Regret – Part 6

Regret – Part 6

Author

Choineke

Title

Regret

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Kim Sangmi, Kim Ryeowook

Genre

Romance, Sad

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Apapun yang kita miliki di dunia ini, tidak akan pernah kita sadari dan syukuri sebelum kita kehilangannya. Setelah hilang, yang akan kita rasakan hanya penyesalan. Penyesalan yang tidak akan pernah ada gunanya.

 

Author POV

Kyuhyun tersenyum senang sembari menatap satu kantung makanan yang ada di tangan kirinya. Ia berjalan tenang sembari menikmati keindahan kota Seoul. Jarang sekali untuk seorang Cho Kyuhyun berpergian tidak menggunakan mobil. Namun entah mengapa malam itu ia ingin sekali menikmati malam di Seoul dengan berjalan kaki.

“Apartementnya sudah dekat.” Ujarnya masih dengan tersenyum senang. Kyuhyun mempercepat langkahnya saat menyadari bahwa apartement di mana Yongri berada sudah terlihat di depan mata. Ketika Kyuhyun memasuki lobby apartement, orang-orang yang bekerja di sana membungkuk hormat padanya. Kyuhyun membalas perlakuan itu dengan tersenyum lebar. Membuat mereka menatap Kyuhyun dengan takjub. Pasalnya, jarang-jarang sekali mereka dapat melihat Kyuhyun tersenyum lebar seperti itu.

Kyuhyun segera menekan bel apartement Yongri ketika ia sampai di depan pintu. Tidak perlu lama menunggu, pintu terbuka dan memperlihatkan Yongri dengan penampilan sederhananya.

“Aku membawakan makan malam untuk kita, noona!” Ujar Kyuhyun yang segera memasukki apartement. Ia menuju dapur dan meletakkan kantung bawaannya di sana. Yongri mengikuti Kyuhyun dan memperhatikan wajahnya.

“Ya!” Panggil Yongri.

“Mwo?!” Sahut Kyuhyun.

“Ada apa dengan wajahmu?” Tanya Yongri.

“Wajahku?” Kyuhyun meraba-raba wajahnya dan tiba-tiba meringis kecil.

“Gwenchana..” Ujarnya dan kembali menyibukkan diri mengeluarkan makanan yang di belinya.

“Geotjimal!” Yongri memegang wajah Kyuhyun dan memutarnya ke kanan dan ke kiri.

“Aish noona!”

“Kau berkelahi, huh?”

“Ani.”

“Dengan siapa kau berkelahi?” Tanya Yongri sembari menatap tajam Kyuhyun. Kyuhyun membalas tatapan Yongri.

“Aku baik-baik saja, noona. Tidak usah di bahas, eo?”

“Siwon?” Kyuhyun terdiam saat nama itu keluar dari mulut Yongri. Ia mengalihkan pandangannya dari Yongri dan menghela nafas berkali-kali.

“Benar? Kalian berkelahi?” Kyuhyun masih tidak menjawab pertanyaan Yongri dan memilih diam.

“Kau bilang tidak akan pernah membohongiku, Kyuhyun-ah..” Ucap Yongri yang membuat Kyuhyun menatapnya.

“Benar. Aku berkelahi dengan Siwon hyung.” Kata Kyuhyun pelan sembari menundukkan kepalanya.

“Apa kalian tidak sadar jika kalian sudah dewasa, huh?!” Tanya Yongri kesal.

“Aku tidak akan melakukannya jika dia tidak memulai duluan, noona!” Kyuhyun membela diri.

“Dia yang memukulmu duluan? Kenapa?”

“Dia menanyakan keberadaanmu. Dan aku tidak memberitahunya. Siwon hyung marah dan memukulku.” Jelas Kyuhyun. Yongri menghela nafas mendengar penjelasan Kyuhyun. Ia merasa bersalah sudah melibatkan Kyuhyun ke permasalahannya.

“Tunggu aku di ruang tengah. Aku akan mengambilkan obat untuk lukamu.” Ujar Yongri dan segera berlalu dari hadapan Kyuhyun. Kyuhyun memperhatikan punggung Yongri yang menghilang di balik pintu kamar. Ia menyadari raut wajah Yongri yang kembali murung. Kyuhyun menghembuskan nafas dan berjalan ke ruang tengah.

Beberapa saat kemudian, Yongri datang dengan membawa kotak obat. Yongri mengambil tempat duduk tepat di samping Kyuhyun. Yongri membuka kotak obat itu dan mengeluarkan kapas serta alkohol. Ia menuangkan alkohol itu di atas kapas. Yongri mendekatkan kapas yang beralkohol itu ke wajah Kyuhyun. Namun Kyuhyun menjauhkan wajahnya.

“Aku baik-baik saja. Ini hanya luka kecil.” Ucapnya.

“Luka kecil tetap harus diobati. Bukankah kau begini karena diriku? Tentu aku harus bertanggung jawab.” Yongri menarik pelan bahu Kyuhyun agar mendekat ke wajahnya. Kali ini Kyuhyun tidak menolak dan membiarkan Yongri mengobati luka akibat pukulan Siwon di wajahnya. Sesekali Kyuhyun meringis saat merasakan perih. Tiba-tiba saja rasa perih itu tidak lagi dirasakan Kyuhyun saat ia menyadari wajah Yongri yang terpaut dekat dengan wajahnya. Kyuhyun terus memperhatikan wajah itu yang tampak serius mengobati wajahnya. Yongri memiliki bulu mata yang lentik, dan terus bergerak saat mata itu berkedip. Hidungnya yang kecil tetapi mancung. Serta bibir kemerahan. Kyuhyun menahan tangan Yongri yang berada di wajahnya. Akal sehat Kyuhyun seolah hilang entah kemana. Ia terus menatap wajah Yongri dan semakin mendekatinya.

