It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 4

It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 4

Author       : Choineke

Judul          : It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’)

Cast            : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast     : Song Hyerim (OC), Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC), Lee  

                     Donghae, Lee Hyukjae, Choi Seunghyun.

Genre         : Romance

Length       : Chapter

Rating        : PG-17

 

~~~

Author POV

“Jaga kesehatan di sana, dan jangan terlalu fokus bekerja. Kau harus memikirkan makanmu, arra?” Pesan Nyonya Choi -ibu Siwon- saat mengantarkan Siwon ke Incheon Airport.

“Ne, eomma. Eomma tenang saja. Aku juga akan mengingatkan appa. Eomma baik-baik di sini, dan hubungi aku jika ada apa-apa. Arrachi?”

“Arraseo.”

“Hyung! Awas jika kau melirik gadis lain di China nanti. Jika begitu, Yongri noona untukku saja.” Ancam Myungsoo. Siwon tersenyum mendengar ancaman Myungsoo.

“Aigoo, kau berani mengancamku, eoh? Dan kau pikir Yongri menyukaimu? Ia hanya menyukaiku seorang, Myungsoo-ya. Jadi jangan kecewa, huh?” Myungsoo memberengut kesal mendengar godaan Siwon. Siwon sedikit menundukkan badannya agar wajahnya sejajar dengan Myungsoo.

“Kau jangan nakal selama aku pergi, eoh? Jangan membuat eomma pusing karena ulahmu itu. Dan aku titip Yongri padamu. Kau harus menjaganya. Apa kau bisa?”

“Tenang saja, hyung! Yongri noona akan aman bersamaku.” Siwon tersenyum dan mengacak pelan rambut Myungsoo sembari menegakkan badannya seperti semula. Terakhir, namja itu menghampiri Yongri yang berdiri di sebelah Myungsoo.

“Jangan bersedih seperti itu. Aku hanya pergi untuk 1 bulan, eoh? Dan aku akan selalu menghubungimu. Jaga dirimu selama aku pergi. Jangan coba-coba berdekatan dengan Donghae. Jika ketahuan olehku, akan kubunuh dia. Arra?” Yongri memukul pelan dada Siwon.

“Bagaimana mungkin aku dapat berdekatan dengan namja lain, jika aku akan merindukanmu nantinya.”

“Itu lebih baik. Kalau begitu teruslah merindukanku agar kau tidak bisa melirik namja lain.”

“Aish. Kekanakkan.”

“Jangan lupa hubungi aku jika terjadi sesuatu.”

“Ya. Kau juga harus seperti itu. Jangan lupa makan dan tidur yang cukup, eoh? Aku yakin kau akan sangat sibuk di China nanti. Dan perhatikan juga makanan yang akan kau makan nanti, jangan sampai termakan ikan laut yang bisa membuat alergimu kambuh.” Pesan Yongri sembari mengelus pipi Siwon.

“Arra Nona Choi.” Balas Siwon sembari mengecup lama kening Yongri.

“Baiklah. Aku pergi dulu. Kalian baik-baiklah di sini.” Siwon melangkah memasuki gerbang keberangkatan sembari sesekali menoleh dan melambaikan tangannya pada ketiga orang yang mengantarkannya ke airport hari ini. Yongri memandang kepergian Siwon dengan wajah sendu. Dapat dipastikan mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan ia akan merasakan kesepian.

 

~~~

 

Hyomoon baru saja selesai mandi dan bersiap menyambut kedatangan seseorang yang sedari tadi di tunggunya. Entah orang special atau tidak karena ia hanya memakai tanktop hitam serta hotpans berwarna hitam juga. Pakaian yang terlalu sederhana untuk menunggu seseorang jika orang itu memang special. Bunyi bel di apartementnya membuat Hyomoon segera keluar dari kamar dan menuju pintu apartement. Ia memamerkan senyum sinisnya saat melihat siapa yang datang.

“Kau terlalu lama, Lee Donghae.” Desisnya kemudian langsung berbalik menuju sofa coklat yang terlihat empuk di dalam apartementnya itu. Donghae tidak berkata apa-apa dan mengikuti langkah Hyomoon hingga ikut duduk di sampingnya. Hyomoon memperhatikan penampilan Donghae yang duduk di sebelahnya.

“Wae? Ada yang salah denganku?” Tanya Donghae risih karena dilihat begitu intens.

“Kau tampak berbeda.” Jawab Hyomoon. Donghae tersenyum kecil mendengar kata-kata Hyomoon. Benar apa yang di katakan Hyomoon mengenai penampilan Donghae. Saat ini penampilan Donghae sangat berbeda dengan penampilannya biasa di kampus. Rambut hitamnya ia biarkan berdiri di bagian depannya. Ia memakai kaos putih dengan corak abstrak yang di lapisi jaket kulit berwarna coklat. Serta tidak lupa celana jeans hitam yang tampak pas dengan tubuh atletisnya. See? Bukankah sangat berbeda dengan Donghae yang biasa berpenampilan cupu?

“Cepat katakan apa rencanamu. Aku sudah terlalu lama berdiam diri seperti ini.” Kata Hyomoon tak sabar.

“Laki-laki itu pergi ke China.” Ucap Donghae singkat. Mata Hyomoon membulat.

“Apa? China? Untuk apa?” Hyomoon tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

“Bekerja. Apa lagi? Dan itu selama 1 bulan.”

“Donghae, Donghae, cepat katakan apa rencanamu. Aku sudah tidak sabar.” Desak Hyomoon. Donghae mendekatkan bibirnya pada telinga Hyomoon untuk membisikkan rencananya. Mata Hyomoon membulat sempurna mendengar rencana Donghae yang di luar akal sehatnya.

“MWO?! Neo michesseo? Kau pikir Siwon itu bodoh? Ia tidak mungkin akan sukarela melakukannya, sekalipun dia mabuk. Dan lagi, bagaimana jika ia memeriksakan kebenarannya dan aku ketahuan berbohong? Oh ayolah Donghae, kau tidak lupa kan jika IQ Siwon itu di atas rata-rata?” Ucap Hyomoon panjang lebar. Membuat Donghae mendecak kesal dan ingin sekali membungkam mulut gadis ini.

“Kau akan melakukannya dengan orang lain, hingga membuahkan hasil. Setelah itu kau tau apa yang harus kau lakukan.” Kata Donghae dengan sabar.

“Donghae, kau tidak bermaksud menyuruh sepupumu ini menjual diri, kan?” Hyomoon menatap Donghae dengan ngeri.

“Tentu saja tidak. Aku tidak setega itu pada sepupuku sendiri. Aku yang akan melakukannya padamu.”

