It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 7 END

It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 7 END

Author       : Choineke

Judul           : It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’)

Cast               : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast     : Song Hyerim (OC), Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC), Lee  

                           Donghae, Lee Hyukjae, Choi Seunghyun.

Genre          : Romance

Length       : Chapter

Rating         : PG-17

 

~~~

Author POV

Sore itu Yongri dan Hyerim memutuskan untuk pergi ke taman bersama. Hyerim sengaja mengajak Yongri ke taman untuk membuat Yongri merasa lebih baik. Dan terbukti, setidaknya Yongri sudah tersenyum beberapa kali saat melihat banyak anak kecil yang sedang bermain di taman itu.

“Yongri-ya, aku pergi membeli minuman dulu ya untuk kita. Kau tunggu di sini saja.” Ujar Hyerim yang sudah berdiri dari duduknya.

“Apa tidak sebaiknya kita pergi bersama?” Tawar Yongri.

“Gwenchana. Tunggu di sini saja, eoh?” Yongri mengangguk dan kemudian memperhatikan punggung Hyerim yang semakin menjauhinya. Yongri kembali mengalihkan pandangannya melihat anak-anak yang bermain tadi. Anak? Pikiran Yongri kembali melayang pada Siwon. Ia memutuskan memberi Siwon kesempatan untuk membuktikan jika anak di dalam kandungan Hyomoon bukanlah anaknya. Ia tidak tau ini keputusan yang benar atau bukan. Tapi hati kecilnya seolah menyuruhnya untuk berbuat seperti itu. Lalu bagaimana jika anak itu memang anak Siwon? Bukankah itu akan membuatnya seperti menggenggam angin? Yongri menggelengkan kepalanya pelan. Ia belum mau memikirkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi.

Yongri tidak menyadari jika dari kejauhan ada seorang laki-laki yang memakai pakaian serba hitam sedang menghampirinya dengan membawa sebuah sapu tangan. Laki-laki itu berjalan perlahan sembari melihat kanan kiri, guna mengantisipasi jika ada yang melihat apa yang akan di lakukannya. Ia segera membekap mulut dan hidung Yongri saat sudah berdiri tepat di belakangnya.

“…..mmppphhhh….” Yongri memberontak agar terlepas dari laki-laki itu. Namun usahanya sia-sia. Yang ada tubuhnya menjadi lemas dan semua menjadi gelap. Orang itu dengan cepat menggendong tubuh Yongri untuk di masukkan ke dalam mobilnya. Hyerim yang baru kembali setelah membeli minum melihat kejadian itu. Tiba-tiba tubuhnya menjadi tegang. Ia ingin berteriak namun tidak bisa. Kesadarannya seolah kembali saat mobil yang membawa Yongri sudah melaju dengan kencang. Ia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kyuhyun. Lama Hyerim menunggu dengan tidak membuahkan hasil. Berkali-kali ia menghubungi Kyuhyun namun tidak di angkat. Hyerim memikirkan satu nama lagi yang bisa saja di hubunginya. Sedikit ada keraguan. Namun keselamatan Yongri lebih penting menurutnya.

 

 

Siwon sedikit menggeram saat mendengar rekaman dari ponsel Hyukjae. Ternyata keyakinannya memang terbukti. Anak itu bukan anaknya melainkan anak Donghae. Dan yang lebih mengejutkan untuknya adalah ternyata Hyomoon dan Donghae saling mengenal. Lagi-lagi kecurigaannya terhadap Donghae saat pertama kali bertemu juga terbukti. Donghae memang bukan orang baik-baik.

“Brengsek!” Geram Siwon. Hyukjae tersenyum.

“Sudahlah. Yang penting sekarang kau sudah mempunyai bukti.” Ujar Hyukjae menenangkan.

“Tetapi tetap saja aku ingin menghabisi mereka berdua. Seenaknya saja menghancurkan hubunganku dengan Yongri.” Ucapnya kesal. Hyukjae tertawa pelan.

“Apa yang akan kau lakukan sekarang?” Tanyanya.

“Tentu saja memberitahu Yongri tentang kebenaran ini. Kirimkan rekaman itu ke ponselku.” Hyukjae mengangguk mengerti. Siwon mengeluarkan ponselnya dari saku saat merasakan getaran. Ia pikir itu pesan rekaman yang dikirimkan Hyukjae. Namun ternyata telepon masuk dari….Hyerim?

“Yoboseo.”

Siwon sunbae!” Pekik Hyerim tergesa.

“Wae, Hyerim-ssi?”

Yongri…Yongri, Siwon sunbae.

“Ada apa dengan Yongri?” Suara Siwon mulai terdengar khawatir.

Ada yang menculiknya!

“MWO?!” Teriak Siwon dan langsung berdiri dari duduknya. Hyukjae yang melihatnya kontan terkejut.

Siwon sunbae tolong selamatkan Yongri.” Suara Hyerim terdengar memelas.

“Kau di mana sekarang? Dan Yongri di culik di mana?”

Di taman, sunbae.

“Arra. Aku akan menghubungimu lagi nanti.” Ujar Siwon dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.

“Ada apa? Yongri di culik?” Tanya Hyukjae sembari berdiri.

“Ne. Aku harus cepat menemukannya.” Jawab Siwon dan dengan tergesa keluar dari ruangannya.

“Aku ikut!”

 

 

Yongri tersadar dari pingsannya dan menemukan dirinya sedang terbaring di sebuah kamar. Kepalanya sedikit pusing ketika ia beranjak untuk berdiri.

 

CKLEKK!!

 

Yongri melihat ke arah pintu saat mendengar pintu terbuka. Matanya membulat sempurna saat melihat siapa yang masuk.

“Donghae?!” Pekiknya.

“Halooo sayang.. Kau sudah bangun?!” Sapa Donghae sembari tersenyum licik. Ia berjalan menghampiri Yongri yang masih terduduk di kamarnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yongri.

“Wae? Apa salah jika aku berada di rumahku sendiri?” Tanya Donghae balik.

“Mwo?! Rumahmu? Jangan bilang kalau-”

“Majayo! Memang aku yang menculikmu.” Ujar Donghae masih dengan senyum sinisnya. Yongri mulai merasa takut saat melihat senyum itu. Ia takut sesuatu terjadi padanya.

“Donghae….tapi..tapi kenapa kau lakukan ini?”

“Karena aku sangat menginginkanmu, Choi Yongri.” Bisik Donghae sembari membelai pipi Yongri. Yongri menepis kasar tangan Donghae. Yongri beranjak dari kasur dan mencoba untuk keluar dari kamar itu. Namun dengan cepat Donghae menggendongnya dan kembali menghempaskannya ke atas kasur. Donghae melepas jaket serta kaosnya secara cepat. Membuat dada bidang dan berototnya terpampang dengan jelas. Donghae melompat ke atas kasur dan memposisikan dirinya di atas Yongri. Yongri semakin ketakutan. Wajahnya memucat dan matanya berkaca-kaca.

“Donghae apa yang kau lakukan?!” Jeritnya saat Donghae mencoba menciumnya. Yongri terus memberontak di bawah tubuh Donghae.

 

PLAKKK!!

 

“Diam dan jangan melawan!!” Bentak Donghae setelah menamparnya. Sudut bibir Yongri berdarah. Namun ia masih terus mengalihkan wajahnya saat Donghae berusaha menciumnya. Namun perlawan Yongri sia-sia. Tetap saja Donghae bisa menciumnya. Donghae menciumnya dengan kasar dan terburu-buru. Yongri merasakan sakit di sekitar bibirnya. Ia menangis dan berharap ada yang menolongnya saat ini. Donghae merobek seluruh pakaian Yongri termasuk pakaian dalamnya hingga tak terbentuk. Tangis Yongri semakin menjadi saat Donghae berhasil membuat tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.

“Tubuhmu sangat sexy, sayang.” Desah Donghae di telinga Yongri.

“Kumohon jangan lakukan ini, Donghae. Jebal.” Pinta Yongri memohon. Donghae seakan tidak memperdulikan permintaan Yongri dan terus melampiaskan nafsunya.

 

 

“Rumah siapa ini?” Tanya Hyukjae saat mobil Siwon terparkir sempurna di depan rumah yang cukup mewah.

“Molla. Yang pasti Yongri ada disini.” Ucap Siwon yakin. Untung saja ponsel Yongri memasang aplikasi GPS yang dapat memudahkan Siwon melacak di mana ia berada. Siwon dan Hyukjae segera turun dari dalam mobil. Pintu rumah itu terkunci. Membuat Siwon mengerang frustasi.

“Bantu aku dobrak pintu ini.” Ujar Siwon. Hyukjae mengangguk.

 

BRAKKK!!

 

Siwon dan Hyukjae segera masuk ke dalam saat pintu berhasil di dobrak. Keadaan di dalam rumah sangat sepi. Bahkan rumah itu terkesan tidak berpenghuni.

“Apa mungkin Yongri ada di sini?” Ujar Hyukjae ragu.

“Jangan banyak bertanya dan sekarang cepat cari Yongri!” Perintah Siwon. Saat sedang mencari ke seluruh ruangan di lantai 1, samar-samar Siwon mendengar suara isakan. Ia mencoba menajamkan pendengarannya dan suara itu semakin jelas.

“Hyukjae, kau dengar itu?” Tanya Siwon. Kekhawatiran tergambar jelas di wajahnya.