“Kyuhyun-ah…” Kyuhyun seolah tidak peduli dengan suara Yongri yang menyiratkan kebingungan. Wajah Kyuhyun semakin dekat dengan wajah Yongri hingga keduanya dapat saling merasakan deru nafas di hadapan mereka. Yongri merasa lumpuh saat melihat wajah Kyuhyun yang semakin mendekat bahkan ketika akhirnya bibir Kyuhyun menempel di bibirnya. Mata Yongri membesar saat benar-benar merasakan bibir Kyuhyun di bibirnya. Berbeda dengan Yongri yang nampak terkejut, Kyuhyun justru memejamkan matanya dan tampak sangat menikmati. Kyuhyun menggerakan pelan bibirnya. Setelah beberapa saat, Kyuhyun seolah tersadar dengan apa yang dilakukannya. Ia membuka matanya dan segera menjauhkan wajahnya. Dilihatnya wajah Yongri yang menatap ke depan dengan pandangan shock.

“Noo–noona…”

“Ma–maafkan a–aku, noona.. Aku…aku..aku harus pulang sekarang. Sampai bertemu besok.” Kyuhyun segera beranjak dari duduknya dan segera keluar dari apartement Yongri. Setelah menutup pintu apartement, ia bersandar di sana dengan jantung yang berdegup kencang.

“Bodoh! Bodoh! Bodoh! Apa yang kau lakukan, Cho Kyuhyun??!” Ujarnya sembari memukul pelan bibirnya.

