It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 1

It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 1

Author       : Choineke

Judul          : It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’)

Cast            : Choi Siwon, Choi Yongri (OC)

Sub cast     : Song Hyerim (OC), Cho Kyuhyun, Lee Hyomoon (OC), Lee  

                     Donghae, Lee Hyukjae, Choi Seunghyun.

Genre         : Romance

Length       : Chapter

Rating        : PG-17

 

~~~

Author POV

Seorang laki-laki berperawakan tinggi dengan kulit sedikit kecoklatan tampak sibuk dengan berbagai kertas di atas meja kerjanya. Beberapa kali ia menghembuskan nafas lelah serta merenggangkan otot-otot tubuhnya. Berjabatan CEO termuda untuk saat ini sudah di sandangnya sejak 3 bulan yang lalu. Kecerdasannya membuat ia hanya perlu menyelesaikan kuliah selama 2,5 tahun. Sebut saja dia Choi Siwon.

“Ah lelahnya..” Keluhnya sembari memijat tengkuk lehernya yang sedikit menegang. Jam baru menunjukkan pukul 2 siang. Masih terlalu lama untuk pulang ke rumah dan beristirahat.

CKLEKK !!

Siwon mengangkat wajahnya ke arah pintu ketika mendengar suara pintu di buka. Seorang namja berkulit putih yang memiliki tinggi di bawahnya masuk dengan pakaian casual.

“Annyeong, Direktur Choi!!” Canda laki-laki itu membuat Siwon tersenyum geli.

“Hyukjae-ya, masuklah.” Ucap Siwon sembari berdiri dari duduknya menuju sofa yang terletak di ruangannya, dan diikuti oleh laki-laki yang di panggilnya Hyukjae itu.

“Kenapa baru datang sekarang, huh?!” Kata Siwon pura-pura kesal. Hyukjae menatap Siwon bingung.

“Memangnya siapa yang mengundang aku ke sini, eoh? Aku datang ke sini atas kemauanku, Tuan Choi! Kenapa kau kesal begitu?” Gerutu Hyukjae. Siwon tertawa keras.

“Hahh!! Aku lelah sekali, Hyukjae-ya. Aku butuh teman mengobrol dan untung kau datang.” Ucap Siwon. Hyukjae mencibir.

“Memangnya Yongri kemana?” Tanya Hyukjae. Siwon menaikkan bahunya tanda tidak tau.

“Dari tadi ia belum menghubungiku.” Jawab Siwon.

“Loh? Kalian kan tinggal bersama, memangnya kau tidak tau dia kemana?”

“Aku tau. Tadi pagi dia bilang hari ini ada jadwal kuliah. Tapi biasanya dia akan menghubungiku jika kuliahnya sudah selesai.” Ujar Siwon. Lee Hyukjae merupakan sahabat Siwon saat duduk di bangku kuliah. Saat ini Hyukjae masih menyelesaikan kuliahnya, karena ia tidak memiliki otak secerdas Siwon. Seunghyun -sahabat Siwon saat SMA- melanjutkan kuliah di Thailand. Karena Yongri tidak ada yang menemani di rumah, makanya Siwon memutuskan untuk tinggal di apartemen bersama gadis itu. Mereka tinggal bersama tetapi tidur di kamar terpisah. Sedangkan Myungsoo, bocah itu tinggal bersama ibunya di rumah mereka. Nyonya Choi memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya. Tuan Choi tetap bekerja seperti biasa, namun sebisa mungkin pria paruh baya itu menyempatkan pulang sebulan paling tidak satu kali.

“Annyeong!!” Teriak yeoja manis yang baru saja memasukki ruangan Siwon. Kedua namja itu bahkan tidak mendengar suara pintu karena terlalu serius mengobrol.

“Annyeong Yongri!!” Balas Hyukjae riang.

“Hyukjae oppa!!” Pekik Yongri senang. Lelah Siwon bertambah hilang ketika melihat Yongri yang baru saja datang. Siwon berdiri dari duduknya dan menghampiri Yongri. Namja itu memeluk Yongri singkat, kemudian mendaratkan bibirnya pada kening dan juga bibir mungil gadis itu.

“YA YA YA!! Jangan bermesraan di hadapanku. Aish menyebalkan!” Gerutu Hyukjae. Siwon dan Yongri tertawa kemudian duduk di hadapan Hyukjae.

“Oppa bolos kuliah, ya?” Tanya Yongri jahil.

“Enak saja! Kuliahku sudah selesai dari pukul 1 tadi. Makanya aku kemari. Jangan-jangan kau sendiri yang membolos.” Tuduh Hyukjae. Yongri mendengus.

“Kuliahku juga sudah selesai dari pukul 12 tadi.”

“Lalu kau kemana?” Sambar Siwon langsung. Yongri gelagapan.

“Eh itu….”

“Kemana?” Tanya Siwon lagi, kali ini sedikit menuntut jawaban.

“Aku….aku..aku hanya makan siang bersama temanku.” Jawab Yongri terbata.

“Siapa? Hyerim dan Kyuhyun?” Dengan polosnya Yongri menggeleng.

“Lalu?” Yongri tampak takut menjawab.

“Oh astaga! Jangan katakan kau makan siang bersama laki-laki bernama Donghae itu.” Tebak Siwon yang sepertinya tepat sasaran. Hyukjae terkikik geli. Membuat Siwon memandangnya dengan kesal.

“Kenapa kau tertawa?” Tanya Siwon ketus.

“Aigoo. Kau sedang cemburu Siwon-ah? Astaga Direktur Choi bisa cemburu juga.” Goda Hyukjae. Siwon mendengus kesal. Ia kembali menatap Yongri yang duduk di sebelahnya.

“Kau belum menjawab pertanyaanku, sayang.” Ucap Siwon. Yongri hanya mengangguk. Lebih baik ia jujur daripada berbohong. Siwon akan lebih marah jika tau kebenaran itu bukan dari dirinya sendiri. Siwon menghela nafas sedikit kesal.

“Dia masih mendekatimu?” Tanya Siwon berusaha sabar.

“Kami cuma berteman, Wonnie.” Jawab Yongri. Hyukjae berdiri dari duduknya. Ia cukup tau diri jika pasangan ini sedang berbicara serius.

“Sebaiknya aku pulang. Kapan-kapan aku mampir lagi.” Ujar Hyukjae sembari tersenyum. Laki-laki itu mengacak sebentar rambut Yongri sebelum keluar dari ruangan Siwon. Siwon berdiri dari duduknya menuju meja kerjanya. Laki-laki itu menyesap expressonya yang sudah dingin, mencoba meredam kekesalannya.

“Wonnie..” Panggil Yongri takut-takut.

“Pulanglah.” Ujar Siwon.

“Tapi…”

“Kita bicarakan di apartemen saja. Aku masih banyak pekerjaan.” Yongri menghela nafas sebelum keluar dari ruangan Siwon.

 

 

Siwon memarkirkan audy putihnya di basement apartementnya. Langit sudah sangat gelap ketika ia sampai di sana. Laki-laki itu bergegas keluar dari mobil dan menuju lift. Ketika sampai di dalam lift, ia menekan angka 10. Beberapa kali Siwon mengusap tengkuk lehernya yang memang sudah pegal sedari tadi. Ia berniat ketika sampai di apartement akan langsung tidur. Karena memang waktu saja sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sesekali Siwon memang sering lembur di kantor, seperti hari ini. Setelah sampai di lantai 10, Siwon berjalan di koridor menuju apartementnya yang berada di paling ujung. Setelah memasukkan kombinasi angka hari jadinya bersama Yongri, ia segera memasukki apartement itu. Siwon melihat lampu ruang tengah masih hidup. Ia menghampiri ruang itu dan tertegun ketika melihat Yongri yang tertidur di sofa. Tidak biasanya Yongri melakukan itu. Apa Yongri menunggunya pulang? Batinnya. Siwon meletakkan tas kerjanya di sofa dan menggendong Yongri untuk memindahkan yeoja itu ke kamarnya. Saat sudah merasakan empuknya kasur, Yongri malah terbangun.

“Kau sudah pulang.” Ujar Yongri dengan suara serak.

“Hmm..” Gumam Siwon sembari duduk di tepi kasur.

“Kenapa tidur di sofa?” Tanya Siwon.

“Aku menunggumu.”

“Kenapa harus menungguku?” Tanya Siwon lagi.

“Aku harus menjelaskan semuanya, Wonnie. Aku tidak ingin kau salah paham. Sungguh, aku dan Donghae hanya berteman. Kami tidak memiliki hubungan apapun.” Siwon menghembuskan nafas tanpa berniat menanggapi ucapan Yongri.

“Wonnie..” Yongri tampak putus asa.

“Entahlah Yongri-ya.” Ujar Siwon.

“Entahlah kenapa?”

“Aku tidak pernah suka melihatmu berdekatan dengan namja itu.”

“Tapi kenapa? Selama ini kau tidak marah jika aku memiliki teman laki-laki.”

“Ini berbeda, sayang. Aku merasa Donghae itu bukan orang yang baik.” Yongri tersenyum.

“Kau salah. Dia baik padaku. Sangat baik malah.” Bantah Yongri.

“Aku tidak memaksamu untuk menjauhinya. Tetapi kumohon kau jaga jarak dengannya.” Pinta Siwon. Yongri ingin membantah Siwon. Namun ia tidak mau Siwon marah seperti tadi siang.

“Baiklah. Aku akan melakukannya.” Siwon tersenyum senang.

“Terima kasih, sayang.” Ujar Siwon sembari memeluk Yongri.

 

