Our Wedding (It’s Enough Sequel-After Married)

Our Wedding (It’s Enough Sequel-After Married)

Author : Choineke

Title : Our Wedding

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Genre : Romance

Length : Oneshoot

Rating : PG-15

 

 

Author POV

The Wedding’s Day

“Saya Choi Siwon menerima engkau Choi Yongri sebagai pendamping hidup dalam senang maupun susah, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, dengan perantara Tuhan dan di hadapan semua orang yang ada disini, sampai maut memisahkan kita.”

“Saya Choi Yongri menerima engkau Choi Siwon sebagai pendamping hidup dalam senang maupun susah, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, dengan perantara Tuhan dan di hadapan semua orang yang ada disini, sampai maut memisahkan kita.”

“Saya nyatakan kalian telah sah menjadi sepasang suami istri.” Tepukan tangan yang meriah tampak terdengar disetiap sudut Gereja. Banyak wajah-wajah antusias mengiringi penyatuan dua buah keluarga Choi. Nyonya Choi pun tampak meneteskan airmata bahagia melihat anak laki-laki sulungnya yang akhirnya bersatu dengan Yongri setelah beratnya masalah yang dihadapi.

“Mempelai pria boleh mencium mempelai wanita.” Ucapan sang pastur membuat suasana menjadi riuh. Suara yang berasal dari Choi Seunghyun dan juga Lee Hyukjae. Choi Siwon, selaku mempelai pria mendekatkan dirinya kepada Choi Yongri sebagai mempelai wanita. Siwon memajukan wajahnya dan mempersempit jaraknya dengan Yongri. Teriakan protes dan kecewa terdengar jelas manakala saat Siwon mendaratkan bibirnya di kening Yongri. Yongri membuka matanya dan menatap Siwon dengan bingung. Iapun tidak menyangka jika Siwon hanya akan mencium keningnya. Siwon mendekatkan bibirnya pada telinga Yongri.

“Maaf membuatmu kecewa, Nyonya Choi. Aku hanya tidak mau orang-orang iri melihat kemesraan kita. Tetapi aku janji, nanti malam aku akan menyerahkan diriku sepenuhnya padamu.” Bisik Siwon. Wajah Yongri kontan memerah mendengar kata-kata Siwon. Jika tidak ingat mereka berada di mana sekarang, bisa dipastikan Yongri akan menyumpal mulut Siwon yang terlalu mesum. Siwon menjauhkan wajahnya dan tersenyum melihat wajah Yongri yang memerah.

 

 

“Selamat, Yongri-ya. Akhirnya kau menikah dengan sunbae!” Hyerim memberikan pelukan kepada Yongri.

“Gomapta, Hyerim-ah. Cepatlah menyusul.” Goda Yongri membuat Hyerim menundukkan wajahnya karena malu.

“Sunbae, selamat! Jaga temanku baik-baik. Jangan membuatnya menangis lagi.” Ujar Hyerim pada Siwon.

“Gomawo, Hyerim-ah. Kau tenang saja. Aku akan menjaga Yongri semampuku.” Balas Siwon sembari memeluk pinggang Yongri.

“Dan berhentilah memanggilku sunbae. Aku sudah bukan seniormu lagi.” Ucap Siwon yang disambut anggukan dari Yongri.

“Arraseo. Aku akan memanggilmu oppa mulai sekarang.”

“Lihat itu, Yongri-ya.. Hyerim saja mau memanggilku oppa. Kenapa kau tidak mau?” Yongri mencibir pelan.

“Terserahku mau memanggilmu apa!” Ucap Yongri ketus.

“Kalian baru saja menikah tetapi sudah bertengkar.” Ucap Hyerim sembari tersenyum kecil.

“Oh ya, mana Kyuhyun oppa?” Tanya Yongri.

“Eum, sepertinya sedang mencari minum.” Jawab Hyerim sembari memanjangkan lehernya mencari keberadaan Kyuhyun.

“Siwon-ah!!!!” Jerit Hyukjae yang sudah tiba-tiba berdiri di samping Siwon sembari merangkulnya.

“Astaga! Kau mau membuatku tuli, huh?!” Siwon melepaskan rangkulan Hyukjae dengan kesal.

“Tck! Pengantin baru tidak boleh marah-marah.” Siwon memutar kedua bola matanya seakan malas mendengar perkataan teman baiknya itu.

“Yongri-ya, selamat atas pernikahanmu. Kuharap kau mempunyai kesabaran yang meningkat dalam menghadapi Siwon.” Ujar Hyukjae. Yongri tersenyum geli melihat ekspresi Siwon saat Hyukjae mengatakan itu.

“Gomawo, oppa. Sebelum menikahpun aku sudah sangat bersabar.”

“Yongri-ya…” Rengek Siwon melihat Yongri membenarkan ucapan Hyukjae.

“Lihat-lihat! Belum apa-apa sikap manjanya sudah keluar.” Hyukjae terus menggoda Siwon.

“Ya, Hyukjae!! Aish!!”

“Yongri-ya..”

“Oppa…” Yongri segera memeluk Seunghyun saat laki-laki itu menghampirinya. Yang lain hanya mampu tersenyum saat melihat kedua kakak beradik itu saling berpelukan. Tak terkecuali Siwon yang juga ikut tersenyum sembari mengusap puncak kepala Yongri saat melihat tingkah manja istrinya itu.

“Kau bahagia?” Tanya Seunghyun setelah melepaskan pelukan Yongri.

“Ya. Sangat bahagia.”

“Berjanjilah untuk terus bahagia. Bukankah itu keinginan terakhir eomma?”

