Trust Me (FF Request) – Part 7

Trust Me (FF Request) – Part 7

Author : Choineke

TitleTrust Me

Cast : Cho Kyuhyun, Park Min Hyo (OC)

Sub cast : Choi Jihee (OC), Park Sanghyun (Thunder)-Mblaq, Park Chanyeol-EXO K, Cho Ahra

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

Note : oke ini ff request dari salah satu reader disini, namanya Poppy Lodaya. Semoga suka ya  happy reading all^^

 

Author POV

Minhyo mencengkram erat pagar pembatas balkon saat sosok Kyuhyun semakin dekat dengannya. Jantung gadis itu benar-benar tidak berdetak secara normal sekarang. Perasaan takut, gugup, dan malu menjadi satu. Gadis itu benar-benar menyesal sudah memberitahu Kyuhyun password dari apartemennya. Inilah akibat yang harus ditanggungnya. Laki-laki itu bisa kapan saja masuk dan parahnya lagi mendengar semua makian yang diberikan gadis itu padanya.

“Ber–berhenti d–di–disana, Cho K–Kyuhyun!” Ujar Minhyo terbata.

“Kenapa? Kenapa aku harus berhenti?” Tanya Kyuhyun sembari menunjukkan evil smirknya. Membuat kaki Minhyo semakin lemas. Kyuhyun langsung merengkuh pinggang Minhyo saat sudah berada di dekat gadis itu. Minhyo meletakkan kedua tangannya di dada Kyuhyun, mencoba memberi jarak antara mereka.

“Cho Kyuhyun bodoh. Ingin membunuh Cho Kyuhyun. Ingin membuat wajah Cho Kyuhyun tidak tampan. Apa ada lagi, nona?” Sindir Kyuhyun.

“A–apa yang k–kau k–ka–katakan?” Minhyo berpura-pura tidak mengerti.

“Jangan berpura-pura lupa ingatan, Nona Park.” Desis Kyuhyun. Sial! Minhyo benar-benar merasa terintimidasi sekarang. Siapa yang seharusnya berkuasa disini? Bukankah Minhyo yang seharusnya marah pada Kyuhyun? Lalu kenapa sekarang Kyuhyun yang menguasainya?

“Ternyata aku mengetahui hal lain yang disukai kekasihku. Selain suka jatuh, ternyata kau juga suka mengumpatku dari belakang.” Ejek Kyuhyun. Minhyo menatap Kyuhyun dengan kesal.

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Lepaskan aku!” Minhyo mencoba mendorong tubuh Kyuhyun untuk menjauh darinya.

“Asal kau tau, Nona Park. Aku tidak pernah membiarkan siapapun menghinaku. Aku akan menuntut mereka dan mengusahakan agar mereka mendapatkan hukuman setimpal karena sudah menginjak harga diriku.” Ucap Kyuhyun. Wajah Minhyo mendadak pucat mendengar ucapan Kyuhyun.

“Tahun lalu ada seorang antifan yang masuk penjara selama 2 tahun karena menghinaku.” Kata Kyuhyun.

“K–kau gila!!” Jerit Minhyo takut.

“Aku serius. Kau bisa tanyakan pada member lain.” Kyuhyun mencoba memasang wajah meyakinkan. Kali ini Minhyo benar-benar sudah tidak dapat menopang tubuhnya lagi. Kakinya sukses kehilangan tulang mendengar ucapan Kyuhyun. Kyuhyun mengeratkan tangannya di pinggang Minhyo agar gadis itu tidak jatuh. Minhyo menjatuhkan kepalanya di bahu Kyuhyun dan mencengkram kuat kaos yang dipakai Kyuhyun.

“Aku tadi hanya bercanda, sungguh. Apapun yang kau dengar tadi semuanya tidak benar. Aku hanya asal bicara.” Suara Minhyo terdengar bergetar. Kyuhyun tersenyum geli melihat kekasihnya yang ketakutan. Tentu saja semua yang Kyuhyun katakan tadi tidak benar. Ia hanya ingin membohongi Minhyo.

“Tetapi semua yang kau katakan tadi, aku mendengarnya dengan jelas, Nona Park. Bahkan aku masih mengingat setiap kata yang kau keluarkan. Apa perlu kuulangi?” Minhyo menggeleng cepat. Cengkraman di kaos Kyuhyun semakin kencang.

“Maafkan aku. Aku benar-benar hanya bercanda. Apa kau tega membiarkanku masuk penjara, huh?” Minhyo menatap Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Kau saja tega menghina kekasihmu sendiri.” Balas Kyuhyun.

“Aku bercanda, Cho Kyuhyun.”

“Siapa yang tau kau bercanda atau tidak? Hanya dirimu sendirilah. Dan kurasa kau bisa memberikan alasan itu untuk meringankan hukumanmu.”

“Apa yang harus kukatakan pada appa saat dia tau anak perempuan satu-satunya mendekam di penjara?” Gumam Minhyo seraya kembali menjatuhkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

“Aku bisa saja tidak menuntutmu, Nona Park.” Ujar Kyuhyun membuat Minhyo menatapnya dengan cepat.

“Benarkah?” Wajah yang beberapa menit yang lalu terlihat memelas, sekarang terlihat berbinar. Kyuhyun mengangguk.

“Tetapi tetap saja ada syaratnya.”

“Apa? Apa syaratnya?”

“Kau yakin akan memenuhi syarat yang akan kukatakan?”

“Aku yakin.” Kyuhyun terdiam sebentar seolah sedang berpikir.

“Cium aku.” Kata Kyuhyun cepat. Membuat Minhyo membelalakan matanya.

“Mwo? Kau gila, huh?”

“Tidak mau? Baiklah, tidak masalah untukku.” Kyuhyun melepaskan tangannya dari pinggang Minhyo dan mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

“Kau mau apa?” Tanya Minhyo.

“Menghubungi polisi.” Jawab Kyuhyun. Minhyo dengan cepat merampas ponsel Kyuhyun dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya.

“Kenapa? Aku hanya ingin menuntut hakku. Aku sudah memberimu keringanan. Dan kau tidak mau.” Kyuhyun mencoba merebut ponselnya dari Minhyo.

“A–aku tidak bilang kalau aku tidak mau.” Ujar Minhyo membuat kegiatan Kyuhyun yang hendak mengambil ponselnya terhenti. Kyuhyun menatap Minhyo yang juga sedang menatapnya.

“Jadi kau mau?” Kyuhyun mencoba meyakinkan.

