Love or Not? – Part 3

Love or Not? – Part 3

Author : Choineke

Judul : Love or Not?

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Song Hyerim (OC), Choi Seunghyun, Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC) .

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-17

Note : Happy reading!!!^^

 

Aku lebih dulu mengenalmu. Aku lebih dulu memasukki hidupmu. Kenapa kau harus memilihnya? Kenapa kau bersamanya? Ini sungguh tidak adil untukku.  –Choi Yongri–

 

Author POV

“Ayo kita jalan-jalan!” Kata Myungsoo tiba-tiba.

“Yaa Choi Myungsoo! Kau itu sedang sakit. Kau tidak mau sembuh, eoh?” Ucap Siwon sembari berjongkok di hadapan Myungsoo.

“Aniyo, hyung. Aku sudah sembuh. Ayolah hyung. Mumpung ada Yongri noona di sini.”

“Besok-besok kita masih bisa jalan-jalan, Myungsoo-ya.” Bujuk Yongri. Myungsoo menggeleng keras.

“Aku mau sekarang.” Rengeknya.

“Setelah kau sembuh.” Ujar Siwon datar.

“Sekarang, hyung. Sekarang.”

“AKU BILANG TIDAK CHOI MYUNGSOO!” Bentak Siwon yang membuat tubuh kecil Myungsoo terlonjak.

“Kenapa kau selalu menentang ucapanku?” Suara Siwon sedikit melunak. Myungsoo menundukkan kepalanya menahan airmata.

“Siwon-ssi, hentikan itu.” Ucap Yongri.

“Apa? Kau tidak usah ikut campur. Dia adikku. Aku berhak melakukan apapun padanya.” Kata Siwon ketus.

“Jangan marah pada Yongri noona, hyung! Marahi saja aku jika kau mau.” Ujar Myungsoo yang sudah mulai menangis. Myungsoo segera turun dari kasur dan berlari keluar dari kamar Siwon. Yongri memandang Siwon dengan kesal.

“Kakak macam apa kau, huh? Kau memang brengsek!” Maki Yongri dan ikut keluar menyusul Myungsoo. Siwon mengacak rambutnya frustasi. Emosi menguasainya, membuatnya tanpa sadar membentak adik kesayangannya itu.

 

Yongri membuka perlahan pintu kamar  Myungsoo. Mendapati bocah itu sedang duduk di atas ranjang dengan bahu begetar. Bocah itu menangis. Namun isakannya tidak terdengar. Yongri masuk dan ikut duduk di hadapan Myungsoo.

“Myungsoo..” Panggil Yongri pelan.

“Hyung….hyung marah…padaku.” Ucap Myungsoo terbata.

“Aku..aku pasti membuatnya..kesal..” Lanjutnya lagi. Mata yongri berkaca-kaca melihat Myungsoo yang menangis begitu pilu. Di tariknya bahu bocah itu dan memeluknya erat.

“Tidak, sayang. Siwon hanya mengkhawatirkanmu. Dia tidak marah padamu.” Ucap Yongri.

“Aku rindu eomma…” Kata Myungsoo.

“Kenapa eomma tidak pernah meluangkan waktunya untukku, noona? Eomma tidak sayang padaku? Aku rindu di peluknya.” Tangis Myungsoo semakin pecah. Kali ini isakannya terdengar semakin kencang. Membuat Yongri mendekapnya juga semakin erat.

“Pelukanmu sama seperti pelukan eomma, noona. Aku suka di peluk olehmu.” Ujar Myungsoo.

“Kau bisa peluk aku saat kau mau.” Balas Yongri. Pintu kamar Myungsoo terbuka dan terlihatlah Siwon di sana. Myungsoo melepaskan pelukan Yongri dan menatap Siwon. Namun sesaat kemudian ia menundukkan kepalanya, takut. Siwon menghembuskan nafasnya kemudian melangkah mendekati Myungsoo. Namja itu berlutut di samping tempat tidur.

“Mianhae.” Ujar Siwon pelan.

“Aku tidak bermaksud marah padamu. Maafkan aku.” Ujar Siwon lagi. Myungsoo tidak menjawab. Hanya terdengar isakan kecilnya. Siwon meraup wajah Myungsoo dan menyeka airmatanya.

“Maafkan aku.” Ucap Siwon dan memeluk Myungsoo. Myungsoo membalas pelukan Siwon dengan sangat erat.

“Maaf sudah menyusahkanmu, hyung.” Ujar Myungsoo.

“Aniya. Kau tidak pernah menyusahkanku. Jangan berpikiran seperti itu, ne?” Myungsoo mengangguk.

“Kau jelek sekali jika menangis. Wajah, mata dan hidungmu semuanya merah.” Ejek Siwon.

“Hyung!!” Pekik Myungsoo di dalam pelukan Siwon. Membuat kekehan ringan terdengar dari Siwon. Yongri tersenyum melihat kakak beradik itu. Ia berdiri dari duduknya, mundur beberapa langkah dan berbalik keluar dari kamar itu. Yongri menuruni anak tangga berniat untuk pulang. Myungsoo sudah lebih baik dan ada Siwon yang pasti akan menjaganya. Ia berniat pamit pada 2 orang itu. Tetapi ia takut menganggu moment berharga itu.

“Tunggu!” Ucap sebuah suara membuat langkah Yongri terhenti di depan pintu. Yongri berbalik dan mendapati Siwon setengah berlari menghampirinya.

“Kau mau kemana?” Tanya Siwon.

“Pulang.” Jawab Yongri singkat.

“Aku antar.”

“Tapi Myungsoo….”

“Kajja!” Siwon lebih dulu menuju mobilnya, diikuti Yongri yang masih di landa kebingungan. Selama di perjalanan menuju rumah Yongri, mereka berdua hanya berdiam diri. Karena memang sebelum-sebelumnya mereka tidak pernah terlibat obrolan apapun.

