Regret – Part 4

Regret – Part 4

Author

Choineke

Title

Regret

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Kim Sangmi, Kim Ryeowook

Genre

Romance, Sad

Length

Chapter

Rating

PG-15

 

Apapun yang kita miliki di dunia ini, tidak akan pernah kita sadari dan syukuri sebelum kita kehilangannya. Setelah hilang, yang akan kita rasakan hanya penyesalan. Penyesalan yang tidak akan pernah ada gunanya.

 

Author POV

Deruan nafas Kyuhyun yang teratur terdengar hingga ke telinga Yongri. Suasana kantor di malam hari yang sunyi membuatnya mampu mendengar dengan jelas dengkuran halus dari Kyuhyun. Yongri memperhatikan raut wajah Kyuhyun yang tertidur di atas pahanya. Tangan kiri yeoja itu di genggam erat oleh Kyuhyun. Hari ini Kyuhyun bertingkah aneh. Itulah yang ada di benak Yongri. Setelah tadi siang dia marah-marah tidak jelas kepada beberapa pegawai, Kyuhyun juga mengatakan tidak mengizinkan Yongri untuk menikah dengan Siwon. Dan sekarang, namja itu tengah tertidur pulas di pangkuan Yongri. Yongri menghela nafas panjang sembari mengelus pelan puncak kepala Kyuhyun. Kyuhyun menggeliat kecil merasakan sentuhan Yongri di kepalanya, namun ia tidak terbangun. Ponsel di saku rok selutut Yongri bergetar. Dengan susah payah dan gerakan perlahan ia mengambilnya agar tidak membangunkan Kyuhyun. Dahi Yongri berkerut saat melihat siapa yang meneleponnya. Siwon.

“Yoboseo.”

Kau di mana?

“Ada apa?”

Aku tanya kau di mana?

“Aku di kantor.”

Tunggu di sana. Aku akan menjemputmu.

“Tidak perlu. Aku membawa mobil.”

Biarkan saja mobilmu di sana. Tunggu aku 10 menit lagi.” Sambungan terputus begitu saja setelah Siwon mengatakan itu. Yongri memperhatikan layar ponselnya dengan bingung.

“Noona…”

“Ne?!” Yongri menundukkan kepalanya saat mendengar suara serak Kyuhyun.

“Kau sudah bangun?”

“Siapa yang menelepon?”

“Bukan siapa-siapa.” Kilah Yongri. Kyuhyun hanya mengangguk sekilas.

“Apa kau belum puas tidur? Kenapa menutup matamu lagi?”

“Aku tidak pernah tidur senyenyak ini sebelumnya. Biarkan aku tidur sebentar lagi, noona.”

“Tapi aku harus pulang, Kyuhyun-ah. Hari sudah malam. Lebih baik kau tidur di apartementmu.”

“Baiklah aku akan mengantarmu pulang.” Kyuhyun beranjak dari tidurnya menjadi duduk dan bersandar di sofa.

“Tidak usah. Kau langsung pulang saja biar bisa istirahat. Aku bisa pulang sendiri.”

“Malam ini kita tidak usah pulang saja. Kita tidur di sini saja.” Ujar Kyuhyun dan menjatuhkan kepalanya di bahu Yongri.

“Mwo?! Apa kau gila?!”

“Aku serius, noona.” Yongri menghela nafas pelan. Kyuhyun benar-benar aneh.

“Sebenarnya ada apa denganmu, Kyuhyun-ah? Hari ini kau benar-benar aneh. Apa terjadi sesuatu? Katakan padaku.”

“Eobseo.” Jawab Kyuhyun pelan.

 

BRAKK!!

 

Pintu ruangan Kyuhyun terbuka dengan keras membuat pandangan Kyuhyun dan Yongri mengarah ke sana. Siwon masuk ke dalam ruangan Kyuhyun dengan pakaian sedikit berantakan.

“Siwon-ah..”

“Apa yang kau lakukan disini?!” Tanya Kyuhyun kesal.

“Seharusnya aku yang bertanya! Apa yang kau lakukan bersama tunanganku? Bukankah ini sudah lewat jam kerja, eoh?”

“Bukan urusanmu. Cepat keluar dari ruanganku!! Ahh sepertinya aku harus memecat petugas keamanan besok.” Keluh Kyuhyun sembari menatap tajam Siwon.

“Ayo pulang.” Siwon menatap Yongri. Yongri bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Dan yang lebih membuatnya bingung, kenapa tiba-tiba aura Kyuhyun dan Siwon menjadi penuh permusuhan seperti ini?

“Yongri noona akan pulang bersamaku. Sebaiknya kau pulang sendiri.” Kyuhyun menggenggam tangan Yongri dengan erat. Siwon mengepalkan tangannya saat melihat tangan Yongri digenggam oleh Kyuhyun.

“Lepaskan tanganmu itu, Kyuhyun-ssi.” Desis Siwon menahan emosi.

“Noona ayo kita pulang.” Kyuhyun seolah tidak peduli dan beranjak berdiri, diikuti Yongri yang juga ikut berdiri.

“Aku bilang lepaskan!!!” Teriak Siwon dan segera menghampiri Kyuhyun untuk menghajarnya.

“HENTIKAN!!!” Jerit Yongri membuat tangan Siwon yang hendak memukul Kyuhyun terhenti di udara. Serta genggaman tangan Kyuhyun yang tiba-tiba saja terlepas.

“Kyuhyun-ah, biarkan aku pulang dengan Siwon, huh?” Pinta Yongri.

“Noona..”

“Besok kita bertemu lagi di kantor, arraseo?” Kyuhyun menghela nafas kecewa.

“Arraseo. Jika ada apa-apa hubungi aku segera, noona.” Yongri mengangguk mengerti. Siwon menatap tajam Kyuhyun sebelum akhirnya menggandeng tangan Yongri keluar dari ruangan Kyuhyun.