“Apa tidak ada pilihan lain?”

“Tidak ada! Bagaimana?”

“Aku tidak punya pilihan, Cho Kyuhyun! Kau benar-benar menyebalkan.” Dengus Minhyo. Kyuhyun memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan tampak menarik nafas panjang.

“Kau bisa melakukannya sekarang. Ingat, Nona Park. Aku mengatakan padamu untuk menciumku. Kau tau kan apa artinya itu? Itu bukan hanya sekedar menempelkan bibirmu dengan bibirku. Tetapi kau har-”

“Aku mengerti!” Potong Minhyo langsung. Minhyo menghela nafas panjang dan menatap Kyuhyun. Kyuhyun juga menatap Minhyo. Tatapan itu terlihat serius berbeda sekali saat Kyuhyun mengerjai Minhyo tadi. Minhyo meletakkan kedua tangannya di bahu Kyuhyun. Ia sedikit berjinjit untuk mendekatkan wajahnya dengan wajah Kyuhyun. Minhyo memejamkan matanya karena tatapan mata Kyuhyun benar-benar membuatnya tak berdaya. Gadis itu dapat merasakan deru nafas Kyuhyun menampar wajahnya. Menandakan wajahnya dengan wajah laki-laki itu semakin dekat. Aliran darah Minhyo terasa berdesir saat gadis itu merasakan bibir Kyuhyun sudah menempel sempurna dengan bibirnya. Minhyo mendiamkan sebentar bibirnya di sana sebelum akhirnya dengan gerakan perlahan ia melumat bibir Kyuhyun. Kyuhyun sama sekali tidak membalas ciuman Minhyo dan hanya membiarkan gadis itu yang bekerja. Cukup lama Minhyo bermain dengan bibir Kyuhyun hingga gadis itu memutuskan untuk menyudahinya. Kyuhyun yang merasakan itu dengan cepat menahan tengkuk Minhyo dan beralih melumat bibir gadis itu. Mata Minhyo terbelalak dengan gerakan tiba-tiba Kyuhyun. Berbeda dengan Kyuhyun yang sekarang memejamkan matanya. Namun sesaat kemudian Minhyo mulai terbiasa dan ikut memejamkan matanya. Ia membalas ciuman Kyuhyun dengan ikut melumat bibir laki-laki itu. Lama keduanya larut dalam kegiatan romantisme mereka, hingga keduanya memutuskan untuk memisahkan bibir mereka. Kyuhyun dan Minhyo sama-sama membuka mata mereka dan saling menatap. Kyuhyun mengusap bibir Minhyo yang basah dan memerah akibat kegiatan mereka barusan. Minhyo langsung menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun karena malu. Gadis itu yakin wajahnya pasti sangat merah sekarang. Kyuhyun tersenyum kecil dan melingkarkan kedua tangannya di punggung Minhyo.

“Sebelum kau salah paham. Aku hanya ingin mengatakan bahwa tadi Jihee yang menjawab telepon darimu. Itu semua terjadi karena ketidaksengajaan. Aku sedang mandi dan tidak tau bahwa ia datang ke dorm. Saat aku selesai mandi, ia sudah ada di kamarku dan sedang memegang ponselku. Aku benar-benar tidak tau apapun.” Ujar Kyuhyun. Kyuhyun merasakan Minhyo mengangguk di dalam pelukannya.

“Kau tidak marah?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak. Kau kan sudah menjelaskan semuanya.” Jawab Minhyo.

“Aku benar-benar merindukanmu, Nona Park.” Ujar Kyuhyun.

“Aku juga merindukanmu, Kyuhyun-ah. Maaf tidak menjawab teleponmu kemarin.” Balas Minhyo.

“Kau kemana hingga tidak menjawab teleponku?”

“Aku tidak kemana-mana. Aku sengaja tidak menjawabnya.”

“Mwo?!” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Minhyo.

“Apa maksudmu dengan sengaja?”

“Aku kesal karena kau tidak menghubungiku berhari-hari. Aku khawatir. Makanya saat kau menghubungiku, aku tidak menjawabnya. Aku ingin kau merasakan apa yang aku rasakan.”

“Kau berhasil, Nona Park. Aku benar-benar mengkhawatirkanmu. Sayangnya Leeteuk hyung tidak mengizinkanku menemuimu kemarin.” Keluh Kyuhyun sembari mengusap kepala Minhyo.

“Bagaimana dengan showmu?” Tanya Minhyo.

“Hari pertama berjalan lancar. Malam ini adalah hari keduanya.” Jawab Kyuhyun.

“Lalu kenapa kau ada disini? Apa kalian tidak latihan?”

“Sebenarnya ada latihan. Tetapi aku terlalu mengkhawatirkanmu. Lagipula aku juga takut kau salah paham karena Jihee.” Jelas Kyuhyun. Minhyo mengangguk mengerti.

“Mau menonton showku tidak malam ini?” Kyuhyun mencoba menawarkan. Minhyo menatap Kyuhyun dan menggeleng.

“Aku akan memesankan kursi VIP untukmu. Aku yakin tidak akan seperti kemarin.” Bujuk Kyuhyun.

“Kalau kau mau, aku bisa menyuruh orang untuk menjemputmu ke backstage saat show selesai.”

“Bagaimana jika aku jatuh lagi?” Minhyo tampak trauma.

“Aku akan memberimu susu yang banyak sebelum kau bergabung dengan penonton yang lain.” Sahut Kyuhyun dengan candaan. Minhyo memukul bahu Kyuhyun dengan kesal.

“Aku bercanda. Kau jangan terlalu takut. Aku yakin tidak akan terjadi apa-apa.” Ujar Kyuhyun meyakinkan. Minhyo tampak berpikir. Sebenarnya ia takut, tetapi ia juga sangat ingin melihat penampilan Kyuhyun dan member lain.

“Baiklah. Aku mau.” Ujar Minhyo akhirnya. Kyuhyun tampak tersenyum senang.

“Kau belum mandi, kan? Kau mandilah dulu, setelah itu kita ke dorm dan berangkat bersama member lain untuk ke tempat show. Kau juga harus melihatku latihan.” Kata Kyuhyun.

“Arraseo. Tunggulah di luar.” Kyuhyun mengangguk dan segera keluar dari kamar Minhyo.

 

 

 

Kyuhyun memasukki dorm dengan menggenggam erat tangan Minhyo. Saat di depan pintu, mereka berdua dapat mendengar dengan jelas tawa dari member Super Junior yang terdengar nyaring. Kyuhyun yang penasaran segera menarik Minhyo menuju ruang tengah, tempat yang diyakininya para member berkumpul. Dan ternyata benar, di sana terlihat semua member berkumpul kecuali Leeteuk dan dirinya.

