Trust Me (FF Request) – Part 6

Trust Me (FF Request) – Part 6

Author : Choineke

TitleTrust Me

Cast : Cho Kyuhyun, Park Min Hyo (OC)

Sub cast : Choi Jihee (OC), Park Sanghyun (Thunder)-Mblaq, Park Chanyeol-EXO K, Cho Ahra

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

Note : oke ini ff request dari salah satu reader disini, namanya Poppy Lodaya. Semoga suka ya  happy reading all^^

 

Author POV

Sungmin terjaga dari tidurnya saat mendengar pintu kamarnya terbuka. Walaupun keadaan kamar yang gelap karena lampu yang dimatikan, tetapi namja imut itu masih bisa mengetahui siapa yang memasukki kamarnya. Sungmin beranjak dari baringnya menjadi duduk dan tampak memperhatikan Kyuhyun yang terlihat tidak bersemangat. Berbeda sekali saat laki-laki itu hendak pergi.

“Kau bilang ingin menginap di apartemen Minhyo?” Tanya Sungmin. Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Kenapa? Pasti Minhyo tidak mengizinkanmu. Lagipula kalian itu hanya sepasang kekasih. Tidak mungkin Minhyo membiarkan seorang laki-laki asing menginap di apartemennya, walaupun itu kekasihnya sendiri.” Ujar Sungmin menyimpulkan pendapatnya sendiri.

“Tidak seperti itu, hyung.” Kata Kyuhyun pelan. Alis Sungmin terangkat sebelah saat mendengar suara Kyuhyun yang terdengar sendu.

“Ada apa, Kyuhyun-ah? Apa terjadi sesuatu?” Tanya Sungmin khawatir.

“Kepalaku rasanya mau pecah, hyung.” Keluh Kyuhyun sembari menghempaskan dirinya di ranjang. Kyuhyun memegangi keningnya sembari memejamkan mata.

“Sepertinya acaramu tidak lancar.” Tebak Sungmin.

“Aku sudah melakukan kesalahan besar, hyung. Dan sekarang Minhyo marah padaku.”

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Sungmin. Kyuhyun mengubah posisinya menjadi duduk. Mencoba menatap Sungmin dalam keadaan gelap.

“Aku membiarkannya datang kerumahku bersama Ahra noona. Sedangkan aku sendiri malah menjemput Jihee dan pergi bersamanya ke rumah.” Jawab Kyuhyun.

“Mwo? Kenapa Jihee bisa ikut? Bukankah itu acara keluargamu?” Tanya Sungmin lagi.

“Ia bilang sudah lama tidak bertemu appa dan eommaku. Makanya Jihee ingin ikut. Lagipula dia bilang ingin mengenal Minhyo lebih dalam.”

“Lalu kenapa kau lebih memilih menjemputnya?”

“Mobil Jihee rusak, hyung. Dan ia memintaku menjemputnya. Aku tidak tega untuk menolaknya.”

“Dan akhirnya lebih membiarkan gadismu pergi bersama Ahra?” Kyuhyun mengangguk pelan.

“Kalau aku jadi Minhyo, akupun akan marah.” Dengus Sungmin.

“Belum lagi eomma yang menyuruh Minhyo agar banyak bertanya pada Jihee bagaimana ketika aku kecil. Kau bisa bayangkan hyung bagaimana perasaan Minhyo saat itu. Minhyo sedikit sensitif jika sudah menyangkut Jihee.” Kyuhyun mengacak rambutnya sebagai pelampiasan rasa frustasi.

“Minhyo sensitif pada Jihee pun pasti ada penyebabnya, Kyuhyun-ah. Dan kurasa kau tau apa penyebabnya.” Ujar Sungmin membuat Kyuhyun diam.

“Aku tidak bermaksud untuk menyuruhmu mengabaikan Jihee. Hanya saja keadaannya sudah berbeda sekarang, Kyuhyun-ah. Bukan hanya Minhyo, mungkin gadis manapun yang menjadi kekasihmu, mereka akan berlaku sama seperti Minhyo jika kau terlalu memikirkan Jihee daripada kekasihmu sendiri. Sekali lagi aku tidak menyuruhmu untuk mengabaikan Jihee. Aku sayang pada Jihee dan sudah menganggapnya seperti adikku sendiri. Tetapi apa yang kau lakukan pada Minhyo saat ini memang salah. Kau harus mengutamakan Minhyo terlebih dahulu, baru setelah itu Jihee. Kau coba saja bayangkan jika posisimu dan Minhyo dibalik. Bagaimana perasaanmu?” Kyuhyun masih terus diam dan terlihat berpikir keras.

“Jika kau seperti ini terus, Minhyo pasti akan meninggalkanmu.”

“Hyung, jangan menakutiku.”

“Aku serius, Kyuhyun-ah. Jadi lebih baik kau pikirkan baik-baik ucapanku tadi. Dan segeralah minta maaf pada Minhyo.”

“Aku sudah melakukannya, hyung. Dan asal kau tau, Minhyo mengatakan padaku bahwa ia tidak marah. Tetapi sikapnya padaku benar-benar membuatku frustasi.” Sungmin tersenyum kecil.

“Dasar bodoh. Setiap gadis pasti tidak mungkin mengakui dengan terang-terangan bahwa mereka marah. Mereka juga mempunyai harga diri, Cho Kyuhyun.” Ujar Sungmin dengan geli.

“Aku tidak suka dia bersikap seperti itu, hyung. Lebih baik ia berteriak padaku dan itu akan membuatku lebih tenang.”

“Berhentilah mengeluh, Cho Kyuhyun. Lebih baik kau cari cara agar Minhyo tidak lagi marah padamu.” Kata Sungmin dan kembali berbaring untuk melanjutkan tidurnya yang terganggu. Kyuhyun hanya dapat termenung sembari memikirkan bagaimana agar Minhyo bersikap seperti semula padanya. Rasa-rasanya ia ingin memutar waktu dan lebih memilih menjemput Minhyo jika tau jadinya akan seperti ini.

