Love or Not? – Part 5

Love or Not? – Part 5

Author : Choineke

Judul : Love or Not?

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Song Hyerim (OC), Choi Seunghyun, Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC) .

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-17

Note : Happy reading!!!^^

 

Maafkan aku…. Maafkan aku… Kumohon jangan membenciku. Maaf… –Choi Yongri–

 

Author POV

Semilir angin yang berhembus saat malam hari benar-benar mampu menyejukkan hati. Rambut-rambut halus yeoja mungil yang sedang berdiri di balkon terus menari-nari seirama dengan gerakan angin. Sesekali yeoja itu meremas pembatas balkon untuk menghilangkan gugupnya. Berdiri  berdampingan dengan namja paling tampan di sekolahnya sekaligus musuh bebuyutannya, entah mengapa membuat jantungnya melompat-lompat. Suasana canggung menghantui mereka sesaat setelah saling berpelukan erat seperti sepasang kekasih. Tidak ada yang memulai bicara untuk mencairkan suasana. Yeoja mungil yang tak lain adalah Yongri, beberapa kali mendesah pelan entah untuk apa. Sedangkan namja yang tak lain adalah Siwon juga terus membungkam sibuk menikmati angin malam. Entah sudah lama mereka di sana sampai akhirnya Siwon buka suara.

“Kenapa diam?” Tanyanya.

“Karena kau juga diam.”

“Cih! Jawaban macam apa itu?” Cibir Siwon.

“Sudah malam. Sebaiknya aku pulang.” Ujar Yongri. Siwon menoleh menatap Yongri.

“Kenapa buru-buru?”

“Apanya yang buru-buru? Aku sudah dari sore di sini.” Jawab Yongri. Siwon menggeser posisinya, mengurung Yongri dengan kedua tangannya yang memegang pembatas balkon di sisi kanan dan kiri Yongri. Yongri membalikkan badannya menjadi berhadapan dengan Siwon. Siwon tersenyum manis pada Yongri. Membuat yeoja itu untuk beberapa saat menjadi terpesona. Namun cepat-cepat Yongri menggelengkan kepalanya mengusir pikiran gila itu.

“Wae?” Tanya Siwon bingung melihat Yongri menggelengkan kepalanya.

“Kau kenapa senyum-senyum?”

“Kenapa? Memang tidak boleh?”

“Aish, aku benci jika pertanyaan di jawab pertanyaan.” Gerutu Yongri. Siwon tertawa pelan.

“Kau sudah tidak bisa lari lagi dariku.” Ucap Siwon tiba-tiba. Membuat Yongri mengerutkan dahinya pelan.

“Apa maksudmu?” Tanya Yongri bingung. Siwon menunjukkan seringaiannya. Sedetik kemudian Siwon mengecup singkat bibir Yongri dan kembali tersenyum.

“Ayo ku antar pulang.” Siwon menautkan jari-jari mereka kemudian berjalan keluar kamar, tidak memperdulikan Yongri yang masih kebingungan.

 

20 menit perjalanan, mobil Siwon terparkir sempurna di perkarangan rumah Yongri. Yongri terpaku saat melihat audy hitam berada di depan rumahnya. Yongri tau persis siapa pemilik mobil itu. Tapi entah mengapa sekarang ia tidak terlalu terbebani untuk bertemu dengan sang pemilik mobil itu.

“Ku temani masuk ke dalam.” Kata Siwon.

“Tidak usah.” Tolak Yongri.

“Kau tau siapa yang ada di rumahmu, kan? Aku tidak ingin kau kembali di pojokkan.” Balas Siwon. Yongri menoleh menatap Siwon kemudian tersenyum.

“Aku tau apa yang harus aku katakan dan aku lakukan. Tidak usah khawatir.”

“Tapi Yongri-”

“Pulanglah. Temani Myungsoo di rumah.” Ujar Yongri sembari membuka pintu mobil. Siwon menahan pergelangan tangan Yongri, kemudian mengecup kening Yongri cukup lama. Yongri memejamkan matanya merasakan kehangatan yang di berikan Siwon.

“Hubungi aku jika ada apa-apa, arraseo?!” Yongri mengangguk dan kemudian turun dari mobil Siwon. Saat mobil Siwon sudah tak terlihat dalam jarak pandangannya, Yongri segera berbalik dan berjalan memasukki rumah. Benar dugaannya, Kyuhyun sudah ada di sana sedang mengobrol bersama Seunghyun.

“Kau baru pulang?” Tanya Seunghyun saat melihat Yongri muncul. Yongri mengangguk.

“Darimana?” Tanyanya lagi.

“Eum.. Rumah Siwon.” Jawab Yongri singkat.

“Woah.. Akhir-akhir ini kau sering sekali kesana. Pantas saja Siwon jarang kemari. Sepertinya tidak ada lagi musuh bebuyutan dalam kamusmu dan Siwon.” Goda Seunghyun. Yongri hanya tersenyum tipis.

“Oh ya, Kyuhyun datang ingin bertemu denganmu. Kalian bicaralah. Aku akan kekamar. Kyuhyun-ah, ku tinggal ya.”

“Ne, hyung.” Balas Kyuhyun. Yongri menghampiri Kyuhyun dan duduk di sofa yang berhadapan dengan Kyuhyun.

“Ada apa?” Tanya Yongri.

“Kau….dari rumah Siwon?” Tanya Kyuhyun ragu.

“Seperti yang aku katakan tadi. Kurasa kau mendengarnya.” Jawab Yongri datar. Kyuhyun mendesah kasar.

“Ada apa denganmu Yongri-ya? Kenapa kau berubah seperti ini?” Tanya Kyuhyun putus asa.

“Aku berubah atau tidak, bukankah tidak ada pengaruh untukmu oppa? Lalu kenapa kau harus mempermasalahkannya?” Tanya Yongri balik.

“Ada Choi Yongri! Kau itu sahabatku. Teman kecilku. Kau berubah dalam waktu sekejap, bagaimana mungkin aku tidak mempermasalahkannya? Apa ini semua karena namja bernama Siwon itu?” Tuduh Kyuhyun. Yongri menatap tajam Kyuhyun.

“Jangan pernah menyalahkannya!” Kyuhyun tersenyum sinis.

“Cih! Bahkan kau sekarang lebih membelanya daripada aku.”

“Ini bukan masalah siapa membela siapa oppa. Sudahlah. Aku lelah, sebaiknya kau pulang.” Ujar Yongri sembari melangkah meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun menahan pergelangan tangan Yongri.

