Love or Not? – Part 2

Love or Not? – Part 2

Author : Choineke

Judul : Love or Not?

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Song Hyerim (OC), Choi Seunghyun, Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC) .

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-17

Note : Happy reading!!!^^

 

Kau selalu tersenyum bersamanya. Apa kau bahagia berada di sampingnya? Kau mencintainya?  –Choi Siwon–

 

Author POV

Siwon menghempaskan tubuhnya di atas kasur yang terbalut sprai berwarna biru itu. Siwon memejamkan matanya dan memijit pelipisnya yang mendadak sakit. Permintaan Myungsoo benar-benar di luar dugaannya. Apa adiknya sekarang juga tertarik pada gadis yang menarik perhatiannya itu? Apa ia harus bersaing dengan adiknya yang bahkan baru menduduki kelas 1 SD? Siwon menggelengkan kuat kepalanya. Siwon belum menyanggupi permintaan Myungsoo. Karena ia yakin, Yongri tidak akan mau di ajak mentah-mentah ke rumahnya. Yongri pasti berpikir Siwon akan melakukan hal yang macam-macam. Tapi bagaimana dengan Myungsoo? Siwon yakin adiknya itu akan terus mendiamkannya jika ia tidak menyanggupi permintaan yang bisa di bilang sedikit konyol.

