It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 5

It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 5

Author       : Choineke

Judul          : It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’)

Cast            : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast     : Song Hyerim (OC), Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC), Lee  

                        Donghae, Lee Hyukjae, Choi Seunghyun.

Genre         : Romance

Length       : Chapter

Rating        : PG-17

 

~~~

Author POV

Langit Seoul hari ini tampak selalu mendung. Tidak terlihat matahari sedikitpun untuk memberikan kehangatan pada siapa saja yang berada di ibu kota Korea Selatan ini. Bahkan yang terlihat hari ini hanya tetesan-tetesan air yang turun dari awan. Tidak terlalu deras namun cukup membuat cuaca menjadi dingin. Yongri berdiri di atas balkon kamarnya dengan penampilan lusuh. Rambut yang di gulung ke atas dan di kuncir asal hingga masih tersisa anak-anak rambut di sekitar telinganya. Memakai gaun tidur pendek tanpa lengan. Wajah gadis mungil itu tampak pucat. Namun bodohnya, ia tetap berdiri di sana seolah tidak terpengaruh sama sekali dengan cuaca dingin. Berulang kali ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Yeoja itu merasa kesal, marah, dan sedih. Rasa rindunya pada Siwon sudah tidak bisa di tahannya lagi. Ini sudah menginjak hari yang ke 45, namun Siwon juga belum pulang dari China. Yongri bahkan sengaja tidak menjawab telepon dari Siwon selama 15 hari terakhir ini. Ia tidak mau karena mendengar suara Siwon membuatnya kehilangan akal yang mampu melakukan apapun untuk bertemu Siwon. Selain itu, ia tidak menjawab telepon Siwon karena ia marah pada Siwon. Siwon tidak memberitahunya sama sekali, jika harus lebih lama di China. Membuatnya menjadi orang bodoh yang siap pergi ke airport untuk menjemput Siwon namun hasilnya nihil. Gadis itu terus menatap tetesan air dengan mata berkaca-kaca. Tubuhnya sedikit tersentak saat merasakan sepasang tangan melingkar di perutnya, dan dagu seseorang yang di taruh di atas bahunya. Yongri memegang tangan itu kemudian tersenyum miris.

“Bahkan sekarang aku mengkhayal di peluk olehmu.” Gumamnya dengan setetes airmata.

“Kau sedang tidak berkhayal.” Sahut suara di belakang -suara orang yang memeluknya-, membuat Yongri sontak langsung menoleh.

“Wonnie?” Ucapnya lemah.

“Ya. Ini aku.” Ujar Siwon sembari tersenyum. Yongri masih seolah tak percaya melihat kehadiran Siwon di hadapannya. Tangisnya pecah. Ia segera menghambur ke pelukan Siwon. Memeluk tunangannya itu dengan erat dan kencang. Seolah takut Siwon akan menghilang jika pelukannya melonggar. Siwon membalas pelukan Yongri tak kalah erat. Rasa rindu Siwon pada Yongri juga sudah tak terbendung lagi.

“Naega jeongmal bogossipeoyo.” Lirih Yongri masih dengan terisak.

“Nado, sayang. Nado.” Balas Siwon sembari sesekali mengecup puncak kepala Yongri. Mereka terus berpelukan di atas balkon kamar Yongri dengan waktu cukup lama.

“Kenapa kau memakai pakaian seperti ini di saat cuaca sangat dingin?” Tanya Siwon tanpa melepaskan pelukannya pada Yongri. Yongri tidak menjawab. Gadis itu memejamkan matanya. Karena bingung, Siwon menundukkan kepalanya melihat wajah Yongri. Sesaat kemudian, Siwon mendengar dengkuran halus dari bibir Yongri. Siwon tersenyum melihat yeojanya yang tertidur dalam pelukannya. Ia segera menggendong Yongri dan meletakkan gadis itu di atas ranjang. Tidak lupa ia menarik selimut agar Yongri tidak kedinginan. Siwon duduk di tepi ranjang tepat di sebelah Yongri. Di perhatikannya wajah tunangannya itu yang tidur dengan pulas. Ia juga menyadari wajah Yongri yang tampak pucat.

“Bo..go..ssi..peo..yo..” Ucap Yongri dalam tidurnya. Siwon kembali tersenyum. Dalam tidurpun Yongri masih merindukannya. Siwon melepas kemeja putih yang di pakainya, menyisakan kaos o-neck berwarna hitam di dalamnya. Kemudian ia naik ke atas ranjang dan berbaring di sebelah Yongri. Menarik pelan tubuh mungil gadis itu ke dalam pelukannya. Dan ikut terlelap dalam tidur pulasnya.

 

Yongri mengerjapkan matanya yang sedari tadi terpejam. Saat menoleh ke kiri, dilihatnya langit sudah gelap. Entah jam berapa sekarang ia tidak tau. Yongri merasakan sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya. Membuat yeoja itu menoleh ke kanan dan mendapati wajah lelah Siwon yang sedang tertidur. Yongri bernafas lega, ia pikir Siwon pulang hanya dalam mimpinya saja. Tapi ternyata Siwon benar-benar pulang dan sekarang sedang tertidur di sampingnya. Yongri mendekatkan wajahnya pada tubuh Siwon. Menghirup aroma maskulin yang selama sebulan lebih ini tidak di dapatkannya. Siwon menggeliat karena hidungnya terasa geli oleh rambut-rambut halus Yongri. Matanya terbuka sempurna begitu menyadari Yongri sudah bangun dari tidurnya.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon dengan suara seraknya. Yongri menjauhkan wajahnya dari tubuh Siwon dan mendongak.

“Eoh? Kau sudah bangun?” Tanya Yongri.

“Eum..” Gumam Siwon menjawab pertanyaan Yongri.

“Aku tidak bermimpi, kan? Ini benar-benar dirimu, kan?” Tanya Yongri lagi sembari membelai sayang wajah Siwon. Siwon memejamkan matanya merasakan belaian tangan Yongri pada wajahnya.

“Tidak. Kau tidak bermimpi. Ini aku. Tunanganmu.” Jawab Siwon. Tiba-tiba Yongri bangkit dari tidurnya menjadi duduk dan memukul dada serta lengan Siwon dengan keras.

“Ya! Ya! Ige mwoya?? Akhh..akhh..” Pekik Siwon bingung.

“Kau jahat. Brengsek!!” Maki Yongri masih dengan memukul tubuh Siwon yang dapat di jangkaunya.

“Akhhh!! Akhh!! Yongri-ya, geumanhae!!” Teriak Siwon yang mulai tidak bisa menahan sakit. Pukulan Yongri sangat keras, sarat akan emosi.

“Kenapa tidak memberitahuku jika kepulanganmu di undur? Dan kenapa tidak memberitahuku jika hari ini kau pulang?” Tanya Yongri sesaat setelah menghentikan aksi tiba-tibanya. Siwon bangkit dari baringnya menjadi duduk sebari mengelus dada dan lengannya yang sakit.

“Manhae. Aku hanya takut kau marah jika tau aku tidak bisa pulang dalam sebulan.” Jawab Siwon dengan muka bersalah.

“Lalu kenapa tidak memberitahuku jika hari ini pulang?” Tanya Yongri lagi. Siwon melotot.

“Ya!! Siapa yang menyuruhmu tidak menjawab teleponku, huh? Apa kau tau berapa kali aku menghubungimu hari ini, hanya untuk memberitahumu jika aku akan pulang?” Tanya Siwon balik dengan wajah garang. Membuat Yongri sedikit menciut.

“Aku…aku…-” ucapan Yongri terputus saat Siwon menyambar bibirnya dalam sekali tarikan tengkuk Yongri. Siwon menempelkan bibirnya dengan bibir Yongri cukup lama hingga akhirnya melumat perlahan bibir yeoja itu. Yongri meremas kedua bahu Siwon saat merasakan lumatan bibir Siwon semakin intens dan menuntut. Setelah merasa puas -sebenarnya tidak ada kata puas dalam kamus Siwon- secara perlahan Siwon menggantikan lumatan itu dengan kecupan-kecupan kecil di bibir Yongri, hingga akhirnya tautan keduanya terlepas. Siwon memandangi wajah Yongri yang memerah.

“Aku sangat merindukanmu. Dan aku tidak mau menghabiskan waktu denganmu hanya untuk pertengkaran konyol yang tidak ada gunanya. Yang terpenting sekarang aku sudah pulang, dan aku ada di hadapanmu.” Ucap Siwon pelan seperti berbisik. Yongri mengangguk dan tersenyum.

“Sekarang aku lapar, bisa kau buatkan aku makanan?” Tanya Siwon dengan wajah polos. Yongri mendengus kecil.

“Arra. Ayo kita ke bawah.” Ajaknya yang di balas anggukan dari Siwon.

 

“Ahjumma!!” Sapa Siwon saat melihat ibu Yongri sedang berjalan menuju dapur.

“Eoh? Siwon-ah? Kau masih di sini. Ahjumma pikir kau sudah pulang. Kau sudah makan?” Tanya Nyonya Choi pada Siwon. Siwon menggeleng.

“Ah kebetulan. Di meja masih ada makanan. Makan saja di sini baru pulang. Yongri juga belum makan dari kemarin.” Ucap Nyonya Choi polos.

“MWO?!” Pekik Siwon terkejut.

“Dari kemarin?” Lanjutnya.

“Eomma!!” Teriak Yongri kesal.

“Wae? Wae? Wae? Apa aku salah bicara?” Tanya Nyonya Choi masih dengan wajah polosnya.

“Apa eomma harus memberitahunya jika aku tidak makan dari kemarin? Aish jinjja!!” Geram Yongri.

“Jadi benar? Kau mau cari mati, eoh?” Siwon menatap tajam Yongri. Membuat Yongri takut melihat tatapan tajam itu.

“Itu….aku makan sedikit.” Dusta Yongri. Siwon menatapnya tidak percaya.

“Sudahlah, kalian makan saja.” Kata Nyonya Choi sembari berlalu dari hadapan mereka.

“Sekarang kau harus makan yang banyak. Kalau tidak, aku yang akan menyuapimu dengan mulutku sendiri. Arraseo?!” Yongri bergidik ngeri mendegar nada suara Siwon yang pelan, datar, dan tegas.

“A–a–arraseo.” Jawabnya.