“Kau menyukaiku?” Yongri membeku mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“M-mwo?!”

“Benarkan? Kau menyukaiku?”

“Lepaskan aku!”

“Kau menyukaiku, dan saat mengetahui aku berpacaran dengan Hyerim kau sakit hati makanya seperti ini. Aku benar, kan?”

“Jaga ucapanmu oppa!”

“Yongri kau tau, dari dulu sampai sekarang aku menganggapmu adikku. Kau sahabatku. Kau teman kecilku. Dalam hidupku tidak ada sahabat menjadi kekasih.” Yongri terperangah mendengar kata-kata Kyuhyun. Matanya kembali berkaca-kaca.

Jangan pernah menangis lagi.

Yongri teringat kata-kata Siwon. Secepat kilat yeoja itu mengalihkan pandangannya dari wajah Kyuhyun.

“Lihat aku Choi Yongri!” Bentak Kyuhyun. Yongri menatap Kyuhyun tajam.

“Jika aku menyukaimu dan Jika aku mencintaimu, kau tidak akan pernah menganggapnya, kan? Lalu kenapa sekarang kau membahasnya? Kau berhak memilih pendampingmu. Aku tidak akan mencampurinya. Dan kau juga tidak berhak mencampuri urusanku!” Ucap Yongri sekuat tenaga.

“Kau adikku Choi Yongri!”

“BUKAN! Aku bukan adikmu dan kau bukan kakakku!!” Jerit Yongri. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan airmatanya. Cairan bening itu keluar begitu saja membasahi pipi mulusnya. Kyuhyun menghela nafas panjang dan melepaskan genggamannya.

“Aku sangat mencintainya, Riri-ya. Maafkan aku. Maaf karena tidak bisa membalas perasaanmu. Kau berarti untukku. Kau menempati posisi tersendiri dalam hatiku. Tapi bukan sebagai pendampingku. Aku hanya bisa menyayangimu sebatas ini. Kumohon jangan menyalahkan Hyerim atas semua ini. Perasaan ini sudah tidak bisa di tahan lagi, Riri-ya. Aku mencintainya, dan dia mencintaiku.” Ucap Kyuhyun dengan nada lirih. Membuat Yongri merasa bersalah dan merasa seperti manusia terkejam di dunia. Cukup lama keduanya terdiam hingga akhirnya Yongri memeluk Kyuhyun dan terisak di dada laki-laki itu.

“Maafkan aku oppa. Aku memang egois. Aku tidak bisa memaksakan perasaanku seperti ini padamu. Aku jahat. Maafkan aku.” Ujar Yongri. Kyuhyun membalas pelukan Yongri.

“Jangan seperti ini lagi, Riri-ya. Kembalilah seperti Yongri yang aku kenal. Aku kehilanganmu jika seperti ini. Aku menyayangimu.” Balas Kyuhyun.

“Aku janji tidak akan seperti ini lagi, oppa. Aku akan menjadi orang pertama yang mendukung hubunganmu dan Hyerim. Kalian berdua orang-orang terdekatku. Aku menyayangi kalian.” Kyuhyun tersenyum senang mendengar kata-kata Yongri. Akhirnya Yongri dapat menerima semua ini. Hyerim tidak akan lagi merasa bersalah dan mereka akan tetap bersama.

