Regret – Part 12 END

Regret – Part 12 END

Author

Choineke

Title

Regret

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Kim Sangmi, Kim Ryeowook

Genre

Romance, Sad

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Apapun yang kita miliki di dunia ini, tidak akan pernah kita sadari dan syukuri sebelum kita kehilangannya. Setelah hilang, yang akan kita rasakan hanya penyesalan. Penyesalan yang tidak akan pernah ada gunanya.

 

Author POV

Dokter Yoon dan beberapa suster tampak berlari di sepanjang koridor rumah sakit, tempat Yongri di rawat. Dokter Yoon merasa kakinya lemas saat melihat jerit tangis yang terdengar dari kejauhan. Walaupun begitu, ia tetap memaksakan kakinya untuk berjalan demi menyelamatkan nyawa seseorang.

“Selamatkan anakku, dokter!! Selamatkan anakku!!” Gerakan tangan Dokter Yoon yang hendak menggeser pintu kamar rawat Yongri langsung terhenti saat Ny. Kim menahan lengannya. Dokter Yoon menoleh dan menatap iba pada Ny. Kim.

“Saya akan usahakan, Nyonya.” Ujar Dokter Yoon lirih dan meneruskan kegiatannya yang tertunda.

“YONGRI BANGUN!!!” Teriakan Siwon menyapa Dokter Yoon saat pintu kamar rawat Yongri dibuka. Tampak Ryeowook dan Kyuhyun juga ada di sana sedang memegangi kedua pundak Siwon agar laki-laki itu sedikit tenang. Namun nyatanya Siwon terus berusaha mengguncang tubuh Yongri untuk membuat gadis itu membuka matanya.

“Keluarga silahkan tunggu diluar.” Kata Dokter Yoon. Kyuhyun dan Ryeowook kembali berusaha membawa Siwon untuk keluar dari ruang rawat Yongri. Tetapi itu tidak semudah yang mereka bayangkan, karena Siwon terus memberontak.

“AKU TIDAK MAU KELUAR! AKU MAU MENEMANI YONGRI DISINI!” Jerit Siwon dengan menangis.

“Hyung! Jika kau seperti ini, noona akan benar-benar meninggalkan kita!!” Bentak Ryeowook kesal. Tubuh Siwon terasa lemas saat Ryeowook mengatakan Yongri akan meninggalkan mereka. Membuat Kyuhyun dan Ryeowook dapat dengan mudah menyeret tubuh itu keluar. Mereka mendudukan Siwon pada kursi yang memang disediakan di depan kamar rawat Yongri. Siwon menundukkan kepalanya dan masih terus menangis. Bukan hanya Siwon yang menangis, tetapi juga semua yang ada di sana. Tn. dan Ny. Kim, Sangmi, Ryeowook serta Kyuhyun ikut menangis. Perasaan takut menghantui mereka saat ini. Merasa belum sanggup untuk di tinggalkan oleh Yongri.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari pintu kamar rawat Yongri ke sekeliling koridor rumah sakit. Tampak mencari keberadaan seseorang. Setelah matanya menemukan sosok itu, perlahan namun pasti Kyuhyun menghampirinya. Gadis itu tampak menautkan kesepuluh jarinya di depan dada dengan mata terpejam. Kyuhyun tau apa yang sedang dilakukan gadis itu, berdoa. Kyuhyun duduk di sampingnya dan tidak ada niatan sama sekali untuk menganggu kegiatannya.

Setelah merasa puas, gadis itu membuka matanya dan tampak terkejut saat melihat Kyuhyun yang sedang duduk disebelahnya. Sedikit salah tingkah karena apa yang sedang dilakukannya terlihat oleh orang lain.

“Sedang berdoa?” Tanya Kyuhyun yang terdengar seperti menebak. Gadis itu mengangguk pelan.

“Semoga saja Tuhan mendengarkan doaku dan bisa membuat eonni bertahan.” Jawabnya.

“Noona gadis yang kuat, Sangmi-ya.” Sahut Kyuhyun. Airmata Sangmi semakin banyak mengalir.

“Apa aku pantas disebut seorang adik?” Tanya Sangmi lirih.

“…..”

“Bukankah setiap adik akan sangat menyayangi kakaknya sendiri? Mereka akan berusaha mati-matian untuk menjaga kakaknya. Tetapi apa yang sudah kulakukan pada eonniku?” Isak Sangmi. Kyuhyun menghela nafas panjang sembari menatap Sangmi.

“Aku sudah sangat jahat pada eonni.” Gumam Sangmi. Kyuhyun menarik Sangmi ke dalam pelukannya. Mencoba menenangkan gadis itu dengan mengusap pelan punggungnya.

“Aku tidak mau jika eonni meninggalkanku disaat aku belum bisa menebus kesalahanku padanya.” Isak Sangmi lagi.

“Walaupun kau tidak menebusnya, noona pasti akan memaafkanmu.” Ujar Kyuhyun menenangkan.

“Bagaimana kau bisa seyakin itu?” Tanya Sangmi masih di dalam pelukan Kyuhyun.

“Aku sudah lama mengenal noona. Aku tau dia orang seperti apa.” Jawab Kyuhyun. Sangmi mendongak dan menatap Kyuhyun yang kebetulan juga sedang menunduk untuk menatapnya.

“Karena itukah kau mencintai eonni?” Tanya Sangmi yang membuat Kyuhyun tampak salah tingkah hingga wajahnya memerah. Kyuhyun menghela nafas dan kembali membenamkan kepala Sangmi didadanya.

“Tidak penting karena apa aku mencintainya, karena nyatanya ia tetap tidak bisa mencintaiku.” Kata Kyuhyun.

“Jangan membenci eonni karena dia tidak membalas cintamu. Eonni hanya terlalu setia pada Siwon oppa. Walaupun Siwon oppa pernah mengkhianatinya. Dan parahnya itu denganku.” Sahut Sangmi dengan airmata yang kembali mengalir. Kembali menyesali perbuatan yang sudah dilakukannya.

“Berhentilah mengatakan itu. Noona tidak akan suka jika tau kau terus membahasnya.” Ucap Kyuhyun mengingatkan. Kyuhyun dapat merasakan Sangmi yang menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.

“Apa eonni bisa bertahan?” Bisik Sangmi teramat pelan namun masih dapat didengar Kyuhyun.

“Pasti bisa.” Sahut Kyuhyun.

“Apa aku boleh mengatakan sesuatu?” Tanya Sangmi.

“Apa?”

“Berada di dalam pelukanmu sangat hangat.” Kyuhyun hanya dapat terpaku mendengar kata-kata Sangmi.

