Regret – Part 5

Regret – Part 5

Author

Choineke

Title

Regret

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Kim Sangmi, Kim Ryeowook

Genre

Romance, Sad

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Apapun yang kita miliki di dunia ini, tidak akan pernah kita sadari dan syukuri sebelum kita kehilangannya. Setelah hilang, yang akan kita rasakan hanya penyesalan. Penyesalan yang tidak akan pernah ada gunanya.

 

Author POV

“Apa Anda keluarganya?” Tanya Dokter Yoon pada Ryeowook.

“Ne, dokter. Saya adiknya. Apa terjadi sesuatu pada noonaku?” Ryeowook terlihat sangat khawatir.

“Kita bicara di ruangan saya saja.” Ajak Dokter Yoon dan tanpa menunggu persetujuan Ryeowook, ia segera berjalan menuju ruangannya. Dengan perasaan khawatir, Ryeowook mengikuti Dokter Yoon.

“Silahkan duduk.” Ujar Dokter Yoon setelah mereka sampai di ruangannya.

“Noonaku baik-baik saja kan, dokter?” Dokter Yoon menghela nafas pelan.

“Apa Yongri-ssi tidak memberitau keluarganya jika terjadi sesuatu padanya?”

“Ne?! Terjadi….sesuatu?”

“Benar. Terjadi penggumpalan darah pada otak Yongri-ssi.”

“Mwo? Penggumpalan darah? Ba–bagaimana mungkin?” Ryeowook tidak dapat menutupi keterkejutannya atas berita yang disampaikan oleh Dokter Yoon.

“Maafkan saya, Ryeowook-ssi. Tetapi penggumpalan darah itu semakin hari akan semakin berbahaya untuk Yongri-ssi, jika dia tidak segera melakukan operasi. Dan setelah saya pelajari lebih lanjut tentang penyakit ini, ternyata Yongri-ssi bisa mengalami kelumpuhan pada tubuhnya. Tubuhnya akan mati rasa.”

“M–mwo?! Lumpuh?”

“Ne, Ryeowook-ssi. Saya harap Anda dapat membujuknya, karena Yongri-ssi bersikeras untuk tidak melakukan operasi.”

“Kenapa? Kenapa noona tidak mau melakukannya?” Tanya Ryeowook dengan mata berkaca-kaca.

“Sepertinya Yongri-ssi takut akan kedua kemungkinan yang mungkin terjadi jika melakukan operasi.”

“Apa dua kemungkinan itu, dokter?”

“Lupa ingatan total atau….”

“Atau apa?”

“Atau mati….” Ryeowook segera menyandarkan dirinya pada sandaran kursi saat mendengar dua kalimat terakhir yang dikatakan Dokter Yoon. Ia tidak percaya Yongri menyembunyikan semua ini sendirian. Tidak bisa dibayangkan bagaimana menderitanya Yongri karena menanggung musibah ini seorang diri.

 

 

 

Ryeowook menggenggam erat tangan Yongri yang tergeletak tak berdaya di atas ranjang rumah sakit. Hari sudah malam namun Yongri belum juga sadar dari pingsannya. Airmata Ryeowook menetes dengan sendirinya saat melihat keadaan Yongri yang begitu rapuh.

“Bagaimana mungkin kau menanggungnya sendirian, noona? Inikah sebabnya kau membicarakan kematian saat itu padaku?” Gumam Ryeowook. Ia tidak tau harus bertindak seperti apa saat Yongri sadar nanti. Haruskah ia menanyakan pada Yongri mengenai penyakitnya? Ataukah ia harus berpura-pura tidak tau?

“Noona eotteohke? Katakan padaku apa yang harus aku lakukan, noona?” Ryeowook terisak kecil hingga akhirnya tertidur di samping Yongri.

