Regret – Part 1

Regret – Part 1

Author

Choineke

Title

Regret

Cast

 Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Other cast

Cho Kyuhyun, Kim Sangmi, Kim Ryeowook

Genre

Romance, Sad

Length

Chapter

Rating

PG-15

Apapun yang kita miliki di dunia ini, tidak akan pernah kita sadari dan syukuri sebelum kita kehilangannya. Setelah hilang, yang akan kita rasakan hanya penyesalan. Penyesalan yang tidak akan pernah ada gunanya.

~~~

Author POV

Seorang gadis dengan penampilan berkelas tampak memasukki sebuah lobby apartement di daerah Gangnam. Ia melangkah tanpa ragu-ragu untuk masuk ke dalam lift hingga sampai di depan sebuat apartement yang terletak di lantai 17. Gadis itu memasukkan beberapa kombinasi angka dan sesaat kemudian pintu apartement itu terbuka. Ia tersenyum singkat saat melihat seorang laki-laki yang tampak serius membaca sebuah buku hingga tak menyambut kedatangannya.

“Tampaknya buku itu lebih menarik.” Ujarnya. Laki-laki itu menurunkan buku yang tengah dibacanya. Setelah tersenyum tipis, ia kembali melanjutkan kegiatannya. Gadis itu meletakkan tas kecil yang di bawahnya ke atas meja kemudian berbaring di atas paha laki-laki itu.

“Oppa jangan mengacuhkanku.” Ucap gadis itu manja.

“Kenapa?” Sahut namja itu terdengar cuek.

“Hari ini aku lelah sekali oppa. Beberapa hari ini banyak sekali kontrak pemotretan yang harus aku jalani.” Curhatnya. Laki-laki itu menghela nafas sebentar sebelum menutup buku yang sedang di bacanya dan kemudian melemparnya begitu saja ke atas tempat tidur.

“Sejak kapan Kim Sangmi menjadi tukang mengeluh seperti ini?” Sindir laki-laki itu sembari membelai lembut puncak kepalanya.

“Siwon oppa..” Panggil Sangmi, membuat gerakan laki-laki yang di panggil Siwon itu terhenti.

“Apa?”

“Kira-kira apa yang akan di lakukan eonnie jika tau kita melakukan ini di belakangnya?” Tanyanya dengan senyum sinis. Siwon mengerutkan keningnya sesaat.

“Mungkin dia akan membunuh kita.” Jawabnya. Seketika tawa Sangmi meledak saat mendengar jawaban Siwon.

“Mana mungkin eonnie berani melakukannya. Kau tau dia sangat mencintaimu oppa.” Ucap Sangmi.

“Sudahlah, aku malas membahasnya.” Balas Siwon acuh sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Bersamaan dengan itu, bunyi ponsel Sangmi terdengar nyaring dari dalam tasnya. Sangmi segera beranjak dari posisinya dan mengambil tasnya untuk menjawab telepon itu.

“Yoboseo.” Ucapnya.

Kau di mana? Ini sudah malam. Appa dan eomma sudah menanyakan keberadaanmu.” Sangmi memutar kedua bola matanya seolah malas mendengar ucapan itu.

“Aku akan pulang sekarang.” Katanya singkat dan segera memutuskan sambungan telepon.

“Siapa?” Tanya Siwon.

“Eonnie. Aneh, sudah larut begini kenapa dia masih di rumah? Bukankah seharusnya dia ada di apartement kalian?”

“Sudahlah. Sebaiknya ku antar kau pulang sekarang.” Siwon segera berdiri dari duduknya dan melangkah keluar apartement.

“Oppa..” Langkah Siwon terhenti mendengar panggilan Sangmi. Siwon membalikan badannya dan menanti ucapan Sangmi selanjutnya.

“Apa kau tak pernah mengkhawatirkannya sedikitpun?” Tanya Sangmi dengan penuh rasa ingin tau.

“Apa kau sangat ingin tau?” Tanya Siwon balik. Sangmi menggeleng.

“Aku tidak ingin tau. Aku hanya ingin kau menjawab tidak.”

“Baiklah. Karena itu keinginanmu, maka aku akan menjawab tidak.” Sangmi tersenyum senang saat mendengar kata-kata Siwon. Ia segera menghampiri Siwon dan mengapit lengannya.

“Kajja.”

 

 

Siwon memasukki sebuah apartement mewah, lebih mewah dari pada apartement tempatnya bertemu dengan Sangmi tadi. Ia berjalan ke dapur dan membuka kulkas. Di keluarkannya sebotol air dingin dan langsung meneguk setengah isinya.

“Baru pulang?” Siwon menoleh saat mendengar ada yang mengajaknya berbicara.

“Bukankah kau juga.” Sahutnya sembari meletakkan botol minum itu dan menutup kulkas.

“Bagaimana kau tau?” Tanya orang itu.

“Apa itu penting? Aku lelah. Aku mau tidur.” Ujar Siwon dengan nada dingin dan segera berlalu dari hadapan orang itu. Namun baru dua langkah melewatinya, Siwon menghentikan langkahnya karena pergelangan tangannya di tahan oleh orang yang mengajaknya berbicara tadi.

“Aku merindukanmu.”

“Apa kau tidak mengerti kata-kataku tadi, Yongri-ya? Aku lelah. Bisakah tidak mengangguku untuk sesuatu yang tidak penting?” Genggaman di pergelangan tangan Siwon mengendur.

“Baiklah. Maafkan aku. Selamat malam.” Siwon kembali melanjutkan langkahnya yang sebelumnya tertunda hingga akhirnya masuk ke dalam kamarnya. Yongri, gadis yang merupakan tunangan Siwon itu hanya mampu menatap nanar punggung tegap Siwon hingga akhirnya menghilang dari pandangannya. Ia menghela nafas panjang sebelum akhirnya masuk ke dalam kamarnya.

 