 

~~~

 

Minhyo terbangun dari tidurnya saat matahari sudah berada sangat tinggi. Hari itu hari Minggu dan ia memang berencana untuk bermalas-malasan di apartemen. Minhyo mengambil ponselnya yang berada di meja samping tempat tidur. Ia menyentuh layar ponselnya dan terlihat beberapa pesan dari Kyuhyun. Tanpa membukanya, Minhyo langsung menghapus pesan itu. Ia sedang malas dan sangat malas berurusan dengan laki-laki itu. Minhyo beranjak dari baringnya dan menghubungi Sanghyun.

“Oppa…” Ucapnya manja saat Sanghyun sudah mengangkat teleponnya.

Ada apa, Hyo-ya?

“Bagaimana kabar kalian di sana?”

Aku dan appa baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana?

“Aku juga baik, oppa.”

Ah,, baguslah jika seperti itu.

“Oppa, bisa kirimkan aku uang?”

Uang? Untuk apa? Tidak biasanya kau minta uang seperti ini.

“Aku ingin membeli mobil.”

Mwo?! Mobil?

“Jangan terkejut seperti itu, oppa. Aku membutuhkan mobil disini. Apa kau tega melihatku susah jika ingin kemana-mana?” Keluh Minhyo. Terdengar suara tawa Sanghyun dari sebrang sana.

Arraseo. Arraseo. Nanti oppa akan mengirimkanmu uang.

“Gomawo. Sanghyun oppa memang yang terbaik.”

Cih! Kau selalu memujiku jika ada maunya seperti ini.

“Kalau begitu aku tarik lagi saja pujiannya.”

Sudahlah, aku mau tidur. Kau pikir sekarang jam berapa di London, huh?!

“Astaga!! Aku lupa jika kita berbeda negara, oppa. Hahahaha.. Di Korea sudah siang.” Minhyo tidak dapat menahan tawanya.

Dasar! Sudahlah, aku tutup ya.

“Ne, oppa. Annyeong.” TREK. Minhyo melempark ponselnya begitu saja di atas kasur. Setelah itu ia tampak memutar-mutar kepalanya untuk merenggangkan otot lehernya yang terasa kaku. Minhyo keluar dari kamarnya dan terlonjak kaget saat melihat Kyuhyun sedang menonton TV di ruang tengah. Pandangan mereka bertemu dan Minhyo langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Gadis itu melewati ruang tengah dan menuju dapur untuk mengambil minum.

“Kau sangat malas untuk ukuran seorang gadis, Nona Park.” Desis Kyuhyun yang juga sudah berada di dapur. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya saat melihat penampilan lusuh kekasihnya itu yang hanya memakai kaos kebesaran berbahan tipis. Entah Minhyo memakai celana atau tidak karena baju itu sudah menutupi setengah pahanya. Minhyo seolah tidak peduli dengan sindiran Kyuhyun dan kembali melewati laki-laki itu begitu saja. Kyuhyun terus mengikuti Minhyo sampai gadis itu masuk ke dalam kamarnya.

“Keluar dari kamarku.” Usir Minhyo sembari menatap Kyuhyun dengan tajam.

“Tidak, sebelum kau mau bicara denganku.” Sahut Kyuhyun.

“Aku tidak mau bicara denganmu.” Tolak Minhyo.

“Tapi aku mau bicara denganmu.” Balas Kyuhyun. Minhyo diam sambil terus menatap Kyuhyun.

“Berhentilah bersikap kekanakkan dan selesaikan masalah kita baik-baik. Apa kau pikir masalah akan selesai dengan kau menghindar seperti ini?” Ujar Kyuhyun kesal.

“Ne, aku memang kekanakkan. Lalu kenapa? Menyesal sudah menjadikanku kekasihmu? Aku tidak pernah memaksamu, Kyuhyun-ssi. Jadi kau boleh menarik kembali kata-katamu untuk menjadikanku kekasihmu dan kau bisa pergi dari sini. Selesai, kan?” Minhyo menaruh kedua tangannya di pinggang dan menatap Kyuhyun dengan pandangan menantang.

“Sayangnya aku tidak pernah melepaskan begitu saja gadis yang sudah kutawan sebagai kekasihku, Nona Park. Jadi, sebaiknya kau buang jauh-jauh pikiran konyol itu.”

“Dasar brengsek! Dari awal kau menganggapku tawanan, huh? Ahh,, pantas saja kau lebih mementingkan Jihee daripada seseorang yang kau sebut tawanan ini.” Minhyo tersenyum sinis sedangkan Kyuhyun tersenyum puas.

“Akhirnya kau mengeluhkan itu juga. Kenapa kemarin pura-pura tidak marah padahal kau marah?” Tanya Kyuhyun sembari mendekati posisi Minhyo. Minhyo tampak salah tingkah saat sadar dirinya sudah menyuarakan kekesalannya kemarin.

“Aku lebih senang jika kau marah seperti ini. Kalau kau diam, kau membuatku ketakutan setengah mati.” Minhyo hanya diam saja dan tidak berniat membalas ucapan Kyuhyun.

“Jadi, aku akan memberikanmu waktu untuk marah. Silahkan saja. Aku siap mendengarnya.” Ujar Kyuhyun.

“Kata siapa aku marah?” Minhyo masih enggan mengakui dirinya marah pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kecil. Harga diri gadis ini terlalu tinggi.

“Baiklah kalau kau tidak marah. Sekarang kau dengarkan aku baik-baik.” Kyuhyun menambah satu langkah hingga sekarang benar-benar dekat dengan Minhyo. Ia meraih tangan Minhyo dan menggenggamnya dengan erat. Mencegah Minhyo untuk menjauh darinya.

“Aku tau aku tidak berhak meminta maaf padamu. Mengingat kesalahan yang aku perbuat ini seperti sengaja aku lakukan. Tapi aku berani bersumpah, bahwa aku tidak pernah bermaksud untuk lebih mementingkan Jihee daripada dirimu.”

“Jangan bermain-main dengan sumpah.” Potong Minhyo dan menatap Kyuhyun dengan tidak suka.

“Aku hanya ingin kau percaya padaku, Nona Park. Aku menyukaimu, ah ani, aku mencintaimu. Dan aku tidak memiliki perasaan apapun pada Jihee. Semua yang aku lakukan padanya hanya karena aku peduli terhadapnya sebagai sahabat. Tidak lebih.”

“Aku tidak bodoh, Kyuhyun-ah. Aku tau bagaimana cara memperlakukan seorang sahabat. Dan apa yang kau lakukan tidak mencerminkan bahwa kau menganggapnya sahabat. Mungkin kau salah mengartikan perasaanmu pada Jihee.”

“Demi Tuhan aku tidak memiliki perasaan apapun padanya!” Suara Kyuhyun tiba-tiba meninggi.

“Kalau aku memang menyukainya, sudah dari dulu aku menjadikannya sebagai kekasihku. Tidak perlu menunggu hingga aku mengenalmu.” Lanjutnya.

“Siapa tau perasaan itu memang baru tumbuh sekarang.” Ucap Minhyo asal.

“Apa kau terlalu mencintaiku?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba membuat wajah Minhyo memerah.

“A–apa yang kau katakan?”

