Trust Me (FF Request) – Part 2

Trust Me (FF Request) – Part 2

Author : Choineke

TitleTrust Me

Cast : Cho Kyuhyun, Park Min Hyo (OC)

Sub cast : Choi Jihee (OC), Park Sanghyun (Thunder)-Mblaq, Park Chanyeol-EXO K, Cho Ahra

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

Note : oke ini ff request dari salah satu reader disini, namanya Poppy Lodaya. Semoga suka ya  happy reading all^^

 

Author POV

“YAAAAA!!!” Jeritan keras khas Minhyo terdengar memekakkan telinga Kyuhyun. Minhyo segera bangun dari atas tubuh Kyuhyun dan mengusap kasar bibirnya. Kyuhyun juga ikut membangunkan tubuhnya dan tampak membersihkan pakaiannya yang walaupun tidak terlihat kotor.

“Apa yang kau lakukan?!” Minhyo tidak dapat menahan emosinya.

“Mwo?!” Tanya Kyuhyun polos.

“Aish jinjja! Kau sudah menciumku bodoh!!” Maki Minhyo. Kyuhyun tersenyum kecil dan menoyor kening Minhyo.

“Jaga ucapanmu, nona Park. Kau tau aku bukan sembarang orang, jadi jangan membuat gosip yang tidak-tidak. Lagipula tadi itu adalah sebuah kecelakaan.” Ucap Kyuhyun santai.

“Mwo? Kecelakaan katamu?” Minhyo tampak tidak percaya.

“Cih! Kau seharusnya bersyukur dapat merasakan kelembutan bibirku. Banyak gadis diluar sana yang menginginkannya. Dasar munafik.”

“M–mwo? Kau….” Minhyo mengangkat salah satu tangannya dan hendak menampar Kyuhyun, namun dengan cepat Kyuhyun menahan tangan itu dan memutarnya ke belakang punggung Minhyo. Tubuh Minhyo pun sekarang membelakangi Kyuhyun dan tampak terdengar ringisan kecil dari mulut Minhyo.

“A–apa yang kau lakukan? Sakit, bodoh!” Umpat Minhyo kesal. Kyuhyun memajukan langkahnya semakin mendekati Minhyo. Tangan Kyuhyun yang bebas di gunakannya untuk melingkari bahu Minhyo dari depan dan mendorong tubuh itu ke belakang sehingga semakin menempel dengan dada Kyuhyun.

“Dengarkan ucapanku baik-baik, nona manis. Tidak ada seorangpun yang boleh mengotori wajahku, apalagi dengan tanganmu itu. Jika kau berani melakukannya lagi, aku tidak akan segan-segan memberimu pelajaran.” Bisik Kyuhyun tepat di telinga Minhyo.

“Pe–pelajaran? A–aku tidak takut.” Ucap Minhyo mencoba menantang Kyuhyun. Walaupun jantungnya sudah berdetak berkali-kali lebih cepat. Berada sangat dekat dengan Kyuhyun membuatnya dapat merasakan aroma Kyuhyun yang sangat menenangkan. Dan entah mengapa, hal itu membuatnya gugup.

“Benar tidak takut? Mau kuberitahu salah satu pelajaran yang bisa kulakukan?” Tanya Kyuhyun.

“A–apa?” Kyuhyun semakin mendekatkan mulutnya dengan telinga Minhyo dan tampak membisikkan sesuatu. Mata Minhyo tampak sangat melebar setelah mendengar apa yang Kyuhyun ucapkan.

“KAU GILA, HUH?!” Teriak Minhyo marah. Kyuhyun kembali tersenyum dan mendorong pelan tubuh Minhyo agar menjauh darinya. Minhyo segera membalikkan badannya dan menatap Kyuhyun dengan pandangan membunuh.

“Jangan pernah bermain-main denganku, Park Minhyo-ssi. Jika kau berani menantangku, aku akan benar-benar melakukan apa yang kukatakan tadi.” Ancam Kyuhyun.

“Kau…kau benar-benar iblis!!”

“Oppa!!” Kyuhyun kembali menutup mulutnya yang hendak membalas ucapan Minhyo, saat tiba-tiba mendengar suara yang sangat dikenalnya.

“Jihee-ya..”

“Oppa sedang apa disini? Aku mencarimu di ruang latihan, ternyata kau disini.”

“Hanya mencari udara segar.”

“Ohh. Nuguya?” Tanya Jihee saat melihat sosok Minhyo di hadapan Kyuhyun.

“Apa kau kekasih laki-laki ini, nona?” Tanya Minhyo.

“Ne?”

“Tolong kau ajari kekasihmu ini sopan santun. Apalagi terhadap perempuan. Karena sejujurnya, dia tidak pantas disebut laki-laki.” Setelah mengatakan itu, Minhyo segera berlalu dari hadapan Jihee dan Kyuhyun.

“Yaa!!” Jerit Kyuhyun tidak terima atas apa yang diucapkan Minhyo.

“Tidak pantas disebut laki-laki? Apa dia gila?” Gumam Kyuhyun kesal.

“Siapa dia, oppa?”

“Hanya seseorang yang membuatku tertarik.” Jawab Kyuhyun dan segera berlalu meninggalkan Jihee. Jihee tampak mencerna maksud kata-kata Kyuhyun. Tiba-tiba dadanya terasa sesak saat menyadari arti ucapan Kyuhyun.

“Ya! Sedang apa disana? Ayo!” Teriak Kyuhyun yang sudah berjalan cukup jauh meninggalkan Jihee. Jihee tersentak dan tersenyum terpaksa pada Kyuhyun.

“Ne, oppa.” Sahutnya dan berjalan gontai menyusul Kyuhyun.