“Dari atas!” Ujar Hyukjae. Siwon mengangguk dan kedua orang itu segera meluncur ke atas. Keduanya berhenti di sebuah kamar yang mereka yakini asal suara isakan tadi. Siwon membuka pintu kamar itu yang untungnya tidak terkunci. Sesaat kemudian matanya membulat sempurna. Rahangnya mengatup keras. Tangannya mengepal dan wajahnya memerah menahan marah.

“Apa yang terjadi?” Tanya Hyukjae yang memang tidak dapat melihat apa yang terjadi karena tertutup tubuh tegap Siwon.

“Hyukjae-ya, tutup matamu dan tunggu di luar!” Perintah Siwon yang segera masuk ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Donghae yang terkejut segera menoleh ke belakang.

“Menjauh dari tubuh gadisku, brengsek!!” Geram Siwon. Donghae tersenyum sinis dan menjauh dari tubuh polos Yongri. Yongri segera bangkit duduk dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Tubuhnya gemetar karena takut. Siwon menghampiri Donghae dan segera menghajarnya tanpa ampun.

 

BUKKK!!

BUKKK!!

BUKKK!!

BUKKK!!

 

Siwon terus melayangkan pukulan tanpa memberikan Donghae waktu bernafas. Jika bisa ia akan membunuh laki-laki brengsek ini. Namun ia masih memikirkan nasib anak yang ada di dalam perut Hyomoon. Biar bagaimanapun anak itu membutuhkan kedua orangtuanya. Tubuh Donghae tergeletak tak berdaya dengan wajah penuh darah. Kesadarannya sudah sangat minim.

“Kalau saja aku tidak punya hati, kau pasti mati di tanganku!” Ujar Siwon emosi. Siwon mengalihkan pandangannya ke Yongri yang duduk di sudut kasur masih dengan tubuh yang bergetar. Di dekatinya gadis mungil itu dan memegang kedua bahunya. Yongri yang masih ketakutan kontan memberontak dan kembali menjerit.

“Yongri ini aku. Aku Siwon. Yongri lihat aku.” Ujar Siwon mencoba menenangkan Yongri. Yongri masih terus memberontak bahkan memukuli Siwon dengan tangannya yang memerah akibat cengkraman kuat Donghae.

“YONGRI!!” Bentak Siwon yang berhasil membuat gerakan Yongri terhenti.

“Aku Choi Siwon, tunanganmu. Tidak perlu takut.” Yongri memperhatikan wajah Siwon yang berada di hadapannya.

“Jangan takut.” Bisik Siwon. Siwon mengedarkan pandangannya mencari pakaian Yongri. Namun ia kembali menggeram saat melihat pakaian itu tidak berbentuk lagi. Ia segera menuju lemari Donghae dan mengambil salah satu kemejanya. Kembali di hampirinya Yongri yang masih betah dengan posisinya.

“Pakai ini dan setelah itu kita keluar dari sini, okay?” Siwon menjauhkan selimut yang menutupi tubuh Yongri dan membantunya memakaikan kemeja itu. Untunglah tubuh Yongri yang mungil membuat kemeja itu tampak sangat kebesaran di tubuhnya. Siwon membantu Yongri berdiri dan memapahnya untuk keluar dari kamar Donghae.

“Apa yang terjadi? Kenapa menyuruhku menunggu di luar?” Tanya Hyukjae tak terima. Siwon segera memeluk tubuh Yongri dan menyembunyikan tubuh mungil itu dengan tubuhnya yang lebih tinggi. Tubuh Yongri yang tidak memakai pakaian dalam tentu saja tercetak jelas dalam balutan kemeja itu. Dan tentunya Siwon tidak akan mengizinkan siapapun melihatnya.

“Jangan melihat gadisku! Dan urus si brengsek itu.” Hyukjae yang tidak mengerti hanya menuruti kata-kata Siwon dan segera masuk ke dalam kamar.

“Kita pulang, ya.” Ujar Siwon lembut. Yongri tidak menjawab dan hanya berjalan perlahan.

 

Siwon memutuskan untuk pulang ke apartemennya bersama Yongri. Ia tidak ingin ayah Yongri serta Seunghyun khawatir jika Yongri pulang dengan keadaan begini. Lagupula, tidak ada penolakan dari Yongri sendiri. Setelah mendudukan Yongri di atas kasur, Siwon mengambil pakaian Yongri yang ada di apartemen itu. Kemudian ia kembali menghampiri Yongri dan menaruh pakaian itu di samping Yongri.

“Kau ganti bajumu dulu. Aku akan menyiapkan makanan dan obat untuk lukamu.” Ujar Siwon dan segera keluar dari kamar Yongri. Yongri lagi-lagi tidak menjawab dan hanya memperhatikan Siwon yang sudah menghilang di balik pintu. Yongri menatap pakaian yang di sediakan Siwon di sampingnya itu. Kemudian ia berdiri dan melepas kemeja Donghae yang di pakainya dan memakai pakaiannya sendiri. Setelah selesai, ia kembali naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar di headboard dengan memeluk kedua lututnya. Pikirannya kembali melayang saat di rumah Donghae tadi. Beruntung Donghae belum sempat melakukan apa-apa. Walaupun sempat di cium dan di sentuh di beberapa bagian tubuhnya. Tubuh itu kembali bergetar saat membayangkan apa yang terjadi jika Siwon tidak datang. Sejujurnya, Yongri tidak menyangka jika Donghae dapat berbuat seperti itu. Ia pikir selama ini Donghae baik padanya karena memang ingin berteman dengannya. Yongri menghela nafas berkali-kali dan mencoba meredam dan menghilangkan ingatannya mengenai kejadian buruk itu. Tak berapa lama, Siwon masuk dengan membawa baki yang berisi sepiring makanan dengan air putih hangat dan tak lupa kotak obat. Siwon menaruh baki itu di meja nakas dan duduk di tepi kasur. Siwon membuka kotak obat, mengambil kapas dan tak lupa di beri alkohol. Siwon menarik halus lengan Yongri agar mendekat padanya. Namun di luar dugaan, Yongri menepis tangan Siwon dan semakin memeluk kedua lututnya. Semakin ketakutan. Siwon yang mendapat penolakan dari Yongri kontan terkejut. Siwon menaruh kembali kapas itu di dalam kotak dan naik ke atas ranjang. Namja itu duduk di hadapan Yongri sembari menatapnya.

“Yongri ini aku.” Bisik Siwon lembut sembari menangkup pipi Yongri dengan kedua tangannya. Yongri menatap Siwon dengan beberapa kali mengedipkan kedua matanya.

“Jangan takut. Aku Siwon, tunanganmu. Namja yang kau cintai.” Ujar Siwon dan membelai pipi Yongri.

“Siwon?” Gumam Yongri pelan.

“Ya.” Sahut Siwon. Siwon mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Yongri. Siwon melakukannya benar-benar lembut. Karena dia tau bibir Yongri terluka akibat perbuatan Donghae tadi. Sesaat kemudian Siwon menjauhkan wajahnya dan kembali menatap Yongri.

“Wonnie.” Ujar Yongri seakan sadar siapa yang menciumnya tadi. Dalam hati Siwon tersenyum senang. Namun nyatanya, ia hanya tersenyum tipis pada Yongri. Siwon mengambil kembali kapas yang mulai mengering itu dan menuangkan alkohol lagi. Dengan hati-hati, di obatinya sudut bibir Yongri yang terluka. Yongri meringis merasakan perih, padahal Siwon melakukannya dengan sangat perlahan.

“Sekarang kau makan dulu.” Ujar Siwon sembari mendekatkan makanan yang sudah di bawanya ke Yongri. Yongri menerima makanan itu dan mulai memakannya. Siwon memperhatikannya dengan lembut.

“Aku sudah memberitahu Seunghyun dan ahjussi, jika kau berada di sini. Kau tidak mungkin kan pulang dengan keadaan begini.” Kata Siwon masih dengan memperhatikan Yongri. Yongri mengangguk mengerti.

“Aku juga sudah memberi kabar pada Hyerim kalau kau sudah bersamaku. Dia yang tadi memberitahuku kalau kau di culik si brengsek itu.” Lagi-lagi Yongri mengangguk. Beberapa saat kemudian makanan yang dibawakan Siwon pun sudah berpindah seluruhnya ke perut Yongri.

“Rupanya kau lapar.” Gurau Siwon yang tidak tanggapi oleh Yongri. Siwon menghela nafas dan memegang pergelangan tangan Yongri yang memerah.

“Apa sakit?” Tanyanya sembari mengelus pergelangan tangan itu. Yongri mengangguk singkat.

“Aku memang tidak pernah salah menilai orang. Laki-laki itu memang brengsek.” Ujar Siwon yang masih kesal dengan Donghae. Yongri menghembuskan nafas panjang.

“Lebih baik sekarang kau istirahat. Kau terlihat sangat lelah.” Siwon membantu Yongri berbaring dan menyelimutinya. Siwon mencium lama kening Yongri kemudian beranjak dari kamar itu. Tapi gerakannya terhenti saat Yongri menahan pergelangan tangannya. Siwon menatap Yongri.

“Temani aku di sini. Aku….takut.” Ujar Yongri dengan suara pelan. Siwon tampak mencerna kata-kata Yongri barusan. Namun tak berapa lama kemudian ia mengangguk dan langsung ikut berbaring di sebelah Yongri. Di tariknya Yongri ke dalam pelukannya. Oh, Siwon benar-benar rindu saat-saat seperti ini.

“Tidurlah.”

 

