Trust Me (FF Request) – Part 5

Trust Me (FF Request) – Part 5

Author : Choineke

TitleTrust Me

Cast : Cho Kyuhyun, Park Min Hyo (OC)

Sub cast : Choi Jihee (OC), Park Sanghyun (Thunder)-Mblaq, Park Chanyeol-EXO K, Cho Ahra

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

Note : oke ini ff request dari salah satu reader disini, namanya Poppy Lodaya. Semoga suka ya  happy reading all^^

 

Author POV

Minhyo menyandarkan kepalanya pada bahu Kyuhyun dan memejamkan matanya. Mereka sedang duduk bersama di sofa dalam suasana hening. Kyuhyun menggenggam tangan Minhyo sembari sesekali mengusapnya dengan jempol tangannya.

“Kau dan Jihee itu berbeda. Mungkin dulu, sebelum aku menjadikanmu kekasihku, sebelum aku menyukaimu, aku pasti akan lebih mementingkan perasaan Jihee daripada kau. Tetapi sekarang kasusnya sudah berbeda. Kau sudah menjadi kekasihku. Gadis nomor satu di dalam pikiran serta hatiku. Namun bukan berarti juga dengan adanya kau, maka aku akan menelantarkan Jihee. Aku tetap tidak suka jika ada yang menyakiti perasaannya.” Ujar Kyuhyun pelan.

“Kau berada satu tingkat di atas Jihee.” Lanjut Kyuhyun.

“Cih! Aku tidak bangga sama sekali.” Cibir Minhyo. Bagaimana mungkin ia dan Jihee hanya berbeda satu tingkat? Sudah jelas posisinya dengan Jihee berbeda jauh.

“Lalu bagaimana agar aku bisa membuatmu bangga?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak ada. Mungkin jika membuatku kesal kau jagonya.” Sindir Minhyo. Kyuhyun mendengus. Gadis ini memang tidak bisa di ajak serius.

“Maaf sudah berbohong padamu.” Kata Minhyo tiba-tiba.

“Berbohong?” Kyuhyun membeo sembari menunduk, menatap Minhyo.

“Tadi siang, aku makan siang bersama Ahra eonni.” Aku Minhyo akhirnya.

“Mwo? Jinjja,, kau membohongiku?” Geram Kyuhyun.

“Bukankah tadi aku sudah mengaku dan minta maaf? Kenapa masih bertanya??” Minhyo menjauhkan kepalanya dari bahu Kyuhyun dan membalas tatapan laki-laki itu.

“Seharusnya dari awal aku tau kalau kau menipuku. Aishh..” Kesal Kyuhyun.

“Kau juga harus minta maaf padaku!!” Minhyo menatap Kyuhyun dengan garang.

“Wae? Wae? Apa salahku padamu?!” Kyuhyun tampak tidak terima.

“Kau sudah menciumku. Dan itu tanpa seizinku sama sekali!” Jelas Minhyo.

“Cih! Kau pikir siapa yang aku cium, huh? Aku mencium kekasihku sendiri memangnya salah? Bahkan jika aku melakukan lebih dari itu, juga tidak apa-apa.” Ujar Kyuhyun membuat mata Minhyo terbelalak. Minhyo melepaskan genggaman tangan Kyuhyun di tangannya dan memukul kepala Kyuhyun dengan keras. Membuat Kyuhyun meringis dan menatapnya dengan tatapan membunuh.

“Kau mau mati?!” Desis Kyuhyun.

“Geureh!! Aku mau mati! Dasar mesum!! Pergi dari apartemenku!!” Usir Minhyo sembari mendorong Kyuhyun menjauh darinya.

“Kalau aku tidak mau bagaimana?” Tantang Kyuhyun dan kembali mendekati dirinya dengan Minhyo. Minhyo memundurkan tubuhnya hingga akhirnya ia tersudut di ujung sofa. Tiba-tiba Kyuhyun menyentil dahi Minhyo dengan sedikit keras.

“Dasar bodoh! Tubuhmu itu sama sekali tidak membuatku nafsu. Justru mungkin kau yang tergoda dengan tubuhku.” Ejek Kyuhyun dan berdiri dari duduknya.

“Aku pulang.” Kata Kyuhyun pada Minhyo.

“Pulang saja sana!! Tidak usah datang lagi kesini!!” Teriak Minhyo kesal.

“Sayangnya aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu, Nona Park. Sekarang beritahu aku apa password apartemenmu ini.”

“Kau pikir aku akan memberitahumu, Tuan Cho? Bermimpi saja kau yang tinggi.” Sahut Minhyo dengan senyum sinisnya. Dengan cepat Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah Minhyo. Membuat jarak wajah mereka sangat-sangat dekat. Minhyo mengerjapkan matanya berkali-kali. Cukup terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari Kyuhyun.

“Beritahu aku.” Ujar Kyuhyun. Jarak mereka yang sangat dekat membuat Minhyo dan menghirup dengan jelas aroma Kyuhyun yang tiba-tiba membuat dadanya berdegup dengan kencang.

“Shi–shireo.” Tolak Minhyo terbata.

“Cepat.” Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya. Satu kali lagi saja Kyuhyun mendekatkan wajahnya, bisa dipastikan bibir mereka akan kembali menyatu.

“8-8-0-2-0-3.” Ujar Minhyo gugup. Kyuhyun menjauhkan sedikit wajahnya dan menatap Minhyo.

“Bukankah itu tanggal kelahiranku?” Tanya Kyuhyun bingung.

“A–ani. Itu tanggal kelahiranku.” Bantah Minhyo.

“Mwo? Kita memiliki tanggal kelahiran yang sama?” Kyuhyun tampak tidak percaya. Minhyo tidak menjawab dan hanya diam saja. Mencoba menetralkan degup jantungnya.

“Apakah ini suatu kebetulan? Atau kita memang berjodoh, Nona Park?” Tanya Kyuhyun dengan senyum senang.

