Trust Me (FF Request) – Part 4

Trust Me (FF Request) – Part 4

Author : Choineke

TitleTrust Me

Cast : Cho Kyuhyun, Park Min Hyo (OC)

Sub cast : Choi Jihee (OC), Park Sanghyun (Thunder)-Mblaq, Park Chanyeol-EXO K, Cho Ahra

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

Note : oke ini ff request dari salah satu reader disini, namanya Poppy Lodaya. Semoga suka ya  happy reading all^^

 

Author POV

“Apa itu benar, oppa?” Tanya Jihee pada Kyuhyun.

“Apa?” Kyuhyun berpura-pura tidak tau mengenai apa yang ditanyakan Jihee.

“Oppa tau apa maksudku.” Sahut Jihee tanpa menatap Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas panjang dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling cafe yang berada di dekat SM building. Tidak ada niatan sedikitpun dari Kyuhyun untuk menjawab pertanyaan Jihee. Laki-laki itu hanya tidak mau menghancurkan perasaannya. Perasaan Jihee sudah cukup terluka karena Kyuhyun menolak cintanya. Dan ia tidak mau luka itu semakin membesar ketika Jihee tau bahwa Kyuhyun menyukai gadis lain. Menurut Kyuhyun, ini belum saatnya.

Kyuhyun memicingkan matanya saat melihat sosok yang akhir-akhir ini menganggu pikirannya. Sosok yang memakai pakaian kerja sama seperti yang sering dipakai oleh Ahra, noonanya.

“Kau tunggu disini sebentar.” Kata Kyuhyun sembari berdiri dari duduknya.

“Oppa mau kemana?” Tanya Jihee. Kyuhyun tidak menjawab dan merapatkan topi yang sedang dipakainya. Kyuhyun berjalan mendekati sosok Minhyo yang terlihat sedang tertawa bersama Chanyeol. Untuk saja yang membuat tertawa itu adik Minhyo sendiri, jika itu laki-laki lain, mungkin Kyuhyun akan memberi pelajaran pada laki-laki itu.

“Nona Park.” Panggil Kyuhyun saat sudah berada di samping Minhyo. Minhyo mendongak dan membulatkan matanya saat melihat Kyuhyun berdiri tak jauh darinya.

“Kyuhyun-ssi..”

“Hyung!” Sapa Chanyeol. Kyuhyun menatap Chanyeol dan tersenyum.

“Sudah lama tidak melihatmu. Sepertinya karena waktu debut tidak lama lagi, kalian jadi semakin sibuk.” Kata Kyuhyun. Chanyeol tersenyum malu.

“Begitulah, hyung. Makanya ketika aku mempunyai waktu luang, aku memutuskan untuk bertemu noona.” Kyuhyun mengangguk mengerti dan kembali menatap Minhyo.

“Hari ini kau bolos kerja lagi?” Tanya Kyuhyun polos. Minhyo kembali membulatkan matanya saat mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Mwo? Lagi? Memangnya kau pernah bolos kerja, noona?” Tanya Chanyeol bingung.

“A–ahh,, ani. Bukan seperti itu.” Minhyo mencoba menjelaskan.

“Bukan seperti itu, bagaimana? Jelas-jelas beberapa hari yang lalu kita pergi bersama dan kau tidak bekerja.” Ujar Kyuhyun. Minhyo menatap Kyuhyun dengan kesal.

“Kalian pergi bersama? Benarkah? Woah!! Padahal waktu itu noona bilang tidak suka dengan Kyuhyun hyung karena dia tidak sopan. Tetapi tanpa kuketahui, kalian semakin dekat.” Chanyeol tampak tidak percaya.

“Ani. Ani. Tidak seperti yang kau pikirkan, Chanyeol-ah. Jangan percaya ucapannya.” Minhyo membela diri.

“Jika seperti itupun tidak apa-apa, noona. Aku tidak masalah dengan itu. Aku senang kalian bisa dekat satu sama lain.” Minhyo kembali ingin membantah, namun ia bingung kata-kata apa yang harus dikeluarkannya.

“Ah, aku harus kembali latihan, noona. Kapan-kapan kita bertemu lagi. Jika terjadi apa-apa, cepat hubungi aku, noona. Arraseo?”

“Arraseo.” Sahut Minhyo pelan.

“Hyung, aku pergi dulu. Sampaikan salamku untuk member Super Junior yang lain.”

“Ne, Chanyeol-ah. Sampaikan juga salamku untuk teman-teman trainee yang lain.” Chanyeol menunjukkan jempolnya kepada Kyuhyun sebagai tanda OK. Setelah itu ia segera keluar dari cafe untuk kembali ke SM building.

Minhyo menatap Kyuhyun dengan tajam sebelum memutuskan untuk ikut meninggalkan cafe. Namun Kyuhyun dengan cepat menahannya.

“Kau mau kemana?”

“Tentu saja bekerja! Aku tidak mungkin membolos ‘lagi’, Tuan Cho. Benar, kan?” Minhyo tersenyum sinis.

“Aku antar kau ke hotel.” Ucap Kyuhyun.

“Tidak perlu. Aku masih bisa pergi sendiri.”

“Sayangnya aku tidak suka penolakan, Nona Park.” Kyuhyun menunjukkan senyum evilnya.

“Oppa..” Kyuhyun menoleh saat mendengarkan suara Jihee memanggilnya.

“Jihee-ya…”

“Oppa sedang apa disini? Dan siapa gadis ini?” Tanya Jihee. Jihee menatap Minhyo dengan pandangan tidak suka. Apalagi ketika melihat tangan Kyuhyun yang memegang lengan Minhyo.

“Kenalkan ini Park Minhyo. Dia teman kerja noonaku. Dan Nona Park, kenalkan ini Choi Jihee. Dia sahabatku.” Hati Jihee semakin sakit saat mendengar Kyuhyun menyebutnya sahabat. Namun ia mencoba bersikap biasa dan menyambut uluran tangan Minhyo.

“Choi Jihee.”

“Park Minhyo.”

“Oppa bisa antarkan aku pulang? Aku tidak membawa mobil hari ini.” Pinta Jihee. Kyuhyun yang mendengarnya lantas bingung. Di satu sisi ia ingin mengantarkan Minhyo, dan disisi lain, ia tidak mungkin mengecewakan Jihee dengan menolak permintaannya.

“Tapi-”

“Aku mohon, oppa.” Jihee menunjukkan wajah memelasnya. Membuat Kyuhyun semakin tidak tega.

