Love or Not? – Part 1

Love or Not? – Part 1

Author : Choineke

Judul : Love or Not?

Cast : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast : Song Hyerim (OC), Choi Seunghyun, Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC) .

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-17

Note : Happy reading!!!^^

Teruslah meneriakkan namaku. Teriakanmu bagai candu untukku. Jika sehari saja tidak mendengarkannya, aku tidak tau apa akan yang terjadi padaku. –Choi Siwon–

 

Author POV

“CHOI SIWON!!!!!!!” Pekik seorang gadis mungil yang berada di ujung koridor Paran High School. Siapa yang menjamin jika berbadan mungil akan memiliki suara yang mungil juga? Terbukti dari gadis berkuncir ekor kuda itu yang memiliki badan kecil tetapi suaranya mampu memekakkan seluruh siswa yang berlalu lalang di koridor itu. Namja yang di teriakkan namanya itu hanya mampu tersenyum geli mendengar teriakkan yang sudah menjadi makanan sehari-hari untuknya. Tak pernah sekalipun merasa takut mendengar teriakan gadis itu. Ia malah senang.

Dengan menghentakkan kedua kakinya, gadis itu berjalan mendekati namja yang sedang tersenyum geli itu. Gadis itu memandangnya garang ketika telah berada tepat di hadapan namja berperawakkan tampan itu.

“Wae? Rindu denganku?” Goda namja itu.

“In your dream, Tuan Choi!” Balas gadis itu sengit. Lagi-lagi Siwon tersenyum geli melihat tatapan garang yang di berikan gadis mungil itu. Alih-alih merasa takut, tatapan itu berkesan menggemaskan menurut Siwon.

“Lalu? Untuk apa mendatangiku dan meneriakkan namaku setiap hari? Apa kau tidak bosan?” Tanya Siwon dengan wajah polos.

“Bosan!” Sambar gadis itu.

“Makanya berhenti menganggu hidupku Choi Siwon!!” Jeritnya murka.

“Siapa? Siapa yang menganggumu, huhh?” Gadis itu benar-benar mengumpat kesal. Inilah salah satu kelemahannya. Ia tidak pernah bisa mendapatkan bukti jika semua kejahilan yang selama ini di alaminya adalah perbuatan namja itu. Belum lagi namja itu memiliki kesan yang sangat baik di depan semua guru. Jika ia melaporkan semua yang di alaminya secara mentah-mentah di hadapan mereka, siapa yang akan percaya?

“Kau yang menggantung baju olahragaku di tiang bendera, kan?” Tuduh gadis itu.

“Apa? Baju olahragamu ada di tiang bendera? Bagaimana bisa?” Lagi-lagi Siwon menunjukkan raut innocentnya.

“Neo!!” Gadis itu mengepalkan tangannya menahan emosi. Ia merasakan lengan baju seragamnya di tarik-tarik. Ia menolehkan kepalanya dan mendapatkan seorang yeoja berkacamata yang sedang menatapnya.

“Wae?” Tanya gadis mungil itu.

“Sudahlah, Yongri-ya. Tidak usah bertengkar terus. Apa kau tidak lelah?” Tanya gadis berkacamata itu. Siwon lagi-lagi hanya tersenyum melihat dua gadis itu. Gadis mungil yang di panggil Yongri itu mendesah kasar. Sejurus kemudian ia kembali memandang Siwon dengan tajam.

“Aku berjanji akan membuat image baikmu itu segera terhapus, Choi Siwon!”

“Ya! Sopanlah sedikit. Apa kau lupa aku ini sunbaemu?”

“Cih!” Cibir Yongri.

“Kau itu tidak pantas di sebut sunbae. Tapi lebih pantas di sebut hoobae. Sikapmu sangat kekanak-kanakkan.” Lanjutnya. Kali ini tawa Siwon menggelegar. Membuat Yongri semakin kesal.

“Kajja Hyerim-ah! Biarkan saja orang gila ini.” Dengus Yongri sembari menarik tangan yeoja berkacamata itu dan berlalu dari hadapan Siwon. Siwon menghentikkan tawanya dan di gantikan dengan senyuman tipis.

 

Yongri mendudukan dirinya di bangku kelas di ikuti Hyerim di sampingnya. Raut wajah gadis mungil itu masih kesal dengan namja bernama Choi Siwon. Sesekali ia meniupi poni yang menutupi dahinya.

“Kenapa kau suka sekali bertengkar dengan Siwon sunbae?” Tanya Hyerim sembari memandang Yongri. Yongri menatap Hyerim dengan pandangan tidak suka.

“Jangan panggil dia sunbae! Tidak pantas untuknya.” Hyerim terkekeh pelan dan membenarkan letak kacamatanya.

“Biar bagaimanapun dia teman oppamu.” Ujar Hyerim bijak.

“Cih! Aku bingung kenapa Seunghyun oppa bisa memiliki teman seperti namja itu. Belum lagi hampir setiap malam ia menghabiskan waktu di rumahku. Menyebalkan.”

“Jinjjayeo? Untuk apa dia menghabiskan waktunya di sana? Apa berkencan denganmu?” Tanya Hyerim polos. Yongri memberikan tatapan mematikannya pada Hyerim. Ia kesal jika sahabatnya itu sudah menunjukkan sikap bodohnya.

“Jangan memaksaku dengan menghadiahkanmu sebuah jitakan, Hyerim-ah.” Ujar Yongri datar. Hyerim hanya bisa cengengesan.

“Lalu bagaimana dengan baju olahragamu?” Tanya Hyerim. Yongri mendengus kesal.

“Terpaksa aku tidak mengikuti olahraga. Choi Siwon brengsek!” Umpat Yongri kesal.

Yongri merupakan siswi tingkat pertama di Paran High School. Sedangkan Siwon siswa tingkat akhir atau tingkat tiga. Yongri bingung kenapa dari awal ia menginjakkan kakinya di sekolah itu, Siwon selalu menjahilinya. Padahal Siwon jelas-jelas tau jika Yongri itu adik Seunghyun, sahabatnya. Dulu saat melihat wajah Siwon pertama kali, Yongri sempat terpesona. Namun semuanya hilang begitu saja sejak Siwon mulai mengacaukan hari-harinya di sekolah itu. Siapa yang tidak mengenal Siwon dan Seunghyun di sekolah itu? Kedua namja itu mempunyai wajah tampan, otak yang pintar, serta berasal dari keluarga terpandang. Entah berapa banyak gadis yang mengidolakan mereka. Biarpun begitu, Siwon dan Seunghyun tidak pernah telihat sombong. Jika ada gadis yang meminta mereka untuk menjadi kekasihnya, maka mereka akan dengan halus menolaknya. Dan memang kebetulan, dari tingkat pertama sampai di tingkat akhir ini, Siwon dan Seunghyun tidak pernah memiliki kekasih di sekolah itu. Banyak yang mengira jika Siwon dan Seunghyun itu berpacaran, makanya mereka tidak memiliki kekasih yang notabene seorang wanita. Mereka berdua tau akan hal itu. Tetapi mereka tidak mengambil pusing. Yang penting mereka tau seperti apa kenyataannya.