~~~

 

Yongri, Hyerim, dan Kyuhyun saat ini berada di kantin Kyunghee University. Ketiga orang itu berkuliah di tempat yang sama serta jurusan yang sama, hukum. Kyuhyun yang notabene sunbae mereka sesekali satu kelas dengan mereka. Mereka sedang menikmati makanan yang mereka pesan di kantin itu.

“Kali ini aku setuju dengan Siwon.” Ujar Kyuhyun setelah mendengar cerita Yongri mengenai Siwon yang tidak suka pada Donghae.

“Aku juga merasa Donghae sedikit aneh.” Tambahnya lagi.

“Benarkah?” Ucap Hyerim tak yakin.

“Aku merasa Donghae biasa saja.” Yongri mengangguk setuju dengan ucapan Hyerim.

“Apa karena ia bertampang cupu makanya kalian menganggapnya aneh dan bukan orang baik?” Tanya Yongri sedikit tak terima.

“Mungkin salah satunya.” Jawab Kyuhyun cuek.

“Tapi dia namja baik-baik oppa. Benarkan, Hyerim?” Hyerim mengangguk setuju.

“Ya terserah kalian saja. Pokoknya aku juga tidak mau kau terlalu dekat dengan namja itu, Hyerim-ah.” Kata Kyuhyun sembari menyelesaikan makannya.