“Apa yang kalian tertawakan? Tampaknya senang sekali.” Tanya Kyuhyun ingin tau.

“Oppa, sudah pulang!” Jihee yang ternyata ikut berkumpul di sana terlihat senang. Namun saat melihat Minhyo yang berdiri di belakang Kyuhyun, senyum Jihee menghilang.

“Ada Minhyo-ssi juga rupanya.” Ujar Jihee tanpa minat. Minhyo hanya menunjukkan senyum kakunya tanpa niatan sama sekali.

“Annyeong, Minhyo-ssi.” Sapa Sungmin.

“Annyeong, Sungmin-ssi.” Sapa Minhyo balik sembari membungkukkan sedikit badannya.

“Ahh,, tidak perlu seformal itu pada kami. Sama seperti Jihee, kau bisa memanggil kami oppa. Bukankah umurmu lebih muda dari kami?” Sungmin menunjukkan senyumnya.

“Ne, hyung. Dia seumuran denganku. Bahkan tanggal lahir kami sama.” Sahut Kyuhyun sembari menoleh ke belakang dan tersenyum pada Minhyo.

“Benarkah? Kalau begitu kau harus memanggil kami oppa. Setuju?” Ujar Yesung.

“Baiklah kalau kalian menginginkannya.” Balas Minhyo.

“Kyuhyun-ah, untunglah kau sudah pulang. Leeteuk hyung terus mengomel karena kau menghilang. Kita harus pergi latihan untuk malam ini.” Kata Ryeowook.

“Leeteuk hyung dimana sekarang?” Tanya Kyuhyun.

“Dia sedang di kamarnya. Sedang mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke tempat show.” Jawab Ryeowook. Kyuhyun mengangguk.

“Kau bergabunglah dengan mereka. Aku mau ke kamar sebentar untuk menyiapkan barang-barang yang akan aku bawa.” Kata Kyuhyun pada Minhyo. Minhyo hanya mengangguk kecil. Kyuhyun tersenyum dan meninggalkan Minhyo untuk ke kamar. Mereka tidak tau bahwa Jihee melihat mereka dengan wajah kesal.

“Ayo duduk disini, Minhyo-ssi. Kita bisa mengobrol sebentar.” Ujar Shindong dan memberikan tempat untuk Minhyo. Dengan sedikit canggung, Minhyo berjalan mendekati sofa dan duduk di samping Shindong.

“Kau baik-baik saja, kan?” Tanya Shindong.

“Ne, aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?” Tanya Minhyo balik dengan bingung.

“Kyuhyun kemarin sangat mengkhawatirkanmu karena kau tidak menjawab teleponnya. Dia seperti orang gila.” Jelas Shindong dan disambut tawa oleh member lain.

“Kyuhyun sangat kesal dengan Leeteuk hyung, karena Leeteuk hyung tidak mengizinkannya pergi ke tempatmu.” Timpal Eunhyuk.

“Ah benarkah seperti itu?” Minhyo tampak tersenyum malu.

“Ne, memang seperti itu. Ngomong-ngomong, kenapa kau tidak menjawab teleponnya kemarin?” Tanya Eunhyuk.

“Aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran.” Jawab Minhyo.

“Pelajaran?” Ujar beberapa member.

“Ne. Dia tidak memberiku kabar selama beberapa hari, dan itu membuatku khawatir. Makanya aku tidak menjawab teleponnya karena ingin membuat Kyuhyun merasakan apa yang aku rasakan.” Jelas Minhyo. Seketika tawa seluruh member yang ada di sana pecah. Bersamaan dengan tawa Minhyo juga. Hanya Jihee yang tampak tidak tertarik dengan cerita Minhyo.

“Kau benar-benar hebat dan berani. Lalu apa Kyuhyun marah padamu karena hal itu?” Tanya Sungmin.

“Tadinya kupikir Kyuhyun akan marah besar. Tetapi tidak seperti yang kubayangkan. Ia hanya sedikit kesal.” Jawab Minhyo dengan tersenyum tipis.

“Kau keterlaluan, Minhyo-ssi!” Ujar Jihee tiba-tiba membuat suasana menjadi hening. Minhyo menatap Jihee yang sedang menatapnya tajam.

“Selama ini tidak ada yang pernah membuat Kyuhyun oppa khawatir. Bagaimana mungkin kau melakukan itu pada kekasihmu sendiri? Bagaimana jika kemarin penampilan Kyuhyun oppa berantakan karena mengkhawatirkanmu?!” Tanya Jihee dengan kesal.

“Tetapi Kyuhyun bilang Super Show kemarin berjalan lancar.” Jawab Minhyo.

“Itu karena Kyuhyun oppa professional. Untung saja oppa tidak nekat dengan pergi menemuimu walaupun Leeteuk oppa sudah melarangnya. Jika itu sampai terjadi, kau bisa membuat mereka bertengkar. Apa kau tau itu?!” Jihee masih terus menyalahi Minhyo. Minhyo terdiam karena merasa ucapan Jihee ada benarnya. Tetapi pada kenyataannya semua tidak terjadi. Kenapa Jihee harus menyalahkannya?

“Sudahlah, Jihee-ya. Kau tidak perlu sampai seperti itu. Yang kau katakan itu tidak terjadi. Leeteuk hyung dan Kyuhyun baik-baik saja.” Kata Eunhyuk mencoba menengahi.

“Apa oppa lupa? Leeteuk oppa tadi sudah marah-marah karena Kyuhyun oppa pergi menemui Minhyo.” Ujar Jihee.

“Itu karena Kyuhyun tidak pamit padanya. Sehingga Leeteuk hyung terkejut. Kau jangan menyalahkan Minhyo seperti itu. Jika Kyuhyun dengar, dia pasti akan marah padamu. Lagipula itu semua keinginan Kyuhyun sendiri. Kyuhyun yang terlalu tergila-gila pada Minhyo.” Kali ini Siwon yang mencoba membela Minhyo. Jihee mendengus kesal karena beberapa member membela Minhyo. Ia menatap Minhyo tajam, tetapi Minhyo lebih memilih menundukkan kepalanya dan tidak menanggapi ucapan Jihee.

 

Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan memakai sebuah tas ransel berwarna hitam. Ia segera menghampiri ruang tengah dimana para member dan kekasihnya berada.

