정말 사랑해 (Jeongmal Saranghae) – Part 5 END

정말 사랑해 (Jeongmal Saranghae) – Part 5 END

Author       : Choineke

Title            : 정말 사랑해 (Jeongmal Saranghae)

Cast            : Choi Siwon

                     Choi Yongri as Park Yongri (OC)

Sub cast     : Park Jungsoo, Cho Kyuhyun, Goo Keyra (OC), Lee Donghae

Cameo        : Super Junior’s members

Genre         : Romance

Length       : Chapter

Rating        : PG-17

 

Author POV

 

A few days later…

“Yongri-ya?? Kau sudah bangun, nak?” Teriak sang eomma dari depan pintu. Dengan berlari kecil Yongri menghampiri pintu dan membukanya.

“Sudah eomma. Wae geureh?”

“Di bawah ada yang mencarimu.”

“Hmm, nuguya? Apa Siwon oppa?”

“Aniyo.. Sebaiknya kau temui sekarang. Kasian dia menunggu lama.” Yongri mengangguk dan segera menuju ke ruang tamu. Dilihatnya seorang namja tengah berdiri memunggunginya. Namja itu begitu fokus pada foto keluarga yang terdapat di sana.

“Ehem..” Yongri berdehem pelan untuk menarik perhatian namja itu. Berhasil, namja itu berbalik dan tersenyum pada Yongri. Yongri tampak memiringkan kepalanya ke kiri, berpikir.

“Dong…..joo? Cha Dongjoo? Benar kau Cha Dongjoo?” Pekiknya riang.

“Ne, annyeong nona Park Yongri..”

“Kyaaaaaa!!! Dongjoo bogosippeoyo.” Ucap Yongri sembari memeluk namja itu.

“Nado Yongri-ya..” Balas Dongjoo. Setelah puas berpelukan, mereka saling melepaskan dan melempar senyum.

“Aigoo. Kau tambah tampan..” Puji Yongri tulus.

“Jinjjayeo? Kenapa kau bertambah jelek?” Canda Dongjoo yang membuat Yongri mendengus kesal.

“Aish sudahlah. Duduklah. Kau mau minum apa? Akan aku buatkan.” Ujar Yongri.

“Apa saja nona Park.” Yongri terkekeh.

“Baiklah, tunggu sebentar tuan Cha.” Dongjoo mengangguk.

Beberapa menit kemudian, Yongri kembali dengan membawa nampan yang terdapat 2 gelas berisi jus.

“Minumlah.” Kata Yongri. Lagi-lagi Dongjoo mengangguk dan meminum minuman yang di bawakan Yongri.

“Jadi sekarang katakan padaku. Apa yang membuatmu datang kemari?” Tanya Yongri penasaran.

“Aku…..aku sudah membaca berita itu. Tentang kau dan Keyra..” Jawab Dongjoo.

“Mwo?!” Dongjoo mengangguk.

“Apa seheboh itu?” Gumam Yongri pelan.

“Apa benar itu Keyra yang dulu satu sekolah dengan kita?” Yongri menghela nafas panjang.

“Ne begitulah. Semua yang terdapat di koran itu benar.” Ujar Yongri.

“Aku tak menyangka ia dapat melakukan itu. Dan apa benar penyebabnya adalah seorang namja?” Yongri hanya tersenyum kecut.

“Boleh aku tau siapa namja itu?” Tanya Dongjoo.

“Ahh.. Nanti kau juga akan tau.” Jawab Yongri salah tingkah. Dongjoo terkekeh melihat tingkah Yongri.

“Apa kegiatanmu sekarang?” Tanya Yongri mengalihkan pembicaraan.

“Aku? Aku kuliah dan bekerja di perusahaan appaku. Kau sendiri?”

“Aku tidak ada kegiatan. Hanya menganggur.” Jawab Yongri polos.

“Mwo? Kau tidak kuliah?” Tanya Dongjoo tidak percaya. Yongri menggeleng.

“Wae?”

“Entahlah. Aku hanya tidak ingin kuliah.” Kata Yongri. Dongjoo mengangguk mengerti kemudian mengedarkan pandangannya pada ruang tamu itu. Pandangannya lagi-lagi terhenti ketika melihat foto berukuran besar dengan bingkai yang di lapisi emas menempel di dinding.

“Yongri-ya..” Panggil Dongjoo.

“Ne?”

“Apa benar laki-laki yang ada di sana adalah Leeteuk super junior?” Yongri terkekeh pelan mendengar pertanyaan Dongjoo.

“Ne, dia oppaku.”

“Jinjjayeo?”

“Park Jungsoo dan Park Yongri. Bukankah marga kami sama?” Dongjoo masih memasang raut wajah tak percaya serta bingung.

“Ehem..” Yongri dan Dongjoo menoleh bersama ke sumber suara. Yongri sedikit terkejut ketika melihat kehadiran Siwon di depan pintu.

“Apa aku mengganggu?” Tanya Siwon datar.

“Wae?” Tanya Yongri balik.

“Jika aku mengganggu kalian bisa lanjutkan. Aku akan menunggu di atas.” Ujar Siwon dan segera masuk lebih dalam ke rumah itu.

“Bukankah dia Siwon super junior? Astaga Park Yongri.. Apa sekarang teman-temanmu artis semua?”

“Kau berlebihan Dongjoo-ya.”

“Ne. Ne. Sebaiknya aku pulang sekarang. Jika saja tidak ada yang menunggumu aku akan lebih lama disini.” Ujar Dongjoo. Akhirnya Dongjoo pulang dari rumah Yongri. Mereka sempat bertukar nomor handphone agar memudahkan untuk saling menghubungi. Setelah mobil Dongjoo menghilang dari pandangannya, Yongri berbalik dan menghela nafas pelan. Di langkahkan kakinya menuju kamarnya tempat di mana Siwon menunggu.

Yongri membuka pintu kamarnya dan mengedarkan pandangan mencari Siwon. Ketika ia memasukki kamarnya, barulah terlihat jika Siwon sedang berdiri di balkon. Tubuh namja itu berdiri tegap, kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana.

‘Tampan.’ Batin Yongri. Sedikit gugup di dekatinya Siwon dan berhenti ketika sampai di garis pintu yang menghubungkan kamarnya dengan balkon.