“Kau pikir berapa banyak yang mempunyai tanggal kelahiran yang sama dengan kita, bodoh? Apa mungkin semua orang yang memiliki tanggal lahir sama itu adalah jodoh kita? Tetapi mungkin juga, dan siapa tau jodohku bukan denganmu.” Kata Minhyo yang berhasil membuat Kyuhyun mendengus.

“Sudahlah, aku pulang dulu. Kau segera istirahatlah.” Pamit Kyuhyun.

“Kau pikir siapa yang sedari tadi menahanku untuk beristirahat?”

“Ya!! Tidak bisakah sekali saja tidak menjawab perkataanku?!” Ujar Kyuhyun kesal. Minhyo merasa nyalinya menciut mendengar nada suara Kyuhyun meninggi. Kyuhyun menatap Minhyo tajam sebelum akhirnya keluar dari apartemen Minhyo.

“Menyebalkan.”

 

~~~

 

Jihee datang pagi-pagi sekali ke dorm Super Junior untuk membuatkan para member sarapan. Jika sifat rajinnya sedang kumat, maka ia akan dengan senang hati untuk bangun pagi dan pergi ke dorm. Tetapi jika sifat malasnya yang sedang kumat, jangan harap dapat menemukan Jihee dipagi hari, karena ia pasti masih bergelung dengan selimutnya.

Para member satu per satu mulai mendatangi meja makan dan duduk di sana. Wangi makanan yang di masak Jihee membuat perut mereka berdemo dan tidak sabar untuk memindahkan makanan itu ke perut mereka. Jihee memperhatikan mereka dan menyadari bahwa Kyuhyun tidak ada.

“Kemana Kyuhyun oppa?” Tanyanya.

“Sepertinya masih tidur.” Jawab Sungmin.

“Eo? Tumben sekali. Tidak biasanya Kyuhyun oppa mau bermalas-malasan seperti ini.” Kata Jihee bingung.

“Semalam dia menghabiskan waktu di apartemen Minhyo.” Ujar Eunhyuk. Dahi Jihee berkerut.

“Minhyo?” Ulangnya memastikan.

“Ne, Park Minhyo. Kau kenal dia tidak? Kalau tidak salah, Kyuhyun menjemputnya di tempat kerja dan mengantarnya pulang.” Ujar Eunhyuk lagi dan mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Tiba-tiba suasana hening dan dengan serentak mereka menatap Jihee. Tatapan mata Jihee berubah sendu. Eunhyuk dan member lain sepertinya baru sadar bahwa apa yang dikatakan Eunhyuk tadi membuat Jihee sedih.

“Mereka hanya teman.” Kata Shindong dan disambut anggukan kepala oleh yang lain.

“Kalian semua sudah lama mengenal Minhyo?” Tanya Jihee pelan.

“Ani. Baru tadi beberapa hari yang lalu kami berkenalan dengannya. Kecuali Siwon hyung dan Kyuhyun yang memang sudah mengenal Minhyo dari lama. Karena waktu itu mereka bertemu di pesawat. Bukan seperti itu, hyung?” Siwon mengangguk untuk menyetujui kata-kata Ryeowook.

“Sudahlah. Biarkan saja Kyuhyun tidur. Lebih baik kau ikut sarapan bersama kami.” Yesung menarik pelan tangan Jihee dan mendudukkan gadis itu tepat disampingnya. Jihee tersenyum kaku dan mulai memakan masakannya tanpa minat.

 

 

 

Kyuhyun terbangun dari tidurnya saat merasakan ponselnya bergetar di meja samping tempat tidurnya. Laki-laki itu mengumpat karena rasa kantuk yang kian terasa. Kyuhyun meraba meja dan mengambil ponselnya. Nama Ahra tertera dan Kyuhyun langsung menjawab teleponnya.

“Yoboseo..”

Kyuhyun-ah, eodiseo?

“Tentu saja di dorm. Ada apa, noona? Kau mengganggu tidurku.”

Bocah setan. Kau pikir ini jam berapa, huh?

“Memangnya jam berapa?”

Jam 10, bodoh.

“Ne. Ne. Jadi, ada apa noona menghubungiku?”

Malam ini kau bisa pulang ke rumah?

“Wae? Apa ada sesuatu yang penting?”

Appa dan eomma ingin bertemu dengan Minhyo.” Kyuhyun langsung terlonjak duduk saat ucapan Ahra.

“Mwoya? Apa maksudmu, noona? Bagaimana bisa appa dan eomma ingin bertemu Minhyo?”

Aku mengatakan pada mereka bahwa kau sudah punya kekasih.

“Mwo?! Ya,, Aish!! Jinjja, Cho Ahra!! Kenapa mulutmu itu tidak bisa kau tutup barang sebentar saja, huh?”

Wae? Memangnya aku salah? Minhyo memang kekasihmu, kan? Memangnya kau malu berpacaran dengan Minhyo, huh? Jika seperti itu kenapa kau jadikan dia kekasihmu?!

“Aishh,, bukan seperti itu!! Hubunganku dengan Minhyo masih baru, noona. Kau pikir bagaimana gugupnya Minhyo jika ku ajak bertemu appa dan eomma?!”

Sudah, jangan banyak alasan. Malam ini kau pulang, arraseo?!

“Aku tidak bisa. Minggu depan saja.”

Mwo?! Ya!!-TREK. Kyuhyun melemparkan ponselnya di tempat tidur dan kembali membaringkan dirinya. Ia baru saja berniat kembali tidur saat tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka. Kyuhyun kembali duduk saat melihat Jihee memasukki kamar.

“Kau disini.” Sapa Kyuhyun.

“Oppa berbicara dengan siapa? Kenapa berteriak-teriak?” Tanya Jihee dan duduk di tempat tidur Sungmin yang berada tepat di samping tepat tidur Kyuhyun.

“Ahra noona tadi meneleponku. Kau tau sendiri jika aku sudah berbicara dengannya maka tidak bisa secara halus.” Ujar Kyuhyun. Jihee tersenyum kecil jika mengingat Kyuhyun dan Ahra tidak bisa akur.

“Kudengar, tadi malam oppa mengantarkan gadis bernama Minhyo itu pulang.” Kata Jihee sembari menatap Kyuhyun. Kyuhyun tampak terkejut dan salah tingkah.

“Kau dengar darimana?”

“Eunhyuk oppa yang mengatakannya.” Kyuhyun terdiam sembari menyumpah Eunhyuk di dalam hatinya. Eunhyuk dan Ahra sama-sama tidak bisa menjaga mulutnya.

“Katakan yang jujur padaku, oppa. Gadis itu bukan sekedar teman kerja Ahra eonni, kan?” Tanya Jihee.

“Tidak seperti yang kau bayangkan, Jihee-ya..”

“Kenapa oppa harus menutupinya dariku? Apa karena rasa sukaku pada oppa? Aku senang jika oppa senang.” Ujar Jihee. Kyuhyun terdiam. Masih menimbang apakah harus jujur pada Jihee atau tidak.

“Benarkan, oppa? Oppa menyukai gadis itu, kan?” Tanya Jihee lagi yang terdengar lebih menuntut.

“Ne, aku memang menyukainya. Dan dia adalah kekasihku.” Kata Kyuhyun akhirnya. Seperti tertampar, Jihee merasakan dadanya sesak luar biasa. Gadis itu menatap Kyuhyun dengan nanar. Matanya tiba-tiba saja berkaca-kaca. Kyuhyun yang melihatnya kontan merasa bersalah.

“Jihee-ya…”

“Tidak apa-apa. Aku hanya terlalu senang karena oppa akhirnya mendapatkan kekasih.” Kata Jihee dan menyeka airmata pertamanya yang menetes.

“Apa dia gadis yang baik? Dia juga menyukaimukan, oppa?” Tanya Jihee dengan memaksakan senyumnya. Kyuhyun benar-benar merasa bersalah. Ia tidak mengizinkan orang lain menyakiti perasaan Jihee. Namun nyatanya ia sendiri yang selalu menyakiti perasaan gadis itu.

“Lebih baik kita tidak membicarakannya.” Ujar Kyuhyun.

“Anieya. Aku ingin mengetahuinya.” Paksa Jihee. Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Dia memiliki sifat yang sama sepertiku. Kekanakkan dan menyebalkan. Tapi entah mengapa aku sangat menyukai sifatnya yang seperti itu. Aku juga tidak tau ia menyukaiku atau tidak. Tetapi sepertinya ia menyukaiku.”

“Ahjussi, ahjumma, dan Ahra eonni sudah mengetahuinya?”

“Hanya Ahra noona yang mengetahuinya. Dan sepertinya dalam waktu dekat ini, aku akan mengenalkan Minhyo pada appa dan eomma.” Jelas Kyuhyun.

“Benarkah? Boleh aku ikut, oppa?” Pinta Jihee penuh harap.

“Ne?” Kyuhyun tampak terkejut.

“Aku sudah lama tidak bertemu ahjussi dan ahjumma. Dan aku juga ingin mengenal gadis itu lebih jauh. Tetapi jika tidak boleh juga tidak apa-apa.”

“Ah bukan seperti itu. Baiklah jika kau ingin ikut, aku akan mengajakmu.” Putus Kyuhyun dan di sambut senyuman puas dari Jihee.

 