“Kau antarkan saja sahabatmu itu, Kyuhyun-ssi. Aku bisa pergi sendiri.”

“Ahh sebentar!” Kyuhyun kembali menahan Minhyo yang hendak pergi.

“Baiklah, aku akan mengantarkan Jihee terlebih dahulu. Setelah itu aku akan mengantarkanmu. Kalian tunggulah di depan. Aku akan mengambil mobil. Dan Nona Park, jangan coba-coba kabur.” Kyuhyun mendekati Minhyo dan berbisik saat mengucapkan kalimat yang terakhir. Minhyo hanya mendengus melihat sikap Kyuhyun yang seenaknya. Dan anehnya ia mulai terbiasa dengan itu.

Minhyo dan Jihee berdiri berdampingan untuk menunggu Kyuhyun. Minhyo merasa tidak nyaman berada dekat dengan Jihee, entah karena apa. Kalau saja Minhyo tidak takut dengan ancaman Kyuhyun, Minhyo pasti memilih kabur dengan taksi. Tetapi karena Minhyo takut dengan Kyuhyun yang bisa melakukan apa saja padanya, maka ia akhirnya memilih untuk menunggu.

“Kau sudah lama mengenal Kyuhyun oppa?” Tanya Jihee tiba-tiba sambil menatap Minhyo.

“Tidak terlalu lama.” Jawab Minhyo.

“Menurutmu, Kyuhyun oppa itu orang seperti apa?” Tanya Jihee lagi.

“Ne? Maksudmu?” Minhyo tampak tidak mengerti.

“Aku meminta kau menilai sikap dan sifat Kyuhyun oppa.” Jelas Jihee. Minhyo tampak bingung kenapa Jihee menanyakan itu padanya. Apa itu penting untuk gadis itu?

“Kekanakkan, pemaksa, dan menyebalkan.” Ucap Minhyo dan membuat Jihee tersenyum kecil.

“Apa aku bisa menyimpulkan jika kau tidak menyukai oppa?”

“Ne?”

“Penilaianmu terhadap oppa semuanya negatif. Tandanya kau tidak menyukainya, kan?” Minhyo kembali terdiam. Bingung dengan perasaannya sendiri. Namun tidak lama kemudian ia mengangguk ragu.

“Ah baguslah jika seperti itu. Karena aku menyukai oppa.” Jihee tersenyum pada Minhyo. Dan Minhyo balas tersenyum dengan kaku. Tidak tau kenapa ia kesal saat mendengar Jihee mengatakan itu.

Bunyi klakson dari mobil Kyuhyun menyadarkan Jihee dan Minhyo bahwa Kyuhyun sudah berada di depan cafe. Jihee berjalan lebih dulu dan duduk di samping Kyuhyun. Membuat Minhyo yang melihatnya lagi-lagi merasa kesal.

‘Ada apa denganku? Biarkan saja gadis itu duduk disana. Toh, aku juga tidak mau duduk di samping laki-laki pemaksa itu.‘ Batin Minhyo kesal. Kyuhyun pun merasakan perasaan yang sama dengan Minhyo. Laki-laki itu berharap, Minhyo lah yang duduk di sebelahnya. Bukan Jihee. Namun ia tidak mungkin menyuruh Jihee pindah ke belakang, karena itu akan membuat Jihee kecewa.

“Nona Park! Cepat naik!” Teriakan Kyuhyun membuat Minhyo tersadar dari lamunannya dan segera menaiki mobil Kyuhyun.

Kyuhyun dan Jihee terus berbicara berdua selama di dalam mobil. Entah mereka lupa kalau ada Minhyo di belakang atau mereka memang tidak peduli. Minhyo sendiri menjadi tambah kesal karena dianggap tidak ada oleh kedua orang itu. Minhyo menghela nafas panjang sembari mencoba bersabar. Namun lama kelamaan, tawa Jihee semakin menganggu pendengarannya.

“Turunkan aku disini saja, Kyuhyun-ssi!” Teriak Minhyo tiba-tiba. Membuat Jihee dan Kyuhyun diam. Kyuhyun melirik Minhyo dari kaca spion depan. Minhyo pun juga sedang melihatnya.

“Aku bisa pergi sendiri. Jadi hentikan mobilnya biar aku turun. Dan kau bisa mengantar Jihee-ssi serta mengobrol bebas dengannya.” Ujar Minhyo.

“Bukankah sudah kukatakan jika aku akan mengantar Jihee terlebih dahulu, setelah itu aku akan mengantarmu? Kenapa terus mempermasalahkannya?” Kata Kyuhyun.

“Dan bukankah aku juga sudah mengatakan, bahwa aku bisa pergi sendiri?” Balas Minhyo.

“Biarkan saja dia jika ingin pergi sendiri, oppa. Untuk apa memaksanya?” Timpal Jihee. Minhyo melirik Jihee dengan kesal.

“Tidak. Sebentar lagi kita juga akan sampai dirumahmu, Jihee-ya. Setelah itu aku akan mengantarnya.” Tolak Kyuhyun sembari kembali melirik Minhyo. Namun Minhyo menolak untuk beradu pandang dengan Kyuhyun. Seperti yang di katakan Kyuhyun tadi, beberapa menit kemudian mereka sampai di depan rumah Jihee.

“Aku masuk dulu, oppa. Sampai bertemu lagi.” Pamit Jihee dan segera turun dari dalam mobil Kyuhyun. Jihee terus melambaikan tangannya pada Kyuhyun yang sengaja menurunkan kaca mobil, hingga gadis itu masuk ke dalam rumah. Minhyo mencoba untuk tidak peduli dengan kegiatan dua mahluk yang membuatnya kesal sedari tadi.

“Pindah ke depan.” Suruh Kyuhyun sembari menoleh menatap Minhyo.

“Tidak mau.” Tolak Minhyo.

“Kau pikir aku supirmu?”

“Bukankah memang begitu? Majikan selalu di antar supir. Bukankah kau ingin mengantarku?” Tanya Minhyo sinis.

“Kau! Hahh,, cepat pindah.” Kyuhyun mencoba bersabar. Minhyo menatap Kyuhyun tajam dan kemudian turun dari mobil. Namun ia bukan bermaksud untuk pindah duduk di samping Kyuhyun. Melainkan berjalan berlawanan arah meninggalkan mobil Kyuhyun. Kyuhyun yang melihatnya kontan panik dan segera melepas seatbelt kemudian turun dari dalam mobil untuk mengejar Minhyo.

