Trust Me (FF Request) – Part 3

Trust Me (FF Request) – Part 3

Author : Choineke

TitleTrust Me

Cast : Cho Kyuhyun, Park Min Hyo (OC)

Sub cast : Choi Jihee (OC), Park Sanghyun (Thunder)-Mblaq, Park Chanyeol-EXO K, Cho Ahra

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

Note : oke ini ff request dari salah satu reader disini, namanya Poppy Lodaya. Semoga suka ya  happy reading all^^

 

Author POV

Ahra menghampiri ruangan Minhyo yang berada tidak jauh dari ruangannya. Ia mengetuk terlebih dahulu pintu ruangan itu sebelum membukanya. Terlihat Minhyo yang sedang sibuk membolak-balik kertas yang ada di meja kerjanya.

“Manajer Park..” Minhyo mendongak saat mendengar ada yang memanggilnya. Ia tersenyum pada Ahra.

“Eonni! Ku kira siapa yang memanggilku.” Kata Minhyo. Ahra ikut tersenyum dan mendekati meja kerja Minhyo.

“Pekerjaanmu masih banyak?” Tanya Ahra.

“Tidak juga, eonni. Ada apa?”

“Kau tidak lupa kan kalau kita akan bertemu adikku hari ini. Dia sudah menunggu di restoran untuk makan malam bersama.” Ujar Ahra. Minhyo berdecak kecil dan memukul pelan kepalanya.

“Ahh,, aku hampir lupa!” Pekiknya tertahan.

“Kenapa? Apa karena pekerjaanmu banyak jadi kau lupa? Jika hari ini kau tidak bisa juga tidak apa-apa. Kita atur saja lagi waktunya.”

“Anieyo, eonni. Aku bisa. Aku tadi hanya memeriksa ulang saja. Jadi kita pergi sekarang?”

“Ne, kita pergi sekarang.”

“Kajja!”

 

 

Ahra dan Minhyo turun dari mobil Ahra saat sampai di depan sebuah restoran cukup mewah. Walaupun Minhyo pernah tinggal di Seoul, tetapi dia tidak pernah ke restoran itu.

“Ayo masuk. Adikku sudah di dalam.” Ajak Ahra yang di sambut anggukkan dari Minhyo. Keduanya memasukki restoran dengan berjalan beriringan dan tampak mencari orang yang sudah menunggu mereka.

“Ah itu dia!” Ujar Ahra. Minhyo mengikuti arah pandangan Ahra yang tertuju pada seorang pria yang sedang duduk memunggungi mereka. Kedua gadis itu menghampiri pria tersebut.

“Kau sudah menunggu lama?” Tanya Ahra pada pria itu.

“Tidak terlalu lama, noona.” Jawabnya dan segera berdiri dari duduknya. Minhyo tidak dapat menahan matanya yang tiba-tiba ingin membesar saat melihat siapa yang sedang berdiri di hadapannya.

“Kau!!” Pekik Minhyo tak percaya.

“Kenapa? Kau mengenal Kyuhyun, Hyo-ya? Kau mengenal adikku?” Tanya Ahra bingung.

“Di–d-dia…adikmu?” Tanya Minhyo balik dengan suara pelan.

“Ne, dia adikku. Cho Kyuhyun.” Jawab Ahra dengan tersenyum. Minhyo merasa seluruh tulang ditubuhnya melemas. Ia harus menarik kembali kata-katanya yang ingin berteman dengan adik Ahra. Apa dunia terlalu sempit? Bagaimana bisa ia kembali harus berurusan dengan Cho Kyuhyun? Laki-laki yang sangat ingin dienyahkannya di dunia ini.

“Annyeong, Hyo-ya. Akhirnya kita bertemu lagi.” Sapa Kyuhyun sembari tersenyum sinis. Minhyo menundukkan kepalanya dan enggan membalas sapaan Kyuhyun.

“Bertemu lagi? Jadi kalian benar-benar sudah saling mengenal?”

“Ne, noona. Aku sudah mengenal gadis ini. Dia adalah noona dari salah satu trainee di SM.” Jawab Kyuhyun.

“Ahh, begitu rupanya.” Gumam Ahra.

“Kalian sudah akrab?” Tanya Ahra lagi.

“Tentu saja!” Sahut Kyuhyun dengan merangkul pundak Minhyo dengan erat. Tubuh Minhyo menegang seketika saat mendapat rangkulan dari Kyuhyun. Dia menatap Kyuhyun dan menunjukkan wajah bingung. Sedangkan Kyuhyun membalas tatapan Minhyo sembari tersenyum polos.

“Benarkah itu, Hyo-ya?”

“Ne?”

“Benarkah kau sudah berteman akrab dengan Kyuhyun?”

“A–ahh, ne.” Jawab Minhyo kikuk.

“Wah, bagus sekali jika seperti itu. Aku tidak harus mengakrabkan kalian lagi. Kalau begitu ayo duduk.” Minhyo segera mendorong tubuh Kyuhyun menjauhinya saat Ahra sudah tidak melihat ke arah mereka lagi. Minhyo menatap Kyuhyun seolah berkata, ‘jika kau berani mendekatiku lagi, mati kau’. Kyuhyun lagi-lagi hanya tersenyum sembari menaikkan kedua bahunya seolah tidak peduli. Minhyo duduk bersebelahan dengan Ahra dengan Kyuhyun di hadapannya. Ia memasang wajah lesu dan tidak lagi bersemangat seperti tadi saat ingin pergi ke sana. Kyuhyun tersenyum geli melihat wajah Minhyo yang tampak lesu. Ia tau Minhyo pasti tidak menyangka jika adik Ahra adalah dirinya.