~~~

 

Minhyo mengitari supermarket sembari melihat ke kiri dan ke kanan dengan trolly yang terus didorongnya. Gadis itu memilih beberapa sayur dan makanan ringan untuknya mengingat persediaan di apartemen sudah semakin menipis. Apalagi sekarang Kyuhyun sering sekali makan malam di apartemennya. Gadis itu tidak keberatan sama sekali, bahkan sejujurnya ia senang. Hanya saja terkadang yang membuatnya kesal adalah Kyuhyun yang cerewet dalam memilih makanan. Sehingga terkadang makanan yang sudah di masak dengan susah payah oleh Minhyo terlantar begitu saja. Atau bahkan berakhir di kotak sampah.

Minhyo berdiri di depan saus tomat yang dijual dengan berbagai merk. Ia mengambil beberapa botol dan tampak menimbang yang mana yang akan dibelinya. Tiba-tiba gadis itu terlonjak saat ada yang menaruh makanan ringan yang cukup banyak di keranjangnya. Ia menoleh dan menemukan seorang laki-laki memakai topi serta masker hitam. Kemeja lengan panjang dengan motif kota-kotak serta celana jeans putih. Minhyo tau pasti siapa laki-laki itu. Sekarang ia mulai terbiasa berjalan berdampingan dengan laki-laki yang suka memakai masker atau topi.

“Bagaimana kau tau aku disini?” Tanya Minhyo sembari memasukki 2 botol saus tomat yang menjadi pilihannya. Ia kembali melanjutkan langkahnya mengitari supermarket.

“Aku selalu tau dimanapun kau berada, Nona Park.” Jawab Kyuhyun dan mengikuti langkah Minhyo.

“Makanya jangan pernah berbohong padaku.” Lanjut Kyuhyun dan dibalas dengusan oleh Minhyo.

“Sepertinya beberapa hari ini kau tampak santai. Tidak pernah latihan? Atau kau membolos latihan?” Minhyo memasukkan beberapa bungkus ramyeon ke dalam trolly bawaannya.

“Minggu depan aku sudah mulai sibuk. Super Junior akan mengadakan Super Show ke 4.” Ujar Kyuhyun dan kembali memasukkan beberapa makanan ringan.

“Ya!! Liat sudah seberapa penuh trollyku karena makanan ringanmu! Kau mau beli seberapa banyak, huh? Apa kau bisa menghabiskan semuanya?” Omel Minhyo dan menghentikan langkahnya. Ia menatap Kyuhyun dengan garang.