 

 

“Ya, kau melamun?” Yongri tersentak ketika lengannya di senggol seseorang. Ia mendongakkan kepalanya dan mendapati Seunghyun sedang berdiri di sampingnya. Yongri hanya mendengus kesal dan kembali memandang langit Seoul dari jendela kamarnya.

“Oppa kenapa temanmu itu sangat menyebalkan?” Tanya Yongri pelan. Seunghyun terkekeh. Ia tau siapa yang di maksud oleh Yongri.

“Oppa tolong katakan padanya untuk tidak mengangguku lagi.” Pinta Yongri memelas.

“Ya! Itu urusan kalian berdua. Aku tidak ada sangkut pautnya.” Ujar Seunghyun. Yongri memandang kesal pada oppanya itu.

“Mengapa aku memiliki oppa semenyebalkan dirimu?” Tanyanya lebih pada diri sendiri.

“Ya!”

 

~~~

 

Pagi itu Siwon mengendarai mobil audy putihnya dengan kecepatan sedang. Sesekali ia bersenandung pelan dan mengetukkan jemarinya pada stir mobil. Jalanan Seoul pagi itu belum terlalu padat. Makanya ia masih dapat bersantai walaupun sebenarnya 15 menit lagi sekolahnya akan di mulai. Siwon memicingkan matanya ketika menangkap sosok gadis mungil yang sangat di kenalnya. Gadis itu berjalan santai di trotoar. Ia tau bahwa jarak dari sana ke sekolahnya sudah tidak terlalu jauh. Siwon memelankan laju mobilnya agar sejajar dengan Yongri. Setelah mobilnya tepat berada di sebelah Yongri, Siwon membuka kaca mobilnya.

“Butuh tumpangan, Nona?” Tanya Siwon. Yongri sempat terkejut dan langsung mendengus kesal ketika tau siapa yang berbicara dengannya. Yongri tidak memperdulikannya dan tetap berjalan santai menuju sekolahnya yang sudah di depan mata.

“Aku sedang berbaik hati, Nona Choi. Naiklah.” Ujar Siwon lagi. Yongri menghentakkan kakinya kesal. Ia berbalik dan menatap Siwon.

“Aku tidak butuh tumpangan, arraseo?!” Jeritnya tertahan. Sejurus kemudian ia berlari meninggalkan Siwon beserta mobilnya. Siwon hanya mampu tersenyum geli melihat sikap Yongri. Terkadang Siwon bingung, kenapa Yongri tidak pernah berangkat ke sekolah bersama Seunghyun. Padahal jelas-jelas Seunghyun membawa mobil. Apa mungkin Seunghyun yang tidak ingin berangkat bersama dengan Yongri? Siwon bertekad harus menanyakan itu pada Seunghyun. Ia pun mempercepat laju mobilnya memasukki area Paran High School. Pada siswi yang melihat mobil Siwon berlalu di hadapan mereka hanya mampu menjerit histeris.

 

Siwon meletakkan tas dukungnya di atas meja, kemudian mendudukan tubuhnya tepat di samping Seunghyun. Ia melihat Seunghyun tampak fokus dengan sebuah buku yang sedang dibacanya. Entah buku apa Siwon tak peduli.

“Seunghyun-ah..” Panggil Siwon. Seunghyun diam tak memberikan tanggapan.

“Ya Choi Seunghyun!” Pekik Siwon membuat Seunghyun terlonjak.

“Jinjja Choi Siwon! Kau mau membuatku jantungan?” Ucap Seunghyun kesal.

“Siapa suruh kau tuli, huhh?” Balas Siwon acuh.

“Wae?” Tanya Seunghyun.

“Itu.. Kenapa Yongri tidak pernah berangkat sekolah bersamamu?” Tanya Siwon. Seunghyun menautkan alisnya mendengar pertanyaan Siwon.

“Memangnya kenapa?” Tanya Seunghyun balik.

“Aniyo. Hanya kasihan saja melihatnya harus berjalan dari halte menuju ke sini.” Jawab Siwon.

“Apa kau menyukai adikku?” Tanya Seunghyun curiga.

“Mwo?! Hahaha.. Jangan gila.” Elak Siwon. Seunghyun menghela nafas panjang.

“Aku sering mengajaknya pergi bersama. Tetapi dia tidak mau.”

“Kenapa?”

“Entahlah. Dia bilang, ia tidak mau mendapat tatapan tajam dari siswi di sini karena melihatnya turun dari mobil yang sama denganku.” Siwon tertawa kecil mendengar penjelasan Seunghyun.

“Apa dia bodoh? Bukankah jelas-jelas semua tau jika kau itu oppanya?” Seunghyun menaikkan bahunya.

“Molla.”

 

 

Siwon dan Seunghyun beserta beberapa namja lainnya sedang bermain basket saat istirahat. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu di lapangan daripada di kantin. Tak pernah lepas sedari tadi teriakkan dari para yeoja-yeoja yang berada di sana. Mereka tampak terpukau dengan wajah tampan Siwon dan Seunghyun yang sekarang sedang terbasuh keringat. Bola yang di pantulkan Siwon tidak sengaja membentur ring dan keluar dari lapangan.

“Aww!!” Pekik Yongri ketika kepalanya terkena bola basket itu. Yongri mengambil bola basket itu dan memandang ke arah lapangan. Ia melihat Siwon sedang berjalan kearahnya.

“Mianhae, Nona Choi. Aku sengaja.” Ucap Siwon. Yongri tau Siwon tidak sengaja. Biarpun Siwon sering menjahilinya, Siwon tidak pernah bermain fisik dalam hal itu. Siwon mengatakan hal itu pasti hanya untuk menggodanya.

“Benarkah? Kalau begitu terima kasih. Ini bolamu.” Balas Yongri sembari menghentakkan bola itu ke dada bidang Siwon. Yongri segera berbalik untuk meninggalkan Siwon, namun langkahnya terhenti ketika melihat seorang yeoja yang berjalan menghampiri Siwon.

“Aigoo, Siwon oppa. Kau berkeringat.” Ujar yeoja itu sembari mengambil tisu dari saku seragamnya dan mengelap keringat Siwon. Siwon mencoba menghindar karena risih dengan kelakuan yeoja itu.

“Ah aku bisa melakukannya sendiri, Hyomoon-ssi.” Ujar Siwon sembari mengambil tisu itu. Yongri memandangnya jengah dan melangkah meninggalkan dua orang itu. Namun langkahnya lagi-lagi terhenti saat merasakan pergelangan tangannya di genggam. Ia menoleh dan mendapati Siwon yang melakukannya.

“Yongri-ya, bukankah kita akan ke kantin bersama?” Tanya Siwon mencoba  menghindari yeoja bernama Hyomoon itu.

“Ne?!” Yongri yang tidak mengerti hanya menunjukkan raut wajah bingungnya. Siwon melemparkan bola basket itu ke arah lapangan kemudian menarik Yongri menuju kantin. Yongri hanya mampu melongo ketika Siwon menariknya -menyeret tepatnya- ke kantin. Semua mata siswa dan siswi di sana tak melewatkan sedikitpun kegiatan Siwon yang menarik Yongri. Yongri meringis pelan merasakan panas di daerah pergelangannya.

“Ya! Lepas!!” Dengan mengerahkan seluruh tenaganya, Yongri menghempaskan tangan Siwon yang menggenggam pergelangannya. Siwon sempat tersentak kaget saat Yongri menghempaskan tangannya. Yongri mengusap pelan pergelangannya yang memerah. Kemudian ia mengedarkan pandangannya melihat beberapa orang yang memperhatikan mereka. Sejurus kemudian ia menatap tajam Siwon.

“Apa yang kau lakukan?” Tanyanya kesal.