~~~

 

Siwon mengerang frustasi saat mendengar bel apartemennya berbunyi. Ia merasa ini masih sangat pagi dan lagi, sudah lama ia tidak bisa tidur senyaman ini. Yongri juga ikut menggeliat di dalam pelukan Siwon. Ikut merasakan suara bising di apartemennya itu.

“Siapa yang datang pagi-pagi seperti ini??” Desis Siwon dengan suara serak.

“Biar aku yang buka.” Ujar Yongri sembari bangkit dari tidurnya.

No! Biar aku saja.” Cegah Siwon. Ia takut jika yang datang adalah orang-orang suruhan Donghae atau Hyomoon. Ia tidak mau Yongri kembali mengalami kejadian seperti kemarin. Dengan malas Siwon pun beranjak untuk membukakan pintu. Siwon menghela nafas kesal saat melihat Hyerim dan Kyuhyun berdiri di depan pintu apartemen mereka.

“Hahh,, haruskan kalian datang pagi-pagi seperti ini?” Tanya Siwon kesal.

“Maaf sunbae. Kami mengkhawatirkan Yongri.” Ujar Hyerim. Kyuhyun hanya diam sembari menatap Siwon tajam.

“Hyerim, oppa?” Suara Yongri terdengar dari arah belakang Siwon.

“Eoh, Yongri-ya..” Hyerim langsung masuk melewati Siwon dan menghampiri Yongri.

“Kau tidak mau masuk?” Tanya Siwon malas pada Kyuhyun. Kyuhyun tidak menjawab dan masuk ke dalam. Siwon menghela nafas kemudian menutup pintu apartemennya.

Hyerim memeluk Yongri dengan perasaan sangat lega. Pikirannya dari kemarin sangat tidak karuan saat melihat Yongri di culik.

“Gwenchana?” Tanya Hyerim setelah melepas pelukannya.

“Nan gwenchana. Keokjeongma.” Jawab Yongri sembari tersenyum.

“Gwenchana? Tapi wajah dan tanganmu ini, kenapa seperti ini?” Tanya Kyuhyun kwahatir.

“Ah aniya. Ini hanya aku mencoba melawan penculiknya.” Jawab Yongri lagi.

“Sebenarnya siapa yang menculikmu? Apa kau kenal dengannya?” Tanya Hyerim.

“Eh…itu-”

“Donghae yang melakukannya.” Sambar Siwon langsung.

“MWO?!” Hyerim dan Kyuhyun menoleh ke belakang menatap Siwon dengan tatapan tidak percaya.

“Bahkan Yongri hampir di perkosa.” Ujar Siwon lagi.

“Mwoya? Sunbae jangan bercanda!” Seru Hyerim.

“Kalian tanyakan saja pada korbannya.”

“Benar?” Tanya Kyuhyun langsung pada Yongri. Yongri mengangguk.

“Aku tidak percaya Donghae bisa melakukannya.” Gumam Hyerim.

“Terima kasih sudah menyelamatkannya.” Ujar Kyuhyun datar pada Siwon. Siwon hanya tersenyum tipis.

“Sekarang ayo pulang.” Kyuhyun menatap Yongri.

“Pu–lang?” Yongri terkejut dengan ajakan Kyuhyun.

“Ne, untuk apa lagi kau di sini? Ayo!” Kyuhyun menggenggam pelan tangan Yongri.

“Oppa jankkaman-”

“Waeyo?”

“Ya! Kau pikir kau siapa bisa dengan seenaknya membawa Yongri pulang?” Siwon tampak tidak terima. Kyuhyun memandang Siwon dengan malas.

“Jangan kau pikir karena sudah menyelamatkannya, berarti kau bisa dekat lagi dengannya.” Ujar Kyuhyun dengan nada datar namun sarat emosi. Siwon lagi-lagi tersenyum tipis.

“Aku lupa ada 1 berita yang belum ku sampaikan pada kalian. Terlebih padamu, sayang.” Ujar Siwon sembari menatap Yongri mesra.

“Cih! Menjijikan.” Cibir Kyuhyun.

“Apa yang-”

 

TEEEEEETTTTT!!

 

Ucapan Yongri terputus ketika bel apartemen mereka kembali berbunyi. Siwon memutar bola matanya, kesal.

“Aish jinjja! Kenapa pagi-pagi seperti ini banyak sekali tamu?” Geram Siwon sembari membukakan pintu.

“Oppaaaa…” Tubuh Siwon membatu saat Hyomoon langsung memeluknya ketika pintu terbuka. Bukan hanya Siwon yang membatu, tetapi Yongri, Kyuhyun dan juga Hyerim.

“Aish, apa yang kau lakukan?!” Bentak Siwon sembari mendorong Hyomoon menjauhi dirinya. Hyomoon tampak terkejut dengan sikap Siwon itu.

“Oppa kenapa kasar sekali? Bagaimana jika aku jatuh dan anakmu kenapa-kenapa?” Ujar Hyomoon manja.

“Apa? Kau bilang itu anakku?” Siwon tertawa sinis.