“APA?!”

“Hei tenanglah. Kita ini hanya sepupu jauh, ingat? Dan semuanya terserah padamu. Kita harus bisa memisahkan mereka secepat mungkin. Sebelum hubungan itu semakin serius.” Hyomoon tampak berpikir keras dengan rencana Donghae yang benar-benar gila ini. Donghae tampak yakin sekali rencana ini dapat memisahkan kedua insan yang baru saja bertunangan itu. Tetapi kenapa ia tidak terlalu yakin?

“Aku tidak menyangka memiliki sepupu selicik dirimu.”

 

~~~

 

Sudah hari kelima sejak kepergian Siwon ke China. Dan Siwon menepati janjinya dengan terus menghubungi Yongri tanpa terlewat satu haripun. Yongri senang, setidaknya rasa rindunya pada Siwon bisa sedikit terobati dengan mendengar suara bass namja itu. Yongri tersenyum sendiri saat membayangkan suara-suara Siwon yang selalu menemaninya sebelum menutup mata untuk tidur. Namun lamunan Yongri itu terusik saat mendengar suara riuh dari luar kantin kampusnya, bahkan suara riuh itu sampai di dalam kantin. Yongri mencoba mencari tau apa penyebab suara riuh yang menyebabkan lamunannya buyar. Namun ia tidak menemukan apa-apa, atau tepatnya belum menemukan sumber keriuhan itu. Yongri memicingkan matanya saat melihat gerombolan wanita yang seperti menggerubuni sesuatu, lebih tepat seseorang. Dan semakin lama Yongri dapat melihat siapa orang itu. Yongri seperti mengenalnya, namun ia merasa tidak yakin. Penampilan orang itu benar-benar berbeda dari yang biasanya ia lihat. Bahkan sangat jauh berbeda. Desahan kecewa terdengar dari bibir gadis-gadis di sana saat melihat sosok itu menghampiri Yongri yang sedang duduk sendiri.

“Hai.” Sapanya lembut.

“Dong…..Donghae?” Ucap Yongri terbata.

“Ya. Wae? Kau seperti melihat hantu.” Gerutu Donghae.

“Ini benar kau?” Lagi-lagi Yongri tak percaya.

“Ya! Kau pikir siapa lagi?”

“Astaga. Kau tampak berbeda.” Decakan kagum tak terelakan dari mulut Yongri.

“Benarkah? Apa kau suka?” Donghae tampak antusias.

“Ya. Kau terlihat lebih………tampan.”

“Ahh senangnya mendengar kata-kata itu dari mulutmu.” Yongri tersenyum manis.

“Mau jalan-jalan denganku?” Tawar Donghae dengan tersenyum.

“Jalan-jalan?” Donghae mengangguk. Yongri tampak ragu.

“Hanya sebentar saja. Kurasa tunanganmu tidak akan sampai membunuhku.” Yongri tertawa kecil.

“Tidak mungkin ia membunuhmu. Lagipula Siwon sedang di China.” Kata Yongri.

“Benarkah? Ahh kau pasti merindukannya. Aku akan membantumu mengobati rasa rindu itu walau hanya sebentar.” Bujuk Donghae lagi.

“Baiklah.” Putus Yongri akhirnya.

Dan di sanalah mereka sekarang. Sebuah tempat yang berada di taman, di mana tempat itu di tumbuhi ilalang-ilalang tinggi sebatas bahu orang dewasa. Tampak hanya jalan setapak yang mampu di lewati satu orang saja. Yongri tampak menikmati pemandangan yang cukup indah di hadapannya. Di saat seperti ini bahkan rindunya pada Siwon semakin membuncah. Seandainya ia dapat pergi ke tempat ini bersama Siwon. Donghae terus mengikuti langkah Yongri di depannya. Namja itu sesekali tersenyum saat melihat raut wajah Yongri yang terlihat kagum.

“Akhir-akhir ini, aku tidak pernah melihatmu bersama dengan sahabat-sahabatmu itu.” Ucap Donghae memulai pembicaraan.

“Ya, kau benar.”

“Kenapa?”

“Hanya ada sedikit masalah dengan Kyuhyun oppa.” Yongri tampak sedih mengingat hubungannya belum juga membaik dengan Kyuhyun. Dan sekarang hubungannya dengan Hyerim pun sedikit merenggang.

“Oh ya? Boleh aku tau apa masalahnya? Tapi jika tidak boleh, juga tidak apa-apa.”

“Kyuhyun oppa tidak suka aku bertunangan dengan Siwon.”

“Mwo?!” Donghae tampak terkejut. Ternyata selain ia dan Hyomoon ada juga orang lain yang tidak menyukai pertunangan itu.

“Dia bilang, Siwon tidak baik untukku. Padahal ia tau aku sangat mencintai Siwon.” Donghae diam.

“Dia yang paling mengenal aku, di antara orang lain. Sudah belasan tahun aku bersahabatan dengannya. Dan kejadian ini benar-benar membuatku kecewa.”

“Kau marah padanya?” Tanya Donghae hati-hati.

“Tidak. Aku hanya ingin dia mengerti perasaanku.” Donghae tampak tersenyum senang. Ia merasa menemukan jalan yang lebih mulus untuk mendekati Yongri. Bisa di pastikan selama Siwon tidak ada, dialah yang akan menemani Yongri.

“Sudahlah. Lupakan masalahku. Ngomong-ngomong, apa yang membuatmu berubah seperti ini?” Tanya Yongri penasaran.

“Tidak ada. Aku hanya ingin menunjukkan sisi lain dari diriku. Dan inilah aku yang sebenarnya. Penampilanku yang kemarin itu hanya topeng.”

“Topeng?!”

“Dari SMP, aku selalu di dekati banyak gadis yang tidak kusukai. Mereka menyukaiku karena aku tampan dan kaya. Dan sejujurnya aku sangat bosan. Hingga akhirnya saat memasuki dunia perkuliahan, aku mencoba untuk mengganti penampilanku seperti yang kemarin itu. Laki-laki seperti kutu buku.” Yongri tertawa renyah mendengar kata-kata Donghae.

“Ternyata kau cukup narsis, Tuan Lee.”

“Hei, kau tidak percaya padaku? Aku serius.” Donghae tampak tidak terima di tertawakan Yongri.

“Makanya segera carilah kekasih agar gadis-gadis itu tidak terus mendekatimu.”

“Tidak perlu di cari karena aku sudah menemukannya. Tapi sayang, gadis itu sudah milik orang lain.” Yongri menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Donghae.

“Jinjjayeo?”

“Kenapa kau tidak pernah percaya kata-kataku?” Donghae tampak kecewa.