~~~

 

Yongri berjalan gontai menuruni bis yang baru saja mengantarkannnya ke tempat kerja. Ia masih harus berjalan paling tidak satu kilometer lagi untuk sampai di sana. Yongri terus berjalan dengan melamun. Sebenarnya bukan melamun, tetapi memikirkan Siwon, tunangannya. Ia sangat mencintai tunangannya itu, tetapi sepertinya perasaannya itu tidak terbalaskan. Yongri ingin menanyakan langsung pada Siwon perihal ini, namun ia terlalu takut. Takut jika Siwon mengatakan bahwa ia tidak mencintai Yongri. Yongri tidak mau dan tidak akan pernah mau kehilangan Siwon.

Karena terlalu asik dengan dunianya sendiri, Yongri tidak menyadari jika di sampingnya ada sebuah audy hitam yang sedang mengikutinya. Sang pengemudi menurunkan kaca mobil dan membunyikan klakson berkali-kali.

“Omona!” Pekik Yongri saat suara klakson itu memekakkan telinganya.

“Noona, ayo naik.” Ucap Sang pengemudi.

“Kyuhyun-ah, kau mengagetkanku.” Keluh Yongri sembari mengelus pelan dadanya. Kyuhyun hanya tersenyum tipis seraya memberi isyarat agar Yongri masuk ke dalam mobilnya. Tanpa penolakkan, Yongri segera mengikutinya.

“Kau tidak membawa mobil?” Tanya Kyuhyun setelah kembali menjalankan mobilnya.

“Sedang malas saja.” Sahut Yongri.

“Kenapa tidak minta tunanganmu itu untuk mengantarmu?” Tanya Kyuhyun sembari sesekali menatap Yongri yang duduk di sebelahnya.

“Dia sedang sibuk.” Jawab Yongri asal. Kyuhyun hanya mengangguk dan kemudian fokus menyetir. Tidak sampai sepuluh menit, mereka sudah sampai pada tempat parkir Cho Advertising.

Semua mata para karyawan yang bekerja di sana terus mengikuti langkah Kyuhyun dan juga Yongri yang berjalan beriringan. Jelas sekali terlihat pandangan tidak suka dari mereka. Tentu saja tidak suka, siapa yang tidak ingin jika berdampingan dengan CEO muda yang tampan, pintar namun terkesan dingin. Hanya bersama Yongri lah, Kyuhyun akan bersikap hangat. Yongri merupakan sekretaris sekaligus sunbaenya ketika di perguruan tinggi. Mereka bisa di bilang cukup dekat, namun Kyuhyun tidak mengetahui bagaimana perilaku Siwon selama ini kepada Yongri. Ia hanya tau jika Siwon dan Yongri sudah bertunangan sejak satu tahun yang lalu. Dan ia pun berpikir jika hubungan mereka baik-baik saja.

“Noona apa hari ini kita ada rapat penting?” Tanya Kyuhyun ketika mereka berada di dalam lift. Yongri membuka tasnya dan mengeluarkan buku agenda yang biasa di gunakannya untuk mencatat jadwal-jadwal rapat Kyuhyun.

“Pagi ini tidak ada. Tetapi nanti malam kau ada janji makan malam dengan Direktur Lee sekaligus penandatangan kontrak, Kyuhyun-ah.” Jawab Yongri sembari terus menatap buku agendanya.

“Noona akan ikut, kan?” Yongri mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun.

“Kurasa kau tidak membutuhkanku di sana. Itu hanya penandatanganan kontrak.”

“Tetapi kau adalah sekretarisku. Sekretaris harus ikut kemanapun atasannya pergi.” Ujar Kyuhyun dengan senyum kekanakkan. Yongri mencibir.

“Arraseo. Aku tau kau memang tidak bisa apa-apa jika tidak ada sekretaris sepertiku.” Kali ini giliran Kyuhyun yang mencibir. Namun sesaat kemudian ia tersenyum senang karena Yongri akan menemaninya nanti malam.

 

 

“Terima kasih atas kerjasamanya Direktur Lee.” Ujar Kyuhyun sembari menjabat tangan Direktur Lee. Mereka baru saja menandatangani kontrak kerjasama untuk beberapa tahun ke depan.

“Sama-sama Direktur Cho. Maaf saya tidak bisa lama-lama. Saya sudah ada janji yang lain.” Balas Direktur Lee dengan tersenyum.

“Gwenchana.”

“Baiklah, saya pergi dulu.”

“Hati-hati di jalan.” Ujar Kyuhyun dan Yongri bersamaan sembari sedikit membungkukkan badan. Keduanya saling menatap kemudian tersenyum puas.

“Ayo pulang.” Ajak Yongri.

“Kenapa buru-buru? Kita harus merayakannya untuk kontrak baru ini, noona.”

“Tapi..”

“Sudahlah. Siwon hyung tidak akan marah jika kau pulang sedikit terlambat.” Yongri akhirnya hanya dan menghela nafas panjang dan kembali duduk di tempatnya.

 

 

“Terima kasih sudah mengantarkanku pulang.” Ujar Yongri sembari membungkuk sopan ke arah Kyuhyun. Membuat Kyuhyun terkekeh geli.

“Kenapa begitu formal padaku, noona? Seperti pertama kali saja aku mengantarmu pulang.” Ucap Kyuhyun. Yongri ikut terkekeh.

“Sudahlah, lebih baik kau pulang sekarang. Hari sudah semakin malam dan kau butuh istirahat.”

“Arraseo. Aku pulang dulu, noona. Titipkan salamku untuk Siwon hyung.” Yongri hanya tersenyum tipis menanggapi permintaan Kyuhyun. Setelah mobil Kyuhyun menghilang dari pandangan matanya, Yongri segera memasukki lobby apartemennya bersama Siwon.