 

 

 

Hampir dua jam menunggu, belum ada tanda-tanda Dokter Yoon akan keluar dari kamar rawat Yongri. Tn. Kim sedari tadi terus berjalan gelisah karena takut terjadi apa-apa pada anak sulungnya itu.

Suara pintu kamar yang bergeser menarik semua perhatian yang ada di sana. Secara bersamaan, mereka menempatkan titik pandang mereka pada Dokter Yoon. Dokter Yoon keluar dari kamar Yongri dengan wajah pucat serta keringat yang membasahi wajahnya.

“Bagaimana, dok?” Tanya Siwon yang sudah berdiri di hadapan Dokter Yoon. Dokter Yoon menghela nafas panjang.

“Detak jantungnya benar-benar lemah sekarang.” Jawab Dokter Yoon. Walaupun Siwon tidak dapat bernafas lega secara utuh, setidaknya itu sedikit menenangkan pikirannya. Yang terpenting adalah Yongri masih bisa bertahan.

“Sepertinya Yongri mempunyai keinginan yang kuat untuk hidup, sehingga ia masih bisa bertahan walaupun detak jantungnya sangat lemah.” Jelas Dokter Yoon lagi.

“Boleh saya masuk?” Pinta Siwon. Dokter Yoon nampak memperhatikan sebentar wajah Siwon sebelum akhirnya mengangguk ragu. Dengan cepat Siwon masuk ke dalam kamar Yongri.

“Terima kasih, dok.” Kata Ny. Kim dengan mata sembabnya.

“Saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan, Nyonya. Saya permisi.” Balas Dokter Yoon dan akhirnya berlalu dari hadapan keluarga Yongri. Setelah kepergian Dokter Yoon, mereka semua memasukki kamar Yongri. Mereka mendapati Siwon yang sedang menggenggam erat tangan Yongri sembari menatap wajah Yongri penuh cinta.

“Eonni bangunlah..” Ujar Sangmi yang sudah berada di samping Yongri.

“Sampai kapan kau akan memejamkan matamu, nak? Kau tidak rindu dengan ibumu ini?” Tanya Ny. Kim.

“Kami sangat merindukanmu, noona.” Kini suara Ryeowook yang terdengar. Mereka semua menatap Yongri dengan wajah penuh harap. Berharap mata itu dengan segera terbuka dan dapat membuat mereka menghembuskan nafas dengan lega.

‘Aku sudah berjanji tidak akan pernah membencimu seperti awal pertunangan kita, Yongri-ya. Buka matamu sebelum aku memutuskan untuk kembali membencimu.‘ Batin Siwon.

 

~~~

 

“Aku bisa menjaganya sendiri.” Kata Siwon tanpa menatap laki-laki yang duduk disebrangnya. Ia sibuk menatap wajah Yongri yang tidak mengalami perubahan seperti kemarin-kemarin. Laki-laki yang diajak Siwon berbicara tersenyum tipis.

“Kau benar-benar serakah, hyung. Bahkan hanya untuk menjaganya disini bersamamu, aku tidak boleh melakukannya?” Protes laki-laki itu. Siwon terpaksa mengalihkan pandangannya dan menatap lawan bicaranya dengan enggan.

“Untuk sesuatu yang berhubungan dengan Yongri, aku bisa melakukannya sendiri. Aku tidak butuh bantuanmu, Cho Kyuhyun.” Jelas Siwon. Kyuhyun kembali tersenyum kecil.

“Arraseo, hyung. Aku pergi.” Kyuhyun beranjak dari duduknya dan melangkah untuk keluar. Namun ia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Siwon yang sudah tidak menatapnya. Kyuhyun hendak mengatakan sesuatu, namun diurungkannya melihat Siwon yang tidak tertarik lagi pada apapun selain sosok yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur itu.

Siwon tidak tau harus memasang ekspresi seperti apa lagi diwajahnya. Sedih? Miris? Menyesal? Marah atau apa? Laki-laki itu terlampau lelah menangis, karena nyatanya sekuat apapun ia menangis, Yongri tetap tidak bangun dari tidur panjangnya.

“Bukan seperti ini caranya jika ingin menghukumku, Choi Yongri.” Dengus Siwon pelan.

“Apa kau pikir ini sebanding dengan yang aku lakukan padamu dulu? Apa ini tidak keterlaluan?” Lanjutnya.

“Bukankah kukatakan padamu untuk bangun dan maki aku? Pukul aku dan tampar aku.”

“Atau…bunuh aku saja langsung.” Gumamnya.

“Ini menyakitkan, Yongri-ya. Kau tidak boleh mempermainkanku seperti ini, sayang. Nyawamu bukan sesuatu yang patut kau jadikan bahan permainan. Tidak taukah kau bagaimana perasaanku saat melihat jantungmu sempat tidak berdetak kemarin?” Airmata Siwon kembali mengalir walaupun laki-laki itu berusaha menahannya. Ia tidak berbohong. Ini benar-benar menyakitkan untuknya. Apa perbuatannya dulu benar-benar keterlaluan? Apa dengan cara ini Yongri harus membalasnya? Siwon siap jika Yongri memang ingin membalas perbuatannya. Terserah apa yang akan Yongri lakukan padanya. Tetapi bukan dengan nyawa gadis itu.

Siwon tersentak saat merasakan gerakan kecil pada tangan yang sedang digenggamnya. Ia memperhatikan tangan itu serta wajah Yongri secara bergantian. Ia tidak berkhayal, kan? Jangan katakan itu hanya khayalannya. Tidak! Nyatanya tangan itu kembali melakukan pergerakan kecil. Siwon berdiri dari duduknya dan menunduk untuk memegang kedua bahu Yongri.

“Sayang…” Siwon dapat melihat dengan jelas kedua bola mata Yongri yang bergerak gelisah, seolah sudah bosan karena mata itu terus tertutup. Mata itu lama kelamaan terbuka pelan dan kembali tertutup beberapa saat karena sinar lampu yang menusuk. Setelahnya, kedua mata Yongri terbuka sempurna walaupun tidak terlihat berbinar seperti biasanya. Siwon tidak dapat menutupi rasa gembiranya saat mendapati kenyataan bahwa Yongri sudah sadar. Membuat perasaannya senang luar biasa.

“Y–Yongri..” Terdengar suara Siwon yang serak. Yongri tampak ingin mengatakan sesuatu. Namun mulutnya seolah kaku.

“H–h–ha…ha–ha..us..” Butuh usaha lebih untuk Yongri mengucapkan satu kata yang ingin dilontarkannya. Siwon dengan sigap mengambil gelas berisi air putih di meja samping ranjang Yongri. Ia kembali meletakkan gelas itu setelah membantu Yongri untuk minum. Dahi Yongri sedikit berkerut dan gadis itu memejamkan matanya. Siwon menatapnya dengan khawatir.

“Kepalamu sakit?” Tanyanya. Yongri menggeleng pelan.

“Lalu apa ada yang sakit? Cepat beritahu aku.” Kata Siwon sembari menatap wajah pucat Yongri. Lagi-lagi Yongri menggeleng dan ia membuka matanya membalas tatapan Siwon.

“A–pa…y–ya–yang ka–kau..la–la–laku..kan di..si–ni?” Tanya Yongri terbata.

“Gadis bodoh! Apa pertanyaan itu perlu kau tanyakan padaku? Apa aneh jika aku menemani kekasihku yang sedang sakit?” Tanya Siwon balik.

“Si–siapa-”

“Yang pasti itu bukan darimu.” Sambar Siwon langsung saat tau apa yang hendak ditanyakan Yongri.

“Saat kau sembuh nanti, aku akan menghukummu karena menyembunyikan penyakitmu dariku.” Ancam Siwon.

“A–aku tidak a–a–akan sem..buh.” Lirih Yongri membuat Siwon menatapnya dengan tajam dan intens.

“Bukan itu yang ingin aku dengar darimu, Yongri-ssi.” Desis Siwon menahan kesal.

“Kau pikir, kau itu Tuhan?” Lanjutnya lagi. Yongri memejamkan matanya dan tampak airmata keluar dari sudut matanya yang terpejam. Siwon terpaku saat melihat kekasihnya itu menangis. Karena kata-katanya kah?

“Mi–mian.” Gumam Siwon.

“Pergilah.. Jangan pernah datang lagi ke sini. Lupakan aku dan carilah gadis sehat yang bisa kau nikahi.” Kata Yongri tanpa membuka matanya. Siwon merasakan rahangnya mengeras mendengar kata-kata Yongri. Melupakan Yongri? Mencari gadis lain? Oh, bermimpi saja kalian yang berpikir jika Siwon bisa melakukannya.

“Aku tidak akan pernah melakukannya.” Sahut Siwon dingin. Yongri membuka matanya dan menatap Siwon.

“Aku akan mati, Siwon-ah..”

“Semua orang akan mati. Bukan hanya kau. Aku pun pasti akan mati.” Yongri mengalihkan pandangannya dan airmatanya semakin banyak mengalir. Siwon duduk di tepi ranjang Yongri dan menggenggam tangan Yongri yang bebas dari infus.

“Percayalah bahwa kau akan sembuh. Kau pasti bisa membuat penyakit itu menghilang dari hidupmu.” Ucap Siwon.

“Itu tidak mungkin.” Balas Yongri. Siwon menghela nafas panjang. Sejujurnya, ia sependapat dengan Yongri. Bahwa penyakit itu memang tidak akan pernah sembuh karena sudah semakin parah. Namun Siwon tidak mungkin membenarkan pernyataan itu dan malah membuat Yongri semakin terpukul.

“Jika memang seperti itu, hingga saat itu tiba, biarkan aku disisimu.”

 