“Ada apa?” Tanya Yongri. Siwon berbalik dan menatap Yongri.

“Siapa?” Tanya Siwon.

“Mwo?!”

“Ayolah, kurasa kau tidak bodoh Yongri-ya.” Yongri mendengus kesal mendengar ucapan Siwon.

“Dia temanku.”

“Kalian terlihat dekat.”

“Tentu saja, dia teman dekatku ketika SMA.” Keduanya terdiam sebentar masih dengan saling menatap.

“Kau masih marah?” Tanya Siwon setelah lama berdiam. Yongri berbalik dan segera duduk di atas kasur dengan kaki bersila. Di ambilnya bantal guling kemudian memeluknya.

“Aku tidak mau membahas itu.” Ucapnya ketus. Siwon menghela nafas dan berjalan menghampiri Yongri. Ikut duduk di atas kasur bersebelahan dengan yeojanya itu.

“Tidak bisakah kau memaafkan aku?” Tanya Siwon putus asa.

“Apa kau sangat menginginkan kata maaf itu? Baiklah aku memaafkanmu. Kau puas?”

“Yongri-ya, kumohon jangan siksa aku seperti ini. Katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar kau tulus memaafkanku.” Ujar Siwon memohon. Hati Yongri mencelos mendengar permohonan Siwon. Namja ini… Namja ini yang menolongnya waktu itu. Namja ini yang rela melakukan apapun untuk membebaskannya. Namja ini terlalu sempurna dimatanya. Yongri menggeser duduknya dan memeluk Siwon dari samping.

“Mianhaeyo oppa. Aku egois.” Ucapnya. Siwon membalas pelukan Yongri dan sesekali mencium puncak kepalanya.

“Aku rindu aroma ini.” Bisik Siwon sembari menghirup dalam-dalam aroma Yongri.

“Apa kau sudah benar-benar memaafkan aku?” Tanya Siwon. Yongri melepas pelukannya dan menatap tepat di manik mata Siwon.

“Kau tidak salah. Aku yang terlalu egois tidak memahami keadaanmu.” Jawab Yongri sembari membelai pipi Siwon. Siwon memegang tangan itu dan mengecupnya.

“Aku rela melakukan apapun untukmu.” Ucap Siwon. Yongri menggeleng.

“Kau tidak boleh melakukan apapun yang membahayakan dirimu oppa. Walaupun itu demi aku.”

“Aku mencintaimu Yongri..”

“Aku tau oppa. Tanpa kau melakukan apapun aku tau kau mencintaiku. Karena kau mencintaiku, aku tidak ingin kehilangan orang yang mencintai aku. Sekaligus yang aku cintai.” Siwon tertegun mendengar ucapan Yongri. Yeoja ini…. Yeoja ini yang selalu hadir di mimpi indahnya. Yeoja ini yang selalu ada di pikirannya. Yeoja ini yang sangat di cintainya.

“Oppa tersenyumlah..” Pinta Yongri.

“Hmm? Apa kau tak pernah melihatku tersenyum?”

“Aniyo. Cepatlah tersenyum. Aku ingin melihat sepasang dimple di pipimu.” Pintanya lagi. Siwon pun tersenyum semanis mungkin. Menampilkan kedua lesung pipi di pipinya. Menambah kesan tampan pada dirinya.

“Tampan.” Gumam Yongri.

“Dan kau cantik.” Balas Siwon. Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Yongri. Semakin dekat hingga hidung mereka bersentuhan. Sadar akan apa yang mau di lakukan Siwon, Yongri segera menutup mulut Siwon menggunakan tangan kirinya. Membuat Siwon menunjukkan raut bingung.

“Jangan pernah sekali-kali mencoba untuk mencium bibirku Tuan Choi. Aku tidak akan pernah mengizinkannya. Bibirku ini hanya untuk suamiku.” Ujar Yongri yang berhasil membuat Siwon tertawa terbahak.

“Ya! Apa ada yang lucu?” Tanya Yongri kesal.

“Aniyo. Tapi Yongri-ya, apa kau tidak mengizinkanku menciummu sekali saja?” Tanya Siwon memelas. Yongri menggerakkan telunjuknya ke kanan dan ke kiri tepat di hadapan Siwon. Siwon menghela nafas namun tetap tidak kehilangan akal.

“Bagaimana jika kita taruhan?” Tantang Siwon.

“Mwo?! Taruhan apa?”

“Apa saja. Otte?”

“Lalu?”

“Jika kau menang, kau boleh minta apa saja dariku.”

“Jinjjayeo?” Tanya Yongri antusias. Siwon mengangguk mantap.

“Tapi jika kau kalah…..” Yongri bergidik ngeri menunggu lanjutan ucapan Siwon.

“Kau harus menciumku. Eotteokeh?” Mata Yongri membesar.

“Mwo?! Shireo!!” Tolaknya mentah-mentah.

“Ya! Bukankah setimpal jika kau menang? Aku hanya meminta kau menciumku, tidak lebih. Sedangkan kau bisa minta apa saja. Bukankah itu cukup adil?” Balas Siwon tidak terima.

“Bagaimana jika yang lain saja?” Pinta Yongri.

“Shireo!” Tolak Siwon. Yongri menghela nafas dan mengangguk pelan. Siwon tersenyum puas melihat Yongri mengangguk.

“Baiklah, aku harus kembali ke dorm. Ini sudah sore.” Ucap Siwon.

“Secepat itukah?” Raut wajah Yongri kecewa.

“Aigooo.. Apa kau begitu merindukanku?” Goda Siwon. Yongri mendengus kesal.

“Aku akan datang lagi besok.” Janji Siwon. Yongri mengangguk.

“Aku pergi.” Ucap Siwon sembari mengecup lama kening Yongri dan bergegas menuju pintu. Namun sebelum benar-benar keluar ia berbalik menatap Yongri dengan mengeluarkan smirknya. Membuat Yongri sempat menegang melihat ekspresi itu.

“Persiapkan bibirmu. Karena kau tidak akan pernah menang melawan Choi Siwon.” Ucapnya kemudian keluar dari kamar itu.

