Regret – Part 7

Regret – Part 7

Author

Choineke

Title

Regret

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Kim Sangmi, Kim Ryeowook

Genre

Romance, Sad

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Apapun yang kita miliki di dunia ini, tidak akan pernah kita sadari dan syukuri sebelum kita kehilangannya. Setelah hilang, yang akan kita rasakan hanya penyesalan. Penyesalan yang tidak akan pernah ada gunanya.

 

Author POV

Siwon memperhatikan dengan seksama wajah Yongri yang sedang tidur. Ia duduk di tepi kasur dan membenarkan letak selimut Yongri. Tidak ada yang lebih membahagiakan untuk Siwon, selain melihat wajah damai Yongri di depan matanya. Walaupun mata itu sedikit membengkak, yang diyakini Siwon karena Yongri habis menangis, tetapi tetap saja wajah Yongri terlihat cantik di mata Siwon. Pikiran Siwon kembali melayang saat dirinya bertemu dengan Yongri di taman bermain, hingga akhirnya ia membuntuti Yongri sampai ke apartement ini.

 

Flashback

“Yongri!”

“Noona!” Teriakan itu terdengar hampir bersamaan  dari mulut ketiga namja itu.” Siwon, Kyuhyun, dan Ryeowook menatap kepergian Yongri dengan gelisah.

“Mau ke mana kau?” Kyuhyun menahan lengan Siwon, saat melihat Siwon hendak beranjak dari tempatnya.

“Bukan urusanmu!” Jawab Siwon ketus sembari menghempaskan tangan Kyuhyun.

“Jangan harap kau bisa menemui noona!!” Jerit Kyuhyun sembari mencengkram lengan baju Siwon hingga kusut. Kyuhyun dan Siwon saling menatap tajam.

“Aku tidak punya waktu untuk berurusan denganmu!” Siwon langsung mendorong tubuh Kyuhyun hingga terjungkal kebelakang. Dengan langkah seribu Siwon mengejar Yongri yang tampak memasukki taksi. Siwon dengan segera memasukki mobilnya dan mengikuti taksi di mana Yongri berada. Beberapa saat kemudian, taksi yang dinaiki Yongri berhenti di gedung apartement. Siwon tampak memperhatikan sebentar apartement itu sebelum akhirnya turun dari mobilnya. Siwon hendak memasukki gedung apartement, namun niatnya itu diurungkannya. Ia ingin membiarkan Yongri tenang terlebih dahulu. Siwon kembali menaiki mobilnya dan menunggu di sana. Setelah beberapa jam ia menunggu, Siwon akhirnya turun dari mobil dan memasukki apartement.

Flashback end

 

Tidak mudah untuk Siwon dapat memasukki apartement Yongri. Ia harus melewati kode-kode yang terdapat di depan pintu. Beberapa kali ia memasukki kombinasi angka yang memungkinkan untuk Yongri memakainya. Namun hasilnya nihil. Entah pemikiran dari mana, Siwon memasukkan kode angka tanggal lahirnya, dan ajaibnya pintu apartement itu terbuka. Siwon tidak dapat menutupi rasa senangnya mendapati kenyataan itu.

“Bukankah cintamu terhadapku sangatlah besar, Yongri-ya? Kenapa aku tidak menyadarinya.” Gumam Siwon sembari membelai pipi Yongri. Yongri menggeliat dalam tidurnya, hingga akhirnya lama kelamaan mata itu terbuka. Siwon tersenyum saat melihat Yongri yang menatapnya. Yongri beberapa kali mengerjapkan matanya seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Beberapa saat kemudian ia terlonjak duduk dan menjauh dari Siwon.

“A–apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yongri.

“Kenapa menatapku seperti itu, Yongri-ya? Aku bukanlah seseorang yang menakutkan untukmu, kan?” Tatapan Siwon tampak terluka saat menyaksikan Yongri yang tampak ketakutan melihat dirinya.

“Kka!” Usir Yongri.

“Biarkan aku disini, Yongri-ya. Banyak yang ingin aku katakan padamu. Aku merindukanmu, Yongri. Sangat merindukanmu.”

“Kka!!” Yongri menutup kedua telinganya dengan erat seolah tidak mau mendengar kata-kata Siwon.

“Yongri-ya..”

“Per- akkhhh!!” Yongri mengerang saat tiba-tiba saja rasa sakit di kepalanya kembali menyerangnya. Ia menutup kedua matanya sembari meringis kesakitan.

“Yong–yongri-ya, ada apa?” Siwon segera mendekati Yongri dan memegang kedua bahunya. Raut wajah panik tampak terlihat jelas dari Siwon. Yongri mencengkram lengan Siwon dengan erat.

“Akkkhhh…” Nafas Yongri mulai tersengal karena menahan rasa sakit.

“Yongri, ada apa? Apa yang sakit? Kita kerumah sakit, eo?” Ajak Siwon dengan perasaan cemas. Yongri menggeleng.

“Per–gi.. Ting–galkan a–aku sendi–ri..” Ujar Yongri.

“Apa kau gila? Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu sendiri di saat kau seperti ini? Kita ke rumah sakit sekarang.” Siwon menarik bahu Yongri agar berdiri. Yongri mendorong tubuh Siwon agar menjauh, namun karena kekuatannya yang tidak stabil membuat dirinya terjatuh di lantai.

“Yongri!” Siwon menjongkokan dirinya di hadapan Yongri. Wajah Yongri bertambah pucat saat ia mencoba menggerakan kakinya, namun kakinya tidak mau bergerak. Yongri mencoba menggeser kakinya yang terasa sangat berat.

“Kakiku..” Gumam Yongri pelan.

“Yongri ada apa dengan dirimu? Kenapa kau aneh seperti ini?” Tanya Siwon yang benar-benar bingung sekaligus khawatir.