“Kau sepertinya lebih tau bagaimana perasaanku dibandingkan aku sendiri. Apa itu tandanya kau sangat mencintaiku?” Minhyo semakin salah tingkah dengan pertanyaan Kyuhyun.

“Kau gila!” Minhyo mencoba melepaskan genggaman tangan Kyuhyun, tetapi Kyuhyun malah menariknya ke dalam sebuah pelukan. Minhyo mencoba memberontak tetapi itu bukan masalah yang serius untuk Kyuhyun. Hingga akhirnya Minhyo lelah sendiri dan memilih diam.

“Kau percaya padaku, kan?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak.”

“Aku serius, Nona Park.”

“Kau pasti akan mengulanginya lagi.”

“Tidak akan.” Yakin Kyuhyun dan membuat Minhyo diam.

“Tepati kata-katamu itu.” Ujar Minhyo akhirnya dan membalas pelukan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum lega dan mengusap punggung Minhyo dengan pelan.

“Terima kasih.” Bisik Kyuhyun. Minhyo mengangguk kecil.

“Ternyata perkiraanku tidak salah.” Gumam Kyuhyun masih terus dengan mengusap punggung Minhyo.

“Apa?” Tanya Minhyo bingung.

“Kau tidur tidak memakai bra.” Bisik Kyuhyun membuat mata Minhyo membesar. Minhyo mencoba melepaskan pelukan Kyuhyun tetapi Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

“Jika kau melepaskan pelukanku, aku bisa melihat dengan jelas apa yang ada dibalik kaos tipismu itu, Nona Park.” Kata Kyuhyun membuat Minhyo berhentik bergerak dan malah menyembunyikan wajahnya di bahu Kyuhyun. Ia benar-benar lupa kalau saat ini ia tidak memakai bra. Itu memang kebiasaannya saat tidur. Dan ia tidak menyangka Kyuhyun bisa menyadarinya. Apa tercetak dengan jelas? Ahh,, memalukan!

“Untung saja aku yang melihatnya, Nona Park. Bagaimana jika laki-laki lain?”

“Kau pikir aku bangga jika kau melihatnya?” Kesal Minhyo.

“Yaa!! Kau pikir aku juga bangga bisa melihatnya? Bukankah sudah kubilang bahwa tubuhmu tidak membuatku nafsu sama sekali.” Ejek Kyuhyun. Minhyo mencubit perut Kyuhyun dengan kuat.

“Aakkkhhh..” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mengusap perutnya yang terasa perih. Minhyo dengan cepat menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“Keluar dari kamarku!”

“Kalau aku tidak mau, bagaimana?” Tantang Kyuhyun. Minhyo mendengus.

“Kau itu munafik, Tuan Cho. Apa kau tau itu?”

“Mwoya? Seenaknya saja kau bilang aku munafik!”

“Kenyataannya kau memang seperti itu. Kau bilang tubuhku tidak membuatmu nafsu tetapi kau senang melihatku memakai kaos tipis seperti ini, kan? Makanya kau tidak mau keluar dari kamarku.” Minhyo menunjukkan senyum penuh kemenangan. Sedangkan Kyuhyun tampak salah tingkah.

“Aku keluar!” Kyuhyun segera berbalik dan meninggalkan kamar Minhyo. Minhyo hanya bisa tersenyum geli dan menghempaskan dirinya di kasur. Mau semarah apapun ia pada laki-laki itu, nyatanya ia tidak bisa mengabaikan keberadaan Kyuhyun begitu saja.

 

 

 

Minhyo keluar dari kamarnya saat sudah selesai mandi. Ia melihat Kyuhyun yang tertidur di sofa dengan TV yang menyala. Minhyo mendekati Kyuhyun dan mengambil remote yang berada di dalam genggaman Kyuhyun untuk mematikan TV. Setelahnya Minhyo berjongkok tepat di depan wajah Kyuhyun dan memperhatikan wajah laki-laki itu. Minhyo tersenyum kecil melihat wajah Kyuhyun yang terlihat lebih tampan saat laki-laki itu sedang tidur. Berbeda sekali jika ia sedang terjaga. Namun bukan berarti saat terjaga Kyuhyun tidak tampan. Minhyo mengeluarkan ponsel dari saku hotpantsnya dan menekan aplikasi kamera. Diarahkannya ponselnya itu tepat di depan wajah Kyuhyun.

KLIK!

Minhyo tersenyum puas saat melihat hasil yang sesuai harapannya. Ia bisa menjadikan foto itu sebagai senjata jika Kyuhyun macam-macam padanya. Senyum evil tercetak jelas di wajah Minhyo. Minhyo kembali menatap Kyuhyun dan alangkah terkejutnya ia saat melihat mata itu terbuka sempurna. Minhyo langsung terduduk di lantai dengan memegangi dadanya.

“K–kau..b–bangun?!” Tanya Minhyo gugup.

“Kau mengambil fotoku?” Tanya Kyuhyun sembari mengubah posisinya menjadi duduk.

“A–a–ani.”

“Bohong. Aku bisa mendengar suara kamera dari ponselmu.”

“K–kau bermimpi.” Minhyo berdiri dari duduknya dan menyembunyikan ponselnya di belakang tubuhnya.

“Jika begitu, kemarikan ponselmu. Aku ingin lihat.” Kyuhyun menengadahkan tangannya di depan Minhyo.

“Shireo! Kenapa aku harus memberikan ponselku padamu?” Tolak Minhyo dengan memundurkan langkahnya untuk menjauhi Kyuhyun. Namun sialnya Kyuhyun menyadari itu dan malah memajukan langkahnya.

“Kemarikan ponselmu sebelum aku mengambilnya secara paksa, Nona Park.” Ancam Kyuhyun. Minhyo menggeleng keras.

“Kau pikir bisa seenaknya mengambil foto seorang artis? Asal kau tau, kami menjadi model itu di bayar. Setidaknya jika kau ingin memfotoku, kau harus membayarku.” Kyuhyun terus mendekati Minhyo yang berjalan mundur mengelilingi meja di ruang tengah.

“Cih! Aku hanya mengambil fotomu satu kali. Haruskah aku membayarnya juga?” Keluh Minhyo.

“Tentu saja. Jadi cepat kau bayar atau kemarikan ponselmu!”

“Shireo!”

“Neo..” Kyuhyun akhirnya berlari mengejar Minhyo yang sudah berlari terlebih dahulu memutari seluruh ruangan diapartemen. Mereka terus saling berkejaran dalam beberapa menit. Minhyo sudah terlihat lelah sedangkan Kyuhyun masih terlihat biasa-biasa saja. Karena terlalu lelah dan masih memaksakan untuk berlari, kaki kanan Minhyo tanpa sengaja tersandung kaki kirinya sendiri hingga menyebabkan dirinya terhempas di lantai jika Kyuhyun tidak dengan cepat menangkapnya. Walaupun Kyuhyun sudah menolongnya, mereka tetap saja terjatuh di lantai, hanya saja tidak terlalu keras.

“Akhh,, appo..” Ringis Minhyo merasakan punggungnya sakit.

“Gwenchana?” Kyuhyun yang berada di atas Minhyo terlihat khawatir.

“Punggungku sakit.”

“Jika aku tidak menahanmu, mungkin akan terasa lebih sakit.” Ujar Kyuhyun dan menjatuhkan kepalanya di samping kepala Minhyo. Nafas keduanya yang tersengal tampak saling bersaut-sautan.

