Regret – Part 11

Regret – Part 11

Author

Choineke

Title

Regret

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Kim Sangmi, Kim Ryeowook

Genre

Romance, Sad

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Apapun yang kita miliki di dunia ini, tidak akan pernah kita sadari dan syukuri sebelum kita kehilangannya. Setelah hilang, yang akan kita rasakan hanya penyesalan. Penyesalan yang tidak akan pernah ada gunanya.

 

Author POV

Airmata Yongri terus mengalir walaupun sekarang ia tengah berbaring di ranjang rumah sakit. Tn. Kim terpaksa meminta obat penenang kepada dokter agar Yongri tidak histeris lagi. Dan untunglah, sekarang Yongri bisa lebih tenang walaupun airmatanya tidak mau berhenti mengalir. Gadis itu masih terlalu sulit untuk percaya bahwa ia sekarang sudah tidak bisa berjalan. Masih sangat mengharapkan keajaiban yang mungkin akan diberikan Tuhan padanya.

“Sampai kapan kau akan menangis, sayang? Apa kau tidak lelah, huh?” Ny. Kim tampak menyeka airmata yang mengalir dari kedua sudut mata Yongri.

“Eommoni..” Panggil Yongri.

“Iya, sayang? Ada apa? Kau butuh apa? Eommoni akan mengambilkannya.” Sahut Ny. Kim sembari menatap Yongri lembut.

“Bisa tinggalkan aku berdua saja dengan Wookie?” Pinta Yongri. Ny. Kim menatap Ryeowook sebentar yang berdiri tak jauh darinya. Sedangkan Ryeowook menatap Yongri dengan bingung.

“Tetapi kenapa?” Tanya Ny. Kim.

“Tidak ada apa-apa, eommoni. Aku hanya ingin berbicara sebentar dengannya.” Jawab Yongri.

“Jangan sampai kau menyembunyikan apapun lagi pada kami, Yongri-ya.” Kata Tn. Kim mengingatkan.

“Tidak, abeoji.” Kilah Yongri.

“Arraseo. Kami akan keluar dulu.” Kata Ny. Kim dan segera keluar dari ruang rawat Yongri bersama Tn. Kim.

“Ada apa, noona?” Tanya Ryeowook setelah Tn. dan Ny. Kim keluar.

“Tolong aku lakukan sesuatu, Wookie-ya.”

“Apa? Noona mau aku melakukan apa?”

“Siwon pasti akan mencariku. Dan jika itu benar-benar terjadi, katakan padanya bahwa aku pergi.”

“Noona…”

“Pergi bersama Kyuhyun.” Lanjut Yongri. Ryeowook terdiam dan tampak mengerutkan keningnya.

“Katakan padanya bahwa aku memilih untuk bersama Kyuhyun dan tidak akan pernah kembali padanya.” Ujar Yongri dengan airmata yang kembali mengalir.

“Siwon hyung akan membencimu jika seperti itu, noona.” Kata Ryeowook.

“Biarkan saja dia membenciku. Dengan begitu ia akan mudah melupakanku dan mencari gadis lain.”

“Biarkan aku memberitahunya mengenai keadaanmu, noona. Aku yakin Siwon hyung tidak akan meninggalkanmu. Dia sangat mencintaimu.” Bujuk Ryeowook. Yongri menggeleng pelan masih dengan menangis.

“Jangan pernah memberitahunya tentang keadaanku. Biarkan dia membenciku. Biarkan, Wookie.” Pinta Yongri dengan nada memohon. Ryeowook menghela nafas berkali-kali dan tampak berpikir sejenak.

“Baiklah, aku akan melakukannya jika kau menginginkan itu. Kuharap noona tidak akan menyesal dengan apa yang terjadi nanti.” Kata Ryeowook dan segera keluar dari ruang rawat Yongri. Airmata Yongri kembali deras mengalir. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia tidak mau Siwon membencinya. Tetapi ia harus melakukannya. Ia tidak mau Siwon kecewa dengan keadaannya sekarang.

Yongri segera menyeka airmatanya saat mendengar pintu kamarnya terbuka. Ia sedikit terkejut saat melihat sosok Kyuhyun memasukki ruangannya dengan wajah muram.

“Kyuhyun-ah..” Gumam Yongri. Kyuhyun berjalan perlahan menghampiri Yongri dan berdiri di samping tempat tidurnya.

“Ba–bagaimana-”

“Ryeowook hyung yang memberitahuku.” Sahut Kyuhyun langsung saat tau apa yang hendak Yongri tanyakan.

“Seharusnya kau tidak usah datang, Kyuhyun-ah. Aku malu bertemu denganmu.” Kata Yongri dengan airmata yang terus mengalir. Wajah Kyuhyun bertambah muram saat melihat mata Yongri yang memerah dan membengkak karena terlalu banyak menangis.

“Kenapa? Apa karena kau cacat? Karena kau lumpuh kau malu bertemu denganku?” Tanya Kyuhyun dingin. Yongri menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya. Bagaimana mungkin Kyuhyun dapat berbicara seperti itu padanya? Apa dia tidak tau bahwa hati Yongri semakin terpukul mendengarnya?

“Apa buruknya seseorang yang lumpuh, noona? Apa jika kau lumpuh maka kau bukan manusia?”

“Kyuhyun-ah..”

“Yongri noona yang kukenal tidak seperti ini. Kau berubah, noona. Kau terlalu cengeng. Kau bukan wanita ceria seperti yang kukenal beberapa tahun lalu.” Kata Kyuhyun dengan mata memerah. Sejujurnya, Kyuhyun sedih melihat keadaan Yongri yang menjadi lumpuh seperti ini. Tetapi dia tidak mau Yongri menjadi terpuruk hanya karena keadaannya sekarang. Kyuhyun mau Yongri tetap percaya bahwa lumpuh bukan berarti mati.

“Bagaimana mungkin kau bisa berbicara seperti itu, Kyuhyun-ah? Kau tidak tau bagaimana perasaanku! Aku yang merasakannya!! Aku yang lumpuh disini, Cho Kyuhyun!!” Jerit Yongri meluapkan emosinya.