“Siapa bilang aku akan menghabiskan semuanya sendiri? Itu juga untukmu, Nona Park. Makanan itu semuanya akan kutaruh di apartemenmu.” Sahut Kyuhyun.

“Mwo? Kau mau mengubah apartemenku menjadi supermarket, huh?”

“Ah saranmu boleh juga. Kalau begitu kita harus membeli makanan lebih banyak lagi, kan? Agar apartemenmu benar-benar penuh.” Kyuhyun tersenyum jahil walaupun nyatanya Minhyo tidak dapat melihat.

“Memangnya aku mengizinkan? Kau ambil saja trolly untukmu sendiri. Pindahkan semua makananmu ini dari tempatku.” Suruh Minhyo.

“Yaaa,, untuk apa memakai 2 trolly jika nyatanya kita bisa saling berbagi? Bukankah kita sepasang kekasih?” Kyuhyun membalikkan badan Minhyo dan laki-laki itu berdiri di belakangnya. Kyuhyun mendorong trolly dengan Minhyo di depannya. Singkatnya, tubuh Minhyo terhimpit oleh Kyuhyun dan trolly. Kyuhyun menaruh tangan Minhyo di pegangan trolly dan tangan laki-laki itu di atasnya. Kyuhyun tidak tau bahwa perlakuannya itu membuat Minhyo gugup. Mereka kembali melanjutkan langkah mereka yang tertunda.

“Kau akan memasak apa untukku hari ini?” Tanya Kyuhyun.

“Entahlah. Kau katakan saja padaku, kau ingin makan apa. Aku akan memasakannya.” Jawab Minhyo.

“Woahh,, kekasihku baik sekali.”

“Cepatlah katakan. Aku ingin cepat pulang. Kakiku lelah sekali.” Keluh Minhyo.

“Bukankah kau sudah membeli beberapa sayur dan lauk untuk dimasak? Masakan saja itu untukku. Aku akan memakannya.”

“Tingkahmu seperti kau mau saja memakan sayuran, Tuan Cho.” Dengus Minhyo. Kyuhyun menjitak pelan kepala Minhyo karena sudah mengejeknya. Setelah itu mereka langsung menuju kasir untuk membayar belanjaan yang sudah mereka beli. Kyuhyun membayar dan membawa semua belanjaan yang Minhyo dan dirinya beli. Minhyo ingin membawa sebagian tetapi kyuhyun tidak mengizinkannya. Setelah semua barang dimasukkan ke dalam mobil Kyuhyun, keduanya segera memasukki mobil dan meninggalkan supermarket untuk ke apartemen Minhyo.

 

Setengah jam kemudian mereka sudah berada di apartemen Minhyo. Minhyo langsung memulai kegiatan memasaknya  sedangkan Kyuhyun menonton TV di ruang tengah. Kegiatan masak sepertinya sudah mendarah daging dalam jiwa Minhyo sehingga gadis itu sangat cekatan. Nyonya Park memang sudah mengajari Minhyo memasak sejak gadis itu menginjak pendidikan di Sekolah Menengah Pertama. Hingga hasilnya sekarang, dalam hal memasak Minhyo tidak perlu diragukan.

“Kyuhyun-ah, makanan sudah siap.” Teriak Minhyo dari arah meja makan. Tak berapa lama terdengar langkah Kyuhyun yang memasukki ruang makan dan duduk di hadapan Minhyo.

“Kudengar sebulan lagi Chanyeol akan debut.” Kata Kyuhyun sembari memasukkan suapan pertamanya. Minhyo mengangguk dan terus mengunyah makanannya di dalam mulut.

“Kau akan melihat penampilan pertamanya?” Tanya Kyuhyun.

“Entahlah. Aku takut kejadiannya seperti waktu aku melihat penampilanmu saat itu.” Jawab Minhyo. Kyuhyun tersenyum kecil.

“Aku akan menemanimu.”

“Tidak perlu. Kalaupun aku ingin melihatnya aku bisa sendiri. Mudah-mudahan saja tidak terjatuh lagi.”

“Eishh,, aku juga ingin melihatnya. Biar bagaimanapun Chanyeol itu adik dari kekasihku. Lagipula dia juga hoobaeku di SM.”

“Terserah kau saja.” Ujar Minhyo.

“Oh ya, appa dan eommaku ingin bertemu denganmu.” Kata Kyuhyun sembari menatap Minhyo.

“Mwo? Bertemu denganku?” Minhyo tampak terkejut.

“Mereka ingin berkenalan dengan kekasihku.”

“Apa tidak terlalu cepat?”

“Salahkanlah noona untuk itu. Dia yang sudah mengatakan pada appa dan eomma bahwa aku memiliki kekasih. Aku memang ingin mengenalkanmu pada mereka. Tetapi rencanaku bukan sekarang. Yah, berhubung appa dan eomma sudah tau, aku harus membawamu pada mereka.” Jelas Kyuhyun.

“Memangnya kapan?”

“Besok.”

“MWO?! BESOK?” Minhyo benar-benar terkejut.

“Jinjja, Cho Kyuhyun!! Itu terlalu cepat. Aku takut.”

“Apa yang kau takutkan? Appa dan eommaku orang baik. Lagipula disana akan ada noona dan aku. Kau tidak perlu khawatir.” Kyuhyun menenangkan Minhyo. Minhyo menghela nafas panjang dan menundukkan kepalanya.

“Dan…ada seseorang lagi yang akan ikut..” Kata Kyuhyun ragu. Minhyo mendongak dan menatap Kyuhyun.

“Jihee.” Ucap Kyuhyun pelan.

“Dia sudah tau bahwa kau dan aku berpacaran.” Minhyo tidak dapat berkata apa-apa lagi jika sudah menyangkut Jihee. Gadis itu selalu mati kutu jika Kyuhyun sudah membawa-bawa Jihee. Jihee, Jihee, Jihee. Nama itu membuat Minhyo benar-benar kesal.