 

~~~

 

Kyuhyun mendongak saat mendengar pintu ruangannya terbuka. Ia tampak sedikit terkejut saat melihat kehadiran Ryeowook di sana.

“Oh? Hyung..” Sapanya.

“Apa aku menganggumu?” Tanya Ryeowook.

“Ani, hyung. Silahkan duduk.” Jawab Kyuhyun sembari mempersilahkan Ryeowook duduk di sofa yang terdapat di ruangannya. Ryeowook mengangguk dan duduk di sofa diikuti oleh Kyuhyun.

“Apa yang membuatmu kemari siang-siang seperti ini, hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Ini mengenai Yongri noona.” Jawab Ryeowook yang membuat Kyuhyun menjadi terdiam sekaligus gugup. Ia takut tiba-tiba saja mulutnya tidak bisa di ajak bekerja sama untuk merahasiakan keberadaan Yongri.

“Noona?” Kyuhyun membeo.

“Ne. Aku tau kau pasti mengetahui keberadaan noona sekarang, Kyuhyun-ah.”

“A–aku? Bagaimana mungkin, hyung? Aku tidak tau.” Ujar Kyuhyun sembari tertawa yang dipaksakan. Ryeowook tertawa kecil melihat Kyuhyun yang tampak salah tingkah.

“Wajahmu terlalu tenang jika memang kau belum tau di mana noona sekarang. Kurasa kau yang paling mengkhawatirkan keberadaan noona saat ini, Kyuhyun-ah. Bukan begitu?” Sial! Kyuhyun benar-benar mengumpat dalam hati. Apa wajahnya benar-benar terlihat tenang sekarang? Ah ia sangat mengutuk wajahnya yang tidak bisa di ajak bekerja sama. Seharusnya ia dapat memasang wajah khawatir atau paling tidak berpura-pura menanyakan keberadaan Yongri.

“Kenapa? Apa noona yang menyuruhmu untuk tidak memberitahukan keberadaannya kepada siapapun?” Tebak Ryeowook tanpa marah sedikitpun karena Kyuhyun tidak mau memberitahukan keberadaan Yongri.

“Benarkan?”

“Maafkan aku, hyung.” Sesal Kyuhyun. Ryeowook tersenyum tipis.

“Gwenchana. Yang terpenting untukku adalah noona baik-baik saja sekarang. Dan aku dapat memastikan itu darimu, kan?” Kyuhyun mengangguk cepat.

“Noona baik-baik saja, hyung. Kau dapat mempercayaiku untuk menjaganya.” Ujar Kyuhyun sembari tersenyum. Ryeowook mengangguk pelan. Ia menundukkan kepalanya dan menimbang apakah harus memberitahu Kyuhyun mengenai penyakit Yongri. Walaupun Kyuhyun mengatakan Yongri baik-baik saja, tetapi ia tidak bisa menjamin itu. Ia takut tiba-tiba saja tubuh Yongri mati rasa seperti yang Dokter Yoon katakan. Ia juga takut Yongri yang setiap hari mungkin menahan sakit kepalanya yang semakin menjadi. Ryeowook benar-benar takut itu terjadi.

“Hyung?”

“Ne?!” Ryeowook segera menegakkan kepalanya saat mendengar panggilan Kyuhyun.

“Ada apa? Ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?” Tanya Kyuhyun. Ryeowook kembali terdiam dan kembali berpikir apa yang harus di lakukannya.

“Hyung, ada apa? Kenapa wajahmu murung seperti itu?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Kyuhyun-ah…”

“Ne?”

“Noona…”

“Noona? Ada apa dengan noona, hyung? Demi Tuhan jangan membuatku khawatir.” Gusar Kyuhyun.

“Noona tidak baik-bak saja, Kyuhyun-ah..” Ujar Ryeowook pelan.

“Mwo?!”

“Noona….sakit…”

“Sakit?”

“Penggumpalan darah di otak.” Kyuhyun mencengkram erat sandaran tangan sofa di sampingnya. Kata-kata Ryeowook seperti petir di siang hari. Rahangnya terkatup erat. Dan jantungnya berdetak berkali-kali lebih cepat.

“Hyung jangan bercanda.” Desisnya pelan.

“Aku mendengarnya sendiri dari dokter yang menangani noona, Kyuhyun-ah. Dokter itu tidak mungkin berbohong. Ia mengatakan jika penggumpalan yang di alami noona semakin parah dan berbahaya. Noona bisa lumpuh.” Lirih Ryeowook.

“Seharusnya itu bisa di operasi. Tetapi noona menolaknya. Noona tidak mau mengalami amnesia total. Noona juga takut jika operasi itu gagal nyawanya tidak akan tertolong.” Lanjut Ryeowook. Matanya tiba-tiba saja berkaca-kaca. Ryeowook masih tidak dapat membayangkan penderitaan yang dialami Yongri. Belum lagi mendapati tunangannya berselingkuh dengan adiknya sendiri. Airmata Ryeowook mengalir begitu saja. Ia tidak mau repot-repot menyekanya. Ryeowook ingin melampiaskan emosinya yang terpendam selama ini.

“Aku takut, Kyuhyun-ah.. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada noona. Aku sangat membutyhkan noona. Aku tidak mau kehilangannya.” Isak Ryeowook. Kyuhyun pun merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Ryeowook. Ia pun takut sesuatu terjadi pada Yongri. Kyuhyun memindahkan dirinya menjadi duduk di samping Ryeowook. Ia merangkul Ryeowook seolah memberi kekuatan.

“Noona gadis yang kuat, hyung. Kau harus percaya itu.” Ujar Kyuhyun menenangkan.

“Baiklah, aku akan mengajakmu menemui noona. Aku tau apa yang kau rasakan hyung. Kau pasti sangat ingin bertemu dengannya.”

“Jeongmal, Kyuhyun-ah?” Ryeowook menatap Kyuhyun tak percaya.

“Ne, hyung. Nanti malam kita bertemu dengan noona. Jadi sekarang kau jangan menangis lagi. Kau seperti anak kecil, hyung!” Ledek Kyuhyun sembari tertawa keras. Mencoba menghilangkan kekhawatirannya terhadap Yongri.

“Aish jinjja! Kau benar-benar kurang ajar, Cho Kyuhyun!!”

“Hahahaha…”

 

 

 

Ryeowook dan Kyuhyun berjalan bersama menuju apartement Yongri. Seoul malam itu cukup ramai, mengingat itu adalah malam weekend. Sebenarnya Ryeowook bingung mengapa Kyuhyun mengajaknya berjalan kaki bukan naik mobil. Tetapi ia memutuskan untuk tidak bertanya dan mengikuti Kyuhyun. Yang terpenting untuknya adalah bertemu dengan Yongri.

“Apa noona berada di apartement ini?” Tanya Ryeowook saat mereka sudah berada di depan apartement Yongri.

“Ne, hyung. Ini adalah apartement perusahaan. Dan noona tinggal disini semenjak ia menghilang.” Ryeowook hanya mengangguk.

“Ah sebentar!” Ryeowook menahan tangan Kyuhyun yang hendak menekan bel.

“Ada apa, hyung?”

“Masalah penyakit noona.. Berpura-puralah tidak tau, Kyuhyun-ah. Aku tidak mau noona merasa terbebani karena kita mengkhawatirkannya.” Pinta Ryeowook.

“Tetapi, hyung.. Bukankah jika kita tau, kita dapat membujuk noona untuk melakukan operasi? Ini masih belum terlambat, hyung. Aku tidak mau sesuatu terjadi pada noona.”

“Kau mengenal noona, Kyuhyun-ah. Ia orang yang sangat keras kepala. Kita tidak akan bisa membujuknya.” Ujar Ryeowook putus asa. Kyuhyun menghela nafas sembari mengusap wajahnya.