“Pergi!! Pergi dari sini, Siwon-ssi!!!” Jerit Yongri dengan menangis. Mendadak ia merasa sangat takut. Perkataan Dokter Yoon yang mengatakan bahwa dirinya bisa lumpuh, tiba-tiba menghantuinya.

“Noona!” Ryeowook dan Kyuhyun masuk ke dalam kamar Yongri dan tampak terkejut melihat Yongri yang berada di lantai.

“Wookie..”

“Noona ada apa?” Tanya Ryeowook cemas.

“Suruh dia pergi, Wookie-ya. Kumohon suruh dia pergi..” Pinta Yongri sembari mencengkram lengan Ryeowook. Ryeowook menatap Siwon yang berada di sampingnya.

“Hyung pergilah!” Ujarnya.

“Ani. Aku tidak akan kemana-mana.” Ujar Siwon keras kepala.

“Kyuhyun-ah, tolong aku.” Ujar Ryeowook. Kyuhyun yang seolah mengerti segera mengangguk dan menarik paksa tubuh Siwon untuk pergi dari sana.

“Lepas! Lepaskan aku, Kyuhyun-ssi!!” Siwon mencoba memberontak dari tarikan Kyuhyun.

“Noona menyuruhmu pergi!!” Bentak Kyuhyun.

“Yongri!! Yongri kumohon jangan begini..” Teriak Siwon putus asa. Dengan susah payah, Kyuhyun berhasil membawa Siwon keluar dari kamar Yongri.

“Noona apa yang terjadi?” Tanya Ryeowook sesaat setelah mereka hanya tinggal berdua di dalam kamar.

“Kakiku… Kakiku tidak bisa bergerak, Wookie-ya..” Kata Yongri takut.

“Mwo?!”

“Aku..aku takut..” Ujar Yongri. Ryeowook menggendong tubuh Yongri dan mendudukkannya di tepi kasur dengan kaki menjuntai ke lantai. Ryeowook berlutut di hadapan Yongri.

“Noona tenang dulu. Coba kau gerakan kakimu dengan perlahan.” Ujar Ryeowook. Yongri menyeka airmatanya dan tampak menarik nafas dalam. Dengan susah payah di gerakannya kedua kakinya. Namun kedua kaki itu masih enggan bergerak. Airmata Yongri kembali mengalir.

“Tidak bisa, Wookie-ya.” Ujar Yongri putus asa. Ryeowook menangkup wajah Yongri dengan kedua tangannya.

“Noona tenang, huh? Jangan panik seperti ini. Kita coba sekali lagi.” Ucap Ryeowook menenangkan. Yongri kembali menarik nafas dalam dan menggerakan kedua kakinya. Yongri dan Ryeowook sama-sama bernafas lega saat kedua kaki itu dengan perlahan bergerak.

“Bisa! Aku bisa menggerakkannya!” Pekik Yongri senang. Ryeowook ikut tersenyum senang. Ia menarik Yongri ke dalam pelukannya.

“Kau pasti baik-baik saja, noona! Percayalah.” Bisiknya.

 

 

Sementara itu, Siwon dan Kyuhyun saling bertatap tajam di depan pintu apartement Yongri. Nafas keduanya tampak sangat tersengal. Kyuhyun mengepalkan tangannya dan hendak memukul Siwon. Namun entah mengapa lagi-lagi kepalan tangan itu terhenti di udara atau tepat di depan wajah Siwon.

“Kenapa? Kenapa berhenti? Pukul saja aku, Kyuhyun-ssi! Tapi setelah itu biarkan aku menemui Yongri.” Ujar Siwon tanpa rasa takut sedikitpun. Kyuhyun mencibir. Ia menurunkan tangannya dan memasukkannya ke dalam saku celana.

“Apa kau tidak punya malu, huh? Yongri noona tidak mau bertemu denganmu lagi. Jadi berhentilah menganggunya! Dia juga ingin bahagia, Siwon-ssi!!”

“Apa kau tau apa yang bisa membuat Yongri bahagia?” Tanya Siwon yang membuat Kyuhyun terdiam.

“Hanya aku. Aku yang mampu membuat Yongri bahagia. Kau tau kenapa? Karena dia sangat mencintaiku! Dan aku mencintainya. Kami sama-sama membutuhkan, Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun hanya diam saja dan tidak tau harus mengeluarkan kata apa untuk membalas ucapan Siwon.

“Hari ini mungkin aku tidak akan memaksa untuk bertemu Yongri. Tapi besok-besok jangan harap aku akan menuruti kalian untuk menjauhi Yongri.” Ujar Siwon dan segera berlalu dari hadapan Kyuhyun.

BUKKK!!

“AAAKKHH!!” Kyuhyun memukul dinding di sampingnya sebagai pelampiasan kekesalannya terhadap Siwon. Kyuhyun memejamkan matanya seraya menetralkan nafasnya yang memburu. Ia segera berbalik dan berjalan menuju kamar Yongri. Dilihatnya Ryeowook sedang membantu Yongri berbaring di atas kasur.

“Noona baik-baik saja, kan?” Tanyanya.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Yongri.

“Baguslah kalau seperti itu.

“Bisakah kalian tinggalkan aku sendiri? Aku lelah sekali dan ingin beristirahat.” Pinta Yongri.