 

 

 

Siwon melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Suasana sunyi menyapa mereka selama di perjalanan pulang hingga akhirnya mereka sampai di apartement.

“Aku tidak suka kau berdekatan dengan Kyuhyun.” Ujar Siwon datar sembari menatap Yongri. Yongri menatap Siwon dengan tidak suka.

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Jauhi dia.”

“Cih, kau gila!”

“Berhenti dari pekerjaanmu sekarang dan bekerjalah di tempatku.”

“Aku tidak akan pernah melakukannya.

“Turuti kata-kataku, Choi Yongri. Aku tunanganmu!!”

“Hanya tunangan, Choi Siwon. Bukan suamiku! Bukankah kau sendiri yang bilang padaku agar tidak mencampuri urusanmu. Kenapa kau mencampuri urusanku, huh?”

“Terserah! Terserah apa katamu. Yang penting aku tidak suka kau berdekatan dengannya dan segera ajukan surat pengunduran dirimu.” Yongri menatap Siwon dengan mata berkaca-kaca. Perasaannya kesal luar biasa dengan Siwon. Tidak ada yang dapat dilakukan yeoja itu selain menangis.

“Sampai kapan kau akan berbuat semaumu, eoh? Kau anggap aku ini apa? Bonekamu, huh? Boneka yang bisa dengan seenaknya kau perlakukan dengan kemauanmu?” Tangis Yongri pecah. Airmatanya mengalir begitu saja dengan deras. Siwon mendekati Yongri dan memeluk gadis itu. Yongri memberontak dalam pelukan Siwon. Dipukulinya dengan keras dada Siwon sebagai pelampiasan kekesalannya.

“Aku sangat membencimu, Siwon-ah. Sangat membencimu.” Lirihnya dengan terisak. Pukulannya melemah seiring tangisnya yang semakin jadi. Siwon terus mendekap Yongri sembari mengelus punggung gadis itu dengan pelan.

“Maafkan aku.”

 

~~~

 

Cahaya matahari bersinar dengan terang dan menyengat pagi itu. Bahkan cahayanya sampai menembus jendela kamar di mana Siwon dan Yongri berada. Siwon mengeratkan pelukannya pada perut Yongri dan menyembunyikan wajahnya pada rambut panjang Yongri. Yongri menggeliat dalam tidurnya. Ia membalikkan badannya menjadi menghadap Siwon. Perlahan namun pasti mata Yongri terbuka. Saat menyadari Siwon yang tertidur di hadapannya, pikiran Yongri melayang ke kejadian semalam. Ia yang menangis di pelukan Siwon dan Siwon yang terus menenangkannya, hingga akhirnya mereka tertidur bersama. Yongri melepaskan pelukan Siwon dan beranjak duduk.

“Akhh..” Ia memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit. Sakit kepalanya selalu kambuh setiap ia habis menangis ataupun sedang ada masalah.

“Ada apa?” Suara serak Siwon membuat Yongri menolehkan kepalanya.

“Tidak ada apa-apa.” Jawab Yongri.

“Kau mau kemana?” Tanya Siwon saat melihat Yongri beranjak.

“Tentu saja bekerja.” Siwon menghela nafas dan duduk di atas ranjang Yongri.

“Bukankah sudah kubilang-”

“Aku tidak akan melakukannya. Sampai kapanpun tidak akan melakukannya. Jadi buang saja jauh-jauh permintaan konyolmu itu. Sebaiknya kau segera bersiap-siap untuk ke kantormu.” Ujar Yongri dan segera memasukki kamar mandi di dalam kamarnya.

“Benar-benar keras kepala.” Gumam Siwon frustasi.

 

 

 

“Kim Sangmi..” Sangmi menolehkan kepalanya saat merasa ada yang memanggil namanya. Ia mendengus sebentar kemudian kembali melanjutkan acara menontonnya.

“Aku ingin berbicara denganmu.”

“Aku sedang tidak ingin berbicara denganmu oppa.”

“Ini tentang Yongri noona dan Siwon hyung!”

“Aku tidak mau membicarakan mereka.” Kata Sangmi keras kepala.

“Sampai kapan kau akan berbuat seperti ini, Sangmi-ya?” Tanya Ryeowook.

“Sampai eonnie benar-benar menjauh dari keluarga kita.”

“Jaga ucapanmu Kim Sangmi!!”

“Cukup oppa!!” Jerit Sangmi sembari berdiri dari duduknya dan menatap tajam Ryeowook.

“Kenapa oppa selalu membela wanita itu, huh?? Aku adalah adik kandung oppa!! Apa oppa lupa itu?!”

“Siapa yang kau maksud dengan wanita itu, eoh? Dia punya nama, Kim Sangmi! Dan dia adalah kakakmu!!” Sangmi tersenyum sinis.

“Selama kau selalu menganggap dia adalah keluarga kita, selama itu pula aku akan selalu mengikat Siwon oppa agar berada disisiku! Dan oppa tentu tau apa akibatnya untuk eonnie, kan?” Sangmi tersenyum mengejek.

“Kau benar-benar keterlaluan.”

“Cih! Berlebihan. Lagipula bukankah sudah kubilang bahwa Siwon oppa hanya mencintaiku? Dia tidak mencintai eonnie. Seharusnya kau menyuruh eonnie untuk mundur dari pertunangan ini!”

“Ada apa ini?” Suara Ny. Kim mengejutkan Ryeowook dan juga Sangmi. Keduanya segera menoleh ke asal suara dan seketika terdiam di tempat.

“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Ny. Kim lagi.

“Ti–tidak ada eommoni.” Jawab Sangmi.

“Tetapi tadi aku mendengar kalian menyebut nama Yongri dan Siwon. Tidak mungkin tidak ada yang kalian bicarakan.” Ny. Kim memicingkan matanya menatap kedua anak kandungnya itu.

“Sepertinya eommoni salah dengar.” Ujar Sangmi dengan senyum yang dipaksakan.

“Tidak. Eommoni tidak salah dengar.” Bantah Ryeowook.

“Oppa!”

“Jadi benar kalian membicarakan mereka?” Kata Ny. Kim sembari menatap Ryeowook. Ryeowook mengangguk cepat.

“Oppa apa yang kau lakukan!!” Desis Sangmi ketakutan.

“Apa? Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Ny. Kim untuk kesekian kalinya.

“Pernikahan noona dan hyung, eommoni.” Jawab Ryeowook.

“Mwo?!”

“Bukankah noona dan hyung sudah sangat dewasa? Apa tidak lebih baik untuk segera menikahkan mereka? Lagipula mereka sudah bertunangan cukup lama.” Ucap Ryeowook. Sangmi membulatkan matanya sembari mengepalkan tangannya dengan erat.

“Ah begitukah?” Ny. Kim tampak berpikir.

“Jika abeoji dan eommoni setuju, aku bisa mengundang noona dan hyung untuk membicarakannya.” Ujar Ryeowook sembari melirik tajam ke arah Sangmi.

“Sepertinya kata-katamu benar, Wookie-ya. Baiklah, eommoni akan bicarakan ini pada aboejimu nanti setelah dia pulang kerja.” Ny. Kim segera berlalu dari hadapan mereka. Meninggalkan Sangmi dan Ryeowook yang kembali saling berpandangan tajam. Mata Sangmi berkaca-kaca. Rahangnya terkatup dan dadanya bergemuruh menahan emosi.

“Kenapa? Kenapa kau melakukan ini oppa?!” Jeritnya tertahan.

“Aku hanya melakukan apa yang seharusnya terjadi, Sangmi-ya. Sadarlah. Siwon hyung bukan milikmu.”

“Kau akan menyesal berbuat seperti ini padaku oppa. Akan kubuat eonnie menderita untuk selamanya!!” Teriak Sangmi dan segera berlalu dari hadapan Ryeowook. Ryeowook hanya dapat menundukkan kepalanya sembari menarik dan menghela nafas berkali-kali.

 