~~~

 

“Hahh,, tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihatmu tersenyum seperti itu, noona.” Ujar Ryeowook riang. Semua yang ada disana mengangguk setuju dengan kata-kata Ryewook. Senyum Yongri semakin melebar mendengar itu.

“Lihat! Bukankah noonaku sangat cantik?” Puji Ryeowook dan mendapat kekehan ringan dari Tn. dan Ny. Kim, Sangmi, Kyuhyun serta Siwon.

“Ish, dia eonniku!” Sambar Sangmi langsung dan melirik sinis pada Ryeowook. Ryeowook hanya mencibir pelan.

“Kau merasa lebih baik?” Tanya Ny. Kim lembut sembari mengusap puncak kepala Yongri.

“Ne, eommoni.” Jawab Yongri dan dengan mempertahankan senyumnya.

“Kau pasti akan sembuh. Percayalah.” Kata-kata Tn. Kim membuat senyum Yongri luntur. Ia tidak bisa percaya dengan satu kalimat itu. Dan ia juga tidak mau membuat keluarganya kecewa, jika harapan mereka tidak bisa terwujud. Semua menyadari raut wajah Yongri yang berubah murung. Mereka hanya bisa terdiam dan tidak tau harus melakukan atau mengatakan apa.

“Aku mau istirahat sekarang, bisa kalian datang lagi nanti?” Pinta Yongri berusaha menghilangkan kecanggungan.

“A–ahh baiklah, eonni. Kami pasti akan datang lagi nanti.” Sahut Sangmi.

“Istirahatlah. Kami pulang dulu, ne?” Ny. Kim mengecup lama kening Yongri dan setelah itu keluar dari kamar Yongri, diikuti oleh yang lain kecuali Siwon. Siwon masih tetap berada di sana dan tidak ada niatan sama sekali untuk beranjak. Ia duduk di tepi ranjang sembari menatap Yongri yang sedang tidak menatapnya.

“Bukankah aku bilang ingin istirahat?” Ujar Yongri masih tanpa menatap Siwon.

“Istirahat saja jika lelah. Aku akan tetap disini menemanimu.” Kata Siwon. Yongri mengalihkan pandangannya dan menatap Siwon kesal.

“Aku tidak bisa istirahat jika ada kau disini!”

“Wae?” Siwon tampak tidak terima. Yongri terdiam tidak tau harus menjawab apa.

“Kau hanya perlu memejamkan matamu, apa itu sesuatu yang perlu dipermasalahkan?” Tanya Siwon.

“Jika nanti aku benar-benar mati, itu berarti karena kau!” Ujar Yongri yang berhasil membuat kedua mata Siwon membulat. Tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut Yongri.

“Kenapa seperti itu?” Tanyanya.

“Kau tidak membiarkanku istirahat, bagaimana aku bisa sembuh?” Yongri bertanya balik.

“Ya!! Bukankah sudah kubilang kau hanya perlu memejamkan matamu? Kau tidak perlu hiraukan aku!” Balas Siwon tak mau terima. Yongri hendak membalas ucapan Siwon namun entah mengapa kata-katanya tertahan dan ia kembali menutup mulutnya.

“Pejamkan matamu, arra?” Suara Siwon melembut. Yongri hanya diam sembari menatap tepat di manik mata Siwon.

“Baiklah.” Gumamnya dan akhirnya memejamkan matanya. Siwon menghela nafas dan menggenggam tangan Yongri. Siwon tersenyum saat merasakan Yongri membalas genggamannya.

“Kita menikah saja.” Gumam Siwon pelan namun terdengar sangat jelas di telinga Yongri. Yongri membuka matanya dan menatap Siwon tidak percaya.

“Siwon-ah..”

“Ayo kita menikah.” Ujar Siwon sekali lagi dan terdengar lebih yakin.

“Siwon-ah..”