“Gomawo.” Kata Siwon tiba-tiba. Yongri menoleh ke arah Siwon yang pandangannya masih fokus ke depan.

“Terima kasih.” Ulang Siwon lagi.

“Untuk?”

“Sudah menyayangi Myungsoo.”

“Itu bukan sesuatu yang pantas mendapatkan terima kasih. Siapa yang tidak akan sayang pada anak selucu dan sedewasa Myungsoo. Aku menyukainya.” Ujar Yongri yang membuat Siwon mengerutkan dahinya.

“Apa kau bilang? Kau menyukai bocah berumur 6 tahun?” Tanya Siwon tak percaya.

“Wae? Apa itu salah? Daripada aku menyukaimu? Itu lebih menggelikan.” Ucap Yongri sambil tersenyum geli.

“Sialan!” Umpat Siwon.

“Ohya, boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya Yongri.

“Sejak kapan kau ingin mengetahui sesuatu dariku?” Balas Siwon aneh.

“Sejak hari ini!” Sambar Yongri langsung, membuat Siwon mendengus kesal.

“Orangtuamu….mereka di mana?” Tanya Yongri takut-takut. Wajah Siwon berubah menjadi kaku. Rahangnya mengatup dan mengeras.

“Sudah sampai.” Ujar Siwon dingin dan tak berniat menjawab pertanyaan Yongri sama sekali.”

“Terima kasih!” Ucap Yongri ketus bercampur kesal.

‘Orang bertanya bukan di jawab. Dasar!’ Umpat Yongri dalam hati. Siwon segera melajukan mobilnya menjauhi rumah Yongri. Ia sedikit bernafas lega karena tidak harus menjawab pertanyaan Yongri. Dia paling malas jika sudah di tanya soal orangtuanya. Saat sedang menunggu lampu merah, Siwon mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba pandangannya terhenti pada seorang namja dan yeoja yang baru keluar dari sebuah restoran. Ia sangat tau siapa yeoja berkacamata itu. Hyerim tentu saja. Dan namja itu….namja itu yang membuatnya kesal karena begitu dekat dengan Yongri. Namun tiba-tiba seulas senyum berkembang di bibir Siwon. Sekarang ia tidak perlu khawatir lagi, karena sepertinya dua insan itu memiliki sebuah hubungan khusus.

 

~~~

 

“Kenapa akhir-akhir kau sibuk sekali, Hyerim-ah?” Tanya Yongri ketika mereka baru keluar dari perpustakaan.

“Eh itu.. Benarkah? Mungkin perasaanmu saja.” Kilah Hyerim.

“Tidak. Aku benar-benar yakin kau sangat sibuk. Kita tidak pernah pergi bersama lagi.” Gerutu Yongri.

“Apa kau punya pacar?” Selidik Yongri yang berhasil membuat mata Hyerim membesar.

“Aniyo!! Jangan asal!” Semprot Hyerim yang di balas kekehan dari Yongri.

Yongri dan Hyerim masih mengobrol ringan sembari menuju kelas mereka. Namun di ujung koridor Yongri menghentikkan langkahnya.

“Kenapa?” Tanya Hyerim bingung.

“Mau pada mesum kali ya dua orang itu.” Ucap Yongri kesal. Hyerim mengikuti arah pandang Yongri. Di lihatnya di depan sana Siwon sedang bersama Hyomoon dan saling berhadapan. Jika di lihat dari sisi sebenarnya, yang terjadi adalah Hyomoon yang memaksa Siwon untuk menciumnya. Beberapa kali Hyomoon memajukan wajahnya mendekati wajah Siwon namun Siwon berusaha menjauhkan wajahnya. Namun jika di lihat dari mata Yongri, kedua orang itu seperti ingin bercumbu.

“Menjijikkan!!” Umpat Yongri.

“Ya mesum!!” Jerit Yongri membuat semua yang ada  di koridor tak terkecuali Siwon dan Hyomoon menoleh pada Yongri.

“Jangan mesum disini. Di hotel sana.” Ujar Yongri kesal. Siwon menatap tajam Yongri. Ia kesal karena di tuduh mesum oleh yeoja itu. Perlahan namun pasti Siwon melangkah mendekati Yongri. Yongri hanya memberikan tatapan sinisnya. Setelah dekat, Siwon menarik pinggang Yongri dan menyapukan bibirnya pada bibir mungil Yongri. Mata Yongri terbelalak mendapat perlakuan nekat Siwon. Siwon mengeratkan tangannya pada pinggang Yongri dan melumat bibir yeoja itu. Sekuat tenaga Yongri mendorong tubuh Siwon dengan memukul dada serta bahu Siwon dengan kencangnya. Semua yang ada di sana melihat tidak percaya dan iri. Terutama para yeoja yang memang mengidolakan Siwon. Setelah merasa cukup, Siwon melepas ciumannya dan menjauhkan tangannya dari pinggang Yongri.

 

PLAAKK!!

 

“Apa yang kau lakukan, brengsek?!?” Teriak Yongri marah. Yongri mengusap kasar bibirnya dengan punggung tangannya.

“Apa? Tentu saja menciummu. Kenapa? Ingin kuulangi?” Ucap Siwon cuek.

“Kau memang benar-benar brengsek, Choi Siwon!! Kau biadab, kau….kau…aku benci padamu!! Aku benar-benar benci!!” Jerit Yongri dengan mata berkaca-kaca kemudian berlari pergi meninggalkan tempat itu. Siwon hanya dapat terpaku melihat Yongri yang sepertinya benar-benar marah. Namun Siwon hanya melakukan apa yang sudah tidak bisa di tahannya. Ia menginginkan Yongri tau apa yang di rasakannya.

Akhirnya sehabis Istirahat itu Yongri segera menyambar tasnya dan izin pulang. Hari-harinya selalu hancur jika sudah berhadapan dengan Siwon. Dan hari ini, semua semakin hancur. Siwon memang brengsek. Lelaki brengsek yang pernah di temui oleh Yongri. Yongri sampai di rumahnya dan segera berlari ke kamarnya. Sesampainya di sana ia menangis kencang. Ia kesal, benci, kecewa, marah dengan Siwon. Bagaimana mungkin namja itu merebut first kissnya? Yongri yang notabene yeoja normal mengharapkan first kissnya itu akan di berikan pada orang yang dicintainya dan saat yang benar-benar romantis. Tapi hari ini, Siwon merampas itu dengan sangat tidak wajar. Membuat Yongri ingin sekali mengenyahkan Siwon jauh-jauh dari hadapannya.

“SIWON BRENGSEKKKK!!!” Teriaknya sembari melempar semua barang yang ada di dekatnya. Yongri pergi ke kamar mandi dan membasuh bibirnya dengan air berkali-kali. Yongri memandang wajahnya yang memerah di depan cermin, ia mencengkram erat-erat pinggiran wastafel tempatnya membasuh bibir tadi.

“Brengsek! Kau memang brengsek!”

“First kissku..” Lirihnya.

 