~~~

 

Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Malam itu, ia bersama Yongri akan menuju rumah keluarga Kim. Keduanya belum tau apa tujuan mereka diminta ke sana malam itu. Siwon sesekali melirik ke arah Yongri yang tampak diam saja sembari menatap jalanan Seoul dari jendela mobil.

“Apa yang kau lihat?” Tanya Siwon.

“Tidak ada.” Jawab Yongri pelan dan cepat.

“Kira-kira apa yang membuat ibumu meminta kita ke rumahmu malam ini?” Tanya Siwon lagi.

“Molla.” Siwon hanya mampu menghela nafas pelan mendengar jawaban-jawaban singkat dari Yongri.

“Apa Kyuhyun pernah mengatakan sesuatu padamu?” Kali ini Yongri mengalihkan pandangannya pada Siwon. Ia menatap Siwon dengan pandangan bertanya.

“Sesuatu? Apa maksudmu?”

“Iya. Sesuatu tentangku, misalnya.”

“Tidak ada. Kenapa? Apa sesuatu terjadi antara dirimu dan Kyuhyun?” Tanya Yongri curiga.

“Huh? A–anieyo. Tentu saja tidak ada. Kau tau kami tidak dekat satu sama lain.” Kilah Siwon sembari menggenggam erat stir mobil. Yongri hanya mengangguk sekilas dan kembali menatap jendela mobil.

“Jika pertunangan ini tidak bisa diteruskan, apa yang akan kau lakukan?”

CKIIIIIITTTTT!!

Siwon secara mendadak menginjak rem mobilnya saat pertanyaan itu terlontar dari mulut Yongri. Siwon menatap Yongri dengan intens. Yongri membalas tatapan itu, raut wajah Yongri terlihat tenang.

“Apa yang kau bicarakan?” Tanya Siwon tidak suka.

“Wae? Kenapa raut wajahmu begitu tegang? Aku hanya bertanya. Tidak perlu seperti itu.” Ujar Yongri sembari tersenyum sinis.

“Aku tidak suka kau mengatakan itu!” Kata Siwon dengan tegas.

“Tidak semua pertunangan dapat berjalan lancar. Dua orang yang menikah saja dapat bercerai, apalagi hanya pertunangan. Lagipula aku hanya ingin tau jawabanmu. Jika pertunangan ini tidak bisa diteruskan, kau akan mempertahankanku, atau melepaskanku?”

“Cih! Kata-katamu semakin tidak masuk akal.” Ujar Siwon sembari bersiap kembali menjalankan mobilnya. Namun dengan cepat ditahan oleh Yongri.

“Jawab aku! Mempertahankanku atau melepaskanku?” Desak Yongri. Siwon menatap Yongri cukup lama.

“Mempertahankanmu atau melepaskanmu itu terserah padaku.” Jawab Siwon. Yongri tersenyum miris.

“Ah begitu rupanya. Aku lupa jika diriku hanya boneka untukmu. Terserah padamu mau kau apakan.” Ujar Yongri dan segera mengalihkan pandangannya sebelum airmatanya menetes di hadapan Siwon. Siwon membuka mulutnya hendak membalas ucapan Yongri. Namun diurungkannya dan memilih kembali menjalankan mobilnya.

Akhirnya sisa perjalanan dihabiskan mereka dengan diam, hingga akhirnya sampai di kediaman keluarga Kim. Keduanya segera turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah. Langkah Siwon dan Yongri terhenti di depan pintu saat melihat Sangmi berdiri tak jauh dari pintu rumah. Sangmi melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Yongri dengan tajam.

“Annyeong Sangmi.” Sapa Yongri sembari tersenyum.