 

~~~

 

Saat itu Minhyo sedang berada di dalam taksi menuju Silver Hotel tempatnya bekerja. Taksi itu baru berjalan sekitar 5 menit yang lalu. Minhyo tampak memperhatikan jalanan Seoul sembari menghela nafas berkali-kali. Pikirannya melayang saat pertengkarannya dengan Kyuhyun kemarin. Ia tidak menyangka ternyata Kyuhyun memang laki-laki yang tidak punya sopan santun. Bagaimana mungkin ia bisa mengatakan 1 kata yang mampu membuat Minhyo kesal setengah mati. Minhyo menggelengkan kepalanya berkali-kali.

“Benar-benar gila.” Gumamnya.

“Agasshi, Anda baik-baik saja?” Tanya supir taksi yang melihat tingkah aneh Minhyo.

“Ne? A–ah, aku baik-baik saja.” Jawab Minhyo malu. Dalam hati ia benar-benar mengumpat Kyuhyun dan berharap tidak pernah bertemu laki-laki itu lagi.

Setengah jam kemudian, Minhyo sampai ditempat kerja barunya. Ia segera turun dari dalam taksi dan memasuki lobby hotel. Setelah itu ia segera memasuki ruangan Cho Ahra yang memang ia sudah tau tempatnya.

“Anneyong eonnie.” Sapanya.

“Eo? Hyo-ya,, annyeong..” Balas Ahra sembari tersenyum.

“Sudah siap bekerja?” Tanya Ahra.

“Sangat siap, eonnie.” Jawab Minhyo.

“Baiklah, aku akan menunjukkan ruanganmu dan setelah itu kita mengelilingi hotel ini.”

“Ne, eonnie.”

Minhyo dan Ahra segera keluar dari ruangan Ahra. Mereka berjalan sebentar sebelum sampai disebuah ruangan yang sepertinya akan menjadi milik Minhyo.

“Nah ini ruanganmu.” Ujar Ahra setelah membuka pintu ruangan itu. Minhyo tampak menelisik setiap sudut ruangan.

“Jika kau tidak suka peletakan barang-barang disini, kau bisa katakan dan clening service akan membantumu untuk megubah letaknya.” Ujar Ahra lagi.

“Anieyo, eonnie. Kurasa tidak ada yang salah dengan isi di dalam ruangan ini. Gomawo, eonnie.” Kata Minhyo dengan tersenyum.

“Ah baguslah kalau begitu. Kajja, sekarang kita harus berkeliling hotel.” Ajak Ahra. Keduanya segera keluar dari ruangan Minhyo dan memulai kegiatan mereka berkeliling hotel. Ahra menjelaskan semua ruangan yang terdapat di Silver hotel tersebut. Silver hotel memiliki 20 lantai. Dimulai dari lantai 2 hingga lantai 19, semua merupakan kamar untuk tamu hotel. Sedangkan lantai 1 merupakan tempat untuk para staff hotel, restoran, tempat olahraga, dan perpustakaan. Lantai 20 sendiri merupakan sebuah loteng yang biasa digunakan untuk mencari angin segar. Silver Hotel juga memiliki kolam renang yang sangat luas di area belakang hotel. Selain itu juga memiliki sebuah taman sederhana dengan pemandangan yang tidak perlu diragukan lagi. Silver Hotel memang merupakan salah satu hotel ternama di Korea, sehingga semua fasilitas yang terdapat disana pasti dapat memuaskan pelanggan.

Setelah mengelilingi hotel, Minhyo dan Ahra kembali ke ruangan Minhyo. Keduanya duduk disofa yang terdapat di sana dan tampak mengistirahatkan tubuh mereka.

“Lelah?” Tanya Ahra.

“Sangat eonnie.” Jawab Minhyo dengan nafas sedikit tersengal. Mendengar jawaban itu, Ahra tertawa kecil.

“Tenanglah, besok-besok kau tidak perlu berkeliling hotel. Karena tugasmu bukan itu. Setiap pekerja baru disini pasti akan diajak berkeliling hotel agar mereka mengenal seluk beluk Silver Hotel.”

“Apa kau yang selalu menemani mereka?” Tanya Minhyo. Ahra menggeleng pelan.

“Sebenarnya sudah ada yang bertugas untuk mengajak pekerja baru berkeliling.” Mendengar jawaban Ahra, Minhyo tampak bingung.

“Lalu kenapa eonnie yang menemaniku berkeliling?” Tanyanya.

“Wae? Kau tidak mau aku yang menemanimu?” Canda Ahra.

“Ani. Bukan seperti itu eonnie. Hanya aneh saja.” Ahra kembali tersenyum kecil.

“Iya. Iya. Aku hanya bercanda. Aku juga tidak tau kenapa, tetapi saat pertama kali melihatmu melamar kerja disini, aku sudah tertarik padamu. Tapi jangan berpikiran negatif dulu. Tertarik yang kumaksud adalah aku merasa kita bisa berteman baik di dalam maupun di luar kerja.” Jelas Ahra.

“Jeongmal gomawo, eonnie. Aku tidak menyangka bisa mendapat teman ketika pulang kembali ke Korea.”

“Kau pulang dari London hanya seorang diri?” Tanya Ahra.

“Aku pulang bersama adik laki-lakiku. Tetapi dia sudah memiliki pekerjaan sendiri. Sedangkan di London, ayahku tinggal bersama oppaku.” Jawab Minhyo. Ahra tampak mengangguk mengerti.

“Bagaimana dengan ibumu?” Tanya Ahra. Wajah Minhyo tampak murung.

“Dia sudah meninggal satu tahun yang lalu, eonnie.” Jawab Minhyo. Ahra tampak salah tingkah.

“Ahh, maafkan aku.” Ujar Ahra merasa bersalah.

“Tidak apa-apa, eonnie.” Balas Minhyo menenangkan.

“Oh ya, aku juga punya seorang adik laki-laki seumuran denganmu.” Ahra mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Benarkah? Pasti dia sangat tampan, karena noonanya saja sangat cantik.”

“Kau bisa saja, Hyo-ya. Kapan-kapan aku akan mengenalkannya denganmu.”

“Ne, eonnie. Aku juga ingin tau seperti apa adikmu.”

 

 

Minhyo menghempaskan dirinya di atas ranjang dengan pelan. Hari pertama bekerja sudah lumayan menguras tenaga dan otaknya. Tetapi sepertinya besok-besok tenaganya tidak akan terlalu terkuras, karena dia tidak perlu berkeliling hotel lagi. Minhyo membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya untuk menghilangkan lelahnya sebelum memutuskan untuk mandi. Ponsel di dalam tas minhyo berbunyi dan membuat Minhyo terlonjak kaget.

“Ah mengagetkanku.” Gumamnya dan beranjak duduk. Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan melihat nama Sanghyun di sana.

“Yoboseo oppa.”

Hyo-ya, kau sedang apa?

“Aku baru pulang bekerja, oppa. Bagaimana kabar kalian di sana. Baik-baik saja, kan?”

Kami baik-baik saja disini. Kau sekarang sudah bekerja?

“Ne, oppa. Aku bekerja sebagai manager di sebuah hotel.”

Baguslah kalau seperti itu. Mana Chanyeol?

“Chanyeol tidak tinggal di apartemen, oppa.”

Mwo? Apa maksudmu?

“Mulai dari kemarin, Chanyeol sudah menjalani masa trainingnya. Dan karena itu, ia akan tinggal di dorm bersama trainee-trainee yang lain.”

Lalu di apartement kau tinggal sendiri?

“Ya begitulah.”

Tidak apa-apa jika kau tinggal sendiri? Kau tidak punya siapa-siapa disana, Hyo-ya. Bagaimana jika ada apa-apa? Siapa yang akan membantumu?

“Oppa tenang saja. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Oppa jangan meragukanku.”

Bagaimana jika aku pulang ke Korea?

“Tidak perlu, oppa. Bagaimana dengan appa jika kau pulang? Percayalah, aku baik-baik saja.”

Arraseo. Pokoknya kau harus segera mengabariku jika terjadi apa-apa. Arrachi?

“Arra. Oppa…”

Ne?

“Saranghae.”

Nado, Hyo-ya.

“Sampaikan salamku untuk appa, jaga diri kalian baik-baik.”

Ne. Aku tutup dulu, ya.

“Ne, oppa.” TREK. Minhyo menghela nafas dan meletakkan ponselnya di meja samping ranjang. Minhyo tidak pernah berpisah dengan Sanghyun maupun Tuan Park. Selama ini, mereka selalu bersama-sama kemanapun. Bahkan saat Tuan Park memutuskan untuk pindah ke Londonpun, mereka melakukannya bersama-sama. Makanya saat ini Minhyo merasakan rasa rindu yang luar biasa kepada Tuan Park dan Sanghyun. Belum lagi ia juga tidak bisa bertemu setiap hari dengan Chanyeol.

“Aku merindukan kalian.”

 