 

~~~

 

“Pagi.” Sapa Siwon saat melihat Yongri keluar dari rumahnya. Yongri mendengus melihat sikap ‘sok’ ramah Siwon.

“Matamu kenapa? Kau menangis? Semalam kau menangis? Apa yang terjadi? Bukankah sudah kubilang hubungi aku jika ada apa-apa?” Sembur Siwon.

“Ya!! Kau berisik. Ayo berangkat.” Ucap Yongri tanpa berniat menjawab pertanyaan Siwon dan malah memasukki mobil Siwon. Siwon di buat melongo melihat sikap Yongri yang entahlah, dia sendiri tak bisa mendiskripsikannya.

Selama di perjalanan, Yongri diam begitupun dengan Siwon. Sesekali Siwon melirik Yongri, memastikan apa yang terjadi ada yeoja mungil itu. Siwon tau Yongri pasti menangis semalam, tetapi kenapa justru wajahnya pagi ini tampak segar dan ceria?

“HAHHHH!! Aku tidak pernah merasa selega ini.” Ujar Yongri tiba-tiba membuat Siwon terkejut.

“Aish kau mengejutkanku bodoh!” Umpat Siwon. Yongri tertawa senang kemudian mencubit kedua pipi Siwon dengan gerakan memutar.

“Aku senang sekali hari ini!!!” Ucapnya riang.

“Ya! Ya! Ya! Sakit bodoh!!!!” Yongri segera melepaskan tangannya saat mendengar ringisan Siwon.

“Omo! Omo! Maafkan aku.” Ucap Yongri sedikit merasa bersalah.

“Awas saja kau!” Geram Siwon sembari memegang pipinya dengan sebelah tangannya yang tidak memegang stir.

“Pulang nanti tunggu aku.” Ucap Siwon saat mereka sudah sampai di sekolah.

“Tidak mau.” Balas Yongri dan segera meninggalkan Siwon begitu saja.

“Ya!!” Pekik Siwon namun tak di hiraukan sama sekali oleh Yongri. Yongri berjalan santai menuju kelasnya dengan sesekali bersenandung senang. Saat sampai di kelas, Yongri tersenyum karena melihat sosok Hyerim yang seperti biasa sudah duduk manis di kursinya.

 

“Pagi Song Hyerim.” Sapa Yongri. Hyerim tersentak mendengar sapaan Yongri.

“Ya kau kenapa? Kenapa melihatku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan mukaku?” Tanya Yongri saat melihat Hyerim menatapnya dengan raut wajah bingung.

“Yongri..” Yongri tersenyum.

“Hyerim, maafkan aku. Maaf atas sikapku kemarin. Aku memang kekanak-kanakkan.” Ujar Yongri.

“Yongri…”

“Ya! Kenapa terus memanggil namaku?” Geram Yongri.

“Kau…kau tidak marah padaku?” Yongri tersenyum geli.

“Tidak. Kenapa aku harus marah padamu? Karena Kyuhyun oppa? Lupakan masalah itu. Lagipula, aku baru menyadari sesuatu. Sepertinya rasa sukaku ini hanya sebatas sahabat. Aku hanya takut kehilangan sosok sahabat. Dia sudah memilihmu dan aku harus terima itu. Sebagai gantinya, kau harus menjaganya dan kalian tidak boleh berpisah, arra?” Ucap Yongri sembari tersenyum pada Hyerim. Mata Hyerim berkaca-kaca mendengar ucapan Yongri.

“Ya! Kau jangan menangis. Nanti Kyuhyun oppa mengira aku memarahimu.” Canda Yongri. Hyerim tersenyum kemudian memeluk Yongri.

“Gomawoyo, Yongri-ya. Gomawo.” Yongri tersenyum sembari mengusap punggung Hyerim.

 

 

Pulang sekolah, Yongri berpisah dengan Hyerim. Hyerim segera menuju ke parkiran karena Kyuhyun sudah menunggunya. Sedangkan Yongri memilih pulang sendiri. Ia sudah mengatakan ada Siwon, bahwa ia tidak mau pulang bersama Siwon. Dan Siwon menurutinya daripada Yongri marah padanya. Sebelum pulang, Yongri menyempatkan ke toilet sebentar untuk buang air kecil. Yongri tidak menyadari bahwa sedari tadi ada yang mengikutinya. Kebetulan toilet saat itu sepi dan tidak ada siapapun selain Yongri, dan juga orang yang terus membututinya. Setelah Yongri memasuki salah satu bilik di toilet itu, orang itu melancarkan aksinya dengan mengunci bilik itu dari luar.

“Mampus kau!” Ucap orang itu dengan seringaiannya kemudian segera pergi dari tempat itu.

Yongri mencoba membuka pintu bilik yang di tempatinya beberapa kali. Namun sialnya pintu itu tampak tak bergerak sedikit pun. Yongri menepuk keras pintu bilik itu berharap ada yang mendengar.

“Ada orang di luar?? Siapapun, di sini ada orang!!” Jeritnya. Nihil. Tak ada satupun yang menyahut dari luar maupun yang membukakannya pintu. Yongri terus mencoba membuka pintu hingga tangannya sakit dan memerah. Keringat mulai bermunculan di sekitar pelipisnya. Yongri mengeluarkan ponselnya berniat menghubungi siapapun yang bisa di mintai tolong. Namun lagi-lagi dia sedang tidak beruntung karena saat itu tidak ada sinyal sama sekali. Semua juga tau toilet merupakan tempat yang berada di pojokkan yang sulit menjangkau sinyal.

“Ah sial! Bagaimana ini?” Gumamnya mulai ketakutan. Yongri kembali menepuk-nepuk pintu lebih kencang. Harapan tinggal harapan, karena hingga beberapa jam ia berada di sana, tak ada satupun yang membukakan pintu untuknya. Yongri sudah sangat ketakutan. Airmata mulai mengalir di pipinya. Ia terisak sembari duduk di pojokkan dan memeluk lututnya.

“Siapapun tolong aku.” Ucapnya lirih.

“Seunghyun oppa,, aku takut.. Tolong aku.” Isakan Yongri melemah. Tubuhnya mulai lemah karena gemetaran dan rasa lapar yang di rasakannya.

“Siwon, kau di mana?”

 

 

Seunghyun terus mondar mandir di ruang tamu sembari melirik jam dan memegang erat ponselnya. Bagaimana tidak? Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan belum ada tanda-tanda Yongri pulang ke rumah. Rasa panik mulai menggerogotinya, ia takut terjadi apa-apa pada adiknya. Belum lagi ia tidak bisa menghubungi Yongri sama sekali. Seunghyun mengobrak-abrik kamar Yongri untuk mencari nomor telepon Hyerim. Setelah menemukan, namja yang dua tahun lebih tua dari Yongri itu segera menghubunginya.

“Yoboseo.” Sapa suara di sebrang.

“Hyerim?”

“Ne, nuguseo?”

“Seunghyun. Aku Seunghyun.”

“Eoh? Oppa ada apa?” Tanya Hyerim.

“Yongri, apa dia sedang bersamamu?”

“Yongri? Aniyo oppa. Aku tidak bersama Yongri. Kenapa?”

“Dia belum pulang sampai sekarang. Ponselnya tidak bisa di hubungi.” Ujar Seunghyun yang mulai bertambah panik.

“Jinjja? Saat pulang sekolah aku langsung berpisah dengannya oppa. Yang ku tau dia bilang ingin ke toilet sebelum pulang. Coba oppa tanyakan pada Siwon sunbae, siapa tau Yongri bersama dengannya.” Usul Hyerim. Seunghyun menepuk dahinya pelan. Kenapa ia tidak terpikirkan sama sekali untuk menghubungi Siwon.