“Kau tidak suka?” Tanya Kyuhyun pelan sambil menggenggam tangan Minhyo di atas meja. Minhyo menatap tangan Kyuhyun yang menggenggam tangannya.

“Aku tidak punya hak untuk itu.” Jawab Minhyo pelan. Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Ia hanya ingin bertemu appa dan eomma. Mereka sudah lama tidak bertemu.  Lagipula, Jihee juga ingin mengenalmu lebih jauh. Kekasih dari sahabatnya.” Minhyo kembali menatap Kyuhyun saat dua kalimat terakhir terlontar dari mulut Kyuhyun. Sedikit tidak percaya dengan itu. Namun ia tidak mungkin mengatakannya dengan terang-terangan.

“Besok aku akan menjemputmu di tempat kerja. Kita pergi bersama ke rumahku. Arraseo?” Minhyo hanya menghela nafas panjang dan mengangguk.

 

~~~

 

“Kau mau kemana, Kyuhyun-ah?” Tanya Sungmin saat melihat Kyuhyun sedang mematut dirinya di cermin kamar mereka.

“Pulang ke rumah.” Jawab Kyuhyun tanpa menatap Sungmin.

“Sejak kapan kau pulang ke rumah dengan berpakaian rapi seperti itu?” Sungmin tampak heran. Kyuhyun tersenyum kecil.

“Aku akan mengenalkan gadisku pada orangtuaku, hyung. Tentu saja aku tidak boleh berpakaian terlalu santai.”

“Gadismu? Nugu??”

“Aku sudah mengenalkannya pada kalian waktu itu.”

“Gadis bernama Park Minhyo itu?” Tanya Sungmin dengan mata membulat. Kyuhyun mengangguk kecil.

“Yaaa,, ternyata dia benar-benar kekasihmu.” Ujar Sungmin dengan tersenyum. Kyuhyun ikut tersenyum.

“Aku pergi dulu, hyung.” Pamit Kyuhyun.

“Kau pulang jam berapa, Kyuhyun-ah? Jangan terlalu malam. Kita harus banyak istirahat, karena sebentar lagi Super Show akan dimulai.” Pesan Sungmin.

“Aku mungkin tidak akan pulang ke dorm hari ini, hyung.” Kata Kyuhyun dan membuka pintu kamarnya.

“Wae? Kau tidur di rumahmu?”

“Ani. Aku akan tidur di apartemen Minhyo.”

“Mwo? Ya!! Jangan berbuat yang macam-macam.”

“Tidak akan, hyung. Aku pergi. Annyeong.” Kyuhyun segera keluar dari dorm dan menuju mobilnya yang ada di parkiran. Baru saja Kyuhyun hendak menjalankan mobil, tetapi bunyi ponselnya mengurungkan niat Kyuhyun.

“Yoboseo, Jihee-ya..”

Oppa, kau ada dimana?

“Aku masih berada di parkiran dorm. Kenapa?”

Mobilku tiba-tiba rusak oppa. Oppa jemput aku, ya. Aku sedang malas naik taksi.

“Kenapa bisa tiba-tiba rusak?”

Entahlah. Oppa bisa menjemputku, kan?

“Ahh,, tetapi aku harus menjemput Minhyo di tempat kerja.”

Oppa jemput saja aku terlebih dahulu. Setelah itu baru Minhyo. Okay? Aku tunggu oppa.

“Jihee-ya.. Jihee-ya..” Sambungan telepon diputuskan begitu saja oleh Jihee tanpa memberikan waktu untuk Kyuhyun menjawab. Kyuhyun menatap layar ponselnya dengan bingung. Jarak dari dorm dan rumah Jihee cukup jauh. Belum lagi jarak rumah Jihee dan hotel tempat Minhyo bekerja. Akan memakan waktu 2 jam sendiri untuk ketiganya baru sampai di rumah Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas dan menekan beberapa angka di ponselnya. Ia meletakkan ponsel itu di telinganya dan menunggu beberapa saat hingga orang yang dihubunginya menjawab teleponnya.

“Noona, aku butuh bantuanmu..”

 

 

 

Ahra menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk mencari keberadaan Minhyo. Setelah menemukan gadis itu berada di lobby, Ahra berlari kecil untuk menyusulnya.

“Hyo-ya..” Panggil Ahra sedikit berteriak. Minhyo menghentikkan langkahnya dan berbalik menatap Ahra.

“Ada apa, eonni?” Tanya Minhyo.

“Kyuhyun bilang tidak bisa menjemputmu. Dia ada sedikit urusan.” Ujar Ahra menyampaikan apa yang dikatakan Kyuhyun tadi saat meneleponnya.

“Eo? Benarkah? Urusan apa, eonni?”

“Entahlah, dia tidak memberitahuku. Kau ikut bersamaku saja. Kyuhyun memang minta kau pergi bersamaku.” Minhyo merasa sedikit kecewa karena Kyuhyun tidak bisa menjemputnya. Tetapi ia juga tidak mungkin egois dengan memaksa Kyuhyun, disaat Kyuhyun ada kebutuhan mendesak.

“Baiklah jika seperti itu, eonni.”

“Kajja!”

 

 

Mobil Ahra berhenti sempurna di halaman depan rumah keluarga Cho. Bersamaan dengan itu, terlihat juga mobil Kyuhyun yang baru saja memasukki halaman rumah keluarga Cho.

“Itu Kyuhyun.” Ujar Ahra dan melepaskan seatbelt lalu turun dari mobil, diikuti oleh Minhyo setelahnya. Kyuhyun juga turun dari dalam mobil dan langsung menatap Minhyo yang juga sedang menatapnya. Tak berapa lama, pintu penumpang di samping kemudi mobil Kyuhyun terbuka. Menampilkan Jihee yang sedang tersenyum. Minhyo dan Ahra sama-sama terkejut. Ahra memang tidak mengetahui urusan apa yang Kyuhyun maksud, karena Kyuhyun hanya mengatakan jika ia ada sedikit urusan.