“Mungkin keinginanku ini terdengar konyol olehmu. Tetapi aku sungguh-sungguh, sayang. Aku ingin kau menjadi istriku.” Mata Yongri berkaca-kaca mendengar kata-kata Siwon. Masih sulit untuk mempercayainya. Siwon tau bahwa ia tidak akan bisa sembuh dan mungkin akan mati sebentar lagi, tetapi bagaimana mungkin Siwon mengajaknya menikah?

“Kau mau mengejekku?” Tanya Yongri bersamaan dengan airmatanya yang mengalir.

“Mwo?”

“Kau tau aku akan mati dan kau mengajakku menikah? Apa namanya jika bukan mengejek?”

“Tidak seperti itu, Yongri-ya..” Siwon tampak putus asa.

“LALU APA?!” Jerit Yongri histeris. Yongri menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya dan menangis kencang. Terbesit rasa bersalah di hati Siwon saat melihat Yongri yang begitu menyedihkan dimatanya. Namun Siwon berani bersumpah, bahwa ia tidak memiliki maksud apapun atas perkataannya tadi. Ia bersungguh-sungguh ingin menikahi Yongri.

Siwon menjauhkan kedua tangan Yongri dari wajah Yongri. Ia dapat melihat wajah itu basah oleh airmata. Dengan perlahan Siwon menyekanya walaupun airmata itu terus mengalir. Siwon mendekatkan wajahnya dengan wajah Yongri. Terus mendekat hingga hidung mereka bersentuhan. Tak lama kemudian bibir Siwon sudah bermain diatas bibir Yongri. Siwon melumatnya dengan sangat pelan, seolah takut bibir Yongri akan terluka jika ia kasar sedikit saja. Yongri menyambut dengan baik ciuman dari Siwon. Walaupun nyatanya airmata dari kedua matanya terus saja mengalir tanpa mau berhenti. Jika ia boleh berharap, Yongri ingin sekali waktu berhenti sekarang hingga ia dan Siwon akan terus seperti ini. Terus bersama tanpa dipisahkan oleh yang namanya kematian. Namun harapan tinggal harapan karena Yongri dapat merasakan ciuman Siwon yang semakin melambat hingga akhirnya terlepas. Wajah Siwon tetap berada dalam jarak dekat dengannya. Siwon menatap mata Yongri dengan sorot mata terluka.

“Aku sangat mencintaimu. Dengan alasan itu, tidak bisakah kau menikah denganku?” Tanya Siwon.

“Aku tidak peduli kau akan mati nanti, besok atau bahkan hari ini. Yang terpenting untukku adalah kau benar-benar menjadi milikku dalam sebuah ikatan yang pasti.”

“Masih banyak gadis yang jauh lebih pantas menjadi istrimu, Siwon-ah.” Ujar Yongri lirih.

“Aku tau.” Sahut Siwon.

“Tetapi yang aku inginkan hanya kau. Gadis yang saat ini sedang berada di hadapanku. Choi Yongriku.” Lanjutnya. Yongri hanya mampu terdiam sembari terus menatap Siwon.

“Bukankah sudah kukatakan padamu? Hingga saat itu tiba, biarkan aku berada disisimu. Bukan sebagai kekasih, tetapi sebagai suamimu.”

 

~~~

 

“MENIKAH?!” Siwon sedikit terlonjak saat mendengar suara Tn. Kim yang memekakkan telinga. Laki-laki itu hanya mampu mengangguk sembari membalas tatapan Tn. Kim yang sangat tajam. Siwon saat ini berada di kediaman keluarga Kim. Ia sengaja berkunjung untuk membicarakan rencananya yang ingin menikahi Yongri. Namun Siwon tidak menyangka jika reaksi dari Tn. Kim akan seperti ini. Tampak Ny. Kim yang berada di sebelahnya mengusap pelan punggung Tn. Kim agar lebih tenang.

“Apa kau sudah gila?! Kau tau bagaimana keadaan anakku sekarang! Dan kau bilang ingin mengajaknya menikah?!” Suara Tn. Kim sedikit melebut walaupun bentakkan tidak dapat dihindari.

“Apa ahjussi tidak memiliki keyakinan untuk Yongri sembuh?” Tanya Siwon.

“Keyakinan tentu saja ada! Tapi bukan seperti ini caranya. Kalian bisa menikah saat Yongri sembuh.” Jawab Tn. Kim.

“Kita tidak akan tau kapan Yongri sembuh, ahjussi. Bukan berarti aku tidak yakin jika Yongri akan sembuh. Hanya saja, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Aku ingin menjaganya, ahjussi.” Kata Siwon yakin.

“Saat inipun kau bisa menjaganya. Tidak harus menikah.” Bantah Tn. Kim.

“Suamiku benar, Siwon-ah. Yongri baru saja pulih dari komanya. Ia tidak mungkin menyibukkan dirinya dengan pernikahan.” Ny. Kim mendukung keputusan istrinya.

“Aku yang akan menyiapkan semuanya, ahjumma. Yongri tidak akan terlibat sama sekali. Saat ini yang aku butuhkan hanya izin dari kalian.” Ujar Siwon lagi yang membuat Tn. dan Ny. Kim terdiam.

“Kumohon ahjussi, ahjumma..” Pinta Siwon dengan wajah memelas. Tn. dan Ny. Kim masih enggan berbicara dan tampak berpikir keras.

“Biarkan Siwon oppa menikah dengan eonni, abeoji. Aku yakin itu akan membuat eonni semakin cepat sembuh.” Kata Sangmi yang baru turun dari lantai dua dan menghampiri ketiga orang yang ada di ruang tamu.

“Jangan ikut campur.” Desis Tn. Kim masih tidak setuju dengan rencana Siwon.

“Abeoji, jangan egois. Bukan hanya abeoji yang mengkhawatirkan eonni. Kamipun juga. Aku yakin Siwon oppa sudah memikirkan ini semua secara matang.” Sangmi mengambil tempat duduk di sebelah Siwon. Menunjukkan sekali bahwa ia mendukung laki-laki itu.

“Aku yakin tidak akan terjadi apa-apa pada Yongri.” Janji Siwon. Tn. dan Ny. Kim tampak menghela nafas panjang.

“Aku tidak akan memaafkanmu jika sampai terjadi apa-apa pada Yongri.” Kata Tn. Kim penuh dengan penekanan.

“Ne, ahjussi.”

 

~~~

 

Yongri menatap takjub pantulan dirinya dari cermin di ruang tunggu salah satu Gereja terkenal. Wajah pucat itu tidak bisa sepenuhnya menghilang, namun ia tidak munafik bahwa wajahnya terlihat lebih hidup daripada saat di rumah sakit kemarin. Dengan tangan sedikit gemetar, Yongri menangkupkan kedua tangannya di wajahnya sendiri. Matanya berkaca-kaca entah karena apa.