~~~

 

Yongri sampai di sekolah dengan tampang lesu. Saat ia mendongakkan kepalanya, di lihatnya seluruh siswa dan siswi sedang memperhatikannya dengan berbisik-bisik. Tidak ada siswa dan siswi yang tidak berbisik-bisik ketika melihatnya lewat. Yongri berpura-pura tidak tau dan segera masuk ke dalam kelasnya. Di sana ada Hyerim yang memang sedang menunggunya. Yongri duduk di bangkunya dengan lesu.

“Yongri-ya, neo gwenchana?” Tanya Hyerim. Yongri hanya mengangguk malas.

“Itu…apa kau melihat mading? Ah tapi bukan hanya di mading. Di toilet juga ada.” Ujar Hyerim yang membuat Yongri bingung.

“Apa?” Tanya Yongri.

“Fotomu dan Siwon sunbae.”

“Mwo?! Foto apa?”

“Ci-ciuman.” Ucap Hyerim ragu.

 

Sementara di tempat lain, Seunghyun yang baru turun dari mobilnya segera berjalan menuju kelasnya. Namun saat melewati mading, pandangannya tertuju pada sebuah artikel dengan tulisan besar berwarna merah. Di dukung dengan foto yang sangat-sangat nyata. Mata Seunghyun terbelalak ketika melihat foto dua orang yang sangat di kenalnya. Seketika emosi Seunghyun memuncak, di tariknya paksa kertas itu hingga terlepas dari mading. Ia berlari menghampiri kelasnya untuk mencari seseorang yang dapat menjelaskan semuanya. Emosi Seunghyun makin menjadi saat melihat orang itu yang duduk dengan santainya tanpa terbebani apapun.

“CHOI SIWON!” Pekik Seunghyun. Siwon mengalihkan pandangannya dan tersenyum pada Seunghyun.

“Annyeong Seunghyun-ah!” Sapanya riang.

“Apa maksudnya ini, huh?” Ucap Seunghyun mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Mata Siwon membulat saat melihat kertas yang di bawa Seunghyun.

“Apa yang kau lakukan pada adikku? Selama ini aku diam walau kau sering mengganggunya, karena ku pikir tindakkanmu masih wajar. Tapi ini kelewatan, kenapa kau seenaknya mencium adikku? Dan lihat tulisan ini! Kenapa tertulis bahwa adikku yang memaksa menciummu?” Tanya Seunghyun bertubi-tubi. Siwon diam. Ia terlalu fokus melihat tulisan dan foto di kertas itu.

“Ini tidak benar.” Desis Siwon pelan.

“Memang aku yang menciumnya. Dan percayalah padaku, aku melakukannya bukan tanpa alasan.” Ujar Siwon mencoba menjelaskan.

“Apa alasannya, huh?” Belum sempat Siwon menjawab. Tiba-tiba Kyuhyun masuk ke dalam kelas itu dan segera mencengkram kerah seragam Siwon.

“Jadi kau yang namanya Choi Siwon, eoh? Apa yang kau lakukan pada Yongri? Kenapa kau menciumnya?” Tanya Kyuhyun emosi. Melihat Kyuhyun yang begitu mengkhawatirkan Yongri, membuat Siwon menjadi kesal. Siwon menghempaskan tangan Kyuhyun yang mencengkram seragamnya.

“Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Seunghyun. Kyuhyun tidak memperdulikan pertanyaan Seunghyun dan terus menatap tajam Siwon.

“Apa pedulimu, huh?” Tantang Siwon.

“Dia itu sahabatku! Tentu aku peduli dengannya. Kau lihat tulisan itu!! Dia bisa di pandang buruk oleh satu sekolah.” Balas Kyuhyun kesal.

“Cih! Berlebihan.” Cibir Siwon.

“Siwon-ssi, Siwon-ssi..” Panggil seorang namja yang baru memasukki kelas itu.

“Wae?” Tanya Siwon malas.

“Kau di panggil ke ruang guru. Sepertinya masalah ciuman itu.” Jawab namja itu.

“Arraseo.” Kata Siwon yang langsung keluar kelas tanpa memerdulikan Seunghyun dan juga Kyuhyun. Ketika Siwon memasukki ruang guru, tepatnya ruang bimbingan konseling, di sana sudah ada Yongri yang sedang menunduk. Siwon menjadi merasa bersalah. Dan yang sekarang sedang di pikirkan Siwon adalah siapa yang membuat tulisan di mading itu. Kenapa orang itu mengarang cerita?

“Eoh? Siwon sudah datang. Silahkan duduk di sebelah Yongri.” Ujar Park Jangsung -guru bimbingan konseling- itu. Siwon mengangguk dan duduk di sebelah Yongri. Di liriknya yeoja itu yang tidak terpengaruh sama sekali dengan kehadirannya. Ia berharap Yongri sekarang berteriak memarahinya karena mengganggunya lagi. Namun hasilnya nihil.