“Kalian datang bersama?” Tanya Ahra yang tidak bisa menutupi rasa bingung dan terkejutnya.

“Ne, Kyuhyun oppa menjemputku.” Jawab Jihee. Ahra langsung mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun dan menatap tajam adiknya itu. Bagaimana mungkin Kyuhyun lebih memilih menjemput Jihee dibandingkan Minhyo yang notabene adalah kekasihnya sendiri? Ahra tau jika Jihee lebih lama mengenal Kyuhyun daripada Minhyo. Tetapi tetap saja Jihee dan Minhyo mempunyai status berbeda.

Minhyo terus menatap Kyuhyun dan mencoba menyuarakan rasa kecewanya atas kebohongan Kyuhyun. Inikah yang dimaksud ‘sedikit urusan’ oleh Kyuhyun? Ternyata sampai kapanpun Jihee selalu lebih penting daripada Minhyo.

“Kenapa kau tidak bawa mobil, Jihee-ya?” Tanya Ahra. Jujur Ahra sedikit kesal pada Jihee. Tetapi ia juga tidak bisa menyalahkan Jihee sepenuhnya. Kyuhyun lah yang harus disalahkan disini.

“Mobilku rusak, eonni. Sebenarnya aku minta oppa untuk menjemputku setelah itu baru menjemput Minhyo. Tetapi oppa bilang Minhyo pergi bersama eonni.” Ujar Jihee sembari menatap Minhyo yang masih diam.

“Kau tidak marah kan oppa menjemputku, Minhyo-ssi?” Tanya Jihee. Minhyo tidak menjawab dan enggan menjawab. Sepertinya Minhyo tidak mau repot-repot untuk bersikap ramah pada Jihee yang selalu bertindak seenaknya. Sejujurnya Minhyo ingin sekali menjambak rambut gadis itu dan mengusirnya pergi dari rumah kekasihnya ini. Tetapi ia tau, ia tidak memiliki hak sama sekali.

“Dari awal aku sudah tau jika bagi Kyuhyun kau itu segalanya. Kalaupun aku marah atas apa yang dilakukannya hari ini, aku yakin ia pasti akan lebih marah padaku. Kau tau karena apa? Karena Kyuhyun tidak pernah membiarkan siapapun menyakiti perasaanmu. Termasuk aku yang berstatus sebagai kekasihnya.” Ujar Minhyo dengan nada sinis. Ketiga orang yang mendengarkan itu terperangah hebat. Terlebih Kyuhyun yang merasa sangat bersalah dengan apa yang dikatakan Minhyo.

“Benarkah?” Gumam Jihee tak percaya sembari menatap Kyuhyun untuk mencari kepastian. Tetapi dari awal Kyuhyun tidak pernah melepaskan pandangannya dari Minhyo.

“A–ahh,, lebih baik kita masuk saja. Appa dan eomma pasti sudah menunggu.” Ujar Ahra mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba sedikit tegang.

“Kalian masuklah dulu. Aku ingin berbicara sebentar dengan Minhyo.” Ucap Kyuhyun.

“Tapi ahjussi dan ahjumma sudah menunggu, oppa.” Sahut Jihee.

“Aku tidak peduli.” Balas Kyuhyun dingin. Jihee terdiam mendengar nada bicara Kyuhyun yang terdengar ketus. Akhirnya ia langsung memasukki rumah keluarga Cho untuk menyusul Ahra yang sudah lebih dulu masuk. Kyuhyun berjalan pelan menghampiri Minhyo. Minhyo langsung menundukkan kepalanya saat Kyuhyun berada tepat di hadapannya. Cukup lama keduanya terdiam tanpa ada yang berbicara. Kyuhyun hanya terus menatap Minhyo yang masih setia menunduk.

“Orangtuamu sudah menunggu.” Kata Minhyo pelan dan berjalan melewati Kyuhyun untuk masuk ke dalam. Kyuhyun dengan cepat menahan pergelangan tangan Minhyo. Membuat langkah Minhyo terhenti. Kyuhyun membalikkan badannya dan menarik Minhyo ke dalam pelukannya. Minhyo tidak membalas tetapi juga tidak menolak pelukan Kyuhyun. Minhyo hanya berusaha sekuat tenaga agar tidak menangis. Ia tidak mau menangis hanya karena sebuah perasaan yang sering disebut dengan cemburu. Perasaan yang menurutnya tolol.

“Maafkan aku.” Bisik Kyuhyun.

“Apapun yang ada dipikiranmu sekarang ini, kumohon jangan mempercayainya. Tidak seperti apa yang kau pikirkan.”

“Aku tau.” Minhyo melepaskan pelukan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun sedikit terkejut.

“Kau tidak mau terjadi apa-apa pada Jihee, kan? Makanya kau memilih untuk menjemputnya dan membiarkan aku pergi bersama Ahra eonni.” Kata Minhyo dengan tersenyum. Senyum yang dipaksakan.

“Bukan seperti i-”

“Aku tau. Aku sudah bilang aku tau.” Minhyo memotong ucapan Kyuhyun.

“Mungkin besok aku akan minta pada appa untuk mengirimkanku uang agar aku bisa membeli mobil. Sehingga aku tidak perlu merepotkan orang lain.”

“Kenapa seperti itu? Kau marah padaku? Jika kau memang marah, berteriaklah. Pukul aku.” Kyuhyun memegang kedua tangan Minhyo dan memukulkan tangan mungil itu ke dadanya.

“Aku tidak marah, sungguh.” Minhyo melepaskan pegangan tangan Kyuhyun.

“Aku hanya tidak ingin merepotkan orang lain. Semenjak mengenalmu, aku merasa semakin manja. Appa tidak pernah mengajarkanku seperti itu. Di London, aku selalu pergi sendiri jika ingin kemanapun.” Kembali, Minhyo memaksakan senyumnya. Kyuhyun hanya diam dan rasa bersalahnya semakin besar.