~~~

 

Chanyeol mendudukan dirinya di sudut ruangan latihan dengan keringat yang mengucur deras. Ia menghembuskan nafas berkali-kali seraya menetralkan nafasnya.

“Lelah, hyung?” Tanya seorang namja sembari memberikan sebotol minuman kepada Chanyeol dan ikut duduk di sampingnya.

“Gomawo, Sehun-ah. Ne, aku lelah sekali. Bagaimana denganmu?” Balas Chanyeol sembari meneguk setengah air di dalam botol itu.

“Aku juga lelah, hyung.” Jawab laki-laki yang di panggil Sehun itu.

“Aku ingin bertanya sesuatu padamu, hyung.” Ujar Sehun sembari menatap Chanyeol.

“Apa? Tanyakan saja.”

“Kau benar-benar orang Korea asli?”

“Memangnya kenapa?”

“Anieyo, hyung. Wajahmu tidak seperti orang Korea.” Chanyeol tertawa kecil mendengar ucapan Sehun.

“Namaku Park Chanyeol. Apa itu tidak mencerminkan bahwa aku orang Korea?”

“Ah ya benar sekali.” Kata Sehun sembari menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

“Ibuku bukan orang Korea. Sedangkan ayahku adalah orang Korea.” Jelas Chanyeol.

“Ah pantas saja! Pasti gen ibumu sangat kuat hingga wajahmu tidak seperti orang Korea.” Ucap Sehun. Chanyeol hanya tersenyum tanpa niatan membalas ucapan Sehun.

“Aku mau ke toilet dulu.” Ujar Chanyeol dan berdiri dari duduknya.

“Ne, silahkan hyung.” Chanyeol tersenyum sebentar kepada Sehun sebelum akhirnya keluar dari ruang latihan. Chanyeol berjalan seorang diri di salah satu koridor gedung SM. Sesekali namja itu bersenandung hingga akhirnya sampai di toilet.

“Kyuhyun hyung..” Sapanya saat melihat Kyuhyun yang sedang mencuci tangan di wastafel toilet.

“Chanyeol-ssi..” Sahut Kyuhyun.

“Tidak perlu seformal itu hyung denganku.” Ujar Chanyeol sembari tersenyum. Kyuhyun tersenyum tipis.

“Super Junior sedang ada jadwal latihan, hyung?” Tanya Chanyeol.

“Ne, saat ini sedang istirahat sebentar. Aku mau kembali ke ruang latihan dulu, Chanyeol-ah.” Pamit Kyuhyun dan di balas anggukan oleh Chanyeol.

“Bagaimana mungkin noona mengatakan Kyuhyun hyung itu tidak sopan? Jelas-jelas dia sangat sopan padaku yang lebih muda darinya.” Gumam Chanyeol dan kemudian meneruskan kegiatannya di toilet.

Tubuh Chanyeol terlonjak ke belakang karena terkejut melihat kehadiran Kyuhyun yang bersandar di dinding samping pintu toilet.

“Hyung, kau mengagetkanku!” Keluh Chanyeol sembari mengusap dadanya pelan.

“Ah mianhae, aku tidak bermaksud. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, Chanyeol-ah.”

“Kau mau bertanya apa, hyung?” Tanya Chanyeol yang sudah memasang wajah serius berbeda dengan tadi yang masih tampak terkejut.

“Itu..di mana Park Minhyo tinggal?”

“Mwo? Noonaku?”

“Ne, noonamu.” Kyuhyun menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

“Ada perlu apa kau dengan noonaku, hyung?”

“Hanya urusan pribadi.” Jawab Kyuhyun.

“Baiklah, kau ada kertas dan pena?”

“Tuliskan saja di ponselku.” Ujar Kyuhyun sembari menyerahkan ponselnya. Jari-jari Chanyeol bergerak lincah di layar ponsel Kyuhyun. Sesaat kemudian ia mengembalikan ponsel itu.

“Di sana sudah lengkap, hyung. Termasuk nomor ponsel noona. Jika nanti noona tidak ada di apartement kau bisa menghubunginya.” Jelas Chanyeol.

“Arraseo. Gomapta, Chanyeol-ah.”

“Cheonmaneyo, hyung.”

