It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 3

It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 3

Author       : Choineke

Judul          : It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’)

Cast            : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast     : Song Hyerim (OC), Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC), Lee  

                     Donghae, Lee Hyukjae, Choi Seunghyun.

Genre         : Romance

Length       : Chapter

Rating        : PG-17

 

~~~

Author POV

“Aku lebih suka warna biru ini, Wonnie.”

“Aniyo. Warna peach ini lebih cocok untuk kita, sayang.”

“Shireoyo!”

Terhitung sudah 1 jam lebih Siwon dan Yongri sibuk mempeributkan warna yang akan mereka pakai saat pesta pertunangan nanti. Mulai dari warna pakaian ataupun dekorasi. Keduanya tidak ada yang mau mengalah sedikitpun. Sama-sama keras kepala.

“Sayang, ayolah. Kita sudah menghabiskan 1 jam disini. Warna peach saja, oke?” Bujuk Siwon sembari berkata lembut. Yongri menggeleng keras.

“Wonnie, kau itu laki-laki. Warna peach tidak cocok untukmu. Lagipula kenapa kau tidak mau mengalah denganku? Pokoknya aku mau biru. Titik.” Yongri melipat kedua tangannya di depan dada dan memasang raut wajah kesal. Siwon menghela nafas sabar.

“Geureh. Kita pakai warna biru.” Putus Siwon akhirnya. Raut wajah Yongri langsung berubah ceria. Akhirnya mereka pun memesan gaun serta jas berwarna biru laut. Setelah selesai, mereka segera beranjak dari butik itu.

“Dekorasi serta tempat, biarkan orangtua kita saja yang mengaturnya. Kita hanya perlu memberitau mereka, kita menginginkan seperti apa.” Usul Siwon.

“Hmm, ide bagus.” Sahut Yongri. Mereka pun segera masuk ke dalam mobil Siwon dan bermaksud pulang. Selama di perjalanan, mereka di temani dengan obrolan-obrolan singkat. Tak jarang juga mereka tertawa bersama saat mendengar sesuatu yang lucu.

“Oh ya, Wonnie. Aku lupa memberitaumu sesuatu.” Ucap Yongri tiba-tiba.

“Apa?”

“Appa dan eommaku akan menetap di Seoul sampai aku menikah denganmu nanti.” Siwon tampak terkejut.

“Berarti beberapa tahun mereka akan menetap disini?” Tanya Siwon memastikan.

“Ne, wae?”

“Itu tandanya kau akan terus menginap di rumahmu. Dan aku akan sendirian di apartemen sampai kita menikah nanti?” Siwon tampak kecewa. Yongri memahami perasaan Siwon. Yeoja itu mengelus pelan bahu Siwon.

“Mianhae. Tetapi sepertinya akan seperti itu.” Kata Yongri. Wajah Siwon tampak murung.

“Sebaiknya kau kembali ke rumahmu saja, Wonnie. Setidaknya di sana kau tidak akan sendirian. Bagaimana?” Tanya Yongri.

“Ya, mungkin lebih baik aku pulang.”

 

~~~

 

“Tunangan?!” Desis Kyuhyun sedikit tak percaya.

“Ne. Wae oppa? Kenapa kau seperti tak suka?” Tanya Yongri.

“Apa kau yakin, Riri-ya?” Tanya Kyuhyun balik.

“Apa maksudmu, oppa?? Kau meragukan Siwon? Kau tau kan oppa jika dia sangat mencintaiku?”

“Ya aku tau. Tapi maksudku, apa ini tidak terlalu cepat?” Yongri tertawa kecil.

“Oppa, kami hanya tunangan. Bukan menikah. Masih beberapa tahun lagi untuk kami dapat menikah.”

“Iya ta-”

“Sudahlah oppa. Aku tau oppa mengkhawatirkanku. Tapi aku yakin, Siwon yang terbaik untukku oppa.” Ucap Yongri meyakinkan. Kyuhyun menghela nafas pasrah.

“Ya. Kuharap ucapanmu benar.”

 

 

“Wahh!! Akhirnya kau akan tunangan juga dengan Siwon sunbae.” Ujar Hyerim riang. Yongri tersenyum tipis. Ia merasa bingung. Kenapa Kyuhyun tampak tidak suka, sedangkan yeojachingunya begitu exited mendengar ia akan tunangan dengan Siwon.

“Kau kenapa? Kenapap wajahmu aneh begitu?” Tanya Hyerim bingung.

“Aniyo. Aku hanya aneh saja. Kenapa Kyuhyun oppa tampak tidak senang mendengar aku akan tunangan. Berbeda sekali dengan dirimu yang senang mendengar kabar ini.” Jawab Yongri jujur.

“Benarkah Kyuhyun oppa tidak senang?” Hyerim tampak tak percaya.

“Ne, begitulah. Aku juga bingung Hyerim-ah. Aku tau Kyuhyun oppa menyayangiku sebagai sahabatnya, dan seharusnya ia senang karena aku bahagia.” Kata Yongri. Sejujurnya ia sedih mendapatkan kenyataan bahwa Kyuhyun seperti itu. Ia menginginkan Kyuhyun mendukungnya, sama seperti Hyerim. Hyerim mengelus pundak Yongri, bermaksud menenangkannya.

“Kau tenang saja. Mungkin ini karena Kyuhyun oppa dari dulu tidak pernah akrab dengan Siwon sunbae. Sehingga ia tidak tau bagaimana sifat Siwon sunbae. Tidak usah kau pikirkan, ya? Lebih baik kau pikirkan pertunanganmu yang tinggal 1 minggu ini. Arrachi?” Yongri tersenyum kemudian mengangguk menanggapi kata-kata Hyerim.