“Yakk!! Mesummmm!!!”Teriak Yongri. Dapat ia dengar tawa puas Siwon dari luar sana.

 

~~~~~~~~~

 

“ANNYEONG!!!” Teriak Yongri ketika membuka pintu dorm. Namun raut wajah yang tadinya sumringah berganti dengan kekecewaan. Bagaimana tidak? Ia yang tadinya ingin memberikan kejutan untuk oppa-oppanya dengan kehadiran dirinya disini, justru ia yang di kejutkan dengan tidak adanya satu orang pun di sana. Yongri mendengus kesal. Ia masuk kedalam dan membanting pintu dorm. Ia menghentak-hentakkan kakinya pertanda benar-benar kesal.

“Menyebalkan!!” Pekiknya tertahan. Akhirnya Yongri memutuskan untuk menunggu para member dengan menonton TV. Bermaksud untuk menghilangkan bosan dengan menonton TV, namun membuahkan hasil ia bertambah bosan.

“Ahhhh!! Aku bosann!!! Oppadeul kapan kalian pulang. Huff..” Ucapnya lirih. Yongri berdiri dari duduknya dan menuju kamar Siwon. Ketika pintu terbuka, dilihatnya kamar Siwon sedikit berantakan. Ia tersenyum senang merasa mendapatkan pekerjaan. Di mulai dari kasurnya yang berantakan karena selimut di biarkan begitu saja tanpa dilipat. Ditariknya selimut itu dan mulai melipatnya. Kemudian beberapa kali memukul bantal yang biasa di pakai Siwon, untuk menghilangkan debu. Selanjutnya ia berlanjut ke lemari pakaian. Dilihatnya beberapa kaos Siwon tergantung di depan pintu lemari, dan sepertinya habis di pakai. Di ambilnya kaos-kaos itu dan menaruhnya di tumpukkan baju kotor. Ia mengedarkan pandangannya lagi dan sepertinya semua sudah cukup rapi. Yongri pun membaringkan dirinya di kasur Siwon. Tercium olehnya aroma Siwon yang selalu membuatnya mabuk. Awalnya, ia hanya ingin berbaring selagi menunggu yang lain pulang. Namun karena cukup lelah, akhirnya ia pun tertidur di sana.

 

Para member baru tiba di dorm saat waktu menunjukkan tengah malam. Raut wajah mereka yang sangat kelelahan, membuat mereka langsung memilih untuk tidur. Untung saja besok hari minggu dan kebetulan mereka free.

“Jaljayo yeorobeun..” Ucap Shindong pada yang lainnya. Member yang lain hanya mengangguk lemas.

Siwon dengan gontai melangkah ke kamarnya. Ketika membuka pintu kamar, ia sedikit terkejut melihat keadaan kamarnya yang bisa di bilang lebih rapi ketika di tinggalkan. Namun kebingungannya itu seolah terjawab ketika melihat sesosok yeoja mungil yang tidur di atas kasurnya. Sedetik kemudian Siwon merasa lelahnya hilang. Ia bahkan sanggup jika harus bernyanyi lagi sampai pagi. Di tutupnya pintu kamar dan tidak lupa di kuncinya. Kemudian ia menuju lemari mengambil baju tidur dan memakainya. Setelah selesai, dengan hati-hati ia menaiki kasurnya dan berbaring tepat di samping Yongri. Di pandanginya wajah polos Yongri ketika tidur. Di usapnya pipi merah Yongri membuat yeoja itu menggeliat dan terbangun.

“Apa aku membangunkanmu?” Tanya Siwon lembut.

“Oppa!” Pekik Yongri terkejut.

“Ssstt.. Kau bisa menganggu tidur member yang lain.”

“Oppa kapan pulang?”

“Baru saja.”

“Jam berapa sekarang oppa?”

“Setengah satu.” Jawab Siwon enteng membuat Yongri membulatkan matanya.

“Omo! Aku harus pulang oppa. Appa akan marah jika aku tidak pulang. Aigoo aku tidak menyangka akan ketiduran sampai selarut ini.” Ucapnya dan beranjak dari kasur. Dengan sigap Siwon menahan pergelangan tangannya.

“Apa kau gila pulang malam-malam begini? Mau kejadian waktu itu terulang lagi?” Seketika Yongri bergidik ngeri.

“Makanya oppa antarkan aku pulang.” Pintanya manja.

“Kau tega denganku? Aku baru pulang Yongri-ya. Aku lelah sekali.” Ucap Siwon tak kalah manja.

“Aduhh.. Lalu aku harus bagaimana? Bukankah kamarku sudah di pakai oleh Donghae oppa? Aku tidur dimana?” Tanya Yongri memelas. Siwon tersenyum melihat raut wajah lucu yeojanya itu.

“Disini. Bersamaku.” Jawab Siwon. Yongri lagi-lagi membulatkan matanya. Siwon menyentil pelan dahinya.

“Jangan berpikiran macam-macam. Sudah cepat tidur. Ini sudah malam.” Ucap Siwon dan menarik Yongri kembali berbaring. Yongri mendengus kesal namun tetap mengikutinya.

“Apa kau yang membereskan kamarku?” Tanya Siwon. Sekarang mereka tengah berbaring menyamping saling berhadapan. Yongri tersenyum bangga.

“Untuk apa melakukannya?”

“Hahh.. Kau tau oppa? Aku tadi hampir mati kebosanan karena menunggu kalian. Tadinya aku ingin memberi kalian kejutan dengan kedatanganku.” Curhatnya membuat Siwon terkekeh. Siwon membelai sayang rambutnya.

“Seharusnya beritahu kami jika ingin datang.” Kata Siwon.

“Aku kan sudah bilang ingin memberi kejutan. Jika aku memberitau itu bukan kejutan. Oppa pabo!” Siwon terkejut mendengar Yongri mengatainya pabo.

“Ya! Apa katamu?”

“Pa-bo.” Ucapnya mengulang. Dengan cepat Siwon berguling menjadi setengah menindih tubuh Yongri.

“Akhh!!” Jerit Yongri tertahan. Yongri memejamkan matanya erat-erat takut dengan apa yang akan dilakukan namjanya itu.

“Hehh!! Bukan matamu anak nakal!” Yongri membuka matanya dan memandang Siwon kesal.

“Siapa yang kau sebut anak nakal? Enak saja!” Dengus Yongri.

“Siapa suruh kau mengatakan aku pabo?” Balas Siwon.

“Oppa memang pabo.” Yongri terkikik saat selesai mengucapkan kalimat itu. Siwon mendekatkan wajahnya dengan wajah Yongri. Membuat wajah Yongri menegang.

“Oppa apa yang kau lakukan?” Ucapnya takut-takut.

“Wae? Aku hanya ingin menunjukkan apa yang bisa di lakukan oleh laki-laki pabo ini.” Ucap Siwon dengan smirknya.

“Oppa kau tak boleh melanggar perjanjian kita!” Rengek Yongri. Siwon tidak memperdulikan ucapan Yongri dan tetap mendekatkan wajahnya. Yongri yang benar-benar panik hanya bisa memejamkan matanya erat-erat. Siwon yang melihat ekspresi yeojanya itu tersenyum geli. Di daratkannya bibirnya di kening Yongri. Kemudian turun ke kedua matanya, ke dua pipinya. Kemudian bibirnya menuju bibir Yongri. Ketika jarak bibir mereka hanya tinggal beberapa centi lagi, Siwon berbisik.

“Aku akan mendapatkannya sebentar lagi.” Kemudian ia kembali berguling ke posisi semula. Di tariknya Yongri ke dalam pelukannya. Yongri yang merasa di kerjai memukul pelan dada Siwon. Dan setelah itu mereka sama-sama terlelap dalam tidur.

 

