It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 2

It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 2

Author       : Choineke

Judul          : It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’)

Cast            : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast     : Song Hyerim (OC), Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC), Lee  

                     Donghae, Lee Hyukjae, Choi Seunghyun.

Genre         : Romance

Length       : Chapter

Rating        : PG-17

 

~~~

Author POV

Seorang gadis dengan pakaian seksi memasukki kawasan Hyundai Departement Store. Bunyi ‘tok..tok..’ dari higheels yang di gunakannya terus bergema membuat siapa saja memperhatikannya. Gadis itu berjalan dengan angkuhnya, dapat di lihat dari wajahnya yang sedikit di dongakkan tanpa sedikitpun senyuman dari bibirnya.

“Aku ingin bertemu Choi Siwon.” Ujarnya dingin. Sekretaris No memandangnya dengan tidak suka. Bukan karena iri dengan penampilannya, tetapi gadis itu tidak memiliki sopan santun sama sekali.

“Apa Anda sudah memiliki janji, Agasshi?” Tanya Sekretaris No.

“Apakah harus?”

“Tentu agasshi. Direktur Choi tidak bisa di temui dengan sembarang orang.” Gadis itu memandang kesal pada Sekretaris No. Ia mengedarkan pandangannya dan melihat sebuah pintu hitam tertutup yang di perkirakan ruangan Siwon. Gadis itu tersenyum licik dan melirik sekilas pada Sekretaris No. Ia segera melangkah mendekati ruangan Siwon itu. Sekretaris No juga bergegas mengejarnya, ia tidak mau Siwon memarahinya karena lalai dalam pekerjaan.

“Agasshi, Anda tidak boleh masuk.” Cegah Sekretaris No sembari menahan pergelangan tangannya. Gadis itu menangkis tangan Sekretaris No dan terus melangkah.

“Agasshi-” Terlambat, pintu ruangan Siwon telah terbuka lebar. Siwon melebarkan matanya saat melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.

“Maafkan saya, Direktur. Saya sudah mencegahnya masuk.” Sesal Sekretaris No.

“K-kau? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon. Gadis itu tak berniat menjawab dan malah melirik sinis pada Sekretaris No di sebelahnya. Siwon menyadari arti lirikan itu.

“Kau bisa keluar, Sekretaris No.” Ujar Siwon. Sekretaris No membungkuk sebentar sebelum keluar dari ruangan Siwon dan menutup pintu. Gadis itu melangkah dengan anggunnya menghampiri Siwon. Langkahnya terhenti saat berada tepat di hadapan laki-laki tampan itu.

“Apa kabar?” Sapanya.

“Baik. Sekali lagi kutanya, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon sedikit jengah.

“Begitukah caramu memperlakukan tamu, Tuan Choi?” Siwon menghela nafas mencoba sabar.

“Hyomoon-ssi, aku tidak punya banyak waktu. Kau lihat. Aku sibuk.”

“Arraseo. Aku bisa menunggumu.” Hyomoon berjalan mendekati sofa dan duduk di sana. Salah satu kakinya di angkat dan di tumpu pada kaki yang lain. Membuat paha putihnya terekspos dengan jelas. Siwon yang melihat itu, segera mengalihkan pandangannya tampak tak tertarik.

“Jangan memaksaku untuk memanggil satpam.” Ujar Siwon tanpa ekspresi. Hyomoon tersenyum sinis.

“Oppa, aku rindu padamu. Apa tidak boleh jika aku mengunjungimu?” Tanya Hyomoon manja.

“Ya, tapi tidak sekarang.”

“Eoh? Kau bisa mengosongkan waktu untukku?”

“Tidak. Aku tidak bisa.” Hyomoon menahan kesal dalam hatinya mendengar ucapan singkat Siwon. Namun ia mencoba terus tersenyum.

“Arra. Kau memang sangat sibuk. Aku akan datang lagi nanti.” Ujar Hyomoon sembari berdiri dari duduknya dan segera keluar dari ruangan Siwon. Siwon menghembuskan nafas lega saat melihat sosok Hyomoon menghilang dari pandangannya.

 

~~~

 

“Noona!” Pekik Myungsoo senang saat melihat Yongri berada di ruang keluarga. Yongri sedang mengobrol ringan dengan Nyonya Choi.

“Myungsoo-ya.” Yongri tersenyum sembari memeluk Myungsoo. Tubuh Myungsoo sekarang lebih tinggi, ia juga sedikit lebih kurus namun tetap berisi. Lesung pipinya juga terlihat lebih dalam dan menjadikannya lebih manis.

“Nan jeongmal bogossipeo, noona-ya.” Ujar Myungsoo manja. Yongri dan Nyonya Choi tersenyum.

“Hei, kau itu sudah besar. Kenapa masih manja?” Tanya Nyonya Choi membuat Myungsoo mengerucutkan bibirnya, kesal.

“Disini, aku tidak punya teman bermain. Hyung dan noona tega meninggalkanku.” Keluh Myungsoo.