“Baiklah, hyung. Aku akan berpura-pura tidak tau.” Putus Kyuhyun akhirnya. Ryeowook tersenyum menanggapi keputusan Kyuhyun. Kyuhyun segera menekan bel apartement Yongri. Melihat itu, Ryeowook segera bersembunyi dibalik tubuh Kyuhyun. Tak berapa lama pintu di buka oleh Yongri. Tiba-tiba saja atmosfer canggung menghampiri keduanya, mengingat kejadian kemarin. Jantung Kyuhyun berdetak dua kali lebih cepat.

“A–annyeong, noona!” Sapanya terbata.

“Annyeong..” Balas Yongri.

“Ah itu…ehm..aku..aku mau minta maaf soal kejadian kemarin, noona..” Ujar Kyuhyun sembari mengusap tengkuknya. Kelihatan sekali Kyuhyun tampak salah tingkah.

“Eo? Ah ne. Sebaiknya tidak usah dibahas lagi.” Balas Yongri yang juga ikut salah tingkah.

“Baiklah.”

“Kau tidak mau masuk?” Tanya Yongri.

“Noona… Aku membawa seseorang kesini.” Kata Kyuhyun pelan. Yongri terdiam mendengar kata-kata Kyuhyun.

“Aku harap noona tidak marah karena aku mengingkari janjiku. Hyung, keluarlah.” Perlahan-lahan Ryeowook menggeser tubuhnya dari belakang Kyuhyun. Ryeowook menatap Yongri takut-takut. Mengingat pertemuan terakhir mereka, Yongri marah padanya.

“Ryeowook hyung sangat mengkhawatirkanmu, noona. Kuharap kau dapat mengerti itu.” Ujar Kyuhyun.

“Aku yang memaksanya memberitahu keberadaanmu, noona. Jika kau ingin marah, marah saja padaku.” Kata Ryeowook membela Kyuhyun. Yongri tidak menjawab dan hanya menatap keduanya.

“Kurasa banyak yang ingin kalian bicarakan. Lebih baik aku pulang. Hyung, kau tau jalan pulang kan?” Canda Kyuhyun sembari menepuk pelan bahu Ryeowook. Ryeowook menatap Kyuhyun dengan tajam, membuat Kyuhyun tertawa geli.

“Noona, aku pulang ya.” Pamit Kyuhyun. Yongri hanya mengangguk pelan.

“Aku pulang, hyung. Annyeong!” Kyuhyun segera berlalu dari hadapan keduanya. Suasana sunyi menyergap mereka sesaat setelah Kyuhyun pergi. Ryeowook bingung ingin mengatakan apa. Apalagi melihat Yongri yang hanya diam saja.

“Masuklah.” Ucap Yongri akhirnya.

“Ah ne.” Sahut Ryeowook dan memasukki apartement Yongri. Yongri menuju ke dapur untuk mengambilkan minuman untuk Ryeowook. Sesudahnya ia menyusul Ryeowook yang duduk di ruang tengah.

“Gomawo noona.” Ucap Ryeowook canggung. Yongri hanya mengangguk singkat. Ryeowook menundukkan kepalanya sembari meremas jari-jarinya untuk menghilangkan gugup. Yongri yang melihatnya berusaha kuat agar tidak tertawa. Jarang sekali ia melihat Ryeowook gugup seperti ini, dan tingkah Ryeowook yang seperti itu membuatnya geli sendiri.

“Noona, maafkan aku.” Ujar Ryeowook tanpa melihat Yongri.

“Maaf untuk apa?” Tanya Yongri yang mulai menujukkan wajah serius.

“Mengenai Siwon hyung dan Sangmi.” Jawab Ryeowook pelan. Yongri menghela nafas.

“Ne, tidak apa-apa. Aku tau kalian memiliki alasan menyembunyikannya dariku.” Ujar Yongri. Ryeowook mendongakkan kepalanya dan menatap Yongri. Sejurus kemudian ia berpindah tempat duduk menjadi tepat di samping Yongri. Ryeowook menggenggam erat tangan Yongri.

“Noona benar tidak apa-apa?” Tanya Ryeowook memastikan. Yongri tersenyum lembut.

“Aku tidak apa-apa. Kau bisa lihat sekarang, kan?” Jawab Yongri menenangkan.

“Seharusnya dari awal aku dapat mencegah Sangmi berbuat seperti ini.” Keluh Ryeowook. Yongri tersenyum miris.

“Perasaan seseorang tidak bisa di paksakan, Wookie-ya. Jika Sangmi mencintai Siwon, kau tidak dapat menentang itu. Sama halnya seperti Siwon yang tidak mencintaiku. Aku pun tidak bisa memaksanya.” Ujar Yongri dengan mata berkaca-kaca.

“Noona…”

“Untukku, yang penting Sangmi bahagia bersama Siwon.” Ryeowook menatap wajah Yongri yang tersenyum. Betapa bangganya Ryeowook mempunya noona seperti Yongri. Yongri masih berbesar hati dengan mementingkan kebahagiaan Sangmi dan Siwon, yang jelas-jelas sudah menyakitinya.

“Waktu itu, Siwon hyung datang kerumah mencarimu.” Kata Ryeowook.

“Dia mengatakan ingin minta maaf padamu. Ia memaksa untuk tau di mana keberadaanmu. Tetapi saat itu, kami tidak mengetahui kau ada di mana.” Jelas Ryeowook. Yongri mengangguk pelan.

“Jika kau bertemu dengannya lagi, katakan saja untuk menyimpan permintaan maafnya itu. Suruh dia untuk membahagiakan Sangmi. Dan jangan menyakiti Sangmi, seperti ia menyakitiku.”

“Noona benar tidak apa-apa melihat Siwon hyung dan Sangmi? Bukankah noona sangat mencintai hyung?”

“Bukankah sudah kubilang perasaan seseorang tidak bisa di paksakan?” Ryeowook segera memeluk Yongri dengan erat.

“Aku benar-benar bangga memiliki noona sepertimu. Dan aku benar-benar merindukanmu, noona.”

“Aku juga merindukanmu, Wookie-ya..”

“Izinkan aku untuk tinggal disini bersamamu, noona.” Ujar Ryeowook tiba-tiba membuat Yongri melepaskan pelukannya.

“Mwo?!”

“Biarkan aku tinggal disini bersamamu. Agar aku bisa menjagamu.” Pinta Ryeowook.

“Aku bukan anak kecil yang harus kau jaga, Wookie-ya. Aku tidak apa-apa tinggal sendiri disini. Lagipula jika kau tinggal disini, bagaimana kau menjelaskannya pada abeoji dan eommoni? Aku tidak mau mereka sampai mengetahui keberadaanku sekarang. Aku bukan tidak mau bertemu mereka, aku hanya belum siap jika harus bertemu dengan Siwon dan Sangmi.” Ucap Yongri. Ryeowook tersenyum menanggapi ucapan Yongri.

“Untuk masalah itu, noona tenang saja. Yang terpenting noona mengizinkanku untuk tinggal disini. Okay?” Yongri hanya diam menanggapi permintaan keras kepala Ryeowook.

“Noonaaa…” Rengek Ryeowook. Yongri tersenyum.

“Arraseo. Terserah kau saja jika mau tinggal disini.” Putus Yongri. Ryeowook tersenyum senang.

“Aku tau noona tidak akan menolak permintaanku.” Ujarnya bangga. Yongri hanya mencibir kecil.

“Oh ya, ada apa denganmu dan Kyuhyun? Kenapa tadi dia meminta maaf padamu? Lalu sikap kalian berdua juga sedikit berbeda..” Tanya Ryeowook penuh curiga. Wajah Yongri tiba-tiba saja memanas mendengar pertanyaan Ryeowook. Ia tampak salah tingkah.

“Mwoya?! Apa yang kau bicarakan? Tidak terjadi apa-apa antara aku dan Kyuhyun.” Bantah Yongri sembari memalingkan wajahnya dari Ryeowook.

“Jinjja? Tetapi sepertinya sesuatu terjadi. Noona kau berbohong padaku?” Tuduh Ryeowook sembari memicingkan matanya.

“Yaa!! Aish, berhenti menggodaku!!” Ryeowook tertawa keras melihat sikap Yongri yang salah tingkah.

 