“Eonni sangat cantik.” Kata Sangmi yang sudah berdiri di belakang Yongri. Tepatnya di balik kursi roda yang didudukki oleh Yongri. Yongri memutar kursi rodanya hingga sekarang berhadapan dengan Sangmi.

“Benarkah? Aku tidak terlihat seperti orang sakit, kan?” Tanya Yongri. Sangmi tersenyum dan berlutut di hadapan Yongri. Ia menyeka airmata Yongri yang mengalir. Takut melunturkan make up yang melekat di wajah kakak perempuannya itu.

“Tidak sama sekali, eonni. Kau benar-benar cantik. Siwon oppa pasti akan tambah mencintaimu.” Jawab Sangmi dengan tersenyum. Yongri ikut tersenyum dan menundukkan kepalanya sebentar sebelum akhirnya kembali menatap Sangmi.

“Apa kau masih mencintai Siwon?” Tanya Yongri pelan. Sangmi tampak terkejut dengan pertanyaan yang diberikan oleh Yongri. Tidak pernah menyangka bahwa pertanyaan itu akan terlontar darinya.

“Eonni..”

“Jawab saja. Kau masih mencintainya atau tidak?” Tanya Yongri lagi. Sangmi terdiam sebentar sebelum menjawab.

“Aku tidak tau, eonni. Akhir-akhir ini aku menemukan perasaan aneh pada laki-laki lain.” Jawab Sangmi malu.

“Mwo? Laki-laki lain? Nugu?” Tanya Yongri penasaran.

“Eonni-ya.. Haruskah itu dibahas sekarang?” Sangmi benar-benar tampak malu.

“Siapa?” Yongri masih terus memaksa.

“Kyu–Kyuhyun..” Ucap Sangmi pelan.

“Mwo? Kyuhyun? Jinjja?” Sangmi mengangguk pelan.

“Aku tidak tau itu perasaan apa, eonni. Hanya saja, saat berada didekatnya, jantungku akan berdetak berkali-kali lebih cepat.” Yongri tersenyum mendengar pengakuan adik bungsunya.

“Sepertinya kau jatuh cinta padanya.”

“Apa mungkin?” Sangmi tampak tidak percaya. Yongri hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tau.

“Sayang sekali, padahal aku berniat menitipkan Siwon padamu.” Kata Yongri pelan.

“Apa maksudmu, eonni?” Sangmi tampak bingung.

“Biar bagaimanapun, kau dan Siwon pernah bersama. Tidak akan sulit jika nanti kalian kembali bersatu.” Sangmi berdiri dari posisi berlututnya dan terlihat tidak suka dengan kata-kata Yongri.

“Aku tidak mengerti apa yang eonni katakan!” Suara Sangmi terdengar meninggi. Yongri menundukkan kepalanya.

“Aku tidak tau harus mempercayakan Siwon pada siapa lagi, Sangmi-ya. Jika nanti aku mati, tidak akan ada yang menjaganya.”

“Eonni!!” Jerit Sangmi yang membuat Yongri mendongakkan kepalanya.

“Bagaimana mungkin eonni berkata seperti itu? Eonni lah yang akan menjaga Siwon oppa! Bukan aku ataupun gadis lain. Kau tidak akan mati, eonni.”

“Tapi-”

“Apa eonni pikir Siwon oppa akan senang jika mendengar kau mengatakan itu?” Sangmi memotong kata-kata yang akan keluar dari mulut Yongri. Sangmi kembali berlutut di hadapan Yongri dan menggenggam kedua tangannya.

“Eonni harus optimis, eonni harus yakin bahwa eonni akan sembuh.”

“Pikirkan Siwon oppa. Pikirkan bagaimana terlukanya ia kalau eonni sampai meninggalkannya.”

“Eonni bisa, kan?” Yongri menundukkan kepalanya bingung harus mengatakan apa. Ia takut untuk berjanji. Yongri tidak mungkin berbohong dengan mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Ia merasa tubuhnya semakin lama semakin lemah. Hanya saja ia tidak mau mengatakan itu kepada keluarganya maupun Siwon. Ia tidak mau membuat mereka khawatir. Sesaat kemudian Sangmi kembali menatap Yongri.

“Menurutmu aku bisa?” Tanya Yongri.

“Tentu saja.” Jawab Sangmi.

“Baiklah jika seperti itu. Aku harus yakin bahwa aku akan sembuh.” Kata Yongri mencoba menenangkan Sangmi. Sangmi tersenyum dan memeluk Yongri. Gadis itu tidak dapat menahan airmatanya, sehingga ia memilih memeluk Yongri agar kakak perempuannya itu tidak melihatnya menangis.

 

CKLEKK!!

 

Suara pintu terbuka membuat Sangmi menyeka airmatanya dan melepaskan pelukannya pada Yongri. Secara bersamaan mereka menoleh dan melihat Tn. Kim memasukki ruang tunggu.

“Kau sudah siap, sayang?” Tanya Tn. Kim sembari tersenyum.

“Eonni sudah siap dari tadi, abeoji. Kau saja yang terlalu lama menjemputnya. Eonni sudah sangat tidak sabar.” Ujar Sangmi menjawab pertanyaan Tn. Kim sekaligus menggoda Yongri. Yongri hanya dapat tersenyum malu tanpa mau menanggapi godaan Sangmi.

“Baiklah, kita keluar sekarang. Siwon sudah menunggumu di altar.” Kata Tn. Kim dan menempatkan posisinya di belakang Yongri untuk mendorong kursi rodanya.

“Aku akan menunggu di kursi paling depan eonni. Hwaiting!!” Sangmi mengepalkan kedua tangannya di udara dan segera keluar dari ruang tunggu.

Tn. Kim sudah bersiap mendorong kursi roda Yongri saat tiba-tiba saja Yongri menahan tangannya. Tn. Kim menunduk dan menatap Yongri bingung.

“Ada apa?” Tanyanya.

“Aku takut.” Jawab Yongri.

“Takut apa?”

“Aku cacat, abeoji. Para tamu pasti akan membicarakanku.” Tn. Kim menghela nafas dan berjalan hingga ke hadapan Yongri. Ia menundukkan badannya hingga sejajar dengan wajah Yongri.

“Tidak akan mungkin ada yang berani membicarakan anakku. Jika itu terjadi, aku yang akan memberi mereka pelajaran.” Kata Tn. Kim yang berhasil membuat Yongri tersenyum kecil.

“Kau percaya padaku, kan?” Tanya Tn. Kim. Yongri mengangguk pelan. Tn. Kim tersenyum dan mengecup singkat kening Yongri sebelum melanjutkan kegiatannya yang tertunda.