“Mianhaeyo, Myungsoo-ya. Tetapi kami tidak pernah meninggalkanmu. Buktinya noona masih berkunjung kemari untuk bertemu denganmu.”

“Sering-seringlah kemari, noona.” Yongri mengangguk.

“Kajja kita bermain.” Ajak Yongri. Myungsoo tersenyum senang.

“Kami tinggal dulu, eommonim.” Pamit Yongri yang di jawab anggukan dari Nyonya Choi. Myungsoo menarik tangan Yongri ke dalam kamarnya. Sesampainya di sana, Yongri duduk di tepi kasur sembari memperhatikan Myungsoo yang sedang mengutak-atik meja belajarnya.

“Myungsoo sedang apa?” Tanya Yongri lembut. Myungsoo menghampiri Yongri dan ikut duduk sembari membawa sebuah album foto.

“Apa itu?”

“Noona mau lihat tidak, bagaimana Siwon hyung saat kecil?” Yongri tampak terkejut, kemudian mengangguk antusias.

“Ini lihat.” Myungsoo mulai membuka lembaran pertama album foto itu. Yongri tergelak saat melihat Siwon balita yang hanya memakai celana. Lesung pipi itu sudah ada sejak dia balita. Myungsoo kembali membuka lembar berikutnya. Kali ini ia melihat Siwon berdiri di hadapan kue ulangtahun berangka 2, dan tersenyum dengan sangat manis.

“Aigoo, kyeopta.” Ujar Yongri gemas. Di lembar berikutnya, terlihat 2 orang namja yang satu memakai seragam SMP dan yang satu lagi memakai pakaian bayi dan sedang berada di gendongan namja yang pertama.

“Ini Myungsoo?” Tanya Yongri.

“Hmm. Kata eomma ini aku.” Jawab Myungsoo. Kemudian di lembar berikutnya terdapat foto keluarga yang terdiri dari Tuan Choi, Nyonya Choi, Siwon, dan Myungsoo. Yongri tersenyum melihat foto itu.

“Ternyata Siwon sangat mirip dengan eommonim.” Gumam Yongri.

“Kata eomma, sebentar lagi noona akan bergabung dengan keluarga kami. Benarkah noona?” Tanya Myungsoo sembari mendongakkan kepalanya menatap Yongri dengan matanya yang bulat. Yongri merasakan wajahnya memanas saat mendengar pertanyaan spontan dari Myungsoo.

“Ah, begitukah? Geureh.. Mungkin seperti itu.” Jawab Yongri kaku. Myungsoo hanya menganggukkan kepalanya dan mereka terus melanjutkan melihat album foto itu hingga halaman terakhir.

 

 

Yongri merasakan ada tangan kekar yang melingkar di lehernya dan deru nafas seseorang yang menyapu kulit mulusnya. Yongri menggenggam tangan itu dan langsung tau siapa pemiliknya.

“Sudah pulang?” Tanyanya.

“Hmm. Fokus sekali.” Sindir Siwon. Yongri menolehkan kepalanya, dan Siwon mengecup singkat bibirnya.

“Mandilah. Aku siapkan makan malam untukmu.” Siwon mengangguk. Namja itu mengecup kening Yongri sebelum beranjak masuk ke dalam kamarnya. Yongri juga langsung menuju dapur dan menyiapkan makan malam untuk Siwon serta dirinya. Tepat saat Siwon selesai mandi, makan malam juga telah siap di meja makan.

“Wah perutku lapar.” Ujar Siwon sembari menatap makanan dengan mata berbinar.

“Duduklah. Habiskan makanan ini jika kau memang lapar.” Sahut Yongri yang telah duduk terlebih dahulu. Keduanya makan malam bersama ditemani obrolan-obrolan kecil.

“Tadi aku ke rumah eommonim.” Kata Yongri.

“Benarkah?”

“Ne. Oh ya, aku juga melihat foto-fotomu saat kau kecil.” Ucap Yongri sembari terkekeh kecil.

“Mwo? Aish kenapa bisa? Memalukan sekali.” Ujar Siwon dengan wajah yang sedikit memanas.

“Myungsoo yang menunjukkannya padaku. Tapi di sana kau sangat lucu. Beda sekali dengan sekarang, sangat menyebalkan.” Canda Yongri.

“Kau pikir kau tidak menyebalkan, eoh?” Balas Siwon. Yongri hanya mencibir pelan.

“Ah, eomma dan appaku akan pulang minggu depan.” Ujar Yongri.

“Jinjja? Eum, lalu kau akan pulang kerumah?” Tanya Siwon dengan raut wajah yang berubah.

“Ya! Orangtuaku kan jarang-jarang pulang. Kau tega membiarkanku terus di sini selagi mereka ada di rumah? Sepertinya hanya beberapa hari saja, ne?” Bujuk Yongri.

“Bagaimana denganku?” Tanya Siwon manja.

“Kau bisa pulang ke rumahmu dulu, Wonnie. Kenapa terlalu mempermasalahkannya?”

“Selalu seperti itu. Jika orangtuamu datang, aku kau telantarkan.” Keluh Siwon seperti anak kecil. Yongri tergelak melihat tingkah Siwon, membuat Siwon mengerang frustasi. Yongri berdiri dari duduknya dan memeluk Siwon dari samping.