“Aku tau, oppa. Aku tidak akan pernah melupakan permintaan terakhir eomma.” Seunghyun tersenyum dan mencium kening Yongri.

“Jaga Yongri untukku, Siwon-ah.” Pinta Seunghyun pada Siwon.

“Tanpa kau mintapun, aku pasti akan menjaganya. Kau tenang saja.” Sahut Siwon.

“Bukan hanya menjaga, tetapi kau juga tidak boleh sampai membuatnya menangis. Jika satu kali saja kau melakukannya, aku akan langsung membawa Yongri pulang. Arraseo?!” Siwon tersenyum kecil mendengar ancaman Seunghyun.

“Arraseo. Tetapi apa kau juga akan membawanya pulang, jika aku membuatnya menangis karena bahagia?”

“Hahaha….” Tawa bahagia langsung terdengar saat mendengar candaan Siwon.

 

 

Siwon dan Yongri sampai di rumah Siwon saat langit sudah berubah gelap. Para orangtua memang sudah lebih dulu pulang, sedangkan Siwon, Yongri serta teman-teman mereka mengadakan pesta kecil-kecilan terlebih dahulu untuk merayakan pernikahan Siwon dan Yongri.

“Kalian sudah pulang?” Nyonya Choi tampak membantu Yongri berjalan, mengingat gaun panjang yang digunakannya.

“Kenapa eomma belum tidur?” Tanya Siwon.

“Eomma memang sengaja menunggu kalian.” Jawab Nyonya Choi.

“Ahh gaun ini benar-benar menyusahkanku. Bolehkan aku merobeknya?” Tanya Yongri polos sembari menatap Siwon.

“Mwo? Robek?” Siwon tersenyum geli melihat wajah polos bercampur kesal dari Yongri.

“Aku harus menghabiskan waktu berapa lama hanya untuk berjalan. Aish!!” Gerutu Yongri.

“Lebih baik kalian segera ke kamar agar bisa beristirahat. Dan agar Yongri bisa segera melepaskan gaun ini. Kasihan dia.” Ujar Nyonya Choi kepada Siwon. Siwon mengangguk mengerti.

“Kajja!”

“Akkhh!!” Yongri baru saja hendak melangkah saat dengan tiba-tiba Siwon menggendong tubuh mungilnya di depan dada. Yongri segera melingkarkan kedua tangannya di leher Siwon.

“Jika sudah seperti ini, apa kau masih kesusahan, istriku?” Bisik Siwon. Yongri menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Siwon karena malu. Pasalnya saat itu Nyonya Choi masih berada di dekat mereka.

“Eomma, kami istirahat dulu. Selamat malam.” Pamit Siwon dan segera melangkah ke lantai dua di mana kamarnya berada. Tuan dan Nyonya Choi sengaja menyuruh Siwon dan Yongri untuk menginap di rumah mereka malam itu. Kedua orangtua Siwon memang tau jika Siwon dan Yongri pernah tinggal berdua saja. Namun mereka takut kalau-kalau saja anak serta menantu mereka tiba-tiba membutuhkan sesuatu. Makanya di hari pertama pernikahan Siwon dan Yongri, Tuan dan Nyonya Choi meminta mereka menginap di rumah.

 

Siwon segera menghempaskan pelan tubuh Yongri di atas tempat tidur saat sudah sampai di dalam kamarnya. Ia tidak mencoba menjauhkan dirinya dari Yongri. Siwon menatap lama wajah Yongri sembari tersenyum.

“Kenapa menatapku seperti itu?” Tanya Yongri gugup.

“Istriku benar-benar cantik.” Ucap Siwon dan membelai lembut pipi Yongri.

“Suamiku juga tampan.” Balas Yongri.

“Aku tau.” Sahut Siwon percaya diri.

“Cih! Aku mau mandi. Sudah benar-benar gerah dengan gaun ini.” Yongri mendorong pelan dada Siwon supaya menjauh darinya. Namun perlakuannya itu tidak menggeser sedikitpun posisi Siwon.

“Mandi bersama?” Goda Siwon.

“Shireo! Dasar mesum!”

 

BUK!

 

“Akkhh-” Erangan kesakitan tak terelakkan dari mulut Siwon saat lutut Yongri mendarat sempurna diperutnya. Siwon terlentang di atas kasur dengan memegangi perutnya dan meringis kecil. Yongri tersenyum kecil dan segera beranjak untuk ke kamar mandi.

“Jinjja, Choi Yongri! Belum apa-apa kau sudah melakukan kekerasan terhadap suamimu!” Ucap Siwon menggeram. Yongri membalikkan badannya dan menjulurkan lidahnya pada Siwon.

“Itu hukuman karena otakmu sangat kotor.” Ucap Yongri dan segera memasukki kamar mandi sembari membanting pintu.

“Ahh benar-benar! Bagaimana mungkin aku dapat mencintai gadis itu?” Ucap Siwon masih dengan meringis kecil.

 

 

Yongri keluar dari kamar mandi dan menemukan Siwon yang tertidur di atas tempat tidur. Yongri menghela nafas dan menaruh handuk yang habis dipakainya. Ia berjalan menghampiri tempat tidur dan duduk di samping Siwon yang sedang tidur.

“Wonnie..” Panggilnya pelan sembari mengguncang tubuh Siwon. Tidak ada reaksi apapun dari Siwon. Sebenarnya Yongri tidak tega harus membangunkannya. Wajah Siwon terlihat benar-benar lelah. Namun Yongri juga tidak mau melihat Siwon yang tidur masih menggunakan kemeja serta tuxedo.