“Hyo..” Ahra menyenggol lengan Minhyo.

“Ne, eonni?”

“Kau kenapa? Murung sekali? Apa terjadi sesuatu?”

“Anieya, eonnie. Gwenchana.”

“Baguslah kalau seperti itu. Jadi, bagaimana kalian bisa bertemu hingga akhirnya menjadi dekat?” Tanya Ahra ingin tau.

“Kami bertemu di pesawat, noona. Saat itu ia baru mau pulang ke Korea. Begitupun denganku. Aku yang baru pulang berlibur dari London bersama Siwon hyung.” Ujar Kyuhyun memulai cerita.

“Bagaimana kami dekat? Ahh itu terjadi seperti itu saja. Beberapa kali kami bertemu hingga akhirnya dekat. Bukan begitu, Hyo-ya?” Minhyo langsung mendongakkan kepalanya saat pertanyaan itu tertuju padanya. Ia menatap Kyuhyun dengan tajam dan kesal. Saat ia menoleh ke arah Ahra, gadis itu tengah menatapnya sembari menanti jawaban darinya. Minhyo merasa serba salah. Ia kembali menatap Kyuhyun dan tiba-tiba menyeringai. Membuat Kyuhyun menatapnya dengan bingung.

“Ne, tentu saja itu benar. Eonni tau, kami sering bertemu karena Kyuhyun sering meminta bantuanku. Kyuhyun sering kesulitan melakukan apapun, eonni. Aku saja sampai bingung, sebenarnya apa yang bisa dilakukan olehnya.” Sahut Minhyo sembari tersenyum penuh kemenangan di hadapan Kyuhyun. Mulut Kyuhyun menganga saat mendengat sahutan dari Minhyo. Ia tidak menyangka jika Minhyo akan mengarang cerita dengan menjelek-jelekkan namanya.

“Mwo? Ya! Kau ini laki-laki apa bukan, Kyuhyun-ah? Bagaimana mungkin kau melakukan apapun harus dengan bantuan Minhyo? Aish, jinjja! Aku malu punya adik sepertimu.” Kata Ahra dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Kyuhyun hendak menyangkal, namun kata-katanya seolah tertahan dimulut. Ia menatap kesal ke arah Minhyo. Sedangkan Minhyo hanya menjulurkan lidahnya mengejek Kyuhyun.

“Tunggu sebentar, ya. Aku mau menerima telepon dulu.” Ujar Ahra dan segera beranjak dari tempatnya meninggalkan Kyuhyun dan Minhyo berdua.

“Kau! Apa maksudmu menjelek-jelekkanku di hadapan noonaku?!” Tanya Kyuhyun setelah Ahra meninggalkan mereka.

“Kau pikir cuma kau yang bisa mengarang cerita dihadapan eonni? Aku juga bisa.” Jawab Minhyo sembari menatap Kyuhyun dengan garang.

“Tetapi aku tidak menjelek-jelekkanmu!!”

“Itu salahmu sendiri.” Minhyo kembali menjulurkan lidahnya mengejek Kyuhyun.

“Kau-”

“Ah,, mianhae Kyuhyun-ah, Hyo-ya. Aku harus pulang sekarang. Kekasihku sedang ada di rumah.” Kata Ahra yang tiba-tiba sudah kembali dan duduk di samping Minhyo.

“Mwo?!” Ujar Kyuhyun dan Minhyo bersamaan.

“Kalian bisa lanjutkan obrolan kalian. Aku tinggal, ya?”

“Eonni, aku juga mau pulang!” Sambar Minhyo cepat dan berdiri dari duduknya.

“Jangan! Mumpung Kyuhyun sedang ada waktu, nikmatilah waktu ini untuk mengobrol bersama.” Cegah Ahra.

“Tapi, eonni-”

“Aku pulang, ne? Kyuhyun-ah, antarkan Minhyo pulang nanti. Arra?” Kyuhyun hanya mengangguk singkat menjawab pesan Ahra.

“Sampai jumpa besok, Hyo-ya.” Ahra sedikit berlari meninggalkan restoran dan kembali meninggalkan Minhyo serta Kyuhyun berdua. Minhyo menatap Kyuhyun sekilas sebelum hendak ikut beranjak.

“Kau mau kemana?” Tanya Kyuhyun menghentikkan langkah Minhyo.

“Pulang! Kenapa?”

“Noona menyuruhku mengantarmu pulang.”

“Tidak perlu sok baik dihadapanku, Cho Kyuhyun-ssi. Aku bisa pulang sendiri.”

“Eish, kau pikir aku laki-laki macam apa yang membiarkan seorang perempuan pulang sendiri di malam hari?”

“Oh? Memangnya kau laki-laki?” Tanya Minhyo polos.

“Yakk!! Ayo cepat pulang!” Kyuhyun yang geram langsung menarik kasar tangan Minhyo untuk pulang bersamanya. Minhyo yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mengikuti langkah Kyuhyun.

 

 

 

“Ya!! Untuk apa kau ikut masuk ke dalam apartementku?” Teriak Minhyo saat melihat Kyuhyun masuk ke dalam apartementnya. Kyuhyun tampak tidak peduli dan malah terus berjalan sampai akhirnya laki-laki itu menghempaskan dirinya pada sofa mahal milik Minhyo. Kyuhyun menyandarkan punggungnya pada sandara sofa dan terlihat sangat kelelahan. Minhyo mencoba meredam kekesalannya dengan menuju dapur dan mengambil segelas air putih dingin. Setelahnya, Minhyo menghampiri tempat dimana Kyuhyun berada.