“Jangan marah, Wonnie sayang.” Yongri mengelus pipi Siwon. Siwon tidak memberi respon dan hanya diam saja sembari menatap piringnya yang sudah kosong.

“Wonnie..”

“Aish, arraseo. Tapi ada satu syarat.” Ujar Siwon dengan seringaiannya. Yongri mengerutkan keningnya bingung.

“Apa?”

“Selama seminggu ini, kita harus tidur bersama.”

“MWO?! Neo michesseo?”

“Ya!! Dasar mesum kau! Kita hanya tidur satu ranjang bodoh. Tidak melakukan apa-apa.” Geram Siwon.

“Eh? Begitu, ya?”

“Ah, atau jangan-jangan kau ingin kita melakukan apa-apa?” Goda Siwon.

“Aish menyebalkan! Cuci piring itu.” Ucap Yongri kesal sembari meninggalkan ruang makan. Siwon tertawa geli sembari membereskan meja makan.

 

 

Siwon dan Yongri sekarang tengah berbaring bersama di atas tempat tidur Siwon. Keduanya berpengangan tangan dan tidak mengucapkan satu katapun. Hanya terdengar suara helaan nafas dari kedua insan itu.

“Beberapa hari yang lalu aku kedatangan seseorang yang tak terduga.” Kata Siwon tiba-tiba. Yongri menolehkan kepalanya menatap Siwon.

“Siapa?” Tanya Yongri.

“Coba tebak.” Pinta Siwon. Yongri tampak berpikir.

“Eum, Hyukjae oppa?” Siwon menggeleng. Yongri kembali berpikir.

“Abeoji tidak mungkin. Siapa ya?” Yongri masih sibuk berpikir.

“Ah aku tidak tau.” Ucap Yongri menyerah. Siwon tersenyum sebentar sebelum menjawab pertanyaan Yongri.

“Hyomoon.” Ujar Siwon datar. Yongri membulatkan matanya.

“Hyomoon? Lee Hyomoon?” Tanya Yongri memastikan. Siwon mengangguk.

“Kenapa bisa?” Yongri tampak tak percaya.

“Entahlah. Aku saja terkejut dengan kehadirannya. Dan sepertinya ia sempat berdebat dengan Sekretaris No, karena ia memaksa masuk ke ruanganku.” Yongri terkekeh mendengar ucapan Siwon.

“Sekretaris No pasti kesal sekali padanya.” Siwon mengangguk setuju.

“Dia memakai pakaian yang sangat seksi.” Gumam Siwon.

“Dan kau pasti senang.” Sahut Yongri.

“Tidak juga. Mungkin jika kau yang memakainya aku akan senang.” Canda Siwon. Yongri mukul pelan dada Siwon.

“Tetapi sebenarnya apa yang dia inginkan, Wonnie? Tidak mungkin Hyomoon datang tanpa alasan yang jelas.” Siwon diam tak membalas ucapan Yongri. Sejujurnya ia juga berpikir apa tujuan Hyomoon datang.

“Sepertinya ia masih menginginkanmu.” Gumam Yongri. Siwon membalikkan badannya menghadap Yongri.

“Kau berpikir seperti itu?” Tanya Siwon. Yongri mengangguk.

“Dan apa yang akan kau lakukan?” Tanya Siwon lagi.

“Aku? Aku bisa apa. Semua tergantung padamu, Wonnie.” Jawab Yongri.

“Ya kau benar. Semua tergantung padaku. Tetapi kau tidak usah khawatir. Aku tidak pernah menginginkannya sedikitpun. Yang aku inginkan hanya kau.” Ujar Siwon sembari mengecup kening Yongri.