“Wonnie…” Panggil Yongri lagi sedikit lebih keras.

“OMO!!” Yongri memekik pelan saat dengan tiba-tiba Siwon membalikkan badannya sehingga sekarang Yongri yang berbaring dan Siwon diatasnya.

“Siapa yang menyuruhmu mengganggu tidurku?” Tanya Siwon sembari menatap Yongri tajam.

“A–aku ti–ti–tidak..berniat meng–mengganggu. Ha–hanya ingin..menyuruhmu mandi.” Jawab Yongri terbata. Takut dengan tatapan Siwon yang terlihat mengintimidasi.

“Menyuruhku mandi atau menyuruhku untuk memulai malam pertama kita?” Bisik Siwon sembari mengusapkan hidungnya keseluruh permukaan wajah Yongri.

“Wonnie…” Yongri menjauhkan wajah Siwon dari wajahnya.

“Wae?” Tanya Siwon dengan raut wajah protes.

“Kau bau.” Ucap Yongri dengan menutup hidungnya. Siwon mendengus.

“Apa harus sejujur itu?” Ucap Siwon dengan kesal. Yongri terkekeh pelan.

“Mandilah..” Yongri kembali mendorong tubuh Siwon untuk menjauh darinya.

“Arraseo. Aku akan mandi. Dan kau tidak boleh tidur terlebih dahulu.” Ucap Siwon.

“Kenapa? Kenapa aku tidak boleh tidur? Aku lelah!” Rajuk Yongri.

“Tidur saja jika kau mau. Maka aku akan menelanjangimu dengan paksa!” Ancam Siwon dengan tersenyum miring.

“Wonnie!!!” Jerit Yongri kesal bercampur malu. Siwon seolah tidak peduli dengan jeritan Yongri dan segera beranjak ke kamar mandi.

“Benar-benar mesum.” Gumam Yongri.

 

Tidak sampai lima belas menit, Siwon sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama tidurnya. Rambut hitam lebatnya tampak basah, terlihat sekali ciri-ciri orang sehabis mandi. Siwon tersenyum kecil saat melihat Yongri yang benar-benar belum tidur dan tampak sibuk dengan ponselnya. Siwon menghampiri tempat tidur mereka dan ikut berbaring di samping Yongri. Ia melingkarkan sebelah tangannya ke sekeliling perut Yongri. Dan berguling menghadap gadis itu.

“Sedang apa?” Tanya Siwon lembut.

“Membalas pesan teman-temanku.” Jawab Yongri tanpa menatap Siwon.

“Apa harus kau lakukan malam ini juga?”

“Tentu saja.” Siwon menghela nafas panjang dan mengambil ponsel yang berada di tangan Yongri. Diletakkannya ponsel itu di meja yang terdapat di samping tempat tidur.

“Kenapa menaruh ponselku disana? Aku belum selesai membalas pesan dari teman-temanku.” Protes Yongri dengan wajah tidak suka.

“Apa menurutmu itu sangat penting? Masih ada hal yang lebih penting yang harus kita lakukan.” Kata Siwon membalas ucapan Yongri.

“Apa?!”

Our first night.” Bisik Siwon pelan dan mendaratkan bibirnya di bibir mungil Yongri. Melumatnya dengan pelan dan hati-hati. Siwon menggenggam tangan Yongri yang tampak mengepal di sisi tubuhnya. Sedikit mengusapnya untuk menghilangkan ketegangan yang sedang dialami sang istri. Sesaat kemudian Siwon menjauhkan wajahnya dari wajah Yongri. Siwon dapat melihat dengan jelas wajah Yongri yang memerah.

“Wo–woonie..” Gerakan Siwon yang hendak kembali mencium Yongri terhenti saat mendengar panggilan Yongri.

“Kenapa?” Tanya Siwon dengan suara serak.

“Aku masih kuliah.” Ucap Yongri dengan perasaan bersalah. Siwon terdiam sebentar mendengar tiga kata yang keluar dari mulut Yongri. Ia tau persis apa maksud dari ucapan itu. Yongri tidak mau melakukannya. Siwon tampak menundukkan kepalanya sembari menghela nafas berkali-kali.

“Mianhae.” Gumam Yongri masih dengan perasaan bersalah. Siwon mendongak dan tersenyum melihat wajah penuh penyesalan Yongri. Ia membelai puncak kepala Yongri dan mencium keningnya dengan perasaan sayang.

“Aku mengerti.” Ucap Siwon setelah menjauhkan wajahnya dari wajah Yongri. Siwon membaringkan dirinya dan menarik Yongri bersandar di dadanya.

“Tidurlah.” Ujar Siwon sembari mengusap punggung Yongri. Yongri melingkarkan tangannya di pinggang Siwon dan tampak merasa sangat nyaman ketika bersandar di dada Siwon.

“Wonnie..” Panggilnya pelan.

“Hmm?” Sahut Siwon.

“Apakah kau mau tau kenapa aku tidak pernah mau memanggilmu oppa?” Tanya Yongri sembari mendongakkan kepalanya menatap Siwon. Siwon menundukkan kepalanya dan membalas tatapan Yongri.

“Kenapa?”

“Karena semua orang bisa memanggilmu dengan sebutan itu.” Jawab Yongri yang membuat Siwon mengerutkan keningnya karena bingung.

“Hyomoon, Hyerim, serta gadis-gadis yang mengidolakanmu. Mereka semua bisa memanggilmu dengan sebutan oppa. Akupun bisa memanggilmu seperti itu. Tetapi jika aku melakukannya, apa bedanya aku dengan mereka? Tidak akan ada yang tau bahwa aku adalah milikmu, dan kau adalah milikku.”