“Kekasihku benar-benar tidak pernah minum susu sepertinya.” Ejek Kyuhyun dan memberikan kecupan di pipi Minhyo.

“Aku tersandung. Dan itu tidak ada hubungannya dengan minum susu.” Bantah Minhyo kesal. Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan bangkit dari posisinya. Ia membantu Minhyo untuk duduk.

“Akkhh,, jeongmal appo..” Keluh Minhyo sembari mencoba memegang punggungnya.

“Appo? Apa perlu ke rumah sakit?” Tanya Kyuhyun. Minhyo menggeleng.

“Kita duduk di sofa saja biar lebih nyaman.” Kyuhyun kembali membantu Minhyo berdiri dan mendudukkannya di sofa ruang tengah. Kyuhyun menghempaskan dirinya di samping Minhyo dan tampak menghela nafas kasar.

“Karena kau, aku jadi berkeringat.” Protes Kyuhyun.

“Kau yang duluan memulainya.”

“Siapa yang menyuruhmu mengambil fotoku? Kemarikan ponselmu!”

“Shireo!” Kyuhyun masih mencoba mengambil ponsel Minhyo.

“Akkhh..akkhh.. Punggungku sakit, bodoh!!” Mata Minhyo tampak berkaca-kaca saat Kyuhyun tidak sadar mendorong tubuh gadis itu ke belakang.

“Maaf,, maaf.. Aku tidak sengaja.” Kyuhyun mengusap pelan punggung Minhyo. Tiba-tiba ponsel Kyuhyun yang berada di saku celananya berbunyi. Kyuhyun langsung merogoh saku celananya dan melihat siapa yang menelepon. Kyuhyun dan Minhyo saling berpandangan saat melihat nama Jihee di sana. Sesaat kemudian Minhyo langsung mengalihkan pandangannya.

“Yoboseo..”

Oppa, kau dimana?

“Waeyo?”

Aku ada di dorm sekarang. Dan kau tidak ada. Kau dimana?

“Aku sedang berada di apartemen Minhyo.” Sesaat tidak terdengar sahutan apapun dari Jihee saat Kyuhyun mengatakan dimana ia berada sekarang.

“Yoboseo..”

Berapa lama lagi oppa disana?” Suara Jihee terdengar pelan.

“Entahlah. Sepertinya sampai malam. Atau mungkin aku akan menginap disini.”

Menginap?

“Ne.”

Lalu kedatanganku ke dorm akan sia-sia?

“Disana kan ada member yang lain. Kau bisa mengobrol dengan mereka. Mereka pasti tidak akan mengacuhkanmu.”

Kau benar-benar tidak bisa pulang sekarang, oppa?” Suara Jihee terdengar penuh harap. Kyuhyun menghela nafas panjang dan melirik Minhyo yang sedang menunduk sembari menggenggam erat ponselnya.

Mianhae, Jihee-ya. Minhyo juga membutuhkanku disini.

“Arraseo.” Sambungan telepon terputus begitu saja saat Jihee mengucapkan satu kata terakhir itu. Kyuhyun menatap layar ponselnya sebentar sebelum akhirnya meletakkannya di meja.

“Jihee ada di dorm. Dan ia memintaku untuk pulang.” Ujar Kyuhyun.

“Pulanglah kalau begitu.” Sahut Minhyo tanpa menatap Kyuhyun.

“Shireo. Aku masih ingin disini.”

“Jihee pasti kecewa.” Gumam Minhyo.

“Kau pun juga pasti akan kecewa jika aku meninggalkanmu sekarang, kan?” Minhyo menatap Kyuhyun.

“Apa aku egois?” Tanya Minhyo.

“Egois?”

“Apa salah jika aku tidak mengizinkanmu untuk memperdulikan wanita lain?” Tanya Minhyo lagi. Kyuhyun tersenyum dan menarik Minhyo untuk bersandar di dadanya.

“Jika kau melakukan itu pada laki-laki lain, tentu salah. Tetapi karena laki-laki itu aku, maka itu tidak salah. Tidak ada seorang gadis manapun yang mau lelakinya memperdulikan gadis lain, selain dirinya.”

“Tetapi biar bagaimanapun Jihee lebih dulu memasukki kehidupanmu. Aku rasa member Super Junior yang lain tidak suka padaku, karena aku pasti akan membuat hubunganmu dan Jihee merenggang.” Kata Minhyo dengan senyum yang dipaksakan.

“Anieyo. Jangan suka bicara tanpa bukti. Asal kau tau, Sungmin hyung kemarin juga menyalahkanku karena lebih memilih menjemput Jihee daripada kau yang berstatus sebagai kekasihku.” Jelas Kyuhyun. Minhyo hanya diam sembari mendengarkan detak jantung Kyuhyun.

“Semua member mengetahui bagaimana perasaanku pada Jihee. Dan sekalipun mereka tidak pernah memaksaku untuk mencintai gadis itu. Karena perasaan seseorang memang tidak bisa dipaksakan, Nona Park. Dan kalaupun aku lebih memperdulikan Jihee daripada kau, itu memang hanya sebatas peduli. Karena wanita yang aku cintai hanya kau.” Minhyo tidak dapat menyembunyikan senyumnya saat mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan Kyuhyun. Dadanya berdegup dengan kencang dan ia merasa wajahnya memanas.

“Terima kasih.” Gumam Minhyo.

“Aku terima ucapan terima kasihmu. Dengan syarat kau harus mengizinkanku menginap disini malam ini.” Minhyo menegakkan tubuhnya kembali dan menatap Kyuhyun tajam.

“Tidak!”

“Yahh,, jangan seperti itu. Aku mau menghabiskan waktu lebih lama denganmu.”

“Kau pikir aku akan membiarkan laki-laki mesum menginap di apartemenku?” Desis Minhyo. Kyuhyun tampak tidak terima.

“Siapa yang kau sebut mesum? Memangnya apa yang kulakukan padamu hingga kau menganggapku mesum?!”

“Kau menciumku sembarangan! Dan kau melihatku saat tidak memakai bra!” Ujar Minhyo sambil menunjuk Kyuhyun dengan telunjuknya. Kyuhyun langsung menggigit telunjuk Minhyo yang berada di depan wajahnya.

“Aakkhh!!” Minhyo memegangi telunjuknya yang terasa sakit.

“Hukuman karena kau asal bicara.” Ucap Kyuhyun. Minhyo menatap Kyuhyun kesal.

“Dengarkan aku baik-baik. Pertama, masalah aku menciummu. Harus berapa kali kubilang bahwa aku berhak melakukan itu?” Ujar Kyuhyun dan langsung mengecup bibir Minhyo berkali-kali. Membuat mata Minhyo membulat sempurna.

“Yang kedua, aku melihatmu tidak memakai bra. Kau pikir itu salahku, huh? Salahmu yang tidak menyadari itu ketika kau bangun tidur dan melihatku ada di apartemenmu. Seharusnya kau berterima kasih karena aku yang melihatnya. Bagaimana jika laki-laki lain yang melihat dan mereka berbuat yang tidak-tidak padamu?” Ucap Kyuhyun santai dan malah membuat Minhyo semakin bertambah kesal. Minhyo memukul dengan keras kepala Kyuhyun dan berlari meninggalkan Kyuhyun ke kamarnya. Tidak lupa Minhyo menutup pintu dengan keras.

“AKU MEMBENCIMU, CHO KYUHYUN!!!” Teriak Minhyo dari dalam kamar. Membuat Kyuhyun tidak dapat menahan tawanya, hingga akhirnya tawa itu bergema di ruang tengah apartemen Minhyo.

 