 

~~~

 

Donghae bangun dari tidurnya saat merasakan hangatnya matahari menerpa wajah tampannya. Beberapa kali ia menggeliat di atas tempat tidurnya. Setelah merasa cukup, ia segera beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke kamar mandi. Sebentar saja untuk Donghae membersihkan diri. Ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk putih yang melingkar di pinggangnya. Rambutnya yang basah menambah kesan tampan untuk Donghae. Ia menuju lemari pakaian, dan segera memilah-milah baju. Pilihannya jatuh pada kemeja hitam berlengan panjang. Seperti biasa, ia mengancingkan kemeja itu hingga kancing paling atas. Tak lupa kemeja itu di padukan dengan celana jeans berwarna kecoklatan. Donghae menatap dirinya dari balik kaca. Ia tersenyum sangat manis, namun tidak ada yang tau apa arti senyuman itu.

“Aku pasti akan mendapatkanmu. Pasti.” Gumamnya sembari memasang kacamata besar yang selalu digunakannya.

 

 

Yongri benar-benar mengumpat pada Hyerim dan Kyuhyun. Bagaimana tidak, kedua insan itu hari ini tidak masuk kuliah. Dan sepertinya, mereka berkencan! Oh, ini benar-benar membuat Yongri kesal. Selain karena ia di tinggal sendiri di kampus, ia juga ingin kencan!!

Akhirnya Yongri memutuskan untuk ke perpustakaan setelah kuliah pertamanya berakhir. Ia tampak fokus mencari buku apa saja yang bisa di bacanya. Beberapa kali ia mengambil buku, membaca judulnya, kemudian langsung di kembalikan di tempatnya.

“Annyeong!” Yongri terlonjak kaget saat mendengar suara seorang pria di belakangnya. Ia membalikkan badannya dan sedikit terkejut.

“Donghae-ya? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yongri dengan berbisik.

“Kira-kira, apa yang dilakukan seseorang di perpustakaan?” Donghae bertanya balik.

“Ah ya benar juga. Pasti sedang membaca.” Gumam Yongri.

“Kau sendiri tumben sekali kemari. Kemana teman-temanmu?” Tanya Donghae sembari tersenyum.

“Itulah sebabnya aku ke perpustakaan saat ini. Kedua orang itu sedang berkencan. Dan aku ditinggal sendiri.” Keluh Yongri.

“Berkencan?” Donghae membeo. Yongri mengangguk.

“Bagaimana jika kita juga berkencan?”

“Ne?!” Yongri membulatkan matanya.

“Ah itu, maksudku bagaimana jika kita ke kantin bersama. Aku lapar.” Ujar Donghae. Yongri tampak berpikir, kemudian ia mengangguk.

“Ye. Kajja.” Yongri berjalan terlebih dahulu, diikuti Donghae yang lagi-lagi tersenyum misterius.

Sebelum mencari tempat duduk, Donghae dan Yongri memesan makanan terlebih dahulu. Setelah itu mereka mengambil tempat sedikit lebih dalam. Selain karena tidak enak di lihat orang, Yongri juga mengantisipasi apabila Siwon datang, maka ia akan lebih dulu melihat kehadiran Siwon. Bukan apa-apa, Yongri hanya tidak ingin Siwon marah karena ia makan berdua dengan Donghae. Walaupun ia tidak memiliki perasaan apa-apa pada Donghae.

“Kenapa melamun?” Tanya Donghae membuyarkan pikiran Yongri.

“Eoh? Tidak apa-apa. Ayo makan.” Jawab Yongri sembari memasukkan suapan pertama ke mulutnya.

“Kau benar sudah punya pacar?” Tanya Donghae lagi. Yongri terdiam sejenak mendengar pertanyaan Yongri.

“Ya begitulah.” Jawabnya singkat.

“Sudah berapa lama?”

“Hmm, hampir 3 tahun.” Donghae menganggukkan kepalanya.

“Sayang sekali, ya. Aku terlambat.” Ujar Donghae dengan raut wajah sedih. Yongri hanya diam saja, tidak berniat menanggapi ucapan Donghae.

“Kau percaya tidak jika aku bilang, aku menyukaimu?” Yongri menatap Donghae seolah tak percaya. Kemudian yeoja itu tertawa pelan.

“Hanya suka, kan? Masih bisa di hilangkan.” Jawab Yongri enteng. Donghae tersenyum.

“Bagaimana jika rasa suka itu berkembang menjadi cinta?” Lagi, Yongri memandang Donghae tak percaya. Sesaat kemudian Yongri mengalihkan pandangannya dari Donghae yang sedang menatapnya tajam.

“Yah, aku tidak memaksamu untuk menghilangkan rasa itu. Tetapi aku juga tidak bisa berjanji untuk membalas perasaanmu. Karena aku sangat mencintai kekasihku.”

“Baiklah. Aku sudah cukup senang bisa berteman denganmu.” Donghae kembali tersenyum. Yongri ikut tersenyum kaku.

“Sebentar lagi kelasku di mulai. Aku duluan, eoh?” Pamit Yongri sembari berdiri dari duduknya.

“Mau ku antar ke kelasmu?” Donghae menawarkan.

“Aniyo. Aku bisa sendiri. Annyeong.”

“Annyeong.” Donghae terus memperhatikan Yongri yang berjalan semakin menjauhi kantin. Setelah Yongri tidak terlihat lagi dari jangkauannya, Donghae tersenyum sinis. Ia mengeluarkan ponselnya dan menekan angka 4. Setelah itu ia mendekatkan ponselnya  ke telinga.

“Hari ini aku berhasil mendekatinya. Bagaimana denganmu?”

 

~~~

 

Yongri dan Siwon saat ini tengah berada di Incheon airport. Ya, hari ini kedua orangtua Yongri akan tiba dari Jepang. Siwon terus merangkul Yongri sembari menunggu orangtua kekasihnya itu datang. Beberapa saat kemudian, Yongri tersenyum senang ketika melihat pria dan wanita paruh baya yang sedang berjalan mendekatinya. Yongri segera berlari kecil mendekati dan memeluk keduanya.

“Appa.. Eomma… Bogossipeoyo.” Ujar Yongri dengan hampir menangis.

“Aigoo. Anakku.” Balas Nyonya Choi -ibu Yongri- dengan tersenyum. Tuan Choi -ayah Yongri- mengelus sayang kepala putrinya. Kemudian pandangannya beralih pada laki-laki yang berdiri di belakang putrinya.