“Annyeong Yongri-ya.” Ketiga orang itu tersentak kaget melihat kehadiran orang yang sedari tadi mereka bicarakan.

“Donghae?!” Jerit Yongri tertahan. Donghae tersenyum pada Yongri. Namja itu hari ini memakai kemeja lengan panjang berwarna kuning cerah dimana semua kancing terpasang hingga ke leher. Belum lagi kacamata besar yang selalu di pakai ke mana-mana. Namun sejujurnya, Donghae masih terlihat tampan dengan penampilan seperti itu.

“A-ada apa?” Tanya Yongri.

“Temani aku ke perpustakaan, ya?. Aku mau mengerjakan tugas di sana.” Jawab Donghae.

“Mwo?!”

“Kenapa? Tidak mau ya?” Donghae memasang tampang sedih.

“Begini, Tuan Lee. Kau kan tau jika Yongri sudah memiliki kekasih. Nah kekasihnya itu tidak mau Yongri terus-terusan berdekatan denganmu.” Ujar Kyuhyun.

“Oppa!”

“Wae? Bukankah kita harus jujur, Riri-ya?” Yongri hanya mendengus kesal.

“Jadi kau tidak bisa menemaniku, Yongri-ya?” Tanya Donghae.

“Eh…itu..”

“Gwenchana. Aku pergi dulu, ya. Annyeong.” Kata Donghae sembari tersenyum kemudian meninggalkan kantin. Yongri menghela nafas. Ia merasa tidak enak pada Donghae.

 

 

Selesai kuliah, Yongri segera menuju kantor Siwon -Hyundai Depart-. Butuh waktu 15 menit saja sampai di sana. Yongri menuju lift dan menekan angka 20 untuk sampai di ruangan Siwon. Seluruh karyawan sudah mengenal Yongri. Karena yeoja itu sering sekali mengajak mereka bercanda jika tidak ketahuan Siwon.

“Annyeong sekretaris No.” Sapa Yongri pada sekretaris pribadi Siwon.

“Ah Yongri-ssi. Annyeong.” Balas Sekretaris No.

“Mau ketemu Direktur Choi, ya?” Tanya Sekretaris No. Yongri menggeleng membuat Sekretaris No bingung.

“Lalu untuk apa Anda kemari?” Yongri tersenyum.

“Aku mau bertemu dengan Choi Siwon. Ada?” Yongri dan Sekretaris No tertawa geli.

“Tidak ada.” Jawab Sekretaris No. Kali ini Yongri yang di buat bingung.

“Yang ada anak dari Direktur Choi Kiho.” Ujar Sekretaris No yang berhasil membuat Yongri tertawa terbahak.

“Sudahlah. Aku masuk dulu, ya.” Kata Yongri sembari menuju ruangan Siwon.

 

‘TOK..TOK..TOK..’

 

Dengan jahilnya Yongri mengetuk pintu ruangan Siwon. Padahal biasanya ia akan langsung masuk dan berteriak di dalam.

“Masuk.” Ucap suara dari dalam. Dengan pelan Yongri membuka pintu dan masuk. Siwon tampak fokus pada berkas-berkas yang ada di mejanya.

“Ada apa Sekretaris No?” Tanya Siwon. Yongri tertawa tanpa suara.

“Saya ingin bertemu Anda, sajangnim.” Jawab Yongri. Siwon mendongakkan kepalanya saat mendengar suara yang begitu di kenalnya. Siwon tersenyum melihat Yongri yang berdiri di depannya.

“Ada perlu apa mencariku? Aku sedang sibuk.” Canda Siwon.

“Benarkah? Ah sayang sekali. Padahal saya sangat rindu pada Anda, sajangnim.” Ujar Yongri berpura-pura sedih.

“Wah kekasihku bisa marah jika tau ada yang merindukanku.”

“Anda sudah memiliki kekasih?” Yongri tampak terkejut. Siwon mengangguk.

“Saya terlambat.” Yongri masih memasang tampang sedih. Siwon berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Yongri. Kemudian namja itu duduk di tepi meja tepat di hadapan Yongri.

“Bagaimana jika kau menjadi selingkuhanku saja?” Tanya Siwon sembari menarik pinggang Yongri mendekat. Yongri melingkarkan kedua tangannya di leher Siwon.

“Anda berani berselingkuh, sajangnim? Bagaimana jika pacar Anda tau?” Siwon tampak berpikir.

“Lupakan kata-kataku tadi. Aku tidak mau berselingkuh. Aku sangat mencintai kekasihku.” Yongri tersenyum mendengar kata-kata Siwon.

“Aku juga mencintaimu, Wonnie.” Bisik Yongri. Siwon menarik tengkuk Yongri dan mencium bibir yeoja itu. Ciuman yang lembut dan manis. Yongri membalas ciuman lembut Siwon. Siwon terus melumat bibir yeoja itu dan tak berniat untuk melepasnya barang sebentar saja. Ciuman yang awalnya lembut itu semakin lama semakin intens dan bernafsu. Siwon seakan ingin memakan bibir mungil Yongri. Yongri sendiri sampai kesusahan mengimbangi ciuman Siwon. Merasa kekurangan oksigen, Siwon menurunkan ciumannya pada leher putih Yongri. Dicium, di hisap serta di gigitnya leher Yongri sehingga menimbulkan tanda kemerahan. Yongri menggigit bibir bawahnya menahan suara-suara yang bisa mencurigakan jika di dengar dari luar. Tangan Siwon yang tadinya berada di pinggang Yongri, kini beranjak ke depan dan masuk ke dalam kaos yang di pakai oleh Yongri. Yongri mengerang saat merasakan tangan Siwon menyentuh perutnya. Dan di saat tangan Siwon lebih berani dengan menyentuh tubuh atasnya, Yongri segera menahan tangan Siwon.