“Lalu kau mau aku mematahkan kakiku, supaya aku bisa merasakan bagaimana lumpuh, eo?” Tanya Kyuhyun sembari menatap Yongri. Yongri hanya diam mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Kalaupun aku lumpuh, aku tidak akan mungkin hanya menangis seperti dirimu. Aku akan menunjukkan pada semua orang bahwa aku masih dapat hidup dengan baik walaupun aku lumpuh!”

“Aku ingin kau seperti itu juga, noona.” Kyuhyun duduk di tepi tempat tidur dan menggenggam kedua tangan Yongri.

“Kau harus menunjukkan pada kami, bahwa kau tetap bisa hidup baik walaupun kau lumpuh.”

“Aku tidak akan bisa hidup dengan baik, Kyuhyun-ah. Aku sudah tidak bisa lepas dari alat-alat ini. Karena jika tidak kepalaku akan semakin sakit.” Isak Yongri menanggapi permintaan Kyuhyun. Kyuhyun mengeratkan genggamannya pada tangan Yongri.

“Kau pasti bisa melewatinya, noona. Aku yakin kau pasti bisa.” Ujar Kyuhyun dengan pelan. Yongri tidak menanggapi kata-kata Kyuhyun. Ia hanya terus mengeluarkan airmatanya. Hingga beberapa saat kemudian, gadis itu tertidur karena terlalu lelah menangis. Kyuhyun dengan setia terus menemani Yongri, memastikan bahwa gadis itu akan selalu baik-baik saja.

 

 

 

Ryeowook menahan nafasnya sebentar saat melihat kehadiran Siwon dihadapannya. Ia tidak menyangka jika apa yang dikatakan Yongri akan benar terjadi. Sepertinya Siwon mencari noonanya.

“Annyeong, Ryeowook-ssi.” Sapa Siwon sembari tersenyum. Dalam hati Ryeowook bertanya-tanya, apakah senyum itu masih akan terlihat setelah apa yang akan disampaikannya nanti.

“Annyeong, hyung.” Balas Ryeowook dengan senyum kaku.

“Di mana Yongri? Aku ingin bertemu dengannya, tadi sebelum ke sini aku mampir ke kantornya. Tetapi dia tidak ada. Bisa tolong aku panggilkan dia?” Pinta Siwon masih dengan tersenyum.

“Noo–noona…” Ryeowook merasa lidahnya kaku. Ia benar-benar ragu ingin melakukan apa yang dipinta oleh Yongri.

“Noo–noona…”

“Ne? Ada apa, Ryeowook-ssi? Kenapa wajahmu seperti itu?” Tanya Siwon bingung.

“Maafkan aku, hyung.” Kata Ryeowook pelan.

“Mwo? Maaf untuk apa?” Siwon semakin tidak mengerti dengan apa yang Ryeowook katakan.

“Noo-noona.. Noona…pergi..” Ucap Ryeowook terbata.

“Ne?! Pergi? Pergi kemana?”

“Jauh…”

“Jauh?” Siwon tersenyum geli. Sedangkan Ryeowook hanya bisa menundukkan kepalanya.

“Walaupun jauh pasti ada tempatnya, kan? Katakan saja dimana? Aku akan menyusulnya ke sana.” Ryeowook menggeleng pelan mendengar kata-kata Siwon.

“Noona pergi bersama Kyuhyun. Dan..dan mereka tidak akan kembali.” Ryeowook merasa kepalanya tertimpa batu ribuan ton setelah mengatakan itu. Ia benar-benar tidak tega melihat wajah Siwon yang sangat terkejut sekarang.

“Apa maksudmu, Ryeowook-ssi? Jangan bercanda. Aku sedang tidak ingin bercanda.” Ujar Siwon dengan wajah serius.

“Aku tidak bercanda, hyung. Noona benar-benar pergi. Ia memilih untuk bersama Kyuhyun.” Sambar Ryeowook. Siwon terdiam mendengar kata-kata Ryeowook. Ia mencoba mencerna dengan baik setiap kata yang didengarnya dari mulut Ryeowook. Sesaat kemudian Siwon tertawa dipaksakan.

“Tidak mungkin.” Desisnya.

“Memang itulah nyatanya, hyung. Sebaiknya sekarang kau pergi dan jangan pernah datang lagi. Karena noona tidak akan pernah kembali.” Kata Ryeowook sembari mencoba menutup pintu rumah. Namun dengan cepat Siwon menahannya. Siwon mendongakkan kepalanya dan menatap Ryeowook dengan tajam. Ryeowook dapat melihat mata Siwon yang memerah.

“Beritahu aku kemana dia pergi! Dia tidak berhak melakukan ini padaku!!” Suara Siwon mulai meninggi.

“Aku tidak tahu.” Sahut Ryeowook. Siwon tersenyum sinis.

“Cih! Pasangan brengsek.” Gumamnya.

“Ya!! Kau tidak berhak berbicara seperti itu tentang noonaku!!” Jerit Ryeowook kesal.

“Cepat pergi dari sini sebelum aku menghajarmu, hyung!” Ryeowook mendorong tubuh Siwon dan segera membanting pintu hingga tertutup. Berulang kali Ryeowook mengucapkan permintaan maaf pada Siwon di dalam hatinya.

Dengan langkah gontai Siwon kembali memasukki mobilnya. Ia mencengkram erat stir mobil hingga buku-buku kukunya memutih.

“BRENGSEK!!” Teriaknya sembari memukul keras stir mobil dihadapannya. Ia tidak menyangka jika Yongri akan meninggalkannya dan lebih memilih bersama Kyuhyun. Siwon pikir selama ini Yongri benar-benar mencintainya. Belum lagi Yongri pernah berjanji bahwa ia tidak akan pernah berpaling kepada Kyuhyun. Namun nyatanya? Yongri sekarang pergi entah kemana bersama Kyuhyun. Pantas saja tadi saat Siwon ke kantor Kyuhyun untuk mencari Yongri, kedua orang itu tidak ada disana. Meja kerja Yongri kosong, begitupun dengan ruangan Kyuhyun. Siwon merasakan airmata mengalir dari sudut matanya. Ia menempelkan dahinya dengan kedua tangannya yang bertumpu pada stir mobil dan menangis sejadi-jadinya.