“Aku? Hanya menghindari yeoja tadi.” Jawab Siwon enteng sembari merapikan seragamnya yang sedikit kusut.

“Mwo?! Kau memanfaatku?”

“Menurutmu?”

“Brengsek!” Umpat Yongri kesal. Kemudian ia segera berlari meninggalkan Siwon, menuju kelasnya.

 

 

Hyerim hanya melongo melihat sahabatnya mendaratkan dirinya di kursi sekolah dengan kasar. Ia tau pasti jika sahabatnya ini pasti habis bertengkar dengan Siwon.

“Choi Siwon brengsek!” Umpatnya. Belum sempat Hyerim menginterupsi perkataan Yongri, seseorang menyambar terlebih dahulu.

“Dasar munafik.” Yongri sontak menoleh ke asal suara.

“Apa maksudmu, Nona Lee?” Tanya Yongri kesal.

“Kau itu yeoja munafik. Jelas-jelas kau pasti bangga selalu di ganggu oleh Siwon oppa. Tapi kau berpura-pura kesal. Cih!” Emosi Yongri meledak. Dengan kasar ia berdiri dari duduknya sehingga menimbulkan bunyi decitan yang memekakkan telinga. Ia menghampiri orang itu dan berdiri di hadapannya.

“Jaga ucapanmu Lee Hyomoon! Kau pikir aku ini dirimu, huh? Yang setiap hari kerjaannya hanya bisa menggoda Choi Siwon dan juga oppaku?” Ucap Yongri ketus. Hyomoon membelalakan matanya mendengar ucapan Yongri.

“M-mwo?! Apa katamu, huh?” Hyomoon mendorong kasar tubuh mungil Yongri hingga ia terdorong ke belakang. Untungnya tidak terjatuh.

“Ya! Kenapa kau mendorongku?” Tanya Yongri marah.

“Makanya jaga mulutmu itu.”

“Kenapa? Bukankah kau memang yeoja seperti itu?”

 

PLAKKK!!

 

Yongri merasakan pipinya panas mendapat tamparan dari Hyomoon. Yongri memegangi pipinya dan menatap sinis pada Hyomoon yang sedang tersenyum menang.

 

PLAKKK!!

 

Yongri ikut mendaratkan tamparan di pipi Hyomoon. Tak dapat terelakkan, akhirnya kedua yeoja itu terlibat perkelahian. Semua yang ada di kelas itu tak ada niatan sedikitpun untuk memisahkan mereka, yang ada mereka menyoraki memberi semangat. Hyerim yang melihat itu tidak berani memisahkan. Ia memilih keluar untuk mencari seseorang yang ia yakini dapat melerai kedua orang itu. Hyerim terus mengedarkan pandangannya mencari seseorang itu. Ketika menuju lapangan, ia menemukan sosok itu. Sedikit belari Hyerim menghampirinya.

“Seunghyun oppa!” Teriaknya. Merasa terpanggil, Seunghyun menoleh.

“Wae?” Tanya Seunghyun.

“Yongri…” Ucap Hyerim terputus.

“Yongri? Kenapa dengan Yongri?” Tanya Seunghyun lagi. Siwon terus memperhatikan kedua orang itu.

“Yongri… Oppa.. Yongri..”

“Ya! Yongri kenapa?” Pekik Seunghyun kesal karena Hyerim tak kunjung bicara.

“Yongri…berkelahi dengan Hyomoon.

“MWO?!” Pekik Siwon dan Seunghyun bersamaan. Hyerim hanya mengangguk lemas.

“Dimana?” Tanya Seunghyun gusar.

“Di kelas, oppa.” Tanpa membuang waktu. Seunghyun dan Hyerim berlari menuju kelas Yongri. Siwon pun ikut berlari mengejar Seunghyun dan Hyerim. Suara riuh menyambut ketiga orang itu ketika sampai di depan kelasnya. Mata ketiganya terbelalak ketika melihat Yongri dan Hyomoon saling menjambak. Seunghyun segera masuk dan menerobos kerumunan ramai itu.

“Ya! Geumanhae!!” Jeritnya membuat kedua yeoja itu menghentikkan aksi gila mereka. Seunghyun menarik Yongri berdiri di sebelahnya. Di lihatnya pipi adiknya itu lebam dan sudut bibirnya yang berdarah. Seunghyun memandang garang pada Hyomoon.

“Kau yang membuat adikku seperti ini, huh?” Tanyanya pada Hyomoon. Semua yang di sana sedikit terkejut melihat suara Seunghyun yang terkesan dingin. Ini pertama kalinya Seunghyun berbicara dengan nada seperti itu.

“Oppa.. Dia yang duluan.” Ucap Hyomoon manja. Hyomoon memegang lengan Seunghyun untuk menarik perhatian namja itu.

“Cih!” Seunghyun menghempaskan tangan Hyomoon.

“Jangan paksa aku berbuat kasar padamu. Jika sekali lagi kau berani menyakiti adikku, mati kau!” Seunghyun segera menarik tangan Yongri keluar dari kelas itu menuju UKS, diikuti oleh Siwon dan Hyerim. Yongri hanya menundukkan kepalanya selama perjalanan ke UKS. Setelah sampai, Seunghyun menggiring Yongri ke kasur yang ada di sana bermaksud menyuruh Yongri untuk duduk. Yongri tau jika oppanya sekarang sedang marah. Sangat marah malah. Makanya sedari tadi ia tidak bersuara karena takut Seunghyun membentaknya. Seunghyun duduk di samping Yongri dengan membawa alkohol serta kapas. Tanpa bersuara sedikitpun, Seunghyun menuangkan alkohol itu pada kapas yang di bawanya itu. Seunghyun mendongakkan kepala Yongri yang sedari tadi menunduk agar dapat mengobati luka di wajahnya itu. Siwon dan Hyerim lagi-lagi hanya mampu melihat kedua kakak beradik itu tanpa mau ikut campur. Yongri meringis kesakitan ketika kapas itu mengenai sudut bibirnya yang berdarah.

“Sakit?” Tanya Seunghyun mengejek. Yongri mengangguk.

“Siapa suruh kau sok jagoan, huh?” Tanyanya.

“Kau pikir, kau itu namja?” Lanjutnya lagi.

“Dia yang duluan memulai oppa. Kau bisa tanyakan pada Hyerim.” Dengus Yongri kesal.

“Lalu jika dia yang memulai, kenapa kau meladeninya?” Yongri diam. Ia selalu kalah bicara dengan Seunghyun, jika Seunghyun sedang marah.

“Ini semua gara-gara DIA!!” Ucap Yongri sembari menunjuk Siwon. Siwon terkejut melihat Yongri yang tiba-tiba menyalahkannya.

“Apa maksudmu, Yongri-ssi? Aku tidak tau apa-apa.” Ucap Siwon.

“Kau menjauhlah dari hidupku! Maka aku akan tenang!” Siwon tertegun mendengar ucapan Yongri. Sebegitu bencinya kah Yongri padanya? Hingga menyuruhnya untuk menjauh dari hidup yeoja itu.

“Tidak akan! Karena aku tidak ada hubungannya dengan semua ini!” Balas Siwon tajam kemudian berlalu dari ruangan itu. Seunghyun menghela nafas sedangkan Yongri memberengut kesal.

“Sekali lagi kau ulangi, akan aku adukan pada appa dan eomma!” Ancam Seunghyun yang kemudian ikut keluar dari ruangan itu. Yongri menundukkan kepalanya menahan airmata yang entah karena apa ingin keluar. Hyerim menghampiri sahabatnya itu dan duduk disampingnya.

“Gwenchanayo?” Tanyanya. Yongri mengangguk.

“Apa itu sakit?” Lagi-lagi Yongri mengangguk. Hyerim mendesah pelan. Tak lama kemudian, bahu Yongri begetar. Yeoja mungil itu menangis. Hyerim yang terkejut segera merengkuh tubuh sahabatnya itu ke dalam pelukannya. Tangis Yongri semakin pecah membuat seragam Hyerim basah. Hyerim hanya mampu mengusap punggung Yongri untuk menenangkannya.

 