“Wonnie….geumanhae.” Yongri menjauhkan wajah Siwon dari lehernya. Tampak raut wajah kecewa dari Siwon.

“Kenapa kau tidak pernah mengizinkanku menyentuhmu?” Tanya Siwon sedikit kesal. Namja itu segera beranjak dari tempatnya sekarang dan menuju kursi kerjanya. Yongri tersenyum melihat tingkah Siwon. Bukan hanya sekali Siwon seperti ini. Sering kali Siwon melakukan seperti tadi, dan sering kali pula Yongri menahannya. Yongri tidak pernah mau melakukannya jika mereka belum menikah. Yongri menghampiri Siwon dan duduk di pangkuannya.

“Kenapa? Aku sedang banyak kerjaan.” Kata Siwon datar. Lagi-lagi Yongri tersenyum.

“Kau marah?” Tanya Yongri. Siwon tidak menjawab pertanyaan Yongri dan mengalihkan wajahnya dari Yongri. Yongri menangkupan kedua tangannya pada wajah Siwon sehingga mau tidak mau namja itu menatapnya.

“Mianhae.” Ujar Yongri.

“Kau mencintaiku, kan?” Tanya Siwon. Yongri mengangguk.

“Kau percaya padaku?” Lagi-lagi Yongri mengangguk.

“Lalu kenapa tidak mau melakukannya?”

“Wonnie kau tau kan prinsipku? Aku masih mau jika hanya berpelukan dan berciuman. Tapi aku tidak mau melakukan hubungan itu jika kita belum menikah.” Jawab Yongri.

“Kalau begitu kita menikah sekarang.” Ujar Siwon yang berhasil membuat mata Yongri membulat.

“Wonnie permasalahannya tidak segampang itu. Bukankah kita sudah pernah membahas ini sebelumnya? Kita sudah sepakat akan menikah ketika aku lulus kuliah. Kau lupa itu?” Siwon menggeleng.

“Tapi apa bedanya sekarang atau nanti ketika kau lulus?” Yongri sedikit kecewa mendengar ucapan Siwon. Ia berpikir Siwon selalu mengerti dirinya.

“Aku tidak memaksamu untuk menungguku. Jika kau ingin menikah sekarang, kau bisa cari wanita lain yang mau menikah denganmu sekarang.” Ujar Yongri yang langsung beranjak dari pangkuan Siwon dan keluar dari ruangan Siwon. Meninggalkan Siwon yang masih terpaku dan merasa bersalah.

 

Yongri menaikki taksi dan menyuruh sang supir untuk membawanya ke rumah Siwon. Sepertinya bertemu Nyonya Choi dan Myungsoo dapat sedikit meredam kekesalannya. Setelah sampai di kediaman keluarga Siwon, Yongri segera turun dari taksi dan menuju pintu putih bersih yang tertutup. Di tekannya bel dan tak lama pinti di buka oleh pelayan.

“Nona Yongri..” Sapa pelayan itu. Yongri tersenyum.

“Eommonim dan Myungsoo ada?” Tanya Yongri.

“Ada, Nona. Silahkan masuk.” Yongri masuk ke dalam rumah dan segera mengedarkan pandangannya mencari sang pemilik rumah.

“Eommonim!!” Ucap Yongri sedikit berteriak saat melihat Nyonya Choi keluar dari dapur.

“Yongri-ya..” Yongri menghampiri Nyonya Choi dan memeluknya.

“Eommonim apa kabar?” Tanya Yongri.

“Baik. Kau sendiri?”

“Aku juga baik eommonim. Myungsoo mana?”

“Sepertinya di kamar. Ayo kita duduk dulu.” Ajak Nyonya Choi. Yongri dan Nyonya Choi menuju ruang keluarga dan duduk di sofa yang tersedia di sana.

“Tumben sekali datang kemari.” Ucap Nyonya Choi.

“Omo!! Lehermu kenapa? Apa terluka?” Tanya Nyonya Choi saat melihat tanda kemerahan di leher Yongri.

“A-ani eommonim! Bukan apa-apa!” Jawab Yongri takut-takut.

“Eh tapi tunggu dulu.. Sepertinya itu bukan luka. Coba eommonim lihat.” Yongri menggigit bibirnya takut saat Nyonya Choi memeriksa lehernya.

“Yongri-ya..ini..jangan bilang kalau….”

“Mianhae eommonim.” Ucap Yongri takut.

“Kalian melakukannya?” Yongri menggeleng kuat.

“Maaf eommonim. Aku tidak bisa mencegah saat Siwon membuat ini.” Sesal Yongri.

“Siwon memaksamu?” Nyonya Choi tampak tak percaya. Yongri hanya menundukkan kepalanya.

“Eommonim hari ini boleh kan aku menginap di sini?”

“Kenapa? Tidak biasanya kau menginap.”

“Tidak apa-apa. Bolehkan?”

“Tentu saja boleh.”

“Oh ya satu lagi eommonim. Jangan beritau Siwon jika aku di sini.” Nyonya Choi tampak bingung.

“Kalian sedang bertengkar?” Yongri hanya menghela nafas.

“Mungkin setelah ini Siwon akan mencari gadis lain yang bisa di ajak menikah sekarang.”

“APA?”