 

 

Kyuhyun menurunkan topi hitam yang melekat di kepalanya agar dapat menutupi setengah wajahnya. Mantel hitam yang dipakainya juga ikut ia rapatkan mengingat udara malam yang terasa sangat dingin. Kyuhyun memperhatikan sebentar gedung apartement yang terdapat di hadapannya sebelum masuk ke dalam. Saat sampai di depan sebuah pintu apartement, Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan memastikan ia berada di nomor apartement yang tepat. Kyuhyun menekan bel apartement setelah merasa benar-benar yakin.

“Tunggu sebentar.” Tampak terdengar suara perempuan dari dalam. Kyuhyun kembali menurunkan topinya dan menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada yang melihatnya di sana. Sesaat kemudian pintu apartement terbuka, menampilkan Minhyo dengan piyama tidurnya.

“Nuguya?” Tanya Minhyo takut setelah melihat penampilan Kyuhyun. Kyuhyun tidak memperdulikan pertanyaan Minhyo dan menerobos masuk ke dalam apartementnya.

“Yaa!! Kau siapa?” Tanya Minhyo lagi. Kyuhyun melepas topi yang dipakainya dan merapikan rambutnya.

“K–kau..” Minhyo tidak dapat menutupi keterkejutannya saat melihat sosok Kyuhyun di hadapannya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Minhyo ketus.

“Aish, apa begitu caramu memperlakukan tamu?”

“Untuk apa memperlakukan dengan sopan sedangkan tamu itu sendiri tidak sopan?” Balas Minhyo sembari melipat kedua tangannya di depan dada.

“Terserah kau saja, sekarang cepat ambilkan aku minum. Aku haus.”

“Mwo? Ya!! Kau pikir aku pembantumu, huh??! Cepat keluar dari apartementku!!”

“Nona Park, tingkat sopan santunmu benar-benar berada di level bawah.” Ejek Kyuhyun sembari menggelengkan kepalanya. Minhyo mengepalkan kedua tangannya mencoba menahan emosi.

“Apa maumu?” Tanya Minhyo mencoba bersabar. Kyuhyun tersenyum senang.

“Ahh,, terdengar lebih baik.” Ujar Kyuhyun.

“Bisa ambilkan aku minum? Aku haus sekali.” Ujarnya lagi. Minhyo menatap Kyuhyun tajam sebelum akhirnya menuju dapur dan mengambilkan Kyuhyun segelas air putih. Kyuhyun tersenyum geli melihat Minhyo yang sepertinya sangat kesal terhadap dirinya.

“Ini! Apa kau puas?” Minhyo meletakkan segelas airputih di meja makan.

“Ah segarnya.” Ucap Kyuhyun setelah meneguk habis air di dalam gelas itu.

“Sudah selesai, kan? Kurasa kau bisa pulang.” Ujar Minhyo.

“Kudengar kau tinggal sendiri disini. Sepertinya tidak apa-apa jika aku lebih lama berada disini.” Minhyo membulatkan matanya mendengar kata-kata Kyuhyun.

“Apa kau gila, Kyuhyun-ssi?” Tanya Minhyo sewot.

“Wae?”

“Apa yang akan orang pikirkan jika tau kau dan aku ada di dalam satu apartement?”

“Nyatanya tidak ada yang tau, Nona Park.” Ujar Kyuhyun santai. Minhyo kembali ingin mengeluarkan suaranya, tetapi diurungkannya saat tiba-tiba Kyuhyun menatapnya dengan pandangan intens.

“Ahh,, apa kau takut aku melakukan apa yang waktu itu aku bisikan padamu?” Goda Kyuhyun sembari melangkah mendekati Minhyo. Minhyo mengangkat tangannya hendak menampar Kyuhyun, namun Kyuhyun menahan tangannya. Kyuhyun terus mendekati Minhyo yang tampak terus mundur ke belakang hingga punggungnya membentur dinding.

“Jangan kurang ajar, Cho Kyuhyun.” Desis Minhyo mencoba menghilangkan gugupnya. Lagi-lagi ia harus berada dalam jarak sedekat ini dengan Kyuhyun. Kyuhyun menunjukkan smirknya pada Minhyo dan memajukan wajahnya hingga hidungnya sejajar dengan telinga Minhyo. Minhyo menggigit bibir bawahnya ketika merasa jantungnya berdetak berkali-kali lebih cepat. Kyuhyun memejamkan matanya dan menolehkan sedikit kepalanya. Ia menghirup dalam-dalam aroma shampo dari rambut Minhyo. Kyuhyun semakin yakin dengan hatinya. Ia benar-benar menyukai gadis ini. Sesaat kemudian, Kyuhyun melepaskan pegangannya pada tangan Minhyo dan menjauh dari tubuh gadis itu. Laki-laki itu dapat melihat dengan jelas wajah Minhyo yang memerah.

“Ada apa dengan wajahmu?” Tanya Kyuhyun. Minhyo memegang kedua pipinya.

“Wa–wajahku?” Minhyo membeo. Kyuhyun tersenyum sinis pada Minhyo.

“Sepertinya otakmu benar-benar kotor.” Cibir Kyuhyun.

“Mwo?! Apa maksudmu?”

“Aku tau apa yang ada di otakmu itu, Minhyo-ssi.”

“Apa?!” Tantang Minhyo.

“Kau pasti berpikir aku akan menciummu, setelah itu menidurimu. Benar, kan?” Ucap Kyuhyun yakin.

“M–mwo?” Kali ini wajah Minhyo kembali memerah. Namun bedanya jika tadi karena ia gugup, sekarang wajahnya memerah karena menahan emosi.

“Pergi dari apartemenku.” Ujar Minhyo sembari mengepalkan kedua tangannya untuk meredam kekesalannya.

“Aigoo, kau marah karena aku tidak mengabulkan keinginanmu?” Kyuhyun masih terus betah menggoda Minhyo. Ia tidak sadar jika Minhyo sudah benar-benar emosi padanya. Minhyo kembali mengangkat tangannya untuk menampar Kyuhyun, namun lagi-lagi Kyuhyun dengan cepat menahannya.

“Lepaskan!!” Minhyo mencoba melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun pada pergelangan tangannya.

“Bukankah sudah kukatakan tidak ada yang berhak mengotori wajahku apalagi dengan tanganmu ini?”