“Menjijikan.” Desis Sangmi. Sangmi berjalan pelan menghampiri keduanya. Gadis itu mengalihkan pandangannya menjadi menatap Siwon. Dilayangkannya senyum manis kepada laki-laki berlesung pipi itu. Mata Yongri maupun Siwon membulat sempurna saat dengan santainya Sangmi mencium kedua pipi Siwon.

“Sa–Sangmi..”

“Selamat datang oppa.” Ujar Sangmi dengan santai.

“Sangmi apa yang kau lakukan?” Tanya Yongri meredam kekesalannya.

“Hanya memberikan ciuman selamat datang pada calon kakak iparku.” Jawab Sangmi sembari menekankan pada kata ‘calon kakak iparku’.

“Tetapi dia tunanganku, Sangmi-ya. Bagaimana mungkin kau menciumnya di depan kedua mataku?”

“Lalu apa maumu? Kau tidak suka jika aku melakukannya?” Tantang Sangmi. Siwon hanya dapat terdiam melihat kedua kakak beradik itu yang bersitegang. Ia tidak tau apa yang harus dilakukannya. Yongri menghela nafas bekali-kali.

“Sudahlah. Lupakan. Dimana abeoji dan eommoni?” Tanya Yongri.

“Di dalam.” Jawab Sangmi cuek. Yongri melangkah untuk masuk lebih dalam. Namun dengan sengajanya Sangmi menjulurkan kakinya hingga akhirnya Yongri terjatuh.

“Yongri!”

“Noona!” Ryeowook yang kebetulan baru turun dari kamar segera menghampiri Yongri, saat melihat noonanya itu terjatuh.

“Akhhh..” Yongri merasakan perih dilututnya.

“Gwenchana?” Tanya Ryeowook khawatir. Yongri hanya mengangguk singkat.

 

PLAKKK!!

 

“Oppa…” Sangmi menatap Ryeowook tidak percaya saat tangan itu mendarat di pipi mulusnya.

“Berhenti bertingkah seolah kau tidak punya otak, Sangmi-ssi.” Kata Ryeowook tajam.

“Wookie-ya, geumanhae. Bagaimana jika abeoji dan eommoni melihat?” Ujar Yongri sembari mencoba berdiri.

“Minta maaf.” Perintah Ryeowook.

“Tidak akan pernah!” Bantah Sangmi.

“Neo!!” Ryeowook kembali hendak menampar Sangmi saat tangan Siwon tiba-tiba saja menahannya. Yongri menatapnya dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin Siwon dapat bertindak untuk membela Sangmi? Sedangkan saat Yongri terjatuh, tidak sedikitpun Siwon bergerak untuk membantunya. Ryeowook menghempaskan tangan Siwon yang mencengkramnya dan menatap Siwon tajam. Ryeowook mencengkram kerah kemeja Siwon dan mendekatkan wajahnya pada wajah Siwon.

“Jangan kau kira aku tidak tau kelakuanmu, hyung. Aku tau semuanya. Semuanya. Jika aku mau, aku bisa memberitahukannnya pada noona. Tetapi sayangnya noona sangat mencintaimu, dan aku tidak mau membuatnya bersedih ketika mengetahui kelakukan brengsek tunangannya. Jadi berhenti menyakiti noona jika tidak ingin aku membeberkan semuanya.” Bisik Ryeowook tepat di telinga Siwon. Siwon tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya saat mendengar bisikan Ryeowook yang mampu membuat bulu kuduknya berdiri. Ryeowook melepaskan cengkramannya dan menjauh dari Siwon.

“Ayo kita masuk, noona.” Ryeowook merangkul Yongri dan memasukki rumah lebih dalam. Meninggalkan Sangmi dan Siwon berdua.

“Apa yang Ryeowook oppa katakan padamu?” Tanya Sangmi.

“Eobseo.” Jawab Siwon.

“Terima kasih sudah menyelamatkanku dari tamparannya, oppa.” Ujar Sangmi manja.

“Berhenti menyakiti Yongri seperti itu, Sangmi-ya.” Ujar Siwon sembari menatap Sangmi intens.

“Mwo? Kau membelanya?” Sangmi tampak tidak suka.

“Bukan seperti itu. Aku hanya tidak suka saat kau menyakiti fisiknya seperti itu.”

“Ahh rupanya kau lebih suka jika kita menyakiti hatinya? Begitu?” Siwon mendecak kesal.

“Arraseo. Oh ya oppa, abeoji dan eommeoni mengundang kalian kemari untuk membicarakan pernikahanmu dengan eonnie.”

“MWO?!” Pekik Siwon tertahan.

“Maka dari itu, kau harus menolaknya jika mereka memintamu untuk segera menikahi eonnie, arraseo?”

 

 

 

“Apa kesibukanmu sekarang, Siwon-ah?” Tanya Tn. Kim sembari memasukkan suapan nasi ke mulutnya.

“Hanya bekerja di kantor seperti biasa, ahjussi.” Jawab Siwon.

“Apa saat ini kau sedang sibuk-sibuknya?”

“Tidak terlalu.”

“Ah begitu rupanya. Apa bisa kau mengundang orangtuamu kemari dalam minggu ini?” Siwon semakin mengerti arah pembicaraan dari Tn. Kim.

“Untuk apa ahjussi? Apa ada sesuatu yang penting?” Tanya Siwon pura-pura tidak tau.

“Kami ingin membicarakan pernikahan kalian.” Ny. Kim yang menjawab.

“Mwo?! Pernikahan?” Ucap Yongri tidak percaya.

“Iya sayang.” Sahut Ny. Kim.

“Kenapa tiba-tiba seperti ini?” Tanya Yongri.

“Bagaimana mungkin kau mengatakannya tiba-tiba, Yongri-ya? Kalian sudah bertunangan cukup lama. Kami rasa waktunya sudah cukup.” Ujar Tn. Kim.