“Maafkan aku eommonim. Aku ingin menikah dengan Siwon, hanya saja bukan sekarang. Tetapi sepertinya Siwon tidak bisa menunggu sampai aku lulus kuliah.” Ujar Yongri sedih.

“Yongri dengarkan eommonim. Eommonim tidak akan pernah setuju jika Siwon menikahi gadis lain selain dirimu. Hanya kau calon menantu yang cocok untuk Siwon.” Mata Yongri tampak berkaca-kaca mendengar ucapan Nyonya Choi. Yeoja itu memeluk Nyonya Choi dengan erat.

“Gomawo eommonim.”

 

 

Siwon benar-benar mengutuk kantor saat ini. Pasalnya, ia berencana untuk pulang cepat hari ini. Ia ingin minta maaf pada Yongri atas perbuatannya tadi siang. Namun alih-alih dapat pulang cepat, pukul 11 malam ia baru sampai di apartement. Siwon segera memasukki apartementnya dan menuju kamar Yongri. Alangkah terkejutnya namja itu saat melihat kamar Yongri kosong.

“Yongri… Sayang kau di mana?” Siwon memeriksa kamar mandi di kamar Yongri, namun tidak ada siapa-siapa. Siwon mengambil ponselnya untuk menghubungi Yongri. Sambungan masuk namun tidak di jawab. Perasaan Siwon semakin khawatir. Siwon mencoba menghubungi ibunya. Cukup lama menunggu, dan akhirnya di jawab.

“Yoboseo.” Suara Nyonya Choi terdengar serak.

“Eomma, Yongri ada di rumah?” Sambar Siwon langsung.

“Kau ini kenapa? Telepon malam-malam dan menanyakan Yongri.”

“Eomma aku hanya bertanya apa Yongri ada di sana?” Siwon mulai tidak sabaran.

“Ne, dia ad-“ KLIK. Belum selesai Nyonya Choi menjawab, Siwon memutuskan sambungan telepon dan segera keluar dari apartementnya untuk menjemput Yongri.

Sebentar saja untuk Siwon sampai di rumahnya. Ia segera masuk ke dalam mencari keberadaan Yongri.

“Yongri…Yongri…” Ucap Siwon setengah berteriak. Dengan sedikit tertatih, Nyonya Choi keluar dari kamarnya.

“Omona, Siwon-ah. Kenapa malam-malam kemari?” Tanya Nyonya Choi.

“Mana Yongri, eomma?”

“Dia sudah tidur di kamarmu. Biarkan dia beristirahat, Siwon-ah.”

“Aku akan membawanya ke apartement. Eomma tidak perlu khawatir. Sebaiknya eomma tidur lagi saja.” Ujar Siwon sembari tersenyum. Namja itu segera bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Ketika pintu kamar telah terbuka, Siwon dapat melihat Yongri yang sedang tertidur dengan meringkuk. Siwon mendekati tempat tidur. Ia mengecup singkat kening Yongri sebelum menggendong yeoja itu untuk di bawa ke apartement.

“Siwon.. Siwon.. Yongri bilang dia ingin menginap disini. Biarkan malam ini saja.” Ujar Nyonya Choi mencegah Siwon keluar rumah. Siwon berbalik dan menatap ibunya.

“Gwenchana eomma. Eomma pasti sudah tau aku sedang ada masalah dengannya. Aku akan menyelesaikannya baik-baik. Aku pulang dulu eomma. Jaljayo.” Pamit Siwon. Nyonya Choi hanya mampu menghela nafas.

Siwon meletakkan Yongri di kursi sebelah pengemudi. Tak lupa di pasangkannya seatbelt pada tubuh Yongri. Setelah itu ia segera menuju kursi pengemudi dan menjalankan mobilnya menuju apartement mereka. Jalanan Seoul malam itu tidak terlalu ramai. Sehingga cukup dengan waktu 20 menit saja mereka sudah sampai. Lagi, Siwon menggendong tubuh Yongri yang masih tertidur dengan pulasnya menuju ke kamar Yongri. Dengan hati-hati, diletakkannya Yongri di atas tempat tidur. Di tariknya selimut untuk menutupi tubuh Yongri sampai sebatas dada. Siwon berlutut di lantai samping tempat tidur. Ia membelai sayang puncak kepala Yongri.

“Mianhaeyo. Jaljayo.” Ujarnya lembut dan segera menuju kamarnya.