Ketika sudah berada di apartemen, Yongri melihat ada dua buah gelas yang habis di pakai. Dan sepertinya gelas itu di pakai untuk meminum wine. Yongri menuju ruang tengah dan mendapati Siwon sedang duduk di sofa sembari sibuk dengan ponselnya.

“Apa ada tamu?” Tanya Yongri sembari duduk di sebelah Siwon.

“Wae?” Nada suara Siwon terdengar acuh.

“Aku melihat ada gelas kotor di dapur.”

“Temanku yang datang.” Yongri hanya mengangguk seolah mengerti. Sesaat kemudian Yongri sedikit mengenduskan hidungnya. Ia seperti mencium bau parfum yang dikenalnya.

“Sepertinya aku mengenal bau parfum ini.” Gumam Yongri. Siwon yang walaupun tampak fokus dengan ponselnya tetap mendengar gumaman Yongri. Ia berdehem pelan dan sedikit menggeser posisinya dari Yongri agar Yongri tidak mengetahui dari mana asal parfum itu. Yongri memutar kepalanya dan menatap Siwon.

“Apa temanmu itu….perempuan?” Tanya Yongri sedikit ragu. Siwon mengalihkan pandangannya dan menatap Yongri tajam.

“Apa itu urusanmu jika temanku laki-laki atau perempuan? Kau itu hanya tunanganku, bukan istriku! Jadi jangan mengurusi urusanku.” Ujar Siwon dengan nada sedikit meninggi. Membuat Yongri menyesali kelancangannya yang sudah bertanya. Yeoja itu akhirnya hanya menundukkan kepalanya sembari meremas jari-jarinya.

“Maafkan aku.” Lirihnya.

“Kau sendiri darimana? Apakah pantas seorang perempuan yang sudah bertunangan tetapi pulang selarut ini?” Siwon masih saja terus meninggikan suaranya.

“Aku pergi bersama Kyuhyun. Kami merayakan keberhasilan Kyuhyun karena mendapat kontrak baru.” Jawab Yongri pelan. Siwon tersenyum sinis.

“Aku tidak menyangka ternyata kau bisa dengan gamblang mengatakan pergi dengan laki-laki lain di hadapan tunanganmu sendiri.” Ucap Siwon dan segera beranjak dari duduknya menuju kamar. Yongri mendongakkan kepalanya dan menatap punggung tegap Siwon yang akhirnya menghilang di balik pintu kamar.

“Apa dia cemburu?” Gumam Yongri. Tiba-tiba Yongri merasa senang dan menganggap jika Siwon cemburu karena ia pergi bersama laki-laki lain. Batin Yongri bertanya-tanya. Inikah jawaban atas keraguannya terhadap perasaan Siwon?