“Bukan seperti itu Donghae-ya. Kau tau aku tidak terlalu mengenalmu. Jadi aku tidak tau mana ucapanmu yang benar dan mana yang bukan. Lagipula apa kau ingat saat aku mentraktirmu di kantin kampus? Kau membohongiku 2 kali gara-gara aku terlalu percaya kata-katamu.” Gerutu Yongri. Kali ini Donghae tertawa keras. Yongri benar-benar gadis polos dan lugu.

“Kau benar-benar lucu Yongri-ya. Beruntungnya aku mengenal gadis sepolos dirimu.”

“Ya! Kau memuji atau mengejekku?”

“Tentu saja memuji. Bagaimana mungkin aku mengejekmu?”

“Sudahlah. Sekarang aku lapar. Kita makan dulu ya baru pulang. Eotte?” Tanya Donghae.

“Aku juga lapar. Baiklah, makan dulu baru pulang.”

 

 

Yongri kembali ke rumah saat jam menunjukkan pukul 8 malam. Hari ini cukup menyenangkan untuknya. Ia memang lumayan dekat dengan Donghae. Tetapi ia tidak menyangka jika Donghae orang yang benar-benar humoris serta sangat bersahabat. Dan setidaknya rasa rindunya pada Siwon sedikit terlupakan, Yongri pun banyak tertawa hari ini. Yongri mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lumayan lelah.

“Kau darimana, sayang?” Tanya Tuan Choi yang datang entah dari mana.

“Eoh? Appa? Habis jalan-jalan sebentar, appa.” Jawab Yongri. Tuan Choi mengangguk dan duduk di samping anaknya itu.

“Bagaimana perusahaan appa yang baru ini? Apa berjalan lancar?” Tanya Yongri sembari meletakkan kepalanya di bahu kokoh sang ayah.

“Semuanya berjalan lancar. Oh ya, apa kau mau menjadi CEO di perusahaan appa yang baru ini?”

“Mwo?! Appa bercanda? Aku bahkan masih kuliah. Lagipula aku tidak mengerti apa-apa tentang bisnis.”

“Itu bukan masalah, sayang. Kau bisa mempelajarinya. Oppamu itu sepertinya sangat betah di luar negeri sana. Siapa lagi yang bisa oppa harapkan selain kau? Appa sudah cukup tua untuk terus berurusan dengan bisnis. Appa juga ingin menghabiskan masa tua dengan eommamu.”

“Appa… Bukannya aku tidak mau, hanya saja tidak pernah terpikirkan olehku untuk memimpin suatu perusahaan. Yang ada di benakku sekarang adalah menyelesaikan kuliahku dengan baik. Setelah itu menikah dengan Siwon. Aku hanya ingin menjadi ibu rumah tangga, appa.” Tuan Choi tampak menghela nafas berat. Namja paruh baya yang memiliki nama lengkap Choi Taehan itu tampak sedikit kecewa dengan jawaban Yongri. Namun ia tau, ia juga tidak bisa memaksanya.

“Dan appa tenang saja. Masalah oppa, aku yang akan membujuknya untuk segera pulang ke Seoul. Enak saja dia asik-asik dengan gadis Thailand sementara appa kesulitan di sini.” Sungut Yongri yang membuat Tuan Choi tersenyum kecil.

“Arraseo. Oppamu itu pasti akan menuruti keinginanmu.” Yongri mengedipkan sebelah matanya dan memeluk Tuan Choi dari samping.

“Sebaiknya kau istirahat di kamar. Sudah cukup larut. Dan appa juga akan ke kamar. Eommamu bisa marah-marah jika appa lama-lama meninggalkannya.” Gurau Tuan Choi.

“Baiklah. Aku ke kamar dulu, appa. Selamat malam.” Yongri mengecup singkat pipi Tuan Choi sebelum melangkah ke kamarnya. Sesampainya di kamar, Yongri mendudukkan dirinya sebentar sebelum menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat keluar dari kamar mandi, gadis mungil itu sudah berbalut piyama berwarna biru dengan gambar koala yang lucu. Jika orang melihat, mereka tidak akan menyangka jika Yongri merupakan seorang mahasiswi.

 

Baru saja ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, ponselnya bergetar. Yongri tau siapa yang akan menghubunginya malam-malam begini. Dan benar saja, nama itu tertera pada layar ponsel.

 

‘Nae Namja calling’

 

“Yoboseo.” Sapa Yongri semangat.

Aigoo. Suaramu semangat sekali, sayang. Pasti sudah menunggu telepon dariku.” Goda Siwon.

“Stop it, Wonnie. Apa setiap menghubungiku kau akan selalu menggodaku? Keterlaluan.” Gerutu Yongri. Terdengar tawa renyah Siwon dari ponsel Yongri.

Sayang aku benar-benar mau gila karena merindukanmu. Huh…” Keluhan Siwon terdengar frustasi.

“Nado, Wonnie-ya. Kau sedang apa di sana? Pekerjaanmu sudah selesai?” Tanya Yongri.

Belum terlalu selesai, sayang. Tapi sudah lebih menipis dari pada siang tadi. Aku benar-benar lelah. Appa sangat menyiksaku.

“Kau pasti bisa melewatinya. Jangan banyak mengeluh, eoh? Kerjakan dengan semangat pasti semua akan mudah.”

Kau tau semangatku hanya dirimu. Mana bisa aku semangat jika kau jauh dari jarak pandangku.” Yongri tertawa kecil.

“Bayangkan saja aku ada di dekatmu. Mudahkan?”

Cih. Ngomong memang mudah.

“Sudahlah, lebih baik sekarang kau selesaikan pekerjaanmu dan setelah itu kau beristirahat. Bukankah katamu kau lelah?”

Ne, tapi aku masih ingin mendengarkan suaramu.

“Aigoo… Besok-besok kan masih bisa.”

Arraseo. Tidur yang nyenyak ya, jangan lupa mimpikan aku. Saranghae. Jeongmal bogossipeoyo.

“Nado. Nado saranghae. Nado bogossipeoyo. Jeongmal.”

Yongri tersenyum sembari menatap layar ponselnya yang menampilkan foto dirinya dengan Siwon. Rasa rindunya sudah meledak-ledak di dalam dadanya. Dan ia berharap masih bisa menahannya untuk 25 hari ke depan.

 

~~~

 

Siwon dapat sedikit bernafas lega, saat melihat pekerjaannya hari ini sudah terselesaikan dengan baik dan sempurna. Akhirnya ia memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Maka tanpa berlama-lama lagi, namja berperawakan tinggi itu segera keluar dari kantornya dan menuju rumahnya yang memang tersedia di China. Hari itu jalan di China lumayan padat. Menyebabkan Siwon harus memakan waktu 1 jam untuk sampai di rumahnya.