~~~

 

Siwon menghela nafas saat melihat kehadiran Sangmi di depan apartementnya. Sangmi tampak tersenyum senang saat melihat wajah Siwon. Ia sangat merindukan Siwon karena beberapa hari tidak bertemu. Sangmi mendekati Siwon dan segera memeluknya.

“Aku sangat merindukanmu, oppa..” Ucapnya manja. Siwon tidak membalas dan tidak menolak pelukan itu. Beberapa saat kemudian Siwon melepaskan pelukan Sangmi.

“Masuklah.” Ujarnya. Sangmi mengangguk dan segera memasukki apartement Siwon.

“Ada apa kau kemari?” Tanya Siwon. Sangmi menatap Siwon dengan tatapan intens.

“Kenapa nada bicaramu seperti itu? Apa kau tidak suka aku datang kemari?” Tanya Sangmi balik.

“Aku hanya sedang ingin sendiri.” Jawab Siwon sembari menghempaskan dirinya di sofa. Sangmi ikut mendudukan dirinya di samping Siwon.

“Aku merindukanmu oppa. Kita sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua. Bukankah kita biasanya makan siang dan makan malam bersama? Aku merindukan itu.” Ujar Sangmi. Siwon hanya diam saja sembari memejamkan matanya.

“Ahh,, bukankah kita seharusnya merayakan kepergian eonnie? Setelah ini kita tidak perlu berpacaran diam-diam oppa. Kita temui abeoji dan eommoni dan kita bicarakan mengenai hubungan kita. Kita bisa bertunangan atau mungkin langsung menikah.” Ujar Sangmi lagi sembari tersenyum. Mendengar ucapan Sangmi, Siwon segera membuka matanya dan menatap Sangmi tajam.

“Apa kau gila, huh?! Di saat semua orang tidak mengetahui di mana keberadaan Yongri, kau malah mengajakku menikah? Di mana otakmu?!” Bentak Siwon. Sangmi terdiam mendengar bentakan Siwon. Sikap Siwon yang seperti ini membuat Sangmi benar-benar aneh sekaligus takut.

“Kau mengkhawatirkan eonnie?” Tebak Sangmi.

“Tentu saja!” Sambar Siwon langsung.

“Apa maksudnya ini oppa? Selama ini bahkan kau tidak pernah memperdulikannya. Lalu kenapa sekarang kau mengkhawatirkannya setelah dia pergi? Ini yang kau inginkan, bukan?” Sangmi tampak tidak terima dengan jawaban Siwon. Siwon mengusap wajahnya dan mendesah frustasi.

“Karena itu sekarang aku benar-benar menyesal. Aku harus menemui Yongri. Aku harus minta maaf padanya.”

“Baiklah. Kurasa setelah kau minta maaf pada eonnie semua masalah akan selesai. Setelah itu kita pikirkan mengenai hubungan kita.” Siwon berdiri dari duduknya dan membelakangi Sangmi.

“Maaf. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini.” Kata Siwon. Mulut Sangmi ternganga mendengar kata-kata Siwon. Ia berharap telinganya salah dengar.

“Apa maksudmu?” Tanya Sangmi sembari membalikkan badan Siwon.

“Aku ingin hubungan kita berakhir, Sangmi-ya..” Jelas Siwon. Sangmi menatap Siwon dengan mata berkaca-kaca.

“Aku baru sadar. Aku…aku…aku mencintai Yongri. Kepergiannya membuat hatiku benar-benar sakit, Sangmi-ya.” Lanjut Siwon. Sangmi menggelengkan kepalanya dengan kuat.

“Tidak. Kau pasti bercanda oppa. Kau tidak bisa berbuat seperti ini padaku!! Eonnie sudah meninggalkanmu oppa!” Jerit Sangmi.

“Aku pasti bisa membawanya kembali padaku. Maafkan aku Sangmi-ya.”

“Bagaimana denganku?” Isak Sangmi. Siwon memegang kedua lengan Sangmi dan menatap kedua matanya.

“Kau pasti bisa mendapatkan yang lebih baik dariku. Kau cantik. Kau seorang model. Banyak laki-laki yang mau padamu.” Sangmi kembali memeluk Siwon. Kali ini Siwon membalas pelukannya.

“Tetapi aku sangat mencintaimu oppa.”

“Maafkan aku.” Ujar Siwon sembari mengusap punggung Sangmi.

 

 

 

Yongri meringis merasakan sakit di kepalanya. Keringat dingin mengaliri pelipisnya dengan deras. Wajah wanita itu tampak sangat pucat. Ia hanya sendiri di apartement itu, karena Ryeowook belum pulang bekerja. Yongri memejamkan erat matanya. Dengan meraba dinding, ia berjalan menuju kamarnya.

“Akhhh,, sakiiiitttt..” Rintihnya. Setelah sampai di kamar, ia segera mengobrak abrik tasnya guna mencari obat penghilang sakit yang diberikan oleh Dokter Yoon. Setelah menemukannya, Yongri segera membuka tutup botol obat itu. Namun ternyata, isinya kosong. Sepertinya Yongri lupa membeli kembali obat penahan sakitnya. Botol obat itu jatuh begitu saja saat sakit di kepalanya semakin menjadi. Yongri menekan kuat kepalanya untuk menghilangkan sakit.

“Ya Tuhan…..sakitt sekaliiiiiii…” Tubuh Yongri terjatuh di lantai. Ia meremas kuat seprei tempat tidurnya hingga seprei itu menjadi kusut. Wajah Yongri basah oleh keringat dan airmata.

“Akkhhh…” Rintihan itu kembali terdengar dari mulut Yongri. Bersamaan dengan itu, Ryeowook baru saja pulang kerja dan memasukki apartement Yongri. Namja itu sempat berbelanja terlebih dahulu untuk makan malamnya dengan Yongri. Ia membeli beberapa bahan makanan untuk di masak.

“Noona, eodiseo??!” Teriaknya. Ryeowook meletakkan belanjaannya di dapur dan segera mencari Yongri.