 

~~~

 

Hari pertunangan itu datang juga. Seluruh keluarga maupun orang-orang terdekat dari kedua belah pihak tampak sangat antusias dengan hari ini. Tak terkecuali dengan Siwon dan Yongri yang menjadi raja dan ratu pada pesta hari itu. Pesta pertunangan Siwon dan Yongri di adakan di taman bukit di daerah Apgeujeong. Taman dengan rerumputan yang berwarna hijau pekat dan tampak halus di lihat dari jauh. Yongri yang di balut mini dress berwarna biru laut serta Siwon yang memakai kemeja putih dengan tuxedo berwarna biru laut tampak serasi saat berjalan beriringan menuju panggung. Sesekali kedua insan itu saling memandang dan melempar senyum bahagia. Cincin yang di pesan oleh orang tua Siwon berdasarkan dengan keinginan Siwon pun sudah terpasang indah di jari manis Keduanya. Cincin dengan mutiara kecil dan memiliki inisial S&Y itu tampak menarik perhatian Yongri. Karena sejujurnya yeoja itu juga baru melihatnya hari ini.

“Suka?” Bisik Siwon di tengah perhatian banyak orang. Yongri menoleh dan tersenyum.

“Ya. Neomu joha. Gomawo.” Sahut Yongri tak kalah berbisik. Siwon tersenyum dan merangkul bahu Yongri dengan mesra.

“Baiklah. Para tamu undangan bisa menikmati makan malam yang tersedia. Dan bagi yang ingin berfoto bersama dengan kedua pasangan yang baru bertunangan ini kami persilahkan.” Ucap MC itu dengan semangat. Terlihat beberapa teman bisnis dari ayah Yongri dan Siwon mengajak mereka berfoto bersama. Senyum tak pernah lepas dari semuanya.

“Yongri ayo kita berfoto bersama!” Ajak Hyerim antusias.

“Ayo-ayo!” Sambut Yongri tak kalah antusias.

“Oppa, ayo!” Hyerim menarik tangan Kyuhyun yang tampak tidak tertarik.

“Kalian saja. Biar aku tunggu di sana.” Tolak Kyuhyun.

“Andwae!! Ayo oppa! Kapan lagi kita bisa berfoto bersama.” Bujuk Hyerim sembari menarik lengan Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas kesal. Akhirnya dengan sangat terpaksa, ia pun berdiri di sisi Yongri dan Hyerim berdiri di sisi Siwon. Sang photografer beberapa kali mengambil pose mereka.

“Yongri, sunbae, selamat ya! Akhirnya hubungan kalian lebih serius dengan pertunangan ini. Jangan sering bertengkar, ya!” Pesan Hyerim yang di sambut kekehan dari Siwon dan Yongri. Yongri berpaling pada Kyuhyun.

“Oppa tidak ingin mengucapkan selamat untukku?” Tanya Yongri sedikit memelas.

“Haruskah?” Sahut Kyuhyun cuek. Yongri seperti tertampar mendengar sahutan cuek dari Kyuhyun. Ia pikir Kyuhyun sudah bisa menerima dengan pertunangannya. Tapi ternyata ia salah. Kyuhyun bahkan benar-benar tidak tertarik. Entah mengapa mata Yongri menjadi berkaca-kaca memikirkannya. Ia memandangi Kyuhyun dengan tidak percaya.

“Yongri..” Panggil Hyerim pelan. Hyerim menjadi serba salah karena Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tampak terkejut melihat mata Yongri yang berkaca-kaca. Apa ia sudah kelewatan?

“Ah, tidak apa-apa. Aku permisi sebentar mau mencari angin. Wonnie, kau disini saja. Aku sedang ingin sendiri.” Ujar Yongri sembari mencoba tersenyum. Siwon segera menahan pergelangan tangan Yongri ketika tunangannya itu hendak beranjak dari sisinya.

“Biar aku temani.” Kata Siwon lembut.

“Gwenchana. Aku hanya sebentar saja. Oppa di sini saja, ne? Kasian Hyukjae oppa di ujung sana sedang sendirian.” Yongri menunjuk keberadaan Hyukjae yang sedang berdiri sembari meminum jus yang di ambilnya dari meja makan.

“Kau yakin?” Tanya Siwon memastikan. Yongri mengangguk. Gadis itu segera berlalu dari hadapan Siwon, Kyuhyun, serta Hyerim.

 

Yongri mengelus lengan putih mulusnya beberapa kali saat angin malam menerpa kulit terbukanya. Yongri merutuki kebodohannya karena tidak memakai mantel yang sudah di siapkannya sebelum pesta di mulai. Ia terus menyusuri taman bukit itu dengan sesekali tersenyum karena mengingat Siwon sudah menjadi tunangannya. Namun beberapa saat kemudian raut wajahnya menjadi sedih, mengingat Kyuhyun tak menyukai pertunangan ini. Yongri bingung karena harus merasakan 2 perasaan berlawanan dalam waktu bersamaan. Yongri sedikit terlonjak kaget saat merasakan hangat di tubuhnya. Jas hitam tersampir rapi pada bahunya. Saat ia menoleh kebelakang, ia melihat Kyuhyun sudah berada di belakangnya. Yongri hendak melepaskan jas itu namun Kyuhyun menahannya.

“Aku tau kau kedinginan.” Ujar Kyuhyun datar. Yongri mendengus.

“Lalu kau peduli melihatku kedinginan? Dengan pertunanganku saja kau tidak peduli.” Balas Yongri ketus. Yongri membalikkan badannya, kembali membelakangi Kyuhyun saat merasa matanya kembali berkaca-kaca.

“Mianhae.” Sesal Kyuhyun.

“Kau jahat oppa! Kau membuatku merasakan 2 perasaan yang berlawanan dalam waktu bersamaan. Kau tau aku sangat bahagia dengan pertunangan ini. Tapi kau membuatku sedih karena rasa tak sukamu itu terhadap acara ini.” Airmata Yongri sedikit demi sedikit mulai turun dan membasahi pipinya.

“Apa yang membuatmu ragu pada Siwon? Aku tau kau menyayangiku oppa. Menganggapku seperti adikmu sendiri. Kau seharusnya mendukungku oppa. Bukan seperti ini.”

“Kau tidak mengerti, Riri-ya.” Ujar Kyuhyun pelan. Yongri membalikkan badannya dengan cepat.

“Apa? Apa yaang tidak kumengerti oppa? Siwon mencintaiku. Dan aku mencintainya! Apa menurutmu itu tidak cukup?” Airmata Yongri semakin deras mengalir.

“Entahlah.” Kata Kyuhyun.

“Aku merasa tidak tenang saat kau memutuskan untuk bertunangan dengan Siwon. Aku juga tidak tau kenapa, Riri-ya. Tapi itulah yang kurasakan.” Lanjutnya. Yongri kembali mendengus.

“Bagaimana mungkin kau dapat merasakan itu? Apa kau menyukaiku?” Kyuhyun tampak terkejut dengan pertanyaan Yongri.

“Kenapa kau bicara begitu, Riri-ya? Kau tau aku sangat mencintai Hyerim.”

“YONGRI!” Kyuhyun dan Yongri serempak menoleh saat mendengar teriakan yang tidak jauh dari mereka. Siwon tampak berlari kecil menghampiri Yongri.

“Kau…menangis?” Siwon terkejut saat melihat pipi Yongri basah. Yongri segera menyeka airmatanya.

“Tidak. Aku tidak apa-apa.” Kata Yongri pelan. Siwon segera mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang berdiri di hadapan Yongri. Menatap namja itu dengan tatapan tajam.

“Aku tau kau tak pernah menyukaiku, Kyuhyun-ssi. Aku tau kau tak suka jika aku bersama Yongri. Tapi bisakah kau tidak perlihatkan itu di hadapannya? Cukup kau perlihatkan itu di hadapanku. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau membuatnya kembali menangis.” Kata Siwon datar namun tegas. Siwon mengembalikan jas Kyuhyun yang tersampir di bahu Yongri. Kemudian membuka jasnya sendiri untuk di sampirkan di bahu tunangannya itu.

“Kita kembali ke sana.” Ajak Siwon sembari merangkul bahu Yongri untuk kembali ke tempat mereka saling menukar cincin tadi. Meninggalkan Kyuhyun yang sedang kebingungan dengan perasaannya yang sedang kacau balau.

 

