Regret – Part 9

Regret – Part 9

Author

Choineke

Title

Regret

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Kim Sangmi, Kim Ryeowook

Genre

Romance, Sad

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Apapun yang kita miliki di dunia ini, tidak akan pernah kita sadari dan syukuri sebelum kita kehilangannya. Setelah hilang, yang akan kita rasakan hanya penyesalan. Penyesalan yang tidak akan pernah ada gunanya.

 

Author POV

Yongri memasukki ruangan Kyuhyun dan menemukan Kyuhyun yang tampak sedang sibuk dengan kertas-kertas di atas meja. Yongri meletakkan sebuah map di atas meja Kyuhyun.

“Ada yang harus kau tandatangani, Kyuhyun-ah.” Ujarnya.

“Akan kutandatangani nanti.” Sahut Kyuhyun cuek tanpa melihat Yongri. Yongri menghela nafas panjang.

“Jangan lupa pukul 2 nanti ada rapat.”

“Aku tau.”

“Kau masih marah?” Tanya Yongri yang membuat gerakan tangan Kyuhyun terhenti. Namun itu hanya sesaat, karena setelahnya Kyuhyun tampak kembali sibuk.

“Jika tidak ada kepentingan lagi kau bisa keluar.” Ucap Kyuhyun lagi-lagi tanpa melihat Yongri. Yongri tidak dapat menutupi rasa kecewanya saat melihat sikap ketus Kyuhyun padanya. Akhirnya yeoja mungil itupun segera berbalik dan meninggalkan ruangan Kyuhyun. Kyuhyun menolehkan kepalanya saat mendengar pintu ruangannya sudah tertutup. Ia memperhatikan pintu itu dengan intens seolah itu adalah seseorang yang sangat ingin dilihatnya.

 

 

 

“Sedang apa disini?” Tanya Yongri saat melihat sosok Siwon di lingkungan kantornya.

“Menjemputmu pulang.” Jawab Siwon sembari tersenyum.

“Aku bisa pulang sendiri.” Sahut Yongri.

“Kau mau menghindariku lagi?” Tanya Siwon sembari memicingkan matanya. Menatap Yongri penuh curiga. Yongri tersenyum kecil.

“Anieya. Aku hanya tidak mau merepotkan orang lain.” Jawab Yongri.

“Apa aku termasuk orang lain untukmu? Kukira aku orang terpenting dalam hidupmu.”

“Siwon-ah..”

“Arraseo, aku hanya bercanda. Ayo pulang.” Siwon tersenyum dan menarik pelan tangan Yongri untuk masuk ke dalam mobilnya. Yongri ikut tersenyum dan tidak menolak genggaman tangan Siwon. Tepat saat keduanya telah memasukki mobil, terlihat Kyuhyun yang tampak menatap mereka dengan tajam. Yongri hendak turun dari mobil, namun dengan cepat Siwon menahannya.

“Mau kemana?” Tanya Siwon.

“Aku harus bicara dengan Kyuhyun.” Jawab Yongri.

“Bicara apa? Sepertinya suasana hati laki-laki itu sedang tidak baik. Terlihat sekali dari tatapan matanya.” Ucap Siwon sembari menatap Kyuhyun.

“Kyuhyun sedang marah padaku. Karena itu aku harus bicara padanya. Kau pulang sendiri saja.” Yongri kembali hendak turun namun Siwon lagi-lagi menahannya.

“Biarkan saja jika dia marah padamu. Ini sudah malam dan kau harus pulang.”

“Tapi-” Siwon menangkup wajah Yongri menggunakan kedua tangannya dan mengecup singkat bibir Yongri.

“Bisakah kau mendengarkan kata-kataku?” Tanya Siwon lembut. Yongri tampak terpaku dengan perbuatan Siwon yang tiba-tiba. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali sembari menatap Siwon. Sesaat kemudian Yongri mengangguk pelan. Siwon tersenyum dan menatap Kyuhyun yang tampak mengepalkan kedua tangannya. Siwon yakin, Kyuhyun melihat dengan jelas apa yang baru saja dilakukannya pada Yongri. Siwon segera menjalankan mobilnya dan meninggalkan Cho Advertising.

 

 

 

“Besok pagi aku akan mengantarkanmu ke kantor. Dan pulangnya aku akan kembali menjemputmu.” Ucap Siwon sesaat setelah mobilnya terparkir sempurna di halaman depan rumah keluarga Kim. Yongri melepas seatbelt yang terpasang di tubuhnya dan menoleh menatap Siwon.

“Tidak perlu seperti itu. Aku bisa pergi dan pulang sendiri. Lagipula, jika aku memang ingin diantar ataupun dijemput, aku bisa meminta Ryeowook melakukannya.”

“Aku tidak suka penolakan, Yongri-ya..”

“Cih! Lalu apa yang kau suka?”

“Kau!”

“Mwo?!”

“Masuklah ke dalam, udara semakin dingin. Nanti kau bisa sakit.” Ujar Siwon dan mencoba mengalihkan pembicaraan. Yongri menatap Siwon sebentar sebelum akhirnya menghela nafas.