~~~

 

Siwon merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya. Ia menutup matanya untuk menghilangkan lelah karena seharian bersekolah. Seminggu ini -sejak kejadian Yongri bertengkar dengan Hyomoon- Siwon tidak bertemu dengan Yongri. Atau tepatnya namja itu mencoba menghilang dulu dari kehidupan yeoja mungil itu. Tapi bukan untuk selamanya. Hanya sementara.

“Hyung..” Siwon tersentak ketika ada yang memanggilnya. Di lihatnya seorang bocah berumur 6 tahun berdiri di depan pintu kamarnya.

“Myungsoo-ya.. Kemarilah.” Pinta Siwon pada Myungsoo -adiknya-. Myungsoo menurut dan menghampiri Siwon yang sudah beranjak menjadi duduk. Siwon menggendong Myungsoo duduk di pangkuannya.

“Kenapa?” Tanya Siwon lembut.

“Aku rindu appa dan eomma, hyung.” Ucap Myungsoo sendu. Siwon menghela nafas panjang.

“Kau kan tau Myungsoo-ya, jika appa dan eomma tidak akan ada waktu hanya untuk menemui kita berdua.” Ucap Siwon panjang lebar. Myungsoo mengerjapkan matanya berkali-kali. Siwon melihat mata itu menyiratkan kekecewaan.

“Bukankah sudah ada aku? Apa sekarang kau tidak menyanyangiku lagi, huh?” Canda Siwon. Myungsoo segera menggelengkan kepalanya.

“Aniyo. Aku sayang pada hyung.” Ucap Myungsoo. Siwon tersenyum.

“Yasudah kalau begitu, tidak usah memikirkan yang lain. Pikirkan hyungmu ini saja, eoh?” Myungsoo tampak berpikir. Kemudian ia mengangguk patuh.

“Yaksokhae?” Siwon menjulurkan kelingkingnya.

“Yakso hyung.” Balas Myungsoo sembari menautkan kelingking kecilnya dengan Siwon.

Sejak Myungsoo berumur 1 tahun, orangtua mereka telah sering meninggalkan mereka hanya untuk urusan pekerjaan. Mereka bolak balik ke luar negeri tanpa memperdulikan Siwon dan Myungsoo. Kedua orang tua itu tidak mengetahui jika Siwon dan Myungsoo sangat haus akan kasih sayang. Makanya sekarang Siwon sangat membenci kedua orangtuanya itu. Untuk apa dia hidup berkecukupan jika tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Ia tidak terlalu mempermasalahkan dirinya. Tetapi Myungsoo, ia masih terlalu kecil jika harus di tinggalkan orangtua. Makanya sejak Myungsoo berumur 1 tahun, Siwon yang selalu merawatnya hingga sekarang berumur 6 tahun. Di mana saat itu Siwon baru berumur 12 tahun. Masih terlalu kecil untuk mengurusi seorang balita.

“Hyung aku lapar.” Keluh Myungsoo sembari memegangi perutnya dan menggembungkan pipinya. Membuat Siwon memandanginya dengan gemas. Siwon mengusap kepala Myungsoo. Ini memang sudah waktunya makan malam untuk Myungsoo.

“Kau ingin kita makan di luar atau aku yang memasak?” Tanya Siwon. Myungsoo tampak berpikir.

“Diluar saja hyung. Aku ingin makan pizza.” Ujar Myungsoo. Lagi-lagi Siwon tersenyum.

“Baiklah, kajja!”

 

Siwon memarkirkan mobilnya ketika sampai pada sebuah restoran mewah. Ia keluar dari mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Myungsoo, dan membantunya turun dari mobil. Siwon mengandeng tangan Myungsoo memasukki restoran itu. Setelah mendapatkan tempat, keduanya segera memesan makanan karena cacing-cacing pada perut mereka sudah mengeluh. Selagi menunggu pesanan, keduanya mengobrol dan sesekali bercanda. Tak lama pesanan keduanya datang. Sesuai permintaannya, Myungsoo melahap pizza yang tersedia di atas meja itu. Sedangkan Siwon memilih memakan pasta. Siwon tersenyum senang ketika melihat adik satu-satunya itu dapat makan dengan lahap. Ya, dia tidak membutuhkan orangtuanya. Yang dibutuhkannya hanya Myungsoo berada di sisinya. Sesekali Siwon mengusap kepala Myungsoo dan mencubit pipi tembamnya.