“Sedangkan ketika aku memanggilmu dengan sebutan Wonnie, gadis-gadis lain tidak dapat melakukannya. Karena apa? Karena itu adalah panggilan sayangku untukmu. Panggilan sayang di mana hanya aku yang dapat melakukannya. Di sanalah perbedaan diriku dengan mereka. Di saat aku bisa memanggilmu dengan panggilan special, mereka hanya bisa memanggilmu dengan sebutan oppa.” Jelas Yongri sembari tersenyum manis kepada Siwon. Siwon seolah terhipnotis saat melihat senyuman Yongri. Ini bukan pertama kalinya Yongri tersenyum padanya, tetapi Siwon tetap saja merasa terpesona melihat senyuman itu.

“Jadi mulai sekarang, bisakah kau tidak memaksaku untuk memanggilmu dengan sebutan oppa?” Pinta Yongri.

“Aku tidak pernah menyangka jika alasanmu tidak mau memanggilku oppa adalah seperti itu. Jika aku tau dari awal, aku tidak akan pernah memaksamu. Maafkan aku.” Sesal Siwon.

“Gwaenchana. Yang terpenting sekarang adalah kau sudah tau alasanku dan kau tidak memaksaku lagi.”

“Aku janji tidak akan memaksamu lagi.”

“Gomawo.” Ujar Yongri.

“Aku sangat-sangat mencintaimu, Yongri-ya.”

“Aku juga mencintaimu, yeobo.”

“Apa? Kau memanggilku apa?” Siwon tampak tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Yongri memanggilnya yeobo? Sayang? Apa tidak salah?

“Tidak ada.” Sahut Yongri cepat dan menyembunyikan wajahnya di dada Siwon.

“Ya! Kau memanggilku apa? Yeobo? Apa aku tidak salah dengar?”

“Kau salah dengar!” Ucap Yongri dengan wajah memerah.

“Hahaha… Ternyata kau bisa juga memanggilku seperti itu. Aku tidak menyangka.” Goda Siwon semakin membuat Yongri malu.

“Wonnie, berhenti menggodaku!” Yongri memukul pelan dada Siwon dan semakin menyembunyikan wajahnya. Siwon masih terus tertawa sembari mengeratkan pelukannya pada Yongri.