“Arraseo. Hati-hati di jalan.” Sahut Yongri dan ingin keluar dari mobil sebelum Siwon menahannya. Yongri menatap Siwon dengan wajah bingung. Siwon memajukan wajahnya dan mencium lama kening Yongri. Setelah puas Siwon menjauhkan sedikit wajahnya. Hanya sedikit karena keduanya masih dapat merasakan deru nafas lawan masing-masing. Siwon tersenyum menatap wajah Yongri yang terlihat kebingungan.

“Selamat malam. Aku mencintaimu, Choi Yongri.” Bisik Siwon dan kemudian menyapukan bibirnya di permukaan bibir Yongri. Siwon menarik tengkuk Yongri agar semakin mendekat padanya. Yongri dapat merasakan lembutnya bibir Siwon yang melumat pelan bibirnya.

“Aku mencintaimu..” Ujar Siwon di sela-sela kegiatannya. Mendengar itu membuat Yongri tersenyum dan Siwon tentu dapat merasakannya. Semakin lama, ciuman Siwon semakin menuntut. Kepala Yongri bahkan sampai terdorong ke belakang karena terlalu sulit mengimbangi lumatan Siwon.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon setelah melepaskan bibirnya dari bibir Yongri. Siwon mengelus-eluskan hidungnya dengan hidung Yongri.

“Hmm?” Sahut Yongri dengan memejamkan mata, tampak sangat menikmati perlakuan Siwon.

“Jadilah milikku seutuhnya.” Suara Siwon terdengar pelan namun sarat akan permohonan.

“Aku milikmu, Siwon-ah..” Entah apa yang ada dipikiran Yongri sehingga ia menanggapi kata-kata Siwon seperti itu.  Siwon membuka matanya dan tampak terkejut dengan jawaban Yongri.

“Aku tidak akan mengizinkanmu untuk menarik kata-katamu lagi, Yongri-ya.” Ucap Siwon sembari menggigit kecil leher Yongri.

“Eunngg.. Aku tidak akan menariknya..” Sahut Yongri.

“Apartement?” Tanya Siwon.

“Terserah..” Jawab Yongri. Siwon tersenyum dan mengecup singkat bibir Yongri sebelum akhirnya menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Kim.