 

~~~

 

Pagi itu Yongri dan Siwon sarapan bersama dalam keadaan hening. Hanya sesekali terdengar dentingan sendok dan garpu dari keduanya. Siwon lebih dulu menyelesaikan sarapannya dan beranjak untuk pergi ke kantor. Yongri segera menahan langkah Siwon.

“Siwon-ah..” Siwon berbalik dan menatap Yongri dengan pandangan tidak suka.

“Bisa antarkan aku ke kantor?” Pinta Yongri.

“Ada apa dengan mobilmu?” Tanya Siwon.

“Tidak terjadi apa-apa dengan mobilku. Aku hanya ingin kau mengantarku ke tempat kerja. Apa itu salah?” Siwon mengalihkan pandangannya dari Yongri dan menghela nafas berkali-kali. Seolah meredam emosi. Sesaat kemudian ia kembali menatap wajah Yongri yang masih penuh harap.

“Aku tunggu di mobil.” Ujar Siwon dan segera berlalu dari hadapan Yongri. Yongri tidak dapat menyembunyikan senyumnya pagi itu. Maka dengan segera ia menyambar tasnya dan menyusul Siwon yang lebih dulu keluar dari apartemen.

Mobil Siwon berhenti dengan sempurna saat sudah berada di kawasan Cho Advertising. Yongri melepas seatbeltnya dan segera keluar dari dalam mobil. Barulah ia ingin mengucapkan hati-hati di jalan pada Siwon, tetapi mobil itu sudah melaju dengan kencangnya meninggalkan lingkungan kantornya. Lagi-lagi Yongri hanya bisa menghela nafas. Ia pun segera masuk ke dalam kantor.

 

Ponsel Yongri bergetar saat ia baru saja mendudukan dirinya di kursi kerja. Ia segera mengeluarkan ponsel putihnya dari dalam tas.

“Yoboseo.” Ucapnya.

Noona..

“Eoh? Wookie-ya, ada apa?”

Appa dan eomma menyuruhmu makan malam di rumah hari ini. Ajak Siwon hyung juga.

“Malam ini? Memangnya ada acara apa? Kenapa dadakan sekali?”

Anieyo, noona. Kau seperti tidak tau eomma saja. Eomma rindu padamu.” Terdengar kekehan ringan dari sambungan telepon. Membuat Yongri tersenyum.

“Tetapi aku tidak janji bisa mengajak Siwon. Dia…sangat sibuk sekarang.”

Gwenchana. Kalau begitu nanti sore aku akan menjemputmu di kantor saja. Eotte, noona?”

“Apa tidak merepotkan? Aku bisa pergi sendiri ke rumah eomma.”

Noona! Aku ini adikmu. Bagaimana mungkin itu merepotkan? Pokoknya aku akan menjemputmu. Kau harus menungguku. Arraseo?” Lagi, Yongri tersenyum.

“Arraseo.” TREK. Yongri menghela nafas sembari menatap layar ponselnya. Walaupun dia tau Siwon akan menolak di ajak makan malam di rumahnya, tetapi Yongri tetap mengirimkannya pesan.

 

To : Siwon

Eomma mengajak makan malam di rumah malam ini. Bagaimana?

SEND

 

Tak sampai lima menit, ponsel Yongri bergetar. Ia menarik nafas panjang sebelum membaca isi pesan balasan Siwon.

 

From : Siwon

Aku sibuk.

 

See? Perkiraan Yongri memang benar. Siwon pasti tidak akan mau ikut, dan memberikan alasan sibuk. Yongri hanya mampu tersenyum miris kemudian meletakkan ponselnya di atas meja. Selanjutnya ia memulai bekerja agar pekerjaannya cepat selesai dan ia bisa segera pulang.

 

Yongri segera masuk ke dalam mobil Ryeowook begitu mobil itu berhenti tepat di hadapannya. Mobil itu kembali melaju kencang saat Yongri telah memakai seatbelt.

“Jadi, Siwon hyung tidak bisa datang?” Tanya Ryeowook memulai pembicaraan.

“Ya begitulah.” Jawab Yongri cuek. Ryeowook hanya menganggukkan kepalanya.

“Apa Sangmi akan ikut makan malam juga hari ini?” Tanya Yongri.

“Sepertinya begitu. Aku sudah memaksanya untuk ikut dan tidak boleh ada alasan apapun.”

“Aigoo kau ini. Bagaimana jika dia sedang pemotretan dan tidak bisa di batalkan?”

“Ya aku tidak mau tau, noona. Kau tau kan jika kita tidak bisa setiap hari makan malam bersama. Selagi ada kesempatan, tentu kita harus memanfaatkannya.”

“Ya. Ya. Arraseo. Berhentilah mengoceh.” Ejek Yongri.

“Aish!”

 

Setengah jam kemudian mereka sampai di kediaman keluarga Kim. Yongri dan Ryeowook segera turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah.

“Eomma…” Sapa Yongri saat melihat Ny. Kim yang keluar dari arah dapur.

“Yongri-ya, waseo.” Ny. Kim segera menghampiri Yongri dan memeluknya erat.

“Bagaimana kabarmu, eomma?”

“Eomma baik. Kau sendiri bagaimana? Sepertinya kau lebih kurus dari terakhir kali kemari.”

“Benarkah? Mungkin perasaan eomma saja. Ayo aku bantu eomma menyiapkan makan malam.” Ny. Kim mengangguk senang.

“Baiklah, aku akan ke kamar dulu.” Pamit Ryeowook dan di sambut anggukan dari keduanya.

Pasti kalian bertanya-tanya sebenarnya apa hubungan antara Yongri dengan keluarga Ryeowook. Dulu saat umur Yongri masih berusia 1 tahun, Tn. dan Ny. Kim mengadobsi Yongri untuk menjadi anak mereka. Sebenarnya Yongri adalah keponakan mereka sendiri. Orangtua Yongri meninggal karena kecelakaan pesawat di saat umurnya 1 tahun. Karena takut Yongri kekurangan kasih sayang, makanya keluarga Kim mengadobsinya. Secara kebetulan saat itu Tn dan Ny. Kim memang belum memiliki anak, hingga akhirnya lahirlah Ryeowook dan Sangmi. Sangmi sangat menyayangi Yongri ketika mereka masih kecil. Saat itu Sangmi belum tau jika Yongri bukanlah kakak kandungnya. Di saat Sangmi menginjak umur 13 tahun, saat itulah ia mengetahui semuanya. Perasaan sayang Sangmi berubah menjadi benci. Belum lagi ia mendapati kenyataan bahwa kedua orangtuanya lebih menyayangi Yongri. Bertambahlah kebenciannya serta rasa iri. Hingga akhirnya Sangmi bertekad merebut semua milik Yongri yang menjadi haknya. Termasuk Siwon.

“Ahh, akhirnya selesai juga.” Gumam Yongri sembari menatap puas pada hidangan di atas meja.

“Sepertinya Sangmi sudah pulang.” Ujar Ny. Kim.

“Benarkah? Biar aku lihat.” Yongri segera melangkah menuju pintu rumah. Yongri sangat menyayangi Sangmi. Walaupun Sangmi membencinya, tetapi itu tidak pernah berpengaruh sedikitpun untuknya.

“Sangmi kau sudah pu…..lang.” Yongri tidak dapat menutupi rasa terkejutnya saat melihat kepulangan sang adik. Tidak. Bukan kepulangan Sangmi yang membuatnya terkejut. Lebih tepatnya kepada seseorang yang pulang bersama adiknya. Siwon.

“Siwon-ah, bukankah kau bilang sedang sibuk?” Tanya Yongri.

“Ternyata aku bisa menyelesaikan pekerjaanku lebih cepat.” Jawab Siwon cuek.

“Lalu…kenapa kalian bisa…” Sangmi tersenyum sinis dan berjalan mendekati Yongri.

“Eonnie, sikapmu itu terlalu berlebihan. Kau tau? Jika kau seperti ini terus, Siwon oppa akan meninggalkanmu.” Bisik  Sangmi dan segera berlalu dari hadapan Yongri. Diikuti Siwon di belakangnya. Jantung Yongri berdetak lebih cepat saat mendengar bisikan Sangmi. Ia tau jika Sangmi asal bicara, tetapi kenapa rasanya ia takut sekali. Ia takut kata-kata itu menjadi kenyataan. Yongri menyeka airmatanya yang entah sejak kapan keluar dan segera menuju meja makan.

 

Suasana makan malam pada malam itu terasa sedikit berbeda. Entah mengapa Yongri merasakan takut berada di sekitar keluarganya sendiri. Ia merasa asing dan merasa tidak di butuhkan. Tidak ada alasan mengapa ia merasakan itu.

“Yongri-ya, makan ini. Kau harus banyak makan agar tubuhmu tidak terus mengurus.” Ujar Ny. Kim sembari meletakkan sepotong daging di atas mangkuk nasi Yongri. Yongri tersenyum tipis sembari memasukkan daging itu ke dalam mulutnya. Sangmi yang melihatnya tentu merasakan iri. Namun ia tidak mungkin melakukan sesuatu yang dapat membuat Tn. Kim marah.

“Oppa, bukankah kau sangat menyukai kerang? Makanlah yang banyak.” Yongri mencengkram erat sendok yang di pegangnya saat melihat Sangmi menaruh kerang di atas sendok yang di pegang Siwon. Dan yang membuatnya terkejut adalah melihat senyum tulus Siwon yang ditunjukkannya kepada Sangmi. Sekalipun Siwon tidak pernah tersenyum seperti itu padanya. Tetapi kenapa Siwon bisa dengan mudahnya melakukan itu pada Sangmi?

“Aigoo… Ternyata Sangmi sangat perhatian terhadap calon kakak iparnya.” Ucap Ny. Kim sembari tersenyum kecil. Sangmi menatap Ny. Kim dengan tajam.

“Kakak ipar? Nugu?” Tanyanya geram.

“Tentu saja Siwon adalah kakak iparmu. Dia adalah tunangan kakakmu, Sangmi-ya.” Jawab Ny. Kim. Sangmi tersenyum sinis.

“Kakakku hanya Ryeowook oppa. Tidak ada yang lain. Eomma tentu tidak lupa jika dia bukan kakakku.” Ujar Sangmi sembari menunjuk Yongri. Yongri hanya dapat menundukkan kepalanya.

“SANGMI!!” Bentak Tn. Kim. Semua yang ada di sana terlonjak kaget mendengar teriakkan Tn. Kim.

“Sangmi apa yang kau katakan? Kau membuat abeoji marah!” Ucap Ryeowook yang memang kebetulan duduk di sebelah Sangmi.

“Jika kau mengatakan itu sekali lagi, aku akan merobek mulutmu.” Ancam Tn. Kim sembari menatap tajam Sangmi. Sangmi memutar kedua bola matanya sembari tertawa sinis.

“Ahh ini benar-benar menyebalkan.” Gumamnya sembari meninggalkan meja makan.

“Abeoji kau terlalu keras pada Sangmi.” Ujar Yongri. Sejujurnya ia merasa bersalah pada Sangmi. Sangmi benar, ia memang bukan anak kandung keluarga Kim. Wajar saja jika Sangmi tidak menganggapnya kakak.

 

 

Siwon dan Yongri sekarang tengah berada di mobil Siwon untuk pulang ke apartemen mereka. Tidak ada obrolan yang terjadi selama di perjalanan pulang. Siwon tampak fokus dengan kegiatan menyetirnya. Sedangkan Yongri sibuk melamun dengan banyaknya pikiran yang berkecamuk di kepalanya.

“Siwon-ah..” Panggil Yongri sembari menatap Siwon.

“Hmm..” Sahut Siwon.

“Apa kau juga menganggapku bukan keluarga Kim?” Siwon menatap sekilas pada Yongri.

“Apa yang kau bicarakan?” Siwon tampak tidak tertarik dengan pertanyaan Yongri.

“Ani. Aku hanya ingin tau saja. Jika aku bukan di besarkan dari keluarga Kim, apa kau akan tetap menerima perjodohan ini?” Tanya Yongri. Siwon tertawa sinis.

“Apa kau sekarang menganggapku menerima perjodohan ini karena kau berasal dari keluarga kaya?”

“Bukan.. Bukan begitu-”

“Dengar! Aku menerima ataupun menolak perjodohan ini adalah urusanku. Sekali lagi aku tegaskan jika kau hanya tunanganku. Kau bukan istri atau ibuku. Berhenti mengurusi urusanku. Arraseo?!” Bertepatan dengan kata-kata tajam itu keluar dari mulut Siwon, mobil yang mereka naiki juga berhenti di tempat parkir. Siwon segera keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobil. Yongri menatap punggung Siwon dengan mata berkaca-kaca. Ia memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.

“Sebenarnya apa maumu, Siwon-ah? Kenapa kau melakukan ini padaku?”

 