“Ah kau benar. Gomawoyo, Hyerim” KLIK. Setelah sambungan terputus, Seunghyun langsung menghubungi sahabatnya yang akhir-akhir ini sering bersama Yongri.

“Yoboseo, Seunghyun-ah.”

“Siwon! Kau sedang di mana?”

“Di rumah. Wae?”

“Kau bersama Yongri?”

“Tidak. Kenapa? Ada apa dengannya?” Suara Siwon mulai terdengar panik.

“Yongri belum pulang sampai sekarang Siwon-ah. Ponselnya tidak bisa di hubungi.” Ucap Seunghyun putus asa.

“Mworago? Eum, Hyerim! Mungkin dia bersama Hyerim.”

“Tidak. Aku baru saja menghubungi Hyerim. Katanya ia tidak bersama Yongri sehabis pulang sekolah. Bagaimana ini Siwon-ah, aku takut terjadi apa-apa dengannya.”

“Tenang Seunghyun-ah. Yongri pasti baik-baik saja. Baiklah, apa Hyerim mengatakan Yongri kemana saat pulang sekolah?” Tanya Siwon.

“Dia mengatakan Yongri hanya ke toilet sebelum pulang.”

“Baik. Kita ke sekolah sekarang.” Ucap Siwon.

“Untuk apa? Mana mungkin dia ada di sana malam-malam begini.”

“Apapun bisa terjadi. Sekarang jangan buang waktu.” KLIK. Siwon langsung mematikan sambungan. Membuat Seunghyun mengerang kesal. Namun ia segera menyambar kunci mobilnya dan bergegas ke sekolah.

 

Sesampainya Seunghyun di sekolah, ia sudah melihat mobil Siwon berada di sana. Entah berapa kecepatan yang dipakai laki-laki itu. Karena seharusnya dirinyalah yang sampai duluan ke sekolah. Mengingat rumahnya lebih dekat dengan sekolah ketimbang rumah Siwon.

“Kau yakin dia disini?” Tanya Seunghyun ragu.

“Tidak salahnya kita periksa.” Terdengar dari nada bicara Siwon seperti berkata ‘aku rela melakukan apapun untuk menemukannya’. Saat menuju gerbang, gerbang itu sudah di kunci. Siwon segera memanggil satpam yang berada di pos tak jauh dari gerbang.

“Ada apa malam-malam kemari?” Tanya satpam itu.

“Kami mencari seseorang. Tolong bukakan gerbang ini.” Ujar Siwon.

“Siapa yang ada malam-malam begini di sini?” Tanya si satpam sembari membuka gerbang itu. Tanpa menjawab pertanyaan itu, Seunghyun dan Siwon segera masuk dan sedikit berlari menuju toilet wanita di lantai 1. Nihil. Yongri tidak ada di sana. Toilet lantai 2 pun sama.

“Okee ini harapan satu-satunya, jika tidak ada juga….” Ucapan Seunghyun terputus saat membayangkan yang tidak-tidak terjadi pada adiknya. Mereka sedang menuju toilet lantai 3. Mereka menghidupkan lampu toilet, dan seketika toilet itu menjadi terang menderang.

“Yongri? Kau ada di dalam?” Teriak Seunghyun. Siwon dan Seunghyun memeriksa satu persatu bilik. Saat di bilik keempat, pintu tertutup rapat dan tidak bisa terbuka.

“Yongri.. Choi Yongri!!” Pekik Siwon sembari memaksa membuka pintu.

“Sial pintunya tidak bisa di buka.” Ujar Siwon kesal.

“Dobrak saja!” Ucap Seunghyun.

“Bagaimana jika Yongri di dalam? Ia bisa tertimpa pintu.” Kata Siwon.

“Tidak ada cara lain, Siwon-ah.” Balas Seunghyun. Siwon menghela nafas sebentar sebelum memutuskan mendobrak pintu itu.

 

BRAKKK!!

 

Siwon dan Seunghyun segera menahan pintu yang akan terjatuh ke dalam agar tak menimpa Yongri -seandainya ada di dalam-. Mata keduanya terbelalak saat melihat Yongri terkulai lemas di lantai kamar mandi sembari memejamkan mata. Seunghyun segera membanting pintu itu keluar dan menghampiri Yongri.

“Yongri.. Kau dengar aku? Yongri!!” Seunghyun menarik tubuh Yongri ke atas pangkuannya dan mengguncang tubuh itu. Yongri mengerang dan membuka matanya yang berat.

“Op-pa.. Aku…takut…tolong..” Ucap Yongri terbata.

“Tenang sayang. Oppa di sini.” Ucap Seunghyun sembari mencium kening Yongri. Seunghyun segera menggendong tubuh Yongri keluar dari toilet dan membawanya ke mobil untuk di bawa pulang.

 

Saat sampai di rumah, Seunghyun segera membawa Yongri ke kamarnya dan meletakkan adiknya itu di tempat tidur. Siwon terus mengekorinya di belakang.

“Badannya panas.” Ujar Seunghyun.

“Tolong jaga dia. Aku akan mengambilkan handuk untuk mengompresnya.” Pinta Seunghyun yang di balas anggukan dari Siwon. Siwon duduk di tepi kasur tempat Yongri berbaring. Ia menggenggam erat tangan Yongri yang terasa dingin dan kaku.

“Bagaimana bisa kau terkurung di sana?” Tanya Siwon lembut. Yongri menggeleng perlahan.

“Aku tidak tau. Tiba-tiba pintunya tidak bisa terbuka.” Ucapnya lemah.

“Apa pintu itu rusak?” Lagi-lagi Yongri menggeleng.

“Setauku tidak.” Brengsek! Siwon yakin ada yang melakukannya dengan sengaja. Dan Siwon tau pasti siapa yang melakukannya. Siapa lagi kalau bukan Hyomoon? Gadis yang sangat benci pada Yongri karena dirinya. Ia berjanji akan memberi Hyomoon pelajaran atas perlakuannya pada Yongri.

“Aku…takut…” Ujar Yongri sembari membalas genggaman Siwon dengan erat.

“Gwenchana. Kau ada di rumah sekarang. Kau akan aman.” Balas Siwon menenangkan. Tak lama kemudian Seunghyun datang dengan membawa baskom kecil berisi air serta handuk kecil.

“Biar aku saja.” Ujar Siwon. Seunghyun memberikan baskom serta handuk itu pada Siwon.

“Kau pasti belum makan. Aku akan membuatkanmu makanan.” Ujar Seunghyun dan kembali keluar dari kamar Yongri. Siwon meletakkan handuk yang sudah basah itu di kening Yongri. Ia mengelus sebentar pipi Yongri.

“Istirahatlah dulu, aku akan membantu Seunghyun menyiapkanmu makanan.” Ujar Siwon. Belum sempat Siwon bangkit, Yongri sudah mencengkram pergelangan tangannya.

“Jangan tinggalkan aku.” Pintanya. Mata Yongri kembali berkaca-kaca.

“Aku takut. Kumohon jangan meninggalkanku sendiri.”

“Arraseo. Aku tidak akan meninggalkanmu.” Ujar Siwon. Seunghyun kembali dengan membawa baki yang sudah berisi makanan serta minum. Setelah Yongri mengisi perutnya, ia segera tertidur dengan pulasnya. Yeoja itu terlihat sangat kelelahan.

“Ini sabotase.” Ujar Siwon tiba-tiba.

“Mwo?!” Seunghyun tampak tak mengerti.

“Ada yang sengaja melakukan ini.”

“Apa? Maksudmu sengaja mengunci Yongri di toilet?” Siwon mengangguk.

“Tapi…siapa yang melakukannya?”

“Aku tau orangnya. Dan aku akan memberinya pelajaran besok.” Ujar Siwon sembari terus menatap Yongri yang sedang tidur.

 