“Leeteuk hyung belum selesai?” Tanya Kyuhyun.

“Belum. Mungkin sebentar lagi.” Jawab Yesung. Bersamaan dengan itu, Leeteuk keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah tas selempang berwarna putih.

“Kau sudah pulang?” Ujar Leeteuk pada Kyuhyun.

“Ne, hyung.” Sahut Kyuhyun.

“Baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat.” Ajak Leeteuk pada seluruh member.

“Hyung, aku bawa mobil sendiri. Karena aku akan mengajak Minhyo kesana. Dan nanti aku juga akan mengantarnya pulang.” Kata Kyuhyun sembari menunjuk Minhyo yang berada di tengah-tengah member. Leeteuk mengikuti arah telunjuk Kyuhyun dan baru menyadari ada Minhyo di sana.

“Annyeong, Minhyo-ssi.” Sapa Leeteuk.

“Annyeong.” Balas Minhyo.

“Baiklah kalau kau mau membawa mobil sendiri. Kita bertemu disana saja nanti. Dan hati-hati saat membawa Minhyo keluar. Jangan sampai dilihat oleh ELF, karena akan menyusahkan Minhyo sendiri.” Pesan Leeteuk.

“Aku mengerti, hyung.”

“Aku juga mau ikut, oppa!” Ucap Jihee dan langsung berdiri dari duduknya.

“Ikut saja jika kau ingin ikut. Kami tidak ada yang melarangmu.” Kata Leeteuk.

“Aku akan pergi ke sana dengan Kyuhyun oppa.” Ucap Jihee lagi.

“Mwo? Tetapi Kyuhyun pergi bersama Minhyo. Apa kau mau menjadi obat nyamuk di dalam mobil Kyuhyun nanti?” Ucap Eunhyuk dengan tersenyum geli.

“Aku yakin Kyuhyun oppa tidak akan mengabaikanku.” Ujar Jihee yakin.

“Kau pergi bersama kami saja.” Sungmin dengan cepat menarik tangan Jihee.

“Oppa!! Aku tidak mau, Sungmin oppa!!” Jihee mencoba melepaskan tangan  Sungmin.

“Hyung, ayo kita segera berangkat.” Ujar Sungmin dan terus menggenggam tangan Jihee.

“Arraseo. Arraseo. Ayo semuanya kita turun. Sampai berjumpa di sana, Kyuhyun-ah, Minhyo-ssi.” Kyuhyun dan Minhyo sama-sama mengangguk menanggapi ucapan Leeteuk.

Kyuhyun langsung menatap Minhyo saat semua member sudah keluar dari dorm. Kyuhyun tersenyum pada Minhyo yang wajahnya terlihat sedikit murung.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun. Minhyo mengangguk.

“Ayo kita pergi sekarang.” Ajak Kyuhyun dan mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Minhyo. Minhyo menyambut uluran tangan Kyuhyun dan mereka bersama-sama keluar dari dorm untuk menuju tempat berlangsungnya Super Show 4 Seoul.

Mobil Kyuhyun sudah berjalan selama 10 menit. Perjalanan mereka ditemani dengan obrolan kecil bahkan sampai perdebatan kecil. Gaya khas berpacaran Kyuhyun dan Minhyo selalu terdapat yang namanya perdebatan. Mereka yang selalu memiliki pendapat yang berbeda entah kenapa bisa bersatu menjadi sepasang kekasih.

“Besok aku akan membeli mobil.” Ujar Minhyo membuat Kyuhyun meliriknya.

“Kau mau pamer padaku?” Desis Kyuhyun.

“Cih! Aku hanya memberitahumu, bodoh. Jika kau tidak mau tau juga tidak apa-apa.” Minhyo membuang wajahnya ke arah jendela mobil.

“Besok aku temani.” Kata Kyuhyun membuat Minhyo menoleh.

“Aku bisa pergi sendiri.” Sahut Minhyo.

“Sayangnya aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri, Nona Park. Aku yakin setelah kau mempunyai mobil, kau akan lebih sering pergi sendiri. Jadi aku akan lebih memanfaatkan waktu yang ada.”

“Ne. Aku akan jalan-jalan sendiri dengan mobil baruku. Dan aku bisa melihat laki-laki tampan dimanapun aku berada. Ahh,, senangnya.” Minhyo merentangkan kedua tangannya dan tampak tersenyum senang.

“Lakukan saja jika kau berani.” Suara Kyuhyun terdengar mengancam.

“Bagaimana jika aku berani?” Tanya Minhyo mencoba menantang.

“Kau akan menemukan bangkai mobilmu hari itu juga.” Ancam Kyuhyun membuat Minhyo membulatkan matanya.

“Aku juga ingin hiburan, Cho Kyuhyun!” Protes Minhyo.

“Aku bisa mengajakmu jalan-jalan kemanapun kau mau.”

“Kau itu sibuk.”

“Aku bisa membagi waktuku untukmu.”

“Ck! Terserah kau saja. Lagipula aku yakin kau tidak akan berani merusak mobilku.” Ejek Minhyo.

“Jangan meremehkanku, Nona Park.”

“Kalau kau sampai benar-benar melakukannya, aku akan mengadukanmu pada appa. Aku membeli mobil itu memakai uang appaku.”

“Lihatlah! Siapa yang kekanakkan disini, huh?! Kau itu sudah dewasa, Nona Park. Apa pantas gadis seumuranmu masih mengadu jika ada masalah?”

“Karena kau itu laki-laki menyebalkan, pemaksa, mesum, dan suka seenaknya. Aku tidak bisa menghadapimu sendirian. Aku harus mempunyai seseorang yang bisa melindungiku darimu, dan dia adalah appaku.” Ujar Minhyo dengan senyum kekanakkannya. Membuat Kyuhyun mencibir.

“Dirinya sendiri menyebalkan. Mengejek orang lain menyebalkan. Dasar!” Gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba suasana di dalam mobil menjadi hening. Kyuhyun yang bingung dengan Minhyo yang tiba-tiba diam, sedikit melirik gadis itu. Minhyo tampak menghela nafas berkali-kali sembari menatap jalanan Seoul.

“Kau kenapa?” Tanya Kyuhyun.

“Aku sangat merindukan appa.” Ujar Minhyo.

“Rasanya ingin kembali ke London dan memeluknya dengan erat. Sekalipun aku tidak pernah berpisah selama ini dengan appa. Ini sudah hampir 3 bulan. Bagaimana jika nanti 1 tahun?”