 

~~~

 

Sinar matahari di pagi itu terasa sangat menyengat untuk siapa saja yang merasakannya. Waktu menunjukkan pukul 7 pagi, namun matahari terlihat sudah sangat tinggi sehingga setiap ruangan tampak terang oleh cahayanya. Yongri melenguh pelan saat merasakan sinar matahari menyapu wajahnya. Ia menarik selimut hingga sebatas bahu dan kembali berniat tidur. Namun niatnya itu tertunda saat merasakan sebuah kecupan di bahunya yang polos. Yongri membalikan badannya dan menatap orang yang memberikan kecupan itu.

“Pagi.” Suara serak Siwon menyapanya.

“Hmm..” Yongri kembali memejamkan matanya yang masih terasa berat.

“Langit sudah sangat cerah dan kau mau kembali tidur?” Tanya Siwon sembari membelai pelan pipi Yongri.

“Biarkan saja.” Jawab Yongri cuek.

“Kau mengantuk atau lelah karena kegiatan kita semalam?” Goda Siwon sembari tersenyum kecil. Yongri memukul dada bidang Siwon yang polos tanpa sehelai benangmu, sama seperti dirinya.

“Kau sudah benar-benar menjadi milikku, Yongri-ya. Aku tidak akan melepaskanmu lagi untuk kali ini.” Ucap Siwon. Yongri tidak membalas ucapan Siwon dan malah mendekatkan dirinya pada Siwon. Melingkarkan tangannya di sekitar punggung Siwon.

“Dan aku harap, apa yang kita lakukan semalam dapat membuahkan hasil disini.” Ucap Siwon lagi sembari mengusap pelan perut Yongri dari balik selimut.

“Tidak mungkin.” Kata Yongri cepat. Siwon memundurkan tubuh Yongri dan menatap matanya.

“Apa maksudmu ‘tidak mungkin’?” Tanya Siwon bingung.

“Masa suburku sudah lewat.” Jawab Yongri. Wajah Siwon terlihat sangat terkejut.

“Mwo?! Oh astaga, Choi Yongri! Karena itukah kau mau melakukannya denganku? Karena kau tau kau tidak akan hamil, huh?” Yongri tersenyum polos di hadapan Siwon.

“Memangnya aku salah?” Yongri tampak tidak terima saat melihat wajah Siwon yang kesal.

“Kau mau aku dibunuh oleh abeoji dan eommoni karena hamil sebelum menikah?!”

“Aku pasti akan menikahimu, Yongri-ya.”

“Aku tau.” Lagi-lagi suara Yongri terdengar cuek.

“Aish, jinjja! Tetapi biarpun begitu, kukatakan sekali lagi bahwa kau adalah milikku! Jadi berhenti berdekatan dengan pria manapun termasuk Kyuhyun. Arraseo?!”

“Shireo!”

“Shireo?” Yongri mengangguk.

“AAKKHH!!” Jerit Yongri.

“Jinjja!! Apa yang kau lakukan, bodoh?!” Pekik Yongri kesal saat Siwon menggigit hidungnya.

“Hukuman karena kau tidak mau mendengarkanku.”

“Aish terserah kau saja. Aku mau tidur.” Yongri membalikkan badannya membelakangi Siwon.

“Kau tidak bekerja?” Tanya Siwon.

“Kalaupun aku bilang ingin bekerja, kau pasti tidak akan mengizinkanku bekerja hari ini.” Jawab Yongri. Siwon tersenyum kecil mendengar jawaban Yongri. Ia mendekatkan dirinya dengan Yongri dan memeluk tubuh Yongri dari belakang.

“Aku benar-benar mencintaimu.” Bisik Siwon dan mengecup singkat pipi Yongri.

“Hmm..”

“Ayo kita tidur. Aku juga sangat mengantuk.” Ucap Siwon dan mengeratkan pelukannya pada Yongri.

 

 

 

Yongri kembali ke rumah saat langit mulai gelap. Ia segera memasukki rumah dan mendapati Ryeowook berada di ruang tamu.

“Noona!”

“Wae?” Tanya Yongri bingung saat melihat Ryeowook di hadapannya.

“Kau darimana saja semalaman? Kenapa tidak pulang? Kau membuat kami khawatir.” Ujar Ryeowook.

“Ah mianhae. Semalam aku ada urusan mendadak yang menyebabkanku tidak bisa pulang ke rumah.”

“Urusan apa? Apa urusan kantor?”

“Anieya. Urusan pribadi.”

“Pribadi?” Ryeowook memicingkan matanya sembari menatap Yongri. Yongri mengangguk.

“Semalam aku menginap di apartement bersama Siwon.”

“Mwo?! Siwon hyung?”

“Ne.. Akhh-”

“W–wae? Waeyo, noona?”

“Kepalaku sakit.”

“Yongri-ya, kau kenapa?” Suara Ny. Kim tiba-tiba terdengar oleh Ryeowook dan Yongri.

“Eo–eommoni..” Yongri dan Ryeowook sama-sama terkejut dengan kehadiran Ny. Kim.

“Kau kenapa? Apa kau sakit?” Ny. Kim memegang wajah Yongri.

“Aku baik-baik saja.” Ucap Yongri berbohong. Sekuat tenaga Yongri menahan sakit di kepalanya agar Ny. Kim tidak curiga sama sekali.

“Baik-baik saja bagaimana? Kau berkeringat seperti ini.”

“Jangan khawatir, eommoni. Percayalah, aku baik-baik saja.”

“Eommoni akan percaya setelah kita ke rumah sakit. Ayo.” Ny. Kim tampak menarik tangan Yongri untuk keluar dari rumah. Jantung Yongri berdetak berkali-kali lebih cepat. Ia takut Ny. Kim berhasil membawanya ke rumah sakit dan penyakitnya akan terbongkar.

“A–anieya, eommoni. Aku hanya perlu tidur. Aku lelah sekali.” Yongri menahan langkah Ny. Kim.

“Kau bisa istirahat setelah dari rumah sakit.”

“Itu akan lebih lama. Jika eommoni memang benar-benar mengkhawatirkanku, biarkan aku istirahat di kamar, eo?” Ny. Kim tampak menatap lama wajah Yongri. Ia menimbang-nimbang apa yang harus dilakukannya.

“Baiklah kalau itu maumu. Segeralah istirahat, apa kau mau makan malam dulu? Akan eommoni siapkan, jika kau mau.”

“Tidak perlu, eommoni. Aku sudah makan malam tadi. Aku akan segera istirahat. Selamat malam semuanya.” Yongri tersenyum sebentar sebelum akhirnya menaiki lantai 2 dan menuju kamarnya. Keringat dingin semakin banyak mengalir dari pelipis Yongri saat sakit kepalanya semakin menjadi. Ia segera membuka laci meja nakas di samping tempat tidur dan mengambil obat penahan sakitnya. Yongri segera mengeluarkan beberapa pil obat itu dan meminumnya. Tiba-tiba saja setetes airmata mengalir dari sudut mata Yongri. Hingga akhirnya lama kelamaan airmatanya semakin banyak keluar.

“Biarkan aku bahagia sebentar saja, Tuhan.” Gumam Yongri dengan terisak. Ia mengingat hubungannya dengan Siwon yang baru saja membaik. Yongri ingin menikmati itu lebih lama. Tetapi mengingat penggumpalan darah yang dialaminya, ia takut semuanya akan lenyap dalam sesaat saja.

 

~~~

 

Kyuhyun menghela nafas berkali-kali sembari memejamkan matanya. Ia bersandar di kursi kerjanya dan melipat kedua tangannya di depan dada. Kejadian beberapa hari yang lalu tiba-tiba terputar dalam otaknya. Saat dimana Siwon mencium Yongri di dalam mobil. Kyuhyun kembali menghela nafas dan membuka matanya. Hubungannya dengan Yongri bisa dikatakan sangat renggang sekarang. Tidak pernah bertegur sapa jika tidak menyangkut urusan pekerjaan. Kyuhyun tidak mau seperti ini. Tetapi ia tidak dapat menutupi rasa kecewanya terhadap Yongri. Selama ini dirinyalah yang selalu ada untuk Yongri. Saat susah maupun senang. Tetapi kenapa Yongri tidak bisa menerima kehadirannya? Kenapa Yongri malah kembali bersama Siwon yang jelas-jelas sudah menyakitinya? Kyuhyun mengalihkan pandangannya saat mendengar pintu ruangannya terbuka. Keningnya berkerut saat melihat siapa yang datang.