“Kau sudah pulang?” Tanya Tuan Choi saat melihat sang anak memasukki rumah mereka.

“Wae? Apa seperti tidak senang melihatku pulang cepat.” Gerutu Siwon. Tuan Choi tertawa mendengar ucapan Siwon.

“Aniyo, bukan seperti itu. Hei, appa kan hanya bertanya. Tidak perlu sesensitif itu.”

“Ne, ne, ne. Pekerjaanku hari ini sudah kuselesaikan dengan baik, appa. Jadi bolehkan anakmu ini beristirahat sebentar sebelum makan malam?”

“Geureh, istirahatlah.” Siwon mengangguk sekilas kemudian langsung menuju kamarnya yang memang berada di lantai 1. Siwon sedikit berlari kecil menuju tempat tidurnya, kemudian menghempaskan dirinya di sana.

“Aigoo, lelahnya.” Gumamnya pelan. Ia berniat untuk menelepon Yongri. Namun niat itu terbatalkan saat matanya sudah tidak dapat di kompromi lagi. Akhirnya dengan menggenggam ponsel di tangan kirinya, Siwon tertidur dengan lelapnya.

 

Siwon terbangun saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam. Namja itu segera beranjak dari tidurnya dan keluar kamar. Tampak ia melihat beberapa pelayan sedang menghidangkan makan malam, dengan sang appa yang sudah duduk manis di sana. Siwon berjalan perlahan menuju meja makan dan duduk tepat di hadapan Tuan Choi.

“Bagaimana tidurmu?” Tanya Tuan Choi.

“Lumayan nyenyak.” Jawab Siwon dengan suara seraknya, khas seseorang yang baru bangun tidur.

“Makanlah dulu, setelah itu kau bisa kembali tidur.” Usul Tuan Choi yang di jawab anggukan dari Siwon. Siwon dan Tuan Choi makan malam bersama dengan suasana cukup hangat. Sesekali mereka melakukan obrolan kecil layaknya sang anak dan appa. Tak jarang juga Tuan Choi tertawa keras saat Siwon menceritakan tentang tingkah konyol Yongri, tunangannya.

“Astaga aku tidak menyangka calon menantuku orangnya seperti itu. Hahaha.” Tuan Choi tampak tidak bisa menyembunyukan tawanya. Siwon tersenyum tipis.

“Ne, begitulah Yongri, appa.”

“Hahaha, sudahlah. Appa sudah selesai. Kau selesaikanlah makanmu, appa ke kamar dulu.” Siwon mengangguk sekilas dan kembali menikmati makan malamnya.

 

Saat baru saja menyelesaikan makan malamnya, seorang pelayan wanita muda menghampiri Siwon dengan sedikit berlari.

“Ada apa?” Tanya Siwon bingung.

“Di luar ada tamu untuk tuan muda.” Jawab pelayan itu. Siwon mengerutkan keningnya.

“Tamu? Nuguya?”

“Mollayeo, geundae dia seorang wanita.”

“Wanita?” Gumam Siwon.

“Baiklah aku akan menemuinya, kalian bisa membersihkan meja makan.”

“Ne, Tuan muda.” Siwon berjalan dari arah ruang makan menuju pintu rumahnya. Dilihatnya seorang gadis berdiri membelakanginya sembari membawa sebuah kantung yang entah apa isinya.

“Nuguya?” Siwon membuka suara. Gadis itu berbalik dan tersenyum menatap Siwon.

“Neo?!” Pekik Siwon sedikit kaget.

“Annyeong oppa!” Sapa gadis itu.

“Apa yang kau lakukan disini, Hyomoon-ssi?”

“Hanya berkunjung.”

“Berkunjung? Dari mana kau tau aku ada di China?” Siwon menatap Hyomoon dengan curiga.

“Ah waktu itu aku ke kantor oppa. Dan sekretaris oppa bilang, oppa sedang ada di sini.”

“Dan kau sengaja kesini untuk menemuiku?” Siwon sedikit percaya diri. Hyomoon tersenyum kecil.

“Oppa jangan terlalu percaya diri. Aku kebetulan sedang berlibur. Dan mengingat oppa ada di sini juga, maka aku memutuskan untuk mengunjungi oppa. Dan…..apa oppa tidak mau mengizinkanku masuk?” Tanya Hyomoon yang membuat Siwon salah tingkah.

“Ah ne, silahkan masuk.” Hyomoon masuk ke dalam rumah Siwon dan duduk di sofa yang terdapat di ruang tamu. Hyomoon meletakkan kantung yang di bawanya di atas meja.

“Bagaimana dengan pekerjaan oppa disini?” Tanyanya memulai pembicaraan.

“Baik.” Jawab Siwon singkat. Hyomoon mengeluarkan sesuatu yang terdapat di kantung itu. Membuat Siwon kembali mengerutkan keningnya karena bingung.

“Sebelum ke sini, aku ke supermarket untuk membeli wine. Cukup susah ternyata. Dan aku menemukan wine ini. Menurut mereka, ini wine terbaik di China. Oppa mau mencobanya bersamaku?” Hyomoon menawarkan dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.

“Ah itu, sebenarnya aku sangat lelah. Jadi-”

“Hanya sebentar saja oppa. Apa oppa tidak bisa menghargai niatku?” Hyomoon tampak sedih. Siwon bingung dengan apa yang harus di lakukannya. Di satu sisi ia tidak ingin dekat-dekat dengan gadis ini, tapi di sisi lain, ia melihat Hyomoon tulus padanya. Siwon menghela nafas panjang.

“Baiklah. Aku akan mengambil gelas.” Siwon beranjak dari duduknya untuk mengambil gelas. Tak lama, ia kembali dengan 2 gelas di tangannya. Siwon membuka tutup wine itu, kemudian menuangkan isinya pada gelas untuknya serta gelas untuk Hyomoon. Tanpa bersulang, Siwon segera meneguk habis wine di dalam gelasnya.

“Mereka benar, wine ini enak sekali.” Decak kagum Siwon saat merasakan wine itu.

“Jinjjayeo? Kalau begitu silahkan minum lagi oppa.” Gelas Hyomoon yang berisi wine, hanya di pegang saja oleh gadis itu tanpa niatan sedikitpun untuk meminumnya. Setelah Siwon meneguk 3 gelas wine, Siwon pun aneh melihat Hyomoon yang tak juga meminum wine di gelasnya.

“Kenapa kau tidak minum?” Tanya Siwon.