“Aku membeli bahan makanan yang bisa kita masak, noona. Ayo kita lakukan bersama..” Ujar Ryeowook sembari tersenyum senang. Ryeowook bingung saat menyadari tidak ada sahutan dari Yongri. Ia mengira Yongri sedang tidur. Ryeowook meneruskan langkah menuju kamar Yongri. Kamar itu tidak sepenuhnya tertutup. Dengan pelan, Ryeowook mendorong pintu kamar Yongri.

“Noona…” Panggilnya. Tiba-tiba saja mata Ryeowook terbelalak saat melihat Yongri yang merintih kesakitan sembari memegang kepalanya.

“Noona!!” Jeritnya dan segera menghampiri Yongri.

“Ada apa, noona?” Tanya Ryeowook panik.

“Sakit….sakit…Wookie-ya…” Lirih Yongri sembari mencengkram erat jas Ryeowook.

“Ki–kita…kita ke rumah sakit sekarang…” Ryeowook segera menggendong Yongri untuk di bawa ke rumah sakit.

Ryeowook mendudukan Yongri di kursi penumpang, dan setelahnya ia menduduki kursi pengemudi. Ryeowook segera menghidupkan mesin mobil dan menginjak gas. Kecepatan tinggi di pilih oleh Ryeowook agar dapat sampai dengan cepat ke rumah sakit. Di sampingnya, Yongri terus merintih kesakita.

“Noona tahan sebentar, eo?” Raut wajah Ryeowook benar-benar menunjukkan kekhawatiran. Keringat juga mengaliri pelipisnya. Hampir setengah jam kemudian, mereka sampai di rumah sakit. Ryeowook segera menghentikan mobilnya dan kembali menggendong Yongri masuk ke dalam rumah sakit.

 

 

 

“Bukankah itu sangat sakit, Yongri-ssi?” Tanya Dokter Yoon sembari menatap Yongri yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Yongri hanya memejamkan matanya seolah enggan mendengarkan ocehan dari Dokter Yoon. Saat ini mereka hanya berdua saja di salam ruangan rawat itu. Ryeowook di minta Dokter Yoon menunggu di luar. Sakit kepalanya sudah berkurang karena Dokter Yoon telah memberinya obat melalui selang infus yang di pasang di tangan kirinya.

“Sampai kapan kau akan seperti ini? Lakukanlah operasi itu.” Bujuk Dokter Yoon.

“Shireo!” Tolak Yongri langsung.

“Apa kau ingin tubuhmu lumpuh, Yongri-ssi??!” Dokter Yoon tampak lelah untuk membujuk Yongri. Suaranya terdengar sangat putus asa. Yongri membuka matanya dan sesaat saja matanya itu langsung berkaca-kaca mendengar ucapan Dokter Yoon.

“Apa salahnya jika hanya lupa ingatan? Kau tidak akan pernah merasakan sakit kepala lagi.” Ucap Dokter Yoon. Yongri menatap Dokter Yoon dengan tajam.

“Apa salahnya kau bilang?! Mungkin bagimu itu tidak masalah. Tetapi tidak untukku! Dan bagaimana mungkin kau yakin jika operasi itu akan berhasil? Bagaimana jika gagal dan aku mati?!” Bentak Yongri. Dokter Yoon terdiam sembari menatap Yongri yang menangis. Ia seperti kehabisan kata-kata untuk membalas ucapan Yongri.

“Keluar. Aku ingin sendiri.” Ujar Yongri sembari mengalihkan pandangannya dari Dokter Yoon. Dokter Yoon menghela nafas dan segera keluar dari kamar itu. Tak berapa lama kemudian, Ryeowook masuk ke dalam kamar rawat Yongri. Yongri segera menyeka airmatanya dan menatap Ryeowook sembari tersenyum.

“Sudah lebih baik?” Tanya Ryeowook. Yongri mengangguk. Ryeowook duduk di kursi di samping ranjang Yongri.

“Noona..” Panggil Ryeowook pelan.

“Hmm?” Sahut Yongri.

“Lakukanlah operasi itu..” Ucap Ryeowook. Yongri menatap Ryeowook dengan pandangan terkejut.

“Woo–Wookie-ya…”

“Aku sudah tau semuanya, noona. Tentang penyakitmu. Aku sudah tau.” Yongri kembali menangis mendengar pengakuan Ryeowook.

“Kumohon lakukan operasi itu. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku tidak mau kejadian hari ini kembali terjadi.” Yongri menggeleng pelan.

“Kau tidak mengerti perasaanku, Wookie-ya. Apa kau pikir aku bisa hidup normal setelah seluruh ingatanku hilang, huh?”

“Kau tidak sendiri noona. Ada aku, ada Kyuhyun, abeoji, eommoni. Kami semua akan membantu dan menemanimu. Kau tidak akan pernah sendiri.” Ryeowook menggenggam tangan Yongri.

“Ryeowook hyung benar, noona..” Yongri dan Ryeowook segera menoleh ke arah pintu saat mendengar suara Kyuhyun. Benar saja, di sana Kyuhyun tersenyum sembari menghampiri kedua orang itu.

“Kyuhyun-ah,, kau mengetahuinya?” Kyuhyun mengangguk.

“Aku tau apa yang terjadi padamu. Kau harus menjalani operasi itu.” Ujar Kyuhyun.

“Kenapa kalian bisa yakin jika operasi itu akan berhasil, huh? Apa kalian tidak takut operasi itu gagal dan aku akan mati?” Isak Yongri.

“Kami yakin karena kami tau kau orang yang kuat, noona.” Kata Ryeowook meyakinkan. Yongri kembali menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak akan melakukan operasi itu. Aku takut.. Aku tidak mau kehilangan semua ingatanku. Aku tidak mau kehilangan memori tentang SIWON!!!” Jerit Yongri histeris. Yongri menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya dan menangis dengan terisak. Ryeowook dan Kyuhyun hanya dapat saling memandang ketika mendengar suara tangis Yongri yang begitu memilukan.