“Hyung aku ke toilet sebentar ya. Mau buang air kecil.” Ucap Myungsoo sembari turun dari kursinya.

“Mau ketemani?” Siwon menawarkan.

“Tidak usah hyung.” Tolak Myungsoo. Siwon mengangguk dan hanya memperhatikan punggung Myungsoo yang semakin mengecil dan menghilang di belokan.

 

 

Yongri dan Hyerim sedang makan malam bersama di sebuah restoran. Malam itu Yongri berpakaian santai hanya menggunakan kaos v-neck berwarna putih yang di lapisi cardigan hitam. Dandanan seperti orang yang akan hanya nongkrong di cafe. Padahal jelas-jelas ia berada pada sebuah restoran mewah. Yongri memang tidak pernah memperhatikan penampilannya. Inilah gayanya. Ia nyaman dengan berpakaian seperti itu.

“Hyerim-ah, aku ke toilet sebentar.” Ujar Yongri yang di sambut anggukkan dari Hyerim. Yongri melangkahkan kakinya menuju toilet yang berada di restoran itu. Barulah ia akan memasukki toilet perempuan, langkahnya terhenti ketika melihat seorang bocah laki-laki yang sedang berkutat dengan zipper celananya. Yongri tertawa kecil melihat bocah itu. Perlahan ia mendekatinya dan berjongkok di hadapannya.

“Ada yang bisa ku bantu?” Bocah itu terlonjak dan segera menutupi bagian celananya yang terbuka dengan tangan-tangan mungilnya.

“Noona! Kau mengintip, ya?” Tuduh bocah itu. Lagi-lagi Yongri tersenyum geli.

“Siapa namamu, anak kecil?” Tanya Yongri.

“Myungsoo. Choi Myungsoo.” Ucap Myungsoo masih dengan menutupi celananya.

“Myungsoo-ya, mau noona bantu menaikkan zippermu?” Tanya Yongri.

“Shireo! Aku malu, noona.” Jawab Myungsoo.

“Gwenchana. Sini.” Yongri menurunkan tangan Myungsoo yang menutupi celananya yang terbuka itu. Yongri menarik zipper celana Myungsoo sampai tertutup.

“Ja! Sudah selesai.”

“Eoh? Gomawo noona.”

“Cheonma Myungsoo-ya.” Balas Yongri sembari menepuk pelan kepala Myungsoo.

“Siapa namamu noona?”

“Choi Yongri.”

“Woah marga kita sama, noona!” Pekik Myungsoo senang. Yongri hanya terkekeh pelan.

“Myungsoo-ya, kenapa lama sekali?” Tanya seseorang di belakang Yongri. Yongri tidak tau siapa orang itu, karena posisinya yang berjongkok membelakanginya.

“Eoh, hyung!” Myungsoo segera berlari menghampiri Siwon.

“Kajja kita pulang!” Ajak Siwon. Yongri berdiri dari duduknya dan membalikkan badannya. Matanya membulat sempurna ketika melihat Siwon menggandeng tangan Myungsoo.

“Choi Siwon?!” Pekik Yongri tak percaya.

“Neo?! Sedang apa kau disini?” Tanya Siwon terkejut.

“Hyung, Yongri noona membantuku menaikkan zipper celanaku ini. Uh, sepertinya celana ini sudah akan rusak.” Keluh Myungsoo. Membuat Siwon dan Yongri sama-sama tersenyum.

“Dia adikmu?” Tanya Yongri tak percaya.

“Ne, wae?” Balas Siwon sengit.

“Tak menyangka dia bisa mendapatkan hyung sepertimu.” Ucap Yongri dengan senyum sinis.

“Mwoya?” Ucap Siwon tak terima. Yongri hanya memeletkan lidahnya pada Siwon. Membuat Siwon ingin sekali menjitak kepalanya. Namun ia urungkan karena ada Myungsoo di sana.

“Kajja Myungsoo, kita pulang.” Ajak Siwon lagi. Myungsoo mengangguk.

“Ah jankamman, hyung! Noona kemarilah.” Pinta Myungsoo. Yongri berjalan menghampiri Myungsoo.

“Wae?” Tanya Yongri.

“Menunduklah noona.” Pintanya lagi. Yongri menghela nafas kemudian menunduk mensejajarkan wajahnya dengan Myungsoo.

 

Chu~

 

Yongri membelalakan matanya ketika mendapat ciuman kilat di pipi kirinya dari Myungsoo.

“Ya Myungsoo! Apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon tak kalah terkejut.

“Gomawoyo noona. Semoga kita bertemu lagi.” Ujar Myungsoo.

“Kajja hyung!” Myungsoo menarik tangan Siwon keluar dari restoran itu. Siwon yang masih takjub dengan kelakuan adiknya hanya diam seribu bahasa. Sedangkan Yongri lagi-lagi terkekeh melihat tingkah Myungsoo. Ia kembali melanjutkan langkahnya menuju toilet yang tadi sempat tertunda.