“Ah, saat melihat oppa minum, sedikit banyak aku langsung bisa merasakan rasanya. Makanya aku cukup melihatmu meminumnya saja.” Jawab Hyomoon.

“Hahh,, konyol sekali.” Cibir Siwon. Entah mengapa kepala Siwon sedikit berkunang. Pandangan namja itu menjadi kabur dan tidak karuan. Ia menggelengkan kepalanya berkali-kali untuk menormalkan penglihatannya.

“Oppa kenapa?” Tanya Hyomoon.

“Molla. Apa mungkin aku mabuk? Tapi tidak biasanya aku mabuk hanya dengan meminum wine. Apalagi ini hanya 3 gelas.” Selesai menjawab pertanyaan Hyomoon, kesadaran Siwon sepenuhnya hilang. Namja itu terkulai lemas pada sandaran sofa.

“Oppa..oppa..” Panggil Hyomoon. Tidak ada reaksi sama sekali dari Siwon. Hyomoon tersenyum sinis saat merasa rencananya berjalan lancar. Hyomoon berjalan ke dalam rumah untuk mencari salah satu pelayan. Saat menemukannya, ia segera memanggil pelayan itu.

“Ada apa, nona?”

“Bisa tunjukkan di mana kamar Siwon oppa? Sepertinya dia mabuk, dan saya ingin mengantarkannya ke kamar.”

“Oh tentu bisa nona. Kamar tuan muda yang di sana.” Tunjuk pelayan itu. Hyomoon mengangguk mengerti.

“Gomawo.” Gadis itu segera kembali ke ruang tamu dan mencoba membopong tubuh Siwon yang sangat berat untuknya. Dengan susah payah, Hyomoon terus melangkahkan kakinya menuju kamar Siwon. Beruntung kamar Siwon tidak berada di lantai atas. Kalau tidak, ia tidak tau bagaimana caranya untuk menaikkan Siwon ke atas. Setelah dengan perjuangan yang cukup keras, Hyomoon berhasil menghempaskan tubuh Siwon di atas kasurnya. Hyomoon sedikit mentralkan nafasnya yang cukup tersengal. Lagi-lagi Hyomoon tersenyum puas. Ternyata membuat Siwon tak sadarkan diri, tidak sesulit yang di bayangkannya. Hyomoon tampak membenarkan posisi tubuh Siwon saat berbaring. Hyomoon mendudukkan dirinya tepat di samping Siwon. Gadis itu membelai pipi Siwon.

“Seandainya kau bisa menerimaku, aku tidak akan berbuat sejauh ini.” Gumamnya. Sejurus kemudian, Hyomoon segera membuka satu per satu kancing kemeja Siwon. Selanjutnya ia melepaskan kemeja itu hingga namja itu bertelanjang dada.

“It’s show time!!”

 

~~~

 

Siwon terbangun dari tidurnya saat merasakan panasnya cahaya matahari menerpa wajahnya. Namja itu memegangi kepalanya yang terasa cukup sakit.

“Akhhh,, sakit sekali.” Erangnya. Siwon bangkit dari baringnya menjadi duduk. Sedikit menyibakkan selimut yang di pakainya. Siwon mendadak bingung saat melihat dirinya tidak memakai baju dan hanya memakai celana pendek saja. Dilihatnya kemeja serta celana kainnya tergeletak tak berdaya di lantai kamarnya. Ia mengingat apa yang sudah terjadi semalam. Namun ingatannya terhenti pada saat mengingat dirinya dan Hyomoon berada di ruang tamu sembari meminum wine. Selanjutnya namja itu tidak mengingat apa-apa lagi. Saat sedang mencoba berpikir, ponsel Siwon bergetar. Di raihnya ponsel putih di atas meja samping tempat tidur dan melihat siapa yang menelepon pagi-pagi begini. Senyum berkembang di bibir Siwon saat melihat siapa yang menghubunginya.

 

‘Nae Yeoja calling’

 

“Yoboseo.”

Wonnie, neo gwenchana?” Tanya Yongri langsung.

“Aku baik-baik saja. Kenapa?”

Ah syukurlah. Kau tidak menghubungiku semalam, dan itu membuatku khawatir. Ku pikir terjadi sesuatu padamu.” Siwon merasa bersalah saat mengetahui Yongri mengkhawatirkan dirinya. Seharusnya ia tidak minum semalam. Dan sudah pasti dia tidak akan mabuk.

“Mianhaeyo, sayang. Kemarin aku kelelahan. Makanya tidak sempat menghubungimu.” Dusta Siwon. Ia terpaksa melakukannya. Karena tidak mungkin Siwon mengatakan jika semalam ia bersama Hyomoon.

Gwenchana. Yang penting kau baik-baik saja. Geureh, sekarang bersiaplah untuk ke kantor.

“Baiklah, aku akan bersiap-siap untuk ke kantor. Aku akan menghubungimu nanti malam.”

Arraseo.

Siwon bernafas lega sesaat setelah mendengar suara Yongri. Ia benar-benar merindukan pemilik suara yang baru saja di dengarnya. Namun pada kenyataannya, masih 10 hari untuknya berada di China. Dan itu berarti 10 hari lagi juga untuk dirinya bertemu dengan Yongri. Waktu yang cukup lama untuk Siwon pribadi. Akhirnya namja itu segera beranjak dari tempat tidurnya dan segera bersiap diri untuk bekerja.

 

 

“Yongri!!!!!!” Yongri membalikkan badannya saat mendengar namanya di teriakkan seseorang. Yongri tersenyum senang saat melihat Hyerim berlari kecil menghampirinya.

“Hyerim-ah…”

“Jeongmal bogosippeo, Yongri-ya.” Hyerim langsung memeluk Yongri. Dan Yongri membalas pelukan hangat itu.

“Nado, Hyerim-ah.”

“Kau sendirian?” Tanya Yongri saat melepas pelukan Hyerim.

“Ne, aku sengaja menyuruh Kyuhyun oppa untuk tidak bersamaku hari ini. Aku tau hubungan kalian belum membaik. Dan aku tidak ingin mengambil resiko apapun dengan mempertemukan kalian hari ini.” Yongri tersenyum saat mendengar kata-kata Hyerim. Ia merasa sahabatnya ini sangat perhatian serta pengertian terhadapnya.

“Gomawoyo Hyerim-ah.”

“Kajja kita ke kantin, perutku lapar.” Yongri mengangguk setuju. Kemudian 2 gadis cantik itu berjalan beriringan menuju kantin. Mencari tempat duduk serta memesan makanan.

“Bagaimana kabar hubunganmu dengan Siwon sunbae? Kalian baik-baik saja, kan?”

“Keuromyeon. Geundae, aku sangat merindukannya saat ini.” Hyerim mengerutkan dahinya, bingung.

“Merindukannya? Kalau begitu datang saja ke kantornya. Apa susahnya?” Yongri tersenyum miris.

“Seandainya dia ada di sana, tentu aku sudah melakukannya. Sayangnya sekarang dia berada di China.”

“China?!”

“Ya. Perusahaan appanya sedang ada masalah di sana. Dan menurut sang appa, hanya dialah yang dapat mengatasinya.” Hyerim mengangguk-angguk mengerti.

“Berapa lama?”

“1 bulan.”

“1 BULAN?!” Pekik Hyerim tak percaya. Yongri mengangguk malas.

“Aigoo, pantas saja kau merindukannya.”

“Ini hanya tinggal menunggu 10 hari saja sebelum dia pulang. Dan aku benar-benar sudah ingin mati karena merindukannya.” Keluh Yongri.

“Pasti 10 hari itu sangat lama untukmu.” Goda Hyerim.

“Sangat-sangat lama.” Ucap Yongri mengklarifikasi.

“Kau sendiri, bagaimana hubunganmu dengan Kyuhyun oppa? Dia tidak marah kan karena kau menemuiku?”

“Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin dia marah. Kau kan sahabat kami juga.”

“Sahabat? Mungkin itu dulu.” Kata Yongri dengan nada sedih.

“Yongri-ya…”

“Aku yakin Kyuhyun oppa akan terus begini selama aku bersama Siwon. Dan kau tau Hyerim-ah, aku tidak mungkin berpisah dengan Siwon. Tidak bersamanya hampir 1 bulan saja membuatku hampir gila. Apalagi jika aku benar-benar menjauh darinya.” Ujar Yongri. Hyerim mengelus pelan bahu Yongri.

“Aku tau. Mungkin Kyuhyun oppa belum terlalu mengerti bagaimana pentinganya Siwon sunbae untukmu.”

“Ya. Dan dia tidak akan pernah mengerti.” Timpal Yongri.

“Kau tenang saja. Aku akan mencoba membujuk Kyuhyun oppa untuk menerima ini semua. Kau tenang saja, eoh?” Yongri menatap Hyerim, kemudian tersenyum.

“Aku benar-benar beruntung mempunyai sahabat sepertimu.”

 