 

~~~

 

“Ya! Apa yang kau lakukan disini, Kyuhyun-ah? Kau tidak bekerja?” Tanya Yongri ketika melihat Kyuhyun di apartementnya.

“Kau juga, Wookie. Kalian tidak bekerja? Ini sudah siang.” Omel Yongri pada dua laki-laki di hadapannya. Ryeowook dan Kyuhyun saling pandang dan tersenyum.

“Kami malas bekerja, noona!” Jawab mereka serempak.

“Mwo?! Michesseo?!”

“Aish noona berhentilah mengoceh! Lebih baik sekarang kau bantu kami.” Ujar Ryeowook yang tampak sibuk di dapur. Yongri menghampiri mereka dan melihat apa yang sedang mereka kerjakan.

“Ada apa ini? Kenapa begitu banyak makanan?” Tanya Yongri bingung.

“Hari ini kita akan jalan-jalan, noona.” Kyuhyun menjawab kebingungan Yongri.

“Jalan-jalan? Eodi? Apa itu yang menyebabkan kalian tidak bekerja?” Ryeowook dan Kyuhyun mengangguk bersamaan.

“Cha! Apa ini cukup? Noona, apa kau ingin memakan sesuatu? Aku akan membuatkannya jika kau mau.” Ujar Ryeowook. Yongri menggeleng.

“Itu sudah cukup.”

“Baiklah, tubuhku bau karena habis memasak. Aku akan mandi dahulu, dan setelah itu kita akan langsung pergi. Noona, kau temani Kyuhyun disini, eo?” Yongri mengangguk kecil. Ryeowook tersenyum dan segera berlalu dari hadapan Yongri dan Kyuhyun.

“Kita mengobrol di sana saja.” Ajak Yongri sembari menunjuk balkon. Kyuhyun mengangguk membalas ajakan Yongri. Keduanya sampai di balkon dan berdiri berdampingan. Tidak ada pembicaraan antara mereka. Suasana canggung tiba-tiba saja kembali menghampiri mereka. Kyuhyun beberapa kali menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

“Apa sakit kepalamu masih sering kambuh, noona?” Tanya Kyuhyun memulai pembicaraan.

“Hmm, tetapi sejauh ini aku masih bisa menahannya.”

“Bagaimana dengan hari ini? Apa tubuhmu kuat untuk jalan-jalan? Jika kau sedang tidak enak badan, kita batalkan saja acara jalan-jalannya.” Yongri tersenyum melihat kekhawatiran Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja, Kyuhyun-ah. Jangan memperlakukanku seperti itu. Aku tidak mau kalian menganggapku lemah.” Ucap Yongri sembari menatap Kyuhyun.

“Ah ne, maafkan aku noona.” Sesal Kyuhyun.

“Berhentilah meminta maaf, Cho Kyuhyun.” Desis Yongri sembari tersenyum geli. Yongri menatap langit dan tampak menikmati angin yang berhembus mengenai wajahnya. Rambut-rambutnya tampak melambai-lambai ketika terkena angin. Kyuhyun yang berdiri di samping Yongri tampak memperhatikannya. Ia tertegun saat melihat wajah Yongri yang tampak mempesona ketika terkena cahaya matahari. Jantungnya kembali berdetak dua kali lebih cepat.

“Noona…”

“Hmm?”

“Tentang ciuman itu-”

“Jangan di bahas!” Potong Yongri langsung.

“Kenapa? Kenapa kita tidak bisa membahasnya?” Protes Kyuhyun.

“Bukankah itu ketidaksengajaan? Lebih baik tidak usah dibicarakan.” Yongri tau kemana arah pembicaraan Kyuhyun. Melihat Kyuhyun yang menciumnya kemarin, Yongri sepertinya mengetahui bagaimana perasaan Kyuhyun padanya. Dan Yongri tidak mau jika Kyuhyun sampai mengungkapkan perasaannya itu. Yongri tidak sampai hati jika harus melihat wajah kecewa Kyuhyun saat ia menolak perasaan itu.

“Aku menciummu bukan tanpa alasan, noona..” Kyuhyun masih bersikeras untuk membicarakannya.

“Kyuhyun-ah geumanhae, eo?” Kyuhyun menghela nafas sebentar sebelum akhirnya menangkup wajah Yongri menggunakan kedua tangannya.

“Noona.. Aku…aku…-”

“Kyuhyun-ah!! Noona!! Kalian di mana??” Teriak Ryeowook. Yongri segera melepaskan tangan Kyuhyun di wajahnya dan bergegas meninggalkan balkon. Kyuhyun mengepalkan tangannya menahan kesal.

“Dasar pengganggu!!” Gerutunya.

 

 

 

Siwon kembali berencana mendatangi kantor Kyuhyun. Ia sudah mencari-cari Yongri beberapa hari ini, namun hasilnya nihil. Siwon berpikir ia benar-benar harus meminta tolong kepada Kyuhyun untuk memberitahukan di mana Yongri berada. Jika harus memohonpun akan dilakukannya. Siwon menghentikan mobilnya saat sudah berada di depan gedung kantor Kyuhyun. Ia tidak berencana untuk masuk, karena dirinya yakin jika ia masuk, keributanlah yang akan terjadi. Siwon hendak menunggu Kyuhyun hingga ia pulang kantor. Siwon melepaskan seatbelt dan menyandarkan punggungnya pada jok mobil. Siwon menghembuskan nafas berkali-kali sembari memikirkan satu nama. Rindunya pada Yongri sudah benar-benar membuncah. Ia tidak tau sampai kapan harus seperti ini, menanti kehadiran Yongri untuk kembali padanya.

Siwon menegakkan tubuhnya saat melihat sosok yang sangat dirindukannya. Ia memicingkan matanya saat sosok itu semakin nyata. Siwon hendak keluar dari mobil, namun diurungkannya saat melihat sosok itu menaiki sebuah mobil bersama dua pria yang sangat-sangat dikenalnya.