 

~~~

 

Pagi-pagi sekali Yongri sudah bangun dari tidurnya dan menyiapkan sarapan untuk dirinya, sang suami, serta kedua mertuanya. Layaknya seperti cacing kepanasan, Yongri bergerak kesana kemari untuk mengambil makanan di dapur dan menaruhnya di atas meja makan.

“Yongri-ya…” Yongri segera mendongak saat mendengar namanya dipanggil.

“Ahh,, eommonim sudah bangun..” Sapa Yongri dengan tersenyum.

“Apa yang kau lakukan pagi-pagi seperti ini?” Tanya Nyonya Choi.

“Aku sedang menyiapkan sarapan untuk kita.” Jawab Yongri.

“Astaga, kau tidak perlu melakukannya. Bukankah kau masih lelah karena acara pernikahanmu kemarin? Seharusnya kau menghabiskan waktu untuk beristirahat. Aku dan pelayan dapat menyiapkan semuanya.”

“Tidak apa-apa, eommonim. Aku senang melakukannya.”

“Apa masih banyak yang harus disiapkan? Biar aku bantu.”

“Tidak perlu eommonim! Kau duduk saja yang manis di kursi makan. Sebentar lagi semuanya siap.” Cegah Yongri saat Nyonya Choi hendak ke dapur.

“Baiklah.” Nyonya Choi akhirnya menurut dan duduk di kursi makan.

“Ahh,, rupanya istriku disini.” Ucap Siwon tiba-tiba. Dengan wajah yang kusut dan masih mengantuk, Siwon menghampiri Yongri. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Yongri dan mengecup bibirnya. Setelahnya, namja itu menyandarkan kepalanya di pundak Yongri dan memejamkan matanya.

“Wonnie…” Yongri mencoba melepaskan pelukan Siwon. Yang benar saja, sekarang Nyonya Choi sedang menatap mereka sembari tersenyum geli.

“Wae???” Tanya Siwon kesal saat Yongri berhasil melepaskan diri dari pelukannya.

“Ada eommonim, bodoh!” Umpat Yongri pelan.

“Tidak salah jika waktu itu kami mengira kau menghamili anak orang.” Ujar Nyonya Choi.

“Mwo?!” Ucap Siwon dan Yongri bersamaan.

“Otakmu benar-benar mesum, Siwon-ah..”

“Aish, apa eomma tidak pernah muda?”

“Tentu saja pernah. Tetapi tidak sampai seperti dirimu.” Siwon hanya mengerucutkan bibirnya.

“Kau mandilah terlebih dahulu, Wonnie. Setelah itu kita sarapan bersama.” Kata Yongri.

“Mandikan aku.” Ucap Siwon manja.

“Yakk!!” Yongri hampir saja memukul kepala Siwon dengan spatula yang sedang dipegangnya, kalau saja tidak mengingat ada Nyonya Choi yang terus melihat mereka. Siwon sendiri terlonjak ke belakang saat dengan tiba-tiba Yongri mengacungkan tangannya yang memegang spatula ke hadapan Siwon.

“Aigoo, kau benar-benar menyeramkan.” Desis Siwon dan segera berlalu dari hadapan Nyonya Choi serta Yongri.

“Siwon benar-benar manja padamu.” Ucap Nyonya Choi. Yongri hanya tersenyum kecil.

“Seandainya dulu aku mempunyai waktu lebih untuknya. Mungkin dia juga akan bersikap manja padaku. Tetapi karena aku dan ayahnya banyak meninggalkannya untuk bekerja, Siwon terbiasa untuk tidak bermanja pada kami.” Ucap Nyonya Choi sedih. Yongri ikut merasakan kesedihan Nyonya Choi. Ia tidak tau harus bersikap seperti apa.

“Gwaenchana, eommonim. Yang terpenting sekarang adalah kau memiliki waktu untuk Siwon dan juga Myungsoo.” Kata Yongri menenangkan.

“Semuanya sudah terlambat. Siwon sudah tidak membutuhkanku lagi. Yang sekarang ia butuhkan adalah dirimu, Yongri-ya..” Yongri menghela nafas dan terdiam mendengarkan kata-kata Nyonya Choi. Iapun tidak bisa membantah kata-kata itu. Karena Yongri memang yakin jika yang dibutuhkan Siwon sekarang hanyalah dirinya, begitupun sebaliknya.

“Pagi eomma! Pagi noona!” Suara Myungsoo memecahkan keheningan diantara Nyonya Choi dan Yongri.

“Eo? Myungsoo-ya, kau sudah rapi sekali.”

“Tentu saja, noona! Aku kan harus sekolah.” Ujar Myungsoo sembari tersenyum dan mengambil tempat duduk di samping Nyonya Choi.

Beberapa saat kemudian, seluruh sarapan yang disiapkan Yongri telah terhidang rapi di atas meja makan. Seluruh anggota keluarga juga telah duduk di tempat mereka masing-masing dan bersiap menyantap sarapan pagi.

“Woah, jinjja mashita, noona!” Pekik Myungsoo antusias.

“Benarkah? Ah, baguslah jika seperti itu.” Yongri tampak senang.

“Masakan istriku memang tidak ada duanya.” Puji Siwon sembari mengusap kepala Yongri dengan sayang. Yongri tersenyum manis menanggapi ucapan Siwon.

“Jangan membuatku iri seperti itu, hyung!” Keluh Myungsoo membuat Siwon menatapnya bingung.

“Memangnya apa yang kulakukan?” Tanya Siwon.

“Jangan bermesraan dengan noona dihadapanku. Kau membuatku cemburu.”

“Mwo?!” Pekik Siwon dan Yongri terkejut.

“Cemburu?” Ujar mereka lagi.

“Aku juga menyukai noona, hyung. Hanya kau saja yang lebih beruntung.”

“Yakk!!! Apa kau tau apa yang kau ucapkan, huh? Yang kau sukai itu istriku, bodoh! Kakak iparmu!” Geram Siwon. Myungsoo hanya cengengesan sementara Siwon menatapnya kesal.

“Cukup semalam saja kami menginap disini. Aku harus membawa Yongri jauh-jauh dari bocah ini.” Kata Siwon sembari melirik Myungsoo.

“Hyung!” Protes Myungsoo.

“Sudah-sudah. Kenapa harus bertengkar saat sedang makan?” Suara Tuan Choi mampu menenangkan suasana ruang makan yang sebelumnya tampak riuh.

“Ini untuk kalian.” Tuan Choi menyerahkan sebuah amplop kepada Siwon dan Yongri. Siwon mengambil amplop itu dan menatapnya bingung.

“Apa ini?” Tanyanya.

“Buka saja.” Siwon membuka amplop itu dan menemukan dua buah tiket pesawat dengan tujuan ke Taiwan. Kerutan di dahi Siwon semakin menjadi.

“Tiket pesawat? Untuk siapa?” Tanya Siwon sembari menatap Tuan Choi.

“Tentu saja untukmu dan Yongri. Itu tiket untuk kalian berbulan madu.” Jawab Tuan Choi.

“Benarkah? Gomawo abeonim.” Ujar Yongri dengan tersenyum senang. Tuan Choi ikut tersenyum.

“Appa!!” Bentak Siwon tiba-tiba membuat semua yang ada di sana terdiam.

“Ada apa, Siwon-ah? Kenapa suaramu meninggi seperti itu?” Nyonya Choi tampak sangat terkejut.

“Bukankah aku sudah mengatakan pada appa agar tidak ikut campur dalam masalah bulan maduku? Berapa kali kubilang pada appa bahwa aku yang akan membiayai biaya bulan maduku sendiri?” Ujar Siwon masih dengan suara meninggi.

“Wonnie…”

“Aku hanya ingin memberi kalian hadiah pernikahan.” Tuan Choi membela diri.