~~~

 

Hyerim terus memandangi Kyuhyun yang sedang duduk di sampingnya. Saat ini mereka sedang berada di rumah Hyerim, tepatnya taman belakang  rumah Hyerim. Pandangan Kyuhyun lurus ke depan dengan raut wajah yang susah di mengerti. Membuat Hyerim yang sedari tadi memandangnya merasa bingung sekaligus gemas.

“Oppa, wae geureh?” Tanya Hyerim akhirnya. Kyuhyun tampak tidak bergerak sama sekali dari posisi sebelumnya.

“Oppa!” Pekik Hyerim membuat Kyuhyun terlonjak kaget.

“Wae??” Tanya Kyuhyun tak terima karena di kejutkan.

“Aku yang seharusnya bertanya. Kau itu kenapa?”

“Aku? Aku tidak apa-apa.” Jawab Kyuhyun kemudian kembali menatap lurus ke depan.

“Geojitmal! Oppa katakan padaku.” Rengek Hyerim sembari mengguncang lengan Kyuhyun.

“Aku tidak apa-apa, Hyerim-ah.” Ujar Kyuhyun.

“Ini pasti ada hubungannya dengan Yongri dan Siwon sunbae. Benarkan? Sebenarnya kau itu kenapa tidak menyukai pertunangan mereka oppa?”

“Kau tidak akan mengerti.”

“Makanya katakan padaku biar aku mengerti, oppa!” Kyuhyun menghela nafas.

“Sejujurnya aku tidak tau aku kenapa. Tetapi aku mempunyai firasat jika pertunangan ini tidak akan membuat Yongri bahagia. Justru ia akan merasakan sakit.” Kata Kyuhyun dengan nada frustasi. Hyerim tampak bingung dengan kata-kata Kyuhyun. Namun kemudian ia tertawa kecil.

“Oppa kau menyukai Yongri?” Goda Hyerim.

“Mwo? Ya! Jangan sembarangan bicara. Kau tau bagaimana perasaanku padamu.” Sambar Kyuhyun. Hyerim kembali tertawa geli.

“Lalu bagaimana mungkin kau memiliki firasat seperti itu? Aku akan percaya dengan firasatmu jika kau appanya Yongri. Sudahlah, mungkin itu cuma perasaanmu saja. Kau tidak terlalu mengenal Siwon sunbae. Makanya seperti itu.” Ucap Hyerim panjang lebar.

“Tapi bagaimana jika itu benar terjadi, Hyerim-ah?” Hyerim tersenyum dan memeluk Kyuhyun dari samping.

“Oppa tenanglah. Aku yakin Siwon sunbae tidak akan menyakiti Yongri. Dia sangat menyayangi Yongri, oppa. Aku tau itu.” Kyuhyun membalas pelukan Hyerim sembari menghela nafas berkali-kali.

