menatapku seperti itu? Apa aku salah bicara?” Tanyanya.

“Kau tidak salah bicara, Nona Park. Hanya saja aku tidak menyangka jika kepercayaan dirimu benar-benar naik drastis.” Goda Kyuhyun. Minhyo mendengus dan memukul pelan lengan Kyuhyun.

“Kau mau menemuinya, kan?” Tanya Minhyo sekali lagi.

“Baiklah.. Tapi tidak sekarang.” Putus Kyuhyun akhirnya.

“Kenapa?”

“Karena sekarang aku ingin menghabiskan waktu dengan kekasihku.” Ujar Kyuhyun sembari mendekatkan wajahnya dengan wajah Minhyo.

“Cih! Siapa yang mau menghabiskan waktu denganmu? Pulang sana!!” Minhyo dengan cepat berdiri dan meninggalkan meja makan.

“Yaa!! Kau mau kemana, Nona Park?” Kyuhyun berdiri dan mengikuti Minhyo.

“Aku mau tidur! Jangan ganggu aku!”

“Tidur? Yang benar saja?!” Kyuhyun terlihat tidak percaya.

“Tidur siang. Memangnya salah?” Minhyo dengan tiba-tiba berbalik membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.

“Jika kau tidur, bagaimana denganku?” Tanya laki-laki itu sembari menunjuk dirinya sendiri.

“Kau pikir itu urusanku? Kau datang sendiri, jadi pulanglah sendiri.” Minhyo terlihat tidak peduli dan melanjutkan langkahnya untuk ke kamar. Minhyo dengan cepat menutup pintu kamarnya saat tau Kyuhyun akan ikut masuk. Membuat dahi laki-laki itu bertabrakan dengan pintu kamar Minhyo.

“Akkhhh!! Yaa!!! Buka pintunya gadis gila!!” Teriak Kyuhyun kesakitan bercampur kesal.

“SUDAH KUBILANG AKU INGIN TIDUR, CHO KYUHYUN!” Minhyo tak kalah berteriak dari dalam kamar.

“AISHH!! DAHIKU TERLUKA, NONA PARK! PALING TIDAK OBATI DULU!!”

“JANGAN MANJA! PULANGLAH KE DORM DAN OBATI SENDIRI!” Kyuhyun terlihat benar-benar kesal hingga menendang pintu kamar Minhyo dengan keras, dan membuat kakinya sakit.

“Akkhhh!!” Jeritnya kesakitan.

“AWAS KAU, NONA PARK! TUNGGU PEMBALASANKU!!” Teriak Kyuhyun dan kemudian berbalik untuk meninggalkan apartemen Minhyo. Kyuhyun tidak tau bahwa di dalam kamar, Minhyo menahan tawa hingga hampir menangis. Gadis itu menghapus airmata yang hampir keluar di sudut matanya dan berbaring di atas ranjang. Ia menatap langit-langit kamarnya sembari tersenyum senang.