“Lama-lama kau juga akan terbiasa. Dulu aku juga sepertimu. Padahal aku dan orangtuaku masih sama-sama berada di Seoul. Tetapi karena tuntutan pekerjaanku, aku mulai terbiasa.” Kyuhyun mencoba menghibur Minhyo.

“Bagaimana jika aku pulang ke London?” Tanya Minhyo tiba-tiba membuat Kyuhyun hampir saja kehilangan fokus menyetir.

“Pu–pulang?”

“Ne. Kurasa itu bukan ide buruk, kan?”

“Bagaimana dengan pekerjaanmu?” Kyuhyun mencoba mengagalkan rencana kekasihnya itu. Apa Minhyo lupa kalau ia sudah memiliki kekasih? Bagaimana dengan Kyuhyun jika gadis itu kembali ke London?

“Aku bisa meminta cuti. Ahra eonni pasti bisa membantuku mendapatkan cuti. Satu bulan kurasa cukup.” Kata Minhyo.

“Sa–satu bu–bulan? Apa tidak terlalu lama?”

“Itu bahkan terlalu cepat, Kyuhyun-ah.”

“Bagaimana denganku jika kau pulang ke London?” Tanya Kyuhyun akhirnya. Membuat Minhyo diam sembari menatap laki-laki itu.

“Mungkin bagimu bukan suatu masalah jika berpisah cukup lama denganku. Tetapi tidak denganku. Aku tidak bisa membiarkanmu berada jauh dariku. Aku tidak bisa dan aku tidak mau.” Ucap Kyuhyun serius.

“Aku tau kau menganggapku egois. Tetapi aku bersungguh-sungguh, Nona Park. Aku tidak menuntut banyak darimu. Jika kau ingin hiburan dengan menatap laki-laki tampan di luar sana, aku tidak akan melarangmu. Karena aku tau pada akhirnya kau akan kembali padaku. Jika kau ingin pergi jalan-jalan sendiri tanpa aku, aku juga tidak akan melarangmu selama itu masih di Seoul. Karena aku bisa menemui saat malam tiba. Tetapi jika kau ingin pergi keluar dari Korea, aku benar-benar tidak akan pernah mengizinkanmu melakukannya.” Lanjut Kyuhyun seraya sesekali menatap Minhyo. Minhyo menghela nafas panjang dan menatap Kyuhyun.

“Arraseo. Aku tidak akan melakukannya jika kau tidak mengizinkan.” Ujar Minhyo.

“Jika nanti aku memiliki waktu kosong, kita akan pergi bersama-sama ke London. Tetapi saat aku harus kembali ke Korea. Kau juga harus ikut denganku. Arraseo?”

“Kau memperlakukanku seperti aku istrimu saja.” Sungut Minhyo.

“Kau harus mulai belajar dari sekarang untuk menjadi istriku. Jadi jika saat itu benar-benar tiba, kau sudah mulai terbiasa.” Ucap Kyuhyun.

“Kau pikir aku mau menjadi istrimu? Lagipula, siapa tau yang akan menjadi istrimu nanti bukan aku. Mungkin saja gadis lain. Atau mungkin Jihee.” Minhyo menatap Kyuhyun intens untuk melihat reaksi laki-laki itu atas apa yang diucapkannya barusan. Kyuhyun belum menanggapi ucapan Minhyo karena laki-laki itu sibuk mencari tempat parkir. Saat mobil yang dikendarainya sudah terparkir sempurna, Kyuhyun melepas seatbeltnya dan menatap Minhyo dalam jarak dekat.

“Bukankah sudah kukatakan jika aku tidak akan pernah melepaskan tawanan yang sudah kujadikan kekasihku? Aku tidak akan melepaskanmu, Nona Park.” Bisik Kyuhyun. Minhyo hanya dapat mengerjapkan matanya sembari harap-harap cemas dengan kelakuan Kyuhyun yang terkadang tidak bisa ditebak olehnya.

“Ayo turun.” Kyuhyun dengan segera membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil. Minhyo menghela nafas dan ikut keluar dari mobil.

Saat mereka masuk ke venue, seluruh member Super Junior sudah berada di atas panggung. Mereka sibuk bercanda satu sama lain. Membuat staff yang ada di sana ikut tertawa karena ulah mereka yang kadang seperti anak-anak. Kyuhyun menarik Minhyo ke arah kursi penonton paling depan. Di mana Jihee sudah berada di sana. Jihee mendengus saat melihat Kyuhyun yang terus menggenggam tangan Minhyo.

“Kau tunggu di sini saja. Aku akan latihan dulu bersama yang lain.” Kata Kyuhyun sembari melepas tas yang dipakainya.

“Tolong jaga tasku juga. Di sana ada ponsel, dompet, serta PSPku. Kalau sampai PSPku kenapa-kenapa kau akan mati.” Ancam Kyuhyun. Minhyo mengambil tas Kyuhyun dan memeluknya sembari mengerucutkan bibirnya.

“Jika begitu kenapa kau tidak menjaganya sendiri?” Sungut Minhyo kesal.

“Untuk apa aku punya kekasih jika tidak bisa aku manfaatkan dengan baik?” Canda Kyuhyun.

“Yakk!!”

“Aku hanya bercanda. Aku mau naik ke atas panggung dulu. Kau bisa melihatku dari sini.” Minhyo mengangguk.

“Aku latihan dulu, Jihee-ya.” Ujar Kyuhyun pada Jihee.

“Ne, oppa. Semangat!” Sahut Jihee sembari mengepalkan tangannya ke udara. Membuat Kyuhyun tersenyum kecil dan mengacak pelan rambutnya. Kyuhyun segera menyusul member yang lain dan meninggalkan Minhyo bersama Jihee dalam keheningan.

Minhyo dan Jihee sama-sama tertawa saat melihat Kyuhyun yang dengan jahilnya selalu menganggu member lain walaupun saat ini mereka sedang latihan. Kadang terlihat mereka saling berkejaran, seperti Kyuhyun mengejar Eunhyuk atau Donghae yang mengejar Kyuhyun. Kyuhyun terkadang melambaikan tangannya pada Minhyo. Dan akan dibalas Minhyo dengan lambaian tangan juga. Jihee yang melihat itu kontan kesal dan jengkel. Beberapa kali ia menatap sinis Minhyo, namun tidak diperdulikan sama sekali oleh Minhyo.