 

~~~

 

“Kau sedang apa, Yongri-ya?” Tanya Nyonya Choi.

“Eoh? Eomma? Ah aku sedang membuatkan makan siang untuk Siwon.” Jawab Yongri.

“Aigoo. Kalian ini romantis sekali.” Goda Nyonya Choi.

“Eomma bisa saja. Aku hanya kasian padanya. Aku tau dia sangat sibuk di kantor. Dan aku tidak mau ia melupakan makan.”

“Iya-iya. Eomma tau. Apa kau mau eomma bantu?”

“Tidak usah eomma, sebentar lagi juga selesai. Eomma istirahat saja.”

“Geureh. Eomma tinggal ya.”

“Ne, eomma.”

Yongri hanya tinggal menata makanan itu ke dalam kotak bekal makanan. Dengan hati-hati ia memasukkannya agar tidak berantakkan, dan agar Siwon tertarik untuk memakannya.

“Ah dasar Yongri bodoh, Siwon pasti akan selalu memakan apapun yang kau buat.” Gumamnya sembari tersenyum malu. Setelah semua selesai, Yongri melirik jam dinding di dapurnya. Sudah menunjukkan pukul 1 siang. Yongri segera menuju ke kamarnya sebentar untuk mengambil tas kemudian kembali ke dapur untuk mengambil makan siang yang sudah di siapkannya itu. Yongri melewati ruang keluarga dan melihat eommanya di sana.

“Eomma, aku pergi dulu, ne?” Pamit Yongri.

“Ya, sayang. Hati-hati.” Yongri mengangguk dan langsung keluar rumah untuk mencari taksi. Yongri memang sengaja tidak memberitahu Siwon tentang kedatangannya. Ia ingin memberi Siwon kejutan. Yongri tersenyum sendiri membayangkan raut wajah Siwon nanti.

 

Setengah jam kemudian, Yongri sudah sampai di kantor Siwon, Hyundai Departement Store. Dengan langkah santai, ia memasuki kantor itu dan segera menuju ruangan Siwon. Seperti biasanya, ia akan selalu bertemu dengan Sekretaris No sebelum memasukki ruangan Siwon.

“Annyeong, Sekretaris No!” Sapa Yongri ceria.

“Ah Yongri-ssi.” Sekretaris No tampak terkejut dengan kehadiran Yongri.

“Direktur Choi adakan?” Tanya Yongri.

“Eum..itu..”

“Ada atau tidak?” Desak Yongri tak sabar.

“Ada, tapi Direktur-”

“Ya sudah aku masuk dulu. Annyeong!” Yongri tidak mendengarkan lagi ucapan Sekretaris No karena ingin segera bertemu Siwon. Tanpa mengetuk dan memanggil, Yongri segera membuka pintu ruangan Siwon. Senyum yang sedari tadi berkembang tiba-tiba saja lenyap dari bibir tipisnya. Tubuhnya seakan kaku. Tanpa sadar ia mengeratkan pegangannya pada kotak bekal yang di pegangnya. Matanya menjadi kabur karena berkaca-kaca.

‘Tidak! Aku tidak boleh menangis!’ Batinnya.

“Yongri..” Panggil Siwon pelan. Tanpa menjawab panggilan Siwon, Yongri segera berbalik. Dipikirannya sekarang adalah cepat-cepat pergi dari tempat itu.

“Ini untukmu saja, Sekretaris No.” Kata Yongri sembari meletakkan kotak bekal itu di atas meja kerja Sekretaris No. Suaranya parau menahan tangis. Yongri segera berlari kecil meninggalkan kantor Siwon. Yongri sama sekali tidak menoleh ke belakang. Ia tidak mau tau apakah Siwon mengejarnya atau tidak.

“YONGRI!” Teriak Siwon berusaha menghentikkan langkah Yongri. Namun lagi-lagi Yongri tidak peduli dan segera memasukki taksi yang di temuinya di jalan. Di dalam taksi tangisnya pecah sudah. Ia masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Bagaimana mungkin Hyomoon bisa ada di sana? Dan parahnya lagi Hyomoon dan Siwon tampak sangat akrab dengan tertawa bersama sembari makan siang di dalam ruangan itu. Apa itu makan siang yang di bawakan Hyomoon?

“Keterlaluan.” Gumamnya dengan terisak.

 

Siwon kembali ke dalam ruangannya saat merasa tidak dapat mengejar Yongri.

“Ini semua gara-gara kau!” Teriak Siwon pada Hyomoon.

“Oppa kenapa kau menyalahkanku?” Hyomoon tampak tidak terima di salahkan Siwon.

“Kenapa kau harus datang kemari? Kenapa kau harus membawakan makanan ini dan kenapa kau harus mengajakku mengobrol??” Siwon mengacak rambutnya kesal.

“Oppa apa itu salah menurutmu? Aku hanya ingin berteman denganmu. Apa itu salah?” Hyomoon memasang wajah sedih agar Siwon tersentuh. Siwon menghela nafas mencoba menghilangkan bebannya.

“Sebaiknya kau pulang.” Ucap Siwon tanpa mau menatap Hyomoon.

“Oppa aku minta maaf jika membuat Yongri marah. Aku tidak mempunyai maksud apapun. Aku hanya ingin memperbaiki hubungan denganmu. Aku pergi.” Hyomoon berjalan menuju pintu ruangan Siwon dengan senyum penuh kemenangan.

Siwon mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mencoba menghubungi Yongri.

“Sial! Tidak di angkat.” Desisnya kesal. Seandainya bisa, Siwon sudah ingin meninggalkan kantor dan menemui Yongri. Tapi sayangnya sebentar lagi ia ada rapat penting, dan itu tidak dapat di undur atau di batalkan. Lagi-lagi Siwon mengerang frustasi. Ia menyesal sudah menerima kehadiran Hyomoon. Seharusnya ia bisa bersikap ketus seperti biasa pada gadis itu. Siwon kesal karena sikap Hyomoon tadi sangat berbeda dari biasanya. Gadis itu tidak lagi mencoba mendekatinya dan malah bersikap bersahabat. Ia benar-benar menyesal sekarang.

“Brengsek!!”

 

Langit sudah berubah gelap. Bulan sudah muncul, begitupun dengan bintang. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Waktu yang pas untuk memejamkan mata, bersiap untuk menyambut hari esok. Namun tidak dengan gadis bertubuh mungil itu. Ia tidak menangis. Namun matanya membengkak dan berwarna merah karena kebanyakan menangis siang tadi. Ia terus meringkuk di atas tempat tidur. Pikirannya entah kemana. Ke Siwon? Hyomoon? Atau mereka berdua? Entah sudah berapa panggilan tak terjawab di ponselnya. Sedikitpun ia tak menyentuh ponsel itu ketika pulang.