 

~~~

 

Siwon menuruni tangga menuju meja makan yang sudah terdapat Myungsoo di sana. Ia mengambil tempat duduk tepat di hadapan Myungsoo. Myungsoo tampak acuh pada Siwon. Bocah itu terus saja melahap roti isi coklat yang sudah di siapkan pelayan.

“Pagi.” Sapa Siwon. Hening. Myungsoo sama sekali tidak menjawab sapaan Siwon. Siwon mengerang frustasi.

“Han ahjussi..” Panggil Myungsoo.

“Ne tuan muda?”

“Ayo kita berangkat ke sekolah.” Supir Han mengangguk dan membantu Myungsoo membawa tasnya.

“Myungsoo kau masih marah padaku?” Ucap Siwon sedikit berteriak. Myungsoo menghentikkan langkahnya dan berbalik menatap Siwon.

“Hyung menyanggupi permintaanku?” Tanya Myungsoo balik.

“Bisakah permintaannya di ganti?”

“Baiklah berarti hyung memang tidak mau di maafkan.” Ucap Myungsoo acuh dan segera keluar dari rumah menuju mobil. Siwon hanya mampu menghela nafas panjang. Mempunyai adik seperti Myungsoo memang sangat menyusahkan dan menggemaskan di saat yang bersamaan.

 

 

“Hyerim boleh aku pinjam PRmu?” Tanya Yongri pada Hyerim ketika sudah sampai di kelasnya.

“Mwo?! Kau belum mengerjakan?”

“Kemarin aku terserang penyakit malas.” Ucap Yongri asal.

“Ck! Igeo..” Yongri segera menyalin tulisan dan angka apa saja yang terdapat di buku Hyerim.

“Eoh, Yongri-ya, boleh aku bertanya?”

“Apa?” Balas Yongri masih dengan sibuk menyalin.

“Myungsoo itu siapa?”

“Apa kau ingin tau?” Hyerim mengangguk pasti.

“Dia adik Choi Siwon.”

“Eoh? Siwon sunbae punya adik?” Yongri mengangguk.

“Dan kau dekat dengannya?”

“Tidak juga.”

“Lalu?”

“Aduh Song Hyerim, kau menghambatku menyalin PR.” Keluh Yongri. Hyerim membenarkan letak kacamatanya dan mengerucutkan bibirnya kesal.

Tiba-tiba kursi di meja depan Yongri di putar paksa oleh seseorang. Dan orang itu duduk di atasnya dengan tangan bertumpu pada sandaran kursi. Semua gadis sudah menjerit histeris melihat orang itu berada di kelas mereka.

“Aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu, Tuan Choi.” Ucap Yongri tanpa mengalihkan pandangannya dari buku di mejanya.

“Aku tidak berniat mengajakmu bertengkar, Nona Choi.” Balas Siwon.

“Lihatlah. Kalian seperti suami istri.” Celetuk Hyerim. Yongri menatap Hyerim tajam sedangkan Siwon tersenyum senang.

“Jinjjayeo Hyerim-ssi?”

“Eh? Itu soalnya marga kalian sama. Hehehe..” Ujar Hyerim cengengesan masih takut dengan tatapan Yongri tadi.

“Gotcha! Mungkin akan menjadi kenyataan nanti.” Ucap Siwon asal.

“Yongri-ssi, aku butuh bantuanmu.” Ujar Siwon.

“Aku tidak ingin membantumu.”

“Oh ayolah. Myungsoo tidak akan memaafkanku jika begini.” Ucap Siwon memohon. Yongri menghentikan kegiatan menulisnya dan menatap Siwon.

“Myungsoo?” Siwon mengangguk.

“Myungsoo marah padaku dan dia akan memaafkanku jika kau ikut bersamaku ke rumah.”

“Mwo?!” Ucap Yongri dan Hyerim bersamaan.

“Itu benar-benar permintaan Myungsoo?” Siwon mengangguk pasti. Yongri tampak berpikir kemudian kembali menulis.

“Aku tidak akan pergi bersamamu. Biarkan saja Myungsoo marah padamu.” Ujar Yongri cuek. Siwon membelalakan matanya.

“Yongri-ssi, apa kau tega denganku?” Tanya Siwon memelas.

“Kenapa aku harus tidak tega?” Balas Yongri. Siwon mengacak rambutnya frustasi. Ia tidak habis pikir kenapa Yongri benar-benar cuek padanya. Kenapa dia tidak seperti gadis-gadis lain yang sangat memujanya? Apa karena itu Yongri menarik perhatiannya?

“Aku tidak mau tau! Pokoknya sepulang sekolah kau pulang bersamaku.” Putus Siwon langsung.

“Jika aku tidak mau?” Tantang Yongri.

“Kau harus mau! Dan kau Nona Song. Bantu aku untuk mencegah Yongri keluar dari kelas ini sampai aku datang. Jika tidak, kacamata kesayanganmu itu akan hilang entah kemana. Arraseo?!” Yongri dan Hyerim sukses membulatkan kedua mata mereka. Bagaimana mungkin Siwon dengan seenaknya mengancam mereka?

“Ya! Brengsek kau!” Umpat Yongri. Siwon seolah tak peduli dan segera keluar dari kelas mereka. Membuat gadis-gadis di sana mendesah kecewa. Yongri menolehkan kepalanya menghadap Hyerim. Dilihatnya wajah Hyerim yang ketakutan akan ancaman Siwon. Kacamata adalah hidupnya, jika itu tidak ada, maka ia tidak bisa melihat apapun.

“Yongri kau harus pulang bersamanya.” Ucap Hyerim lirih. Yongri menghela nafas kasar.

“Arraseo. Aku tidak akan menyulitkanmu.” Ujar Yongri menenangkan Hyerim.

 

 

Dan seperti ucapan Siwon tadi pagi, Yongri dan Hyerim masih berada di kelas mereka yang sudah tidak ada siapa-siapa lagi sejak bel pulang sekolah 5 menit yang lalu.

“Dimana laki-laki gila itu? Apa dia tidak tau kalau aku benci menunggu..” Ucap Yongri kesal. Ia menghentakkan kakinya berkali-kali untuk menghilangkan rasa kesalnya.

“Bagus sekali. Ternyata kalian mendengarkan ucapanku. Kajja!” Ucap Siwon tiba-tiba dan langsung menarik tangan Yongri keluar dari kelasnya. Namun sebelum benar-benar keluar, ia berbalik menatap Hyerim.

“Gomawoyo Hyerim-ssi.” Ucap Siwon tulus dan melanjutkan langkahnya bersama Yongri.

 

Siwon dan Yongri sampai di rumah Siwon setelah 20 menit perjalanan. Yongri mengikuti Siwon dari belakang menuju rumahnya lebih dalam. Beberapa pelayan yang lewat membungkuk hormat pada Siwon.

“Mana Myungsoo?” Tanya Siwon pada salah satu pelayan.

“Di halaman belakang, Tuan.” Siwon mengangguk dan berjalan ke arah taman belakang masih di ikuti Yongri di belakangnya. Myungsoo di sana. Sedang duduk di kursi kayu sembari menggoyangkan kedua kaki mungilnya.

“Myungsoo-ya..” Panggil Siwon. Myungsoo menoleh dan tersenyum sumringah. Myungsoo turun dari duduknya dan berlari menghampiri mereka. Siwon merentangkan tangannya siap menyambut Myungsoo dalam pelukannya. Namun hanya anginlah yang di peluk Siwon karena Myungsoo menjatuhkan dirinya di pelukan Yongri.

“Noona bogosipeo.” Ucap Myungsoo manja.

“Nado, Myungsoo-ya.” Balas Yongri.

“Ya!” Jerit Siwon, membuat Yongri melepaskan pelukan Myungsoo.

“Kau sudah memaafkanku kan?” Tanya Siwon pada Myungsoo.

“Memangnya kapan aku tidak memaafkanmu, hyung?” Siwon ingin sekali rasanya memberikan jitakan pada kepala Myungsoo. Namun di urungkannya karena ia sangat menyayangi adiknya dan tidak mau membuatnya kesakitan.

“Hyung kau bisa pergi, aku akan bermain bersama Yongri noona.” Ujar Myungsoo polos. Siwon membulatkan matanya. Apa Myungsoo benar-benar ingin menguasai Yongri sendirian? Myungsoo benar-benar ingin bersaing dengannya? Yang benar saja! Myungsoo bukanlah tandingannya. Siwon sangat iri, benar-benar iri dengan Myungsoo. Adiknya itu bisa dengan mudah menggandeng tangan Yongri dan memeluk bahkan mencium pipinya. Sedangkan dirinya? Bisa di pastikan ia akan mati jika melakukannya.

 

Akhirnya Siwon mengalah dan memilih masuk ke dalam rumah, kemudian menuju ruang baca. Siwon mengambil salah satu buku sastra yang belum selesai di bacanya. Ia duduk di sofa putih yang terdapat di sana. Niatnya hanya untuk membaca, namun Siwon malah tertidur hingga jam 8 malam. Siwon segera keluar dari ruang baca dan mencari keberadaan Myungsoo dan Yongri. Apa Yongri sudah pulang?

“Mana Myungsoo?” Tanya Siwon pada pelayan yang kebetulan lewat.

“Sepertinya di kamar, Tuan.”

“Dia sudah makan?” Pelayan itu mengangguk.

“Sendirian?”

“Tidak, Tuan. Tuan muda Myungsoo makan malam bersama nona Yongri.” Siwon mengangguk kemudian meninggalkan pelayan itu menuju kamar Myungsoo. Sesampainya di sana, Siwon mendapati Yongri dan Myungsoo sudah tidur di atas kasur Myungsoo. Myungsoo tidur di dalam pelukan Yongri. Siwon bersumpah jika Myungsoo adalah laki-laki yang memiliki umur sama dengannya, ia akan menghajar habis Myungsoo karena dengan seenaknya tidur di pelukan Yongri. Siwon mengeluarkan handphonenya dari saku celana dan menekan speed dial 5. Tidak lama menunggu orang yang di hubunginya menjawab sambungan itu.

“Seunghyun-ah..”

“Wae?”

“Yongri ada di rumahku.”

“Mwo?! Kenapa bisa?”

“Dia habis bermain bersama Myungsoo.”

“Yongri mengenal Myungsoo?”

“Ne.”

“Bagaimana bisa?”

“Ceritanya panjang. Sebaiknya sekarang kau perintahkan salah satu orang rumahmu untuk membawakan seragam sekolah Yongri untuk besok pagi ke rumahku.”

“Mwo?! Kenapa begitu?”

“Yongri sekarang sudah tidur bersama Myungsoo. Aku tidak tega membangunkannya.”

“Ck! Arra. Jaga adikku baik-baik.”

“Mm.” Siwon memutuskan sambungan teleponnya bersama Seunghyun. Siwon membetulkan letak selimut Myungsoo. Ia mengecup singkat kening adiknya itu. Kemudian Siwon berjalan perlahan ke sisi Yongri. Namja itu duduk di pinggir kasur dan sibuk memperhatikan wajah Yongri.

“Cantik.” Gumam Siwon.

“Kenapa kau selalu terlihat cantik di mataku, Yongri-ya?” Lanjutnya lagi. Siwon menyingkirkan rambut yang menutupi pipi merah Yongri. Di belainya dengan perlahan pipi itu agar tidak membangunkan Yongri. Setelah merasa puas, ia bangkit dan menundukkan wajahnya di hadapan wajah Yongri. Siwon mendaratkan bibirnya dengan sempurna di kening Yongri.

“Jaljayo.”

 

~~~

 

Yongri terbangun ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah 6 pagi. Yongri terlonjak kaget ketika menyadari di mana ia berada. Ia baru ingat jika dirinya tertidur bersama Myungsoo semalam. Yongri menepuk dahinya pelan karena kebodohannya.

“Bodoh!” Gumamnya. Myungsoo sudah tidak ada di kasurnya. Dan ini lebih memalukan lagi, karena Myungsoo bangun lebih dulu darinya. Pintu kamar terbuka dan menampilkan Myungsoo yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya.

“Noona sudah bangun?” Tanya Myungsoo sembari menghampiri Yongri.

“Kenapa tidak membangunkanku, huh?” Tanya Yongri sembari mengusap rambut Myungsoo.

“Hyung bilang sepertinya noona kelelahan, jadi biarkan noona tidur sebentar lagi. Begitu kata hyung.” Jawab Myungsoo polos.

“Mwo?! Siwon bilang begitu?” Yongri tampak tak percaya. Myungsoo mengangguk.

“Kenapa dia sok baik padaku?” Gumam Yongri.