“Aku ingin istirahat, bisa kau pulang sekarang?” Usir Minhyo. Kyuhyun mendongak dan menatap Minhyo yang sedang berkacak pinggang sembari menatapnya kesal. Kyuhyun tidak dapat untuk tidak tersenyum saat melihat wajah Minhyo yang terlihat lucu menurutnya.

“Mwo? Kenapa kau tersenyum seperti itu?” Tanya Minhyo bingung.

“Kau tau? Wajahmu saat kesal benar-benar lucu.” Jawab Kyuhyun dan berhasil membuat kedua mata Minhyo membulat sempurna. Ekspresi yang sangat disukai Kyuhyun.

“Kau..” Minhyo tidak dapat melanjutkan kata-katanya saat merasakan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat. Sial! Semenjak ia berurusan dengan Kyuhyun, laki-laki ini tidak mengizinkan jantungnya berdetak secara normal. Kyuhyun berdiri dari duduknya dan menatap Minhyo. Kali ini tatapannya terlihat serius dan tidak ada senyum sama sekali seperti sebelumnya. Minhyo yang ditatap seperti itu kontan bertambah gugup dan salah tingkah.

“W–wae?” Tanyanya gugup.

“Bisakah kita berteman seperti kau dan noonaku berteman?” Tanya Kyuhyun serius.

“N–ne?” Minhyo lagi-lagi tidak dapat menutupi rasa terkejutnya.

“Aku ingin berteman baik denganmu, Nona Park. Bisakah?” Tanya Kyuhyun sekali lagi. Minhyo mengerjapkan matanya berkali-kali sebelum akhirnya tersenyum geli. Minhyo meletakkan tangannya di dahi Kyuhyun dan tampak berpikir.

“Tubuhmu tidak panas. Apa kau salah minum obat?” Ejek Minhyo sembari menarik tangannya dari dahi Kyuhyun namun dengan cepat Kyuhyun menahannya dan menggenggamnya dengan erat. Senyum Minhyo luntur melihat perlakuan Kyuhyun.

“Aku sedang tidak bercanda.” Desis Kyuhyun yang berhasil membuat bulu kuduk Minhyo berdiri tegak. Ia tidak pernah melihat Kyuhyun seserius ini.

“Berteman denganku atau menjadi kekasihku? Cepat pilih!” Suruh Kyuhyun. Minhyo merasa kakinya lemas saat Kyuhyun menyebut kata kekasih. Tubuh itu hampir saja merosot jika Kyuhyun tidak dengan segera merengkuh pinggangnya. Dan Minhyo sendiri secara refleks mencengkram bahu Kyuhyun.

“Ada apa? Kau sakit?” Tanya Kyuhyun khawatir. Minhyo merasa nafasnya benar-benar tercekat. Entah pengaruh apa yang Kyuhyun berikan hingga ia bisa sampai seperti ini.

“Jawab aku, Nona Park!” Jeritan tertahan Kyuhyun menyadarkan Minhyo dari pikiran-pikiran anehnya. Ia segera melepaskan diri dari Kyuhyun dan memilih menjatuhkan dirinya pada sofa. Kyuhyun ikut mendudukkan dirinya di samping Minhyo.

“Ya!! Kau sakit?” Kyuhyun terus mendesak Minhyo untuk menjawab.

“Aish!! Bisakah kau tutup mulutmu itu?!” Bentak Minhyo yang membuat Kyuhyun menutup mulutnya dengan rapat. Minhyo menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan memejamkan matanya. Tampak sangat menikmati posisinya sekarang. Kyuhyun yang tidak tau apa-apa akhirnya ikut menyandarkan dirinya di sana.

Lama keduanya terdiam tanpa ada yang bersuara sama sekali. Hingga akhirnya Kyuhyun mendengar dengkuran halus yang berada di dekatnya. Ia menoleh dan melihat Minhyo yang tertidur dengan mulut sedikit terbuka. Laki-laki itu tidak bisa menahan senyumnya saat melihat wajah polos Minhyo saat tidur. Kyuhyun menjauhkan rambut-rambut halus Minhyo yang menutupi setengah wajahnya. Setelah merasa puas memandangi wajah itu, ia menggendong Minhyo dan memasukki kamar wanita itu. Bermodalkan menebak dan ternyata benar, Kyuhyun pun meletakkan Minhyo di atas tempat tidurnya serta tidak lupa memakaikan selimut. Ia mengecup singkat kening Minhyo.

“Jalja.” Ucapnya dan segera meninggalkan apartemen Minhyo.