CKLEKK!!

Pintu kamar gadis itu terbuka menghadirkan sesosok wanita paruh baya yang berwajah mirip dengannya.

“Yongri..” Panggil Nyonya Choi. Yongri tidak menjawab sama sekali.

“Sayang, di luar ada Siwon. Ia ingin bertemu denganmu.” Kata Nyonya Choi.

“Tidak, aku tidak mau bertemu dengannya.” Ujar Yongri dengan suara serak. Posisi Yongri yang membelakangi Nyonya Choi, membuatnya tidak mengetahui jika Siwon sudah berada di depan pintu kamarnya. Nyonya Choi menoleh pada Siwon seperti meminta pendapat. Siwon mengisyaratkan pada Nyonya Choi agar meninggalkan mereka berdua. Nyonya Choi mengerti dan segera keluar dari kamar itu. Siwon segera masuk ke dalam kamar Yongri dan menutup pintunya. Dilihatnya Yongri masih terus membelakanginya tanpa mengubah posisi sedikitpun.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon pelan. Yongri tersentak saat mendengar panggilan itu. Ia menoleh cepat dan terkejut melihat Siwon berada di kamarnya. Dengan cepat Yongri menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya hingga ke atas kepala. Siwon menghela nafas pelan melihatnya. Dengan perlahan di dekatinya tempat tidur Yongri dan duduk di samping gadis itu. Siwon mencoba menarik selimut yang menutupi tubuh Yongri. Tetapi Yongri menahannya cukup keras.

“Ya!! Jika kau marah, marah saja. Kenapa harus seperti ini?” Kata Siwon. Yongri seolah tidak peduli dan tetap pada posisinya.

“Choi Yongri!”

“Pergilah! Aku tidak mau melihatmu.” Ucap Yongri ketus.

“Mianhae.” Ujar Siwon penuh penyesalan.

“Pergi dan temuilah kekasih barumu itu!” Ucap Yongri lagi. Siwon mendesis kesal mendengar kalimat terakhir Yongri. Dengan paksa di tariknya selimut itu hingga terlepas dari Yongri. Yongri menatap Siwon dengan tajam.

“Siapa yang kau maksud kekasih baruku?” Tanya Siwon kesal.

“Tidak usah pura-pura tidak tau!” Jawab Yongri tak kalah kesal. Siwon lagi-lagi menghela nafas.

“Aku dan Hyomoon tidak memiliki hubungan apa-apa.”

“Oh ya? Kalian terlihat akrab sekali dengan kau yang memakan makan siang yang di bawakan olehnya. Juga kalian yang tertawa bersama. Persis seperti sepasang keka-” Ucapan Yongri terputus saat Siwon menempelkan bibirnya pada bibir Yongri. Melumatnya dengan mesra dan dalam. Emosi Yongri seolah meluap entah kemana saat merasakan ciuman lembut Siwon. Gadis itu memejamkan matanya saat merasakan Siwon terus melumat bibirnya dan juga membelai pipinya.

“Bagaimana mungkin kau marah padaku jika hanya aku yang bisa membuatmu tenang, eoh?” Tanya Siwon sembari tersenyum mengejek. Yongri mengerjapkan matanya berkali-kali seolah pikirannya masih melayang di atas sana.

“Kenapa diam? Bukankan tadi kau marah? Aku ingin mendengar kau mengomel lagi.” Sindir Siwon. Yongri yang sudah tersadar memukul keras dada bidang Siwon, membuat Siwon sedikit meringis.

“Kau memang laki-laki brengsek!” Desis Yongri mencoba menghilangkan malunya. Siwon tertawa mendengar desisan itu. Namun setelahnya ia memasang wajah serius sembari menatap Yongri.

“Semua yang kau lihat, tidak seperti yang kau pikirkan. Aku memang memakan makan siang yang di bawakan Hyomoon dan tertawa bersamanya. Tetapi itu karena aku tidak tau jika kau akan datang dan membawakanku makan siang. Jika aku tau, aku tidak akan menyentuh makanan Hyomoon. Dan kenapa aku bisa tertawa bersamanya, itu karena hari ini Hyomoon mengatakan bahwa ia hanya ingin berhubungan baik denganku. Hubungan sebatas teman, tidak lebih. Aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya. Kau tau kenapa?” Dengan polosnya Yongri menggeleng. Siwon menarik kedua bahu Yongri hingga yeoja itu menjadi duduk. Siwon membelai pelan pipi Yongri.

Because you’re my fiancee. I can only fall in love with you.” Ucap Siwon dengan pelan, seperti berbisik.

“Kumohon jangan pernah meragukanku, Yongri-ya.” Pinta Siwon tulus. Mata Yongri berkaca-kaca dan langsung memeluk Siwon. Membenamkan wajahnya pada lekukan leher Siwon. Siwon membalas pelukan Yongri sembari mengelus pelan kepala gadis itu.

“Aku hanya takut kau meninggalkanku, Wonnie.” Ucapnya dengan terisak.

“Tidak. Itu tidak akan pernah terjadi.” Sahut Siwon. Yongri melepaskan pelukannya dan menatap Siwon.

“Maafkan aku.” Ujar Yongri.

“Gwenchana.” Balas Siwon.

“Lagipula aku tau kau tidak akan bisa lama marah padaku.” Lanjut Siwon. Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Kenapa kau bisa seyakin itu?” Tanya Yongri.

“Bukankah sudah ku bilang hanya aku yang bisa menenangkanmu?” Goda Siwon membuat pipi Yongri memerah. Sejujurnya Yongri memang merasa aneh pada dirinya. Kenapa di saat ia khawatir, takut, marah atau perasaan apapun yang mengacaukan pikiran serta hatinya, hanya pelukan atau ciuman dari Siwon yang bisa menenangkannya.

“Apa aku harus selalu bergantung padamu?” Tanya Yongri.

“Ya, kurasa itu lebih baik daripada kau bergantung pada laki-laki lain.” Jawab Siwon.

“Tetapi aku tidak mau.”

“Wae? Kenapa tidak mau?” Siwon tampak tidak terima.

“Aku hanya ingin mandiri. Mencoba menyelesaikan masalahku sendiri.”

“Itu tidak akan pernah terjadi selama aku masih di sisimu. Kau tentu tau apa guna pasangan bukan? Kita harus saling berbagi dan membantu. Lagipula, menenangkanmu bukan sesuatu yang sulit untukku. Hanya tinggal memeluk dan menciummu, kan? Itu menguntungkan untukku.”

“YAAAA!!”

 