“Sudahlah, untuk apa aku menceritakannya. Aku rasa kau tidak akan tertarik. Lebih baik kita masuk. Aku tidak ingin orangtuamu kecewa karena mengira aku datang terlambat.” Minhyo berjalan meninggalkan Kyuhyun untuk masuk ke dalam. Tak berapa lama Kyuhyun pun ikut masuk menyusul Minhyo.

“Inikah kekasihmu itu, Kyuhyun-ah?” Tanya Nyonya Cho sembari tersenyum.

“Ne, eomma.” Jawab Kyuhyun.

“Cantik sekali.” Puji Nyonya Cho.

“Annyeong haseyo, ahjumma. Park Minhyo imnida.” Minhyo memperkenalkan dirinya dengan sedikit membungkuk hormat.

“Aigoo,, tidak perlu seperti itu.” Nyonya Cho mengusap pelan lengan Minhyo. Minhyo hanya tersenyum canggung.

“Ayo kita ke ruang makan. Appa Kyuhyun sudah menunggu disana bersama Ahra dan Jihee. Kau sudah mengenal Jihee, kan?” Minhyo hanya mengangguk kecil. Minhyo, Kyuhyun dan Nyonya Cho berjalan bersama untuk menuju ruang makan. Rumah keluarga Cho terbilang cukup besar, sehingga jarak dari ruang tamu ke ruang makan cukup jauh.

“Ayo duduk disini, oppa!” Suara Jihee menyapa Kyuhyun saat mereka sampai diruang makan. Tampak terlihat Jihee yang menepuk kursi meja kosong tepat disebelahnya. Kyuhyun menggenggam tangan Minhyo mendekati meja makan.

“Aku duduk disini saja.” Kata Kyuhyun memilih tempat di sebrang Jihee.

“Noona, kau duduk di sebelah Jihee saja. Biar aku dan Minhyo yang duduk disini.” Kata Kyuhyun lagi. Ahra menyetujui usul Kyuhyun dan duduk di samping Jihee. Jihee terlihat kecewa melihat penolakan Kyuhyun. Kyuhyun menarik kursi untuk Minhyo dan setelahnya ia duduk di samping gadis itu.

“Annyeong haseyo, ahjussi. Park Minhyo imnida.” Minhyo kembali memperkenalkan dirinya pada Tuan Cho.

“Jadi kau kekasih Kyuhyun?” Tanya Tuan Cho dengan suara beratnya. Membuat Minhyo sedikit takut.

“Ne, ahjussi.”

“Apa kau akan tahan dengan kelakuan Kyuhyun?”

“Appa!!” Teriak Kyuhyun tidak terima saat Tuan Cho menjelekkanya di hadapan Minhyo. Minhyo hanya tersenyum kecil.

“Sudah-sudah. Lebih baik kita mulai makan saja.” Nyonya Cho menengahi.

Makan malam di rumah keluarga Cho hari itu diiringi dengan cerita masa kecil Ahra dan Kyuhyun. Tetapi lebih banyak masa kecil Kyuhyun karena Nyonya Cho sengaja menceritakannya di depan Minhyo. Jihee sering menimpali cerita Nyonya Cho karena gadis itu memang tau bagaimana masa kecil Kyuhyun. Ahra hanya sesekali ikut berbicara dan selebihnya hanya tersenyum. Sedangkan Kyuhyun dan Minhyo hanya tersenyum kecil tanpa ikut bicara.

“Kau harus banyak bertanya pada Jihee tentang masa kecil Kyuhyun, Minhyo-ya. Jihee mengetahui hampir semuanya.” Kata Nyonya Cho tanpa maksud apapun. Jihee tampak tersenyum malu. Tetapi Minhyo yang mendengarnya merasa kalah dari Jihee. Pantas saja Kyuhyun lebih mementingkan Jihee daripada dirinya. Karena jika dibandingkan dengan Jihee, Minhyo bukanlah apa-apa. Tanpa terasa Minhyo mengepalkan tangannya yang berada di atas paha. Melihat itu Kyuhyun langsung menggenggam tangannya.

“Aku yang akan menceritakannya sendiri pada Minhyo, eomma.” Ujar Kyuhyun.

“Ah, benar. Seperti itu lebih baik.” Sahut Nyonya Cho. Minhyo kembali melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dan menjauhi tangannya dari jangkauan laki-laki itu. Minat Minhyo untuk berkenalan dengan keluarga Kyuhyun sudah hilang. Ia hanya ingin cepat pulang. Kyuhyun tidak dapat menutupi rasa terkejutnya atas penolakan Minhyo yang entah untuk ke berapa kalinya malam ini. Ia tau gadisnya masih sangat marah. Dan Kyuhyun tidak tau harus berbuat seperti apa lagi untuk meredam kemarahannya itu.

 

 

Malam sudah semakin larut saat Minhyo memutuskan untuk pulang dari rumah Kyuhyun. Sebenarnya sudah sedari tadi ia ingin pulang, tetapi Nyonya Cho menahannya dan mengajaknya mengobrol. Minhyo merasa tidak sopan jika harus menolak permintaan wanita paruh baya itu. Jihee yang melihat Minhyo ingin pulang, akhirnya memutuskan untuk pulang juga.

“Kau menginap disini saja malam ini, Jihee-ya. Bukankah kau tidak membawa mobil?” Ujar Ahra menawarkan. Ia hanya takut jika Jihee meminta Kyuhyun mengantarkannya pulang. Ahra tidak keberatan jika harus mengantar Minhyo pulang. Tetapi ia hanya tidak mau hubungan Kyuhyun dan Minhyo berantakan.

“Oppa bisa mengantarku pulang, eonni.”