“Kau benar-benar seorang iblis!! KAU GILA!!” Jerit Minhyo kesal. Kyuhyun memundurkan sebentar wajahnya saat mendengar jeritan Minhyo yang memekakkan telinga. Ia tersenyum tipis.

“Kenapa kata-kata itu terdengar manis ditelingaku?” Gumam Kyuhyun. Ponsel di saku Kyuhyun bergetar saat laki-laki itu hendak kembali berbicara. Dengan satu tangannya yang bebas ia mengambil ponsel itu dari sakunya. Minhyo masih terus mencoba melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun yang semakin erat di pergelangannya.

“Yoboseo, hyung..”

“…..”

“Apa harus sekarang?”

“…..”

“Aishh,, ne. Ne. Arraseo!” TREK. Kyuhyun mengumpat dalam hati sembari menatap layar ponselnya. Padahal ia masih ingin berlama-lama menghabiskan waktu bersama Minhyo. Namun Sungmin menyuruhnya untuk segera ke dorm karena ada yang harus dibicarakan.

“Maaf membuatmu kecewa untuk kedua kalinya, Minhyo-ssi. Tetapi aku harus pulang sekarang. Jangan merindukanku, ne? Aku pasti akan datang lagi. Annyeong.” Kyuhyun segera melepaskan cengkraman tangannya dan berlari meninggalkan apartement Minhyo. Minhyo menganga tidak percaya dengan apa yang Kyuhyun katakan.

“Kecewa? Jangan merindukannya? Akan datang lagi?” Ucapnya pelan.

“DATANG LAGI?!” Jerit Minhyo tiba-tiba setelah dapat mencerna dengan baik ucapan Kyuhyun.

“Dasar iblis! Aku harus ekstra hati-hati sekarang.” Ujar Minhyo dan segera berlalu ke kamarnya sembari mengusap pergelangan tangannya yang memerah.