~~~

 

Yongri duduk sendirian di dalam kantin dan hanya di temani oleh orange juice. Hyerim dan Kyuhyun entah di mana. Hubungan Yongri dan Kyuhyun menjadi renggang semenjak kejadian saat pertunangan itu. Makanya Yongri lebih memilih sendiri daripada harus bersama Hyerim yang sudah pasti akan bersama Kyuhyun. Yongri bingung sekaligus kesal dengan Kyuhyun. Ia merasa namja itu tidak ada niatan sama sekali untuk minta maaf atau sekedar memperbaiki hubungan mereka yang menjauh ini. Yongri tidak mau melakukannya lebih dulu karena ia berpikir bahwa ia tidak salah dalam hal ini.

“Hai!” Sapa Donghae yang sudah berada di hadapan Yongri. Yongri mendongak dan tersenyum kaku pada Donghae.

“Oh, hai.” Balasnya.

“Boleh duduk?”

“Silahkan.” Donghae menarik kursi tepat di hadapan Yongri dan duduk di sana.

“Selamat ya.” Kata Donghae tiba-tiba.

“Selamat? Untuk?” Yongri terlihat bingung.

“Kudengar kau sudah bertunangan.” Kata Donghae sembari tersenyum.

“Ah, ya.”

“Kau bahkan tak mengundangku.” Ujar Donghae bermaksud bercanda. Yongri menjadi salah tingkah karena ucapan Donghae.

“Mianhae, Donghae-ya. Memang tidak banyak yang diundang. Hanya teman-teman bisnis ayahku dan juga ayah Siwon.” Kata Yongri dengan menyesal. Seketika Donghae tertawa. Membuatnya semakin tampan dalam balutan kemeja lengan panjang berwarna putih serta kacamata besar yang di pakainya.

“Aigoo. Kenapa kau serius sekali? Aku hanya bercanda, Yongri-ya.” Yongri memberengut kesal.

“Donghae, kau benar-benar membuatku salah tingkah.” Gerutu Yongri.

“Hahaha. Maaf-maaf. Tapi wajahmu lucu sekali.”

“Ya! Kau kira aku badut?” Kata Yongri tidak terima. Donghae tersenyum geli.

“Hei, kau harus mentraktirku.” Seru Donghae semangat.

“Eh? Kenapa harus?”

“Karena kau sudah bertunangan! Kau harus mentraktirku.”

“Arra. Tidak masalah.”

“Jinjja? Tapi makanku banyak sekali.”

“Benarkah? Tetapi kenapa kau tidak gendut?” Lagi, Donghae tertawa lepas. Membuat Yongri menjadi bingung.

“Astaga Choi Yongri. Kenapa kau mudah sekali percaya kata-kataku? Hahahahaha.”

“YA LEE DONGHAE! Kau benar-benar cari mati!!”

 

 

“Eh Wonnie, kenapa ada disini?” Tanya Yongri ketika baru sampai di rumahnya.

“Kenapa? Apa tidak boleh aku berada di rumah tunanganku sendiri?” Siwon bertanya balik. Yongri mendengus dan berjalan mendekati Siwon. Yongri duduk di sofa ruang tamu tepat di sebelah Siwon.

“Aku kan hanya bertanya, bodoh. Tidak biasanya jam segini kau ada di sini. Apa tidak sibuk?” Yongri meletakkan kepalanya pada pundak Siwon. Mencoba menghirup aroma tubuh Siwon yang selalu disukainya.

“Tidak. Hari ini aku sedikit santai. Tetapi…..” Siwon menggantungkan ucapannya. Yongri mendongak dan melihat raut wajah Siwon yang terlihat lesu dan sedih.

“Kenapa?” Tanya Yongri lembut. Siwon menghela nafas dan menatap Yongri.

“Besok dan selama 1 bulan kedepan, aku harus ke China. Appa membutuhkanku disana. Ada sedikit masalah di perusahaan China dan menurut appa aku bisa mengatasinya. Dan itu..membutuhkan waktu selama 1 bulan.” Siwon tampak sedih saat mengatakannya.

“Apa? 1 bulan? Haruskah selama itu?” Wajah Yongri berubah menjadi sedikit kecewa. Bagaimana mungkin selama 1 bulan ia tidak bertemu Siwon? 1 hari saja tidak bertemu ia sangat merindukan Siwon. Apa lagi 1 bulan. 30 hari. Oh, Yongri tidak dapat membayangkannya.

“Ya. 1 bulan jika sesuai perkiraan appa. Tetapi jika masalah yang dialami cukup besar, mungkin bisa lebih lama.” Siwon melihat Yongri yang menundukkan kepalanya dan meremas jemari tangannya. Siwon menggenggam jari-jari itu memberinya kehangatan.

“Aku berharap kau mengatakan bahwa kau bisa pulang tidak sampai sebulan. Tapi kau malah mengatakan, kau bisa lebih lama di sana.” Keluh Yongri sembari membalas genggaman tangan Siwon lebih erat. Siwon tampak bersalah. Namja itu segera memeluk Yongri.

“Maafkan aku. Aku akan usahakan tidak melebihi 1 bulan. Kau juga tau aku tidak bisa juh-jauh darimu, sayang.”

“Oh Wonnie, aku pasti akan gila di sini.” Gumam Yongri. Siwon tertawa kecil.

“Jangan hei, masa aku harus menikahi gadis gila?” Canda Siwon.

“Wonnie aku sedang tidak bercanda. Aku sedih. Bagaimana hariku selama 1 bulan di sini.”

“Bukankah kita masih bisa berhubungan lewat telepon dan SMS? Itu akan mengobati rindumu padaku. Ayolah, jangan membuatku tambah berat untuk pergi ke China.” Yongri melepaskan pelukan Siwon dan menatap wajah namja itu.

“Hari ini masih panjang, bagaimana jika kita jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama?” Usul Siwon yang langsung di balas anggukan kepala antusias dari Yongri.

 

 

“Kyaaaaa pantaiiiii!!!” Teriak Yongri antusias saat turun dari mobil Siwon. Ia segera berlari cepat ke arah bibir pantai, sehingga membuat kakinya yang telanjang di terpa air laut. Sebelum turun dari mobil, Yongri memang sengaja meninggalkan sepatunya di sana. Siwon yang melihat kelakuan tunangannya itu hanya tersenyum geli sembari berjalan santai mendekatinya.

“Woahh,, Wonnie coba kau lihat air laut ini. Begitu indah dengan warna biru jernih.” Ucap Yongri begitu kagum. Yeoja itu sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari laut di hadapannya.

“Apa sangat indah?” Tanya Siwon. Yongri mengangguk cepat.

“Lebih dari indah. Hahh,, senangnya bisa ke tempat ini bersamamu.” Untuk pertama kalinya Yongri mengalihkan pandangannya, menatap Siwon dengan lembut. Siwon ikut menatapnya lembut dan tersenyum manis. Namun sesaat kemudian senyum itu berubah menjadi smirk yang cukup menakutkan. Membuat senyum Yongri tiba-tiba hilang melihat smirk itu. Dengan cepat, Siwon menggendong tubuh Yongri dan berlari ke arah laut lebih dalam.

“YAAA!! Apa yang kau lakukan??!!” Jerit Yongri sembari memberontak dari gendongan Siwon. Siwon tidak peduli dengan jeritan Yongri dan langsung menghempaskan tubuh gadis itu, membuat seluruh tubuhnya menjadi basah.