 

~~~

 

Tubuh Minhyo terlonjak ke belakang saat melihat sosok Kyuhyun yang sedang berdiri santai di depan apartemennya. Laki-laki itu bersandar pada dinding yang terdapat tepat di depan apartemennya dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya. Minhyo terpaksa menahan nafas sebentar saat melihat penampilan Kyuhyun yang tampak biasa namun terlihat sangat tampan olehnya. Kaos v-neck berwarna putih dipadukan dengan cardigan panjang berwarna ungu, dimana lengannya di tarik hingga siku. Celana jeans hitam serta sepatu kets putih tampak begitu pas ditubuh tingginya. Rambut kecoklatan yang terlihat sedikit berantakan benar-benar menggoda Minhyo untuk menyentuhnya.

Merasa pikirannya melantur kemana-mana, Minhyo menggelengkan kepalanya pelan. Berusaha menormalkan kembali pikiran-pikiran anehnya.

“Kau kenapa?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Minhyo balik. Kyuhyun tersenyum lebar dan berdiri dengan tegap.

“Kau akan bekerja, kan? Aku akan mengantarkanmu ke tempat kerja.” Jawab Kyuhyun tanpa menghilangkan senyumya.

“A–apa kau tidak sibuk? Kau tidak ada jadwal tampil?” Kyuhyun menggeleng pelan.

“Hari ini aku free. Jadi, kita bisa menghabiskan waktu bersama.”

“Mwo?” Belum sempat Minhyo mencerna kata-kata Kyuhyun, ia merasakan pergelangan tangannya di genggam erat dan tubuhnya tertarik begitu saja meninggalkan apartemen.

 

 

Minhyo terus memandangi Kyuhyun yang tampak serius menyetir. Sikap Kyuhyun yang menurutnya aneh membuat ia tidak mau  mengabaikannya begitu saja. Kyuhyun yang menyadari tatapan intens seseorang yang duduk di sebelahnya dengan segera menoleh sesaat dan setelah itu kembali fokus pada jalan di hadapannya.

“Wahh,, rupanya sekarang kau begitu terang-terangan mengagumiku.” Kata Kyuhyun memulai pembicaraan yang memang sedari tadi tidak terjadi di antara mereka. Minhyo mendengus kasar mendengar ucapan Kyuhyun yang terlalu percaya diri.

“Sikapmu benar-benar aneh.” Ujar Minhyo masih dengan menatap Kyuhyun.

“Aneh? Apanya yang aneh?” Kyuhyun tampak bingung.

“Bagaimana mungkin kau menyia-nyiakan hari liburmu hanya untuk mengantarkanku bekerja?” Tanya Minhyo penasaran. Kyuhyun tersenyum kecil.

“Siapa bilang aku akan mengantarkanmu bekerja?” Minhyo membelalakan matanya dan menatap jalanan yang sedang dilewatinya. Sial! Terlalu serius menatap Kyuhyun, ia bahkan tidak sadar bahwa ini bukan jalan menuju tempat kerjanya.

“Kau mau membawaku kemana?” Tanya Minhyo panik.

“…..”

“Ya!! Aku harus bekerja! Aku pegawai baru dan tidak mungkin membolos.”

“…..”

“Cho Kyuhyun!! Aku sedang berbicara denganmu!”

“Sampai!” Ucap Kyuhyun senang. Minhyo kembali menatap keadaan disekitarnya. Keningnya berkerut karena bingung.

“Mwoya? Apa yang akan kita lakukan disini?” Tanya Minhyo. Merasa tidak mendapatkan jawaban dari Kyuhyun, Minhyo menolehkan kepalanya dan menemukan Kyuhyun sedang sibuk dengan penyamarannya. Memakai masker hitam serta topi berwarna hitam.

“Ayo turun.” Kyuhyun segera membuka pintu mobil setelah merasa penyamarannya cukup. Ia juga membukakan pintu untuk Minhyo agar gadis itu dapat turun dari dalam mobilnya. Kyuhyun menatap Minhyo dengan intens setelah gadis itu menginjakkan kakinya di tanah.

“Jangan habiskan waktumu untuk bertanya. Lebih baik, kita mengabiskan waktu untuk bermain.” Kata Kyuhyun.

“Bermain?”

“Hmm,, kurasa kau tau tempat ini, nona Park. Bukankah Lotte World tempat yang terkenal?” Seolah tidak memberikan Minhyo waktu untuk menjawab kata-katanya, Kyuhyun dengan segera menautkan jari-jarinya dengan Minhyo dan menarik gadis itu untuk menghabiskan waktu mereka di dalam.

 

 

“Kenapa kau terus menggenggam tanganku?” Tanya Minhyo tanpa menatap Kyuhyun.

“Karena aku suka, maka aku melakukannya.” Jawab Kyuhyun.

“Cih! Kau memang selalu melakukan apapun yang kau suka. Menyebalkan.” Dengus Minhyo. Kyuhyun seolah tidak peduli dengan kekesalan Minhyo.

“Kita coba permainan itu!” Tunjuk Kyuhyun pada sebuah permainan yang sedang memutar-mutarkan orang-orang yang menaikinya. Minhyo menelan ludahnya dengan susah payah. Ia saja masih merasa mual akibat permainan yang baru saja mereka lewati, bahkan kakinya terasa lemas. Jika saja Kyuhyun tidak menggenggam tangannya, ia pasti sudah jatuh. Dan sekarang, Kyuhyun kembali mengajaknya untuk mencoba permainan yang dapat memutar tubuhmu hingga 180 derajat. Kalau bukan gila, apa namanya?

“Shireo!” Tolak Minhyo langsung dan menghentikan langkahnya. Membuat langkah Kyuhyun juga ikut terhenti.

“Wae? Aku mau mencobanya. Ayo!” Kyuhyun kembali hendak melanjutkan langkahnya. Namun langkah itu kembali tertahan saat ia merasakan lengannya yang sedang menggenggam tangan Minhyo seperti ditahan. Saat ia melihat ke arah lengannya, ia mendapati tangan Minhyo yang bebas sedang mencengkramnya erat. Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan menatap Minhyo. Matanya membulat saat melihat mata Minhyo berkaca-kaca. Sekali kedip saja, ia yakin airmata itu akan mengalir tanpa henti.

“Ka–kau kenapa?” Tanyanya terbata.

“Aku tidak mau bermain itu, sungguh. Aku benar-benar takut. Kenapa sedari tadi kau terus memaksaku mencoba permainan yang sangat menakutkan itu?” Minhyo menjongkokkan dirinya di samping Kyuhyun, membuat tautan tangan mereka terlepas begitu saja. Minhyo menundukkan kepalanya dan memeluk kedua kakinya dengan erat. Airmatanya yang memang sudah menggenang sedari tadi mengalir begitu saja. Ia benar, sejak awal mereka memasukki taman bermain ini, Kyuhyun terus saja memaksanya menaiki wahana-wahana yang memacu adrenalin. Minhyo tidak tau harus berbuat apa untuk menolak paksaan Kyuhyun. Sehingga yang dilakukannya sekarang hanya bisa menangis.

Kyuhyun ikut menjongkokkan dirinya tepat di samping Minhyo. Rasa bersalah menggerayanginya saat mendengar isakan kecil dari mulut Minhyo.

“Kenapa harus menangis?” Tanya Kyuhyun. Minhyo mendongak dan menatap Kyuhyun. Wajahnya basah oleh airmata.

“Karena kau terus saja memaksaku. Kau tidak peduli dengan rasa takutku.” Jawab Minhyo kesal. Kyuhyun tersenyum kecil dan mengusap kepala Minhyo.

“Maafkan aku, ya?” Pinta Kyuhyun sungguh-sungguh. Minhyo menggeleng kuat.

“Tidak. Jika aku memaafkanmu, kau pasti akan kembali memaksaku. Setelah itu kau akan meminta maaf kembali. Aku tidak mau.” Tolak Minhyo. Kyuhyun tidak dapat menyembunyikan tawanya saat melihat sikap Minhyo yang kekanak-kanakkan menurutnya. Namun ia sangat menyukainya.

“Tidak akan. Aku janji.” Ucap Kyuhyun meyakinkan.

“Jika kau berbohong bagaimana?” Tanya Minhyo masih tidak bisa mempercayai kata-kata Kyuhyun.