 

~~~

 

Ryeowook terbangun dari tidurnya saat merasa tangan yang digenggamnya bergerak pelan. Perlahan-lahan ia melihat Yongri membuka matanya. Ryeowook akhirnya bernafas lega saat melihat Yongri benar-benar sadar.

“Noona…” Panggilnya. Yongri sedikit mengerang dan menekan pelipisnya saat merasakan sakit di kepalanya.

“Apa kepalamu sakit, noona? Perlu kupanggilkan dokter?” Tanya Ryeowook sembari berdiri dari duduknya.

“Tidak usah.” Jawab Yongri dengan suara serak.

“Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku ada di rumah sakit?” Tanya Yongri. Ryeowook kembali duduk dan menatap Yongri.

“Kemarin kau pingsan, noona.” Jawabnya pelan.

“Pingsan?” Gumam Yongri. Sesaat kemudian Yongri mengingat semua kejadian kemarin hingga akhirnya ia pingsan. Yongri menatap Ryeowook dengan mata berkaca-kaca.

“Wookie-ya… Siwon dan Sangmi…mereka..-”

“Maafkan aku, noona.” Sesal Ryeowook sembari menundukkan kepalanya.

“Apa maksudmu dengan maaf? Kau mengetahui semuanya, Wookie-ya? Huh? Kau mengetahuinya?” Tanya Yongri sedikit memaksa. Airmatanya sudah mengalir begitu deras membasahi wajahnya. Ryeowook hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Yongri. Yongri memejamkan matanya saat melihat Ryeowook mengangguk. Airmatanya semakin banyak mengalir saat ia memejamkan matanya.

“Kenapa kau menyembunyikannya? Kenapa kau membohongiku, Wookie-ya?”

“Mianhae, noona..”

“Jika kau mengetahui semuanya, kenapa kau memaksa aboeji dan eommoni untuk menikahkan kami? Wae? Wae? WAE???!” Jerit Yongri histeris. Yongri masih tidak mempercayai penglihatannya. Bagaimana mungkin kemarin ia melihat Siwon dan Sangmi berada di dalam sebuah restoran dan tampak berlaku mesra? Bukankah Siwon tunangannya? Dan bukankah Sangmi adiknya? Bagaimana mungkin mereka tega melakukan itu padanya.

“Karena aku tau kau mencintainya, noona.” Ryeowook menatap Yongri dengan iba. Matanya pun ikut berkaca-kaca melihat Yongri yang menangis terisak.

“Pergi..” Ujar Yongri sembari membuang muka.

“Noona…”

“Aku bilang pergi!!!” Jerit Yongri. Ryeowook segera keluar dari kamar inap Yongri, bersamaan dengan airmatanya yang mengalir. Setelah kepergian Ryeowook, Yongri menangis sejadi-jadinya. Ia benar-benar berharap jika penglihatannya kemarin itu salah. Tetapi sepertinya tidak ada yang mengatakan padanya bahwa itu salah. Bahkan pengakuan Ryeowook yang mengatakan bahwa ia mengetahui semuanya semakin membuat Yongri yakin bahwa ia tidak salah lihat. Inikah yang membuat Siwon dapat tersenyum tulus pada Sangmi? Inikah sebabnya Sangmi bisa dengan santainya mencium Siwon, dan Siwon yang selalu bertindak cepat untuk membela Sangmi?

“Bagaimana mungkin kalian melakukan ini padaku?” Isaknya.

 

 

 

Siwon tampak mondar-mandir di dalam apartementnya. Pasalnya, ia menunggui Yongri dari semalam yang tidak pulang ke apartement. Perasaan khawatir menghantui Siwon. Apalagi ponsel Yongri yang tidak bisa dihubungi. Siwon menghempaskan dirinya pada sofa dan bersandar di sana. Ia memejamkan matanya sembari mencoba berpikir positif bahwa Yongri baik-baik saja. Siwon segera berdiri dari duduknya saat mendengar suara pintu apartement yang terbuka. Laki-laki itu dapat bernafas lega saat melihat Yongri yang masuk ke dalam apartemen.

“Yongri-ya..” Yongri tampak tidak menggubris panggilan Siwon.

“Kau darimana saja semalaman, huh? Kenapa tidak pulang?” Tanya Siwon. Lagi-lagi Yongri tidak memperdulikan Siwon dan berjalan begitu saja melewatinya. Siwon segera menahan lengan Yongri dan menatap yeoja itu. Ia terkejut saat melihat wajah Yongri yang pucat namun matanya membengkak.

“Ada apa denganmu?” Tanyanya.

“Lepas.” Ujar Yongri pelan. Mendengar suara Yongri yang begitu pelan membuat Siwon melepaskan begitu saja pegangannya. Yongri kembali melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam kamarnya. Siwon berpikir jika Yongri membutuhkan istirahat, hingga ia tidak ingin menganggunya.

Di dalam kamar, Yongri segera mengambil koper besar dan membukanya. Dengan airmata yang tidak berhenti mengalir, ia memasukkan semua bajunya ke dalam koper besar itu. Semua barang yang terdapat di kamarnya di masukkannya ke dalam koper. Setelah merasa cukup ia segera menutup kopernya dan menariknya keluar kamar. Yongri menyeka airmatanya sebelum berjalan dan menutup pintu kamarnya. Siwon yang melihat Yongri keluar dari kamar sembari membawa koper kontan terkejut dan segera menghampiri Yongri.

“Yongri, ada apa ini? Kau mau kemana?” Tanyanya panik. Yongri sepertinya masih enggan memperdulikan Siwon sehingga ia tidak menjawab pertanyaannya. Siwon yang merasa geram menarik kasar tangan Yongri hingga menghadapnya.

“Apa kau tidak punya mulut, huh?? Kutanya kau mau kemana? Kenapa membawa koper besar ini? Lagipula siapa yang mengizinkanmu pergi dari apartement ini, huh?” Tanya Siwon penuh emosi. Yongri menatap Siwon dengan matanya yang basah.

“Sampai kapan kau akan bersandiwara?” Tanya Yongri.

“Apa maksudmu? Sandiwara? Siapa yang bersandiwara?” Siwon tampak bingung dengan pertanyaan Yongri. Yongri melepaskan paksa cincin tunangan yang selama ini tersemat manis di jari manisnya.

“Ini..” Ujarnya sembari menunjukkan cincin itu pada Siwon. Sesaat kemudian ia melemparkan cincin itu ke lantai hingga terdengar dentingan yang begitu keras.

“Apa yang kau lakukan???” Teriak Siwon marah.

“Pertunangan kita sudah berakhir.” Ujar Yongri dan kembali ingin melanjutkan langkahnya. Namun lagi-lagi dengan kasarnya Siwon menahannya.

“Kau pikir kau berhak melakukannya, huh? Kau tidak berhak mengakhiri pertunangan kita.” Kata Siwon.

“Bukankah ini yang kau inginkan, eoh? Mengakhiri pertunangan kita dan menikah dengan Sangmi. Bukan begitu?” Cengkraman Siwon pada lengan Yongri terlepas begitu saja saat mendengar nama Sangmi keluar dari mulut Yongri. Terkejut dan panik, itulah yang di alami Siwon sekarang.

“Kenapa kau melakukan ini padaku, Siwon-ah? Apa salahku padamu hingga kau lakukan ini?” Tanya Yongri dengan terisak.

“Kau tau aku mencintaimu. Kau tau aku tidak bisa hidup tanpamu. Tetapi kenapa kau tega melakukan ini? Katakan padaku, apa salahku hingga membuatmu begitu benci padaku! Katakan apa salahku!!” Jerit Yongri. Siwon hanya menundukkan kepalanya dan merasa sangat bersalah pada Yongri. Lidahnya bahkan terasa seperti mati hingga tidak bisa membalas ucapan Yongri.

“Terima kasih atas waktu yang kau habiskan untukku. Terima kasih untuk sakit hati yang sudah kau berikan padaku. Terima kasih.”

“Setelah ini aku tidak akan pernah muncul lagi di hadapanmu. Kuharap kau dapat hidup bahagia bersama Sangmi. Jangan pernah sakiti dia. Cukup aku yang merasakannya dan jangan lakukan itu pada Sangmi.” Yongri kembali menarik kopernya dan benar-benar keluar dari apartement mereka. Tubuh Siwon terjatuh begitu saja sesaat setelah Yongri keluar dari apartementnya. Ia mengambil cincin yang tadi di lemparkan Yongri dan menggenggamnya dengan erat.

“Maafkan aku, Yongri-ya. Maafkan aku.”

 