“Maafkan saya ahjussi. Tetapi sepertinya saya tidak bisa untuk menikah dalam waktu dekat ini.” Sela Siwon setelah memikirkan kata-kata itu cukup lama. Yongri segera menatap Siwon saat kalimat penolakan itu terlontar.

“Hyung!” Ryeowook tampak tidak terima dengan ucapan Siwon. Siwon hanya menatap Ryeowook sekilas, dan kembali menatap Tn. Kim.

“Kenapa, Siwon-ah? Kami rasa umur kalian sudah cukup untuk berumah tangga.”

“Ne. Saya tau itu, ahjussi. Tetapi masih banyak yang harus saya dan Yongri pikirkan sebelum memutuskan untuk menikah.”

“Tetapi-”

“Cukup abeoji.” Potong Yongri cepat. Semuanya menatap Yongri yang menundukkan kepalanya.

“Bagaimana mungkin abeoji memaksa Siwon untuk menikahiku jika dia tidak menginginkannya? Jangan memaksanya, abeoji. Jangan membuatku malu.” Lirih Yongri.

“Yongri-ya, bukan seperti itu.” Siwon tampak bersalah saat mendengar suara Yongri yang seperti menahan tangis. Siwon memiliki alasan tersendiri kenapa dia tidak mau menikah dengan Yongri sekarang. Dan ia hanya tidak ingin menikah sekarang, bukan tidak mau menikah dengan Yongri. Sangmi tampak tersenyum senang saat mendengar penolakan Siwon untuk menikah dengan Yongri. Sangmi menatap Ryeowook dan menampilkan senyum kemenangannya. Ryeowook sendiri hanya dapat mengepalkan tangannya di atas paha.

