It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 6

It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 6

Author       : Choineke

Judul           : It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’)

Cast               : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast     : Song Hyerim (OC), Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC), Lee  

                           Donghae, Lee Hyukjae, Choi Seunghyun.

Genre         : Romance

Length       : Chapter

Rating        : PG-17

 

~~~

Author POV

Matahari sudah datang untuk menggantikan tugas bulan. Langit juga sudah tampak cerah bahkan terkesan panas. Cahaya matahari itu masuk menembus jendela kamar di mana tempat Siwon berada. Ia menggeliat kecil saat merasakan cahaya matahari itu. Beberapa saat kemudian matanya terbuka sempurna. Siwon menoleh ke arah sampingnya dan tidak menemukan siapa-siapa di sana. Ia menghela nafas kecewa. Namja itu bangun dari baringnya menjadi duduk. Sedikit merenggangkan ototnya yang terasa lelah. Pikirannya kembali mengulang apa yang terjadi semalam. Memikirkan apa yang di katakan Hyomoon. Entah mengapa Siwon yakin kalau ia memang tidak pernah melakukan apa-apa dengan Hyomoon. Sayangnya, ia tidak bisa mengingat kejadian apapun saat itu setelah ia mabuk. Bagaimana jika ia melakukannya tanpa sadar? Bagaimana jika anak itu memang benar anaknya? Haruskah ia melepaskan Yongri dan menikahi Hyomoon? Siwon menggeleng keras. Tidak! Ia tidak akan pernah bisa melakukannya. Sampai kapanpun. Siwon bertekad harus mencari tau tentang kebenaran ini. Dan ia harus meminta bantuan seseorang yang ia yakini bisa membantunya. Di ambilnya ponsel yang tergeletak di meja nakas samping tempat tidur dan segera menghubungi orang itu.

Yongri duduk termenung di atas tempat tidurnya dengan pandangan kosong. Yeoja itu memeluk erat kedua lututnya menggunakan kedua tangannya. Wajahnya tampak pucat dengan mata yang membengkak. Masih terlalu sulit memikirkan apa yang akan terjadi dengan hubungannya bersama Siwon selanjutnya. Masih berharap bahwa ini mimpi. Namun sayang, itu semua hanya sebatas keinginannya saja. Saat ia terbangun tadi pagi di kamar Siwon, semuanya tampak seperti apa yang terjadi semalam. Inikah akhirnya? Semua yang awalnya tampak bahagia apa akan berakhir seperti ini?

 

CKLEKKK!!

 

Yongri tampak tidak bergerak saat mendengar pintu kamarnya terbuka. Nyonya Choi masuk ke dalam dan menghampiri Yongri yang duduk di atas tempat tidurnya. Nyonya Choi ikut duduk di hadapannya dan memperhatikan wajah sang anak yang tidak seperti biasanya.

“Yongri-ya, neo gwenchana?” Tanyanya. Yongri tetap diam. Entah ia tidak mendengar atau pura-pura tidak mendengar.

“Yongri sayang, kau kenapa? Katakan pada eomma, apa yang terjadi?” Tanya Nyonya Choi lagi sembari mengelus kepala Yongri. Yongri seolah tersadar dan langsung menatap Nyonya Choi dengan mata berkaca-kaca.

“Ada apa?”

“Eomma…” Ucap Yongri dengan suara lirih.

“Ya sayang, ini eomma.” Sahut Nyonya Choi.

“Semuanya sudah berakhir.”

“Apa maksudmu?”

“Pertunangan ini sudah tidak bisa di lanjutkan, eomma..”

“Omo! Kau sedang bertengkar dengan Siwon? Sebaiknya bicarakan baik-baik. Pertunangan itu bukan main-main, sayang. Tidak bisa seenaknya di akhiri seperti itu saja.”

“Siwon….dia..akan mempunyai..anak sebentar lagi, eomma. Dan itu dari wanita lain.” Ucap Yongri terbata dengan airmata yang sudah membasahi pipinya.

“Mw–mwo?!” Nyonya Choi tidak dapat membunyikan keterkejutannya.

“Bagaimana mungkin itu terjadi?” Tanya Nyonya Choi.

“Nan mollayo, eomma.” Jawab Yongri.

“AAKKHH!!” Tiba-tiba Nyonya Choi berteriak sembari memegang dadanya, membuat Yongri terkejut.

“Eomma ada apa?” Tanya Yongri. Nyonya Choi menggigit bibir bawahnya seperti menahan sakit.

“Tidak apa-apa.” Ucapnya kemudian menarik Yongri untuk memeluknya.

“Kau benar-benar ingin mengakhiri semuanya?” Tanya Nyonya Choi. Yongri tampak mengangguk di pelukan ibunya.

“Tapi, bukankah kau sangat mencintainya?” Airmata Yongri semakin deras mengalir. Benar, ia memang sangat mencintai Siwon. Tetapi tetap saja cinta itu tidak bisa mempertahankan Siwon di sisinya.

“Aku memang mencintainya eomma. Tetapi calon anak itu lebih membutuhkannya.” Ujar Yongri dengan terisak. Nyonya Choi mengelus punggung Yongri untuk menenangkannya.

“Arraseo. Eomma akan bicarakan ini dengan appa. Sekarang kau istirahat saja.” Kata Nyonya Choi sembari melepaskan pelukannya. Yongri mengangguk dan menyeka airmatanya.

 

~~~

 

“MWOYA??” Jerit Hyukjae yang terpaksa membuat Siwon menutup kedua telinganya.

“Siwon kau benar-benar gila.” Desisnya.

“Aish sudah kubilang aku yakin itu bukan anakku.” Bantah Siwon. Hyukjae menghampiri Siwon dan mencengkram kerah kemejanya.

“Kau memang brengsek! Kau tau kau sudah memiliki tunangan dan kau malah menghamili wanita lain. Sekarang kau bilang anak itu bukan anakmu, huh??” Geram Hyukjae. Siwon mencoba melepaskan cengkraman Hyukjae darinya.