 

~~~

 

“Hyo-ya, kenapa pergelangan tanganmu memar seperti itu?” Tanya Ahra sembari menatap pergelangan tangan Minhyo. Saat ini mereka tengah makan siang bersama di salah satu cafe dekat hotel.

“Ahh,, tidak apa-apa eonni.” Jawab Minhyo sembari cengengesan.

“Tidak apa-apa bagaimana? Itu memar, Hyo. Apa ada yang menyakitimu?” Ahra tampak sangat khawatir.

“Jinjja gwaenchana, eonni. Ini hanya dilakukan oleh seorang iblis.” Desis Minhyo sembari menggeram kesal ketika membayangkan wajah Kyuhyun.

“Iblis?” Ahra menatap Minhyo dengan wajah penuh tanda tanya.

“Sudahlah, tidak usah kau pikirkan, eonni.” Ujar Minhyo dengan tersenyum.

“Arraseo. Tetapi jika ada yang mengganggumu beritahu aku, ne? Kau hanya sendiri disini.”

“Eonni tenang saja. Tidak akan ada yang berani menggangguku.” Ucap Minhyo berbohong. Dia tentu tau Kyuhyun sangat berani mengganggunya. Tetapi dia tidak mau membuat orang lain terlalu mengkhawatirkannya.

“Baguslah jika seperti itu. Oh ya, bagaimana jika minggu depan kukenalkan kau dengan adikku? Sepertinya minggu depan dia tidak terlalu sibuk.” Kata Ahra.

“Benarkah? Ahh aku senang sekali, eonni. Temanku akan bertambah lagi.” Sahut Minhyo antusias.

“Ne, semoga saja jadwalnya tidak padat.”

“Jadwalnya tidak padat? Memangnya adikmu bekerja dimana, eonni?” Tanya Minhyo.

“Kau jangan terkejut ya..” Ujar Ahra membuat Minhyo penasaran.

“Jangan membuatku penasaran, eonni.” Protes Minhyo. Ahra tersenyum kecil.

“Adikku seorang artis.”

“Mwo? Artis? Woahh,, daebak!!” Teriak Minhyo tanpa sadar.

“Ssttt.. Suaramu besar sekali, Hyo-ya..” Ujar Ahra sembari menatap sekitar cafe.

“Cepat kenalkan aku padanya, eonni. Kapan lagi aku bisa mendapatkan teman seorang artis. Hihihi..” Ahra tersenyum geli melihat tingkah Minhyo.

“Aigoo, kau ini. Hahaha..”

 

 

Ahra memasuki rumahnya dan segera menuju ke kamar Nyonya Cho. Ia membuka pintu kamar dan menemukan Nyonya Cho sedang membaca sebuah buku sembari duduk di sofa coklat di dalam kamarnya.

“Eomma..” Panggilnya. Nyonya Cho mendongak dan tersenyum melihat anak sulungnya itu.

“Kau sudah pulang..” Ahra mengangguk kecil dan menghampiri Nyonya Cho.

“Eomma, aku ingin meminta bantuanmu.” Ujar Ahra yang sudah duduk di samping Nyonya Cho. Nyonya Cho menutup buku yang sedang dibacanya dan menatap Ahra.

“Ada apa?”

“Tolong hubungi Kyuhyun dan suruh dia pulang sekarang. Ada yang ingin kubicarakan dengannya.”

“Kenapa kau tidak menghubunginya sendiri?” Ahra memutar kedua bola matanya dan memasang wajah malas.

“Eomma pikir sejak kapan anak bungsumu itu menurut dengan kata-kataku?” Tanya Ahra. Nyonya Cho tersenyum kecil. Ia tentu tau akan hal itu.

“Arraseo. Eomma akan menyuruhnya pulang sebelum makan malam, sehingga kita bisa makan malam bersama. Kau mandilah dulu, eomma akan menyiapkan makan malam.”

 

 

Kyuhyun bersiul pelan sembari memasukki kediaman keluarga Cho, rumahnya. Dikedua tangannya tampak PSP putih kesayangannya yang sedang dimainkannya sembari berjalan menuju ruang makan.

“Kyuhyun-ah..” Kyuhyun segera mem-pause permainan yang sedang dimainkannya dan mendongak. Tampak Nyonya Cho sedang menatapnya dengan perasaan rindu. Kyuhyun tersenyum dan menghampiri Nyonya Cho. Dipeluknya tubuh Nyonya Cho dengan sangat erat untuk menyalurkan rasa rindu yang dirasakannya.

“Aku merindukanmu, eomma..” Ujar Kyuhyun manja.

“Nado..” Balas Nyonya Cho sembari mengusap punggung Kyuhyun.

“Dimana appa?” Tanya Kyuhyun setelah melepaskan pelukannya.

“Appamu masih di dalam kamar. Mungkin sebentar lagi keluar. Nah, itu dia.” Kyuhyun segera membalikkan badannya dan menghampiri Tuan Cho.

“Appa..” Ia melakukan hal yang sama kepada Tuan Cho yaitu memeluknya.

“Masih ingat pulang?” Sindir Tuan Cho dengan bercanda. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Tuan Cho dengan kesal.

“Seharusnya kau mengatakan bahwa kau merindukanku, appa. Bukan malah menyindirku seperti itu.” Protes Kyuhyun. Tuan Cho dan Nyonya Cho tersenyum geli melihat tingkah Kyuhyun.

“Sikap kekanak-kanakkanmu ternyata tidak pernah hilang.” Kyuhyun segera menoleh saat mendengar suara Ahra. Tampak Ahra sedang berjalan menghampiri ketiga orang itu. Kyuhyun mencibir pelan kata-kata Ahra.

“Kalau aku tau kau ada dirumah, aku tidak mau pulang.” Ujar Kyuhyun bercanda.

“Yakk!! Adik kurang ajar!” Ahra menatap Kyuhyun dengan pandangan geram.

“Sudah-sudah, kalian jika bertemu selalu bertengkar. Sebaiknya kita segera makan malam.” Nyonya Cho mencoba menengahi pertengkaran kecil kedua anaknya.

Kyuhyun memang sudah cukup lama tidak pulang ke rumah karena kesibukannya sebagai member Super Junior. Wajar saja jika ia merasakan rindu kepada kedua orangtuanya dan juga kakak perempuannya. Untung saja ketika Nyonya Cho memintanya pulang malam itu, Super Junior sedang tidak ada perform. Sehingga Kyuhyun pun bisa pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya.

“Ahra-ya, kau bilang ada yang mau kau bicarakan pada Kyuhyun?” Tanya Nyonya Cho disela-sela kegiatan makan malam mereka. Ahra mengangguk kecil menjawab pertanyaan Nyonya Cho.

“Ada apa, noona?” Tanya Kyuhyun sembari memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya.

“Aku ingin mengenalkanmu dengan temanku, Kyuhyun-ah..” Jawab Ahra.

“Temanmu? Tidak biasanya..” Ucap Kyuhyun heran.

“Dia teman kerja baruku. Orangnya sangat baik.”

“Laki-laki atau perempuan?” Tanya Nyonya Cho.

“Perempuan, eomma.”

“Aigoo,, apa kau berencana menjodohkan temanmu itu dengan Kyuhyun?” Ujar Tuan Cho. Ahra tertawa kecil.

“Tentu saja tidak, appa. Aku rasa Kyuhyun masih bisa mencari kekasih sendiri. Aku ingin mengenalkan mereka berdua karena mereka seumuran. Siapa tau saja mereka dapat berteman baik.”

“Baiklah. Tidak ada salahnya aku berkenalan dengan temanmu itu. Hitung-hitung menambah teman.” Kata Kyuhyun.

“Kapan?” Tanyanya.

“Mungkin minggu depan. Apa kau sibuk?” Kyuhyun tampak berpikir sebentar.

“Tidak juga. Aku rasa masih ada waktu-waktu kosong untuk kami.” Ahra tampak mengangguk mengerti.

“Oh ya, siapa namanya?”

“Park Minhyo.”

“Uhukkk..uhukkk..” Saat nama itu tersebut Kyuhyun langsung merasa bahwa makanan yang ditelannya adalah batu. Membuatnya tersedak dan merasakan sakit di tenggorokannya. Dengan cepat ia mengambil segelas air di sampingnya dan meminumnya sampai habis.

“Park Minhyo?!” Jeritnya tertahan.

“Wae? Apa kau mengenalnya?” Tanya Ahra bingung.

“A–ahh,, ani.” Jawab Kyuhyun. Kyuhyun kembali melanjutkan makan malamnya dengan nafsu yang tiba-tiba menurun. Ia berpikir apakah Park Minhyo yang dimaksud Ahra adalah gadis yang sama dengan yang disukainya? Tidak menutup kemungkinan jika mereka memang orang yang sama. Tiba-tiba Kyuhyun tersenyum kecil. Ia memiliki kesempatan untuk kembali bertemu dengan gadis itu.

 

~~~

 

Dengan mata yang setengah terpejam dan mulut yang tampak menguap beberapa kali, Eunhyuk berjalan menuju pintu apartement karena bel sedari tadi terus berbunyi. Ia mendengus kecil saat melihat Jihee berdiri sembari membawa banyak bawaan di kedua tangannya.

“Ini masih sangat pagi, Choi Jihee..” Desisnya dan mengambil beberapa kantong di tangan Jihee.

“Aku tau oppa. Karena itu aku datang kemari.” Sahut Jihee dan memasukki dorm Super Junior.

“Apa yang kau bawa?” Tanya Eunhyuk.

“Sarapan pagi untuk kalian.” Jawab Jihee.

“Benarkah? Ahh perutku lapar sekali.” Ujar Eunhyuk dengan matanya yang segar karena mendengar Jihee membawa makanan.

“Oppa mandilah terlebih dahulu. Setelah itu bangunkan yang lain. Aku akan menyiapkan makanannya.” Kata Jihee yang sudah tampak sibuk membuka kantong-kantong yang dibawanya.

“Kenapa tidak makan saja dulu baru mandi?” Ucap Eunhyuk dengan wajah memelas. Jihee mendongak dan menatap Eunhyuk dengan tajam.

“Itu-”

“Arraseo. Arraseo. Aku tau apa yang akan kau katakan. ‘Itu kotor dan tidak baik untuk kesehatan, Eunhyuk oppa’.” Ujar Eunhyuk sembari meniru gaya bicara Jihee. Jihee tersenyum geli.

“Kalau begitu cepatlah mandi.” Eunhyuk mengangguk mengerti.