~~~

 

“Donghae?” Yongri seolah tak percaya saat melihat Donghae berdiri di depan pintu rumahnya.

“Annyeong.” Sapa Donghae sembari tersenyum.

“Kau…kau sedang apa disini?”

“Hanya ingin mengajakmu makan malam.”

“Makan malam? Tapi, darimana kau tau rumahku?” Yongri tak bisa menutupi rasa penasarannya.

“Astaga, Yongri-ya. Zaman kita ini sudah sangat modern. Kita bisa melakukan apapun hanya untuk mendapatkan info.” Yongri membuka mulutnya untuk kembali menyela, namun langsung di sela oleh Donghae.

“Ayolah, hanya makan malam saja. Jika kau terlalu banyak berpikir kita akan kemalaman.”

“Kau datang kemari dan mengajakku makan malam, apa kau tidak berpikir jika aku sudah makan?”

“Tetapi kenyataannya kau belum makan malam, kan?”

“Omona!! Apa kau ini peramal? Kenapa kau selalu mengetahui apapun?” Donghae tertawa kecil.

“Ya, ya, ya. Aku terima kau mengatakan apapun tentangku. Yang penting sekarang ayo kita pergi. Aku sudah lapar, Choi Yongri.” Rengek Donghae.

“Ya! Aku bahkan belum mengatakan ‘iya’.”

“Aku tau kau takkan menolak. Palli!!”

“Aish arraseo. Aku ganti baju dulu.”

 

Yongri mengamati dengan seksama tempat makan malam yang akan di lewatinya bersama Donghae. Tempat makan yang sangat jauh berbeda apabila Siwon mengajaknya makan malam.

“Wae? Tidak pernah ke sini? Atau tidak pernah makan di tempat seperti ini?” Tanya Donghae.

“Tebakan yang kedua benar.” Jawab Yongri asal. Donghae tertawa.

“Tentu saja. Mana mungkin Choi Siwon yang kaya raya akan mengajakmu makan di tempat seperti ini.” Yongri sedikit tidak suka mendengar kata-kata Donghae. Seolah-olah Siwon anak orang kaya yang tidak bisa hidup susah. Donghae menyadari raut wajah Yongri yang sedikit berubah.

“Mianhae. Aku tidak bermaksud untuk mengatakan itu tentang Siwon.”  Yongri tersenyum kecil.

“Gwenchana.”

“Ah sebaiknya pesan makanan. Jangan di lihat tempatnya. Tapi rasakan makannya. Jajangmyeon di sini enak sekali. Kau pasti akan suka.” Kata Donghae. Yongri tampak antusias.

“Jajangmyeon? Jinjjayeo? Ah aku mau!”

“Arraseo. Aku akan memesankannya.” Yongri mengangguk kemudian melihat Donghae yang memesankan makanan untuk mereka berdua. Tak berapa lama, pesanan keduanya datang.

“Eumm, harum sekali.” Tanpa menunggu berlama-lama, Yongri segera menyuapkan suapan pertama ke dalam mulutnya.

“Jinjja mashitta.” Decak kagum keluar dari mulut Yongri. Donghae tersenyum senang saat melihat kekaguman dari wajah Yongri.

“Habiskanlah kalau begitu. Aku akan mentraktirmu malam ini.”

Setelah hampit 20 menit berkutat dengan makan malam mereka, akhirnya kedua mangkuk di hadapan mereka kosong tanpa tersisa apapun.

“Ah kenyangnya.” Gumam Yongri sembari mengelus perutnya. Donghae mendongak menatap wajah Yongri. Sesaat kemudian ia tertawa, membuat Yongri menjadi bingung.

“Wae geureh, Donghae-ya?” Tanya Yongri.

“Kau makan seperti anak-anak.” Jawab Donghae sembari mengambil tissue kemudian membersihkan sudut bibir Yongri yang kotor. Yongri cukup terkejut dengan perbuatan Donghae, dan sejujurnya ia tidak terlalu suka dengan perlakuan Donghae itu. Namun ia juga tidak bisa menolak karena niat Donghae baik.

“Ah gomawo.” Ujar Yongri kikuk.