 

~~~

 

Mencoba untuk tidak menimbulkan suara, Sangmi membuka pelan pintu kamar rawat Yongri. Ia melihat Yongri yang masih tidur. Kedua orangtuanya dan Ryeowook baru saja pulang setelah semalaman menjaga Yongri di rumah sakit. Sangmi berjalan perlahan mendekati Yongri. Gadis itu menatap miris keadaan Yongri. Wajah Yongri tampak pucat dengan terdapat lingkaran mata berwarna hitam. Sangmi bahkan baru menyadari bahwa tubuh Yongri lebih kurus. Entah sudah berapa lama ia tidak memperhatikan Yongri, karena setahunya, tubuh Yongri tidak kurus seperti ini. Sangmi meraih tangan Yongri dan menggenggamnya pelan. Diusapnya dengan lembut telapak tangan Yongri. Sekuat tenaga ia menahan isakan yang hendak keluar karena takut membangunkan Yongri.

Sangmi merasa dirinya benar-benar jahat. Di saat Yongri sakit, ia bahkan masih berniat berbuat jahat pada kakak perempuannya itu. Bukankah seharusnya ia menjaga Yongri? Lama kelamaan, isakan Sangmi mulai terdengar. Ia tidak sanggup untuk menahannya lagi, karena Sangmi benar-benar menyesal dengan apa yang dilakukannya pada Yongri.

Sangmi sedikit terkejut saat melihat mata Yongri yang terbuka dan sedang menatapnya dengan intens. Dengan cepat Sangmi menyeka airmatanya yang mengalir hingga membasahi permukaan wajahnya. Ia hendak meninggalkan Yongri, namun dengan cepat Yongri menahannya.

“Mau..kemana?” Tanya Yongri. Sangmi hanya diam saja dan menundukkan kepalanya.

“Aku sedang butuh teman disini. Apa kau tidak mau menemaniku?” Tanya Yongri lagi. Sangmi mendongak dan menatap Yongri. Kembali ia menangis hingga terisak.

“Eonni tidak membenciku?” Tanyanya. Yongri tersenyum kecil walaupun sulit.

“Bagaimana mungkin aku dapat membenci adikku sendiri?” Tanya Yongri balik.

“Jangan menangis lagi. Kau jelek jika menangis.” Ucap Yongri cepat saat melihat airmata semakin banyak mengalir di wajah Sangmi. Sangmi dengan segera menyeka airmatanya lagi.

“Bisa bantu aku untuk bersandar?” Pinta Yongri. Sangmi mengangguk dan membantu Yongri untuk bersandar dengan dua buah bantal di balik punggungnya.

“Aku senang kau datang.” Kata Yongri dengan tersenyum. Sangmi kembali menundukkan kepalanya.

“Maafkan aku, eonni.” Ucap Sangmi pelan. Yongri tersenyum dan menggenggam tangan Sangmi.

“Maaf untuk apa? Dalam saudara tidak ada kata-kata maaf.” Sahut Yongri.

“Kesalahanku padamu sudah sangat banyak, eonni. Bahkan tidak bisa terhitung lagi. Permintaan maaf pun tidak akan cukup.” Sesal Sangmi. Yongri menggeleng pelan.

“Tidak apa-apa. Aku tidak pernah mempermasalahkannya. Tidak perlu membahasnya lagi, eo?”

“Tapi-”

“Dengan kau menganggapku sebagai kakakmu, aku sudah sangat senang, Sangmi-ya. Yang aku inginkan darimu hanya itu. Jangan pernah mengatakan bahwa aku bukan kakakmu. Bisa, kan?” Sangmi mengangguk cepat untuk menjawab permintaan Yongri.

“Aku tidak akan mungkin menyia-nyiakan kakak sebaik dirimu, eonni.”

“Gomawo, Sangmi-ya.” Yongri dan Sangmi sama-sama tersenyum. Namun tiba-tiba Yongri meringis saat kepalanya kembali sakit. Sangmi tidak dapat menyembunyikan wajah paniknya saat melihat Yongri yang kesakitan.

“Eo–eonni..”

“Aaakkhhh.. Sa–sakiiitttt…” Yongri menjambak kuat rambutnya saat sakit dikepalanya tidak bisa tertahankan lagi.

“Lebih baik aku panggilkan dokter, eonni.” Langkah Sangmi terhenti saat Yongri mencengkram kuat pergelangan tangannya. Sangmi menoleh dan menatap Yongri.

“Ja–ja–jangan.. Mereka..mereka akan menyuntikkan obat lagi…aku tidak mau..itu sakit..” Kata Yongri masih dengan kesakitan. Sangmi menggelengkan kepalanya pelan.

“Saat ini pun kau kesakitan, eonni.” Desis Sangmi bersamaan dengan airmatanya yang kembali mengalir.

“Aakkhhh…akkhhh..” Tubuh Yongri dengan tiba-tiba melemas dan tak sadarkan diri akibat rasa sakit yang tak tertahankan olehnya. Mata Sangmi semakin melebar saat melihat Yongri pingsan.

“Eo–eonni….eonni..” Ucapnya sembari mengguncang pelan tubuh Yongri. Namun tidak ada tanda apa-apa dari tubuh Yongri saat guncangan itu menerpa tubuhnya.

“Eonni, bangun!!” Jerit Sangmi takut. Masih tidak ada pergerakan sama sekali dari Yongri. Dengan cepat Sangmi berlari ke arah pintu kamar dan membukanya dengan lebar.

“DOKTER!!! DOKTER TOLONG EONNIKU!!!”

 

 

 

Tn. dan Ny. Kim, Ryeowook, Sangmi serta Kyuhyun menatap wajah Dokter Yoon dengan cemas. Dokter yang masih terlihat cantik itu walaupun umurnya tidak lagi muda, baru saja keluar dari kamar rawat Yongri. Wajahnya terlihat lelah dan keringat menghiasi wajahnya. Dokter Yoon menatap satu per satu keluarga Yongri yang sedang menuntut penjelasan darinya.

“Bagaimana, dok? Anakku baik-baik saja, kan?” Tanya Tn. Kim penuh harap. Dokter Yoon menatap wajah panik Tn. Kim dan tersenyum kecut.

“Keadaan Yongri….kritis.” Jawab Dokter Yoon pelan. Semua yang ada di sana merasa nafas mereka tercekat saat mendengar jawaban dari Dokter Yoon.

“Yongri..koma.”

“Anakku!!” Ny. Kim langsung histeris begitu mendengar bahwa anak sulungnya itu koma. Ia hampir saja jatuh jika Tn. Kim tidak dengan segera merangkulnya. Ny. Kim menangis sejadi-jadinya di bahu Tn. Kim. Tidak hanya Ny. Kim, Sangmi pun tidak dapat menahan airmatanya untuk tidak mengalir. Tidak! Sangmi belum mau kehilangan Yongri. Masih banyak yang harus dilakukannya untuk menebus kesalahannya pada Yongri.

“Kapan eonniku akan sadar?” Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari Sangmi sembari menatap wajah Dokter Yoon. Dokter Yoon menghela nafas panjang dan tampak berat menjawab pertanyaan dari Sangmi.

“Semua kembali kepada diri Yongri sendiri. Seberapa besar keinginannya untuk sadar dan bertahan dengan penyakitnya ini.” Kata Dokter Yoon.

“Apa kau tidak bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya sadar, huh?!” Suara Sangmi mulai meninggi.