“Me–memang anak ini anakmu oppa.” Ujar Hyomoon terbata. Siwon tertawa kencang. Membuat semua yang ada di sana menjadi bingung.

“Berhenti membual dan pergi dari sini. Minta saja pertanggungjawaban pada Lee Donghae!” Mata Hyomoon membulat sempurna. Ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya sekaligus sedikit takut.

“Mw–mwo? A–apa maksudmu oppa?” Tanyanya.

“Anak itu bukan anakku. Tetapi anak Donghae. Kau hanya menjebakku!!” Geram Siwon.

“MWO?!” Teriak 3 orang yang sedari tadi diam di belakang Siwon. Siwon membalikkan badannya dan menatap mereka.

“Ne, sayang. Inilah yang ingin kukatakan padamu. Anak yang di kandung wanita ini bukan anakku. Tetapi anak Donghae.” Ujar Siwon.

“Oppa jangan bercanda! Kau pasti sedang mengarang cerita untuk tidak bertanggung jawab.” Ujar Hyomoon yang mulai panik. Siwon mengangkat salah satu sudut bibirnya, tersenyum miring.

“Aku punya buktinya.” Ujar Siwon sembari merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya.

“Dengarkan ini baik-baik.” Tak berapa lama terdengarlah rekaman suara Donghae dan Hyomoon ketika mereka di cafe. Terdengar pembicaraan mereka tentang anak itu yang merupakan anak Donghae. Yongri, Kyuhyun dan Hyerim tampak tidak percaya. Terlebih lagi mereka baru mengetahui jika Hyomoon dan Donghae saling mengenal dan merencanakan ini semua. Siwon memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana ketika rekaman itu selesai terputar. Ia menatap Hyomoon yang wajahnya berubah pucat.

 

PLAKK!!

PLAKK!!

PLAKK!!

 

Pipi yang pucat itu dalam sekejap berubah menjadi berwarna merah dan terdapat sedikit jejak tangan. Siwon terkejut saat melihat Yongri sudah berada satu langkah di depannya. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah dia yang sudah mengubah warna pipi Hyomoon menjadi merah seperti itu. Hyomoon memegangi pipinya sembari menatap Yongri marah.

“Apa yang kau lakukan?!” Bentaknya.

“KAU WANITA TIDAK TAU MALU!!” Teriak Yongri yang benar-benar emosi. Emosinya yang benar-benar meninggi membuatnya menangis. Ia benci karena sudah masuk ke dalam jebakan Hyomoon dan Donghae. Membuatnya berpisah dengan Siwon sekaligus kehilangan ibu tercintanya. Yongri kembali mengangkat tangannya untuk menampar Hyomoon lagi. Namun Siwon segera mencegahnya dan membalikkan badan Yongri menjadi menghadapnya. Di tariknya pinggang Yongri mendekat padanya, bermaksud untuk menenangkan yeoja itu. Yongri meremas baju bagian lengan Siwon, mencoba menahan emosinya. Tangisnya juga belum berhenti. Satu lagi tangan Siwon yang menganggur di taruhnya di belakang kepala Yongri. Sesekali mengelusnya.

“Untuk apa kau masih di sini?” Tanya Siwon ketus. Tiba-tiba saja airmata Hyomoon jatuh membasahi pipinya.

“Oppa ku mohon nikahi aku. Aku tidak mungkin meminta Donghae untuk bertanggung jawab. Donghae sepupu jauhku oppa. Lagipula sekarang dia di penjara.” Ujar Hyomoon sembari terisak. Yongri tampak semakin marah mendengar ucapan Hyomoon yang meminta Siwon menikahinya. Ia ingin membalikkan badan namun pegangan Siwon di pinggangnya mengerat. Siwon bukan bermaksud melindungi Hyomoon dari Yongri. Ia hanya tak ingin Hyomoon membalas perbuatan Yongri dengan lebih kejam.

“Itu semua salahnya sendiri, Hyomoon-ssi. Apa kau tau jika dia mencoba memperkosa tunanganku? Dia masih bisa bebas kan dari penjara?  Masih untung aku tidak membunuhnya kemarin. Jika dia mati, anakmu itu tidak akan punya ayah nanti.” Ujar Siwon sembari mengelus pinggang Yongri. Perlakuannya itu mampu membuat emosi Yongri sedikit menyusut. Nafasnya juga tidak tersengal seperti tadi ketika emosi.

“Oppa tapi-”

“Lain kali pikirkanlah resiko yang mungkin kau dapat sebelum melakukan sesuatu. Sekarang lebih baik kau pergi. Dan kumohon jangan pernah menganggu hubunganku dengan Yongri lagi. Kau tau aku sangat mencintainya. Sampai kapanpun kau- bahkan wanita manapun tidak akan bisa menggantikannya.” Airmata Hyomoon semakin banyak mengalir mendengar kata-kata Siwon. Ia benar-benar tidak tau apa yang akan dilakukannya dengan anak di dalam kandungannya sekarang ini. Donghae di penjara selama 5 tahun. Itu berarti saat anaknya lahir nanti, anak itu tidak akan bertemu ayahnya. Belum lagi ia tidak tau apakah Donghae mau bertanggung jawab pada diri dan anaknya.

“Palli kka! Apa kau ingin mati di tangan Yongri, huh?!” Ujar Siwon kesal. Susah payah ia menenangkan Yongri, dan Hyomoon tidak bisa di ajak bekerja sama. Hyomoon segera berbalik dan berlari meninggalkan apartemen itu. Siwon akhirnya benar-benar bisa bernafas lega setelah semua masalah ini selesai. Ia memeluk Yongri dengan sangat erat. Yongri pun membalas pelukannya.

“Wonnie, mianhae.” Ujar Yongri dengan suara serak.

“Ssttt.. Aku tidak ingin mendengar kata maaf.” Bisik Siwon. Sesaat kemudian ia melepaskan pelukannya. Siwon tersenyum sembari menyeka airmata Yongri.

“Kenapa tidak mengatakannya dari kemarin?” Tanya Yongri.

“Kemarin itu bukan waktu yang pas.” Jawab Siwon. Yongri bergeser sedikit dari posisinya agar dapat melihat Kyuhyun dan Hyerim di belakang.

“Oppa… Anak itu bukan anak Siwon.” Ujarnya senang. Kyuhyun tampak salah tingkah dan segera mengalihkan pandangannya dari Siwon dan Yongri. Siwon hanya tersenyum geli melihatnya.

 

 

“Wonnie.”

“Hmm?”

“Wonnie.”

“Apa?”

“Wonnie.”

“Apa, sayang?”

“Wonnie.”

“Kau panggil aku sekali lagi, aku akan menciummu.”

“Wonnie.” Mau tidak mau Siwon akhirnya menatap Yongri. Sedari tadi ia memang menatap langit-langit kamarnya. Siwon tertegun saat airmata Yongri mengalir dengan matanya yang terpejam.

“Hei, kau kenapa?” Tanya Siwon sembari menangkup pipi Yongri. Menghapus airmatanya. Yongri membuka matanya dan tersenyum pada Siwon.

“Aku hanya takut ini mimpi.” Lirih Yongri. Siwon tersenyum dan kemudian menaruh tangan Yongri di pipinya.

“Apa masih terlihat mimpi saat kau bisa menyentuhku?”

“Wonnie…. Bogosipda.”

“Nado, sayang.” Yongri tersenyum menggeser posisinya menjadi berbaring di atas dada Siwon.

“Yongri.”

“Hmm?” Yongri memejamkan matanya merasakan detak jantung Siwon yang berdetak sedikit lebih cepat.

“Boleh aku meminta sesuatu?” Tanya Siwon.

“Apapun.” Jawab Yongri yakin.

“Jinjja? Apapun?” Siwon tampak antusias.

“Ya, apapun.” Ulang Yongri. Siwon tampak menarik nafas dan menghembuskannya perlahan sebelum berbicara.

“Mulai sekarang, apapun yang terjadi pada kita, kumohon percaya padaku dan tetap berada di sisiku. Can you?” Yongri mendongak menatap Siwon. Dan kebetulan Siwon juga sedang menunduk menatapnya.