 

~~~

 

Yongri duduk termenung di dalam mobil hyundai hitam milik Seunghyun. Mereka sedang dalam perjalanan ke sekolah. Semenjak kejadian waktu itu, Seunghyun memperketat pengawasannya pada Yongri. Ia menyayangi Yongri, makanya tidak menginginkan sesuatu terjadi lagi pada adiknya itu. Sebenarnya Yongri sudah menolak, tapi Seunghyun mengancam akan memberitahukan masalah ini pada orangtua mereka yang berada di Jepang. Karena takut, mau tidak mau Yongri menurut pada Seunghyun.

Yongri mendengus ketika mobil Seunghyun telah memasukki gerbang sekolah. Bagaimana tidak, setiap kali para yeoja itu menatap takjub mobil Seunghyun.

‘Apa mereka tidak bosan?’ Batinnya kesal. Yongri menghela nafas kasar berkali-kali.

“Kau kenapa?” Tanya Seunghyun sembari mencari tempat parkir.

“Aku bingung terhadap yeoja-yeoja itu. Apa mereka tidak bosan setiap hari menganggumimu?” Seunghyun tersenyum geli.

“Kenapa kau yang risih? Bukankah seharusnya aku yang merasakannya? Aku biasa-biasa saja.” Ucap Seunghyun. Lagi-lagi Yongri mendengus kesal.

“Geojitmal! Kau pasti senang.” Cibirnya. Seunghyun memukul pelan kepala Yongri.

“Sudahlah, ayo turun!”

“Kau duluan saja.”

“Wae?”

“Aku bosan di tatap tajam oleh mereka setiap hari.” Keluh Yongri.

“Gwenchana. Kajja!”

“Shireo oppa! Oppa duluan saja.”

“Aish kau ini!” Seunghyun turun dari mobilnya kemudian berjalan ke arah tempat duduk Yongri. Seunghyun membukakan pintunya dan menarik Yongri turun.

“Oppa!!” Jeritnya.

“Apa kau mau ku gandeng juga, huh?” Goda Seunghyun.

“Ish menyebalkan!” Yongri mendorong Seunghyun kemudian berlari meninggalkannya.

 

 

Yongri berjalan melewati koridor untuk menuju kelasnya. Sekolah sudah ramai mengingat 5 menit lagi bel akan berbunyi. Ketika ia mendongakkan kepalanya, ia melihat Siwon berjalan dari depan sana ke arahnya. Yongri memutar bola matanya jengah karena pagi-pagi sudah harus bertemu Siwon. Seolah tak peduli, Yongri tetap berjalan sembari menundukkan kepalanya. Ketika keduanya sudah berhadapan, mereka menghentikkan langkahnya. Yongri sibuk menunduk, sedangkan Siwon memperhatikannya dengan senyum jahil. Yongri bergeser ke kiri untuk melanjutkan langkahnya. Dan dengan jahilnya, Siwon bergeser ke kanan. Sehingga mereka kembali berhadapan. Yongri menggeser ke kanan dan Siwon ikut bergeser ke kiri. Yongri mendongakkan kepalanya karena kesal melihat tingkah Siwon. Ia tidak mau terlambat masuk ke kelas. Yongri melototkan matanya dan Siwon menyeringai. Siwon memajukan langkahnya sehingga jarak mereka sangat minim, Yongri hendak memundurkan langkahnya namun Siwon melilitkan tangan kekarnya di pinggang mungil Yongri. Yongri terkejut dengan kelakuan Siwon. Bagaimana mungkin namja itu melakukan skinship padanya? Belum lagi pandangan di seluruh koridor yang memandang mereka dengan pandangan yang sulit di artikan. Lilitan tangan Siwon di pinggang Yongri semakin erat membuat Yongri mau tak mau sedikit berjinjit.

“Apa yang-” Belum sempat Yongri melanjutkan kata-katanya, Siwon memajukan wajahnya ke depan.

“Mau lewat, Nona Choi?” Tanya Siwon. Jarak wajah mereka sangat dekat, membuat Yongri dapat merasakan deru nafas Siwon yang beraroma mint.

“Siwon-ssi apa yang kau lakukan. Lepaskan aku!” Ucap Yongri berbisik. Siwon lagi-lagi hanya tersenyum.

“Apa yang aku dapatkan jika aku melepaskanmu?” Tanya Siwon.

“Ya! Akan aku adukan pada Seunghyun oppa!” Ancam Yongri.

“Panggil aku oppa, maka aku akan melepaskanmu.” Ucap Siwon.

“Mwo?! Shireoyo!” Tolak Yongri.

“Kau yakin tidak mau, huh? Oh berarti kau ingin seperti ini terus? Kau suka berada di pelukanku, eoh?” Goda Siwon. Yongri membulatkan matanya mendengar ucapan Siwon.

“Aish jinjja! Sebentar lagi kelas di mulai.” Ujar Yongri.

“Aku tau.” Balas Siwon enteng.

“Palli lepaskan aku!” Bentak Yongri.

“Panggil aku oppa!” Siwon semakin mendekatkan wajahnya. Membuat Yongri mau tidak mau memundurkan wajahnya kemudian menggeleng.

“Cepat!” Ujar Siwon.

“Op-oppa.”

“Hanbonman.” Pinta Siwon.

“Aish. Siwon oppa!” Ucap Yongri kesal. Siwon tertawa puas. Ia memutarkan tubuh mereka berdua dan perlahan namun pasti menjauhkan tangannya dari pinggang Yongri. Yongri membalikkan badannya dan segera berlari meninggalkan Siwon yang masih menatapnya.

“Menggemaskan.” Gumam Siwon.

 

 

Yongri bersyukur sore ini Seunghyun ada latihan basket dan menyuruhnya pulang sendiri. Ia bosan harus pulang bersama Seunghyun setiap hari. Yongri keluar dari gerbang sekolah dan menjenjangkan lehernya mencari taksi. Namun tiba-tiba sebuah lamborgini berwarna silver berhenti tepat di depannya. Pintu belakang terbuka dan keluarlah seorang bocah laki-laki yang di kenal Yongri.

“Myungsoo?”

“Noona!” Pekik Myungsoo senang. Yongri tersenyum.

“Noona sekolah di sini? Sama dengan Siwon hyung?” Yongri hanya mengangguk.

“Myungsoo sedang apa di sini? Bersama siapa ke sini?” Tanya Yongri.

“Aku bersama Han ahjussi, noona. Aku sebenarnya ingin menemui hyung, tetapi karena bertemu noona, bagaimana jika noona menemaniku jalan-jalan?” Pinta Myungsoo. Yongri sebenarnya ingin menolak karena ia lelah, tetapi melihat tatapan penuh harap dari Myungsoo ia tidak tega melakukannya.

“Arra. Kau ingin izin dulu sama hyungmu?” Tanya Yongri.

“Tidak usah. Dia tidak akan melarang jika aku pergi bersama noona. Kajja noona.” Myungsoo menarik tangan Yongri menaiki mobilnya. Yongri membantu Myungsoo naik ke mobil, setelah itu ia menyusul. Mobil itu segera melaju ketika keduanya masuk ke dalam mobil.

Yongri dan Myungsoo turun dari mobil ketika sampai di Lotte World.

“Kau yakin ingin bermain di sini?” Tanya Yongri sembari menggandeng tangan kecil Myungsoo.

“Ne noona! Dari dulu aku ingin mengajak hyung ke sini. Tetapi tidak pernah ada waktu. Dan sekarang aku bisa pergi bersama noona, aku senang.” Ujar Myungsoo tulus. Yongri tersentuh mendengar ucapan anak umur 6 tahun itu. Ia mengusap kepala Myungsoo kemudian mulai menuju berbagai wahana yang bisa di mainkan anak-anak.

Setelah hampir satu jam bermain, keduanya beristirahat di kursi kayu yang terdapat di sana. Yongri duduk di sebelah Myungsoo yang sedang memakan ice cream.

“Kau senang?” Tanya Yongri.

“Ne! Sangat senang noona. Gomawoyo.” Ujar Myungsoo.

“Kau tidak ingin menciumku seperti waktu itu ketika berterima kasih?” Tanya Yongri. Yongri merasa sangat senang dapat dekat dengan Myungsoo. Walaupun kakaknya sangat-sangat menyebalkan.

“Bolehkan noona?” Tanya Myungsoo antusias.

“Mm.. Tentu.” Jawab Yongri. Yongri menundukkan sedikit badannya agar sejajar dengan wajah Myungsoo.

 

Chu~

 

Yongri tersenyum senang dan mengacak rambut Myungsoo.

“Kajja kita pulang. Sudah hampir malam.” Ajak Yongri. Myungsoo mengangguk. Keduanya bergandengan tangan menuju mobil di parkiran. Ketika 5 menit mobil berjalan, Myungsoo tertidur di pelukan Yongri. Wajah polos Myungsoo ketika tidur benar-benar menyentuh hati Yongri. Ia ingin mempunyai adik seperti ini. Lucu dan dewasa. Tidak sesuai dengan umurnya.

“Agasshi, rumah Anda di mana? Saya akan mengantarkan anda terlebih dahulu.” Ujar supir Han yang sedang fokus menyetir.

“Eoh? Tidak usah ahjussi, langsung pulang ke rumah Myungsoo saja. Saya bisa naik taksi dari sana.” Jawab Yongri.

“Tapi..”

“Gwenchana.” Supir Han mengangguk. Supir Han merupakan supir kepercayaan Siwon yang memang di utus untuk mengantar dan menjemput Myungsoo. 20 menit kemudian, mereka sampai di rumah Siwon. Yongri menggendong Myungsoo masuk ke dalam rumah itu. Yongri sempat takjub melihat rumah Siwon yang benar-benar besar dan mewah. Sepertinya Siwon benar-benar kaya.

“Ahjussi, apa kau tau di mana kamar Myungsoo?” Tanya Yongri.

“Oh ne, di lantai 2 sebelah kanan paling pojok, agasshi.” Jawab supir Han. Yongri mengangguk dan segera menaiki tangga menuju kamar Myungsoo. Yongri membaringkan Myungsoo setelah sampai di kamarnya. Tidak lupa ia selimuti dengan selimut coklat bermotif anjing itu. Yongri duduk di tepi ranjang dan membelai pipi Myungsoo. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar Myungsoo. Dominan dengan warna coklat. Di mulai dari dinding dan perlengkapan di dalamnya. Yongri melihat bingkai foto ukuran sedang di meja nakas sebelah tempat tidur. Di ambilnya bingkai itu yang ternyata terdapat foto Siwon dan Myungsoo. Yongri baru menyadari jika Siwon dan Myungsoo benar-benar mirip. Jika Siwon memiliki dua lesung pipi di kedua pipinya, sedangkan Myungsoo memiliki satu saja lesung pipi.

“Myungsoo-” Yongri segera menoleh ketika mendengar sebuah suara dari arah pintu. Ia terkejut ketika melihat Siwon masih lengkap dengan seragam sekolahnya.

“Neo?!” Pekik Siwon. Yongri meletakkan jari telunjuknya di depan bibir pertanda untuk diam. Siwon menjenjangkan lehernya dan melihat Myungsoo yang sedang tertidur. Yongri meletakkan bingkai foto yang tadi masih di pegangnya. Ia berdiri dari duduknya dan segera keluar dari kamar Myungsoo tanpa memperdulikan Siwon. Siwon menarik tangan Yongri agar ia menghentikkan langkahnya. Mereka sekarang sudah berada di lantai 1.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon.

“Haruskah aku memberitahumu?” Tanya Yongri balik.

“Tentu saja! Ini rumahku.” Jawab Siwon. Yongri mendesah pelan.

“Aku habis jalan-jalan bersama Myungsoo.” Ucap Yongri.

“Kenapa bisa?”

“Aish, ternyata selain pengganggu kau ini ingin tau sekali.” Kata Yongri kesal.

“Sudahlah, aku mau pulang.” Yongri melanjutkan langkahnya keluar rumah Siwon. Tapi lagi-lagi Siwon menahannya.

“Aku antar.”

 