“Hyukjae-ya, kau tau aku. Aku sangat mencintai Yongri dan tidak mungkin mengkhianatinya. Apalagi dengan wanita yang tidak kucintai.” Hyukjae tampak memikirkan kata-kata Siwon. Siwon benar, ia tau jika Siwon sangat mencintai Yongri.

“Tapi bagaimana mungkin wanita itu mengatakan kau ayah dari calon anaknya? Tidak mungkin ia melakukannya tanpa di dasari oleh sesuatu. Bagaimana jika saat itu kau memang mabuk, dan kau tidak sadar sudah melakukannya?” Siwon menghela nafas panjang.

“Itulah sebabnya aku meminta bantuanmu, Hyukjae-ya. Bantu aku untuk membuktikan jika itu bukan anakku.”

“Apa kau sudah memastikan jika wanita itu benar-benar hamil?” Tanya Hyukjae.

“Molla. Aku belum memastikannya. Aku hanya tau karena waktu itu ia mengatakannya begitu.” Jawab Siwon.

“Geureh, sekarang waktunya kau membuktikan terlebih dahulu ia benar-benar hamil atau tidak. Setelah itu baru kita cari tau itu anak siapa.” Ujar Hyukjae. Siwon mengangguk mengerti.

 

Setelah mendapatkan saran dari Hyukjae, Siwon segera membawa Hyomoon ke rumah sakit kandungan saat sore harinya. Tentu saja Hyomoon senang. Karena ia berpikir Siwon sudah mulai peduli dengan dirinya. Selagi menunggu giliran, Hyomoon terus mengajak Siwon berbicara. Namun Siwon hanya membalas seadanya dan tanpa niatan sama sekali. Siwon mendesah lega saat giliran mereka tiba. Mereka segera masuk ke dalam ruang periksa, dengan Siwon yang duduk di hadapan meja dokter dan Hyomoon segera menuju ke tempat tidur yang ada di sana. Beberapa saat kemudian, Hyomoon menghampiri Siwon dan duduk di sebelahnya, diikuti dokter yang duduk  di depan mereka.

“Bagaimana, dok?” Tanya Siwon tak sabaran. Dokter itu tersenyum.

“Kandungannya baik. Sekarang sudah memasukki minggu ke 4.” Jawab dokter itu. Pundak Siwon langsung lemas mendengar jawaban dokter itu. Berarti Hyomoon benar-benar hamil.

“Anda harus memperhatikan istri Anda dengan baik. Karena masa-masa seperti ini adalah masa-masa yang rentan. Kemudian istri Anda juga pasti akan sering mengalami mual pada trimester pertama ini.” Jelas dokter itu.

“Ne, dokter. Suami saya pasti melakukannya. Ia suami yang baik dan pengertian.” Sambar Hyomoon yang langsung mendapat tatapan protes dari Siwon. Setelah merasa cukup, mereka segera keluar dari ruangan itu. Hyomoon terus menggandeng tangan Siwon dan enggan melepaskannya.

“Oppa, kau harus cepat menikahiku.” Ujarnya saat di perjalanan pulang. Siwon hanya diam saja.

“Siwon oppa!!”

“Waeyo?” Sahut Siwon malas.

“Kita harus cepat menikah. Aku tidak mau kita menikah saat perut ini sudah membesar.” Kata Hyomoon.

“Apa kau yakin itu anakku?” Tanya Siwon.

“Tentu saja! Kau pikir aku wanita murahan, eoh? Aku hanya melakukannya denganmu saja.” Jawab Hyomoon. Siwon kembali terdiam. Pikirannya melayang entah kemana. Ia bingung bagaimana mau membuktikan bahwa anak itu bukan anaknya. Atau memang benar itu anaknya. Belum lagi beberapa hari ini Yongri tidak bisa dihubungi dan tidak mau bertemu dengannya. Membuat Siwon semakin pusing sekaligus khawatir. Ia hanya berharap jika Yongri baik-baik saja.

 

~~~

 

Beberapa hari kemarin Siwon menginap di apartemennya untuk menenangkan pikirannya. Dan hari ini ia kembali ke rumahnya karena tidak mau membuat ibunya khawatir. Ia segera turun dari mobilnya saat sudah sampai di rumah mewahnya itu. Saat masuk ke dalam, rumah tampak sepi. Bahkan pelayan pun tidak terlihat. Untungnya Siwon menemukan Myungsoo yang sedang duduk sembari menunduk di ruang keluarga.

“Myungsoo-ya..” Panggil Siwon. Myungsoo mendongakkan kepalanya dan melihat Siwon tanpa ekspresi.

“Wae? Kenapa melihatku seperti itu? Kenapa rumah sepi? Mana eomma?” Tanya Siwon beruntun. Myungsoo tidak menjawab pertanyaan Siwon dan malah menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan. Lagi-lagi Siwon di buat bingung melihatnya. Siwon mengalihkan pandangannya saat mendengar suara derap langkah kaki yang mendekat. Ia melihat ibu dan ayahnya berjalan beriringan.

“Eoh? Appa, waseo.” Ujarnya. Tuan Choi tidak menanggapi ucapannya dan terus berjalan mendekatinya.

 

PLAAKK!!

 

Satu tamparan mendarat di pipi Siwon saat Tuan Choi sudah berada di dekatnya. Siwon meringis merasakan sakit di sekitar pipi kanannya.

“Appa..” Ujar Siwon pelan sembari menatap Tuan Choi.

“OTAKMU DI MANA, HUH?!” Teriak Tuan Choi dengan penuh emosi.

“Apa maksudmu, appa?” Tanya Siwon bingung.

 

BUUKKK!!

 

Siwon tersungkur saat mendapat pukulan tepat di perutnya. Tuan Choi tampak sangat emosi dan tidak memikirkan kesakitan Siwon.

“KAU MEMANG BODOH ATAU PURA-PURA BODOH??” Bentaknya lagi. Siwon mengatur nafasnya yang tidak beraturan dan memegang perutnya yang benar-benar terasa sakit.

“Siwon, apa benar kau menghamili seorang wanita?” Tanya Nyonya Choi yang sudah menangis. Siwon tampak terkejut dengan pertanyaan ibunya itu.

“Kenapa? Kau terkejut kami mengetahuinya? Kau benar-benar tidak punya otak, Siwon-ah. Kau itu sudah memiliki tunangan. Dan kau malah menghamili wanita lain.” Tuan Choi mengambil tongkat golf yang berada di dekatnya dan kembali memukul Siwon.

“Appa geumanhae. Kau bisa membunuhnya.” Cegah Nyonya Choi yang tidak digubris oleh suaminya itu.

“Biarkan saja. Biar aku membunuh anak brengsek dan tidak punya otak ini.” Ujar Tuan Choi murka.

“APPA HENTIKAN!” Teriak Myungsoo yang sudah berdiri di hadapan Tuan Choi sembari merentangkan kedua tangannya agar Tuan Choi berhenti memukul Siwon. Tuan Choi menurunkan tangannya yang sudah sempat melayang di udara. Laki-laki paruh baya itu mendudukan dirinya di sofa dan mengatur nafasnya yang tersengal.

“Apa kau tidak memikirkan perasaan Yongri, Siwon-ah? Apa kau tau dia terus menangis gara-gara ulahmu ini?” Suara Tuan Choi mulai melembut.

“Aku benar-benar tidak punya muka untuk bertemu orangtua Yongri lagi.” Desis Tuan Choi. Sesaat kemudian Tuan dan Nyonya Choi segera berlalu dari ruang keluarga, meninggalkan kedua anaknya itu. Myungsoo memutarkan badannya menghadap Siwon yang masih dengan posisi tersungkurnya itu.

“Kalau saja Yongri noona tidak mencintaimu, aku pasti akan membiarkan appa membunuhmu, hyung. Kau benar-benar keterlaluan.” Ujar Myungsoo yang benar-benar kecewa dan kemudian juga ikut berlalu dari sana.

 