~~~

 

Matahari pagi sudah bersinar dengan terangnya. Padahal waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi. Yongri menggeliat di atas tempat tidurnya. Beberapa kali ia mengerjapkan matanya sebelum akhirnya bangkit menjadi duduk. Ia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Keningnya berkerut menahan sakit.

“Euunggg..” Erangnya sembari menggigit bibir bawahnya. Tangan yang sebelumnya memegangi kepala, berpindah menjadi memegang hidung saat Yongri merasa ada sesuatu yang mengalir dari sana. Cairan kental pekat berwarna merah. Darah.

“Ada apa denganku?” Gumamnya.

“Sepertinya akhir-akhir ini aku bekerja sangat keras hingga tidak memikirkan kesehatan.” Ujarnya pada diri sendiri. Ia segera membersihkan darah di sekitar hidungnya menggunakan tangan dan segera bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap-siap bekerja.

 

Yongri keluar dari kamarnya saat telah siap untuk berangkat. Kepalanya masih terasa berdenyut walaupun tidak separah saat bangun tidur tadi. Ia menemukan Siwon yang sepertinya juga akan berangkat kerja. Mereka sempat beradu pandang. Siwon juga sempat melihat wajah pucat Yongri, namun ia seolah tidak peduli. Siwon segera keluar dari apartemen mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Yongri menghela nafas sebentar sebelum akhirnya ikut keluar dari apartemen.