“Kau itu dokter!! Kau harus bisa menyembuhkannya!” Bentak Sangmi. Dokter Yoon tampak menundukkan kepalanya. Bukan karena takut dengan bentakkan Sangmi. Hanya saja ia juga tidak tau bagaimana cara menyembuhkan Yongri. Semua ini karena Yongri yang tidak mau dioperasi. Hingga membuat penggumpalan darah itu semakin menjadi.

“Kenapa kau diam?! Cepat sembuhkan eonniku!!” Jerit Sangmi yang mulai takut terjadi apa-apa pada Yongri. Kyuhyun yang berada di samping Sangmi dengan ragu melingkarkan tangannya pada pundak Sangmi. Ia mencoba untuk menenangkan Sangmi. Sangmi mencoba memberontak, tetapi rangkulan Kyuhyun semakin erat, bahkan Kyuhyun mendekap tubuh Sangmi ke dalam pelukannya.

“Eonniku harus sembuh. Ia harus sembuh..” Lirih Sangmi di dalam pelukan Kyuhyun. Kyuhyun mengusap pelan punggung Sangmi dan tampak mengangguk. Menyetujui ucapan Sangmi bahwa Yongri harus sembuh.

“Saya permisi dulu.” Pamit Dokter Yoon dan meninggalkan keluarga Yongri.

“Kau mau kemana?!” Sangmi dengan segera menahan pergelangan Dokter Yoon saat dokter itu sudah berjalan beberapa langkah.

“Kau tidak boleh pergi sebelum membuat eonniku sadar.” Ancam Sangmi dengan mengeratkan cengkramannya pada tangan Dokter Yoon.

“Sangmi jangan seperti ini.” Ryeowook berusaha melepaskan cengkraman tangan Sangmi pada Dokter Yoon.

“Oppa dia harus membuat Yongri eonni sadar. Apa kau tidak mau jika eonni sadar, eo?” Tanya Sangmi dengan wajahnya yang basah.

“Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Dokter Yoon, Sangmi-ya. Semua tergantung pada noona.” Jawab Ryeowook dan berhasil menjauhkan Sangmi dari Dokter Yoon. Dokter Yoon dengan segera meninggalkan mereka karena takut Sangmi menahannya kembali. Sangmi tampak hendak menahan kembali Dokter Yoon. Namun dengan cepat Ryeowook dan Kyuhyun menahannya. Tubuh Sangmi merosot begitu saja hingga menyentuh dinginnya lantai rumah sakit. Ia menangis sekuat tenaga untuk melampiaskan rasa takutnya. Sedangkan Ryeowook dan Kyuhyun hanya dapat bersandar di dinding sembari menundukkan kepala mereka.

“Aku tau!” Ucap Sangmi tiba-tiba dan membuat semua kepala menoleh untuk menatapnya. Sangmi berdiri dan menyeka kasar airmatanya.

“Aku tau apa yang bisa membuat eonni sadar!” Lanjutnya dan hendak pergi sebelum Ryeowook berhasil menahannya. Sangmi menatap Ryeowook dengan pandangan protes.

“Tidak. Noona tidak ingin bertemu dengannya, Sangmi-ya.” Kata Ryeowook yang bisa membaca pikiran Sangmi.

“Eonni membutuhkannya, oppa! Hanya itu yang mampu membuat eonni bertahan.” Bantah Sangmi dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Ryeowook. Berhasil. Dengan cepat Sangmi berlari menyusuri koridor rumah sakit untuk membawa seseorang yang bisa membuat Yongri bertahan.

“Sangmi!! Kim Sangmi!!” Jerit Ryeowook yang tidak diperdulikan sama sekali oleh Sangmi.

 

Sangmi menuruni taksi yang baru saja membawanya pada sebuah gedung apartemen mewah. Ia menatap sebentar gedung apartemen itu sebelum memutuskan untuk masuk dan menemui seseorang yang berada di apartemen ini.

Sangmi menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan sebelum akhirnya menekan bel apartemen. Cukup lama ia menunggu hingga akhirnya pintu itu terbuka dan membuatnya memundurkan sedikit langkahnya.  Sangmi memalingkan wajahnya saat bau alkohol yang menyengat menyapa indera penciumannya.

“Siwon oppa..” Gumamnya. Airmata Sangmi kembali mengalir saat melihat penampilan Siwon yang benar-benar berantakkan.

“Ahh, Kim Sangmi. Adik dari wanita brengsek itu.” Ucap Siwon sembari tersenyum sinis.

“Op–oppa,, apa maksudmu…wanita brengsek?” Tanya Sangmi bingung. Siwon kembali tersenyum sinis dengan setetes airmata yang mengalir dari sudut matanya.

“Kakak perempuanmu itu, wanita brengsek.” Jawab Siwon.

“Oppa!!” Bentak Sangmi tidak terima dengan kata-kata Siwon.

“Wae? Kau mau marah, eo? Nyatanya dia memang brengsek. Dia pergi meninggalkanku dengan laki-laki lain. Apa namanya jika bukan brengsek?”

 

PLAKKK!!

 

Siwon langsung menatap Sangmi tajam saat mendapat tamparan dari Sangmi. Sangmi membalas tatapan Siwon dengan sama tajamnya.

“Kenapa kau menamparku, huh?” Tanya Siwon masih dengan menatap Sangmi tajam.

“Kau tidak berhak berkata seperti itu!! Eonniku tidak seperti yang kau pikirkan!” Jawab Sangmi dengan berteriak. Lagi-lagi Siwon tersenyum sinis.

“Yongri pergi bersama Kyuhyun dan meninggalkanku!!” Balas Siwon yang mulai terbawa emosi.

“Mwo?!” Sangmi tidak dapat menutupi rasa terkejutnya saat kata-kata itu mengalir lancar dari mulut Siwon.

“Kenapa? Terkejut? Atau tidak menyangka kakakmu itu dapat melakukannya?” Sindir Siwon.

“Ba–bagaimana..”

“Cepat pergi dari sini. Aku tidak mau berurusan dengan keluargamu lagi.” Usir Siwon dan mencoba menutup pintu apartemennya. Namun Sangmi langsung menahannya.

“I–itu..itu tidak benar.” Desis Sangmi dengan menundukkan kepalanya.

“Tidak benar? Mau mencoba membela eonnimu, eo?”

“Eonni…sakit.”

“Mwo?”

“Penggumpalan darah.” Siwon terdiam mendengar kata-kata Sangmi. Mencoba mencerna apa maksud dari kata-kata itu. Namun ia tetap tidak mengerti.

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon.

“Eonni sakit, oppa. Penggumpalan darah di otak. Kakinya lumpuh. Dan sekarang…sekarang eonni sedang koma.” Jelas Sangmi. Siwon merasa pasokan oksigen disekitarnya habis. Ia tidak dapat bernafas dengan normal. Tercekat. Jantung Siwon berdetak berkali-kali lebih cepat hingga membuatnya merasakan sakit. Mata Siwon terus menatap Sangmi. Berharap Sangmi akan berteriak “AKU BERCANDA!” Namun nyatanya yang dilihatnya hanya Sangmi yang sedang menangis.

“Ja–jangan bercanda denganku.” Ucap Siwon pelan.

“Kau pikir nyawa seseorang pantas untuk dijadikan lelucon?” Tanya Sangmi lirih.

“Tidak.. Itu tidak mungkin..” Gumam Siwon sembari memundurkan langkahnya. Mencoba untuk tidak mempercayai semua kata-kata Sangmi. Yongri sakit? Bagaimana mungkin? Selama ini gadis itu baik-baik saja saat bersamanya. Namun tiba-tiba Siwon merasakan dadanya sesak saat mengingat beberapa kali Yongri tampak kesakitan dihadapannya. Wajahnya juga beberapa kali terlihat pucat.