~~~

 

Dengan kecepatan tinggi, Kyuhyun mengendarai audy hitamnya hingga sampai di rumah Yongri. Wajahnya yang putih pucat menunjukkan ekspresi emosi bercampur khawatir. Ia segera masuk ke dalam dan menemukan Nyonya Choi yang sepertinya baru keluar dari kamarnya.

“Eommonim, apa Yongri di kamarnya?” Tanya Kyuhyun sembari menghampiri Nyonya Choi.

“Kyuhyun-ah, kau sudah datang. Ne, Yongri di sana.” Jawab Nyonya Choi. Kyuhyun mengangguk dan hendak menaikki tangga, namun baru akan melangkah ia menghentikkannya dan kembali memperhatikan wajah Nyonya Choi.

“Eommonim, kau baik-baik saja? Wajahmu pucat sekali.” Ujar Kyuhyun. Nyonya Choi memaksakan senyumnya.

“Hanya kurang enak badan. Jangan khawatir. Sebaiknya kau segera temui Yongri.” Kyuhyun kembali mengangguk dan kali ini benar-benar melangkahkan kakinya menuju kamar Yongri di lantai 2. Tanpa mengetuk dan bersuara, Kyuhyun langsung membuka pintu kamar Yongri. Seakan gerakannya ter-pause, Kyuhyun terpaku memperhatikan Yongri yang sekarang juga tengah memperhatikannya. Wajah itu tampak pucat pasi, namun mata serta hidungnya memerah. Bibir mungil yang biasanya berwarna merah kini hanya berwarna putih. Genggaman tangan Kyuhyun pada kenop pintu kamar Yongri menjadi lebih erat. Dadanya bergemuruh meredam emosi.

“Oppa….” Ucap Yongri lirih.

“Riri-ya..” Balas Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa..” Dengan mata yang kembali berkaca-kaca, Yongri berdiri dari duduknya dan bermaksud menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun yang seolah tau keadaan Yongri sedang tidak baik, mengambil langkah seribu untuk menghampirinya duluan. Yongri langsung memeluk Kyuhyun saat namja itu berada di hadapannya. Tangisnya kembali pecah dan terdengar memilukan. Kyuhyun membalas pelukan Yongri dan terus mengelus punggung serta rambut panjangnya.

“Oppa…mianhae..” Ujarnya di sela-sela tangisnya.

“Ssttt.. Gwenchana-gwenchana.” Sahut Kyuhyun. Masih dengan memeluk Yongri, Kyuhyun menggiring dirinya serta Yongri untuk duduk di sofa yang terdapat di kamar itu. Lama mereka dalam posisi itu hingga lambat laun tangis Yongri mereda. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap wajah yang basah itu. Di hapusnya airmata yang masih bersisa di pipi yeoja mungil itu hingga kering.

“Semua akan baik-baik saja.” Ujar Kyuhyun pelan.

“Neomu appo…” Desis Yongri.

“Di mana yang sakit?” Tanya Kyuhyun khawatir. Yongri menatap Kyuhyun sembari menunjuk dadanya. Kyuhyun terdiam. Sesaat kemudian Yongri tersenyum miris.

“Aku memang bodoh. Seharusnya aku mengikuti kata-katamu.” Ujarnya sembari menatap ke depan dengan pandangan kosong. Kyuhyun menatapnya sekilas kemudian ikut menatap ke depan.

“Terkadang penyesalan itu selalu terjadi belakangan.” Kata Kyuhyun datar.

“Tetapi kenapa harus Hyomoon? Ia pernah mengatakan padaku bahwa ia tidak menyukai Hyomoon. Lalu sekarang? Hyomoon mengandung anaknya.” Ujar Yongri dengan suara parau. Kyuhyun mengepalkan tangannya, kembali mencoba meredam emosi.

“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Kyuhyun.

“Apa lagi? Semua harus di akhiri. Anak itu membutuhkan appanya. Aku tidak mungkin bersikap egois dengan menahannya disisiku.” Jawab Yongri.