“Baiklah kalian pasti tau apa yang menyebabkan kalian berdua di panggil ke sini.” Ucap Park Jangsung.

“Ada yang ingin membantah soal berita itu?” Tanyanya. Siwon dan Yongri bungkam.

“Jadi foto itu memang benar?” Siwon dan Yongri mengangguk.

“Dan Yongri-ssi, apa benar kau yang memaksa untuk mencium Siwon?” Yongri tidak menjawab. Ia malah semakin menundukkan kepalanya. Karena menurutnya membantahpun percuma. Siapa yang akan percaya jika dia mengatakan Siwon yang menciumnya?

“Itu tidak benar, sam.” Ujar Siwon tiba-tiba. Membuat Yongri mendongakkan kepalanya menatap Siwon tak percaya.

“Apa maksudmu?” Tanya Park Jangsung.

“Saya yang sudah menciumnya. Bukan dia yang memaksa saya.” Jawab Siwon. Park Jangsung tampak geleng-geleng kepala. Seperti tidak percaya dengan semua jawaban Siwon.

“Dengar Siwon-ssi, biarpun imagemu baik di sekolah ini. Tapi kau tau berciuman bukan sesuatu yang di perbolehkan di sekolah. Terlebih sekolah kita ini merupakan salah satu sekolah terpandang. Maka dari itu, saya akan memberikan hukuman untuk kalian berdua.” Ujar Park Jangsung.

“Sebaiknya Anda memberikan hukuman kepada saya saja, sam. Yongri tidak tau apa-apa soal ini. Dia cuma korban.” Bantah Siwon.

“Tidak perlu! Jika ingin hukum, hukumlah kami berdua. Aku tidak butuh pembelaanmu, Siwon-ssi.” Balas Yongri ketus.

“Oke-oke. Jangan ribut di sini. Apa kalian ini sepasang kekasih?” Selidik Park Jansung.

“Mwo?!” Pekik Yongri.

“Jangan asal bicara, sam. Saya tidak bodoh dengan memiliki pacar pembuat onar seperti ini.” Ucap Yongri tajam.

“Yasudah itu urusan pribadi kalian. Hukuman kalian adalah sepulang sekolah nanti, kalian harus membersihkan lapangan sekolah hingga tidak ada lagi daun-daun yang berguguran. Arraseo?”

“Tapi, sam. Kau tau sendiri sekarang sedang musim gugur. Dan di bersihkan seperti apapun, daun-daun itu akan tetap berguguran.” Tolak Siwon.

“Itu tugas kalian dan saya tidak mau tau. Saya rasa urusan saya dengan kalian sudah selesai. Kalian bisa keluar.”

Siwon dan Yongri berjalan lemas keluar ruang bimbingan konseling. Yongri menatap Siwon dengan kebencian.

“Apa kau puas? Kau puas dengan semua ini?” Jerit Yongri.

“Aku sudah coba membelamu. Salahmu yang tidak mau di bela.” Balas Siwon santai.

“Cih! Kau pikir aku sudi di bela olehmu?” Cibir Yongri.

“Riri-ya!!” Panggil Kyuhyun dari ujung koridor. Kyuhyun setengah berlari menghampiri Yongri. Kyuhyun sempat menatap tajam Siwon dan beralih menatap Yongri.

“Neo gwenchana?” Tanya Kyuhyun. Yongri mengangguk.

“Ayo ku antar ke kelas.” Ujar Kyuhyun. Lagi-lagi Yongri mengangguk.

“Kekanak-kanakkan.” Ejek Siwon yang berhasil mendapat tatapan garang lagi oleh Yongri. Namun Yongri berusaha menahan emosinya. Meladeni Siwon sama saja menguras tenaga.

 

 

Dan di sanalah Siwon dan Yongri sekarang. Di saat semua siswa dan siswi sudah pulang ke rumah masing-masing, Siwon dan Yongri harus berjongkok di lapangan sembari memungut daun-daun kering itu. Siwon terus memperhatikan Yongri yang beberapa kali menghela nafas panjang dan menyeka peluh di dahinya. Membuat rasa bersalah dan kasihan menggerayanginya.

“Aku bisa menyelesaikannya sendiri.” Ujar Siwon cuek. Tidak ada tanggapan dari Yongri. Entah mengapa, Yongri meneteskan airmata. Ia kesal dan benci tapi ia tidak tau harus melampiaskannya bagaimana. Makanya ia hanya bisa menangis untuk melampiaskan semuanya. Maka dengan bahu bergetar Yongri terus memunguti daun-daun dan menaruhnya di tong sampah. Siwon yang melihat itu segera menghampiri Yongri dan merengkuhnya ke dalam pelukannya. Yongri yang benci padanya, terus berontak membuat tangisnya semakin pecah.

“Kenapa kau selalu menyusahkan hidupku?? Kenapa kau selalu membuatku sial??” Tanyanya dengan terisak. Siwon tidak menanggapi dan mempererat pelukkannya. Yongri tidak memberontak lagi dan membalas pelukan Siwon. Ia benci pada namja itu, tapi entah mengapa berada di pelukannya membuat Yongri merasa nyaman dan tenang.