“Ya!! Kau mau kemana?!” Kyuhyun segera mencengkram pergelangan tangan Minhyo. Minhyo memberontak untuk melepaskan cengkraman Kyuhyun.

“Lepaskan!!”

“Tidak!! Ayo naik ke mobil.” Kyuhyun menarik paksa Minhyo untuk masuk ke mobil.

“Tidak mau!! Aku mau pergi sendiri. Lebih baik kau menghabiskan waktumu dengan sahabatmu itu.” Ujar Minhyo membuat langkah Kyuhyun terhenti namun cengkraman tangannya tidak mengendur sama sekali.

“Sepertinya ada yang aneh disini.” Gumam Kyuhyun.

“Kau cemburu?” Tanya Kyuhyun yang berhasil membuat wajah Minhyo memanas.

“Mwo? Kau gila, huh?!” Kilah Minhyo.

“Wajahmu mengatakan seperti itu, Nona Park.” Minhyo segera meraba pipinya dengan sebelah tangannya yang bebas.

“Jangan asal bicara! Lepaskan aku!” Minhyo kembali memberontak.

“Aku akan melepaskanmu ketika sudah di dalam mobil.” Ujar Kyuhyun dan setelah itu tanpa ragu lagi semakin menarik Minhyo masuk ke dalam mobilnya. Sesaat kemudian laki-laki itu juga masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil dengan kencang.

“Besok aku akan tampil di salah satu stasiun TV.” Kata Kyuhyun memulai pembicaraan.

“Aku tidak bertanya.” Sahut Minhyo. Kyuhyun melirik Minhyo dengan kesal. Selama ini Kyuhyun yang selalu membuat orang kesal, dan sekarang, Minhyo berhasil membuat Kyuhyun merasakan perasaan itu.

“Aku ingin kau datang.” Kyuhyun menyampaikan maksudnya.

“Tidak mau. Aku tidak suka datang ke acara seperti itu.”

“Kau harus datang!”

“Bagaimana jika aku tidak datang?”

“Aku tidak akan tampil.” Minhyo membulatkan matanya dan menatap Kyuhyun tidak percaya.

“Kau ini jika bicara tidak pernah pakai otak, ya?” Sindir Minhyo.

“Aku bicara pakai mulut.” Sahut Kyuhyun. Minhyo mendengus.

“Aku serius. Kau harus datang. Jika tidak, aku tidak akan tampil. Aku tidak akan naik ke atas panggung. Dan jika itu sampai terjadi, kau harus bertanggung jawab pada member yang lain.”

“Kau selalu melakukan sesuatu dengan kehendakmu!!” Jerit Minhyo.

“Jadi kau setuju, kan?” Tanya Kyuhyun dengan senyum penuh kemenangan. Minhyo tidak menjawab dan menyandarkan punggungnya dengan keras ke sandaran mobil. Setelah itu ia lebih memilih mengalihkan pandangannya ke jendela.

 

 

 

 

“Ya!! Kau kemana saja, Kyuhyun-ah? Kau tau tidak kami menunggumu untuk latihan dari tadi?!” Teriak Eunhyuk.

“Aish, tidak usah berteriak, hyung. Aku tidak tuli.” Desis Kyuhyun.

“Katakan pada kami kau kemana? Apa kau pergi jalan-jalan dengan Jihee?” Tanya Eunhyuk.

“Ani. Aku hanya mampir ke cafe sebentar setelah itu mengantarnya pulang.” Jawab Kyuhyun.

“Benarkah?” Shindong memicingkan matanya dan menatap Kyuhyun dengan curiga.

“Jangan menatapku seperti itu, hyung!”

“Wajahmu terlihat senang sekali.” Kata Sungmin. Member yang lain mengangguk setuju dan menatap Kyuhyun semakin intens.

“Wajahku biasa saja. Sudahlah. Mau latihan atau tidak? Jika tidak aku akan pulang!” Ancam Kyuhyun.

“Dasar bocah setan. Kami sudah menunggumu lama dan kau dengan seenaknya mau mengancam kami?” Kata Yesung. Kyuhyun mendengus kasar.

“Sudahlah. Ayo latihan.” Leeteuk mencoba menengahi. Semua member berdiri dari duduk mereka dan mulai latihan untuk tampil besok.

“Oh ya, hyung. Tolong katakan pada Junghoon hyung kalau aku minta disiapkan satu tiket untuk acara besok.” Kata Kyuhyun pada Leeteuk.

“Memangnya tiket itu untuk siapa?” Tanya Leeteuk ingin tau.

“Bukan urusanmu, hyung. Sampaikan saja pesanku pada Junghoon hyung.” Jawab Kyuhyun dan segera mengambil posisinya. Leeteuk menatapnya kesal dan setelah itu ikut mengambil posisi.