~~~

Yongri mengerjapkan matanya saat merasakan panasnya matahari menerpa wajahnya. Berulang kali ia menggeliatkan badannya yang terasa lebih segar ketika bagun tidur.

“Pagi.” Yongri terlonjak kaget saat mendengar sapaan yang terasa begitu familiar di telinganya. Matanya terbuka sempurna saat melihat sosok Siwon yang sedang duduk di tepi kasurnya.

“Wonnie?!” Pekiknya.

“Wae??”

“Neo…apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yongri.

“Mengunjungi tunanganku. Dan melihat wajah jeleknya saat bangun tidur.” Jawab Siwon dengan senyum khasnya. Yongri mngerucutkan bibirnya saat mendengar jawaban Siwon.

“Kau tidak bekerja?” Tanyanya lagi.

“Eishh,, kau tau aku baru pulang dari China kemarin. Kenapa harus cepat-cepat kembali ke kantor. Lebih baik aku menghabiskan waktu denganmu.” Ujar Siwon menggoda.

“Ya! Mana boleh seperti itu. Appa akan marah nanti.”

“Sudahlah. Lebih baik sekarang kau mandi. Aku tidak tahan mencium baumu ketika bangun tidur.” Goda Siwon lagi.

“Aish jinjja! Aku tidak mau mandi.” Yongri kembali menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya sampai kepala. Ia kesal mendengar candaan Siwon itu. Pasangan pria biasanya akan memuji wanitanya saat bangun tidur. Karena menurut mereka wanita akan terlihat cantik saat bangun tidur. Tapi Siwon? Siwon malah mengejeknya.

Siwon tersenyum geli melihat Yongri yang merajuk. Ia suka sekali menggoda gadis mungilnya itu. Apalagi jika sudah mendengar yeoja itu meneriakkan namanya. Oh, Siwon rindu saat masa-masa mereka sekolah.

“Aigoo, kau marah, eoh?” Tanya Siwon sembari berusaha menarik selimut yang di pakai Yongri. Selimut terbuka dan Yongri menggembungkan pipinya.

“Aku pasti sudah gila.” Gumam Yongri.

“Wae?” Tanya Siwon bingung.

“Kenapa aku bisa mencintai laki-laki seperti dirimu? Aku benar-benar sudah gila.” Ucap Yongri lagi yang berhasil membuat kedua mata Siwon membulat.

“Mwoya? Apa yang kau katakan? Aish jinjja Choi Yongri! Apa mencintaiku sesuatu yang perlu di sesalkan?” Tanya Siwon tidak terima. Sekarang giliran Yongri yang tersenyum geli melihat ekspresi Siwon yang menurutnya berlebihan.

“Eishh, tidak usah berlebihan, Tuan Choi.” Goda Yongri. Siwon mendecak kesal.

“Sekarang cepat mandi! Aku tunggu kau di bawah.” Ucap Siwon ketus dan langsung keluar dari kamar Yongri. Meninggalkan Yongri yang masih terkikik geli.