~~~

 

“Aish jinjja noona!!! Kenapa beberapa hari ini kau tidak bisa dihubungi??!” Kyuhyun mengumpat pada ponsel hitamnya yang tak berdosa. Ia baru saja mencoba menghubungi Yongri namun hasilnya nihil. Ponsel Yongri tidak aktif semenjak 2 hari yang lalu. Ya, semenjak ia pergi dari apartement itu, Yongri menghilang bagai di telan bumi.

“Apa aku harus ke apartementmu? Tetapi aku malas sekali jika harus bertemu tunanganmu yang brengsek itu.” Keluh Kyuhyun pada dirinya sendiri. Namun sesaat kemudian Kyuhyun segera berdiri dari duduknya dan keluar dari ruang kerjanya. Tidak masalah jika harus bertemu Siwon, yang paling penting ia dapat memastikan jika Yongri baik-baik saja. Itulah yang ada di pikiran Kyuhyun.

Kyuhyun menekan bel berulang kali pada apartement Yongri. Ia benar-benar merasa geram saat tidak ada tanggapan sama sekali dari dalam.

“Noona!! Yongri noona!!” Teriak Kyuhyun sembari mengetuk keras pintunya. Sesaat kemudian Kyuhyun memundurkan langkahnya karena pintu apartement itu terbuka. Terlihatlah Siwon dengan wajah dan pakaian berantakan. Kyuhyun menjauhkan wajahnya saat mencium bau alkohol dari mulut Siwon.

“Ahh Kyuhyun-ssi..” Ujar Siwon dengan mabuk.

“Mau apa? Mau bertemu Yongri, huh?” Tanyanya dengan sesekali cegukan.

“Mana Yongri noona?” Tanya Kyuhyun yang seolah tidak peduli dengan keadaan Siwon yang mabuk.

“Yongri? Hahahaha.. Yongri di mana, ya??” Siwon tertawa sendiri sembari menyandarkan tubuhnya ke dinding. Tetapi beberapa detik kemudian Siwon terisak, membuat Kyuhyun memandangnya dengan bingung.

“Yongri…dia sudah pergi..” Ujar Siwon dengan terisak. Kyuhyun segera mencengkram kerah kemeja Siwon dan menatapnya marah.

“Apa maksudmu noona pergi, huh? Apa yang kau lakukan hingga dia pergi??!” Jerit Kyuhyun tepat di depan wajah Siwon.

“Aku…aku tidak melakukan apapun… Dia mengetahui hubunganku dan Sangmi…ia membatalkan pertunangan kami begitu saja. Kemudian pergi meninggalkanku, tanpa mengizinkanku menjelaskan semuanya..” Jelas Siwon penuh penyesalan.

“Brengsek!!” Kyuhyun segera melepaskan cengkramannya dan berlari keluar dari apartement itu. Tubuh Siwon merosot begitu saja sesaat setelah cengkraman Kyuhyun lepas. Siwon menangis keras hingga benar-benar terisak. Ia benar-benar menyesal sudah menyakiti Yongri hingga seperti ini.

“Yongri-ya..jangan tinggalkan aku, sayang…” Isaknya.

 

 

 

Kyuhyun memacu dengan cepat audy hitamnya menembus jalanan Seoul. Pikirannya berkecamuk memikirkan keberadaan Yongri. Yang pertama kali di pikirkannya adalah rumah keluarga Kim. Ia hanya berharap Yongri ada di sana. Sebentar saja untuk Kyuhyun sampai di rumah keluarga Kim. Ia segera turun dari mobilnya dan menuju pintu rumah. Kyuhyun mengetuk pintu itu dengan tidak sabaran. Padahal jelas-jelas di dinding samping pintu terdapat bel rumah. Namun Kyuhyun lebih memilih untuk mengetuk pintu itu dengan keras. Pintu terbuka dan menampilkan Ryeowook di sana.

“Kyuhyun-ssi?”

“Hyung!”

“Ada apa? Kenapa wajahmu begitu tegang?”

“Hyung, apa Yongri noona ada di dalam?”

“Mwo?! Noona? Noona tentu saja di apartementnya. Bagaimana mungkin kau mencarinya di sini?” Ryeowook menatap Kyuhyun dengan bingung.

“Noona pergi hyung!!”

“Mwoya?! Apa maksudmu pergi, huh?” Tanya Ryeowook dengan khawatir.

“Sudah 2 hari ini noona tidak masuk bekerja. Ponselnya tidak bisa dihubungi. Sebelum ke sini, aku sempat mampir ke apartementnya bersama Siwon hyung. Tetapi noona tidak ada di sana. Siwon hyung bilang noona pergi.” Jelas Kyuhyun. Ryeowook menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya. Pikirannya tiba-tiba saja menjadi sangat khawatir. Sepertinya ia tau apa penyebab Yongri pergi dari apartementnya.

“Noona pergi karena Siwon hyung dan Sangmi.” Desis Ryeowook.

“Mwo?! Kau mengetahuinya hyung? Kau mengetahui hubungan Siwon hyung dan Sangmi?”

“Kau juga mengetahuinya?” Tanya Ryeowook pelan. Kyuhyun mengangguk ragu.