“Ne, noona. Kalau ada apa-apa panggil saja aku.” Ujar Ryeowook. Yongri mengangguk pelan. Sesaat setelah Ryeowook dan Kyuhyun keluar dari kamarnya, Yongri memejamkan matanya. Tiba-tiba saja buliran airmata mengalir dari sudut matanya. Yongri menggigit bibir bawahnya untuk menahan isakan yang mendesak. Ia sangat merindukan Siwon. Sangat. Bertemu dengan Siwon hari ini benar-benar membuat perasaan rindunya meledak-ledak. Ingin sekali rasanya ia berlari ke dalam dekapan Siwon. Mencium aroma Siwon. Tetapi ia tidak bisa melakukannya. Siwon sudah bukan miliknya. Dan ia tidak bisa melakukan keinginannya karena hal itu.

“Aku sangat merindukanmu, Siwon-ah..” Lirihnya.

 

~~~

 

Sangmi menatap sarapan di atas meja makan dengan lesu. Beberapa kali ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Di ambilnya sendok di samping mangkuk nasinya dan digunakannya sendok itu untuk menganduk-aduk nasi putih di hadapannya.

“Ada apa denganmu?” Tanya Tn. Kim. Sangmi menggeleng pelan.

“Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya.” Ujar Tn. Kim.

“Memangnya abeoji tau bagaimana aku biasanya? Bukankah selama ini hanya Yongri eonnie yang kau perhatikan?” Ucap Sangmi tanpa menatap Tn. Kim.

“Kenapa kau terus menyalahkan Yongri atas sikapmu yang kurang ajar itu?” Tanya Tn. Kim kesal. Sangmi menatap Tn. Kim dengan pandangan tajam.

“Karena eonnie yang menyebabkan aku seperti ini. Eonnie merebut kebahagiaanku. Bahkan setelah dia hilang entah kemana, aku tetap tidak bisa bahagia, abeoji.” Ujar Sangmi lirih. Ny. Kim yang duduk di samping Sangmi tampak mengusap punggung putri bungsunya itu.

“Pertama orangtuaku. Setelah itu kakakku. Dan sekarang, Siwon oppa pun meninggalkanku karena eonnie.”

“Jangan membuat dirimu seolah benar, Sangmi-ya. Semua juga tau jika Siwon itu tunangan Yongri. Kaulah yang memasuki kehidupan mereka.” Ujar Tn. Kim sembari menatap Sangmi lembut. Ia tidak ingin memarahi Sangmi. Ia hanya ingin Sangmi sadar akan kesalahannya.

“Kenapa abeoji tidak pernah membelaku, huh? Kenapa aku selalu salah dimatamu? Wae, abeoji? WAE?!” Suara Sangmi mulai meninggi.

“Sangmi tenanglah.” Ucap Ny. Kim menenangkan.

“Disanalah letak kesalahanmu. Kau selalu ingin di pandang benar oleh semua orang. Kau selalu menganggap apapun yang kau lakukan benar. Belajarlah menerima kenyataan, anakku. Siwon bukan milikmu. Jangan menyalahkan Yongri jika Siwon meninggalkanmu. Karena dari awal ia memang bukan jodohmu.” Kata Tn. Kim dan segera berlalu dari ruang makan. Sangmi menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya dan menangis terisak setelah mendengar kata-kata Tn. Kim.

 

 

 

Ryeowook memasuki ruangan Tn. Kim setelah mendapatkan izin dari sang pemilik ruangan. Ia melihat Tn. Kim duduk di sofa yang terdapat di ruangannya itu.

“Duduklah.” Ujar Tn. Kim.

“Kenapa abeoji memanggilku?” Tanya Ryeowook setelah dia duduk di hadapan Tn. Kim.

“Di mana Yongri?” Tanya Tn. Kim tiba-tiba, membuat Ryeowook meneguk ludahnya.

“A–apa maksud abeoji?”

“Jangan berpura-pura tidak tau. Kemana kau selama ini jika bukan bersama Yongri?”

“Bukankah aku sudah mengatakan pada abeoji bahwa aku tinggal di apartement Kyuhyun? Aku memiliki proyek bersama Kyuhyun, dan kami harus membicarakan proyek itu setiap hari.”

“Jangan berbohong padaku, Kim Ryeowook.” Desis Tn. Kim sembari menatap Ryeowook tajam.

“Abeoji….”

“Bagaimana mungkin kau menyembunyikan keberadaan seorang anak dari orangtuanya?”

“A–aku benar-benar tidak tau dimana noona berada, abeoji.” Ryeowook masih bersikeras membohongi sang ayah. Tn. Kim menarik nafas sebentar sebelum merogoh saku jasnya dan melempar sebuah amplop di atas meja. Ryeowook menatap amplop dan Tn. Kim secara bergantian.

“Apa itu?” Tanya Ryeowook.

“Gunakan matamu untuk melihatnya.” Jawab Tn. Kim yang membuat Ryeowook mengerucutkan bibirnya. Di ambilnya amplop coklat itu dan mengeluarkan isinya. Ryeowook benar-benar tidak dapat menutupi keterkejutannya saat melihat apa isi dari amplop itu.

“A–a–abeoji….”

“Aku sengaja tidak mencari tau di mana Yongri berada, karena aku ingin mendengarkannya darimu. Walaupun sebenarnya orang suruhanku sudah mengetahuinya. Aku hanya menyuruh orang untuk mengikutimu.” Ujar Tn. Kim. Ryeowook masih menatap isi amplop di tangannya dengan seksama. Beberapa foto dirinya bersama Yongri terpampang jelas disana. Sesaat kemudian ia menatap Tn. Kim.

“Abeoji ayolah.. Kenapa memperlakukanku seolah aku adalah orang yang berselingkuh dengan noona.” Keluh Ryeowook.

“Makanya beritahu di mana keberadaan Yongri padaku!”

“Maafkan aku, abeoji. Noona mengatakan jika dia belum siap menghadapi dunia. Dia belum siap bertemu denganmu dan eommoni. Noona merasa malu dan bersalah pada kalian, abeoji. Kuharap kau mengerti itu.” Ujar Ryeowook membuat Tn. Kim terdiam.

“Biarkan noona menenangkan pikirannya untuk sementara waktu. Aku yakin setelah itu ia akan kembali kerumah. Kembali kepada kita.” Ucap Ryeowook yakin. Tn. Kim menghela nafas panjang.

“Baiklah aku mengerti. Katakan padanya bahwa kami sangat mengkhawatirkannya. Kami juga tidak pernah menyalahkannya atas kejadian ini. Jadi jangan pernah merasa bersalah apalagi malu.” Pesan Tn. Kim.

“Arraseo. Aku akan menyampaikannya pada noona. Terima kasih atas pengertianmu, aboeji.”

 