~~~

 

Siwon turun dari audy putihnya saat mobil itu terparkir sempurna. Tanpa berlama-lama lagi, ia segera menuju lantai 3 tempat kelas Yongri berada. Semua perempuan yang ada di kelas Yongri menjerit tertahan saat melihat Siwon berdiri di depan kelasnya. Terutama Hyomoon yang kebetulan sudah berada di sana. Saat menemukan sosoknya, Siwon segera menghampiri Hyomoon dan berdiri di hadapannya.

“Oppa..” Sapa Hyomoon manja.

“Kau yang mengurung Yongri di kamar mandi, kan?” Ucap Siwon langsung tanpa berbasa basi. Muka Hyomoon tampak memucat.

“M-mwo?! Apa yang kau katakan oppa?”

“Jangan pura-pura bodoh! Kau yang melakukannya kan?” Bentak Siwon.

“Aku tidak mengerti- akhh!!” Siwon menyambar tangan Hyomoon dan memelintirnya.

“Oppa! Oppa sakit!!” Ringis Hyomoon.

“Sakit? Masih tidak mau jujur?”

“Aww.. Sungguh ini sakitt!!”

“MASIH TIDAK MAU JUJUR, HUH?!” Suasana menjadi sunyi seketika mendengar teriakkan Siwon.

“IYA!!! AKU YANG MELAKUKANNYA!! Sekarang lepaskan tanganku oppa. Sakit sekali.” Pinta Hyomoon.

“Kau pikirkan tidak bagaimana perasaan Yongri terkurung di sana sampai malam, eoh?”

“Biarkan saja! Dia pantas mendapatkannya. Dia merebutmu dariku. AKHH!!” Hyomoon kembali menjerit saat Siwon semakin kasar memelintir tangannya.

“Kau pikir kau itu siapa? Aku siapamu? Aku tidak sudi menyukai gadis sepertimu. Dengarkan aku! Aku tidak pernah berbuat kasar seperti ini pada perempuan. Tapi jika kau berani menyakiti Yongri sedikit saja, jangan salahkan aku jika kau akan mendapat balasannya yang lebih kejam. Arraseo?!” Siwon menghempaskan tangan Hyomoon begitu saja dan segera keluar dari kelas itu. Namun baru beberapa langkah keluar dari kelas Yongri, langkah Siwon terhenti saat mendengar ada yang memanggilnya. Siwon menengok kebelakang dan mendapati Hyerim di sana.

“Wae?” Tanya Siwon ketus. Kekesalan masih menguasainya.

“Ada apa dengan Yongri?!” Tanya Hyerim tanpa takut sedikitpun melihat tampang garang Siwon. Siwon mendesah kasar.

“Kemarin dia terkurung di kamar mandi hingga malam.” Jawab Siwon tanpa semangat.

“MWO?! Lalu bagaimana keadaannya?”

“Saat menemukannya, keadaannya lemah. Tubuhnya panas dan menggigil. Untuk hari ini aku belum tau keadaannya. Mungkin sepulang sekolah nanti aku akan kesana.” Ujar Siwon.

“Aku ikut!” Sambar Hyerim langsung.

“Terserah kau saja.” Balas Siwon.

“Baiklah, aku akan mengajak Kyuhyun oppa juga.” Belum sempat Siwon protes, Hyerim sudah pergi meninggalkan Siwon yang tiba-tiba kembali kesal.

“Kenapa harus mengajak orang itu?! Ucapnya geram.

 

 

Siwon sampai lebih dahulu di rumah Yongri. Bagaimana tidak? Begitu bel pulang sekolah berbunyi, namja itu langsung berhambur keluar menuju mobilnya dan menuju rumah Yongri. Dari luar, rumah itu tampak sepi. Dan di dalamnya pun begitu, karena rumah itu hanya di tinggali oleh 3 orang. Seunghyun, Yongri, dan Jung ahjumma. Siwon segera memasuki rumahnya begitu Jung ahjumma membuka pintu dan mempersilahkannya masuk. Siwon menuju lantai 2 dan membuka pintu kamar Yongri. Dia terlihat panik ketika tidak melihat Yongri di atas tempat tidur. Namun ia bernafas lega ketika melihat Yongri berada di balkon. Siwon mendengus kesal saat melihat yeoja itu hanya memakai daster tidur sedikit tipis sebatas lutut dengan lengan pendek. Sementara di luar sana suasana cukup dingin. Dan keadaan Yongri sedang kurang sehat. Siwon menaruh tasnya di atas sofa di kamar Yongri dan segera menghampiri yeoja itu. Tanpa ragu, Siwon melingkarkan kedua tangannya di sekeliling tubuh Yongri. Memeluk yeoja itu dari belakang.

“Astaga!!” Pekik Yongri terkejut.

“Jangan memberontak.” Bisik Siwon saat Yongri mulai bergerak-gerak dalam pelukannya.

“Kau mengejutkanku.” Keluh Yongri.

“Kenapa kau nakal sekali? Memakai baju tidur tipis seperti ini dan berdiri di sini. Apa kau tidak merasa dingin? Kau itu sedang sakit, bodoh.” Ucap Siwon mengomeli. Yongri hanya mendengus kesal.

“Aku bosan di kamar.”

“Seunghyun belum pulang?” Tanya Siwon sembari menyembunyikan wajahnya di rambut Yongri. Menghirup aroma yang sangat disukainya.

“Belum.” Jawab Yongri.

“Dasar bodoh. Sudah tau adiknya sakit bukannya cepat pulang.”

“Kau tidak bertemu dengannya? Bukannya kalian sekelas?” Tanya Yongri bingung.

“Bertemu. Hanya saja saat pulang sekolah tadi aku langsung kemari.”

“Kenapa harus buru-buru kemari?” Tanya Yongri sembari memeluk tangan Siwon yang sedang melingkar di perutnya.

“Aku mencemaskanmu.” Bisik Siwon. Yongri terkekeh pelan.

“Berlebihan. Aku tidak apa-apa. Kau boleh pulang.”

“Kau mengusirku?” Tanya Siwon tak terima. Yongri hanya tersenyum dan tidak berniat membalas ucapan Siwon.

“Mulai sekarang aku tidak akan membiarkanmu pulang sekolah sendiri lagi.” Kata Siwon.

“Kenapa? Jangan bodoh. Kemarin itu hanya kecelakaan. Mungkin pintu itu sudah rusak.”

“Jangan membantahku.” Ucap Siwon pelan namun tegas. Membuat Yongri mau tak mau mengangguk patuh.

“Ehem..” Yongri dan Siwon serempak menoleh ke belakang saat mendengar suara itu. Saat melihat Kyuhyun dan Hyerim berada di belakang mereka, Yongri langsung melepas paksa tangan Siwon yang masih melingkar di perutnya. Yongri hanya tersenyum salah tingkah. Sedangkan Siwon menggerutu kesal. Hyerim segera menghampiri Yongri dan memeluknya.

“Gwenchana?” Tanya Hyerim.

“Nan gwenchana.” Balas Yongri sembari membalas pelukan Hyerim. Hyerim melepaskan pelukannya dan tersenyum.

“Aku tidak menyangka Hyomoon bisa melakukan itu.” Ujar Hyerim membuat Yongri bingung.