“Sebaiknya noona sekarang mandi setelah itu kita sarapan bersama. Bukankah noona harus sekolah?” Yongri mengangguk.

“Tapi seragamku….”

“Ini seragammu.” Ucap Siwon tiba-tiba yang sudah masuk ke dalam kamar Myungsoo.

“Darimana kau mendapatkannya?”

“Haruskah kau tau? Cerewet! Ayo Myungsoo kita turun.” Ujar Siwon sembari menggandeng tangan Myungsoo menuju meja makan. Yongri hanya bisa mendengus kesal dan segera menuju kamar mandi di dalam kamar Myungsoo.

Siwon, Yongri dan Myungsoo sudah berada di meja makan. Myungsoo duduk bersebelahan dengan Yongri dan Siwon duduk di hadapan Myungsoo. Ketiganya sarapan dalam diam. Tidakkah mereka seperti sebuah keluarga kecil? Siwon dan Yongri sepasang suami istri dan Myungsoo anak mereka. Konyol memang.

“Aku sudah selesai. Aku pergi ke sekolah dulu.” Pamit Yongri pada dua namja itu.

“Kau naik apa ke sekolah?” Tanya Siwon cuek.

“Tentu saja bis. Apa lagi?”

“Myungsoo akan mendiamkanku lagi jika aku membiarkanmu pergi sendiri.” Jawab Siwon. Yongri segera mengalihkan pandangannya pada Myungsoo yang sedang menatapnya dengan tatapan lugu.

“Hyung benar, noona. Lebih baik noona berangkat bersama hyung saja.” Sial! Yongri merasa benar-benar kesal karena tidak pernah bisa menolak permintaan Myungsoo. Tanpa di sadari keduanya, Siwon tersenyum senang.

“Han ahjussi, ayo kita berangkat.” Pekik Myungsoo.

“Noona ayo menunduk.” Pinta Myungsoo. Yongri tau apa yang akan di lakukan Myungsoo. Makanya ia menuruti permintaan bocah itu.

 

Chu~

 

“Sampai jumpa lagi noona. Noona harus sering-sering kemari, arra?” Yongri mengangguk dan tersenyum.

“Hati-hati Myungsoo-ya.” Ucap Siwon dan Yongri bersamaan.

“Kau.. Cepatlah! Apa kau masih ingin berlama-lama di meja makan, huh?” Ucap Yongri kesal.

“Aku tidak ingin terlambat sampai di sekolah.”

“Ya! Bisakah tutup mulutmu yang cerewet itu?” Balas Siwon ketus. Yongri hanya mendengus. Siwon berjalan lebih dulu keluar rumah, diikuti Yongri di belakangnya. Tiba-tiba Siwon menghentikkan langkahnya.

“Wae?” Tanya Yongri datar.

“Bolehkah aku melakukan apa yang di lakukan Myungsoo?”

“Ne?!”

 

Chu~

 

Siwon segera berlari menuju mobilnya ketika berhasil mencium pipi kiri Yongri. Yongri yang tidak percaya membulatkan matanya dan segera mengusap kasar pipi yang dicium oleh Siwon, seolah jijik.

“Ya brengsek!!” Umpat Yongri. Siwon hanya tertawa puas di dalam mobil.

“Cepatlah nanti terlambat.” Jerit Siwon. Tapi Yongri tidak bisa berbohong jika tiba-tiba ada perasaan hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya akibat perlakuan Siwon tadi.

 

 

Semua siswi memandang kesal ke arah Yongri ketika melihat yeoja itu keluar dari audy putih Siwon. Hyomoon yang notabene sangat menyukai Siwon segera menghampiri Siwon yang kebetulan juga baru turun dari mobil.

“Oppa, kenapa wanita itu berangkat bersamamu?” Tanya Hyomoon sembari menggandeng tangan Siwon. Yongri tidak peduli dan segera berjalan menuju kelasnya.

“Memangnya tidak boleh?” Tanya Siwon balik sembari berusaha melepaskan tangan Hyomoon dari lengannya.

“Tentu saja oppa. Gadis pendek itu tidak pantas naik mobilmu.” Siwon menghentikan langkahnya dan menatap tajam Siwon.

“Apa maksudmu Hyomoon-ssi?”

“Ah itu…”

“Jaga ucapanmu itu. Jika sekali lagi kau menghinanya, aku yang akan membungkam mulutmu itu dengan caraku sendiri.” Ancam Siwon. Hyomoon membeku mendengar ancaman Siwon. Sepertinya Hyomoon merupakan satu-satunya yeoja yang pernah di kasari oleh Seunghyun dan Siwon. Karena selama ini, kedua namja tampan itu selalu bersikap lembut pada semua yeoja.