“Kenapa harus biaya bulan madu? Selama ini aku bekerja dengan keras hanya untuk Yongri, appa! Aku ingin membuatnya bangga dengan hasil kerja kerasku. Appa menghancurkan segalanya!!” Siwon segera berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruang makan. Tuan Choi tampak menghela nafas berkali-kali. Merasa bersalah dengan apa yang sudah dilakukannya.

“A–abeonim..”

“Memang aku yang salah.” Ujar Tuan Choi.

“Satu minggu sebelum menikah denganmu, Siwon memang sudah mengatakan padaku bahwa ia ingin mengajakmu berbulan madu dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Ia juga sudah berpesan agar aku tidak ikut campur dalam hal itu. Tetapi aku berpikir bahwa tidak ada salahnya jika aku memberikan hadiah seperti itu kepada kalian. Mungkin uang Siwon bisa digunakan untuk hal lain. Aku tidak menyangka ia marah seperti ini.” Sesal Tuan Choi.

“Aku akan berbicara dengan Siwon.” Yongri segera berdiri dari duduknya dan ikut meninggalkan ruang makan. Nyonya Choi hanya dapat mengusap bahu Tuan Choi untuk menegaskan bahwa tidak akan terjadi apa-apa.

 

 

Yongri memasukki kamarnya dan menemukan Siwon sedang tengkurap di atas ranjang sembari memejamkan mata. Gadis itu menghampiri Siwon dan duduk di sisi tempat tidur tepatnya di samping Siwon. Ia mengusap punggung Siwon dengan pelan.

“Berhentilah kekanak-kanakkan, Wonnie.” Ujar Yongri lembut. Siwon membuka matanya dan membalikkan badannya menjadi terlentang.

“Siapa yang kekanak-kanakkan? Aku? Kenapa?” Siwon tampak tidak suka saat Yongri menyebutnya seperti itu.

“Apa salahnya jika ayahmu menghadiahkan kita tiket bulan madu?”

“Cih! Kau memang tidak mengerti. Sudahlah, aku malas berdebat!” Siwon memiringkan badannya dan membelakangi Yongri. Yongri menarik pelan badan Siwon hingga kembali terlentang.

“Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan ayahmu saat kau membentaknya seperti tadi?” Tanya Yongri. Siwon memutar kedua bola matanya seolah jengah.

“Itu karena memang dia yang salah.” Sahut Siwon cuek.

“Wonnie!” Bentak Yongri kesal.

“Minta maaf pada ayahmu.” Suruh Yongri.

“Bukan aku yang salah disini.” Yongri menghela nafas mendengar ucapan Siwon.

“Baiklah. Terserah kau saja jika mau terus bersikap kekanak-kanakkan!” Yongri segera beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar.

“Yongri.. Sayang.. Yongri!” Teriakan Siwon tidak dihiraukan oleh Yongri dan malah membuat Yongri membanting pintu kamar.

“Aishh!!” Siwon memukul dengan keras ranjang yang sedang dibaringinya.

 

 

Siwon menghela nafas berkali-kali saat melihat Yongri yang mendiamkannya sedari tadi. Bahkan ketika langit sudah sangat gelap dan suasana rumah sudah sepi karena penghuni rumah berada di kamar masing-masing, Yongri tetap mendiamkan Siwon dan tidak mau mengajaknya berbicara. Keduanya saat ini berada di dalam kamar mereka dan berbaring di atas ranjang. Yongri berbaring dengan membelakangi Siwon. Gadis mungil itu belum tidur dan tampak memelintir ujung piyama yang digunakannya.

“Sayang..” Yongri merasakan tangan Siwon melingkar di sekitar perutnya dan dagu yang ditaruh di bahunya.

“Sampai kapan kau akan mendiamkanku, huh? Kau tau aku tidak suka saat kau melakukannya.” Ucap Siwon manja. Yongri hanya menghela nafas tanpa niatan untuk membalas semua ucapan Siwon.

“Aku minta maaf, hmm?” Ujar Siwon lagi.

“Minta maaf pada ayahmu bukan padaku.” Kali ini Yongri menyahut ketus. Sekarang giliran Siwon yang menghela nafas panjang.

“Apa salah jika aku ingin membuatmu bangga dengan hasil kerja kerasku?” Tanya Siwon pelan. Yongri membalikkan badannya membuat pelukan Siwon terlepas. Kini keduanya berbaring berhadapan dimana Siwon tengah menahan beban tubuhnya dengan salah satu sikunya.

“Aku tidak pernah mengatakan itu salah.”

“Lalu kenapa kau menyuruhku meminta maaf pada appa?” Tanya Siwon lagi.

“Caramu salah, Wonnie. Membuatku bangga bukan berarti kau harus membentak ayahmu seperti itu.”

“Tetapi aku sudah berpesan pada appa sebelumnya. Appa yang tidak mau mendengarkan pesanku.” Keluh Siwon. Yongri menghela nafas dan mengusap bahu Siwon.

“Aku tau kau kecewa. Tetapi bukankah itu bisa dibicarakan baik-baik? Ayahmu sudah tua, Wonnie. Kau tidak pantas membentaknya hanya untuk permasalahan sepele.” Siwon hanya diam sembari menatap Yongri.

“Aku tau kau bekerja keras untukku. Kau tidak perlu membuktikan itu. Aku bangga pada semua yang kau lakukan. Tanpa bulan madu sekalipun, aku tetap bangga padamu. Kau harus tau itu, Wonnie. Aku mencintaimu bukan karena hartamu. Bukan karena uangmu. Sekalipun kau jatuh miskin dan tidak memiliki apapun, aku tetap mencintaimu.” Ucap Yongri dengan perlahan dan lembut. Ia ingin Siwon mengerti apa yang dikatakannya. Ia tidak mau yang seperti ini terjadi untuk yang kedua kali.

“Minta maaf pada ayahmu, hmm?” Yongri mengusap pipi Siwon. Siwon masih diam dan seolah enggan untuk meminta maaf pada Tuan Choi.

“Baiklah, bagaimana jika kita bulan madu dua kali? Yang pertama dari hadiah ayahmu, dan yang kedua dari hasil kerja kerasmu?” Usul Yongri yang membuat kening Siwon berkerut kali ini.

“Kau yakin?” Tanya Siwon memastikan.

“Kenapa tidak?” Tanya Yongri balik.

“Baiklah kalau itu maumu.” Putus Siwon akhirnya.

“Tapi kau harus minta maaf terlebih dahulu pada abeonim. Bagaimana?”

“Aku akan minta maaf pada appa. Aku tau aku salah dan kekanakkan.” Yongri tersenyum lega mendengar ucapan Siwon.

“Kau membuat cintaku bertambah berkali-kali lipat padamu, Yongri-ya.” Siwon mengecup bibir Yongri.

“Memang seharusnya seperti itu, kan?” Kata Yongri yang disambut anggukan dari Siwon.

“Oh iya, bukankah tiket pesawat yang diberikan appa adalah untuk keberangkatan besok?”

“Benar.” Sahut Yongri.

“Kita belum bersiap-siap, Yongri-ya.” Yongri tersenyum geli.

“Kenapa kau tersenyum?” Tanya Siwon bingung.

“Kau tidak perlu khawatir. Aku sudah menyiapkan semuanya. Tanpa sepengetahuanmu tadi.”

“Jinjja?” Yongri mengangguk.

“Baiklah kalau seperti itu. Sebaiknya sekarang kita tidur agar besok tidak kelelahan.” Usul Siwon.

“Kau benar.” Keduanya membenarkan posisi berbaring mereka. Sekarang Yongri berada di dalam pelukan Siwon yang selalu membuatnya nyaman.

I love you.” Bisik Siwon sembari mengecup kening Yongri.

I love you too.” Balas Yongri dengan tersenyum.

 