“Untuk apa kau kemari?” Tanya Kyuhyun sedikit tidak suka.

“Apa kau sibuk?” Tanya orang itu balik.

“Apa ada urusannya denganmu jika aku sibuk, Kim Sangmi?”

“Kau benar-benar sombong, Cho Kyuhyun.”

“Lebih baik kau cepat katakan apa tujuanmu datang ke kantorku!”

“Aku ingin mengajakmu kerjasama.” Ujar Sangmi dan membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Kerjasama?” Kyuhyun membeo.

“Kerjasama untuk memisahkan Siwon oppa dan eonnieku.”

“Mwo?!” Kyuhyun segera berdiri dari duduknya.

“Kau mencintai eonnie dan aku mencintai Siwon oppa. Bukankah kita akan saling menguntungkan dalam hal ini?” Kyuhyun tertawa sinis mendengar kata-kata Sangmi.

“Bagaimana mungkin kau berpikir aku mau bekerja sama dengan perempuan iblis sepertimu?”

“Pikirkan keuntungannya, Tuan Cho.”

“Dengarkan aku baik-baik, Nona Kim Sangmi yang terhormat. Aku mencintai Yongri  menggunakan hatiku. Bukan dengan nafsu sepertimu.”

“Mwo?! Apa maksudmu?!” Sangmi tampak tidak terima saat Kyuhyun mengatakan dirinya mencintai Siwon dengan nafsu. Kyuhyun sendiri tampak tidak tertarik untuk menjelaskan apa maksud dari ucapannya.

“Keluar dari ruanganku.” Usir Kyuhyun kepada Sangmi.

“Ini nomor teleponku.” Sangmi meletakkan sebuah kertas diatas meja kerja Kyuhyun.

“Pikirkan baik-baik sebelum berkata tidak.” Sangmi segera keluar dari ruangan Kyuhyun setelah mengatakan itu. Kyuhyun menatap kertas yang diletakkan Sangmi dengan geram. Diambilnya kertas itu dan hendak merobeknya. Namun tiba-tiba ia menghentikan gerakannya dan tampak memperhatikan nomor telepon Sangmi tersebut. Kyuhyun menghela nafas dan memasukkan kertas itu ke dalam saku jasnya.

Kyuhyun sedikit terlonjak saat tiba-tiba pintu ruangannya kembali terbuka. Ia sempat menahan nafasnya sebentar saat melihat siapa yang masuk ke ruangannya.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun setelah berhasil menguasai dirinya.

“Saat aku kembali dari toilet, aku melihat Sangmi keluar dari ruanganmu. Apa yang dilakukannya disini?” Tanya Yongri sembari mendekati meja Kyuhyun. Kyuhyun tampak menghela nafas panjang.

“Hanya urusan pribadi.” Jawab Kyuhyun.

“Urusan pribadi? Sejak kapan kau memiliki urusan dengan Sangmi?” Tanya Yongri lagi.

“Itu urusan pribadiku, noona. Kurasa kau tidak perlu ikut campur.” Yongri menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya. Sesaat kemudian Yongri tersenyum sinis.

“Apa kalian menjalin hubungan yang tidak kuketahui?”

“Wae? Noona cemburu?”

“Mwo?!”

“Jika noona tidak mau mendengarkan kata-kataku, noona pun tidak berhak untuk mencampuri urusan pribadiku. Aku rasa noona tau bagaimana bersikap sebagai seorang sekretaris kepada atasannya.” Ujar Kyuhyun sembari menatap tajam Yongri.

“Seperti bukan dirimu.” Kata Yongri sembari menyeka airmatanya yang entah sejak kapan mengalir.

“Sekalipun kau tidak pernah bersikap kasar padaku, Kyuhyun-ah. Kau selalu ada untukku dan kau yang selalu menenangkanku saat aku sedih. Tetapi kenapa kau berubah seperti ini?” Ucap Yongri lirih.

“Disaat Siwon bersikap baik padaku, kau malah seperti ini.” Yongri kembali menyeka kasar airmatanya.

“Noo–noona..” Kyuhyun tampak tidak menyangka jika perlakuannya pada Yongri akhir-akhir ini berdampak seperti ini pada Yongri.

“Arraseo. Aku tidak akan mencampuri urusan pribadimu. Apapun yang kau lakukan aku tidak berhak mengetahuinya. Maafkan saya yang sudah bersikap kurang ajar, sajangnim. Permisi.” Yongri membungkuk sopan pada Kyuhyun dan berbalik untuk meninggalkan ruangan Kyuhyun.

“Noona.. Yongri noona..!” Kyuhyun mengacak rambutnya dengan frustasi sebagai pelampiasan kekesalan yang dirasakannya.