Hari ini, Yongri berencana pergi ke kantor menggunakan bus. Ia tidak mau mengambil resiko jika harus membawa mobil sendiri dengan keadaan kepalanya yang sedang tidak baik. Satu jam kemudian Yongri sudah sampai di Cho Advertising. Ia segera menuju ke meja kerjanya dan bekerja seperti biasa. Beberapa jam kemudian, waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Namun Yongri sepertinya tidak ingin beranjak dari tempatnya dan ia terus menyelesaikan pekerjaannya. Kyuhyun yang memang sudah merasakan kelaparan, keluar dari ruangannya dan berencana mengajak Yongri makan siang bersama. Ia segera menghampiri Yongri.

“Noona, ayo makan siang bersama!” Ajaknya. Yongri mendongak dan memaksakan senyumnya.

“Aku tidak lapar, Kyuhyun-ah. Kau makan sendiri saja, eoh?” Tolaknya. Kyuhyun mendesis pelan.

“Kau tidak pandai berbohong, noona.”

“Ne?!”

“Wajahmu itu mengatakan bahwa kau pasti belum memakan apapun. Dan kau bilang tidak lapar?” Ada nada tidak percaya dalam ucapan Kyuhyun.

“Tapi aku-”

“Noona kau tidak lupa kan jika aku adalah atasanmu? Kau mau membantahku?” Yongri menatap Kyuhyun dengan pandangan tajam dan kesal.

“Kau selalu menggunakan alasan itu jika memaksaku. Menyebalkan!” Gerutu Yongri yang di sambut cengiran khas Kyuhyun. Yongri segera beranjak dari duduknya dan berjalan menyusul Kyuhyun yang telah lebih dulu berjalan.

 

“Noona apa kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun sesaat setelah pesanan makan siang mereka di antar.

“Kenapa?” Tanya Yongri balik sembari tersenyum.

“Wajahmu pucat sekali, noona. Kau sakit?” Kyuhyun tampak sangat khawatir. Yongri memegang kedua pipinya dan kembali tersenyum.

“Aku baik-baik saja. Tidak usah khawatir.” Ujar Yongri menenangkan.

“Lebih baik sekarang kita makan. Karena jam makan siang akan segera berakhir.”

“Eish, noona tidak lupa kan jika aku pemilik Cho Advertising? Tidak masalah jika kita kembali ke kantor sedikit terlambat.” Yongri melihat Kyuhyun dengan geram.

“Untukmu tidak masalah. Tetapi tidak untukku. Cepat makan!” Yongri segera memulai kegiatan makan siangnya. Sedangkan Kyuhyun mengerucutkan bibirnya karena kesal sudah mendapat ocehan dari Yongri. Namun sesaat kemudian ia juga mulai menyantap makan siangnya.

“Noona..”

“Hmm?”

“Kau belum berniat untuk menikah dengan Siwon hyung, kan?”

“Uhukkk..uhukk..” Yongri segera menyambar gelas di sampingnya saat merasakan sakit di tenggorokannya.

“Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba menanyakan pernikahanku dengan Siwon?” Tanya Yongri.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya tidak ingin jika kau menikah dalam waktu dekat ini.” Keluh Kyuhyun. Tingkahnya persis seperti anak-anak. Mau tidak mau membuat Yongri tersenyum kecil.

“Memangnya kenapa?”

“Aku yakin jika kau menikah nanti, kau pasti akan berhenti dari pekerjaanmu. Dan bagaimana denganku?”

“Kyuhyun-ah, kurasa itu bukan masalah serius.”

“Bagaimana tidak serius, noona?!” Kyuhyun membulatkan matanya dan tampak tidak percaya dengan ucapan Yongri.

“Kau bisa mencari sekretaris baru, bodoh. Semua masalah akan selesai.” Jawab Yongri enteng.

“Noonaaaaaa…. Kau tau jika aku tidak mudah menerima seseorang untuk bekerja di dekatku.” Wajah Kyuhyun menjadi murung. Yongri menghela nafas dan memperhatikan wajah Kyuhyun. Ia menjadi tidak tega melihat wajah itu.

“Baiklah, lalu kau mau bagaimana?” Tanya Yongri.

“Aku hanya tidak ingin noona menikah dalam waktu dekat ini.” Jawab Kyuhyun.

“Arraseo. Aku tidak akan menikah sebelum kau mengizinkannya.” Kali ini wajah Kyuhyun tampak berbinar.

“Noona, kau tidak berbohong kan?”

“Eish,, aku janji.” Hati Kyuhyun berdesir mendengar kata-kata Yongri. Iapun tersenyum tulus pada wanita itu.

 

Mobil Kyuhyun berhenti tepat di depan gedung apartemen Yongri dan Siwon. Kyuhyun yang tau jika hari itu Yongri tidak membawa mobil, dengan senang hati mengantarkan yeoja mungil itu pulang.

“Noona segera masuk dan istirahatlah. Wajahmu benar-benar pucat.” Kyuhyun memperhatikan wajah Yongri yang memang tampak pucat. Yongri pun tidak dapat membohongi dirinya sendiri bahwa sakit kepala yang memang sedari tadi di rasakannya, semakin menjadi. Ia menoleh ke arah Kyuhyun dan tersenyum.

“Terima kasih atas tumpangannya. Kau juga segeralah pulang. Malam semakin dingin.” Kyuhyun mengangguk mengerti. Yongri segera turun dari mobil Kyuhyun. Setelah mobil Kyuhyun hilang dari jarak pandangnya, ia segera berbalik untuk memasukki lobby apartement.

Yongri segera bersandar pada pintu apartemen saat sakit di kepalanya tidak bisa di tahannya lagi. Untungnya ia sudah masuk ke dalam apartemen sehingga ia tidak perlu menjadi tontonan saat kesakitan seperti ini. Kedua tangannya memegang kuat kepalanya seolah ingin meringankan sakit itu. Namun hasilnya nihil. Dengan meraba pada dinding, ia berjalan perlahan untuk sampai ke kamarnya. Ia berniat segera tidur untuk mengurangi sakit kepalanya itu. Yongri memicingkan matanya saat melihat Siwon baru saja keluar dari kamarnya.