“Geureh. Aku pulang dulu. Besok aku akan datang lagi, dan kuharap keadaanmu sudah jauh lebih baik.” Ujar Kyuhyun yang di balas anggukan oleh Yongri. Kyuhyun mengecup singkat kening Yongri dan kemudian keluar dari kamar itu.

 

 

Kyuhyun kembali mengendarai audy hitamnya dengan kecepatan penuh. Bukan untuk pulang, tetapi menuju rumah seseorang yang sedari tadi membuatnya harus menahan emosi. Setelah sampai, Kyuhyun segera turun dari mobilnya dan memperhatikan sebentar rumah mewah Siwon sebelum menekan belnya. Seorang pelayan membukakan pintu dan membungkuk sopan pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman tipis.

“Annyeong haseyo. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya pelayan itu.

“Annyeong haseyo. Bisa bertemu dengan Siwon?” Tanya Kyuhyun balik.

“Oh mianhada, Tuan. Tetapi tuan muda Siwon belum pulang dari kantor.” Jawab pelayan itu.

“Ah begitu rupanya. Kalau begitu saya ke kantornya saja. Kamsahamnida.” Pamit Kyuhyun dan segera kembali menuju mobilnya. Dijalankannya lagi audy hitam itu menuju Hyundai Departemen Store. Mudah saja untuk Kyuhyun menemukan kantor Siwon, mengingat perusahaan itu sangat terkenal.

“Apa Choi Siwon ada?” Tanya Kyuhyun langsung kepada receptionist di sana.

“Ada. Ruangan direktur Choi ada di lantai 20.” Jawab receptionist itu. Kyuhyun mengangguk dan segera menuju lift. Di tekannya angka 20 ketika pintu lift itu sudah tertutup. 5 menit kemudian ia sampai di lantai 20. Di hampirinya sebuah meja yang menurutnya tempat sekretaris Siwon.

“Choi Siwon ada?” Tanyanya.

“Direktur Choi ada di ruangannya, tetapi sekarang ia sedang bersama temannya dan dia bilang tidak boleh di ganggu, Tuan.” Jawab Sekretaris No dengan sopan. Kyuhyun yang seolah tidak peduli, segera menuju ruangan Siwon.

 

BRAKKKK!!

 

Siwon dan Hyukjae serentak menoleh ketika mendengar pintu ruangan Siwon di buka dengan keras.

“Kyuhyun-ssi?” Ucap Siwon seolah tak percaya dengan kehadiran Kyuhyun. Emosi Kyuhyun kembali naik dan menguasai dirinya. Di hampirinya Siwon dan segera mencengkram kerah kemejanya.

 

BUKKK!!

 

Satu pukulan melayang tepat di pipi kanan Siwon. Membuatnya tersungkur ke lantai.

“Dasar laki-laki brengsek! Berani sekali kau menyakiti Yongri, HUH?!” Maki Kyuhyun sembari kembali menghampiri Siwon.

 

BUKKK!!

 

Pukulan kedua mendarat di perut Siwon yang berotot.

“AAKHH!!” Ringis Siwon menahan sakit.

“Apa yang kau lakukan??” Tanya Siwon tidak terima.

“Itu pelajaran untuk pria brengsek yang sudah menghamili wanita lain padahal telah memiliki tunangan.” Jawab Kyuhyun dengan sedikit geraman. Kyuhyun kembali akan melayangkan pukulan untuk Siwon, namun dengan cepat di tahan Hyukjae.

“Apa menyelesaikan masalah harus dengan kekerasan?” Tanya Hyukjae pada Kyuhyun. Kyuhyun memandang Hyukjae dengan pandangan tidak suka.

“Ya! Harus dengan kekerasan jika berbicara dengan pria yang tidak punya otak sepertinya.” Jawab Kyuhyun sembari memandang kesal ke arah Hyukjae. Sedetik kemudian ia mengalihkan pandangannya menjadi menatap Siwon.

“Lahir dari keluarga kaya dan di anugerahi kecerdasan tetapi tetap saja tidak dapat menghilangkan sikap brengsekmu itu. Kau bilang kau mencintai Yongri, apa ini yang kau bilang cinta?”

“Aku memang mencintainya! Tidak pernah terlintas sedikitpun untuk menyakitinya. Ini semua salah paham.” Siwon mencoba membela diri.

“Salah paham katamu?” Desis Kyuhyun semakin marah dan kembali akan melayangkan pukulannya jika saja tidak di tahan Hyukjae.

“Menghamili orang kau bilang salah paham?”

“Anak itu bukan anakku!”

“Oh ya? Mana buktinya?” Siwon terdiam. Ia memang tidak memiliki bukti dan hanya bermodalkan keyakinan.

“Aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk mendekati Yongri lagi. Dan jika kau berani melakukannya, aku benar-benar akan membunuhmu.” Ancam Kyuhyun dan segera keluar dari ruangan itu. Hyukjae segera membantu Siwon berdiri dan mendudukkannya di sofa yang sebelumnya mereka duduki.

“Gwenchana?” Tanya Hyukjae. Siwon hanya mengangguk sembari sesekali meringis. Belum hilang sakit akibat pukulan ayahnya beberapa hari yang lalu. Dan sekarang sudah harus merasakan sakit akibat pukulan Kyuhyun.

“Kenapa tidak melawan?” Tanya Hyukjae sedikit kesal. Ia tau jika Siwon jago berkelahi.

“Itu akan memperparah keadaan saja. Yang harus aku lakukan adalah cepat-cepat membuktikan jika anak itu bukan anakku, Hyukjae-ya. Aku tidak ingin semua orang menganggapku sengaja menyakiti Yongri.” Kata Siwon yang di balas anggukan dari Hyukjae.

“Arraseo.”