 

 

 

Siwon sesekali memperhatikan wajah Yongri yang sedari tadi tidak mengeluarkan suaranya selama di perjalanan pulang. Ia sedikit aneh dengan sikap Yongri yang tiba-tiba seperti ini. Siwon berpikir apakah ia sudah berbuat salah pada Yongri, sehingga Yongri mendiamkannya.

“Yongri-ya…”

“….”

“Choi Yongri..”

“Ne?!”

“Apa terjadi sesuatu?”

“Mwo?”

“Wajahmu tampak murung dan sikapmu aneh. Apa yang terjadi? Apa aku melakukan kesalahan?” Yongri tersenyum kecil melihat wajah Siwon yang tampak ketakutan.

“Sekarang kau tersenyum sendiri. Kau benar-benar aneh.”

“Aku tidak apa-apa, Siwon-ah. Dan kau juga tidak melakukan kesalahan apapun. Jangan khawatir.”

“Benar tidak apa-apa?” Yongri mengangguk pasti agar Siwon mempercayainya.

“Baguslah jika seperti itu. Oh ya, besok aku ingin mengundangmu dan orangtuamu makan malam dirumah orangtuaku.” Ujar Siwon.

“Mwo? Makan malam? Untuk apa?” Tanya Yongri bingung.

“Membicarakan pernikahan kita.”

“MWO?! Pernikahan?” Yongri tampak sangat terkejut. Siwon menaikkan sebelah alisnya saat melihat respon Yongri yang menurutnya berlebihan.

“Wae? Kenapa begitu terkejut?”

“Kenapa tidak membicarakannya terlebih dahulu denganku?”

“Kurasa kau setuju dengan rencanaku ini.” Ucap Siwon yakin. Yongri menggeleng kuat.

“Tidak. Aku tidak mau menikah.”

CCCIIIIITTTT!!

Tubuh Siwon dan Yongri sama-sama terlonjak ke depan saat Siwon dengan tiba-tiba menginjak rem mobilnya. Siwon menatap Yongri dengan pandangan bingung.

“Apa maksudmu tidak mau menikah, Yongri-ya? Kau masih meragukanku?” Siwon tidak dapat menutupi rasa kecewanya.

“Aku bilang aku tidak mau menikah!” Suara Yongri mulai meninggi. Siwon memegang kedua bahu Yongri dan menatapnya dengan intens.

“Kenapa? Katakan padaku alasannya?”

“Aku tidak memiliki alasan apapun.” Ujar Yongri dingin sembari melepaskan tangan Siwon dari bahunya dan mengalihkan pandangannya ke jendela saat merasa matanya mengabur oleh airmata.

“Kau ingin balas dendam padaku?” Tanya Siwon pelan. Yongri dengan segera kembali menatap Siwon.

“Balas dendam?”

“Kau menolak menikah denganku tanpa alasan. Kau mau membalas perbuatanku di masa lalu? Saat aku menolak untuk menikah denganmu? Benar?”

PLAKKKK!!

“Seperti itukah pikiranmu terhadapku, huh? Seburuk itukah pandanganmu tentangku?” Ujar Yongri dengan menangis. Siwon merasakan pipinya memanas akibat tamparan Yongri. Laki-laki itu merasa aneh, pipinya yang mendapatkan tamparan tetapi hatinya yang merasakan sakit. Apalagi saat melihat Yongri kembali menangis karena dirinya.

“Sepertinya aku sudah salah besar memutuskan untuk kembali menjalin hubungan denganmu. Karena sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa menghargaiku.” Yongri berniat keluar dari mobil Siwon, namun dengan cepat ditahan oleh sang pemilik mobil. Yongri mengalihkan pandangannya, merasa enggan menatap Siwon.

“Maaf. Maafkan aku, Yongri-ya.” Ucap Siwon sungguh-sungguh.

“Jangan pernah tinggalkan aku lagi.” Pinta Siwon. Yongri tidak menjawab dan hanya terdengar isakan dari mulutnya.

“Kau tidak ingin menikah denganku? Baik, kita tidak perlu menikah. Kau ingin kita menjalin hubungan seperti ini selamanya? Itu juga tidak masalah. Tapi kumohon jangan pergi lagi.” Yongri menolehkan kepalanya menatap Siwon saat mendengar ucapan Siwon. Ucapan yang menurutnya sangat menyakitkan bagi dirinya dan juga Siwon. Kembali Yongri dapat melihat Siwon menangis. Yongri mendekatkan dirinya pada Siwon dan memeluk laki-laki itu.

“Jangan tinggalkan aku.” Lirih Siwon sembari membalas pelukan Yongri.

‘Maafkan aku, Siwon-ah. Aku sangat ingin menikah denganmu. Tetapi aku tidak bisa karena penyakit ini. Aku tidak mau kau membuang waktumu hanya untuk gadis yang akan mati sebentar lagi.‘ Batin Yongri.