“Jangan terlalu senang karena kau memiliki Kyuhyun oppa sekarang.” Ujar Jihee sinis. Minhyo hanya melirik sekilas dan tampak tidak peduli. Ia lebih memilih melihat ke atas panggung, dimana 9 orang sedang menampilkan dance mereka.

“Kau itu tidak tau apa-apa tentang oppa dibandingkan diriku. Kau masih kalah jauh.” Ejek Jihee. Minhyo masih betah dengan posisinya yang tidak memperdulikan Jihee. Walaupun mulut Minhyo terkunci rapat, namun tidak dengan batinnya. Batinnya terus mengumpat Jihee dengan kata-kata makian.

‘Nyatanya kau kalah mendapatkan hati Kyuhyun, gadis bodoh!‘ Itu salah satu umpatan Minhyo untuk Jihee. Minhyo mau saja mengatakan itu dihadapan Jihee agar gadis itu diam. Namun ia masih memikirkan perasaan gadis itu. Ia tau gadis itu sangat tergila-gila pada Kyuhyun. Dan bisa dipastikan jika Minhyo mengatakan umpatan tadi, perasaan Jihee akan terluka.

“Aku pasti bisa membuat Kyuhyun oppa meninggalkanmu.” Ucap Jihee tiba-tiba membuat Minhyo mau tak mau menatapnya. Jihee tersenyum sinis saat melihat wajah Minhyo yang tampak kesal.

“Asal kau tau, selama ini aku selalu berhasil membuat Kyuhyun oppa meninggalkan kekasih-kekasih bodohnya itu.” Ujar Jihee.

“Kau gila, huh?!” Minhyo tidak dapat menutupi rasa terkejutnya saat Jihee mengatakan itu.

“Jika kau tidak percaya, kau bisa melihat buktinya nanti. Akan tiba giliranmu, Minhyo-ssi. Pesanku, bersiap dan bersabarlah.” Jihee segera berdiri dari duduknya sesaat setelah mengatakan kalimat ancaman itu. Ia menatap Minhyo dengan pandangan mengejek dan setelah itu meninggalkan Minhyo sendirian. Pelukan Minhyo pada tas Kyuhyun semakin mengerat. Bohong jika Minhyo mengatakan ucapan Jihee tak memberi pengaruh apapun padanya. Nyatanya sekarang gadis itu sedikit takut jika Jihee benar-benar melakukan apa yang dilakukannya pada kekasih-kekasih Kyuhyun terdahulu.

“Nona Park!”

“…..”

“Nona Park!!” Minhyo langsung mendongakkan kepalanya saat mendengar sebuah teriakan. Ia melihat ke atas panggung di mana Kyuhyun sedang menatapnya. Dengan tangannya, Kyuhyun memberi isyarat pada Minhyo untuk naik ke atas panggung. Minhyo menghela nafas panjang dan mencoba melupakan ucapan-ucapan Jihee tadi. Ia segera berdiri dan berjalan menuju panggung masih dengan memeluk tas Kyuhyun.

Saat Minhyo sudah berada di atas panggung, Kyuhyun membuka tasnya dan mengambil sebotol minum, kemudian meminumnya. Minhyo dapat melihat dengan jelas keringat yang mengalir dari pelipis, kening, leher, hingga lengan tangan Kyuhyun. Kaos abu-abu yang dipakai Kyuhyun pun tampak basah.

“Segarnya..” Ujar Kyuhyun setelah menghabiskan air di dalam botol yang diambilnya dari dalam tas tadi.

“Kemana Jihee?” Tanya Kyuhyun pada Minhyo saat melihat sahabatnya itu tidak ada disana. Minhyo hanya menaikkan kedua bahunya sebagai tanda tidak tau.

“Minhyo-ya, apa kau bisa dance?” Tanya Eunhyuk tiba-tiba yang sudah berada di samping Kyuhyun.

“Dulu saat di London aku pernah belajar dance beberapa kali. Tapi aku tidak pintar melakukannya.” Jawab Minhyo malu-malu.

“Benarkah? Kalau begitu aku akan mengajarkanmu. Ayo!” Eunhyuk mengambil tas dari tangan Minhyo dan memberikannya pada Kyuhyun. Setelah itu ia menarik Minhyo ke tengah panggung, bergabung dengan member yang lain. Kyuhyun yang melihatnya mendengus kasar dan meletakkan tasnya di pinggir panggung. Setelah itu ia ikut bergabung dengan yang lain.

Terdengar lagu Mr. Simple dari ponsel Donghae dan Eunhyuk yang sedang memperagakan gerakan dancenya. Minhyo tampak memperhatikannya dengan serius dan terkadang ikut bergerak. Saat Eunhyuk menyuruh Minhyo melakukan dancenya, Minhyo tampak kesulitan karena tidak terbiasa.

“Tidak.. Tidak.. Bukan seperti itu. Tanganmu harus seperti ini. Pinggangmu sedikit ke sini.” Eunhyuk mencoba mengarahkan gerakan yang benar pada Minhyo. Laki-laki itu memegang tangan serta pinggang Minhyo, membuat mata Kyuhyun membulat sempurna. Kedua tangan Kyuhyun mengepal dan menahan mati-matian agar tidak melayangkan tinjunya pada Eunhyuk.

“Ya, benar seperti itu. Ahh,, itu kakinya sedikit lebar.” Ujar Eunhyuk lagi.

“Seperti ini?” Tanya Minhyo.

“Kau buka kakimu selebar bahumu.” Eunhyuk memegang bahu Minhyo kemudian beralih ke lutut gadis itu. Cukup sudah Kyuhyun mencoba bersabar. Ia mendekati Eunhyuk dan Minhyo. Kyuhyun menepis kasar tangan Eunhyuk di tubuh Minhyo. Membuat Eunhyuk, Minhyo serta member lain terkejut.

“Aku juga bisa mengajarkannya, hyung. Kau tidak lupa kan kalau aku juga lead dancer?” Sindir Kyuhyun. Eunhyuk hanya mencibir kemudian sedikit menjauh dari kedua insan itu. Kyuhyun mulai mengajarkan gerakan dance Mr. Simple kepada Minhyo. Sering kali Kyuhyun melemparkan kata ‘bodoh‘ kepada Minhyo saat gadis itu tidak bisa melakukannya dengan benar. Padahal Minhyo tidak bisa melakukan dengan benar karena berada dalam jarak dekat dengan Kyuhyun. Apalagi didepan member lain yang membuat Minhyo sangat malu.