~~~~~~~~~

 

Sinar matahari pagi sudah menampakkan keagungannya. Cahaya panas itu memasuki jendela mana saja dengan angkuhnya. Termasuk memasuki celah kamar Siwon, membuat dua insan yang tidur berdampingan itu menggeliat hingga terbangun.

“Ahh aku benci matahari.” Ucap Yongri dengan suara serak. Siwon yang baru saja membuka matanya sontak tersenyum melihat keluhan gadisnya itu. Yongri menarik selimut dan menutupinya hingga ke atas kepala. Melanjutkan tidurnya yang merasa terganggu oleh datangnya pagi.

“Ireona pemalas!” Ucap Siwon sembari mengguncang tubuh Yongri.

“Oppa aku masih ngantuk. Kau bangun duluan saja.” Ucap Yongri.

“Ya! Bagaimana jika kita sudah menikah? Apa kau akan menyuruh suamimu bangun terlebih dulu? Istri macam apa itu?” Keluh Siwon. Yongri membuka kasar selimutnya.

“Siapa yang mau menikah denganmu?” Tanya Yongri ketus.

“Mwo?! Kau tidak ingin menjadi istriku?” Tanya Siwon tak percaya.

“Ne, aku tidak mau.”

“Kau akan menyesal, Nona Park. Sekarang ayo bangun. Semua member pasti sudah bangun.” Ucap Siwon kemudian beranjak dari tidurnya. Ia berdiri tepat di samping Yongri yang menarik paksa tubuh gadis itu hingga ikut berdiri seperti Siwon. Namun karena Yongri yang masih malas, sengaja melenturkan tubuhnya hingga ia berdiri dengan miring membuat Siwon mau tak mau memeluknya agar tak terjatuh.

“Yak! Aish..” Geram Siwon.

“Nona Park, kau ingin bangun sendiri atau aku akan menciummu untuk membangunkanmu?” Ucap Siwon datar. Dengan sangat terpaksa Yongri pun membuka matanya dan mendengus kesal. Siwon tersenyum dan mencium kening Yongri.

“Selamat pagi..” Ucapnya kemudian menarik Yongri keluar kamar.

Di luar semua member sudah bangun dan mandi. Mereka sedang bersantai di ruang tengah sambil menonton TV. Mendengar suara pintu terbuka, mereka mengalihkan pandangannya dan melihat Siwon keluar dari kamar, diikuti yeoja mungil di belakangnya.

“YAAA!!” Teriak semua member ketika melihat Yongri keluar dari kamar Siwon.

“Ada apa pagi-pagi sudah berteriak?” Tanya Siwon polos.

“Ba-bagai-mana mungkin Yong-Yongri keluar dari kamarmu, hyung? Kapan ia datang? Sedari tadi tidak ada yang datang.” Tanya Ryeowook terbata.

“Park Yongri! Apa yang kau lakukan di kamar Siwon?” Tanya Leeteuk curiga.

“Ini semua juga karena kalian.” Dengus Yongri kesal.

“Mwo?! Apa maksudmu?” Tanya Eunhyuk bingung.

“Aku kemarin datang kesini tapi kalian tidak ada. Aku ketiduran di kamar Siwon oppa hingga kalian pulang. Siwon oppa menyuruhku tidur dengannya karena hari sudah malam. Lagipula Siwon oppa kelelahan jika harus mengantarku pulang.” Jelas Yongri.

“KALIAN TIDUR BERSAMA??” Teriak Yesung tidak percaya.

“Aishh!! Jangan berlebihan hyung. Aku bukan Eunhyuk yang berpikiran mesum. Aku hanya berbagi tempat tidur dengannya. Tidak lebih.” Siwon membela diri.

“Kenapa tidak tidur denganku saja?” Tanya Leeteuk kesal.

“Oh ayolah oppa. Aku dan Siwon oppa tidak melakukan apapun. Apa kalian lupa jika teman kalian ini taat agama? Jadi kami tidak mungkin melakukan macam-macam sebelum ada ikatan.” Jelas Yongri lagi.

“Jeongmalyeo?” Tanya Leeteuk masih tak percaya.