 

 

 

Siwon tidak dapat mengalihkan pandangannya pada seseorang yang tengah duduk di kursi roda itu. Kursi itu terus mendekat padanya. Membuat aliran darahnya berdesir aneh. Jantungnya pun berdetak berkali-kali lebih cepat dari biasanya. Melihat Yongri berpenampilan cantik bukan pertama kalinya untuk Siwon. Tetapi ia selalu merasa takjub pada gadis itu. Terlalu banyak berfantasi, membuat Siwon tidak sadar bahwa Yongri dan Tn. Kim sudah berada di dekatnya. Siwon mengambil alih untuk mendorong kursi roda Yongri hingga tepat di depan Pendeta. Siwon berdiri tepat di samping Yongri dan menundukkan kepalanya untuk menatap calon istrinya itu. Ia tersenyum sebentar sebelum akhirnya menatap sang Pendeta. Pendeta yang sepertinya berumur 50an itu memegang sebuah alkitab yang sudah terbuka. Ia memulai tugasnya untuk menyatukan kedua insan itu di hadapan Tuhan.

Siwon dan Yongri sekarang tengah berdiri berhadapan guna mengucapkan sumpah seumur hidup mereka. Kembali Siwon tersenyum pada Yongri untuk menenangkan gadis itu yang terlihat gugup.

“Saya Choi Siwon menerima engkau Choi Yongri sebagai pendamping hidup dalam senang maupun susah, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, dengan perantara Tuhan dan di hadapan semua orang yang ada disini, sampai maut memisahkan kita.”

“Saya Choi Yongri menerima engkau Choi Siwon sebagai pendamping hidup dalam senang maupun susah, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, dengan perantara Tuhan dan di hadapan semua orang yang ada disini, sampai maut memisahkan kita.”

“Kini di hadapan Tuhan dan semua yang ada disini, kalian sah sebagai sepasang suami istri.” Ucap sang Pendeta dan disambut tepuk tangan yang meriah dari semua tamu yang hadir disana. Ny. Kim tampak meneteskan airmata bahagia melihat Yongri yang akhirnya menikah. Sangmi dan Ryeowook tersenyum senang. Begitupun dengan Kyuhyun. Entah mengapa ia merasa begitu lega melihat Yongri menikah dengan Siwon. Dan Kyuhyun pun tidak mau membuang-buang tenaganya untuk memikirkan alasan itu. Ia justru menolehkan kepalanya ke samping dan tampak ikut tersenyum saat melihat Sangmi yang tersenyum.

“Mempelai pria bisa mencium mempelai wanita.” Ucap Pendeta. Siwon menundukkan badannya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Yongri. Sebentar saja untuknya menyatukan kedua bibir mereka. Siwon melumatnya sebentar dan kemudian menjauhkan wajahnya.

“Aku mencintaimu.” Bisik Siwon. Yongri tersenyum dengan mata berkaca-kaca.

“Aku juga mencintaimu.” Balasnya. Siwon ikut tersenyum dan kembali menegakkan badannya.

“Eungg..” Kepala Siwon dengan cepat menunduk saat mendengar erangan kecil dari Yongri. Ia melihat Yongri memejamkan matanya sembari memegangi kepala. Siwon kembali menundukkan tubuhnya.

“Ada apa? Kepalamu sakit?” Tanyanya khawatir. Yongri menggeleng pelan.

“Aku hanya lelah. Boleh aku beristirahat?” Pinta Yongri. Tanpa berpikir Siwon mengangguk dan menggendong tubuh Yongri. Tampak Tn. dan Ny. Kim menghampiri mereka.

“Ada apa?” Tanya Tn. Kim yang juga tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya.

“Tidak apa-apa, abeoji. Aku hanya lelah dan ingin beristirahat.” Jawab Yongri sembari memaksakan senyumnya.

“Baiklah, ayo kita kerumah sakit.” Kata Tn. Kim.

“Aniyo.” Tolak Yongri langsung.

“Wae?” Ny. Kim tampak bingung.

“Aku tidak mau kembali ke rumah sakit.” Ujar Yongri.

“Lalu kau mau kemana?”

“Aku mau ke apartemenku bersama Siwon.”

“Sayang, kau tau bahwa rumah sakit belum mengizinkanmu untuk pulang.” Kata Siwon mencoba mengingatkan.

“Aku tidak mau kembali kesana. Jebal..” Mohon Yongri. Semua terlihat menghela nafas panjang.

“Arraseo. Kita akan ke apartemen.” Putus Siwon akhirnya. Yongri bernafas lega. Sesaat kemudian gadis itu kembali menatap kedua orangtuanya.

“Abeoji.. Eommoni.. Terima kasih atas segala yang telah kalian lakukan selama ini untukku. Kalian mau membesarkanku walaupun aku bukan anak kandung kalian. Sejujurnya aku tidak tau bagaimana kehidupanku jika tidak ada kalian.” Kata Yongri membuat airmata yang mengalir di pipi Ny. Kim semakin banyak.

“Apa yang kau bicarakan, huh? Kau anak kami dan tidak perlu berterima kasih.” Ujar Ny. Kim dan mengusap pelan pipi Yongri yang pucat.

“Wookie.. Sangmi..”

“Ne, eonni.”

“Ne, noona.”

“Jaga abeoji dan eommoni. Aku mungkin sudah tidak bisa menjaga mereka lagi. Dan kalian juga harus menjaga diri kalian baik-baik.” Pesan Yongri.

“Noona.. Kita harus bersama-sama menjaga abeoji dan eommoni.” Ryeowook tampak tidak terima dengan kata-kata Yongri. Yongri hanya mampu tersenyum miris.

“Jika bisa, aku pasti sudah melakukannya.” Sedikit demi sedikit airmata mengalir dari kedua matanya. Yongri mengalihkan pandangannya pada kedua orangtua Siwon yang juga menatapnya dengan khawatir.

“Boleh aku memanggil kalian dengan sebutan abeonim dan eommonim?” Tanya Yongri penuh harap.

“Tentu saja boleh. Mulai sekarang kau adalah keluarga kami.” Jawab Tn. Choi.

“Aku ingin mengucapkan terima kasih pada kalian. Terima kasih karena sudah mengizinkan Siwon menikahi gadis cacat dan berpenyakit sepertiku. Maaf jika aku membuat hidup Siwon susah.” Ujar Yongri dengan sesegukkan.

“Berhenti berkata seperti itu, Yongri-ya.” Suara Siwon terdengar kesal.

“Kau adalah wanita yang kuat, Yongri-ya. Kami yakin Siwon tidak salah pilih.” Ny. Choi mengusap kepala Yongri penuh sayang. Yongri tersenyum senang merasakan usapan Ny. Choi di kepalanya.