“Eoh? Siwon-ah? Kau di sini juga?” Tanya Tuan Choi.

“Ne, ahjussi. Saya sengaja meluangkan waktu untuk menjemput kalian.” Jawab Siwon sopan. Siwon memang berbeda dengan Yongri. Jika Yongri sudah sangat dekat dengan orangtua Siwon, Siwon sendiri masih sangat canggung dengan orangtua Yongri. Mungkin di karenakan kedua orangtua Yongri jarang bertemu dengannya.

“Annyeong ahjumma.” Sapa Siwon. Nyonya Choi tersenyum lembut.

“Kajja kita pulang. Kalian pasti butuh istirahat.” Ujar Siwon sembari membantu Tuan Choi membawa barang. Keempat orang itu segera berjalan menuju mobil Siwon yang terletak tak jauh dari tempat mereka berdiri tadi. Hari ini Siwon sengaja membawa CR-V silvernya, untuk menjemput kedua orangtua Yongri.

Setengah jam kemudian, mobil Siwon berhenti tepat di depan kediaman keluarga Choi. Siwon kembali membantu membawa barang-barang Tuan dan Nyonya Choi masuk ke dalam rumah.

“Sepertinya saya tidak bisa berlama-lama, ahjussi, ahjumma. Masih ada pekerjaan di kantor. Saya permisi dulu.” Pamit Siwon.

“Ah geureh. Sering-seringlah kemari, Siwon-ah.” Sahut Nyonya Choi sembari menepuk pelan lengan Siwon. Siwon mengangguk patuh. Setelah itu Yongri dan Siwon keluar dari rumah. Yongri ingin mengantarkan Siwon sampai di depan mobil.

“Maafkan aku ya tidak bisa bertemu orangtuamu lebih lama. Di kantor banyak pekerjaan.” Sesal Siwon sembari membelai pipi Yongri.

“Gwenchana. Appa dan eomma pasti mengerti.” Ujar Yongri menenangkan.

“Hmm. Aku usahakan jam makan malam nanti aku akan kemari. Kau siapkan makan malam yang enak untukku, ya?” Kata Siwon. Yongri menautkan telunjuk dan jempolnya membentuk tanda ‘OK’.

“Tenang saja, Woonie.”

“Geureh. Aku pergi dulu. Baik-baiklah di rumah.” Siwon mencium kening dan bibir Yongri.

“Hati-hati.” Ujar Yongri setelah Siwon masuk ke dalam mobilnya. Siwon mengangguk sebentar sebelum menjalankan CR-V silvernya.

 

 

Siwon yang sudah sampai di kantornya segera menuju ruangannya. Namun alangkah terkejutnya ia ketika melihat siapa yang tengah berada di dalam ruangan itu.

“Neo?! Untuk apa kau datang lagi?” Ujar Siwon kesal.

“Untuk mengajakmu makan siang bersama.” Sahut orang itu santai.

“Kau gila?! Aku saja rela tidak bisa berlama-lama di rumah Yongri karena pekerjaanku, dan kau dengan seenaknya ingin mengajakku makan siang di saat pekerjaanku menumpuk?” Pekik Siwon tak percaya.

“Siwon oppa, walaupun kau banyak pekerjaan. Kau tetap harus ingat makan. Bagaimana jika kau sakit?” Kata orang itu sembari mengelus dada Siwon. Siwon menghela nafas mencoba meredam emosinya.

“Hyomoon-ssi, apa yang kau lakukan? Kau tau aku sudah memiliki kekasih. Jaga sikapmu.” Siwon melangkah mundur menjauhi Hyomoon.

“Hanya kekasihkan? Bukan istri. Aku bahkan bisa merebutmu dari Yongri.” Ucap Hyomoon sinis.

“Jaga ucapanmu itu! Biarpun kau merebutku dari Yongri. Tetapi aku tetap mencintainya. Dan tidak akan pernah menyukaimu.” Teriak Siwon yang mulai habis kesabaran.

“Wow.. wow.. Tenang dong Tuan Choi. Tidak usah berteriak. Aku mendengarmu.” Hyomoon kembali berjalan mendekati Siwon.

“Lebih baik sekarang kau keluar dari ruanganku.” Usir Siwon sembari mengalihkan pandangannya dari Hyomoon.

“Kenapa kau terus mengusirku?” Tanya Hyomoon tak terima.

“Karena aku tidak suka melihatmu di sini.” Jawab Siwon.

“Baiklah. Aku akan membuatmu suka melihat kehadiranku, oppa. Lihat saja nanti.” Kata Hyomoon yang kemudian segera keluar dari ruangan Siwon.

 

 

Seperti janjinya, pada jam makan malam, Siwon datang ke rumah Yongri untuk makan malam bersama. Orangtua Yongri tampak menyambut hangat kehadiran Siwon.

“Kenapa tidak ajak orangtuamu?” Tanya Tua Choi.