Saat itu Kyuhyun sedang berada di hadapan Minhyo dengan kedua tangannya yang sedang membenarkan letak tangan Minhyo. Minhyo tiba-tiba saja mendongak dan menatap Kyuhyun. Membuat gerakan tangan Kyuhyun terhenti dan malah membalas tatapan gadis itu. Entah apa yang ada dipikiran Kyuhyun, tiba-tiba saja ia melayangkan sebuah kecupan di bibir Minhyo.

“Yahh,, apa yang kau lakukan, Kyuhyun-ah?” Teriak Eunhyuk. Member lain terlihat tertawa geli karena mereka semua melihat apa yang Kyuhyun lakukan pada Minhyo tadi.

“Pantas saja kau ingin mengajarkannya dance. Ternyata kau mau mencuri kesempatan.” Goda Donghae dan tawa semua member semakin keras. Minhyo tampak memukul dada Kyuhyun dengan keras karena rasa malu yang dirasakannya. Ia mencoba menyembunyikan wajahnya di balik tubuh Kyuhyun yang tinggi.

“Aku hanya mencium kekasihku sendiri, memangnya salah?” Ujar Kyuhyun membalas godaan Eunhyuk. Sejujurnya, Kyuhyun pun merasa malu. Namun ia tidak mungkin menunjukkan itu dihadapan semua member. Bisa-bisa mereka mengejek Kyuhyun habis-habisan.

“Kau lihat wajah gadismu itu. Sepertinya ia sangat malu.” Ujar Yesung membuat Minhyo semakin menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun. Kyuhyun memeluk Minhyo kemudian ikut tertawa bersama member lain. Diam-diam, di dalam pelukan Kyuhyun pun Minhyo tampak tersenyum kecil.

 

 

 

Super Show 4 Seoul hari kedua sekaligus hari terakhir juga berjalan dengan lancar dan sukses. Banyak member yang terlihat menangis karena senang dan terharu. Namun bukan berarti Super Show 4 sudah berakhir, karena ini masih permulaan. Mereka akan mengelilingi berbagai negara untuk menggelar SS4.

Semua member beserta Minhyo dan Jihee sedang berkumpul di sebuah ruangan sembari mengadakan pesta kecil-kecilan. Mereka duduk membentuk sebuah lingkaran dengan gelas berisi soju di hadapan mereka masing-masing. Beberapa kali mereka bersulang bersama sebagai tanda kesuksesan Super Junior.

“Yahh,, SS4 Seoul berjalan dengan sukses.. Benar-benar sesuai harapan..” Cetus Shindong senang.

“Tidak sia-sia kita latihan satu minggu full kalau hasilnya memuaskan seperti ini. ELF tampak puas dengan penampilan kita.” Sahut Ryeowook.

“Benar sekali. Ayo kita minum lagi!” Ujar Eunhyuk sembari mengacungkan gelasnya. Semua ikut mengacungkan gelas mereka yang berisi soju dan meneguknya dalam sekali tegukan.

“Kau jangan terlalu banyak minum, Minhyo-ya..” Ujar Donghae.

“Memangnya kenapa kalau aku banyak minum, oppa?” Tanya Minhyo bingung.

“Nanti kau mabuk.” Jawab Donghae.

“Ne, benar sekali. Kalau kau mabuk, Kyuhyun pasti akan berbuat yang tidak-tidak padamu.” Sahut Eunhyuk.

“Yaa!!!” Jerit Kyuhyun tidak terima.

“Kenapa?? Memangnya aku salah bicara? Bisa saja kan itu terjadi? Tadi saja kau sudah berani menciumnya.” Semua member tertawa mendengar ucapan Eunhyuk.

“Oppa!! Haruskah kau membahasnya terus?” Protes Minhyo karena malu.

“Apa maksudmu, Eunhyuk oppa? Kyuhyun oppa mencium Minhyo?” Tanya Jihee membuat seluruh mata menatapnya. Suasana tiba-tiba menjadi hening. Eunhyuk terlihat salah tingkah saat melihat Jihee yang sedang menatapnya dengan pandangan menuntut.

“A–ahh,, i–itu..i–i–itu..” Eunhyuk melirik Kyuhyun untuk meminta bantuan. Namun Kyuhyun hanya diam saja. Jihee tiba-tiba berdiri dari duduknya.

“Benar kau mencium Minhyo, oppa?” Tanya Jihee pada Kyuhyun. Kyuhyun diam dan hanya membalas tatapan Jihee.

“Kau menciumnya di hadapan semua orang? Kenapa? Kau ingin memberitahukan ke semua orang bahwa gadis itu kekasihmu?!” Jihee terlihat benar-benar marah.

“Sampai kapan oppa akan menyakiti perasaanku? Aku menyukaimu oppa!! Kenapa kau malah melakukan itu? Kau sengaja?!” Teriak Jihee dengan matanya yang berkaca-kaca.

“Kau benar-benar keterlaluan.” Ucap Jihee dan segera keluar dari ruangan itu. Meninggalkan semua yang ada di sana dengan suasana canggung. Kyuhyun terlihat menghela nafas dan mengalihkan pandangannya pada Minhyo.

“Tunggu sebentar.” Ujar Kyuhyun sembari mengusap kepala Minhyo, dan setelah itu ikut keluar menyusul Jihee.

“Kau benar-benar tidak bisa menjaga mulutmu, Eunhyuk-ah..” Ujar Sungmin.

“Aku benar-benar tidak ada maksud untuk mengatakannya. Aku tidak sengaja. Sungguh. Aku lupa kalau ada Jihee disini. Niatku hanya ingin menggoda Kyuhyun dan Minhyo.” Eunhyuk mencoba membela diri.

“Aishh,, benar-benar.” Gumam Sungmin sembari menuangkan soju ke dalam gelasnya dan meminumnya.

“Sudahlah, oppa. Ini bukan salah Eunhyuk oppa. Jangan menyalahkannya. Aku permisi keluar dulu. Aku akan membantu Kyuhyun menjelaskannya pada Jihee.” Minhyo berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan itu.

 

 

 

Kyuhyun memegang dengan kuat lengan Jihee agar gadis itu tidak pergi. Wajah Jihee terlihat basah oleh airmata dan matanya terlihat merah. Kyuhyun menatap Jihee dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi ia merasa bersalah. Tetapi disisi lain, Kyuhyun merasa apa yang dilakukannya pada Minhyo itu bukan kesalahan. Minhyo adalah kekasihnya, dan bukankah hal biasa jika mencium kekasih sendiri?

“Lepaskan aku!!” Jihee memberontak dalam pegangan Kyuhyun. Namun Kyuhyun semakin mempererat pegangannya.