~~~

 

“Eo? Kyuhyun-ah, waseo..”

“Kajja noona!”

“Mwo?! Mau kemana?” Yongri memperhatikan wajah Kyuhyun dengan bingung.

“Ikut saja.” Kyuhyun menarik pelan tangan Yongri.

“Ahh sebentar. Aku ganti baju dulu.”

“Tidak perlu noona. Ayo!” Kyuhyun kembali menarik tangan Yongri keluar dari apartement. Ia menyuruh Yongri memasuki mobilnya, dan sesaat kemudian mobil itu menembus jalanan malam di Seoul.

“Sebenarnya kita mau kemana?” Tanya Yongri penasaran.

“Makan malam.” Jawab Kyuhyun sembari tersenyum.

“Mwo?! Ya! Aku sudah memasak di apartement, dan kau membuat masakan itu sia-sia.” Omel Yongri.

“Aish, Ryeowook hyung pasti akan menghabiskan semua makanan yang kau masak, noona. Jangan khawatir.” Sahut Kyuhyun. Yongri menghela nafas.

“Kenapa harus dadakan seperti ini? Kenapa tidak mengabariku terlebih dahulu?”

“Yaa.. Bisakah kau diam sebentar saja, noona?!”

“Aish dasar bocah!”

Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah restoran cukup mewah. Kyuhyun dan Yongri memasuki apartement yang malam itu terlihat ramai. Untungnya masih ada tempat untuk mereka berdua. Seorang pelayan perempuan menghampiri meja di mana Kyuhyun dan Yongri berada. Ia memberikan buku menu pada keduanya dan siap mencatat apa pesanan mereka. Setelah mencatat semua pesanan Kyuhyun dan Yongri, pelayan tersebut meninggalkan mereka.

“Kau benar-benar keterlaluan.” Desis Yongri.

“Kenapa?” Tanya Kyuhyun tidak terima.

“Bagaimana mungkin kau membiarkanku memakai pakaian seperti ini di saat kita harus makan malam di restoran mewah?” Kyuhyun tersenyum kecil. Saat ini Yongri memang hanya memakai pakaian biasa, sebuah kaos dan celana pendek di atas paha. Berbeda dengan Kyuhyun yang memakan setelan kemeja.

“Dengarkan aku noona, kau itu memakai pakaian apapun akan tetap cantik.” Puji Kyuhyun.

“Cih! Dasar pembual.”

Saat sedang mengobrol ringan, pesanan keduanya tampak di antarkan oleh pelayan. Kyuhyun dan Yongri sempat terpukau dengan tampilan dari makanan yang mereka pesan. Karena makanan itu benar-benar menggugah selera.

“Sepertinya enak.” Gumam Kyuhyun.

“Selamat makan.” Ujar Yongri dan segera memasukan suapan pertama makanan di hadapannya.

“Woahh benar-benar enak.” Kagum Yongri.

“Benarkah? Aku mau coba, noona. Aaaaa…..” Kyuhyun membuka mulutnya dan bermaksud meminta Yongri menyuapinya.

“Kau bisa mengambilnya sendiri, Kyuhyun-ah.” Tolak Yongri.

“Ani. Kata orang lebih enak jika makan dari tangan orang lain. Ayo noona! Aaaa..” Kembali Kyuhyun membuka mulutnya. Yongri tampak memperhatikan keadaan sekitar sebelum akhirnya memasukan makanan ke dalam mulut Kyuhyun.

“Hmmm,, benar-benar enak.” Ujar Kyuhyun dengan mulut penuh makanan. Yongri hanya tersenyum kecil. Saat sedang menikmati makanannya, Kyuhyun memperhatikan wajah Yongri. Yongri yang merasa di perhatikan kontan mendongak dan balas menatap Kyuhyun.

“Kenapa melihatku seperti itu?” Tanyanya. Kyuhyun tidak menjawab dan mengulurkan tangannya ke wajah Yongri. Atau tepatnya ke sudut bibir gadis itu yang kotor oleh makanan.

“Kyuhyun-ah…”

“Sudut bibirmu kotor, noona.” Ujar Kyuhyun. Kyuhyun tidak segera menarik tangannya. Ia membelai sebentar pipi Yongri baru setelah itu menarik tangannya menjauh dari wajah Yongri. Yongri hanya dapat terdiam mendapat perlakuan Kyuhyun. Kyuhyun sendiri hanya tersenyum tipis dan kembali melanjutkan makannya.

 

 

 

“Terima kasih untuk makan malamnya.” Ujar Yongri. Keduanya kini sudah berada di depan pintu apartement Yongri.

“Sama-sama, noona.” Balas Kyuhyun sembari tersenyum.

“Pulanglah supaya kau bisa istirahat.”

“Iya. Noona masuklah lebih dahulu baru setelah itu aku pulang.”

“Baiklah. Aku masuk, ya.” Kyuhyun mengangguk singkat.

“Noona…” Panggil Kyuhyun membuat gerakan tangan Yongri terhenti untuk membuka pintu.