“Kumohon, oppa. Hanya kau yang mampu membuat eonni bertahan. Eonni sangat membutuhkanmu, oppa.” Sangmi menautkan jari-jarinya di depan dada persis seperti orang yag sedang memohon. Sangmi menatap Siwon dengan wajah penuh harapan. Berharap Siwon mempercayai kata-katanya dan dapat membuat Yongri bertahan.

“Yongri…Yongri…!” Siwon dengan cepat keluar dari apartemennya dan meninggalkan gedung apartemen untuk menemui Yongri. Sangmi ikut berlari menyusul Siwon. Di sela-sela kegiatan berlarinya, ia tersenyum lega.

“Eonni…kumohon bertahanlah.” Gumamnya.

 

 

Ryeowook, Kyuhyun serta Tn. dan Ny. Kim segera menoleh saat mendengar langkah kaki yang mendekati mereka dengan terburu-buru. Tampak terkejut saat melihat Siwon yang menghampiri mereka dengan nafas tersengal. Siwon memperhatikan wajah mereka satu per satu. Ia semakin mempercayai kata-kata Sangmi saat melihat seluruh keluarga Yongri ada disini.

“Dimana..Yongri?” Tanyanya.

“Noona tidak mau menemuimu.” Kata Ryeowook dan segera berdiri di depan pintu kamar Yongri.

“Yongri membutuhkanku, Ryeowook-ssi.” Balas Siwon sembari mendekati kamar Yongri. Ryeowook menggeleng tegas.

“Tidak. Noona tidak membutuhkanmu! Noona tidak mau bertemu denganmu!! Cepat pergi dari sini.” Ryeowook mendorong kuat tubuh Siwon agar menjauh darinya. Namun Siwon mencoba tetap bertahan pada posisinya.

“Oppa!! Biarkan Siwon oppa masuk ke dalam.” Ucap Sangmi yang tiba-tiba sudah berada di samping Siwon.

“Kau tidak tau apa-apa!! Jangan ikut campur.” Bentak Ryeowook.

“Biarkan aku masuk, Ryeowook-ssi. Kau tidak berhak melarangku.” Ujar Siwon. Laki-laki itu mencoba menerobos tubuh Ryeowook untuk dapat masuk ke dalam kamar Yongri. Namun Ryeowook sekuat tenaga bertahan dan mendorong Siwon menjauh. Siwon tampak putus asa saat melihat Ryeowook yang benar-benar tidak mengizinkannya masuk.

“Kumohon, Ryeowook-ssi. Yongri membutuhkanku.” Ucap Siwon pelan seiring airmatanya yang keluar. Ryeowook memalingkan wajahnya agar tidak terpengaruh dengan wajah memelas Siwon. Dengan tiba-tiba, Siwon berlutut di hadapan Ryeowook. Semua yang ada di sana menatap itu dengan pandangan tidak percaya.

“Kau ingin aku melakukan apa? Katakan padaku, agar aku bisa melihat Yongri. Aku mohon. Aku benar-benar mengkhawatirkannya.” Mohon Siwon dengan kepala menunduk.

“Ryeowook-ah..” Panggil Ny. Kim yang membuat Ryeowook menoleh.

“Biarkan dia masuk, nak.” Kata Ny. Kim lembut. Ryeowook mengalihkan pandangannya kembali menatap Siwon. Jujur ia juga merasa iba melihat Siwon yang rela berlutut agar dapat bertemu Yongri. Namun ia hanya menjalankan apa yang diinginkan Yongri. Mata Ryeowook semakin melebar saat melihat Sangmi yang juga ikut berlutut di hadapannya. Sangmi mendongak dan menatap Ryeowook dengan matanya yang penuh airmata.

“Biarkan Siwon oppa masuk, oppa. Aku tidak mau sesuatu terjadi pada eonni.” Isak Sangmi. Ryeowook menghela nafas panjang sebelum akhirnya bergeser dari posisi sebelumnya.

“Masuklah.” Ucapnya pelan. Siwon mendongak dan menatap Ryeowook. Ia segera berdiri dan tersenyum lega.

“Jeongmal gomapta, Ryeowook-ssi.” Katanya dan segera masuk ke dalam ruangan Yongri. Sangmi menundukkan kepalanya dan kembali bernafas lega. Ia hanya berharap Yongri dapat merasakan kehadiran Siwon dan segera sadar. Tubuh Sangmi sedikit tersentak saat merasakan sepasang tangan di kedua lengannya. Ketika ia mendongak, didapatinya Kyuhyun yang sedang menunduk sembari menatapnya.

“Berdirilah.” Kata Kyuhyun dan membantu Sangmi berdiri. Aneh, Sangmi merasa wajahnya memanas saat berada sedekat ini dengan Kyuhyun. Ia juga merasakan perasaan gugup yang baru saat ini dirasakannya. Dulu saat berpacaran dengan Siwon, Sangmi tidak pernah merasa gugup saat  berada dalam jarak yang cukup dengan dengan laki-laki itu. Tetapi kenapa sekarang ia bisa gugup hanya karena seorang Cho Kyuhyun? Apa mungkin…..

 

 

Siwon menatap nanar keadaan Yongri yang tampak tidak berdaya. Dengan langkah perlahan didekatinya ranjang dimana tubuh itu terbaring tidak sadarkan diri. Siwon tidak mau repot-repot menahan airmata yang mendesak keluar dari kedua pelupuk matanya. Ia membiarkan airmata itu mengalir begitu saja. Siwon langsung menggenggam tangan Yongri saat sudah berada di dekat kekasihnya itu. Bunyi alat-alat di sekitar ranjang Yongri membuat perasaan Siwon tidak menentu. Alat pendeteksi jantung itu berbunyi tanpa mau berhenti, membuat Siwon benar-benar takut. Laki-laki itu menatap wajah pucat Yongri dengan matanya yang setia terpejam.

“Kau tidak boleh seperti ini, Yongri-ya.”

“Kau harus menjelaskan padaku, apa maksudmu menyembunyikan penyakit ini dariku, sayang.” Siwon mengusap pelan pipi Yongri yang terlihat lebih tirus sekarang.

“Bagaimana mungkin kau malah membuatku membencimu di saat keadaanmu seperti ini, Yongri-ya? Kau benar-benar membuatku mengutuk diriku sendiri.” Siwon terus mengajak Yongri berbicara, walaupun ia tau itu tidak ada gunanya. Lama kelamaan airmata yang mengalir dari mata Siwon semakin deras.

“Buka matamu, sayang. Aku ingin melihat mata itu menatapku.” Pinta Siwon lirih. Ia mengecup singkat punggung tangan Yongri yang sedang digenggamnya.

“Saat ini aku lelah sekali. Aku ingin tidur. Jika nanti aku bangun dari tidurku, apa kau akan membuka matamu?” Tanya Siwon dan menatap Yongri penuh harap. Laki-laki itu tersenyum miris sebelum akhirnya duduk di kursi sebelah tempat tidur Yongri. Ia merebahkan kepalanya pada ranjang Yongri dan memejamkan matanya. Sebentar saja untuk Siwon akhirnya terlelap dalam tidurnya masih dengan menggenggam tangan Yongri. Tanpa Siwon dan yang lainnya ketahui, airmata mengalir dari kedua sudut mata Yongri yang terpejam.

 