 

~~~

 

Beberapa hari kemudian, kedua keluarga dari Siwon dan Yongri mengadakan pertemuan pada saat makan malam. Guna memperjelas apa yang akan di lakukan kedua anak mereka selanjutnya. Makan malam dilakukan di rumah Yongri.  Ini adalah pertama kalianya Yongri dan Siwon kembali bertemu setelah beberapa minggu mereka tidak bertemu. Suasana makan malam pada malam itu terasa sedikit hambar. Banyak kecanggungan yang terjadi dari kedua belah pihak. Setelah selesai makan malam, kedua keluarga itu segera menuju ke ruang keluarga. Siwon terus memperhatikan Yongri yang sama sekali tidak melihat ke arahnya. Membuat Siwon merasa sangat bersalah.

“Suasana menjadi canggung seperti ini.” Ujar Tuan Choi -ayah Siwon- sembari tersenyum yang di paksakan.

“Yongri apa kabar?” Tanya Nyonya Choi -ibu Siwon-. Yongri menatap ibu Siwon dan tersenyum tipis.

“Baik eomm- ahjumma.” Jawab Yongri. Ibu Siwon tampak kecewa saat Yongri memanggilnya dengan sebutan ‘ahjumma’.

“Kami minta maaf atas perlakuan Siwon, Taehan-ah.” Ujar ayah Siwon merasa bersalah. Ayah Yongri tersenyum.

“Gwenchana, Kiho-ya. Mungkin aku hanya akan menanyakan apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa mungkin pertunangan ini masih bisa di lanjutkan? Mengingat calon anak Siwon, ah maaf, maksudku tentu wanita itu akan membutuhkan Siwon.” Ujar ayah Yongri. Ibu Yongri hanya diam dengan ekspresi yang datar. Wajahnya sangat pucat dan ia terus memegangi dadanya. Yongri berdiri dari duduknya dan melepaskan cincin tunangan yang sebelumnya masih terpasang di jari manisnya. Ia meletakkan cincin itu di atas meja kaca di hadapannya.

“Maafkan aku jika kalian kecewa dengan keputusan ini. Tetapi pertunangan ini sudah pasti harus di akhiri sampai di sini saja. Kuharap ahjussi dan ahjumma mendapatkan yang lebih baik dariku.” Ujar Yongri sembari membungkuk sopan dan setelah itu segera meninggalkan ruang keluarga untuk menuju kamarnya. Dengan sigap Siwon mengejar Yongri yang sudah menghilang di lantai 2. Di ruang keluarga, ibu Yongri kembali merasakan sakit di dadanya.

“Yeobo, gwenchana?” Tanya ayah Yongri khawatir.

“Sepertinya ibu Yongri sedang sakit. Sebaiknya ia segera istirahat.” Ujar ibu Siwon yang juga ikut khawatir.

“Baiklah, kalau begitu kami pulang dulu. Terima kasih atas makan malamnya dan maafkan kami sekali lagi.” Ujar ayah Siwon.

“Gwenchana. Hati-hati di jalan, Kiho-ya.” Balas ayah Yongri sembari tersenyum.

 

Siwon sedikit mencengkram tangan Yongri saat yeoja mungil itu mencoba menutup pintu kamarnya. Siwon mendorong pintu kamar itu supaya terbuka dan menarik Yongri keluar dari sana.

“Mau apa lagi?” Tanya Yongri dingin.

“Kita harus bicara. Kau tidak bisa memutuskan pertunangan ini begitu saja.” Kata Siwon. Yongri tertawa mengejek.

“Kau pikir aku masih mau menjalin hubungan dengan pria brengsek sepertimu, huh?” Mata Yongri sudah mulai berkaca-kaca.

“Kau harus percaya jika itu bukan anakku, Yongri-ya.” Ujar Siwon meyakinkan.

“Kau itu memang brengsek. Kau sudah menghamilinya dan sekarang kau tidak mau mengakui anak itu?” Yongri tampak tidak percaya.

“Yongri kau tau kalau aku sangat mencintaimu. Aku tidak mungkin bersama Hyomoon dan meninggalkanmu.” Ucap Siwon yang mulai memelas. Airmata Yongri akhirnya mengalir dengan perlahan.

“Kau tidak akan menghamilinya jika kau mencintaiku. Kau bohong!!” Isaknya.

“Aku akan membuktikan jika itu bukan anakku. Sekarang kau hanya harus percaya padaku dan jangan akhiri pertunangan ini.” Pinta Siwon. Yongri menggeleng kuat.

“Lagipula, kau ingat jika kita sudah melakukannya Yongri-ya. Bagaimana jika kau hamil?”

 

PLAKKK!!

 

Satu tamparan dari Yongri mendarat di pipi Siwon sesaat setelah ia mengucapkan kata-kata itu.

“Kau senang, kan? Kau senang akhirnya bisa merebut apa yang kumiliki itu. Bukankan itu yang dari dulu kau inginkan?” Siwon terdiam. Airmata Yongri masih terus mengalir tanpa niatan untuk berhenti.

“Kupikir kau benar-benar bisa menahannya hingga kita menikah. Ternyata aku salah. Kau sama saja dengan pria-pria brengsek yang hanya ingin meniduri kami para wanita setelah itu kalian buang!” Ucap Yongri. Siwon mencengkram kedua bahu Yongri seakan tidak terima dengan kata-katanya.

“Aku tidak pernah membuangmu.” Desisnya menahan kesal. Yongri melepas paksa kedua tangan Siwon yang berada di bahunya dan berbalik untuk masuk ke kamarnya. Namun langkahnya terhenti dan ia kembali berbalik menghadap Siwon.

“Bukankah waktu itu kau menanyakan padaku, apakah aku menyesal mencintaimu? Aku ingin menjawabnya. Apa kau ingin mendengar jawabanku, hm?” Siwon hanya diam saja dengan menatap Yongri tajam.

“Penyesalan terbesar yang pernah ku alami di dunia ini adalah mencintaimu. Aku menyesal karena sudah mencintaimu sampai sedalam ini. Membuat aku bahkan tak mampu untuk berpisah denganmu. Kau…kau adalah pria paling brengsek yang pernah aku temui!” Yongri segera berbalik dan masuk ke dalam kamarnya setelah mengucapkan kalimat itu. Tak lupa ia membanting pintunya membuat Siwon sedikit terlonjak.

“Yongri…” Ucap Siwon pelan seolah tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

 