“Aishh ya!! Terserah kalian mau percaya atau tidak!” Bentak Yongri kesal dan segera menuju kamar mandi. Semua member memandang Siwon yang saat itu juga menunjukkan raut tidak mau tau.

~~~~~~~

“Kemana mereka semua?” Tanya Yongri pada Siwon ketika mereka sampai di dorm. Dorm sepi sekali.

“Entahlah.. Tapi setauku mereka mengatakan tidak akan kemana-mana tadi.” Jawab Siwon.

“Benarkah? Coba aku cek ke kamar Jungsoo oppa dulu.” Ucap Yongri. Siwon mengangguk. Yongri pun melangkah ke kamar Leeteuk. Dilihatnya Leeteuk sedang tidur di kamarnya. Ia sedikit aneh. Tidak biasanya oppanya itu tidur siang seperti ini.

‘Apa oppa sakit?’ Batinnya. Ia pun mendekati oppanya dan duduk di tepi kasur.

“Oppa..” Panggilnya mencoba membangunkan Leeteuk.

“Eung.. Yongri? Ada apa?” Tanya Leeteuk ketika terbangun.

“Oppa kenapa? Tumben sekali tidur siang? Apa kau sakit?” Tanyanya sembari meletakkan punggung tangannya di kening Leeteuk.

“Oppa baik-baik saja. Ish.. Kau berlebihan. Oppa tidur siang karena nanti malam kami akan bergadang.” Jawab Leeteuk.

“Kami?”

“Ne, bersama member yang lain. Mereka semua juga sedang tidur sekarang.”

“Memangnya untuk apa?”

“Nanti malam kami akan menonton bola. Hahaha.”

“Aish.. Menyebalkan. Yasudahlah, tidurlah lagi.” Ucap Yongri kemudian keluar dari kamar Leeteuk.

Yongri melihat Siwon tengah menonton TV di ruang tengah. Di hampirinya dan duduk tepat di sebelahnya.

“Bagaimana?” Tanya Siwon.

“Mereka semua sedang tidur.”

“Mwo?! Apa tidak salah?” Tanya Siwon terkejut.

“Ne, katanya nanti malam akan menonton bola.” Siwon tampak mengangguk. Namun beberapa saat kemudian ia terlonjak.

“Oppa ada apa?” Tanya Yongri khawatir.

“Kau ingat jika kita akan taruhan?” Tanya Siwon. Yongri mengangguk.

“Bagaimana kalau malam ini kita gunakan taruhan itu?”

“Maksud oppa?”

“Aish. Yeoja pabo! Bukankah hari ini ada pertandingan bola? Kalau tidak salah MU melawan Barca. Kau pilih apa?” Tanya Siwon.

“Aku? Hmm.. Barca saja.” Jawab Yongri.

“Baiklah kalau begitu aku MU. Jika aku menang, kau harus ingat janjimu. Dan jika aku kalah, aku juga akan ingat janjiku. Otte?”

“Eoh? Oppa…haruskah?” Yongri memelas.

“Ne! Tentu saja. Apa kau takut, huh?!” Ejek Siwon.

“Aish! Tidak. Baiklah aku terima ajakkan itu.” Dengus Yongri.

“Malam ini kita nonton bersama saja disini.” Ucap Siwon.

“Mwo?! Tidak mungkin oppa. Kau mau di bunuh appa?” Tanya Yongri ngeri.

“Kajja!!” Ajak Siwon sembari menarik lembut pergelangan tangan Yongri.

“Kemana?”

“Kantor appamu.”

“Mwo?! Untuk apa?”

“Minta izin untuk malam ini. Kajja!” Yongri yang terkejut hanya bisa pasrah dalam tarikkan Siwon.

 

Setengah jam kemudian, Yongri dan Siwon sampai di Park Corp –perusahaan ayah Leeteuk dan Yongri-.

“Nona Park, apa anda mencari Direktur?” Tanya recepsionist ketika mereka memasuki tempat itu.

“Ne, apa ada?” Siwon yang menjawab pertanyaan itu.

“Ada, beliau baru saja selesai rapat.”

“Baik, gomawo.” Ujar Siwon lagi, dan langsung menuju lift. Setelah pintu lift tertutup, Yongri menekan angka 13.

“Oppa kau yakin?” Tanya Yongri takut.

“Tentu saja. Hei, ia itu appamu. Kenapa kau takut?” Siwon tampak bingung.

“Kau tidak mengenal appa, oppa.” Rengek Yongri. Siwon terkekeh melihat ketakutan yeojanya itu. Pintu lift terbuka dan kali ini Yongri yang memimpin jalan.

“Appa ada?” Tanya Yongri pada sekretaris appanya yang berada di depan ruangan sang appa.

“Ada Nona, apa saya perlu beritau Direktur jika anda datang?”

“Tidak perlu. Gomawo.” Yongri menghela nafas dan melirik Siwon ketika berdiri tepat di depan pintu.

 

‘Tok..tok..tok..’

 

“Masuk.” Ucap suara berat dari dalam. Dengan perlahan Yongri membuka pintu itu dan menyembulkan kepalanya di sana.

“Appa.” Panggilnya.

“Eoh? Yongri-ya? Ada apa?” Yongri masuk dan diikuti Siwon di belakangnya.

“Ah, ada Siwon-ssi juga?” Ucap appanya sedikit terkejut.

“Annyeong ahjussi.” Sapa Siwon.

“Ada apa ini?” Tanya tuan Park lagi.

“Appa…aku…aku…” Yongri menunduk dan meremas ujung kemejanya karena gugup.

“Ahjussi, bolehkan Yongri malam ini menginap di dorm?” HENING. Tidak ada satupun yang bersuara.

“Appa..” Panggil Yongri takut-takut.

“Kalian tau jawabannya.” Jawab Tuan Park datar.

“Ahjussi-”

“Aku tidak akan mengubah keputusanku.” Ucap tuan Park tegas. Siwon dan Yongri menghela nafas panjang.

“Ahjussi, aku tau kau khawatir dengan Yongri karena kejadian waktu itu. Tetapi kali ini aku janji akan menjaganya. Ah, bukan hanya aku. Tetapi Leeteuk hyung juga member yang lain.” Ucap Siwon masih mencoba meyakinkan.

“Keluar!” Ucap tuan Park.

“Ahjussi, kau boleh membunuhku jika aku tidak menepati janjiku.” Tuan Park mendongakkan kepalanya menatap Siwon tak percaya.

“Oppa..” Ucap Yongri tak percaya.

“Apa aku bisa memegang kata-katamu Siwon-ssi?” Tanya tuan Park.

“Ne, ahjussi.” Jawab Siwon mantap. Tuan Park menghela nafas.

“Baiklah aku harap kau pegang kata-kata itu.” Ucap tuan Park akhirnya.

“Kyaaaaaa appaa!!!! Gomawoyo..” Pekik Yongri riang sembari menghampiri sang appa dan memeluknya.

“Ya! Ya! Apa kau tidak malu dilihat oleh kekasihmu?” Tanya Tuan Park.

“Biarkan saja.” Jawab Yongri cuek dan masih tetap memeluk appanya. Siwon hanya bisa tersenyum geli melihat sifat yeojanya yang super manja.

 

“Annyeong..” Sapa Yongri ketika memasukki dorm.

“Eoh Yongri? Ada apa? Ini sudah malam. Kenapa kau kemari?” Tanya Leeteuk bertubi-tubi ketika melihat adiknya itu datang bersama Siwon.

“Ish. Kau tidak menyukai aku disini?” Yongri tampak kecewa.

“Dia akan menginap di sini hyung malam ini.” Ucap Siwon yang membuat Leeteuk serta semua member terkejut.

“Jinjjayeo?” Tanya Kyuhyun tak percaya.

“Ne.” Jawab Yongri sembari tersenyum.

“Apa appa mengizinkan?” Tanya Leeteuk.

“Hmm. Adikmu ini yang sudah meminta izin pada appa.” Jawab Yongri sembari menepuk pelan pundak Siwon.

“Kyaaaa!! Ini daebak!!” Teriak Eunhyuk senang.

“Oh ya, kami sudah membeli makanan untuk kita malam ini.” Ucap Siwon.

Setelah selesai menyantap makan malam, semua member dan Yongri berkumpul di ruang tengah sembari menunggu pertandingan bola itu di mulai. Siwon dan Yongri duduk berdampingan di atas sofa bersama Leeteuk, Kyuhyun, dan Yesung. Sedangkan yang lain duduk di lantai yang sudah di lapisi karpet.

“Aish ya!! Kyuhyun oppa kau curang!” Pekik Yongri tiba-tiba. Membuat Kyuhyun tertawa puas. Yongri dan Kyuhyun sedang bermain PSP bersama.

“Kekeke.. Kau itu memang pabo!” Ejek Kyuhyun. Yongri mengambil bantal sofa yang di peluk Siwon dan melemparkannya pada Kyuhyun.

“Yakk!! Dasar kurang ajar. Kalau kalah yan kalah saja.” Ujar Kyuhyun kesal. Siwon merampas PSP di tangan Yongri dan menaruhnya di meja.

“Jika tidak ingin di bodohi Kyuhyun, jangan bermain lagi.” Ujar Siwon dan membuat Yongri mendengus kesal.

“Ya lebih baik kalian diam. Sebentar lagi akan di mulai.” Kata Eunhyuk.

Pertandingan bola pun di mulai. Semua sangat serius memandang TV di hadapan mereka. Tak jarang mereka berteriak heboh manakala pilihan mereka hampir menjebol gawang lawan. Babak pertama berakhir dengan score 0-0. Membuat Yongri dan Siwon masih bisa bernafas lega.

“Hoaamm.. Aku ngantuk.” Keluh Yongri. Bagaimana tidak, jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Tetapi semua member masih terlihat segar.

“Dasar anak kecil!” Ejek Siwon.

Babak kedua pun di mulai. Ketika sedang asik menonton, Siwon merasakan deruan nafas teratur pada lekuk lehernya. Ketika ia menoleh, bibirnya tepat mengenai hidung Yongri. Ternyata yeoja itu tertidur dengan menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Siwon. Beruntung member lain terlalu fokus menonton sehingga tidak memperhatikan mereka.

‘Aish yeoja ini menguji imanku.’ Batin Siwon. Biar bagaimanapun Siwon juga merupakan lelaki normal. Namja mana yang tidak akan bernafsu jika daerah sensitifnya di serang seperti itu? Namun akal sehat dan cintanya mampu mengalahkan nafsu yang tidak seberapa itu. Di pindahkannya kepala Yongri menjadi bersandar di dadanya, kemudian memeluk yeoja itu.

 