~~~

 

Siwon membuka matanya perlahan saat sinar matahari sudah mulai meninggi. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali sebelum akhirnya mata itu terbuka sempurna. Siwon menghela nafas kecewa saat melihat Yongri yang belum sadar dari komanya. Namun Siwon tersenyum saat melihat wajah Yongri yang tampak cantik karena terkena terpaan sinar matahari. Wajah itu lebih bercahaya daripada kemarin. Dengan hati-hati Siwon membelai pipi Yongri dan mengecup keningnya lama.

“Selamat pagi, sayang.” Bisiknya. Siwon mengalihkan pandangannya dari Yongri saat mendengar pintu kamar Yongri dibuka. Ia melihat Ryeowook yang memasukki kamar Yongri dan berjalan mendekati Yongri.

“Sebaiknya kau pulang dan istirahat, hyung.” Usul Ryeowook sembari menatap Siwon. Siwon menggeleng pelan.

“Tidak. Aku akan tetap disini menemani Yongri. Aku ingin dia melihatku saat matanya terbuka nanti.” Tolak Siwon.

“Tapi kau juga butuh istirahat, hyung. Noona tidak akan suka jika kau menyiksa dirimu seperti ini.”

“Aku bilang tidak mau, Ryeowook-ssi. Jangan memaksaku. Aku tidak akan meninggalkan Yongri.” Tegas Siwon yang membuat Ryeowook terdiam. Ryeowook menghela nafas panjang.

“Terserah kau saja.” Gumamnya.

“Bisa kau jelaskan padaku, sebenarnya apa yang menyebabkan Yongri seperti ini?” Pinta Siwon dengan menatap Ryeowook intens.

“Kecelakaan 12 tahun yang lalu.” Jawab Ryeowook.

“Mwo? Kecelakaan?” Ryeowook mengangguk.

“Terdapat benturan yang tidak terlihat saat noona mengalami kecelakaan itu. Itulah yang mengakibatkan penggumpalan darah terjadi pada otaknya.” Jelas Ryeowook. Siwon diam saja menunggu penjelasan Ryeowook selanjutnya.

“Sebenarnya noona bisa sembuh jika dia mau melakukan operasi. Tapi sayangnya dia menolak untuk operasi.” Ryeowook tersenyum miris.

“Kenapa dia tidak mau dioperasi?” Tanya Siwon. Ryeowook menatap Siwon tajam.