“Eotteohke?!”

“Aku akan mencarinya hyung..” Ujar Kyuhyun.

“Aku ikut!”

“Andwae! Kau harus memberitahu kabar ini pada ahjussi dan ahjumma terlebih dahulu. Mereka harus mengetahuinya hyung. Biarkan aku mencarinya. Aku akan mengabarimu jika menemukannya.”

“Tapi-”

“Aku pergi hyung.” Kyuhyun segera berbalik dan memasukki mobilnya. Ia tidak tau kemana harus mencari Yongri. Yang pasti, mengelilingi Seoul malam itu pun akan di lakukannya.

Ryeowook segera menutup pintu dan berjalan cepat menaiki tangga. Ia menuju kamar Sangmi yang terdapat tepat di sebelah kamarnya. Ryeowook membuka keras pintu kamar Sangmi. Sangmi yang sedang sibuk dengan laptopnya tampak mendongak dan menatap Ryeowook dengan kesal.

“Apa kau tidak punya sopan santun?” Tanya Sangmi.

“Apa kau puas?” Ryeowook mengepalkan tangannya dengan kuat.

“Mwol?”

“Yongri noona sudah pergi. Apa kau puas?!” Bentar Ryeowook. Sangmi terdiam sebentar mencerna kata-kata yang keluar dari mulut Ryeowook. Sesaat kemudian ia tertawa keras.

“Eonnie pergi? Benarkah? Ahh ini benar-benar berita yang sangat menggembirakan.” Ujar Sangmi senang.

“KIM SANGMI!!”

“Mwo?! Kenapa berteriak seperti itu? Haruskah kita merayakan kepergian eonnie, oppa?  Bagaimana jika makan malam bersama? Ah karaoke sepertinya boleh juga.”

 

PLAKKK!!

 

“Apa kau benar-benar tidak punya hati, HUH?!”

“Ohh oppa tidak mau karaoke, baiklah bagaimana kalau-”

“CUKUP!!” Teriak Ryeowook yang berhasil membuat Sangmi terdiam dengan mata berkaca-kaca. Pipi gadis itu memerah akibat tamparan keras dari Ryeowook.

“Ada apa denganmu, Sangmi-ya? Kenapa kau setega ini pada noona? Apa salah noona padamu, huh? Noona sangat menyayangimu selama ini.” Lirih Ryeowook bersamaan dengan setetes airmata yang mengalir dari sudut matanya.

“Masih banyak laki-laki diluar sana yang baik untukmu. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik dari Siwon hyung. Kenapa harus tunangan dari eonniemu sendiri?” Lanjut Ryeowook lagi.

“Sa–Sangmi-ya..” Tn. dan Ny. Kim tampak terpaku di depan pintu kamar Sangmi. Keduanya mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Ryeowook dan Sangmi barusan. Tampak raut tidak percaya dari mereka.

“Abeoji…” Gumam Ryeowook terkejut.

“Apa maksudnya ini? Yongri pergi? Sangmi dan Siwon? Ada apa ini??” Bentak Tn. Kim. Sangmi dan Ryeowook sama-sama terdiam. Keduanya menundukkan kepala dan tidak berani menatap wajah Tn. Kim yang penuh amarah.

“Sangmi, kau berpacaran dengan Siwon, huh?! Benar itu?” Sangmi masih enggan menjawab. Airmata terus mengalir dari kedua matanya.

“Jawab aku!!” Teriak Tn. Kim. Sangmi hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan. Ny. Kim menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya sebagai ekspresi tidak percaya.

“Bagaimana mungkin….” Ucap Ny. Kim pelan.

“Apa kau tidak punya otak, Kim Sangmi?! Kau itu berpendidikan!! Kami membiayaimu sekolah bukan untuk menjadi gadis yang tidak punya otak seperti ini!” Tn. Kim tampak benar-benar marah. Wajahnya memerah menahan emosi yang tengah meledak-ledak. Sangmi menarik nafas panjang kemudian membalas tatapan marah dari Tn. Kim. Ia mengepalkan dengan erat kedua tangannya.

“Kenapa kalian hanya memikirkan eonnie, huh?! Apa aku bukan anak kalian? Apa anak kalian hanya wanita itu??!!” Jerit Sangmi histeris. Tangisnya semakin menjadi.

“Anak kurang ajar!” Tn. Kim mendekati Sangmi dan hendak menamparnya, namun dengan cepat ditahan oleh Ryeowook.

“Kenapa menahannya? Untuk apa peduli padaku??! Bukankah selama ini kau tidak pernah menganggapku sebagai adikmu? Bukankah yang kalian pikirkan hanya Yongri, Yongri dan Yongri?!” Ujar Sangmi mengeluarkan emosinya.

“Apa kalian pikir hanya eonnie yang mencintai Siwon oppa, huh? Aku juga mencintainya, oppa.. Aku mencintai Siwon oppa, abeoji.. Apa kalian tau itu, huh?” Sangmi terduduk di pinggir kasurnya dan menangis sesegukan. Tn. Kim menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Selanjutnya ia segera keluar dari kamar itu dengan emosi yang mulai berkurang. Sesaat kemudian Ryeowook pun ikut keluar dari kamar itu meninggalkan Sangmi dan Ny. Kim yang sama-sama menangis. Dengan perlahan, Ny. Kim menghampiri Sangmi dan duduk di hadapannya. Ny. Kim menarik Sangmi ke dalam pelukannya.

“Aku mencintainya, eommoni…” Isak Sangmi di dalam pelukan Ny. Kim.

“Maafkan kami, sayang. Maafkan kami.” Balas Ny. Kim sembari mengelus lembut punggung Sangmi.