“Wonnie…” Yongri kembali merasa bersalah. Seharusnya dari awal ia memang percaya pada Siwon. Kenapa harus? Alasannya mudah, karena dia mencintai Siwon. Ralat- sangat mencintai!

“Cukup satu kali, Yongri-ya. Cukup satu kali aku merasa kehilanganmu.” Suara Siwon mulai terdengar memohon. Sedangkan Yongri masih betah membisu.

“Yongri, bisakah? Jebal.”

“Sstttt.. Kumohon jangan memohon.” Ucap Yongri akhirnya. Siwon diam dan masih terus menatap Yongri.

“Bisa. Aku bisa melakukannya, Wonnie. Aku akan selalu berada di sisimu. Apapun yang terjadi.” Lanjutnya. Siwon tampak tersenyum senang mendengarnya. Di peluknya tubuh Yongri lebih erat seraya mencium puncak kepalanya.

“Oh ya satu lagi.” Ujar Siwon tiba-tiba.

“Mwo?!”

“Aku akan segera menikahimu.” Ucap Siwon yang berhasil membuat Yongri terkejut. Ia segera bangkit dari tidurnya menjadi duduk, menatap Siwon dengan intens.

“Apa maksudmu se–gera?” Tanya Yongri terbata. Siwon ikut duduk dan menatap Yongri balik.

“Eum, segera. Mungkin dalam 1 bulan ini.” Jawab Siwon santai.

“Mwoya?! Tapi-”

“Ini cara satu-satunya, sayang. Bukankah sudah kubilang cukup satu kali aku kehilanganmu? Dan aku harus benar-benar mengikatmu agar kau tidak kemana-mana.” Yongri memukul pelan bahu Siwon.

“Kau pikir aku kambing yang harus diikat?” Gerutu Yongri. Siwon tersenyum geli.

“Jadi kau mau, kan?” Tanya Siwon memastikan.

“Tapi Wonnie, bukankah kita sudah sepakat jika menikah setelah aku lulus?”

“Oh sumpah demi Tuhan, Yongri itu masih lama. Aku janji tidak akan menuntut apapun setelah kita menikah.” Janji Siwon berusaha meyakinkan. Siwon menggenggam tangan Yongri dengan erat. Yongri tampak berpikir. Ia memperhatikan wajah Siwon yang tampak penuh harap. Apa mungkin ia mampu melunturkan harapan itu? Apa mungkin ia mau menyakiti Siwon untuk kedua kali?

“Aku mau.” Ujar Yongri akhirnya.

“Jinjja? Kau tidak berbohong, kan?”

“Eish, apa masih punya waktu untuk berbohong?” Kesal Yongri. Namun tiba-tiba Yongri seakan teringat sesuatu. Wajahnya mendadak berubah menjadi sedih.

“Wae?” Tanya Siwon yang menyadari perubahan raut wajah Yongri. Yongri tersenyum miris.

“Hanya sedih karena tidak ada eomma di sampingku ketika kita akan menikah.” Ujarnya. Siwon tampak memahami perasaan Yongri.

“Gwenchana. Ahjumma pasti terus melihat di atas sana. Lagipula ada eommaku. Bukankah dia sudah kau anggap ibumu sendiri, hmm?” Yongri tersenyum kemudian mengangguk.

“Besok kita kunjungi eommamu, otte?”

“Mau, aku mau.”

“Arra, sekarang lebih baik kita tidur. Sudah larut malam.”