“Terima kasih atas segalanya, Kyuhyun-ah.. Aku mencintaimu.”

~~~

–Fin

Fiuhhh.. *lapkeringet*

Akhirnya nih FF kelar juga… mau minta maaf dulu deh ama readers setia yang udah nunggu lama.. jeongmal mianhae karena FF ini tersendat..

Aku bener-bener lagi sibuk + otak aku lagi kering banget..

Maaf juga untuk ending yang kurang memuaskan karena aku gak tau lagi mau buat kayak gimana.. buntu banget deh.. sorry…

Yang penting hutang aku udah terbayarkan. Happy reading untuk semuanya..

Makasih udah setia nungguin, hingga akhirnya part selanjutnya di FF ini aku post..

Tunggu FF-FF lain dari choineke *bow*

 

Advertisements

46 thoughts on “Trust Me (FF Request) – Part 11 END

  1. wahh.. keren.. akhirnya keluar juga ini ff.. daebak cinggu ya… tunggu ff lainya.. ingat aku ngak choi hyun yoo.. yang kamu cariin nama korea ku..

  2. kirain bakal nunggu berbulan-bulan lagi untuk ff ini.. fiiuuuhh~~ -___-”

    yeaayy!! happy ending..
    akhirnya kyu dimaafin juga sama hyo.. 🙂

  3. Fuuuuh setelah senam jantung di part sebelumnya akhirnya di part ini joget zaskia gotik(?) Wkqk daebak eonni. Lanjutankan pasangan ini eon 😉 arrachi ? :* see u di next fanfic eonni ^^ annyeonnnnnng

  4. aaa eonni….. bogoshipposeoyo.. setelah sekian lama ga ngeff disini akhirnya baca lagi hahaha aku mau baca ffnya dulu ya eon ^^ salam siwon hahaha *toss*

  5. Finally sdh ending dan hub Minhyo Kyu oppa bs bersatu lagi, stlh Minhyo menjelaskan betapa sakit hatinya dia dan tentunya dgn sdkt pemaksaan dari Kyu oppa yg nengajaknya kembali ke seoul.. ditunggu karya2 selanjutnya chingu

  6. dipikir2 kasian sih ya jihee……
    tp dy jg salah sih -_-
    Dan finally minhyo sama kyuhyun balikan jugaaa!!! Horeeeee 😀 😀 😀 😀
    Dan endingnya bikin ngakak xD

  7. akhirnya yang ditunggu tunggu keluar juga
    author ff nya KEREN
    dan agax gantung dikit , masih penasaran kan CKY udach dimaafin sama chanyeol atau belum
    SEQUE yyyy please 😉

  8. akhirnya keluar jg part yg ini, udah nunggu lama 🙂
    akhirnya mereka bersatu lg. thor buat sequel nya ya. aku suka cerita nya ^-^

  9. Hai. Aku reader baru.Aku baca ff ini dari sjff2010. Ceritanya menarik , langsung deh aku cari !! DAN TERNYATA KETEMUUU!!!! Hahahaha! Keren thor! Apalagi yang pas part berapa itu lupa yang sedih itu. feelnya kerasa!!!!!huaahhhhh daebakkk deh daebakkk

  10. Woaah daebak ga sengaja ketemu ff ini pas baca jadi ketagihan :^) sequel please!!! atau bikin ff lain kyu-minhyo gitu hehe
    thanks thor udah publish FF ini, Hwaiting!’^’)9

  11. Dari awal sampai akhir Aku Nangis mulu..
    Udah sember nihh..
    *maafTelatNgomenMasalahnyaAkuNungguDiSuperjuniorfanfiction2010*

  12. Aaaa…. Daebakkk!! 😉
    Aku suka banget dengan FF yang satu ini,, 🙂 Yeayyy,, dan akhirnya happy ending 😀

    Keep Writing Eonnie ;;)

  13. hiii..aq reader baru…sori y br comment skr,krn rasa nya krg sopan uda baca tp RCL..Thor,hy satu kata mewakili comment dr awal ampe akhir…keren bgt crita nya,feel nya dpt tp syg ga gt puas dgn ending nya..hehe..sequel nya donk thor,blom rela pisah dgn critanya..lanjut y Thor..smangat trs y

  14. Yeeeaaayy,, happy ending buat merekaa
    Zyukurlah kyuhyun dpt pelajaran dan sadar atas kesalahannya sama minhyo, dan dia akhirnya bisa tegas sama jihee
    Seneng jg liat usahanya kyuhyun buat bujuk minhyo balik sama dia, tp yg bikin penasaran apa yg kyuhyun lakuin sma tn park smp dia berhasil dpt passport minhyo dan bawa minhyo ke korea???
    Seneng banget baca ff ini,, maaf jg krn aku ga komen di semua part
    Aku suka jalan ceritanya, pemilihan bahasa dan jg alur ceritanyaa..keren bangeet ff nyaa

  15. Sukaa bgt sama ceritanyaaa😆😆😆😆 alurnya juga oke..
    Kadang baper.. Aku suka sm kosa kata kak author lhooo. Kebawa nangis pas mreka pisaah..
    Semangat yaa buat kaka author

  16. Yeayyyyyy akhirnya mereka bisa sama2 lagiiiii

    Pantas keluarga minhyo gaada ngubungin minhyo pas balik ke seoul eh ternyata appa nya minhyo yg ngasihkan pasport minhyo ke kyu hahahaha

    Eon makasih atas ff nya keren ini
    Ditggu ff2 kyu lainnya yah eon^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s