“Hyomoon? Melakukan apa?” Tanya Yongri bingung.

“Eoh? Bukankah Hyomoon yang menguncimu di kamar mandi?”

“Benarkah? Jangan asal menuduh, Hyerim-ah.” Ujar Yongri.

“Aniyo. Tadi pagi Siwon sunbae mendatangi kelas kami dan melabrak Hyomoon.” Yongri membulatkan matanya tak percaya dan segera menoleh menatap Siwon.

“Kenapa?” Tanya Siwon datar.

“Benarkah Hyomoon yang melakukannya?”

“Tentu saja. Tanpa bertanya pun aku sudah tau.” Jawab Siwon pasti.

“Siapa Hyomoon?” Tanya Kyuhyun yang sedari tadi diam.

“Oh, itu teman sekelas kami oppa. Hyomoon sangat membenci Yongri karena dia menyukai Siwon sunbae. Tetapi Siwon sunbae tidak menyukainya.” Ucap Hyerim menjelaskan. Kyuhyun langsung menatap tajam Siwon.

“Jadi, secara tidak langsung ini semua karenamu.” Ucap Kyuhyun pada Siwon.

“Kenapa aku?” Balas Siwon tak terima.

“Karena kau selalu menempel pada Yongri. Makanya Yongri terancam bahaya. Mulai sekarang jauhi Yongri!” Ucap Kyuhyun. Siwon memandang garang pada Kyuhyun.

“Tidak ada yang berhak menyuruhku menjauhi Yongri. Yongri tanggung jawabku sekarang. Kau itu hanya sahabatnya, jadi jangan bertingkah berlebihan. Seunghyun saja tidak pernah menyuruhku menjauhi Yongri.” Ucap Siwon marah.

“Kau…” Kyuhyun meraih kerah seragam Siwon, hendak memukulnya.

“OPPA!!” Teriak Yongri dan Hyerim bersamaan.

“Apa? Mau memukulku? Mau berkelahi denganku? Ayo! Aku tidak takut.” Tantang Siwon. Yongri melepas paksa tangan Kyuhyun yang mencengkram kerah seragam Siwon.

“Oppa, ini bukan salahnya. Aku baik-baik saja.” Ucap Yongri berusaha menenangkan Kyuhyun.

“Tapi jika kau tidak dekat-dekat dengannya, Hyomoon itu tidak akan menyakitimu.” Kata Kyuhyun kesal.

“Oppa, bagaimana mungkin kau tega memisahkan dua orang yang sedang kasmaran?” Ucap Hyerim polos.

“Ya!! Apa maksudmu?” Tanya Yongri gugup. Hyerim hanya terkekeh geli.

“Baiklah. Karena kau baik-baik saja dan disini ada Siwon sunbae. Sebaiknya kami pulang.” Ujar Hyerim.

“Mwo?! Kau mau meninggalkan mereka berdua? Bagaimana jika sesuatu terjadi?” Tanya Kyuhyun.

“Yaa!! Kau pikir aku pria mesum, huh?” Geram Siwon.

“Memang.” Balas Kyuhyun cuek.

“Sudahlah oppa. Tidak akan terjadi apa-apa. Yongri, sunbae, kami pulang dulu, ya. Jaga Yongri baik-baik ya Siwon sunbae.” Ucap Hyerim.

“Kalau namja ini berani macam-macam hubungi aku!” Ujar Kyuhyun sembari melirik tajam pada Siwon.

Setelah kedua insan itu pergi, Yongri tiba-tiba saja tertawa geli.

“Kau kenapa?” Tanya Siwon aneh.

“Lucu saja melihatmu dan Kyuhyun oppa bertengkar.”

“Aish! Dan yaaa!! Kau memanggil anak itu dengan sebutan oppa. Kapan kau akan memanggilku oppa?”

“Memanggilmu oppa? Jangan harap! Kau pikir aku Hyomoon? Ihh, menjijikkan.” Ucap Yongri sembari bergidik geli.

“Aish!!” Siwon menggeram dan pura-pura ingin menjitak Yongri. Yongri lagi-lagi tertawa geli.

“Istirahatlah.” Ujar Siwon lembut sembari mengusap kepala Yongri.

“Kenapa harus istirahat? Aku sudah sehat.”

“Benarkah?” Yongri mengangguk. Siwon menatap wajah polos Yongri yang sedang mendongak memperhatikan wajahnya. Siwon selalu saja tidak bisa menahan diri jika sedang menatap Yongri seperti ini. Maka tak dapat terelakkan lagi saat bibir Siwon menyapu bibir mungil Yongri. Siwon memegang tengkuk Yongri untuk memperdalam ciumannya. Setelah tautan bibir mereka terlepas, Yongri segera memeluk Siwon, membenamkan wajahnya yang memerah karena malu pada dada bidang Siwon.