 

~~~

 

“Ayo kita ke backstage, 20 menit lagi kita akan tampil.” Kata Leeteuk kepada seluruh membernya. Semua member berdiri dan keluar dari ruang tunggu mereka.

“Kalian duluan saja, hyung. Aku akan menyusul.” Ujar Kyuhyun dan langsung menghilang dari hadapan yang lain.

“Ya! Ya! Kyuhyun-ah!! Kau mau keman?!” Jeritan member lain tidak di dengarkan sama sekali oleh Kyuhyun. Kyuhyun berjalan menuju pintu masuk untuk penonton. Di sana ia terlihat mondar mandir sembari menghubungi Minhyo. Gadis itu belum memberinya kabar sama sekali. Dan sekarang ketika Kyuhyun menghubunginya entah untuk keberapa kalinya, Minhyo tak juga menjawabnya.

“Jika kau tidak datang, kau pasti mati.” Gumam Kyuhyun sembari menatap foto dirinya dan Minhyo pada layar ponselnya. Tak berapa lama ponsel Kyuhyun bergetar dan tertera nama Minhyo disana. Dengan cepat Kyuhyun menjawabnya.

“Ya!! Kau mau mati, huh? Dimana sekarang?” Teriak Kyuhyun langsung.

Kau yang akan mati, Kyuhyun-ssi!! Katakan padaku, aku harus kemana setelah memasukki gedung ini?” Minhyo tak kalah berteriak.

“Tanyakan pada orang pintu masuk untuk penonton. Aku menunggumu di sana.” TREK. Kyuhyun langsung memutuskan sambungan telepon dan tersenyum lega. Ia pikir Minhyo tidak akan datang. Dari kejauhan Kyuhyun dapat melihat Minhyo yang menuju ke arahnya sembari berlari kecil. Gadis itu memakai pakaian seadanya.

“Kenapa lama sekali?” Tanya Kyuhyun begitu Minhyo sampai tepat di depannya.

“Bocah setan!! Bukannya berterima kasih karena aku mau datang. Mana tiketku??” Minhyo menengadahkan tangannya di depan dada Kyuhyun. Kyuhyun merogo saku celananya dan memberikan tiket yang diberikan Junghoon padanya. Minhyo berbalik hendak masuk ke dalam venue, namun Kyuhyun menahannya.

“Aish,, apa lagi? Bukankah tadi kau menyuruhku cepat?” Geram Minhyo.

“Bisa beri aku sebuah pelukan sebelum aku naik ke atas panggung?” Pinta Kyuhyun dengan serius.

“Mwo? Kau gila? Mau mati?”

“Sebentar saja.” Bujuk Kyuhyun. Minhyo menatap Kyuhyun dengan serius dan tampak menimbang. Ia memperhatikan sekeliling dan tidak menemukan banyak orang berlalu lalang, mengingat acara sudah berlangsung sedari tadi. Dengan ragu, Minhyo mendekati Kyuhyun dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang laki-laki itu. Kyuhyun membalas pelukan Minhyo dengan erat. Ia benar-benar merasa nyaman mendapat pelukan dari Minhyo. Begitupun dengan Minhyo. Rasa hangat menjalar disekujur tubuhnya merasakan pelukan Kyuhyun. Rasa pelukan yang berbeda ketika Sanghyun atau Chanyeol memeluknya.

“Aku menyukaimu.” Bisik Kyuhyun membuat mata Minhyo melebar. Gadis itu melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun dengan gugup.

“M–mwo?”

“Aku bilang, aku menyukaimu. Jadilah kekasihku, Nona Park.” Ujar Kyuhyun. Minhyo terdiam tidak tau harus mengatakan apa. Ada sisi di dalam tubuhnya yang menolak kehadiran Kyuhyun. Mengingat laki-laki itu begitu menyebalkan dimatanya. Tetapi disisi lain, ia merasa membutuhkan Kyuhyun. Maka dari itu Minhyo bingung dengan dirinya sendiri.

“Masuklah. Sebentar lagi aku akan tampil. Setelah aku tampil, jangan pulang dulu dan temui aku di ruang tunggu Super Junior. Aku membutuhkan jawabanmu. Dan sekedar informasi untukmu, Nona Park. Aku tidak suka penolakan.” Kata Kyuhyun dan segera pergi untuk bergabung dengan yang lain. Minhyo mendengus dan segera masuk ke dalam venue.

Mata Minhyo tidak pernah lepas dari seorang Cho Kyuhyun. Gadis itu begitu terpukau dengan dance yang dilakukan Kyuhyun. Sebenarnya bukan hanya Kyuhyun. Ia takjub dengan penampilan Super Junior. Ini pertama kalinya ia melihat mereka tampil secara live dan hasilnya sangat memuaskan.

“Kamsamida.” Ujar seluruh member dan membungkuk sopan kepada seluruh penonton. Penonton bersorak puas dan senang dengan penampilan mereka. Mata Kyuhyun bertemu dengan mata Minhyo. Mereka terdiam sebentar dengan saling menatap sebelum akhirnya Kyuhyun tersenyum dan dibalas senyuman kaku oleh Minhyo.

Acara berakhir dengan di tutup dari penampilan Super Junior tadi. Seluruh penonton berdesak-desakkan untuk keluar dari venue, begitupun dengan Minhyo. Beberapa kali tubuh gadis itu terdorong dari belakang. Sekuat tenaga ia menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak tersungkur di sana. Namun usahanya sia-sia, karena ia tetap tersungkur karena dorongan dari belakang semakin kuat.

“Aakkhh..” Ringisnya. Ia merasakan sakit pada siku tangannya. Sepertinya kedua siku tangannya terluka. Saat ia mencoba berdiri, tangan kanannya malah terinjak oleh penonton lain yang mencoba keluar dari venue. Mati-matian Minhyo menahan teriakan kesakitannya supaya tidak menjadi pusat perhatian. Sekuat tenaga gadis itu berdiri dan akhirnya keluar dari venue itu. Ia bersandar sebentar di dinding samping pintu masuk untuk menetralkan nafasnya yang tersengal. Ingin sekali rasanya gadis itu menangis mengingat sakitnya siku dan tangannya yang terluka. Namun lagi-lagi itu ditahannya karena tidak mungkin menangis di tempat umum seperti ini.