~~~

 

Minhyo membolak balik kertas yang ada di atas meja kerjanya dengan malas. Ahra bilang laporan yang dibuat Minhyo ada kesalahan. Tetapi saat gadis itu membolak baliknya beberapa kali, ia tidak menemukan kesalahan itu. Entahlah, beberapa hari ini gadis itu tidak bisa bekerja dengan baik. Ia menghempaskan pelan kertas-kertas itu di meja dan melirik ponselnya yang berada di atas meja. Tidak ada pesan maupun telepon dari laki-laki itu. Minhyo tau bahwa Kyuhyun sedang sibuk dengan SS4nya. Tetapi apakah tidak ada waktu sebentar saja untuk sekedar memberinya kabar? Minhyo bisa saja menghubungi Kyuhyun duluan, tetapi rasa gengsinya terlalu besar. Minhyo sudah bertekad mulai hari ini, jika Kyuhyun menghubunginya, ia tidak akan menjawab telepon itu. Dia tidak peduli jika Kyuhyun akan marah. Gadis itu ingin Kyuhyun merasakan apa yang dirasakannya beberapa hari ini.

Minhyo baru saja menyandarkan punggungnya pada kursi kerja, saat tiba-tiba ponselnya bergetar. Dengan cepat gadis itu mengambil ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya. Ia menghela nafas panjang saat melihat nama Sanghyun oppa di sana.

“Yoboseo..”

Hyo, oppa sudah mengirimkan uang yang kau minta waktu itu.

“Ah, benarkah?”

Ne. Dan nanti jika kau sudah membawa mobil sendiri kemana-mana, hati-hati di jalan. Arra?

“Arraseo, oppa. Oh ya, apa appa tau aku minta dikirimkan uang?”

Tentu saja tau. Kau pikir uang yang kukirimkan padamu itu uang siapa? Uangku? Enak saja.

“Aishh,, jinjja! Oppa memang selalu pelit kalau soal uang. Padahal untuk adikmu sendiri.”

Yahh,, uangku nanti untuk istri dan anak-anakku. Mana bisa aku menghambur-hamburkannya sekarang.

“Heol,, seperti kau punya kekasih saja sekarang.”

Dasar adik kurang ajar. Sudahlah, kau sedang apa sekarang?

“Aku masih bekerja, oppa. Tapi sebentar lagi mau pulang. Oppa sendiri sedang apa?”

Oppa mau siap-siap untuk bekerja. Hyo-ya, sepertinya oppa akan ke Korea bulan depan.

“MWO?! JINJJA?”