 

~~~

 

‘Tok..tok..tok..’

 

“Masuk.” Ucap Yongri dari dalam kamarnya.

“Nona, ada telepon untuk Anda.”

“Dari siapa ahjumma?”

“Katanya teman Anda.”

“Hyerim?”

“Namja, nona.” Yongri memiringkan kepalanya seolah berpikir. Jung ahjumma memberikan telepon yang sudah di bawanya itu pada Yongri.

“Gomawo ahjumma.”

“Yoboseo.” Sapa Yongri.

“Yoboseo.”

“Nuguya?”

“Kau melupakanku, huh?”

“Maaf tapi teman namjaku bukan hanya kau saja. Jadi aku tidak mengingat semua suara teman-temanku itu.” Ucap Yongri polos.

“Riri-ya, kau tega sekali.” Tubuh Yongri menengang. Riri? Hanya ada 1 orang yang memanggilnya seperti itu. Dan itu….

“Kyuhyun oppa?”

“Ah akhirnya kau ingat juga.”

“Kyaaa!! Ini benar-benar kau oppa?”

“Ne, kau pikir siapa, huh?”

“Ya ampun oppa! Ku pikir kau melupakanku.”

“Kau yang melupakanku, bodoh!” Yongri mengerucutkan bibirnya kesal.

“Kapan kau pulang oppa? Apa kau sangat betah di New York?”

“Kau benar-benar menginginkanku pulang?”

“Tentu saja!”

“Sekarang cepat kau turun dan buka pintu rumahmu.”

“Untuk apa?”

“Palli, lakukan!” Biarpun bingung, Yongri segera beranjak dari kasurnya menuju lantai bawah. Ia membuka pintu rumahnya dan seketika itu juga matanya membulat dan mulutnya menganga. Seorang namja yang sangat di rindukannya berdiri di hadapannya dengan kaos berwarna putih yang di padukan jaket kulit berwarna coklat. Dan celana jeans hitam. Yongri menutup mulut dengan tangannya seolah tak percaya. Seseorang yang barusan berbicara di telepon dengannya berada di hadapannya. Tidak sampai 1 meter. Namja itu tersenyum dan merentangkan kedua tangannya bersiap menyambut pelukan selamat datang dari Yongri. Yongri benar-benar tidak dapat menyembunyikan rasa rindunya, matanya berkaca-kaca dan ia segera memeluk namja di hadapannya itu.

“Cho Kyuhyun….aku sangat merindukanmu.” Ucap Yongri lirih. Kyuhyun tersenyum dan mengusap kepala Yongri.

“Dasar tidak sopan! Aku juga merindukanmu, Riri-ya.” Yongri melepaskan pelukannya dan menyeka airmatanya.

“Kenapa tidak memberitahuku jika akan pulang?” Tanya Yongri.

“Kejutan..” Jawab Kyuhyun.

“Kau berhasil. Ayo masuk.” Yongri menarik tangan Kyuhyun masuk ke dalam rumahnya.

“Seunghyun oppa…. Oppa…” Teriak Yongri dari arah ruang keluarga.

“Wae? Wae? Wae? Kenapa harus berteriak-teriak, huh?” Tanya Seunghyun malas sembari menuruni tangga.

“Oppa lihat siapa yang datang?” Ucap Yongri riang. Seunghyun menajamkan penglihatannya. Tak jauh berbeda dari Yongri, ia pun tak percaya dengan kehadiran Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah..” Ucap Seunghyun.

“Hyung!!” Keduanya berpelukan erat dan tertawa bersama.

“Aigoo, aku sudah besar rupanya.” Ucap Seunghyun tak percaya. Kyuhyun melepaskan pelukan Seunghyun.

“Tentu saja hyung. Tampan bukan?” Ucap Kyuhyun percaya diri. Seunghyun dan Yongri sama-sama mendengus kesal.

“Kalian duduklah dulu, aku akan siapkan minum.” Ujar Yongri.

Yongri kembali dengan 3 gelas jus jeruk dan 1 toples biskuit yang di ambilnya dari dapur. Kemudian Yongri ikut bergabung bersama Seunghyun dan juga Kyuhyun.

“Jadi apa yang membuatmu pulang dari New York?” Tanya Seunghyun.

“Appa akan fokus dengan pekerjaannya di Seoul, hyung. Makanya kami pindah kemari lagi.” Jawab Kyuhyun.

“Cho aboeji dan eommonim juga pulang bersamamu?” Tanya Yongri senang. Kyuhyun mengangguk.

“Kyaa!! Aku sangat merindukan mereka.”

“Mampirlah nanti, mereka juga merindukan kalian.”

“Tentu saja!” Ujar Seunghyun dan Yongri bersamaan.

“Berarti kau akan melajutkan SMAmu di sini?” Tanya Seunghyun sembari meminum jus jeruknya.

“Ne, hyung. Dan sepertinya aku akan melanjutkannya di sekolah kalian. Paran High School.” Lagi-lagi Yongri terlonjak senang. Kyuhyun merupakan sahabat kecil Yongri dan juga Seunghyun. Mereka bertiga tumbuh bersama karena dulu rumah mereka bersebelahan. Tetapi karena kepindahan keluarga Cho 5 tahun yang lalu ke New York, maka rumah itu di jual. Dan mereka sekarang tinggal di Gangnam. Dan tanpa Kyuhyun dan Seunghyun ketahui, Yongri menaruh rasa suka pada Kyuhyun dari SD hingga sekarang. Cinta pertamanya. Yongri menyimpan rapat-rapat perasaan itu hingga hanya dia yang tau. Dan dengan kembalinya Kyuhyun ke Korea, bisa di pastikan membuat Yongri sangat senang. Dan ia berharap hubungannya dengan Kyuhyun benar-benar jelas setelah ini. Bukan sekedar sahabat, tetapi sepasang kekasih.

 

~~~

 

Pagi itu Yongri pergi ke sekolah bersama Kyuhyun. Tentu saja Yongri akan lebih memilih pergi bersama Kyuhyun daripada bersama Seunghyun oppanya sendiri. Kyuhyun merupakan murid baru di sekolahnya, dan tentu saja belum ada yang mengenalnya. Bisa dipastikan ia tidak akan di beri tatapan tajam oleh siswi-siswi centil di sekolahnya itu. Umur Kyuhyun dan Yongri terpaut 1 tahun. Sehingga sekarang Kyuhyun bersekolah di tingkat kedua. Audy hitam milik Kyuhyun berhenti tepat di tempat parkir.

“Temani aku menuju kelasku, ne? Aku tidak tau seluk beluk sekolah ini.” Pinta Kyuhyun.

“Tenang saja, tuan Cho. Kajja!” Yongri keluar lebih dulu dari mobil Kyuhyun dan di susul oleh si pemilik mobil setelahnya. Dan di luar dugaan, ternyata Kyuhyun langsung menarik perhatian siswi-siswi di sana yang kebetulan berada di dekat namja itu. Yongri hanya dapat menghela nafas putus asa. Kenapa setiap namja yang berada di dekatnya memiliki pesona yang berlebihan? Menyebalkan!

“Ini kelasmu.” Ujar Yongri ketika mereka sampai di kelas 2-II.

“Kau tidak membohongiku kan?” Canda Kyuhyun.

“Menyebalkan! Aku mau ke kelas dulu.” Pamit Yongri.

“Arra! Nanti istirahat kau harus menemaiku ke kantin.” Yongri tak menjawab dan hanya mengacungkan jempolnya pertanda setuju.

Selama jam pelajaran, Yongri tidak henti-hentinya tersenyum seperti orang gila. Ia masih tidak percaya Kyuhyun sekarang berada di dekatnya. Berada dalam jangkauannya.

“Yongri-ya, apa kau gila?” Tanya Hyerim dengan berbisik. Mengingat sekarang adalah pelajaran matematika dengan guru yang cukup di takuti.

“Enak saja! Aku sedang senang.” Jawabnya tak kalah berbisik namun tetap ada nada riang di sana.

“Jinjja? Memangnya ada apa? Kau pacaran dengan Siwon sunbae?” Tanya Hyerim lagi. Seketika Yongri segera melototinya.

“Jangan asal bicara! Teman kecilku baru datang dari New York. Dan dia ada di sekolah ini. Nanti saat istirahat akan ku kenalkan.” Ucap Hyerim.

“Ne. Ne. Terserah kau saja.” Kata Hyerim sembari kembali memfokuskan pandangannya ke papan tulis.

 

Bel istirahat berbunyi. Membuat seluruh siswa dan siswi yang berada di kelas segera berhambur keluar untuk mengisi perut mereka yang kosong. Begitupula dengan Yongri dan Hyerim yang sudah keluar dari kelas mereka.

“Kita mau kemana? Bukankah kantin di sana?” Tanya Hyerim.

“Teman kecilku itu belum mengetahui seluk beluk Paran High School. Jadi aku harus menjemputnya di kelas untuk ke kantin.” Hyerim hanya mengangguk dan mengikuti langkah Yongri. Sesampainya di depan kelas Kyuhyun, Yongri segera mengedarkan pandangannya mencari Kyuhyun.

“Oppa!” Panggil Yongri ketika melihat Kyuhyun sedang mengobrol dengan teman barunya. Kyuhyun menoleh dan tersenyum. Ia segera berdiri dan menghampiri Yongri.