Minhyo berjalan tergesa-gesa untuk menuju ruang tunggu Super Junior setelah ia mengetahui di mana tempatnya. Ia akan bertemu Kyuhyun sebentar untuk menjawab penyataan yang diberikan laki-laki itu tadi. Setelah itu ia akan langsung pulang untuk mengobati lukanya. Setelah sampai di depan pintu ruang tunggu, gadis itu mengetuk pintu dengan tangan kirinya. Pintu terbuka dan menampilkan Kyuhyun yang berkeringat, khas seorang artis yang habis tampil. Kyuhyun terkejut melihat penampilan Minhyo yang berbeda sekali saat terakhir kali mereka bertemu tadi. Penampilan gadis itu sekarang tampak berantakan dengan noda kotor di pipinya yang putih.

“Ada apa denganmu?” Tanya Kyuhyun khawatir. Minhyo menatap Kyuhyun dengan matanya yang berkaca-kaca hingga akhirnya menangis.

“Ya.. Kenapa menangis?” Kyuhyun semakin bingung. Minhyo masih tidak menjawab dan terus menangis. Kyuhyun menarik tangan Minhyo untuk masuk terlebih dahulu. Namun sialnya tangan yang ditarik Kyuhyun itu adalah tangan kanannya yang terinjak tadi.

“Akkhh..” Jerit Minhyo kesakitan. Kyuhyun kontan langsung melepaskan pegangan tangannya dan memperhatikan tangan Minhyo. Tangan itu terlihat sangat merah dan kotor.

“Sebenarnya ada apa denganmu, Nona Park?” Tanya Kyuhyun gusar.

“Aku terjatuh dan rasanya sakit sekali.” Jawab Minhyo akhirnya. Tangisnya semakin menjadi. Membuat Kyuhyun menjadi merasa bersalah, mengingat dialah yang memaksa gadis itu melihat penampilannya. Kyuhyun memeluk Minhyo sebentar untuk menenangkan tangis gadis itu. Diusapnya punggung Minhyo dengan pelan hingga akhirnya tangis Minhyo reda digantikan dengan isakan kecil.

“Masuk dulu. Kita obati lukamu, hmm?” Ujar Kyuhyun dan disambut anggukan oleh Minhyo.

“Yaaa,, inikah gadismu itu, Kyuhyun-ah? Kenapa kau membuatnya menangis?” Goda Eunhyuk diiringi tawa oleh beberapa member yang lain. Kyuhyun seolah tidak peduli dengan ucapan Eunhyuk dan menggiring Minhyo untuk duduk.

“Hyung, kotak P3K dimana?” Tanya Kyuhyun pada Sungmin.

“Itu..” Sungmin menunjuk sebuah kotak di atas meja. Kyuhyun mengambil kotak itu dan kemudian berjongkok di hadapan Minhyo.

“Apa ada luka yang lain?” Tanya Kyuhyun lembut. Minhyo mengangguk dan menunjukkan kedua sikunya. Darah kering terlihat di kedua siku Minhyo. Kyuhyun membuka kotak P3K dan mulai mengobati luka Minhyo. Beberapa kali gadis itu meringis saat merasakan perih akibat lukanya yang terkenal alkohol. Hingga akhirnya ia memilih menggigit bibirnya untuk menahan ringisan.

“Jangan gigit bibirmu. Lama-lama bibirmu juga akan terluka. Kalau memang ingin menahan ringisan, biar kucium saja.” Kata Kyuhyun santai. Minhyo mendengus dan terus memperhatikan wajah Kyuhyun yang tampak serius mengobati lukanya. Wajah itu terlihat sangat tampan jika sedang serius seperti itu.

“Agasshi, matamu akan keluar jika kau terus melihat Kyuhyun seperti itu.” Kata Donghae saat menangkap tatapan mata Minhyo yang sedang menatap Kyuhyun. Minhyo segera mengalihkan pandangannya dan berusaha menahan wajahnya agar tidak memerah. Kyuhyun sendiri hanya tersenyum kecil mendengarnya. Setelah Kyuhyun mengobati kedua siku Minhyo, Kyuhyun beralih pada tangan kanannya. Dibersihkannya terlebih dahulu tangan itu sebelum akhirnya membalut tangan itu dengan perban. Setelahnya Kyuhyun mengembalikan kotak P3K itu ke tempat semula.

“Jadi, Kyuhyun-ah.. Bisa kau kenalkan gadis ini kepada kami?” Pinta Shindong dan di sambut anggukan dari yang lain.

“Park Minhyo imnida.” Minhyo memperkenalkan dirinya dengan sedikit membungkuk.

“Nah kalian sudah dengar kan namanya?” Ujar Kyuhyun.

“Aku rasa, aku tidak perlu memperkenalkan mereka padamu, Nona Park. Kau pasti sudah mengenal mereka, kan?”

“Kau bisa memanggilku dengan sebutan Eunhyuk oppa.” Ujar Eunhyuk dan berjalan mendekati Minhyo. Eunhyuk mengulurkan tangannya dan disambut oleh Minhyo dengan pelan. Mengingat tangan kanannya itu terluka. Kyuhyun yang melihatnya langsung mendekati mereka dan menepis tangan Eunhyuk.

“Tidak perlu bersalaman, hyung. Tangannya sedang terluka.” Kata Kyuhyun dingin.

“Minhyo-ssi, kau masih ingat denganku, kan? Kita bertemu di pesawat pertama kali. Bersama Kyuhyun juga.” Ujar Siwon.

“Ne, tentu saja aku ingat.” Sahut Minhyo.

“Hyung, aku pinjam mobilmu. Aku mau mengantar Minhyo pulang.”

“Silahkan.” Siwon melemparkan kunci mobilnya pada Kyuhyun.

“Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri. Kau pasti lelah sehabis tampil tadi.” Tolak Minhyo.

“Aigoo,, kekasihmu benar-benar perhatian, Kyuhyun-ah.” Ujar Ryeowook dengan nada iri.

“Anieyo. Tidak seperti itu.” Bantah Minhyo dengan wajah memanas.

“Sudahlah.. Kalian pulang saja duluan, hyung. Aku akan langsung pulang habis mengantar gadis ini.” Ujar Kyuhyun dan langsung menarik halus tangan Minhyo keluar dari ruang tunggu.

 

 

 

“Bagaimana kau bisa jatuh tadi?” Tanya Kyuhyun memulai pembicaraan mereka di mobil.

“Penontonnya terlalu banyak. Mereka mendorong-dorongku dari belakang.” Jawab Minhyo.

“Apa kau tidak pernah minum susu hingga tubuhmu terlalu lemah?” Ejek Kyuhyun. Minhyo mendengus.

“Aku tidak mau menonton konser-konser seperti ini lagi.” Keluh Minhyo. Kyuhyun tersenyum kecil.

“Kau itu terlalu kekanakkan, jatuh saja sampai menangis hingga terisak.” Ejek Kyuhyun lagi.