 

~~~

 

Ryeowook mengetuk pelan pintu kamar Sangmi sebelum akhirnya membuka pintu itu. Laki-laki itu tersenyum tipis saat melihat sang adik yang tampak sangat fokus dengan buku yang sedang dibacanya. Ryeowook memasukki kamar Sangmi dan berjalan mendekati ranjang di mana Sangmi berada. Ia mendudukan dirinya di tepi ranjang tepat di hadapan Sangmi.

“Ada perlu apa?” Tanya Sangmi cuek tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.

“Tidak ada. Hanya ingin berkunjung kekamar adikku.” Jawab Ryeowook yang disambut dengusan oleh Sangmi.

“Aku senang dengan sikapmu akhir-akhir ini.” Ujar Ryeowook. Sangmi menutup pelan buku yang sedang dibacanya dan menatap Ryeowook dengan bingung.

“Apa maksudmu?”

“Walaupun kau tidak pernah bertegur sapa dengan noona, setidaknya kau tidak pernah menyakitinya lagi.” Sangmi memutar kedua bola matanya seakan jengah dengan apa yang dikatakan Ryeowook.

“Karena aku yakin jika eonnie terluka sedikit saja seluruh penghuni rumah ini akan heboh. Dan aku, sedang tidak ingin mendengar kehebohan apapun dirumah ini.” Sahut Sangmi asal. Ryeowook menghela nafas panjang dan tersenyum kecut.

“Noona sangat menyayangimu, Sangmi-ya..” Kata Ryeowook pelan.

“Benarkah?” Sangmi menunjukkan ekspresi terkejut yang dibuat-buat.

“Dia bahkan merelakan Siwon hyung untukmu. Karena dia tau kau sangat mencintainya.” Sangmi tersenyum sinis.

“Eonnie bahkan kembali menjalin hubungan dengan Siwon oppa. Apa itu yang kau namakan dia sayang padaku?” Tanya Sangmi sarkastik.

“Karena Siwon hyung sangat mencintai noona. Kau saja yang tidak tau jika noona sudah berkali-kali menolak kehadiran Siwon hyung. Tetapi Siwon hyung tidak menyerah hingga akhirnya noona yang menyerah.” Ryeowook membela Yongri.

“Sudahlah oppa. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu. Aku terkadang iri dengan teman-temanku yang sangat dekat dengan oppanya. Oppa-oppa mereka selalu membela mereka apapun yang terjadi. Aku tau aku memang tidak bisa mendapatkan itu darimu. Setidaknya dengan tidak berdebat denganmu aku sudah cukup senang.” Ucap Sangmi dengan senyum yang dipaksakan. Ryeowook memandang Sangmi dengan perasaan bersalah.

“Apa aku terlalu buruk untuk menjadi oppamu?” Tanya Ryeowook. Sangmi tersenyum kecut dan menggeleng pelan.

“Akulah yang terlalu buruk untuk menjadi adikmu.” Jawabnya. Ryeowook tersenyum dan merentangkan kedua tangannya ke samping.

“Peluk aku.” Kata Ryeowook. Sangmi mengerutkan keningnya karena kebingungan dengan tingkah Ryeowook.

“Cepat peluk aku.” Kata Ryeowook lagi. Sangmi menghela nafas dan mengikuti apa yang Ryeowook pinta.

“Ternyata seperti ini rasanya dipeluk oleh seorang kakak.” Gumam Sangmi. Ryeowook kembali tersenyum mendengar gumaman Sangmi.

“Seburuk apapun dirimu, kau tetaplah adikku.” Ujar Ryeowook.

“Dan seburuk apapun dirimu, kau juga tetap oppaku.” Balas Sangmi. Keduanya tertawa bersama.

Ryeowook dan Sangmi tidak mengetahui jika sedari tadi Yongri terus memperhatikan mereka dari celah pintu kamar Sangmi yang sedikit terbuka. Mata Yongri berkaca-kaca ketika melihat mereka berpelukan. Yongri merasa menjadi sebuah dinding besar untuk kedua kakak beradik itu. Namun sejujurnya, ia juga tidak pernah menginginkan hal itu terjadi. Ia benar-benar sangat ingin menjalin hubungan saudara dengan Ryeowook dan juga Sangmi. Tetapi ia tidak menyangka jika apa yang diinginkannya itu malah menyakiti Sangmi. Yongri menyeka airmata pertamanya yang tiba-tiba saja juga mengalir. Ia sedikit terlonjak saat ada yang menepuk pelan pundaknya. Saat ia menoleh ke belakang, ia mendapati Tn. Kim sedang menatapnya dengan kebingungan.

“Apa yang kau-”

“Ssssttt!!” Yongri segera menaruh telunjuknya di depan bibir saat mendengar suara Tn. Kim yang cukup besar.

“Ada apa?” Tn. Kim mengecilkan volume suaranya.

“Tidak ada.” Jawab Yongri pelan. Tn. Kim yang seolah tidak percaya segera menegok ke arah kamar Sangmi. Ia tersenyum kecil saat melihat kedua anak kandungnya itu sedang berpelukan.

“Kenapa tidak ikut ke dalam?” Tanya Tn. Kim pada Yongri.

“Aku tidak mau menghancurkan moment bahagia mereka, aboeji.” Jawab Yongri.

“Apa maksudmu?”

“Hubungan Ryeowook dan Sangmi tampak renggang karena diriku. Dan di saat hubungan itu membaik, aku tidak mungkin muncul dan menghancurkan segalanya.” Jelas Yongri.

“Hey, kau juga saudara mereka. Apa kau lupa itu?” Tn. Kim mengusap pipi Yongri.

“Aku tau, aboeji. Tetapi hubungan sedarah dengan tidak sedarah tentu tidak sama. Dan rasanya pun berbeda.”

“Aku tidak suka jika kau sudah berbicara seperti ini.” Tn. Kim menatap Yongri dengan pandangan kecewa.

“Aku merasa bahagia walaupun suatu hari nanti harus meninggalkan kalian semua. Melihat hubungan Ryeowook dan Sangmi seperti ini, membuatku yakin bahwa mereka bisa bekerja sama menjaga abeoji dan eommoni.” Kata Yongri dengan mata yang kembali berkaca-kaca.

“Sayang, apa yang kau katakan?” Tn. Kim semakin menatap Yongri dengan pandangan bingung. Yongri tersenyum dan memeluk Tn. Kim.

“Aku menyayangi kalian.” Ujar Yongri.

“Kami juga menyayangimu.” Balas Tn. Kim.

 