“Kau bisa meminta apapun dariku.” Jawab Kyuhyun langsung. Minhyo tampak terdiam sebentar sebelum akhirnya mengangguk.

“Baiklah. Kau harus memegang kata-katamu.” Ujar Minhyo sembari menyeka airmatanya dan berdiri. Diikuti Kyuhyun disebelahnya.

“Karena kau sudah lelah bermain, bagaimana jika kita berfoto bersama?”

“Ne?” Kyuhyun kembali menarik tangan Minhyo menuju sebuah box yang memang dikhususkan untuk berfoto.

“Ya!! Kau sudah berjanji tidak akan memaksaku!” Teriak Minhyo.

“Apa kau juga takut berfoto?” Tanya Kyuhyun. Minhyo terdiam saat mendengar kata-kata Kyuhyun yang terlihat kesal. Kyuhyun melepaskan topi serta masker yang dipakainya dari tadi. Ia merapikan rambutnya yang terlihat berantakan.

“Kau cukup bergaya sebanyak 4 kali, setelah itu kita pulang, bagaimana?” Bujuk Kyuhyun. Minhyo menghela nafas panjang sebelum akhirnya mengangguk lemah.

Kyuhyun dan Minhyo sudah mengambil posisi masing-masing dan siap untuk berfoto bersama. Untuk foto pertama, Kyuhyun tanpa ragu melingkarkan sebelah tangannya disekililing bahu Minhyo dan tersenyum. Minhyo yang merasakannya kontan terkejut dan menatap Kyuhyun.

 

KLIK!

 

“Ya!! Aku belum siap!” Jerit Minhyo kesal.

“Salahmu sendiri, siapa yang menyuruhmu menatapku? Aku tau, aku tampan. Tetapi kau bisa dengan bebas memandangiku setelah kita pulang.” Sahut Kyuhyun. Minhyo lagi-lagi mendengus. Foto kedua, Minhyo sudah tersenyum manis sembari mengacungkan jari terlunjuk dan tengahnya membentuk tanda ‘peace’. Sedangkan Kyuhyun sebelah tangannya diletakkan di atas kepala Minhyo, dan sebelah tangannya lagi bergaya seperti Minhyo.

 

KLIK!

 

Foto ketiga, Minhyo bergaya lucu dengan menggembungkan pipinya dan menangkupkan kedua tangannya di rahang kecilnya. Sedangkan Kyuhyun, hanya tersenyum sembari menatap Minhyo dengan tatapan penuh cinta.

 

KLIK!

 

Foto terakhir, Minhyo berencana untuk menjulurkan lidahnya keluar dengan kedua tangannya berada di pinggang. Sedangkan Kyuhyun menggeser sedikit posisinya hingga berada di belakang Minhyo. Kyuhyun melingkarkan tangannya di sekitar perut Minhyo dan mendekap gadis itu dengan erat. Minhyo kali ini tidak dapat berbuat apa-apa. Ia merasa seluruh tulang ditubuhnya lemas mendapat pelukan dari Kyuhyun. Gaya yang sudah dipikirkan matang-matang oleh Minhyo seolah lenyap entah kemana. Yang ditunjukkannya saat ini hanya wajah tegang. Kyuhyun tersenyum kecil melihat respon dari Minhyo. Saat tau kamera itu sebentar lagi akan berbunyi, Kyuhyun dengan cepat mendaratkan bibirnya pada pipi kiri Minhyo.

 

KLIK!

 

Minhyo benar-benar tidak berkutik saat Kyuhyun mencium pipinya. Matanya hanya semakin membesar saat merasakan bibir Kyuhyun dipipinya. Jantungnya terasa melompat dengan keras dan tidak mau berdetak dengan normal. Minhyo yakin wajahnya pasti sudah sangat memerah. Kyuhyun kembali memakai topi serta masker hitamnya selagi menunggu foto mereka tercetak.

“Wahh,, lihatlah betapa tampannya diriku difoto ini. Dan lihat wajahmu, kenapa seperti orang bodoh?” Ejek Kyuhyun dan segera keluar dari dalam box. Minhyo seolah tidak peduli dengan Kyuhyun yang sudah keluar dari box. Ia masih terus berusaha menormalkan detak jantungnya dan menormalkan warna wajahnya. Yang ada dipikiran Minhyo saat ini adalah… Kyuhyun benar-benar gila!!

 

 

Kyuhyun sesekali melirik Minhyo yang entah sejak kapan terus menghindar menatap wajahnya. Namun kalau Kyuhyun tidak salah menebak, itu terjadi setelah mereka berfoto. Tetapi kenapa? Kenapa Minhyo terus menghindar untuk menatapnya? Kyuhyun menghela nafas panjang dan kembali mencoba fokus menyetir. Sekeras apapun Kyuhyun mencoba untuk fokus, nyatanya ia tidak bisa. Mendapati kenyataan Minhyo menghindarinya benar-benar mengganggu pikiran Kyuhyun.

“Ya!” Panggilnya.

“Wae?” Sahut Minhyo tanpa menatap Kyuhyun.

“Tatap aku saat sedang berbicara denganku, Nona Park.”

“Bicara saja jika kau ingin bicara.” Minhyo masih enggan menatap Kyuhyun. Bersamaan dengan itu mobil Kyuhyun berhenti sempurna saat mereka sudah sampai di gedung apartemen Minhyo. Minhyo hendak keluar namun dengan cepat Kyuhyun mengunci pintunya. Minhyo menoleh karena ingin protes. Namun saat matanya bertemu dengan mata Kyuhyun, gadis itu segera memalingkan wajahnya. Kyuhyun menahan dagu Minhyo agar terus bertatapan dengannya. Minhyo mencoba melepaskannya namun pegangan Kyuhyun didagunya semakin kuat.

“Kenapa kau tidak mau menatapku?” Tanya Kyuhyun pelan.

“M–mwo?! I–tu perasaanmu saja.” Kilah Minhyo.

“Aku bukan laki-laki bodoh, Nona Park.”

“Kenapa kau terus memanggilku Nona Park? Panggil aku Minhyo!” Minhyo mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Tapi aku lebih suka memanggilmu seperti itu.” Sahut Kyuhyun cuek. Minhyo berdecak.

“Terserah kau saja. Aku mau pulang.”

“Jawab dulu pertanyaanku yang tadi.”

“Aku tidak menghindarimu. Itu hanya perasaanmu saja. La–lagipula, kenapa aku harus menghindar untuk menatapmu?”

“Benar?” Kyuhyun memajukan wajahnya. Dan seketika Minhyo menjadi panik. Jantungnya kembali berdetak dengan tidak normal. Dan ia hanya bisa berharap jika wajahnya tidak memerah.

“A–apa y–y–yang kau lakukan?!” Jerit Minhyo terbata. Mencoba menghilangkan gugupnya. Kyuhyun mati-matian menahan untuk tidak tertawa melihat raut wajah Minhyo yang sangat lucu menurutnya. Bola mata Minhyo yang besar terus bergerak gelisah. Namun nyatanya, tawa laki-laki itu pecah dan akhirnya menggelegar di dalam mobil. Ia menjauhkan wajahnya dari Minhyo dan menyandarkan dirinya pada jok mobil sembari terus tertawa.

“Apa yang kau tertawakan??!” Minhyo tampak tidak terima.

“HAHAHAHA!!” Kyuhyun masih terus betah tertawa. Minhyo mendekati Kyuhyun untuk membuka pintu mobil. Gadis itu yakin jika ia lebih lama di dalam mobil itu, ia benar-benar akan gila. Namun sepertinya Minhyo tidak menyadari apa akibat dari tindakannya itu. Seolah game yang sedang ter-pause, Kyuhyun yang sudah menghentikan tawanya tampak menatap intens wajah Minhyo yang berada sangat dekat dengan wajahnya. Begitupun dengan Minhyo yang entah mengapa seperti terhipnotis dan membalas tatapan mata Kyuhyun. Lama mereka bertatapan seperti itu hingga akhirnya Minhyo tersadar dan segera kembali ke posisinya. Suasana canggung menghampiri mereka berdua. Minhyo segera turun dari mobil Kyuhyun saat mendengar laki-laki itu menekan tombol agar pintu tidak terkunci. Kyuhyun hanya dapat terpaku sembari menatap tubuh Minhyo yang akhirnya menghilang di dalam gedung apartemen. Laki-laki itu menghela nafas panjang dan memejamkan matanya sebelum akhirnya meninggalkan gedung apartemen Minhyo.

 