 

 

 

Siwon menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. Di atas meja di ruang tengah terdapat beberapa botol soju yang telah tidak berisi. Mata laki-laki itu merah dan sedikit bengkak. Sedari tadi yang ia gumamkan hanya nama Yongri, Yongri, dan Yongri. Hampir ratusan kalian Siwon mencoba menghubungi Yongri namun tidak pernah tersambung. Menyesal. Itulah yang dirasakan Siwon sekarang. Ia tidak tau jika kehilangan Yongri akan membuat hatinya sangat sakit.

“Yongri-ya….kau dimana..?”

 

~~~

 

Yongri duduk bersandar di headboard tempat tidurnya dengan memeluk erat kedua lututnya. Hal itu sudah di lakukannya sejak beberapa hari yang lalu.  Wajah itu tampak sangat pucat. Terdapat kantung mata berwarna kehitaman di bawah matanya. Padahal baru beberapa hari saja, tetapi badan itu pun tampak lebih kurus dari biasanya. Yongri tidak menyentuh makanan sedikitpun dalam beberapa hari ini. Yang dilakukannya hanyalah meminum obat penahan sakit kepalanya. Karena sakit itu semakin lama semakin sering kambuh. Yongri mencengkram kuat perutnya saat tiba-tiba merasakan sakit. Ia tau penyebab sakit perutnya itu. Perutnya sudah memohon untuk diisi. Dengan gerakan Yongri beranjak dari tempatnya. Ia keluar dari apartemen miliknya yang beberapa hari ini ditempatinya. Sebenarnya apartemen itu bukan sepenuhnya milik Yongri. Apartemen itu adalah milik Cho Advertising. Setiap pegawai memang di berikan sebuah apartement yang berada di dekat kantor mereka. Itu hanya untuk memudahkan mereka jika yang memilik rumah jauh dari Cho Advertising.

“Apa yang harus kumakan?” Gumamnya saat sudah berada di luar gedung apartement. Ia celingukan kekiri dan kekanan mencari tempat makan yang bisa membuat perutnya terisi. Yongri memasuki kedai sederhana yang menjual ramyeon. Ia duduk di salah satu kursi dan memesan ramyeon dalam jumlah besar. Setelah cukup lama menunggu, semangkuk besar ramyeon pun tersaji di hadapannya. Ia segera menyantap ramyeon itu tanpa mau peduli dengan orang sekitar yang memperhatikannya makan seperti orang kesetanan. Dan yang lebih membuat orang-orang bingung adalah Yongri yang memakan ramyeon itu sembari menangis. Yongri memasukkan suapan penuh ramyeon ke dalam mulutnya dengan airmata terus mengalir. Yang ada dipikirannya sekarang adalah ia harus terus bertahan hidup. Ia harus menunjukkan kepada Siwon bahwa ia mampu hidup tanpa laki-laki itu. Walaupun ia tau hidupnya akan sulit.

“Ahjumma aku pesan 1 porsi ramyeon lagi.” Ujar Yongri sembari menyeka airmatanya. Ahjumma yang menyiapkan ramyeon itupun menatap Yongri dengan pandangan takjub. Ia pun dengan segera menyiapkan pesanan dari pelanggannya itu.

 

 

 

Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia baru saja selesai makan siang sekaligus mencari Yongri. Pikiran Kyuhyun tidak pernah tenang beberapa hari ini. Tepatnya karena ia tidak tau di mana keberadaan Yongri. Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke kantor karena pekerjaannya benar-benar menumpuk. Tidak adanya Yongri di kantor membuat Kyuhyun seolah lumpuh. Ia tidak bisa mengerjakan pekerjaannya dengan benar. Kecepatan mobil Kyuhyun berkurang saat ia menangkap sosok Yongri yang baru keluar dari sebuah kedai makanan. Kyuhyun menatap kesekeliling dan menyadari bahwa ia sudah berada di dekat kantor. Kyuhyun memarkirkan mobilnya dengan segera dan mengikuti Yongri. Kyuhyun terus menjaga jarak agar tidak ketahuan oleh Yongri. Ia hanya tidak ingin Yongri tiba-tiba saja lari saat melihat dirinya. Ia harus tau terlebih dahulu di mana Yongri berada beberapa hari ini. Langkah kaki Kyuhyun terhenti saat melihat Yongri memasukki gedung apartement yang sangat dikenal oleh Kyuhyun.

“Kau benar-benar membuatku seperti orang gila, noona. Bagaimana mungkin selama ini kau berada di sekitarku, sedangkan aku harus mencarimu di seluruh Seoul.” Ujar Kyuhyun sembari tertawa kecil. Kyuhyun tidak perlu repot-repot mengikuti Yongri untuk mencari tau di apartement nomor berapa ia tinggal. Karena Kyuhyun sudah sangat tau dari awal Yongri bekerja dengannya. Kyuhyun menghela nafas sebentar sebelum akhirnya memasukki gedung apartement.

 

 

 

Yongri memasukki apartementnya dan segera menuju ruang tengah. Ia mendudukan dirinya di sofa dan bersandar di sana. Dipejamkannya mata bulatnya itu sembari menenangkan pikirannya. Yongri tidak tau sampai kapan ia harus bersembunyi seperti ini. Ia tau bahwa perbuatannya ini seperti orang pengecut. Namun Yongri belum memiliki kekuatan untuk menghadapi dunia setelah ia berpisah dengan Siwon. Ia takut seluruh dunia menertawakannya karena kebodohannya serta kemunafikannya selama ini. Bagaimana tidak munafik? Ia sudah menaruh kecurigaan selama ini pada Siwon dan Sangmi, namun ia seolah menutup mata dan tidak peduli terhadap kecurigaannya itu. Matanya kembali memanas saat mengingat nama Siwon. Yongri tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia sangat merindukan sosok sempurna itu. Yongri segera menyeka airmatanya saat mendengar bel apartementnya berbunyi.