 

“Wonnie..” Panggil Yongri.

“Hm?” Sahut Siwon enggan.

“Kau masih marah?”

“Ani.” Yongri menghela nafas panjang. Sekarang mereka tengah berada di dalam mobil Siwon yang melaju entah kemana. Karena Siwon tidak memberitahunya akan kemana. Alih-alih memberitahu akan kemana, semenjak Yongri selesai mandi, Siwon sama sekali tidak mengajak gadis itu berbicara. Sepertinya Siwon masih marah gara-gara candaan Yongri di kamar tadi. Akhirnya Yongri memilih mengalihkan pandangannya ke jendela mobil yang ada di sampingnya. Sepertinya jalanan Seoul lebih menarik daripada Siwon yang mendiamkannya.

Beberapa saat kemudian, mobil Siwon berhenti di suatu tempat yang cukup familiar bagi Yongri. Yeoja itu mengerutkan keningnya saat tau Siwon mengajaknya ke tempat ini. Siwon turun dari mobil tanpa mengatakan apapun pada Yongri. Yeoja itu menggembungkan pipinya kesal karena tingkah Siwon yang kekanak-kanakkan. Yongri ikut turun dari mobil dan mengikuti langkah Siwon dari belakang. Siwon mendudukan dirinya pada bangku kayu yang masih sama seperti beberapa tahun yang lalu. Yongri pun ikut mendudukan dirinya di sana. Sedikit membuat jarak dengan Siwon. Lama keheningan tercipta di antara mereka, hingga Yongri angkat bicara.

“Mianhae.” Ujarnya.

“….”

“Aku hanya bermaksud bercanda denganmu. Tidak menyangka kau akan menganggapnya serius.”

“….”

“Jangan mengacuhkanku!!” Jerit Yongri tiba-tiba. Membuat jantung Siwon menjadi berdegup sangat kencang.

“Kau tau jika aku paling tidak suka kau acuhkan! Kenapa kau selalu melakukan hal yang tidak kusukai?! Kau menyebalkan!” Yongri berdiri dari duduknya dan berniat pulang, sebelum sebuah tangan kekar menarik pergelangan tangannya hingga ia kembali terduduk di bangku kayu itu. Yongri mengalihkan pandangannya dari Siwon. Mencoba mengatur nafasnya yang sedikit tidak beraturan. Siwon menarik nafas panjang sebelum merengkuh tengkuk Yongri dan mencium bibirnya. Membuat Yongri membulatkan matanya dengan perlakuan Siwon yang lagi-lagi di lakukan di tempat umum.

“Yang satu ini, apa kau juga tidak menyukainya?” Pipi Yongri merona seketika. Membuat Siwon yang melihatnya ingin tertawa, namun segera di tahan.

“Maaf jika aku kekanak-kanakkan.” Ujar Siwon pelan sembari mengelus pipi Yongri.

“Gwenchana.” Balas Yongri pelan. Siwon kembali menggeser duduknya menghadap ke depan sembari menghirup udara sekitar.

“Kau ingat tempat ini?” Tanya Siwon tanpa mengalihkan pandangannya.

“Tentu saja. Tempat di mana kau mengambil ciuman keduaku.” Jawab Yongri membuat Siwon tertawa pelan.

“Tempat ini tidak banyak berubah.” Gumam Yongri.

“Ya. Masih sejuk dan menyegarkan.” Sahut Siwon.

“SIWON SUNBAE!!” Teriak beberapa gadis berseragam SMA Paran High School dari arah belakang mereka. Membuat Siwon dan Yongri spontan menoleh. Gadis-gadis itu berlari kecil menghampiri tempat di mana Siwon dan Yongri berada.

“Benarkan kalau Choi Siwon alumni dari SMA ini? Choi Siwon yang tampan, kaya, pintar, dan juga terkenal di sekolah ini?” Tanya salah satu gadis berambut lurus.  Siwon sedikit salah tingkah mendengar ucapan gadis itu.

“Woah, ternyata dia memang tampan.” Timpal gadis lainnya.

“Sunbae! Sunbae! Kenalkan namaku Jung Hyemi.”

“Aku Kim Jinan.”

“Kalau aku Lee Minri.”

“Aku-”

“EHEM!!” Semua sontak menoleh ke asal suara yang berasal dari Yongri. Gadis mungil itu menunjukkan wajah garangnya karena seperti tidak di anggap sama sekali.

“Nuguseo? Kenapa dia bisa bersama dengan Siwon sunbae? Tubuhnya mungil sekali.” Tanya gadis bernama Lee Minri itu pada temannya yang bernama Jung Hyemi. Yongri yang mendengarnya jelas saja cukup emosi. Namun ia mencoba menahan emosinya itu dengan menarik nafas berkali-kali.

“Dengar ya gadis-gadis labil, seharusnya kalian itu memikirkan pelajaran kalian. Bukan datang kesini untuk menggoda tunangan orang.” Ucap Yongri setenang mungkin.

“Tunangan orang? Nugu? Jangan bilang jika kau tunangan Siwon sunbae.” Kata Kim Jinan. Yongri berdiri dari duduknya dan meniup poninya berkali-kali.

“YA!! Memang kenapa jika aku tunangan laki-laki tampan, kaya, pintar, dan terkenal ini, huh? Apa ada yang salah? Lihat ini!!” Yongri menarik tangan kiri Siwon tempat di mana cincin tunangan mereka tersemat.

“Lihat cincin kami ini. Kalian tau ini cincin apa? TU-NA-NGAN!!” Ucap Yongri dengan menekankan pada kata terakhir. Gadis-gadis SMA itu membulatkan matanya mendengar ucapan Yongri.

“Jeo–jeongmalyo, Siwon sunbae?” Tanya mereka. Siwon ikut berdiri dari duduknya dan tersenyum pada mereka.

“Ne, adik-adik. Gadis yang kalian bilang tubuhnya mungil ini adalah tunanganku. Dan gadis yang kalian bilang mungil ini, aku sangat mencintainya. Apa itu cukup menjawab pertanyaan kalian?” Siwon kembali menyunggingkan senyum mautnya. Seolah terbius, para gadis SMA itu hanya bisa melongo tanpa mengatakan apapun.

“Kami pergi dulu, ne? Kalian belajar yang rajin, eoh? Jangan mengecewakan orangtua kalian.” Pesan Siwon.

“NE SUNBAE!!” Jawab mereka serempak. Siwon tersenyum kemudian menarik tangan Yongri untuk pergi dari taman belakang tempat mereka duduk tadi.