“Hahahaha..” Tawa siwon pecah saat melihat Yongri basah kuyub.

“Brengsek!!” Umpat Yongri sembari mengejar Siwon yang sudah berlari meninggalkannya. Gadis itu memercikkan Siwon dengan air laut membuat kemeja Siwon menjadi basah.

“Hahahaha..” Kali ini tawa Yongri yang pecah saat melihat Siwon sama basahnya dengan dirinya.

“Ya!!” Teriak Siwon tidak terima. Yongri berlari ketakutan saat Siwon kembali mengejarnya.

“Wonnie, Wonnie. Stop di sana. Jangan mengejarku. Aku hanya membalas perbuatanmu.” Ujar Yongri sembari terus berlari menjauh dari kejaran Siwon.

“Kau yang diam di sana, sayang. Siapa suruh kau membalasku?”

“AAAKKKHHH!!!” Teriak Yongri saat Siwon kembali menggendongnya dan menghempaskan ke laut. Lagi-lagi Yongri di buat basah oleh perlakuan Siwon.

“Uhukk..uhukkk..” Yongri terbatuk-batuk saat air laut masuk ke dalam hidungnya. Membuat Siwon panik dan segera mendekatinya.

“Gwenchanayo?” Tanya Siwon sembari memegang kedua bahunya.

“Uuhhuukk…” Yongri tidak menjawab dan terus terbatuk. Rasanya sangat sakit saat hidungnya kemasukan air. Di tambah lagi air laut memiliki rasa asin.

“Ya, jawab aku? Apa kau baik-baik saja?” Siwon bertambah khawatir saat melihat wajah Yongri memerah. Yongri terdiam sembari menatap wajah Siwon di hadapannya. Namun kemudian ia tersenyum sembari mendorong kuat tubuh Siwon ke arah belakang, membuatnya terhempas ke air laut.

“Hahahaha!!! Kau tertipu. Dasar pabo!!” Yongri tertawa puas saat berhasil membohongi Siwon sekaligus membuat namja itu kembali basah.

“Aish! Kurang ajar!”

 

 

“Kau senang?” Tanya Siwon. Saat ini mereka tengah duduk berdampingan di atas pasir pantai sembari menyaksikan matahari terbenam. Pakaian keduanya sudah mulai mengering, mengingat sudah setengah jam lalu mereka duduk di sana.

“Ya. Tidak pernah sesenang ini sebelumnya. Gomawo.” Jawab Yongri sembari tersenyum pada Siwon. Siwon ikut tersenyum sembari mengacak pelan rambut Yongri yang masih basah.

“Bajuku masih sedikit basah. Bagaimana mungkin kita pulang dengan seperti ini?” Keluh Yongri sembari memperhatikan bajunya. Siwon tertawa pelan.

“Ya! Kau pikir hanya bajumu, eoh? Bajuku juga. Celanaku juga.” Siwon tak kalah mengeluh. Yongri mendengus.

“Ini semua karena kau. Siapa suruh bermain basah-basahan seperti itu? Sudah tau kita tidak membawa baju ganti.” Omel Yongri. Siwon tidak menanggapi omelan Yongri. Namja itu sibuk menatap pemandangan di depannya sembari merasakan derasnya angin laut yang menerpa wajah tampannya.

“Apa kau pernah membayangkan sebelumnya kita akan menjadi seperti ini?” Tanya Siwon tiba-tiba. Membuat Yongri menatapnya dengan bingung.

“Membayangkan apa?” Tanya Yongri balik.

“Membayangkan akan menjadi tunanganku.” Jawab Siwon tanpa menatap Yongri. Yongri mengalihkan pandangannya dari Siwon dan ikut menatap pemandangan di depannya.

“Tidak. Sama sekali tidak pernah terbayangkan.”

“Apa karena kau dulu membenciku?”

“Mungkin.” Siwon tersenyum kecil.

“Tapi aku pernah membayangkan akan menjadikanmu milikku.” Yongri menatap Siwon tak percaya.

“Jeongmalyo?”

“Aku jatuh cinta padamu saat pertama kali melihatmu di rumahmu. Saat aku pertama kali berkunjung ke sana sebagai teman baru Seunghyun.” Lagi, Yongri menatap Siwon tak percaya.

“Selama itu?” Tanya Yongri.

“Ya. Selama itu. Dan aku bersyukur ternyata impianku itu bisa menjadi kenyataan.”

“Aigoo. Aku tidak menyangka ada namja yang memendam perasaan padaku selama itu.” Yongri tersipu malu.

“Aku bingung bagaimana mendekati seorang perempuan. Makanya saat pertama kali kau menginjakkan kakimu di Paran High School, aku selalu menganggumu. Aku pikir itu cara untuk menarik perhatianmu.”

“Dasar bodoh. Gara-gara itu, aku sangat-sangat membencimu. Kau bahkan tidak pernah membiarkanku tenang untuk sehari saja.” Ujar Yongri yang membuat Siwon lagi-lagi tersenyum kecil.

“Dan aku juga sangat beruntung memiliki adik seperti Myungsoo. Karena secara tidak langsung, adikku ikut membantuku mendekatimu. Kau pasti masih ingat saat-saat di mana Myungsoo sangat manja padamu. Selalu ingin bertemu denganmu. Membuatmu harus selalu datang ke rumahku.”

“Tapi sekali lagi aku sangat senang, dengan semua itu kau benar-benar berada di dalam jangkauanku. Hanya tinggal satu langkah lagi untuk membuatmu benar-benar menjadi milikku.” Siwon tersenyum pada Yongri. Menatap wajah gadis yang sangat-sangat di cintainya. Dan ia bersumpah tidak akan pernah melepaskan Yongri apapun yang terjadi.

“Ingatlah janjiku ini padamu, Yongri-ya. Aku tidak akan pernah melepaskanmu dengan alasan apapun. Sekalipun kau memohon padaku untuk melepaskanmu. Aku tidak akan pernah melakukannya. Karena melepaskanmu sama saja dengan melepaskan oksigenku, bukankah setiap manusia tidak bisa bernafas tanpa oksigen? Itupun akan terjadi padaku jika aku melepasmu. Aku tidak akan langsung merasakan apa itu kematian, tapi aku akan merasakan sakitnya saat kematian menjemputku.” Yongri tidak bisa berkata-kata. Ia merasa dirinya seorang bayi yang belum bisa bicara dan tak mampu menyusun kata untuk membalas ucapan Siwon. Bagaimana mungkin namja ini dapat membuatnya kaku seperti orang lumpuh? Ia bahkan yakin jika dirinya selalu cerewet saat bersama Siwon. Tapi sekali lagi, bagaimana mungkin hari ini ia kehilangaan kata-katanya? Kehilangan akal sehatnya saat bersama Siwon seperti ini.