 

~~~

 

Kyuhyun sudah rapi dengan kemeja biru laut yang di gulung lengannya sampai siku serta celana jeans hitam yang pas di tubuhnya. Kyuhyun mengendarai mobil audy hitamnya menuju suatu tempat dimana tambatan hatinya berada. Ya, malam ini Kyuhyun berencana menyatakan cintanya pada Hyerim. Gadis yang beberapa bulan ini terus mengganggu tidurnya. Kyuhyun sampai di rumah Hyerim setelah 25 menit perjalanan. Hyerim membukakan Kyuhyun pintu. Kyuhyun sempat tercengang melihat Hyerim yang terbalut dress sederhana berwarna hitam. Serta polesan sedikit make up pada wajahnya. Dan yang paling Kyuhyun senang adalah, Hyerim tidak pernah sekalipun melepas kacamatanya itu. Karena Kyuhyun tidak ingin Hyerim bertambah terlihat cantik jika di hadapan orang. Hyerim hanya boleh cantik di hadapannya. Egois memang.

“Sudah siap?” Tanya Kyuhyun lembut. Hyerim mengangguk malu.

“Ayo.” Ujar Kyuhyun sembari menautkan jari-jarinya dengan jari-jari Hyerim.

Hyerim merasa yeoja paling beruntung saat ini. Kyuhyun, laki-laki berwajah tampan dan baik hati mengajaknya makan malam di restoran romantis yang belum pernah di datanginya. Belum pernah sekalipun Hyerim di perlakukan seperti ini oleh seorang namja. Kyuhyun yang pertama dan ia harap juga Kyuhyun satu-satunya laki-laki yang akan terus memperlakukannya seperti ini. Okee, sekarang Hyerim sudah mengharap lebih pada Kyuhyun. Dan ia berharap tidak akan pernah kecewa.

“Apa kau suka?” Tanya Kyuhyun setelah mereka selesai menyantap makan malam mereka.

“Ne, gomawo.” Ujar Hyerim.

“Eung.. Kau cantik hari ini.” Puji Kyuhyun. Hyerim tersenyum malu.

“Oppa juga terlihat tampan.” Ucap Hyerim malu-malu.

“Jinjja?” Tanya Kyuhyun senang. Hyerim mengangguk. Seketika suasana menjadi canggung. Dengan ragu, Kyuhyun meraih tangan Hyerim yang berada di atas meja kemudian menggenggamnya. Membuat Hyerim terkejut dan mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun yang juga sedang menatapnya.

“Hyerim-ah, aku tidak tau bagaimana caranya bersikap romantis. Dan aku sama sekali tidak mengerti. Tetapi jujur saja pertama kali melihatmu, pertama kali berkenalan denganmu, aku merasakan sesuatu yang berbeda di dalam hatiku. Aku menyukaimu ah ani, aku mencintaimu, Hyerim-ah.” Ujar Kyuhyun yang membuat Hyerim ternganga. Hyerim hanya diam. Terus menatap Kyuhyun dengan pandangan yang sulit di artikan.

“Hyerim, please katakan sesuatu.” Pinta Kyuhyun. Hyerim berdehem pelan dan mengalihkan pandangannya dari wajah Kyuhyun.

“Apa kau yakin?” Tanya Hyerim ragu.

“Ne, aku sangat yakin. Jadilah kekasihku, Hyerim-ah.”

“Oppa…”

“Saranghae.” Ujar Kyuhyun pelan.

“Eum. Nado oppa.” Balas Hyerim masih dengan malu-malu. Wajah Kyuhyun yang tadinya menegang sekarang menjadi berseri-seri.

“Gomawo, jeongmal gomawo.”

Suasana canggung kembali terjadi saat Hyerim dan Kyuhyun di perjalanan pulang. Namun kali ini, jemari keduanya terus bertaut tanpa terlepas barang sedetik pun. Keduanya merasakan hangat dari tangan pasangan mereka. Setelah mobil Kyuhyun berhenti di depan rumah Hyerim, Hyerim berniat membuka pintu dan melepaskan tautan tangan mereka. Namun dengan cepat Kyuhyun menghentikkannya. Hyerim menoleh bingung. Kyuhyun menarik bahu Hyerim dan mendaratkan bibirnya di kening Hyerim. Membuat Hyerim menutup mata merasakan kelembutan bibir dan kehangatan dari sana. Kyuhyun membelai pipi Hyerim.

“Jaljayo.” Bisiknya yang di balas senyuman manis dari Hyerim.

 

 

Yongri baru saja berniat tidur ketika ponselnya berdering nyaring. Membuatnya mengumpat kesal pada orang yang berani menganggu niat tidurnya. Tetapi semua hilang begitu saja ketika melihat siapa yang menelepon.

“Yoboseo oppa!” Pekik Yongri senang.

“Riri-ya, apa aku mengganggu tidurmu?” Tanya Kyuhyun.

“Aniyo oppa. Wae?”

“Hari ini aku sedang senang, Riri-ya.”

“Jinjjayeo? Kenapa?

“Kau benari ingin tau?” Goda Kyuhyun.

“Ish menyebalkan. Cepat kasih tau aku!”

“Oke-oke, tapi jangan terkejut dan jangan heboh. Janji?”

“Ne, cepat katakan.”

“Aku dan Hyerim sudah menjadi sepasang kekasih.” Hening. Yongri merasa semua sendinya melemas. Entah mengapa pandangannya mendadak menjadi kabur. Dadanya menjadi sesak. Yongri bahkan seperti tak bernafas. Apa yang di ucapkan Kyuhyun? Dia belum tidur tetapi kenapa sudah bermimpi buruk?

“Riri, kau masih di sana?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Ah, ne.” Jawab Yongri berusaha menahan suaranya yang sudah mulai bergetar.

“Kau tak ingin memberiku selamat?”

“Eoh, chukkae oppa. Oppa aku mengantuk. Aku tidur dulu, ne. Jalja.” Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Yongri segera mematikan teleponnya. Ponsel itu terlepas begitu saja dari tangannya. Bahunya kembali bergetar, pipinya menjadi basah. Yongri memegang dadanya yang entah mengapa menjadi sakit dan sesak. Sebesar inikah rasa cintanya pada Kyuhyun? Hingga sakit yang di rasakannya pun terlalu besar?

 

~~~

 

“Yongri ayo cepat, nanti kita terlambat.” Ujar Seunghyun dari meja makan. Yongri menggeleng lemas.

“Aku pergi sendiri oppa.” Ucap Yongri.