“Lama sekali. Aku sudah lapar.” Keluh Kyuhyun manja.

“Mian. Oh ya oppa, kenalkan ini Hyerim temanku. Dan Hyerim-ah, ini teman kecilku itu.” Ujar Yongri.

“Song Hyerim imnida.” Ucap Hyerim memperkenalkan diri. Kyuhyun tampak terpaku dengan sosok Hyerim. Gadis berwajah lugu yang baru kali ini di temuinya. Di New York mana ada gadis seperti ini.

“Cho Kyuhyun imnida.” Ucap Kyuhyun setelah berhasil menguasai pikirannya.

“Cantik.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar.

“Kajja kita ke kantin.” Ajak Yongri. Hyerim dan Kyuhyun mengangguk. Mereka bertiga berjalan bersama menuju kantin. Sesampainya di kantin, mereka memesan makan serta minuman. Mereka makan dengan sesekali diiringi obrolan ringan. Kyuhyun yang saat itu duduk di hadapan Hyerim, beberapa kali mencuri pandang pada gadis berkacamata itu. Hyerim melihatnya, dan ia mencoba menghindari tatapan Kyuhyun itu. Entahlah, perasaannya sekarang campur aduk. Yang pasti gugup mendominasi. Kyuhyun terus melontarkan candaan membuat Yongri dan Hyerim mau tidak mau harus tertawa terbahak. Dari kejauhan, Siwon memperhatikan mereka. Hati Siwon berkecamuk melihat Yongri yang terus tertawa di sisi Kyuhyun. Apa Yongri sebegitu bahagianya berada di dekat namja yang tidak di kenalnya itu? Dengan malas dan kesal Siwon segera meninggalkan tempat ia berdiri sekarang. Sebelum emosi menguasainya dan ia akan berbuat nekat dengan menarik paksa Yongri menjauhi namja itu.

Siwon menghampiri Seunghyun yang sedang berada di kelas. Dengan masih sedikit emosi, Siwon mendudukkan dirinya kemudian menghela nafas kasar.

“Seunghyun-ah..”

“Wae?”

“Apa kau kenal dengan namja yang bersama Yongri?”

“Eh? Nugu?”

“Entahlah. Karena aku tidak tau makanya aku bertanya. Mereka terlihat akrab.” Ucap Siwon cuek bercampur kesal.

“Oh mungkin itu Kyuhyun.”

“Kyuhyun? Nuguya?”

“Dia teman kecilku dan juga Yongri.”

“Apa dia benar-benar dekat dengan Yongri?”

“Tentu saja. Kami tumbuh bersama dari kecil. Tetapi 5 tahun yang lalu Kyuhyun pindah ke New York dan beberapa hari yang lalu kembali ke Korea. Kemudian ia memutuskan untuk bersekolah disini.” Jelas Seunghyun panjang lebar. Siwon tidak berkomentar. Membuat Seunghyun heran dan segera menatap sahabatnya itu.

“Wae?” Tanya Seunghyun.

“Eoh? Eobseo.”

“Geotjimal. Kau cemburu?” Goda Seunghyun.

“Michesseo? Sudahlah lebih baik aku bermain basket.” Ucap Siwon kemudian keluar dari kelas sebelum Seunghyun membaca sikap gugupnya.

“Kyuhyun.. Tidak akan kubiarkan kau mengambil Yongriku.” Gumam Siwon dengan senyum khasnya.