 

“Aish jinjja sarami! Ingin sekali rasanya anak-anak itu ku telan hidup-hidup.” Geram Yongri saat mereka sudah di dalam mobil. Siwon tertawa keras.

“Aigoo. Apa sekarang kau pemakan manusia, eoh?”

“Shikkereo! Kau pasti senang di puji gadis-gadis labil tadi.”

“Ani. Aku sudah biasa di puji seperti itu. Jadi rasanya sama saja.” Jawab Siwon dengan percaya diri. Yongri mendecak mendengar kata-kata Siwon.

“Memang apa yang salah dengan tubuh mungil? Mereka saja yang tubuhnya tumbuh terlalu cepat.” Sungut Yongri kesal mengingat ejekan yang di berikan padanya tadi. Siwon tersenyum.

“Eish, kau harus tau jika aku suka gadis betubuh mungil.” Yongri menatap Siwon tak percaya.

“Jadi kau tak perlu khawatir, karena aku tidak akan berpaling kepada gadis manapun selain dirimu. Kau tau kenapa Tuhan menciptakanmu dengan tubuh mungil?” Tanya Siwon yang di balas gelengan dari Yongri.

“Itu untuk mendampingiku yang sudah memiliki tubuh yang cukup tinggi. Apa kau tidak merasa jika berada di pelukanku, tubuhmu itu terasa pas sekali. Seperti sebuah potongan puzzle yang di taruh di tempat yang tepat.”

“Jinjjayeo?” Tanya Yongri tidak yakin. Siwon mengangguk.

“Mau mencoba?” Tanya Siwon sembari merentangkan tangannya.  Yongri segera menabrakan wajahnya pada dada bidang Siwon. Memeluk namja itu dengan sangat erat.

“Aku tidak mau memeluk gadis manapun lagi selain dirimu.” Ujar Siwon.

~~~

“Iya sebentar.” Ujar Hyukjae dari dalam apartemennya. Dari tadi bel apartemennya berbunyi, namun ia yang baru selesai mandi mau tak mau harus menyelesaikan urusannya dulu baru membuka pintu.

“Eoh? Siwon-ah? Waseo.”

“Jinjja, kenapa lama sekali buka pintunya?” Gerutu Siwon.

“Ya! Aku baru selesai mandi, babo. Masuklah.” Siwon segera masuk ke dalam apartemen Hyukjae, begitu sang pemilik mengizinkannya. Siwon segera duduk di sofa coklat yang terdapat di apartemen itu.

“Aku ke kamar sebentar, jika mau minum ambil sendiri.” Ujar Hyukjae.

“Eish, apa begitu melayani tamu?” Sahut Siwon yang tidak di perdulikan oleh Hyukjae. Namja bertubuh kurus itu segera masuk ke dalam kamarnya. Beberapa saat kemudian Hyukjae kembali dengan pakaian santainya dan ikut duduk di hadapan Siwon.

“Tumben sekali kau kemari.” Sindir Hyukjae pada Siwon.

“Kau tampak tidak senang dikunjungi sahabatmu sendiri.” Kata Siwon sembari meminum air putih yang di ambilnya di dapur. Hyukjae tertawa renyah.

“Hanya aneh saja. Oh ya, ku dengar kau baru pulang dari China. Apa benar?”

“Sudah sekitar 1 bulan yang lalu. Dan aku ke sini mau minta bantuanmu.” Hyukjae memicingkan matanya.

“Sudah kuduga jika kau kemari pasti ada maksud.” Hyukjae menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

“Aku hanya ingin meminta pendapat dari seseorang yang begitu berpengalaman dengan wanita.”

“Mwoya?? Maksudmu aku playboy?” Siwon tertawa.

“Kau yang menyimpulkan sendiri.” Siwon membela diri. Hyukjae melempar bantal sofa ke arah Siwon dan di tangkap sempurna oleh Siwon.

“Cepat katakan dan setelah itu pergi dari sini. Kau membuatku sakit kepala.” Gerutu Hyukjae setengah bercanda.

“2 minggu lagi, hubunganku dengan Yongri genap 3 tahun.”

“Lalu?”

“Aku bingung ingin memberikannya apa. Setahun yang lalu aku mengajaknya berlibur bersama. Dan 2 tahun yang lalu, aku memberikannya sebuah liontin. Dan sekarang, aku tidak tahu, Hyukjae-ya.” Ujar Siwon putus asa membuat Hyukjae tertawa keras.

“Aku kemari ingin meminta pendapatmu, Lee Hyukjae. Bukan ingin mendengar kau menertawakanku.” Ucap Siwon kesal.

“Ok..Ok.. Apa kau benar-benar tidak terpikirkan apapun?” Tanya Hyukjae yang di balas gelengan dari Siwon. Hyukjae menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.

“Berikan aku waktu berpikir sebentar.” Kata Hyukjae dengan ekspresi serius. Cukup lama mereka berdua terdiam. Keduanya tampak serius memikirkan hadiah apa yang bisa di berikan pada Yongri saat anniversary nya yang ke 3 dengan Siwon.

“AHH!!” Teriak Hyukjae tiba-tiba. Membuat Siwon terlonjak kaget mendengar teriakan itu.

“Jinjja Lee Hyukjae!! Kau mau membuatku jantungan, huh?” Bentak Siwon.

“Eish, setelah mendengar usulku kau pasti akan menyesal sudah membentakku.” Siwon memandangnya malas.

“Marhaebwa.”

“Makan malam special.” Ujar Hyukjae.

“Bukankah itu sudah biasa.”

“Aigoo Choi Siwon kau benar-benar tidak pantas menyandang predikat pintar.” Kesal Hyukjae.

“Brengsek kau. Makanya katakan dengan jelas.”

“Yang ku maksud makan malam special itu bukan makan malam di restoran mahal. Makan malam ini kau harus menyiapkannya sendiri. Mulai dari tempat, bahan makanan, serta kau yang memasaknya.”

“MWO?!”

“Jangan bilang kau tidak bisa memasak.” Ujar Hyukjae curiga.

“A–nieyo. Aku bisa. Hanya saja, haruskah melakukannya?”

“Tentu saja. Aku yakin Yongri akan menyukainya.” Kata Hyukjae yakin. Siwon tampak berpikir. Ide Hyukjae memang tidak buruk. Tapi Siwon tidak yakin bisa menyelesaikannya sendiri. Namun tidak ada salahnya jika di coba.

“Geureh. Sepertinya idemu tidak buruk.” Ujar Siwon.

“Aish, bilang saja ideku cemerlang.” Kata Hyukjae percaya diri.

“Sudahlah aku pulang dulu.”

“Eh? Cepat sekali.”

“Bukankah kau sendiri yang mengusirku tadi?”

“Aku kan hanya bercanda. Tinggalah lebih lama. Aku bosan di sini sendirian. Oh ya, kemarin aku membeli film baru yang bagus.” Siwon memicingkan matanya menatap Hyukjae curiga.

“Aku tau maksudmu dengan film bagus itu, Hyukjae-ya.”

“Hehehe, apa sangat terlihat jelas di mataku?” Tanya Hyukjae cengengesan.

“Ne. Di keningmu itu sudah tertulis kata ‘MESUM’.” Jawab Siwon. Hyukjae meraba keningnya, membuat Siwon tertawa pelan.

“Aku pulang dulu, ne? Sering mampirlah ke rumah.” Ucap Siwon sembari berjalan keluar.

“Ne, hati-hati di jalan.” Sahut Hyukjae.