Ne, oppa ingin melihat keadaanmu dan Chanyeol disana.

“Bagaimana dengan appa?”

Appa bilang tidak apa-apa. Aku di sana mungkin hanya 1 minggu. Tetapi aku belum tau kapan hari pastinya akan ke sana. Nanti aku akan mengabarimu lagi.

“Baiklah kalau seperti itu. Jangan lupa oleh-oleh saat kesini, oppa!”

Anak ini, benar-benar.

“Oppa, aku ingin bicara dengan appa.”

Ah baiklah, tunggu sebentar.” Untuk sesaat Minhyo tak mendengar suara apapun selain suara langkah kaki Sanghyun yang menuruni anak tangga. Minhyo kembali menyandarkan punggungnya dan memutar kursinya ke kanan dan ke kiri.

Yoboseo..

“Appa!!”

Aigoo, anakku. Bagaimana kabarmu?

“Aku baik-baik saja. Appa sendiri bagaimana? Jeongmal bogossipeo, appa.”

Nado, sayang. Appa juga baik-baik saja disini. Selama di sana tidak ada masalah apapun, kan?

“Tidak ada, appa. Semuanya baik-baik saja. Chanyeol 3 minggu lagi akan mulai debutnya, appa.”

Benarkah? Akhirnya anak itu benar-benar bisa mewujudkan mimpinya menjadi penyanyi.

“Ne, appa. Appa di sana jangan bekerja terlalu keras, eo? Harus banyak istirahat agar appa tidak sakit.”

Iya, appa tau. Aigoo,, appa rindu sekali denganmu. Biasanya jika disini, kau akan mengomeli appa setiap hari karena terlalu keras bekerja.” Minhyo tersenyum kecil.

“Appa jangan bicara seperti itu. Aku jadi ingin menangis.”

Hahaha.. Sudahlah,, kapan-kapan kita bicara lagi. Kau baik-baiklah disana. Arraseo?

“Arraseo appa. Annyeong.” TREK. Minhyo menghela nafas dan meletakkan ponselnya di atas meja. Ia benar-benar merindukan Tuan Park dan Sanghyun. Sebenarnya ia bisa saja mengambil cuti dan pulang ke London. Tetapi sekarang ia sudah punya Kyuhyun. Tidak bisa pulang begitu saja, karena laki-laki itu tidak akan mudah mengizinkannya pergi. Minhyo meringis kecil saat tiba-tiba mengingat Kyuhyun lagi. Lebih baik ia segera beres-beres karena hari sudah semakin malam.

 

 

 

Kyuhyun menetralkan nafasnya yang tersengal sembari membuka jas putih serta kaos yang dipakainya. Ia kemudian mengambil pakaian yang lebih santai dan memakainya. Ia memiliki waktu 10 menit untuk beristirahat sebelum kembali ke atas panggung untuk penampilan solonya. Setelah pakaian santai itu melekat ditubuhnya, ia duduk di depan kaca dan beberapa penata rias tampak merapikan dandanannya. Kyuhyun mengambil ponselnya dan menghubungi Minhyo. Lama Kyuhyun menunggu namun tidak ada jawaban sama sekali. Kembali ia menghubungi Minhyo dan bersabar menunggu. Tetapi tetap saja tidak ada jawaban hingga belasan kali Kyuhyun menghubunginya.

“Aishh,, kemana gadis bodoh ini?!” Geram Kyuhyun sembari kembali menghubungi Minhyo. Namun hasilnya tetap sama.

“Kau benar-benar mau membangunkan setan yang sedang tidur, Nona Park!” Ujar Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, gwenchanayo?” Tanya seorang gadis berumur 20an yang sedang merapikan rambut Kyuhyun.

“Tidak usah banyak bertanya. Jika pekerjaanmu sudah selesai, pergilah dari sini!” Jawab Kyuhyun ketus. Ia benar-benar sangat kesal sekarang. Minhyo tidak menjawab teleponnya sama sekali, dan itu membuatnya marah sekaligus khawatir. Gadis itu langsung menyudahi kegiatannya dan pergi dari hadapan Kyuhyun.

“Ada apa?” Tanya Sungmin.

“Minhyo tidak menjawab teleponku, hyung. Membuatku kesal saja.” Jawab Kyuhyun.

“Mungkin dia sedang sibuk.”

“Sibuk apa, hyung? Kau tidak lihat sekarang jam berapa? Jam setengah 10 malam. Gadis itu tidak mempunyai kesibukan apapun jika sudah malam seperti ini.”

“Kalau begitu mungkin saja dia sudah tidur.”

“Tidak mungkin.” Kata Kyuhyun yang mengetahui kebiasaan Minhyo tidur malam.

“Kyuhyun-ssi, bersiap-siaplah. Sebentar lagi kau akan naik.” Ujar salah seorang staff. Membuat Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari ponsel. Kyuhyun mengangguk singkat.

“Jika sekali lagi kau tidak menjawab juga, kau benar-benar akan mati.” Desis Kyuhyun dan kembali menempelkan benda persegi itu ke telinganya. Hasilnya tetap saja sama. Nada sambung itu terus terdengar oleh Kyuhyun hingga tergantikan oleh suara operator.

“Aishhh!!” Kyuhyun melemparkan ponselnya ke sofa hingga akhirnya jatuh ke lantai dan berjalan ke belakang panggung dengan wajah kesal.

 

Super Show 4 Seoul hari pertama selesai dengan lancar dan sukses. Semua member tampak tersenyum bahkan tertawa puas walaupun rasa lelah mereka rasakan. Beberapa staff memberikan selamat serta tepukan tangan yang meriah membuat seluruh member merasa bangga dengan kerja mereka.

“Hyung, kalian pulang duluan saja. Aku mau pergi dulu.” Kata Kyuhyun pada Leeteuk. Seluruh member menatap Kyuhyun.

“Kau mau kemana? Tidak lelah? Bahkan keringat masih terlihat di wajahmu.” Ujar Leeteuk.

“Aku mau ke apartemen Minhyo, hyung. Dia tidak menjawab teleponku tadi. Aku khawatir.”

“Aku tau kau khawatir, Kyuhyun-ah. Tetapi kau juga butuh istirahat. Besok kita masih masih harus tampil lagi.”