 

~~~

 

“Yongri tunggu!!” Siwon menahan tubuh Yongri yang hendak masuk ke dalam mobil.

“Kenapa dari semalam kau tidak mau mendengarkan penjelasanku?” Tanya Siwon putus asa.

“Penjelasan apa? Tidak ada yang perlu kau jelaskan.”

“Aku bukan tidak ingin menikah denganmu, Yongri-ya. Aku hanya tidak ingin melakukannya sekarang. Percayalah. Aku memiliki alasan tersendiri untuk itu.” Yongri menatap Siwon dan tersenyum sinis.

“Terserah apa katamu dan apa maumu, Siwon-ah. Bukankah aku hanya bonekamu, huh?” Yongri kembali mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil saat melihat mobil Kyuhyun berhenti tepat di depan mobil Yongri. Kyuhyun keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri mereka.

“Kyuhyun-ah..”

“Ayo kita berangkat bersama, noona.” Kyuhyun tersenyum lembut pada Yongri.

“Kau begitu lancang, Kyuhyun-ssi.” Ujar Siwon.

“Ah maaf, Siwon hyung. Aku tidak melihat kau ada di sini.” Balas Kyuhyun. Siwon hanya memandang malas pada Kyuhyun.

“Kita lanjutkan pembicaraan ini nanti, sekarang aku antar kau ke kantor terlebuh dahulu.” Ujar Siwon. Yongri menutup pintu mobilnya dengan pelan.

“Tidak usah. Aku berangkat bersama Kyuhyun saja. Kajja, Kyuhyun-ah.”

“Ne, noona.” Yongri berjalan menjauhi Siwon dan masuk ke dalam mobil Kyuhyun. Kyuhyun menatap Siwon dengan pandangan mengejek sebelum akhirnya masuk ke dalam mobilnya. Siwon hanya dapat memandangi mobil Kyuhyun yang melaju dengan perasaan kesal.

“Brengsek!” Umpatnya.

 

 

 

“Kyuhyun-ah..”

“Ne, noona?”

“Ada apa denganmu dan Siwon?” Tanya Yongri curiga. Kyuhyun tampak salah tingkah.

“Apa maksudmu noona? Tidak ada apapun antara aku dan Siwon hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Benarkah? Tetapi sepertinya sikapmu berubah pada Siwon. Sekarang kau tampak sangat membencinya.” Ujar Yongri. Kyuhyun tersenyum tipis.

“Memangnya tidak boleh jika aku membencinya, noona? Apa karena dia tunanganmu maka aku tidak boleh membencinya? Begitu?”

“Bukan seperti itu.”

“Kalaupun aku membencinya, aku memiliki alasan yang kuat noona.” Kata Kyuhyun serius.

“Beritahu aku alasannya.” Pinta Yongri.

“Aku tidak bisa memberitahumu.” Tolak Kyuhyun.

“Apa alasanmu membencinya itu ada hubungannya denganku?” Tanya Yongri.

“Eish, jangan terlalu percaya diri, Nona Choi Yongri.” Canda Kyuhyun.

“Aish!!” Yongri memukul pelan kepala Kyuhyun.

Maafkan aku, noona. Aku tidak bisa memberitahumu. Aku tidak sanggup melihatmu bersedih.‘ Batin Kyuhyun.

“Semalam orangtuaku membicarakan pernikahanku dan Siwon.” Kata Yongri sembari menatap Kyuhyun. Kyuhyun segera menolehkan kepalanya cepat ke arah Yongri.

“Mwo?!”

“Ya! Lihat ke depan! Kau mau kita mati, huh?” Omel Yongri saat melihat Kyuhyun tidak fokus menyetir. Kyuhyun segera mengalihkan pandangannya kembali ke depan.

“Apa yang kau katakan tadi, noona? Pernikahan?” Tanya Kyuhyun sembari sesekali melihat Yongri.

“Ne, orangtuaku ingin aku dan Siwon segera menikah.”

“Noona kau sudah berjanji padaku.” Ujar Kyuhyun. Yongri tersenyum kecil mendengar kata-kata Kyuhyun.

“Kau tenanglah, aku tidak akan pernah menikah dengan Siwon.”

“Ne?!”

“Tetapi itu bukan karena permintaanmu. Aku tidak akan menikah dengan Siwon, karena Siwon tidak menginginkannya.” Lirih Yongri sembari mengalihkan pandangannya pada jendela mobil. Matanya berkaca-kaca saat mengingat Siwon menolak untuk menikahinya. Sakit, sesak, entah apa lagi yang dirasakan oleh Yongri. Kyuhyun sendiri tidak tau harus berkomentar seperti apa. Ia hanya dapat menghela nafas panjang sembari melirik Yongri yang tampak menyeka airmatanya.

 

 

 

Hari itu semua pekerjaan Yongri berjalan dengan lancar. Permasalahannya dengan Siwon sepertinya sudah seperti makanan sehari-hari untuknya. Sehingga ia tidak perlu repot-repot memikirkannya dan dapat menganggu pekerjaannya. Ponsel di saku rok Yongri bergetar cukup lama pertanda ada yang menghubunginya. Ia melihat nama Ryeowook di sana.

“Yoboseo.”

Noona, kau ada di mana?

“Aku di kantor. Waeyo Wookie-ya?”

Apa pekerjaanmu sudah selesai?

“Sudah selesai. Ini aku sedang bersiap-siap untuk pulang.”

Ah baiklah, kalau begitu noona tunggu aku di sana. Aku akan menjemputmu.

“Eh? Ada apa? Aku bisa pulang sendiri.”

Anieyo, noona. Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Tunggu aku 30 menit lagi noona, arrachi?

“Ne, arraseo.” TREK. Yongri segera bersiap-siap untuk menunggu Ryeowook di lobby tempatnya bekerja. Dibereskannya semua barang yang membuat meja kerjanya berantakan.

“Noona kau mau pulang?” Tanya Kyuhyun. Yongri mendongak menatap Kyuhyun.

“Ne, Kyuhyun-ah.”

“Baiklah, ayo kuantar.”

“Tidak usah, Kyuhyun-ah. Ryeowook sedang dalam perjalanan menjemputku.”

“Kau meminta Ryeowook hyung menjemputmu? Aku kan bisa mengantarmu, noona.” Keluh Kyuhyun. Yongri tertawa kecil.

“Berhenti merengek seperti itu, Cho Kyuhyun. Kau pikir berapa umurmu, huh?!” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya mendengar ocehan Yongri.

“Ada yang ingin Ryeowook bicarakan denganku, makanya dia menjemputku.” Jelas Yongri.

“Bicara apa? Apa aku boleh ikut?”

“Ya Cho Kyuhyun!”

“Hehehe, aku hanya bercanda, noona. Sensitif sekali.”

“Aish, sudahlah. Aku pulang ya. Jika sudah tidak ada pekerjaan segera pulanglah.” Ujar Yongri.

“Aku juga akan pulang, noona. Kita turun bersama saja.” Yongri hanya mengangguk untuk menerima ajakan Kyuhyun.

Kyuhyun menemani Yongri menunggu Ryeowook datang. Tidak sampai 5 menit mereka menunggu, tampak mobil Ryeowook sudah terlihat. Keduanya segera menghampiri mobil itu.

“Annyeong haseyo, Kyuhyun-ssi.” Sapa Ryeowook sembari tersenyum.

“Annyeong hyung!”

“Noona, ayo.” Yongri segera naik ke mobil dan duduk di samping Ryeowook.

“Aku titip Yongri noona padamu, hyung. Jaga dia baik-baik.”

“Kau pikir aku barang, huh??” Protes Yongri membuat Ryeowook dan Kyuhyun tertawa geli.

“Arraseo, Kyuhyun-ssi. Aku akan menjaga sekretarismu ini dengan baik. Kami pulang dulu, ne?”

“Ne, hyung.”

“Annyeong, Kyuhyun-ah.”

“Annyeong noona. Annyeong hyung.” Ryeowook segera menjalankan mobilnya setelah berpamitan pada Kyuhyun. Jalanan Seoul cukup ramai saat itu, mengingat itu adalah jam pulang kerja. Banyak mobil serta motor berlalu lalang. Membuat Ryeowook harus ekstra hati-hati dalam mengendarai mobil.

“Kita makan malam dulu ya, noona.” Ajak Ryeowook.

“Terserah kau saja.” Balas Yongri. Hampir 1 jam kemudian mereka sampai di salah satu restoran yang cukup terkenal di Seoul. Keduanya segera turun dan masuk ke dalam restoran. Setelah memesan makanan, mereka mengobrol ringan selagi menunggu makanan mereka di antarkan. Mereka segera menyantap makan malam mereka begitu makanan itu diantarkan oleh pelayan. Keduanya makan dalam diam dan tampak sangat menikmati.

“Kau bilang ada yang ingin kau bicarakan, Wookie-ya?” Ujar Yongri setelah selesai makan. Ryeowook meminum air putih sebelum memulai pembicaraannya.

“Aku ingin minta maaf padamu, noona.” Kata Ryeowook yang membuat Yongri bingung.

“Minta maaf? Kau tidak punya salah apapun padaku.” Ryeowook menghela nafas pelan.

“Aku yang membujuk abeoji dan eommoni untuk segera menikahkanmu dan Siwon hyung.” Aku Ryeowook dengan wajah penuh penyesalan.

“Mwo?!”

“Maafkan aku, noona. Aku tidak menyangka jika hyung akan menolaknya.” Yongri terdiam sebentar sembari menatap wajah Ryeowook.

“Sudahlah. Itu bukan salahmu. Aku tidak apa-apa.” Kata Yongri menenangkan.

“Noona, apa tidak sebaiknya kau berpisah dengan Siwon hyung?”

“Wookie-ya..”

“Siwon hyung tidak pantas untukmu, noona. Kau pasti bisa mendapatkan yang lebih baik.”

“Akan percuma jika aku mendapatkan yang lebih baik, tetapi aku tidak dapat mencintainya seperti aku mencintai Siwon.” Ujar Yongri yang berhasil membuat Ryeowook terdiam.

“Sudahlah, kau tidak perlu memikirkan masalahku, hmm? Aku tidak apa-apa. Percayalah.” Yongri menggenggam tangan Ryeowook dan tersenyum manis. Ryeowook hanya dapat membalas senyuman itu dengan senyuman tipis.

“Kita pulang sekarang, ne? Aku lelah sekali.” Ujar Yongri.

“Baiklah.” Keduanya segera beranjak dari duduknya untuk segera pulang. Yongri berjalan di depan Ryeowook. Mata Ryeowook membulat saat melihat Siwon dan Sangmi hendak masuk ke dalam restoran itu juga. Ryeowook segera membalik tubuh Yongri dan memeluknya.

“Woo–Wookie-ya…”

“Aku sangat merindukanmu, noona. Sudah lama tidak memelukmu.” Ujar Ryeowook sembari menatap tajam Siwon dan Sangmi yang sudah memasukki restoran dan tampak mencari tempat duduk. Kedua orang itu sepertinya tidak menyadari akan keberadaan Yongri dan Ryeowook.

“Tetapi tidak harus memelukku di tempat umum seperti ini, kan?” Yongri berusaha melepaskan pelukan Ryeowook.

“Sebentar lagi, noona. Sebentar lagi saja.” Pinta Ryeowook. Yongri hanya dapat menghela nafas dan menuruti permintaan Ryeowook. Setelah Ryeowook merasa Yongri tidak akan melihat Siwon dan Sangmi, Ryeowook segera melepas pelukannya dan menarik Yongri untuk segera keluar dari tempat itu.

 

 

 

Siwon memperhatikan wajah Sangmi yang tiba-tiba saja tertawa sendiri. Ia tidak tau apa yang tiba-tiba membuat yeojachingunya itu tertawa. Karena sedari tadi mereka belum memulai pembicaraan apapun.

“Kau kenapa?” Tanya Siwon.

“Hanya menertawakan sesuatu yang lucu.” Jawab Sangmi.

“Apa?”

“Tahukah kau oppa, jika tadi Ryeowook oppa dan Yongri eonnie ada di restoran ini?”

“Mwo?!” Siwon segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran untuk mencari keberadaan Ryeowook dan Yongri.

“Mereka sudah pulang.” Ucap Sangmi masih dengan tertawa kecil.

“Lalu apa yang membuatmu tertawa? Apa itu sesuatu yang lucu untukmu?” Siwon tampak tidak suka.

“Tentu saja. Kau tidak tau jika tadi Ryeowook oppa memeluk eonnie agar eonnie tidak melihat keberadaan kita.”

“Mwo?! Apa maksudmu Ryeowook memeluk Yongri? Jangan bilang kalau-”

“Ne, pikiranmu benar oppa. Ryeowook oppa memang mengetahui semuanya.” Sangmi segera memotong ucapan Siwon saat tau apa yang hendak namja itu sampaikan. Siwon tidak dapat menutupi keterkejutannya. Sekarang ia mengerti apa yang di katakan Ryeowook waktu itu, mengenai ia tau semuanya. Ternyata ini yang diketahui oleh Ryeowook. Siwon mengusap wajahnya tampak sedikit frustasi karena semakin banyak yang mengetahui hubungannya dengan Sangmi.

“Kau kenapa, oppa?” Siwon hanya menggeleng pelan.

“Kau tenang saja. Ryeowook oppa tidak akan memberitahukannya pada eonnie. Ryeowook oppa sangat menyayangi eonnie. Jadi dia tidak akan mungkin mau membuat eonnie sedih.”

 