~~~

Yongri memandang kesal pada layar ponselnya. Hari ini tepat 3 tahun hubungannya dengan Siwon. Namun dari pagi, hingga sekarang sudah pukul 3 sore, Siwon sama sekali tidak menghubunginya. Pagi-pagi sekali Yongri bahkan sudah mengirimkan SMS untuk Siwon dengan mengatakan “Happy 3th Anniversary, Wonnie♥” namun tidak ada balasan sama sekali dari Siwon. Membuat gadis mungil itu bertambah kesal dan kesal. Yongri baru saja akan beranjak dari tempat tidurnya, saat tiba-tiba ponselnya bergetar pertanda ada SMS masuk.

From : Nae Namja

Datanglah ke apartemen kita jam 8 malam nanti. Jangan lupa memakai gaun dan berdandan.

“Ige mwoya?? Seenaknya saja menyuruh-nyuruhku.” Ujar Yongri bertambah kesal.

“Kenapa aku harus memakai gaun? Apa untuk merayakan hari jadi ini?” Gumam Yongri bingung. Namun sesaat kemudian seulas senyum berkembang di sudut bibirnya. Yongri segera beranjak dari tempat tidur dan menuju lemari pakaiannya. Ia membuka pintu lemari itu dan mulai memilah gaun-gaun yang di milikinya. Yongri memang sedikit tomboy, namun bukan berarti ia tidak memiliki pakaian khas wanita itu. Setelah cukup lama menimbang-nimbang, akhirnya pilihannya jatuh pada gaun berwarna hitam dengan motif kemben dan terdapat hiasan pita pada bagian pinggangnya. Yongri mendekap gaun itu dan tersenyum penuh arti.

 

Siwon memandang puas pada meja makan yang terdapat di apartemennya dengan Yongri. Ternyata semuanya tidak sesulit yang dibayangkannya. Beberapa jenis makanan sudah tersaji di meja makan berukuran sedang itu. Baunya pun sudah tercium ke mana-mana. Membuat siapa saja yang menciumnya pasti akan langsung lapar. Siwon memandang jam dinding di dekat ruang makan, dan waktu menunjukkan pukul 7 malam. Waktu yang cukup untuk ia mandi dan bersiap diri. Segera saja Siwon masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya dari keringat akibat kegiatan memasaknya tadi. Beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi dan segera memilah pakaian yang akan di gunakannya. Pilihannya jatuh pada kemeja kotak-kotak berwarna hitam berlengan panjang.

Jam menunjukkan pukul 8 kurang lima saat Yongri membuka pintu apartement. Yongri mengerutkan keningnya saat melihat keadaan apartemen yang gelap.

“Wonnie…” Panggilnya.

“Haii, kau sudah datang.” Sahut Siwon dengan senyumnya. Seperti biasa, keduanya terdiam karena sibuk mengagumi  penampilan pasangan masing-masing. Rambut Yongri di gulung ke atas menyisakan anak-anak rambut di kedua sisi pelipisnya. Wajahnya di berikan sedikit polesan make up, membuat wajahnya terlihat lebih cantik. Sedangkan rambut Siwon hari ini di biarkan sedikit berponi membuat wajahnya terlihat lebih muda. Dada bidangnya yang terlihat akibat 3 kancing kemeja hitamnya yang di biarkan di buka. Serta lengan yang di gulung hingga siku.

“Kenapa….gelap?” Tanya Yongri menghilangkan kecanggungan. Siwon tersenyum kemudian berjalan ke arah belakang Yongri.

“Kau harus tutup mata dulu, arra?” Siwon pun menutup kedua mata Yongri menggunakan kedua tangannya. Kemudian dari belakang ia menuntun Yongri untuk sampai di meja makan.

“Kau siap?” Tanya Siwon saat mereka sudah sampai di ruang makan. Yongri mengangguk pelan. Dengan perlahan, Siwon menjauhkan kedua tangannya dari mata Yongri. Yongri membuka kedua matanya dan seketika tercengang dengan apa yang ada di hadapannya. Siwon menarik salah satu kursi untuk mempersilahkan Yongri duduk. Setelah itu ia ikut duduk di hadapan yeojachingunya itu.

“Ini kau yang menyiapkan?” Tanya Yongri takjub. Siwon kembali tersenyum.

“Apa sulit di percaya?” Tanya Siwon balik.

“Ani. Bukan seperti itu. Hanya tidak percaya kau rela melakukan ini semua.” Jawab Yongri.

“Kita makan dulu saja, ya? Cacing-cacing di perutku sudah berdemo.” Gurau Siwon. Yongri mengangguk setuju.

Kedua insan itu menghabiskan makan malam dengan suasana hening. Entah mengapa mereka canggung dan juga gugup. 20 menit waktu yang mereka habiskan untuk makan malam romantis itu.

“Malam ini kau cantik.” Puji Siwon sembari menatap kedua mata Yongri. Pipi Yongri serasa memanas mendengar pujian Siwon.

“Apa hanya malam ini?” Tanya Yongri mencoba bercanda untuk menghilangkan gugupnya. Siwon tertawa pelan.

“Tentu saja tidak. Tunanganku selalu cantik.” Yongri tersenyum malu.

“Gomawo.” Ujarnya pelan.

“Happy 3th Anniversary, sayang. Aku sangat berharap hubungan kita akan terjalin hingga kita mati nanti.” Ucap Siwon sembari menggenggam tangan Yongri yang berada di atas meja. Sesaat kemudian Siwon berdiri dari duduknya dan menarik lembut tangan Yongri untuk ikut berdiri. Sekarang mereka tengah berdiri berhadapan dengan jemari saling bertautan.

“I love you.” Bisik Siwon.