 

~~~

 

“Wonnie kau tidak bekerja? Aku bisa pergi sendiri ke tempat eomma.” Ujar Yongri yang melihat Siwon memakai pakaian casualnya.

“Ayolah sayang. Aku kan direktur, apa tidak boleh aku libur 1 atau 2 hari?” Ujar Siwon yang masih mematut dirinya di cermin.

 

PLETAKKK!!

 

“AWWWW!! Appo Choi Yongri!” Siwon mengelus kepalanya yang mendapat jitakan dari Yongri.

“Direktur macam apa itu, huh?? Mau ku adukan pada abeoji?” Ancam Yongri.

“Sekali ini saja, dear.” Rayu Siwon sembari merangkul Yongri mesra.

“Cih! Menjijikan.” Cibir Yongri sembari mendorong Siwon menjauh. Siwon tersenyum geli kemudian kembali menatap cermin. Yongri menatap Siwon yang semakin hari semakin tampan. Rambut Siwon sedikit lebih panjang sekarang. Namun tidak mengurangi sedikitpun ketampanannya.

“Wonnie, coba kau duduk sini.” Ujar Yongri sembari menunjuk kursi rias. Siwon menatapnya dengan bingung.

“Wae? Untuk apa?”

“Duduk saja.” Desak Yongri. Siwon pun akhirnya menuruti kemauan Yongri. Kemudian Yongri segera mengatur rambut Siwon yang mulai panjang itu. Ia sedikit bosan melihat rambut Siwon yang terus di biarkan berdiri dengan gel.

“Bagaimana?” Tanya Yongri setelah membuat rambut Siwon jatuh menutupi sebagian keningnya.

Not bad.” Ujar Siwon.

“Kau terlihat lebih tampan seperti ini.” Ujar Yongri sembari memeluk leher Siwon dari belakang. Di tempelkannya pipi Siwon dengan pipinya. Siwon tersenyum sembari mengelus tangan Yongri. Sesaat kemudian Siwon merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sesuatu.

“Pakai ini.” Ujar Siwon sembari memakaikan cincin tunangan yang sempat di lepas oleh Yongri. Yongri tampak terkejut.

“Wonnie kau menyimpannya?” Yongri tampak tak percaya.

“Tentu saja. Karena aku tau kau pasti akan kembali memakainya.” Kata Siwon sembari menatap Yongri dari cermin.

“Gomawo.” Ujar Yongri sembari mencium pipi Siwon.

“Begitukah caramu berterima kasih?” Tanya Siwon tak terima.

“Eh?” Siwon membalikkan badannya dan menarik Yongri duduk di pangkuannya. Kemudian merengkuh tengkuk Yongri agar semakin mendekat. Hingga akhirnya bibir itu mendarat sempurna di bibir mungil Yongri. Melumatnya dengan lembut dan dalam.

“Begitu caranya berterima kasih, arrachi?” Ujar Siwon setelah mengakhiri ciumannya. Biarpun sering melakukannya, Yongri selalu merasa malu setelah berciuman dengan Siwon. Wajahnya pasti akan merona merah seperti kepiting rebus.

“Ayo kita pergi, sebelum hari bertambah siang.” Ajak Siwon yang di balas anggukan oleh Yongri.

 

Siwon dan Yongri berpegangan tangan sesaat setelah turun dari mobil menuju ke tempat peristirahatan ibu Yongri. Sesampainya di sana, Yongri melepaskan tangan Siwon dan berjongkok. Ia tersenyum namun dalam senyuman itu kentara akan kesedihan.

“Eomma.. Aku datang.” Ujarnya lirih.

“Kau bahagia di sana, eomma? Aku sangat merindukanmu di sini.” Matanya mulai berkaca-kaca. Siwon ikut berjongkok di sebelah Yongri dan merangkul gadis mungil itu.

“Annyeong haseyo, ahjumma.” Sapa Siwon.

“Maafkan aku karena pernah membuat Yongri sedih, ahjumma. Maaf juga karena tidak sempat melihatmu untuk yang terakhir kali. Jeongmal mianhae.” Sesal Siwon.

“Tapi aku berjanji itu terakhir kalinya membuat Yongri sedih. Aku berjanji akan membuatnya bahagia selama di sisiku. Izinkan aku menikahi anak perempuanmu satu-satunya ini, ahjumma. Kau mengizinkanku, kan?” Tangis Yongri pecah saat mendengar kata-kata Siwon.

“Eomma, kuharap kau bahagia melihatku bersama Siwon dari atas sana. Aku sangat mencintainya, eomma. Aku mohon lindungi cinta kami dari atas sana.” Ujar Yongri sedih.

“Uljima. Apa sudah cukup? Mau pulang sekarang?” Tanya Siwon sembari menyeka airmata Yongri. Yongri mengangguk setuju.

“Eomma, kami pulang dulu. Aku akan sering-sering kemari. Saranghae eomma.”

“Annyeong higaseyo, eommonim.” Pamit Siwon. Keduanya kembali berpegangan tangan menuju ke mobil. Di dalam mobil tampak suasana hening. Siwon tampak membiarkan Yongri menenangkan hatinya terlebih dahulu. Ia tau Yongri masih belum menerima kematian ibunya. Tapi mau tidak mau itu sudah terjadi.

“Sudah lebih baik?” Tanya Siwon memecah keheningan. Yongri menatap Siwon dan tersenyum.

“Sudah.” Jawabnya. Siwon ikut tersenyum.

“Kita mau ke mana? Pulang?” Tanya Yongri.

“Ani. Aku ingin mengajakmu ke rumah. Bertemu appa dan eomma. Aku ingin meluruskan kesalahpahaman kemarin.” Ujar Siwon. Yongri hanya mengangguk saja.

“Kau tau, waktu itu aku hampir mati di tangan appa.” Ucap Siwon tiba-tiba.

“Mworago?!” Yongri tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

“Eum. Karena appa pikir aku benar-benar menghamili Hyomoon. Appa memukuliku tanpa ampun. Bahkan ketika eomma mencoba menghentikannya, appa tidak peduli.”

“….”

“Untung ada Myungsoo. Kalau tidak aku pasti akan benar-benar mati.”

“Myungsoo?!”

“Ya. Tiba-tiba dia berdiri di hadapanku, mencegah appa untuk kembali memukulku. Dan ajaibnya appa berhenti memukulku.”

“Pasti berat untukmu.” Yongri tampak kasihan dengan Siwon. Dielusnya lengan Siwon dengan pelan.

“Aniya. Itu merupakan pelajaran untukku. Artinya aku harus lebih berhati-hati terhadap orang-orang seperti Hyomoon.”  Yongri tampak setuju dengan Siwon.

“Lagipula aku rela di pukul oleh appa asal kau kembali ke sisiku.” Kata Siwon sembari sesekali menatap Yongri. Yongri tampak tersipu mendengar ucapan Siwon.

 

Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah mewah Siwon. Keduanya segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.

“Appa!!! Eomma!!” Teriak Siwon.

“Wonnie tidak sopan.” Tegur Yongri.

“Wae?!” Suara Tuan Choi tampak tidak suka. Mungkin masih marah dengan kejadian kemarin. Namun saat melihat Yongri, raut wajahnya berubah.

“Yongri?!” Ucapnya setengah percaya.

“Annyeong haseyo, abeoji.” Sapa Yongri. Kemudian menyusul Nyonya Choi datang dari arah belakang Tuan Choi.

“Annyeong haseyo, eommonim.” Yongri menghampiri Nyonya Choi dan memeluknya.

“Astaga, Yongri. Ini benar kau?” Nyonya Choi juga tampak tak percaya.

“Ne, eommoni. Ini aku.” Kata Yongri. Siwon menghampiri mereka dan menggenggam tangan Yongri.

“Appa, eomma, aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian.” Ujar Siwon. Tuan dan Nyonya Choi seperti membisu. Mereka terkejut sekaligus bingung melihat Siwon dan Yongri terlihat seperti dulu.

“Pertunanganku dengan Yongri tidak pernah berakhir. Berita mengenai aku yang telah menghamili seorang wanita, itu semua hanya jebakan. Anak itu bukan anakku.” Ujar Siwon mantap.

“Jin–jinjjayeo?” Suara Tuan Choi terbata.

“Ne, abeoji. Siwon di jebak oleh wanita itu. Dia memang hamil, tetapi anak itu merupakan anak dari sepupunya sendiri.” Yongri yang menjawab.

“Oh terima kasih Tuhan. Aku lega mendengarnya.” Nyonya Choi tampak berkaca-kaca. Siwon dan Yongri tampak tersenyum senang saat melihat Tuan dan Nyonya Choi bernafas lega.

“NOONAAAAA!!” Serempak semua menoleh ke arah tangga. Di sana, Myungsoo berdiri sembari menatap Yongri. Sejurus kemudian ia berlari menghampiri Yongri dan terjatuh dalam gendongan Yongri. Myungsoo tampak memeluk erat leher Yongri. Ia juga menyembunyikan wajahnya di bahu Yongri.

“Noona, bogossiepoyo.” Ujarnya manja.

“Noona juga merindukanmu, Myungsoo-ya.”

“Myungsoo, turun dari gendongan Yongri. Kau itu berat. Kasian melihat Yongri.” Ujar Nyonya Choi. Myungsoo menggeleng keras.

“Shireo. Aku masih ingin seperti ini. Aku sangat rindu pada noona. Aku bahkan berpikir tidak akan pernah bertemu lagi dengan noona.” Suara Myungsoo mulai terdengar parau. Tak lama di susul isakan. Yongri mengelus punggung Myungsoo.

“Gwenchana eommonim.” Yongri tampak tidak keberatan menggendong Myungsoo. Memang tidak dapat di pungkiri jika bobot tubuh Myungsoo sudah lebih berat. Namun Yongri tidak tega melihat Myungsoo yang begitu merindukannya. Ia pun merasakan hal yang sama. Myungsoo mengangkat kepalanya dan menatap Yongri. Yongri dapat melihat wajahnya yang basah oleh airmata.

 

CHU~

 

Myungsoo mencium singkat pipi kanan Yongri. Membuat Yongri sedikit terkejut. Pasalnya, Myungsoo sudah lama tidak melakukan itu.

“Ya! Jinjja, Myungsoo-ya. Bagaimana mungkin kau dapat mencium tunanganku, di hadapanku.” Siwon tampak tidak terima. Tuan Choi, Nyonya Choi serta Yongri hanya dapat tertawa melihat kelakuan Siwon yang seperti anak kecil.

 

~~~

 

Yongri memantapkan sedikit hatinya sebelum memasukki tempat di mana banyak para penjahat menetap. Ya, ia memutuskan untuk mengunjungi Donghae. Biar bagaimanapun ia terlanjur menganggap Donghae teman. Ia menunggu di ruangan yang memang di khususkan untuk bertemu tahanan. Beberapa saat kemudian Donghae masuk ke ruangan yang sama dengan di antarkan seorang polisi. Donghae sangat terkejut melihat kehadiran Yongri. Luka di wajah Donghae juga belum sembuh benar. Donghae duduk di hadapan Yongri dengan perasaan campur aduk.

“A–apa kabar?” Sapa Yongri. Donghae tersenyum tipis.

“Seperti yang kau lihat.” Balasnya. Yongri memperhatikan wajah Donghae yang sedikit memucat. Selain itu badannya juga mengurus. Sejujurnya, Yongri tidak tega melihat keadaan Donghae. Namja yang dulu begitu banyak pesona, tetapi saat ini begitu lusuh.

“Mianhae.” Ujar Donghae dengan menunduk. Sekarang gantian Yongri yang tersenyum tipis.

“Aku sudah memaafkanmu dari kemarin-kemarin.” Donghae mendongakkan kepalanya menatap Yongri.

“Jinjja? Kau tidak marah padaku?” Tanyanya antusias.

“Sebenarnya aku marah dan kecewa padamu. Tapi toh aku sudah bisa menerima semuanya.”

‘Dan kau juga mendapat balasannya.’ Batin Yongri. Ia tidak mungkin mengatakan itu pada Donghae. Ia tidak mau mengecilkan hati Donghae. Donghae tampak tersenyum lega.

“Kau harus bertanggung jawab atas Hyomoon.” Kata Yongri. Donghae menatap Yongri dengan bingung.