“Aku tidak mengharapkan tanggapan dari ucapanku tadi. Aku hanya ingin kau mengetahuinya dan memegang kata-kataku.” Siwon seolah mengerti apa yang ada di pikiran Yongri. Siwon mendekatkan wajahnya pada wajah Yongri. Mengagumi ciptaan Tuhan yang ada di hadapannya. Yongri memejamkan matanya saat melihat Siwon semakin mendekat hingga hidung mereka bersentuhan. Sesaat kemudian kedua material lembut itu menyatu dalam sebuah pangutan manis yang sarat akan cinta dan sayang. Siwon melumat bibir Yongri dengan lembut seolah mengalirkan cintanya yang besar untuk Yongri. Memberitahukan pada Yongri bahwa cinta yang dimilikinya hanya milik gadis itu seorang.

“Saranghae Choi Yongri, my fiancee.”

“Nado saranghae Choi Siwon, my fiance.”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

36 thoughts on “It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 3

  1. Aish pertanda buruk ini,klo siwon pergi 1 bulan pasti si donghae dketin trus,kyuhyun jg bner tntng firasat dia,semoga baik2 saja.

  2. ah so sweet banget deh mereka berdua…
    tp, aku jadi takut siwon oppa pergi sebulan…
    bisa2 disambangin si cewe gila ke cina
    trus si donghae oppa pasti bakal gencar deketin yongri..

  3. piranha … tak sodorin tulang ayam
    tunangan suit suit yang mo tunangan
    bang kyunie punya sixth sense yah
    lempar diri ke jurang …

  4. Konflik dimulai ><

    so sweettt 😀
    aishh -,-
    bingung mau komen apa lagi,
    gpp ya walau komen cuma sdikit,tapi q mengagumi karyamu 🙂

  5. What 1 bln ?? hadeuhhh bgmn dgn Yongri psti bkal byak ksmpatan yg akan dlkukan o/ Donghae ataupun Huomoon u/ mndekti
    Yongri dan siwon saat mrks brpsah nti…!!

    g’ kbyag knflik apa yg akan mrka hdpi saat mrka brpsah nti ??

  6. Pingback: [Part 3] Berbagi Fanfictions Yang Bagus untuk Dibaca | KimAB710

  7. seandainya kyu dan wonnie baikan atw dekat, kyu bisa cerita ke wonnie ttg firasatnya
    huhuhu… konflik kian menanjak perlahan tapi pasti.
    antara penasaraan dan gak tega baca klo yongri terus”an sedih setiap ad konflik yang menerpa hubungan keduanya, continue read..

  8. Thor Siwon romantis banget sih disini! Hiksss aq sampe spechless bingung mau komen apa tentang Suami aq yg memang udh PERFECT dari sononya ini>//<
    Tapi aq juga agak bingung, kenapa si Kyu kek orang gk terima yah Yongri sama Siwon! Dia kan udh ada Hyerim, jan bilang dia mulai anggap Yongri lebih dari temen lagi?! Andwe!!! Pokoknya gk ada yg boleh ganggu Couple YongWon //TendangKyu//
    Siwon mau minggat juga ke china 1 bulan? Wew, sebenernya itu cuma alasan Siwon aja padahal dia kan mau ke rumah aq *EvilLaugh lol
    Sudahlah, aq rasa Komen aq udh mulai gk beres Ini -__-
    Aq mau nonton part 4 dulu hehehe Annyeooonngggg ^^

  9. Siwon so sweet banget… mau dong jd yongri aku envy…hahha mereka berdua manis banget,cintanya sama2 besar…
    Siwon mau pergi satu bulan.. aihhh kesempatan dongeee bwt dengetin yongri…
    pokoknya mereka ga bole pisaaahhjhh

  10. Wew, kenapa harus 1 bulan?? Anddwweeeeee. Kenapa ga 1 taon?
    eh salah, typo, maksudnya 1 hari?
    makin banyak kesempatan buat donghae nih. Mungkin hyomoon akan di china juga untuk merayu siwon? Isshhh

    Siwon oppaaaa kau juga oxygen untukkuuu aku tak bisa hidup tanpa oxygennn, oxygen boleh tidak ada tapi kamu yang ga boleh ga aada!!

    good job thor^^

  11. hiks.. hiks.. hiks… aku sedih karna terharu.. aku menangis karna siwon terlalu romantis.. apa aslinya siwon bakal kayak gini ya sama cwek yang dicintainya? tapi siapa?? aku?.
    #PLAK !!

  12. Aduuuhhh siwon mau k cina trus yongri msh tetep d korea, takut bgt klo duo lee bkl ngjlanin rencana mreka utk misahin siwon n yongri,,, takut jg hyemoon bkl nyusul siwon k cina,,, andwaeeee…

  13. Yaampun kerjaannya mereka berdua gak jauh dari kata mesum ya hahahahahaha
    tpi ksian yongri masak dya dtinggalin selwma 1bulan semoga gak terjadi apa2 sama hbungan mereka berdua …..

  14. aaa senangnya masalah bisa slese
    astaga ditinggal siwon selama 1 bulan huhuhu sedihnya
    kira kira rencana apa yg akan dipakai hyumoon dan donghae untuk misahin mereka smoga mreka gak sampe pisah
    sedih kalo lihat mereka pisah:(

  15. Konflik dimulai.. Deng deng,,
    Suka deh liat siwon sama yongri kalo lagi kya gitu so sweet bgt, tapi aku khawatir sama yongri yg ditinggal siwon 1 bulan ke cina. Hmm jgn sampe si cewe gila itu nyamperin siwon ke cina terus berbuat yg macem2 ke siwon, omaygad jgn sampe tuhan pliss:(
    Donghae so manis ya haha,, padahal mah punya rencana brg si hyomoon gila:(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s