Hampir satu jam kemudian, seluruh member keluar dari kamar mereka dalam keadaan bersih dan wangi. Mereka menuju ruang makan dan segera mengambil tempat duduk masing-masing.

“Shindong oppa, jangan sentuh itu!” Teriak Jihee membuat gerakan Shindong terhenti.

“Wae? Aku ingin memakannya, Jihee-ya..” Ucap Shindong tidak terima.

“Itu makanan kesukaan Kyuhyun oppa. Aku sengaja membelikan itu untuknya.” Jihee mengambil mangkuk berisi makanan kesukaan Kyuhyun dan menaruhnya di hadapan Kyuhyun. Kyuhyun menunjukkan smirknya sembari menatap Shindong.

“Kau mau, hyung?” Tanya Kyuhyun. Shindong mengangguk antusias.

“Akan kuberikan mangkuknya untukmu.”

“Hahaha…” Tawa berderai dari seluruh member mendengar memenuhi ruang makan melihat tingkat Shindong yang memberengut kesal.

“Sudah-sudah ayo makan.” Ucap Sungmin dan disambut anggukan kepala dari yang lain.

“Kau tidak makan?” Tanya Kyuhyun ketika melihat Jihee hanya berdiri saja sembari menatap mereka.

“Ani. Aku tidak lapar.” Jawab Jihee sembari tersenyum.

“Aish, hyung kau duduk di sana saja.” Ujar Kyuhyun pada Ryeowook yang duduk di sampingnya. Ryeowook tidak membantah dan beranjak dari tempatnya.

“Kau duduk sini.” Suruh Kyuhyun pada Jihee. Sama halnya dengan Ryeowook, Jihee pun tidak membantah dan duduk di samping Kyuhyun.

“Setidaknya kau harus mencicipi makanan yang kau bawa.” Kyuhyun mengambilkan makanan untuk Jihee. Jihee tampak tersenyum malu-malu melihat sikap perhatian Kyuhyun padanya. Padahal semua juga tau bahwa Kyuhyun biasa melakukannya.

“Oppa hari ini kau sibuk?” Tanya Jihee sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

“Untuk pagi ini hingga sore nanti aku kosong. Malam nanti kami harus ke KBS untuk mengisi acara.” Jawab Kyuhyun.

“Kenapa?” Tanyanya.

“Temani aku jalan-jalan, ne?” Pinta Jihee.

“Kau tidak kuliah?”

“Tidak. Hari ini dosennya berhalangan hadir dan aku bosan sekali jika harus menghabiskan waktu di rumah.” Keluh Jihee.

“Baiklah jika seperti itu.” Ujar Kyuhyun.

“Apa ada yang ingin ikut?” Tanya Jihee pada member lain.

“Kami tidak mau mengganggu kalian.” Jawab Sungmin.

“Aish, apa maksudmu, hyung?!” Protes Kyuhyun.

“Tidak ada.” Sungmin tersenyum kecil dan melanjutkan kegiatan sarapannya. Sedangkan Jihee hanya bisa tersenyum malu melihat itu.

 

 

Lengkap dengan penyamarannya yaitu masker hitam serta topi hitam yang melekat di kepalanya, Kyuhyun berjalan berdampingan bersama Jihee di daerah Insadong. Daerah yang menyajikan berbagai hiasan menarik dengan harga yang murah. Siang itu daerah Insadong tidak terlalu ramai oleh pengunjung, karena memang biasanya malam hari daerah itu akan dipadati pengunjung.

“Oppa lihat ini!” Jihee menunjukkan dua buah gantungan ponsel berjenis pasangan kepada Kyuhyun. Kyuhyun tampak menelisiknya dan mengangguk.

“Bagus.” Ujarnya.

“Satu untukku dan satu untuk oppa, bagaimana?”

“Mwo? Itu gantungan kunci untuk orang yang berpasangan, Jihee-ya.”

“Memangnya kenapa kalau orang yang tidak berpasangan memakainya? Tidak boleh?” Protes Jihee. Kyuhyun menghela nafas.

“Terserah kau sajalah.” Putus Kyuhyun akhirnya. Jihee tersenyum senang saat tiga kata itu meluncur dari mulut Kyuhyun. Setelah membeli gantungan itu, mereka melanjutkan perjalanan mereka mengitari tempat-tempat lain yang tak kalah menarik.

“Aku lelah, Jihee-ya. Tidak bisakah kita duduk sebentar?”

“Arra. Ayo kita cari tempat duduk.” Kyuhyun mengangguk dan mereka mulai mencari tempat duduk untuk mengistirahatkan diri.

“Aakhh-” Jihee hampir saja tersungkur ke depan karena terdorong orang dari belakang yang tampak berjalan terburu-buru. Untung saja Kyuhyun cepat tanggap dan memegang lengan Jihee hingga tubuhnya tidak tersungkur.

“Ya!! Bisa hati-hati tidak?!” Geram Kyuhyun membuat orang yang mendorong Jihee membungkuk beberapa kali tanda meminta maaf dan setelah itu berlalu dari hadapan mereka.

“Gwaenchana?” Tanya Kyuhyun.

“Kakiku sedikit terkilir.” Jawab Jihee.

“Disana ada tempat duduk, kita ke sana saja.” Kyuhyun membantu Jihee berjalan hingga sampai di sebuah tempat yang bisa mereka dudukki.

“Coba aku lihat sebentar kakimu.” Kyuhyun menunduk di hadapan Jihee dan memegang pelan pergelangan kakinya.

“Akkhh..”

“Sakit?” Jihee mengangguk.

“Apa kita perlu ke rumah sakit?” Tanya Kyuhyun yang disambut gelengan oleh Jihee.

“Satu dua hari pasti sembuh.” Jawabnya menenangkan.

“Oppa duduklah.” Kyuhyun menurut dan duduk disamping Jihee.

“Mana ponselmu, oppa?” Jihee menengadahkan tangannya. Kyuhyun tidak banyak bertanya dan memberikan ponselnya kepada Jihee. Jihee mengambilnya dan memasangkan gantungan yang tadi dibelinya.

“Cha!” Jihee tampak senang melihat gantungan itu tergantung diponsel Kyuhyun. Selanjutnya ia memasangkan pasangan gantungan itu di ponselnya.

“Cocok sekali.” Gumam Jihee senang. Jihee mengambalikan ponsel Kyuhyun kepada sang pemiliknya.