~~~

 

Yongri dan Hyerim sekarang tengah berada di kantin sekolah. Keduanya sibuk mengisi perut setelah beberapa jam berkutat dengan rumus-rumus fisika. Yongri memesan semangkuk jajangmyeon. Ia melahap dengan cepat jajangmyeon itu. Menyisakan bumbu-

bumbu hitam di sekitar bibirnya.

“Aigoo, Yongri-ya.. Pelan-pelan saja. Tidak akan ada yang mengambil jajangmyeonmu.” Ucap Hyerim geli. Wajah Yongri benar-benar lucu di matanya.

“Diamlah, Hyerim-ah. Aku sedang lapar. Dan sebaiknya kau cepat menghabiskan nasi goreng kimchimu itu.” Balas Yongri.  Sedang asik-asiknya mereka makan, tiba-tiba seorang namja yang sangat di hindari Yongri, duduk di sebelah Yongri. Yongri masih sibuk melahap makanannya, tanpa sedikitpun mau mengurusi namja itu.

“Annyeong Hyerim-ssi.” Sapa namja itu yang tak lain dan tak bukan adalah Siwon.

“Ah annyeong Siwon sunbae.” Balas Hyerim.

“Hyerim-ssi, boleh aku bertanya?” Tanya Siwon. Hyerim mengerutkan keningnya, kemudian mengangguk.

“Kenapa kau bisa berteman dengan yeoja mungil dan cuek ini? Padahal jelas-jelas kau berbeda jauh dengannya.” Lagi, Yongri hanya berpura-pura tidak tau dengan keberadaan Siwon. Hyerim terkekeh pelan mendengar pertanyaan Siwon.

“Bukankah dengan begitu kami saling melengkapi?” Tanya Hyerim balik.

“Ne?! Maksudmu?” Tanya Siwon bingung.

“Aku ramah dan Yongri cuek. Bukankah itu saling melengkapi?” Siwon tampak mengangguk mendengar ucapan Yongri.

“Berarti aku dan Yongri juga bisa saling melengkapi?” Tanya Siwon sembari melirik yeoja mungil di sebelahnya itu. Yongri tersedak sedangkan Hyerim membulatkan matanya. Siwon tersenyum kecil dan menepuk pelan punggung Yongri. Yongri segera menepis tangan kekar Siwon itu.

“Pergilah dari sini, Siwon-ssi. Kau menganggu acara makanku.” Ucap Yongri ketus. Siwon membersihkan sudut-sudut bibir Yongri yang kotor dengan jempol tangannya. Membuat Yongri maupun Hyerim tak percaya. Bukan hanya keduanya, tetapi semua yang berada di kantin.