~~~

 

Kyuhyun memarkirkan mobilnya dengan sempurna di tempat parkir CH Group. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan sebelum keluar dari mobil hitamnya. Diayunkannya kedua kaki panjangnya memasuki lobby CH Group dan segera menuju lift. Angka 15 menjadi pilihan Kyuhyun saat ia berada di dalam lift. Entah berapa lama ia menunggu, pintu lift itu terbuka ketika dirinya sampai pada lantai 15. Kyuhyun kembali melanjutkan langkahnya dan berhenti tepat di meja yang ia yakini seorang sekretaris.

“Annyeong hasimika.” Sapa Kyuhyun pada sekretaris perempuan itu. Sekretaris itu mendongak kemudian berdiri dan membungkuk sopan pada Kyuhyun.

“Annyeong hasimika. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya sekretaris itu sopan.

“Saya Cho Kyuhyun dari perusahaan Cho Advertising. Apa Direktur Choi ada? Bisa bertemu dengannya?”

“Apa Anda sudah membuat janji dengan Direktur Choi?”

“Saya tidak mempunyai janji dengannya. Tetapi saya harap dapat menemuinya karena ini sangat penting.” Kyuhyun sedikit mengumpat dalam hati, mengingat orang yang akan ditemuinya ini bukan sembarang orang. Tentu Kyuhyun tidak punya waktu hanya sekedar untuk membuat janji.

“Baiklah tunggu sebentar. Saya akan menghubungi Direktur Choi terlebih dahulu.” Ujar sekretaris itu dan di jawab anggukan dari Kyuhyun. Kyuhyun menatap sekeliling selagi menunggu. CH Group benar-benar perusahaan mewah. Terlihat jelas dari bangunannya yang mewah dan elegan. Belum lagi banyak lapisan kaca pada setiap sudutnya.

“Silahkan masuk lewat sini, Tuan Cho.” Kata sekretaris itu sedikit mengejutkan Kyuhyun.