“Aku tidak apa-apa, hyung. Aku benar-benar khawatir sekarang.”

“Dia pasti baik-baik saja. Mungkin dia sudah tidur makanya tidak menjawab teleponmu.” Kata Leeteuk mencoba menahan Kyuhyun agar tidak ke apartemen Minhyo. Leeteuk hanya khawatir Kyuhyun kelelahan. Apalagi wajah maknaenya itu terlihat pucat.

“Aku juga sudah mengatakan seperti itu, hyung. Tapi Kyuhyun tetap saja tidak percaya.” Ujar Sungmin.

“Kami tau saat ini kau sedang dalam masa-masa jatuh cinta, Kyuhyun-ah. Tetapi tidak perlu sampai seperti itu mengkhawatirkan Minhyo.” Ucap Eunhyuk dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Kyuhyun.

“Aku hanya sebentar, hyung.” Bujuk Kyuhyun lagi pada Leeteuk.

“Kau bisa ke sana besok. Aku mau hari ini kita bisa istirahat yang cukup. Aku tau bagaimana kau jika sudah berada di apartemen Minhyo, Kyuhyun-ah. Sebentar menurutmu adalah 5 jam.” Leeteuk masih tetap pada keputusannya.

“Leeteuk hyung benar, Kyuhyun-ah. Minhyo pasti baik-baik saja. Percayalah.” Yesung menepuk pundak Kyuhyun untuk menenangkannya. Kyuhyun menepis kasar tangan Yesung dan menghempaskan dirinya di kursi. Semakin kesal karena Leeteuk tidak mengizinkannya pergi. Leeteuk sendiri terlihat tidak peduli melihat Kyuhyun yang kesal padanya. Ini juga demi kebaikan Kyuhyun, pikirnya.