“Bisa kita pulang sekarang ke apartemen?” Tanya Siwon. Yongri menatap Siwon dan mengangguk.

“Kami permisi dulu.” Pamit Siwon.

“Jangan Yongri baik-baik, Siwon-ah.” Pesan Ny. Kim yang di balas anggukan oleh Siwon.

 

 

 

Siwon menatap cemas wajah Yongri yang semakin pucat. Saat ini Yongri sudah berbaring dengan nyaman di kamar mereka. Siwon duduk di tepi kasur dan menggenggam tangan Yongri dengan erat.

“Wajahmu semakin pucat. Kita ke rumah sakit saja, eo?” Ajak Siwon untuk kesekian kalinya. Namun untuk kesekian kalinya juga Yongri menolak.

“Aku..tidak..apa-apa..” Suara Yongri semakin lemah. Siwon menghela nafas putus asa. Yongri benar-benar keras kepala.

“Kau..tidak mau..berbaring..disampingku?” Tanya Yongri. Siwon membuka tuxedo putih yang sedari tadi melekat di tubuhnya. Setelah itu ia menaiki tempat tidur dan berbaring di samping Yongri. Dengan susah payah Yongri menggeser tubuhnya agar bisa berbaring di dada Siwon. Siwon dengan segera melingkarkan tangannya di sekitar bahu Yongri. Sedangkan tangannya yang satu lagi masih tetap menggenggam tangan Yongri.

“Aku…senang..” Ucap Yongri pelan namun masih dapat didengar Siwon.

“Aku juga.” Sahut Siwon.

“Mengetahui bahwa kau sekarang sudah menjadi istriku. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada itu.” Lanjut Siwon.

“Mau berjanji satu hal padaku?” Tanya Yongri.

“Tidak.” Jawab Siwon langsung saat tau apa yang akan diminta oleh Yongri. Yongri mendongak dan menatap Siwon yang memang sedang menunduk untuk menatapnya.

“Untuk sekali ini saja.” Bujuk Yongri. Siwon menghela nafas panjang dan mengalihkan pandangannya. Tidak berpengaruh sama sekali dengan bujukkan Yongri.

“Carilah gadis-”

“Tidak akan!!” Suara Siwon yang meninggi memotong ucapan Yongri.

“Siwon-ah..”

“Kenapa kau selalu memintaku melakukan sesuatu yang tidak bisa aku lakukan?” Tanya Siwon frustasi.

“Saat aku memintamu untuk bertahan dan sembuh kau tidak mau melakukannya. Kau beranggapan bahwa kau akan mati. Apa itu tidak egois?” Yongri menundukkan kepalanya dan tangisnya pecah. Ia tau ia memang egois. Tapi hanya itu yang bisa dilakukannya. Ia tidak bisa melakukan apapun lagi. Siwon mencoba meredam kekesalannya saat mendengar isakan Yongri. Siwon mengencangkan pelukannya dan mengusap pelan bahu Yongri.

“Maafkan aku.” Sesalnya.

“Akulah yang seharusnya minta maaf. Aku selalu membuatmu marah.” Balas Yongri.

“Mencari dan mencintai gadis lain seperti aku mencintaimu tidak semudah yang kau bayangkan, Yongri-ya. Aku tidak akan pernah bisa melakukannya. Aku mohon jangan memaksaku melakukan sesuatu yang tidak pernah bisa aku lakukan. Aku tidak mau mencintai gadis lain.”

“Arraseo. Aku tidak akan memaksamu lagi.” Putus Yongri. Setelah itu keduanya terdiam dalam waktu yang cukup lama. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing yang entah kemana.

“Kau tidur?” Tanya Siwon pelan.

“Ani.” Jawab Yongri lemah.

“Tidurlah. Kau harus istirahat.”

“Aku mencintaimu, Siwon-ah.”

“Aku tau.”

“Walaupun nanti aku tidak ada lagi di sampingmu. Ketahuilah bahwa aku selalu mencintaimu. Aku akan selalu ada disini.” Yongri menunjuk dada Siwon. Siwon tidak dapat menutupi rasa sedihnya saat Yongri berbicara seperti itu. Siwon pun tidak dapat menutupi rasa takutnya. Entah mengapa kata-kata Yongri seperti pesan terakhir yang memang ditujukkan untuknya.

“Akupun sama. Dimanapun aku berada dan dimanapun kau berada, aku akan selalu mencintaimu.” Ucap Siwon dengan suara bergetar.

“Kau menangis?” Tanya Yongri.

“Tidak.” Jawab Siwon yang membuat Yongri tersenyum kecil.

“Aku lelah sekali.” Gumam Yongri.

“Tidurlah.” Siwon dapat merasakan Yongri mengangguk di dadanya.

“Aku mencintaimu.” Kata Yongri teramat pelan bersamaan dengan tangannya yang di dalam genggaman Siwon terlepas. Siwon kembali meraih tangan itu dan menggenggamnya. Namun tidak ada balasan sama sekali dari Yongri.

“Yongri..” Panggil Siwon berusaha menghilangkan pikiran buruknya.

“Sayang..” Siwon mengguncang pelan tubuh Yongri tetapi tetap tidak ada respon apapun. Siwon bangkit dari tidurnya dan seketika tubuh Yongri jatuh begitu saja di atas tempat tidur dengan kepala yang terkulai lemas. Siwon benar-benar tidak dapat menutupi rasa takutnya.

“Yongri.. Yongri..”

“Andwae!! Yongri bangun!!” Jerit Siwon sembari terus mengguncang tubuh Yongri. Siwon mendekatkan jari telunjuknya pada hidung Yongri. Matanya membulat sempurna saat tidak merasakan tarikan serta hembusan nafas dari sana.

“YONGRI!! KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKANKU, CHOI YONGRI!!” Teriak Siwon dengan wajahnya yang basah oleh airmata. Siwon menggenggam erat kedua tangan Yongri yang terasa dingin. Yongrinya telah pergi. Pergi untuk selama-lamanya dan tidak akan pernah kembali lagi padanya.

“Saranghaeyo, Choi Yongri.”