“Yong–Yongri…” Desisnya pelan. Siwon segera menstater mobilnya saat melihat mobil yang dinaiki Yongri mulai berjalan. Siwon terus menjaga jarak agar dirinya tidak ketahuan sedang mengikuti mobil di mana Yongri berada. Hati Siwon benar-benar bersorak riang saat melihat sosok Yongri. Siwon bahkan hampir menangis karena ingin meluapkan perasaan bahagianya karena berhasil menemukan belahan jiwanya itu. Siwon terus mengikuti mobil itu, hingga akhirnya mobil tersebut berhenti di sebuah taman bermain ‘Lotteworld’.

 

“Untuk apa kita ke tempat ini?” Tanya Yongri setelah mereka semua memasukki Lotteworld.

“Tentu saja untuk bermain, noona! Kita akan menghabiskan banyak waktu di sini.” Jawab Ryeowook riang.

“Ya!! Aku sudah dewasa. Aku tidak suka ke tempat seperti ini.” Ujar Yongri dan segera berbalik untuk meninggalkan taman bermain itu. Dengan cepat Kyuhyun dan Ryeowook menahannya.

“Kita coba dulu permainannya, setelah itu baru pulang.” Ujar Kyuhyun dan langsung menarik Yongri ke salah satu wahana yang ada di sana. Roller Cosster.

“Mwoya?? Apa kalian benar-benar ingin mencoba permainan ini? Apa kalian tau jika tubuh kita bisa di putar hingga 180 derajat? Nan shireo!” Tolak Yongri. Ryeowook dan Kyuhyun hanya saling pandang dan melempar senyum. Ketiganya sudah berdiri di tempat pengantrian masuk. Kedua lengan Yongri pun terus di genggam oleh Kyuhyun dan Ryeowook. Yongri hanya dapat menundukkan kepalanya karena ia tau tidak dapat berbuat apa-apa.

Kyuhyun dan Yongri duduk berdampingan, dan Ryeowook duduk di depan mereka. Wajah Ryeowook dan Kyuhyun tampak antusias, berbeda sekali dengan raut wajah Yongri yang tiba-tiba tegang.

“Aku benar-benar tidak mau bermain ini. Kalian saja, eo? Aku akan menunggu di bawah.” Suara Yongri terdengar memohon.

“Kau hanya perlu menikmatinya, noona.” Kyuhyun berusaha menenangkan Yongri. Yongri menggenggam erat sabuk pengamannya, saat wahana itu mulai bergerak perlahan. Kyuhyun yang melihatnya, segera menarik tangan kanan Yongri dan menggenggamnya. Yongri menoleh dan mendapati Kyuhyun tersenyum padanya. Saat wahana itu mulai meluncur ke bawah, terdengar dengan keras teriakan antusias Ryeowook dan teriakan ketakutan dari Yongri. Kyuhyun sendiri hanya dapat tertawa keras melihatnya. Ia tidak melepaskan tangan Yongri barang sedetikpun.

“Bagaimana? Bukankah itu tadi sangat menarik?” Tanya Ryeowook sesaat setelah mereka turun dari wahana Roller Cosster.

“Benar-benar gila!!” Desis Yongri. Kyuhyun hanya tersenyum tipis. Pandangan Ryeowook tertuju pada tangan Kyuhyun dan Yongri yang saling bertautan. Ia menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum tipis.

“Ada apa ini?” Tanyanya sembari menunjuk ke arah tangan dua orang itu. Yongri dan Kyuhyun mengikuti arah pandang Ryeowook, dan seketika mata Yongri membulat saat menyadari tangannya masih di genggam oleh Kyuhyun. Yongri hendak melepaskannya, tetapi genggaman tangan Kyuhyun semakin erat. Yongri mendongak dan menatap Kyuhyun.

“Bukankah ini sangat pas, hyung?” Kyuhyun mengangkat tangannya yang menggenggam tangan Yongri dan menunjukkannya pada Ryeowook.

“Tangan noona benar-benar pas di dalam genggaman tanganku.” Gumam Kyuhyun.

“Yongri-ya…” Ketiganya segera menoleh saat mendengar suara yang tampak familiar oleh mereka. Wajah terkejut tidak dapat mereka sembunyikan saat melihat sosok Siwon berdiri tidak jauh dari ketiganya. Yongri dapat melihat dengan jelas wajah terluka Siwon yang sekarang tengah mengarah pada tangannya dan Kyuhyun. Kembali Yongri berusaha melepaskan genggaman tangan itu. Namun Kyuhyun tidak membiarkannya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun kesal.

“Aku mau pulang!” Ujar Yongri masih dengan berusaha melepaskan tangannya dari tangan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi lepaskan tangan itu!” Perintah Siwon sembari menatap tajam Kyuhyun.

“Shireo! Lebih baik kau pergi dari sini!” Balas Kyuhyun.

“Aku akan pergi dari sini dengan membawa Yongri bersamaku!” Ujar Siwon. Kyuhyun mengepalkan tangannya dan bersiap memukul wajah Siwon saat tiba-tiba saja Yongri sudah berdiri di hadapan Siwon. Kepalan tangan Kyuhyun terhenti tepat di depan wajah Yongri yang memejamkan matanya. Kyuhyun membulatkan matanya saat melihat Yongri yang berdiri di hadapannya.

“Noo–noona…” Gumamnya pelan. Kyuhyun tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya saat melihat Yongri yang masih ingin melindungi Siwon, mengingat apa yang sudah Siwon lakukan padanya. Yongri membuka matanya dan menatap Kyuhyun. Ia dapat melihat dengan jelas raut wajah kecewa itu. Namun Yongri juga tidak mengerti dengan dirinya yang tiba-tiba saja berlari ke arah Siwon saat melihat Kyuhyun akan memukulnya. Airmata Yongri mengalir dengan deras saat merasakan Siwon memegang kedua lengannya dan hendak membalikan badannya.

“Maaf.” Ujar Yongri dan segera berlari meninggalkan tiga laki-laki yang ada di sana.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

100 thoughts on “Regret – Part 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s