“Kau itu tidak tau rasanya bagaimana. Sakit sekali. Aku bahkan berpikir jika akan mati terinjak oleh mereka. Beruntung hanya tanganku yang terinjak.”

“Maafkan aku. Seharusnya aku tidak memaksamu melihatku hari ini.” Sesal Kyuhyun. Minhyo menatap Kyuhyun dengan tidak percaya. Seorang Cho Kyuhyun bisa merasakan penyesalan?

“Kau menyesal? Sepertinya dunia akan kiamat hari ini.” Sindir Minhyo. Kyuhyun hanya diam saja seolah enggan membalas sindiran Minhyo. Yang terpenting ia sudah menyampaikan permintaan maaf atas apa yang terjadi pada gadis itu hari ini.

Kyuhyun dan Minhyo turun dari mobil saat mobil Siwon yang di pakai Kyuhyun sudah terparkir di gedung apartemen Minhyo.

“Untuk apa kau turun juga?” Tanya Minhyo.

“Aku akan mengantarkanmu sampai ke dalam apartemen.” Jawab Kyuhyun.

“Tidak perlu. Aku bisa sendiri.” Tolak Minhyo. Kyuhyun lagi-lagi seolah tidak peduli dan menarik Minhyo untuk masuk ke dalam lift.

“Jadi apa jawabanmu?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Ne?” Minhyo tampak terkejut.

“Jangan pura-pura bodoh, Nona Park. Aku tidak mau mengulangi apa yang sudah kukatakan tadi.” Desis Kyuhyun.

“Lalu apa kau masih perlu jawabanku? Kau sendiri bilang bahwa kau tidak suka penolakan!!” Teriak Minhyo kesal.

“Baguslah. Berarti kau sekarang adalah kekasihku. Mulai sekarang, kemanapun kau pergi, kau harus memberitahuku. Arraseo?”

“Cih! Kau mengejekku kekanakkan, nyatanya kau sendiri kekanakkan.” Dengus Minhyo. Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di dalam apartemen Minhyo. Kyuhyun menghempaskan dirinya di sofa dan Minhyo menghilang ke kamarnya. Dari tadi Kyuhyun belum cukup beristirahat setelah performnya. Sehingga ia mengistirahatkan dirinya di sana sembari memejamkan matanya. Minhyo keluar setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah. Kaos kebesaran dengan celana pendek sebatas paha. Ia melihat Kyuhyun yang sedang memejamkan matanya. Terlihat sekali wajah lelah di sana.

“Pulanglah jika kau lelah.” Kata Minhyo yang sudah berdiri tepat di hadapan Kyuhyun. Kyuhyun membuka matanya sebentar dan menatap Minhyo setelah itu ia menutup matanya kembali.

“Kau bisa memasak tidak? Aku lapar sekali.”  Keluh Kyuhyun.

“Cih! Kesini cuma menumpang makan. Tunggulah sebentar. Akan kubuatkan makanan.” Minhyo segera berjalan meninggalkan Kyuhyun untuk ke dapur.

Hampir satu jam kemudian Minhyo sudah menyelesaikan kegiatan memasaknya. Ia kembali ke ruang tengah untuk memanggil Kyuhyun. Namun sepertinya Kyuhyun tertidur.

“Kyuhyun-ssi,, kau mau makan tidak?” Minhyo mencoba membangunkan Kyuhyun. Kyuhyun menggeliat pelan dan membuka matanya. Minhyo dapat melihat mata Kyuhyun yang terlihat merah.

“Apa aku tertidur?” Tanya Kyuhyun seperti orang bodoh.

“Cih! Sudah tau tidur masih tanya. Aku sudah menyiapkan makanan. Kau bilang perutmu lapar.” Kyuhyun mengangguk dan berdiri dari duduknya. Ia menyusul Minhyo yang sudah lebih dulu ke meja makan. Kyuhyun duduk di hadapan Minhyo dan mulai menyantap makanan yang disiapkan oleh kekasih barunya itu.

“Masakanmu tidak buruk.” Ujar Kyuhyun.

“Katakan saja enak!” Geram Minhyo.

“Kau tidak makan?” Tanya Kyuhyun saat melihat Minhyo hanya menungguinya menghabiskan makanan.

“Aku sudah makan sebelum menontonmu tadi.” Jawab Minhyo. Kyuhyun hanya mengangguk dan melanjutkan kegiatan makannya.

“Gadis bernama Jihee itu, sepertinya menyukaimu.” Kata Minhyo dengan nada yang terdengar cuek. Walaupun sebenarnya ia ingin tau bagaimana reaksi Kyuhyun.

“Aku tau.” Sahut Kyuhyun membuat Minhyo terkejut.

“Kau tau? Dan reaksimu sesantai ini? Bagaimana jika dia tau kau memintaku menjadi kekasihmu?”

“Sudah menjadi rahasia umum bagaimana perasaan Jihee padaku. Member yang lainpun sudah mengetahuinya. Tapi aku terlanjur menganggapnya sebagai sahabat dan adik. Aku menyayanginya melebihi noonaku sendiri. Dan aku tidak mau menyakiti perasaannya. Walaupun aku tau dengan menolaknya, perasaannya akan terluka. Untuk hubungan kita, aku rasa kita tidak perlu memberitahunya terlebih dahulu.” Jelas Kyuhyun. Minhyo merasa dadanya sesak. Sangat sesak. Sebegitu perhatiannya kah Kyuhyun pada Jihee? Laki-laki itu begitu memikirkan perasaan Jihee. Kenapa tidak terima saja cintanya? Perasaan kesal menghampiri Minhyo.

“Tampaknya kau begitu memikirkan perasaannya. Bagaimana jika ada yang menyakiti perasaan Jihee?” Tanya Minhyo ingin tau.

“Aku akan memberi pelajaran pada orang itu.” Jawab Kyuhyun.

“Jika aku yang melakukannya?” Tanya Minhyo lagi yang berhasil menghentikan kegiatan makan Kyuhyun. Kyuhyun menatap Minhyo dengan tajam dan dalam. Laki-laki itu juga bingung apa yang akan dilakukannya jika Minhyo menyakiti Jihee. Minhyo mengangguk-angguk pelan ketika melihat Kyuhyun bungkam.

“Sepertinya aku tau apa jawabanmu. Seharusnya kau terima saja cinta gadis itu agar kau bisa menjaganya setiap saat.” Kata Minhyo dan segera berdiri meninggalkan ruang makan untuk ke kamarnya. Kyuhyun terus mematung bahkan ketika Minhyo sudah menghilang dari pandangannya. Nafsu makannya tiba-tiba saja menghilang. Kenapa juga harus membicarakan Jihee dan berakhir seperti ini? Kyuhyun akhirnya berdiri dan meninggalkan apartemen Minhyo tanpa berpamitan sama sekali.

 