“Siapa itu?” Gumamnya pelan. Setaunya tidak ada yang tau bahwa ia tinggal di apartement ini. Kira-kira siapa yang mengunjungi apartementnya? Itulah yang ada di pikirannya. Yongri beranjak dari duduknya dan menuju intercom. Muncul wajah Kyuhyun di sana saat layar itu di sentuhnya. Yongri yang terkejut segera menutup mulutnya agar tidak menimbulkan suara yang dapat di dengar Kyuhyun.

“Aku tau kau di dalam, noona. Cepat buka pintunya!” Ujar Kyuhyun. Yongri masih diam dan tidak tau harus berbuat apa. Ia tidak mau bertemu siapapun saat ini.

“Noona buka pintunya! Atau kau mau aku merusak pintu ini, huh?” Ancam Kyuhyun. Yongri mematikan layar intercom apartementnya. Ia menghela nafas panjang sebelum memutuskan untuk membuka pintu. Yongri segera menundukkan kepalanya seolah enggan menatap Kyuhyun. Kyuhyun segera masuk ke dalam dan memeluk Yongri.

“Noona kau benar-benar membuatku khawatir.” Bisik Kyuhyun. Yongri tidak membalas dan juga tidak menolak pelukan Kyuhyun. Ia hanya diam saja menerima perlakuan Kyuhyun. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Yongri.

“Kau baik-baik saja kan, noona?” Tanya Kyuhyun khawatir. Yongri mengangguk pelan.

“Bagaimana kau tau aku disini?” Tanya Yongri pelan.

“Aku sedang malas menceritakannya. Lebih baik kau katakan padaku kenapa tiba-tiba menghilang seperti ini, huh?” Yongri menggeleng pelan.

“Tidak ada apa-apa.” Bohong Yongri. Kyuhyun menghela nafas pelan.

“Apa begitu sakit ketika kau mengetahui bahwa Siwon hyung dan adikmu memiliki hubungan?” Yongri segera mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun.

“Kau…kau mengetahuinya?” Kyuhyun hanya mengangguk pelan. Tiba-tiba saja Yongri tertawa miris.

“Ah apa lagi ini? Ternyata cuma aku yang tidak tahu? Kalian bersekongkol membohongiku?” Ujar Yongri yang tiba-tiba saja sudah menangis.

“Tidak seperti itu, noona.” Kyuhyun memegang kedua lengan Yongri, namun Yongri melepaskan pegangan itu.

“Inikah yang menyebabkanmu tidak mengizinkanku menikah dengan Siwon? Kau sudah tau ini sangat lama?” Kyuhyun tidak menjawab dan hanya menundukkan kepalanya.

“Apa aku begitu bodoh dimata kalian? Kenapa kalian semua membohongiku? Tunanganku… Kedua adikku… Dan sekarang seseorang yang selalu ada untukku pun tega membohongiku…” Isak Yongri. Tubuh Yongri merosot begitu saja menyentuh dinginnya lantai apartement. Ia begitu terisak sehingga membuat Kyuhyun sangat merasa kasihan dan juga bersalah.

“Setelah ini, siapa lagi yang harus kupercayai? Semua orang yang kupercaya sudah membohongiku..” Kyuhyun menjongkokkan dirinya dan menarik Yongri ke dalam pelukannya.

“Maafkan aku, noona. Maafkan aku. Kau bisa mempercayaiku, noona. Aku tidak akan pernah membohongimu lagi.” Lirih Kyuhyun. Tangis Yongri semakin menjadi di dalam pelukan Kyuhyun. Sakit. Hatinya kembali sakit. Ia sudah tidak tau lagi bagaimana menyembuhkan rasa sakit hatinya. Yang ada dipikirannya sekarang adalah lebih baik mati. Pikirannya yang sebelumnya ingin bertahan hidup sepertinya tidak dapat dilakukannya.

“Ini benar-benar menyakitkan…”

 

 

 

Kyuhyun memperhatikan wajah Yongri yang baru saja tertidur pulas. Kyuhyun duduk di tepi ranjang dengan menggenggam erat tangan Yongri. Tangan Kyuhyun yang satu lagi digunakannya untuk membelai pelan pipi Yongri. Menghapus sisa-sisa airmata yang tadi mengalir deras. Kyuhyun kembali menghela nafas ketika mengingat diri Yongri yang begitu rapuh. Bodoh jika ia sempat mengira Yongri adalah wanita yang kuat. Nyatanya hari ini ia benar-benar melihat kerapuhan gadis itu. Tangan Kyuhyun merambat naik mengelus puncak kepala Yongri. Kyuhyun membungkukkan badannya. Entah apa yang ada dipikirannya, ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Yongri. Mencoba memperkecil jarak antara bibirnya dan bibir Yongri. Nafas teratur Yongri seolah menampar Kyuhyun karena jarak mereka terlalu dekat. Kyuhyun memperhatikan sebentar wajah Yongri, sebelum akhirnya kedua bibir itu bertemu. Kyuhyun menempelkan pelan bibirnya dengan bibir Yongri. Sejujurnya Kyuhyun ingin menggerakan bibirnya, namun ia takut gerakan itu akan membangunkan Yongri. Maka setelah ia merasa cukup. Kyuhyun menjauhkan wajahnya dengan wajah Yongri. Tidak sepenuhnya jauh, karena ia masih bisa merasakan deruan nafas Yongri.

“Aku mencintaimu.” Bisiknya.

 