“Ah, ini hanya dadakan saja ahjussi.” Jawab Siwon gugup. Ia berpikir jika mengajak orangtuanya seperti akan melamar Yongri saja. Tuan Choi menganggukan kepalanya kemudian kembali melanjutkan makannya. Tuan Choi merupakan pribadi yang cuek namun hangat.

“Kuliahmu baik-baik saja kan, Yongri-ya?” Tanya Nyonya Choi.

“Tentu saja eomma. Anakmu ini pintar. Kuliahku akan baik-baik saja.” Ujar Yongri bangga. Siwon yang tak dapat menahan geli mendengar ucapan Yongri, segera mengacak pelan rambut gadis itu.

“Apa kalian tidak terpikir untuk menikah?” Tanya Tuan Choi tiba-tiba.

“Uhuk..uhuk..” Yongri langsung tersedak saat mendengar pertanyaan ayahnya itu. Siwon yang duduk di sebelahnya segera mengambilkan minum, yang langsung di sambut oleh Yongri.

“Bukankah kalian sudah berpacaran cukup lama. Kurasa sudah cukup untuk menikah.” Ujar Tuan Choi lagi.

“Appa! Kenapa tiba-tiba membicarakan pernikahan?” Kata Yongri sedikit kesal.

“Wae? Kau tidak ingin menikah?”

“Bukan seperti itu. Tapi…tapi…”

“Kami sudah pernah membicarakannya, ahjussi. Tetapi kami juga sudah sepakat bahwa kami akan menikah setelah Yongri lulus kuliah.” Kata Siwon mantap.

“Apa itu tidak terlalu lama?” Sela Nyonya Choi. Siwon dan Yongri diam.

“Itu masih beberapa tahun lagi. Dan dalam beberapa tahun itu apapun bisa terjadi.” Lanjut Nyonya Choi.

“Maksud eomma?” Tanya Yongri tak mengerti.

“Maaf, bukannya eomma mendoakan sesuatu yang buruk untuk kalian. Tetapi kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi dalam hubungan yang belum ada ikatan seperti kalian ini.” Jawab Nyonya Choi. Yongri dan Siwon tampak berpikir. Sesaat kemudian Yongri menolehkan kepalanya pada Siwon, seperti meminta pendapat. Siwon yang melihatnya pun, jujur, tidak tau harus mengatakan apa. Ia ingin segera menikah dengan Yongri. Namun ia tidak mau Yongri terpaksa menikah dengannya. Walaupun bukan terpaksa karena tidak mencintainya, melainkan karena belum siap. Siwon menghela nafas sebentar sebelum menanggapi perkataan Nyonya Choi.

“Kami hanya perlu doa dari kalian. Agar hubungan kami baik-baik saja sampai kami benar-benar terikat, ahjumma, ahjussi.”