~~~~~~~~~~

 

Yongri mengerjapkan matanya berkali-kali. Badannya terasa pegal karena semalam tertidur di sofa. Ia merenggangkan otot-ototnya dan melihat semua member masih tertidur pulas.

“OPPADEUL BANGUN!!!!” Teriaknya kencang membuat semua member terlonjak bangun dan mengumpat kesal.

“Aish jinjja Park Yongri! Kau mau mati, huh?!” Geram Kyuhyun.

“Bagaimana pertandingan semalam?” Tanyanya.

“Itu tidak perlu kau tanya, tanpa menonton pun kita pasti tau jika MU akan menang.” Jawab Eunhyuk kesal. Jantung Yongri dengan seketika berdegup kencang. Satu persatu member beranjak dan ke kamar masing-masing. Tersisalah Siwon dan Yongri di sana. Dengan takut-takut Yongri menolehkan kepalanya melihat Siwon. Jantungnya tambah berdegup manakala Siwon sedang tersenyum menggoda.

“Oppa..” Ucapnya sangat pelan.

“Jadi bagaimana Nona Park? Kapan kau akan menepati janjimu itu, huh?!” Tanya Siwon sembari mendekatkan wajahnya pada Yongri. Yongri terus mundur sampai akhirnya terbaring di atas sofa dengan Siwon menindihnya.

“Op-oppa jangan sekarang. Aku belum siap.” Tolak Yongri.

“Tapi aku siap Nona Park.” Bisik Siwon. Siwon terus mendekatkan wajahnya pada Yongri.

“YA!! Apa yang kalian lakukan?” Teriak Sungmin ketika keluar dari kamarnya. Siwon mengumpat kesal dan mengubah posisi menjadi duduk. Sedangkan Yongri mendesah lega karena Sungmin datang tepat waktu.

“Dasar penganggu.” Umpat Siwon.

“Mwo?! Apa katamu? Ku adukan pada Leeteuk hyung tau rasa kau.” Ancam Sungmin.