~~~

 

Minhyo mengaduk makan siangnya dengan malas. Pikirannya masih melayang pada apa yang dibicarakannya dengan Kyuhyun semalam. Nama Kyuhyun dan Jihee terus berputar di kepala gadis itu. Namun anehnya, saat nama Jihee berputar di kepalanya, perasaan kesal terus menghampirinya.

“Ck! Sungguh malang nasib makanan itu.” Kata Ahra sembari menatap makanan Minhyo yang sudah tidak berbentuk lagi. Minhyo hanya mampu tersenyum kaku.

“Kau sedang ada masalah?” Tanya Ahra penuh perhatian.

“Anieya, eonni. Hanya sedang malas saja.” Jawab Minhyo berbohong. Ahra mengangguk dan melanjutkan makannya. Minhyo menatap Ahra diam-diam. Tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk menanyakan perihal Jihee kepada Ahra. Tetapi ada sudut hatinya yang ragu dan takut. Namun rasa ingin tau gadis itu mengalahkan rasa ragu dan takutnya.

“Eonni, kau kenal Choi Jihee?” Tanya Minhyo akhirnya.

“Choi Jihee? Sahabat Kyuhyun?” Tanya Ahra memastikan. Minhyo mengangguk.

“Ah, tentu saja kenal. Memangnya ada apa, Hyo-ya?”

“Apa gadis itu sangat dekat dengan Kyuhyun?” Ahra mengangguk.

“Melebihi kedekatanku dengan Kyuhyun.” Ujar Ahra. Lagi-lagi dada Minhyo terasa sesak dan ia merasakan tenggorokannya tercekat.

“Mereka sudah berteman sejak kecil. Sehingga semakin dewasa, mereka semakin dekat. Tetapi aku juga tidak tau mereka sekarang masih bersahabat atau mungkin sudah menjadi sepasang kekasih.” Jelas Ahra. Wajah Minhyo terasa kaku. Telinganya terasa panas. Dan dadanya semakin sesak.

“Memangnya kenapa, Hyo? Kau kenal dengan Jihee?” Tanya Ahra.

“A–ah,, waktu itu ia melihatnya bersama Kyuhyun. Dan Kyuhyun mengenalkan kami berdua.” Jawab Minhyo.

“Oh, begitu rupanya.” Minhyo tidak lagi bertanya. Ia tidak mau penjelasan Ahra semakin membuatnya sesak. Lucu saja jika tiba-tiba gadis itu menangis di hadapan Ahra. Minhyo menghela nafas dan sedikit tersentak saat merasakan ponselnya bergetar. Ia mengambil ponselnya di dalam saku blazernya dan melihat nama Kyuhyun tertera di sana. Sedikit bimbang apakah harus menerimanya, mengingat sekarang perasaannya sedang kacau. Namun akhirnya ia tetap menerima telepon itu.

Kenapa lama sekali mengangkatnya?!” Teriakan Kyuhyun menyapa telinga gadis itu saat ia menempelkan benda persegi itu ketelinganya.

“Lebih baik tadi aku tidak mengangkatnya.” Dengus Minhyo kembali mengaduk-aduk makanannya.

Kau sedang dimana?” Tanya Kyuhyun.

“Cafe di dekat kantor.” Jawab Minhyo singkat.

Sedang apa? Bersama siapa kau disana?

“Jangan kenakakkan, Cho Kyuhyun.”

Jawab saja pertanyaanku, Nona Park.

“Sedang makan siang.”

Bersama siapa?” Tanya Kyuhyun lagi. Terdengar sangat menuntut. Tiba-tiba sebuah seringaian muncul di bibir Minhyo.

“Seseorang.”

Noona?

“Bukan.”

Siapa? Laki-laki atau perempuan?

“Laki-laki.”

Kau mau mati, huh?TREK. Minhyo langsung memutuskan sambungan telepon dan tampak sangat puas. Puas sudah bisa mengerjai laki-laki itu.

“Kyuhyun yang meneleponmu?” Tanya Ahra saat tadi mendengar Minhyo menyebut nama Cho Kyuhyun. Minhyo mengangguk.

“Apa ia membutuhkan bantuanmu lagi? Aish bocah itu!!” Geram Ahra. Minhyo tersenyum kecil.

“Eh? Siapa itu?” Tanya Ahra saat melihat wallpaper ponsel Minhyo yang terletak di atas meja. Tampak Minhyo dengan dua orang lak-laki di samping kanan dan kirinya.

“Yang ini adikku. Namanya Park Chanyeol. Dan ini oppaku, namanya Park Sanghyun.” Ucap Minhyo.

“Woah, oppamu sangat tampan.” Puji Ahra.

“Dia empat tahun lebih tua dariku. Berarti dua tahun lebih tua darimu, eonni.” Kata Minhyo.

“Dia masih di London?” Tanya Ahra.

“Ne. Ia menemani appa disana.” Jawab Minhyo.

“Kapan-kapan kita harus berlibur besama ke London. Dan kau harus mengajakku bertemu appa dan oppamu itu. Arraseo?” Pesan Ahra. Minhyo tersenyum dan mengangguk kecil.

 

 

 

Hari sudah semakin sore dan langit sudah hampir gelap. Minhyo dan Ahra berjalan bersama untuk pulang. Semenjak Minhyo bekerja di sana, Ahra memang selalu mengantarkan gadis itu pulang. Mengingat Minhyo tidak mempunyai kendaraan pribadi selama di Seoul. Keduanya sudah berada di parkiran dan hendak menuju mobil Ahra saat tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di hadapan keduanya. Membuat dua gadis itu terlonjak ke belakang dan menyebutkan sumpah serapah. Seorang laki-laki keluar dari dalam mobil dengan menggunakan masker berwarna hitam. Ia menatap Ahra sebentar sebelum akhirnya pandangannya tertuju pada Minhyo.

“Cho Kyuhyun?!” Desis Ahra tak percaya. Mudah saja untuk Ahra mengenali adiknya itu.

“Apa yang kau lakukan disini? Kau mau membunuh kami, huh?” Ujar Ahra kesal.

“Aku tidak mungkin membunuhmu, noona. Tetapi aku tidak janji dengan gadis yang berdiri di sampingmu.” Kata Kyuhyun tanpa melepas pandangannya dari Minhyo.

“Mwo? Kau mau membunuh Minhyo?” Tanya Ahra tak percaya.

“Masuk ke mobilku, Nona Park.” Perintah Kyuhyun. Minhyo tidak bergerak sama sekali.

“Tunggu dulu, Kyuhyun-ah. Ada apa ini? Kenapa kau ingin membunuh Minhyo dan sekarang memaksanya memasukki mobilmu?” Ahra semakin tidak mengerti. Kali ini Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Minhyo dan menatap Ahra.

“Apa noona pikir aku akan diam saja saat kekasihku pergi dengan laki-laki lain?” Tanya Kyuhyun.

“Ne? Kekasih? Laki-laki la-” tiba-tiba mata Ahra membulat sempurna.

“Ka–kalian berpacaran?!” Pekik Ahra. Ahra menatap Kyuhyun dan Minhyo bergantian.

“Ne. Gadis yang berdiri disampingmu itu kekasihku, noona.” Jelas Kyuhyun. Tiba-tiba Ahra mengingat pembicaraannya dengan Minhyo tadi siang. Perasaan tidak enak menghampirinya saat mengingat ia mengatakan bahwa Kyuhyun mungkin saja berpacaran dengan Jihee. Ahra menatap Minhyo dengan pandangan bersalah.