~~~

 

Yongri sedikit melenguh saat merasakan panasnya matahari menerpa wajahnya. Keningnya berkerut pertanda protes akan silaunya cahaya yang tertangkap indera penglihatannya. Setelah mata itu mampu terbuka sempurna, Yongri menyadari jika ada Kyuhyun di sampingnya yang tidur di atas lantai dengan kepala di atas kasurnya. Yongri melepaskan pelan genggaman tangan Kyuhyun. Namun gerakan perlahannya itu masih dapat membangunkan Kyuhyun. Kyuhyun memegangi lehernya yang sepertinya sakit karena posisi tidur yang tidak nyaman.

“Kenapa tidur disini?” Tanya Yongri. Kyuhyun mendongak dan menatap Yongri. Ia tersenyum lembut melihat wajah Yongri yang lebih baik daripada kemarin.

“Hanya takut jika kau tiba-tiba kembali menghilang.” Jawab Kyuhyun dengan suara serak.

“Aku tidak akan kemana-mana. Kau pulanglah.” Ujar Yongri. Kyuhyun beranjak dari duduk di lantai menjadi duduk di tepi kasur. Ia menatap kedua tangan Yongri dan menggenggamnya.

“Kau masih marah padaku?” Tanya Kyuhyun sembari menatap Yongri.

“Aku tidak berhak marah padamu.” Jawab Yongri. Kyuhyun mengangguk mengerti.

“Sebaiknya noona pulang kerumah. Keluargamu sangat mencemaskanmu. Ahjussi, ahjumma dan Ryeowook hyung.” Ujar Kyuhyun. Yongri menggeleng tegas.

“Aku tidak bisa pulang ke rumah. Rumah itu bukan rumahku. Keluarga itupun juga bukan keluargaku. Aku tidak memiliki siapapun di dunia ini. Lagipula, aku tidak sanggup jika harus bertemu Sangmi.” Kata Yongri.

“Jangan pernah mengatakan jika kau tidak memiliki siapapun, noona. Ryeowook hyung sangat menyayangimu. Ia sudah menganggapmu sebagai kakak kandungnya. Dan kau…kau juga memilikiku, noona. Aku akan selalu ada di sampingmu. Bukankah aku pernah berjanji seperti itu padamu?”

“Aku tau itu. Tetapi aku tetap tidak bisa pulang ke rumah. Aku tidak mau, Kyuhyun-ah. Jangan memaksaku.” Mohon Yongri.

“Arraseo. Arraseo. Aku tidak akan memaksamu pulang. Tetapi berjanjilah kalau kau akan tetap tinggal disini dan tidak menghilang lagi seperti beberapa hari yang lalu.”

“Aku janji. Dan kau juga berjanjilah bahwa tidak akan memberitahukan kepada siapapun tentang keberadaanku.” Pinta Yongri. Kyuhyun menatap Yongri dan sesaat kemudian mengangguk.

“Aku janji.”

 

 

 

Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hari masih pagi dan ia berencana untuk datang ke rumah keluarga Kim. Ia tau Yongri tidak ada di sana. Tetapi ia berharap mengetahui keberadaan Yongri dari mereka. Ya walaupun Siwon tau itu tidak akan mudah. Beberapa puluh menit kemudian, Siwon sampai di kediaman keluarga Kim. Seorang pelayan membukakan pintu untuk Siwon dan mempersilahkannya masuk. Pelayan itu mengatakan jika para majikannya sedang menyantap sarapan. Siwon segera menuju meja makan yang memang ia sudah tau tempatnya.

“Oppa!” Ucap Sangmi senang saat melihat kehadiran Siwon. Siwon hanya melirik Sangmi sekilas karena selanjutnya ia menatap ketiga pasang mata lainnya yang menatapnya dengan sangat tajam.

“Annyeong haseyo..” Sapa Siwon sembari membungkuk sopan. Ryeowook berdiri dari duduknya dan hendak mendekati Siwon.

“Ryeowook duduk!” Perintah Tn. Kim. Ryeowook menatap Tn. Kim dengan pandangan protes, namun ia tetap mengikutinya.

“Untuk apa kau kemari?” Tanya Tn. Kim dengan nada yang sangat tidak bersahabat.

“Ahjussi maafkan aku.” Ujar Siwon dengan nada penuh penyesalan.

“Maaf? Setelah dengan seenaknya kau mempermainkan kedua putriku, dengan seenaknya kau meminta maaf?” Nada suara Tn. Kim mulai meninggi.

“Abeoji! Siwon oppa tidak pernah mempermainkanku!” Protes Sangmi. Tn. Kim menatap Sangmi dengan tajam. Membuat Sangmi kembali terdiam.

“Aku tau aku salah. Dan aku sangat menyesal ahjussi.” Ujar Siwon lagi.

“Baguslah jika kau menyesal. Dan kurasa kau tidak memiliki kepentingan lain, silahkan pergi.” Usir Tn. Kim.

“Abeoji!!”

“Ahjussi, tolong beritahu aku di mana keberadaan Yongri. Aku ingin meminta maaf padanya.” Pinta Siwon dengan wajah penuh harap. Sangmi menatap Siwon dengan pandangan tidak percaya. Bagaimana mungkin Siwon hendak meminta maaf pada Yongri? Bukankah ini yang mereka inginkan?

“Akan kusampaikan permintaan maafmu.” Sahut Tn. Kim dengan cuek.

“Ahjussi…”

“Pergilah hyung. Kami juga tidak mengetahui di mana Yongri noona berada.” Kali ini Ryeowook buka suara. Ia mencoba meredam emosinya dengan tidak melihat wajah Siwon.

“Kumohon jangan membohongiku, Ryeowook-ssi.” Ujar Siwon. Ryeowook menolehkan kepalanya dan menatap tajam Siwon.

“Jangan samakan diriku dengan dirimu yang suka berbohong.” Desis Ryeowook kesal. Siwon terdiam mendengar kata-kata Ryeowook. Hatinya kecewa karena tidak dapat mengetahui dimana keberadaan Yongri.

“Baiklah. Terima kasih dan maaf sudah mengangguk waktu kalian.” Siwon membungkukkan badannya sopan dan berbalik untuk meninggalkan rumah keluarga Kim.