 

~~~~~~~~

 

Pagi ini, Yongri memaksa Nyonya Park untuk membantunya membuat kue. Walaupun Yongri pandai memasak, tapi untuk membuat kue dia angkat tangan.

“Ya Yongri-ya! Tepungnya tambah sedikit lagi. Aish kau ini!” Geram Nyonya Park.

“Eomma ini sulit sekali. Aish sudah berapa lama aku mencobanya. Dari tadi ada saja yang kurang.” Keluh Yongri.

“Aigoo,, bagaimana mungkin kau menyerah? Padahal ini untuk namjachingumu sendiri.” Sindir Nyonya Park.

“Eomma eotteokeh? Ini sudah jam 11 siang. Aku belum bersiap-siap untuk acara nanti malam.” Keluhnya lagi.

“Makanya cepat selesaikan. Setelah itu kau bersiap-siap dan kita segera ke dorm. Arra?” Ucap Nyonya Park. Yongri mengangguk dan kembali mengaduk adonan. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun Siwon. Yongri sengaja membuat kue ulang tahun sendiri untuk acara nanti malam. Para member sengaja mengadakan pesta ulang tahun untuk Siwon di dorm. Bukan hanya member dan Yongri saja, tetapi semua orang tua para member pun hadir.

“KYAAAA!! Akhirnya selesai juga.” Pekik Yongri senang.

“Ya! Kau mau membuat eommamu jantungan?” Tanya sang eomma kesal.

“Eomma gomawoyo. Ahh yeppeuda.” Ucap Yongri tak memperdulikan tampang kesal eommanya itu.

“Ish. Yasudah, sekarang kau siap-siap sana. Setelah appa dan eonniemu pulang kita segera ke dorm.” Usul eommanya. Yongri mengangguk dan segera melesat ke kamarnya.

 

 

“Eomma aku gugup.” Ucap Yongri ketika mereka sudah sampai di lift menuju dorm.

“Wae?” Tanya Inyoung.

“Hari ini semua orangtua member datang. Bukankah orangtua Siwon oppa juga? Bagaimana jika mereka tidak menyukaiku?” Tanya Yongri takut. Ia menggengam erat kotak berisi kue yang susah payah di buatnya tadi siang itu.

“Aigoo.. Tenanglah, bagaimana mungkin mereka tidak menyukai anak appa yang cantik ini, hmm?” Ucap Tuan Park sembari merangkul pundak anaknya. Yongri hanya bisa tersenyum tipis. Biar bagaimanapun dia tetap gugup, ini pertama kali untuknya bertemu dengan orangtua namjanya itu.

“Lihat! Keluarga Park sudah datang..” Ujar Eunhyuk ketika membukakan pintu untuk Yongri beserta keluarganya.

“Eomma.. Appa.. Noona..” Sapa Leeteuk sembari memeluk mereka satu per satu. Yongri segera menghampiri Siwon yang tengah berdiri menatapnya dengan lembut.

“Saengil Chukkaeyo nae namja.” Ucap Yongri malu-malu. Yongri hari ini datang dengan mengenakan dress sedikit di atas lutut berwarna putih. Dengan tali spagetti yang di ikat di belakang leher, yang secara otomatis memamerkan punggung putih mulusnya.

“Gomawoyo nae yeoja.” Balas Siwon. Siwon hari ini lebih terlihat tampan dengan setelan kemeja putih yang di lapisi tuxedo hitam. Memakai celana dasar dengan warna senada dengan tuxedonya.

 

CHUU~~

 

Yongri mengecup singkat pipi kanan Siwon. Setelah melakukan itu ia menundukkan wajahnya yang memerah.

“Ya! Kenapa di sana?” Protes Siwon.

“Mwo?!” Tanya Yongri bingung.

“Disini.” Ujar Siwon sembari menunjuk bibirnya.

“Oppa!!” Sontak semua yang ada di sana tertawa kencang. Siwon tersenyum geli melihat tingkah yeojanya yang seperti anak kecil.

“Aigoo Siwon-ah, inikah uri Yongri yang sering kau ceritakan?” Tanya Nyonya Choi.

“Ne, eomma.” Jawab Siwon.

“Annyeong haseyo Ahjussi, ahjumma. Joneun Park Yongri imnida.” Sapa Yongri sembari sedikit membungkukkan badannya.

“Neomu yeppeo.” Puji Nyonya Choi.

“Kamsahamnida ahjumma.” Balas Yongri gugup.

“Baiklah, karena semua keluarga sudah berkumpul. Kita mulai saja acara ini.” Ujar Shindong. Semua mengangguk setuju dan memulai acara. Tidak lupa menyalakan lilin yang di taruh di atas kue buatan Yongri. Setelah menyanyikan lagu ulang tahun untuk Siwon, lilin itu di tiup dengan sambutan tepuk tangan yang meriah.

“Nah Wonnie, sekarang potong kuenya dan potongan pertama itu berikan pada orang yang special.” Ujar Yesung dan di balas anggukan oleh Siwon. Setelah memotong kue dan menaruh di atas piring, Siwon pun memberikan kue itu pada Yongri. Yongri tampak terkejut.

“Oppa seharusnya kau beri pada ahjussi atau ahjumma.” Bisik Yongri.

“Kami sudah biasa Yongri-ya.” Ucap Tuan Choi.

“Ayo buka mulutmu.” Pinta Siwon. Yongri yang awalnya ragu membuka mulutnya. Siwon melayangkan ciuman ringan di keningnya setelah menyuapi kue itu. Lagi-lagi semua yang ada di sana bertepuk tangan.

“Aku mau kue itu!” Pekik Shindong tiba-tiba.

“Ya, hyung! Ingat badanmu itu.” Sambar Kyuhyun membuat yang lain tersenyum geli.

“Oke, aku ingin berbicara sebentar.” Ucap Siwon tiba-tiba dan membuat suasana hening.

“Ahjussi, ahjumma, appa, eomma, Leeteuk hyung, dan Inyoung Noona. Aku ingin minta izin pada kalian untuk melamar Yongri.”

“Mwo?!” Teriak beberapa orang di sana. Bagaimana tidak, Siwon tidak pernah membicarakan masalah ini sebelumnya. Namun tiba-tiba ia berniat melamar Yongri. Wajar saja jika semua yang ada di sana terkejut.