“Omo! Matamu kenapa? Apa kau menangis semalam?” Tanya Seunghyun saat melihat mata Yongri yang bengkak dan sembab. Yongri tidak peduli dan segera berlalu untuk berangkat sekolah. Yongri berjalan gontai dan malas. Masih tidak percaya dengan sesuatu yang di dengarnya semalam. Saat menuju sebuah halte bus, mobil audy putih berhenti di sampingnya. Si pengemudi menurunkan kacanya. Dan entah mengapa Yongri pun menghentikkan langkahnya.

“Naiklah.” Ujar Siwon yang berada di balik stir. Tanpa berkata dan menolak, Yongri membuka pintu dan masuk ke dalam mobil itu. Membuat Siwon kebingungan setengah mati. Selama di perjalanan tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Yongri maupun Siwon. Melihat Yongri yang diam seperti ini justru membuat Siwon takut. Ia lebih memilih Yongri berteriak marah dari pada diam seperti mayat hidup. Mobil Siwon terparkir sempurna bertepatan dengan audy hitam yang juga terparkir sempurna di sebelah mobil Siwon. Siwon dan Yongri turun dari mobil begitu pun juga dengan Kyuhyun dan Hyerim. Yongri memandang kedua orang itu dengan pandangan kosong. Yang membuat Siwon mengetahui apa penyebab Yongri seperti ini.

“Yongri..” Sapa Hyerim. Yongri hanya tersenyum tipis kemudian segera berlalu menuju kelasnya.

“Apa?” Tanya Siwon kesal setelah mendapat tatapan tajam dari Kyuhyun.

“Kau apakan dia?” Tuduh Kyuhyun. Siwon tertawa sinis.

“Lihat dirimu dulu baru bisa menuduh orang. Apa kau pikir dia seperti itu karena aku? Yang ada karena kau!” Siwon segera berlalu meninggalkan Kyuhyun dan juga Hyerim yang kebingungan dengan kata-kata Siwon.

“Sebaiknya kau susul Yongri dan tanyakan ada apa dengannya.” Ucap Kyuhyun pada Hyerim. Hyerim mengangguk mengerti dan segera melangkah menuju kelasnya. Hyerim sampai di kelasnya dan melihat Yongri yang sedang menyembunyikan wajahnya di atas meja.

“Yongri, kau kenapa?” Tanya Hyerim setelah duduk di sebelah Yongri. Yongri hanya menggeleng.

“Apa kau sakit?” Yongri kembali menggeleng. Hyerim menghela nafas pelan.

“Apa ini karena Kyuhyun oppa?” Yongri menegakkan badannya dan menatap Hyerim.

“Apa maksudmu?” Tanya Yongri bingung.

“Siwon sunbae bilang, kau seperti ini karena Kyuhyun oppa. Apa itu benar?” Yongri semakin bertambah bingung. Darimana Siwon tau jika dia seperti ini karena Kyuhyun? Bahkan Seunghyun pun tidak tau. Apa Siwon dapat membaca pikiran orang?

“Aniyo. Jangan dengarkan dia. Dia suka asal bicara.”

“Lalu kenapa kau bisa bersama Siwon sunbae hari ini?” Tanya Hyerim penasaran.

“Eoh itu, hanya kebetulan bertemu di depan gerbang. Dia menawarkanku untuk ikut bersamanya. Karena dari gerbang menuju ke dalam sekolah lumayan jauh, maka aku menerima tawarannya.” Jawab Yongri asal. Hyerim hanya mengangguk paham.

“Ah itu, Hyerim-ah, apa benar kau dan Kyuhyun oppa pacaran?” Tanya Yongri. Hyerim tampak terkejut karena Yongri sudah mengetahuinya. Ia berencana baru akan memberitahu Yongri. Sejujurnya Yongri berharap Hyerim menggelengkan kepalanya. Namun harapan itu sia-sia ketika melihat Hyerim mengangguk pasti. Wajah Yongri kembali murung.

“Kenapa? Apa kau tidak setuju?” Tanya Hyerim takut-takut. Yongri memaksakan senyumnya.

“Aniyo. Mana mungkin aku tidak setuju. Selamat! Semoga kalian bahagia.” Ucap Yongri.

 

Saat istirahat, Siwon segera menuju kelas Yongri. Ia ingin memastikan keadaan yeoja itu baik-baik saja. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat Yongri yang baru keluar kelas dengan tampang lesu. Yeoja itu berjalan gontai entah mau kemana. Maka dari itu, Siwon berinisiatif untuk mengikutinya. Cukup lama Siwon mengikuti Yongri, hingga yeoja itu berhenti pada taman belakang sekolah. Yongri duduk di salah satu kursi di bawah pohon yang cukup besar. Dari belakang, Siwon bisa melihat bahu yeoja itu bergetar.

‘Sial! Dia menangis lagi.’ Batin Siwon kesal. Dengan perlahan Siwon mendekati keberadaan Yongri dan duduk di sebelah yeoja itu. Seperti biasa, Siwon memasang wajah datar dan cuek. Yongri yang mengetahui ada Siwon di sebelahnya segera menghapus kasar airmatanya.

“Pergilah. Aku sedang tidak ingin ribut denganmu.” Ujar Yongri ketus.

“Memangnya siapa yang mau ribut denganmu?” Balas Siwon tak kalah ketus. Karena sedang malas, Yongri pun segera beranjak dan berniat meninggalkan tempat itu. Namun dengan cepat Siwon menahan pergelangan tangannya dan menghempaskan tubuh Yongri kembali duduk.

“Menangislah jika ingin menangis. Aku benci melihat gadis sok kuat dan tegar.” Mendengar kata-kata Siwon barusan, membuat pertahanan Yongri kembali pecah dan menangis sejadi-jadinya.

“Ini tidak adil..” Ucap Yongri lirih. Siwon hanya diam tanpa niat menanggapi kata-kata Yongri.