~~~

 

Kyuhyun tampak duduk dengan gelisah di kursi ruang rapat. Apa yang dibicarakan oleh peserta rapat tidak didengarkannya dengan baik siang itu. Sesekali ia melirik Yongri yang duduk di sampingnya. Gadis itu tampak fokus dengan apa yang sedang dibicarakan oleh laki-laki paruh baya di depan sana. Kyuhyun sangat menyesal saat melihat sikap Yongri yang begitu formal padanya. Ia tidak pernah bermaksud menyuruh Yongri bersikap seperti itu.

“Sajangnim..”

“…..” Kyuhyun masih terus memperhatikan wajah Yongri.

“Sajangnim!” Kyuhyun sedikit terlonjak saat panggilan itu sedikit keras menyapa telinganya.

“Ne?” Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada pria yang memanggilnya tadi. Pria yang baru saja selesai menyampaikan presentasinya mengenai sebuah proyek baru.

“Saya bertanya apakah presentasi yang tadi saya sampaikan sudah cukup atau masih ada kekurangan?”

“Ah..itu…eum..” Kyuhyun tampak bingung harus menjawab apa. Karena sejujurnya ia tidak tau dan tidak mendengarkan apa yang di sampaikan oleh pria itu. Seluruh peserta rapat yang lain tampak berbisik-bisik sembari melirik Kyuhyun yang masih kebingungan.

“Sepertinya Anda tidak mengikuti rapat ini dengan baik, sajangnim.” Ucap seorang peserta rapat yang duduk cukup jauh dari Kyuhyun. Kyuhyun melirik Yongri yang ternyata tidak menatapnya sama sekali. Membuat Kyuhyun semakin frustasi.

“Maafkan aku. Aku sedang ada masalah sedikit dan tidak bisa berkonsentrasi hari ini. Mungkin kita bisa mengulang rapat ini beberapa hari lagi. Rapat kita akhiri sampai disini. Terima kasih dan selamat siang.” Terdengar banyak ucapan protes dari sebagian peserta rapat. Bahkan ada yang menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menatap Kyuhyun. Kyuhyun berdiri dari duduknya dan menatap Yongri. Ia tidak peduli dengan keluhan dari seluruh pegawainya.

“Noona, ikut aku keruanganku.” Ujarnya pelan dan masih dapat di dengar Yongri. Yongri menghela nafas sesaat setelah Kyuhyun meninggalkan ruang rapat. Ia ikut berdiri dan juga menyusul Kyuhyun meninggalkan ruang rapat.

Yongri masuk ke dalam ruangan Kyuhyun dan mendapati Kyuhyun sedang berdiri membelakanginya sembari menatap jendela besar yang menampilkan gedung-gedung pencakar langit.  Kedua tangan laki-laki itu bersedekap di depan dada.

“Ada apa, sajangnim?” Tanya Yongri setelah berdiri di depan meja Kyuhyun.

“Berhenti memanggilku seperti itu, noona!” Ucap Kyuhyun kesal sembari membalikkan badannya, menatap Yongri tajam.

“Maaf, saya pikir ada sesuatu yang akan Anda sampaikan tetapi sepertinya tidak ada apapun yang hendak Anda sampaikan pada saya. Lebih baik saya permisi karena masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan.” Yongri membungkuk sebentar sebelum membalikkan badannya berjalan menuju pintu.

“Berhenti di sana, Choi Yongri!!” Teriak Kyuhyun tertahan. Berhasil membuat langkah Yongri terhenti, namun tidak membuat yeoja itu berbalik menatapnya. Kyuhyun berjalan perlahan mendekati Yongri yang masih betah membelakanginya. Dengan gerakan perlahan, Kyuhyun memeluk tubuh Yongri dari belakang. Membenamkan wajahnya di bahu kecil Yongri.

“A–apa yang Anda lakukan, sajangnim? Ini di kantor.” Yongri berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun.

“Sangat sakit, noona.” Lirih Kyuhyun membuat Yongri menghentikan gerakannya.

“Bantu aku menghilangkan rasa sakit ini.” Pinta Kyuhyun dengan memohon.