 

~~~

 

Siwon memasukkan kedua tangannya yang memakai sarung tangan putih ke dalam saku celana hitamnya. Ia tampak menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ia terus memperhatikan air pantai yang mengalir dan membawa serta abu Yongri, istrinya. Setelah merasa puas, Siwon berbalik dan menuju audy putih yang terparkir rapi di hadapannya. Ia menaiki mobil itu dan mengendarainya hingga sampai di apartemen. Dengan langkah yang sangat tidak semangat, ia memasukki kamar dimana tempat Yongri menghembuskan nafas terakhirnya. Siwon berbaring di sana dan tampak memejamkan matanya.

Siwon merasa menyesal serta bahagia di saat bersamaan. Ia menyesal karena pernah menyakiti Yongri dengan sangat kejamnya, hingga gadis itu harus menahan sakit sendirian. Namun Siwon juga tidak bisa berbohong bahwa ia bahagia bisa membuat Yongri senang di saat-saat terakhirnya. Siwon bahagia karena Yongri ada bersamanya saat gadis itu memutuskan untuk pergi selamanya. Dan Siwon bahagia karena sudah menjadikan Yongri sebagai istrinya. Satu-satunya perempuan yang akan menyandang status sebagai Ny. Choi Siwon.

Siwon membuka matanya dan bangkit dari tidurnya. Ia duduk di atas tempat tidur dengan kaki menjuntai di lantai. Laki-laki itu membuka laci meja yang terdapat di samping tempat tidur. Ia mengambil sebuah botol berwarna putih yang berisi obat tidur dengan dosis tinggi. Siwon membuka tutup botol itu dan mengeluarkan isinya dalam jumlah banyak. Lebih dari 5 buah. Siwon meminum semua pil obat yang ada di telapak tangannya dengan menelannya secara paksa. Mengingat tidak ada air putih di sekitarnya. Dan Siwon tidak mau menghabiskan waktunya hanya untuk mengambil minum. Yang ingin Siwon lakukan sekarang adalah cepat-cepat bertemu dengan Yongri. Rasa rindunya pada Yongri sudah tidak dapat tertahankan.

Siwon kembali berbaring di atas tempat tidurnya. Matanya terbuka dengan pandangan kosong ke depan. Tidak berapa lama, Siwon merasakan dada serta perutnya sakit teramat sangat. Wajahnya berubah pucat dengan keringat dingin mengalir di sekitar pelipisnya. Dengan kesadarannya yang sudah sangat minim, Siwon dapat melihat Yongri yang berdiri di samping tempat tidur sembari menatapnya. Yongri memakai gaun berwarna putih bersih dan terlihat sangat cocok untuknya. Wajah itu semakin cantik dan tidak pucat seperti kemarin-kemarin. Siwon juga dapat melihat bibir Yongri yang terus melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman.

“Yong…..ri..” Sakit yang Siwon rasakan semakin menjadi. Ia merasa tidak dapat menahan sakit itu lebih lama lagi. Sebelum mata Siwon menutup sempurna, ia melihat Yongri mengulurkan tangan ke hadapannya. Dan Siwon menyambut uluran tangan itu bersamaan dengan matanya yang tertutup untuk selama-lamanya.

~~~

–Fin

 

KYAAAAAA!!!! Akhirnya selesai juga nih FF..

Setelah melewati cobaan yang panjang *fiuhhh*

Sorry kalau misalkan part ini aneh, kecepetan ataupun gak sesuai selera readers.

Soalnya aku buatnya ngebut banget,, karena udah banyak yang nunggu.

Aku juga minta maaf karena gak bisa ngabulin permintaan readers yang maunya happy ending, karena dari awal aku udah mikirin mateng-mateng endingnya.

Pertengahan ceritanya aja yang aku banyak ganti untuk nyesuain permintaan kalian.

So, its the end of my FF REGRET J gak bakalan ada yang namanya sequel lagi karena ini udah bener-bener finish^^

Thanks for all 😀 ditunggu ff ku yang lainnya^^

Advertisements

108 thoughts on “Regret – Part 12 END

  1. huaaaaa ternyata beneran sad ending ><
    Thor ini bener2 Kereeennnnnn d(^o^)b
    Baru ini aq baca ff Siwon yg genre nya sad and bener2 sad sampai endingnya, biasanya aq baca genre sad juga cuma pertengahan cerita aja setelah itu akhirnya ttep happy ending. Tapi itu dia yg bikin ff ini beda dari ff cast siwon yg lainnya! pokonya bener2 DAEBAKKK!!! Good job thor, semoga kamu bisa bikin ff Siwon lebih booming dari yang ini and Happy ending tentunya :^)

  2. Yaolloh aku baca part end nya di sekolah aku gak nyangka kalo ending se sad ini 😥 jadinya dikirain temen2ku aku putus hahahahahh.. temenku heboh bnget lagi lol

    Oh ya daebak eon dari awal part ceritanya emang udah nyesek. Tpi aku br nangis di part 4..

    Ahh mianhae eonni aku baru comment di part ending soalnya jaringan inetku sableng bener2 ngeselin error melulu

  3. Aakkhhh udh bisa nebak banget bakal sad ending huuuuhh dari yang awal kesel karna si youngri keras kepala sampe kyuhyun sma siwon berantem akkhhh tpi suka kok sma crtnya >.<

  4. Hwaaaah…… ff terkereeen yg prnh ku baca ^_^
    Sumpah dr awal sampe ending alurnya apiiiik bgt ^_^ bnar2 bs menyeret nyawa yg baca 😉
    Authornya hebat bgt 🙂 sad nya benar2 bikin nyesseeeek T_T

  5. sampe juga di sini,di mana siwon bareng baremg ma yongri….

    walaupun.di dunia nyata mereka ga bakal satu di alam sana…karna ini di ff ya moga bahagia a

  6. huaa..sad ending..hikhik..jd baper ni thorr..tp spt nya ga sad ending bgt y,mrk bersama lg biarpun alam nya beda.akhir kata..kereeeennn bgt ff nya..jempolan

  7. Inonendingny daebak bener2 nyentuh d hati aku sampe nangis terbaru….maaf commentny bolong2 Karna terlalu exited buat baca sample end… 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

  8. Huuwwaaaaaa…sungguh tega dirimu thor..ga nyangka akan s’nyesek ini baca ya😭😭😭😭😭
    Dr awal ampe ending kemesraan siwon-yongri ga bgth byk,ngarepin bgt bkal happy ending ehh nyatanya bnr2 sad ending..
    Tp makasihh ya thor bwt ff nya..aku suka sm tulisan2 km..hwaiiting👍👍👏👏

  9. Wahh, sedih bgt pas tau akhirnya begini😢
    Keren thor karya ff mu, terimakasih sudah menyelesaikan ceritanya, wlaupun bkin mewek ^^

  10. Omo omo authorr
    Aku memang ga coment ini ff dri part 1dst.
    Karna aku emang penasaran banget .
    Dan aku baca ff ini mulai dari jam7mlm sampe jam 2 dini hari .dan alhasil aku mewek thorrr.
    #curcol .
    Keep writing thorr .

  11. apaaa iniii thor…kenapa nemu aja ide yg kayak gini. Apalagii castnya choi coupel…duh dunia runtuh.
    baru selesai baca dari part 1 sampai akhir. Salam kenal thor, aku reader lama sih…..dan pengemar author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s