“Aku sudah tau semuanya, Donghae-ya. Anak yang di kandung Hyomoon adalah anakmu, kan? Kalian mencoba menjebak Siwon untuk memisahkan kami.” Kembali, Donghae merasa bersalah.

“Untuk persoalan yang satu ini. Apa kau mau aku memaafkanmu juga?” Tanya Yongri. Donghae menatap Yongri lama. Kemudian ia mengangguk.

“Aku akan melakukannya. Tetapi seperti yang ku katakan tadi, kau harus bertanggung jawab atas Hyomoon dan calon anakmu. Mereka membutuhkanmu.”

“Tapi aku tidak mencintainya.” Ujar Donghae pelan.

“Ini bukan masalah cinta, Donghae-ya. Tapi tanggung jawab. Biar bagaimanapun Hyomoon masih keluargamu. Kau tidak mungkin tega menelantarkannya seperti itu. Akan seperti apa masa depannya nanti?” Donghae tampak memikirkan kata-kata Yongri.

“Kalian bisa memulainya saat kau keluar dari sini. Cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya. Apalagi dengan hadirnya buah hati kalian nanti.”

“Kau mau, kan?” Donghae kembali menatap Yongri. Sesaat kemudian ia mengangguk.

“Gomawo, Yongri-ya.” Ujarnya. Yongri tersenyum sembari menggenggam kedua tangan Donghae di atas meja yang di borgol.

Kedua keluarga besar itu kembali mengadakan makan malam bersama. Makan malam itu di adakan di rumah Siwon. Kali ini makan malam itu terasa berbeda dengan saat terakhir kali mereka melakukannya di rumah Yongri. Tawa terus terdengar dari bibir kedua kepala keluarga itu. Tampak juga terdengar suara Siwon dan Seunghyun yang terus mengobrol. Juga Yongri dan Myungsoo yang terus bercanda. Sedikit menyesali dengan ketidakadaan ibu Yongri di sana. Kalau tidak, malam itu akan benar-benar terasa lengkap.

“Appa, eomma, ahjussi, aku ingin berbicara.” Suara Siwon terdengar serius.

“Aigoo ada apa Siwon-ah?” Tanya ayah Yongri.

“Aku ingin menikahi Yongri 3 minggu lagi.

“MWO?!” Suara ketiga orangtua di sana tampak sangat terkejut. Suasana hening sejenak. Seunghyun dan Myungsoo hanya diam tanpa ikut campur.

“Tapi Siwon-ah, bukankah kalian sepakat akan menikah saat Yongri lulus kuliah?” Tanya sang ayah.

“Ne, itu benar appa. Tetapi aku hanya tidak ingin terjadi masalah-masalah yang tidak diinginkan seperti kemarin. Aku merasa harus menjadikan Yongri milikku seutuhnya. Baru aku bisa tenang.” Suara Siwon terdengar mantap dan yakin. Yongri yang mendengarnya kontan tesipu malu. Bagaimana mungkin Siwon mengatakannya begitu frontal di hadapan orangtua mereka?

“Kalian yakin?” Tanya ayah Yongri.

“Sangat yakin, ahjussi.” Jawab Siwon.

“Baiklah, kalau begitu kami para orangtua bisa apa. Kami hanya mengikuti kemauan kalian.” Ujar ayah Yongri sembari tersenyum. Siwon lagi-lagi bernafas lega karena semua berjalan lancar.

“Hei! Kau tidak meminta restuku? Biar bagaimanapun Yongri itu adikku. Jika oppanya tidak mengizinkan, kau tidak akan bisa menikah.” Gurau Seunghyun.

“Eish, kau tidak mungkin menghalangiku menikahi Yongri.” Ujar Siwon percaya diri. Yang lain hanya bisa tertawa mendengar candaan mereka.

 

~~~

 

Kyuhyun dan Yongri sekarang tengah berada di sebuah cafe yang tidak jauh dari kampus mereka. Hanya mereka berdua, tidak ada Hyerim seperti biasa. Keduanya tampak duduk berhadapan dengan suasana yang hening. Yongri beberapa kali menyeruput cappucino yang di pesannya untuk menghilangkan gugup. Dan Kyuhyun sendiri, seperti biasa dengan gayanya yang datar dan dingin.

“Apa kau melakukan kesalahan?” Tanya Kyuhyun memecah keheningan.

“Eh? Tidak.” Jawab Yongri.

“Lalu kenapa kau tampak gelisah dan gugup seperti itu? Hei, ini bukanlah pertama kali kita pergi berdua ke cafe.” Goda Kyuhyun. Yongri mendecak kesal.

“Aish ini bukan karena itu.” Bantah Yongri.

“Lalu apa yang membuatmu seperti itu?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Ah itu.. Ada yang ingin kubicarakan denganmu oppa.”

“Ya bicara saja.”

“Tapi kumohon jangan marah.” Dahi Kyuhyun mengkerut saat mendengar kata-kata Yongri.

“Kenapa aku harus marah?” Tanyanya bingung.

“Ini mengenai aku dan Siwon.” Sahut Yongri pelan dan menundukkan kepalanya. Takut melihat raut wajah Kyuhyun yang entah seperti apa sekarang. Kyuhyun berdehem pelan untuk menetralkan suasana yang tiba-tiba sedikit tegang.

“Malhaebwa.” Ujarnya datar.

“Aku dan Siwon akan……..menikah.” Raut wajah Kyuhyun tidak berubah. Masih dengan muka datar. Namun ia tidak dapat memungkiri jika ia sangat terkejut dengan pernyataan Yongri.

“3 minggu lagi.” Lanjut Yongri masih enggan menatap Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas pelan dan menatap puncak kepala Yongri yang ada di hadapannya.

“Tatap aku bodoh. Apa begitu caramu berbicara denganku?” Tanya Kyuhyun ketus. Dengan takut-takut, Yongri menatap Kyuhyun tepat di matanya.

“Kau bahagia?” Tanya Kyuhyun lembut. Yongri menatap Kyuhyun bingung. Bagaimana mungkin namja itu melontarkan pertanyaan yang pasti ia sudah tau jawabannya. Namun akhirnya gadis mungil itu mengangguk juga.

“Kenapa kau bahagia?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Karena di dunia ini hanya Siwon yang kuinginkan, oppa.” Jawab Yongri. Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban Yongri.

“Jika kau di beri kesempatan untuk bertemu ibumu satu kali, kau tidak menginginkannya?”

“Oppa..”

“Kau tidak ingin melihat abeoji bahagia? Kau tidak ingin lulus kuliah? Kau tidak ingin melihat aku dan Hyerim menikah?” Yongri terdiam sembari menatap Kyuhyun.

“Kau tau jawabanmu tadi itu konyol. Bagaimana mungkin kau hanya menginginkan laki-laki yang nyaris sempurna itu saja?”

“Aku tanya sekali lagi, kenapa kau bahagia?” Yongri mendecak kesal. Tanpa berpikir ia berkata,

“Karena aku mencintai Siwon dan aku ingin hidup bersamanya selamanya!” Kembali Kyuhyun tersenyum.

“Itu baru jawaban. Dasar bodoh!” Cibirnya. Yongri mengerucutkan bibirnya karena kesal.

“Lalu kau berharap apa dariku?” Yongri kembali menatap Kyuhyun.

“Aku berharap oppa mendukungku. Dan ikut bahagia bersamaku.”

“Geureh. Aku akan melakukannya.” Yongri menatap Kyuhyun tak percaya.

“Jeongmal?!” Pekiknya tertahan. Kyuhyun mengangguk sekilas.

“Kyaaaa!! Gomawoyo oppa.” Ujar Yongri senang.

 

~~~

 

“Yoboseo.”

Kau di mana?

“Wae? Kenapa tiba-tiba menghubungiku dan menanyakan aku di mana?”

Memangnya salah? Aku hanya ingin tau calon istriku ada di mana.

“Cih! Kekanakkan.”

Sekarang katakan kau di mana?

“Aku di rumah.”

Jinjja?