~~~

 

Minhyo memasukki cafe yang berada di dekat SM building. Ia hari ini akan bertemu dengan Chanyeol yang kebetulan memiliki waktu luang. Dari kejauhan, ia dapat melihat sosok Chanyeol yang sedang duduk sembari sibuk dengan PSPnya. Minhyo segera mendekati tempat Chanyeol duduk, dan ikut duduk dihadapannya.

“Eo? Noona sudah datang.” Ujar Chanyeol saat menyadari kehadiran Minhyo.

“Jangan terlalu serius jika sedang bermain. Jika nanti ada perampok, kau bisa mati.” Ujar Minhyo sembari membaca buku menu dan memesan minum. Chanyeol mencibir saat mendengar kata-kata Minhyo.

“Setelah tidak bertemu denganku beberapa minggu, noona seharusnya mengatakan bahwa kau merindukanku. Bukannya mendoakanku mati.” Ucap Chanyeol kesal. Minhyo tersenyum geli. Ia selalu senang jika sudah berhasil menggoda adik satu-satunya itu.

“Apa Sanghyun oppa menghubungimu?” Tanya Minhyo setelah minuman yang dipesannya datang. Chanyeol mengangguk.

“Hyung memarahiku karena membiarkan noona sendirian di apartemen.” Keluh Chanyeol. Minhyo berdecak.

“Padahal aku sudah mengatakan pada oppa bahwa aku tidak apa-apa. Kenapa dia harus memarahimu.”