 

~~~

 

Yongri kembali beraktivitas setelah keadaannya benar-benar pulih. Dan seperti janji Siwon, namja itu terus menjemput dan mengantar Yongri. Tidak ada penolakkan sama sekali dari Yongri. Yeoja itu justru menikmati hari-harinya saat bersama Siwon. Ia merasa nyaman, aman dan senang saat bersama Siwon. Siwon mampu membuat hatinya jungkir balik. Kadang di buat kesal, terkadang juga di buat melayang tinggi. Tidak ada yang tau ikatan apa yang sedang mereka jalani sekarang. Karena tidak pernah sekalipun terdengar kata cinta dari Siwon maupun Yongri sendiri.

Hari ini adalah hari minggu. Yongri berniat mengajak Myungsoo jalan-jalan. Saat bangun tidur, Yongri segera bergegas mandi dan bersiap-siap. Dia hanya menggunakan kaos lengan panjang berwarna biru langit serta celana pendek sebatas paha. Setelah merasa siap, Yongri segera keluar rumah, menghentikan taksi dan menyuruh sang supir membawanya ke rumah Myungsoo. Selama di perjalanan, Yongri tak berhenti ber-sms ria bersama Siwon. Terkadang ia senyum-senyum sendiri dan menggerutu. Setengah jam kemudian Yongri baru sampai di rumah Myungsoo karena hari itu jalanan Seoul lumayan padat. Yongri segera menekan bel saat sampai di depan pintu. Tak lama pintu di buka oleh salah satu pelayan.

“Oh Nona Yongri…” Sapa pelayan itu.

“Annyeong..” Balas Yongri sembari tersenyum.

“Silahkan masuk, nona.” Ujar pelayan itu sembari membuka pintu menjadi lebih lebar. Yongri masuk dan segera mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Myungsoo di dalam rumah.

“AAKKHH!!” Pekik Yongri tertahan saat ada yang tiba-tiba menggendongnya dari arah belakang. Setelah melihat siapa yang melakukannya, Yongri langsung melingkarkan tangannya di leher orang itu.

“Brengsek! Kenapa selalu mengejutkanku?” Keluh Yongri. Siwon langsung mengecup singkat bibir Yongri dan tersenyum.

“Ini hukuman karena kau tidak mau ku jemput untuk kemari.” Ucap Siwon. Yongri hanya mendengus kesal.

“Turunkan aku!” Perintah Yongri.

“Shireo! Bagaimana kalau aku menceburkanmu ke kolam renang di belakang rumah?” Tanya Siwon sembari menunjukkan seringaiannya.

“Ya! Jangan macam-macam kau. Aku ingin pergi dengan Myungsoo, bodoh!” Siwon tidak berkata apa-apa dan langsung melangkah ke kolam renang di belakang rumahnya.

“Choi Siwon!! Kalau kau sampai melakukannya, aku akan membunuhmu. Cepat turunkan aku!!” Teriak Yongri yang mulai panik.

“Oh ya? Aku mau lihat bagaimana cara kau membunuhku.” Ucap Siwon asal. Siwon menghentikan langkahnya saat sudah berada di pinggir kolam renang.

“Turunkan aku, jebal.” Pinta Yongri memelas. Siwon hanya menggelengkan kepalanya.

“Ya! Ya! Ya!” Jerit Yongri saat Siwon mulai mengayunkan tubuhnya. Yongri mengeratkan tangannya yang yang melingkar di leher Siwon dan menyembunyikan wajah takutnya di lekukan leher Siwon.

“Aku akan membunuhmu! Sumpah, aku akan membunuhmu!” Umpat Yongri yang berhasil membuat tawa Siwon terlepas. Siwon segera menurunkan tubuh Yongri dari gendongannya dan terus tertawa.

“Kenapa kau bodoh sekali?” Ejek Siwon sembari berjalan mundur menjauhi Yongri.

“Brengsek kau!” Yongri segera mengejar Siwon yang sudah lari terlebih dahulu. Setelah berhasil mencapai Siwon, Yongri segera memukulnya tanpa ampun. Yongri bahkan tak segan-segan mencubit perut, lengan dan pinggang Siwon sampai namja itu menjerit kesakitan.

“Akhh, akhh.. Sakit Choi Yongri!!”

“Aku tidak peduli.” Balas Yongri kesal.

“Noona!” Yongri menghentikan kegiatannya saat mendengar panggilan Myungsoo.

“Kali ini kau selamat.” Ujar Yongri kemudian ia segera menghampiri Myungsoo.

“Sudah siap?” Tanya Yongri.

“Ne, ayo noona!”

“Kalian tidak mau mengajakku?” Tanya Siwon dengan tampang memelas.

“Tidak! Lebih baik kau di rumah saja.” Jawab Yongri.

“Tapi di rumah tidak ada yang bisa ku lakukan.” Rengek Siwon.

“Itu urusanmu. Ayo Myungsoo.” Ujar Yongri sembari menggandeng tangan Myungsoo.

“Ya!! KALAU ADA APA-APA JANGAN LUPA HUBUNGI AKU!!” Teriak Siwon.

 

 

Yongri membelikan Myungsoo es krim saat mereka sampai di taman kota.

“Noona ayo kita naik ayunan itu.” Ajak Myungsoo. Yongri mengangguk. Kemudian keduanya segera menuju ayunan yang terdapat di taman itu.

“Hari ini noona cantik.” Puji Myungsoo saat mereka sudah berada di ayunan.

“Benarkah?” Tanya Yongri dengan raut wajah senang.

“Eum. Tapi menurutku noona selalu cantik.”

“Aigoo. Kau sedang menggombal, eoh?” Ucap Yongri geli.

“Apa itu namananya menggombal, noona?” Tanya Myungsoo polos. Yongri tersenyum kemudian mengangguk.

“Andaikan aku sudah besar.” Ujar Myungsoo sembari menerawang.

“Memangnya kenapa kalau Myungsoo sudah besar?”

“Aku ingin menikahi noona!” Kata Myungsoo. Yongri membulatkan matanya saat mendengar ucapan Myungsoo.

“Ah tapi hyung pasti tidak akan mengizinkanku melakukannya.” Ujar Myungsoo sedikit murung.

“Eh? Kenapa begitu?” Tanya Yongri bingung.

“Tentu saja. Hyung tidak akan mungkin merelakan noona untuk orang lain. Kalau aku jadi hyung, aku juga akan melakukan hal yang sama.” Yongri merasakan wajahnya memanas. Bocah ini. Bagaimana mungkin dia bisa berkata seperti itu?

“Noona aku lapar.” Rengek Myungsoo.

“Ayo kita makan.” Ajak Yongri sembari turun dari ayunan dan menuju cafe yang terdapat di dekat taman kota itu.

“Myungsoo mau makan apa?” Tanya Yongri saat mereka sudah mendapat tempat duduk di cafe itu. Myungsoo tampak berpikir sembari melihat daftar menu.

“Aku mau kimbab dan bulgogi, noona.” Ucapnya. Yongri mengangguk dan segera memesannya. Setelah menunggu cukup lama, makanan mereka datang. Myungsoo segera memakan dengan lahap pesanannya itu. Sepertinya dia benar-benar lapar.

“Pelan-pelan, Myungsoo-ya. Nanti kau tersedak.” Ucap Yongri mengingatkan.

“Ne, noona.” Kata Myungsoo patuh.

 