“Kau persis seperti anak kecil. Myungsoo saja makan tidak pernah berceceran sepertimu.” Ucap Siwon.

“Ah, Siwon-ssi. Boleh aku bertanya?” Tanya Yongri. Siwon memiringkan kepalanya kemudian tersenyum senang. Ia senang karena Yongri mau berbicara dengannya.

“Apa?”

“Kenapa sifat dan sikapmu dengan Myungsoo sangat berbeda?” Tanya Yongri polos.

“Mwo?!”

“Myungsoo sangat dewasa, padahal umurnya masih 6 tahun. Sedangkan kau yang berumur 17 tahun memiliki sifat kekanak-kanakkan.”

“M-mwo?!”

“Kajja Hyerim. Aku sudah tidak nafsu makan melihat mukanya.” Yongri bergegas meninggalkan kantin. Hyerim berdiri dari duduknya, membungkuk sedikit pada Siwon kemudian mengikuti langkah Yongri. Siwon masih terdiam tidak percaya dengan ucapan Yongri. Ia semakin tertarik dengan yeoja itu. Yeoja yang tak pernah memujanya sedikitpun.

 

~~~

 

Myungsoo duduk sendiri di atas meja makan di rumahnya. Ini sudah pukul 7 lewat 15 menit. Sudah seharusnya makanan yang tersedia di atas meja itu masuk ke dalam perutnya. Tapi Myungsoo masih enggan memakannya karena ia menunggu Siwon yang berjanji akan makan malam bersamanya. Tetapi sampai sekarang Siwon belum menunjukkan batang hidungnya.

“Tuan muda Myungsoo, sebaiknya anda segera makan. Ini sudah jadwalmu makan malam.” Entah sudah berapa kali pelayan itu mengatakan kata-kata seperti itu pada Myungsoo.

“Aku sudah bilang ingin menunggu hyung!” Bentak Myungsoo. Sejujurnya Myungsoo sudah sangat kelaparan. Tapi lagi-lagi ia mengingat janji Siwon yang akan makan bersama dengannya. Myungsoo melipat kedua tangan kecilnya di atas meja, kemudian menangkupkan kepalanya di atas tangan itu. Myungsoo sudah ingin menangis. Menangis karena 2 hal, yang pertama karena Siwon belum datang juga dan yang kedua karena perutnya sakit menahan lapar. Beberapa pelayan yang berdiri di samping Myungsoo memandang iba tuan kecil mereka itu.

Pelayan-pelayan itu mendesah lega ketika melihat Siwon yang sedikit berlari menghampiri meja makan. Masih dengan seragam sekolahnya lengkap. Siwon melihat Myungsoo yang menyembunyikan wajahnya itu. Ia tau adiknya pasti kecewa. Siwon menyuruh semua pelayan pergi meninggalkan mereka berdua. Siwon menarik kursi tepat di samping Myungsoo.

“Myungsoo-ya.” Panggil Siwon pelan. Myungsoo masih enggan untuk mengangkat kepalanya ataupun menanggapi panggilan Siwon. Siwon menghela nafas pelan.

“Myungsoo-ya, kau marah?” Tanya Siwon. Perlahan namun pasti bahu Myungsoo bergetar. Siwon sampai di buat takut olehnya. Dan lama kelamaan terdengar isakan kecil dari Myungsoo. Siwon memaksakan Myungsoo agar mengangkat kepalanya. Seketika itu juga Siwon merasa bersalah melihat wajah pucat Myungsoo yang berlumuran airmata.

“Myungsoo-ya, mianhae.” Ujar Siwon. Bahu Myungsoo masih bergetar tetapi isakan sudah tidak terdengar lagi.

“Kau tidak menepati janjimu, hyung.” Ucap Myungsoo lirih. Lagi-lagi Siwon merasa bersalah. Belum lagi Siwon melihat tangan Myungsoo yang mencengkram perutnya.

“Lebih baik kita makan dulu. Setelah itu jika kau mau marah padaku, aku akan terima.” Ucap Siwon yang kemudian mengambilkan lauk pauk untuk Myungsoo dan juga untuk dirinya.

15 menit itu mereka makan malam dalam keadaan diam. Myungsoo benar-benar tidak mengajak Siwon bicara sama sekali. Membuat Siwon benar-benar sedih dan semakin merasa bersalah. Setelah selesai makan, Siwon menggeser duduknya hingga menghadap Myungsoo.

“Sudah siap memarahiku?” Tanya Siwon. Myungsoo menatap mata Siwon dengan kesal.

“Apa kau merasa bersalah, hyung?” Siwon mengangguk.

“Apa kau mau ku maafkan?” Lagi-lagi Siwon mengangguk. Sejujurnya Siwon ingin tertawa melihat raut wajah lucu dari Myungsoo ketika marah. Tapi ia menahan tawanya takut kemarahan Myungsoo semakin menjadi.

“Tetapi kau harus melakukan sesuatu untukku jika ingin di maafkan.” Siwon mengerutkan keningnya.

“Apa? Aku akan melakukan apapun.” Janji Siwon.

“Jinjja?” Tanya Myungsoo antusias. Siwon mengangguk.

“Ajak Yongri noona kemari.”

“MWO?!”

–To Be Continued–

Advertisements

77 thoughts on “Love or Not? – Part 1

  1. Lucunyaaa myungsoo,, gemaaasss pgn cubiit
    Sedih nya kehidupan chaebol,, ga prnh diperhatiin orang tua krn sibuk kerja keluar negeri terus…
    Hmm,, jd siwon sudah mulai tertarik sma tongri kah? Tp siwon jahil bgt bikin yong marah terus,, kayaknya myungsoo bakal jd jembatan buat siwon dan yongri makin deket niih.. anak2 emg selalu jd penghubung cinta…hehehee
    Aku suka jalan ceritanya,, walaupun baru baca 1 part ini tp udh lgsg menikmati ceritanya..

  2. aahhh nampaknya myungsoo akan menjadi pemersatu antra yongri dan siwon hahaha
    haduh siwon suka banget sih godain yongri
    gemes bnget sama myungsoo
    pingin cubit tu pipi saking gemes sama sikapnya haha
    kayaknya myungsoo suka sama yongri nih haha
    myungsoo bener bener kalo lg merajuk sama kakaknya bikin gemes. mana minta yongri hahaha

  3. aku baru baca cerita ini, baru part pertama udah seru apalagi part selanjutnya keren thor…apalagi ada bias ku di sana myung soo oppa…
    aku ngebayangin muka myung soo oppa jadi anak kecil…

  4. hi author salam kenal, aku baru ketemu page yg full about siwon cast dan thanks banget lho udh buat ff khusus yg cast utamanya siwon. FYI Susah banget cari ff genre romance yg pairing nya oc. izin baca diblog mu ya~ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s