“Apa sebaiknya aku berhenti menjadi trainee agar bisa kembali ke apartemen, noona? Sejujurnya aku juga khawatir membiarkanmu tinggal sendirian.” Kata Chanyeol yang berhasil membuat Minhyo terkejut.

“Kau gila? Kau pikir aku tidak tau bahwa menjadi seorang penyanyi adalah mimpimu sejak dulu? Kau pikir aku tega membiarkan kau mengubur mimpimu itu hanya untuk alasan konyol itu?” Minhyo tampak kesal. Chanyeol hanya menundukkan kepalanya sembari menghela nafas berkali-kali.

“Aku tidak apa-apa, sungguh. Kau jangan terlalu memikirkan kata-kata Sanghyun oppa. Arraseo?” Chanyeol mendongak dan menatap lama wajah Minhyo sebelum akhirnya mengangguk sembari tersenyum.

“Oh ya noona, apa Kyuhyun hyung ke apartemen?” Tanya Chanyeol saat ingat Kyuhyun waktu itu meminta alamat Minhyo padanya. Minhyo menatap Chanyeol dengan bingung.

“Bagaimana kau bisa tau?” Tanya Minhyo balik.

“Kyuhyun hyung meminta padaku alamat apartemen kita.” Jawab Chanyeol polos.

“Mwo? Ya! Kenapa kau memberikannya?” Minhyo tidak dapat menutupi kekesalannya. Kalau saja Chanyeol bukan adiknya, bisa di pastikan Minhyo akan menghabisi Chanyeol. Karena Chanyeol lah Kyuhyun terus menganggu hidupnya.

“Kenapa kau marah-marah? Ish! Kyuhyun hyung bilang ia ada urusan denganmu. Makanya aku memberikan alamat serta nomor ponselmu.” Sahut Chanyeol sembari meminum orange juice yang dipesannya.

“No–nomor ponselku?” Minhyo membeo. Chanyeol mengangguk pasti. Minhyo hanya dapat menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi sembari menghela nafas berkali-kali.

“Kau terlalu polos, Chanyeol-ah..” Gumam Minhyo.

 

 

 

Donghae, Eunhyuk, dan Siwon terus memperhatikan Kyuhyun yang sedari tadi tersenyum-senyum sendiri sembari memandangi ponsel hitamnya. Mereka saat ini sedang istirahat setelah hampir setengah hari latihan. Di saat seluruh member berkumpul bersama sembari bercanda, Kyuhyun justru memilih menyendiri sembari terus memandangi ponselnya. Donghae, Eunhyuk, dan Siwon saling melempar pandang dan tersenyum jahil. Mereka berdiri dari duduk mereka dan berjalan perlahan mendekati Kyuhyun. Terlalu serius dengan ponselnya, Kyuhyun bahkan tidak sadar jika ketiga member itu sudah berdiri dihadapannya.

“Ya!!” Jerit Kyuhyun saat merasa ponselnya dengan cepat berpindah tangan ke tangan Eunhyuk. Kyuhyun berdiri dari duduknya dan mengejar Eunhyuk, namun Eunhyuk dengan cepat melempar ponsel tadi ke Donghae.

“Kembalikan ponselku, hyung!!” Ujar Kyuhyun sembari mendekati Donghae. Donghae dengan cepat melempar ponsel itu kepada Siwon. Mata Kyuhyun membulat sempurna saat melihat Siwon tampak menatap layar ponselnya. Siwon tidak dapat menutupi rasa terkejutnya saat melihat foto yang menjadi wallpaper ponsel Kyuhyun.

“Eo? Bu–bukankah ini Park Minhyo?” Tanya Siwon pada Kyuhyun. Donghae dan Eunhyuk dengan cepat mendekati Siwon dan ikut melihat apa yang ada di ponsel itu. Sama seperti Siwon, Donghae dan Eunhyuk pun ikut terkejut melihat wallpaper ponsel Kyuhyun.

“Kau memiliki kekasih, huh?” Tanya Eunhyuk dengan senyum jahil.

“Wow, sepertinya hubungan kalian sudah sangat lama hingga kau bisa memeluk bahkan mencium pipinya seperti ini.” Kagum Donghae. Kyuhyun dengan cepat merampas ponselnya sebelum member lain ikut melihatnya. Ia menatap ketiga member yang menjahilinya dengan tajam.

“Uri Kyuhyunnie memiliki kekasih.” Ujar Eunhyuk kepada member lain. Member lain tampak begitu antusias.

“Jeongmalyeo?” Tanya Ryeowook memastikan.

“Hyung, kau mau mati?” Ancam Kyuhyun pada Eunhyuk.

“Kyuhyun-ah, sejak kapan kau dekat dengan Minhyo? Benar kalian pacaran?” Tanya Siwon penasaran.

“Kau kenal dengan gadis itu, Siwon-ah?” Tanya Donghae. Siwon mengangguk.

“Aku dan Kyuhyun bertemu dengan gadis itu di pesawat. Saat kami kembali dari London.” Jawab Siwon.

“Dan adik dari Minhyo menjadi trainee baru di SM.” Lanjut Siwon.

“Jinjja?” Ucap beberapa member bersamaan.

“Hyung!!” Kyuhyun menatap Siwon dengan kesal.

“Wae? Aku hanya menjawab pertanyaan mereka. Dan sekarang, kau harus menjawab pertanyaanku. Benar kau dan Minhyo berpacaran?” Tanya Siwon lagi.

“Bukan urusan kalian!” Jawab Kyuhyun ketus.

“Aigoo,, ternyata seperti ini wajah uri maknae jika sedang jatuh cinta.” Ejek Eunhyuk lagi.