~~~

 

Seunghyun mempercepat langkahnya begitu menginjakkan kaki di Incheon Airport. Ia menaikki taksi dan meminta supir itu untuk membawanya ke rumah sakit. Pikiran Seunghyun berkecamuk. Antara kesal, marah, sedih sekaligus kecewa. Ia bingung dengan anggota keluarganya yang tidak memberinya kabar sama sekali jika sekarang sedang ada masalah yang sangat serius. Bahkan ibunya sampai masuk rumah sakit. Seunghyun tidak akan mungkin pulang ke Korea jika saja Kyuhyun tidak memberinya kabar dengan ini semua. Selain itu dia kecewa dengan perbuatan Siwon -sahabatnya- yang dapat mengakibatkan pertunangannya dengan sang adik berakhir. Seunghyun benar-benar tidak habis pikir. Di dalam taksi berulang kali ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya. 45 menit kemudian, ia sampai di Seoul International Hospital. Seunghyun berlari kecil untuk masuk ke dalam rumah sakit dan mencari ruang ICU. Setelah mendapat jawaban dari perawat, ia segera melangkahkan kakinya ke sana. Langkah kaki Seunghyun yang panjang membuatnya cepat sampai di sana. Ia segera memasukki ruangan itu dan menemukan sang eomma yang berbaring tak berdaya di ranjang, Yongri yang berdiri di sampingnya dengan menangis, serta sang appa yang juga berdiri di samping ranjang dengan raut wajah sedih.

“Eomma..” Panggilnya lirih. Tuan Choi serta Yongri serentak menoleh. Cukup terkejut dengan kehadiran Seunghyun yang tidak terduga.

“Oppa?” Yongri tampak tak percaya. Seunghyun berjalan menghampiri ranjang tempat Nyonya Choi berbaring.

“Bagaimana keadaan eomma?” Tanya Seunghyun.

“Kritis.” Jawab Tuan Choi dengan suara parau.

“Kenapa bisa seperti ini?” Suara Seunghyun mulai terdengar frustasi.

“Mianhaeyo oppa. Ini pasti karena eomma terlalu memikirkan masalahku.” Sesal Yongri. Seunghyun menatap Yongri dengan pandangan iba. Ia merengkuh tubuh mungil adiknya itu dan memeluknya erat. Mengelus punggung serta rambut panjangnya berkali-kali.

“Ini pasti berat untukmu.” Gumam Seunghyun.

“Yeobo?” Suara Tuan Choi terdengar senang saat melihat mata Nyonya Choi terbuka.

“Eomma?!” Ucap Seunghyun dan Yongri berbarengan. Nafas Nyonya Choi masih tersengal. Seperti habis melakukan pekerjaan yang sangat melelahkan.

“Yongri-ya..” Panggil Nyonya Choi dengan lemah.

“Ne, eomma. Ini aku.” Yongri menggenggam tangan Nyonya Choi.

“Berjanjilah….untuk…tidak menangis lagi….sayang. Kau….kau…pasti bisa mendapatkan….kebahagiaanmu..” Kata Nyonya Choi terbata.

“Eomma.. Apa yang eomma katakan. Aku akan bahagia jika eomma sembuh.” Isak Yongri.

“Maaf…maafkan..eomma.”

“Eomma…”

“Seung–seunghyun-ah..” Panggil Nyonya Choi.

“Ne, eomma.” Sahut Seunghyun.

“Eomma…senang..kau pulang. Tolong…tolong jaga…appa serta…adikmu.”

“Yeobo, kenapa berkata seperti itu?” Airmata Tuan Choi akhirnya mengalir di pipinya yang mulai keriput.

“Yeo–yeobo.. Maafkan aku..aku tidak bisa…menemanimu…menjaga anak..kita. Eomma…sayang..kalian…” Selesai mengatakan itu mata Nyonya Choi kembali tertutup dan alat pendeteksi jantung itu membentuk garis lurus yang panjang dengan bunyi yang menakutkan.

“Eomma… Eomma ireona!! Eomma jangan tinggalkan aku!! Eomma!!!” Jerit Yongri histeris. Tuan Choi membalikkan badannya seolah tidak tahan untuk menahan tangis. Seunghyun hanya dapat terpaku melihat keadaan eommanya yang sudah tidak bernyawa lagi. Setetes airmata jatuh dari mata coklatnya. Ia tidak menyangka kepulangannya ini akan menjadi hari terakhirnya melihat sang eomma. Seunghyun kembali menarik Yongri ke dalam pelukannya.

“Oppa… Katakan pada eomma supaya bangun, oppa.. Oppa aku bahkan belum meminta maaf pada eomma.. Oppa, jebal..” Isak Yongri di dada Seunghyun. Seunghyun memejamkan matanya mencoba menahan agar airmatanya tidak bertambah banyak mengalir.

“Eomma sudah tenang.” Ujar Seunghyun dengan suara bergetar.