 

~~~

 

Sejak perkenalan Kyuhyun dan Hyerim saat itu, diam-diam Kyuhyun mulai mencari informasi mengenai Hyerim. Entah mengapa ia sangat tertarik dengan yeoja berkacamata itu. Hyerim menarik sebagian perhatian Kyuhyun. Pagi itu Kyuhyun sengaja berangkat sekolah sedikit pagi, dan tidak menjemput Yongri. Menurut info yang di dapatnya, Hyerim termasuk siswi yang sering datang pagi ke sekolah. Benar-benar murid teladan. Sesampainya di Paran High School, Kyuhyun segera memarkirkan mobilnya. Pagi itu sekolah masih lumayan sepi. Mungkin hanya beberapa siswa dan siswi saja yang sudah datang. Sedikit berlari, Kyuhyun mendatangi kelas Yongri yang merupakan kelas Hyerim juga. Entah mengapa Kyuhyun merasa gugup. Sebelum memasuki kelas itu, ia mencoba mengatur nafasnya agar tidak kentara sekali bahwa dirinya gugup. Dan gothca! Hyerim ada di sana. Yeoja itu sedang membaca buku yang entahlah apa itu, Kyuhyun tidak tau. Sekali lagi Kyuhyun menghela nafas dan berjalan perlahan menghampiri Hyerim. Di kelas itu baru terdapat 5 orang.

“Annyeong.” Sapa Kyuhyun. Hyerim sempat tersentak mendengar suara Kyuhyun.

“Eoh? Kyuhyun-ssi? Sedang apa disini? Yongri belum datang.” Ucap Hyerim yang tiba-tiba merasakan jantungnya berdegup beberapa kali lebih cepat.

“Ehh itu…aku tidak ingin bertemu Yongri.” Ujar Kyuhyun sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

“Lalu? Untuk apa Kyuhyun-ssi kemari?” Tanya Yongri lagi.

“Ah tidak perlu seformal itu denganku. Panggil Kyuhyun saja. Atau kau bisa memanggilku oppa seperti Yongri.”

“Ba-baiklah….op-oppa.” Ucap Hyerim kaku.

“Boleh aku duduk sini?” Tanya Kyuhyun sembari menunjuk kursi di sebelah Hyerim. Hyerim mengangguk.

“Kau sedang baca apa?”

“Eoh ini, ini novel.” Jawab Hyerim. Kyuhyun hanya ber-oh- ria.

“Eum Hyerim-ssi, pulang sekolah kau ada acara?” Tanya Kyuhyun sembari menatap Hyerim. Ah dia benar-benar terpesona pada gadis ini.

“Ani, wae?”

“Bagaimana jika kita makan siang bersama? Di cafe?” Tawar Kyuhyun.

“Boleh. Nanti aku akan beritahu Yongri juga.”

“Andwae!” Sambar Kyuhyun cepat.

“Eh? Kenapa?” Tanya Yongri bingung.

“Itu…aku…pokoknya hari ini kita makan berdua saja. Kapan-kapan baru bersama Yongri. Arra?” Entah mengapa ucapan Kyuhyun kali ini sedikit memaksa. Membuat Hyerim mau tak mau mengangguk.

“Nanti pulang sekolah tunggu aku di parkiran.” Pesan Kyuhyun sebelum keluar dari kelas itu.

 

Semakin lama, semakin banyak siswa dan siswi yang berdatangan. Membuat seluruh sudut Paran High School menjadi bising. Yongri berjalan dengan kesal pagi itu, karena Kyuhyun meninggalkannya berangkat sendiri. Sebenarnya tidak sendiri karena nyatanya ia berangkat bersama Seunghyun. Yongri segera menuju kelasnya dan duduk di kursi yang biasa di tempatinya. Di sebelahnya Hyerim masih betah dengan membaca novelnya.

“Hyerim-ah..” Panggil Yongri.

“Hmm?” Balas Hyerim.

“Nanti pulang sekolah temani aku ke toko buku ya? Ada yang harus aku beli.” Pinta Yongri.

“Eh? Pulang sekolah?” Yongri mengangguk.

“Ah mianhae Yongri-ya, aku tidak bisa.”

“Wae?”

“Mm…itu..aku..aku harus menemani eomma ke supermarket. Ya ke supermarket.” Jawab Hyerim gelagapan. Yongri memicingkan matanya menatap Hyerim.

“Jinjja? Kau tak berbohong denganku kan?”

“Aniya. Tentu saja tidak.” Hyerim memberikan cengiran khasnya hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya.

“Ah menyebalkan sekali.” Keluh Yongri.

“Aku tau! Minta temani Kyuhyun oppa saja.” Ujar Yongri yang berhasil membuat Hyerim tersedak.

“Eh? Kau kenapa Hyerim-ah?”

“Tidak-tidak. Gwenchana.” Yongri hanya mengangguk. Selama jam pelajaran, Hyerim tidak bisa berkonsentrasi. Ia terus memikirkan bagaimana nanti sepulang sekolah. Dia sudah berbohong pada Yongri. Bagaimana jika nanti Kyuhyun mengatakan akan makan siang bersamanya? Hyerim memukul kepalanya berkali-kali. Seharusnya ia tidak berbohong. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Hyerim hanya bisa berharap semua baik-baik saja.

 

Maka setelah bel pulang sekolah berbunyi, Yongri bergegas membereskan semua buku dan alat tulisnya.

“Aku duluan Hyerim-ah.” Pamit Yongri.

“Ah ne.” Balas Hyerim. Sungguh saat ini jantung Hyerim serasa ingin keluar dari tempatnya. Ia sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Yongri segera menghampiri kelas Kyuhyun yang berada di lantai 2. Setelah sampai ia mengedarkan pandangannya mencari Kyuhyun.

“Oppa! Kyuhyun oppa!” Panggilnya. Kyuhyun yang baru selesai membereskan barang-barangnya segera menghampiri Yongri.

“Wae?”

“Temani aku ke toko buku.” Pinta Yongri manja.

“Sekarang?” Yongri mengangguk.

“Ah mianhae Yongri-ya. Aku sudah ada janji.” Ucap Kyuhyun.

“Janji? Dengan siapa? Memang kau sudah ada teman dekat disini?” Tanya Yongri curiga.

“Ne tentu saja!” Jawab Kyuhyun langsung sebelum Yongri semakin mencurigainya.

“Sudah ya. Kapan-kapan akan kutemani. Aku pergi dulu.” Kyuhyun mengacak sekilas rambut Yongri dan segera menuju parkiran. Yongri yang sedari awal sudah kesal dengan Kyuhyun menjadi semakin kesal. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya dan segera berjalan keluar sekolah untuk pulang ke rumah. Moodnya untuk ke toko buku meluap sudah entah kemana.

 

 

Kyuhyun dan Hyerim sudah sampai di cafe yang di rekomendasikan oleh Hyerim. Mereka memilih tempat duduk kemudian memesan makanan. Setelah memesan makanan, keduanya terlibat dalam kesunyian. Kyuhyun yang biasanya banyak bicara sekarang entah mengapa mendadak jadi pendiam. Dan Hyerim yang memang notabene tidak banyak bicara hanya menikmati saja suasana seperti ini.

“Kau…kau berapa lama berteman dengan Yongri?” Tanya Kyuhyun mencoba mencairkan suasana.

“Mm.. Sejak SMP.” Jawab Hyerim.

“Kau sendiri?” Tanya Hyerim balik. Sebenarnya ia sudah tau jika Yongri dan Kyuhyun teman dari kecil. Namun sekedar basa basi tak apalah.

“Aku sejak kecil sudah berteman dengannya.” Jawab Kyuhyun. Setelah itu mereka kembali diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.

‘Ah sial! Kenapa aku kehabisan kata-kata seperti ini?’ Umpat Kyuhyun dalam hati.

“Bagaimana hidup di New York?” Kali ini Hyerim mencoba bersuara terlebih dahulu.

“Bebas. Kehidupan di sana sangat bebas. Seperti tidak ada norma sama sekali. Dan aku rasa orang-orang di sana juga tidak mempunyai norma.” Ujar Kyuhyun.

“Jinjja?” Kyuhyun mengangguk.

“Berarti kau juga tidak punya norma?” Canda Hyerim.

“Ya! Tentu saja aku punya. Kau tau sendiri aku di besarkan di Korea.” Dengus Kyuhyun. Hyerim hanya tersenyum kecil melihat raut wajah Kyuhyun.

“Kau bisa tersenyum juga?” Ceplos Kyuhyun.

“Ne?!”

“Ku pikir kau tidak bisa tersenyum.” Gurau Kyuhyun.

“Teruslah tersenyum. Kau akan semakin cantik jika tersenyum.” Ucap Kyuhyun jujur. Hyerim menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang ia yakini sudah memerah. Lagi, ia merasakan semakin gugup berada di dekat Kyuhyun. Akhirnya saat makan siang itu mereka habiskan dengan obrolan-obrolan ringan sekedar mengakrabkan diri. Setelahnya, mereka langsung pulang dan tak lupa Kyuhyun mengantarkan Hyerim sampai di rumah.

 

~~~

 

“Ya pemalas!! Ayo bangun!!” Kyuhyun menarik paksa selimut Yongri yang masih menutupi tubuh mungilnya itu. Hari ini hari Minggu, dan sudah menjadi rahasia umum jika Yongri paling malas bangun jika hari libur.

“Riri-ya!! Ireona, palli!!” Teriak Kyuhyun sembari menggoyang-goyangkan kasur Yongri.

“Aish jinjja! Jangan ganggu aku!” Pekik Yongri masih dengan mata terpejam.

“Kau ini gadis macam apa, huh? Ini sudah siang dan kau masih bau begini! Cepat bangun!!” Pekik Kyuhyun tak mau kalah.

“Itu urusanku! Kau pergilah dari kamarku!!”

“Oh kau mengusirku? Baiklah aku pergi. Dan jangan harap aku akan datang kemari lagi.” Ancam Kyuhyun yang sudah berpura-pura akan keluar dari kamar Yongri. Sontak Yongri segera bangun dan membuka kedua matanya.

“Tega sekali. Aku kan hanya bercanda.” Ucap Yongri dengan mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun hanya terkekeh pelan karena berhasil mengerjai Yongri.

“Cepatlah bangun.” Ucap Kyuhyun sembari duduk di tepi kasur.

“Untuk apa? Hari ini hari minggu dan aku tidak akan kemana-mana.” Ujar Yongri.

“Temani aku jalan-jalan! Aku bosan di rumah.” Pinta Kyuhyun.