~~~

 

“Kalian mau kemana?” Tanya Nyonya Choi heran ketika melihat Siwon dan Yongri keluar kamar dengan Siwon menarik sebuah koper.

“Apa eommonim lupa? Abeonim memberikan kami tiket ke Taiwan untuk berbulan madu. Tentu kami akan ke sana.” Jawab Yongri antusias.

“Bukankah-”

“Eomma, appa dimana?” Tanya Siwon memotong perkataan Nyonya Choi.

“Ada apa?” Suara Tuan Choi mengalihkan pandangan Siwon dari Nyonya Choi. Siwon menghampiri Tuan Choi dan berdiri di hadapannya.

“Maafkan aku, appa. Seharusnya aku berterima kasih padamu, karena kau sudah memberikan hadiah tiket bulan madu untuk kami. Tetapi aku malah membentakmu.” Sesal Siwon. Tuan Choi tersenyum dan memegang kedua bahu Siwon.

“Tidak apa-apa. Appa tau bagaimana perasaanmu. Seharusnya appa yang meminta maaf.” Ujar Tuan Choi. Siwon menggeleng pelan.

“Appa tidak salah. Dan kumohon appa maafkan aku. Karena jika tidak, Yongri akan terus mendiamkanku.” Keluh Siwon membuat Yongri, Tuan dan Nyonya Choi tersenyum geli.

“Ne. Appa pasti memaafkanmu.” Siwon langsung memeluk Tuan Choi saat kata-kata itu keluar dari mulut ayahnya.

“Jadi, kalian akan berangkat ke Taiwan?” Tanya Nyonya Choi. Siwon melepaskan pelukannya dan mengangguk.

“Kami akan segera ke bandara agar tidak terlambat. Appa dan eomma tidak perlu mengantar kami, arraseo?” Nyonya Choi tampak ingin membantah namun dengan cepat Yongri mendahului.

“Kali ini Siwon benar, eommonim. Lebih baik kalian istirahat saja di rumah.” Katanya.

“Baiklah jika seperti itu. Kalian hati-hati dan jaga kesehatan di sana. Jangan bertengkar selama di sana. Dan kau, Siwon-ah, jaga Yongri baik-baik.” Pesan Nyonya Choi. Siwon mengangguk patuh.

“Jika ada apa-apa segera hubungi kami.” Ujar Tuan Choi yang disambut anggukan dari Siwon dan Yongri.

“Kami pergi.” Setelah Siwon dan Yongri memeluk Tuan dan Nyonya Choi, mereka segera keluar dari rumah untuk menuju ke Incheon Airport.

 

 

Siwon dan Yongri sudah berada di dalam pesawat- tepatnya berada di tempat duduk VIP mereka. Satu per satu penumpang memasukki pesawat dengan tujuan yang sama. Yongri tampak menghela nafas berkali-kali saat melihat beberapa gadis yang menatap Siwon dengan penuh rasa kagum. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menghentikan langkahnya hanya untuk menatap Siwon. Yongri mendengus dan membuang muka ke arah jendela.

‘Selalu seperti ini?’ Batinnya.

“Hei..” Siwon menyenggol lengan Yongri dengan siku tangannya. Dengan malas Yongri menoleh.

“Apa?” Tanyanya.

“Kau kenapa? Kenapa menekuk wajahmu seperti itu? Apa kau pikir kau cantik jika wajahmu cemberut?” Yongri semakin kesal saat Siwon bertanya seperti itu. Yongri semakin cemberut dan melirik sekilas pada gadis yang masih setia menatap Siwon. Siwon mengikuti arah lirikan Yongri. Saat mata Siwon bertemu dengan mata gadis yang sedang menatapnya, gadis itu tersenyum dan melambaikan tangannya. Siwon hanya tersenyum kecil. Dalam hati, Siwon tersenyum geli saat menyadari apa yang membuat Yongri menekuk wajahnya.

“Sayang..” Panggil Siwon.

“Apa lagi?” Tanya Yongri masih dengan perasaan kesal.

“Cium aku.” Kata Siwon yang membuat Yongri membelalakan matanya.

“Apa kau gila?” Desis Yongri.

“Cepat cium aku.” Kata Siwon lagi, seolah tidak memperdulikan keterkejutan Yongri.