 

~~~

 

Suasana pemakaman ibu Yongri berlangsung dengan haru. Yongri bahkan sempat pingsan sampai 2 kali karena tidak dapat menerima kematian sang ibu. Tuan Choi dan Seunghyun memaksanya untuk tinggal di rumah. Namun Yongri menolak keras. Ia memaksa untuk ikut mengantarkan ibunya ke peristirahatan yang terakhir. Tampak keluarga Siwon juga hadir di sana. Selain itu juga ada Kyuhyun, Hyerim, Hyukjae, Donghae, serta beberapa teman Yongri yang lain. Yongri berjongkok di depan makam ibunya. Airmatanya masih terus mengalir deras.

“Eomma.. Apa eomma sudah senang di atas sana? Eomma pasti akan terus mengingat kami, kan?” Tanyanya seolah makam itu dapat menjawab.

“Eomma istirahat dengan tenang ya di atas sana. Aku, appa dan oppa tidak akan mungkin melupakan eomma. Eomma…saranghae.” Ucapnya dan kemudian kembali berdiri.

“Ayo kita pulang.” Ajak Seunghyun yang di balas anggukan dari Yongri. Seunghyun merangkul Yongri dan membantunya berjalan. Melihat itu, Siwon melangkah mendekati mereka.

“Yongri..” Panggilnya. Yongri tidak menanggapi. Seunghyun menatap Siwon tajam. Di sana ada tatapan marah serta kecewa. Seunghyun mendorong pelan badan Siwon supaya menjauh. Kemudian ia dan Yongri kembali melanjutkan langkahnya. Siwon menatap kepergian Seunghyun dan Yongri dengan tatapan sedih. Ia sangat menyesal karena di saat seperti ini, ia tidak bisa menemani Yongri. Ia tahu Yongri sangat membutuhkan dirinya. Ia juga tidak menyangka masalah akan menimpa Yongri secara beruntun. Jujur, Siwon sangat khawatir dengan keadaan Yongri sekarang.

“Sekarang kau istirahat, ne? Wajahmu pucat sekali, Yongri-ya.” Ujar Seunghyun sembari membantu Yongri berbaring di tempat tidurnya.

“Kenapa eomma meninggalkan kita terlalu cepat, oppa? Aku masih sangat membutuhkan eomma..” Ucap Yongri lirih. Matanya kembali berkaca-kaca. Seunghyun menghela nafas dan duduk di tepi kasur.

“Itu karena Tuhan sayang pada eomma, saengi. Tuhan tidak mau eomma kesakitan.” Ucap Seunghyun sembari menyeka airmata yang baru saja jatuh di pipi Yongri.

“Seandainya masalahku tidak pernah terjadi. Jantung eomma pasti tidak akan kambuh seperti ini.”

“Tidak perlu menyesali yang sudah terjadi. Eomma sudah tenang di atas sana. Kau tidak boleh menangis terus. Eomma akan sedih.” Seunghyun menasehati. Yongri mengangguk patuh.

“Sekarang istirahat. Aku tidak mau kau pingsan untuk yang ketiga kali.” Lagi-lagi Yongri mengangguk. Seunghyun mencium kening Yongri kemudian berlalu dari kamar itu.

 

~~~

 

Setelah membolos selama seminggu penuh, akhirnya Yongri kembali melaksanakan kewajibannya sebagai seorang mahasiswi. Namun bedanya kali ini ia benar-benar tidak ada semangat sama sekali. Yongri lebih banyak melamun dan tidak konsentrasi. Wajahnya juga masih pucat dan badannya sedikit mengurus.

“Riri-ya, aku pesankan makanannya ya?” Tawar Kyuhyun. Yongri memandang Kyuhyun kemudian menggeleng.

“Aku tidak lapar, oppa. Kau dan Hyerim saja yang makan.” Jawab Yongri.

“Tapi kau harus makan. Kau lihat, badanmu semakin mengurus saja.” Bujuk Kyuhyun.

“Ne, Yongri-ya. Kyuhyun oppa benar. Paling tidak makanlah sedikit.” Hyerim ikut membujuk.

“Aku benar-benar tidak lapar. Tolong jangan paksa aku.” Suara Yongri terdengar memohon. Membuat Kyuhyun dan Hyerim menghela nafas putus asa. Hyerim mengalihkan pandangannya dari Yongri ke seluruh area kantin. Namun tiba-tiba matanya menangkap sosok seseorang yang baru saja turun dari mobil.

“Omona!” Pekiknya.

“Wae?” Tanya Kyuhyun.

“Siwon sunbae.” Bisik Hyerim. Kyuhyun mengikuti arah pandang Hyerim. Dan ternyata benar. Siwon sekarang sedang berjalan menghampiri mereka, ani, menghampiri Yongri tepatnya. Yongri cukup terkejut dengan kehadiran Siwon. Sejujurnya ia benar-benar tidak mau bertemu Siwon sekarang. Luka di dadanya belum sembuh. Dan ia takut luka itu semakin melebar. Kyuhyun berdiri dari duduknya saat Siwon sudah berdiri di depan meja mereka.

“Mau apa kau kesini?” Tanya Kyuhyun dingin.

“Aku tidak ada urusan denganmu.” Jawab Siwon tak kalah dingin. Kyuhyun tersenyum sinis.

“Aku sudah bilang untuk tidak mendekati Yongri lagi. Apa kau tuli?” Geram Kyuhyun. Siwon menatap Kyuhyun tajam.

“Ini bukan urusanmu, Cho Kyuhyun!” Ujarnya. Sesaat kemudian Siwon mengalihkan pandangannya ke Yongri yang sekarang sedang menunduk.

“Yongri, aku ingin bicara denganmu.” Ujar Siwon lembut.

“Tidak ada yang perlu di bicarakan, Siwon-ssi.” Sahut Yongri datar. Siwon kecewa mendengar Yongri yang menyebut namanya dengan formal. Sudah sangat lama ia tidak mendengar Yongri menyebut namanya seperti itu. Dan sekarang ketika terdengar, rasanya sangat menyakitkan.

“Kumohon sebentar saja.”

 

 

Mobil Siwon berhenti ketika mereka sampai di pantai. Tidak ada yang berniat turun dari mobil. Keduanya sama-sama terdiam seakan menikmati kebersamaan mereka yang sudah beberapa bulan ini tidak mereka rasakan.

“Aku tidak punya banyak waktu.” Ucap Yongri tiba-tiba. Siwon menatap Yongri yang mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil. Siwon rindu wajah itu. Jika akal sehatnya tidak berjalan, ia pasti sudah menarik Yongri ke dalam pelukannya. Namun ia tidak mau mengambil resiko dari perbuatannya itu.

“Yongri, lihat aku.” Pinta Siwon. Dengan enggan Yongri menurutinya.

“Wae?”

“Kumohon jangan begini, Yongri-ya.”

“Lalu aku harus bagaimana?” Tanya Yongri dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

“Kau tau jika keputusanmu kemarin itu sama-sama menyakiti kita. Kita bisa bicarakan semuanya dengan baik-baik. Tanpa harus berujung dengan perpisahan.” Jawab Siwon.