 

~~~

 

Yongri terbangun dari tidurnya saat merasa sinar matahari membelai wajahnya. Dengan malas ia beranjak duduk untuk mengumpulkan tenaganya setelah bangun tidur. Yongri memperhatikan sekelilingnya. Sedikit bingung karena pemandangan di kamar itu, berbeda dengan pemandangan sebelum dia tidur.

“Ini di apartement?” Tanyanya pada diri sendiri. Yongri seolah tidak peduli dan bergegas mandi.

Setelah merasa siap untuk berangkat kuliah, Yongri segera keluar dari kamarnya. Menemukan Siwon yang sedang duduk di ruang tengah sembari membaca koran. Siwon menolehkan kepalanya ketika mendengar pintu kamar Yongri terbuka.

“Pagi.” Sapa Siwon sembari tersenyum.

“Pagi.” Balas Yongri datar. Yeoja itu segera menuju pintu dan tak berniat sedikitpun untuk menghiraukan Siwon. Siwon dengan cepat menyusul Yongri dan menahan pergelangan tangannya.

“Kau masih marah?” Tanya Siwon yang di jawab gelengan dari Yongri.

“Aku tidak pernah marah.” Yongri berusaha melepaskan genggaman tangan Siwon.

“Maafkan aku. Aku antar, ya?”

“Tidak usah. Aku bisa pergi sendiri.” Tolak Yongri. Setelah berhasil melepaskan diri dari Siwon, Yongri segera keluar dari apartement. Siwon memandangi pintu yang baru saja tertutup rapat. Beberapa kali ia menghembuskan nafas kecewa. Ia tau Yongri masih marah dan kecewa padanya. Dan sepertinya ia harus melakukan sesuatu untuk yeoja itu.

 

Di kampus, Yongri terus menekuk wajahnya. Hyerim dan Kyuhyun sampai di buat bingung olehnya. Beberapa kali Hyerim menanyakan apa yang terjadi, namun Yongri selalu menjawab dengan gelengan. Sejujurnya Yongri cukup menyesal saat menyuruh Siwon mencari gadis lain yg dapat di nikahi sekarang. Bagaimana jika Siwon benar-benar melakukannya? Yongri tidak dapat membayangkan bagaimana hidupnya setelah itu, tanpa Siwon.

Yongri terus mengaduk-aduk makanan yang ada di hadapannya. Tanpa niatan sedikitpun untuk memakannya.

“Jika tidak suka, kenapa kau pesan?” Tanya Kyuhyun yang mulai jengah.

“Yongri, sebenarnya kau kenapa? Kau tidak ingin bercerita padaku?” Giliran Hyerim yang bertanya.

“Nan gwenchana. Keokjongma.” Jawab Yongri datar.

“Aish kau mengatakan baik-baik saja, tetapi wajahmu itu tidak baik-baik saja, bodoh!” Geram Kyuhyun.

“Oppa!” Hyerim memukul pelan lengan Kyuhyun yang duduk di sebelahnya.

“Aku memang bodoh.” Gumam Yongri sembari menyembunyikan wajahnya di atas tangan yang sudah di tangkupkannya di atas meja. Hyerim dan Kyuhyun lagi-lagi hanya bisa saling pandang. Tak lama kemudian, pandangan Kyuhyun dan Hyerim teralihkan pada mobil audy putih yang baru saja terparkir sempurna di depan kantin.

“Siwon sunbae!” Pekik Hyerim, membuat Yongri segera mendongakkan kepalanya. Siwon keluar dari dalam mobil menggunakan kacamata hitam, serta setelan kemeja berwarna biru langit yang lengannya di gulung hingga siku. Di padukan dengan celana kain berwarna hitam. Beberapa mahasiswi yang kebetulan berada di dekat sana, dibuat menganga melihat tampang cool Siwon. Yongri sendiri hanya mampu menghela nafas beberapa kali, tanpa rasa tertarik sedikit pun akan kehadiran Siwon. Siwon menghampiri meja tempat Yongri, Hyerim, dan Kyuhyun berada.

“Annyeong!” Sapa Siwon.

“Annyeong Siwon sunbae.” Balas Hyerim sembari tersenyum. Sama halnya dengan Yongri, Kyuhyun pun tampak tak tertarik dengan kehadiran Siwon. Siwon mendekati Yongri dan mengecup keningnya. Tak ada penolakan ataupun respon yang berlebih dari Yongri. Yeoja itu masih menunjukkan raut wajah datarnya.

“Ayo ikut aku.” Ujar Siwon sembari menggenggam tangan Yongri.

“Aku masih ada kelas.” Ujar Yongri malas.

“Bolos sekali-kali tidak apa.” Kata Siwon santai. Yongri menatap Siwon tajam dan kesal.

“Bagimu yang memiliki otak cerdas mungkin tidak apa-apa. Tapi tidak untukku.” Siwon menghela nafas.

“Ayolah. Jangan sampai aku menggendongmu untuk ke mobil.” Kata Siwon lagi masih berusaha tenang. Yongri semakin kesal melihat Siwon.

“Kenapa kau selalu berbuat sesukamu, huh?” Yongri segera berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan kantin. Hyerim dan Kyuhyun hanya diam tak berniat ikut campur sedikitpun. Siwon menghela nafas lagi sebelum berbalik mengejar Yongri yang baru beberapa langkah berjalan.

“AAKHH!!” Jeritan tertahan keluar dari mulut Yongri saat Siwon tak ragu-ragu menggendongnya menuju mobil.

“Turunkan aku!” Siwon hanya diam dan terus berjalan menuju mobil. Di masukannya Yongri pada kursi penumpang dan tak lupa memasangkannya seatbelt. Sebelum ikut masuk ke dalam mobil, Siwon sempat menoleh ke arah Hyerim dan Kyuhyun yang juga sedang menatapnya. Siwon menyunggingkan senyum singkatnya pada kedua orang itu sebelum masuk ke mobil dan keluar dari area Kyunghee University.