“Ah ne.” Kyuhyun mengikuti sekretaris itu dari belakang. Pintu kerja ruangan Siwon di buka lebar oleh sekretaris itu. Kyuhyun masuk ke dalam dan menemukan Siwon sedang duduk di kursi kerjanya sembari melipat kedua tangannya di depan dada.

“Kau bisa keluar Sekretarin Moon.” Sekretaris itu membungkuk sebentar sebelum akhirnya keluar dan menutup pintu. Kyuhyun berjalan perlahan menghampiri Siwon dan berdiri tepat di depan meja kerjanya. Keduanya saling bertatap tajam dan dingin.

“Apa yang membuatmu kemari?” Tanya Siwon tenang.

“Tinggalkan Yongri noona.” Kata Kyuhyun.

“Mwo?!” Siwon tertawa mengejek mendengar ucapan Kyuhyun.

“Kau itu siapa? Apa hakmu menyuruhku meninggalkan Yongri, eoh?”

“Kau tidak mencintainya. Kau bahkan menolak untuk menikah dengannya. Lalu untuk apa kau masih mempertahankannya? Apa untuk menyakitinya, HUH??” Kyuhyun mulai terbawa emosi. Apalagi melihat sikap tenang Siwon yang menurutnya sangat menjijikkan.

“Aku mencintainya atau tidak. Aku ingin menikahinya atau tidak. Aku ingin mempertahankannya atau tidak. Dan aku ingin menyakitinya atau tidak, itu bukanlah urusanmu, Kyuhyun-ssi.” Ujar Siwon. Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat untuk meredam emosi.

“Yongri adalah tunanganku. Dan kau, kau hanya sebatas atasannya. Bertindaklah sebagaimana seharusnya.”

“Aku benar-benar ingin membunuhmu.” Desis Kyuhyun. Lagi-lagi Siwon tertawa pelan.

“Kurasa tidak ada lagi yang ingin kau katakan, kau boleh pergi.” Usir Siwon secara halus. Kyuhyun segera membalikkan badannya dan keluar dari ruangan Siwon. Siwon menghembuskan nafas panjang sesaat setelah Kyuhyun keluar dari ruangannya. Pikirannya melayang pada Yongri. Siwon benci saat Yongri harus selalu salah paham dengannya. Siwon hanya ingin memperbaiki hubungannya dengan Yongri. Ia hanya ingin Yongri merasakan bagaimana menjadi tunangannya. Setelah itu, ia benar-benar akan menikahi Yongri dan meninggalkan Sangmi. Tetapi kenapa sulit sekali membuat Yongri mengerti?

 

~~~

 

“Noona bagaimana dengan yang ini?” Tanya Ryeowook sembari menunjukkan sebuah tuxedo kepada Yongri.

“Warnanya bagus, Wookie-ya. Sangat cocok untukmu.”

“Benarkah? Baiklah, aku akan ambil yang ini.”

“Bertemu dengan klien, haruskah membeli baju baru, huh?”

“Tentu saja, noona. Aku harus terlihat baik di hadapan klien ku. Lagipula, klien ini akan memberikan untung besar untuk perusahaan abeoji.”

“Apa klienmu itu seorang perempuan?” Tanya Yongri curiga.

“Eish,, berhenti melihatku seperti itu noona. Kau menakutkan.” Gerutu Ryeowook yang membuat Yongri tertawa pelan.

“Kajja, noona.” Keduanya segera keluar dari butik setelah Ryeowook membayar belanjaannya. Ryeowook dan Yongri tampak mengobrol ringan sembari berjalan menuju mobil Ryeowook yang diparkir sedikit jauh dari butik tadi. Namun tiba-tiba langkah Yongri terhenti. Tangannya mengepal kuat sembari menatap ke sebrang. Matanya tiba-tiba saja mengabur oleh airmata. Dan sebentar saja airmata itu jatuh membasahi kedua pipinya. Ryeowook yang menyadari Yongri tidak ada di sampingnya segera menoleh ke belakang, dan mendapatkan Yongri tampak seperti patung. Ryeowook mendekati Yongri, dan alangkah terkejutnya dia mendapati Yongri menangis.

“Noo–noona…” Panggil Ryeowook pelan. Ryeowook mengikuti arah pandang Yongri. Dan seketika itu juga barang belanjaannya jatuh begitu saja. Di balikannya tubuh Yongri dan memeluk yeoja itu dari belakang.

“Lepaskan aku.” Ujar Yongri masih dengan menangis.

“Noona, jangan dilihat.”

“Aku bilang lepaskan aku!!” Teriak Yongri histeris. Ryeowook segera melepaskan pelukannya dan membiarkan Yongri membalikkan badannya. Kembali melihat apa yang sebelumnya ia dilihat. Tangis Yongri semakin menjadi hingga membuat kepalanya kembali sakit.

“Akkkhh!!” Yongri memegang kuat kepalanya saat sakit itu tidak bisa ditahannya lagi.

“Noona, ada apa?!” Ryeowook tampak panik melihat Yongri yang kesakitan. Yongri terus mengerang kesakitan hingga akhirnya tubuh itu hampir terjatuh ke jalan jika Ryeowook tidak segera menahannya.

“Noona!!! Noona ireona!!”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

94 thoughts on “Regret – Part 4

  1. Yaaaaaa eonni daebakkkk, baru baca bgian awal aja udh berasa feelnya, biasa klau aku hrus smpe pertengahan dlu yg ini beda hehehhe 😀

  2. brengsek bgt emang kyuhyun….

    ya ampunnn klo gini q mah ga percaya ama niat siwon yg pengin yongri merasa jadi tunangan

  3. Klo siwon ud tau yongri selalu salah paham knpa ga lngsung jelasin bkn malah bikin salah paham lgi…
    Aq yakin yg dliat yongri itu siwon sm sangmi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s