“I love you too.” Balas Yongri juga dengan berbisik. Siwon mendekatkan wajahnya dengan wajah Yongri bermaksud untuk mencium tunangannya itu. Yongri yang sudah mengerti maksud Siwonpun memejamkan matanya bersiap menyambut bibir lembut Siwon. Bibir Siwon akhirnya mendarat sempurna di bibir mungil Yongri. Siwon mencium Yongri dengan sangat perlahan dan juga lembut. Tidak ada unsur nafsu sama sekali. Yang ada hanya cinta, cinta, dan cinta. Suara bel apartemen membuat tautan bibir mereka terpaksa terlepas. Membuat Siwon mengerang kesal.

“Siapa yang berani menganggu moment romantis ini?” Geram Siwon membuat Yongri tersenyum geli.

“Lebih baik sekarang kita buka. Siapa tau penting.” Kata Yongri sembari menarik pelan tangan Siwon menuju pintu apartemen. Saat pintu terbuka, mata keduanya membulat sempurna ketika melihat siapa yang sudah menganggu acara mereka.

“Hyomoon?!” Ucap Siwon tak percaya bercampur kesal.

“Apa yang kau lakukan disini, Hyomoon-ssi?” Tanya Yongri. Hyomoon menundukkan kepalanya. Membuat Siwon dan Yongri bertambah bingung.

“Oppa..” Panggil Hyomoon.

“Wae?? Cepat katakan apa maumu! Kau itu sudah menganggu acara kami.” Kata Siwon kesal.

“Oppa, aku…aku..”

“Aku apa?” Tanya Siwon tidak sabaran.

“Aku…aku..hamil.”

“MWO?!” Pekik Siwon dan Yongri bersamaan. Sesaat kemudian Siwon tertawa keras. Sedikit lucu dengan pernyataan Hyomoon.

“Kau hamil? Lalu kenapa kau kemari? Apa hubungannya dengan kami?” Tanya Yongri. Hyomoon mengelus perutnya.

“Aku…aku hamil anakmu, Siwon oppa.”

“MWO?!” Siwon benar-benar tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

“Jangan bercanda, Hyomoon-ssi!! Bagaimana mungkin itu anakku? Kau benar-benar gila.” Emosi Siwon mulai terpancing saat ini. Ia benar-benar tidak habis pikir kenapa Hyomoon dapat mengatakan omong kosong seperti itu.

“Apa kau lupa oppa, kita melakukannya saat di China.” Ujar Hyomoon.

“China?” Gumam Yongri tidak percaya.

“Saat kita minum wine bersama oppa. Kau mabuk, dan kau..memaksaku untuk melakukannya.” Ujar Hyomoon lagi.

“Mworago?” Siwon mencoba mengingat saat ia di China. Ia memang mengingat ketika minum wine bersama Hyomoon. Tapi ia yakin tidak melakukan apa-apa dengan Hyomoon. Namun tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya saat mengingat ia tidak berpakaian ketika bangun tidur. Saat itu hanya tersisa celana pendek saja.

“Maldo andwae.” Gumamnya.

“Aku tau kau pasti akan menyangkalnya oppa. Apa lagi saat ini ada Yongri. Maafkan aku, aku tidak tau jika di sini ada Yongri. Tadinya aku hanya ingin memberitahumu saja. Tetapi aku sungguh tidak berbohong oppa. Kita melakukannya dan aku mempunyai buktinya.” Ujar Hyomoon sembari membuka tas tangan yang di bawanya dan mengambil amplop coklat berukuran sedang. Hyomoon menyerahkan amplop itu pada Siwon namun langsung di sambar oleh Yongri. Dengan tergesa Yongri membuka amplop itu dan menemukan 2 buah foto yang benar-benar tidak ingin di lihatnya. Di foto itu, Siwon dan Hyomoon tampak dalam satu ranjang dengan hanya tertutupi selimut. Hyomoon terlihat bersandar di dada bidang Siwon. Mata Yongri berkaca-kaca melihat foto itu. Benar-benar tidak percaya dengan semua yang terjadi.

“Yongri, ini pasti tidak benar.” Kata Siwon mencoba menenangkan.

“Oppa ini semua benar. Aku tidak berbohong.” Sambar Hyomoon. Siwon memandang Hyomoon dengan emosi meluap.

“Keluar dari sini.” Usir Siwon.

“Oppa, ini anakmu.”

“Aku bilang keluar!” Usir Siwon sekali lagi.

“Aku akan keluar. Tapi kau harus ingat oppa, anak ini membutuhkan ayahnya. Aku tidak akan tinggal diam jika kau tidak mau bertanggung jawab.” Ucap Hyomoon yang kemudian segera berlalu dari hadapan Siwon dan Yongri. Tubuh Yongri merosot seketika, membuatnya terduduk di lantai apartement. Airmatanya sudah mengalir dengan deras, melunturkan make up yang di gunakannya. Masih sangat sulit mempercayai jika Siwon bisa melakukan itu semua. Siwon ikut mendudukan dirinya di hadapan Yongri. Memegang kedua bahu yeoja itu untuk melihatnya.

“Yongri, ini pasti salah. Hyomoon pasti berbohong.” Ujar Siwon mencoba meyakinkan Yongri. Pandangan Yongri tidak lepas dari foto yang ikut tergeletak di lantai. Hyomoon tidak mungkin berbohong jika dengan bukti yang sudah cukup jelas untuknya.

“Choi Yongri lihat aku!! Jangan percaya foto itu.” Yongri masih enggan menatap Siwon bahkan menanggapi kata-katanya. Airmatanya terus mengalir dengan deras. Dadanya terasa sakit dan sesak. Bagaimana kenyataan ini di terimanya saat merayakan hari jadinya dengan Siwon yang ke-3 tahun.

“Yongri, kumohon percaya padaku. Kau tau aku, sayang. Kau mengenal aku melebihi siapapun.” Suara Siwon mulai terdengar putus asa. Namun lagi-lagi Yongri enggan menanggapi. Bahkan kini bahunya ikut bergetar karena tangisnya semakin pecah. Akhirnya Siwon memutuskan mencium bibir Yongri. Ia tau Yongri sekarang sedang takut dan mungkin juga marah. Ciuman itu terasa basah akibat airmata Yongri. Yongri memejamkan matanya saat Siwon menciumnya. Airmatanya enggan untuk berhenti malah keluar semakin deras. Semakin lama, ciuman Siwon semakin menuntun dan sarat akan emosi. Di pikiran Siwon sekarang adalah ia harus menjadikan Yongri miliknya seutuhnya. Kalau tidak ia bisa saja kehilangan Yongri akibat kabar yang baru saja mereka dengar. Masih dengan menautkan bibirnya dengan Yongri, Siwon mulai meraba seluruh tubuh Yongri. Sesaat kemudian ia menanggalkan gaun serta pakaian dalam tunangannya itu. Yongri tidak menolak sama sekali. Itu cukup membuat Siwon bingung. Karena ia yakin, Yongri tidak akan mau jika mereka melakukannya. Namun lagi-lagi Siwon tidak ingin menghabiskan waktunya untuk berpikir. Ia segera menggendong tubuh polos Yongri ke dalam kamarnya.