“Kau sudah pulang.” Sapa Yongri dengan suara lirih. Siwon tidak menjawab dan sibuk memperhatikan raut wajah Yongri yang menahan sakit. Yongri mencoba tersenyum dan terus berjalan menuju kamarnya. Namun sebelum sampai ke kamar, tubuhnya ambruk dan ia tidak sadarkan diri. Siwon yang melihat itu kontan membulatkan matanya dan segera mendekati Yongri.

“Yongri-ya,, ireona…” Ujarnya sembari menepuk pelan kedua pipi Yongri. Tidak ada reaksi dari Yongri.

“Ya!! Ada apa denganmu??” Ujarnya lagi dengan mengguncang tubuh Yongri.

“Aishh..” Siwon segera menggendong tubuh Yongri dan menidurkannya di atas kasur dalam kamar Yongri. Ia memegang dahi Yongri dan merasakan suhu yeoja itu sedikit tinggi. Siwon segera keluar dari kamar dan kembali dengan membawa baskom kecil berisi air dingin, serta handuk kecil berwarna biru. Ya, ia berniat mengompres Yongri. Diletakkannya handuk yang sudah basah itu di dahi Yongri. Setelah selesai, Siwon berdiri tegap sembari melipat kedua tangannya di depan dada. Ia memperhatikan raut wajah Yongri yang pucat serta banyak keringat dingin.

“Kau memang selalu menyusahkan.” Gumamnya.