“Dari dulu kau selalu berbuat seenakmu. Sampai kapan kau akan melakukan itu?” Tanya Yongri kesal. Siwon tersenyum penuh arti dan tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun.

“Turunkan aku! Aku masih ada kelas, bodoh!”

“Aish!! Shikkereo!!” Pekik Siwon yang mulai ikut kesal. Akhirnya Yongri hanya bisa mendengus kesal dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil. Beberapa saat kemudian, mobil Siwon berhenti di depan sebuah salon yang cukup terkenal. Siwon turun dari dalam mobil kemudian membukakan pintu mobil Yongri.

“Turun.” Yongri hanya diam sembari memegang seatbelt.

“Oh mau di gendong lagi?” Ancam Siwon. Dengan malas Yongri melepas seatbelt dan turun dari mobil Siwon. Pasangan itu berjalan beriringan memasuki salon tersebut.

“Annyeong haseyo, Direktur Choi.” Sapa pemilik salon itu.

“Annyeong haseyo, Nona Kang.” Balas Siwon.

“Inikah gadis yang kau katakan itu?” Tanya Nona Kang. Siwon mengangguk pasti.

“Tolong lakukan seperti yang sudah aku katakan, eoh? Pukul 7 malam nanti aku akan kembali kemari.”

“Anda tenang saja, Direktur Choi. Kami tidak akan mengecewakan Anda.”

“Ya! Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Yongri bingung.

“Kau ikuti saja apa yang akan Nona Kang lakukan. Dan ingat! Jangan coba-coba untuk kabur. Kau tau aku bisa berbuat apapun, diluar perkiraanmu.” Ancam Siwon.

“Saya titip gadis bodoh ini, Nona Kang.” Ujar Siwon sebelum keluar dari salon itu. Meninggalkan Yongri dengan emosi yang memuncak.

“Mari ikut saya, Nona.” Ucap Nona Kang. Dengan menghentakkan kaki seperti anak kecil, Yongri mengikuti langkah perempuan yang berumur sekitar 30 tahun itu.

Pukul 6 lewat 15 menit, Nona Kang sudah berhasil mendandani Yongri seperti kemauan Siwon. Walaupun harus selalu menahan sabar karena Yongri beberapa kali menolak. Nona Kang masuk ke dalam meninggalkan Yongri yang masih menatap dirinya di depan cermin. Nona Kang kembali dengan membawa sebuah mini dress berwarna cream.

“Silahkan gunakan pakaian ini, Nona.” Yongri memandang mini dress itu dengan ngeri.

“Kau gila? Ini terlalu terbuka!” Tolak Yongri.

“Maafkan saya, Nona. Tapi ini pilihan dari Direktur Choi sendiri.”

“Aishh!! Choi Siwon gilaaa!!!” Pekik Yongri kesal. Di sambarnya mini dress dari tangan Nona Kang, kemudian ia masuk ke dalam kamar pas. Pukul 7 kurang 5 menit, Yongri telah siap dengan semua persiapan. Sebenarnya ia bingung, untuk apa ia berdandan seperti ini. Namun lidahnya terlalu malas untuk bertanya. Seperti janjinya, pukul 7 tepat Siwon kembali ke salon itu. Siwon merasa membeku saat melihat penampilan Yongri. Ia tidak menyangka mini dress yang di pilihkannya begitu pas pada tubuh mungil Yongri. Mini dress itu bertali tipis yang diikatkan di belakang leher. Panjangnya sedikit diatas lutut. Higheels yang dipakai Yongri ber-hak 8 sentimeter dan juga begitu pas membalut kaki jenjang dan putihnya. Belum lagi, make up tipis yang di buat oleh Nona Kang membuat wajah Yongri bertambah cantik dan manis. Rambutnya yang panjang di biarkan tergerai dengan ujung berikal. Tak hanya Siwon yang terpana dengan penampilan Yongri, Yongri pun terpana melihat penampilan Siwon. Malam itu, Siwon mengenakan kemeja hitam bergaris-garis putih dengan 2 kancing atas yang di biarkan terbuka. Menampilkan dada bidangnya. Kemeja itu berlengan panjang yang lagi-lagi di gulung hingga siku. Sama seperti tadi sore, Siwon tetap memakain celana berbahan kain berwarna hitam yang begitu pas di tubuh atletisnya.

Yongri berdehem pelan membuat Siwon tersadar dari pesona Yongri.

“Bagaimana, Direktur Choi?” Tanya Nona Kang takut-takut.

“Hmm. Cukup baik.” Dusta Siwon. Yongri mencibir pelan. Nona Kang sedikit kecewa mendengar jawaban Siwon. Namun ia tidak mau ambil pusing dan meninggalkan kedua insan itu. Dengan perlahan, Siwon menghampiri Yongri yang masih belum bergerak dari tempatnya. Siwon memandang wajah Yongri sebentar sebelum mendekatkan bibirnya pada telinga Yongri.

“Cantik.” Bisiknya. Tak perlu munafik, wajah Yongri langsung merona merah mendengar pujian Siwon. Siwon kembali menjauhkan wajahnya dan tersenyum manis, menampilkan kedua lesung pipinya.

“Kajja!” Ajaknya sembari menggandeng Yongri keluar dari salon menuju mobilnya.

Selama di dalam mobil, keduanya hanya larut dalam kesunyian. Mulut Yongri benar-benar gatal untuk menanyakan akan kemana mereka. Tapi lagi-lagi egonya terlalu kuat sehingga ia memilih untuk bungkam. Tak perlu waktu lama untuk sampai di tujuan. Siwon segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Yongri serta mengulurkan tangannya. Dengan anggunnya, Yongri turun dari dalam mobil dan menyambut uluran tangan Siwon. Siwon menarik tangan Yongri untuk melingkar di lengannya, sebelum keduanya masuk ke dalam restoran. Yongri cukup tercengang saat melihat mewahnya restoran tempat mereka berpijak sekarang. Kedatangan mereka juga cukup menarik perhatian orang-orang yang lebih dulu berada di dalam. Siwon membawa langkahnya dan Yongri pada meja yang berada di pojokkan. Setelah duduk dan memesan makanan, Yongri sibuk mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru restoran. Restoran itu benar-benar mewah, dengan interior yang cukup berkilauan.