 

Mereka tidak langsung pulang saat selesai makan. Keduanya sekarang tengah duduk di salah satu kursi taman. Langit malam ini cukup indah dengan adanya bulan sabit serta ribuan bintang di atas sana. Yongri menengadahkan kepalanya dan menatap langit itu. Ia tersenyum saat melihat bintang-bintang di atas sana tampak berkelap-kelip. Pikirannya melayang ke Siwon di China. Sedang apa dia di sana? Sudah makankah? Apa Siwon juga memikirkannya seperti ini? Hanya tinggal 3 hari saja untuknya bertemu dengan Siwon. Tapi lagi-lagi, 3 hari itu cukup lama untuk Yongri pribadi.

“Dingin?” Tanya Donghae saat melihat Yongri memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya. Yongri hanya mengangguk sekilas. Donghae melepaskan jaketnya dan menyampirkan pada bahu Yongri. Lagi-lagi Yongri tidak menolak. Donghae menghela nafas berkali-kali. Tampak gugup dengan kondisinya sekarang.

“Yongri-ya..” Panggil Donghae.

“Ya?”

“Boleh aku mengatakan sesuatu?” Yongri menolehkan kepalanya menatap Donghae.

“Kenapa harus meminta izin padaku?” Tanya Yongri balik.

“Karena apa yang akan kukatakan ini ada hubungannya dengan dirimu.”

“Apa?” Kembali, Donghae menghela nafas sebelum berbicara.

“Saranghae.” Ucap Donghae dengan pelan. Namun masih dapat di dengar oleh telinga Yongri.

“Mwo?! Donghae jangan bercanda. Kau tau aku-”

“Arra. Aku sangat tau, Yongri-ya. Aku tau kau sudah bertunangan dan sangat mencintai tunanganmu itu. Aku juga tidak menuntutmu untuk membalas perasaanku. Aku hanya ingin kau tau isi hatiku, itu saja.” Ujar Donghae sembari tersenyum menatap Yongri.

“Selama Siwon tidak ada, aku selalu mendekatimu bukan karena aku ingin mengambil kesempatan. Aku hanya ingin menjagamu untuk menggantikan Siwon sementara. Itu saja. Ku harap kau tidak salah paham.”

“Donghae-ya….”

“Aku tidak tau sejak kapan perasaan ini timbul. Yang pasti setiap berdekatan denganmu, aku akan merasa senang. Jantungku berdegup sangat kencang dan tidak terkendali. Kau juga satu-satunya yeoja yang mau mendekatiku saat penampilanku tidak seperti ini.” Yongri terdiam. Lidahnya kelu untuk menanggapi kata-kata Donghae.

“Sekali lagi aku katakan padamu, aku tidak menuntutmu untuk membalas perasaanku. Cukup izinkan aku berada di dekatmu. Dan jangan pernah jauhi aku.”