 

~~~

 

Pagi-pagi sekali, Yongri sudah berada di depan pintu apartementnya dan Siwon. Selama ini yang tinggal di sana hanyalah mereka berdua. Siwon juga terlalu bergantung pada Yongri. Membangunkan Siwon pun, Yongri yang melakukan. Dan Yongri pasti tau, pagi ini Siwon belum bangun. Makanya ia sudah berada di sana. Yongri memasukkan kombinasi angka hari jadinya dengan Siwon, dan pintu terbuka. Lihatlah, lampupun belum di hidupkan. Walaupun sudah ada cahaya dari sinar matahari, namun apartement itu masih cukup gelap. Yongri menghidupkan lampu dan seketika apartement itu menjadi lebih terang. Ia menaruh tas kuliahnya di sofa dan segera masuk ke dalam kamar Siwon. Kamar Siwon sudah cukup terang karena jendela yang cukup besar menyinarkan cahaya matahari dari langit. Dan Siwon dengan malasnya masih tidur terlungkap seperti tidak terganggu sama sekali oleh matahari. Yongri mendekati tempat tidur Siwon dan duduk di sisi tempat tidur. Yongri tersenyum memperhatikan wajah lucu Siwon ketika tidur. Ia membelai lembut  rambut hitam Siwon yang halus.

“Wonnie..” Panggil Yongri lembut. Siwon hanya menggeliat sedikit dan kembali tidur.

“Wonnie ayo bangun. Ini sudah siang.” Ujar Yongri lagi.

“Euungg..” Lenguh Siwon sembari mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang.

“Woonie, ireona!!” Yongri mengguncang tubuh Siwon. Siwon yang merasa tidurnya terganggu akhirnya terbangun dengan mata setengah terpejam.

“Sayang, sebentar lagi.” Pinta Siwon kembali memejamkan mata.

“Ya! Ini sudah siang!! Cepatlah, antarkan aku ke kampus.” Yongri terus mengguncang tubuh Siwon.

“Astaga sayang, aku masih ngantuk. Semalam tidak bisa tidur.” Bujuk Siwon lagi.

“Itu salahmu. Ayo cepat bangun. Atau akan aku adukan pada eommonim.” Ancam Yongri. Dengan kesal Siwon mendudukan dirinya masih dengan mata mengantuk. Yongri yang melihatnya tertawa geli.

“Wajahmu lucu sekali, Woonie.” Kata Yongri. Siwon menjatuhkan kepalanya pada bahu Yongri. Yongri kembali membelai lembut rambut Siwon dan menghirup aroma khas Siwon yang sangat di sukainya.

“Aku tidak bisa tidur karena kau jauh dariku.” Gumam Siwon. Yongri tersenyum dan mengangkat kepala Siwon dari bahunya. Ia mengecup singkat pipi Siwon.

“Palli ireona! Aku akan siapkan sarapan.” Yongri bangkit dari duduknya untuk menuju ke dapur. Namun dengan cepat Siwon menarik tangannya hingga yongri terduduk di pangkuannya. Selanjutnya Siwon memeluk Yongri dengan erat. Yongri awalnya terkejut, namun setelah itu ia membalas pelukan Siwon.

“Bogossipeo..” Ujar Siwon manja.

“Bagaimana mungkin? Bukankah semalam kita habis bertemu.” Sahut Yongri.

“Molla.” Balas Siwon cuek. Yongri melepaskan pelukan Siwon dan menatap wajahnya.

“Kau bisa terlambat jika malas seperti ini.” Ucap Yongri lembut.

“Arraseo. Aku akan mandi.”

 

 

Siwon baru saja akan menginjak gas untuk meninggalkan kampus Yongri, ketika ada sesuatu yang membuatnya mengurungkan niatnya itu. Siwon memicingkan matanya untuk memperjelas apa yang di lihatnya. Setelah benar-benar yakin dengan apa yang dilihatnya, Siwon mencengkram erat stir mobil. Namja itu segera turun dari mobilnya dan menutup pintu mobil cukup keras. Dihampirinya apa yang dilihatnya dari dalam mobil tadi.

“Sayang..” Desis Siwon saat berada tepat di belakang Yongri. Yongri menolehkan kepalanya kebelakang dan cukup terkejut melihat Siwon. Dikiranya Siwon sudah pergi meninggalkan kampusnya.

“Wonnie? Ada apa?” Tanya Yongri bingung. Siwon tidak menjawab pertanyaan Yongri dan sibuk menatap tajam namja yang berdiri di hadapan Yongri. Yongri yang mengerti tatapan itu sedikit salah tingkah.

“Aaahh, Donghae kenalkan ini Siwon. Dan Wonnie, ini Donghae.” Ujar Yongri kikuk. Donghae tersenyum pada Siwon dan menjulurkan tangannya. Dengan enggan Siwon menjabat tangan itu.

“Lee Donghae.”

“Choi Siwon. Kekasih Yongri.” Ucap Siwon seolah menekankan pada kata ‘kekasih Yongri’. Lagi-lagi Donghae tersenyum.

“Ah ya. Yongri pernah mengatakan tentang Anda.” Ujar Donghae ramah.

“Benarkah?” Tanya Siwon meremehkan.

“Wonnie sudahlah. Bukankah kau harus bekerja?” Tanya Yongri. Siwon mengalihkan pandangannya kepada Yongri dan tersenyum manis.

“Tentu saja.” Jawabnya tanpa menghilangkan senyumnya.

“Tetapi kau melupakan 1 hal, sayang.” Ujar Siwon manja. Yongri menampakkan raut wajah bingung.

“Apa?” Tanyanya. Siwon tetap tersenyum sembari menarik tengkuk Yongri dan langsung melumat mesra bibir mungil yeoja itu. Tubuh Yongri menegang mendapat perlakuan tiba-tiba dari Siwon. Ia meremas pundak Siwon dengan keras. Donghae mengalihkan pandangannya dari Siwon dan Yongri, kemudian namja itu menggelengkan kepalanya beberapa kali sembari tersenyum.

Setelah merasa puas, Siwon melepaskan tautan bibir mereka. Wajah Yongri merona merah. Yongri ingin marah, namun entah mengapa semua kata-kata umpatan seolah tertahan di ujung lidah. Mereka memang sering berciuman, tetapi tidak pernah di tempat umum terutama di hadapan seseorang seperti ini. Berbeda dengan Yongri yang tampak malu, Siwon justru menampakkan raut wajah puas.

“Itu yang kau lupakan.” Ujar Siwon. Siwon kembali menatap Donghae.

“Donghae-ssi, apa kau terganggu dengan apa yang kami lakukan barusan?” Tanya Siwon sengaja.

“Tentu saja tidak. Bukankah kalian sepasang kekasih?” Jawab Donghae sembari tersenyum.

“Ya kau benar. Baiklah, kurasa aku harus bekerja sekarang. Apa kau mau aku menjemputmu nanti, sayang?” Tanya Siwon pada Yongri.

“Ti-tidak usah.” Jawab Yongri dengan suara serak.

“Baiklah. Aku pergi.” Siwon membalikkan badannya untuk menuju mobil, namun sedetik kemudian ia kembali berbalik menatap Donghae.

“Perlu kau ketahui Donghae-ssi, aku adalah tipe lelaki pencemburu. Maka dari itu, kuharap kau dapat menjaga jarak dengaan kekasihku. Ah ani, calon istriku.” Ujar Siwon tajam dan segera berbalik menuju mobilnya. Tidak ada tanggapan dari Donghae selain menampakkan senyumnya. Yongri mengacak rambutnya frustasi.

“Maaf atas kelakuan Siwon, Donghae-ya.” Kata Yongri menyesal.

“Gwenchana. Ini bukan salahmu. Kenapa kau harus minta maaf?” Sahut Donghae tenang. Yongri hanya menghembuskan nafasnya sembari menundukkan kepala. Sejujurnya ia malu, kesal dan marah pada Siwon. Tetapi ia tau itu semua Siwon lakukan karena kehadiran Donghae di sampingnya.

“Kajja masuk kedalam. Kurasa masih bolehkan jika kita masuk ke dalam bersama-sama?” Kata Donghae.

 