“Ne?” Yongri berbalik dan menatap Kyuhyun. Kyuhyun berjalan satu langkah mendekati Yongri. Ditariknya Yongri ke dalam pelukannya. Kyuhyun memejamkan matanya sembari mendekap erat Yongri.

“Kyuhyun-ah, nanti dilihat orang.” Yongri mencoba melepaskan pelukan Kyuhyun.

“Sebentar saja, noona.” Bisik Kyuhyun. Setelah merasa cukup, Kyuhyun melepaskan pelukannya.

“Aku tau kau sangat mencintai Siwon hyung. Aku tau kau mungkin tidak bisa membuka hatimu untuk orang lain. Begitupun dengan diriku, noona. Aku mencintaimu. Hanya mencintaimu. Aku tidak bisa mencintai orang lain, noona.”

“Kyu–Kyuhyun-ah…”

“Di saat eommaku menunjukkan banyak foto wanita untuk kupilih sebagai calon istriku, justru hanya wajahmu yang terbayang di mataku. Cih! Aku pikir aku sudah benar-benar gila karena mencintaimu, noona.” Kyuhyun tersenyum miris. Mata Yongri berkaca-kaca mendengarkan penuturan Kyuhyun.

“Apa aku benar-benar tidak bisa ada di sini, noona?” Tanya Kyuhyun sembari menaruh tangannya di dada Yongri. Yongri menundukkan kepalanya saat cairan pertama dari matanya mengalir pelan.

“Terkadang aku berpikir jika kau menganggapku sebagai adikmu, dan kau selalu berada di dekatku, itu sudah cukup untukku. Tetapi hatiku menolak itu, noona. Aku benar-benar ingin memilikimu seutuhnya. Apa aku egois?” Suara Kyuhyun mulai terdengar lirih. Yongri mendongak dan menatap Kyuhyun.

“Cukup, Kyuhyun-ah. Cukup.” Ucap Yongri. Yongri dapat melihat jika Kyuhyun menahan agar tidak menangis, terlihat sekali dari matanya yang memerah.

“Aku sakit, Kyuhyun-ah. Aku bukan wanita sehat. Aku bisa lumpuh kapan saja. Dan aku bisa mati kapan saja. Masa depanmu masih sangat panjang. Kau bisa menemukan wanita yang lebih baik dari pada aku. Kau tidak perlu menghabiskan waktumu untuk bersamaku.” Ujar Yongri masih dengan menangis. Kyuhyun menggenggam kedua tangan Yongri.

“Kalaupun kau memang akan mati nantinya. Tidak bisakah aku memilikimu sampai saat itu tiba?” Tanya Kyuhyun penuh harap. Yongri menunduk dan menggeleng pelan.

“Maafkan aku.” Isak Yongri. Kyuhyun menatap tangannya yang menggenggam tangan Yongri dan memaksakan senyumnya.

“Baiklah. Aku tau kau memang tidak akan bisa mengubah hatimu. Hahhh,, lupakan saja kata-kataku tadi noona. Anggap saja kau tidak pernah mendengarnya.” Ujar Kyuhyun sembari tertawa di paksakan. Yongri memperhatikan wajah Kyuhyun dan ia sangat merasa bersalah.

“Tidak usah merasa bersalah. Aku baik-baik saja.” Ujar Kyuhyun seolah dapat membaca pikiran Yongri. Kyuhyun memajukan wajahnya dan mencium kening Yongri cukup lama.

“Aku pulang dulu. Selamat malam.” Ujarnya dan segera berlalu dari hadapan Yongri. Yongri hanya dapat menatap punggung Kyuhyun dengan berbagai macam perasaan.

 

~~~

 

Ryeowook menatap wajah Yongri yang baru bangun tidur. Matanya tampak sedikit membengkak dan ada lingkaran hitam di bawahnya.

“Ada apa dengan matamu, noona?” Tanyanya.

“Mataku? Ada apa dengan mataku?” Yongri meraba matanya.

“Kau menangis?” Yongri menggeleng.

“Ada apa, noona? Apa yang mengangguk pikiranmu?”

“Tidak ada. Aku hanya memikirkan Kyuhyun.” Ujar Yongri dan duduk di samping Ryeowook di sofa.

“Kyuhyun? Kenapa?”

“Semalam dia mengungkapkan perasaannya padaku.” Ucap Yongri pelan.

“APA?! Benarkah??” Ryeowook tampak tidak percaya. Yongri mengangguk pelan.

“Yahh,, Kyuhyun benar-benar namja sejati.” Ujar Ryeowook kagum. Yongri hanya diam saja tanpa menanggapi kekaguman Ryeowook.

“Lalu apa tanggapanmu, noona?” Tanya Ryeowook penasaran.

“Kau tentu sudah tau, Wookie-ya.” Ryeowook menghela nafas saat tau apa maksud jawaban Yongri atas pertanyaannya.

“Kau merasa bersalah?” Yongri mengangguk.

“Kyuhyun sudah sangat baik padaku. Ia selalu membantuku. Tapi aku hanya bisa mengecewakannya.” Kata Yongri.

“Kenapa, noona? Jika dia selalu baik padamu, kenapa kau tidak bisa menerimanya? Aku tau dia sangat mencintaimu.”

“Aku tidak mencintainya, Wookie. Aku sudah menganggap Kyuhyun seperti adikku sendiri. Sama seperti dirimu.”

“Cinta bisa tumbuh kapan saja, noona.”

“Kau tau siapa orang yang sangat aku cintai, Wookie-ya. Aku tidak mungkin menerima Kyuhyun sedangkan hatiku jelas-jelas bukan untuknya. Hati Kyuhyun akan bertambah sakit nantinya.” Jelas Yongri. Ryeowook menghela nafas panjang. Tidak tau harus menanggapi seperti apa.

“Sekarang, aku hanya takut Kyuhyun marah padaku dan memilih untuk menjauhiku.”

“Itu tidak mungkin, noona. Kyuhyun mencintaimu dengan tulus. Ia pasti bisa menerima apapun keputusanmu. Jangan memikirkan hal-hal negatif seperti itu, eo? Tidak baik untuk kesehatanmu.” Yongri hanya mampu menghela nafas dan mengangguk pelan.

“Oh ya, ada yang ingin kusampaikan padamu, noona.” Ucap Ryeowook tiba-tiba.

“Apa?”

“Abeoji sudah tau bahwa aku tinggal bersamamu selama ini.”

“Mwo?! Bagaimana mungkin?”

“Noona tentu tau orang suruhan abeoji ada di mana-mana. Ia menyuruh orang-orang itu untuk mengikutiku.” Keluh Ryeowook.

“Lalu?”

“Sebenarnya, orang suruhan abeoji sudah mengetahui tempat tinggalmu. Tetapi abeoji tidak mau mendengarnya dari mereka. Abeoji memintaku memberitahunya di mana keberadaanmu. Tetapi mengingat kau yang belum siap bertemu mereka, aku tidak memberitahukannya pada abeoji.”

“Apa tanggapan abeoji?”

“Abeoji tentu sangat kecewa dengan keputusanku yang tidak mau menberitahunya. Tetapi ia bisa menerima itu semua. Abeoji hanya memintaku untuk menyampaikan beberapa pesan darinya. Abeoji bilang bahwa ia dan eommoni sangat mengkhawatirkanmu. Lalu abeoji juga mengatakan kau tidak perlu malu dan merasa bersalah pada mereka. Karena itu bukan salahmu.”

“Menurutmu, apa aku harus kembali ke rumah?” Tanya Yongri meminta pendapat.

“Tidak perlu memaksakan diri, noona. Jika kau memang belum siap. Tetaplah seperti ini. Tetapi jika kau sudah siap, kembalilah ke rumah.” Jawab Ryeowook. Yongri kembali menghela nafas.

“Arraseo.”

 