“Kau, hyung. Ia tidak mau dioperasi karena kau.” Siwon tampak terkejut mendengar jawaban Ryeowook.

“A–aku?” Tunjuknya pada dirinya sendiri.

“Operasi itu dapat menyebabkan noona kehilangan ingatan total. Noona tidak mau itu terjadi. Ia tidak mau kehilangan ingatan tentangmu.” Hati Siwon mencelos mendengar penjelasan Ryeowook. Secara tidak langsung ia yang menyebabkan Yongri seperti ini.

“Penggumpalan darah itu terjadi saat noona masih tinggal bersamamu di apartemen. Saat-saat dimana kau mencampakkannya, hyung. Jika ingatannya tentangmu hilang, kesempatanmu untuk meninggalkannya semakin besar. Itulah yang noona takutkan.” Kabur. Entah mengapa pandangan Siwon menjadi kabur saat kata-kata Ryeowook itu menembus telinganya. Brengsek. Siwon memaki dirinya sendiri. Ia memang laki-laki paling brengsek di dunia ini. Bagaimana mungkin Yongri dapat mengorbankan segalanya demi laki-laki brengsek seperti dirinya? Yongri rela lumpuh hanya untuk dirinya. Lalu apa yang dilakukannya selama ini pada Yongri? Apa yang sudah diperbuatnya pada Yongri? Yang dapat dilakukannya hanya membuat Yongri menangis, menangis, dan menangis. Oh, Siwon benar-benar ingin membunuh dirinya sendiri.

“Jujur saja aku tidak tau apa yang ada di otakmu dan Sangmi, saat kalian memutuskan untuk menyakiti noona saat itu. Noona adalah wanita terbaik yang pernah kutemui. Wanita berhati malaikat yang tidak akan pernah aku temui dimanapun. Bagaimana mungkin kalian tega melakukan itu padanya? Apa yang sudah noona lakukan pada kalian, hingga kalian membalasnya seperti itu, hyung?” Tanya Ryeowook lirih. Ia menatap Siwon dengan pipinya yang basah oleh airmata. Sama halnya dengan Siwon yang menjadi lawan bicaranya saat ini.

“Noona tidak pernah mencintai laki-laki lain selain dirimu, hyung. Sejak awal kalian bertunangan hingga saat ini ia terbaring koma. Hanya kau, hyung. Saat aku mengatakan padamu bahwa noona pergi bersama Kyuhyun, seharusnya kau tidak percaya itu. Seharusnya kau tau bahwa noona tidak mungkin memilih Kyuhyun daripada kau. Tapi apa yang kau lakukan? Kau justru mengatakan bahwa noona brengsek. Bagaimana mungkin kau bisa mencintai noona jika kau tidak mengenal noona dengan baik?”

“Cukup! Cukup, Ryeowook-ssi.” Desis Siwon yang sudah tidak tahan dengan semua kalimat-kalimat Ryeowook yang menghakiminya.

“Cukup? Kenapa? Kau menyesal mendengarnya? Hatimu sakit, hyung? Apa kau pikir itu sebanding dengan apa yang noona rasakan? Itu bahkan baru satu persennya saja, hyung!”

“Aku tau aku memang salah. Aku tau kalau aku adalah laki-laki brengsek yang tidak pantas dicintai oleh Yongri. Tapi apakah kau harus menghakimiku seperti ini? Tanpa kau melakukannya pun, aku sudah sangat menyesal dengan apa yang kulakukan. Aku ingin menebus semuanya. Tetapi aku bahkan belum sempat melakukannya.” Sesal Siwon. Ryeowook menyeka airmatanya dan mengangguk pelan.

“Setidaknya kau merasakan penyesalan, dan itu sudah cukup untuk menghukummu, hyung. Pergunakanlah waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, hyung. Jangan sampai kau menyesal untuk yang kedua kalinya.” Pesan Ryeowook dan segera keluar dari kamar rawat Yongri. Meninggalkan Siwon yang masih menangis menyesali perbuatannya. Siwon mengalihkan pandangannya dan menatap Yongri. Kembali ia menggenggam tangan Yongri dengan erat.

“Bangunlah, sayang. Bangun dan makilah aku! Pukul aku karena sudah banyak menyakitimu.” Ujar Siwon dengan mengguncang pelan tubuh Yongri.

“Kenapa kau diam saja? Aku bilang bangun, Choi Yongri!! Sampai kapan kau akan tidur seperti ini? Masih banyak yang harus aku lakukan denganmu.” Isak Siwon. Tangan Yongri basah oleh tetesan airmata Siwon yang mengenai tangannya. Siwon menundukkan kepalanya, tampak sangat putus asa melihat Yongri yang tak kunjung sadar.

“Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu sadar?” Gumamnya pelan.