 

~~~

 

“Eungg..” Erang Yongri saat kesadarannya sudah pulih. Ia membuka matanya dan kemudian menutup kembali saat merasakan sinar matahari menyilaukan pandangannya. Setelah cukup lama, ia kembali membuka mata. Dilihatnya seorang namja berdiri tegap dengan pakaian kerja yang rapi sedang menatapnya dengan pandangan datar dan dingin.

“Siwon-ah..” Ujarnya dengan suara serak.

“Yeoja lemah.” Desis Siwon sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

“M–mwo?” Siwon segera berlalu dari hadapan Yongri dan hendak keluar dari kamar. Namun saat sudah hampir mencapai pintu, ia berbalik dan kembali menatap Yongri.

“Hari ini berdiam dirilah di apartemen. Aku tidak mau kau menyusahkanku lagi jika sampai kembali pingsan.” Ujarnya dan segera keluar dari kamar itu. Yongri menghela nafas sembari menutup matanya. Ia kemudian meraba handuk yang di pakai Siwon untuk mengompresnya. Di jauhkannya handuk itu dari dahinya dan ia segera bangkit menjadi duduk. Kepalanya masih sedikit sakit, namun tidak seperti kemarin. Yongri mengambil ponsel di dalam tasnya dan berniat memberitahu Kyuhyun jika hari ini ia tidak bisa masuk kerja.

Yoboseo..

“Kyuhyun-ah..”

Ada apa, noona?

“Anieya. Aku hanya ingin minta izin untuk tidak masuk hari ini.”

Kenapa? Apa kau sakit?

“Aku hanya merasa sedikit tidak enak badan.”

Aku akan segera ke apartemenmu, noona!

“Tidak usah. Aku baik-baik saja. Tidur sebentar sudah pasti sembuh. Kau pergilah ke kantor dan lakukan pekerjaanmu.”

Tapi-

“Kyuhyun-ah….”

Arraseo. Tapi pulang kerja nanti aku akan mampir dan kau tidak boleh menolak.” Yongri tidak dapat menyembunyikan senyumnya. Kyuhyun memang keras kepala.

“Terserah kau saja. Aku tutup dulu, ya.”

“Ne.”

Yongri meletakkan ponselnya di atas meja di samping tempat tidur. Ia kembali berbaring sembari menatap langit-langit kamarnya. Ia membayangkan jika saja Siwon bersikap seperti Kyuhyun kepadanya. Pasti ia akan merasa sangat bahagia. Namun sepertinya ia tidak boleh berharap banyak. Terlalu banyak berandai membuat Yongri akhirnya mengantuk dan terlelap.

 

Sangmi memperhatikan Siwon yang sedikit tergesa-gesa membereskan barang-barangnya. Ia sedikit bingung melihat Siwon seperti itu. Karena yang ia tau, Siwon itu selalu bersikap tenang dan hati-hati.

“Oppa, apa terjadi sesuatu?” Tanyanya penasaran. Siwon mendongak dan tersenyum pada Sangmi.

“Tidak ada. Kenapa?”

“Aku yang seharusnya bertanya kenapa. Kenapa kau terburu-buru seperti itu?”

“Eoh? Anieyo. Aku hanya harus segera pulang.” Sangmi mengerutkan dahinya.

“Tidak biasanya.” Gumam Sangmi.

“Yongri sedang sakit.” Siwon menjawab gumaman Sangmi.

“Mwo?! Sakit?” Siwon mengangguk.

“Jadi oppa sudah peduli terhadapnya? Oppa khawatir karena eonnie sakit?” Ada nada protes dalam ucapan Sangmi. Ia menatap Siwon tidak suka. Siwon kembali tersenyum pada Sangmi.

“Bukan seperti itu. Yongri kemarin pingsan. Aku hanya takut saja saat aku pulang dia sudah tidak bernyawa. Bagaimana jika aku disuruh bertanggung jawab?” Sangmi menghela nafas kasar sembari mengalihkan pandangannya dari Siwon. Masih tampak tidak terima dengan alasan itu.

“Ya.. Kau marah?” Siwon menghampiri Sangmi.

“Aku sengaja mengosongkan jadwalku hari ini untuk bersamamu. Tetapi ternyata kau malah lebih mementingkan eonnie. Kau menyebalkan.” Gerutunya manja. Siwon tersenyum geli dan mengacak-acak rambut Sangmi.

“Maafkan aku. Begini saja, bagaimana jika kita makan malam bersama dulu sebelum pulang?” Tawar Siwon mencoba meredam kekesalan Sangmi.

“Kau tau jika aku tidak mungkin menolak.” Ujar Sangmi sembari tersenyum. Sepertinya kekesalannya sudah menghilang.

“Baiklah. Kita pergi sekarang?” Sangmi mengangguk.

“Kajja!”

 

Siwon segera turun dari mobil saat mobilnya sudah terparkir sempurna di tempat parkir apartemennya. Ia segera menuju lift untuk sampai ke apartemennya. Saat masuk ke dalam apartemen, ia melihat sepasang sepatu laki-laki tergeletak di sana. Siwon memperhatikan sebentar sepatu itu sebelum akhirnya masuk lebih dalam. Siwon mendengus saat melihat Kyuhyun sedang duduk di sofa bersebelahan dengan Yongri. Ia menyesal sudah memilih pulang cepat. Lebih baik ia menghabiskan waktu bersama Sangmi dari pada seperti ini jadinya. Mendadak ia menjadi benar-benar kesal pada Yongri.

“Siwon hyung!” Sapa Kyuhyun. Siwon tidak menjawab dan hanya menatap tajam Yongri. Yongri yang mendapat tatapan tajan kontan takut dan segera menundukkan kepalanya. Siwon segera berlalu dari hadapan mereka dan masuk ke dalam kamar. Tidak lupa ia membanting pintu saat menutupnya.

“Dia kenapa?” Tanya Kyuhyun bingung. Yongri tidak menjawab dan sibuk meremas jari-jarinya. Ia yakin Siwon marah karena ia sudah berani mengajak laki-laki ke apartemen mereka.

“Noona..”

“Ne?!”

“Gwenchana?”

“Gwenchana.”

“Siwon hyung, kenapa?”

“Eoh? Ahh itu.. Sepertinya ia kelelahan bekerja.” Jawab Yongri berbohong.

“Benarkah? Tetapi tatapannya itu sangat mengerikan.” Yongri tidak menjawab dan kembali menundukkan kepalanya. Kyuhyun memperhatikan Yongri yang seperti ketakutan.

“Noona, hubunganmu dengan Siwon hyung baik-baik saja kan?” Tanya Kyuhyun curiga. Yongri mendongak dan menatap wajah Kyuhyun yang penuh curiga.

“Ten–tentu saja. Waeyo?”

“Eobseo.” Kyuhyun menggeleng pelan dan terus memperhatikan Yongri. Entah mengapa ia yakin ada yang sedang dirahasiakan oleh Yongri. Selama ini Kyuhyun memang tidak tau bagaimana sikap dan sifat Siwon kepada Yongri. Ia berpikir jika hubungan mereka baik-baik saja layaknya pasangan-pasangan lain. Namun malam ini sepertinya ia mengetahui sesuatu. Kecurigaannya semakin bertambah manakala mengingat Siwon selama ini tidak pernah mengantar maupun menjemput Yongri di kantor. Tidak pernah atau mungkin ia tidak pernah melihatnya. Iapun tak tau. Kyuhyun meraih kedua tangan Yongri yang sedari tadi terus di remas oleh sang pemilik. Yongri menatap wajah Kyuhyun serta tangan mereka secara bergantian.

“Kyuhyun-ah..”

“Jika terjadi sesuatu. Katakan saja padaku.”

“Kyuhyun-ah,, ada apa denganmu?”

“Noona tidak perlu khawatir. Aku akan selalu berada di sisi noona. Aku pasti selalu ada di sisimu, dan akan selalu menjagamu. Aku janji.”

 

Dari dalam kamarnya, Siwon melihat Kyuhyun yang menggenggam erat tangan Yongri. Pintu kamarnya tidak tertutup rapat sehingga membuatnya dapat melihat dengan jelas. Ia mengepalkan kedua tangannya sembari tersenyum sinis.

“Kau ingin bermain-main denganku rupanya. Kita lihat saja siapa yang akan menang. Kau….atau aku…Choi Yongri..”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

83 thoughts on “Regret – Part 1

  1. Siwon selingkuh sm sangmi pdhl dy dh tunangan sm yongri….
    Yongri knpa ga tinggalin siwon aj, drpd menderita gtu…
    Btw ngapaen siwon marah klo yongri dket sm kyu…

  2. Siwon-__- kenapa gitu? Apa salah yongri? Knp kamu gituiin yongri?
    Dihh..sungmi nih walaupun dia bukan kakak kandung tp menghormati dan menjaga perasaan itu wajib

  3. daebak.
    nyesek bgt crtanya.
    sang mi dan siwon jahat bgt krna tega bermain api d belakang yong ri??
    yong ri knp??
    skt parahkah???
    spertinya kyu memiliki rasa pd yong ri.

  4. Ffnya bagus thor
    Tp agk sedih pas tau keadaan Yongri, apalagi dia diselingkuhin 😦
    Dia marah sma Yongri dket sma cwok lain! Trus dia itu apa bedanya -.-
    Iih bikin greget
    Keren thor (y)

  5. Dasar siwon bodohnya kamu ini sudah mempunyai tunangan tapi berselingkuh dengan adik dri tunanganmu >_< kasian yongri nya 😦 sangmi juga tidak tau malu-_-

  6. Knpa d awal cerita sikap siwon bgitu ya sma yongri,, trus knpa jga siwon brhubungan adik’y yongri,,,.
    D sini sikap siwon jhat bngt sma yongri,, malah kyu y prhatian, apa kyu sdah tau hubungan siwon dn sangmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s