“Dengarkan penjelasanku dulu.” Ujar Kyuhyun.

“Penjelasan apa? Oppa keterlaluan!! Berapa kali oppa sudah menyakiti perasaanku? Kenapa oppa tega melakukannya?!” Airmata Jihee masih terus mengalir dengan deras.

“Kau tidak boleh seperti ini, Jihee-ya. Kau tau bagaimana perasaanku padamu.” Suara Kyuhyun terdengar putus asa.

“Dan oppa juga tau bagaimana perasaanku padamu!” Balas Jihee. Kyuhyun menghela nafas dan tampak kehilangan kata-kata. Tiba-tiba, Jihee melihat kedatangan Minhyo dari arah belakang Kyuhyun dan Kyuhyun tampaknya tidak menyadari itu. Jihee mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun dan menatapnya dalam. Dengan gerakan cepat, Jihee menarik tengkuk Kyuhyun dan menyatukan bibirnya dengan bibir Kyuhyun. Kyuhyun terlihat terkejut dengan apa yang dilakukan Jihee. Begitupun dengan Minhyo yang langsung menghentikan langkahnya dan menatap pemandangan di depannya dengan mata yang berkaca-kaca. Gadis itu merasa seluruh tubuhnya menegang. Kyuhyun dengan segera menjauhkan wajahnya dengan wajah Jihee. Ia menatap Jihee dengan pandangan tidak percaya.

“A–apa yang kau lakukan?” Tanya Kyuhyun pelan. Jihee langsung memeluk Kyuhyun dengan tangisnya yang semakin menjadi.

“Aku benar-benar menyukaimu, oppa. Aku menyayangimu dan aku mencintaimu. Aku mohon lihat kehadiranku disisimu, oppa.. Tinggalkan Minhyo dan datanglah padaku.” Isak Jihee. Kyuhyun benar-benar tidak tau harus berbuat apa sekarang. Ia bingung harus dengan apa menjelaskan pada Jihee bahwa ia sangat mencintai Minhyo dan tidak mungkin meninggalkan gadis itu. Kyuhyun akhirnya hanya bisa kembali menghela nafas dan membalas pelukan itu. Ia mengusap pelan punggung Jihee untuk membuat gadis itu tenang.

Minhyo yang melihat semuanya benar-benar tidak bisa menahan airmatanya untuk tidak keluar. Ini pertama kalinya ia menangis hanya karena seorang laki-laki. Dan Minhyo merasa dirinya benar-benar bodoh. Dengan gerakan perlahan, Minhyo menjauh dari kedua orang yang masih terus berpelukan itu. Hingga akhirnya ia berlari meninggalkan tempat itu untuk pulang ke apartemen.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

59 thoughts on “Trust Me (FF Request) – Part 7

  1. aigoo eonni semakin seru banget, aku bener bener suka ceritanya kalo bisa dibuat lebih panjang lg ya eon hehe
    terus di publishnya jangan lama2 😀
    semangat

  2. Jihee aihh ngeselin bgt deh gue iket buang ke sumur deh wkwk
    minhyo salah paham lagiiiii….
    Awalnya sweet parah dan akhirnya betein parah grgr jihee

  3. Lah wajarkan emg siapa jihe amoe mrah gra gra kyu cium minhyo aiissh -_-Aiihhh jihee pngen jambak jambak asli, dia egois mikirin persaan dri sndri terus ga liat apa kyuhyun gmna ? Dan terus aja makin kurang ajar dan gtau diri jdi kesel sndri ihh :/
    Gimna ini klanjutannya, jihe hrus dsingkirin dlu ih biar minhyo sma kyu ga berantem terus

  4. Jihee benar2 jahat dan sll memanfaatkan situasi dan kesempatan apapun u merebut Kyu oppa, smg Kyu oppa nanti sangat menyadari bhw apa yg dilakukan Jihee terhadapnya itu salah krnnia sdh memiliki Minhyo.. takutnya nanti mrk benar2 bs putus

  5. Demi apapun rasanya pengen banget ngebuang jihee ke laut (?) *plak XD terus gimana kelanjutan hubungan kyuhyun-minhye eon? Ditunggu part selanjutnya ^o^

  6. saran gue seh ada juga gitu cast cowok yg suka sama minhyo jadi adil gitu, n konfliknya lebih terasa, jadi Kyu juga bisa ngerasain apa yg di rasain Minhyo

  7. Aaaa Makin kereeen… 😀 Sekarang saya sadar thor, kayaknya nyampe akhir ya Jihee bakalan tetap ada buat bahan konflik. Judulnya aja “Trust Me”. Wkwk Pasti supaya Minhyo sepenuhnya peraya ke Kyu kan? Pokoknya jangan sampe sad ending deh thor… TT

  8. Aaaaa jihee ngeselin paraaahhh. Kayaknya niat aku mau jambak jambak rambut dia bakal terealisasi beneran kalo aja gak inget ini fiksi 😐
    Part ini konfliknya cus banget(?), feel gregetnya juga dapet(?)
    Next part asap yooo. Udah curious banget hehehe

  9. bener2 dah si jihee, asli ngeselin banget
    klo mang cinta ga begitu juga kali
    klo orang yg kita suka ga menyambut perasaan kita, yah harus ikhlas
    mana bisa sih cinta dipaksain, yang ada dirinya sendiri yg sakit
    jambak nih sih jiheenya sampai botak, kesel banget…

  10. asli ya kyu sama minhyo tiada hari tanpa kemesraan :’)
    iri deh :’)
    bener kan dugaanku klo jinhee bkalan jadi org ke 3 nya -.-
    dsr perusak hubungan org -.-
    hrsnya minhyo ketemu cowo lain aja ya spy konfliknya nambah (?) wkkwkwwk

  11. sumpah jihee ini minta di mutilasi kali ya !! :@
    kyu gga bisa tegas ma sikap’a jihee nih bikin perasaan minhyo amburadul!!

  12. sumpah jiheee bener2 nyebelin,,, suka banget ngerusak hub kyu sm kekasihnya…
    dan minhyo liat jihee nyium kyu, alamat bakal putus dh kyu sm minhyo…
    pengen ngejambak jihee….

  13. Omo omo omo part ini aku kesel super kesel bgt ih gatau diri bgt si jihae udh di tolak juga iwhh
    Minhyo ah jgn percya apa yg kmu liat mnta penjelasan dulu klo ga apa gitu ke aduhh jgm smpe mereka putusss ah eotokae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s