~~~

 

Beberapa minggu semenjak kejadian di kampus itu, kedua keluarga Choi mengadakan makan malam bersama di rumah Yongri. Siwon beserta kedua orangtuanya dan Myungsoo sampai di rumah Yongri pada pukul 7 malam. Orangtua Yongri menyambut hangat kedatangan mereka.

“Annyeong, noona!” Sapa Myungsoo.

“Annyeong, Myungsoo-ya!” Balas Yongri.

“Sebaiknya kita segera keruang makan, makan malam sudah siap.” Ajak Nyonya Choi -ibu Yongri-. Yang lain menyetujui ajakan itu, mereka berjalan beiringan menuju ke sana. Tuan Choi -ayah Yongri- selaku tuan rumah sekaligus kepala keluarga duduk di kursi utama. Di sisi kanannya terdapat sang istri, Yongri serta Siwon. Sedangkan disisi kirinya terdapat Tuan dan Nyonya Choi -orangtua Siwon- serta Myungsoo. Suasana makan malam terasa hangat dengan perbincangan ringan dari kedua keluarga itu. Tak jarang terdengar tawa berat dari ayah Yongri dan ayah Siwon.

“Oh ya, kapan kalian akan menikah?” Tanya ayah Siwon tiba-tiba.

“Loh? Siwon belum memberitahumu, jika mereka akan menikah setelah Yongri lulus kuliah.” Kata ayah Yongri.

“Jinjjayeo?”

“Tetapi itu masih lama sekali.” Ujar ibu Siwon.

“Kami sudah sepakat, eomma. Dan kami harap kalian dapat mendukungnya.” Sahut Siwon.

“Ya, kami setuju-setuju saja. Tetapi apa kalian tidak ingin melakukan pengikatan terlebih dahulu? Seperti bertunangan?” Usul ibu Siwon.

“Ide yang baik.” Tambah ibu Yongri.

“Bagaimana?” Kali ini ayah Yongri kembali angkat suara. Siwon dan Yongri saling berpandangan, tak pernah terpikirkan oleh mereka mengenai hal itu.

“Semua terserah Wonnie saja.” Kata Yongri.

“Aigoo, romantis sekali. Rupanya calon istri mengikuti kemauan calon suaminya.” Goda ibu Siwon. Yongri menundukkan kepalanya, malu.

“Lalu, bagaimana menurutmu, Siwon-ah?” Tanya sang ayah.

“Aku setuju untuk bertunangan dengan Yongri.” Jawab Siwon.

“Bagus sekali. Jika bertunangan tidak apa-apa kan dilakukan dalam waktu dekat ini, Yongri-ya?” Tanya ibunya.

“Ya, eomma. Kurasa tidak masalah.” Jawab Yongri.

“Baiklah, 2 minggu lagi dari sekarang.” Putus ayah Yongri.

 

~~~

 

Seorang perempuan dengan pakaian tidur seksi duduk di pinggiran tempat tidurnya sembari memegang ponselnya. Ia menekan beberapa angka kemudian menempelkan benda persegi empat itu pada telinganya. Terdengar bunyi sambungan dari sebrang sana. Sebentar saja, sambungan sudah terjawab.

“Mereka akan bertunangan.” Ujar perempuan itu tanpa basa-basi.

Benarkah?” Tanya suara dari sebrang.

“Ne. Dan itu akan berlangsung beberapa minggu lagi. Apa yang harus kita lakukan?”

Hanya tunangan, kan? Jika mereka menikahpun aku bisa membuat mereka bercerai. Apalagi hanya sekedar tunangan.” Ucap suara sebrang dengan tenang.

“Apa kau yakin?”

Kau mulai meragukanku?

“Bukan begitu, aku hanya tidak ingin kehilangannya lagi.”

Tenanglah. Kita akan sama-sama mendapatkan keuntungan dari semua ini.

“Aku percaya padamu.”

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

59 thoughts on “It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 2

  1. Jgn sampe hyomoon ngerebut siwon dari yongri terus donghae ngerebut yongri dari siwon, terus hubungan siwon sama yongri kandas di tengah2, omaygad jgn sampe.. Pikiranku udh liarrrr:((
    Plis haeppa bias aku.. Knp dia kaya yg punya rencana jahat ya disini 😭

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s