 

~~~

 

Yongri tersenyum senang saat mengetahui kemarin itu tepat 1 bulan Siwon berada di China. Dan itu berarti, Siwon akan pulang hari ini. Pagi-pagi sekali, gadis mungil itu sudah bangun tidur dan bersiap diri untuk menjemput Siwon di bandara. Setelah merasa siap, Yongri berencana untuk ke rumah Siwon terlebih dahulu. Ia akan mengajak ibu serta adik Siwon untuk bersama-sama ke airport.

Nyonya Choi -ibu Siwon- cukup terkejut saat melihat kehadiran Yongri di rumahnya. Mengingat sekarang masih terlalu pagi. Yongri yang tidak menyadari keterkejutan Nyonya Choi hanya memberikan senyum terbaiknya.

“Eommonim belum bersiap-siap?” Tanya Yongri.

“Bersiap-siap?” Nyonya Choi tampak bingung.

“Ne, apa eommonim tidak mau menjemput Siwon hari ini?” Tanya Yongri lagi.

“Menjemput Siwon? Hari ini?” Yongri mengerutkan keningnya saat melihat Nyonya Choi yang tampak linglung.

“Eommonim tidak lupa kan jika hari ini Siwon pulang ke Korea?” Kali ini Nyonya Choi mengerti arah pembicaraan Yongri.

“Yongri-ya, apa Siwon tidak memberitahumu?”

“Memberitahu apa, eommonim?” Tanya Yongri bingung.

“Hari ini Siwon belum bisa pulang ke Korea. Masalah perusahaan di China ternyata cukup berat dan butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikannya. Semalam, Siwon memberitahu eommonim.” Jelas Nyonya Choi. Yongri tampak tidak percaya.

“A-apa? Eommonim tidak bercanda, kan?”

“Tentu saja tidak, sayang.”

“Kenapa Siwon tidak memberitahuku?” Gumam Yongri dengan mata berkaca-kaca. Siwon belum bisa pulang. Itu artinya, entah berapa lama lagi ia bisa bertemu dengan tunangannya itu. Harus menunggu 1 bulan lagi, kah? 3 bulan? Atau 1 tahun?

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

49 thoughts on “It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 4

  1. Waw banget deh hyomoon ma donghae itu,demi siwon rela ditidurin si donghae itu…kok makin tegang rasanya,,,
    jngn ampe pisah dong SiYong couple’a…

  2. Kasihan Yongri kira semua masalah akan bs cepat diselesaikan Siwon oppa rupanya tdk, aduh Yongri polos banget tdk tahu rencana jahat Donghae oppa dan Hyomoon dan sepertinya Kyu oppa dan Hyerim hrs lbh banyak mengawasi Yongri krn ada Donghae oppa

  3. author keren banget alurnya dari mulai love or not, sweetnya juga ga ilang hehe. ditunggu next partnya ya thor, kalo boleh saran masalahnya jangan terlalu rumit dan berkepanjangan thor nanti malah berbelit belit . terimakasih banyak atas ff kerennya ! wkwkwkwkwkwwk

    • jeongmal gomawo chingu atas commentnya.. 😀
      masalahnya gak rumit kok,, cuma bikin gregetan aja..
      soalnya kan di love or not itu aku gak terlalu fokus di konflik,, nah di sequelnya ini aku kepengen nampilin konflik aja. gak tau berhasil gak.. ntar di comment aja ya^^

      • Hehehe sama sama bikin gigit jari kakak author.
        Pokoknya sukses thor bikin lanjutannya, jangan jahat jahat sama siwon yongri ya authorrrrr :””)

  4. ah thor kenapa ga dibikin adem ayem aja sih,,,
    pengen lempar si hyomonn pake sendal bakiak, biar bener kepalanya…
    awas aja klo sampe yongri minta pisah, tak kutuk tuh cewe sarap..
    lagian napa si siwon oppa, ngasih aja si cewe gila ke rumah…
    maaf yah thor jadi marah2 ga jelas, gara2 si duo lee itu sih…

      • ini bukan konflik yang sedikit. bacanya aja udh deg2an… Happy ending please. dan, jgn terlalu berputar2 ya, thor. *banyak mau!*
        tapi jujur, kalo kebanyakan muter2 aku bacanya sesek sendiri. 😥

  5. Annyeong author~
    I’ve read all of your ff from the first chap but I didn’t give any comment. Mianhaeyo._.v
    Aaaaa suka bgt sama ff ini. Jgn bikin yongri&siwon pisah 😦
    Hae&Hyomoon jahat sekali. Trs firasat kyu sepertinya bakal terjadi deh 😦
    Next part asap

  6. omg si piranha cs … hello bang hae apa gk takut ma test dna bang duh hyomoon juga hooh hooh aja @geleng2
    sengaak setengah idup akunya banghae yg malu2 kucing jd kucing garongg malu maluin ihhh gemest ma piranha cs #ehh authorcayank gk marahkn aku bukan mo bashing pi gemest suer ma piranha cs
    ini kerna bang wonnienya gk tegas sih
    mo bunuh diri ke poon toge nih pi klo bunuh diri gk bisa liat bang wonnie dilema entar diembat authornya lagi bang wonnienya gk papah ding rela asal bang wonnie bahagia #komeng melenceng

  7. Annyeong~
    aku balik lagi thor
    maapin yah kmaren ngilang(?) hhahaha *TERUS???*

    thor jgn ksh masalah yang berat(?) buat mreka, udah terlanjur jatuh cintrong aku ama mreka !!
    Next xD

  8. aduh sumpah ya ..itu Hae sma Hyomoonnya licik bgt …gregetan bacanya chingu….
    sebenernya agak gimana …gitu…biasa baca FF yg karakter haenya ga kaya gini…
    semoga ga terjadi hal aneh2 sma siwon dan yongri ya …

  9. Aigoo trnyta donghae itu hnya brpura pura cupu?!

    Aishh -,-
    dngn siwon gk pulang” psti dpt mengubah hubungan mreka,apalagi mreka ada yg mngganggu,makin kuat aja nih tantangan hubungn mreka,
    tapi,klo mreka saling mempercayai satu sma lain psti gk susah untuk mnjga hubungn agar tetap langgeng,
    tapi pda dsr’a mempercayai seseorang itu susah apalagi klo kita ngelihat dngn mata kepala kita,walaupun itu cuma slh phm

  10. donghae image mu bener2 jatoh disini tp gpp.. hahaha hyomoon hadeh, obsesi bgt sama siwon. udah ditolak masih aja kejar. -___- gak tau malu, mau aja lakuin kaya gitu… yongri pasti terpuruk nih… -__-

  11. Aiissshhh…. jdi 2 orng yg ga suka ma hubungan Wonppa n Yongri itu Haeppa n Hyomoon… ckckckck.. jahat bgt sih…
    Ampun dah tuh si Hyomoon mw bkin ulah apaan tuh??? Eeeuuhhh udh ketebak dh pasti tentang tanggung jawab,,, yaelah… semua itu ideny Haeppa..
    -_- .. Haeppa kau bt aku kecewa…. 😦
    Yaa… Wonppa g jdi pulang.. sbar y Yongri… 🙂

  12. Pingback: [Part 3] Berbagi Fanfictions Yang Bagus untuk Dibaca | KimAB710

  13. Ah.. Kacaw..
    Aduh,, ko donghae ampe segitu nya sih! Demi dapetin yongri, di malah mau hamilin sepupu nya sendiri! Hyomoon juga!! Ish…
    Dan dan, kenapa siwon ga ngasih kabar ke yongri kalo kepulangan nya ke korea ditunda! Huhuhu T.T

  14. May Gattt!!!! Itu Lee b’saudara bener2 gila, sampai segitunya mau memiliki seseorang! Aq angkat tangan dah sm niat mereka, tapi yang pas Siwon mabuk itu emang sengaja ya Siwon di buat mabuk Sama Hyomoon? Pasti dia masukin sesuatu sebelum wine itu di minum sama siwon, aq udh penasaran sama kegilaan apa lagi yang mereka lakuin buat misahin YongWon couple! Kayanya Next part bakal berat nih konfliknya, Okeh aq capcus dulu ke next part ya Thorrr Wushhhh ─=≡Σ((( つ•̀ω•́)つ

  15. Tuh hyomoon knapa sih?? Gatal betul..ihhh rasax mau ku trik rambutnya itu..hehe bcanda thor..jngan marah yah tpi mmang muyak q sma dia..
    Psti nnti ada fto siwon tdur sma hyomoon di ksih ke yongri…ahh pusing..
    Semngat yah thor ngtik ff yg laen..
    Peace..

  16. Dongee sm hyomoon bener2 ya, jahat licik banget…
    choi siwon bodoh mau aja d,ajak minum tuh kan kejadian… hweeee gemana hubungan mereka nnti,mana siwon blm balik2… jangan sampai pisah,kalian sangat saling mencintai…

  17. Aigooo, kan bener hyomoon beneran dateng ke cina-_- pasti dia uda berbuat sesuatu sama siwon pas mabok-_- ishhh-_-
    hemm, apa yg buat siwon gakabarin yongri ya?

    Nice job thor^^

  18. Omo!! itu si Dongek mau bikin rencana ngejebak siwon?! siwon bakal difitnah sudah menghamili Hyomoon dan yang akan membuat Hyomoon hamil adalah Donghae sendiri?? waaahhh enak bener tuh si Piranha bisa nganu sama Hyomon. #upzzz

  19. Omg donghar bener2 licik….
    Demi ngdapetin yongri dy ngrencanai hal ky gitu, msa mau ngejebak siwon dg nyuruh hyomoon ngsi siwon wine trus tidur breng sh, thor siwon ga nglakuin ap2 kn k hyomoon?
    Lbih kejam lg yg bkl nghamilin hyomoon itu donghae….

  20. Yaampun 2Lee tuh bener2 licik bikin gregetan aja, si hyomoon bodoh bget mau gituan sma odnghae, dangkal kali ya otaknya ……
    buat yongri harus banyak2 sabar nih nunggu siwoj kembali, ksian dy pnya sgabat yg gk suka dya tunangan sama siwon … yang sabar ya youngri …

  21. ashhh apa yg di lakuin tu nenek sihir sama siwon? knpa siwon hanya pake celana pendek?
    arhghhh pingin hajar tu hyumoon
    mana donghae juga
    sialan mereka saudara
    hahhh knpa siwon gak pulang? kasian yongri 😦
    smoga hubungan mereka baik baik aja

  22. itu hyeomoom buseetttt dah bener2 gatel banget, gayung nyamperin tempayan(?) jauh2 ke China cuma buat ngerusak hubungan org ckckck durjanaa!!! *emosi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s