“Sudah ada pria tampan di hadapanmu, kau masih harus melihat ke arah lain?” Tanya Siwon dengan senyum khasnya. Yongri memutar bola matanya malas mendengar kenarsisan namjachingunya itu.

“Kau suka?” Tanya Siwon lembut.

“Suka.” Jawab Yongri singkat. Makanan mereka datang dan cukup menggugah selera. Tanpa perlu berlama-lama lagi, keduanya segera larut dalam makanan yang tersedia di hadapan mereka. Siwon memotong daging di hadapannya dan menyodorkannya pada Yongri. Sedikit malu-malu, Yongri menerima suapan itu. Setelah seluruh makanan berpindah pada perut mereka masing-masing. Siwon menatap Yongri dengan tajam. Membuat Yongri malu dan juga kesal sendiri.

“Kenapa melihatku seperti itu?” Tanyanya. Siwon meraih tangan Yongri dan menggenggamnya.

“Yongri-ya, aku tau kau masih marah padaku. Kau kecewa padaku atas kejadian beberapa hari yang lalu. Aku tau aku salah, sayang. Maafkan aku. Kau paling tau aku tidak bisa kau acuhkan. Begitupun denganmu, kan? Aku juga tidak akan memaksa jika kau akan terus bersikap seperti ini. Tapi kau harus mengetahui satu hal. Aku tidak akan pernah mencari wanita lain untuk kunikahi. Hanya kau, dan akan selalu kau. Aku akan menunggumu sampai kapanpun kau siap menikah denganku, Choi Yongri.” Ujar Siwon benar-benar lembut. Tangannya tak beranjak sedikitpun dari genggaman tangan Yongri. Ia terus menatap lurus yeoja itu. Yongri cukup terkejut dengan kata-kata Siwon. Matanya berkaca-kaca mendengar ucapan itu. Ia benar-benar tidak tau harus mengatakan apa. Hanya untuk minta maaf, Siwon melakukan ini semua. Masih bisakah dia mengacuhkan Siwon? Laki-laki yang sangat di cintainya melebihi apapun.

“Jangan menangis.” Kata Siwon sembari menyekai airmata pertama yang turun ke pipi Yongri. Yongri menggenggam tangan Siwon yang berada di pipinya.

“Wonnie..”

“Ya.”

“Aku mencintaimu.” Siwon tersenyum.

“Tak perlu ku balas. Kau mengetahui perasaanku melebihi siapapun.”

 

 

Keduanya sekarang sudah berada di basement apartement. Mereka tak beranjak sedikitpun dari sana. Siwon terus menggenggam tangan Yongri, sesekali mengelus dengan ibu jarinya.

“Kenapa melakukan ini semua?”

“Apa?”

“Hanya untuk minta maaf, kenapa harus menghabiskan uang sebanyak ini?” Yongri menolehkan kepalanya menatap Siwon yang juga sedang menatapnya.

“Tapi kau sukakan?”

“Hmm.”

“Tapi, Tuan Choi…..” Yongri menggantungkan kata-katanya sembari memperhatikan penampilan Siwon dari atas sampai bawah berulang kali.

“Kenapa melihatku seperti itu?” Tanya Siwon risih. Yongri menarik kerah kemeja Siwon hingga Siwon ikut tertarik mendekat pada Yongri.

“Haruskah kau memperlihatkan dada bidangmu itu pada semua orang?” Dengus Yongri.

“Mwo?!”

“Jika kau berani melakukannya lagi, kupatahkan tulang lehermu.” Ancam Yongri yang kemudian langsung turun dari mobil. Siwon segera menyusul Yongri yang telah berjalan lebih dulu darinya.

“Ya! Ya! Apa maksudmu?” Tanya Siwon setelah mereka berada di dalam lift.

“Aku tidak suka kau memamerkan tubuhmu pada orang lain. Kau tidak lihat yeoja-yeoja di restoran tadi memandangmu dengan liar.” Jawab Yongri ketus. Siwon tertawa geli.

“Jadi hanya kau yang boleh melihat tubuhku? Begitu?” Goda Siwon.

“Aish!” Yongri memukul keras dada Siwon dan segera keluar dari lift.

“Auchh!!”

Keduanya sudah sampai di apartement tepatnya di depan kamar masing-masing. Kebetulan kamar mereka bersebelahan. Dua insan itu bersandar pada pintu kamar masing-masing dan berhadapan. Tangan keduanya juga terlipat di depan dada.

“Apa kau senang hari ini?” Tanya Siwon pelan.

“Bagaimana denganmu?” Tanya Yongri balik.

“Tak ada yang membuatku senang selain melihatmu kembali seperti ini.” Jawab Siwon.

“Karena kau senang maka aku ikut senang.” Balas Yongri. Siwon tersenyum.

“Selamat malam.” Ujar Yongri. Siwon menautkan kedua alisnya.

“Begitukah caramu mengucapkan selamat malam pada kekasihmu?” Sekarang gantian Yongri yang menautkan kedua alisnya. Siwon berjalan menghampirinya dan menundukkan sedikit badannya agar wajahnya sejajar dengan wajah Yongri. Siwon memajukan wajahnya dan menautkan kedua bibir mereka. Hanya menempel untuk waktu yang cukup lama.

“Jaljayo.” Bisik Siwon, dan kemudian mengecup lama kening Yongri.

~~~

–To Be Continued–

Advertisements

64 thoughts on “It’s Enough (Sequel ‘Love or Not?’) – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s