“Oppa mau mengajakku jalan-jalan?” Tanya Yongri senang. Kyuhyun mengangguk.

“Makanya sekarang ayo mandi. Aku tunggu di bawah.” Ujar Kyuhyun yang di balas dengan acungan kedua jempol Yongri.

Yongri segera turun ke lantai 1 ketika selesai mandi dan bersiap diri. Dilihatnya Kyuhyun dan Seunghyun sedang menonton TV bersama.

“Kajja!” Ujar Yongri. Kyuhyun segera menoleh kemudian mengangguk.

“Hyung kau mau ikut?” Kyuhyun menawarkan.

‘Jangan oppa.. Jangan..’ Batin Yongri.

“Aniyo. Aku sedang malas. Kalian berdua sajalah.” Tolak Seunghyun. Yongri mendesah lega.

“Baiklah. Ayo!” Yongri dan Kyuhyun berjalan bersama menuju audy hitam Kyuhyun.

“Kita mau ke mana, oppa?” Tanya Yongri ketika 10 menit perjalanan.

“Taman kota bagaimana?” Yongri tampak berpikir kemudian mengangguk.

“Sepertinya tidak buruk.” Ujarnya.

 

Mereka mengelilingi taman kota dengan mengobrol dan sesekali bercanda. Bahkan mereka ikut bergabung dengan beberapa anak laki-laki yang sedang bermain bola. Beberapa kali Yongri memukul Kyuhyun karena laki-laki itu terus menggodanya. Sedangkan yang di pukul terus mengeluarkan tawa lepasnya. Mereka seperti kembali mengulang ketika masa-masa kecil saat masih bersama.

Setelah puas, Yongri dan Kyuhyun duduk di salah satu kursi kayu yang ada di taman itu. Yongri sibuk dengan es krim vanilla nya sedangkan Kyuhyun sibuk dengan pandangannya yang menyebar ke seluruh pusat taman.

“Apa kau senang pulang ke Korea?” Tanya Yongri tanpa mengalihkan pandangannya dari es krim.

“Mm.. Sangat senang. Hahhh.. Aku benar-benar rindu suasana ini.” Ucap Kyuhyun senang. Yongri tersenyum dan mengangguk.

“Lalu…di New York kau memiliki kekasih?” Tanya Yongri iseng.

“Aniya. Aku tidak suka perempuan-perempuan di sana. Aku suka perempuan Korea.” Yongri yang mendengar itu mendadak menjadi bertambah senang.

“Jinjjayeo?” Tanya Yongri memastikan.

“Ne. Dan sepertinya aku sudah menemukan orang itu. Aku baru menyadarinya jika dia bukan perempuan biasa.” Ujar Kyuhyun yang berhasil membuat pipi Yongri bersemu merah. Yongri tidak memberikan komentar apapun, karena ia sibuk menata jantungnya yang tiba-tiba berdetak di luar normal. Kyuhyun menolehkan kepalanya menatap Yongri dan mengacak rambutnya.

“Cepat habiskan es mu, setelah itu kita pulang.”