“Semua kami serahkan pada Yongri, Siwon-ah.” Ucap Tuan Park. Siwon mengangguk kemudian menghadap Yongri. Dikeluarkannya kotak berwarna biru berisi cincin.

“Yongri-ya, mungkin kita memang belum lama menjalin hubungan. Tapi aku sudah benar-benar yakin dengan pilihan hatiku. Kau satu-satunya yeoja yang mampu membuatku menangis. Karena apa? Karena aku sangat mencintaimu. Aku takut kehilanganmu. Kau…maukah kau menikah denganku?” Yongri menatap Siwon tak percaya. Pandangannya kabur karena menahan airmata yang mendesak keluar.

“Oppa…” Desisnya lirih. Siwon masih memandangnya penuh harap.

“Ne oppa, aku mau.” Jawab Yongri akhirnya. Siwon segera meraih tangan Yongri dan memasangkan cincin itu pada jari manisnya.

“Saranghae.” Bisik Siwon.

“Nado.” Balas Yongri kemudian memeluk Siwon.

“So sweet..” Ucap Ryeowook kagum.

 

Semua keluarga masih berkumpul di dorm. Namun mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang mengobrol, menonton TV, berfoto bersama, dan masih banyak lagi. Tidak dengan Yongri yang sedari tadi hanya berdiri di balkon memandangi langit malam. Rasanya sudah lama ia tidak melakukan kegiatan tersebut di tempat itu. Yongri merasakan ada yang menyampirkan jas pada punggung terbukanya. Begitu menoleh, ia mendapati Donghae yang tersenyum menatapnya.

“Oppa.” Ucapnya.

“Kau memakai baju terbuka tapi berdiri di sini. Kau ingin sakit, huh?!” Sindir Donghae. Yongri terkekeh geli mendengar ucapan Donghae.

“Rasanya sudah lama tidak mengobrol denganmu.” Ujar Donghae.

“Benarkah?” Tanya Yongri. Donghae mengangguk.

“Apa kau senang?” Tanya Donghae.

“Hmm.. Neomu haengbokhae.” Jawab Yongri.

“Aku juga senang melihat adikku ini senang.” Ujar Donghae sembari mengacak poni Yongri.

“Aigoo,, apa calon istriku sedang berselingkuh sekarang?” Yongri dan Donghae serempak menoleh pada asal suara. Siwon tengah berdiri di garis pintu balkon dengan kedua tangannya yang di masukkan ke dalam saku celana.

“Apa kau rela jika Yongri berselingkuh?” Tanya Donghae membalas candaan Siwon.

“Rela saja. Tetapi setelahnya namja itu akan kubunuh.” Jawab Siwon enteng.

“Ne, dan setelah itu aku akan meninggalkanmu.” Balas Yongri.

“Mwo?!”

“Siapa juga yang mau mempunyai calon suami pembunuh?” Dengus Yongri. Siwon dan Donghae tertawa pelan.

“Hae-ya.. Bolehkah aku membawanya bersamaku?” Tanya Siwon.

“Silahkan.” Jawab Donghae. Siwon menarik tangan Yongri menuju kamarnya. Setelah keduanya masuk, Siwon mengunci pintu itu.

“Ya! Kenapa di kunci?” Protes Yongri.

“Wae? Aku ingin menagih kadoku.”

“Kadomu diluar oppa. Aku sudah menyiapkannya.”

“Aniyo. Bukan itu.”

“Lalu?” Yongri menautkan alisnya bingung. Perlahan Siwon melepaskan jas yang tersampir di badan Yongri. Di lemparnya jas itu di atas kasurnya. Kemudian ia terus berjalan mendekati Yongri. Yongri yang gugup pun terus memundurkan langkahnya sampai membentur tembok.

“Oppa..” Desis Yongri.

“Tepati janjimu Yongri-ssi.” Ucap Siwon tegas. Siwon terus mendekatkan wajahnya pada wajah Yongri.

“Oppa..oppa..” Yongri masih mencoba menahan Siwon.

“Apa lagi?” Tanya Siwon gusar.

“Sekali saja, ne?” Pinta Yongri. Siwon mengangguk dan kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Yongri. Perlahan namun pasti keduanya menutup mata. Dan sesaat kemudian, bibir keduanya menyatu. Siwon melumat lembut bibir Yongri. Manis. Itulah kesan ciuman pertama mereka ini. Siwon terus, terus, dan terus melumat bibir yeojanya itu.

“Buka mulutmu.” Bisik Siwon di sela-sela ciuman mereka. Yongri menurut dan membuka mulutnya. Dengan pasti Siwon melesatkan lidahnya mencari-cari lidah Yongri. Ciuman lembut itu terus berlanjut hingga beberapa menit. Setelah merasa kekurangan oksigen, Yongri memukul pelan pundak Siwon bermaksud untuk melepas ciuman itu. Seakan mengerti, Siwon pun memperlambat lumatan itu menjadi kecupan-kecupan singkat hingga tautan bibir mereka terlepas. Keduanya membuka mata dan saling memandang. Yongri meraba bibir bawah Siwon yang basah akibat ciuman mereka itu.

“Saranghae.” Ujar Siwon.

“Jeongmal Saranghae.” Ucapnya lagi. Yongri tersenyum mendengar ucapan Siwon.

“Mianhae.” Kata Siwon. Seketika raut wajah Yongri menjadi bingung.

“Sepertinya tidak bisa hanya sekali.”

“Mwo?!” Tanpa menjawab pertanyaan Yongri, Siwon kembali melumat bibir Yongri dengan lembut dan intens.

 

–Fin–

Advertisements

25 thoughts on “정말 사랑해 (Jeongmal Saranghae) – Part 5 END

  1. Siwon oppa nakal dech pdhl janjinya satu kali kissue malah jd dua.. Yongri kaget dech, waw Siwon oppa melamar Yongri so sweet

  2. Kyaaa….. Happy ending dan ending nya super sweet…. Ditutup dgn kisseu…
    Aigooo, chingu-ya, FF km ink bikin envy 😀
    Fighting bwt karya selanjutnya.
    N gomaWON utk FF ini ^^

  3. hyeeeee happy ending…
    manis banget hubungan mereka..
    siwon manja,udah so sweet lagi… mau banget jadi yongri,gue envy berat masaa…u,u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s