 

~~~

 

Hari Minggu kembali datang. Minhyo menggeliat dalam tidurnya hingga lama kelamaan matanya terbuka sempurna. Ia menghela nafas panjang sebelum mengubah posisinya menjadi duduk. Tiba-tiba Minhyo tertawa sendiri saat mengingat Kyuhyun yang menghubunginya belasan kali namun tidak sekalipun gadis itu menjawabnya. Minhyo yakin Kyuhyun pasti sangat kesal atau bahkan marah padanya. Minhyo tidak peduli akan hal itu. Yang pasti ia senang karena bisa membuat Kyuhyun merasakan apa yang dirasakannya. Minhyo mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Kyuhyun. Biar bagaimanapun juga Minhyo tidak mau membuat Kyuhyun khawatir dan mengacaukan konsernya. Lama Minhyo menunggu sambungan terjawab. Hingga akhirnya sebuah suara menyapa Minhyo.

Yoboseo..

DEG! Jantung Minhyo serasa berhenti berdetak. Bukan suara Kyuhyun. Minhyo sangat yakin itu.

Yoboseo..

Itu bukan suara Kyuhyun maupun laki-laki lain. Tapi itu suara perempuan. Dengan cepat Minhyo memutuskan sambungan teleponnya dan menggenggam erat ponselnya. Suara perempuan? Jihee? Minhyo melirik jam yang terdapat di kamarnya. Pukul 9. Waktu yang terbilang cukup pagi jika Jihee sudah berada di dorm. Dan lagi, kenapa Jihee yang menjawab teleponnya?

 

 

 

Kyuhyun keluar dari kamar mandi masih dengan mengeringkan rambutnya yang basah. Wajahnya terlihat lebih fresh dibandingkan kemarin. Kyuhyun memasukki kamarnya dan terkejut saat melihat Jihee sedang duduk di tempat tidurnya dan memegang ponselnya.

“Oppa sudah selesai mandi?” Tanya Jihee dengan tersenyum. Kyuhyun mengangguk.

“Sejak kapan kau disini?” Tanya Kyuhyun balik.

“Hampir setengah jam yang lalu. Oppa mandi terlalu lama.” Jawab Jihee.

“Oppa sudah sarapan?”

“Belum. Kau sendiri?”

“Belum juga. Tapi aku sudah membuatkan sarapan untuk kalian.”

“Kau selalu saja merepotkan dirimu dengan membuatkan kami sarapan.” Ujar Kyuhyun dan duduk di hadapan Jihee.

“Aku terbiasa melakukannya.” Kyuhyun mengangguk kecil.

“Apa yang kau lakukan dengan ponselku?”

“Tidak ada. Oh ya, Nona Park itu siapa, oppa?”

“Memangnya kenapa?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Tadi ia menghubungimu. Dan aku yang menjawabnya. Tapi saat aku mengucapkan salam, orang itu tidak mengatakan apapun dan memutuskan sambungan telepon begitu saja.”

“Mwo?!” Kyuhyun dengan cepat mengambil ponselnya dari tangan Jihee dan melihat panggilan masuk.

“Siapa Nona Park itu oppa? Apa dia Park Minhyo?” Tanya Jihee lagi. Kyuhyun menatap Jihee sebentar sebelum mengangguk.

“Ahh kenapa dia tidak bicara apa-apa tadi?” Gumam Jihee. Kyuhyun tidak memperdulikannya dan mencoba menghubungi Minhyo. Sialnya nomor Minhyo tidak aktif.

“Aishh,, brengsek!!” Umpat Kyuhyun.

“Ada apa, oppa?”

“Kenapa kau mengangkat teleponku dengan sembarangan??” Tanya Kyuhyun kesal. Minhyo menatap Kyuhyun takut.

“Aku hanya takut itu telepon penting.” Jawab Jihee pelan.

“Kau bisa bayangkan tidak perasaan Minhyo saat menghubungiku tetapi yang menjawabnya gadis lain?”

“Gadis lain? Apa sekarang aku hanya sekedar ‘gadis lain’ untukmu, oppa?” Tanya Jihee dengan raut wajah kecewanya. Kyuhyun menatap Jihee dan tersadar dengan ucapannya yang membuat gadis itu sedih.

“Maaf. Aku tidak bermaksud.” Sesal Kyuhyun. Jihee hanya diam saja dan menundukkan kepalanya.

“Aku pergi dulu.” Kata Kyuhyun dan hendak keluar dari kamar. Namun Jihee dengan cepat menahannya.

“Kau mau kemana?”

“Aku mau menemui Minhyo. Aku tidak mau dia salah paham.”

“Tapi oppa belum sarapan.”

“Aku bisa sarapan di apartemen Minhyo.”

“Aku sudah menyiapkan sarapan khusus untukmu, oppa.” Jihee masih terus menahan Kyuhyun.

“Mianhae. Tapi aku sangat mengkhawatirkan Minhyo.” Kyuhyun berbalik dan sedikit berlari keluar dari kamar.

“Oppa!! Kyuhyun oppa!!” Teriak Jihee.

“Ada apa, Kyuhyun-ah?” Tanya Donghae saat mendengar teriakan Jihee.

“Tolong urus Jihee, hyung. Aku harus pergi menemui Minhyo.” Kyuhyun menepuk pundak Donghae dan segera berlari keluar dari dorm.

 

 

 

Minhyo berdiri di atas balkon masih dengan pakaian tidurnya. Ia menghirup udara segar Seoul dengan dalam dan menghembuskannya perlahan. Gadis itu sengaja mematikan ponselnya karena tau Kyuhyun pasti akan meneleponnya balik.

“Dasar laki-laki brengsek!!” Maki Minhyo.

“Selalu saja membuat perasaanku kesal. Sebenarnya apa maumu, Cho Kyuhyun??!!” Jeritnya. Minhyo mendengus beberapa kali dan tampak menggenggam erat pagar pembatas balkon.

“Kalau saja aku tidak mencintaimu, aku pasti sudah membunuhmu!!”

“Dasar laki-laki sok tampan!! Kau pikir bisa mendapatkan semua wanita yang ada di dekatmu, huh?!”

“Kalau begitu aku juga bisa mendekati laki-laki lain yang lebih tampan darimu!!”

“Sudah tidak memberikanku kabar beberapa hari. Dan sekarang kau bersama gadis lain. Dasar brengsek!!” Minhyo terus mengeluarkan kekesalannya terhadap Kyuhyun. Ia tau, ia tidak bisa mengatakan itu semua di hadapan Kyuhyun. Nyalinya terkadang menciut jika sudah berhadapan dengan Kyuhyun. Kyuhyun selalu saja membuatnya tidak berdaya dan akhirnya kemarahannya meluap begitu saja. Maka dari itu ia membiarkan dirinya tampak seperti orang gila yang terus mengumpat pada udara.

“Lihat saja jika aku bertemu denganmu! Akan kubuat wajahmu itu tidak lagi tampan! Apa kau dengar, Cho Kyuhyun bodoh?!” Minhyo menghela nafas panjang dan berbalik untuk kembali masuk ke dalam kamarnya.

“Sudah puas mencaci makiku, Nona Park?!” Sebuah suara menghentikan gerakan Minhyo dan membuat Minhyo mendongakkan kepalanya dengan cepat. Ia merasakan jantungnya benar-benar akan lepas sekarang. Cho Kyuhyun? Bagaimana laki-laki itu bisa ada disini sekarang? Bukankah ia sedang bersama Jihee? Dengan gerakan perlahan Kyuhyun berjalan mendekati Minhyo. Minhyo dapat melihat kilatan tajam pada mata Kyuhyun dan  membuat kaki gadis itu lemas.

“Sudah menemukan cara untuk membuat wajahku tidak tampan lagi?” Tanya Kyuhyun dengan nada tajam. Benar-benar tajam hingga membuat telinga Minhyo sakit mendengarnya.

“C–Cho K–K–kyuhyun..”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

56 thoughts on “Trust Me (FF Request) – Part 6

  1. Minhyonya terlalu gengsi buat ngakuin klo dia cinta kyuhyun kkk xp
    Dan jihee dia g sdar ya dia suka jdi kya mslah antra kyuhyun dan minhyo, walaupun dia shabat kyuhyun tapi harus tau btasan dong haaah -_-

  2. agak ga suka karkter jihee d sni, kyanya akan jdi pengganggu trus ya hehe
    kyuhyun sbnrnya suka ma siapa sih ? trlalu brlbihan klo menganggap jihee hanya sbts shbat

  3. Senyum senyum gajelas pas aku baca minhyo yg lagi mencaci maki kyuhyun wakakak XD
    Yeeeyyy kyuhyun udh mulai bisa bersikap ‘bodo amat’ sama jihee /m/
    Next part asap yoooo 😀

  4. Aigoo salah paham terus, baru berbaikan sbntr sdh ada mslh baru.. Jihee kayaknya mau ikut campur terus di hub Kyu oppa and Minhyo, lebih baik Jihee mendekati Chanyeol adiknya Minhyo jd tdk mengganggu Kyu oppa lg.. hehehe.. ditunggu kelanjutannya chingu

  5. Aaaa selalu kereeeen… :3 Kyu so sweet banget di sini… Padahal aslinya kan epil. Err Makin semangat ya thor nulisnya, biar cepat-cepat ada lanjutannya… 😀

  6. Wahhh lanjutan nya cpt nya
    hahaha kyu kyu otak dewasanya kdg jalan juga kkk ketawa pas scene dia nebak minhyo tidur g pk dlman ckck
    dan yg dia jelek”in kyu,kyu mau diapain aja ttp tampan

  7. ahahaha, pasti kaget setengah mati si minhyo
    tiba2 aja si evil uda ada di apartemen
    mang setan si, datang ga dundang tanpa suara XP
    yah wlo evil, sih kyu mw digembelin juga, tetep aja ganteng yah XD

  8. LOL LOL LOL wkwkwkwkwkk]
    bener2 ngakak wkt kyu tau minhyo tidur gak make bra hahahahahaahah =))
    cacad sekali -.-

    sebenernya perasaan nya jihee itu gmn sih? msh suka kan ya sama kyu? kdg aku bingung sendiri nentuin perasaannya jihee ke kyu…

  9. Ya ampun minhyo bukannya bikin aku marah bacanya malah bikin aku ktwa
    Wkwkwww
    Si jihae sembarangan bgt si, ia aaku tau dia udh dkt bgt sma kyuhyun tpi kan ga bgtu jga kli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s