 

~~~

 

Siwon mengitari sebuah tempat yang ia sendiripun tidak tau itu tempat apa. Sebuah tempat yang menyerupai taman, karena terdapat banyak bunga berwarna warni menghiasi di sekeliling tempat itu. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah danau dengan air yang sangat jernih, hingga kita dapat melihat pantulan diri kita pada air itu. Siwon tersenyum saat melihat kejernihan air itu. Ia menjongkokkan dirinya pada tepi danau dan menyelamkan tangan kananya ke dalam danau. Saat ia mengangkat tangannya, masih terdapat sisa-sisa air danau dan membuat Siwon tertarik untuk mencicipinya. Siwon menatap takjub air danau itu saat kesegaran yang didapatkannya setelah mencicipi airnya. Kesegaran yang tidak pernah Siwon dapatkan saat ia meminum air dingin sekalipun.

Siwon beranjak dari posisinya saat samar-samar mendengar seseorang bersenandung. Ia tidak tau dimana dan hanya mengikuti kemana kakinya melangkah. Cukup lama Siwon mengikuti suara senandung itu hingga akhirnya ia melihat sebuah kursi panjang berwarna putih mengkilap yang terletak dengan posisi membelakanginya. Namun bukan itu yang membuat Siwon tertarik. Melainkan pada seorang gadis yang sedang duduk memunggunginya. Rambut gadis itu tergerai indah di punggungnya. Bahunya yang kecil namun tampak kokoh mengundang keinginan Siwon untuk merangkulnya. Suara senandung itu semakin lama semakin jelas terdengar oleh telinga Siwon. Ia yakin bahwa suara itu berasal dari gadis yang masih setia duduk membelakanginya. Dengan langkah perlahan Siwon mendekati gadis itu hingga akhirnya ia berdiri tepat di belakangnya. Benar dugaannya, senandung itu berasal dari gadis tersebut. Karena kenyataannya, Siwon mendengarnya dengan sangat jelas.

Dengan ragu Siwon meletakkan tangan kirinya di atas pundak kanan gadis itu. Seketika itu juga senandung yang sedari tadi terdengar langsung terhenti. Dengan ragu gadis itu menolehkan kepalanya dan berhasil membuat Siwon menahan nafasnya sebentar. Hanya  sebentar karena setelah itu Siwon dapat bernafas dengan lega.

“Yongri-ya..” Siwon dapat mendengar suaranya yang penuh kebahagiaan saat menyebutkan nama itu.

“Kau berhasil menemukanku.” Sahut Yongri dengan tersenyum. Siwon terpaku melihat senyum itu. Senyum terindah dari Yongri yang baru kali itu dilihatnya. Bukan hanya senyumnya, tetapi juga penampilan Yongri yang tampak sangat cantik. Sebuah gaun berwarna putih sebatas lutut dengan mahkota ranting di atas kepalanya.

Yongri berdiri dari duduknya dan berjalan sedikit mengitari kursi panjang itu, hingga akhirnya berdiri tepat di hadapan Siwon. Tanpa penghalang apapun.

“Kenapa lama sekali baru menemukanku?” Tanya Yongri dengan cemberut. Siwon mengerutkan keningnya karena bingung akan kata-kata Yongri.

“Menemukanmu?” Ulang Siwon tanpa sadar.

“Sudahlah, tidak perlu dibahas. Ayo kita jalan-jalan saja.” Kata Yongri dan segera menarik tangan Siwon untuk mengitari taman yang tampak seperti surga itu.

Yongri mengaitkan tangannya pada lengan kekar Siwon dan menaruh kepalanya di atas bahu Siwon. Wajah itu tampak terus tersenyum menikmati saat-saat yang sangat dinantikannya. Siwon semakin dibuat terpesona oleh oleh Yongri karena wajahnya yang tidak pernah lelah tersenyum.

“Kau tidak lelah terus tersenyum?” Tanya Siwon sembari mengalihkan pandangannya dari wajah Yongri. Yongri mengangkat kepalanya dan menatap Siwon dengan mengerucutkan bibirnya. Kaki mereka masih terus melangkah tanpa merasakan lelah sedikitpun.

“Apa salah jika aku tersenyum?” Tanya Yongri balik. Siwon kembali menatap wajah Yongri.

“Tentu tidak salah. Kau terlihat sangat cantik saat tersenyum. Tetapi aku tidak mau jika ada laki-laki lain yang melihatmu saat tersenyum.” Jawab Siwon. Yongri kembali tersenyum mendengar kata-kata Siwon.

“Disini tidak ada siapapun selain kita berdua.” Kata Yongri yang membuat Siwon membelalakan matanya.

“Tidak ada siapapun?” Tanyanya memastikan. Yongri mengangguk pasti.

“Hanya kau..dan aku..”

“Ba–bagaimana mungkin? Memangnya ini dimana, Yongri-ya? Sejujurnya aku masih bingung.” Kata Siwon mengutarakan isi hatinya sedari tadi. Yongri menaikkan kedua bahunya pertanda tidak tau.

“Aku juga tidak tau ini dimana. Tetapi aku suka berada disini. Apalagi ada kau yang menemaniku.” Sahut Yongri.

“Tetapi kita harus kembali.” Kata Siwon.

“Kembali? Kemana? Aku tidak mau. Aku mau terus berada disini.” Tolak Yongri tegas.

“Tidak bisa, Yongri-ya. Keluarga kita akan khawatir jika kita tidak kembali.” Bujuk Siwon. Yongri menggeleng kuat dan melepaskan genggamannya pada lengan Siwon.

“Masih banyak tempat yang harus aku datangi disini. Aku belum bisa kembali.” Ujar Yongri dan dengan perlahan berjalan mundur menjauhi Siwon.

“Apa yang kau lakukan, Yongri-ya? Berhenti disana!” Perintah Siwon. Kembali Yongri menggeleng kuat.

“Aku tidak bisa.” Ucap Yongri.

“Choi Yongri, aku bilang berhenti!! Kau harus ikut denganku! Kita harus pulang.” Bentak Siwon yang mulai panik saat melihat Yongri yang semakin menjauh. Yongri tidak menjawab dan hanya terus menggelengkan kepalanya. Siwon mencoba mengejar Yongri. Namun lama kelamaan tubuh Yongri menjadi menipis hingga akhirnya menghilang seperti debu yang berterbangan. Siwon yang melihatnya kontan terkejut dan menghentikan langkahnya. Ia memutar badannya berkali-kali untuk memastikan bahwa Yongri masih berada di tempat itu. Namun nyatanya ia hanya sendiri berdiri di sana. Tidak di temani oleh Yongri ataupun siapapun.

“Yongri!!”

“Yongri-ya!!”

“CHOI YONGRI!!” Siwon membuka matanya dengan nafas yang tersengal. Ia memperhatikan keadaan sekitar dan ternyata masih berada di kamar rawat Yongri. Namun tiba-tiba jantungnya berdetak cepat saat melihat mesin pendeteksi jantung itu menunjukkan garis panjangnya. Tidak ada garis naik turun seperti kemarin-kemarin. Siwon berdiri dari duduknya dan menatap mesin itu dengan takut. Ia mengalihkan pandangannya pada Yongri yang masih sama seperti kemarin. Tidak menunjukkan pergerakan sama sekali.

“Yongri..” Gumamnya.

“Yongri bangun!!” Jerit Siwon sembari mengguncang tubuh Yongri. Nihil. Tidak ada hasil apapun dari perlakuannya itu. Siwon menangkupkan kedua tangannya pada wajah pucat Yongri.

“Tidak. Aku belum mengizinkanmu meninggalkanku!! Kau tidak boleh meninggalkanku seperti ini, Choi Yongri!!”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

98 thoughts on “Regret – Part 11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s