 

Yongri POV

Nafasku masih tersengal akibat apa yang kami lakukan barusan. Seluruh tubuhku sakit terutama hatiku. Rasanya seperti ada yang menancapkan pisau dan di tusuk berpuluh-puluh kali. Aku menggenggam erat selimut yang tengah menutupi tubuh polosku. Ku geser posisi tidurku menjadi membelakanginya. Airmataku masih terus mengalir tanpa mau henti. Bahkan ketika kami melakukannya airmata ini terus mengalir. Siwon seolah tidak peduli melihatku menangis. Akupun sedikit aneh dengan diriku yang tidak melakukan penolakkan sama sekali. Apa mungkin karena kejadian ini akan ku jadikan kenangan yang indah untukku? Kenangan? Haruskah aku meninggalkannya karena calon anaknya yang tumbuh di rahim wanita lain? Aku sedikit meringis ketika rasa sakit itu kembali terasa tepat di dadaku.

Sesaat kemudian aku merasakan tangan Siwon melingkar di sekitar perutku yang tertutupi selimut. Merasakan kepalanya yang terjatuh di atas pundakku. Siwon memelukku dari belakang dengan sangat erat. Entah mengapa perlakuannya ini membuat airmataku tambah deras mengalir.

“Percaya padaku. Ini pertama kalinya aku melakukan ini. Dan itu denganmu.” Ujarnya dengan suara serak. Ingin! Aku ingin sekali mempercayainya. Namun hatiku seolah berat untuk mempercayai semua itu. Foto itu. Foto yang di berikan Hyomoon terlihat begitu jelas di mataku. Aku menggigit bibir bawahku untuk menahan isakan yang mungkin saja akan keluar. Namun percuma. Isakan itu tetap keluar dan aku yakin Siwon mendengarnya.

“Jebal.” Suaranya terdengar memohon. Aku merasakan dia mencium lembut pundakku. Kemudian menarik tubuhku untuk berbalik menatapnya. Aku memejamkan mataku, menolak untuk menatapnya. Karena aku yakin jika aku menatapnya, hatiku akan bertambah sakit. Aku belum sanggup dan tidak akan sanggup jika harus melihat wajah seorang ayah dari calon anak Hyomoon.

“Buka matamu, dan lihat aku.” Pintanya. Aku membuka kedua mataku. Aku yakin mataku sekarang sudah membengkak dan merah.

“Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya padaku?” Tanyanya.

“….”

“Kumohon katakan sesuatu.”

“….”

“Apa kau ingin memukulku? Atau kau ingin membunuhku?”

“….”

“Lakukanlah asal itu bisa membuatmu percaya padaku. Aku tidak pernah melakukannya dengan Hyomoon. Aku akui waktu itu aku memang mabuk. Tapi aku yakin aku tidak mungkin melakukannya dengan wanita yang tidak ku cintai.”

“….”

“Yongri kumohon jangan diam seperti ini.” Jujur ini bukan kemauanku untuk diam. Namun aku bingung harus mengatakan apa. Perasaanku bercampur aduk. Aku tidak tau mana yang benar dan mana yang salah. Aku tau Hyomoon memang licik, tapi semua ini tidak mungkin rekayasanya. Dan aku juga yakin jika Hyomoon rela melakukan apapun untuk mendapatkan Siwon. Bahkan dengan merelakan kesuciannya. Aku mendekat diriku dengan tubuhnya. Memeluk dirinya dengan sangat erat dan menyandarkan kepalaku pada dadanya yang selalu membuatku nyaman. Merasakan dada ini membuatku kembali teringat foto itu. Ternyata bukan hanya aku yang pernah bersandar di sini. Ada wanita lain, dan itu benar-benar membuatku sakit. Ia membalas pelukanku tidak kalah eratnya. Biarlah seperti ini untuk kali ini saja. Kumohon hentikan waktu untuk saat ini dan biarkan aku berada lebih lama di sisinya. Mungkin ini yang terakhir aku lakukan sebelum semuanya berakhir. Setelah ini aku akan benar-benar merelakannya pada Hyomoon. Calon anak Hyomoon membutuhkan ayahnya. Aku memang mencintai Siwon. Sangat mencintainya. Tapi aku tidak boleh egois.

“Biarkan seperti ini.” Gumamku sebelum akhirnya terlelap dalam tidur dan berharap ini semua hanya mimpi.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

53 thoughts on “It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 5

  1. Waw part yang panas,ampe kipas2…

    Astaga hyomoon benar2 kau.
    Aish aku tak percaya mereka melakukan ‘itu’
    ntar malah yongri yg hamil bkn hyomoon,,next part ditunggu…deg2an aku,

  2. Aduuuh author ! Kecenya badaiii .
    Hehehe keren keren, next part harus makin keren ya author, saat saat kayak gini hyerim sama kyuhyun harus ada buat yongri siwon. Kan kyu tau kalo hae jahat, semoga kyu bantuin. Over all keren.
    Hwaiting thor !!!!

  3. Kalo buka blog ini harus diminimize. itu hukum wajib! Karena lirikan siwon yang di background bikin gak konsen bacanya. Kkkkkk…

    Author!! Just one word! DAEBAK!
    jangan diputar2 ya, thor. krn bacanya nanti sesek napas. yang ini aja.. endingnya udh nyesek. Hyomoon pengen dimusnahkan dan donghae juga. (maaf, hae oppa. karaktermu di FF ini ngeselin.)

    Keep writing ya, thor. and i`ll keep reading and commenting also. HWAITING!