“Aku mengenalnya lebih dulu. Aku mengetahui segala tentang dirinya. Tapi kenapa dia lebih memilih seseorang yang bahkan baru di dalam hidupnya. Ini benar-benar tidak adil.” Ucap Yongri lagi. Tangisnya semakin jadi. Bahunya semakin bergetar. Suara tangisnya benar-benar memilukan hati.

“Kenapa harus Hyerim? Kenapa harus sahabatku.” Karena tidak tahan lagi, Siwon menarik kasar bahu Yongri dan menyapukan bibirnya pada bibir mungil Yongri. Tidak ada penolakkan sama sekali dari Yongri. Yeoja itu bahkan memejamkan matanya merasakan lumatan bibir Siwon pada bibirnya. Airmatanya terus mengalir, menambah kesan asin pada ciuman kedua mereka. Setelah merasa Yongri cukup tenang, Siwon melepaskan tautan bibir mereka. Di pandanginya mata Yongri yang tidak memiliki arah sama sekali. Kosong. Siwon menyeka airmata Yongri.

“Jangan pernah menangis lagi.” Itu bukan permintaan. Tapi perintah. Siwon menarik tangan Yongri hingga berdiri, kemudian menggiring yeoja itu kembali ke kelasnya. Semua siswa dan siswi memandangi Siwon dan Yongri yang berpegangan tangan. Namun kedua insan itu seolah tak peduli. Sesampainya di kelas Yongri, Siwon menghentikan langkahnya dan menghadap Yongri.

“Pulang nanti ku antar.” Ucap Siwon kemudian segera meninggalkan Yongri yang masih terpaku dengan kejadian yang barusan di alaminya. Yongri masuk ke dalam kelas dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Hyomoon.

“Kenapa kau berpegangan tangan dengan Siwonku?” Ucap Hyomoon kesal. Yongri yang tidak peduli segera melewatinya begitu saja.

“Ya!!” Jerit Hyomoon sembari membalikkan badan Yongri dengan kesal.

“APA URUSANMU, HUH??!?” Teriak Yongri emosi.

“Tentu saja itu urusanku. Aku menyukainya!” Balas Hyomoon.

“Tapi dia tidak menyukaimu bodoh! Dia menyukaiku, dan kami PACARAN!!” Ucap Yongri tanpa sadar. Yang ingin dilakukannya sekarang adalah membuat Hyomoon berhenti menganggunya.

“Mwo?! Pacaran katamu? Bagaimana mungkin?” Hyomoon tampak tak percaya.

“Wae? Kami berpegangan tangan dan kami ciuman! Kau lihat sendirikan waktu itu? Jadi jangan ganggu dia atau aku lagi!!” Yongri segera berbalik dan duduk di tempatnya. Semua yang berada di kelas tidak percaya. Yongri dan Siwon pacaran, benarkah?

“Yongri-ya, benarkah kau dan Siwon sunbae….”

“Jangan ganggu aku dan berhenti bertanya!” Ucap Yongri ketus pada Hyerim. Hyerim akhirnya memilih bungkam dan membiarkan Yongri tenang terlebih dahulu.

 

Pulang sekolah, Yongri hanya dapat duduk termenung sembari menunggu Siwon. Tidak tau mengapa yeoja itu jadi menuruti semua kata-kata Siwon. Aneh memang. Tapi itulah yang terjadi sekarang. Buktinya dengan setia yeoja itu menunggu Siwon datang ke kelasnya.

“Maaf membuatmu lama menunggu.” Ujar Siwon dengan nafas terengah. Yongri tidak berniat menjawab dan berjalan mendahului Siwon. Sesampainya di mobil Siwon, Siwon segera menstater mobilnya. Namun saat Siwon akan menginjak gas, Yongri menggenggam pergelangan tangan Siwon. Membuat namja itu mengurungkan niatnya dan memilih menatap Yongri.

“Aku tidak ingin pulang dulu.” Ujar Yongri.

“Lalu?”

“Aku ingin ke rumahmu.”

“Mwo?!”

“Jangan berpikiran aneh-aneh. Aku ingin bertemu Myungsoo. Aku rindu padanya.”

“Kau tidak rindu pada kakaknya?” Goda Siwon. Yongri segera melepas genggamannya pada tangan Siwon.

“Tidak lucu. Cepatlah, kau ingin mengantarku atau aku pergi sendiri?”

“Astaga kenapa moodmu cepat sekali berubah.” Gerutu Siwon yang segera melajukan mobilnya menuju ke rumah.

“Noonaaaaaaaa…” Teriak Myungsoo dari lantai dua ketika melihat Yongri memasukki rumahnya. Yongri tersenyum sekilas dan melambaikan tangannya pada Myungsoo. Myungsoo segera turun menghampiri Yongri dan memeluk yeoja itu.

“Kenapa harus berlari, huh? Bagaimana jika jatuh? Kan aku bisa menyusulmu ke atas.” Ujar Yongri seraya melepas pelukan Myungsoo. Myungsoo hanya menunjukkan cengiran lucunya. Membuat Yongri gemas dan mencubit pelan pipinya.

“Myungsoo sudah makan siang?” Tanya Siwon yang berdiri di samping Yongri.

“Sudah, hyung.” Jawab Myungsoo.

“Yongri, sebaiknya kita makan siang dulu. Aku akan menyuruh pelayan menyiapkannya. Kajja kita ke ruang makan.” Ajak Siwon pada Yongri dan Myungsoo. Mereka bertiga berjalan bersama menuju meja makan Siwon yang cukup luas itu.

“Aku mau makan lagi saja kalau begitu.” Ujar Myungsoo ketika melihat makanan-makanan yang sedang di tata oleh pelayan.

“Aigoo, apa kau tidak kenyang? Perutmu nanti buncit.” Kata Yongri sembari menggelitik perut Myungsoo.