 

BUK!

 

“Akhhh!!” Erang Eunhyuk kesakitan. Eunhyuk menunduk dan melihat sebelah sepatu Kyuhyun tergeletak di lantai. Saat ia mendongak, ia melihat Kyuhyun menatapnya dengan pandangan membunuh.

“Kau benar-benar kurang ajar, Kyuhyun-ah!!” Jerit Eunhyuk kesal saat sadar bahwa sepatu Kyuhyun mendarat dikepalanya.

“Tutup mulutmu, hyung. Sebelum aku menutupnya dengan sepatuku.” Ancam Kyuhyun lagi. Eunhyuk hanya bisa menggerutu pelan sembari mengusap kepalanya yang sakit.

“Kau harus lindungi kekasihmu itu, Kyuhyun-ah. Jangan sampai ketahuan oleh ELF apalagi Sparkyu.” Kata Leeteuk serius. Sedangkan member lain tampak cekikikkan karena menyangka Leeteuk sedang mengejek Kyuhyun.

“Ah! Yang harus kau lakukan pertama kali adalah kenalkan gadis itu pada kami!” Ujar Yesung dengan semangat.

“Setuju!” Timpal Shindong.

“Kira-kira bagaimana ya reaksi Jihee jika tau Kyuhyun-nya sudah memiliki kekasih.” Ujar Donghae sembari menerawang. Kyuhyun tampak memutar bola matanya malas mendengar semua ucapan hyung-hyungnya itu. Namun tiba-tiba matanya terpaku saat melihat sosok gadis di depan pintu ruang latihan mereka. Gadis itu membawa banyak kantong di tangannya yang berisi makanan. Dan yang membuat Kyuhyun lemas adalah mata gadis itu yang tampak berkaca-kaca. Member lain yang menyadari tatapan Kyuhyun, mengikuti arah pandangnya. Dan sama seperti Kyuhyun, merekapun juga terpaku.

“Jihee-ya..”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

44 thoughts on “Trust Me (FF Request) – Part 3

  1. Wkwk kyuhyunnya bhong bgt bilang akrab ke kakaknya, pdhal setiap ktemu berantem mulu,
    Dan itu kyuhyun main bawa kabur minhyo aja, minhyo jdi ga kerja hmm jailnya ttep aja ampe minhyo nangis -_-
    Haah kyuhyun berani bgt cium cium pipi minhyo, benih benih cinta muncul kkkk xp
    Jihee kasian sabar ya, tapi kan kyuhyun udh bilang klo dia nganggep jihee adiknya :/
    Di tunggu next part eoni 😀

  2. Aigo eonniiiii akhirnya setelah lamaaaaaaa banget nunggunya keluar juga. Daebak eon langsung next part lah eon jangan lama lama ga sabar 😀

  3. Finally ada kelanjutannya Trust Me jg, Kyu oppa sbnrnya skrg suka sama siapa Minhyo atau Jihee.. Takut2nya Jihee mengharapkan kembali bersatu tp Kyu oppa sdh menanamkan rasa cinta pd Minhyo.. kasihan Minhyo nya kalau smp sdh benar2 suka tp nantinya Jihee msh ada.. ditunggu kelanjutannya chingu.. chanyeol dongsaeng yg baik bgt sayang sm noona nya

  4. Seperti biasa, tetap keren dan terkontrol. Wkwk Cuma kecepatan perasaan sukanya Kyuhyun kok cepat banget ya thor? *apadeh bahasanya. Wkwk Simpelnya kok Kyuhyun bisa secepat itu suka sama Minhyo thor? Apa ada kaitannya sama masa lalu? Err

    • krna udah kelamaan mungkin chingu lupa cerita awalnya, kyu kan mmg udah tertarik sama minhyo waktu mereka pertama kali ketemu di pesawat..
      jadi makin kesini ya kyuhyun nya makin suka 😀

  5. udah tembak aja sih hyonya XD
    udah mulai suka juga tuh dianya..
    jihee harusnya tahu klo kyu cuma anggapa dia sebagai adik doang
    ditunggu next partnya yah thor…

  6. wuahhhh so sweetttttttt ><
    ngebayangin foto2nya mereka jadi senyum2 sendiri wkwkwkwk 😀
    udah gt minhyo cepet bgt ya suka sama kyu 😀
    kyu juga gt sama minhyo :p
    dannnnnn, gimana nasib jihee? dia terima gak ya…………………………….

  7. Huftt~ jihee juga dah ditolak ma kyu, dah dikasih tau klo gga ada rasa cuma sebates adik tpi msih aja nyangka’a kyu ada rasa-_-“

  8. Aigoo sikyu mau nyosor aja kaya bebek ga tau apa efeksamping pas kyu nyium min hyo di pipinya ckck ,, nah biar2 aja jihee tau biar tau rasa toh kyu cm ngangap dia adik ga lebih

  9. aiihhh kyu ambil kesempatan pas foto bareng wkwkwkwk
    si kyu kn ud blng ke jihee klo dy cma nganggep jihee adik, knpa dy masih aj ngarep ma kyu mpe nangis pas denger kyu sm minhyo…

  10. Makin seruu ceritanyaaa
    Eunhyuk oppa semangat banget ngeledekin kyuhyun,, smp dilempar sepatu kan sma kyu oppa…hehehee
    Duhh kyuhyun beneran suka sama minhyo yaa?? Ya ampuun sweet banget foto nya,, udah kyu lgsg nyatain aja ke minhyo…

  11. Aigoo kyuhyunah semena mena bgt kmu ya sma minhyo wkkww
    Udh lah nyatain perasaan kmu kyu juseooo pasti minhyo terima koo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s