“Oppa!!” Sangmi beranjak dari duduknya dan menahan lengan Siwon agar tidak pergi.

“Kau mau kemana?” Tanya Sangmi.

“KIM SANGMI!!” Teriak Tn. Kim marah saat melihat Sangmi menghampiri Siwon.

“Maaf, aku harus pergi.” Siwon melepaskan pegangan tangan Sangmi dan melanjutkan langkahnya.

“Oppa!! Siwon oppa!!” Jerit Sangmi. Sangmi menatap punggung Siwon dengan mata berkaca-kaca. Tiba-tiba perasaan takut Siwon akan meninggalkannya menggerayang di pikiran Sangmi.

 

 

 

Siwon tidak kehabisan akal untuk mengetahui di mana keberadaan Yongri. Ia kembali mengendarai mobilnya untuk menuju kantor Kyuhyun. Dengan kecepatan tinggi ia menembus jalanan Seoul yang mulai ramai oleh pengendara mobil dan motor. Hampir satu jam kemudian, Siwon sampai di Cho Advertising. Ia segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir dan memasukki lobby kantor. Karena Siwon pernah mengunjungi kantor Kyuhyun, ia tidak perlu bertanya di mana ruangan Kyuhyun berada. Maka dari itu ia segera memasukki lift. Sesampainya di lantai di mana ruangan Kyuhyun berada, Siwon bergegas menuju meja kerja Yongri yang ternyata kosong. Siwon menatap meja kerja itu dengan pandangan kosong. Ia menghela nafas berkali-kali untuk mnghilangkan kekhawatirannya. Ia berbalik dan berjalan ke ruangan Kyuhyun yang berada tepat di hadapannya. Tanpa mengetuknya, Siwon segera membuka ruangan itu. Ia menemukan Kyuhyun yang tampak sibuk dengan berkas-berkas di tangannya. Kyuhyun mendongak saat mendengar pintu ruangannya terbuka. Ia mendengus dan sedikit menghempaskan map di tangannya saat melihat kehadiran Siwon. Siwon menutup pintu dan berjalan mendekati Kyuhyun.

“Pergi!” Ujar Kyuhyun.

“Di mana Yongri?” Tanya Siwon tanpa memperdulikan Kyuhyun yang mengusirnya. Kyuhyun tertawa sinis mendengar pertanyaan Siwon.

“Kau yang membuat noona menghilang. Kenapa bertanya padaku?”

“Karena kau pasti tau di mana keberadaan Yongri. Kau tidak akan setenang ini jika tidak tau di mana keberadaannya.” Kyuhyun menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan melipat kedua tangannya di depan dada.

“Baiklah. Aku memang mengetahui di mana noona berada. Lalu kenapa?”

“Eodiseo?”

“Aku rasa, aku tidak harus memberitahumu.” Siwon mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.

“Kau menyukai Yongri, kan?” Tanya Siwon yang berhasil membuat Kyuhyun diam. Kyuhyun merasa enggan untuk menjawab pertanyaan Siwon.

“Kau menyukai Yongri, dan kau ingin merebutnya dariku!!” Tuduh Siwon.

“AKU TIDAK MEREBUTNYA DARIMU!!” Teriak Kyuhyun dan berdiri dari duduknya. Ia menatap Siwon dengan nafas bergemuruh.

“Perlu kau ingat, Siwon-ssi. Kau menyakiti noona. Kau yang membuat noona meninggalkanmu. Bukan aku yang merebutnya!”

“Brengsek!!”

BUKKK!! Siwon langsung menghampiri Kyuhyun dan memukul tepat di rahang kirinya. Tubuh Kyuhyun terdorong ke belakang dan terduduk di kursi kerjanya. Siwon mengcengkram kerah kemeja Kyuhyun dengan erat.

“Jika dia meninggalkanku, haruskah kau mengambil kesempatan untuk mendekatinya, huh?”

BUKKK!! Pukulan kedua kembali mendarat di bibir kiri Kyuhyun membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. Kyuhyun melepaskan paksa cengkraman Siwon dan menendang perut Siwon hingga membuat laki-laki itu terjatuh. Kini giliran Kyuhyun yang menghampiri Siwon dan mencengkram kerah kemejanya.

BUKKK!!

BUKKK!!

“Cukup sudah aku membiarkanmu menyakiti noona. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi. Sekarang, aku tidak peduli noona menyukaiku atau tidak, aku akan membahagiakannya selama berada di sisiku. Bukankah sudah ku katakan bahwa aku akan membuatmu menyesal sudah menyakiti noona? Bersiaplah untuk melihatku menikah dengan noona sebentar lagi.” Ujar Kyuhyun dengan dada yang naik turun. Siwon yang mendengar kata-kata Kyuhyun kontan menggeram. Ia memberontak dalam kepungan Kyuhyun dan membuat Kyuhyun yang berada di bawahnya sekarang.

“Jangan pernah bermimpi terlalu tinggi, Kyuhyun-ssi! Aku adalah takdir Yongri. Dan Yongri adalah takdirku. Kau…kau tidak termasuk di antara kami. Kau hanya sebagai perantara di saat hubungan kami mengalami masalah. Dengan atau tanpamu, aku akan menemukan Yongri.” Ucap Siwon yakin.

BUKKK!!! Setelah memberikan pukulan terakhir pada hidung Kyuhyun, Siwon segera bangkit dan merapikan pakaian kerjanya yang kusut. Ia menyeka darah yang keluar dari hidung dan sudut bibirnya. Siwon menetralkan nafasnya yang memburu dan kemudian segera keluar dari ruangan Kyuhyun, diakhiri dengan bantingan pintu yang keras.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

94 thoughts on “Regret – Part 5

  1. siwon siwon udach salah masih ngotot….. jdi greget gue ame elu, dlu gak mau skrng hemmmm kayak orng gila ditinggal yongri minggat kapoookkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s