“Hyo-ya, aku-”

“Aku pulang dulu, eonni. Sampai bertemu besok.” Pamit Minhyo dan tersenyum pada Ahra sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil Kyuhyun.

“Aku pergi dulu, noona. Kau hati-hati dijalan dan sampaikan salamku pada appa dan eomma.” Kyuhyun kembali memasukki mobilnya dan segera meninggalkan tempat parkir dimana Minhyo dan Ahra bekerja. Ahra terus menatap mobil itu dengan perasaan bersalah.

“Hahh,, bodoh, bodoh, bodoh!” Ahra memukul pelan kepalanya dan melanjutkan langkahnya menuju mobil untuk segera pulang.

 

 

Suasana di dalam mobil Kyuhyun terus hening selama di perjalanan. Kyuhyun tampak fokus menyetir dan Minhyo tampak serius menatap jalanan Seoul dari jendela mobil. Sesekali Kyuhyun melirik Minhyo namun ia tidak menemukan perubahan ataupun pergerakan dari gadis itu. Jika saja dadanya tidak kembang kempis pertanda ia sedang bernafas, mungkin Kyuhyun menganggap gadis itu mati.

Mobil Kyuhyun terparkir sempurna di tempat parkir apartemen Minhyo. Gadis itu segera keluar dan berjalan menuju lift. Kyuhyun ikut keluar dan sedikit berlari menyusul Minhyo agar tidak tertinggal lift. Sama halnya dengan ketika di mobil tadi, saat berada di liftpun suasana tetap hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali sampai akhirnya mereka sampai di apartemen Minhyo. Minhyo hendak masuk ke dalam kamarnya saat tiba-tiba saja Kyuhyun menarik lengannya dan membuat mereka berdua saling berhadapan. Kyuhyun menatap Minhyo dengan tajam, begitpun sebaliknya.

“Kau kenapa?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak apa-apa. Lepaskan aku, aku mau istirahat.” Jawab Minhyo.

“Kau pikir aku akan membiarkanmu istirahat setelah dengan seenaknya kau makan siang dengan laki-laki lain?” Minhyo tersenyum geli saat menyadari Kyuhyun mempercayai ucapannya tadi siang. Namun gadis itu sama sekali tidak berniat untuk mengklarifikasinya.

“Suka sekali membesar-besarkan masalah.” Minhyo berpura-pura mengeluh.

“Ohh,, menurutmu ini masalah kecil?” Kyuhyun tampak tidak percaya.

“Tentu saja masalah kecil. Hanya pergi makan siang, memangnya tidak boleh? Kau yang lebih mementingkan perasaan Jihee daripada aku saja, tidak aku permasalahkan.” Sindir Minhyo dan melepaskan tangan Kyuhyun dilengannya kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar. Namun ketika tepat ia akan membuka pintu, Kyuhyun membalikkan kasar badannya dan mendorong Minhyo bersandar di dinding. Kyuhyun memajukan wajahnya dan langsung menyatukan bibirnya dengan bibir Minhyo. Laki-laki itu menggerakan bibirnya dengan sedikit kasar di atas bibir Minhyo. Mencoba menyalurkan emosinya. Minhyo sendiri hanya dapat terpaku dengan kedua matanya yang hampir keluar.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

49 thoughts on “Trust Me (FF Request) – Part 4

  1. Aiisshh kyuhyuunnya bodohhhh bilang suka ke minhyo tapi terang bilang dia mau jga jihee gimna sihhh -_-
    Kyuhyun bner bner labil nih harusnya tanya sma noonanya bner ga minhyo pergi sma ceo lain dan main cium cium aja nih :/

  2. Perlakuan dan sikap Kyumoppa ke Jihee yg membuat Minhyo ragu apakah memang Kyu oppa benar2 mencintainya atau tdk.. sebetulnya slg cemburu tp suka saling jahil juga.. kyeopta

  3. Yaampun minhyo kasian bgt sik -_- harus ngalah padahal kan dia pacar nya kyuhyun -_- sabar ya minhyo
    Aduh eon ff nya keren aku cmn bisa bilang “Lanjutin ff ini tulis secepat mungkin dan sebagus mungkin aku gak sabar nunggu kelanjutannya” #readers bnyak maunya *plak* heheheheh

  4. daebaakkkkkk !!!!!!!!!?
    jinja daebak !!

    minhyo rasanya kayak malu malu gimana gtu ya hahaha :p

    dtnggu next partnya ❤

  5. Ehh g ending deh yg ending itu regret hehe
    ihhh beneran deh minhyo tuh ah mau tp malu gmn gitu,suka suka suka ceritanyaa,dan kyu aku suka perhatian nya yg ngobatin minhyo.
    Ahh tembok nya hubungan kyu sm minhyo itu Jihee

  6. akhirnya jadian juga wlo terpaksa XD
    minhyo ma cemburu tuh, jujur aja deh..

    Aduh chingu aku ketinggalan jauh
    Pas keingetan buat buka blog kamu tw nih ff udah mpe part 9 aja *mesti kebut bacanya XD*

  7. demi apa dehhh ngena bgt feelnya…
    apalagi wkt mereka tengkar gara2 jihee -.-
    terus juga sebelum tbc udah was2 gt bacanya wkwkwwkwk ;p

  8. Kyaaa>,< kyu esmosi!! Ugh! Saia pun pasti bakal marah klo ada di posisi minhyo,, masa iya mentingin sahabat yg udah jelas" klo dy ada rasa?-__-"

  9. Ckckck..
    Gua yakin nnti si jihee jdi bakalan penganggu hubungan kyu amha minhyo -,-

    semoga mereka bertahan dan tak tergoyahkan? Hahahaha

  10. makin kesini mkn seru nih…

    si kyu bilang cinta sma minhyo..tpi trang2an mau nglindungin jihee..

    aisss…si kyu main nyozor aj tu…

  11. Hh,, kyuhyun itu knp siih?? Maksa minhyo jadi kekasihnya tapi perasaan nya sma jihee malah lbh banyak sepertinya, bahkan smp mau ttp ngelindungin jihee drpd minhyo
    Masih galau sepertinya kyuhyun sma perasaannya lbh berat ke siapa…
    Knp sih kyuhyun marah smp harus dgn cara itu ngeluapin nya? Pasti minhyo shock dan setelah ini kecewa sma kyuhyun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s