“Ne. Kau menganggu tidurku. Sudahlah, aku ingin tidur.” Tanpa menunggu jawaban Siwon, Yongri segera memutuskan sambungan teleponnya. Yongri berbohong saat mengatakan dirinya di rumah, karena pada kenyataannya sekarang ia sedang berada di sungai han. Duduk sendiri sembari menatap genangan air yang tenang di hadapannya. Ia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Sesekali ia menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman manis. Sebentar lagi ia menikah dengan Siwon. Dan menurutnya ini hanya seperti mimpi indah. Ia tidak mau bangun. Ia rela tidur selamanya asal mimpi ini tidak menghilang.

“Sejak kapan rumahmu pindah ke sini?” Yongri tersentak mendengar sebuah suara yang sangat tidak asing untuknya. Ia menoleh ke belakang dan mendapati Siwon berdiri tak jauh darinya dengan kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana.

“Ketahuan berbohong, Nona?”

“Wonnie….” Siwon berjalan perlahan menghampiri Yongri dan ikut duduk di sebelahnya.

“Kenapa berbohong?” Tanya Siwon tanpa menatap Yongri.

“Hanya ingin saja.” Jawab Yongri asal. Siwon mencium bibir Yongri sekilas. Membuat Yongri terkejut.

“Hukuman karena kau sudah berbohong.” Kata Siwon sembari tersenyum sinis. Yongri mendecak kesal.

“Sedang apa kau di sini? Tidak bekerja, eoh? Kau membolos lagi? Kau benar-benar ingin ku adukan pada abeoji.” Cecar Yongri panjang lebar.

“Aish berhentilah mengoceh, Nona Choi.” Gerutu Siwon kesal.

“Aku hanya sedang penat. Kerjaan di kantor banyak sekali. Aku mau muntah rasanya.” Keluh Siwon manja. Mau tidak mau Yongri merasa kasihan pada Siwon. Yongri tau, Siwon sengaja lembur setiap hari agar mendapat cuti beberapa minggu setelah mereka menikah nanti. Yongri memijat pelan lengan tangan Siwon yang kekar. Mencoba menghilangkan sedikit kelelahnnya.

“Kau menyiksa dirimu sendiri.” Gumam Yongri. Siwon tersenyum.

“Sedang apa di sini?” Tanya Siwon.

“Tidak ada. Hanya mencari angin.”

“Kau senang akan menikah denganku?” Tanya Siwon tiba-tiba. Yongri menatap Siwon bingung.

“Apa aku harus menjawab pertanyaanmu?” Tanya Yongri balik.

“Tentu. Bukankah waktu itu kau mengatakan menyesal pernah mencintaiku?” Seketika itu juga Yongri menghentikan pergerakan tangannya. Ia ingat sekali kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya saat itu. Saat di mana ia memutuskan untuk mengakhiri pertunangan mereka. Yongri menunduk karena merasa bersalah.

“Mianhae. Aku tidak bersungguh-sungguh mengatakannya.” Gumamnya. Siwon tersenyum dan memeluk gadis mungil itu.

“Arra. Aku tau kau memang tidak bersungguh-sungguh.” Siwon menenangkan. Yongri mengeratkan pelukannya pada Siwon.

“Kau ingin ke mana bulan madu kita nanti?” Tanya Siwon mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Tidak perlu kemanapun.” Jawab Yongri yang membuat Siwon bingung.

“Eh? Tapi kenapa? Aku akan mengusahakan mendapat cuti.” Ujar Siwon meyakinkan.

“Bukan seperti itu.”

“Lalu?”

“Aku tidak butuh ke manapun. Yang aku butuhkan hanya kau di sisiku dan tidak pernah meninggalkanku. It’s enough for me.”

“Eish, tanpa kau suruh aku pun pasti akan melakukannya.” Sahut Siwon.

“Aku tau.” Balas Yongri sembari melepas pelukannya.

“Eh?”

“Kau kan sangat mencintaiku, Tuan Choi. Tidak bisa hidup tanpaku, kan?” Goda Yongri yang berhasil membuat pipi Siwon memerah.

“Mwo–mworago?”

“Lihat-lihat! Kenapa pipimu memerah? Hahahahaha..” Tawa Yongri pecah saat melihat wajah Siwon memerah.

“Aish shikkereo!” Teriak Siwon mencoba menghilangkan malunya. Yongri masih enggan menghentikan tawanya dan malah semakin kencang. Mengundang perhatian orang-orang yang ada di sekitar sana.

“Ya! Orang-orang akan menyangkamu gila.” Bisik Siwon. Yongri menghentikan tawanya dan memperhatikan sekitar. Ia berdehem pelan saat melihat banyak yang melihat ke arahnya. Sekarang giliran Siwon yang tersenyum geli melihat wajah bodoh calon istrinya itu.

“Wajahmu sudah bodoh. Jadi jangan pasang tampang seperti itu. Kau semakin terlihat bodoh.” Ucap Siwon masih dengan tersenyum geli. Yongri mencubit kuat pinggang Siwon. Membuat Siwon meringis kesakitan.

“Aish jinjja! Kau ini seorang gadis atau monster, huh?” Decak Siwon kesal. Yongri tampak berpikir.

“Eum, monster yang di cintai oleh pria tampan bernama Choi Siwon.”

“YAAAA!!”

–Fin–

 

Akhirnya selesai juga…. *fiiiuuhhhh*

mianhae kalo endingnya kurang memuaskan 😦

RCL ya.. jeongmal gomawo..

tunggu author di ff selanjutnya 😀

Advertisements

108 thoughts on “It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 7 END

  1. Yuhuuuuu happy end jga akhirnya..
    Terusin lagi bcanya smpe nikah haha…
    Tpi thor aku tdi gak tela pas ada yg liat badan yongri selain siwon..tpi gak pp lah..semuanya sdah beres..
    Lanjut..lgi bca sequel…smpe hbis wkwk..
    Peace..

  2. Akhirnya happy ending… padahal mau liat pasangan ini menikah… cinta banget siwon .yongra seneng liat pasangan ini untunglah masalahnya cpet selesai…
    Donghae kq d sini jahat sekali tega banget hampir memperkosa yongri untung aja siwon cpet dateng…
    terungkap sudah kebusukan donghae n Hyomoon biar tau rasa mereka..hahaaaa butuh sequel lg nih…hehehe

  3. yeayyyy Happy Endingggg!!! Akhinya mereka balikan lagii!! Myungsooo i miss uuuuuu hohoho. semoga pernikahannya nanti lancarr. seneng juga kyu uda mau merestui hehe.

    Hheemm hyomoon 3 kali PLAAKKK PLLAAAKK nya belom cukup harusnya 10 kali wkwkwkwk tapi kasian juga lagi hamil Semoga anaknya cakep kaya donghae tapi jangan sampe keikut sifatnya noh hohoho..

    WELL DONE THOR^^

  4. yeayyyy happy ending…. sebenernya gak rela bayangin wajah si piranha jadi pemerkosa dan jadi tahanan. hayati gak kuat… tapi ini demi kelangsungan cerita 😥 aduuh ini cerita sweet bgt. baca ini bikin ngfly, senyum senyum sendiri, seneng sendiri, dan sambil guling guling gelisah dikasur saking ngfly.a bayangin wajah siwon yang err.. romantis bgt dan perfect! pliz doakan biar aku bisa dapetin siwon.. ya? pliz ngalah sama dedek :p

  5. hahh udah pantas itu donghae mendapatkannya
    hihhh dasar hyumoon gak tau malu siwpn udah tau anak donghae mash aja minta nikh
    maknya kalo ablum berbuat dipikir dulu
    dasar bodoh
    hahh bener benrr pasangan hyumoon donghae bikib emosi
    untung aja siwon yongri bersatu kembali 🙂
    smoga bahagia
    ciee akhirnya akan menikah hehee

  6. akhirnya happy ending, tapi kenapa kga sampe married and punya aegy pasti seru kkk
    overall udh lumayan, cukup memuaskan untuk pasangan ini kkk aku bakalan baca another story dari couple ini see yaa on next story author-nim 😘😘😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s