~~~

 

Mobil audy putih Siwon terparkir sempurna di halaman luas kediaman keluarga Choi. Ia turun dari mobil dan segera memasuki rumahnya. Tampak Tn. dan Ny. Choi sedang menunggunya di meja makan.

“Eo? Siwon-ah, duduklah.” Ujar Ny. Choi. Siwon mengangguk singkat dan duduk di hadapan Ny. Choi.

“Apa sesuatu terjadi? Kenapa memintaku datang pagi-pagi seperti ini? Tidak bisakah malam nanti?” Tanya Siwon sembari mengambil makanan di atas meja.

“Ada undangan untuk perusahaan.” Ujar Tn. Choi sembari memberikan sebuah undangan mewah kepada Siwon.

“Undangan apa ini?”

“Perusahaan Park Group berulang tahun yang ke 25 hari ini. Mereka akan mengadakan pesta di Hotel Silver. Kau harus datang ke sana.” Jelas Tn. Choi.

“Mwo?! Pesta? Abeoji kan tau jika aku tidak menyukai pesta. Bagaimana mungkin kau menyuruhku datang.” Tolak Siwon.

“Park Group merupakan teman baik dari perusahaan kita, Siwon-ah. Kita harus menjaga nama baik perusahaan di depan mereka.”

“Kenapa tidak abeoji saja yang datang?”

“Aku akan pergi Jepang siang nanti. Itu tandanya aku tidak bisa datang.”

“Aishhh..” Siwon mengerang kesal melihat kelakuan Tn. Choi yang seenaknya.

“Kau bisa pergi bersama Sangmi.” Ujar Ny. Choi membuat Siwon membulatkan matanya.

“Apa maksud eomma?”

“Bukankah Sangmi kekasihmu?”

“Yeobo,, apa maksudmu? Jelas-jelas Siwon itu tunangan Yongri. Bagaimana mungkin Sangmi kekasihnya?” Tn. Choi tampak bingung. Mereka memang belum mengetahui bagaimana hubungan Siwon dan Yongri sekarang.

“Siwon tidak mencintai Yongri. Aku tau itu.” Jawab Ny. Choi.

“Eomma!! Berhentilah berkata seperti itu.” Protes Siwon dengan wajah kesal.

“Eomma hanya mengatakan apa adanya, Siwon-ah. Kau terpaksa bertunangan dengan Yongri karena ayahmu dan ayah Yongri yang menjodohkan kalian.”

“Mwo?! A–apa maksud kalian?” Tn. Choi tampak sangat terkejut.

“Anieya abeoji. Eomma hanya asal bicara. Aku harus bekerja. Aku pergi dulu. Annyeong.” Siwon segera beranjak dari duduknya dan segera keluar dari rumahnya.

 

 

 

“Annyeong hyung.” Sapa Kyuhyun saat Ryeowook membukakan pintu untuknya.

“Kyuhyun-ah, masuklah.”

“Noona sudah bangun, hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Sepertinya sudah. Kau lihat saja di kamarnya.” Jawab Ryeowook. Kyuhyun mengangguk dan menuju kamar Yongri. Di ketuknya pintu kamar Yongri beberapa kali namun tidak ada jawaban. Kyuhyun hendak kembali mengetuk pintu saat tiba-tiba saja pintu kamar Yongri terbuka.

“Kyuhyun-ah..”

“Anneyong, noona!” Sapa Kyuhyun sembari tersenyum.

“Ne, annyeong..” Balas Yongri sedikit canggung.

“Apa noona ada waktu malam ini?” Tanya Kyuhyun.

“Kenapa?”

“Aku ingin meminta kau menemaniku untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan relasi bisnisku.” Ujar Kyuhyun.