“Wonnie..” Siwon berdecak pelan saat melihat Yongri yang tidak mau memenuhi permintaannya. Siwon menarik tangan Yongri yang memakai cincin nikah dan melingkarkannya di belakang lehernya, memastikan bahwa gadis yang menatapnya dapat melihat itu. Siwon sendiri meletakkan kedua tangannya di pinggang Yongri dan menatap matanya.

“Wo–Wonnie, banyak yang melihat kita.” Bisik Yongri merasa tidak enak.

“Biarkan saja. Biar mereka tau bahwa kau istriku dan aku suamimu. Makanya cepat cium aku. Jangan sampai aku yang menciummu, karena kau tau apa akibatnya jika aku sudah melakukannya.” Sahut Siwon. Dengan ragu-ragu Yongri mendekatkan wajahnya pada Siwon dan mengecup singkat bibirnya. Gadis-gadis yang sedari tadi menatap Siwon tampak membelalakan mata mereka. Mereka segera mengalihkan pandangan ke arah lain dan sedikit salah tingkah.

“Kau tidak perlu merasa kesal ataupun cemburu saat gadis-gadis itu menatapku. Karena hanya itu yang dapat mereka lakukan. Mereka tidak dapat memelukku dan menciumku, seperti kau yang dapat melakukannya. Kau mengerti maksudku, kan?”

“Aku hanya takut kau berpaling pada mereka.” Keluh Yongri.

“Bagaimana mungkin kau berpikir seperti itu?”

“Gadis-gadis itu lebih cantik dariku. Tubuh mereka tinggi seperti model. Tidak seperti aku yang bertubuh mungil.”

“Sampai kapan kau akan meragukan perasaanku seperti ini, Yongri-ya? Harus dengan apa lagi aku membuktikan padamu, bahwa aku hanya mencintaimu? Apa kau tau setiap kau meragukan perasaanku, hatiku sakit, Yongri-ya..” Ujar Siwon putus asa dan menyandarkan dirinya pada sandaran kursi pesawat. Siwon memejamkan matanya dengan raut wajah kecewa. Yongri terdiam saat mendengar ucapan putus asa dari Siwon. Ia sama sekali tidak bermaksud untuk meragukan cinta Siwon. Yongri hanya takut, apa itu salah?

“Kau marah?” Tanya Yongri takut-takut.

“Aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu. Jadi lebih baik kau tidur saja. Karena aku juga mau tidur.”

 

CHU~

 

Mata Siwon terbuka sempurna saat Yongri dengan tiba-tiba mengecup bibirnya. Siwon menoleh dan melihat Yongri tersenyum seperti anak kecil di hadapannya.

“Kau tidak boleh aku mengacuhkanmu, tetapi kau sendiri melakukannya. Apa itu adil?” Yongri mengerucutkan bibirnya. Siwon hanya diam saja seolah enggan untuk menanggapi pertanyaan Yongri.

“Wonnie, maafkan aku, huh? Aku tidak pernah bermaksud meragukan perasaanmu padaku. Aku hanya tidak bisa mengontrol rasa takut yang aku rasakan. Aku mohon kau memahaminya. Tetapi…jika kau tidak bisa mengerti itu, tidak apa-apa. Aku..aku akan berusaha untuk menghilangkannya walaupun aku tau itu susah.” Yongri tersenyum kecut dan ikut menyandarkan dirinya pada sandaran kursi. Ia memalingkan wajahnya saat merasa matanya memanas. Siwon langsung menarik Yongri ke dalam pelukannya. Mengusap serta mengecup puncak kepalanya.

“Perasaan takut itu relatif. Aku tidak bisa memaksa dirimu untuk menghilangkannya. Maafkan aku.” Bisik Siwon. Yongri mendongak dan menatap Siwon dengan mata yang mengerjap berkali-kali.

“Benarkah perasaan takut itu relatif?” Tanya Yongri. Siwon mengangguk.

“Tetapi selama ini, kau tidak pernah takut pada apapun.” Kata Yongri heran.

“Tentu saja ada yang aku takutkan.” Sahut Siwon.

“Apa?” Tanya Yongri penasaran. Siwon tersenyum miring dan mengecup singkat pipi Yongri.

“Aku takut kehilanganmu.”

~~~

–END–

 

 

KYAAAAA!!! Bagaimana? Garingkah? kayaknya garing banget nih-__-

Karena banyak yang minta after marriednya, makanya ini aku buat dengan sangat tidak sempurna..

Aku cuma mau kasih tau bahwa kisah after married mereka bakal terus ada lanjutannya.

Tetapi aku sengaja gak buat chapter, biar gak ribet aja 😀

So, thanks for reading^^

Advertisements

89 thoughts on “Our Wedding (It’s Enough Sequel-After Married)

  1. Aku takut kehilanganmu..
    kyaaaa entah kenapa aku ngfly banget sama 3 kata ini..
    adegan siwon yang bermanja manja dengan Youngri saat masak itu bener bener sama persis dengan khayalanku selama ini.. #WOW dri dlu khayalanku kayak gitu. nikah sama Siwon, memasak dan dia kedapur manja manja sama aqu.. Imajinasi kita sama kak! hehe doakan moga imajinasku terkabul ya ^_- ngalah sama dedek :p

  2. hohoho senengnya menikah juga hehe
    smoga bahagia slalu
    hahh siwon harus bner bner sabar mnhan hingga yongri lulus
    yongri segeralah lulus kasian siwon harus menahannya terus hehehe
    hoho bulan madu? apa yg akan merek lakui??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s