“Tidakkah noona tau bahwa aku sangat mencintaimu? Apakah noona tau bahwa aku sakit saat melihatmu bersama Siwon hyung. Dan sikapmu yang seperti ini membuat lukaku seperti terbuka lebih dalam, noona.” Pertahanan Kyuhyun jebol. Laki-laki itu menangis dan membuat bahu Yongri basah oleh airmatanya. Tidak dapat membohongi perasaannya, Yongri sangat merasa bersalah pada Kyuhyun.

“Maafkan aku.” Gumam Yongri.

“AKU TIDAK MEMBUTUHKAN PERMINTAAN MAAFMU!!” Jerit Kyuhyun tiba-tiba dan melepaskan pelukannya pada Yongri.

“Kyuhyun-ah..”

“Apa kau pikir dengan minta maaf maka sakit ini akan hilang, huh?!” Yongri menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya saat melihatnya seperti orang kesetanan.

“Berapa banyak Siwon hyung menyakitimu?” Tanya Kyuhyun masih dengan emosinya. Yongri diam saja dan terus menatap Kyuhyun.

“Bukankah kau tidak bisa menghitungnya? Karena apa? Karena dia terlalu banyak melakukannya!!”

“Cukup, Kyuhyun-ah. Tenangkan dirimu.”

“Seberapa banyak aku selalu ada untukmu selama ini?” Tanya Kyuhyun lagi seolah tidak memperdulikan ucapan Kyuhyun. Yongri kembali diam dan tidak tau harus menjawab apa.

“Kau tidak bisa menghitungnya juga, kan? Karena akupun terlalu banyak melakukannya untukmu!!” Ucap Kyuhyun dengan nada tinggi.

“Setelah apa yang Siwon hyung lakukan padamu, apa ia masih pantas mendapatkan hatimu? Dan setelah apa yang aku lakukan padamu, apa pantas aku mendapatkan ini semua?!”

“Tidakkah ada ada ketidakadilan disini?!”

 

BRAKK!!

 

“Cukup, Kyuhyun-ssi!!!” Teriak Siwon tiba-tiba yang sudah berada di ambang pintu ruangannya. Yongri segera menoleh dan terkejut melihat kehadiran Siwon di sana. Siwon sengaja datang ke kantor Kyuhyun untuk mengajak Yongri makan siang bersama. Dan alangkah terkejutnya Siwon saat mendapati meja kerja Yongri kosong dan malah mendengar suara keributan dari dalam ruangan Kyuhyun. Laki-laki itu tidak memutuskan untuk langsung masuk ke dalam. Ia memilih mendengarkan terlebih dahulu apa yang sedang terjadi di sana. Saat Siwon yakin bahwa Yongri ada di dalam, barulah ia memutuskan untuk masuk. Kyuhyun mengepalkan tangannya menahan emosi yang semakin menjadi ketika melihat kehadiran Siwon di hadapannya. Siwon berjalan mendekati Yongri dan merangkul pundaknya.

“Kau tidak berhak menghakimi gadisku seperti ini!”

“Pergi dari sini.” Ucap Kyuhyun pelan namun terkesan sangat menusuk bagi siapa saja yang mendengarnya.

“Kita pergi, Yongri-ya.”

“Tidak bersama noona!” Cegah Kyuhyun cepat saat melihat Siwon menggandeng tangan Yongri.

“Kau pikir aku gila? Apa kau pikir aku bodoh dengan meninggalkan Yongri sendiri bersama orang yang sedang kesetanan sepertimu?”

 

BUKK!!

BUKK!!

BUKK!!

 

“Siwon-ah!!” Yongri tidak tau apa yang terjadi sebelumnya, karena sekarang tubuh Siwon sudah tergeletak tak berdaya di lantai ruangan Kyuhyun dengan hidung dan bibir yang berdarah. Kyuhyun seolah tidak peduli melihat Siwon yang tidak berdaya dan terus memukulinya tanpa memberi Siwon kesempatan untuk membalas.

“Kyuhyun-ah, hentikan!!” Jerit Yongri yang sama sekali tidak berpengaruh kepada Kyuhyun. Yongri mendekati kedua orang itu dan mendorong tubuh Kyuhyun dengan sekuat tenaga agar menjauh dari Siwon. Kyuhyun yang memang sudah terbakar emosi tanpa sadar mendorong kuat tubuh Yongri hingga kepalanya terbentur di ujung meja kerjanya.

“Akkhh-” Darah segar mengalir dari pelipis Yongri. Yongri seolah tidak memperdulikan rasa nyeri di kepalanya dan kembali mendekati Kyuhyun.

 

PLAKKKK!!

 

Gerakan tangan Kyuhyun terhenti saat merasakan panas di sekitar pipi kanannya. Ia mendongakkan kepalanya dan menatap Yongri dengan pandangan kecewa. Tangan kiri Yongri yang digunakannya untuk menampar Kyuhyun tampak bergetar hebat. Ada rasa penyesalan saat melihat pipi Kyuhyun yang memerah akibat perlakuannya. Kyuhyun berdiri dan menjauh dari tubuh Siwon. Laki-laki itu tersenyum miris berkali-kali dengan airmata yang terus mengalir di kedua pipinya. Dengan langkah gontai Kyuhyun menjauh dari mereka hingga akhirnya keluar dari ruangannya sendiri.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

99 thoughts on “Regret – Part 9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s