“Aku harus mengantarkan Minhyo pulang. Jika kau memang ingin pulang, kau pakai mobilku saja. Aku bisa memakai mobil noona untuk mengantar Minhyo pulang.” Kata Kyuhyun. Jihee menekuk wajahnya mendapati penolakan Kyuhyun. Gadis itu bisa saja memaksa Kyuhyun untuk mengantarnya pulang. Tetapi dia tidak leluasa memaksa laki-laki itu di hadapan Ahra serta Nyonya Cho.

“Aku menginap disini saja.” Putus Jihee akhirnya. Kyuhyun dan Ahra sama-sama bernafas lega.

“Antarlah Minhyo pulang, Kyuhyun-ah. Kasian dia belum sempat istirahat.” Ujar Ahra.

“Aku pulang dulu, ahjumma, eonni. Sampai bertemu besok, eonni.”

“Sering-seringlah kemari, Minhyo-ya.” Pesan Nyonya Cho. Minhyo mengangguk kecil.

“Aku pergi dulu, eomma, noona, Jihee-ya.” Kyuhyun dan Minhyo segera keluar dari rumah keluarga Cho dan memasukki mobil Kyuhyun. Kyuhyun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk meninggalkan halaman rumahnya. Tidak ada pembicaraan sama sekali di dalam perjalanan. Minhyo memejamkan matanya sembari menyandarkan kepalanya pada jendela mobil. Kyuhyun kembali mencoba menggenggam tangan Minhyo, namun Minhyo kembali menolaknya. Gadis itu memilih melipat kedua tangannya di depan dada agar Kyuhyun tidak dapat menggenggamnya.

Kyuhyun dan Minhyo turun dari mobil saat sudah sampai di parkiran apartemen Minhyo. Keduanya memasukki lift masih dengan suasana hening. Minhyo menghela nafas panjang sebelum membuka pintu apartemennya dan masuk ke dalam. Saat Kyuhyun juga hendak masuk, Minhyo langsung menahannya.

“Aku tau kau mengetahui password apartemen ini.” Kata Minhyo tanpa menatap Kyuhyun.

“Tetapi saat ini aku lelah sekali dan ingin istirahat. Dan terlebih, aku sedang ingin sendiri. Sebaiknya kau segera pulang.” Minhyo mendorong pelan tubuh Kyuhyun untuk menjauhi pintu apartemen dan ia segera menutup pintu itu. Kyuhyun hanya dapat terpaku sembari menatap pintu apartemen Minhyo. Gagal sudah rencananya yang ingin menginap di apartemen Minhyo malam itu.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

52 thoughts on “Trust Me (FF Request) – Part 5

  1. Aaaa Dongkol banget sama Jihee thor, singkirin aja singkirin. Wkwk Selebihnya ya seperti biasa thor, tetap daebak! 😀 Semangat nulisnya ya thooor…

  2. Aiiisshh eoni pngen nabok jihee jadinya 😦
    Minhyo sabar yaa nanti kyuhyun kita jambak juga ga konsis ni ih -_-

  3. Aaaa bagus bgt, aku selalu suka ffmu thor 🙂 Bikin lebih greget lg yaa,udh dapet nih feel sama alurnya 😀
    ditunggu part selanjutnya thoor;)

  4. Kyu oppa nakal lbh mementingkan perasaan Jihee daripada Minhyo, wlpn kyu oppa berucap bahwania mencintai Minhyo tp sikap yg ia tunjukan justru menyakiti Minhyo.. smg ada solusi dari problem hub cinta mrk yg baru sebentar.. Sabar ya Minhyo

  5. Hahhh masalah dtg oh jihee kau menyebalkan wkwk
    aku yg bc aja kesel mau nangis ih bete deh pokoknya u,u
    pasti minhyo kecewa pk bgt,ditunggu next chap nya

  6. Minhyooo kita punya pikiran yg sama, sama sama pengen jambak jambak rambutnya jihee wakakakak
    Seriously, jihee nyebelin parah
    Kyuhyun yang tegas dong biar minhyo jihee nya juga gak tersakiti banget
    Next part asap yooo

  7. jihee merusak semuanya!!!!! idih benci bgt deh sama dia -.-
    kayaknya part 5 ini lebih mendominasi ke konflik ya 😀
    tapi gak apa, itu dah bagus wkwkwkwk
    lagian ff nyaini bagus bgt aku suka 😀

  8. Cihh!!
    Gua rada” kesel amha kyu dan jihee.. Si kyu bener” keterlaluan lbih mengedepankan jihee di banding minhyo padahal dia bilang minhyo yg nomor satu tpp kgakk .. Si jihee juga seneng bnget dia deket” amha kyu..
    Aishh mereka bikin gua kesel..!

  9. ky na jihee itu mau ngerebut kyu deh minhyo…. ga suka deh sm jihee apalagi dy caper bgt dpan ortunya kyu…
    wajar minhyo kesel sm kyu, dy lebih mentingin jihee ketimbang jemput minhyo..

  10. Wajarlah klo minhyo keseel,.aku setuju banget sama sikap minhyo.. mungkin emang awalnya kyuhyun maksa minhyo buat jadi kekasih kyu tp tetep aja dia ga bisa diperlakuin seenaknya begitu.. knp jg kyuhyun ga tegas milih siapa??
    Malah ngorbanin minhyo yg status nya pacar cuma buat jemput jihee yg menyebalkan itu.. geregetan banget sma jihee,,, jgn smp tuh dia bikin kacau hubungan kyuhyun sma minhyo terus

  11. Oho jihae ya jinjja neo huh bikil kesel dan memalukan
    Minhyo ya udh ga ush pedukiin tu si caper jihae musnahan tenggelamka ke bumi paling bwh

  12. Kenapa jihae nyebelin bgt sihhhhhh
    Kyu juga coba sedikt tegas sama jihae biar mereka sahabatan tapi kan minhyo skrng udh jadi pacarnya kyuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s