 

~~~

 

Myungsoo memasukki kamar Siwon dengan langkah lemas. Ia melihat hyungnya itu masih tertidur pulas di bawah balutan selimut. Dengan susah payah Myungsoo menaikki kasur Siwon dan mengguncang pelan tubuh itu.

“Hyung..” Panggilnya lirih. Siwon tak memberi respon apapun.

“Siwon hyung..” Panggilnya lagi. Siwon menggeliatkan badannya kemudian dengan susah payah membuka matanya. Ia menyipitkan matanya ketika melihat sosok Myungsoo di kamarnya.

“Wae?” Tanya Siwon. Myungsoo tidak menjawab dan malah menatap Siwon dengan tatapan yang sulit di artikan. Siwon bangun dari tidurnya dan memerhatikan Myungsoo. Ia bisa melihat jelas wajah adiknya itu tampak pucat.

“Myungsoo, kau kenapa? Kau sakit?” Tanya Siwon khawatir.

“Hyung…” Myungsoo mendekatkan dirinya pada Siwon dan melingkarkan tangannya di leher Siwon. Myungsoo mendekap erat tubuh Siwon. Menyandarkan kepalanya pada bahu Siwon. Siwon dapat merasakan suhu tubuh Myungsoo yang panas.

“Myungsoo kau sakit.” Ujar Siwon sembari balas memeluk Myungsoo.

“Hyung…kepalaku sakit sekali.” Ucap Myungsoo pelan. Siwon melepaskan pelukan Myungsoo dan menatap adiknya itu.

“Kita ke dokter sekarang. Badanmu panas sekali Myungsoo-ya.” Ujar Siwon. Myungsoo menggeleng.

“Aku tidak mau hyung. Aku takut. Kumohon aku ingin di rumah saja.” Pinta Myungsoo memelas. Siwon benar-benar tidak tega melihat wajah pucat serta memohon dari adiknya itu.

“Arraseo. Kau berbaringlah. Aku akan mengompresmu dan mengambilkan obat. Jangan kemana-mana.” Pesan Siwon dan di jawab anggukkan dari Myungsoo.

Siwon kembali ke kamarnya dengan baskom kecil berisi air dan handuk kecil, serta kotak obat. Ia duduk di tepi kasur dan melihat Myungsoo yang memejamkan mata. Wajah Myungsoo benar-benar pucat. Ia sangat khawatir dengan Myungsoo. Namun ia sangat tau sifat adiknya itu yang sangat takut dengan hal-hal berbau rumah sakit.

“Myungsoo, ayo minum obat dulu.” Myungsoo membuka matanya. Siwon membantunya meminum obat. Setelah itu Siwon segera meletakkan handuk kecil yang sudah basah itu ke dahi Myungsoo.

“Tidurlah. Hyung akan temani kau di sini.”

“Aniya, hyung. Hyung harus sekolah. Nan gwenchana.” Ujar Myungsoo.

“Shireo! Wajahmu sangat pucat. Aku takut meninggalkanmu sendirian.” Myungsoo memaksakan senyumnya.

“Hyung di bawah sana banyak pelayan. Kau tenanglah. Setelah pulang sekolah kau bisa menjagaku lagi.” Siwon ingin membantah tapi perkataan Myungsoo ada benarnya.

“Baiklah. Sekarang kau tidur dan aku akan bersiap-siap untuk sekolah.” Myungsoo mengangguk. Siwon berdiri dari duduknya dan siap keluar kamar sebelum Myungsoo memanggilnya.

“Pulang sekolah nanti, bawa Yongri noona kemari.” Pintanya. Tanpa penolakkan sedikitpun, Siwon mengangguk.

 

 

Sepulang sekolah, Siwon segera keluar dari kelasnya dan menuju kelas Yongri. Ketika istirahat tadi, ia tidak sempat mendatangi Yongri untuk mengatakan agar pulang bersamanya. Dan sekarang ia hanya bisa berharap agar gadis mungil itu masih berada di sana dan belum pulang. Dan sepertinya Tuhan memang baik padanya, karena mengabulkan permohonan kecil itu. Siwon segera mendekati Yongri dan menggenggam tangannya.

“Ikut aku.” Ucap Siwon. Yongri berusaha melepaskan genggaman tangan Siwon.

“Aku tidak mau. Lepaskan aku!!” Pekik Yongri.

“Kumohon sekali ini saja ikutlah denganku.”

“Kenapa aku harus ikut denganmu?” Tanya Yongri ketus. Siwon menghela nafas sebentar sebelum menjawab pertanyaan Yongri.

“Myungsoo sakit. Dan ia ingin bertemu denganmu.” Yongri berhenti berontak dan menatap Siwon dengan intens.

“Jangan selalu menjadikan Myungsoo alasan.” Desis Yongri. Siwon melepaskan genggamannya pada tangan Yongri.

“Baiklah. Terserah kau mau percaya atau tidak. Jika kau tidak ingin ikut bersamaku. Aku tidak akan memaksa.” Ujar Siwon. Yongri dapat melihat jelas raut kekecewaan dari wajah tampan itu. Siwon membalikkan badannya dan berjalan gontai keluar dari kelas Yongri.

“Tunggu!” Pekik Yongri yang berhasil menghentikkan langkah Siwon.

“Aku ikut.”

 

 

Siwon segera memasukki rumahnya ketika sampai. Ia berjalan sedikit tergesa karena masih sangat khawatir dengan adik satu-satunya itu.

“Myungsoo sudah bangun?” Tanya Siwon pada pelayan.

“Belum, Tuan. Kami sudah menyiapkan makan siang untuknya.”

“Kau masak apa untuknya?” Pelayan itu mengeryitkan dahinya bingung.

“Masak seperti biasa Tuan.”

“Kau mau memberinya nasi?” Dan dengan polosnya pelayan itu mengangguk.

“Apa kau gila, huh? Dia itu sedang sakit! Otakmu di mana?” Ujar Siwon dengan marah. Yongri yang melihatnya hanya bisa melongo. Ia baru menyadari jika namja ini sangat menyayangi adiknya.

“Masakkan dia bubur.” Perintah Siwon. Pelayan itu ketakutan dan menundukkan kepalanya kemudian mengangguk.

“Ah tunggu.” Ujar Yongri.

“Biar aku saja yang membuatkan Myungsoo bubur.” Lanjutnya.

“Mwo?! Kau bisa memasak?” Tanya Siwon. Yongri mendengus.

“Tentu saja. Kau temanilah Myungsoo. Aku akan membawa buburnya ke atas.” Siwon yang masih bingung hanya mengangguk.

“Oh ya, Myungsoo ada di kamarku, bukan dikamarnya. Kamarku berada tepat di depan kamar Myungsoo.” Ujar Siwon yang segera berlalu meninggalkan Yongri.

“Akhh!!” Jerit Yongri tertahan ketika tidak sengaja terkena air panas.

“Ah gila!! Ini panas sekali.” Keluhnya.

“Nona kau baik-baik saja? Omo! Tanganmu, Nona!!” Ujar pelayan di sana.

“Gwenchana. Bisa tolong aduk ini sebentar? Setelah itu pindahkan ke  mangkuk.” Pelayan itu mengangguk. Yongri mundur ke belakang dan sibuk meniupi tangannya yang memerah. Setelah semua siap, Yongri segera membawa semangkuk bubur serta segelas air panas yang sudah lumayan dingin naik ke atas. Yongri masuk ke kamar Siwon dan dilihatnya dua kakak adik itu sedang mengobrol ringan.

“Noona!” Pekik Myungsoo senang. Yongri tersenyum kemudian mendekati Myungsoo. Siwon yang tadinya duduk di pinggir kasur segera bergeser ke sisi kasur sebelahnya, agar Yongri dapat duduk di dekat Myungsoo. Yongri meletakkan bawaannya pada meja nakas di samping tempat tidur.

“Aigoo Myungsoo-ya, wajahmu pucat sekali.” Ujar Yongri sembari membelai pipi Myungsoo. Siwon yang melihatnya hanya tersenyum.

“Sudah baikkan?” Tanya Yongri.

“Ne noona. Noona bolehkan aku memelukmu sekali saja?” Pinta Myungsoo. Tanpa berpikir dua kali Yongri segera mengangguk. Myungsoo tersenyum senang dan segera mendekap Yongri.

“Aku sangat merindukan eomma.” Lirih Myungsoo, membuat Yongri sedikit terkejut. Yongri menatap Siwon yang sudah menundukkan kepalanya. Sepertinya Siwon mendengar apa yang di ucapkan Myungsoo. Sejujurnya Yongri tidak tau apa-apa, tetapi sedikit-sedikit ia mengerti apa yang terjadi antara Siwon, Myungsoo serta orangtuanya. Yongri melepaskan pelukan Myungsoo. Dilihatnya bocah itu meneteskan airmata. Membuat Yongri yang melihatnya menjadi ikut sedih.

“Mengapa menangis, hmm? Apa Myungsoo mau noona pulang? Noona tidak mau melihat Myungsoo menangis. Anak laki-laki tidak boleh cengeng.” Myungsoo dengan cepat menyeka airmatanya.

“Aku tidak menangis, noona. Jadi kumohon jangan pulang.” Yongri mengecup kening Myungsoo.

“Arra. Sekarang kau makan, ya. Noona sudah buatkan bubur special untukmu.” Myungsoo mengangguk senang. Saat sedang asik menerima suapan dari Yongri, Myungsoo tidak sengaja melihat tangan Yongri yang sedikit melepuh.

“Omo noona tanganmu!” Ucap Myungsoo terkejut. Siwon yang mendengar itu ikut mengalihkan pandangannya.

“Tidak apa-apa. Ini hanya kecelakaan kecil.” Ujar Yongri menenangkan.

“Kecil apanya, huh? Tanganmu melepuh bodoh.” Ujar Siwon. Yongri hanya menggerutu kesal. Siwon segera keluar entah kemana dan Yongri kembali sibuk menyuapi Myungsoo. Tepat setelah suapan terakhir, Siwon kembali dengan membawa obat gosok untuk luka Yongri.

“Kemarikan tanganmu.” Ujar Siwon ketus.

“Aku bilang tidak apa-apa. Kau pikir aku yeoja lemah?” Balas Yongri kesal. Siwon yang tidak peduli menarik paksa tangan itu membuat Yongri meringis.

“Hyung pelan-pelan.” Myungsoo mengingatkan.

“Kau pasti tidak bisa memasak. Makanya seperti ini. Dasar bodoh!” Ejek Siwon.

“Ya!! Aku bisa memasak. Kau jangan sok tau.” Balas Yongri.

“Lalu kenapa tanganmu terluka seperti ini?”

“Sudah ku bilang ini kecelakaan.” Siwon hanya mencibir.

“Hyung.. Noona.. Kalian seperti sepasang kekasih.”

“YA!”

–To Be Continued–

Advertisements

56 thoughts on “Love or Not? – Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s