“Eo? Kenapa harus aku?” Tanya Yongri sembari menunjuk dirinya sendiri.

“Karena aku tidak mempunyai siapapun untuk kuajak ke sana.” Jawab Kyuhyun langsung.

“Tapi aku tidak menyukai pesta-pesta seperti itu.”

“Ayolah noona. Sekali ini saja, ya? Hmm?” Bujuk Kyuhyun. Yongri tampak berpikir sebentar.

“Baiklah, tapi aku tidak mau lama-lama di sana.”

“Siap bos!” Sahut Kyuhyun sembari memperagakan gaya hormat. Yongri tersenyum kecil melihat tingkah Kyuhyun yang menurutnya lucu.

“Nanti malam aku jemput dan kau harus dandan yang cantik, arra?”

“Kenapa harus cantik-cantik?” Protes Yongri.

“Tentu saja. Bagaimana mungkin kau berdandan biasa saja sedangkan aku pasti akan terlihat sangat tampan?” Ujar Kyuhyun dengan percaya diri. Yongri langsung memukul pelan perut Kyuhyun saat mendengar ucapannya.

“Berhentilah bersikap terlalu percaya diri. Sudahlah, ini sudah mulai siang. Sebaiknya kau segera pergi bekerja.” Ujar Yongri.

“Arraseo. Aku pergi dulu. Jangan lupa nanti malam.” Pesan Kyuhyun yang dibalas anggukan oleh Yongri.

“Kyuhyun mengajakmu pergi?” Tanya Ryeowook pada Yongri setelah Kyuhyun pergi.

“Iya. Dia memintaku menemaninya menghadiri acara ulang tahun perusahaan relasi bisnisnya.” Jawab Yongri.

“Oh..” Sahut Ryeowook.

“Ya! Kau tidak bekerja?” Tanya Yongri sembari menaikkan sebelah alisnya. Ryeowook menggeleng.

“Jinjja, Kim Ryeowook!! Kenapa semenjak tinggal disini kau malas bekerja?” Gerutu Yongri.

“Entahlah, aku saja bingung, noona.” Balas Ryeowook santai.

“Aish! Anak ini..” Ryeowook hanya menaikkan bahunya seolah tidak peduli dan kemudian memasukki kamarnya.

 

 

Kyuhyun menatap takjub penampilan Yongri malam itu. Penampilannya tampak sederhana, namun mampu membuat Kyuhyun terpukau.

“Cantik.” Gumam Kyuhyun.

“Apa aku terlalu berlebihan?” Tanya Yongri.

“Tidak, noona. Penampilanmu sangat sederhana, tetapi kau terlihat sangat cantik.” Puji Kyuhyun.

“Eish,, berhentilah berkata yang tidak-tidak.”

“Kita pergi sekarang?” Tanya Kyuhyun. Yongri mengangguk.

“Kajja!” Kyuhyun menggandeng tangan Yongri keluar dari apartement.

Hampir satu jam di dalam perjalanan, Kyuhyun dan Yongri sampai di Hotel Silver. Yongri menatap takjub kemewahan hotel yang terlihat dari tampilan depan.

“Tutup mulutmu, noona. Tidak perlu sampai seperti itu.” Bisik Kyuhyun menggoda Yongri. Yongri menutup mulutnya dan memberengut kesal. Kyuhyun menarik tangan Yongri dan mengaitkannya di lengannya. Yongri menatap Kyuhyun dan Kyuhyun hanya tersenyum. Keduanya berjalan beriringan memasuki lobby hotel. Kembali Yongri dibuat takjub oleh kemegahan Hotel Silver tersebut. Kyuhyun dan Yongri segera menuju lift untuk menuju ke aula hotel yang berada di lantai paling atas. Saat mereka memasuki aula hotel, banyak tamu yang sudah berdatangan dan tampak menikmati makanan serta minuman yang ada.

“Kyuhyun-ssi..” Sapa seorang laki-laki berumur sekitar 30an kepada Kyuhyun.

“Ahh Park Jungsoo-ssi..” Kyuhyun menyapa balik.

“Terima kasih sudah datang.” Ujar Park Jungsoo.

“Selamat ulang tahun untuk Park Group. Semoga semakin berjaya. Hahaha..” Ujar Kyuhyun diiringi tawa renyahnya.

“Kamsahamnida. Ah, siapa gadis cantik ini? Kekasihmukah?” Goda Jungsoo membuat wajah Kyuhyun memerah.

“A–anieya. Kenalkan, ini Choi Yongri. Dan noona, kenalkan ini Park Jungsoo. CEO perusahaan yang hari ini berulang tahun.” Ujar Kyuhyun. Park Jungsoo mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Yongri.

“Choi Yongri.”

“Park Jungsoo. Senang berkenalan denganmu.”

“Ah ne.”

“Baiklah, silahkan nikmati pestanya. Aku harus menyapa tamu yang lain.” Ujar Park Jungsoo.

“Ya silahkah.” Sahut Kyuhyun sembari tersenyum.

“Aku akan mengambilkan minum untuk kita.” Ujar Kyuhyun. Baru saja Kyuhyun hendak melangkah, Yongri segera menahan lengan Kyuhyun dan mencengkramnya erat. Kyuhyun memperhatikan tangan Yongri di lengannya, dan sesaat kemudian memperhatikan raut wajah Yongri yang menjadi tegang.

“Noona ada apa?” Tanya Kyuhyun. Yongri tidak menjawab dan terus menatap ke depan. Kyuhyun mengikuti arah pandang Yongri, dan tiba-tiba saja pandangannya berubah tajam.

“A–aku mau pulang.” Ujar Yongri.

“Noona, tapi-”

“Aku mau pulang!” Ujar Yongri lagi.