Setelah mengisi perut mereka, mereka segera keluar dari cafe itu. Saat berada di luar, Myungsoo tidak sengaja melihat seorang gadis kecil seumurannya sedang menangis. Anak itu meminta ibunya mengambilkan boneka yang terjatuh di tengah jalan itu. Tetapi ibunya tidak mau, sehingga anak itu menangis. Myungsoo segera melepaskan genggaman tangannya pada Yongri dan menuju ke tengah jalan itu untuk mengambil boneka gadis kecil itu.

“Eh? Myungsoo mau kemana?” Tanya Yongri. Myungsoo tidak menjawab dan terus berjalan. Setelah mendapatkan boneka itu, Myungsoo tersenyum senang. Namun bocah kecil itu tidak menyadari jika ada mobil yang melaju cukup kencang dari arah kanannya. Yongri yang melihatnya hanya mampu terpaku, ia ingin berlari ke sana namun kakinya seperti tidak dapat bergerak. Sedangkan Myungsoo hanya dapat membeku saat melihat mobil itu semakin dekat dan akhirnya menerjang tubuh kecilnya. Tubuh Myungsoo terpental beberapa meter dari tempatnya berdiri tadi.

“MYUNGSOO!!”

 

 

Siwon berlari kecil di sepanjang koridor rumah sakit. Laki-laki itu terus menoleh ke kanan dan ke kiri mencari ruang gawat darurat. Pikiran Siwon kacau saat mengetahui adiknya mengalami kecelakaan. Ia takut, panik, kesal dan juga sedih. Langkah Siwon terhenti saat dari kejauhan dilihatnya Yongri yang sedang duduk di lantai rumah sakit sembari memeluk kedua lututnya dengan bahu bergetar. Siwon yakin yeoja itu sedang ketakutan. Siwon melanjutkan langkahnya mendekati Yongri.

“Yongri..” Panggil Siwon pelan. Yongri menolehkan kepalanya ketika mendengar namanya di sebut. Yeoja itu segera bangkit menghampiri Siwon.

“Siwon.. Siwon maafkan aku.. Maaf aku tidak bisa menjaga Myungsoo.” Ucapnya dengan terisak. Siwon memegangi lengan Yongri yang bergetar.

“Yongri..”

“Kumohon maafkan aku. Aku…aku…kau boleh memarahiku tetapi biarkan aku menunggui Myungsoo di sini.”

“Yongri!”

“Maaf-” Siwon segera membungkam bibir Yongri dengan bibirnya. Siwon tau Yongri sedang panik dan takut, hanya cara inilah yang mampu menenangkannya. Terbukti, tubuh Yongri mulai rileks dalam dekapan Siwon, namun airmatanya terus saja keluar. Siwon melepaskan ciumannya dan menghapus airmata Yongri.

“Maafkan aku..” Ujar Yongri lirih.

“Ssttt.. Tidak apa-apa. Myungsoo pasti baik-baik saja.” Ucap Siwon meyakinkan. Padahal sejujurnya Siwon sendiri tidak yakin dengan perkataannya, apalagi melihat banyak bercak darah pada baju Yongri. Siwon tidak dapat membayangkan bagaimana keadaan adiknya sekarang. Seorang dokter keluar dari ruang UGD dengan becucuran keringat. Siwon dan Yongri segera menghampirinya.

“Bagaimana keadaannya, dok?” Tanya Siwon.

“Kalian keluarganya?”

“Ne, saya kakaknya.” Jawab Siwon.

“Pasien kehilangan banyak darah, tapi untungnya kami memiliki persediaan darah yang sama dengan pasien. Tetapi masa kritisnya masih belum lewat. Maafkan saya, pasien mengalami koma.” Ucap dokter itu dengan menyesal.

“Koma?” Ucap Yongri lirih.

–To Be Continued–

Advertisements

50 thoughts on “Love or Not? – Part 5

  1. Ohh no kenapa Myungsoo harus koma,aku jadi mau nangis deh..
    Issh si Hyomoon tu jahat banget sih jd orang,rasain tu tangannya di gituin ma Won oppa,patah2 deh,

  2. kasihan Myungsoo nya tertabrak, takutnya nanti Yongri bs disalahkan oleh org tua nya Siwon oppa and Myungsoo.. Daebak dech membuat gregetan pas Siwon oppa and Kyu oppa mau berantem td

  3. Annyeong reader baru
    asti imnida ^^
    mohon bimbingannya(?) hhehehe

    aku udah mikir pasti yang ngunci Yongri di kamar mandi itu Hyomoon___
    andwe mudah2an gak terjadi apa2 ama Myungsoo.

  4. andweeee… myungsoo kecelakaan dan sekarang koma… kasian bgt

    ohh… jadi harus dicium yahh buat nenangin yongri.. ckkkk
    Mau donG *pLakkkk

  5. Ya ampun Myungsoo…. yg unyu2, imut n ngegemezin itu koma…. Semoga g lma n g knpa2…
    Aaahhh enakny jdi Yongri dkit2 di kisseu Wonppa… Aiisshhh bkin ngiri aja nie… #Oppa… kisseu bt aku mna…. 😛 ~~~~~~~~~kaburrrr………..

  6. OMG..Myungso koma ?? Ksian bged bocah selucu itu hrus trbaring tak berdya d rnjag RS, smoga aja Myungso cpat sadr dan smbuh sprt sdia kala….!!!

  7. Pingback: [Part 3] Berbagi Fanfictions Yang Bagus untuk Dibaca | KimAB710

  8. Maaf yah, Maaf sebelum nya..
    Menurut aku di ff ini terlalu banyak kiss nya. Ga pantes ajh gitu kan disini si yongri sm siwon nya kan masih SMA
    saran aku kurangin ajh kiss nya..

    Tapi, aku seneng kok sm ff ini, ga ngebosenin..
    Keep writing!

  9. Hwaaaaaaa Andweeee,,,,
    knapa Myungsoo harus koma(?) Gemana siwon nnti? dia sangat sayang adiknya… aihhhh padahal hubungan mereka uda makin maju,,, lucu banget liat kyu sm siwon berantem…hahaaa

  10. aigooo, emang sih sakit hati kalo orang yg kita suka, ternyata suka sama org lain, udah gitu sahabat sendiri lagii.. kasian yongrii 😦 semoga siwon oppa bisa cepat menggantikan posisi kyu dihati yongrii
    myungsoo kenapa harus komaa??? 😥 semoga cepet sadar+ sembuhhhhh

    Nice job thor^^

  11. YA AMPUN!!! kenapa Siwon suka sekali sih nyium bibir Yongri? nyium aku kapan, bang? #PLAK!! Ciuman tanpa status bikin greget…
    ehm.. itu kenapa Myungsoo harus kecelakaan dan koma? tapi mungkin akan ada rncana lain dibalik ini semua

  12. ooooo myungsoo tertabrak
    siwon gak akan nyalahin yongrikan?
    smoga aja myungsoo selamat dan segera pulih dri komanya
    baru aja bahagianya ehh trjadi tragedi mneyedihkan
    kalo orng tua siwon tau apa reaksinya??

  13. Omo myung soo kecelakaan dan sekarang koma… mudahan cepat sadar
    orang tuanya juga mudahan pulang setelah tau myung soo koma dan menyadari kesalahannya karena melantarkan myung soo dan siwon…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s