  4. ah author napa begini, udah tahu sih bakal begini…
    tp, tetep aja ga rela, ah tuh cewe rese satu itu pengen g lempar ke mars,,,
    plis thor, next part, tolong dipulihkan nama siwon oppa yah…

  5. omg …hosh hosh …bis lari marathon thon thon
    duh biyung moga mb yongri hamil # whatttsss….
    mb yongri pov : dasar reader sengak ngedoain yg iya2 !!
    aku : yoh ben mbake yongri terserah aku (tambah sengak) #moga my luv authornya gk blek lis aku
    bang wonnie sini tak bisikin test dna ajah bang kaya di inpotemen yg ngaku dihamilin mantan kekasih temen bang wonnie aknes monikaqh ntu yah jo percaya ma piranha the second #bang hae piranha the first
    moga bang wonnie gk di pecel ma bang tabi reaksi bang tabi gimana yah ??
    om tante myungsoo syok gk yah ??
    #reader kepo berat penazaran tingkat dewa
    gk sabar lanjutannya panas dingin padahal dah cipak cipuk aer membasuh wajah
    ahhhh panas
    bang kyunie juga gimana reaksinya bih parah mana ma bang tabi …..
    eh cingu author klo ada komeng atas nama tswusi or dewina tuh aku juga jo diblek list yah kos aku rada sengak binti kengeselin orange piss yow
    luv ya …mian klo panjang

  6. Andwe~ T.T jangan di pisahin thor

    yang ada di kandungan hyomoon itu anaknya donge kan ??
    Tes DNA aja, ayolah thor jgn ksh Choi couple masalah yang berat(?) –a

  7. aer man aer …ya Alloh …#pegangan tasbih bacanya…
    ini sungguh terlalu…
    ga habis pikir kalo hyoomon senajis itu…#mian min kebawa emosi..
    tapi ga nyangka juga siwon malah do it ke yongri dan yongri ga nolak ?!?!?!?!?!? ..
    part yang…
    Panas !!!

  8. Awal’a romantis banget 🙂

    eh..
    Pas akhir nyesekin banget,memang tuh hyomoon nekad banget!!
    Semoga smua’a cepat berakhir agar siwon dan yongri bisa hidup bahagia

  9. so sad Youngri.. Hyomoon jahat banget dia kan melakukannya dgn Donghae oppa pasti tp menggunakan Siwon oppa sbg org yg hrs bertanggung jawab.. Mudah2an Youngri tetap sll bersama Siwon oppa

  10. Pingback: [Part 3] Berbagi Fanfictions Yang Bagus untuk Dibaca | KimAB710

  11. ehh..ehh kok githu sihhh?????

    hyomoon Lagi2 beruLah. dan kali ini fataL.. masa iya dia hamiL anaknya siwon… pasti anaknya donghae dehhhh*inget part sblmnya ituhh

    semoga yongri ttp percaya dehh sama siwon oppa… jgn gampang terpengaruh

    Lanjuttt!!!!

  12. Aduuhhh…. lgi senang2ny ngerayain Anniversary, mlah kedtangan badai….
    Badai yg kenceng bgt dr Hyomoon…. 😦
    Hyomoon,dsar rubah betina yg jhat n licik…. Yongri, pliss jgn percaya gtu aja, aku saksiny klo Wonppa g ngelakuin itu .. #yaiyalah… dssar reader aneh >.<
    Gegara itu, jadiny Wonppa ngelakuin hal yg g semestiny dh….

  13. Hyomoon bner2 prasit d khidupan Yongri dan Siwon…
    Mrka sdh mlkukan itu, bgmn klo nti Yongri jg hmil, mdh2an aja kbhongn Hyomoon dan rncna busuk.a brsm Donghae cpat kthuan !!

  14. Oh my! Kenapa siwon ngelakuin ‘ini’ ke yongri??? Itu malah buad suasana jadi panas… Dan knp siwon berfikiran sedangkal itu??? Yongri kan udh janji ga mau ngelakuin ‘itu’ sebelum nikah!!

    Akh…. Semua nya bikin gue sakit kepala!
    Daebak! Eonni ^^

  15. Kenapa jadi gini part nya 😥
    Aq jadi Ikut2an nyesek bacanya Thorrr, harapan aq semoga mereka -lebih tepatnya Yongri- gk memilih jalan untuk berpisah and ngerelain siwon buat si Nenek sihir Hyomoon karena jujur aq aja gk bakalan rela. Klo aq jadi Yongri aq bakalan percaya sepenuhnya sama Siwon.

  16. bru kali ini suka ff cast siwon..biasanya baca cast kyuhyun…dn gk rugi bgt… ceritanya keren suka konfliknya… brharp part selnjutnya yongri yg hamil qeqe

  17. Dasar yeoja gila…
    Yongri sbar yah..itu cma rekayasa x si gila…semoga gak btal pernikahax
    Bgus thor..tulisanx enak dibaca,gak mepet trus gak bejarak jg,pas lah..lanjut lgi..
    Peace..

  18. Hweeeee andweee… itu boong siwon d jebak…
    plissss yongri percaya siwon dia ga mungkin gitu cintanya hanya untuk mu… padahal mereka lg asik2nya ngerayain 3th anniv tp malah wanita pengganggu licik itu merusak.. abis ini gmana hbungan mereka????

  19. aigooo, kenapa harus pas 3th anniv nya merekaaaaa. Hyomooonnnnnnn NEOO JINJJJAAAAA!!! MATILAH KAU!! #maaplebay
    aishhhh, kalo hamil juga paling anaknya donghae-_- isshhh itu hamil beneran ato boong2 doang??? ishhh
    ayodong yongri, susah sih buat percaya #akupunbegitu kalo aku jadi yongri, si hyomoon aku suruh gugurin anaknya gimanapun caranya. Gamau kehilangan Siwon my bebebbb

    Well Done thor^^

  20. Aku terharu thor.. tapi kalo diliat dr bbrp ff yg aku baca sih, ini psti berakhir dg hyomoon yang akhirnya ketahuan kalo ia hamil bkn karna siwon. Maybe, hehehe. Maaf thor!!..

  21. akhirnya mereka melakukannya sebelum menikah gara gara kejadian ini 😦 tapi aneh kok gak ada yg nanya itu yg ngambil gambarnya siapa?? ada org lain dikamar mereka waktu katanya siwon dan hyomoon lagi anu? masak iya itu gaya selfi? pelayannya atau suruhan donghae?

  22. Aduuuhhhh duo lee bner2 ngejalanin rencananya…
    Kasian siwon oppa dy harus terjebak masalah yg ga dlakuinnya 😭😭
    Pengen gw lempar tuh hyomoon dr puncak gedung kantornya siwon…

  23. tipu muslihat apa lg yg dipake hyumoon pake acra ngaku” kalo hamil
    smoga aja enggk. kan hyumoon pernah bilang sama donghae kalo gak rela kalo kehilangan itu. bener gak?? hehehe
    hahhh mereka ngelakuin tp saling menyakiti 😦
    jng samp pisah yaa 😦
    slesein baik baik permasalahannya

  24. heol!! part ini nyebelin deh, udh seru lagi lovey dovey juga si biang kerok dtg -___- tapi sih awalnya aku bertanya2 kemana perginya rencana licik dongek sama hyeomoon, dan setelah bagian dia muncul malah kesel sendiri. saya gk jelasss *abaikan wkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s