“Hahaha, noona…itu…geli..noona..” Yongri tertawa senang melihat Myungsoo yang menggeliat geli karena ulahnya. Yongri segera meraup wajah Myungsoo kemudian memberinya ciuman bertubi-tubi pada kening, pipi, mata dan juga hidung. Yang lagi-lagi membuat Myungsoo terkikik geli. Siwon tersenyum melihat Yongri yang kembali tertawa.

“Noona kau melewati sesuatu yang tidak kau cium.” Goda Myungsoo.

“Mwo?! Apa itu?” Tanya Yongri.

“Ini.” Ujar Myungsoo sembari menunjuk bibirnya.

“Ya!!” Pekik Siwon yang membuat kedua orang itu terkejut.

“Kenapa hyung?” Tanya Myungsoo bingung.

“Jangan pernah sekali-kali kau meminta Yongri mencium bibirmu!” Ancam Siwon.

“Wae?”

“Bibir yang boleh dicium Yongri hanya bibirku!”

“MWO?!” Pekik Yongri tak percaya.

“Apa kau gila? Kau siapa, huh? Kenapa aku hanya boleh menciummu?” Tanya Yongri tak terima.

“Memangnya kenapa? Sudah jelas kan bahwa hanya bibirku yang pernah tersentuh bibirmu. Aku tau segalanya Choi Yongri. Ciuman pertamamu itu denganku.” Goda Siwon yang berhasil membuat wajah Yongri memerah.

“Omo! Hyung dan noona berciuman? Jinjjayeo? Kalian benar-benar berpacaran? Yeayyy!!” Pekik Myungsoo senang.

“Brengsek kau Choi Siwon!! Kau mempermalukanku di hadapan anak kecil.” Geram Yongri. Siwon hanya tertawa senang.

“Hyung kau harus jaga noona baik-baik, dan noona, kau juga harus jaga hyung baik-baik.” Pesan Myungsoo.

“Tenang saja, Myungsoo-ya.” Balas Siwon.

“Ya!! Kami tidak pacaran, Choi Myungsoo!!” Teriak Yongri.

–To Be Continued–

Advertisements

51 thoughts on “Love or Not? – Part 3

  1. Aaaahhh…. main nyosor aja nie Captain Choi….. #aku jga mw doung… 😛
    Btw Chingu, mw nanya Oppa ny Yongri, Seunghyun itu TOP ya??
    Waaahhh….. berarti my husband n my affair ada d FF ini dong…. Uuuuhhhh senangny…. \(‘-‘)/
    Next>>>>>>> Gomawo ^^

  2. hahahaha…..dr part 1 smpe pary ini bwaan.a pgen ktawa klo liad tigkah mrka di hdpan Myungso, Myungso bner2 pndai mencairkan suasana….:-) 😉

  3. Pingback: [Part 3] Berbagi Fanfictions Yang Bagus untuk Dibaca | KimAB710

  4. Kyaaa Myungsoo koq jadi Imut2 ya disini, ngegemesin >< aq punya adek Cwe di rumah 1 tingkat dibawah L Kita jodohin aja gmna??? Lol
    Semoga Setelah yongri tau Kyu ternyata pacaran sama Hyerim hatinya bisa beralih ke siwon -dengan bantuan L juga tentunya- hahayyy ( ˘ ³˘)

  5. Muahaahhahaa selalu seneng di bagiaan. Myungsoo, ahhhh kasian banget. Yongrinya, kyuhyun dimana2 emang hobi buat patah hati

  6. Tuh kan patah hati Yongri dan siwon siap jd pendamping d kala dia tersakiti…
    Suka banget pas bagian Myungsoo lucu banget…
    Pengen siwon cepet nyatain cinta trs yongri juga cepet berpaling k siwon…

  7. Aigoo, kan bener myungsoo juga seneng banget sama yongri ahhhh soori mommenttttt i love youuuu ❤ sepertinya lama kelamaan aku lebih suka momen2 nya yongri sama myungsoo wkwkwk. Siwon jangan cemburu yeyyy. Semoga yongri bisa melupakan cinta nya sama kyu, mending ke myungsoo aja hoho

    Good job thor^^

  8. Yongri tllu rpat nyimpan prsaannya sma kyu, mknya kyu gak tw, dan jg kyu bkan takdir yongri hehee
    Takdir yongri adlh siwon 😉

  9. Haah,, yang sabar ya yongri mgkn emg kyuhyun jodohnya hyerim dan siwon jodohnya yongri hahaha
    Seneng bgt liat siwon ngelindungin yongri dg caranya sendiri yg agak sedikit cuek, dingin, arogan dan cute disaat bersamaan.. haah,, gemees bgt sih knp siwon ga lgsg ngomong aja klo dia suka sma yongri, apa nunggu yongri jg mulai suka sma dia??
    Penasaran pgn tau gmn reaksi kyuhyun klo tau yongri suka sma dia,, gmn jg reaksi hyerim?? Haahh,, mereka jg ga salah siih cuma ya kyuhyun bnr2 ga peka dehh selama ini sma perasaan yongri

  10. hahh bener kan untung dngr dari cerita kyuhyun coba kalo dng dari orang lain pasti lebih sakit 😦
    ahhaayyy siwon menjadi penyembuh luka yongri hehe
    haduh yongri gak masalah itu jd berita besa siwon yongri pacaran hahaha
    udah pacaran aja siwon buruan nyatain cinta ke yongri hehehe

  11. bias ku menjelma jadi anak kecil di sini myung soo oppa saranghae….suka karakternya myung soo oppa ngegemesin…
    yongri malu cie cie cieeeee yang makin deket aja setelah patah hati dari kyuhyun

  12. hahaha youngri neriakin hyeomoon klo dia pacaran sama siwon, tapi giliran dibilang pacaran sama L malah marah pie toh kkk
    sudahlah kalian berdua mengaku saja satu sama lain jika kalian saling menyukai kkk

  13. Gimana kalo mereka bener2 pacaran apa lagi sampe menikah apa mereka tetep jadi tikus sama kucing yang selalu bertengkar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s