“Eomma…eomma meninggal gara-gara kau!!” Teriak Yongri tiba-tiba. Airmatanya sudah mengalir membasahi pipi.

“Kau benar-benar menghancurkan hidupku!! Kau brengsek! Kau..kau jahat!!” Ucapnya histeris. Hati Siwon benar-benar sakit. Bukan sakit karena Yongri menuduh dirinya menjadi penyebab sang ibu meninggal. Tapi sakit karena melihat keadaan Yongri yang begitu terpuruk karena dirinya.

“Katakan padaku… Katakan padaku.. Apa yang harus aku lakukan?? Apa??” Isaknya sembari menarik-narik kemeja Siwon. Siwon menahan tangan Yongri. Sejurus kemudian ia menarik Yongri ke dalam pelukannya. Yongri tidak membalas juga tidak menolak. Tangisnya semakin menjadi di dalam pelukan Siwon.

“Beritahu aku, bagaimana cara melupakanmu? Ini sungguh menyakitkan. Jeongmal appo..” Ucapnya.

“Jangan. Jangan pernah melakukan itu, Yongri-ya. Jebal.”

 

 

Mobil Siwon terparkir sempurna di depan rumah Yongri. Ia menoleh ke samping dan tersenyum melihat wajah lelah Yongri yang tertidur. Siwon sedikit bisa bernafas lega saat Yongri memberinya kesempatan untuk membuktikan bahwa anak yang di kandung Hyomoon bukanlah anaknya. Namun tetap dengan syarat mereka tidak bertemu sampai kebenaran itu ada. Di belainya pipi Yongri dengan punggung tangannya. Mata itu masih merah sehabis menangis tadi. Siwon turun dari mobilnya. Tak lupa di bawanya Yongri ke dalam gendongannya.

Seunghyun terkejut bukan main saat membuka pintu rumahnya, dan mendapati Siwon sedang menggendong adiknya. Dan sialnya, sang adik tampak tertidur dengan nyaman di dalam gendongan Siwon.

“Kenapa kau bisa bersama Yongri?” Tanya Seunghyun dingin.

“Apa itu sesuatu yang aneh menurutmu? Aku bahkan sudah bersamanya selama 3 tahun.” Jawab Siwon tenang.

“Berikan Yongri padaku.” Ujar Seunghyun.

“Seunghyun-ah, biarkan aku yang membawanya ke kamar.” Pinta Siwon. Seunghyun tampak berpikir sebentar, kemudian ia mengangguk. Siwon tersenyum senang dan segera melangkah menuju kamar Yongri. Setelah membaringkan Yongri, tidak lupa memakaikannya selimut serta mencium keningnya, Siwon keluar dari kamar dan menghampiri Seunghyun.

“Urusanmu sudah selesai, kan? Kau bisa pulang.” Usir Seunghyun.

“Seunghyun-ah..”

“Wae?” Sambar Seunghyun malas.

“Aku tau kau sekarang marah dan sangat kecewa denganku. Tapi kau tau kita bersahabat sudah lama. Kau juga tau seberapa besar aku mencintai Yongri. Ini semua salah paham Seunghyun-ah. Aku janji, aku akan membuktikan kalau itu bukan anakku.” Seunghyun diam saja. Sejujurnya, Seunghyun memang tidak dapat mempercayai jika Siwon sampai menghamili wanita lain. Tapi melihat kenyataan yang ada, membuatnya ragu. Ia ingin percaya pada Siwon tapi dia takut semua itu benar.

“Untuk sementara ini aku tidak bisa menjaga Yongri. Tolong jaga Yongri untukku. Sampai saatnya tiba, aku akan kembali dengan semua kebenaran.” Ujar Siwon dan segera berlalu dari rumah itu.

 

~~~

 

Hyomoon memasukki sebuah cafe dengan sedikit tergesa. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang. Setelah menemukannya, ia segera menghampiri orang itu.

“Hai..” Sapanya.

“Duduklah. Kenapa tergesa-gesa sekali. Itu bisa berbahaya untuk anakmu.” Ujar orang itu. Hyomoon duduk di hadapannya dan menetralkan nafasnya.

“Eishh, dia juga anakmu, Donghae-ya.” Balas Hyomoon. Donghae tersenyum tipis.

“Kapan kau akan menikah dengan Siwon?” Tanya Donghae.

“Molla. Mungkin sebentar lagi.” Jawab Hyomoon cuek.

“Yaishh!! Apa maksudmu ‘molla’? Kau harus secepatnya menikah dengan namja itu. Kau tau, apapun bisa terjadi jika terus menunda.” Kata Donghae sembari meminum cappuccino yang di pesannya.

“Bodoh! Sudah kubilang tidak mudah mendapatkan namja itu.” Geram Hyomoon.

“Cukup desak orangtuanya. Katakan kehadiran anak itu membutuhkan ayahnya.” Saran Donghae. Hyomoon tampak berpikir.

“Ah benar!” Jeritnya tertahan.

“Ngomong-ngomong, keadaan anakku baik-baik saja kan? Anak itu pasti sedih karena harus mempunyai ayah seperti Siwon.” Sindir Donghae.

“Ya!! Justru anak ini sedih punya ayah kandung sepertimu.” Balas Hyomoon tak terima. Kemudian kedua orang itu tertawa bersama sembari melanjutkan obrolan mereka.

Tanpa keduanya sadari, Hyukjae sedang duduk di belakang mereka. Tepatnya di belakang Hyomoon -membelakangi Hyomoon-. Donghae yang memang tidak mengenal Hyukjae tampak tidak curiga sama sekali. Hyukjae mendengar semuanya. Bahkan ia sudah merekamnya di dalam ponsel. Beberapa kali Hyukjae menarik nafas lega. Akhirnya Siwon memang tidak harus bertanggung jawab dengan anak itu. Hyukjae segera bangkit dan keluar dari cafe itu. Saat menuju mobilnya, ia menghubungi Siwon.

“Anak itu….anak itu bukan anakmu.”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

73 thoughts on “It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s