“Baiklah. Kita pulang sekarang.”

“Yongri!!” Langkah Yongri dan Kyuhyun terhenti saat mendengar teriakan Siwon. Pegangan tangan Yongri di lengan Kyuhyun semakin erat.

“Aku ingin bicara.” Ujar Siwon saat sudah berada di hadapan Yongri.

“Aku tidak mau bicara denganmu.” Ucap Yongri ketus.

“Yongri-ya…”

“Kyuhyun-ah, ayo pulang.”

“Jangan menghindariku seperti ini, Yongri-ya.” Siwon menahan bahu Yongri agar tidak pergi dari hadapannya.

“Lepaskan tanganmu.” Kyuhyun menghempaskan tangan Siwon di bahu Yongri.

“Ayo kita pulang, noona.” Kyuhyun menarik pelan tangan Yongri melewati Siwon.

“Yongri.. Yongri! Choi Yongri!!” Beberapa tamu memperhatikan Siwon saat mendengar teriakannya yang membahana di aula hotel. Kembali Siwon merasakan dadanya sesak dengan penolak Yongri atas dirinya. Benaknya bertanya-tanya, inikah yang Yongri rasakan dulu saat ia menolak kehadiran perempuan itu?

 

Sementara itu di dalam mobil, Kyuhyun memperhatikan wajah Yongri dengan pandangan khawatir.

“Noona baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun. Yongri tidak menjawab. Perempuan itu menutup matanya dan tampak airmata mengalir dari ujung matanya.

“Sampai kapan noona akan menangisi laki-laki itu?” Tanya Kyuhyun sedikit kesal.

“Aku tidak pernah berniat untuk menangisinya.” Yongri membela diri.

“Lalu apa yang kau tangisi?”

“Tidak ada.” Sahut Yongri. Kyuhyun hanya menghela nafas antara kesal dan kecewa. Ia memilih diam dan tidak kembali bertanya. Kyuhyun takut ia terbawa emosi dan malah melampiaskannya pada Yongri.

 

~~~

 

Yongri keluar dari kamarnya dan menemukan suasana sepi. Hari itu ia memang bangun sedikit lebih siang. Dan sepertinya, Ryeowook sudah berangkat kerja. Yongri melangkah ke dapur dan menemukan sarapan. Ia sangat tau siapa yang membuatnya. Sarapan itu sudah lumayan dingin, namun perut Yongri yang seakan berdemo membuat Yongri mau tidak mau memakannya. Baru saja ia hendak duduk di kursi makan, saat tiba-tiba saja dilihatnya Siwon yang memasuki dapur. Keduanya sama-sama terdiam di tempat. Namun lama kelamaan Yongri memundurkan langkahnya seolah ingin menjauh dari Siwon.

“Tetapi di sana, Yongri-ya..” Pinta Siwon. Yongri menggeleng.

“Pergi..” Ujarnya pelan. Siwon segera mengambil langkah seribu dan memeluk Yongri. Pelukan yang sangat erat hingga membuat Yongri tidak bisa lepas. Yongri memberontak di dalam pelukan Siwon. Tangisnya kembali pecah.

“Kenapa menghindariku? Kau membenciku? Kau muak melihat wajahku?” Suara Siwon terdengar parau. Yongri terus memberontak di dalam pelukan Siwon.

“Cukup peluk aku seperti ini, Yongri-ya. Jika kau membenciku, tidak perlu melihatku. Tapi biarkan aku merasakan  kehadiran dirimu dengan cara seperti ini.” Pemberontakkan Yongri terhenti saat mendengar permohonan Siwon yang terdengar memilukan. Gagal! Ia gagal menahan dirinya untuk tidak membalas pelukan Siwon. Nyatanya sekarang ia tengah mendekap pinggang Siwon dengan sangat erat.

“Aku sangat merindukanmu.” Bisik Siwon. Yongri tidak membalas ucapan Siwon. Ia sibuk menghirup aroma Siwon yang sangat dirindukannya. Siwon terus mengusap punggung Yongri sembari menciumi puncak kepalanya.

“Aku akan melepaskan pelukanku. Sebaiknya kau tutup matamu.” Ujar Siwon.

“Kenapa aku harus melakukannya?” Tanya Yongri dengan suara serak.

“Aku tau kau membenciku. Tapi biarkan aku menatapmu lebih lama.” Jawab Siwon. Siwon melepaskan pelukannya dan Yongri benar-benar menutup matanya. Siwon menangkup wajah Yongri dengan kedua tangannya. Dibelainya dengan halus wajah Yongri. Airmata Yongri kembali mengalir merasakan tangan Siwon di wajahnya.

“Jangan menangis.” Ucap Siwon sembari menyeka airmata Yongri. Sesaat kemudian, Siwon mendekatkan wajahnya dengan wajah Yongri. Menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri. Tidak ada penolakan dari Yongri sendiri. Siwon melumat pelan bibir Yongri dan diluar dugaan, Yongri membalas lumatan itu. Siwon menarik tangan Yongri dan menggantungkan kedua tangan itu di lehernya. Ditariknya pelan pinggang Yongri hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka. Lama keduanya larut dalam ciuman romantis mereka. Hingga akhirnya perlahan-lahan Siwon menghentikan lumatannya dan menjauhkan wajahnya dari wajah Yongri. Yongri membuka matanya dan melihat Siwon yang sedang menatapnya.

“Aku mencintaimu.” Bisik Siwon.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

98 thoughts on “Regret – Part 7

  1. Wew, nangus aja terus sangmi, biartau rasanya jadi yongri!! Yongri operasi aja dong.. biar sembuh..
    complicated bet deh. Bingung juga siwon mau diapain hufff

    Well done thor^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s