“Oppa..”

“Ne?!”

“Gomawo..”

“Untuk apa?”

“Sudah menemaniku jalan-jalan hari ini. Dan sudah mengkhawatirkanku tadi.” Kyuhyun tersenyum kecil.

“Apa ini pertama kali aku melakukannya?” Jihee menggeleng.

“Lalu kenapa bersikap seperti itu?” Jihee menunduk sembari menarik nafas panjang.

“Boleh aku meminta kepastian darimu, oppa?” Tanya Jihee sembari mendongak menatap Kyuhyun.

“Kepastian?” Kyuhyun menatap Jihee dengan bingung.

“Aku menyukaimu, oppa.” Kata Jihee pelan namun masih dapat terdengar jelas oleh Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun menegang mendengar pernyataan Jihee. Ia tau tentang perasaan Jihee padanya. Tetapi ia tidak pernah tau Jihee akan mengatakan langsung padanya.

“Ji–Jihee-ya..”

“Sikap perhatianmu selama ini padaku karena kau juga menyukaiku, kan?” Tanya Jihee penuh harap. Kyuhyun menghela nafas sebentar sebelum membalas tatapan Jihee.

“Bagiku, kau sudah seperti separuh nyawaku. Kau tau itu? Aku mengenalmu sudah hampir seumur hidupku. Perasaanku padamu sudah seperti perasaan seorang kakak kepada adiknya, Jihee-ya. Aku menyayangimu, aku menyukaimu, dan aku mencintaimu. Aku tidak mau kehilanganmu, aku tidak mau kau terluka. Itu semua karena aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri.” Ujar Kyuhyun panjang lebar. Jihee menatap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. Melihat itu, Kyuhyun kontan merasa bersalah. Ia segera menarik Jihee ke dalam pelukannya.

“Jangan menangis. Jangan bodoh dengan membuang airmata untuk laki-laki sepertiku.” Ucap Kyuhyun.

“Apa aku terlihat murahan oppa?” Isak Jihee.

“Tentu saja tidak.” Sambar Kyuhyun langsung.

“Suatu hari nanti, kau pasti akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik dariku.”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

59 thoughts on “Trust Me (FF Request) – Part 2

  1. Waduhhh,, salah tuh ahra eonni kenalin minhye ke kyuhyun.. Makin jahil aja si kyuhyun, kasian si minhye-nya..

    Tapi seruuuu ceritanya, itu si chanyeol gak curiga sama kyuhyun pas minta alamat minhye???

    Waiting for the next part 🙂

  2. si kyu juga sikapnnya kayak orang yg sayang ma jihee sih..
    ckckck, nakal si kyu, masa mpe minta alamat apatony sm chanyeol
    udah gitu nyambang malam2, ga sopan pula, # minta digetok XP

    lanjut yah thor..
    penasaran sama pertemuan kyu ma min hyo, bareng ara eonnie..

  3. ciyeeeeee epil ternyata baik jugaaa 😀
    tp kenapa kl di depan hyo,, selalu berulah??? 😛
    hahahaa.. oke, gasabar nunggu pertemuan hyokyu yg direncanain ahra^^ semangat!!!

  4. ciyeeeeee epil ternyata baik jugaaa 😀
    tp kenapa kl di depan hyo,, selalu berulah??? 😛
    hahahaa.. oke, gasabar nunggu pertemuan hyekyu yg direncanain ahra^^ semangat!!!

  5. Eoni kyuhyun ngebisikin apa ke minhyo ? :/
    Dan ah kyuhyun tau bakal knalan sma minhyo, nah klo minhyo nanti gmna jdinya kkk xp

    Dan jihee di rolak sma kyuhyun kasian :/

  6. kasihan jihee, soalnya Kyu oppa suka nya sama Minhyo dan menganggap dirinya sebagai adik yg baik bagi Kyu oppa

  7. sempat lupa sama ff ini.. Tapi setelah baca inget lagi deh.. Hohohoho.. 😀

    kyuhyun bela-belain buat ke rumah minhyo cuma mau gangguin minhyo aja.. Kurang kerjaan banget ya kyuhyun.. Wkwkwkwk.. XD
    udah ga sabar mau baca part selanjutnya.. Penasaran reaksi minhyo kalo tau kyuhyun itu dongsaengnya ahra.. Pasti seru.. Hahahaha.. 😀
    ditunggu part selanjutnya.. Fighting !! 😉

  8. Kyuhyun langsung peka sama nama Park Minyo sampe keselek gitu kkk~
    Jihee sudahlah jadi adik kyuhyun jg udh sangat beruntung *akumauu haha
    gasabar gmn nanti ahra nemuin minho sm kyu pasti seruuu

  9. yakkkk, senyam senyum sendiri nih baca part dimana kyu godain minhyo hahahahaha =))
    Gak nyangka ya dunia emg sempitttt, ternyata kyu sama minhyo emg jodoh, udah gausah diapa2in xD
    Kira2 jihee gmn ya nanti? Lapang dada gak ya nrima penolakannya kyu………

  10. ada typo disini . jelas jelas di part 1 dikatakan minhye di terima di Pearl Hotel . tetapi di part 2 kenapa jadi Silver Hotel ????

  11. gak sabar lihat kyu di kenalin dengan minhyo pasti kyu tambah jahil aja.
    apa reaksi ahra eoni saat tau mereka musuhan ya

  12. Aigoo sikyu si terlalu over ngejagain jihee nya jd jihee jd salah paham kan sm perbuatan yg terlalu berlebihan itu ,, aigo nanti apa jd nya klo jihee tau kyu ska sm min hyo ????

  13. Akhirnya kyuhyun tegas jg sama jihee klo dia ga punya perasaan cinta antara pria dan wanita sma jihee,, dia hanya anggap jihee adik aja
    Duhh,, kyu makin seneng aja godain minhyo gmn jadinya nanti klo minhyo ketemu adik nya ahara yg ternyata kyuhyun??? Pasti lucu banget nantii hahahaaa

  14. Eh itu chanyeol pake langsung ngasih alamat apartemennya kok gampang bgt sih haha

    Ga sabar gimana reaksi minhyo klo ternyata adeknya ahra eonnie itu kyuhyun yg sering gangguin dia haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s